Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Kamis, 25 Februari 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

Sona Sitri, "Kita lihat, sampai berapa lama kalian bisa menyembunyikan jati diri kalian?" Sepertinya, baik Naruto dan Hinata telah kecolongan, mereka berdua terlalu berhati-hati dalam menahan diri, dan ternyata itu malah menimbulkan kecurigaan pada Sona yang memiliki pemikiran sangat kritis.

Sementara di tempat lain, beberapa jam setelah pertarungan selesai.

Vali Lucifer, "Dua peerage cadangan adik Maou Leviathan, Naruto dan Hinata, kita tidak bisa menutup mata kita pada keberadaan mereka berdua. Dua orang itu terlalu misterius dan tidak bisa ditebak pikiran dan kekuatannya." Hal yang sama juga berlaku untuk Sang Hakuryuukou terkuat sepanjang jaman.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 30. .

-Kouh City-

Sudah satu minggu terlewat sejak Dewa Jahat Loki berhasil disegel oleh kerjasama tiga tim yang tergabung dibawah pimpinan Baraqiel. Loki berhasil dijatuhkan Issei dengan replika Palu Halilintar Mjölnir, hingga dapat disegel oleh Rossweisse dengan berlapis-lapis sihir Norse. Serigala Fenrir pun telah di bawa oleh Vali ketempat yang jauh dan dihabisi dengan Juggernaut Drivenya, entah apa yang terjadi dengan Fenrir sekarang.

Saat ini, seusai menghabiskan waktu di Kuoh Gakuen untuk belajar seharian penuh, Naruto dan Hinata tidak langsung pulang ke apartemen. Naruto menenteng beberapa buku, bukan buku pelajaran melainkan buku dari dunia bawah, Underworld. Buku-buku itu adalah buku yang dipinta oleh Hinata kepada Sona sebagai imbalan atas keikutsertaan dia dan suaminya mengalahkan Loki seminggu yang lalu.

Naruto dan Hinata sudah beberapa kali berkunjung ke Underworld sebagai bagian dari kerajaan evil piece Sona. Di Underworld, mereka berdua bukan berkunjung saja, namun lebih memilih pergi ke perpustakaan pribadi keluarga Sitri yang sangat besar. Ada banyak buku yang dibaca oleh Hinata maupun Naruto disana. Seperti tujuan awal, mereka menginginkan informasi lebih banyak tentang dunia supranatural. Sona tidak bisa melarang, tentu saja dia harus memberikan ijin karena ini sudah menjadi kesepakatannya dengan Hinata. Namun sampai sekarang, Hinata masih belum menemukan petunjuk berarti tentang artefak yang mereka cari di DxD Universe ini. Masih belum jelas apa dan bagaimana artefak itu, apalagi koordinat lokasinya.

Namun untuk kali ini, Hinata hanya meminta Sona agar dibawakan buku-buku tentang pemetaan wilayah seluruh dunia dan dimensi di DxD Universe. Mulai dari Underwolrd, Surga, Bumi tempat manusia tinggal, celah dimensi, hingga tempat-tempat mitologis seperti Valhalla tempat para Asgard, Dunia Naga, Olympus, Kahyangan atau Nirvana, hingga Neraka dan berbagai tempat lainnya dimana berbagai jenis makhluk supranatural tinggal.

Dari buku-buku itu, Hinata ingin mempelajari bagaimana cara penentuan titik koordinat posisi dan pengkodeannya dalam sistem DxD Universe. Siapa tahu nanti akan berguna dan akan memudahkan dia berpindah ke lokasi tertentu dimanapun dengan Cube setelah melakukan konversi satuan dari sistem penentuan koordinat DxD Universe kedalam sistem penentuan koordinat Cube.

Sistem penentuan koordinat posisi di DxD universe hanya berlaku sebatas didalam universe ini saja, sedangkan sistem penentuan koordinat yang digunakan Cube jauh lebih kompleks dimana Cube memetakan seluruh posisi semua tempat dari milyaran universe yang ada dalam sistem raksasa multiuniverse. Dengan penyesuaian titik acuan dan konversi satuan jarak maka semua lokasi-lokasi di DxD Universe dapat diidentifikasi dengan Cube. Dengan begitu, Hinata bisa membawa dirinya maupun suaminya pergi ketempat manapun di DxD Universe secara akurat baik itu ke Surga atau bahkan ke Neraka sekalipun dengan menggunakan Cube miliknya tanpa harus menggunakan jutsu atau sihir perpindahan dimensi. Inilah salah satu kegunaan lain dari Cube yang bisa dimanfaatkan setelah Hinata mempelajarinya. Selain tercipta untuk tujuan tertentu, Cube juga memiliki fungsi sebagai transporter.

Nah, Naruto dan Hinata yang masih mengenakan seragam Kuoh Gakuen sedang dalam perjalanan pulang, namun tidak langsung pulang ke apartemen karena mereka harus berbelanja dahulu ke minimarket. Ooopsss,,,, salah. Kali ini Naruto dan Hinata berada di sebuah mall besar yang ada dipusat Kota Kuoh atas ajakan Hinata.

Ingin mempelajari peradaban manusia bumi di DxD universe, begitu alasan yang dilontarkan Hinata, sekalian refreshing. Setelah berbelanja bahan makanan di hypermart dan baju kaos untuk sehari-hari di clothing store yang ada dilantai 3 mall, akhirnya barang yang ditenteng Naruto bertambah.

Oh iya, jangan lupakan Hinata yang tiba-tiba masuk ke butik mewah dan toko sepatu branded untuk membeli satu gaun malam dan sepatu dengan heels lumayan tinggi. Naruto tidak menanyakan apa alasan istrinya membeli barang seperti itu, yang notabene tidak berguna untuk ninja bagi mereka. Tapi Hinata menjawab tanpa ditanya kalau 'Nanti misalnya kita ikut rating game para iblis, akan ada pesta malam pembukaan sehingga perlu gaun mewah. Kau seharusnya juga membeli satu tuxedo, Naruto-kun'. Entah alasan itu benar atau tidak, tapi Naruto yakin jika Hinata hanya mengikuti keinginan naluriahnya sebagai wanita, shopping. Jadi Naruto maklum saja. Lagipula uang tidak lagi jadi masalah untuknya yang tidak kerja, karena Sona sudah memfasilitasi semua itu.

Naruto tampak kesusahan menenteng banyak barang belanjaan. Namun Naruto itu cerdik, kalau urusan mencari-cari akal, dia jagonya. Jadi,,,

"Nee, Hinata. Aku ke toilet sebentar yaa. Kau tunggu lah disini..!" pinta Naruto.

"Iya" jawab Hinata

Naruto pun berjalan mencari toilet terdekat,

"Naruto-kun. Tinggal disini saja barang belanjaan kita" kata Hinata sebelum Naruto berjalan lebih jauh.

"Tidak apa-apa. Kau tunggu saja disitu!"

"Ummmm, ya sudah. Hati-hati yaa, jangan sampai tersesat, Naruto-kun"

"Kau mengejekku?" wajah Naruto berubah cemberut, namun bergitu dia tetap berjalan mencari toilet seorang diri. Memang Naruto itu sering buta arah, tapi kan dia punya Sennin Mode jika benar-benar tersesat untuk menemukan istrinya, Naruto yang sekarang tidak separah dahulu kebodohannya.

"Hihihiiiii,,,," Hinata terkikik pelan dengan satu tangan menutup mulutnya akibat wajah suaminya yang begitu lucu jika cemberut.

Tidak lebih dari 10 menit di toilet, Naruto kembali ke tempat Hinata menunggu. Membuat Hinata heran karena,

"Loh, Naruto-kun... Mana gaun dan sepatu milikku?" tanya Hinata ketika melihat Naruto kembali tanpa menenteng barang belanjaan satupun. Hanya tas punggung yang ia gunakan ke sekolah saja, yang dia gantung di bahu kanannya. Gaun indah dan sepatu mahal lebih penting bagi Hinata daripada keperluan makan di rumah, makanya itulah yang ditanyakan Hinata tadi.

"Eheheheeee,,," Naruto malah nyengir.

"Naruto-kun..!" kali ini Hinta berucap serius, dengan nada lebih tegas.

"Aku ke toilet dan membuat satu bunshin. Dia kusuruh pulang duluan dan membawakan barang belanjaan kita"

"Apa tidak apa-apa? Disini banyak orang dan ada CCTV"

"Tidak masalah, bunshinku juga menggunakan henge"

"Aa-,,," Hinata bingung mau menanggapi apa lagi, suaminya memang tidak bisa ditebak. Tidak pernah terpikir olehnya untuk memanfaatkan jutsu ninja untuk meringankan kegiatan sehari-hari selain untuk bertarung. Ternyata, jutsu milik suaminya selain hebat dan mengerikan, juga multifungsi dan serbaguna. Hinata tersenyum, "Ya sudah lah. Jadi, memangnya kita mau ngapain lagi setelah semua barang belanjaan kita dibawa oleh bunshinmu?"

Hinata itu orang yang peka, jadi dia menyadari bahwa ada suatu maksud yang tersembunyi dibalik apa yang dilakukan Naruto.

"Heheheeee,, kau memang paling mengerti aku, Hinata. Ummm,,, aku ingin kita kencan, seperti sebelum kita menikah dulu. Aku pernah dengar, di mall ini ada beberapa cafe bagus untuk tempat kencan. Jadi bagaimana?"

"Aa-,,," Hinata kembali tidak bisa bersuara. Dengan wajah memerah karena merona malu, dia perlahan mengangguk. Hinata tahu bahwa suaminya bukan tipe laki-laki romantis yang pandai merayu, tapi tindakan kecil seperti tadi saja, sudah membuat dirinya sangat bahagia.

"Nah, ayooo...!" Naruto bergegas menggenggam tangan Hinata, menariknya berjalan mencari cafe untuk bersantai berdua bersama istri tercinta.

Aaaaahhhh,,, pasangan suami istri ini tak ubahnya seperti pasangan anak remaja yang baru pertama kali pacaran.

Seteleh hampir dua jam menghabiskan waktu di cafe, sekedar menikmati minuman dan kue, dibarengi dengan senda gurau khas Naruto yang tidak pernah tidak bisa membuat Hinata tertawa, pasangan suami istri itu akhirnya memilih untuk pulang.

Masih didalam mall, Naruto tiba-tiba berhenti didepan sebuah apotek tipe franchise atau waralaba yang berada di dekat pintu keluar di lantai 1. Naruto diam memperhatikan sebuah poster, membaca apa yang tertulis didalamnya. Setelah membacanya sejenak, anehnya Naruto yang bodoh itu langsung paham kemudian senyum tidak jelas terukir dibibirnya.

"Hinata, ayo kita masuk dulu..!" ajak Naruto tiba-tiba.

Hinata mengikuti saja di belakang Naruto tanpa bertanya.

Setelah masuk, Naruto langsung mendekat pada salah satu pelayan wanita yang ada didalam sana. Pelayan yang kelihatan tiga tahun lebih muda dari Naruto, mungkin dia siswi kelas satu SMA yang kerja parttime.

"Anooo,, kalau kondom seperti yang ada di poster didepan tadi, di sebelah mana ya?" Naruto langsung bertanya saja, dengan suara yang cukup berisik, dia tidak ingin repot-repot mencarinya sendiri. Dia ingin segera pulang dan langsung mempraktekkannya.

Dengan alat kontrasepsi ini, dia tidak harus menghitung kalender dan menghindari masa subur Hinata jika ingin berhubungan badan. Dengan begitu Hinata tidak akan hamil selama misi mereka belum selesai, itulah kesepakatan yang mereka buat. Jadi tidak ada lagi masalah kalau ingin berhubungan badan kapanpun, muehheheeee. . . .

"Ah, mari ikuti saya" kata si pelayan.

Baru lima langkah berjalan, Naruto berhenti dan berbalik badan. Si pelayan tadi juga berhenti, dan Hinata yang dibelakang Naruto juga sama.

Naruto menatap empat ibu-ibu yang ada tidak jauh darinya. Telinga Naruto yang cukup peka bisa mendengar jelas apa yang dibicarakan ibu-ibu itu.

Ibu-ibu itu berbisik tentang betapa bobroknya moral anak muda jaman sekarang. Terang-terangan tanpa tahu malu membeli alat kontrasepsi, padahal masih sekolah. Buktinya saja kelihatan jelas dari Naruto dan Hinata yang mengenakan seragam Kuoh Gakuen. Seks bebas di kalangan pelajar Kuoh memang sudah lama merajalela, namun tidak sampai segininya juga kan? Terang-terangan menunjukkan sifat tak bermoralnya. Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut pada ibu-ibu itu.

Naruto mendekat pada kerumunan ibu-ibu dengan wajah yang dibuat sangar bak seorang pimpinan kelompok yakuza, membuat para ibu-ibu itu ketakutan. Lalu membukas tasnya dan mengambil sebuah dompet berwarna hijau dari dalam sana.

Ibu-ibu itu sontak heran, penampilan tidak jauh beda dengan yakuza tapi dompetnya kok berwarna hijau, bentuknya seperti katak lagi? Namun setelah Naruto mengeluarkan selembar foto dari dalam dompet itu, ibu-ibu itu pun jadi terdiam.

"Dia istri ku yang sah" kata Naruto sambil menunjuk Hinata. "Aku sudah menikah dengannya beberapa bulan lalu. Nih buktinya.."

Naruto memperlihatkan foto yang dipegangnya pada ibu-ibu itu. Foto pernikahannya dengan Hinata yang beruntung sempat di ambil dan dicetak walau dunia shinobi mengalami kiamat saat itu. Foto dimana Naruto dan Hinata berdiri berdampingan, menggunakan pakaian pengantin tradisional. Naruto menggunakan montsuki hitam lengkap dengan hakama dan haorinya, sedangkan Hinata mengenakan Shiromuku (kimono putih) beserta Tsuno Kakushi (semacam kerudung). Foto pernikahan dimana Naruto dan Hinata tampak sangat mempesona.

"Ahh,, maaf" kata salah satu dari ibu-ibu.

"Tidak masalah" kata Naruto, lalu pergi meninggalkan kerumunan ibu-ibu itu. Bersama Hinata dan pelayan yang menuntunnya kembali mencari barang yang ia inginkan yaitu,,,,, kondom.

Namun belum jauh Naruto berjalan, dia kembali mendengarkan bisikan tidak enak khas ibu-ibu. Isinya kurang lebih begini, kok bisa ya anak muda, masih SMA lagi, sudah menikah. Apa yang perempuan itu hamil diluar nikah?. Dan bisikan-bisikan bermakna sindiran semacamnya.

Naruto ingin sekali membor mulut para ibu-ibu itu dengan rasengan, biar bibirnya melar dan tidak bisa bicara yang tidak-tidak lagi. Lagipula apa salahnya dengan menikah muda? Dan Hinata tidak hamil diluar nikah. Dia tidak pernah melakukan lebih dari pegangan tangan dengan Hinata selama masa pacaran sebelum menikah saat di dunia shinobi dulu. Kalau ciuman, itu pun cuma sekali saja, saat kembali dari bulan.

Namun Naruto kali ini tidak meladeni para ibu-ibu itu, dia memilih bersabar. Tidak akan ada habisnya meladeni orang macam mereka.

Kini Naruto dan Hinata telah sampai di bagian rak yang menyediakan kondom, setelah di tuntun pelayan tadi.

"Nah, ini. Silahkan tuan pilih sendiri" kata pelayan wanita berumur 16 tahunan itu.

"Tunggu,,,!" kata Naruto, mencegah si pelayan yang hendak beranjak pergi. "Bisa kau terangkan padaku, banyak sekali jenis kondomnya, ini membuatku bingung. Sekalian ya, pilihkan yang menurutmu paling nyaman!" pinta Naruto.

"Aaa-,,," si gadis pelayan jadi malu, bingung harus berkata apa.

Gadis pelayan ini memang sudah tahu tentang macam-macam merk dari alat kontrasepsi yang satu ini setelah mendapat pelatihan dari pihak apotek, tapi kalau menjelaskannya langsung kepada pelanggan pria, tetap saja malu. Lagipula dia masih remaja 16 tahun, dan belum pernah menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan seks dan kontrasepsi. Dan lagi diminta memilihkan yang paling nyaman? Dia anak baik, dan dia sendiri saja tidak pernah berhubungan seks, apalagi sampai tahu bagaimana rasanya bermacam-macam merk kondom.

"..." Naruto menunggu si gadis pelayan bicara.

"Ya-yang ini, kondom konvensional. Seperti kon-kondom pada umumnya, ti-tidak ada kelebihan apapun." si pelayan akhirnya mencoba menjelaskan dengan segenap keberaniannya, menunjuk salah satu merk produk kondom. "Ka-kalau merk yang ini, ada ra-rasanya. Ada banyak rasa, a-ada rasa stroberi, melon, anggur, jeruk, coklat dan lainnya. Nah, kalau yang i-ini, bagian luarnya ber-ber-bergerigi. Ja-jadi a-a-akan terasa-aaa,,, meng-meng-menggeli,,,,tik." si gadis pelayan semakin malu menjelaskan macam-macam merek kondom tadi. Dia sendiri jadi ikut membayangkan bagaimana kalau nanti dia sudah bersuami dan memakai benda seperti itu.

"Hmmmm...", Naruto magut-magut. Otak mesumnya memikirkan bagaimana rasanya memakai kondom itu. Soalnya selama didunia shinobi dia tidak pernah menemukan selaput karet semacam itu. Jiraiya pun tidak pernah memberitahukan apapun tentang kondom selama dia berguru dengan Sannin mesum itu. Aaaarrhh,, kalau ada rasa buahnya, ada geriginya, Hinata pasti senang. Pikir Naruto nista.

"Oh iya, harganya bisa tuan lihat sendiri. Jadi silahkan pilih yang mana saja yang tuan inginkan"

"Oke... Hhhmm,,, kondom jenis lainnya ada lagi tidak?" Naruto mebayangkan apa ada jenis kondom yang lain lagi?, kondom yang lebih hebat, yang bisa menyala dalam gelap misalnya. Jadi kalau saat malam hari aliran listrik terhenti, lampu padam, Hinata tetap bisa mencari mainan kesukaannya dan kegiatan bisa tetap berlanjut, hohohoooo. . . .

Si pelayan menggeleng, "Hanya ini saja yang kami jual"

"Begitu ya. Jujur, aku belum pernah menggunakan kondom sebelumnya, jadi tolong jelaskan padaku juga ya, cara menggunakannya- IIttttaaaaaaaaiiiii...", tiba-tiba Naruto meringis kesakitan.

"Naruto-kun, cukup...! Kau tunggu diluar.!" perintah Hinata dengan suara pelan setelah mencubit pinggang suaminya, menghentikan pertanyaan memalukan dari mulut suaminya itu.

Bagaimanapun juga, Hinata sebagai perempuan yang sangat menjaga tata krama dan sopan santun, tentu sangat malu akibat tingkah Naruto yang bertindak tanpa berpikir, yang sungguh sangat memalukan ini. Masih Hinata lihat, disekitar mereka ada banyak orang yang memperhatikan kekonyolan suaminya. Sebagai perempuan keturunan ningrat bangsawan Hyuga, kelakuan suaminya sekarang sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Dan lagi, Hinata merasa kasihan pada pelayan wanita yang melayani permintaan Naruto. Lihat saja, gadis pelayan yang baru berumur 16 tahunan itu wajahnya sudah sangat merah, dari lubang hidung dan lubang telinganya sudah keluar asap. Jika Naruto tidak dihentikan, bisa-bisa pelayan itu pingsan ditempat.

"Eh?,, tap-"

"Tunggu diluar!, Aku bisa mengurusnya sendiri." ucap Hinata memotong perkataan Naruto, tidak peduli alasan apapun yang hendak diungkapkan suaminya.

"Ahh, baiklah. Jangan pasang tampang marah begitu dong, okey..."

"Iyaaa..." Hinata melunak,,,

Naruto berjalan keluar dari apotek, menunggu didepan pintu apotek itu. Tidak lama kemudian Hinata keluar dengan membawa sesuatu didalam kantong plastik ramah lingkungan.

"Jadi beli? Kau pilih yang mana?" tanya Naruto penasaran.

Naruto yakin istrinya pasti sudah tahu apa itu kondom setelah masuk kedalam tadi. Jadi Naruto ingin tahu bagaimana selera istrinya tentang kondom, hihihiiiiii. . . .

"Kau pilih yang rasa apa? Atau semua rasa kau beli untuk dicoba? Bergerigi atau tidak? Eh, tadi kalau tidak salah, ku lihat size (ukuran) kondomnya macam-macam. Ahh,,, tapi tidak masalah, kau pasti ingat 'ukuranku' kan?" lanjut Naruto lagi, semakin antusias, semakin nista.

Hinata semakin malu, bukan malu merona karena Naruto seperti biasanya, tapi malu pada orang-orang karena Naruto yang tidak tahu malu.

Tidak ingin meladeni pertanyaan suaminya, Hinata menunjukkan apa isi kantong plastik ditangannya.

"Eh? Apa itu? Botol kecil dan alat suntik? Tidak jadi beli kondom?" tanya Naruto bertubi-tubi.

"Ini alat kontrasespsi suntik, sekali suntik bisa untuk 1 bulan. Efektifitasnya sama dengan kondom yang kau inginkan untuk mencegah kehamilan. Mengerti?"

"Ohhh,, tapi kan kondom ada rasanya? Ada yang bergerigi lagi? Kau tidak mau mencoba yang seperti itu?"

"Ghhh..." Hinata geram dan ingin pertanyaan tadi harus jadi yang terakhir keluar dari mulut Naruto, jadi dengan tegas dia berucap, "Naruto-kun...! Aku hanya mau melahap penismu lalu memasukkannya kedalam vaginaku jika penismu itu dalam keadaan telanjang tanpa dihalangi selaput tipis berbahan karet yang bernama kondom. Kau paham hah?" blak-blakan panjang lebar tanpa terbata-bata sedikitpun.

Naruto cengo dengan mulut menganga dibuatnya, hingga dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hinata sampai mengeluarkan kata-kata vulgar, mana Hinata yang terkenal pemalu? Manaaaa. . . . ?

Tidak merasakah kau Naruto? Kau sendiri lah yang membuat istrimu kehilangan rasa malunya hari ini.

Sebenarnya dalam hati, Hinata sangat menyesalkan kejadian memalukan akibat kelakuan suaminya hari ini. Sejak masuk kedalam mall, Hinata sudah melihat apotek tadi dan membaca sekilas poster didepannya. Lalu saat ingin pulang, dia sengaja menuntun Naruto melewati pintu yang sama dengan saat masuk ke mall. Membuat Naruto secara tidak sengaja membaca poster didepan apotek dan berinisiatif untuk membeli alat kontrasepsi. Sehingga yang tampak memiliki ide untuk membeli alat kontrasepsi adalah Naruto. Itu lah rencana awal Hinata.

Hinata itu pada dasarnya pemalu, jadi dia tidak akan sanggup berbicara langsung pada Naruto tentang alat kontrasepsi. Pengaturan jadwal berhubungan seks dengan suaminya yang menyesuaikan siklus menstruasinya untuk menghindari masa subur, membuat Hinata merasa kekuarangan nafkah batin. Begini-begini, Hinata itu wanita normal, jadi wajar kalau ingin lebih. Apalagi dia masih dalam suasana pengantin baru yang belum sempat berbulan madu karena dunia shinobi sudah terlanjur kiamat. Hinata menginginkan belaian hangat dengan intesitas lebih sering dari suami yang sangat dicintainya. Dan alat kontrasepsi adalah solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya itu. Dari dunia shinobi juga ada alat kontrasepsi, tapi dia tidak bisa pulang ke Konoha sekarang, jadi lah dia mengajak Naruto ke mall. Itulah rencana brilian Hinata.

Namun apa yang terjadi sungguh diluar ekspektasi Hinata. Naruto, suaminya itu adalah seorang yang penuh kejutan. Dan dia harus terkejut, dan sekaligus malu, karena kelakuan Naruto yang tidak tahu malu didalam apotek tadi.

Baru tahu kan kau, Hinata? Rencana orang mesum itu tidak akan pernah berjalan mulus. Maka dari itulah, sebaiknya kurangi sifat mesummu itu, Uzumaki Hinata.

.

.

.

-Underworld. Gremory's Territory-

Sementara itu ditempat lain pada saat yang sama, tepatnya di basemen istana Gremory di mana terdapat aula latihan yang sangat luas, yang bisa dengan mudah dimasuki 10 stadion sepakbola sekaligus. Terdapat sesuatu yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, latih tanding perkenalan antara pemilik kekuatan Ddraig Sang Kaisar Naga Merah melawan seorang pewaris tahta keluarga Bael yang merupakan keluarga iblis terkuat dari 72 pilar Underworld. Sparing yang ditonton oleh Rias beserta seluruh budaknya. Saat ini peerage Rias sudah lengkap, bidak Rook yang terakhir sudah terisi dengan bergabungnya mantan Valkirie yang ditinggalkan oleh Odin, yaitu Rossweisse. Tidak ketinggalan pula maou terkuat, Sirzech Lucifer yang juga ikut menonton sparing ini.

[Welsh Dragon Balance Breaker!]

Cahaya merah menutupi tubuh pemuda bersurai coklat, hingga aura cahaya merah itu membentuk armor Boosted Gear Scale Mail. Issei, yang telah dalam mode balance breaker, membentangkan sayap naga dari punggungnya, menggunakana booster sampai maksimun dipunggung itu hingga terbang lurus kedepan, mempersiapkan tinju dalam satu serangan pada lawan yang berdiri didepannya.

Pemudai bersurai hitam, yang menjadi lawan Issei, tidak mengelak dari serangan itu, hingga

Braghhhh...

Suara memekakkan telinga tercipta dari tinju Issei yang mengenai wajah Sairaorg, pemuda bersurai hitam tadi.

Hanya ada kontak sekejap dari tinju tadi, Issei mengambil langkah mundur, membuat jarak dan memasang posisi bersiap menyerang lagi.

Sairaorg tidak menerima tanda-tanda luka apapun ditubuhnya. Dia lalu menunjuk bagian wajah yang dipukul Issei dan tersenyum. "Tinju yang bagus. Langsung menuju poin utama, tinju murni yang penuh hasrat kuat. Iblis normal pasti akan kalah sekejap oleh tinju itu, namun—"

Sairaorg menghilang dari posisinya dalam sekejap dan,

"—Aku bukan iblis biasa."

Suara dan tinju Sairaorg tiba-tiba datang dari belakang punggung Issei.

Brraaaggghh,,, Pyarrr...

Mengenai telak tubuh Issei hingga membuat armornya hancur sebagian.

Issei terlempar hingga membuat jarak yang cukup jauh dengan Sairaorg. Tampak Issei kesakitan, keseimbangannya untuk berdiri juga terganggu. Tak butuh waktu lama, armor Issei kembali pulih berkat Ddraig.

Sairaorg menampakkan senyum terkesan, "Hohooo, kau masih bisa berdiri. Tapiiiii yah, itu hanya tinju pembuka dariku"

Issei tampak sangat terkejut, hanya tinju pembuka dengan tangan kosong saja, Armor Balance Breaker Boosted Gear Scale Mail sampai remuk.

Masih dengan senyumannya, Sairaorg berucap "Aku punya tiga senjata. Tubuh yang terlatih kuat, kaki cepat, dan bela diri. Aku datanggggg. . . . ."

Sairaorg menghilang lagi dan dalam sekejap muncul dari arah samping Issei. Sairaorg melayangkan tinjunya, sedangkan Issei mundur kebelakang untuk menghindari tinju itu, namun

Krak...

Tinju Sairaorg hanya memukul udara, namun itu sudah cukup untuk membuat armor Issei rusak.

Tidak hanya sampai disitu, ledakan energi dari tinju tadi sampai menimbulkan retakan besar muncul di tengah basemen tempat latihan dan naik sampai ke dinding basemen istana gremory yang luar biasa luas.

"Mengagumkan" pujian dari mulut Issei terlontar secara alami untuk Sairaorg.

Bagi Issei dan Ddraig yang baru pertama kali bertemu Sairaorg, tentu hal tadi sangat mengejutkan.

Sairaorg, pria dari keluarga Bael itu telah melatih kekuatannya sampai maksimum. Pria dengan tipe kekuatan yang terus meningkatkan kekuatan serangannya lagi lagi dan lagi. Pria yang mengejar kekuatan penghancur murni dengan cara yang luar biasa ekstrim. Iblis yang terlahir dari keluarga Great King Bael yang merupakan keluarga terkuat dari 72 pilar, tanpa mewarisi Power of Destruction, tanpa memiliki apa apa selain tubuhnya. Dan satu satunya pilihan yang dia punya hanyalah berlatih dengan tubuhnya, namun itu sudah lebih dari cukup membuatnya sukses menjadi pewaris tahta.

"Jadi kau bisa mencapai level kekuatan ini melalui latihan?" tanya Issei.

"Aku hanya percaya pada tubuhku, itu saja."jawab Sairaorg enteng.

"Promotion ke [Rook]!"

Issei membuat deklarasi itu, berpromosi ke [Rook]. Dengan begitu, kekuatan serangan dan pertahanan Issei meningkat pesat.

"[Rook]?" Sairaorg menampakkan ekspresi heran, mungkin dia menyangka Issei akan berpromosi menjadi [Queen].

Namun keheranan itu tak lama, sebab Sairaorg telah menghilang lagi,

Issei mengirim kekuatan ke kaki dan memasuki posisi bertahan seolah kaki itu berakar ke lantai.

[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]

Memakai kekuatan Naga untuk meningkatkan pertahanan. Issei juga tak lupa menyalurkan kekuatan ke lengan kanan di saat yang sama,,

Crash...

Sairaorg muncul dari arah depan, dan meluncurkan tinju keras ke perut Issei.

Issei menerima telak pukulan itu, armornya rusak dibagian perut namun belum sepenuhnya hancur berkat promosi ke [Rook]. Mengincar pada jeda sekejap saat Sairaorg menarik mundur tinjunya, Issei sekali lagi mengirim tinju kuat dengan kekuatan penuhnya lurus ke wajah Sairaorg

Crash...

Sairaorg tak sempat mengelak dari serangan balik itu.

Sedikit darah segar keluar dari hidung Sairaorg, untuk kali ini pukulan Issei berhasil melukai pewaris tahta Keluarga Bael itu, namun di saat yang sama,

Uhhuuukkk...

Darah dalam jumlah lebih banyak dimuntahkan dari mulut Issei. Walaupun masih sanggup berdiri, namun luka yang diterima Issei akibat pukulan Sairaorg diperutnya tadi ternyata sangat parah.

Taktik sederhana yang dibuat Issei, bisa dikatakan cukup berhasil. Walaupun terluka, dia sudah bisa membuat serangan kritis pada Sairaorg. Ini saja sudah merupakan prestasi membanggakan bagi Issei. Promosi ke [Rook], membuat pertahanan terkuat untuk menerima serangan, lalu dalam sekejap mengalirkan kekuatan itu menjadi tinju super untuk serangan balik. Hasilnya, Sairaorg sampai mendapat luka.

Sairaorg menyeka darah di hidungnya dengan jarinya. Seolah kagum dari lubuk hatinya, dia tersenyum pada Issei, "Promosi ke [Rook] ya? Sepertinya itu bukan keputusan yang salah. Aku sudah memusatkan kekuatanku pada tinju itu. Serangan dan pertahananmu sangat hebat seperti [Rook]. Mungkin [Rook] yang terspesialisasi dalam serangan dan pertahanan, lebih cocok untuk tipe kekuatan sepertimu, ketimbang [Queen] yang serba bisa"

"Aaa,,," Issei tampak malu mendapat pujian dari Sairaorg.

"Melawanmu juga membuatku senang. Tinjumu sangat bagus. Sudah lama sekali sejak aku dipukul sampai mimisan begini. Menghadapi tipe yang sama denganku adalah yang membuatku paling bahagia. Tinjumu pasti sudah sangat terlatih. Itu sesuatu yang hanya bisa dipahami setelah terpukul. Nah ayo, cobalah pukul aku dengan segenap kekuatanmu sekali lagi. Bukankah itu alasan kau masih berdiri dihadapanku hingga saat ini?" tantang Sairaorg tanpa melepas senyum dibibirnya.

Issei tampak terpana oleh senyum kharismatik Sairaorg. Apa mungkin mungkin Issei akan mengambil jalan menyimpang? Aaaaahh, tapi itu tidak mungkin karena dia selalu berkoar-koar tentang impiannya menjadi Hareem-King. Atau Issei ingin menargetkan Sairaorg kedalam list haremnya nanti? Siapa yang tahu.

Issei kembali mengacungkan tinjunya dan memasang posisi. Armor diperutnya sudah pulih

"Kemarilah, Hyodou Issei! Fokuslah untuk mengalahkanku! Tunjukkan padaku kekuatan Sang Kaisar Naga Merah!"

"Oke, aku datang!" teriak Issei.

"Cukuppp..!" suara teriakan. Asia pelakunya, dia memasang wajah khawatir. "Issei-san, kau sudah terluka. Jangan diteruskan lagi" pinta Asia pada Issei.

"Sekiryuutei, mari kita lanjutkan lain kali" belum sempat Issei menjawab, Sairaorg lebih dahulu memutuskannya.

"Aku masih bisa bertarung." protes Issei.

"Semangatmu hebat. Aku juga masih bisa bertarung, tapi kalau ini berlanjut, aku takkan bisa menghentikan diriku. Aku akan bertarung sampai pukulan terakhir. Aku tidak ingin itu karena bukankah sekarang kau sedang dalam proses membangkitkan sesuatu di dalam dirimu?"

Seperti kata Sairaorg, Issei sedang berusaha menyelami kedalam kesadaran Boosted Gear untuk meningkatkan kemampuannya. Selain itu, dengan setting khusus yang telah dibuat Ajuka pada evil piece ditubuh Issei yang dilakukan saat menjalani latihan di underworld bersama Tannin selama satu setengah bulan, tentu menjadi tambahan yang tak kalah penting.

Sairaorg kembali berucap, "Mari menunggu setelah kau menyelesaikan kebangkitanmu. Bertarunglah dalam kondisi terbaikmu. Itulah pertarungan yang kuinginkan dengan Sekiryuutei. Datanglah dengan semua yang kau miliki, dan aku akan mengalahkanmu dengan segenap kekuatanku."

Meninggalkan kata-kata itu, Sairaorg minta diri dengan Sirzechs yang juga ikut menonton sparing bersama Rias dan seluruh budaknya, lalu Sairaorg pun pergi.

Ketegangan pertarungan telah usai sehingga Issei pun melepaskan armornya. Sirzechs menghampiri Issei lalu berkata.

"Ngomong-ngomong di pertarungan tadi, Sairaorg-kun sudah memasang sihir untuk memberi beban berat di kedua tangan dan kakinya."

Apa yang dikatakan Sirzech membuat Isser terkejut, namun sekaligus tampak senang.

Sirzech terus melanjutkan, "Dia sudah mencapai level [King] berpengalaman dalam Rating Game. Dia juga sudah menghentikan aktivitas teroris dari Khaos Brigade beberapa kali. Namun, Issei-kun juga hebat karena menjadi satu dari sedikit orang yang bertarung melawan Sairaorg tanpa kehilangan hasrat bertarungnya. Seringkali terjadi kasus dimana lawan Sairaorg kehilangan hasrat bertarung mereka sama sekali. Mendapati kekuatan Iblis berharga mereka tak berguna menghadapinya, para Iblis penuh kebanggaan ini menerima pukulan berat pada kepercayaan diri mereka saat dikalahkan hanya dengan tubuh fisik. para Iblis Kelas Tinggi memiliki harga diri tinggi, namun akan sulit untuk pulih kembali setelah dihadapkan pada kekalahan."

"Aku,,,,,, pasti akan mengalahkannya nanti" ucap Issei yakin.

"Berusahalah, aku juga yakin pada dirimu"

Kemudian Sirzech pun meninggalkan basemen tempat sparing tadi.

.

Beralih ketempat lain tidak lama setelah sparing tadi, masih dibangungn yang sama yakni Istana Keluarga Gremory. Sebuah ruangan mewah dengan desain interior ala ruangan raja-raja dari Benua Eropa abad pertengahan.

Pintu ruangan itu terbuka, terlihat pria rupawan berambut merah masuk kedalamnya, lalu duduk di salah satu kursi mewah yang ada disana.

"Maaf membuatmu menunggu, Sairaorg-kun" kata si pria berambut merah pada seorang pemuda yang lebih dahulu ada diruangan itu.

"Tidak masalah, Sirzech-sama" sahut Sairaorg, berdiri dari posisi duduknya sebagai tanda hormat, dan kemudian duduk kembali.

"Jadi, bagaimana perasaanmu sekarang?"

"Aku senang, Sekiryutei itu memiliki potensi besar untuk menjadi iblis yang sangat kuat. Aku senang bisa beradu tinju dengannya tadi"

"Bukan itu, kau tahu maksudku kan?"

"Aku sudah baik-baik saja. Setelah menjalani rehabilitasi mental selama satu setengah bulan, ku rasa aku sekarang sudah benar-benar sembuh" jawab Sairaorg dengan ekspresi serius.

Sairaorg memang senang dengan perkembangan Sekiryutei hingga sudah mampu mengalahkan Loki, tapi lain urusannya jika menyangkut hal itu. Hal paling memalukan yang pernah menimpanya selama dia hidup, dari seseorang bernama, Uchiha Sasuke.

"Aku sudah melihat langsung laki-laki bermata aneh yang menjadi lawanmu. Seperti yang pernah kau katakan, mata miliknya seakan membawa derita kutukan yang sangat mengerikan pada siapapun lawannya" kata Sirzech, mengingat lagi pengalamannya ketika pertemuan besar pemimpin tiga fraksi yang dia ikuti, di intervensi oleh Konoha.

"Ya, dan pertemuan selanjutnya, aku pasti akan mengalahkannya" sahut Sairaorg dengan nada yakin penuh optimisme.

"Hmmm,,, jadi apa kau kesini hanya untuk menyapa Sekiryutei saja?"

"Tentu saja tidak. Aku telah membaca laporan yang menuliskan semua yang sudah kita ketahui tentang Konoha. Apa dan siapa mereka, serta bagaimana mereka memposisikan diri mereka diantara kaum kita. Aku tidak menyangka ada sekumpulan manusia yang berani berbuat seperti itu dihadapan para pemimpin tiga fraksi besar"

"Begitulah. Mereka semua yakin dengan kekuatan yang mereka miliki, bahkan pemimpin mereka, Hokage Keenam Hatake Kakashi sampai berucap tidak takut jika berperang dengan aliansi tiga fraksi. Jadi apa yang sebenarnya kau inginkan, Sairaorg-kun?"

"Aku sudah mendengar bahwa aliansi membentuk tim yang bertujuan untuk menjalin komunikasi dengan Konoha. Aku ingin menjadi bagian dari tim itu" pinta Sairaorg.

"Huuuhh,,,, sudah kuduga akan seperti ini. Karena itulah, aku sudah menyiapkan posisi kosong khusus untukmu di tim itu"

"Terima kasih, Sirzech-sama"

"Jadi, kau masuk tim itu hanya ingin berhadapan dengan Uchiha Sasuke sekali lagi?"

"Seperti apapun Konoha nantinya, baik akan menjadi musuh atau sekutu kita, aku tidak terlalu peduli. Keinginanku terbesarku saat ini adalah untuk bertemu dan melawan Uchiha Sasuke, untuk menghilangkan rasa malu yang kutanggung sekarang ini secepatnya"

"Baiklah, aku mengerti keinginanmu. Aku akan memberitahumu kondisinya sekarang. Tim itu telah dibentuk sejak satu minggu setelah kesepakatan aliansi tiga fraksi terbentuk. Tujuan utamanya adalah menjalin komunikasi dengan Konoha. Aliansi baru saja terbentuk, masih rentan akan ancaman serangan musuh. Karena itulah, kita harus memastikan mereka tidak melakukan sesuatu yang bisa merusak aliansi dengan cara berkomunikasi langsung dengan mereka."

"Bukannya itu tidak perlu?, pemimpin mereka kan berjanji tidak akan melakukan apapun asal mereka tidak terusik?"

"Memang, tapi kita tidak bisa mempercayai ucapannya begitu saja sebelum memastikannya sendiri. Nada ucapan Hatake Kakashi seperti tidak menginginkan eksistensi kita, atau bisa dianggap dia membenci eksistensi kita. Karena itulah aku tidak bisa melepas kewaspadaanku. Namun sampai saat ini, usaha itu tidak membuahkan hasil. Mereka sangat hebat bersembunyi dan tidak pernah keluar walau dipancing dengan cara apapun. Kita tidak bisa lagi menelurusi jejak-jejak keberadaan mereka dulu untuk mencari tempat persembunyiannya. Melakukan hal itu sama saja kita memulai masalah, Hokage Keenam itu sudah memperingatkan agar kita berhenti mencari mereka, dia tidak akan segan-segan bertindak jika kita masih bersikeras mencari mereka. Oleh karena itulah, tim itu mencoba cara lain, yaitu dengan mengirimkan sinyal-sinyal komunikasi kepada Konoha diseluruh Jepang, lebih khusus di Kuoh sebab terakhir kali kegiatan mereka terdeteksi ada di kota itu. Namun sampai sekarang mereka tidak memberikan respon, sehingga hal ini malah menambah kecurigaanku kalau mereka akan melakukan sesuatu yang buruk"

"Kau benar Sirzech-sama. Tapi tujuan dibentuknya tim ini bukan hanya itu saja kan"

"Tepat sekali, untuk menghindari bahaya dan meminimalisir kerugian dari ancaman perang, tim ini juga bertujuan untuk mengobservasi Konoha, mencari tahu siapa saja orang penting dalam struktur organisasi mereka dan seberapa kuat kekuatan tempur militer mereka"

"Pertanyaan terakhirku, siap pemimpin tim ini"

"Salah seorang Brave Saint terkuat, sang Joker, seseorang yang sangat kharismatik di kalangan fraksi malaikat dan karena prestasinya lah dia dipercayakan sebagai pemimpin tim ini"

"Hmmm, dia ya"

"Ya, Dulio Gesualdo"

.

.

.

To be Continued...

.

Note : Nih, Sairaorg Bael muncul lagi. Setelah kemunculannya yang pertama kali di chapter 15, dia lenyap dari cerita dan baru muncul lagi di chapter 30 ini. Lalu ada nama baru, pasti banyak yang tahu kan tentang Dulio Gesualdo.

Ku rasa sebagai awalan untuk konflik, berita tentang tim bentukan aliansi untuk menangani Konoha sudah cukup sebagai pembuka. Dan masih belum tahu juga sampai saat ini, siapa sebenarnya yang jahat maupun yang baik. Lalu bagaimana hubungan Konoha-Aliansi nanti, dari kejadian saat di Kuoh serta respon aliansi dengan membentuk tim yang di pimpin Dulio, ku kira sudah bisa ditebak bagaimana nanti hubungan mereka.

Oh iya, gimana adegan asem manis NaruHina yang masih serasa pengantin baru diatas? Heheheeee, seperti biasa sebelum konflik memanas, aku ingin membuat penyegar pikiran dahulu. Semoga saja feel humornya dapet.

Jadi begini, aku punya pemikiran kalau orang-orang disekeliling Naruto itu hampir semuanya "mesum". Sudah tahu tentang Jiraiya dan Kakashi dengan kegiatan rutin mereka kan? Tsunade pun walau dia tidak pernah menunjukkan sisi mesum, tapi dia seringkali menjerumuskan banyak pria kedalam jalan kemesuman karena penampilannya. Mungkin hanya Iruka saja, guru Naruto yang normal. Kemudia Sakura, dia yang sering kali membandingkan ukuran dada dan tergila-gila pada Sasuke, pasti sering berfantasi di kamar mandi membayangkan melakukannya dengan Sasuke. Lalu, Sasuke yang wajah datar dan dingin itu, tampak seperti wajah penganut aliran BDSM.

Nah, karena orang-orang terdekat Naruto menurutku pervert semua, sekalian aja Hinata juga ku buat begitu. Gpp kan? Sekali-sekali Hinata-hime dibuat nista. Lagian aku kan boleh sesukaku di fic aku sendiri, Fhuahhahahaaa...

Ulasan Review :

Ada yang nanya, di fic ini NaruHina tokoh utama kan? Kenapa jadi support melulu?,,,,, Belum aja, itu ada saatnya nanti. Misal jika hanya untuk melawan Loki Naru menggunakan semua kemampuannya, bagaimana nanti jika menghadapi musuh yang jauh lebih kuat dari Loki, apa dengan kemampuan yang sama, Naru bisa mengalahkan musuh itu juga? Kan aneh, dan hal seperti itu nanti malah akan membuat cerita kurang logis dan tidak realistis.

Lalu, iya, idenditas NaruHina semakin dicurigai para makhluk supranatural. kamudian menyinggung Caocao,,, NaruHina pasti bertemu dengan kelompok itu, bahkan Sasuke sebagai bagian dari Konoha mungkin akan bentrok dengan Hero Faction yang dipimpin Caocao.

Hinata ga terlalu kuat, cuma perasaan sebagian kalian saja kalau merasa Hinata lebih kuat dari Naru. Sehebat apapun doujutsu The True Tenseigan, tapi fisik Hinata itu lemah, staminanya kecil, dan chakranya tidak banyak. Kalau bertarung, Hinata pasti ga bisa bertarung lama-lama seperti Naru yang sanggup bertarung hingga berhari-hari 'tanpa makan' di PDS4. Jadi kalaupun nanti Hinata bertarung sendiri, dia akan bertarung dengan taktik jitu yang menjatuhkan musuh dalam satu serangan mematikan ke sumber kehidupan musuh. Sisanya, Hinata akan mengambil posisi support untuk Naru, sudah tugas istri membantu suami 'kan?

Naru ga bisa mukoton di fic ini, itu kekkei genkai, dan walau ada 9 bijuu dengan bermacam elemen, tapi ga ada satupun biju yang memiliki chakra elemen kayu kan?

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.