Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M (Naik Rate)

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Kamis, 18 Februari 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

Nah, Nano Rasenshuriken yang tak terlihat itulah yang diarahkan bersamaan dengan tembakan Power of Destruction Rias tadi, membuat serangan Rias memiliki tingkat keparahan yang hampir menyamai salah satu teknik tertinggi Sirzech Gremory, Ruin The Extinc.

Dan hebatnya lagi, tidak ada seorangpun yang menyadari apa yang telah dilakukan Naruto, mungkin pengecualian untuk Hinata yang bisa melihat aliran chakra dengan mata Byakugannya.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 29. Dewa Jahat Loki, Part IV.

Beralih pada Midgardsormr produksi massal yang dilawan oleh Tannin. Lima Midgardsormr yang didatangkan oleh Loki itu masih berada dalam lautan api dari serangan pertama Tannin, yang walau terluka oleh cakar Fenrir, tapi masih sanggup melawan makhluk produksi massal itu.

Merasa belum cukup, sosok Naga Tannin kembali menambahkan hembusan apinya, "Bagaimana dengan ini?"

Swwoossshhh...

Dragon-King Tannin, menghembuskan api dengan output maksimum kearah Midgardsormr produksi massal. Sekarang medan tempur benar-benar berubah menjadi lautan api raksasa. Suhu panas dari api itu terasa sampai keseluruh arena tempur. Tampak salah satu dari Mirdgardsormr produksi massal tengah kesakitan di dalam api. Benar benar luar biasa hembusan api yang dibuat oleh mantan Dragon King itu. Salah satu Midgardsormr produksi massal itu mati dan berubah menjadi abu di dalam api.

"Ini yang lainnya!" teriak Tannin.

Lagi, lagi-lagi dia menyemburkan api.

Bertambah lagi raksasa Mirdgardsormr produksi massal yang mati. Selain itu semburan api yang ini juga menciptakan kawah raksasa di tanah seperti sebuah ledakan bom.

Dragon King Tannin mengamuk walau dengan tubuh terluka. Midgardsormr produksi massal bahkan sama sekali bukan tandingan Tannin.

"Aku tak akan diam sajaa..."

Rossweisse juga mengaktifkan sihir Norse, dan mensupport Tannin. Peluru-peluru sihir berjatuhan ke arah kumpulan Midgardsormr yang tersisa seperti tetes hujan, membuat efek kerusakannya sangat besar pada para Mirdgardsormr.

shhuuuu. . . . .

Beberapa anggota tampak dikelilingi aura hijau untuk sementara waktu. Setelah hilang, luka-luka kecil yang ada ditubuh mereka pun seketika sembuh. Asia yang menjadi support logistik, mengirimkan aura penyembuh pada mereka yang sesekali mendapatkan luka. Mengembalikan HP atau Health Point ke posisi aman, bahkan bagi yang lukanya kecil, HP-nya bisa sampai max.

Kekuatan penyembuh jarak jauh dari Twilight Healling memang hebat. Kemampuan ini memiliki peran yang sangat penting, karena semuanya tidak bisa bertahan hanya dengan air mata Phoenix saja. Namun karena Asia terus mengirimkan aura penyembuh tanpa beristirahat, tampak jelas dari ekpresi wajahnya kalau Asia sudah kelelahan. Dia memberikan support pada semua orang walau ia sendiri berada dalam kondisi tertekan. Bagaimana tidak?, dia bisa saja mati di medan tempur ini, jadi itu pasti menyerang kondisi psikologisnya habis-habisan.

"Hyodou Issei" Vali bersuara, walau masih berada didalam mulut Fenrir, tak bisa melepaskan diri dari gigitan monster serigala itu. Vali benar-benar dalam posisi menyakitkan. "Loki dan makhluk-makhluk yang dibawanya, akan kuserahkan mereka padamu, Bikou, dan yang lainnya. Dan Fenrir tua yang menggigitku ini, aku pasti akan membunuhnya."

Mendengar ucapan Vali, Loki tertawa keras. "Bhuahahahahahaaaa. . . . . Bagaimana kau akan melakukan itu? Kau sudah di ambang kematian, bersikap sok kuat hanya akan merendahkan nama Hakuryuukou?"

"Merendahkan nama Hakuryuukou. Tidak, jangan seenaknya merendahkan aku, Vali Lucifer" balas Vali, menatap Loki dengan tatapan kemarahan.

Bersamaan dengan kemarahan Vali, aura sangat cerah dipancarkan dari tubuhnya, semua berlian di armornya memancarkan cahaya pelangi.

Flassshhhhh...

"Aku, seorang yang hendak bangkit" {Mereka akan dimusnahkan}{Mereka sudah pasti akan dimusnahkan}

Suara Vali yang melafalkan mantra, di iringi dengan banyak suara-suara lain, suara dari sisa-sisa pikiran Hakuryuukou-Hakuryuukou masa lalu yang tertidur di dalam sacred gearnya.

"Akulah Naga Langit yang memegang prinsip dominasi yang dicuri dari segalanya" {Impian akan berakhir}{Ilusi akan dimulai}

"Aku iri pada ketidakbatasan, dan menginginkan impian" {Segalanya}{Ya, beri kami segalanya}

"Aku akan menguasai jalur dominasi dari Naga Putih. Dan aku akan memancingmu ke dalam kemurnian tertinggi!"

Juggernaut Drive...!

Seluruh tanah pertambangan terlantar menjadi sangat terang oleh cahaya menyilaukan. Cahaya dalam jumlah besar mengalir dari mulut Fenrir, dan mulai menelan Fenrir juga. Semua orang merasakannya, benar-benar kekuatan yang sangat dahsyat yang tidak bisa diukur.

Naruto bersama Rias yang sudah berhasil membereskan satu anak Fenrir, tampak diam tak bisa berkata apa-apa seraya mengamati apa yang terjadi pada Vali. Naruto dan Hinata berkumpul bersama kerumunan tim Gremory. Dibenak Naruto, kejadian ini tak ubahnya seperti seorang jinchuriki yang termakan kegelapan dan kebencian biju di dunia shinobi. Kekuatan yang sangat besar memang bisa dicapai, namun pasti ada harga yang harus dibayar jika menggunakan kekuatan negatif seperti itu.

'Vali yah, namanya. Orang yang dikatakan Sona sebagai pemilik kekuatan dari Albion sang Kaisar Naga Putih, Naga yang menduduki peringkat sebagai Naga Surgawi. Eksistensi yang telah memporak-porandakan perang, Great War, ratusan tahun silam bersama rivalnya Draig sang Kaisar Naga Merah. Dia sangat kuat, dan dia masuk dalam kategori orang yang harus ku waspadai di dunia ini.' pikir Naruto seraya terus mengamati Vali yang terus mengeluarkan aura kekuatan dalam jumlah gila.

'Dan rivalnya adalah Issei, bocah mesum itu. Ku rasa dia masih polos, selama dia tidak diracuni oleh pikiran buruk oleh para iblis atau siapapun, dia tidak perlu ku waspadai. Setidaknya untuk sekarang ini. Aku yakin Hinata sepemikiran denganku, ternyata ada untungnya juga bagi kami ikut pertarungan ini'

"Naruto-kun, apa kita perlu melakukan sesuatu?" tanya Hinata memecah pikiran Naruto.

"Tidak ada yang bisa kita lakukan dalam kondisi ini, mendekat pada Vali yang mengaktifkan Juggernaut Drive, hanya akan menghancurkan tubuhmu. Itu sama saja bunuh diri" bukannya Naruto, namun Rias lah yang menjawab pertanyaan Hinata.

"Iya, untuk sekarang kita tidak perlu melakukan apa-apa, Hinata" kata Naruto menimpali apa jawaban yang diucapkan Rias.

Sebenarnya ada maksud lain dari komunikasi antara Hinata dan Naruto. Pilihan terakhir jika ada hal buruk adalah kabur, tapi kalau kabur sekarang dirasa masih belum tepat. Ini hanyalah situasi tidak terduga dan kekalahan belum lah pasti, masih ada peluang untuk menang dari Loki. Kalau kabur duluan dan semuanya selamat, maka pasti akan berakibat buruk pada hubungan mereka berdua dengan makhluk supranatural, terlebih kaum iblis, iblis keluarga Sitri tempatnya bernaung. Bisa-bisa nanti Naruto dan Hinata menjadi buronan kaum iblis jika melakukan itu.

Naruto dan Hinata tidak menyiapkan rencana apapun jika ada hal tak terduga, karena memang kejadian tak terduga itu mempunyai kemungkinan tak terbatas. Jadi yang perlu sekarang adalah improvisasi, itulah maksud pertanyaan Hinata sebenarnya. Namun sepertinya dari sudut pandang yang Naruto lihat, orang bernama Vali itu akan melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri, Vali pasti selamat, sehingga dia menjawab pertanyaan Hinata agar tidak bertindak, tapi hanya mengamati saja apa yang sedang terjadi.

Dan Rias, sepertinya kekhawatiranmu menjadi suatu hal sia-sia dan tidak berguna bagi dua peerage palsu milik Sona yang sungguh tidak bisa ditebak ini.

"Kuroka, transfer aku dan Fenrir ke tempat yang sudah ditentukan!" perintah Vali setelah masuk ke mode Jaggernaut Drive, ternyata Vali masih memiliki kesadarannya sendiri walau dalam mode berbahaya itu.

Kuroka tersenyum setelah mendengar perintah itu, tidak ada raut keraguan dari wajah Kuroka. Dia pun mengarahkan tangannya ke Vali, kemudian mulai menggerakkan jarinya di udara. Sekejap, rantai sihir gleipnir yang difungsikan untuk menangkap Fenrir ditransfer ke tempat Vali. Kuroka ternyata juga mentransfer rantai tadi, kalau benda itu juga digunakan, berarti Vali yang saat ini dalam mode Jaggernaut Drive pasti bisa menghabisi Fenrir.

Shiiiiiiiinngggg. . . . . .

Vali berubah menjadi cahaya terang yang sangat menyilaukan dan Fenrir terbalut dalam banyak belitan rantai gleipnir yang sepertinya dia perkuat lagi dengan kekuatan Iblis.

Tidak lama kemudian, cahaya menyilaukan itu hilang, bersamaan dengan hilangnya Fenrir serta Vali yang masih didalam mulut Fenrir.

Vali membawa Fenrir ketempat lain secara paksa. Ada kemungkinan kalau dia dan tim nya merencanakan hal buruk. Atau Vali mencoba menyelesaikan masalahnya dengan Fenrir di tempat lain.

Tadi Vali menyuruh untuk ditransfer ke tempat yang telah ditentukan, jadi Vali pasti sudah memilih tempat tertentu sebelumnya, dan mempersiapkan rencana untuk terjadinya hal buruk ini. Vali ternyata memiliki persiapan sendiri, lebih banyak, terlepas dari persiapan yang di buat oleh Azazel.

Tanpa ada peringatan, tiba-tiba Rias berteriak "AKENOOOO...!"

Ternyata itu teriakan peringatan, satu anak Fenrir tersisa tanpa disadari oleh semuanya, terbebas dari cengkraman tim Vali. Mungkin tim Vali lengah karena harus mengurus proses transfer Vali bersama Fenrir asli ke tempat lain.

Tepat saat Rias berteriak itu, anak Fenrir itu berlari ke arah Akeno yang berdiri agak jauh dari kerumunan tim sendirian. Akeno dalam bahaya, dia dalam posisi mangsa empuk untuk diterkam oleh sang monster, walau kedua taring besarnya sudah dibabat habis oleh Arthur Pendragon, tetap saja giginya yang tersisa mampu memberikan luka serius bahkan kematian jika sampai tergigit.

Semua anggota tim Gremory jadi sangat panik. Naruto juga tidak bisa berbuat apa-apa sekarang karena senjutsu Sennin Mode sudah habis untuk melenyapkan anak Fenrir yang lain dengan jutsu baru Sage Art Wind Release: Nano Rasenshuriken, dan dia juga tidak bisa gegabah mengeluarkan kekuatan biju ditempat ini. Walaupun kemungkinan besar bisa meyelamatkan Akeno, tapi pasti akan merugikan posisi Naruto sendiri. Hinata pun tampak tak berniat menolong, dia menyadari bahwa ini adalah konsekuensi nyata dari sebuah pertarungan hidup mati, jatuhnya korban jiwa memang sudah menjadi resiko sejak keputusan untuk melawan Loki di buat.

Baik Naruto maupun Hinata, sepertinya sudah mulai berubah. Hati dan perasaan mereka berdua sepertinya sudah didominasi oleh akal dan logika. Tak seperti diri mereka di dunia shinobi yang tidak akan membiarkan satupun teman mereka tewas didepan mata, sekarang mereka berdua malah lebih memikirkan diri sendiri. Katakanlah mereka egois tapi,,,, apa bagi Naruto dan Hinata, para iblis itu adalah teman?, Entahlah,,,, mungkin saja tidak untuk sekarang, tapi kalau nanti siapa yang tahu.

Namun, tampaknya Issei tidak bisa tinggal diam.

"Takkan kubiarkan kau melukai Akeno-san..." teriak Issei.

Issei memandang Loki singkat, kemudian menyalakan api di booster punggungnya pada output maksimum, membentangkan sayap Naga sangat lebar dan berakselerasi ke depan.

JET...

Gerakan Issei memang sangat cepat setelah didorong oleh booster di punggungnya layaknya mesin jet. Walau itu bisa mempertipis jarak dengan Akeno, tapi itu masih belum cukup.

"Kau penuh dengan celah, Sekiryutei" kata Loki meremehkan.

Loki mencoba menembakkan sihir Norse miliknya nya dari belakang arah belakang Issei.

SWOOSSSHH. . . . .

Namun dari atas langit, bola api dan cahaya sihir berjatuhan menghantam Loki.

"Takkan kubiarkan kau menyerang Issei"

"Dia benar"

Tannin dan Rossweisse berhasil mencegah serangan Loki dan melindungi Issei. Ternyata Tannin bersama Rossweisse telah mengalahkan Mirdgardsormr produksi massal, hanya tinggal satu lagi yang tersisa.

Issei terus maju tanpa mempedulikan Loki yang diserang Tannin dan Rossweisse.

Moment saat anak Fenrir menggigit dan mengoyak Akeno sudah didepan mata.

Slassshhh...

Suara keras taring yang mengoyak daging. Ada orang yang ditembus oleh taring anak Fenrir, namun itu bukanlah Akeno, tapi Baraqiel.

Punggung Baraqiel tertembus oleh taring anak Fenrir sembari melindungi Akeno.

"Gough!"

Darah, darah yang sangat banyak muncrat dari mulutnya. Banyak darah keluar dari luka luka Baraqiel.

"Kenapa?" tanya Akeno dengan ekspresi seperti tidak memahami apa yang dilihatnya dengan matanya sendiri.

"Aku tak ingin kehilangan dirimu juga" jawab Baraqiel.

DDUUAAKKK...

Pukulan Issei datang dari arah samping dan mementalkan anak Fenrir. Baraqiel berhasil terbebas dari mulut anak Fenrir dan Issei melangkah mundur kembali ke tempat Loki.

"Asia...!" panggil Rias.

Asia yang mengerti perintah King-nya, langsung menciptakan aura hijau di tempatnya berdiri dan dia menembakkan aura penyembuh itu pada Baraqiel.

Setelah diselimuti oleh aura hijau cerah, luka luka Baraqiel mulai sembuh secara perlahan. Pendarahannya sudah berhenti, tapi tidak mungkin dia untuk segera kembali ke medan tempur. Dia mungkin kehilangan banyak stamina, sebanyak darah yang hilang dari tubuhnya. Banyak sekali darah yang tumpah dari bekas gigitan anak Fenrir.

"Aku,,,, aku..." Akeno menangis, tidak tahu harus berkata apa.

"Bertahanlah, Akeno. Pertarungan masih belum selesai " kata Baraqiel kepada putri satu-satunya yang ia miliki.

BLLAARRRR...

Ditengah kemelut yang dihadapi Akeno. Muncul sesuatu seperti api hitam dari tanah, berputar, lalu menutupi Loki, anak Fenrir yang tersisa dan satu Mirdgardsormr produksi massal terakhir.

" Aura hitam kelam ini? Ini adalah Prison Dragon Vritra" ungkap sosok Tannin.

Yah, Saji sang pemegang Sacred Gear Prison Dragon Vritra, telah datang sebagai bantuan. Lingkaran sihir raksasa muncul dari tanah. Dari pusatnya, keluar api hitam berbentuk seekor Naga berukuran besar.

"Hyodou Iseei-kun. Bisakah kau mendengarku? Aku Wakil Gubernur Malaikat Jatuh, Shemhazai"

Terdengar suara yang tak dikenal dari earphone di telinga Issei untuk saluran komunikasi darurat. Wakil Gubernur, berarti dia orang yang berasal dari tempat yang sama dengan Azazel.

"Ah ya, hello. Orang yang mengirim Naga Hitam besar itu adalah anda, Shemhazai-san?"

"Ya. Aku diberitahu oleh Azazel kalau aku harus mengirim Saji-kun ke lokasi itu segera setelah latihan Saji-kun selesai"

Selama di Institute Grigori, Saji yang dibawa oleh Azazel dan dilatih disana. Selain Azazel, Shemhazai juga terlibat dalam latihan yang di jalani Saji.

"Jadi itu memang Saji?" tanya Issei. Dia terkejut, pertama kali melihat wujud naga yang bersemayam di dalam sacred gear Saji

"Ya, sepertinya Azazel membuat sedikit kesalahan perhitungan. Kami memulai latihannya, tapi dia berakhir dalam kondisi seperti itu. Karena waktunya sudah habis, jadi kami terpaksa mengirimnya dalam kondisi itu. Tapi meskipun begitu, sepertinya dia masih bisa membedakan antara kawan dan lawan"

"Apa yang sebenarnya kalian lakukan pada Saji?"

"Kami memasang semua Sacred Gear tipe Vritra kedalam tubuh Saji. Saat Vritra dilenyapkan dan kemudian disegel ke dalam Sacred Gear, rohnya terbagi menjadi banyak bagian. Karena hal itulah, ada banyak pemilik Sacred Gear tipe Vritra. Namun kalau dikelompokkan, ada empat tipe kelompok utama yaitu [Absorption Line], [Blaze Black Flare], [Delete Field], dan [Shadow Prison]. Semua Sacred Gear ini tersembunyi pada tiap tiap pemilik dengan sejumlah perbedaan. Dan organisasi kami, Grigori, mengamankan semua itu lalu memasukkan semua Sacred Gear tipe Vritra yang kami miliki kepada Saji-kun."

Jadi itulah alasan mengapa Azazel membawa Saji ke Grigori.

"Sebagai hasilnya, semua Sacred Gear bergabung dan kesadaran sang Prison Dragon Vritra bangkit sepenuhnya, tapi dalam keadaan lepas kendali, mungkin karena baru saja bangkit. Namun nampaknya kesadaran Saji-kun masih ada, aku yakin dia pasti bisa merespon kalau kau mengajaknya bicara melalui Draig. Jadi kuserahkan sisanya padamu. Bisakah kamu mampu melakukannya?"

"Ya, aku pasti bisa melakukannya. Kalau sesuatu terjadi, aku pasti akan menghentikan Saji" jawab Issei.

Semua anggota tim sudah mengerti situasinya. Bantuan untuk mereka telah datang. Mereka semua juga mendengarkan percakapan antara Shemhazai dengan Issei lewat earphone yang terpasang di masing-masing telinga mereka.

"Penampilannya mirip amaterasu milik Teme" gumam Naruto.

"Memang iya, tapi kemampuan dan efek yang dihasilkannya jauh berbeda, Naruto-kun" Hinata menanggapi gumaman Naruto, seraya melihat api hitam itu dengan Byakugan aktif.

Amaterasu adalah api abadi yang membakar apapun sampai tak bersisa dan tak bisa dipadamkan dengan cara apapun, kecuali di hilangkan oleh pemiliknya sendiri atau disegel kedalam fuin khusus. Sedangkan api hitam dari Prison Dragon Vritra, membakar target bukanlah fungsi utamanya namun lebih berfungsi untuk membatasi gerakan targer layaknya belitan ular, selain itu juga memiliki kemampuan untuk menguras kekuatan target yang dibelitnya.

Loki tampak panik didalam kubangan api hitam Vritra. "Kuh , , , , Api apa ini? Aku tak bisa bergerak, , , , , Ngggh... Kekuatanku seperti dikuras secara perlahan? Apa ini kekuatan dari Naga Hitam? Aku pernah mendengar ada Dragon-King semacam itu, tapi tidak mungkin kan dia datang kesini?" Loki bertanya pada dirinya sendiri ditengah kepanikannya.

Selain Loki, satu anak Fenrir yang tersisa dan satu Mirdgardsormr produksi massal yang terakhir juga tampak menggila di dalam lautan api hitam, namun nampaknya mereka tak akan bisa kabur.

"Vritra memiliki lebih banyak kemampuan spesial ketimbang serangan langsung. Kekuatannya mungkin yang terlemah diantara para Dragon King, namun dari segi jumlah dan variasi teknik dia adalah yang terbaik diantara semua Dragon King" Shemhazai kembali bicara di saluran kumonikasi.

"Itu hebat. Umm,,, Wakil Gubernur. Kalau ada Sacred Gear tipe Vritra yang lain, tak bisakah anda memproduksi massal mereka dengan metode yang sama?" tanya Issei.

"Kemungkinan hanya akan mendapat hasil nol. Sejak awal, menambahkan Sacred Gear lain kedalam seseorang yang telah memiliki Sacred Gear sebelumnya adalah tindakan yang sangat berbahaya. Kematian adalah resiko yang harus diterima kalau terjadi kesalahan. Namun untuk hal ini, karena kamu dan Saji-kun adalah teman dan karena kalian berdua saling memahami, jiwa Vritra berhasil bangkit dengan ajaib karena stimulasi dari kekuatan Draig dari dirimu. Basis utama sacred gear Saji-kun tetaplah [Absorption Line]. Statistik dasar tubuhnya yang meliputi kekuatan, kecepatan, stamina, dan lain-lainnya tak akan berubah, hanya variasi tekniknya saja yang bertambah"

"Jadi begitu rupanya. Kekuatan Vritra, Saji benar benar mendapatkan kekuatan baru yang merepotkan" kata Issei, sempat-sempatnya dia mengagumi kekuatan baru temannya di situasi genting seperti ini.

"Kesampingkan itu, Saji-kun tak akan bisa mempertahankan kekuatan itu dalam jangka lama. Kalahkanlah musuh selagi mereka tersegel"

"Paham..." jawab Issei lantang

Issei memegang replika Mjölnir lagi ditangannya dan mengubahnya menjadi martil raksasa. Tampaknya Issei tidak lagi kesusahan mengangkat martil itu, mungkin Issei sudah bisa memahami cara menggunakan Mjölnir yaitu dengan menguatkan tekad didalam hati. Perasaan kuat ingin melindungi Akeno yang dalam bahaya tadi, membuatnya mengerti apa yang diperlukan untuk bisa menggunakan Mjölnir. Tekad yang kuat dan hati yang murni. Issei lalu mengayun-ayunkan martil raksasa itu, kelihatan sangat ringan, mungkin seringan sehelai bulu.

"Ayo semuanya, mumpung anak Fenrir dan Mirdgardsormr yang tersisa tak bisa bergerak karena api itu, mari habisi mereka sekaligus!" kata Issei mengkomando yang lain.

Dengan komando itu, semuanya bergerak, tidak hanya kelompok Gremory saja, tapi Naruto serta tim Vali.

"Aku akan kalahkan semua musuh Odin-sama!"

Rossweisse berteriak dan mengaktifkan sebuah lingkaran sihir disekitar tubuhnya, melepaskan serangan sihir secara acak.

Boommmmm...

Serangan sihir Rossweise berhasil mengenai anak Fenrir dan Mirdgardsormr produksi massal yang tak bisa bergerak. Cukup untuk memberi mereka kerusakan fatal!

Jadi inilah efek kekuatan api hitam Prison Dragon Vritra dari Saji, kekuatan anak Fenrir dan Mirdgardsormr dikuras dan menjadi lemah secara perlahan ketika terkubur dalam api hitam itu.

"Saji, bisakah kau mendengarku?" tanya Issei, menggunakan sacred gear, mencoba menghubungi Saji yang telah menjadi naga api hitam lewat telepati komunikasi khusus antar naga.

"Uuuu..." hanya gumaman tak jelas respon yang diberikan Saji.

"Saji, ini aku, Issei"

"Issei...? Apa yang terjadi padaku sekarang? Aku tak tahu kenapa, tapi tubuhku terasa panas seolah terbakar" sahut Saji

"Pertahankan kesadaranmu. Kau datang tepat waktu, jadi penuhilah peranmu sampai selesai dan jatuhkan lawan"

"Aku harus apa?" tanya Saji yang kesadarannya sudah diambang batas

"Apa yang bisa kau lihat disekitarmu?" tanya balik Issei.

"Di dalam api hitam, aku bisa melihat serigala raksasa dan Naga besar langsing panjang"

"Teruslah tahan mereka seperti itu, kau berpikir menahan mereka, berpikirlah secara kuat. Lalu bisakah kau melihat musuh berwujud seperti manusia"

"Ya, aku bisa merasakan kekuatan sihir misterius darinya, dan dia mencoba menyingkirkan api hitam itu"

"Pria itu adalah bossnya. Jangan biarkan dia menyingkirkan api hitammu. Berpikirlah dengan kuat dan teruslah mengekangnya. Akan kulakukan sisanya, aku akan selesaikan ini"

Issei mengakhiri komunikasinya dengan Saji, lalu memegang martil Mjölnir erat-erat. Dia menyalakan booster di punggungnya sampai pada output maksimum, membentangkan sayap naganya lebar-lebar, dan menyerbu ke depan. Target Issei adalah,,, Dewa Jahat Loki.

Loki tidak tinggal diam, dia menembakkan puluhan serangan peluru sihir Norse dari tangannya dan di arahkan pada Issei yang bergerak lurus.

Pyarrrrr,,Pyarrrrr,,Pyarrrrr,,Pyarrrrr,,,,,

Karena Issei tidak bisa menghindar, Issei tidak bisa terbang akrobatik seperti Vali, dia terpaksa menerima serangan Loki. Armor naga merahnya rusak parah. Di dada, perut, paha, kaki, armornya pecah dan menampakkan tubuh Issei yang terekspos.

Pyarr..

Kali ini, helm Issei yang hancur. Kepala Issei berdarah. Namun Issei tidak ada niat untuk berhenti atau memulihkan diri dan membentuk armor baru. Tidak ada waktu untuk itu.

Issei masih terus melaju, ada beberapa serangan sihir Loki yang melewatinya.

Asia sebagai support yang berada di posisi paling belakang, tampaknya sedang sial. Dua peluru sihir Norse Loki yang melewati Issei malah menuju kearahnya. Peluru itu sangat cepat, bahkan untuk menutup mata pasrah akan serangan saja, Asia tidak sempat melakukannya.

Batsss,,, Batsss,,,

Dhuaaarrr,,, Dhuaaarrr...

Dua peluru sihir itu ditepis hanya dengan telapak tangan, berbelok arah hingga terlempar jauh ketempat lain dan meledak disana.

Hinata yang bertugas melindungi Asia, dengan entengnya membelokkan arah serangan sihir Loki yang nyasar ketempatnya tadi. The True Tenseigan Limited Activation, mengeluarkan kemampuan tingkat pertama yaitu membuat bidang manipulasi vektor atau pembelok arah di telapak tangannya, membuatnya sanggup menepis dan membelokkan arah sihir itu ke tempat lain tanpa terluka sedikitpun.

"Arigatou, Hinata senpai" kata Asia yang sekarang bisa bernafas lega.

"Douitta, sudah tugasku kan? melindungimu" jawab Hinata tak lupa dengan senyum manisnya.

Ketika itu, di arena dimana petarung garis depan sedang bertempur melawan anak Fenrir dan Mirdgardsormr, Kiba sempat melihat serangan nyasar yang mengarah ke Asia namun berhasil ditepis Hinata.

Kiba beristirahat sembari merenung, 'Hinata senpai bisa menepis serangan sihir? Aku tidak menyangka, dia benar-benar sangat hebat, pantas saja aku kalah darinya saat sparing kemarin. Apa jangan-jangan Hinata senpai dapat mengubah arah serangan macam apapun yang datang padanya? Jika seperti itu, maka apa yang ku alami saat sparing melawannya bisa terjelaskan. Bokenku kemarin bukannya ditahan dengan jari telunjuknya, tapi seperti dipantulkan, seperti arah tebasan bokenku berbalik sehingga tanganku yang memegangnya terasa bergetar hebat dan sangat sakit.

Selain itu, serangan sihir Loki yang mengenai Issei padahal mampu mengoyak armor Balance Breaker Boosted Gear Scale Mail, tapi telapak tangan Hinata senpai tidak menerima lecet sedikitpun. Jika serangan ditahan, pasti ada bekasnya. Namun ini tidak ada bekas sama sekali, satu-satunya logika yang dapat menjelaskan fenomena itu adalah bahwa Hinata senpai tidak menahan dan mementalkan serangan tadi, namun membelokkan arah serangan sesaat sebelum mengenai kulitnya. Mungkin saja begitu, tapi ini hanya dugaan, bisa saja kemampuannya bekerja dengan konsep dan teori lain. Kau dan kekuatanmu memang benar-benar sangat menarik, Hinata senpai. Aku sangat kagum padamu'

Sementara Kiba melamun,

Swoossshhh..

Loki terbang keatas, berhasil menembus perisai api hitam saji. "Kau pikir kau bisa terus menahanku ini dengan hal semacam itu?"

"Berhenti disana!" seru Issei

Loki tertawa, "Sekiryuutei huh. Tapi itu sia sia saja. Aku akan mundur untuk sekarang. Huahhahahaaaa... Namun, aku pasti akan muncul lagi untuk membuat kekacauan-"

Jdaarrrr...

Raikou (Halilintar Suci) menyambar Loki, ukurannya tampak sangat besar.

Ternyata pelaku serangan adalah Akeno dan Baraqiel yang tengah bergandengan tangan. Dengan sayap hitam yang membentang dipunggung mereka. Sepertinya kejadian dimana Baraqiel mengorbankan diri untuk melindungi Akeno, berakhir baik untuk hubungan keduanya. Dan itulah hasilnya, serangan raikou (halilintar suci) terhebat dari pasangan ayah dan putrinya.

"Brengsek" Loki menyumpah, dia terjatuh dengan asap mengepul.

Walau serangan raikou tadi tidak menimbulkan luka berat pada Loki, tapi itu sudah cukup untuk menghentikan gerakannya dan mencegahnya kabur.

Memanfaatkan kesempatan Loki yang baru saja terjatuh, Issei dengan kecepatan penuh melesat maju lurus sambil memegang erat martil Mjölnir, langsung ke arah Loki.

Loki tidak ingin kena serangan dari martil Mjölnir, sangat berbahaya baginya karena kelemahannya adalah martil itu.

Loki bergerak mundur. Masih berjarak 30 meter didepan Loki, Issei yang sedang melaju telah mengayunkan Mjölnir, mengayunkannya secara horisontal.

Krakkk...

Suara seperti tulang patah, Loki terkena hantaman Mjölnir tepat di bagian rusuknya.

Loki tidak mengerti, ini aneh, Issei masih jauh didepannya, masih sekitar 30 meter jaraknya, tapi ayunan Mjölnir bisa mengenai tubuhnya.

Belum cukup pukulan tadi, Issei lagi-lagi melaju lurus kearah Loki. Kali ini dengan ayunan palu Mjölnir vertikal dari atas.

Tidak ingin kejadian sama terulang, Loki terbang keatas.

Namun belum sampai 10 meter terbang,

Dhuaakkkkk...

Kepala Loki dihantam benda keras dengan sangat kuat dari arah atas.

Loki jatuh dan terperosok di dalam tanah.

Naas bagi Loki, keanehan yang sama terjadi lagi. Issei yang berada dipermukaan tanah, bisa memukulnya dengan martil padahal dia pada posisi terbang di udara.

Loki mengalami luka fatal dikepalanya, hingga mengeluarkan banyak berdarah. Dia sama tidak mengerti apapun tentang kejadian barusan. Dua kali ayunan martil Mjölnir Issei dari jarak jauh, bisa menghantam tubuhnya. Padahal jelas sekali kalau serangan Issei tidak mengenainya. Mana ada palu yang notabene adalah senjata jarak dekat, bisa dipukulkan dari jarak jauh hingga mengenai targetnya, bahkan tanpa adanya kontak? Mustahil... Sebut saja ini adalah anomali atau fenomena aneh dimensi ruang. Intinya yang jelas telah terjadi distorsi ruang aneh yang merugikan dirinyanya, hanya itulah hal yang dapat Loki pikirkan sekarang.

Apa yang terjadi pada Loki, sebenarnya bukanlah suatu fenomena anomali dimensi ruang. Yang jelas bukan suatu keanehan, karena hal itu adalah kejadian yang disengaja. Hinata yang masih melakukan pengaktifan terbatas The True Tenseigan, adalah pelakunya, walau dia sendiri hanya dengan posisi berdiri enteng disamping Asia, tak terlibat langsung dalam pertarungan Issei melawan Loki.

Kemampuan tingkat kedua doujutsu The True Tenseigan, manipulasi jarak, itulah yang sebenarnya terjadi. Ketika di aktifkan dalam kondisi terbatas, dengan alasan untuk menyembunyikan kekuatan agar tidak diketahui orang lain, radius manipulasi jarak hanya sampai 50 meter, berbeda jauh dengan pengaktifan sempurna yang mencapai batas 10 km sesuai jarak penglihatan asli Byakugan Hinata.

Walaupun begitu, itu saja sudah cukup. Hinata melakukan modifikasi sedemikian rupa pada bidang penglihatannya. Radius 50 meter adalah untuk lingkup segala arah atau 360 derajat. Jika bidang penglihatan diperkecil maka radiusnya akan bertambah, misal jika bidang penglihatan itu hanya 60 dejarat, maka radius terjauh untuk memanipulasi jarak adalah 300 meter. Semakin kecil bidang penglihatan, maka semakin jauh radiusnya.

Dengan cara itulah, Hinata yang berada diposisi paling belakang bersama Asia, bisa mencapai koordinat posisi pertarungan Issei dan Loki. Namun cara ini mengorbankan bidang penglihatan di belakangnya, sehingga belakang Hinata buta dan menjadi celah untuk diserang karena tak terlihat oleh Byakugannya. Namun bagian belakang menjadi tidak penting saat ini bagi Hinata, karena musuh hanya tersisa satu orang yaitu Loki.

Intervensi yang dilakukan Hinata pada pertarungan antara Issei dan Loki hanyalah trik yang bisa dikatakan sederhana berbekal kemampuan manipulasi jarak. Posisi Loki sebenarnya terpaut jarak cukup jauh dari Issei. Ketika Issei bergerak lurus menyerang Loki, Hinata membuat distrosi ruang semacam pintu atau portal yang memutuskan (me-nol-kan) jarak antara Issei dengan Loki.

Portal itu di buat ada dua, pertama ada didekat Issei dan satunya di tubuh Loki. Jika di amati oleh orang lain, dua portal ini memiliki jarak tertentu, namun sebenarnya jarak yang dihubungkan kedua portal adalah nol. Beginilah cara kerja kemampuan tingkat kedua manipulasi jarak The True Tenseigan.

Dari portal pertama, mata Issei akan melihat Loki sudah tepat didepannya, sehingga Issei secara refleks akan mengayunkan Mjölnir, dan menghantam Loki tanpa Issei sadari kalau yang dia lihat hanyalah ilusi optik semata akibat distorsi ruang yang dibuat Hinata.

Ilusi optik itu tampak seperti bidang cermin didepan Issei yang mana di cermin itu ada Loki yang dapat Issei jangkau dengan tangannya. Bidang ilusi optik inilah yang menjadi hasil karya nyata dari teknik manipulasi jarak The True Tenseigan.

Sedangkan Loki, dia tidak tahu karena distorsi ruang yang dibuat seperti pintu itu hanya bekerja satu arah, yaitu dari Issei ke Loki. Biar kemanapun Loki bergerak, jika portal kedua bidang distorsi itu selalu ditempelkan di tubuh Loki, maka hantaman Mjölnir Issei dari posisi manapun akan mengenainya.

Ketika Issei mengayunkan Mjölnir dari samping secara horizontal, jarak antara Issei dan Loki adalah nol, sehingga rusuk Loki terkena hantaman martil. Begitu pula ketika ayunan vertikal Mjölnir dari atas tadi, portal distrosi penghilangan jarak ditempatkan Hinata di kepala Loki sehingga kepala Loki lah yang jadi korbannya. Itulah support yang diberikan Hinata pada Issei yang tidak disadari oleh Issei sama sekali.

Walaupun basic kemampuan The True Tenseigan bukan untuk menyerang, tapi jika digunakan kreatif, lawan sekelas dewa pun tak akan berkutik. Suatu doujutsu yang benar-benar hebat. Beruntung bagi Hinata, tidak ada yang menyadari apa yang dia lakukan pada Loki, karena semuanya masih sibuk untuk mengatasi anak Fenrir dan Midgardsorm yang tersisa. Namun itu tidak berlaku untuk Naruto yang tidak melepaskan fokusnya pada semua bagian pertarungan.

"Sudah cukup Hinata, jangan gunakan kekuatan matamu berlebihan. Tidak boleh ada seorangpun yang mengetahui tentang kehebatan doujutsu baru milikmu karena itu adalah kartu As kita. Lagipula sepertinya Loki sudah terdesak" kata Naruto yang sudah mundur dari pertarungan, mengambil posisi di samping Hinata untuk memberitahukan hal tadi, dan tampaknya sekalian ingin istirahat.

"Ummm..." Hinata menurut pada perkataan suaminya. Menonaktifkan The True Tenseigan dan kembali ke mode Byakugan.

Naruto sudah tahu dengan detail bagaimana kemampuan dari The True Tenseigan milik istrinya. Karena memang tidak ada rahasia-rahasiaan untuk pasangan ini. Mereka berdua selalu jujur dan terus terang tentang semua hal.

Naruto sadar, kemampuan support The True Tenseigan benar-benar luar biasa. Pada dasarnya, doujutsu ini tidak memiliki konsep serangan mematikan, bahkan hanya untuk membunuh seekor nyamuk pun tidak bisa. Namun kemampuan dari segi support lah sangat mengerikan jika doujutsu ini digunakan secara baik dan kreatif.

Naruto tahu jika kemampuan support The True Tenseigan digabung dengan kekuatannya sendiri dalam mode Fullpower Senjutsu Rikudou, tidak akan ada lagi eksistensi yang patut untuk ditakutinya. Bahkan jika itu True Form of Uroboros Dragon Ophis atau Full Power of Great Red sekalipun, Naruto yakin dia sanggup membuat dua naga legendaris itu bertekuk lutut asal disupport oleh doujutsu istrinya.

Walau dari segi kekuatan murni, tidak bisa disangkal bahwa Naruto bersama kesembilan bijunya, masih berada dibawah Ophis dan Great Red. Namun Naruto bersikeras didalam hatinya bahwa kekalahannya dari Ophis waktu itu, hanya disebabkan ketidakberuntungan Hinata yang terkena serangan nyasar. Pun begitu saat diserang Great Red. Saat itu dia dan istrinya sedang lengah karena tiba-tiba saja muncul di celah dimensi. Jika bertemu lagi, Naruto berniat akan membalas kekalahannya dari Ophis serta Great Red yang telah membuatnya sekarat hingga dua kali.

Loki berdiri lagi, walau kepalanya mengucurkan banyak darah akibat dihantam Mjölnir.

Swoosssshh...

Api hitam menyelimuti Loki sekali lagi, Saji memberikan support di waktu yang tepat.

"Mustahil... Perisai api ini yang seharusnya sudah bisa kulepaskan" kata Loki tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya sekarang.

Saji memiliki tekad baja yang sangat kuat, membuat perisai api hitam miliknya juga semakin kuat.

"Lakukanlah, Issei!" Saji kembali berkomunikasi lewat jalur komunikasi sacred gear naga kepada Issei

"Yaaa, serahkan padaku, Saji." jawab Issei.

Issei mengunci target, Loki, dan menyerbu ke arahnya, mengangkat martil Mjölnir tinggi-tinggi. "Heyaaaaa!"

DUUAAAKKKK...

Kepala martil menghantam tubuh Loki dengan keras!

"Sekaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaang. . . . Lakukanlah, Ddraig!" teriak Issei

"Oke" jawab Draig.

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostTransfer!]

Issei mentransfer kekuatan yang telah digandakan Draig sampai maksimum kepada Mjölnir! Kemudian halilintar dalam jumlah luar biasa tercipta dari martil.

JDDDAAAARRRRR. . . . . . .

Halilintar dari Mjölnir memangsa seluruh tubuh Loki. Issei berhasil mengeluarkan kekuatan sejati Mjölnir, kemungkinan besar saat ini Issei sudah bisa mengenali dirinya sendiri dan mampu meniadakan pikiran jahat dari otaknya saat menyerang menggunakan Mjölnir. Kemungkinan besar ini akibat kejadian yang menimpa Akeno tadi.

Tubuh Loki mengepulkan banyak asap. Seluruh bagian tubuhnya mendapat luka yang sangat parah. Dia pun jatuh terbaring ke tanah dan benar-benar kehilangan kesadarannya.

Sebelum kehilangan kesadaran, dia sempat bergumam, "Aku memanglah seorang dewa jahat, tapi aku masih ingin melihat keseimbangan dunia lebih lama. Tidak ku sangka, hidupku di akhiri oleh sekelompok anak muda polos yang bahkan tidak tahu apa-apa, anak muda polos yang tidak mengenal kejamnya dunia"

Namun tak seorangpun yang mempedulikan gumaman Loki.

Tidak lama kemudian, datang Rosswiesse membuat segel berlapis-lapis dengan sihir Norse yang sangat banyak, untuk memastikan Loki tidak bisa bangkit lagi.

Di saat yang sama, Fenrir anak dan Mirdgardsormr produksi massal yang tersisa sudah berhasil dikalahkan.

...

Suatu ruangan khusus yang ditempati oleh tiga orang, satu gadis muda dan dua pria paruh baya. Ruangan yang memiliki layar hologram untuk menampilkan seluruh kejadian pertarungan di tempat bekas pertambangan. Ini kursi VIP.

Pria paruh baya dengan poni pirang bersuara pertama kali setelah pertarungan usai, Azazel, "Selama ini yang menarik perhatianku hanyalah sacred gear, apalagi Boosted Gear milik Issei, si perwujudan dari kemungkinan tak terbatas. Tapi ternyata berubah, aku sekarang sepertinya mulai sedikit tertarik dengan dua peerage cadanganmu, Sona. Siapa sebenarnya mereka berdua?"

Azazel tidak sedetik pun melepaskan fokusnya pada semua kejadian di pertarungan melawan Loki. Rias Gremory yang mampu melenyapkan satu anak Fenrir tanpa sisa padahal itu suatu hal yang tak akan mungkin bisa dilakukan Rias Gremory pada kondisi normal, dan adanya anomali dimensi ruang yang tidak diketahui penyebab dan penjelasan teoritisnya.

Azazel sangat mengetahui semua data kekuatan dan kemampuan orang-orang yang bertarung melawan Loki dan Fenrir kecuali data Naruto dan Hinata. Jadi Azazel yakin dua hal tersebut pastilah ada sangkut dengan keikutsertaan dua peerage cadangan Sona dalam pertarungan ini. Inilah hal yang mendasari ketertarikan Azazel pada Naruto dan Hinata.

"Mereka hanya ninja pengembara yang dengan suatu kebetulan, aku beruntung dapat mereinkarnasi mereka berdua" jawab Sona singkat.

"Aku tidak merasakan adanya aura kekuatan besar dari dalam diri mereka berdua, tapi cara dan gaya bertarung, trik yang digunakan, serta kontrol emosi mereka selama pertarungan berbahaya tadi sungguh hebat. Mereka seperti petarung sejati yang sudah melewati banyak pertarungan antara hidup dan mati, bahkan mungkin pernah ikut suatu perang besar" suara Shemhazai, memuji apa yang ditampilkan Naruto dan Hinata ketika bertarung.

Shemhazai sudah hidup sangat lama, dia pernah bertarung dengan berbagai macam musuh dan merasakan pahit getirnya perang pada saat Great War. Jadi dia tahu dan bisa membedakan mana orang amatiran yang baru saja pernah bertarung hidup dan mati, serta mana orang yang disebut petarung sejati.

"Ya, memang itulah kelebihan mereka. Walaupun mereka masih muda, mungkin kurang lebih seumuran denganku, tapi aku yakin mereka sarat akan pengalaman bertarung, dan itulah yang menempa mereka menjadi petarung sejati" kata Sona.

Sona setuju dengan pendapat Shemhazai. Dari pengamatan Sona, hanya Naruto dan Hinata saja yang tampak sangat tenang seperti apapun kondisi pertarungan dari awal hingga selesai. Bahkan jika itu saat kondisi berbalik memburuk tidak terduga untuk tim ketika Loki mengeluarkan anak-anak Fenrir dan Mirdgardsormr produksi massal, Naruto dan Hinata tidak terpengaruh sedikitpun.

Mereka juga jenius, walapun anggota baru tapi mampu bekerja sama dengan sangat baik dengan sekelompok orang yang baru dikenalnya. Padahal bekerja-sama dengan orang baru dikenal itu sangat sulit. Terlebih lagi mereka mampu mengefisienkan tenaga. Hal ini dapat dilihat dari stamina mereka tetap terjaga hampir selalu fit selama pertarungan, tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang sangat, dan jelas hanya mereka bedua yang tidak terluka sama sekali. Bahkan hanya Naruto dan Hinata yang tidak pernah mendapat giliran support sihir penyembuh dari Asia.

Sejauh yang Sona ingat, bukan hanya saat pertarungan ini saja, bahkan setiap kali melawan siapapun, siapapun lawannya selalu seperti itu. Naruto maupun Hinata tidak pernah benar-benar kalah, dalam artian mereka memang tidak selalu menang, tapi selalu lebih tinggi catatan statistik target pertarungannya jika diamati dari semua segi.

Contohnya saja hasil sparring Naruto melawan Issei dan Xenovia. Jika dilihat hasilnya, Naruto memang kalah, menyerah dengan alasan kehabisan senjutsu. Jika itu pertarungan sungguhan, maka kehabisan senjutsu adalah kesalahan fatal dan Naruto pasti akan mati. Namun semua yang menyaksikan sparing itu tahu, Issei dan Xenovia bebak belur serta kehilangan banyak tenaga, selain itu semua serangan Issei dan Xenovia berhasil dipatahkan Naruto dengan begitu mudahnya. Berbanding terbalik dengan kondisi Naruto yang tidak ada cedera sedikitpun karena memang serangan Issei dan Xenovia tidak ada yang mengenainya. Stamina Naruto tidak terlalu banyak turun, dia tampak tidak terlalu kelelahan, bahkan keringat yang mengalir dilehernya hanya beberapa bulir saja.

Sona mengamati semua itu, dan itulah yang sedang memenuhi kepala Sona sekarang ini.

Sepertinya, baik Naruto dan Hinata telah kecolongan, mereka berdua terlalu berhati-hati dalam menahan diri, dan ternyata itu malah menimbulkan kecurigaan pada Sona yang memiliki pemikiran sangat kritis. Beruntung hanya Sona seorang, tidak ada orang lain lagi yang tahu tentang ini.

...

Sementara di tempat lain, beberapa jam setelah pertarungan selesai.

"Juggernaut Drive yang lama tak aku gunakan sudah menghajar tubuhku jadi hingga seberbahaya ini. Kalau bisa, aku ingin mengurangi waktu pemakaiannya. Kalau terus begini aku takkan bertahan lama." kata laki-laki berambut perak, Vali Lucifer, "Jadi, apa yang terjadi dengan yang kau lakukan, Arthur?"

"Sepertinya aku bisa melakukan sesuatu dengan memakai kekuatan Excalibur yang mengendalikan 'penguasaan' terhadap Fenrir. Kemampuan itu memiliki pembatas sehingga kekuatan Fenrir akan sangat menurun drastis. Tapi biarpun kau sudah pernah tertancap ditaringnya, kau sungguh punya selera aneh untuk mengambil monster berbahaya Fenrir ke dalam tim kita" jawab Arthur.

"Vali, kita menerima panggilan dari Cao Cao" kata seorang pria lain lagi.

"Bikou, apa yang dia katakan?"

"Singkat kata 'Kami akan bertindak sendiri. Dan jangan halangi kami'. Itulah yang dia katakan." jawab Bikou

"Cao Cao yaa.. Kheh,, biarkan saja dia berbuat sesukanya."

"Tapi selain itu, Hyodou Issei, dia benar benar seseorang yang tak bisa ku prediksi dan dia betul betul menghiburku. Derajat pertumbuhannya melaju dengan kecepatan tinggi pada arah yang sama sekali berbeda" kata Arthur lagi

"Benar sekali, dan aku senang karena itu" sahut Vali. "Satu lagi, dua peerage cadangan adik Maou Leviathan, Naruto dan Hinata, kita tidak bisa menutup mata kita pada keberadaan mereka berdua. Dua orang itu terlalu misterius dan tidak bisa ditebak pikiran dan kekuatannya"

.

.

.

To be Continued...

.

Note : Yosh, selesai juga nih bagian selingan ini. Bagaimana? Alur scene pertarungannya mirip sekali dengan di LN DxD, namun aku sudah mengusahakan keterlibatan NaruHina tetap penting dan realistis walau dalam banyak batasan.

Nah, lalu disini Naruto yang menganggap kekuatan The True Tenseigan adalah kartu As mereka. Bahkan Naruto meyakini tidak ada yang bisa mengalahkannya jika dia mendapat support penuh dari doujutsu itu. Sampai disini, masih belum semuanya tentang doujutsu itu aku beberkan. Nanti pada pertarungan-pertarungan selanjutnya, kekuatan sejati The True Tenseigan benar-benar di keluarkan.

Tadi Naruto menghentikan Hinata sebelum terlalu jauh menggunakan kemampuan doujutsu The True Tenseigan. Akupun belum ingin menunjukkan lebih banyak lagi, dan ga elit kan kalau kemampuan support penuh doujutsu Hinata tidak digunakan pada suaminya sendiri, tapi pada orang lain? Jadi untuk itu, tunggu dipertempuran besar saja, melawan musuh yang kekuatannya setara Maou dan Archangel mungkin, heheeee...

Pesan terakhir Loki sebelum disegel, juga merujuk pada kejadian tertentu.

Dan dari percakapan terakhir, mungkin akan berujung pada sebuah konflik antara NaruHina dengan Vali dan timnya.

Dan yang paling penting, di chapter ini aku sudah menunjukkan perkembangan karakter Naruto dan Hinata yang berbelok dengan sifat asli mereka. Saat Akeno dalam bahaya, mereka memilih untuk diam saja walau sebenarnya mereka lebih dari mampu untuk bertindak. Dan ini menjadi point penting untuk peran mereka selanjutnya, tapi jangan sebut pasangan ini sebagai orang jahat, karena hanya beberapa hal saja yang berubah.

Ulasan Review :

Pertama dulu, sudah sejak awal ku beritahu kalau di fic ini power Naruto udah mentok di manga 699, namun tekniknya jauh berkembang. Dia master senjutsu dan ahli fuinjutsu tingkat tinggi. Jadi bukan hal mustahil Naruto mentransfer senjutsu, lalu memurnikan senjutsunya dari pengaruh sage katak sehingga membuat Rias yang menerimanya tidak berubah jadi batu. Bagi yang merasa terkejut ataupun merasa ada yang hilang karena 'kok perkembangan Naruto bisa sejauh itu padahal ga ada latihan atau semacamnya?' Santai aja, emang sengaja ku buat begitu, toh di Canon Manga Naruto pun Om MK sering bikin kejutan tak terduga semacam itu. Sisa pertanyaan lain dari review yang konotasinya sejenis ini, aku sudah punya segudang jawaban tapi aku rasa tanpa aku yang menjawabnya pun kalian sudah tahu. Tak perlu aku jelaskan panjang-panjang disini. Buktinya ada satu guest yang sanggup menjawabkan pertanyaan reviewer lain di kolom review.

NaruHina nyembunyiin kekuatan sampai kapan? Yang jelas sampai ketahuan,,, hahahaa.. Tapi kurasa tidak akan lama lagi, karena bisa di bilang pemikiran Sona memiliki kecepatan di luar ekpektasi yang sudah direncanakan Hinata saat menyetujui kesepakatan kerjasama mereka.

Arc depan, lumayan panjang, mungkin sampai 10 chapter. Dan di arc depan lah konflik besar di mulai. Dari NaruHina, Sona, hinggga menyeret Konoha, aliansi tiga fraksi, dan eksistensi supranatural lainnya, serta di chap depan juga kembali ke pokok masalah, yaitu Cube dan artefak terakhir.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.