Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M (Naik Rate)
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Kamis, 11 Februari 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . .
"Naruto-kun,,!" Hinata menatap suaminya serius, menghentikan langkah Naruto sejenak. "Kau sudah tahu kita harus bagaimana jika menghadapi kondisi seperti sekarang ini kan?"
"Tenang saja, Hinata. Aku masih ingat kok"
Yah, Naruto dan Hinata sudah mendiskusikan keikutsertaannya melawan Loki di apartemen mereka, dan sudah mempersiapkan semuanya. Mengalahkan dan membunuh Loki bukan urusan mereka berdua. Mau Loki hidup kah, atau mati kah? Untuk kali ini saja Naruto melepas prinsip yang selama ini dia pegang, lalu pasrah dan menyerahkan hal itu pada takdir. Namun ketika berada di arena pertarungan, mereka tidak boleh bertindak gegabah yang bisa menimbulkan kecurigaan siapapun akan identitas asli mereka.
Jika kemungkinan terburuk terjadi, misalnya Loki menang, tim yang disiapkan Azazel dikalahkan, Naruto tidak akan maju ke garis depan untuk mencoba menghabisi Loki, namun akan mundur. Dia sudah mempersiapkan jutsu Kuchiyose Pembalik untuk kabur.
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 28. Dewa Jahat Loki, Part III.
"Fhuaahahahahaaaa... Sia sia saja, cara untuk melawan Fenrir dengan Gleipnir sudah-..."
Tanpa menghiraukan Loki yang tertawa congak, rantai sihir yang sudah diperkuat oleh para sesepuh Dark-Elf menyelimuti tubuh Fenrir seolah memiliki kesadarannya sendiri.
Grrooaaarrrrrrrrrr...
Si serigala raksasa mengaum dengan kesakitan, yang menggema sepanjang area pertarungan.
"Target Fenrir, berhasil ditangkap" kata Baraqiel sambil memandang Fenrir yang tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya, sesuai rencana.
Misi menangkap Fenrir, sukses. Tinggal menghabisinya saja lagi. Artinya hanya Loki yang tersisa.
Namun tampaknya si Dewa Jahat itu masih tertawa dengan menakutkan usai Fenrir tertangkap. Mungkinkah dia masih menyimpan sesuatu dibalik lengan bajunya?
Tanpa pemberitahuan, Loki membentangkan kedua tangannya lebar-lebar, "Spesifikasi mereka berdua memang lebih rendah dari Fenrir asli, tapi,,,,"
Ruang di kedua sisi Loki terdistorsi. Dari distorsi yang tercipta di udara, makhluk baru muncul. Bulu abu abu, cakar tajam, mata tanpa emosi. Dan mulut yang terbuka sangat lebar.
"Sköll! Hati!" panggil Loki pada dua makhluk yang baru saja dia datangkan.
Dua makhluk itu melonglong dengan keras ke angkasa seolah merespon panggilan Loki.
AAUUUUUUUUUUUUUU...
Awan dibawah langit malam tersingkir dan bulan purnama yang memancarkan warna keemasan muncul. Dengan bulan yang bersinar, kedua makhluk raksasa raksasa, bukan lebih tepatnya dua serigala tampak melonglong dengan sangat mengerikan.
Fenrir tidak hanya satu?
Semua orang juga memasang wajah terkejut... Aaahh tidak, pengecualian untuk Vali, hanya dia yang nampak sangat senang.
Dengan dua Fenrir baru yang mematuhinya, Loki kemudian berseru. "Aku mengubah seorang wanita Jötunn (Raksasa) yang tinggal di Járnviðr (Hutan yang terletak di timur Midgard) menjadi seekor serigala, dan membuat dia beranak dengan Fenrir. Sebagai hasilnya, mereka berdua yang kuberi nama Sköll dan Hati, terlahir kedunia. Kekuatannya memang lebih rendah dari Ayah mereka, namun taring mereka bukan main-main. Mereka bisa dengan mudah membunuh Tuhan, dan kalian semua."
Fenrir memiliki dua anak?
Saat tim yang dipimpin Azazel berbicara dengan Midgardsormr, naga tukang tidur itu tak mengatakan apa-apa soal ini. Itu artinya Naga raksasa juga tidak tahu tentang Fenrir yang ternyata punya anak. Ini yang terburuk, benar-benar diluar dugaan.
Loki memerintahkan kedua anak Fenrir, "Maju, Sköll dan Hati! Gerombolan itu adalah orang orang yang telah menangkap Ayah kalian. Robek dan koyaklah mereka dengan cakar dan taring kalian!"
SWOOOSH!
Disertai dengan suara angin, kedua serigala bergerak menuju tim yang sudah berhasil menjerat Fenrir. Satu bergerak menuju tim Vali dan satunya lagi bergerak menuju kelompok Gremory.
Ini sudah di luar rencana. Tak ada rantai lagi, semua rantai gleipnir sudah digunakan pada Fenrir asli.
"Hmph... Dasar anjing...!"
Wwuuuusshhh..
Sosok naga, mantan Dragon King Tannin, melepaskan kobaran api kuat dari mulutnya, menyelimuti kedua anak Fenrir dengan api yang panas dan dahsyat.
Tapi, kedua anak Fenrir terus bergerak di dalam api seolah tak ada apapun terjadi. Dua serigala itu memang mendapatkan luka, tapi mereka tak bergeming sama sekali.
Crasssshh,, crassshh, crasssshh,,,,,
Kembali kepertarungan pemilik kekuatan Naga Surgawi melawan Dewa. Loki menembakan bola-bola sihir kearah lawannya yang sedang lengah karena datangnya dua anak Fenrir. Bola-bola sihir itu ditembakkan kearah Issei yang berada dalam armor merah, Balance Breaker Scale Mail. Seranga Loki membuat sebagian armor Issei terkoyak walaupun Issei telah berusaha menghindar.
"Aku takkan bisa mengaktifkan kekuatan pembagi dua kalau lawanku adalah kelas Dewa. Jadi aku akan menurunkan kekuatanmu secara perlahan." kata Vali.
Bom, Bom, Boooooomm...
Vali menciptakan banyak serangan yang tercipta dari kekuatan Iblisnya yang tercampur dengan rumus sihir Norse dan menembakkan semuanya. Namun semua serangan itu dijatuhkan oleh serangan sihir Loki. Tidak semuanya bisa dimusnahkan, sehingga beberapa serangan mengenai tubuh Loki. Namun, dia tak menerima luka yang berarti.
"Itu baru Hakuryuukou. Sepertinya kau mempelajari sihir Norse dalam waktu yang sangat singkat, namun,,,,,, itu saja masih belum cukup."
Loki mengarahkan gelombang kekuatan sihir yang bersinar seperti warna pelangi. Vali membuat sayapnya menjadi lebih besar dan sepertinya berniat menerima serangan itu secara langsung.
[DivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivide]
Kemampuan Divine Dividing diaktifkan, dan serangan Loki terus menjadi kecil.
"Sepertinya aku bisa memakai kemampuan pembagi dua ku tanpa menyentuhnya. Namun cara ini menghabiskan banyak staminaku!" gumam Vali.
Teknik pembagi dua Vali bekerja, walau dia tidak belum menyentuh Loki, tapi serangan Loki yang diterima tubuhnya bisa dia bagi dua sampai habis tak bersisa.
[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostExplosion...]
Issei mengambil kesempatan untuk menembakkan serentetan Dragon Shot pada Loki tanpa jeda. Martil Mjölnir tidak bekerja, jadi daripada tidak menyerang lebih baik mencoba pakai serangan itu, pikir Issei sederhana.
Syyuuuuttt...
Serangan Issei mengarah pada Loki dengan akurat, namun Loki hanya memasang ekspresi bosan dan menerima serangan Issei secara langsung, lalu,,,,,
Splassshhh..
Loki kemudian mengalihkannya ke arah Vali. Dragon Shot Issei menuju ke arah Vali, namun Vali berhasil menghindarinya dengan bergerak terbang dengan kecepatan tinggi.
"Hehhh..! Hakuryuukou memiliki kemampuan yang lebih cakap, sedangkan Sekiryuutei memiliki semangat tinggi dalam serangannya" Loki tak henti-hentinya bicara sombong. Menatap kearah Issei, "Kau tak memiliki teknik, tapi aku tak bisa menganggapmu enteng. Hmmm, hebat... Serangan yang berisi dengan semangat yang bisa menggerakkan hati orang-orang. Berapa banyak perasaan yang kau masukkan ke dalam seranganmu barusan?"
Issei terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Loki, di balik itu dia terkejut. Issei merasa tak mungkin mengalahkan Loki. Mustahil kalau sendiri, tapi jika bekerja sama dengan Vali, masih ada kemungkinan menang.
Issei berencana hendak mentransfer kekuatan penggandanya pada Vali atau rekan yang lain, namun itu sepertinya tidak bisa. Azazel melarang Issei mengambil peran support, karena jika begitu, musuh akan memusatkan serangan pada poin itu.
"Ketimbang Hakuryuukou yang bergerak dalam kecepatan tinggi, sudah tentu jauh lebih mudah menangkap Sekiryuutei. Kalau kau mentransfer kekuatan penggandamu, maka itu akan merepotkan. Karena itu aku akan membunuhmu lebih dulu!" kata Loki pada Issei.
Sepertinya Loki bisa membaca apa yang sedang Issei pikirkan.
Loki mengarahkan tangannya pada Issei, berniat menjatuhkannya lebih dulu dengan serangan sihir Norse skala besar.
"Mengabaikan aku adalah sesuatu yang tak bisa kuterima" Vali bertariak marah, hal yang sama terjadi ketika dirinya di abaikan dan di belakangi oleh Kakashi beserta tim yang datang dari Konoha saat dipertemuan di Kuoh dulu.
Syyuuuuttttt...
Vali bergerak dalam kecepatan tinggi, dan melaju dibelakang Loki yang sedang mengarahkan serangannya pada Issei.
Vali telah mengumpulkan kekuatan Iblis dalam jumlah besar di tangannya dan dia mencoba melepaskan itu dalam satu serangan. Kalau itu kena, maka bahkan Loki tak akan sela-...
Crrasssshhh
Armor Vali, terkoyak oleh taring Fenrir yang tiba tiba muncul.
"Guhaa,,,,"
Vali memuntahkan darah. Taring Fenrir dengan mudah meremukkan armor Vanishing Dragon Balance Breaker hingga menembus sampai kedalam tubuh Vali. Darah Vali mewarnai mulut Fenrir, hingga menjadi merah.
"Huaaahahaha... Sepertinya aku sudah menghancurkan Hakuryuukou lebih dulu."
Yang menggigit Vali adalah Fenrir asli, ternyata kedua anak Fenrir telah memegang rantai Glepinir dengan mulutnya. Mungkin dengan cara itu lah, Fenrir terbebas dari belenggu rantai gleipnir yang di ikat kuat oleh tim Vali dan kelompok Gremory.
"Valiiiii...!" Issei berteriak kencang seraya menyerbu ke arah Fenrir untuk menyelamatkan Vali!
Issei menggunakan martil Mjölnir yang diubah keukuran aslinya. Situasi sekarang benar benar tak berjalan sesuai rencana. Kalau Vali dijatuhkan disini, maka strategi akan hancur berantakan. Karena itulah, Issei berusaha kuat untuk menolong Vali.
Issei mencoba memukul Mjölnir lurus ke hidung Fenrir, namun , , , ,
Slassshhhh
Fenrir mennyabetkan ke bawah dengan cakar depannya. Lalu dengan mudahnya mencabik armor Balance Breaker Boosted Gear Scale Mail.
Situasi makin genting bagi tim yang akan menghalangi rencana Loki. Kedua pemilik kekuatan Naga Surgawi, sedikit lagi berhasil di jatuhkan Loki.
"Takkan kubiarkan kau menjatuhkan mereka berdua!" teriak Tannin
Tannin mencoba melindungi Issei dan Vali dengan menembakkan bola bola api dari mulut besarnya. Itu adalah api dengan temperatur dan massa yang sangat gila. Namun, seperti kedua anaknya, Fenrir tak menunjukkan tanda untuk melarikan diri dari api-api Tannin.
Berikutnya, pertarungan antar monster. Ukuran Tannin dan Fenrir nyaris sama. Jadi kalau itu masalahnya, maka Naga terlihat lebih kuat daripada serigala!
Grrroooaaaarrrrrr. . . . . .
Fenrir membuat raungan dengan suara indahnya. Api Tannin dilenyapkan oleh raungan yang mengguncang seluruh area pertarungan. Benar-benar monster terburuk, dia sanggup melenyapkan serangan dari Dragon-King dengan satu raungan.
Swoosssshh.
Fenrir menghilang untuk sesaat!
Slaassshhh...
Suara sesuatu yang dirobek, lalu,,,,
"Guoooooooooooo..." Tannin berteriak, tubuhnya telah ditebas oleh cakar Fenrir, darahnya berceceran.
Fenrir bergerak dalam kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh gerakan mata, dan kemudian mencabikan Tannin dengan cakarnya.
Tannin, sang mantan Dragon-King Legendaris, sosok yang menurut Issei begitu kuat dan hebat, dicabik-cabik tanpa bisa melakukan apa apa.
Sudah jadi pengetahuan umum dalam anggapan orang banyak kalau naga adalah makhluk terkuat, naga itu jauh lebih terhormat dari makhluk apapun. Namun, serigala abu-abu Fenrir berhasil mematahkan anggapan itu.
Situasinya berbalik menjadi sangat buruk, tiga penyerang utama di garis depan sudah di jatuhkan.
Kesudut lain arena, Asia tampak shock melihat teman-temannya terluka karena Loki dan Fenrir, terlebih lagi Issei sudah muntah darah. Di sampingnya, Hinata masih bisa tenang. Tidak ada perubahan ekspresi berarti sejak pertarungan dimulai. Entah apa yang di pikirkannya, tapi sampai pada situasi ini, belum saatnya ia melakukan sesuatu.
Semua anggota tim terpaksa melepaskan pegangannya pada rantai gleipnir yang tengah di gigit kuat oleh taring kedua anak Fenrir yang telah berhasil membebaskan ayahnya. Bikou, Kuroka, dan Arthur dari tim Vali bergerak mundur, begitu pula dengan kelompok Gremory. Rias dan peeragenya paling panik, bukan hanya karena Fenrir yang sudah mereka ikat sudah terlepas, tapi karena Issei teman mereka juga terluka parah.
Naruto yang telah melepaskan rantai gleipnir ditangannya juga mundur, mengambil posisi di samping Hinata.
'Aku tidak menduga akan jadi seperti ini, situasinya benar-benar di luar perkiraan. Ternyata dewa bernama Loki itu bukan lawan main-main, serigala Fenrir juga harus sangat diwaspadai' pikir Naruto serius.
"Hinata, bagaimana sekarang. Apa aku harus ikut beraksi?" tanya Naruto
"Ya, tapi jangan bertindak gegabah" Hinata menyetujui apa kata Naruto.
"Baiklah", lalu Naruto pun duduk mengambil posisi bertapa, mengumpulkan senjutsu untuk masuk ke mode sennin.
Asia tidak menghiraukan percakapan Naruto dan Hinata, melihat Issei yang terluka parah, dia berniat mengirimkan sihir penyembuh dari jarak jauh, namun
"Asia-chan, jangan dulu. Kau harus menghemat tenagamu. Lihatlah!" kata Hinata.
Di pertarungan melawan Loki, tampak Tannin menggigit dan meminum sesuatu yang tersembunyi di gigi belakangnya sembari memuntahkan darah dari mulutnya. Kemudian luka Tannin mulai menghilang sembari mengepulkan asap.
Tannin memakai air mata Phoenix. Untuk jaga jaga, semua anggota yang menjalankan misi ini masing-masing membawa air mata Phoenix.
Issei juga tampak mengeluarkan botol kecil dan meneteskan air mata Phoenix ke lukanya. Sembari mengepulkan asap dari luka itu, air mata Phoenix mulai menyembuhkan luka Issei.
"Terima kasih, Hinata senpai" ucap Asia.
"Umm,,, tak masalah"
Kembali pada Loki yang masih kokoh berdiri tegak tanpa luka berarti, tidak jauh darinya Issei tampak berpikir keras. Mungkin Issei berniat hendak menggunakan Juggernaut Drive, tapi resikonya adalah nyawa, dan semua orang tidak mengijinkan Issei melakukan itu. Dia juga, menatap prihatin kearah Vali yang terluka parah karena taring Fenrir.
Di saat situasi sulit yang melanda tim, Loki belum berhenti memberikan kejutan, "Mumpung sempat, aku akan membuat kalian melawan makhluk-makhluk ini juga" ucapnya.
Bayangan di bawah kaki Loki meluas, dan dari sana ular-ular raksasa atau lebih tepatnya beberapa naga dengan tubuh panjang langsing muncul. Penampilannya familiar, ukurannya memang jauh lebih kecil, tapi tak diragukan lagi.
"Jadi, kau bahkan memproduksi massal Midgardsormr?" Tannin berucap dengan nada jijik.
Benar apa yang dikatakan Tannin, makhluk itu tidak salah lagi, itu adalah Midgardsormr. Lebih buruk lagi, jumlahnya ada lima.
Woossshhhh..
Semua Midgardsormr produksi massal mulai menghembuskan api secara bersamaan..
"Kau tak akan bisa menjatuhkan aku hanya dengan itu" geram Tannin, tidak terima diserang begitu saja oleh segerombolan Midgardsormr produksi massal.
SWWOOOSSSS...
Para Midgardsormr produksi massal pun tersapu oleh lautan api dari mulut Dragon-King Tannin.
.
Kesisi lain lagi, ada satu anak Fenrir yang melesat menuju tim Vali yang terdiri dari Arthur, Kuroka, dan Bikou.
"Ora ora ora ora ora ora oraaaaaaa..." teriak Bikou. Dia mulai menyerang anak Fenrir berulang ulang dengan memukulkan Ruyi Jingu Bang miliknya. "Membesarlah, Ruyi Jingu Bang!"
Splassshhh...
Dhuuaarrrr...
Bikou mengayunkan tongkatnya yang sudah membesar kebawah , dan menghantam dengan tajam pada kepala anak Fenrir.
"Nyahahaha . . . Kalau begitu aku akan menyegel gerakanmu!"
Kuroka menggunakan teknik yang mengubah pijakan dibawah kaki si anak Fenrir menjadi lumpur, membuat kaki si serigala anak terjebak dan gerakannya menjadi terbatas.
Lalu seorang lagi datang menebas anak Fenrir, Pedang Suci yang memancarkan aura kekuatan dalam jumlah besar. Arthur sang Pedang Suci Raja.
"Untuk permulaan, aku akan mengambil salah satu matamu..." kata Arthur.
Slassshhhh...
menggunakan Pedang Suci-Raja, menikam sangat dalam di mata kiri anak Fenrir.
"Cakarmu berikutnya!" lanjutnya lagi.
Secepat kilat Arthur menebaskan pedangnya, memotong cakar anak Fenrir berikut dengan daging-dagingnya.
"Dan terakhir, untuk taring berbahaya itu. Pedang Suci Raja Collbrande ini, pasti bisa mengenyahkan taring Fenrir anak biasa ke dimensi lain"
Pedang Suci-Raja menanggalkan taring anak Fenrir sembari menciptakan getaran udara.
GRROOAARRRRR...
Serigala itu mulai berteriak dengan kesakitan setelah mata, cakar, dan taringnya dibabat habis oleh Arthur.
Tim Vali, benar-benar tim tangguh. Biarpun lawan mereka hanya Fenrir anak, kekuatan mereka tetap terlalu abnormal. Dan anak Fenrir dihabisi sampai tak bergerak hanya dengan mereka bertiga tanpa kesulitan sama sekali. Apalagi, tak satupun dari mereka yang cemas ketika pemimpin mereka, Vali, sedang dijatuhkan dan tetap melanjutkan tugas mereka. Itu sesuatu yang luar biasa.
Naruto telah menyelesaikan penyerapan senjutsu ke dalam tubuhnya dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk berjaga-jaga, satu bunshin telah dia buat dan ditempatkan kesudut yang jauh dari pusat pertarungan, bertugas untuk mengumpulkan senjutsu cadangan.
Iris mata kuning dengan pupil hitam horizontal, tampak di balik kelopak mata berwarna jingga. Naruto menatap keadaan sekitar, mencerna situasi. 'Sepertinya Tim Vali tidak butuh bantuan, baiklah,,,, aku ikut membasmi anak fenrir yang di lawan tim Gremory saja'
Naruto menuju anak Fenrir yang satunya. Serigala itu dalam posisi terkepung oleh kelompok Gremory, namun situasi tidak menguntungkan malah berada di posisi kelompok itu.
Naruto melompat, lalu mendarat didekat Rias, "Rias-Ojou, kau pemimpin kelompok ini kan? Kerahkan saja semua kekuatan dan strategi kalian, aku akan membantu dengan semua yang ku punya"
"Baiklah, aku terima bantuanmu, Naruto-san"
"Aku akan maju duluan..." kata Naruto.
Melangkah maju, sembari membuat segel tangan sederhana, namun...
Choopppp..
Si anak Fenrir bergerak lebih dulu dengan sangat cepat, Naruto di gigit dan tak bisa lepas dari mulut serigala itu. Tampak Naruto meronta-ronta didalam mulut anak Fenrir.
Tim Rias melongo, segini saja kah bantuan yang mereka terima? Ini bukan bantuan namanya, tapi aksi bunuh diri.
Namun itu tak berlangsung lama, karena
Boofffftttt...
Tubuh Naruto yang di sedang digigit anak Fenrir, berubah menjadi sebuah tong kayu berukuran besar. Tak lama kemudian tong itu pecah dan mengeluarkan isinya, cairan aneh menjijikkan yang berwarna kuning kehijauan. Tidak cukup sampai disitu, cairan itu sepertinya bereaksi kuat dengan daging di mulut Fenrir hingga mengeluarkan asap putih yang cukup banyak.
Ternyata tong itu berisi cairan asam yang sangat korosif, bercampur ekstrak kental wasabi. Ohhh~~~, sepertinya mulut si anak Fenrir mengalami iritasi parah, sudah kena asam, kepedasan pula. Terbukti dari bibir dan lidahnya yang memerah. Serigala itu juga meloncat-loncat tidak jelas, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lidah terjulur, banyak sekali percikan air liur yang berhamburan kemana-mana.
Sifat korosif dari cairan asam dengan pH rendah dibawah angka 1, cukup untuk merusak struktur protein pada daging makhluk hidup. Ikatan peptida antar molekul asam amino yang menyusun protein akan terputus, lalu asam amino itu akan terlarut dalam cairan asam tadi. Efek yang tampak dilihat oleh mata akibat sifat korosif yang luar biasa, contohnya pada kulit yang berlubang hanya dengan setetes saja cairan asam.
Walau begitu, namun sepertinya itu bukan luka fatal bagi anak Fenrir. Kepedasan dan iritasi tidak akan bisa merobohkan seekor monster. Terlebih monsternya adalah makhluk supranatural, bukan makhluk hidup biasa yang ada didunia nyata. Jika saja itu manusia biasa, sudah pasti kulit dan dagingnya akan terlarut dan menyisakan tulang belulangnya saja.
Kesialan menimpa Rias. Dia yang ternyata terkena percikan air liur anak Fenrir diwajahnya, terpaksa dia membuka lingkaran sihir penyimpanan dan mengambil sapu tangan dari dalam inventori pribadinya untuk membersihkan wajahnya. Setelah bersih, kulit wajah Rias tampak memerah, bukan hanya karena malu saja pada yang lain karena hal konyol ini, tapi kulitnya juga memerah karena ada reaksi alergi terhadap air liur anak Fenrir. Rias yang malang,,,,, mungkin setelah urusan dengan Loki selesai dan mereka semua masih hidup, Naruto harus bersiap-siap jika Tuan Putri Gremory membuat perhitungan nanti.
"Heh, rasakan!, Sudah ku bilang kan tadi, menyerang ninja dengan ceroboh, akibatnya akan fatal, dasar serigala tak punya akal" kata Naruto yang sedang jatuh bebas dari atas anak Fenrir.
Ninja ternyata memiliki banyak trik tipuan dan jebakan berbahaya. Trik yang digunakannya selalu tak masuk akal, sudah sejak serangan Loki pertama kali tadi yang gagal membunuh Naruto. Pikir semua orang, yang melihat kejadian barusan.
Trik yang digunakan Naruto hanyalah trik sederhana. Naruto mengorbankan bunshinnya yang membawa sebuah kertas dengan tanda segel. Segel atau fuin yang fungsinya serupa dengan gulungan penyimpanan barang. Dengan sedikit modifikasi, segelnya akan aktif dan mengeluarkan isi yang tersimpan yaitu tong berisi cairan aneh menjijikkan dan berbahaya tadi jika si bunshin lenyap. Inilah sebagian kecil perkembangan pesat Naruto dalam hal teknik fuinjutsu.
Sebenarnya trik ini sudah ia persiapkan sejak lama, sejak melawan para iblis liar, terutama iblis liar yang memiliki mulut berukuran besar dan suka sekali menggigit, dan sekaranglah trik itu pertama kali terpakai.
Namun belum berhenti sampai disitu, karena perangkap cairan korosif itu hanyalah serangan pengalihan untuk memecah konsentrasi anak Fenrir. Sementara jatuh bebas, Naruto menggunakan jutsu andalannya,
Kagebunshin no Jutsu
PoofftttPoofftttPoofftttPoofftttPoofftttPoofftttPooffttt
Tercipta puluhan bunshin. Semua bunshin Naruto yang jatuh bebas, bergerak akrobatik di udara, dengan lincah bergerak disekeliling serigala anak Fenrir, sebagian lagi meluncur dibawah tubuh monster itu.
Setelah selesai dan mengambil posisi disekeliling anak Fenrir, semua bunshin mengalirkan chakra ke bagian telapak kaki, dan..
Brakkkkk...
Tubuh besar anak Fenrir jatuh menempel di tanah.. Rangkaian kawat baja tipis yang hampir tak terlihat mengikat semua anggota gerak serigala itu. Dengan kaki yang menempel kuat di tanah, semua bunshin-bunshin Naruto menarik sekuat tenaga kawat-kawat baja sehingga bisa menahan pergerakan sang monster.
Semua anggota tim Rias, terkejut. Ekspresi yang sama, yang berulang kali keluar sejak Naruto memperlihakan teknik-teknik rahasia seorang ninja. Mereka tidak pernah melihat yang seperti ini, terlebih lagi Naruto sekarang yang bisa menggandakan tubuh jadi banyak.
"Ayoo, tunggu apa lagi? Ini kesempatan kita. Kawat baja milikku tidak sekuat rantai gleipnir, jadi hanya bisa menahannya tidak lebih dari satu menit" seru Naruto asli.
Kiba dan Xenovia yang pertama kali sadar,
Slasshhhh,,,,,Slasshhhh,,,,,Slasshhhh,,,,,Slasshhhh,,,,,
Dengan kecepatan tinggi, berulang kali Kiba menebas tubuh anak Fenrir yang sedang terkunci gerakannya dengan pedang suci iblis miliknya. Pun begitu dengan Xenovia, dengan Durendal ditangan kanan dan Ascalon pinjaman di tangan kiri, dia tak henti-henti mengiris kulit si serigala. Terakhir, dari atas, Akeno mengeluarkan halilintar suci.
Flasssshhh...
Asap mengepul menutupi anak Fenrir, tidak lama kemudian,
BofftttBofftttBofftttBofftttBofftttBofftttBofftttBoffttt
semua bunshin Naruto juga menghilang, menyisakan Naruto asli yang berada tidak jauh dari Rias.
Grroooarrrr...
asap menghilang dengan auman anak Fenrir, tampak disana monster itu sudah terluka, namun sepertinya itu masih belum cukup. Dia yang bebas dari jeratan kawat baja, segera bergerak maju.
"Sekarang giliranku..." kata Rias lantang. "Gasper, butakan mata anak Fenrir itu! Koneko, pakailah kesempatan itu untuk memukulnya dengan senjutsu dibagian mana saja di tubuhnya!"
Dengan perintah itu, tubuh Gasper berubah menjadi beberapa kelelawar. "Ey ey ey..." Gasper yang bertransformasi menjadi kelelawar berkumpul di mata anak Fenrir, dan membutakannya. Gasper, ternyata bisa memberikan support yang cukup bagus.
"Aku akan menurunkan kekuatan anak Fenrir ini sebanyak yang aku bisa!" kata Koneko.
Berkat Gasper, mata anak Fenrir dibutakan penglihatannya untuk sementara dan pukulan Koneko bisa mengenainya tanpa harus takut kena serangan balasan. Koneko hanya meninju beberapa kali di tubuh anak Fenrir, kelihatannya memang tidak terlalu berpengaruh, namun seperti yang Naruto lakukan saat sparring melawan Issei dan Xenovia, Koneko juga menggunakan trik yang sama, membuat serangan yang terisi senjutsu hingga memberi kerusakan pada bagian dalam tubuh, walau tampaknya masih jauh dari serangan kritikal untuk merobohkan si anak Fenrir.
"Xenovia, lakukanlah sekarang!"
Menerima perintah Rias, Xenovia membuat posisi dengan kedua pedang di tangannya.
"Heyaaaaa" teriak Xenovia, berisi dengan semangat tinggi.
Slassssshhh
Sabetan gelombang energi sihir dalam jumlah besar yang Xenovia keluarkan dengan kedua pedangnya menghantam anak Fenrir. Monster itu terkena sabetan energi dari pedang suci, menyisakan luka dalam. Tapi si monster tampaknya belum jatuh.
"Tidak, kita memulai dari sini!" giliran Kiba bicara
Sword Birth
Slashh,,,Slashh,,,Slashh,,,Slashh,,,Slashh,,,
Kiba menciptakan banyak pedang Suci Iblis dibawah kaki Fenrir anak, dan mengulur gerakannya untuk sesaat. Dia kemudian maju menebas musuh dalam kecepatan dewa. Kiba berhasil menciptakan banyak luka di tubuh Fenrir anak.
FLASH! RUMBLE! RUMBLE! RUMBLE! RUMBLE!
DHUUUAAAARRRR...
Halilintar suci dari Akeno juga tidak tertinggal untuk ikut menyerang. Asap pekat menyelimuti anak Fenrir, ketika asap mulai menipis tersapu angin, tampak monster serigala itu menerima luka yang cukup parah,,, tidak berhenti sampai disitu...
"Seranganku yang selanjutnya,," giliran Naruto.
melemparkan dua shuriken kecil menggunakan kedua tangannya, setelah di lempar kemudian melakukan serangkaian handseal lagi.
Tajuu Shuriken Kagebunshin no Jutsu
Shuriken jadi sangat banyak, hampir tak terhitung oleh mata. Mengenai anak Fenrir. Banyak shuriken yang menempel dan menancap di permukaan tubuhnya, sebagian lagi berceceran di tanah sekitar tempat monster serigala itu berpijak. Tampaknya semua shuriken, tidak ada satupun yang membuat luka fatal.
Tim Rias nampak menikmati hal ini, memang suatu teknik hebat jika bisa menggandakan senjata ninja, tapi jika hanya senjata seperti itu, tidak akan mungkin menggores kulit anak serigala Fenrir.
Namun jika dilihat lebih seksama, ada yang berbeda dari shuriken-shuriken itu, semuanya terhias aksara segel yang sangat rumit. Shuriken itu adalah shuriken khusus peledak, itu bom. Dan jumlahnya,,,,,, tidak main-main.
"Bersiaplah untuk ledakan...!" kata Naruto
Kai
KABOOOOOOOOOOOOMMMMM...
Awalnya hanya satu ledakan kecil, namun dalam sekejap tanpa sempat berkedip menjadi ledakan yang sangat besar, hingga mampu menggetarkan arena pertarungan. Layaknya detonator, dengan satu handseal untuk meledakkan satu bom, dan memicu ledakan bom-bom lainnya secara berantai. Dari jumlah beribu-ribu shuriken yang telah digandakan dengan teknik kagenbunshin, ledakan terus terjadi hingga hampir dua menit, menenggelamkan sang anak Fenrir dalam inti ledakan yang menyilaukan mata dan memekakkan telinga.
Setelah ledakan berantai selesai, yang tersisanya adalah anak Fenrir dengan luka yang semakin dalam, ditambah lagi dengan luka bakar hebat disekujur tubuhnya karena ledakan.
Tidak seperti kertas peledak biasa, dengan teknik fuinjutsu tingkat tinggi, Naruto membuat tanda segel ledakan yang diformulasikan secara berlapis-lapis sehingga daya ledaknya puluhan kali lebih kuat dari kertas peledak biasa. Prinsip ini sama dengan bom konvensional yang dibuat oleh manusia biasa. Bubuk mesiu yang disimpan dalam tabung baja tebal akan menghasilkan daya ledak dengan gelombang kejut yang jauh lebih besar dibanding dengan mesiu yang disimpan dalam pipa biasa seperti dinamit.
Selain itu, setiap shuriken juga di lengkapi dengan fuin penyimpan jutsu. Ada satu jutsu berelemen api, Katon: Hosenka no Jutsu, berupa bola-bola api kecil yang sangat panas yang tersimpan dalam setiap shuriken. Jutsu ini akan keluar bersamaan dengan ledakan dari fuin peledak. Bola-bola api inilah yang membuat suhu ledakan semakin tinggi.
Owwhhh. . . . Gila,, ini kah hakikat sejati seorang ninja? Sudah untuk yang kesekian kalinya tim Rias di buat terpana dengan mulut menganga lebar. Peerage cadangan Sona, ternyata menyimpan banyak trik-trik hebat mematikan yang sama sekali belum pernah mereka lihat sebelumnya. Terlebih Rias, sempat terbersit dalam pikirannya jika selamat dari pertempuran melawan Loki, lalu bertemu Sona di rating game, pastilah sangat sulit menghadapi Naruto. Walau dia tidak merasakan kekuatan besar, tapi teknik, kemampuan, dan trik yang dibuat Naruto, hampir semuanya mematikan dan sangat berbahaya.
Tim Vali, yang telah selesai mengatasi satu anak Fenrir lebih dulu karena tim mereka jauh lebih kuat dari tim Gremory, mereka semua di buat terkesan dengan teknik ninja. Trik-trik sederhana yang dibuat Naruto, ternyata mampu memberikan luka serius. Di mata mereka, Naruto memang bukan iblis berkekuatan besar, tapi tetap saja cara Naruto bertarung sebagai ninja, tidak bisa dianggap enteng.
Anak Fenrir berdiri lagi, ternyata masih sanggup bergerak walaupun telah diserang bertubi-tubi. Walaupun tampak tertatih, dia melesat ke arah lawan. Namun kali ini bukan kearah tim penyerang, tapi dia menargetkan Asia yang menurutnya mangsa paling empuk.
Tim Gremory tampak panik karena Asia yang merupakan bagian penting dari tim mereka jadi target. Ini salah mereka sendiri, karena keasikan bertarung sehingga terbuka celah dalam formasi tim yang membuat Asia jadi target mudah untuk diserang.
Melihat hal ini, Hinata tidak bisa diam saja. Tugasnya adalah melindungi Asia.
Asia tampak takut ketika anak Fenrir semakin mendekat,
"Walaupun aku takut serigala, aku pasti akan melindungimu, Asia-chan" kata Hinata dengan nada meyakinkan, seperti orang yang berusaha melawan rasa takut dalam dirinya sendiri. Entah kenapa si Hinata, dia jadi mahir berakting seperti seorang aktris pro.
Hakke Kuusho
Swosshh,, swossshhh...
Dua pukulan tenaga dalam jarak menengah dilancarkan secara beruntun. Hinata cukup pintar untuk membuat serangan yang efektif. Tidak menargetkan tubuh anak Fenrir, karena pukulan seperti itu pasti tidak berpengaruh apa-apa pada monster ini. Namun menargetkan kaki Fenrir sehingga membuat keseimbangan serigala itu goyah.
Brukkkk...
Hingga si serigala terjatuh di tanah, namun belum sampai situ,,
DUUAAKKKK...
Satu tinju penuh tenaga dari Koneko berhasil mementalkan si anak Fenrir menjauh dari Asia.
"Terima kasih, Koneko-chan" kata Hinata.
"Aaahhh,, tidak Hinata senpai, berkatmu yang membuat serigala itu jatuh, aku sempat melepaskan serangan. Harusnya aku yang berterima kasih padamu karena telah melindungi Asia senpai"
Ke posisi Rias berdiri, "Huhhh, syukurlah" katanya lega.
Naruto mendekat ke posisi Rias, "Rias-Ojou, aku punya ide. Kurasa ini pasti berhasil untuk benar-benar melumpuhkan anak Fenrir itu"
"Apa?"
"Aku akan memberikan semua sisa energi senjutsu milikku padamu, dengan begitu, kurasa kau bisa menembakkan Power of Destruction milikmu jauh lebih kuat"
"Baiklah, itu patut di coba"
Naruto memegang pundak kanan Rias dengan tangan kirinya dari samping, menyalurkan sisa senjutsu yang dia miliki. Warna merah di kelopak matanya menghilang, tanda ia telah keluar dari mode sennin.
Rias tampak rileks, sepertinya senjutsu yang diberikan Naruto selain menaikkan kekuatan Rias, juga mengurangi tekanan mental yang di alaminya selama pertarungan.
"Jutsu baru ini ku beri nama, Sage Art Wind Release: Nano Rasenshuriken" Naruto bergumam sembari melihat ke arah telapak tangan yang tampak seperti ada fatamorgana disana, bahkan cenderung berwarna kebiruan.
"Apa katamu tadi, Naruto-san?" tanya Rias yang mendengar gumaman Naruto.
"Ahh,, tidak, bukan apa-apa. Kau fokus saja untuk mengeluarkan semua kekuatanmu, Rias-Ojou."
Rias membuat lingkaran sihir berukuran sedang didepannya, dari sanalah melesat laser hitam dengan outline merah. Tepat mengarah ke tubuh anak Fenrir.
Syuuttttt..
Laser Power of Destruction Rias berhasil melubangi tubuh serigala raksasa anak Fenrir. Lubang itu tembus hingga bagian belakang tubuhnya. Belum cukup sampai situ, perlahan lubang semakin membesar, semakin besar dan terus membesar hingga tubuh anak Fenrir lenyap seutuhnya tak menyisakan apapun, tidak ada daging, tidak ada tulang, dan tidak ada darah. Tampak seperti menyublim, dari wujud benda padat menjadi gas yang tak terlihat.
Tidak ada yang menyangka bahkan jika itu adalah Rias sendiri. Kekuatan Power of Destruction Rias yang di enhance dengan senjutsu katak Myobukazan, ternyata benar-benar luar biasa. Bahkan tambahan sihir dari kekuatan pengganda Boosted Gear dari Issei, tidak bisa sampai ke tahap ini. Power of Destruction Rias yang sekarang, bisa dikatakan kalau efek kehancuannya mirip dengan kekuatan sejati Power of Destruction, kekuatan untuk melenyapkan segalanya, Ruin The Extinc milik Maou terkuat, Sirzech Gremory, kakak Rias sendiri.
Untuk Tim Vali, merasa merasa di kalahkan. Mereka memang berhasil membuat anak fenrir tidak bisa bergerak lagi, tapi apa yang dilakukan Rias jauh lebih mematikan, melenyapkan tubuh anak fenrir tanpa sisa sedikitpun.
Di balik itu, Naruto menyeringai. Walaupun kekuatan penghancur Power of Destruction Rias meningkat jauh setelah dia mentransfer senjutsunya, tapi itu bukanlah yang menghancurkan tubuh anak Fenrir. Walaupun sudah ditambah senjutsu, Power of Destrcution Rias yang tadi masih sangat jauh untuk dapat dibandingkan dengan Power of Destruction Sirzech. Naruto beraksi di balik layar.
Naruto memang sudah lama memikirkan pengembangan jutsu ini, Sage Art Wind Release: Nano Rasenshuriken, yang baru kali ini saja dia wujudkan dalam pertarungan. Dia bisa berbangga hati karena jutsu barunya ternyata sangat mengerikan.
Setelah Naruto memberikan semua sisa chakra senjutsunya pada Rias, Naruto melepaskan satu bunshin yang telah dia siapkan sebelumnya, sehingga senjutsu sennin mode bisa terisi penuh kembali. Dengan konsentrasi tingkat tinggi, dia membuat rasenshuriken berelemen angin dalam ukuran nanopartikel di telapak tangan kanannya.
Jika rasenshuriken biasa terlihat jelas oleh mata, maka nanorasenshuriken ini tidak bisa dilihat. Hanya tampak seperti fatamorgana di udara walaupun sudah dibuat dalam bentuk terkonsentrasi sangat tinggi, yang mana dalam satu liter udara, mampu terkandung hingga lebih dari 100 ribu milyar partikel nanorasenshuriken. Setelah menyebar maka akan benar-benar tidak kelihatan dan tidak dapat dirasakan. Jutsu ini hanya mungkin dibuat oleh shinobi pengendali angin ultimate class satu-satunya dari dunia shinobi, yakni Uzumaki Naruto.
Jika ledakan dari teknik Sage Art Wind Release: Rasenshuriken atau senpou futon rasenshuriken yang biasa Naruto gunakan, akan meledak dan tampak seperti bom C3 Deidara, maka Sage Art Wind Release: Nano Rasenshuriken, jika dilihat oleh mata efek kehancurannya akan terlihat seperti bom C4. Tidak ada ledakan menyilaukan dengan suara menggelegar, semua materi yang terkena jutsu baru Naruto ini akan keropos lalu memudar seperti benda padat yang menyublim.
Tapi ada perbedaan, bom mikropartikel C4 Deidara menyebar diudara dan masuk hanya ke tubuh makhluk hidup saja lewat saluran pernafasan. Berbeda dengan jutsu Naruto yang bisa mengenai semua jenis target termasuk benda mati karena Naruto mampu mengarahkan ratusan ribu milyar partikel nanorasenshuriken miliknya pada target yang ingin dia lenyapkan.
Dan tentu saja, efek ledakan setiap partikel nanorasenshuriken milik Naruto 10 kali lebih besar dari satu bom mikro C4 Deidara. Namun jutsu ini memerlukan chakra yang sangat banyak, yang hanya bisa dibuat dalam mode sennin (Sage Mode, jutsu Sage Art/Senpou) atau dalam mode bertarung yang lebih kuat lagi. Satu kali menggunakan jutsu ini, langsung menghabiskan semua senjutsu Naruto dalam keadaan Sennin Mode terisi penuh.
Nah, rasenshuriken tak terlihat itulah yang diarahkan bersamaan dengan tembakan Power of Destruction Rias tadi, membuat serangan Rias memiliki tingkat keparahan yang hampir menyamai salah satu teknik tertinggi Sirzech Gremory, Ruin The Extinc.
Dan hebatnya lagi, tidak ada seorangpun yang menyadari apa yang telah dilakukan Naruto, mungkin pengecualian untuk Hinata yang bisa melihat aliran chakra dengan mata Byakugannya.
.
.
.
To be Continued...
.
Note :
Yooo, Naruto beraksi lagi dengan jutsu baru. Gimana jutsunya, bisa ngebayanginnya?. Biasanya kan Naruto selalu membuat rasenshurikennya menjadi lebih besar, dan lebih besar lagi untuk mendapat daya hancur yang sangat merusak. Nah, kali ini ku buat Naruto melakukan yang sebaliknya.
Kalau Chapter ini Naruto yang unjuk kekuatan diam-diam, chap depan giliran Hinata yang unjuk kekuatan.
Mengulas Review :
Artefaknya Holy Grail? Auk ah,, hahahahaaaa.
Fic ini akan terus lanjut kok selama saya masih diberi kemampuan untuk menulis.
Naruto unjuk kekuatan, tuh dia atas udah keluar. Walau gak all-out, tapi itu sudah lebih dari cukup kan?. Naruto bertarung dengan style baru, lebih mengedepankan taktik menggunakan trik-trik berbahaya. Pengembangan segi fuinjutsu Naruto lebih terlihat dari chapter ini. Dan jutsu varian baru rasenshuriken Naruto, juga sangat mematikan.
Lalu, apa NaruHina perlu bantuan orang macam Azazel untuk misinya? Hmm, ku rasa tidak. Berpikir licik dengan memanfaatkan Sona saja mungkin sudah cukup. Terlibat terlalu jauh dengan makhluk supranatural, melalui petinggi macam Azazel kurasa bukan ide bagus untuk Konoha.
Yah, tidak ada karakter yang benar-benar baik secara ideal di fic ini. Bahkan jika itu NaruHina. PaSuTri ini ku buat licik. Mengimbangi sifat Sona Sitri.
Satu chapter lagi, chap depan akhir dari Loki, yang pasti Fullfight juga.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
