Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M (Naik Rate)

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Kamis, 4 Februari 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

"Aahh, Tomoe-chan... ada apa nih?" tanya Naruto.

"Iya, kok tumben kemari." tambah Hinata.

"Begini, ada pesan dari Kaichou"

"Pesan apa?" tanya Hinata.

"Dewa jahat Loki, terang-terangan telah menyatakan kalau dia akan menyerang pertemuan antara Dewa Ketua Odin-sama dengan dewa-dewa Shinto Jepang. Bahkan katanya berniat membunuh Odin-sama. Jadi kita semua di minta Azazel sensei bersiap-siap untuk ikut bertarung bersama tim Rias dan tim Vali melawan Loki, ada pertemuan penting nanti malam di rumah Issei. Kita semua disuruh hadir disana"

"Oh, itu saja" Naruto menanggapi sepele.

"Kau tidak terkejut Naruto-senpai?" tanya Tomoe.

"Kenapa harus terkejut, memangnya siapa sih si Loki itu?"

"Kau tidak tahu? Dia itu salah satu Dewa Norse, Dewa dari mitologi Bangsa Nordik di belahan bumi Eropa Utara. Dia sangat kuat loh."

Glekk..

Naruto menelan makanan dimulutnya, "Waduh, gawat nih" baru Naruto merespon dengan benar, dia sudah mendengar cerita tentang banyaknya dewa-dewa dari berbagai mitologi yang kekuatannya tidak bisa diremehkan dari mulut Sona. 'Dewa? Iiisshh, seraaaaammm...' pikir Naruto bergidik.

"Baiklah, kami akan ikut. Terima kasih ya Tomoe-chan, sudah memberi tahu kami" kata Hinata.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 27. Dewa Jahat Loki, Part II.

Selama beberapa hari ini, Dewa Ketua Norse, Odin-sama yang berwujud kakek-kakek sedang melakukan tour di Jepang. Dia juga menemui beberapa dewa-dewa dari Jepang, berbicara dan menyampaikan maksudnya untuk membina hubungan baik dengan dewa-dewa dari Jepang. Nanti akan ada pertemuan khusus antara Odin dengan dewa-dewa Jepang tersebut disebuah hotel untuk membahas persekutuan damai serta pertukaran budaya.

Lalu tadi malam, Odin yang dikawal oleh Baraqiel, Rias dan peeragenya, mereka semua ditugaskan menjadi pengawal Odin selama tour di Jepang, pulang menggunakan kereta terbang raksasa yang ditarik kuda perang berkaki delapan bernama Sleipnir. Ketika itu, mereka semua diserang oleh seorang dewa jahat dari Norse, bernama Loki.

Loki tidak setuju dengan kebijakan Odin. Dia mengatakan kalau dia tidak bisa terima Dewa Ketua mereka yaitu Odin keluar dari Norse dan bersentuhan langsung dengan golongan-golongan lain. Akan jadi masalah bagi Loki kalau Odin bernegosiasi dengan Dewa-Dewa dari Timur Jauh karena akan menghalangi dirinya memicu 'Ragnarok'.

Saat itu juga, Loki datang menghadang kendaraan Odin dengan membawa Fenrir, serigala ganas yang disebut-sebut makhluk ciptaan Loki yang terburuk dan terkuat. Taring Fenrir katanya bisa membunuh dewa manapun bahkan Tuhan (The God of Bible) kalau sampai tergigit. Memang belum di coba pada Tuhan, tapi yang jelas jika sampai tergigit pasti mampu membuat luka yang sangat mematikan.

Terjadi pertarungan sengit, Issei sampai terluka parah karena disabet cakar Fenrir. Dalam keadaan genting itu, Vali datang tiba-tiba tanpa diminta, dia berkata ingin mengalahkan Loki.

Loki pun lalu mundur bersama Fenrir, setelah katanya puas sudah bertemu muka dengan Dua Naga Surgawi. Tepat sesaat sebelum pulang dengan lingkaran sihir, Loki berpesan kepada Odin, ""Tapi, di hari pertemuan dengan Dewa-Dewa negara ini, aku akan datang kemari sekali lagi. Odin-sama, dipertemuan kita selanjutnya, Fenrir dan aku pasti akan merobek tenggorokanmu."

Malam itu juga, semua yang diserang Loki pulang ke rumah Issei, termasuk Vali bersama Bikuo yang juga ikut kesana.

Saat di rumah Issei, Azazel bersikeras untuk membuat pertemuan Odin dengan dewa-dewa Jepang bejalan sukses, entah apa alasannya. Namun untuk melakukan itu, berarti ia harus menjatuhkan Loki.

Situasi di rumah Issei makin tidak kondusif setelah Vali terang-terangan mengatakan kalau Underworld, Surga, dan Valhalla saat ini tidak bisa memberikan bantuan karena sedang terjadi kekacauan akibat serangan dari teroris. Dengan anggota yang ada dirumah Issei saja malam itu, tidak akan mungkin bisa mengalahkan Loki dan Fenrir. Oleh karena itulah, Vali menawarkan diri, dia dan timnya akan ikut bertarung bersama melawan Dewa Jahat Loki. Vali beralasan hanya ingin merasakan bertarung dengan dewa, itu saja. Sifat maniak bertarungnya kumat.

Awalnya Rias dan timnya tentu saja menolak, jelas saja karena sampai saat ini Vali beserta timnya dianggap musuh oleh mereka. Tapi karena tidak ada pilihan lain, terpaksa mereka menerima saran Vali. Lawan mereka adalah seorang Dewa, namun masalah terbesarnya terletak pada serigala yang Loki bawa. Fenrir adalah monster sejati yang katanya sebanding dengan Naga Surgawi sebelum disegel kedalam sacred gear. Bahkan Azazel dan Dragon King Tannin tidak bisa mengalahkannya jika satu lawan satu. Walau begitu, mereka tidak bisa sepenuhnya percaya dengan Vali, mereka takut kalau Vali dan timnya merencanakan suatu hal yang buruk.

Dan disinilah mereka semua sekarang, tiga hari setelah penyerangan pertama Loki. Tim Vali, tim Rias, tim Sona beserta Naruto dan Hinata, lalu Azazel, Baraqiel, Odin, dan Roseweisse yang merupakan ajudan Odin berkumpul dirumah sempit milik Issei. Malam hari ini, mereka semua mengadakan rapat untuk membuat rencana mengalahkan Loki beberapa hari lagi.

Ada beberapa hal yang terasa tidak mengenakkan. Yang pertama adalah Akeno, dia seperti menatap tidak suka pada Baraqiel. Akeno adalah putri kandung Baraqiel dan ada insiden tragis yang menimpa keluarga mereka bertahun-tahun silam, insiden yang menewaskan Shuri, istri Baraqiel, ibu kandung dari Akeno. Dan sampai sekarang masalah ayah-anak itu belum terselesaikan.

Vali yang kembali lagi bertemu Naruto yang gagal dia bunuh, hanya diam tidak berkata apa-apa. Vali sudah melaporkan tentang Naruto kepada Ophis, namun Ophis malah menyuruhnya melupakan Naruto. Entah apa alasan sosok loli perwujudan ketidakbatasan itu, Vali juga tidak tahu. Tapi Vali tidak berniat akan berhenti sampai disini saja.

Sedangkan Naruto yang melihat Vali, tidak terlalu memusingkannya. Kemarin saat pertemuan pemimpin dari tiga fraksi, dia mengamuk tak jelas. Bertarung habis-habisan dengan Issei, dan sekarang ikut membantu aliansi tiga fraksi, lalu katanya akan bertarung bersama Issei. Mereka kan rival abadi yang selalu bertarung dan tak pernah akur, tapi sekarang malah bertarung bersama. Maunya apa? Dasar iblis aneh. . . . . Ahh,,,, masa bodoh, , , , pikir Naruto tidak peduli.

Dari tim Vali, ada Bikou. Si siluman monyet itu sudah pernah Naruto lihat ketika membawa pergi Vali saat akhir pertemuan tiga fraksi. Lalu ada yang namanya Kuroka. Aaaahh, katanya wanita bertelinga kucing itu adalah kakaknya Koneko. Namun yang tampak, Kuroka dan Koneko tidak akur, entah apa yang terjadi dengan mereka. Dan satu lagi orang dari tim Vali, Arthur Pendragon. Pengguna Pedang Suci Raja.

"Ku rasa semuanya sudah lengkap," kata Azazel yang memimpin kelompok gabungan dadakan ini, "Aaaah~~~, , , , hei kau adiknya si cosplayer penyihir berbadan cebol tapi seksiiiii, kau membawa peerage cadanganmu juga?" tiba-tiba Azazel beceletuk menunjuk Naruto dan Hinata yang berdiri paling pojok.

Naruto hanya memasang tampang acuh, sedangkan Hinata menunduk seperti orang minder. Hinata tidak suka jadi pusat perhatian.

"Gh..." Sona jadi muak di sindir mulut Azazel yang seenaknya, "Azazel sensei, walaupun dua peerage cadanganku ini tampak lemah, apalagi si pirang ini yang kelihatan bodoh dan ceroboh, tapi aku yakin kemampuan mereka berdua pasti bisa menambah presentase kemenangan kita. Mereka berdua ini ninja profesional yang berasal dari pedalaman Jepang"

'Cihhh,' Naruto mencibir dalam hati karena di ejek oleh Sona.

"Ya sudah lah, aku percaya saja padamu. Yang jelas jika ada yang mati atau terluka parah, jangan salahkan aku. Ini sudah jadi resiko kita, tidak hanya untuk si pirang dan si poni rata di pojokan sana, tapi juga untuk kalian semua. Mengerti..?" pungkas Azazel.

"Ha'i. . . . " jawab mereka semua serempak.

Yah, semuanya juga sudah pada tahu. Loki adalah dewa, dan kekuatan dewa bukanlah hal main-main, apalagi ditambah dengan kekuatan hewan peliharaanya, serigala Fenrir.

Persiapan pun dimulai, pertama-tama Azazel mencoba menghubungi salah satu dari lima Dragon-King, The Sleeping Dragon, Midgardsormr.

Sesuai intruski Azazel, mereka menggunakan lingkaran sihir pembuka Gerbang Naga dengan kekuatan dari Dua Naga Surgawi, Issei dan Vali, serta tiga Dragon King yaitu Fafnir milik Azazel, Vritra yang dimiliki Saji, dan Pak Tua Tannin yang baru saja datang.

Mereka berlima berhasil memanggil kesadaran Midgardsormr walau tubuh naga itu tengah tertidur di kedalaman samudra Eropa Utara. Berbicara dengan naga tersebut, sehingga memperoleh informasi berguna untuk melawan Loki dan Fenrir.

Midgardsormr dengan cuma-cuma memberikan informasi, Fefnir alias saudaranya itu bisa dikalahkan dan ditangkap menggunakan rantai sihir gleipnir yang dibuat oleh para Kurcaci. Namun katanya, ada laporan yang menyebutkan bahwa rantai gleipnir tida bisa lagi bekerja pada Fenrir. Walaupun begitu, ada solusi yang di katakan oleh Midgardsormr. Rantai sihir gleipnir bisa ditingkatkan kekuatannya oleh sesepuh Dark-Elf yang tinggal didaratan tertentu di dunia Norse.

Fenrir sudah beres, tinggal Loki.

Midgardsormr mengatakan kalau ayah, maksudnya Loki, karena Loki lah yang telah menciptakan Midgardsormr dan Fenrir, bisa dikalahkan dengan palu halilintar Mjölnir. Masalahnya adalah apakah Dewa Petir Thor mau meminjamkan Mjölnir miliknya, dan lagi senjata itu hanya bisa dipakai oleh dewa. Lagi-lagi Midgardsormr memberikan solusi kalau para Kuraci dan Elf yang tadi, memiliki replika Mjölnir, itu saja sudah cukup untuk melawan Loki. Biarpun replika, tapi kekuatannya mendekati Mjölnir asli.

Urusan dengan Midgardsormr pun selesai.

Replika Palu Mjölnir dipinjam kan pada Issei, tinggal Vali yang belum memiliki senjata. Azazel menawarkan Vali untuk meminjam salah satu benda apapun yang berguna dari Odin, namun Vali menolak mentah-mentah. Dengan arogan dia berkata kalau dia tidak perlu senjata ekstra, dia hanya ingin buku sihir Norse yang bisa dia pelajari.

Kata Azazel, Loki menggunakan Sihir Norse. Sihir Norse itu jauh lebih maju daripada sihir di religi injil. Norse adalah dunia yang memiliki ilmu sihir dan mantra lebih tinggi daripada daripada dunia mitologi lain. Dan Vali mempelajari itu, dia memang seorang jenius.

"Baiklah, semuanya dengarkan aku!" perintah Azazel.

Setelah Azazel memperoleh perhatian semua tim, dia menjelaskan strateginya.

"Aku akan mengkonfirmasi ulang strateginya. Aku tidak ikut bertarung. Pertama, kalian akan menunggu Loki muncul di tempat pertemuan diselenggarakan, kemudian kelompok Sitri akan memakai kekuatan mereka untuk mentransfer kelompok Vali dan kelompok Gremory ke lokasi berbeda bersama dengan Loki dan Fenrir. Lokasi dimana kalian ditransfer adalah situs daerah pertambangan. Yang akan menghadapi Loki adalah Issei dan Vali. Kita akan melawan dia dengan kekuatan gabungan kedua Naga Surgawi. Sedangkan yang akan menghadapi Fenrir adalah sisa anggota lain dari tim Gremory dan tim Vali yang akan memakai rantai gleipnir untuk menangkapnya. Setelah Fenrir tertangkap, baru kalian melenyapkan dia. Kita tak bisa biarkan Fenrir mendekati Odin. Taring dari serigala itu bisa membantai Tuhan. Biarpun dia adalah Dewa-Ketua Odin, dia akan mati kalau tergigit oleh taring itu. Kita harus mencegah itu terjadi bagaimanapun juga. Mengerti?"

"Ha'i" jawab sebagian besar orang yang ada disana.

"Nah, yang tersisa adalah Saji" Azazel bersuara lagi.

"Eh, aku? Kenapa Azazel sensei?"

"Kamu sangat penting untuk strategi ini. Bagaimanapun juga kamu memiliki Sacred Gear Prison Dragon Vritra"

Saji menjadi terkejut oleh kata-kata Azazel. "Tu-tunggu sebentar! A-aku tak punya kekuatan gila seperti Sekiryutei atau Hakuryuukou!? Aku tak akan bisa bertarung menghadapi Dewa dan Fenrir! Kupikir aku hanya perlu mentransfer semua orang bersama Kaichou dan yang lainnya!"

"Aku tahu. Aku tak memintamu bertarung digaris depan. Tapi aku ingin kau mendukung rekan-rekanmu dengan kekuatan Vritra dalam dirimu. Khususnya Issei dan Vali yang bertarung di garis depan sangat memerlukan supportmu."

"Su-support?" Saji terus berkata terbata-bata

"Untuk itu kau akan memerlukan sedikit latihan. Ada sesuatu yang ingin aku uji coba" jawab Azazel menyeringai, "Nah Sona, aku ingin meminjam pria ini sebentar" katanya pada adik satu-satunya Maou Leviathan.

"Tak masalah, tapi mau dibawa kemana?" tanya Sona

"Aku ingin membawanya ke wilayah Malaikat Jatuh di Underworld. Institut Grigori."

"Ooooh, lakukan saja semaumu, Azazel sensei" balas Sona. Semoga saja Saji berkembang sama seperti tim Rias yang sudah dilatih Azazel.

Tiba-tiba muncul ide licik di kepala Sona, hal bagus untuknya membalas kelakuan Naruto saat sparing dengan tim Rias. Sekaligus berusaha sekali lagi membuat Naruto dan Hinata berada dalam kondisi terdesak hingga menampakkan kemampuan lain yang mereka berdua miliki. "Anoo sensei, ada satu hal lagi. Ku rasa kau tidak tahu tentang ini" kata Sona.

"Apalagi memangnya, Sona?"

"Begini, kau tahu kan kalau dua peerage cadanganku ini baru saja ku reinkarnasi jadi iblis?. Sebenarnya mereka belum bisa membuat sihir transfer, jadi daripada mereka berdua tidak berguna, sebaiknya di ikutkan saja dalam pertarungan. Bagaimana?"

Sona sebagai King, tentu bisa seenaknya menyuruh-nyuruh Naruto dan Hinata seperti budak sungguhan, apalagi didepan orang banyak.

"Boleh saja, tadi sudah ku bilang kan resikonya apa jika gagal. Jadi bagaimana?"

"Ahh,, eh,, baiklah" Naruto mengiyakan kikuk.

Mau bagaimana lagi?, perintah Sona sebagai King jika berada di depan orang banyak adalah mutlak. Namun tentunya Naruto kesal, semaunya saja Sona mempermainkan dirinya dan melemparkan dia bersama istrinya kedalam bahaya. Naruto menyumpah, 'Kalau saja tidak ada kesepakatan itu, kepalamu sudah ku bor pakai rasengan, iblis kacamata licik sialan"

"Hmm,, karena kalian orang baru, aku tidak tahu apapun tentang kalian. Jadi apa yang bisa kalian berdua lakukan, heh... pirang, poni rata?" tanya Azazel asal.

Naruto mendecih tidak suka dalam hati akan kelakuan gubernur malaikat jatuh ini.

"Kami ini ninja, pekerjaan utama kami adalah mata-mata dan pengintaian, menghindari pertarungan sudah menjadi kebiasaan dan suatu hal yang kami utamakan. Namun kalau terpaksa bertarung, hanya berbekal senjata ninja dan seni beladiri khas kami" jawab Naruto berusaha sabar.

"Oh, jadi kalian mau di posisi apa?"

"Kami berdua ini hanya iblis kelas menangah kebawah, Sensei. Tidak punya power dan energi sihir sebanyak kalian, apalagi jika dibandingkan dengan Sekiryutei dan Hakuryuukou. Tapi kalau membantu mengikat Fenrir dengan rantai, ku rasa kami masih bisa. Iya kan Hinata?" jawab Naruto bohong lalu meminta persetujuan Hinata.

"Ba-bagaimana yah,, se-sebenarnya aku takut serigala" cicit Hinata pelan terbata-bata.

Naruto cengo, mana ada hal seperti itu? Hinata itu dekat dengan Akamaru, dan Akamaru itu tidak jauh beda dengan serigala. . . . Bahhh, selain kepada para iblis ternyata istrinya bisa licik dan mengerjai suaminya juga. Awas saja, nanti setelah pulang, Hinata pasti akan dapat hukuman sang reinkarnasi Ashura di atas ranjang. Hohooo, Naruto menyeringai keji. Naruto juga sebenarnya malas ikut-ikutan hal seperti ini, lebih baik tidur di apartemen saja.

Sona juga, tak kalah herannya dibanding Naruto. Hinata sama sekali tidak pernah menunjukkan raut wajah takut sedikitpun ketika bertarung, siapapun musuhnya, bahkan ketika melawan iblis-iblis liar yang tampangnya sangat jauh lebih seram dibandingkan dengan hanya seekor serigala.

"Oh, kalau begitu ya sudah" Azazel percaya saja dengan kata-kata Hinata, "Kau pirang ..."

"Namaku Naruto, ero-sensei" potong Naruto cepat, disini tidak hanya dia yang pirang, ada Kiba, bahkan si Azazel sendiri juga pirang walau hanya poninya saja.

Karena Naruto sudah tidak tahan lagi, jadinya kelepasan deh bikin julukan untuk Azazel. Lagipula tampang mesum Azazel serasa familiar dengan seseorang yang dia panggil dengan julukan kurang lebih sama, jadinya Naruto membuat panggilan seperti itu.

Yang lain, apalagi anggota tim Rias, cukup terkejut karena julukan spontan Naruto kepada Azazel. Padahal baru dua kali bertemu, sudah berani seperti itu dengan Sang Gubernur Malaikat Jatuh. Tapi mereka semua sangat setuju, terlebih lagi Sona. Dia sangat senang, ada yang membalaskan mulut tanpa filter Azazel yang telah memanggilnya dengan sebutan adik si cosplayer penyihir seksi berbadan cebol.

"Naruto, kau ikut mengikat Fenrir dan kau Hinata, emmm apa yah?..." Azazel tampak memikirkan dahulu, tak peduli dengan julukan yang dibuat Naruto untuknya "Aaaahh,,, tugasmu melindungi Asia saja. Peran dia sangat penting untuk menangani yang terluka"

"Baiklah, aku terima sensei" jawab Hinata.

Dengan jawaban Hinata, semua persiapan dan strategi, selesai.

.

.

.

Matahari sudah sejak tadi terbenam, malam pun sudah gelap. Ada banyak orang yang berada di sebuah atap bangunan, atap hotel besar di tengan kota. Hotel tempat pertemuan Odin si kakek tua dengan Dewa-Dewa Jepang berlangsung.

Semua personel sudah lengkap, kecuali saji yang katanya datang terlambat. Perlu sedikit waktu lagi agar persiapan Saji sempurna. Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya, Azazel tidak ikut ke pertarungan, dan Baraqiel lah yang menjadi pemimpin pasukan. Dan di langit, seekor naga besar, Dragon King Tannin juga sudah siap.

Rias melihat jam tangannya, lalu bergumam, "Sudah waktunya"

Krakkk, krakk,,,,

Langit di atas hotel mulai terdistorsi, dan lubang besar tercipta disana.

Seorang yang muncul dari dalam lubang, dia adalah Dewa Jahat Loki dan serigala abu abu raksasa, Fenrir.

Muncul secara langsung, Loki benar-benar tidak takut sama sekali.

"Target terkonfirmasi. Misi dimulai!"

Baraqiel mengeluarkan komando melalui perangkat komunikasi kecil di telinganya, lingkaran sihir tipe perisai raksasa diaktifkan disekitar hotel.

Kelompok Sitri yang dipimpin oleh Sona mengaktifkan lingkaran sihir untuk mentransfer tim yang bertarung, Loki, dan Fenrir ke medan tempur.

Loki tahu apa yang terjadi, namun dia hanya tersenyum dan tak mencoba melawan.

Kemudian, semuanya terselimuti dalam cahaya...

. . . . .

Dan setelah cahaya itu memudar, yang ada hanya ruangan luas. Terisi dengan padang bebatuan. Sesuai rencana, tempat pertarungan memang berada di tempat pertambangan yang tak terpakai lagi.

Peserta pertarungan di konfirmasi, ada tim Gremory lengkap, Asia paling belakang dan berdiri Hinata disampingnya. Di samping Hinata adalah posisi Naruto. Lalu Vali dan timnya yaitu Arthur, Bikou, dan Kuroka, berkumpul tidak jauh dari tim Gremory. Diantara dua tim itu ada Barakiel dan Rossweisse.

Dan, di depan pada posisi melayang dengan ketinggian beberapa meter, terdapat Loki dan Fenrir.

Issei sudah memulai pengaktifan Balance Breaker.

"Jadi kau tak melarikan diri?" Rias berucap sarkasme, sekedar basa-basi.

Loki menanggapinya hanya dengan tertawa.

"Bhuahahahaaaaa. Aku tak perlu untuk melarikan diri. Toh kalian semua akan mati, jadi aku bisa menghabisi kalian disini dan kemudian kembali ke hotel. Ini hanya masalah waktu, cepat atau lambat"

"Cih" Rias membalas dengan decihan.

"Hmmmm,, aku lihat ada orang baru,, siapa dua orang paling belakang itu,, sedikit misterius di mataku?" tanya Loki

"Ahhh,, heheheeee... Maaf Loki-dono,, kami ini hanya ninja yang ikut-ikutan kemari" Naruto langsung menanggapi karena merasa dirinyalah yang dimaksud Sang Dewa Jahat. "Iya kan Hinata?"

Hinata mengangguk...

"Heh,, Bodoh. Ku kira kau kesini sudah siap mati?"

"Yahh, mau bagaimana lagi, siap tidak siap harus siap, demi Kaichou kebanggaan kam-.."

Syuuuuttttt...

Bleesshhhh...

Naruto tidak sempat menyelesaikan ucapannya. Kepalanya sudah lenyap, tersisa tubuh sampai leher saja. Darah mengucur deras dari leher yang sudah kehilangan kepala. Peluru sihir dengan kaliber besar 250 mm yang ditembakkan Loki berhasil melenyapkan kepala Naruto hanya dengan sekali tembak.

Brruukkk...

Dan tubuh Naruto tanpa kepala itupun roboh terbaring ditanah.

"Heh, orang bodoh pasti matinya duluan.."

Semua yang disana menatap ngeri, jadi takut dengan Loki. Belum apa-apa, satu orang sudah tewas kehilangan kepala. Simpati diberikan mereka pada Naruto. Tapi mental mereka tidak boleh down, mau bagaimana lagi, mereka juga akan mati kalau tidak mengalahkan Loki.

Tapi anehnya, Hinata biasa saja, tak ada perubahan ekspresi.

Boofft...

Tubuh Naruto berubah menjadi potongan kayu, Kawarimi, jutsu pengganti tubuh.

Naruto keluar dari kerumunan tim Vali, mendekat ke posisi Hinata lagi, tersenyum santai membuat para iblis tim Gremory terkejut dengan rahang menggantung. Tim Vali lah yang sebenarnya paling terkejut, walau mereka tidak menampakkan ekspresi itu di wajah mereka. Vali, Kuroka, Arthur, dan Bikou merasa kecolongan, bagaimana bisa Naruto bersama kerumunannya tanpa disadari sedikitpun?. Keahlian ninja sebagai mata-mata, penyusup, pengintai atau apapun itu yang semacamnya, benar-benar luar biasa.

Jadi terpikir oleh semua anggota tim Vali yang ada disini untuk merekrut Naruto dan Hinata kedalam tim mereka, sebagai tambahan anggota selain Le Fay dan Gogmagog yang tidak ada disini. Mengabaikan fakta kalau Naruto dan Hinata sudah menjadi bagian dari peerage Sona.

"Ninja tidak akan kalah oleh serangan biasa, ninja selalu datang penuh persiapan untuk segala kemungkinan terburuk. Walaupun kami tidak kuat, tapi serangan sederhana seperti tadi tidak akan berguna. Perlu serangan jitu yang terencana agar bisa melumpuhkan ninja profesional seperti kami" kata Naruto, seolah tidak tertekan oleh intimidasi Loki dari serangan pertama tadi.

Semuanya jadi lega, teknik ninja memang unik, hanya dengan trik sederhana, Loki Sang Dewa Jahat pun tertipu, pikir mereka semua.

"Ahhhh, terserahmu lah.. pokoknya semua yang disini pasti mati" Loki geram, merasa di bodohi iblis rendahan.

"Kau memang harus dihentikan" Baraqiel kembali fokus pada Loki, balas geram pada dewa jahat itu.

"Yang pertama memiliki ide berbahaya adalah pihak kalian. Aliansi diantara tiap tiap golongan?, sejak awal, karena Tiga-Kekuatan besar yang tercatat dalam Injil memutuskan membuat aliansi, semuanya menjadi rusak."

"Tidak ada gunanya berbicara denganmu" seru Baraqiel.

Baraqiel mulai menutupi tangannya dalam Halilintar Suci. Dari punggungnya, 10 sayap hitam muncul.

Issei selesai melakukan aktivasi, "Promotion + Balance Breaker"

[Welsh Dragon Balance Breaker!]

[Vanishing Dragon Balance Breaker!]

Issei dan Vali melangkah ke depan Loki di saat yang sama.

Melihat itu, Loki menjadi gembira. "Ini luar biasa. Jadi kedua Naga Surgawi akan menggabungkan kekuatan untuk mengalahkan aku, Sang Dewa Jahat Loki ini. Bhuahahahahaaaaa... Jantungku tak pernah berdetak sekencang ini sejak pertama kali aku hidup"

SWISH...

Vali mulai bergerak, dia bergerak di langit sembari menciptakan berkas sinar putih dalam jalur zig zag, dan menutup jaraknya dengan Loki dalam kecepatan tinggi.

Issei pun menyalakan booster di punggungnya untuk menyusul Vali.

Dari langit Vali dan dari tanah Issei. Serangan dari dua arah secara bersamaan.

"Kombinasi antara merah dan putih. Sepertinya aku orang pertama yang bisa bertarung seperti ini" kata Vali dengan nada bangga.

Loki nampak sangat gembira, lalu dia mengaktifkan lingkaran sihir pertahanan berskala luas yang menutupi seluruh tubuhnya. Dari lingkaran sihir itu, tercipta tak terkira banyaknya sinar-sinar sihir, meluncur ke arah Issei dan Vali yang maju menyerang.

Vali dalam armor putih Vanishing Dragon, terbang akrobatik di angkasa menghindari semua serangan. Sedangkan Issei, tetap maju bergerak lurus tanpa peduli entah serangan itu kena atau tidak.

Crasshhh...Crasshhh...Crasshhh...

Serangan serangan sihir Loki merusak sebagian armor Issei, tapi Issei tetap melaju, mengumpulkan kekuatan pada tinjunya.

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!]

Pyarrrr!

Semua lingkaran sihir pertahanan Loki hancur.

Belum berhenti sampai disitu, Vali melepaskan serangan sihir luar biasa. Serangan sihir iblis Lucifer yang bercampur rumus sihir Norse.

BLLLAAARRRR...

Itulah serangan yang menyelimuti sepertiga area pertambangan ini. Sungguh serangan gila.

Setelah serangan berakhir, lubang besar tanpa dasar tercipta di titik dimana Loki berdiri sebelumnya.

"Fuaahahaha..." Loki tertawa keras. Jubahnya sedikit robek, namun Loki sendiri sepertinya sama sekali tak terluka.

Karena serangan kombinasi pertama gagal, Issei mengeluarkan senjata rahasia, Palu Mjölnir. Palu itu kemudian membesar setelah Issei mengalirkan energi iblis kedalamnya.

Mata Loki berkedut setelah melihat apa yang Issei pegang. "Mjölnir? Replika? Meskipun begitu, kau membawa senjata berbahaya. Odin sialan, apa dia sebegitu inginnya membuat pertemuan busuk itu berhasil? Aku tidak menyangka, Dewa Ketua Odin sudah termakan rencana aliansi tiga fraksi." Loki menumpahkan kekesalannya pada Odin lewat sumpah serapah.

Issei mencoba serangan dengan Mjölnir, menyalakan booster dipunggung agar bisa bergerak dengan cepat, mengangkat Mjölnir tinggi, lalu

DDHUUUAAARRRR...

Loki berhasil menghindari. Kawah raksasa tercipta di tanah, tapi halilintar yang sebenarnya tak keluar.

Issei coba mengayun-ayunkan Mjölnir itu beberapa kali, namun tak ada satupun percikan petir keluar.

"Bhuaahahahaaa..." Loki tertawa, "Sayang sekali. Martil itu hanya bisa digunakan oleh seseorang dengan hati yang sangat kuat dan murni. Kau pasti memiliki semacam perasaan jahat dalam hatimu. Karena itulah Mjölnir tak mengeluarkan halilintar. Normalnya kudengar, Mjölnir itu tak memiliki bobot dan sama ringan dengan bulu"

Semua anggota tim tersisa, tampak hanya menonton aksi dua orang pemilik kekuatan Naga Surgawi beraksi melawan Loki. Semuanya menonton dengan antusias, terlebih lagi untuk tim Gremory yang baru pertama kali ini menyaksikan pertarungan hebat, pertarungan antara gabungan dua pemegang kekuatan Naga Surgawi melawan seorang Dewa. Hanya ini yang bisa mereka lakukan sembari menunggu bagian mereka, melawan Fenrir yang sejak tadi masih jinak.

Hinata, berdiri didekat Asia. Memang sudah tugasnya untuk menjaga Asia jika ada serangan nyasar. Walaupun belum bertarung, dia sudah mengatifkan Byakugan sejak awal di tranfer ke arena ini. Mengamati pertarungan, barangkali saja ada informasi berguna tentang iblis dan makhluk supranatural lainnya yang bisa digali dan berguna untuk nanti.

Sementara Naruto, tampak memasang ekspresi tenang, walau pertempuran didepan matanya luar biasa mengerikan. 'Owowowooooow, aaaaahh~~~,,,,, aku jadi iri. Sudah lama aku tidak bertarung sekuat tenaga dalam kondisi hidup mati seperti mereka. Oh iya, benar juga sih kata si Loki yang tampangnya mengingatkanku pada pak tua bangkotan mata satu bertongkat si Danzo itu. Issei memang orang jahat, dia cabul, mungkin lebih cabul dari Ero-Sennin. Hmmm, nanti setelah pulang dari sini, Issei ku beri julukan apa yah? Aaaaah,,, Sekuhara-kouhai kayaknya cocok. Muehheheheee...'

"Kalau begitu sudah waktunya aku mulai menyerang dengan serius!" Loki pun menjentikkan jarinya, Fenrir yang sejak tadi hanya diam mengobservasi mulai melangkah ke depan. "Budakku Fenrir pemilik taring yang bisa membunuh Tuhan (The God of Bible). Kalian akan menemui ajal meski hanya oleh sekali gigit. Kalau kalian bisa kalahkan hewan ini, maka kemari dan lakukanlah!"

Loki memberi perintah pada Fenrir. Dan tim yang akan menghadapi fenrir sudah bersiap.

"Nyaaan ..." Kuroka tersenyum bersenandung yang menjadi ciri khasnya, lingkaran sihir diaktifkan di sekelilingnya, dan rantai yang sangat besar dan tebal muncul dari sana. Rantai sihir, Gleipnir. Karena rantai itu sangat berat untuk dibawa, Kuroka menyembunyikannya di dalam inventori pribadinya.

Rantai itu dibagikan kesemua orang, Tannin, Baraqiel, Rossweisse, tim Gramory, tim Vali dan Naruto. Asia tidak menerimanya karena ia bertugas mengirim sihir penyembuh jarak jauh kepada yang terluka, dan Hinata tetap setia menemani Asia.

Naruto yang menerima rantai itu, tampak merenung. 'Hhmmmm, , , , , Rantai "entah apa tadi namanya" ini, mirip dengan rantai penyegel khas klan Uzumaki milik ibu. Tapi yang ku pegang ini ukurannya lebih besar, juga sangat berat. Kalau ku bandingkan dengan rantai milik ibu, sepertinya dari segi kekuatan tidak jauh beda. Ahhhhh,,,, aku jadi kangen ibuuuuu. . . . Hueeeeeee ;('

"Oh iya, dari sini kan bisa ke surga. Kalau ibu ada disana berarti aku bisa bertemu dengannya dong. Ayah juga pasti ada disana.. Yeaaah, tunggu saja.! Hmmm, kalau mau kesana harus minta ijin dulu pada Michael-sama. Aaah,, pasti aku di ijinin, kalau tidak memberi ijin, bakal ku potong rambut panjang kesayangannya dengan rasenshurikenku sampai gundul. Muehheheheeee,,... Sekalian juga aku ingin ke neraka menjenguk Madara-teme. Aku penasaran disana dia disiksa seperti apa ya? Di kebiri, di tusbol, atau dirape banci-banci neraka. Whooaaaa, pasti menyenangkan melihat Madara-teme disiksa. Ohohohohoooo... Eh, kalau ga salah neraka di jaga Hades?. Aaaiissshh gampaaang,,, tinggal nyuruh si iblis kacamata minta buatkan surat kunjungan darmawisata ke neraka pada kakaknya si maou cebol, pasti beres."

Setelah kelamaan mikir ngelantur, Naruto bersiap hendak maju, sesuai tugasnya mengikat Fenrir dengan rantai Gleipnir, namun,,,,,

"Naruto-kun,,!" Hinata menatap suaminya serius, menghentikan langkah Naruto sejenak. "Kau sudah tahu kita harus bagaimana jika menghadapi kondisi seperti sekarang ini kan?"

"Tenang saja, Hinata. Aku masih ingat kok"

Sementara Asia yang mendengarkan percakapan Naruto dan Hinata, hanya diam saja dalam kebingungan. Aaahh, sudah lah. Asia tabiatnya selalu berpikir positif, dia yakin kalau Naruto dan Hinata orang baik, jadi pasti tidak akan merencanakan hal buruk.

Yah, seperti kata Naruto tadi, dia dan Hinata sudah mendiskusikan keikutsertaannya melawan Loki di apartemen mereka, dan sudah mempersiapkan semuanya. Mengalahkan dan membunuh Loki bukan urusan mereka berdua. Mau Loki hidup kah, atau mati kah? Untuk kali ini saja Naruto melepas prinsip yang selama ini dia pegang, lalu pasrah dan menyerahkan hal itu pada takdir. Namun ketika berada di arena pertarungan, mereka tidak boleh bertindak gegabah yang bisa menimbulkan kecurigaan siapapun akan identitas asli mereka.

Jika kemungkinan terburuk terjadi, misalnya Loki menang, tim yang disiapkan Azazel dikalahkan, Naruto tidak akan maju ke garis depan untuk mencoba menghabisi Loki, namun akan mundur. Dia sudah mempersiapkan jutsu Kuchiyose Pembalik untuk kabur. Naruto telah meninggalkan satu bunshin di apartemen yang kesadarannya di isi oleh sang biju berekor delapan, Gyuki.

Kurama akan mengirimkan pesan telepati pada Gyuki jika terjadi hal buruk, dan Gyuki akan membuka segel kuchiyose untuk memulangkan Naruto dan Hinata langsung ke aparteman. Inilah persiapannya, karena teknik kuchiyose bisa memanggil kontraknya dari manapun berada. Bisa saja menggunakan hiraishin, namun itu belum di coba pada dimensi transfer buatan yang dibuat oleh iblis, jadi ada kemungkinan akan gagal. Naruto tidak akan mengambil cara yang beresiko kalau ada yang lebih aman.

Dan, Ooohhh~~~,,,,, sepertinya kau harus menarik pendapatmu tentang dua peerage palsu Sona yang teramat licik dan egois ini, Asia Argento...!

.

.

.

To be Continued...

.

Note :

Ini kelanjutan bagian Dewa Jahat Loki, kalau ada yang bingung. Santai saja. Aku mengambil referensi dari LN DxD Vol 7. Mungkin yang hanya menonton anime DxD season 3 akan merasa lumayan banyak perbedaan. Tapi kalau yang membaca LN nya, alurnya tetap sinergis, tapi khusus untuk kasus Loki saja. Heheheee, aku kan sudah bilang cerita tentang Loki ini tidak terlalu penting, hanya Alternate Reality bagaimana jika Naruto dan Hinata terlibat dalam cerita mengalahkan dewa jahat Loki.

Ini baru sedikit pertarungannya, Naruto masih mengobservasi, belum unjuk kekuatan. Apa yang akan dilakukan Naruto nanti, dengan batasan yang dibuat oleh Hinata ketika bertarung bersama dengan para iblis?. Chapter depan, Fullfight.

Kita mengulas review...

Ditanya kapan NaruHina keluar dari tim Sona? Umm, kapan ya? Kapan-kapan deh. Hihihiiii... Yang pasti setelah urusan NaruHina selesai.

Yang minta arc kecil ini diskip, sorry, kayaknya enggak bisa. Aku memang bilang ini selingan, tapi tetap aku ada meletakkan point-point penting untuk membangun konflik kedepannya. Diantaranya adalah hint jutsu Kawarimi Naruto ketika diserang Loki tiba-tiba, yang mungkin akan menentukan bagaimana arah pergerakan Vali dan timnya di masa depan. Lalu perintah Ophis pada Vali untuk melupakan Naruto, padahal Ophis sendiri pernah bentrok dengan Naruto (Chap 12). Sebut saja Ophis punya rencana sendiri yang tidak dia beritahukan pada siapapun. Pertemuan Odin dengan Dewa-Dewa Jepang pun, sebenarnya ada tujuan lain dan berkaitan erat dengan pertemuan tiga fraksi kemarin. Dan sumpah serapah Loki yang ditujukan untuk Odin ketika Issei menunjukkan replika Mjölnir juga ada maksudnya. Nanti juga bertambah point lainnya di chap depan. Lihat saja deh.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Oh iya, aku mempublish fic oneshoot bersetting AU di akun ini, berisi konten islami. Yang berkenan, monggo dibaca. Bagian warning-nya jangan terlewat ya, agar tidak terkejut pas baca isi ceritanya.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.