Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 25 Maret 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . .
Jadi bagaimana selanjutnya? Apakah Naruto dan Hinata bisa menyelesaikan misinya untuk menemukan Sang Makhluk Pengkiamat Trihexa [666] yang merupakan pertanda mutlak akhir dunia. Atau Aliansi Tiga Fraksi yang menemukan cara untuk pergi ke Konoha lebih dahulu dan menghabisi Konoha, sebelum Konoha bisa berbuat apa-apa. Ataukah Konoha yang lebih dahulu bertindak, membuat persekutuan besar bersama ras makhluk supranatural lain sebagai pihak penantang dan menghancurkan Aliansi Tiga Fraksi beserta dengan rencana besarnya. Semua pilihan itu, berujung pada yang namanya perang dan kehancuran.
Tiga jalan menuju akhir dunia 'To The End of The World' sudah kelihatan, dan mungkin masih ada jalan lain lagi yang akan muncul. Siapa yang tahu dengan apa yang direncanakan Ophis Sang Ketidakbatasan yang memimpin Khaos Brigade, yang sudah lama tidak menunjukkan diri lagi. Atau siapa yang menduga bagaimana tindakan kubu raksasa Mitologi Olympus dan Reliji Hindu-Buddha jika mereka tahu bahwa eksistensi mereka sedang terancam oleh proyek New World Order dalam rangka pembentukan Imperium of Bible yang dicanangkan oleh Aliansi Tiga Fraksi.
Lebih banyak misteri yang terungkap, semua hal perlahan menjadi semakin jelas, hanya tinggal menanti klimaks yang menjadi akhir dari dunia,,,,,,,
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 34. Kasus Penculikan di Kyoto Part 1.
-Perfektur Kyoto, Jepang-
Restoran Dairaku, nama sebuah restoran mewah di Kyoto yang masih memegang kuat adat dan tradisi Jepang jaman dulu. Desain eksterior bangunan, dan dekorasi interior ruangan sesuai dengan budaya Jepang Jaman Edo. Di sebuah ruangan khusus, yang telah dipesan secara pribadi, ada beberapa orang berkumpul disana. Tidak bisa disebut beberapa orang karena ada makhluk yang bukan berjenis manusia, ada iblis, malaikat, dan malaikat jatuh.
Di dalam ruangan khusus itu lah, orang-orang yang memiliki peran penting berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu, sesuau yang penting pula pastinya. Ada Maou Mahou-sama, maou bergelar Leviathan, yakni Serafall dengan pakaian tradisional jepang, kimono mewah yang terkesan sangat glamor, rambut panjangnya di ikat, sesuai kebiasaan wanita Jepang yang mengenakan Kimono. Dia lah yang memesan ruangan ini dan memfasilitasi pertemuan.
Kelompok Gremory, tidak semuanya namun hanya yang kelas XI saja, mereka yang mengikuti darmawisata Kyoto, yaitu Issei, Xenovia, dan Kiba, serta Asia yang ditunjuk untuk menggantikan posisi Rias sebagai King sementara. Irina sebagai tambahan dalam kelompok itu, dan Rossweisse yang ikut sebagai guru. Azazel si Gubernur Malaikat Jatuh juga ada, sebagai guru pendamping tentunya sama seperti Rossweise, entah untuk apa pak tua mesum yang menjabat sebagai guru pembimbing Klub Penelitian Ilmu Ghaib itu, nekat meninggalkan tugas di Kuoh Gakuen dan ikut ke Kyoto. Dan juga ada kelompok Sitri, yang terdiri dari Tomoe Meguri, Tsubasa Yura, Momo Hanakai, Reya Kusaka, dan Genshirou Saji. Mereka berlima ini juga dari kelas XI peserta darmawisata.
Dan karena mereka semua baru saja berkumpul sebab Issei dan peerage Rias lainnya baru saja datang bersama Azazel, jadi mereka mulai dahulu dengan basa basi.
"Hello...! Sekiryuutei-chan, dan para budak Rias-chan, lama tak jumpa!", Serafall Sitri, mulai menyapa semua orang dengan riang dan antusias.
"Oh, rupanya Hyodou-kun dan kalian semua" Saji ikutan menyapa, ternyata dia dan gadis-gadis kelompok Sitri dari kelas XI sudah datang lebih dahulu daripada Issei.
"Yooo,, Saji. Bagaimana Kyoto? Kemana saja kau pergi siang hari tadi? Selama kami jalan-jalan, aku tidak melihatmu" tanya Issei
"Biasa laaah,,, kami kan OSIS, jadi kami menghabiskan sepanjang siang dengan membantu para Guru, haaaaahh" ucap Saji sambil mendesah. Itu pasti sangat berat bagi mereka. Tapi sebagai anggota OSIS, yaa apa boleh buat.
"Makanan disini sangat enak. Khususnya menu daging ayamnya, semuanya sangat lezat. Sekiryuutei-chan, kau dan Saji harus makan banyak yaa..." Serafall dengan seenaknya memesan makanan, lebih banyak makanan lagi ketika mereka yang baru datang baru saja duduk.
Tapi sebelum makanan yang dipesan datang, muncul lingkaran sihir teleportasi berwarna biru dengan simbol Keluarga Sitri di pojok ruangan. Aaahh, itu pasti Sona. Katanya masalah kali ini agak rumit dan perlu bantuan dari otak Sona. Serafall tidak bisa turun tangan langsung menangani ini, sebab dia punya urusan sendiri di Kyoto yang tidak bisa diwakilkan.
"Sooouu-taaaan,,, kenapa telat sih... Onee-sama menunggumu dari tadi loh" Serafall memekik girang lalu melompat untuk memeluk erat adiknya, setelah lingkaran sihir yang mendatangkan Sona lenyap.
". . . . . ." Sona, seperti biasa, memasang wajah datar minim ekpresi. Karena didalam ruangan ini suhunya cukup dingin, jadi tidak ada istilah 'keringat seperti biji kacang yang muncul dipelipisnya'.
Merasa tidak ada respon dari Sona, tatapan Serafall beralih kebelakang adiknya itu,,, ada dua gadis disana, Tsubaki yang selalu setia mendampingi Sona, dan Hinata, peerage baru dalam kerajaan Sona yang hanya menduduki bangku cadangan. Aaaaaaah~~~, , , , namun fokus mata Serafall tidak pada dua gadis tadi, tapi,,,,,,
"Naru-tan ku yang imuuutttt,,,,, hhuwwaaaa. . . . Kita ketemu lagiiiiii..."
Pipi Naruto jadi korban keganasan tangan kegatelan Serafall. Beruntung tidak sampai memeluk, jika iya, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi sebab satu jarum chakra berbahaya hampir saja lepas dari titik tenketsu di telapak tangan Hinata.
"Nee neeee,, kau kangen tidak padaku, Naru-tan?" Serafall bertanya dengan nada yang dibuat-buat imut dan genit.
"Ka-kaichouuuu,," Naruto meringis meminta tolong pada Sona, dia tidak bisa mencegah apa yang Serafall perbuat padanya. Beginilah nasib seseorang yang berperan sebagai 'budak iblis'.
Sona menarik kimono Serafall hingga dia melepaskan Naruto, pria berambut pirang itu tertolong. Serafall kini meronta-ronta ingin mencubit pipi imut Naruto lagi namun tidak kesampaian karena Sona terus memegang kuat kain kimono Serafall. Beruntung ikatan obinya kuat, jika tidak Serafall sudah pasti telanjang. Yaaahhh,,,,, hampir semua orang juga tahu kalau wanita dan gadis-gadis Jepang yang mengenakan kimono, hampir semuanya tidak pakai dalaman. Budayanya memang begitu dari sananya.
"Onee-sama... Katanya ada yang penting sampai-sampai kau memanggilku kesini seperti ini. Atau jangan-jangan ini hanya akal-akalanmu saja agar aku kesini?"
Serafall berhenti meronta,,, "Ekkhem,,, sebelum itu, Onee-sama mau tanya, aku kan hanya memanggilmu saja, tapi kenapa yang datang empat orang?"
"Gh,, sudah tahu sendiri kan kalau Tsubaki itu selalu bersamaku."
"Terus peerage cadangan mu ini buat apa?" tanya Serafall seraya menunjuk kearah Naruto dan Hinata bergantian. "Apa yang si pirang imut ituuu,,,, untuk aku?"
"Mana mungkin lah..."
"Terus apaan dong?"
"Aaah,, ummm apa yah?" Sona tampak bingung.
"Loh,,, Sou-tan kok gitu? Seperti ada yang kamu sembunyikan dari Onee-sama mu yang imut ini"
Sona seketika jadi gugup, tidak ada yang tahu kalau Naruto dan Hinata hanyalah peerage palsunya selain dia dan budak-budaknya.
"Tugas kami disini, sebagai bogyguard khusus kaichou, Serafall-sama" Hinata langsung menjawab. Ini demi dirinya dan suaminya juga.
"Eerr,,, yah begitu lah, Onee-sama. Kedua peerage cadanganku ini hampir setiap hari kurang kerjaan, tidak seperti peerage utamaku yang sibuk dengan tugas OSIS. Jadi daripada mereka nganggur, lebih baik ku ajak saja kesini, siapa tahu nanti mereka bisa berguna" kata Sona menyambung jawaban Hinata.
Padahal ini hanya akal-akalan Sona agar bisa terus bersama dan mengamati Naruto dan Hinata setiap saat. Sejak mendengar kalau dua peerage palsunya ini mencari Trihexa, dia tidak bisa melepas rasa ingin tahunya. Haahh, iblis memang licik.
Dan bagi Hinata, dia mau saja ikut ke Kyoto, karena dengan begini dia bisa bersentuhan lebih dalam dengan kaum supranatural, serta ia juga bisa seenaknya memanipulasi pikiran Sona setiap saat. Mungkin hanya Hinata yang kelicikannya melebihi iblis itu sendiri atau bisa disebut kalau Hinata adalah sosok iblis yang sebenarnya disini. Hanya perumpamaan saja, sifat Hinata yang sebenarnya tidaklah seburuk itu.
Saji, Tomoe, serta peerage Sona lainnya yang tahu kalau Naruto dan Hinata adalah peerage palsu, bukan peerage cadangan, hanya diam saja menyimpan rahasia itu rapat-rapat dari orang lain. Ini perintah mutlak dari Sona sebagai King mereka. Walau kadang ada perbedaan tugas antara Naruto dan Hinata dengan peerage asli Sona, misalnya dalam hal pekerjaan OSIS, hukuman jika ada anggota OSIS yang berbuat salah, ataupun saat latihan, tapi mereka semua tidak merasa iri. Mereka meyakini dalam hati bahwa apa yang dipikirkan dan diputuskan Kaichou mereka adalah mutlak dan terbaik bagi kelompok mereka.
"Hooooo...?" Serafall masih menatap curiga. Apa lagi ketika Sona mengiyakan dengan ucapan yang kelihatan kurang meyakinkan.
"Anooo, Serafall-sama" Naruto menyapa dengan senyum hangatnya yang penuh kejujuran, "Kaichou tidak berbohong kok, beneran.." dia coba meyakinkan.
Pipi Serafall merona, "Aaahh, aku pasti percaya kok kalau Naru-tan yang bilang begitu. ahihihihiii . . . ."
"Ekkheeemmm. . . . ." Azazel berdehem keras, "Kau tidak lupa tujuanmu mengumpulkan kita semua disini kan, Sera-chan?"
"Akkhh,, eheheee,,, sorry Erogarasu-chan."
Semuanya coba memasang wajah serius setelah acara canda-candaan tadi, pembicaraan penting dimulai.
"Jadi, kenapa Leviathan-sama sampai ada di tempat seperti ini?" Issei bertanya duluan, sebelum acara secara resmi dibuka.
"Aku datang kemari untuk mengamankan kerjasama dari golongan Youkai Kyoto"
Dari Fraksi Iblis, Serafall adalah maou yang paling bisa diandalkan dalam urusan negosiasi dengan fraksi luar sebab Serafall memiliki kecerdasan dan bakat hebat jika berdiplomasi dengan orang lain, dan Serafall selalu melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. Termasuk dalam urusan kerjasama dengan Kaum Youkai Kyoto ini. Beda jauh dengan Sirzech yang di segani karena kharismanya sebagai pemimpin, Ajuka dalam kejeniusannya dalam semua perhitungan, prakiraan dan penemuan-penemuannya, serta Falbium sang ahli taktik dan strategi.
Namun sesaat kemudian, wajah imut Serafall Leviathan berubah muram,
"Tapiii,,,, sepertinya ada situasi tidak biasa."
"Situasi tidak biasa?" Issei yang paling penasaran tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Menurut laporan dari petinggi Kaum Youkai Kyoto, pemimpin mereka, Yasaka-hime sang youkai terkuat berwujud kyuubi, rubah berekor sembilan, telah menghilang sejak beberapa hari lalu."
Setelah medengar ucapan Serafall,,, sesuatu terlintas dipikiran Issei. Peristiwa tadi pagi.
Flashback. . . . .
Saat itu Issei berdo'a dengan tenangnya di kawasan Fushimi Inari Taisha, tidak usah dipikirkan apa do'a yang dipanjatkan Issei, karena sudah pasti tidak jauh-jauh dari fantasi mesumnya. Tapi tiba-tiba dia dikepung dan diserang oleh segerombolan rahib dan youkai. Issei bukan berasal dari Kyoto dan dia dicurigai oleh seorang gadis seumuran anak SD. Bukan gadis biasa, dia adalah youkai rubah dengan rambut pirang bersinar dan iris mata berkilau seperti emas. Gadis inilah yang memimpin gerombolannya menyerang Issei.
Bagi Issei yang merupakan seorang sekiryutei, gerombolan yang menyerangnya bukan lawan yang harus dihadapi serius. Gerombolan itu tampak lemah baginya. Tapi tetap saja membuatnya panik, dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun tapi kenapa bisa diserang tiba-tiba begitu.
"Kembalikan ibukuuu. . . . !" si gadis youkai tadi berteriak menyerang Issei dengan alasan bahwa Issei adalah orang luar yang telah menculik ibunya.
Perkelahian pun tidak terhindarkan, dan saat itu pula lah datang Xenovia, Irina dan Asia bergabung untuk membantu Issei.
Melihat kedatangan tiga iblis lagi, si gadis youkai semakin marah dan menyerang lebih brutal.
Issei sudah menerima kartu tanda pengenal yang diterima oleh iblis seperti dirinya agar bisa berkeliaran bebas di Kyoto karena pihak iblis dan youkai Kyoto pernah terikat perjanjian sebelumnya. Begitupula dengan Xenovia, dan Irina yang sementara ikut bernaung di kerajaan Rias. Namun karena perkelahian ini, Issei terpaksa meminta Asia yang menerima tanda pengenal khusus.
Tanda pengenal khusus itu memberikan otoritas pada Asia untuk bertindak sebagai King dan membuat Issei bisa melakukan promosi dari bidak pion walau Rias sedang tidak ada. Issei berpromosi menjadi bidak kuda hingga berhasil memukul mundur gerombolan yang menyerangnya tanpa merusak lingkungan sekitar karena promosi bidak kuda tidak mempunyai serangan destruktif terhadap lingkungan.
Si gadis kecil itupun melotot penuh kebencian pada Issei dan kawan-kawan seraya mengangkat tangannya.
"Mundur...! Kita tak punya cukup jumlah untuk mengalahkan mereka. Sial, eksistensi jahat. Aku akan membuat kalian mengembalikan Ibuku!"
Dengan meninggalkan kata kata itu, si gadis dan para pengikutnya menghilang seperti embusan angin.
END
Kata kata si gadis itu terulang jelas dalam pikiran Issei.
"Dan itu artinya,,,,,?"
Mungkin karena Serafall memahami apa yang hendak Issei ucapkan, dia mengangguk.
"Ya, Sekiryutei-chan. Aku sudah mendengar laporanmu dari Erogarasu-chan. Aku takut itulah situasi yang terjadi"
Azazel meneguk keras-keras cairan memabukkan di cawan sake yang ada ditangannya, dan kemudian berkata, "Jadi pemimpin para youkai telah diculik, seorang yang bertanggung jawab,,,,?"
"Kemungkinan, itu adalah Khaos Brigade"
Dengan sangat yakin, Serafall mengucapkan kesimpulannya.
"Ja-jadi organisasi teroris Khaos Brigade sudah datang kemari? Dan,,, dan karena ulah mereka, kami yang dituduh sebagai penculik pemimpin Youkai, lalu kami di serang gerombolan youkai tadi siang?" Issei berusaha mengaitkan kejadian yang dia alami dengan apa yang di bahas saat ini. Mungkin dia lah yang paling akhir menyadari ini.
"Kalian,,,, kalian terlibat dalam masalah apa lagi kali ini?" mata Saji mulai sedikit berkedut kedut, selalu saja teman sejawat sesama pionnya ini mendapat masalah.
"Astaga, mengurus bocah-bocah ini untuk piknik sudah melelahkan, sekarang ditambah lagi mengurus para teroris itu" Azazel tentu saja kesal, dia juga ingin bersenang-senang di Kyoto.
Serafall menuangkan secangkir lagi sake untuk Azazel yang masih kuat minum, "Apapun yang terjadi, situasi ini tak bisa dipandang remeh. Kita harus menyelesaikannya sendiri. Aku akan terus mencoba untuk bekerjasama dengan para youkai."
"Sialan,,, para teroris ini sampai membawa masalah jauh-jauh ke Kyoto" Azazel meneguk minumannya dan mengutuk.
"Yah, ini buruk. Masalahnya sampai seserius itu" Sona paham, apa saja yang berkaitan dengan Khaos Brigade, pasti masalahnya akan serius dan rumit. Sedangkan Naruto dan Hinata, hanya memasang ekpresi biasa, tak ikut tersulut emosi dengan kejadian disini. Mungkin mereka berdua tidak ingin kelihatan terlalu ikut campur.
Issei tampak kebingungan, dia dan teman-teman sekelasnya ingin menikmati darmawisata yang hanya sekali ada selama masa SMA, namun karena kejadian ini, keinginannya terpaksa harus di nomor duakan. Asia, Xenovia, dan Kiba, mungkin juga memikirkan hal yang sama dengan Issei. Sebagai budak Gremory, mereka tidak bisa melupakan insiden ini begitu saja.
"Ummm, jadi yang kami harus lakukan adalah,,,,?" Issei dengan ekspresi ragu-ragu bertanya.
Azazel menghela nafas, dengan senyum yang kelihatan di buat-buat, dia berkata, "Pokoknya, kalian harus tetap menikmati darmawisata kalian."
"Eh, tapi sensei,,,," Issei merasa ia termasuk dalam bagian dari masalah ini, tapi Azazel malah menyuruh mereka menikmati darmawisatanya.
"Sudahlah,,,! Kalau sesuatu terjadi, aku akan panggil kalian. Namun, ini juga piknik sekolah berharga kalian, kan? Jadi kami orang dewasa akan mencoba menangani situasi sebisa mungkin. Jadi kalian semua nikmatilah Kyoto untuk sekarang"
"Ya. Sekiryuutei-chan, serta para budak Sona-chan. Silahkan menikmati waktu kalian di Kyoto. Aku juga akan menikmati waktuku di sela-sela pekerjaanku!" Serafall ikut menambahkan.
"Jadi,,,?" Sona menyerngit bingung, apanya yang rapat penting kalau begini jika pada akhirnya diputuskan kalau semuanya harus menikmati waktu masing-masing.
"Jadi kau lah yang akan menyelesaikan puzle kasus ini, Sou-tan. Biarkan yang kelas XI menikmati darmawisata Kyoto mereka" Serafall menjawab kebingungan Sona.
"Haaaahhh,,,, baiklah" Sona pasrah pada keputusan kakaknya, "Kurasa tak masalah. Menyelidiki dan menyelesaikan kasus ini, pasti akan menarik. Iyakan, Hinata?"
"Umm, tentu saja" jawab Hinata.
Ini tentu kesempatan bagus bagi Hinata untuk bersentuhan lebih dalam dengan dunia supranatural. Organisasi teroris Khaos Brigade, kelompok diluar aliansi yang pastinya memiliki banyak informasi. Kesempatan untuk memuluskan rencananya, semakin terbuka lebar. Dan Hinata pasti tidak akan melewatkan kesempatan itu. Soal Naruto,,,? tidak usah dipertanyakan,,,! Akhir-akhir ini pemuda berambut pirang itu selalu ikut apa yang direncanakan istrinya. Bukannya dia termasuk tipe suami takut istri, hanya saja otaknya tidak memadai untuk memikirkan sebuah rencana.
"Bagus lah" sahut Serafall.
Sona membenarkan posisi kacamatanya, lalu bicara lagi, "Tapi jika nanti aku bentrok dengan orang-orang dari Khaos Brigade seperti yang kau duga tadi, Onee-sama. Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena kekuatanku tidak cukup. Semoga saja jika itu terjadi, aku berhasil kabur"
"Ehh?" Serafall tiba-tiba jadi ragu mengikutsertakan Sona dalam masalah ini, tentu dia sangat khawatir kalau sampai terjadi sesuatu pada adiknya. Apalagi ini berhubungan dengan teroris Khaos Brigade. Dia hanya punya satu adik dan itu adalah harta paling berharga dalam hidupnya.
"Tenang saja, Onee-sama. Jangan lupa kalau dua peerage cadanganku ini adalah ninja. Mereka ahlinya kabur, mengelabui musuh dengan trik-trik aneh, pergi tanpa meninggalkan jejak, dan melakukan pengintaian. Semua itu adalah keahlian khusus mereka, jadi membawa dua bodyguardku ini kesini tampaknya hal yang sangat tepat"
"Yap, aku janji Serafall-sama. Aku pasti akan melindungi adikmu ini dengan taruhan nyawaku" kata Naruto.
"Hmmm,, bagus deh kalau begitu." tidak lama kemudian Serafall tersenyum nakal,,, "Hooooo,, nee neee Naru-tan. Kau menyukai adikku yaaa, kok sampai segitunya..."
"Ahh, i-itu,,, bukan seperti itu kok Serafall-sama. Mana mungkin kan? Aku ini hanya iblis rendahan, tidak pantas bersanding dengan Kaichou"
"Yaaahh sayang banget,,, padahal tidak apa-apa juga sih. Kami keluarga Sitri tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan darah dan kebangsawanan kok"
"Tapi tetap saja, tidak bisa seperti itu, Serafall-sama"
"Hmmm,,,, ahhaaaa kalau begitu kau untukku saja deh, Naru-tan. Kau mau kan? Aku ini Maou dan tidak terlalu terikat dengan kebangsawanan Keluarga Sitri lagi, jadi aku bebas memilih siapa pasanganku tanpa terikat aturan manapun. Eheheeheee..."
"Jangan...!" sergah Naruto.
"Yaaaahhhhh..." Serafall berubah cemberut, dia ditolak oleh seorang pria. Walaupun kesannya ini seperti candaan, tetap saja yang namanya ditolak itu,,,, menyakitkan dan menyayat hati.
". . . . . . . ." Naruto tidak menyahut lagi karena ia jelas merasakan ada sesuatu yang berbahaya, dari arah sampingnya, dan itu sangat dekat.
Serafall mengalihkan matanya ke perempuan berambut indigo panjang, "Kenapa,, Hinata-chan?"
"Eng-enggak kok,,, aku tidak kenapa-kenapa, Serafall-sama."
"Hooooo, massa sih? Seharusnya kan ada kenapa-kenapanya. . . ." kata Serafall dengan memicingkan matanya pada Hinata.
". . . . . ." Hinata memilih untuk tidak menyahut. Baginya berurusan dengan Serafall, tidak segampang berurusan dengan Sona. Maou Leviathan itu masuk kedalam daftar teratas orang yang harus ia waspadai.
Serafall dan Hinata, dua wanita ini mungkin akan terlibat konflik serius dalam waktu dekat ini. Semoga saja jika itu terjadi, masalahnya tidak akan merembes ke hal-hal lainnya.
"Ahhhh, sudahlah... Sekarang kita bisa bubar!" kata Serafall pada akhirnya.
.
.
.
Kini Sona, bersama dengan Tsubaki dan ditemani kedua peerage palsunya, sedang berada halaman belakang istana milik Yasaka. Istana ini tidak terletak satu dimensi ruang dengan Kyoto, konsepnya lebih seperti dunia lain, katakanlah Kyoto Paralel. Jika Kyoto asli disebut sebagai dunia permukaan, maka tempat ini adalah dimensi duplikat Kyoto dengan suasana khas Jaman Edo Jepang, para Youkai sendiri menyebutnya 'Jalan Belakang' atau 'Ibukota Pusat'. Ada banyak bangunan-bangunan tradisional yang berbaris membentuk sebuah Kota dan satu istana megah dengan arsitektur Jaman Edo.
Tampak Sona sedang mondar mandir di halaman belakang ini, sesekali ia jongkok seperti sedang mengamati sesuatu. Bukan tanpa alasan Sona melakukan itu, dia melakukannya karena ditempat inilah terakhir kali keberadaan Yasaka di konfirmasi oleh para Dewan Youkai Kyoto sebelum hilang karena penculikan. Harusnya Sona membawa sebuah lup atau kaca pembesar dan memakai topi tinggi, biar aura kedetektifannya lebih terlihat.
"Hmmmmm,,, ini kasus penculikan yang sangat rapi. Aku tidak menemukan petunjuk apapun ditempat ini" ungkap Sona.
"Bagaimana bisa, Kaichou? Tidak mungkin Yasaka-hime menghilang dan diculik tanpa meninggalkan jejak apapun kan? Mungkin kau harus periksa lebih teliti lagi" Tsubaki merasa janggal dengan pernyataan King-nya. Mana ada orang bisa datang dan menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak.
"Kau tahu kan seberapa telitinya aku memeriksa sesuatu, tidak mungkin ada yang ku lewatkan. Penculik itu pasti menggunakan suatu trik hebat"
". . . . . ." Tsubaki tidak menyanggah,,,
"Hinata-san, bagaimana denganmu? Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Sona pada Hinata yang sejak tadi juga sama dengannya, sama-sama mengamati TKP, bedanya adalah Hinata tidak mondar mandir tapi hanya berdiri saja. Sona tahu itu, sebab
"Sebentar, Sona-san. Aku periksa lebih teliti sekali lagi"
Byakugan
Hinata memindai setiap area TKP hingga radius 10 km. Radius yang cukup untuk menyentuh semua area istana Yasaka dan kawasan sekitarnya. Perlu waktu 10 menit lebih hingga Hinata selesai melakukan pemindaian pada semua tempat dengan doujutsunya,
Sona bertanya ketika Hinata menonaktifkan kembali Byakugan, "Bagaimana?"
"Nihil. Tidak ada sedikitpun bekas ataupun jejak mencurigakan. Aku tidak menemukan kerusakan apapun disekitar sini. Hanya ada bekas-bekas aktifitas para youkai saja"
"Begitu,,, jadi untuk sementara bisa diasumsikan bahwa dengan trik yang digunakan oleh si penculik saat melakukan aksinya, Yasaka-hime tidak sedikitpun bisa memberikan perlawanan"
"Itu asumsi terbaik pertama yang bisa kita buat, Sona-san" sahut Hinata.
"Boleh juga. Masalahnya sekarang adalah, bagaimana caranya si penculik datang dan pergi tanpa meninggalkan bekas apapun."
"Tidak meninggalkan jejak, bukan berarti tidak meninggalkan petunjuk." Hinata mencoba berpikir kritis.
"Maksudmu?"
"Begini, jika ada jejak maka kita akan menelusuri jejak itu untuk bisa memprediksikan bagaimana cara pelaku melakukan aksinya dan menemukan dia. Tapi jika tidak ada jejak, berarti kita hanya perlu memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang bisa dijadikan trik oleh pelaku dengan membandingkan cara kerja teknik-teknik sihir yang ada didunia ini. Ini dunia youkai, jadi pelaku pasti menggunakan semacam trik sihir tententu. Aku yakin kau yang berwawasan luas mengetahui banyak jenis teknik sihir. Setelah kita tahu sihir jenis apa yang digunakan, maka kita bisa mengeliminasi sebanyak mungkin terduga pelaku hingga menyisakan satu orang saja."
"Iya, benar juga. Tapi kita tidak menemukan sedikitpun sisa-sisa aktifitas penggunaan energi sihir non-youkai disekitar sini. Cara yang kau sebutkan tadi akan menjadi lebih berat, Hinata-san"
"Apa mungkin pelakunya dari dalam golongan youkai sendiri?" tanya Tsubaki.
"Itu mustahil" sanggah Sona,"Jika youkai asli sini yang melakukannya, Yasaka-hime yang merupakan youkai terkuat pasti bisa memberikan perlawanan. Aku yakin pelakunya pasti orang luar."
"Aku setuju denganmu," Hinata menimpali, "Dengan Byakugan tadi aku tidak hanya mengamati TKP tapi juga mengamati para youkai yang menjadi penduduk disini. Semua dari mereka berkabung, tidak satupun yang menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka senang dengan kejadian ini. Dari yang ku dengar, Yasaka-hime adalah pemimpin Kyoto yang sangat disayangi oleh mereka semua tanpa terkecuali"
"Baiklah, kita sepakati kalau pelakunya orang luar. Jika kita mengambil kesimpulan dari Onee-sama kalau yang bertanggung jawab adalah Khaos Brigade, maka pelakunya pasti anggota asli organisasi itu, tanpa kaki tangan ras youkai sini"
"Setuju. Lalu kembali kepertanyaan ku tadi, seberapa jauh yang kau ketahui tentang jenis sihir yang bisa digunakan untuk datang dan pergi serta menangkap orang lain tanpa meninggalkan bekas, Sona-san?"
"Kurasa ada cukup banyak, misalnya sihir teleportasi dari ras . . . . . . . . "
Sona dan Hinata, tampak sangat kompak mendiskusikan apa yang mereka pikirkan. Kalau sudah seperti ini, jalan pikiran dua orang dengan IQ jauh diatas rata-rata itu tidak akan bisa tersentuh oleh siapapun. Tsubaki pun terpinggirkan, begitupula Naruto yang sejak tadi hanya diam magut-magut tidak mengerti apa-apa.
Sebenarnya, Naruto sempat mengumpulkan senjutsu dan memasuki Sennin Mode atas saran Hinata, untuk merasakan keberadaan semua makhluk hidup disekitar sini dengan sensornya. Dahulu di dunia shinobi, sensor dari Sennin Mode bisa mendeteksi keberadaan manusia dan peringatan tanda bahaya, namun setelah sampai di DxD Universe yang dihuni berbagai jenis dan ras makhluk supranatural, sensor itu juga bisa membedakan makhluk supranatural yang berbeda-beda jenisnya itu. Hanya jenis-jenis tertentu yang sudah pernah Naruto ingat lah yang bisa dikenali, sedangkan jika jenis baru, auranya belum bisa diidentifikasi. Hasilnya, Naruto juga tidak menemukan apa-apa, tidak ada ras supranatural lain disekitar sini.
". . . . . .tapi dari semua itu, kita belum menemukan secara spesifik jenis sihir apa yang mereka gunakan. Masih ada cukup banyak kemungkinan sihir jenis apa yang digunakan pelakunya" Sona dan Hinata masih belum berhasil mengidentifikasi jenis sihir apa yang digunakan pelaku. Tampaknya Sona mulai frustasi, walaupun Hinata masih bisa memasang ekpresi seperti biasanya.
Ekpresi yang biasanya Hinata pasang kepada Sona ketika tidak ada orang lain yang mengetahui kesepakatan yang mereka buat, hanyalah ekpresi seperti yang biasanya para relasi kerja tunjukkan. Ekspresi serius layaknya seorang profesional, kadang juga tampak santai jika sedang tidak ada masalah yang harus diselesaikan. Namun jika ada orang lain, maka Hinata harus memasang ekpresi hormat pada Sona layaknya seorang budak kepada raja.
Ekspresi Naruto yang sejak tadi diam, tiba-tiba saja berubah, seperti menemukan titik terang.
"Bagaimana jika si penculik menggunakan suatu trik sihir yang berhubungan dengan teknik perpindahan dimensi yang dapat menarik paksa targetnya dari jauh" kata Naruto.
Sona dan Hinata langsung tanggap, ini terobosan bagus. Walaupun biasanya Naruto itu bodoh dan ceroboh, ternyata otaknya kadang bisa jalan dengan kecepatan melebihi orang jenius sekalipun.
"Sepertinya aku menemukan titik terang" kata Hinata.
"Aku juga" sambung Sona. "Hinata-san, bisakah kau prediksi jumlah pelaku?"
"Setelah ku amati dengan byakuganku tadi, tidak ada jejak pelaku terdeteksi, artinya jumlah pelaku yang datang ke tempat ini adalah nol"
"Tepat seperti dugaanku, tidak akan ada jejak kalau pelakunya tidak datang ketempat ini. Dia melakukan nya dari dimensi lain"
"Itu berarti,,,,," Hinata sudah menemukan jawaban.
"Dimension Lost/Dimension Lost" kata Sona dan Hinata bersamaan.
Dimension Lost memiliki kemampuan untuk mentransfer suatu benda atau orang ke dimensi buatan yang direkonstruksi oleh penggunanya, mirip prinsipnya dengan pembuatan arena rating game. Target yang sudah ditransfer akan dikurung atau disegel didalam sana hingga tidak bisa keluar. Proses transfer dapat dilakukan secara sukarela ataupun dengan cara paksa terhadap targetnya. Target yang ditransfer pun kadang tidak menyadari kalau dirinya sudah ditransfer. Media pengikat untuk mentransfer adalah kabut tipis yang biasanya memberikan perasaan hangat. Walau target sudah menyadari ada pengguna Dimension Lost, tapi target tidak bisa berbuat apa-apa karena terlambat, tahu-tahu dia sudah selesai ditransfer ke dimensi lain.
Dimension Lost adalah satu dari 4 Sacred Gear tipe Longinus yang masuk dalam peringkat teratas. Memang Boosted Gear milik Issei dan Divine Dividing milik Vali adalah sacred gear yang memiliki serangan dan pertahanan paling tangguh secara keseluruhan, namun Dimension Lost menduduki peringkat yang lebih tinggi dari dua sacred gear itu karena dari hal teknik sangat berbahaya dan melampaui batas normal dalam banyak segi. Apalagi jika penggunanya orang cerdik, akan sangat sulit mengalahkannya. Bahkan jika pengguna Dimension Lost sudah sampai pada tahap tertinggi, dia bisa membuat kabut skala besar yang melingkupi sebuah negara atau benua beserta dengan seluruh penduduknya, dan dikirim ke celah dimensi, ke permukaan matahari, atau kedasar terdalam jurang neraka hingga hancur dengan sendirinya disana.
Kedua wanita ini memang sering mempelajari sesuatu. Sona memang sudah hobinya dari dulu sedangkan Hinata karena tuntutan misinya. Jadi pernah beberapa kali, Sona dan Hinata berkunjung ke Institut Grigori untuk menambah pengetahuan disana, terutama hasil penelitian-penelitian Grigori tentang Sacred Gear. Data tentang ke-13 sacred gear tipe longinus cukup banyak tersimpan disana dengan rapi. Walaupun tidak diketahui masing-masing kesemua pemilik Sacred Gear itu sekarang, tapi sacred gearnya sudah ada sejak dahulu sehingga bukan hal mustahil kalau Grigori memiliki informasinya.
Sona membuat keputusan, "Yah Azazel sensei, kita harus menemui pak tua itu sekarang. Aku ingin menanyakan padanya siapa pengguna Sacred Gear Dimension Lost sekarang. Misalkan dia tidak tahu, tapi paling tidak ada informasi dari golongan mana si penggunanya, untuk memastikan apa benar Khaos Brigade yang merencanakan semua ini. Dan tidak hanya itu, jika kita tahu apa kemampuan si pelaku lebih detail dari Azazel sensei, itu pasti memudahkan kita membuat strategi jika sampai bentrok dengan mereka."
Semuanya mengangguk setuju,
"Ayooo" seru Sona.
"Tunggu sebentar Kaichou, aku baru saja mendapat kiriman dokumen berisi agenda harian Yasaka-hime selama sebulan ini seperti yang kau minta kemarin malam" Tsubaki menyerahkan satu eksemplar dokumen. Dokumen itu baru saja di terima Tsubaki via sihir pengiriman barang.
"Terima kasih, Tsubaki. Aku akan membacanya nanti, setelah kita menemui Azazel sensei" ucap Sona yang tampak tergesa-gesa menerimanya. Semoga saja benar-benar tidak ada yang dilewatkan olehnya, seperti kata Sona tadi bahwa 'tidak mungkin ada yang ku lewatkan'
.
.
.
Ketika Issei bersama teman sekelompoknya menikmati darmawisata di Kinkaku-ji, tiba-tiba suasana berubah karena seekor youkai rubah api datang. Suasana menjadi tegang, apalagi Xenovia yang sekelompok dengan Issei saat itu memelototi si rubah api dengan mata setajam elang. Beruntung pada akhirnya tidak sampai terjadi bentrokan karena Rossweisse datang terlebih dahulu dan memberitahukan pesan dari Azazel kalau ada gencatan senjata antara pihak asing dengan Kyoto, sekalian putri dari Kyubi Yasaka-hime ingin meminta maaf. Ternyata si youkai rubah api itu adalah salah satu pelayan Yasaka-hime yang ditugaskan untuk menjemput Issei, Xenovia, Irina, dan Asia yang satu kelompok dan membawanya ke Ibukota Pusat tempat kaum youkai Kyoto tinggal.
Dan di tempat itulah mereka semua sekarang, Ibukota Pusat. Ternyata sebelum Issei datang bersama Asia, Irina, dan Xenovia tiba disana, sudah ada Azazel, Serafall, Sona, Tsubaki, Naruto, dan Hinata beserta beberapa petinggi kaum youkai, dan yang pasti ada pula tuan putri Kyubi yang ingin meminta maaf. Tuan putri kecil itu mengenakan kimono berbulu mencolok seperti Tuan Putri dari Era Sengoku. Kiba, Saji dan lainnya sedang tidak ada karena beda kelompok dengan Issei. Kalau Sona bisa ada disini karena tidak sedang berdarmawisata.
Mereka semua kini sedang berada di Istana Kecil milik Tuan Putri Kyubi, istana pribadinya. Ya walaupun istana ini kecil jika dibandingkan istana utama pemimpin Kyoto, Yasaka-hime, tetap saja tampak sangat besar untuk ukuran manusia biasa. Luas halaman depannya saja lebih dari dua kali luas lapangan bola, belum lagi bangunan dan halaman belakangnya.
Bertempat di paviliun istana itu, salah satu tempat favorit Tuan Putri Kyubi, disanalah mereka mengadakan pertemuan.
"Aku Kunou, putri dari Yasaka, administrator dari youkai yang tinggal didalam dan diluar Kyoto" setelah perkenalan dirinya, Tuan Putri Kyubi ini membungkukkan kepalanya dalam-dalam.
"Aku minta maaf untuk sebelumnya. Menyerang kalian tanpa menyelidiki terlebih dulu, mohon maafkan aku." kata Kunou lagi. Inilah tujuannya mengumpulkan banyak orang disini.
Issei tampak bingung, menggaruk pipinya karena tidak tahu harus berbuat apa.
"Tak masalah. Kesalahpahaman sudah selesai, dan kami tak keberatan dengan kejadian kemarin selama kami bisa menikmati piknik kami di Kyoto tanpa insiden lebih jauh" Xenovia yang pertama kali bersuara menanggapi permintaan maaf Kunou.
"Ya. Hati yang memaafkan itu sangat penting bagi Malaikat. Aku tak punya dendam pada Tuan Putri-sama." Irina melanjutkan.
Asia juga ikut berbicara, penuh dengan senyuman. "Ya, kedamaian itu sangat penting."
Tersisa Issei yang belum bicara, karena semuanya sudah memaafkan, jadi tidak ada pilihan lain lagi bagi Issei selain, "Jadi itulah yang kami rasakan, aku juga tak apa apa. Mohon angkat kepalamu"
"Tapi, tapi,,,,,,"
Orang-orang dewasa yang ada disana paham kalau insiden kemarin ternyata membuat Kunou lebih resah dari yang lain. Sona, Tsubaki, Naruto, dan Hinata juga paham. Tidak ingin hal ini lebih panjang, Serafall memberi isyarat pada Issei sebagai pihak yang dirugikan untuk segera membuat penyelesaian.
Menerima isyarat dari Serafall, Issei sedikit mengerti, perlahan berlutut di depan Kunou, mensejajarkan kepalanya dengan Kunou lalu membuat kontak mata dengan tuan putri kyubi itu. "Jadi,,,, namamu Kunou kan? Begini, Kunou, kamu sangat mencemaskan ibumu, iya kan?"
"Ya, tentu saja."
"Kalau memang begitu, maka membuat kesalahan itu wajar. Tentu saja, ini bisa membuat masalah dan membuat tak nyaman orang lain. Tapi Kunou, kamu sudah meminta maaf. Kamu meminta maaf karena kamu memahami kamu sudah salah, begitu kan?"
"Ummm" tuan purti kyubi ini pun mengangguk.
"Kalau itu masalahnya, maka tak ada seorangpun yang menyalahkanmu, Kunou."
Mendengar kata-kata Issei, wajah Kunou terangkat, menatap semua orang yang ada disana, lalu dengan suara kikuk, "...Te-terima kasih."
Semua orang pun lega, kesalahpahaman sudah terselesaikan.
Dengan malu malu, Kunou berbicara lagi. "Meski aku mohon maaf untuk kesalahanku. Tapi tolong, kumohon pada kalian semua, pinjamkan kekuatan kalian untuk menyelamatkan Ibuku..."
Tidak jauh dari tuan putri kecil Kunou, ada pula seorang pria tua berhidung panjang. Dia adalah pemimpin dari para Tengu dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan Yasaka-hime sejak zaman dulu. Dia terlihat sangat khawatir tentang penculikan Yasaka-san serta kondisi mental Kunou.
"Gubernur-dono, Maou-dono, bisakah anda membantu kami menemukan cara untuk menolong Yasaka-hime? Tak peduli apapun, kami menjanjikan kerjasama penuh kami pada kalian" si Tengu tua membuat permintaan.
Dan terlihat seringaian tipis dibibir Azazel. Ini tentu keuntungan besar bagi Azazel maupun Aliansi Tiga Fraksi yang ingin membangun Imperium of Bible. Inilah yang dia inginkan, sambil berdarmawisata sambil menjajah wilayah orang. Serafall hanya memasang ekpresi biasa, tidak ada perubahan sedikitpun pada raut wajahnya.
"Yang bisa kami yakini, adalah para penculik masih berada di Kyoto" pungkas Azazel.
"Kenapa Azazel sensei berpikir seperti itu?"
Issei bertanya, lalu Azazel mengangguk dan menjelaskan.
"Aliran energi Ki di semua wilayah Kyoto masih stabil. Rubah berekor sembilan adalah eksistensi yang bertanggung jawab dalam mempertahankan keseimbangan aliran Ki dari area-area berbeda di seluruh wilayah Kyoto. Kyoto sendiri bisa dianggap sebagai medan energi berskala besar. Kalau kyuubi yang menjaga tanah ini pergi atau terbunuh, maka Kyoto akan mengalami perubahan drastis. Karena tak ada sedikitpun tanda tanda perubahan aliran Ki, artinya Yasaka-hime masih baik baik saja, dan para penculik kemungkinan masih ada disini"
Kyoto ternyata bukanlah kota biasa. Salah satu perfektur di Jepang ini memiliki banyak tempat-tempat mistis yang berhubungan langsung dengan aliran energi Ki. Jumlah tempat mistis yang sangat banyak, tentu memerlukan sesuatu untuk mengaturnya untuk menjadikan Kyoto seperti medan energi yang stabil. Oleh karena itulah, peran Yasaka sangat penting.
Berhubung Yasaka masih tidak kenapa-kenapa, berarti masih ada kesempatan untuk menolongnya.
"Serafall, Bagaimana investigasi yang para Iblis sudah lakukan disana?" Azazel bertanya dengan nada serius.
"Aku sudah perintahkan mereka semua untuk menginvestigasi secara rinci. Para Iblis yang familiar dengan wilayah Kyoto juga sudah diturunkan."
"Azazel sensei" ucapan Sona menyela keseriusan dua orang penting itu, satu berpangkat Gubernur dan satu lagi Maou, "Tim kecilku mendapatkan hasil yang cukup memuaskan"
"Ehh,, benarkah Sou-tan?" bukannya Azazel namun Serafall lah yang menyahut. "Kenapa tidak bilang dari tadi?"
"Aku hanya menunggu waktu yang tepat saja"
"Tunggu apa lagi, jelaskan pada kami semua, Sona!" perintah Azazel.
"Sebelum itu, aku ingin tanya apa Institut Grigori punya data tentang siapa pengguna Sacred Gear Dimension Lost?"
"Apa hubungannya?" Azazel bertanya balik.
"Jawab dulu pertanyaanku tadi" Sona bersikeras dengan pertanyaannya.
"Tidak ada,,, kau sudah tahu kan?, aku masih ingat kalau kau beberapa kali berkunjung ke Institut Grigori dan membaca hasil laporan penelitian kami tentang Sacred Gear tipe Longinus. Tidak ada yang kami sembunyikan selain itu.
"Lalu?"
"Kami hanya punya data sebagian kemampuan dari Dimension Lost. Penggunanya sekarang tidak diketahui. Institut Grigori sebenarnya tidak mengetahui semua orang yang memiliki Sacred Gear Longinus, yang terdaftar di Grigori hanya Boosted Gear dan Divine Dividing pada Issei dan Vali, lalu Zenith Tempest, Regulus Nemea, Canis Lykaon dan Sephiroth Graal"
Mendengar nama Sephiroth Graal disebutkan, tentu saja menjadi tambahan informasi sendiri bagi Sona untuk masalah yang dihadapinya. Dan untuk Hinata, ini jackpot yang tak terduga. Saat berkunjung ke Grigori, mereka tidak menemukan data siapa pengguna Sephiroth Grall. Hanya data identitas pengguna Longinus lain saja yang di berikan secara cuma-cuma.
Kedua wanita ini walaupun tidak saling mengetahui isi pikiran masing-masing, namun mereka kompak untuk mengesampingkan tentang Sephiroth Graal dahulu. Masalah Yasaka-hime lah yang harus di utamakan untuk sekarang ini. Urusan Sephiroth Graal bisa menunggu untuk nanti.
"Baiklah. Begini, setelah menyelidiki TKP, kami menyimpulkan kalau Yasaka-hime diculik dengan cara ditransfer paksa ke suatu dimensi buatan menggunakan Dimension Lost, lalu di jebak dan dilumpuhkan disana. Kemungkinan pelaku tidak hanya satu orang, mereka pasti sekelompok orang dengan rencana matang dan persiapan penuh sehingga sanggup membuat Kyubi Sang Youkai terkuat terpaksa tunduk"
"Kalian yakin?"
"Begitulah, Azazel-sensei. Jadi apa benar Dimension Lost itu dimiliki oleh seseorang dari organisasi Khaos Brigade?"
"Tentang itu, mungkin saja iya. Aku pernah mendengar rumor tentang golongan Hero Faction, golongan pahlawan yang bergabung kedalam Khaos Brigade. Kau tahu sendiri kan kalau organisasi teroris itu menaungi banyak golongan oposisi? Golongan Hero Faction itu adalah kumpulan para manusia yang membenci eksistensi supranatural dan katanya memiliki beberapa pengguna Sacred Gear tipe longinus yang berbahaya. Tidak menutup kemungkinan kalau pemilik Dimension Lost berada dipihak itu"
"Informasi ini sangat berguna,,, kau pasti menyadarinya kan Azazel sensei.?"
"Tentu saja" Azazel lalu mengarahkan perhatiannya pada semua orang, "Semuanya dengarkan aku,,,! Kita asumsikan musuh memiliki Dimension Lost, maka kita dapat melakukan antisipasi jika musuh berada didekat kita. Pengguna Dimension Lost bisa mentransfer paksa targetnya ke dimensi replika buatan. Ciri-cirinya adalah adanya kabut tipis yang muncul tiba-tiba di bawah kaki, dari tanah atau lantai yang kita pijak. Kabut itu membuat kita merasakan perasaan hangat, namun jangan sampai terlena oleh kehangatan itu karena saat itu lah proses transfer paksa berlangsung. Jika melihat tanda-tanda kemunculan kabut itu, usahakan jangan sampai kita terpencar, kita harus terus bersama agar musuh tidak mudah menghancurkan kita. Kalau pun ada diantara kalian yang sendirian, menjauhlah sebisa mungkin dari kabut itu dengan terbang, jangan sampai terjerat perangkapnya. Mengerti semuanya?"
"Mengerti..." semua orang mengangguk mantap.
Sona bersuara lagi, "Jadi apa tugasku sudah selesai? Jika memang benar Khaos Brigade adalah pelakunya, aku tidak bisa membantu banyak dalam pertarungan, kurasa Tim Gremory lebih cocok untuk itu. Lagipula aku tidak ingin menganggu Saji dan budak-budakku lainnya yang sedang menikmati darmawisata disini, sedangkan tim kecil ku ini bukan untuk bertarung, hanya membantu penyelidikan saja"
Yang dimaksud Sona sebagai tim kecilnya adalah, dia sendiri, Tsubaki, Naruto, dan Hinata. Hanya empat orang. Sebenarnya tim empat orang ini bukannya tidak bisa bertarung, malah Sona mengakui kalau tim ini lebih baik daripada ia mengerahkan semua peerage aslinya, tentu saja karena teknik bertarung dari dua ninja peerage palsunya yang di luar nalar, bukan dalam hal kekuatan dan pertahanan namun dalam teknik dan trik, itulah sejauh yang Sona tahu.
Hanya saja Sona yang tidak bisa membawa tim kecil ini kedalam pertarungan melawan Khaos Brigade. Sona masih ingat saat membuat kesepakatan dengan Naruto dan Hinata, informasi darinya di tukar dengan bantuan dari Naruto dan Hinata dalam rating game dan urusan OSIS, bukan urusan dengan teroris, urusan itu sudah diluar kesepakatan. Jadi karena itulah, Sona tidak bisa meminta lebih. Dia tidak ingin kesepakatan ini bubar hanya karena insiden yang dibuat teroris di Kyoto.
Ternyata iblis licik berkacamata ini egois, lebih mementingkan urusannya sendiri, dibanding menyelamatkan Yasaka yang diculik.
"Kerja bagus Sou-tan, terima kasih bantuanmu. Ini sangat berguna, dengan begini kemampuan musuh sudah lebih banyak yang kita ketahui dan kita bisa mengantisipasinya. Tapi kau belum boleh pulang sekarang, sampai Yasaka-hime berhasil kita selamatkan" Serafall sangat mengapresiasi bantuan adiknya hari ini. Hanya dalam satu hari saja, Sona sudah banyak memecahkan misteri insiden Kyoto.
"Aku tahu, Onee-sama. Aku memang tidak berniat pulang sekarang"
Melepaskan perhatian pada Sona, Azazel lalu memandang semua anggota Tim Gremory di sini, "Sepertinya kali ini kalian akan terlibat lagi, karena kita kekurangan orang. Khususnya karena kalian berpengalaman dalam melawan orang orang kuat, dan kami akan membutuhkan kekuatan kalian melawan golongan Pahlawan. Ini sangat disayangkan, tapi mohon bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. Nanti biar aku yang menghubungi Kiba dan para budak Sitri yang tak berada disini. Sebelum itu, silahkan menikmati piknik kalian, tapi kami akan mengandalkan kalian dalam situasi darurat."
"Ya..." Jawab Issei, Xenovia, Irina, dan Asia bersamaan. Mereka berempat setuju pada kata-kata Azazel.
Kunou mengatupkan tangannya dan membungkukkan kepalanya dalam-dalam sekali lagi. Nona rubah api dan Tengu tua juga ikut membungkuk.
"Kumohon pada kalian semua. Mohon,,, mohon pinjamkan kekuatan kalian untuk menolong Ibuku. Tidak, tolong pinjamkan kekuatan kalian padaku. Kumohon."
.
.
.
TBC...
.
Note : Oke,,, mulai dari sini kita menyerempet alur LN DxD lagi, ini settingnya arc kyoto di LN vol 9. Sebenarnya arc kyoto udah mulai sejak chapter 30 saat sparing Issei Vs Sairaorg, tapi 3 chapter dibelakang harus masuk dahulu agar arc ini lebih kena dan tidak membingungkan. Pokoknya di Kyoto masalah besar akan terungkap. Konoha akan terlibat, entah kubu mana yang akan ditargetkan sebagai sekutunya. Ada lagi kejutan yang pasti tak disangka, melibatkan salah satu Top 10 "Strongest Beings in the World". Coba tebak nih dewa yang mana...!
Lalu di arc ini, Naruto dan Hinata punya peran penting, dia tidak akan bertindak sebagai support lagi dan akan menunjukkan kekuatannya untuk pertama kali di depan makhluk supranatural. Mereka berdua akan, fullpower.
Yang baca LN DxD, pasti tau kalau kasus penculikan Yasaka tidak seperti di atas, di LN kasusnya lebih sederhana. Sengaja dibuat beda untuk fic ini karena ada konspirasi didalamnya. Hohohooo. Intinya fic ini akan penuh dengan intrik.
Dan,,, dari beberapa golongan didalam Khaos Brigade, aku memilih Hero Faction yang keluar lebih dahulu. Jadi Old Satan Fraction yang dipunggawai oleh Shalba, Cruzerey, Diodora, dan lain-lain masih ada, mereka disimpan untuk nanti. Begitupula dengan Qlippoth. Tentu ada maksud pula kenapa Caocao CS yang keluar lebih dahulu.
Ulasan Review :
Yang menunggu Khaos Brigade?, nih mereka udah nongol.
Aktifitas Hero Faction beda atau sama dengan LN? Ya, beda lah. Fic ini punya alur sendiri.
Yang main tebak-tebakan siapa yang bakal jadi sekutu Konoha,,, jangan menyerah yaa. Pecahkan saja teka-tekinya, petunjuknya ada di arc ini.
Letak pulau melayang Konoha? Untuk sekarang ada di atas wilayah perbukitan 35 km dari Kuoh. Yang di atas lautan itu, saat pertama kali Konoha datang ke DxD Universe. Di pindah Naruto ke tempat lain agar lebih aman.
Satu lagi, di fic ini tidak ada ceritanya yang mati berubah jadi abu atau lenyap begitu saja menjadi cahaya. Aku menetapkan bahwa semua ras adalah makhluk hidup, punya tubuh, jadi aku menganggapnya jika mati maka akan menyisakan jasad. Tujuannya agar yang mati tidak lenyap begitu saja, tapi menyisakan suatu hal yang menjadi masalah baru ataupun menjadi penyelesaian masalah.
Rokie 12 belum banyak nongol, peran mereka belum sampai, nanti jika pergerakan Konoha sudah besar-besaran. Lalu, Rias dkk nongol lagi.
Terimakasih untuk yang mengapresiasi dan memberi pujian untuk fanfic ini. Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
