Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. . . Perjuangan berat di DxD Universe, dimulai.

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : T

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 11 Desember 2015

Happy reading . . . . .

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 19. Pasca : Invasi Kokabiel dan Kemunculan Sasuke.

-Kota Kuoh-

Malam ini adalah malah yang hitam pekat berhias ribuan bintang dan bulan berbentuk seperti sabit. Begitulah adanya bentuk bulan karena sekarang ini adalah tanggal bulan baru. Menuju kesebuah ruangan di komplek sekolah ternama di Kota Kuoh, di salah satu bangunan Kuoh Gakuen, ruangan yang bertanda dengan tulisan 'Ruang OSIS', tampak ruangan itu masih terang. Ada beberapa orang remaja yang masih berkatifitas didalam sana.

Waktu sudah menunjukkan dini hari, seharusnya bukanlah waktu yang tepat oleh segerombolan anak remaja SMA yang masih melakukan kegiatan di sekolah. Itu kalau untuk anak remaja manusia biasa. Tapi kalau remaja-remaja dari jenis iblis seperti mereka, maka akan menjadi hal wajar.

"Kalian boleh pulang, istirahatlah dengan benar...!" seru seorang gadis yang tampak seperti seorang pemimpin kepada beberapa remaja lainnya, gadis berambut coklat pendek model bob yang menggunakan kacamata.

"Ha'i, Kaichou" jawab remaja-remaja lainnya bersamaan. Setelahnya tanpa menunggu perintah untuk yang kedua kali, masing-masing remaja itu pulang ke tempat tinggalnya, pulang dengan menggunakan lingkaran sihir transportasi masing-masing.

Sona Sitri, adalah nama gadis berkacamata yang dipanggil dengan sebutan Kaichou tadi. Gurat kelelahan tampak jelas di wajah cantiknya. Pekerjaannya sebagai ketua OSIS yang sibuk disiang hari dan tugas lain yang jadi kewajibannya dimalam hari membuat ia hanya memiliki waktu tidur yang sedikit.

Sebenarnya mereka baru saja menyelesaikan tugas mengawasi Kota Kuoh dan membasmi iblis-iblis liar yang mengganggu manusia-manusia warga Kuoh. Itu memang tugas mereka, sebagai keluarga iblis penjaga kota ini yang notabene adalah teritori kekuasaan keluarga mereka. Ada dua keluarga iblis yang berkuasa di kota ini, Keluarga Sitri dan Gremory. Kedua keluarga itu hidup berdampingan dengan rukun. Nah, malam ini adalah giliran Keluarga Sitri yang bertugas.

"Haaaaaah, , , , " menghela nafas lelah, Sona lalu menatap seorang gadis berambut panjang yang juga berkacatama seperti dirinya, "Kau belum mau pulang, Tsubaki?"

"Ahh, sebentar lagi. Aku akan membantumu membuat laporan kegiatan kita malam ini dulu. Baru setelah itu aku pulang" jawab gadis berambut panjang yang memiliki nama Tsubaki.

"Um, baiklah. Terima kasih" balas Sona.

Sejenak kemudian, keheningan melanda mereka berdua. Masing-masing sibuk dengan laporan yang ditulisnya untuk dikirim ke Underworld. Sejak insiden penyerangan Kokabiel di Kuoh beberapa waktu lalu, kaum iblis di Underworld semakin intensif melakukan pengawasan pada Kota Kuoh. Dan akibatnya, intensitas pembuatan laporan keadaan kota Kuoh meningkat, yang awalnya seminggu sekali sekarang menjadi setiap hari.

Keheningan tidak berlangsung lama, sebab, , ,

DHUUAARRRR. . . . .

Ada suara benda jatuh yang lumayan keras, bersumber dari belakang bangunan Kuoh Gakuen. Suara itu menghentikan kegiatan dua gadis remaja tadi.

"Apa itu iblis liar lagi?" tanya Tsubaki penasaran.

"Tidak tau, sebaiknya kita periksa saja" usul Sona.

Tanpa menunggu lagi, keduanya langsung beranjak pergi menuju sumber suara yang mereka yakini berasal dari kaki bukit di belakang komplek bangunan Kuoh Gakuen.

Tidak perlu waktu lama, dua gadis iblis tadi sudah sampai di tempat kejadian. Ternyata ada benda yang jatuh dari langit, dan itu bukanlah benda langit seperti bebatuan angkasa melainkan dua sosok tubuh manusia.

"Naruto-san, Hinata-san...!?" Sona tampak terkejut melihat dua manusia yang sangat dia kenali dan beberapa waktu ini mengusik kedamaian otaknya, sekarang tergeletak sekarat di depan matanya. Dia sama sekali tidak bisa memikirkan kemungkinan apa yang telah terjadi. Tapi melihat keadaan dua manusia itu sekarang, jelas sekali bahwa mereka telah diserang, entah oleh siapa.

"Bagaimana ini, Kaicho?" tanya Tsubaki, dia juga tak kalah terkejut. Tapi dia menunggu Sona saja selaku pemimpin, yang memutuskan sesuatu.

"Kita harus menolongnya, anggap saja sebagai balas budi baik mereka pada kita tempo hari" jawab Sona.

Apapun motifnya dan bagaimanapun caranya, yang jelas Sona masih ingat dengan jelas bahwa Naruto dan Hinata sudah menolongnya dua kali, sehingga dia mengingat itu sebagai budi baik dan berniat akan membalasnya jika ada kesempatan. Walupun kedatangan Naruto dan Hinata saat itu terbilang aneh, tapi sebagai iblis terhormat dari keluarga Sitri, Sona berkewajiban membalas pertolongan yang mereka berdua berikan kepada dirinya.

Sona dan Tsubaki pun mendekati tubuh Naruto dan Hinata yang terbaring berdampingan. Sona memeriksa keadaan dua manusia yang tampak sekarat itu.

"Mereka berdua sepertinya terluka sangat parah, tanda-tanda vital kehidupannya juga sangat lemah" kata Sona setelah memeriksa keadaan Naruto dan Hinata.

"Jadi kita harus bagaimana? Membawa mereka ke rumah sakit?"

"Tidak, aku takut itu tidak akan sempat" sanggah Sona. "Aku akan mereinkarnasi mereka menjadi iblis dengan bidak pion evil piece extra yang diberikan Ajuka-sama."

"Jangan bercanda, kau sendiri pernah bilang padaku kalau kau tidak tertarik menjadikan mereka berdua sebagai anggota baru keluarga kita, bahkan kau jelas menolak untuk mencoba evil piece extra karena benda itu belum teruji sama sekali"

"Mau bagaimana lagi, tidak ada cara lain sekarang. Kurasa ada untungnya juga bagi kita, aku yakin mereka berdua bukan petarung biasa. Banyak sekali yang masih menjadi misteri di kepalaku tentang mereka berdua" kata Sona. Walaupun hati Sona berniat membalas budi dengan tulus, tapi otaknya masih terpikir untuk memanfaatkan keadaan ini dan mengambil keuntungan untuknya sendiri.

Tsubaki diam saja, masih menunjukkan raut ketidaksetujuannya pada keputusan yang akan diambil Sona.

"Tenang saja. Kata Ajuka-sama, jika menggunakan evil piece extra ini aku bisa dengan mudah mengeluarkan mereka berdua dari keanggotaan keluarga kita jika nantinya mereka tidak menguntungkan bagi kepentingan kita"

"Ya sudah lah, terserah kau saja" Tsubaki akhirnya pasrah dan menuruti keinginan King-nya.

Sona pun mengeluarkan dua buah bidak pion evil piece extra yang merupakan prototype percobaan Mauo Ajuka Beelzebub. Masing-masing bidak evil piece itu di arahkan pada tubuh Naruto dan Hinata yang terbaring berdampingan, Sona memulai ritual reinkarnasi dan mengucapkan mantra.

Tapi hal yang tidak terduga terjadi. Evil piece itu pecah berhamburan seperti gelas yang jatuh dan menjadi serpihan beling. Sona dan Tsubaki tentu terkejut karena ini pertama kali bagi mereka menemui kegagalan proses reinkarnasi evil piece. Awalnya Sona menduga hal ini terjadi karena prototip evil piece extra ini memang bermasalah sebab belum pernah diuji, tapi hal itu segera ditepisnya karena menyadari ada yang aneh dengan tubuh Naruto.

Sona sekarang yakin, penyebab hal tadi adalah adanya reaksi penolakan terhadap ritual reinkarnasi oleh tubuh Naruto. Tampak jelas, dari tubuh Naruto muncul aura berwarna merah yang menyelimuti tubuhnya, lalu aura itu juga bergerak ke tubuh Hinata dan menyelimutinya juga. Aura merah itu sedikit demi sedikit meninggi seperti api yang berkobar lalu membentuk suatu sosok. Sosok astral berupa kepala seekor rubah mistis.

"Apa maksudnya ini?" tanya Sona kepada siapapun yang bisa menjawab pertanyaannya. Otak jeniusnya sama sekali tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi didepannya.

"Akuma-onna" seru sosok itu.

Baik Sona maupun Tsubaki, kembali terkejut karena sosok astral itu bisa berbicara, bahkan mengetahui identitas mereka sebagai iblis.

"Aku adalah partner kedua orang ini, dan aku juga tahu makhluk apa sebenarnya kalian. Karena aku tinggal ditubuh laki-laki ini sejak dia lahir dan mengetahui semua yang dia ketahui. Kalau kalian berdua memang ingin membalas budi dan berbuat baik, tolong saja dengan cara biasa. Mereka memang sekarat, tapi mereka tidak akan mati" kata sosok astral panjang lebar, yang sebenarnya adalah perwujudan Kurama.

Sona dan Tsubaki hanya bisa mengangguk, karena tidak ada yang bisa mereka lakukan selain daripada itu. Sona tahu bahwa sosok yang tiba-tiba muncul dari tubuh Naruto bukanlah makhluk yang bisa dia hadapi dengan kekuatannya yang sekarang.

Sosok wajah rubah itu berubah semakin bengis, "Tapi,,,,, jangan sekali-sekali kalian melakukan hal yang tidak-tidak seperti tadi, aku bisa saja membunuh kalian dengan mudah." ancam Kurama pada Sona dan Tsubaki.

Sona terpaksa menuruti saja kemauan sosok rubah mistis itu, niat awalnya yang ingin memanfaatkan keadaan ini dan mencari keuntungan dari Naruto dan Hinata malah berbalik menyerang dirinya. Sona lah yang sebenarnya sedang dimanfaatkan saat ini, tapi Sona tetap melakukan perintah itu karena ia yakin suatu saat akan ada waktunya untuk membalik keadaan ini. Walaupun tidak bisa mengikat Naruto dan Hinata sebagai bawahannya atau sebagai budaknya, tapi kesempatan lain pasti akan datang, apapun dan kapanpun itu, pikir Sona.

Akhirnya, Sona dan Tsubaki membawa tubuh Naruto dan Hinata yang sekarat kedalam bangunan Kuoh Gakuen. Di ruang OSIS, tersedia ruang ekstra yang tidak diketahui oleh siswa-siswa maupun guru-guru yang menghuni sekolah ini. Ada ruang pribadi ketua OSIS, yang dilengkapi perabotan lengkap layaknya rumah mewah terpisah dari ruang rapat OSIS. Selain itu, ada juga sebuah kamar perawatan dengan dua ranjang di ruangan ekstra tersebut, dan di kamar itulah Naruto dan Hinata ditempatkan. Untuk beberapa waktu kedepan, Sona dan Tsubaki secara bergiliran memberikan perawatan pada Naruto dan Hinata.

.

.

.

-Underworld-

Tepat di sebuah meja yang terletak ditengah-tengah ruangan luas dan megah, ada empat orang dewasa sedang berkumpul. Tiga orang laki-laki ditambah seorang gadis. Mereka berempat bukanlah orang sembarangan, jabatan tinggi yang mereka duduki membuktikan bahwa mereka berempat merupakan orang terkuat dikalangan mereka. Yondai Mauo, itulah julukan bagi mereka berempat yang diperoleh setelah mengalahkan kubu Old Satan pada Civil War ratusan tahun silam. Empat pemimpin pemerintahan kaum iblis masa kini.

Empat orang itu berkumpul bukan tanpa alasan, ada hal penting yang mereka bahas. Semuanya memasang ekspresi serius, bahkan satu-satunya gadis disana yang biasanya selalu bertingkah aneh dan kekanak-kanakan juga ikut memasang wajah serius. Mereka berempat sedang membahas hal penting tentang kejadian yang sempat mengganggu kedamaian kaum iblis.

"Jadi pertemuan itu benar-benar akan di adakan ya?" tanya seorang pria yang biasanya selalu menampakkan wajah malasnya, Falbium Asmodeus.

"Ya, Azazel sudah lama mengusulkan ini, tapi baru sekarang saja akan terealisasi" jawab si pria rupawan berambut merah, Sirzech Gremory.

"Ini juga karena ulah Kokabiel. Apa yang dia perbuat di Kuoh menjadi pemicu yang mengharuskan pertemuan ini harus segera dilangsungkan. Kalau tidak, perang besar seperti Great War yang terjadi beratus-ratus tahun lalu akan kembali terulang" kata satu-satunya wanita yang ada disana. Serafall Sitri ikut menyuarakan apa yang ada dipikirannya.

"Mau bagaimana lagi? Pertemuan itu memang harus dilakukan. Kalau terjadi perang, kondisi kita akan semakin memburuk. Sampai sekarang jumlah kita masih belum terlalu banyak. Hilangnya lebih separuh dari 72 pilar kekuatan utama kaum kita sejak Great War membuat kekuatan militer fraksi kita menurun drastis. Adanya perang pasti akan sangat merugikan kita. Walaupun aku yakin fraksi lain mungkin juga akan mengalami hal yang sama" Ajuka Beelzebub ikut bersuara, mengungkapkan kemungkinan buruk jika pertemuan tidak diadakan dan perang antar fraksi sesuai tujuan Kokabiel terjadi lagi.

"Yah, memang sebaiknya pertemuan itu segera dilangsungkan. Azazel mengusulkan agar pertemuannya dilangsungkan kurang dari dua minggu lagi" kata Sirzech.

"Baguslah" sahut Ajuka.

"Azazel juga memintaku menentukan tempat untuk pertemuan itu" kata Sirzech lagi.

"Dimana?" tanya Falbium.

"Aku mengusulkan agar dilakukan di kota Kuoh" jawab Sirzech.

"Dia setuju?" tanya Falbium lagi

"Ya, dia menyetujuinya" jawab Sirzech. Selama beberapa tahun kebelakang, dalam urusan dengan fraksi luar, Sirzech lah yang di andalkan. Sekarang pun hubungan Sirzech dan Azazel cukup dekat.

"Bagaimana dengan fraksi malaikat?" kini Ajuka yang bertanya lagi.

"Aku sudah mengirim surat resmi pada Michael. Aku yakin dia pasti akan setuju"

"Ku rasa sudah tidak ada masalah lagi yang perlu dikhawatirkan tentang pertemuan itu" Falbium bicara lagi. "Tapi sepertinya aku tidak bisa ikut hadir, beberapa minggu kedepan ada hal yang harus ku kerjakan"

"Aku juga, aku sibuk" tambah Ajuka.

"Baiklah, Aku dan Sirzech saja sudah cukup datang kepertemuan itu. Pas sekali karena kebetulan Kuoh adalah teritori kekuasaan keluarga kami berdua" Serafall yang sejak tadi diam mendengarkan, akhirnya bicara lagi. Tidak masalah baginya datang kesana, sekalian ingin mengunjungi Sona adik tercintanya. Dan ia yakin, Sirzech pun berpikira sama dengannya. Rias yang mengalami langsung kejadian itu, pasti membuat Sirzech yang terkenal siscon menjadi sangat khawatir.

"Ya sudah. Aku bersedia jika harus datang berdua saja dengan Serafall" Sirzech langsung menyetujui hal ini. Tidak masalah baginya, toh untuk beberapa waktu kedepan tidak ada kegiatan penting dalam agenda tugasnya.

Hening sejenak, karena tidak ada topik yang mereka bicarakan lagi. Lagipula, mereka berempat sependapat kalau pertemuan itu memang harus dilangsungkan, bahkan kalau perlu secepatnya. Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

Hening terus melanda beberapa menit, hingga akhirnya Falbium yang merupakan mauo paling cerdik dalam memutuskan sesuatu, angkat bicara lagi.

"Sirzech, ku rasa masih ada hal yang ingin kau sampaikan. Benar kan?" tanyanya.

Sirzech pun tersenyum tipis, tidak ada yang bisa dia rahasiakan dari sahabatnya yang cerdik ini.

"Ya... Ini mengenai rumor tentang adanya eksistensi baru. Kalian semua sudah mengetahuinya kan?" tanya Sirzech pada tiga Mauo lainnya.

Serafall mengangguk, sedangkan Ajuka dan Falbium menatap Sirzech serius seolah sangat menantikan ucapan Sirzech selanjutnya.

"Begini. Eksistensi baru itu muncul di dekat Kota Kuoh. Karena kota itu berada dibawah tanggung jawabku, jadi aku menugaskan beberapa anak buahku untuk berpatroli disana. Ternyata memang benar kalau mereka ada di Kuoh dan sedang melakukan sesuatu di sana. Aku sendiri tidak tahu dan masih bingung dengan apa yang sedang mereka lakukan di Kuoh. Tapi bawahanku sempat bentrok dengan mereka. Mereka berhasil dipukul mundur oleh bawahanku, tapi saat itu muncul seseorang dengan mata aneh menyelamatkan mereka"

"Lalu?" Serafall penasaran, dia yakin masih ada hal yang lebih penting dari ini. Bagaimanapun Kuoh juga teritori kekuasaan keluarganya, jadi dia juga memiliki tanggung jawab di Kuoh, tapi ia sendiri belum bertindak sejauh yang telah dilakukan Sirzech.

"Akhirnya aku menugaskan sepupuku, Sairaorg. Iblis muda berbakat kandidat terkuat penerus tahta Keluarga Bael untuk mencari informasi tentang mereka. Tapi hal yang tidak terduga terjadi"

"Apa yang terjadi memangnya?" tanya Falbium. Dua mauo lainnya juga dibuat penasaran, karena mereka semua tahu Sairaorg adalah iblis muda berbakat yang pandai menyelesaikan tugas yang dibebankan padanya. Jadi kalau ada hal tak terduga yang terjadi, tentu itu pasti adalah masalah besar.

"Sairaorg dipecundangi secara memalukan. Dia dikalahkan dengan sangat mudah oleh orang bermata aneh yang pernah menyelamatkan sekawanan makhluk dari eksistensi baru itu" jawab Sirzech degan wajah serius.

Mau tidak mau, Serafall, Ajuka, dan Falbium dibuat terkejut. Mereka bertiga tahu betul kalau kekuatan Sairaorg sudah sangat diperhitungkan dikalangan kaum iblis. Walaupun dia tidak mewarisi kemampuan asli keturuan Keluarga Bael pada umumnya, tapi pencapaian yang Sairaorg peroleh dari latihan ekstrim yang dijalaninya berhasil membuat Sairaog sangat disegani petinggi-petinggi kaum iblis.

"Bagaimana itu bisa terjadi?" Falbium tidak menyangka jika hal tak terduga yang dikatakan Sirzech sampai separah ini.

Falbium yakin, hal ini saja sudah cukup membuktikan bahwa eksistensi yang baru muncul itu tidak bisa dianggap remeh. Mungkin kekuatan mereka harus diperhitungkan sebagaimana kelompok oposisi Old Satan, kelompok terosis seperti Khaos Brigade ataupun kelompok lainnya. Karena masih banyak sekali yang belum terungkap, tidak menutup kemungkinan kalau eksistensi baru itu mempunyai kekuatan yang setara dengan salah satu dari tiga fraksi terbesar saat ini.

Falbium masih mengingat bagaimana kemunculan eksistensi itu pertama kali. Dia sudah merasakan adanya suatu kekuatan yang sangat besar. Bahkan mungkin harus dengan kerjasama mereka berempat sebagai Four Great Satans agar bisa setara dengan kekuatan yang muncul kala itu. Itulah yang ada dibenak Falbium, dan ia juga yakin tiga rekan sejawat maou disampingnya juga sependapat dengan pemikirannya.

"Bisa kau ceritakan lebih detail, Sirzech?" Serafall menuntut informasi lebih dari rekannya yang berambut merah ini.

"Saat ini Sairaorg sedang dirawat dipusat rehabilitasi mental. Tubuhnya tidak terluka sedikitpun. Dia sudah sadar, tapi dia mengalami trauma mental yang sangat hebat. Sairaorg memberitahukan padaku bahwa lawannya mampu menghipnotis dirinya, semacam teknik ilusi yang memberikan serangan mental yang sangat kuat. Dalam dunia ilusi yang dialami Sairaorg, ada berbagai macam siksaan luar biasa yang tidak sanggup otaknya terima, bahkan siksaan itu terasa seperti beberapa hari padahal sebenarnya Sairaorg mengaku kalau dia hanya terkena teknik ilusi selama beberepa detik saja. Dia mengetahuinya dengan mengamati keadaan lingkungan sekitar tempat meraka bertarung, tidak ada perubahan yang berarti ditempat disekitarnya yang menandakan bahwa sebenarnya dia dihipnotis dalam waktu yang sangat singkat walau dia merasa sudah melewati waktu selama beberapa hari. Saat itu pun, Sairaorg belum menggunakan kekuatan penuhnya, tapi dia meyakini bahwa orang yang dia lawan juga belum mengeluarkan semua kekuatannya" kata Sirzech panjang lebar membeberkan semua informasi yang ia kumpulkan.

Bisa dikatakan, dikalangan ninja Konoha tidak hanya Naruto saja yang berkembang pesat sejak perang dunia shinobi dua tahun lalu. Sasuke pun juga begitu. Otak cerdasnya berperang penting dalam perkembangan kekuatan Sasuke. Selama misi pengumpulan informasi tentang dunia baru yang ia lakukan sendirian, Sasuke telah mengunjungi berbagai tempat dengan teknik perpindahan dimensi rinnegan miliknya, bahkan dia sempat mengunjungi tempat yang disebut Neraka, tempat paling dasar di Underworld. Dari sana lah, Sasuke mempelajari berbagai macam metode penyiksaan yang luar biasa mengerikan, lalu ditambah dengan sedikit improvisasi berkat kecerdasannya, Sasuke mampu membuat jutsu Tsukyomi dengan siksaan yang paling mengerikan dari yang pernah ada sejak ratusan tahun Klan Uchiha berdiri. Itu pun hanya sebagian kecil dari apa yang dicapai Sasuke selama dua tahun ini.

Kembali pada pertemuan empat pemimpin tertinggi kaum iblis, tiga mauo dibuat setengah percaya dengan apa yang diinformasikan Sirzech. Pasalnya mereka semua tahu betul kalau Sairaorg menjadi kuat seperti sekarang berkat menjalani latihan luar biasa ekstrim yang tentu saja memberikan trauma mental dan rasa sakit yang sangat berat pada Sairaorg, tapi buktinya Sairaorg berhasil melewatinya. Jadi siksaan macam apa yang diberikan orang yang dilawan Sairaorg dalam dunia ilusi miliknya?

"Uchiha Sasuke, nama orang yang telah mengalahkan Sairaorg. Dia sengaja memberitahukan namanya dengan lantang. Perkataanya seperti sebuah ajakan, dia seperti sedang memprovokasi kita untuk berperang dengannya. Itulah perkataan terakhir yang Sairaorg sampaikan padaku" tutur Sirzech mengakhiri laporan tentang kejadian mengejutkan yang baru saja dia alami.

"Ini buruk" sahut Falbium. "Lalu bagaimana dengan fraksi lain?" tanyanya lagi pada Sirzech.

"Apa maksudmu, Falbium?" Serafall kurang mengerti dengan maksud pertanyaan Falbium tentang hubungan masalah ini dengan fraksi lain.

"Aku yakin fraksi lain kemungkinan besar juga sudah mengetahuinya. Sebab sejauh yang ku tahu, ternyata beberapa orang dari fraksi-fraksi lain juga berkeliaran di sekitar Kuoh karena kedatangan eksistensi baru yang mengejutkan waktu itu. Walau mereka tidak masuk langsung ke dalam Kota Kuoh karena tidak ingin mencari masalah jika memasuki teritori kita, tapi aku yakin mereka tahu dengan apa yang terjadi pada Sairaorg mengingat kekalahannya terjadi di tempat sunyi dipinggiran Kota Kuoh" jawab Sirzech mengutarakan pendapatnya. Jawaban Sirzech mudah dicerna oleh Ajuka, dan tentu membuat Serafall tambah pusing dengan masalah baru ini.

"Dengar Sirzech, kau harus berhasil menjalankan misi rahasia yang sudah kita berempat bicarakan saat rapat kita sebelum ini. Kau mengerti kan?" tanya Falbium dengan tatapan tajam. Dia tidak ingin ada kata gagal dalam rencana besar yang telah disusunnya.

"Baiklah, aku mengerti. Akan ku usahakan sebaik mungkin" jawab Sirzech. Serafall dan Ajuka diam saja untuk hal ini, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka berdua juga menginginkan hal yang sama dengan yang dipikirkan Falbium.

Dan pernyataan terakhir yang keluar dari mulut Sirzech, adalah penutup dari rapat mereka berempat hari ini.

.

.

.

TBC...

Note : Setelah dipikir matang-matang, ternyata hanya sampai disini saja alur DxD yang tidak berubah. Sejak Issei jadi iblis hingga invasi Kokabiel semua sama sesuai anime, setelahnya sampai arc pertemuan tiga fraksi jalannya alur akan tetap sama walau ada sedikit perubahan.

Tapi di fic ini, aku menceritakannya dari sudut yang berbeda. Alur dan kejadian mungkin sama, tapi akan diceritakan lebih banyak dari sudut pandang Naruhina, Sona, dan semua petinggi dari tiga fraksi besar. Jadi akan beda dengan anime yang semua kejadian diceritakan dari sudut Rias dkk. Di chapter ini, sudah diceritakan dari sudut para Maou.

Dan setelah pertemuan tiga fraksi selesai, semuanya akan berubah total sesuai alur yang kubuat. Sejak chapter ini, kiprah Naruto dan Konoha di DxD Universe akan benar-benar serius. Jadi total 18 chapter sebelum ini hanyalah persiapan saja, persiapan naruhina untuk penghujung misi mereka di DxD Universe, persiapan kekuatan tempur Konoha dengan segudang informasi penting, dan terakhir summary nya pun sudah ganti. Heheeeee.

Lalu, sampai pertemuan tiga fraksi selesai nanti, tidak akan ada adegan-adegan batle yang berarti. Arc ini aku hanya ingin fokus membangun penempatan peran masing-masing karakter. Bukan membangun sifatnya, karena itu tidak perlu sebab disini aku mengusahakan sifat chara tidak OOC sehingga tidak diperlukan pembangunan sifat chara. Aku hanya ingin memperjelas bagaimana penempatan peran setiap chara di fic ini. Chara yang mana yang akan jadi protagonis, antagonis, netral, atau apapun. Semua chara memiliki peran masing-masing dan dari sana akan muncul bagaimana persepsi seorang chara terhadap chara lain, apakah chara A menganggap chara B sebagai musuh, teman, dimanfaatkan/batu pijakan, atau apapun. Yang jelas, chara-chara di fic ini: Yang kelihatan baik, tidak benar-benar baik, dan yang kelihatan jahat tidak benar-benar jahat.

Tentang kemampuan The True Tenseigan Hinata, kemampuan pertamanya tidak ada yang bisa nebak, tidak ada yang tahu atau apa? Ya sudah deh, ku beritahu aja biar untuk kedepannya bisa lebih mudah dibayangin kekuatan itu. Kemampuan pertama aku adopsi dari kekuatan Esper Lv5 terkuat No. 1, yaitu Accelerator dari anime Majutsu no Index. Tapi tidak semua kekuatan Accelerator ku pakai, soalnya itu terlalu berlebihan untuk Hinata. Aku hanya mengambil bagian pertahanannya saja dimana dia dapat membelokkan arah atau vektor serangan yang mengarah pada tubuhnya saja. Itu doang, dan itu sudah lebih dari cukup loh. Lalu untuk kemampuan kedua, benar sekali kalau yang nebak bahwa prinsip dan penjelasannya sama kayak di Doraemon, itu loh prinsip alat Doraemon yang bernama pintu ajaib. Nah, kalau di Doraemon teori itu diaplikasikan pada sebuah alat, di fic ini prinsip itu ku aplikasikan dalam sebuah pertarungan. Kalau di Doraemon alat itu dipakai untuk berpindah tempat dengan praktis, maka di fic ini kemampuan itu dipakai untuk meninju lawan tanpa harus mendekat dan menyentuh musuh.

Aku beri klu deh, yang sudah diketahui tentang kemampuan The True Tenseigan adalah manipulasi dimensi dua (bidang datar) dan dimesi tiga (bangun ruang), lalu yang tertinggi berhubungan dengan dimensi keempat. Semua kemampuannya berbasis sains. Kekuatan mata Hinata memang mengerikan, tapi pasti menjadi sangat berlebihan jika seperti itu. Hinata yang terlalu kuat akan merusak alur cerita nantinya, makanya Hinata harus memiliki kelemahan. Salah satunya, fisik dan staminanya yang dibawah standar dan ada kelemahan lain lagi nantinya. Agar power chara fic ini balance saja, begitu.

Yang terakhir, apa sih artefak yang dikumpulkan Naruhina itu? Apa tujuannya? dan kenapa harus dikumpulin? Nanti aja dibahasnya, masih lama, setelah ketegangan di DxD Universe sampai klimaks.

Saya masih memohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.