Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : T

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Senin, 11 Januari 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . . .

Walaupun begitu, Naruto masih tersenyum hangat. Dia baru saja menjalin kerja sama dengan Sona, Naruto menghormati perjanjian itu karena dia adalah tipe orang yang pantang mengingkari janji. Jadi dia tidak ingin membuat masalah pada kesan pertama dengan menghajar Issei sampai bebak belur.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 23. Persiapan.

-Pulau Melayang Konoha-

Sinar mentari senja, adalah moment yang sangat berharga karena menjadi pemandangan yang sangat indah jika dilewatkan begitu saja. Ketika senja tiba, sisa-sisa cahaya jingga dari matahari yang hampir terbenam di ufuk barat akan membentuk suatu fenomena yang sangat indah. Jejak-jejak sinar jingga matahari akan dibiaskan oleh awan yang tersusun dari serpihan kristal-kristal es yang tinggi menjulang kelangit. Dari pembiasan cahaya itulah, akan tampak sebuah pilar cahaya berwarna jingga yang sangat indah, fenomenan Sun Pillars atau pilar matahari, fenomena yang hanya sesekali terjadi dan jika terjadi pun hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Pilar itu menjadi semakin tampak indah jika dilihat dari tempat tinggi, salah satunya yaitu pulau melayang Konoha. Suatu desa yang tersembunyi, melayang ribuan meter diatas permukaan bumi. Kesempatan ini tentu tidak akan dilewatkan oleh sebagian besar warga Konoha yang hidup di pulau yang sedang mengambang diudara itu. Memandang fenomena Sun Pillar bersama pasangan hidup, tentulah menjadi momen berharga yang terlalu indah dilupakan.

Kalau fenomena sun pillar itu di pandang bersama pasangan, tentu menjadi moment yang sangat bagus. Tapi lain cerita jika yang mengamatinya adalah dua orang pria yang sekarang berada di kantor Hokage. Mereka memang sepasang, pasangan Kage yang tersisa dari dunia Shinobi. Kakashi dan Gaara, dua pria ngenes ini sama-sama belum memiliki pasangan. Gaara masih mendingan sebab masih muda dan masih punya banyak waktu dan kesempatan untuk mencari pasangan, beda dengan Kakashi yang sudah berumur. Walau begitu, mereka berdua tetap melihat fenomena sun pillars bersama, namun bukan bermaksud untuk melakukan hal yang tidak-tidak. Mereka masih waras, 100% straight.

Kakashi adalah seorang kage yang memimpin suatu desa besar, yang sekarang berada di dunia baru dengan tanggung jawab yang sangat berat. Sedangkan Gaara adalah kage yang kehilangan wilayah beserta rakyatnya. Gaara bukannya tidak disukai oleh rakyatnya, tapi takdir hari akhir yang merenggut desanya serta seluruh dunia shinobi lah yang membuat dia menjadi pemimpin tanpa bawahan seperti sekarang ini.

Kakashi memiliki banyak tugas, karena dunia yang baru saja mereka tempati berisi banyak hal-hal yang tidak masuk akal. Gaara yang merupakan kage tanpa wilayah dan rakyat pastilah tidak mempunyai tugas dan tanggung jawab lagi, sehingga sering membantu pekerjaan Kakashi. Jadi tidak ada unsur hubungan terlarang sesama lelaki yang terjadi diruang kerja Hokage ini, hanya sebatas tolong memolong sebagai rekan sejawat sesama kage saja.

Sejak sore tadi hingga senja sekarang, mereka telah banyak membahas dan mendiskusikan tentang keadaan dunia baru berdasarkan sebundel laporan lengkap berisi kumpulan informasi yang diberikan oleh Sasuke. Mereka berdua juga merencanakan program-program jangka pendek dan jangka panjang demi kepentingan seluruh manusia yang tersisa dari dunia shinobi. Ada banyak hal yang mereka bahas sejak sore tadi, dan sekarang mereka berdua rehat sejenak sembari menikmati fenomena sun pillars yang tampak sangat indah dilihat dari balik kaca lebar ruang kerja Hokage.

"Ku rasa semua rencana jangka panjang untuk warga Konoha yang tadi kita bahas sudah cukup" Gaara yang buka suara pertama kali. Fenomena sun pillars telah selesai dan langit senja menjadi lebih gelap.

"Iya, mungkin sudah cukup untuk hari ini. Kita bisa lanjutkan besok, masih ada beberapa masalah yang perlu kita tangani" sahut Kakashi.

Baik Kakashi maupun Gaara, keduanya sudah mulai beres-beres, bersiap untuk pulang menuju ke rumah dinas Hokage. Selama di Konoha, sejak kiamatnya dunia shinobi, Gaara di inap kan dirumah dinas itu juga, atas saran Kakashi sendiri, daripada Hokage Keenam itu sendirian tidak ada teman di rumah.

"Memangnya masalah apa lagi, Rokudaime-sama?" tanya Gaara, berbasa-basi sebelum pulang.

"Sebenarnya aku pernah memberikan misi pada tim yang dipimpin Shikamaru, misi agar kegiatan penyelundupan bahan makanan dan logistik untuk kebutuhan Konoha yang di lakukan oleh orang-orang ku tidak diganggu oleh makhluk-makhluk supranatural lagi" tutur Kakashi.

"Lalu, bagaimana hasilnya?" tanya Gaara.

"Misi itu berhasil, pekerja-pekerja penyelundupan yang ku kerahkan tidak pernah tersentuh oleh para makhluk supranatural lagi. Tapi ada satu hal yang membuatku khawatir."

Gaara menatap Kakashi tanpa berkata apa-apa, menunggu Hokage Keenam itu melanjutkan ucapannya.

"Aku tahu misi itu beresiko dan aku memutuskan untuk tetap memerintahkan Shikamaru dan tim nya menjalankan misi. Resikonya adalah eksistensi kita sebagai kelompok pendatang baru didunia ini sudah mereka ketahui dengan pasti, walaupun mereka tidak pernah dan tidak sedikitpun tahu tentang kita dan dimana letak kita menyembunyikan diri" Kakashi panjang lebar menceritakan kekhawatirannya.

"Begitu ya. Aku mengerti" sahut Gaara.

"Resiko tadi bukan masalah besar kalau tidak ada hal buruk"

"Apa?"

"Hal buruknya adalah aku baru saja menyadari kalau kekkai yang dibuat oleh Naruto ini semakin hari secara perlahan semakin melemah. Ah, tidak. Tidak bisa dikatakan melemah, kondisi kekkai tetap sama seperti awal dibuat namun yang pasti kekkai ini punya batas waktu."

"Hah? Bagaimana bisa?"

"Kekkai ini memerlukan sejumlah chakra untuk mempertahankan bentuk dan fungsinya untuk menyembunyikan Konoha. Naruto membuat kekkai ini dengan sejumlah chakra sebagai bahan bakarnya dalam segel yang ia buat, yakni chakra senjutsu dalam jumlah yang sangat banyak. Aku tidak tahu bagaimana Naruto bisa membuat kekkai serumit ini" tutur Kakasi lagi.

"Yah, dia memang ninja penuh kejutan. Aku tidak heran dia bisa berbuat seperti itu" sahut Gaara.

"Senpou Jikukan Kekkai: Hogo Nisshoku, itulah nama kekkai berbasis dimensi ruang-waktu yang Naruto buat saat dirumah sakit bahkan ketika ia baru saja sadar dari pingsan selama dua minggu. Ada enam fuin atau tanda segel yang bekerja secara bersama membentuk kubah berbentuk bola raksasa yang melingkupi seluruh Konoha. Empat tanda segel, masing-masing satu segel disetiap penjuru mata angin, lalu satu diatas Konoha, dan satu lagi dibagian terbawah pulau melayang ini"

Mengambil nafas dahulu, Kakashi melanjutkan penjelasannya lagi, "Setelah kuamati, ternyata tanda segel yang berada di bagian atas mempunyai fungsi tambahan yaitu berperan sebagai media deposit atau simpanan chakra senjutsu. Kekkai ini terus menerus mengambil sejumlah chakra dari deposit chakra senjutsu yang tersimpan pada pada tanda segel itu secara kontinyu agar bentuk dan fungsi kekkai bisa dipertahankan. Deposit atau simpanan chakra senjutsu tadi jumlahnya tetap, tidak bertambah. Sehingga jika terus menerus diserap oleh kekkai, maka suatu hari deposit chakra senjutsu yang tersimpan itu pasti akan habis dan kekkai yang menyembunyikan Konoha ini akan lenyap. Tinggal menunggu waktunya saja, pulau melayang Konoha akan kelihatan jelas oleh semua makhluk dunia luar, baik manusia maupun makhluk supranatural"

"Apa tidak ada cara bagi kita untuk menambahkan chakra pada deposit itu atau memperbaharui segelnya?"

"Sejauh yang ku tahu, tidak ada sama sekali. Deposit itu hanya menerima chakra senjutsu saja. Diantara kita, cuma Naruto seorang yang menguasi dan mampu mengendalikan aliran chakra senjutsu dalam jumlah besar. Terlebih lagi tidak ada seorangpun yang tahu cara mengutak-atik tanda segel kekkai ini, selain si pembuatnya sendiri"

"Hmm. Hanya satu harapan kita kalau terus bersembunyi, kita hanya bisa berharap agar Naruto cepat selesai menjalankan misi pengembaraannya dan segera pulang ke Konoha untuk memperbarui deposit chakra senjutsu Jikukan Kekkai buatannya yang melindungi kita semua" kata Gaara menyampaikan solusinya.

"Tepat sekali. Tapi tidak satupun dari kita yang tahu kapan Naruto akan pulang dan kita tidak bisa menghubungi dia. Lalu aku juga tidak memperkirakan kapan kekkai ini akan lenyap, sulit menentukan debit aliran chakra senjutsu dari depositnya sehingga aku tidak bisa menghitung batas waktu kekkai ini"

Yah, sejak pergi meninggalkan Konoha hampir sebulan lalu, tidak ada satupun orang-orang Konoha yang tahu khabar Naruto apalagi bertemu dengannya. Hanya Sasuke saja yang pernah sekali merasakan keberadaan Naruto di Kuoh saat penyerangan Kokabiel terjadi. Intinya, sekarang Konoha lost contact dengan Naruto dan Hinata.

Gaara membalas pernyataan Kakashi hanya dengan anggukan.

"Karena itulah, aku harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Sebelum para makhluk supranatural itu menemukan keberadaan kita, kita lah yang harus menunjukkan diri terlebih dahulu"

"Kau benar, Rokudaime-sama" Gaara memang sudah sejak lama menyetujui rencana Kakashi yang ini. Sejak sejumlah ANBU yang mengawal kegiatan penyelundupan logistik diserang oleh para iblis beberapa minggu lalu, Kakashi sudah merencakan kalau Konoha akan menunjukkan taring didepan eksistensi makhluk supranatural.

"Kita harus menunjukkan walau mereka adalah kelompok yang sangat besar, tapi mereka bukan lah yang superior. Kita bukanlah eksistensi yang bisa mereka pandang sebelah mata"

"Kalau begitu, kita tinggal menunggu waktunya saja. Kapan saat yang tepat untuk kita menunjukkan taring kita"

"Ya, kau benar sekali, Gaara"

zzsshhhh...

Tiba-tiba udara diruang kerja Hokage bergerak, walaupun hanya menimbulkan hembusan angin yang pelan, tapi itu cukup untuk memporak-porandakan barang-barang yang ada diruangan itu. Tidak semuanya, tapi hanya berkas-berkas dokumen penting yang terbuat dari kertas saja. Baik Kakashi dan Gaara tidak memberikan reaksi apapun karena kejadian ini, kerena mereka berdua sudah tahu apa yang sedang terjadi.

Hembusan angin itu membentuk suatu pusaran, pusaran itu lalu membentuk suatu distorsi ruang dan akhirnya terciptalah sebuah portal. Dari portal itu, muncullah sosok laki-laki seumuran Gaara berambut hitam dengan mata Ultimate Rinne-Sharingan yang aktif disebelah kiri.

"Sasuke, bisakah kau datang dengan cara normal? Masuk lewat pintu, jangan buat pintu itu menjadi benda tidak berguna seolah hanya pajangan saja. Sikapmu sama saja dengan Naruto yang seenaknya" Kakashi berucap kesal

"Hn" dengusan nyaring dari hidung Sasuke lah, sebagai balasan untuk ucapan kekesalan Kakashi. Sasuke tidak ingin disamakan dengan si idiot Naruto yang biasanya langsung masuk dengan membanting pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Menurut Sasuke, caranya datang kesini jauh lebih berkelas karena menggunakan jutsu tingkat tinggi, pikir Sasuke narsis.

Gaara, tidak usah ditanya. Dia hanya tersenyum tipis melihat hiburan dari interaksi pasangan guru dan murid didepannya. Dahulu interaksi antara Naruto dan Kakashi lah yang selalu nyentrik dan bikin heboh. Tapi setelah Naruto pergi mengembara bersama istri, kehangatannya berkurang. Beruntung Sasuke ternyata bisa juga menggantikan Naruto mencairkan suasana. Walaupun si Sasuke sendiri sepertinya sama sekali tidak menyadari hal itu.

"Baiklah, ada informasi apa lagi sekarang?" tanya Kakashi pada Sasuke, dia sudah paham dengan kebiasaan muridnya itu. Gaara juga mengerti, dia tahu kalau Sasuke adalah agen penting nomor satu bagi Konoha untuk mengumpulkan informasi. Sepertinya, kedua Kage itu harus menunda dulu kepulangannya ke rumah.

"Misi yang kau berikan pada kami waktu itu, menyebabkan kehebohan besar di kalangan petinggi-petinggi setiap fraksi makhluk supranatural, terutama kaum iblis" jawab Sasuke.

"Aku sudah menduganya. Shikamaru sudah melaporkan padaku kalau orang yang kau lawan waktu itu bernama Sairaorg Bael. Jadi wajar saja hal itu terjadi, mengingat orang yang kau hadapi itu termasuk orang penting dan disegani oleh kaum mereka"

"Mereka sudah meyakini keberadaan kita, walau pun sama sekali tidak tahu dimana letak persembunyian kita. Semua makhluk supranatural yang mencari-cari tentang Konoha tidak ada yang membuahkan hasil"

"Itu memang resiko dari misi yang ku tugaskan pada kalian. Tapi sepertinya kekkai yang dibuat oleh Naruto bekerja dengan baik, walau hanya untuk sekarang ini" kata Kakashi.

"Kemudian, Insiden penyerangan yang dilakukan Kokabiel ternyata berakibat serius pada hubungan tiga fraksi besar yang ada. Walau mereka pernah berperang satu sama lain, tapi sekarang mereka sudah melakukan gencatan senjata. Penyerangan Kokabiel membuat terciptanya ketegangan lagi antar fraksi-fraksi itu"

"Terus?" tanya Kakashi.

"Pemimpin dari ketiga fraksi itu berencana akan mengadakan pertemuan besar untuk membahas bagaimana kelanjutan hubungan mereka"

"Wajar saja kan kalau mereka mengadakan pertemuan besar seperti itu, mereka pasti tidak ingin terjadi perang lagi. Jadi di mana masalahnya?"

"Ada hal menarik yang akan terjadi saat pertemuan itu nanti"

"Hal menarik?"

"Aku pernah memberitahukan informasi tentang kelompok oposisi Underworld yang disebut Old Satan atau golongan Maou lama kan? Mereka adalah kelompok yang membenci pemerintahan Yondai Maou yang ada sekarang. Kelompok itu berniat melakukan kudeta saat pertemuan besar. Aku masih tidak tahu siapa yang akan memimpin penyerangan itu nanti, tapi yang jelas aku sudah memastikan kebenaran informasi ini. Mereka memang berencana melakukan kudeta saat pertemuan itu, sekaligus untuk membatalkan kesepakatan kerjasama antara tiga fraksi. Kelompok Old Satan tidak menyetujui jika Iblis, Malaikat Jatuh, dan Malaikat berdamai" kata Sasuke panjang lebar.

"Kapan pertemuan itu dilaksanakan?" tanya Kakashi.

"Besok malam, di Kota Kuoh. Lebih tepatnya di Kuoh Gakuen, tempat terjadinya insiden penyerangan Kokabiel"

"Aku mengerti situasinya sekarang" Kakasi tersenyum lebar, walalu tidak ada yang melihat senyumannya karena tertutup masker, tapi Gaara dan Sasuke mengetahuinya dari nada bicara Rokudaime Hokage itu.

Kakashi menatap ke arah Gaara, "Gaara, sepertinya aku sudah menemukan waktu dan kesempatan yang tepat bagi kita untuk menunjukkan diri" katanya.

"Aku sepemikiran dengamu, Rokudaime-sama" sahut Gaara menimpali, dia mengerti apa yang ada dipikiran hokage itu.

"Kuma" kata Kakashi lantang,

zhhhsstt..

Muncul seorang ANBU, ajudan pribadi yang selalu mengawal Rokudaime Hokage, "Beritahukan hal ini pada Tsunade-hime. Minta dia kesini sekarang, aku ingin membahas hal ini berempat bersama beliau dan meminta nasehatnya"

"Ha'i"

zzhhssttt..

ANBU itu hilang sekejap, beranjak untuk segera melaksanakan titah atasannya.

"Dan kau, Sasuke" kata Kakashi menatap muridnya, "Panggil Sakura kemari!, aku ingin dia ikut dalam misi. Kita adakan rapat membahas misi beserta persiapannya malam ini juga. Aku sendiri yang akan turun tangan langsung memimpin misi besar rank S ini besok malam" perinta Kakashi.

"Hn" sahut Sasuke. Beranjak keluar dari ruangan Hokage untuk memanggil gadis berambut merah muda yang dimaksud oleh Kakashi. Kali ini Sasuke keluar melewati pintu, sebab dia tidak ingin disemprot lagi oleh mulut cerewet Kakashi.

.

-Kuoh-

Waktu senja belum sepenuhnya beranjak pergi walau langit belum menggelap. Waktu yang sama ketika terjadinya fenomena sun pillar namun dengan latar tempat yang berbeda. Seorang remaja bersurai coklat berjalan menaiki tangga, ratusan anak tangga bersusun menanjak di lereng bukit. Menuju ke salah satu Kuil Shinto disudut Kota Kuoh.

"Bukankah kuil itu tidak cocok untuk iblis?" gumam pria bersurai coklat yang sudah cukup lama menapaki satu persatu anak tangga, namun tidak kunjung sampai ditempat tujuan.

"Terima kasih sudah datang, Issei-kun" sapa seorang gadis miko kepada pria bersurai coklat bernama Issei. Gadis itu menyapa ditengah perjalanan Issei menaiki tangga.

"Oh, Akeno-san" balas Issei. Gadis miko yang menyapanya tadi tidak lain adalah senpainya sendiri, Himejima Akeno.

"Maaf memanggilmu terburu-buru"

"Tidak apa-apa" kata Issei, "Tapi dimana Buchou?" tanyanya kemudian.

"Dia akan datang setelah selesai dengan urusan bersama Sirzech-sama" jawab Akeno yang kini berjalan didepan Issei menaiki tangga menuju kuil.

"Bukankan seharusnya kau disana juga?"

"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu disini, Issei-kun"

"Seseorang?" tanya Issei penasaran.

Kini mereka berdua telah sampai di puncak bukit. Tepat di kuil shinto yang asri dan bersih, yang telah ditinggalkan pendetanya, Iblis dapat datang ketempat ini tanpa halangan karena kuil ini terikat kontrak rahasia dengan kaum iblis.

"Apa dia Naga Merah?" terdengar suara seseorang dengan nada lembut dan terkesan bijaksana, tapi tidak terlihat dimanapun sosoknya.

Tiba-tiba cahaya menyilaukan muncul di atas Kuil. Dari cahaya itulah, muncul seorang berpakaian agung dengan enam pasang sayap berwarna emas dengan tanda halo di atas kepalanya, dialah sang pemimpin tertinggi fraksi malaikat saat ini, berpangkat Archangel.

"Senang bertemu denganmu, Hyoudo Issei" kata Sang Archangel.

"Sayap emas?" gumam Issei dengan nada sangat terkejut. Ini pertama kali baginya melihat sosok bersayap sangat indah.

"Aku adalah Michael, pemimpin dari para malaikat"

Setelah perkenalan singkat, ketiga orang itupun masuk kedalam kuil. Issei duduk bersimpuh menghadap Michael yang sedang berdiri tegap. Akeno sebagai perantara pertemuan ini, juga ikut duduk tidak jauh dari Issei. Sejak tadi Akeno tersenyum simpul seperti biasa, sedangkan Issei tampak sangat tegang.

Ketegangan yang di alami Issei sepertinya belum cukup karena sekali lagi dia dikejutkan dengan munculnya cahaya terang di tengah-tengan antara ia dan Michael. Setelah cahaya itu semakin pudar, yang ada tertinggal sebilah pedang bermata dua yang berkilau.

"Hyoudo Issei" seru Michael.

"Ha'i"

"Pedang ini adalah dragon slayer, pedang suci yang dibuat khusus untuk mengalahkan naga. Nama pedang ini adalah Ascalon."

"Pedang pembunuh naga?" Issei terheran karena ucapan Michael.

"Ascalon, dragon slayer memang khusus dibuat untuk tujuan itu atau apapun yang berkaitan dengannya"

"Pantas saja aku merasakan sakit ditangan kiriku, rupanya inilah yang bereaksi dengan boosted gear ku?" gumam Issei. Dia tadi sempat merasakah hal tidak mengenakkan ketika masuk kedalam kuil ini. "Jadi apa maksud semua ini, Michael-sama?"

"Pedang Ascalon telah lama tersimpan dikuil ini. Sebenarnya, aku berencana menyerahkan pedang suci ini padamu"

"Hah? Kenapa?"

"Lebih tepatnya, aku ingin kau menyerap pedang ini dengan Boosted Gear mu."

"Aku mengerti, tapi untuk apa?"

"Kesepakatan harus terbentuk agar perang besar tidak terjadi lagi. Tapi seperti yang kau ketahui, konflik kecil antar tiga fraksi masih terjadi"

"Jadi perbuatan Kokabiel kemarin hanya konflik kecil?" gumam Issei tak percaya kalau insiden besar yang menimpa dirinya beserta keluarga iblisnya dan membuat mereka semua hampir mati hanyalah masalah kecil bagi petinggi tiga fraksi.

"Tapi jika konflik-konflik itu terus berlanjut, maka suatu saat semuanya pasti akan binasa. Tidak hanya itu, mungkin akan ada kekuatan baru yang muncul dan menyerang."

"Kekuatan baru?"

"Ada kekuatan lain disamping tiga fraksi besar. Pernah terjadi kekacauan akibat kekuatan itu, salah satunya adalah pertempuran dua naga, merah dan putih, yang memporak-porandakan arena perang. Aku berharap besar padamu, Hyoudo Issei. Jika suatu hari nanti terjadi hal seperti itu, aku percaya kau bisa menghentikannya"

Memang benar, sejak dahulu ada beberapa kekuatan lain lagi yang bisa berakibat buruk pada keadaan dunia. Ada banyak kelompok-kelompok oposisi maupun organisasi teroris yang menginginkan perang terjadi lagi. Bahkan yang terbaru saat ini ialah, munculnya eksistensi baru yang belum diketahui dengan jelas apa tujuan kemunculannya.

Tapi satu hal yang pasti, Michael yang saat itu bersama Gabriel dengan jelas merasakan adanya pusat kekuatan besar yang mengiringi kemunculan eksistensi baru itu. Suatu hal yang menjadi kekhawatiran baginya, karena tidak menutup kemungkinan eksistensi itu akan membawa masalah besar dikemudian hari. Laporan yang tidak lama ini dia terima yang menyatakan bahwa salah satu bangsawan iblis terkuat di Underworld telah dikalahkan oleh eksistensi itu, sudah jelas membuktikan bahwa keberadaan mereka benar adanya dan bahkan sudah memulai pergerakannya.

"Issei-kun dengan senang hati menerima tawaran itu, Michael-sama" Akeno yang menjadi perantara sejak tadi diam, akhirnya ikut bersuara.

"Baiklah, jika kau bilang begitu, Akeno-san" kata Issei.

Michael menyerahkan Pedang Ascalon pada Issei. Issei maju dan melakukan proses penyerapan pedang Ascalon oleh Boosted Gear. Proses itu berjalan lancar dan pedang itu sekarang tampak menyatu dengan gauntlet merah ditangan kiri Issei.

"Dengan ini, urusanku selesai. Baiklah, aku harus pergi sekarang" ucap Michael menyampaikan salam perpisahan. Setelah itu, diapun menghilang dalam kilauan cahaya terang.

.

Waktu sudah hampir tengah malam, di salah satu bangunan tinggi bertingkat yang masih belum selesai dibangun, tanpa adanya dinding. Seorang pria paruh baya duduk di salah satu baja kontruksi, dari tempat menjulang tinggi itu dia menatap keindahan gemerlap malam Kota Kuoh. Pria paruh baya berambut hitam dengan poni rambut berwarna pirang, hembusan angin kencang di ketinggian menghempas seluruh tubuh pria paruh baya itu, tapi hempasan angin sama sekali bukan masalah baginya. Pria paruh baya itu tidak sendiri, ada seorang pemuda yang bersamanya. Pemuda berambut perak yang sedang bersandar pada besi konstruksi yang berdiri tegak.

"Azazel, apa aku diperlukan saat pertemuan besok malam?" pemuda berambut perak itu bertanya kepada pria paruh baya yang masih dengan enaknya duduk menatap suasanan gemerlap malam Kota Kuoh.

"Tidak usah bertanya lagi, Vali. Karena kau adalah naga putih, keberadaanmu sangat penting" jawab si pria paruh baya.

"Hn, Azazel. Tidak akan ada perang lagi kan?"

"Apa itu pertanyaan yang keluar dari mulut orang yang meremehkan kekuatan Naga Surgawi?, Mungkin kau tipe orang yang tidak panjang umur" jawab Azazel.

"Tidak apa-apa, aku tidak tertarik untuk hidup lama" sahut Vali. "Aku merasa sangat buruk karena dilahirkan di dunia ini. Dunia dimana Kami-sama (The God of Bible) sudah tidak ada lagi. Padahal aku ingin sekali mengalahkan dia" tambahnya lagi.

"Itulah seorang hakuryuukou, tujuannya hanya bertarung"

"Aku tidak tertarik dengan dunia membosankan yang tidak ada orang kuat" kata Vali angkuh.

"Hmm Vali, , , , aku mempunyai sesuatu yang pasti membuatmu tertarik" kata Azazel tiba-tiba.

"Apa maksudmu?" tanya Vali tidak mengerti.

"Sebulan yang lalu, aku merasakan kemunculan suatu esksistensi makhluk baru yang muncul didunia ini, entah dari mana datangnya dan apa tujuannya kedunia ini, aku sama sekali tidak tahu. Tapi yang jelas eksistensi itu membuat semua petinggi-petinggi dari ketiga fraksi besar heboh karena kemunculannya yang menggemparkan"

"Lalu?"

"Kekuatannya sangat besar, dan aku yakin dia lebih dari kata layak untuk menjadi lawan bertarungmu atau bisa juga kau yang sebenarnya tidak layak menjadi lawan bertarung dia, Vali" tukas Azazel memanas-manasi. Walaupun ini hanya seperti provokasi, tapi dia mengatakannya bukan tanpa dasar. Azazel tahu pasti kalau kekuatan itu tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan oleh dirinya yang merupakan orang terkuat di antara jutaan populasi rasnya, malaikat jatuh.

Tidak lama setelah itu, Azazel pergi dengan melompat langsung dari ketinggian gedung kosong tersebut. Menyisakan Vali seorang diri di tengah kegelapan malam.

"Eksistensi baru ya, Heh. . . ."

Vali tidak terlalu excited menanggapi pernyataan Azazel barusan. Dia sendiri sudah mengetahui kemunculan eksistensi itu dan seberapa besar kekuatan yang dia rasakan saat kemunculannya. Azazel pun kemungkinan juga sudah tahu kalau dirinya juga mengetahui informasi tersebut. Hal itu tampak jelas dari ekspresi Vali yang sama sekali tidak ada tampang terkejut dan Azazel pun memberitahukan hal tadi dengan nada dan ekspresi yang terkesan biasa saja.

Vali memang sudah mengetahui informasi tersebut sejak awal kemunculan eksistensi itu. Vali adalah agen ganda, selain bekerja untuk Azazel, dia juga anggota organisasi teroris Khaos Brigade yang dipimpin oleh sang Dewi Naga, Ophis. Namun dibalik itu, dia juga punya impian dan tujuannya sendiri yang akan dia capai bersama anggota timnya.

Organisasi Khaos Brigade itu sendiri adalah organiasi rahasia. Dipimpin oleh Ophis untuk mencapai tujuannya. Khaos Brigade terdiri dari beberapa golongan, salah satu diantaranya adalah Tim Vali. Sejauh yang Vali tahu, hubungan antar golongan dalam Khaos Brigade serta dengan pemimpinnya, Ophis, hanyalah hubungan saling mencari keuntungan. Ophis membutuhkan orang-orang kuat untuk mendampinginya mencapai tujuannya dengan imbalan ular-ular kepada orang-orang tersebut. Lalu setiap golongan pun mempunyai tujuan masing-masing yang berbeda-beda dan membutuhkan nama dan ular Ophis sebagai penyokongnya.

Menurut Vali, tidak ada dasar yang kuat yang melatarbelakangi terbentuknya organisasi Khaos Brigade. Satu-satunya pengikat yang menyatukan Khaos Brigade hanyalah keinginan Ophis.

Ophis sendiripun tidak peduli dengan urusan dan keinginan setiap anak buahnya. Yang dia pedulikan, siapa saja yang membangkang perintahnya dan menghalangi tujuannya, dia sendiri yang akan menghabisi orang itu.

Vali bersama timnya dengan dia sebagai pemimpin tim itu, telah ditugaskan oleh Ophis untuk menyelidiki tentang kemunculan eksistensi baru, menemukan keberadaannya atau informasi apapun yang berkaitan dengannya. Namun tidak membuahkan hasil sama sekali, keberadaan eksistensi baru itu tidak bisa dilacak dan informasi tentangnya pun tidak pernah didapatkan.

Tidak ada perkembangan berarti sampai sekarang tentang tugas itu, Vali pernah bertemu dengan seseorang yang kekuatannya mirip dengan yang ia rasakan saat eksistensi itu muncul ketika dia menjalankan tugas dari Azazel untuk menangkap Kokabiel. Tapi ketika Vali menyerangnya, orang itu lenyap tak bersisa. Mungkin orang itu bukan lah orang yang dia cari karena dengan sebegitu mudahnya terbunuh.

Pernah beberapa kali Vali bertemu muka dengan Ophis belakangan ini, tapi yang ada Ophis seperti lupa, tidak ingat pernah memberikan tugas itu padanya, bahkan sama sekali tidak pernah lagi menyinggung tentang kemunculan kekuatan eksistensi baru itu. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang ada di pikiran dewi naga berwujud sosok loli, entah apa yang sedang dipikirkannya.

.

.

.

TBC...

.

Note : Yuhuuu, bisa update lebih cepat. Dengan selesainya chapter ini, persiapan terakhir pertemuan tiga fraksi telah selesai. Next chapter, langsung kepertemuan dan ketegangan langsung terjadi sejak awal pertemuan.

Fenomena pilar matahari (sun pillar) itu benar-benar indah loh. Cari aja gambarnya di google picture. Tapi sayangnya aku belum pernah lihat secara langsung.

Lalu, hehee. Kan sudah ku bilang tidak ada yang sempurna di fic ini, bahkan teknik fuinjutsu jikukan kekkai berbasis senjutsu milik Naruto memiliki kekurangan. Dan kekurangan itu sangat fatal jika dibiarkan. Terlebih, orang-orang di Konoha tidak bisa melakukan sesuatu dengan kekkai itu, kecuali Naruto pulang.

Terus tadi itu aku menjabarkan sedikit tentang Khaos Brigade di fic ini, dari sudut pandang Vali tentunya. Aku sengaja sedikit buka-bukaan tentang Khaos Brigade lebih awal, Heheeee. Nanti juga ketahuan alasannya.

Ulasan kolom review :

NaruHina ga ada laporan ke Hokage, mereka menjalankan misi sendiri, ga ada sangkut pautnya dengan Konoha. Di chap empat kan Naruto berpamitan untuk mengembara, tanpa menjelaskan apapun pada Kakashi dan lainnya.

Alat pengkonversi aura iblis yang dipakai NaruHina, sekali lihat Mauo Ajuka pasti tahu. Tapi itu masih jauh, sekarang NaruHina belum bertemu langsung dengan Ajuka, baru Serafall saja. Terus kalau nanti ketahuan, ga bisa ikut rating game? Emang iya, tapi aku sudah ada rencana membuat konflik khusus untuk hal itu nanti.

Alur lambat? terserah kalau menurutmu, menurutku sih sedang-sedang saja. Ditanya sampai chapter berapa? Kalau aku bilang sampai chapter 50, kalian pada percaya ga?. Heheee,,,, kalau dilihat dari draft yang sudah ku susun, mungkin sekitaran angka itu lah. Semoga aja lancar sampai selesai.

Udah, segini doang. Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya. Dadaaaaahhh. . . . .

Aahh, belum. Boleh minta komentar ga tentang bagaimana penempatan sudut pandangku dalam penulisan fanfic ini. Aku menulis dari sudut pandang orang kesekian,,,? :( -pengamat-, jadi seringkali berpindah-pindah apa lah istilahnya, PoV mungkin?,, dalam satu scene. Mungkin ada banyak dari kalian yang pusing, mana yang seharusnya isi pikiran chara A, dan mana isi pikiran & perpekstif chara B, lalu chara C, dst, karena seringkali tercampur aduk dalam satu scene. Contohnya, selama chap 20-21 kala pembuatan kesepakatan Sona-Hinata dimana chap itu cukup simpang siur menurutku apa yang ada direncanakan oleh Sona maupun yang dipikiran NaruHina. Kalau memang membuat pusing dan sulit dipahami, bisakah kasih saran untukku, atau bagian mananya yang harus ku perbaiki?