Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 4 Maret 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . .
"Tapi tujuan dibentuknya tim ini bukan hanya itu saja kan"
"Tepat sekali, untuk menghindari bahaya dan meminimalisir kerugian dari ancaman perang, tim ini juga bertujuan untuk mengobservasi Konoha, mencari tahu siapa saja orang penting dalam struktur organisasi mereka dan seberapa kuat kekuatan tempur militer mereka"
"Pertanyaan terakhirku, siapa pemimpin tim ini?"
"Salah seorang Brave Saint terkuat, sang Joker, seseorang yang sangat kharismatik di kalangan fraksi malaikat dan karena prestasinya lah dia dipercayakan sebagai pemimpin tim ini"
"Hmmm, dia ya..."
"Ya, Dulio Gesualdo"
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 30. Big Secret, Konflik Besar di Mulai.
- Kuoh City -
Kouh Gakuen, adalah akademi yang jenjang pendidikannya setingkat SMA dan merupakan salah satu akademi bertaraf internasional dengan akreditasi terbaik di Jepang. Tidak sedikit jumlah pelajar yang menimba ilmu disana. Kebanyakan adalah pelajar perempuan karena sekali lagi diingatkan bahwa akademi ini dulunya adalah sekolah khusus perempuan yang baru beberapa tahun ini saja menjadi sekolah campuran.
Waktu istirahat menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi. Waktu dimana sejenak mereka dapat melepas penat dari kegiatan belajar mengajar yang menguras tenaga dan pikiran serta membuat otak siswa-siswi itu berada dibawah tekanan. Melepas penat sembari bercada tawa dan bersenda gurau dengan sahabat dan teman-teman dekat merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari waktu istirahat. Selain itu, ada juga yang sibuk dengan hobi masing-masing, baik yang dilakukan sendiri-sendiri maupun berkelompok.
Ada perkumpulan anak alay pengidap chuunibyo yang tidak sembuh-sembuh padahal sudah SMA. Adapula perkumpulan para otaku yang bahasannya tidak jauh-jauh dari dunia 2D. Kemudian para calon hikikomori yang tampak asik dalam dunianya sendiri dengan gadget-gadget yang tidak pernah lepas dari tangan mereka. Dan yang paling buruk adalah perkumpulan orang-orang mesum, di Kuoh Gakuen ada tiga orang siswa yang dijuluki 'Trio Mesum' dengan rutinitas kegiatan bejat yang setiap hari mereka lakukan. Apalagi kalau bukan mengintip para siswi ganti pakaian?
Dan waktu istirahat tentu menjadi waktu favorit, salah satunya karena hanya pada waktu itu para siswa dan siswi bisa mengisi perut mereka yang keroncongan setelah belajar sejak pagi. Ada yang ke kantin, adapula yang membawa bekal makanan sendiri. Nah, untuk yang membawa bekal makanan sendiri dari rumah, contohnya adalah empat orang ini, yang sedang menikmati bento rumahan di taman belakang Kuoh Gakuen. Taman belakang yang hawanya sangat sejuk walau siang sudah terik karena ada banyak pohon-pohon rindang di taman itu.
Di dalam kotak bento paling besar yang diletakkan ditengah-tengah tikar, diantara empat orang yang makan siang, ada satu potong hotdog lezat menggiurkan yang siap disantap.
Greppp...
Hotdog tadi dipegang oleh dua tangan dari dua orang yang berbeda. Anggap saja makanan itu jadi rebutan,
"Naruto senpai, ini milikku" kata seorang gadis mungil berambut putih, dengan nada bicara yang datar tentunya.
"Ahahahaaa,,,, Koneko-chan. Kau sudah makan 3 potong hotdog. Jadi yang terakhir ini untukku yah!" pinta Naruto.
"Tidak"
"Koneko-chan"
"Tidak..."
"Koneko-chan..."
"Hn"
'Gh, ini anak gayanya sudah kayak Si Teme' Naruto jadi kesal sendiri.
Hari ini adalah pertama kalinya Hinata, istrinya tercinta, membuatkan hotdog untuknya. Katanya itu makanan favorit orang barat dan Naruto ingin mencobanya. Jadi, pagi-pagi tadi sebelum berangkat sekolah, Hinata membuatkan hotdog. 4 potong hotdog, namun karena Naruto agak telat datang ke taman belakang, jadi 3 potong sudah dihabiskan oleh Koneko lebih dahulu.
Naruto dan Hinata hampir tidak pernah makan dikantin karena Hinata selalu membuat bento. Sekarang ini tidak hanya mereka berdua saja yang makan, Koneko juga ikut. Yah, Nekoshou yang satu ini memang suka sekali makan-makan, dan sejak Koneko mencicipi makanan buatan Hinata, dia hampir tidak pernah absen saat istirahat untuk makan bento bersama Naruto dan Hinata.
Kotak bento milik Koneko sendiri baru sedikit berkurang, sedangkan jatah Naruto sudah berkurang banyak karena diserobot oleh Koneko. Masih dengan tangan memegang hotdog, rebutan, Naruto berusaha sabar dan tersenyum, plus nyengir,
"Ummm,,, Koneko-chan. Bagaimana kalau kau makan sandwich ini saja, hotdognya buatku?" tawar Naruto sambil menyodorkan sandwich terakhirnya.
". . . . ." Koneko tampak diam berpikir. Selain hotdog, sandwich juga makanan favorit Koneko.
"Bagaimana?" Naruto menyeringai melihat Koneko yang kebingungan.
Koneko melepaskan hotdog yang dia perebutkan, mengambil sandwich yang ditawarkan Naruto dan langsung melahapnya.
"Pilihan bagus Koneko-chan" kata Naruto senang setelah mendapatkan hotdog yang dia inginkan.
Naruto mengarahkan hotdog itu ke mulutnya,,,,
Happpp,,,
"Nyamnyamnyaaammmmm..."
Hotdog itupun berakhir di perut, bukan berakhir di perut Naruto namun,,
"Tomoe-chaaaaaannnn... Kau kouhai kurang ajar...!" teriak Naruto kesal.
Ya, Tomoe lah orang keempat yang juga hampir tidak pernah absen jika Naruto dan Hinata sedang makan bento saat istirahat.
glukk,,,
Tomoe menelan hotdog yang telah selesai dia kunyah, lalu bersendawa. "Eeiitt,, jangan kasar pada kouhaimu sendiri loh, Naruto senpai. Apalagi kouhainya gadis manis dan imut kayak aku, tehe..."
"Cih,, manis dan imut darimana coba, dasar kebanyakan mengkhayal?" Naruto jadi makin kesal.
"Heh,, aku ini imut loh. Coba Naruto senpai tatap aku!"
Naruto bergeming, tidak sedikitpun mau menatap Tomoe karena sudah terlanjur kesal. Sandwich hilang, hotdog pun tak dapat. Tadi dia hanya sempat makan satu onigiri pula. Naruto masih lapar.
"Naruto senpaaai...!" panggil Tomoe manja.
"Cih..."
Tomoe beralih pada Hinata yang sejak tadi tenang-tenang saja, "Hinata senpai. Aku ini imut kan?"
"Iyaaa, Tomoe-chan imut kok"
"..." tiba-tiba Koneko memandang Hinata intens.
"Aaah,, Koneko-chan juga imut" kata Hinata lagi.
"Hinata, jangan memanjakan mereka. Nanti dua kouhai ini makin kurang ajar" seru Naruto tidak terima.
"Sudahlah Naruto-kun, jangan bertingkah kekanakkan begitu. Nanti dirumah aku buatkan hotdog lagi, atau kau mau ramen juga sekalian?"
"Benarkah?" raut muka Naruto berubah cerah karena kata 'ramen', "Heheeee, kau memang yang terbaik, Hinata" puji Naruto.
"Ahh,,, ummm..." Hinata merona, pipinya memerah, tanda dia sedang malu-malu karena Naruto.
"Hinata-senpai aneh, kenapa bisa jadi merona malu-malu begitu?" celetuk Tomoe yang duduk di samping Hinata.
"Dia memang selalu seperti itu, Tomoe-chan" kata Naruto menjawab celetukan hati Tomoe. Dia lalu menatap Koneko, kali ini dengan tatapan sedikit lebih serius, "Heiii, Koneko-chan. Bagaimana perkembangan latihanmu?"
"Bagus kok, saran-saran yang diberikan senpai sangat berguna untukku. Cara lain pengolahan senjutsu yang senpai ajarkan padaku membuat variasi teknikku bertambah."
"Ah ya, baguslah. Aku juga sudah bisa sedikit menggunakan teknik senjutsu yang diaplikasikan oleh para youkai nekomata sepertimu"
Naruto dan Koneko, sejak keduanya saling mengetahui sebagai sesama pengguna senjutsu, mereka jadi sering berinteraksi dan bertukar pikiran. Naruto memberitahukan bagaimana teknik senjutsunya dan sebaliknya begitupula dengan Koneko.
Koneko mempelajari bagaimana pengaplikasian senjutsu yang digunakan Naruto. Cara pengumpulan senjutsunya memang berbeda jauh dimana Naruto mengikuti ajaran pertapa katak, sedangkan Koneko seperti keadaan dirinya yang merupakan youkai nekomata. Setelah Koneko mempelajari cara pengolahan senjutsu ditubuh Naruto yang ternyata lebih baik daripada pengolahan senjutsu nekomata kebanyakan, dia bisa memanfaatkannya untuk memperkuat ketahanan, kekuatan, kecepatan, serta stamina tubuhnya menjadi lebih besar daripada senjutsu nekomata pada umumnya.
Selain itu, dengan beberapa trik yang diajarkan Naruto, Koneko juga sudah bisa membuat pelepasan senjutsu penghancur yang terkonsentrasi pada setiap tinjunya. Tinju itu akan tampak seperti pukulan tenaga dalam atau pukulan hantu yang mampu merambat pada ruang hampa, udara, maupun material padat sekeras apapun sehingga sanggup merusak struktur materi yang dilalui dan menjadi targetnya. Pukulan ini juga mampu mementalkan serangan fisik yang di arahkan pada penggunanya. Contohnya saja tembakan peluru meriam, dapat dikembalikan dengan mudah hanya dengan satu pukulan ini.
Pukulan jenis ini adalah teknik pukulan tertinggi pengguna senjutsu, yang dikembangkan oleh Naruto lebih jauh daripada saat dia memukul salah satu Pein dengan pukulan hantu saat di Konoha dahulu hingga K.O. Serta memiliki tingkat kerusakan yang jauh lebih parah daripada pukulan senjutsu Koneko yang menembus kedalam tubuh musuh hingga mencapai sumber kehidupannya.
Pukulan ini Naruto buat terinspirasi dari teknik Kaguya Ootsutsuki saat bertarung dengannya dahulu. Teknik Yasogami Kugeki (Eighty Gods Vacuum Attack), yang mampu meratakan gunung tinggi maupun menenggelamkan pulau besar hanya dengan Kaguya mengarahkan telapak tangannya. Bahkan Naruto belum sanggup mengimbangi pukulan itu menggunakan kekuatan bijuu dalam Senjutsu Rikudou Mode ketika bertarung dengan Kaguya. Susano'o sempurna milik Sasuke pun juga hancur karena menerima pukulan itu.
Naruto mampu membuat varian Yasogami Kugeki versi miliknya dalam sennin mode, yang dampaknya jauh lebih kecil namun itu sudah lebih dari cukup untuk meng.K.O iblis menengah keatas (High-middle Class) dalam sekali pukul. Koneko juga sudah mulai bisa menggunakan varian ini berkat di ajari oleh Naruto. Aaahhh,,, seandainya Naruto membuat pukulan ini dalam Senjutsu Rikudou Mode, dengan satu kali pukul pasti lebih dari cukup untuk meruntuhkan Istana Gremory yang luar biasa besar hingga sebagian wilayahnya maupun kastil Hades di Neraka berikut dengan seluruh pasukan Grim Reapernya.
Dan terakhir, Koneko mampu merasakan hawa keberadaan makhluk hidup di sekitar jauh lebih baik setelah menerapkan teknik senjutsu milik Naruto pada dirinya, namun dia tetap tidak bisa merasakan peringatan ancaman bahaya dalam cakupan luas sebagaimana sennin mode Naruto. Mungkin bagian ini memang menjadi ciri khas senjutsu katak sehingga Koneko tidak bisa mencapainya.
Begitupun dengan Naruto, dia juga mempelajari pengaplikasian teknik senjutsu milik Koneko. Yang paling menarik bagi Naruto adalah teknik penyembuhan dengan senjutsu. Dia memang memiliki teknik penyembuhan yang luar biasa dengan Senjutsu Rikudou dimana dia pernah menyelamatkan Maito Gai yang hampir kehilangan detak jantungnya dan mengembalikan mata Hatake Kakashi seperti semula setelah sharingannya diambil Uchiha Madara. Tapi Naruto tidak bisa seenaknya menggunakan kekuatan Senjutsu Rikudou ditempat ini. Kekuatan itu hanya akan dia gunakan jika dalam keadaan genting.
Dengan teknik senjutsu yang diajarkan Koneko, Naruto bisa memulihkan luka luar seseorang dengan cara mengalirkan energi senjutsu melewati kontak fisik. Kontak fisik yang lebih banyak dan lebih lama diperlukan agar penyembuhannya lebih baik. Karena itulah, Naruto berpikir akan risih menggunakan teknik ini terutama pada laki-laki, dia tidak mau disangka homo. Lalu teknik penyembuhan tertinggi youkai nekomata dengan senjutsu, yang disebut dengan teknik Bouchujutsu. Teknik yang tidak akan pernah Naruto gunakan pada orang lain selain Hinata. Ya, itu pasti dan harus.
Teknik Bouchujutsu adalah teknik penyembuhan dengan memberikan aliran energi senjutsu melalui hubungan seks. Biasanya teknik ini digunakan oleh nekomata betina untuk pejantannya. Setelah menelaahnya dan mempelajari itu untuk diterapkan pada senjutsu katak, Naruto merasa yakin bahwa dia juga mampu melakukan teknik ini. Namun begitulah, satu-satunya orang yang dapat Naruto sembuhkan dengan teknik bouchujutsu ini hanyalah istrinya sendiri, Uzumaki Hinata.
Naruto tidak mempelajari bagaimana cara kerja Nekomata mengumpulkan senjutsu, dan juga Koneko pun tidak perlu bertapa untuk mengumpulkan senjutsu seperti Naruto. Pada intinya, hanya berbagi pengetahuan tentang pengaplikasian senjutsu dan teknik-teknik khusus senjutsu saja, bukan cara memperoleh senjutsu atau energi alam karena Naruto dan Koneko adalah makhluk hidup dari dua jenis ras yang berbeda. Inilah hubungan saling menguntungkan antara Naruto dan Koneko.
Dan begitulah, hubungan baik antara Naruto dan Koneko terbentuk. Berawal dari sharing, berbagi ilmu dan kadang berlatih bersama, hingga sekarang bisa seakrab ini.
"Tapi, Naruto senpai. Penguasaanku pada teknik pukulan senjutsu yang kau ajarkan padaku masih jauh dari kata sempurna" kata Koneko.
pukpukpukk...
Naruto menepuk kepala Koneko pelan lalu mengelus rambutnya, "Sudah lah,,, asal kau berusaha keras dan berlatih dengan giat, kau pasti bisa menyempurnakannya dan menjadikan itu sebagai ciri khas teknikmu sendiri" kata Naruto dengan senyuman khasnya.
Koneko merona karena perlakuan lembut Naruto, "Um,,, terima kasih senpai. Kalau begitu aku permisi dulu. Jam istirahat sudah hampir habis."
"Iyaaa. . . . ."
Koneko pun segera beranjak pergi. Waktu istirahat yang sudah hampir habis memang benar adanya, namun sepertinya bukan itu saja alasan Koneko yang ingin segera pergi, mungkin karena tidak tahan berlama-lama menerima perlakuan manis dari Naruto.
"Nee, Naruto senpai. Aku juga ingin kembali ke kelas" kata Tomoe setelah Koneko tidak kelihatan lagi.
"Ya sudah, sana gih..!" kata Naruto dengan nada mengusir.
". . . . . ."
"Apalagi?"
". . . . . ." Tomoe tidak menjawab, hanya sedikit menundukkan kepalanya.
"Apa? Kau mau minta aku mengelus kepalamu juga?"
"Nah,,,, itu kau paham senpai"
"Cuih,, aku tidak sudi melakukannya pada orang yang mencuri hotdogku"
"Hikss, hiksss... Hueeeeeee... Hinata senpai, Naruto senpai jahat padaku" rengek Tomoe pada Hinata.
"Cupcupcupppp,, sudah ya Tomoe-chan. Jangan pedulikan Naruto-kun! Sebaiknya kau segera ke kelas, nanti terlambat dan di marahi Kaichou" Hinata lah yang menenangkan Tomoe dengan mengelus-ngelus kepalanya.
"Iya deh, kalau begitu aku permisi. Dadah Hinata senpai" kata Tomoe lalu berdiri, menatap Naruto dengan wajah merengut lalu pergi menjauh.
"Huuuuhhh,, semoga saja kalau nanti kita punya anak, tingkahnya tidak seperti Tomoe-chan ya, Hinata"
"Aah euhh,,,, jangan mikir punya anak dulu Naruto-kun. Misi kita belum selesai" sifat pemalu Hinata kembali kambuh karena keinginan suaminya.
"Misi kita pasti selesai, dan kita akan segera punya anak setelah itu"
"Ah ya-yaaa..." Hinata jadi gagap melihat kesungguhan Naruto yang ingin punya anak. "Kalau begitu, ayo kita pergi ke kelas"
"Tidak usah, disini saja. Lagipula setelah ini guru sejarah Jepang kan yang mengajar? Katanya beliau ada diklat di luar kota jadi tidak bisa masuk" pinta Naruto.
"Baiklah"
Keduanya pun dengan khidmat menikmati kebersamaan berdua di taman belakang, di bawah rindangnya pohon mahoni. Tiba-tiba Hinata buka suara,
"Nee, Naruto-kun"
"Ada apa Hinata?"
"Ini tentang artefak yang kita cari didunia ini"
"Kau sudah tahu letaknya?"
"Belum... Sebanyak apapun aku mempelajari susunan dunia ini, tapi tidak sedikitpun mendapat pencerahan."
"Kenapa memangnya? Coba kau jelaskan padaku masalah yang kau hadapi" pinta Naruto.
"Begini. Aku sudah mempelajari susunan dunia ini dari informasi yang diberikan Sona-san. Apa yang dia beritahukan padaku dan dari buku-buku di perpustakaan keluarganya. Setelah ku pelajari, ternyata susunan dunia ini sangat kompleks, berbeda jauh dengan dunia kita. Sistem tata dimensi ruang di dunia ini tersusun paralel dengan menggunakan satu sistem waktu universal dimana semua dimensi ruang berjalan dalam arah dan kecepatan waktu yang sama"
"Hmmm..."
"Kau sudah mengerti kan? Akan kujelaskan lagi dari awal yaa. Dunia yang kita pijak sekarang ini adalah dunia manusia, selain itu ada bagian-bagian lain yang dimensi ruangnya berbeda. Ada Underworld tempat tinggal ras Fallen Angel dan Devil, lalu Heaven yang menjadi kerajaan tempat para Angel hidup. Kedua tempat itu terpisah dimensi ruangnya dengan dunia manusia.
Dunia manusia berada dalam satu dimensi ruang, dan setiap tempat dalam satu dimensi ruang dapat dicapai atau ditempuh dengan suatu perjalanan biasa. Misal kalau kau ingin pergi ke pulau lain maka hanya perlu naik kapal melewati laut atau menggunakan pesawat udara. Namun untuk pergi ke Underworld maupun ke Heaven, tidak akan bisa dicapai oleh kendaraan seperti itu dan tidak akan bisa dicapai sejauh manapun perjalanan yang kau tempuh. Perlu transportasi khusus antar dimensi yang menjadi jalan penghubungnya. Nah, untuk yang ini, kita sudah sering menggunakannya ketika kita berkunjung ke Istana Keluarga Sitri di Underwolrd dengan kereta khusus para iblis"
"Aku mengerti, lalu?"
"Selain daripada itu, dari buku yang ku baca adapula tempat-tempat lain yang terpisah tata dimensi ruangnya dengan dunia manusia, Underwolrd, maupun Heaven. Beberapa diantaranya adalah Valhalla tempat para Asgard dan dewa-dewa dari Mitologi Nordik tinggal, salah satunya Dewa Jahat Loki yang kita kalahkan kemarin. Ada juga Olympus, Nirvana, Neraka, dunia asal para naga, dan tempat-tempat makhluk supranatural lainnya. Semua dimensi tidak saling bersentuhan, dan diantara dimensi-dimesi itu ada celah dimensi, yang dijaga oleh naga merah raksasa yang pernah mencelakakan kita saat kita tersesat disana dahulu"
"Ada lagi?"
"Ada. Teknologi yang dimiliki para mahkluk supranatural juga mampu membuat suatu sistem dimensi ruang sendiri dengan mengkonsumsi sejumlah energi. Kau ingat kan, saat pelajaran fisika yang kita pelajari minggu lalu di kelas, membahas perumusan konversi massa atau berat suatu materi menjadi energi, yang ditemukan oleh fisikawan terkenal dari kalangan ummat manusia, Albert Einstein.
Nah, ternyata makhluk supranatural memiliki teknologi yang lebih maju lagi. Dengan memanfaatkan rumus-rumus sihir, mereka melakukan sebaliknya, yaitu mengkonversi energi sihir menjadi materi, lalu membentuknya menjadi suatu dimensi ruang baru. Teknologi inilah yang digunakan bersama evil piece untuk membentuk pondasi rating game dengan bermacam-macam aturan didalamnya. Maou Ajuka Beelzebub lah yang menemukan teknologi semacam itu. Dan dimensi ruang buatan ini berbeda dengan dimensi ruang alami. Dimensi ruang alami akan terus mempertahankan bentuk dan fungsinya selama masa waktu apapun sampai akhir jaman, namun dimensi ruang buatan akan kehilangan bentuknya jika suplai energi sihir yang digunakan untuk membentuk ruang dimensi buatan itu berhenti."
"Hmmmm..."
"Semua dimensi ruang yang berbeda-beda itu, walaupun terpisah namun masih berada dalam satu kesatuan dimensi waktu yang sama. Oleh karena itulah, setiap dimensi bisa saling mengirimkan sinyal komunikasi. Contohnya saja, kita bisa melihat tayangan saluran televisi dunia manusia walaupun kita berada di Underworld. Berbeda halnya dengan universe lain, yang mana tidak ada jenis komunikasi apapun yang bisa mengubungkan antar universe. Arah dan kecepatan waktu yang berbeda-beda antar Universe tidak bisa saling dihubungkan.
"..." Naruto hanya magut-magut tak bersuara tanda sedikit paham, atau mungkin tidak paham sama sekali.
"Kemarin, buku-buku yang dibawakan Sona-san dari perpustakaannya yang berisi tentang penentuan titik koordinat lokasi semua tempat di dunia ini, telah selesai ku pelajari. Cube yang membawa kita kabur dari kiamat di dunia kita dan sampai didunia ini menggunakan memiliki sistem penentuan koordinat yang berbeda. Aku beberapa kali menggunakan Cube untuk berpindah kebeberapa titik, lalu menyamakan titik itu dengan peta dunia supranatural dari buku pinjaman Sona. Setelah menemukan titik zero (nol) sebagai pusat koordinat dunia ini yang ternyata berada di tengah-tengah celah dimensi, membuat titik itu sebagai titik acuan dan merumuskan semuanya dalam persamaan matematika sederhana. Hasilnya, sekarang kita bisa pergi ke tempat manapun di dunia ini dengan menggunakan Cube yang telah ku beri setting-an baru menyesuaikan penentuan koordinat dunia ini"
Naruto terkejut, "Kau ke celah dimensi lagi? Kenapa kau pergi sendirian kesana, Hinata?"
"Tenang lah, Naruto-kun. Sona-san sedikit memberitahuku tentang Great Red. Naga merah raksasa itu selalu berenang-renang diseluruh penjuru celah dimensi. Jadi dengan sedikit perhitungan untuk mencari waktu yang tepat, aku bisa kecelah dimensi tanpa harus bertemu naga merah raksasa itu"
"Huuuuhh, syukur lah." Naruto lega. "Jadi apa yang kau dapatkan setelah mempelajari semua itu?"
"Yah, hasilnya nihil. Aku belum menemukan lokasi artefak yang kita cari di dunia ini"
"Heh? Jadi semua itu sia-sia. Bagaimana bisa?"
"Informasi yang diberikan Sona-san tentang semua tempat di dunia ini sepertinya masih kurang. Ada beberapa lokasi yang terdeteksi oleh Cube namun tidak terpetakan didunia ini."
"Maksudmu ada semacam dunia lain tempat tinggal suatu eksistensi tak dikenal yang tidak diketahui oleh semua makhluk supranatural di dunia ini?"
"Kemungkinan besar, dunia lain seperti itu memang benar-benar ada. Lalu aku pernah mengatakan padamu kan kalau artefak yang kita cari tidak memberikan respon pada Cube? Padahal dua artefak sebelumnya memberikan sinyal respon dengan baik."
Naruto mengangguk.
"Berapa hari ini, aku menggunakan metode pencarian lain. Membagi semua lokasi didunia ini menjadi banyak bagian partisi, lalu memindainya setiap partisi dengan Cube secara lebih teliti, akhirnya aku mendapatkan sedikit respon. Koordinat lokasinya belum jelas, namun respon yang kudapat itu ku perkirakan berasal dari ujung semesta, bagian dari dunia ini yang telah dilupakan orang-orang"
"Jadi,,,, intinya sampai sekarang kita masih belum tahu dimana lokasi benda yang kita cari?"
"Begitulah, tapi aku akan terus berusaha sampai lokasinya ketemu, Naruto-kun"
"Bagus lah,, tapi jangan berusaha sendirian saja. Ini misi kita berdua, jadi beritahu aku kalau ada apa-apa. Jangan pergi sendirian, apalagi kalau kau ke celah dimensi."
"Iya..."
"Jam pelajaran terakhir masih lama. Jadi aku mau tidur disini dulu, bangunkan aku jika bel bunyi ya, Hinata"
Naruto merebahkan dirinya di tikar tempat mereka makan bento berempat tadi.
"Um, baiklah"
Hinata membereskan kotak bento, kemudia dia menyandarkan punggungnya dibatang pohon yang menaungi mereka. Hinata tersenyum, berpikir bahwa dengan begini, dengan berbicara pada suaminya, semua bebannya terasa menjadi lebih ringan. Tugas Naruto adalah menghadapi apapun yang merintangi mereka mendapatkan semua artefak itu, sedangkan ia sendiri berperan untuk mencari lokasi-lokasi keberadaan semua artefak.
.
.
.
- Underworld, Sitri's Territory -
Panorama indah khas daerah bersih dan hijau, yang mana bentang alam berupa pegunungan dan hutan yang kaya akan kealamian dan kesuburannya. Selain pohon-pohon dengan daun berwarna hijau, tidak sedikit pula pohon-pohon dengan warna lainnya. Inilah daerah dengan kekayaan alam paling melimpah di underworld, yang merupakan wilayah dari Keluarga Iblis Sitri.
Di Istana Keluarga Iblis Sitri, Sona hari ini pulang untuk suatu urusan. Urusan pribadi, yang mana dia dipanggil oleh ayah dan ibunya untuk membahas hal yang berkaitan dengan kelanjutan pendidikannya. Sona sudah kelas XII, kurang dari setengah tahun lagi ia akan lulus dan melanjutkan ke universitas. Ketika Sona ditanya oleh kedua orang tuanya apa akan melanjutkan universitas yang ada di Underworld atau dunia manusia, Sona memilih di dunia manusia saja. Merasa masih betah dan nyaman tinggal didunia manusia sebelum nanti harus kembali ke Underwolrd untuk menjadi penerus tahta kepemimpinan Keluarga Sitri. Sona sendiri masih belum menentukan akan melanjutkan ke universitas mana, namun kemungkinan besar akan melanjutkan ke salah satu universitas tertua di dunia yang terletak di London, Cambridge University. Sama seperti Kuoh Gakuen, Cambridge University di London juga menjadi penerima donasi dari bisnis keluarga Sitri.
Setelah urusan dengan orang tuanya selesai, sembari berjalan di koridor istananya, Sona jadi kepikiran dengan apa yang ia dengar kemarin. Sona mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oleh kedua peerage palsunya di taman belakang. Hal ini berkat telinga iblisnya yang peka walau ia hanya mengamati dari balik jendela ruang OSIS yang kebetulan terletak menghadap taman belakang.
Suatu benda yang terletak di ujung semesta yang merupakan bagian dari dunia yang telah terlupakan. Sona tak bisa memikirkan kemungkinan benda apa yang dicari itu, lagipula itu bukan urusannya. Sona ingin bersikap tidak peduli, namun ada beberapa hal yang menarik perhatiannya.
Pertama adalah keberadaan dunia lain yang disebutkan Hinata. Dunia lain yang keberadaannya tidak diketahui oleh semua makhluk supranatural dan kalaupun pernah diceritakan keberadaannya, tidak seorangpun yang bisa membuktikan keberadaan dunia itu. Ada kemungkinan kalau dunia itu juga berpenghuni. Apalagi kalau penghuninya adalah dewa, maka jika suatu saat keberadaan itu muncul pasti akan menggeser keseimbangan dunia supranatural saat ini.
Yang kedua adalah tentang Cube, benda hebat yang bisa membawa seseorang melintasi berbagai dimensi ruang, bahkan melintasi universe lain yang terpisah dimensi ruang dan waktunya. Sebenarnya ini bukan hal penting untuk Sona, yang membuatnya penasaran adalah Hinata yang berani sendirian ke celah dimensi tanpa takut bertemu Great Red padahal naga itulah yang pernah membuat mereka berdua sekarat. Hal ini mengindikasikan kalau benda yang dicari oleh kedua peerage palsunya merupakan benda yang sangat berharga. Entah benda apapun itu, jika memang yang dicari adalah benda hebat, maka naluri Sona mengatakan kalau ia ingin mencari benda itu juga, bahkan memilikinya kalau perlu untuk kepentingan pribadinya.
"Huuuuuhhhh,,," Sona menghembuskan nafas, sedikit pusing dengan apa yang dipikirkannya barusan. Sejak awal bertemu, Sona sudah yakin kalau Naruto dan Hinata mempunyai rencana dan tujuan sendiri, bukan pengembara yang mencari tempat tinggal karena kiamat. Namun apa yang direncanakan oleh dua peerage palsunya itu tidak bisa dia mengerti. Pengetahuan penjelajah universe macam Naruto dan Hinata, bagi Sona sudah jauh berada diluar jangkauan ilmu pengetahuan dunia yang ia tinggali sekarang ini.
"Bagaimana ya? Aku tidak ingin mencampuri urusan mereka, tapi aku sangat penasaran" guman Sona. Kini ia sudah berada didepan pintu kamarnya.
Sona sudah memegang kenop pintu, hendak membukanya namun,,,,
"Dorrr...!"
Sona dikejutkan seseorang,
"Onee-sama. Jangan mengagetkanku!"
"Ahihihihiiii,,, habisnya Sou-tan melamun terus sih dari tadi" kata Serafall dengan nada bicara yang sengaja dibuat-buat sok imut.
"Aku tidak melamun" elak Sona.
"He, massa? Sejak tadi ku lihat kau berjalan di koridor dengan tatapan mata kosong, apalagi kalau bukan melamun itu namanya? Entar kesurupan loh"
"Mana ada iblis kesurupan, bodoh. . . . ."
"Hihihiii,, iya ya. Iblis dirasuki iblis, mana mungkin."
"Kalau sudah tahu aku melamun, kenapa kau masih mengagetkanku, Onee-sama" Sona tampak ingin marah.
"Habisnya Sou-tan lucu sih" jawab Serafall asal.
"Gzzz..." dahi Sona bekedut karena kesal.
"Nee neeee,, jadi apa yang Sou-tan lamunkan, apa yang menyita pikiran adikku yang manis ini sehingga tidak ada tempat untuk memikirkan aku lagi?"
"Bukan urusanmu, Onee-sama"
"Mwuuuuu,,,, Sou-tan..."
Sona tambah pusing, pikirannya sudah terkuras banyak dan sekarang harus meladeni tingkah ababil kakak perempuannya ini. Sona tahu, kalau sudah seperti ini kakaknya tidak akan berhenti. Punya kakak yang overprotektif, membuat dirinya tidak bisa menyimpan masalah apapun. Kakaknya selalu mencampuri urusannya.
"Onee-sama" Sona menatap kakaknya dengan ekspresi serius.
"Iya, ada apa. Ceritakan saja semuanya pada kakakmu yang imut ini"
"Begini,,, emmm... Kau pernah dengar tidak, tentang dunia lain, suatu dimensi tempat tinggal makhluk-makhluk lain yang tidak diketahui oleh semua makhluk supranatural di dunia ini?"
"Hmmm, dunia lain ya... Sebentar,, kakak ingat-ingat dulu"
"..."
"Aaahhh,, tapi sebenarnya ini adalah rahasia para petinggi fraksi kita. Mungkin dunia lain yang kau maksud itu sama dengan dunia yang diperkirakan ada keberadaannya oleh para peneliti dunia lain namun sampai sekarang tidak pernah terbuktikan keberadaanya"
"Apa yang ada didunia lain itu?"
"Belum ada yang tahu, kemungkinan besar di dunia lain itu ada eksistensi tertentu yang tidak diketahui dan tidak ada kaitannya dengan semua mitologi supranatural yang ada didunia kita ini. Eksistensi yang tidak diketahui dan jika itu dapat dibuktikan kebenarannya, maka itu bisa disebut sebagai penemuan revolusioner"
"Begitu ya. Kalau begitu aku masuk ke kamarku dulu ya, Onee-sama"
"Tunggu,,!" cegah Serafall. "Dari mana kau tahu informasi seperti itu? Hal yang berkaitan dengan dunia lain itu adalah informasi dengan tingkat kerahasian tinggi"
"Um yah,, hanya iseng nanya saja"
"Sou-tan..."
BAAAMMMM..
Pintu kamar itu pun tertutup seketika, Sona masuk ke kamarnya, menghindari kakaknya yang semakin cerewet.
Serafall yang masih berdiri didepan pintu kamar adiknya, menggeleng pelan. "Ini aneh, dari mana dia bisa mendapatkan informasi tentang itu? Aku tidak bisa membiarkan ini begitu saja, aku tidak akan membiarkan adikku dalam bahaya" gumam Serafall pelan, lalu kemudian dia pun pergi dari sana.
Sementara Sona, didalam kamar bisa menghirup nafas tenang sebab sudah bebas dari kakak yang selalu mencampuri urusannya itu. Kembali ia terpikir dengan obrolan Naruto dan Hinata di taman belakang.
'Ini pasti akan jadi sangat menarik. Aku tidak menyangka kalau dua peerage palsuku itu berhubungan dengan informasi rahasia tingkat tinggi. Jika hal tentang dunia lain itu benar adanya, maka teknologi Cube milik mereka berdua jauh lebih hebat daripada teknologi manapun di dunia ini. Tempat asal Naruto-san dan Hinata-san yang telah hancur akibat kiamat, mungkin memiliki peradaban lebih maju dari dunia ini.
Jika aku memiliki pengetahuan tentang teknologi itu, pasti akan menguntungkanku. Dan lagi, suatu benda yang berada di ujung semesta, benda yang menjadi tujuan mereka berada di dunia ini. Aku yang sekarang memang tidak tahu sama sekali tentang itu, namun lain kali aku pasti bisa mengorek informasi itu dari Onee-sama.'
.
.
.
-Underworld, Glaysa-Labolas Territory-
Lorong yang sangat gelap, seolah semuanya dilukiskan oleh tinta yang hitam pekat, seorang pria berjalan menembus kegelapan itu tanpa sedikitpun keraguan. Mata pria itu bukan lah mata manusia biasa, mata itu memiliki pola kompleks, bukti bahwa pria itu memiliki garis keturunan tertentu, yang menguasai sebuah doujutsu. Pria itu bernama, Uchiha Sasuke.
Dari salah satu sudut lorong, seberkas sinar mengiris setiap lapis kegelapan yang ada, hingga secara simultan, terbentuk sebuah serangan berupa tembakan energi sihir mengarah pada Sasuke.
'Seorang musuh, huh'
Sasuke berpikir, sambil dengan mudahnya menghindari serangan itu.
Boommm. . . . .
Sebuah lubang kecil tercipta di dinding lorong yang menjadi target serangan sihir tadi.
tap...
Sasuke mendarat dengan mulus di lantai, matanya mencari siapa pelaku serangan tadi. Saat mata itu mendapatkan target yang dicarinya, dan dengan sedikit bantuan cahaya dari chidori yang sudah aktif ditangan kanannya, dia mampu mengidentifikasi orang itu.
Seorang Pria berbadan lumayan besar dengan rambut berwarna biru kehijauan serta iris mata biru. Pakaian yang dikenakannya, menandakan bahwa dia adalah orang yang memiliki posisi penting di tempat yang dia susupi ini, Istana Iblis Glaysa-Labolas.
"Huh, ternyata aku menemukan penyusup di istana yang sebentar lagi akan menjadi milikku ini?" kata pria berbadan besar itu dengan arogan.
"Zefordoll Glaysa-Labolas, kandidat utama pewaris tahta kepeminpinan keluarga iblis Glaysa-Labolas berikutnya" Sasuke berhasil mengindentifikasi siapa musuhnya. Informasi seperti ini, bukan hal sulit untuknya, lagipula ia datang ke tempat ini dengan persiapan.
"Penyusup sepertimu akan ku tangkap. Dengan begitu, reputasi ku sebagai pewaris akan terangkat"
"Sombong, seperti kau bisa saja...!"
Tsukyomi
Sasuke tidak ingin berlama-lama ditempat ini. Apa yang sedang ia lakukan sekarang adalah sebuah misi, dan bagi seorang shinobi, keberhasilan misi adalah hal yang lebih penting daripada apapun. Misi yang ia jalani ditempat ini adalah mencari informasi demi Konoha, dan ia telah mendapatkan informasi itu. Sebuah informasi yang sangat penting, sangat krusial, dan sangat menentukan nasib Konoha di masa depan, informasi yang harus ia sampaikan segera pada Rokudaime Hokage, Hatake Kakashi.
Setelah mengaktifkan genjutsunya, Sasuke berjalan menjauh. Itu saja sudah cukup untuk membuat kesempatan baginya agar bisa kabur. Beberapa detik kemudian,
brukkk...
Terdengar suara orang jatuh, terget serangan Sasuke tidak bisa memberikan perlawanan. Wajar, karena Sasuke adalah salah satu pewaris kekuatan Rikudou Sennin, mengakhiri suatu masalah dengan cepat adalah kebiasannya.
"Mata itu, teknik itu, aku tahu. . . . . Kauuu, kau pasti orang yang membuat gempar aliansi tiga fraksi, kau adalah Uchiha Sasuke,,,,, apa yang kau inginkan dengan menyusup kesini?" kata Zefordoll, walaupun tubuhnya lemas tak berdaya dan tak bertenaga karena serangan psikis yang membuatnya menerima trauma mental hebat, namun kesadarannya masih ada dan masih sanggup mencerna situasi dan berbicara.
Langkah kaki Sasuke terhenti, dengan badan yang masih membelakangi Zefordoll, dia memalingkan wajahnya menatap pria arogan yang dengan mudahnya ia kalahkan. Kedua doujutsunya sudah aktif, Eternal Mangekyo Sharingan di sebelah kanan dan Ultimate Rinne-Sharingan di sebelah kiri. Sasuke melakukan ini bukan karena musuhnya kuat, namun karena ucapan musuhnya bisa berakibat sangat buruk bagi Konoha, karena itulah,,,,
"Ucapanmu tadi, akan ku pastikan sebagai ucapan terakhir yang keluar dari mulutmu selama kau hidup"
Dan setelah menyelesaikan ucapannya, Sasuke hilang dari tempatnya berdiri.
Jlebb...
Tanpa bisa di lihat mata, Sasuke sudah berpindah kebelakang punggung Zefordoll, menancapkan katana miliknya tepat di belakang leher hingga menembus tenggorokan pria aorgan itu. Banyak sekali darah yang menyembur keluar dari luka dan mulut Zefordoll. Dia mati tanpa sempat mengucapkan apapun.
Tidak berhenti sampai disitu, Sasuke mengalirkan chakra elemen petir pada katananya, menusukkan katana itu lebih dalam dileher Zefordoll kemudian menariknya lagi perlahan. Hingga setelah katana itu tercabut, bersamaan dengan itu pula, leher Zefordoll terputus. Chakra petir yang cukup banyak, memotong habis batang leher iblis kelas atas pewaris tahta kepemimpinan keluarga Glaysa-Labolas tanpa ampun.
"Mission complete..." ucapan ini, menjadi ucapan terakhir Sasuke sebelum meninggalkan Istana Glaysa-Labolas dengan teknik perpindahan dimensi rinnegan.
,,,,karena itulah dia membunuh Zefordoll, iblis yang sudah menangkap basah aksi penyusupannya. Mencegah Konoha dari tuduhan yang akan membuat Konoha terancam oleh Aliansi Tiga Fraksi.
.
-Flying Island, Konoha-
Kakashi sedang menikmati kesendiriannya di ruang kerjanya sendiri. Saat ini tidak ada hal yang bisa ia lakukan. Tidak ada tumpukan dokumen-dokumen yang harus ia periksa maupun pelajari. Yah, karena dari dunia shinobi hanya tersisa Konoha saja, jadi tidak ada lagi permintaan misi dari klien.
Di tangannya, ada selebaran, seperti sebuah pamflet, yang di ambil oleh salah satu ANBU yang bertugas di Kouh. Sebuah rangkaian huruf tertulis disana, tidak ada yang istimewa, namun yang pasti sebagai Hokage, sebagai pemimpin negara, ia tahu benar bahwa itu adalah pesan yang disampaikan oleh Aliansi Tiga Fraksi yang ingin menjalin komunikasi dengan Konoha.
Namun Kakashi tidak ingin mempedulikannya, untuknya dan untuk Konoha, dia merasa tidak perlu menjalin hubungan dengan ketiga fraksi makhluk supranatural itu sebab tidak ada keuntungan apapun, bahkan ada kemungkinan buruk jika Konoha membuka diri pada eksistensi lain. Siapa yang tahu apa yang akan di lakukan oleh tiga fraksi itu pada Konoha nanti, iya kan?
Kakashi melempar pesan selebaran itu ke tempat sampah yang ada di salah satu sudut ruang kerjanya. Bosan melandanya dalam kesendirian.
Namun kesendirian Kakashi terpecah, karena distorsi dimensi ruang terbentuk tepat didepannya. "Haaaaahhhh, pasti masalah lagi" gumam Kakashi.
Setelah distorsi dimensi ruang itu hilang dengan menyisakan seorang pemuda berambut hitam, Kakashi berucap, "Sudah ku bilang kan, datanglah dengan cara normal!"
"Hn.."
Mendapat tanggapan seperti itu, Kakashi langsung to the point, "Jadi ada berita penting apa, Sasuke?"
"Proyek New World Order, pembentukan sistem kehidupan baru yang dinamakan Imperium of Bible"
"Apa itu?"
.
.
.
To be Continued...
.
Note : Yoo,, update chapter ini ngaret dari jadwal. Udah dari kemarin sore mau update, tapi tau sendiri kan kalau kemarin itu FFN lagi error. Itu bikin aku kesal, dan kekesalanku bertambah karena angka 13 sialan. Aku tidak sendiri dibikin kesal oleh angka 13, dan ku kira beberapa orang tau maksud angka itu yang muncul kemarin. Jadi double kesal ini yang membuat aku rada malas untuk mengupdate tadi malam saat FFN sudah bisa di akses.
Bagi yang belum familiar dengan teknik Yasogami Kugeki milik Kaguya, hhmmm search aja dengan keyword itu di goolge picture, langsung keluar kok. Itu ada di salah satu halaman Manga Naruto yang aku lupa di chapter berapa. Kalian akan lihat seberapa mengerikan jutsu itu digambarkan oleh Om MK. Heheeee...
Naruto udah nambah teman akrab lagi nih, Toujo Koneko. Teman aja yah, Hinata mah ga bakal mau di-madu... Pokoknya teman Naruto akan terus bertambah, sesuai sifatnya yang hangat pada orang lain dan sangat peduli pada siapapun. Kemudian, perlahan misteri Cube dan artefak di dunia DxD terungkap lagi. Tapi buruknya, Sona malah berhasil mendapatkan rahasia penting ini.
Konoha, bakal dapat masalah besar nih. Sasuke udah membunuh satu iblis, dan iblis itu memiliki posisi penting di Underworld, pewaris salah satu dari 72 pilar kekuatan iblis. Untuk pertama kali, Sasuke tertangkap basah dalam aksi penyusupannya. Ini bukti kalau dia bisa saja melakukan kesalahan fatal walau sehebat apapun dia.
Sasuke, menjadi suspect pembunuhan pertama di fic ini selama 31 chapter berjalan. Tak masalah, dia memang cocok untuk peran itu, di banding Naruto, iya kan? Aku sendiri ga pernah ingat kalau Naruto pernah membunuh langsung musuhnya selama 700 chapter cerita canon di manga. Aaaahhh,, semoga saja para iblis tidak mengetahui kalau tersangka pembunuhannya adalah Sasuke.
Untuk Zefordoll, walaupun kurang dikenal tapi dia asli karakter DxD. Namun karena udah di bikin mati oleh Om Ichie di Vol 5 LN DxD, yaa aku matiin aja dia duluan di fic ini,, heheheee..
Ulasan Review :
Kuchiyose?, kebanyakan udah hilang kontrak karena kiamat, tapi beberapa mungkin masih ada untuk yang hewan kuchiyosenya tinggal dan hidup di dalam Desa Konoha.
Apa Konoha bakal bentrok dengan aliansi? Tunggu di chapter depan..! Kalaupun iya, jangan khawatir. Konoha punya banyak ninja hebat, ku rasa masih sanggup melawan orang-orang dari alianshi dengan imbang. Dan lagi, ninja adalah tipe petarung taktik yang handal, jadi tidak perlu power besar untuk melumpuhkan musuh ataupun monster yang sangat kuat. Chara-chara DxD yang kebanyakan adalah tipe petarung all-out yang lebih mengedepankan power serangan, pasti akan kerepotan dengan trik-trik ninja. Itu sudah terbukti saat Naruto ikut melawan Loki kemarin.
Lalu kapan NaruHina pulang? atau membantu Konoha jika terjadi sesuatu? Tenang, tunggu nanti. Yang pasti NaruHina tidak akan melupakan orang-orang yang mereka sayangi disana, dan pasti melindungi tempat asalnya dengan cara apapun.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
