Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Rabu, 30 Maret 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

"Kerja bagus Sou-tan, terima kasih bantuanmu. Ini sangat berguna, dengan begini kemampuan musuh sudah lebih banyak yang kita ketahui dan kita bisa mengantisipasinya. Tapi kau belum boleh pulang sekarang, sampai Yasaka-hime berhasil kita selamatkan" Serafall sangat mengapresiasi bantuan adiknya hari ini. Hanya dalam satu hari saja, Sona sudah banyak memecahkan misteri insiden Kyoto.

"Aku tahu, Onee-sama. Aku memang tidak berniat pulang sekarang"

Melepaskan perhatian pada Sona, Azazel lalu memandang semua anggota Tim Gremory, "Sepertinya kali ini kalian akan terlibat lagi, karena kita kekurangan orang. Khususnya karena kalian berpengalaman dalam melawan orang orang kuat, dan kami akan membutuhkan kekuatan kalian melawan golongan Pahlawan. Ini sangat disayangkan, tapi mohon bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. Nanti biar aku yang menghubungi Kiba dan para budak Sitri yang tak berada disini. Sebelum itu, silahkan menikmati piknik kalian, tapi kami akan mengandalkan kalian dalam situasi darurat."

"Ya..." Jawab Issei, Xenovia, Irina, dan Asia bersamaan. Mereka berempat setuju pada kata-kata Azazel.

Kunou mengatupkan tangannya dan membungkukkan kepalanya dalam-dalam sekali lagi. Nona rubah api dan Tengu tua juga ikut membungkuk.

"Kumohon pada kalian semua. Mohon,,, mohon pinjamkan kekuatan kalian untuk menolong Ibuku. Tidak, tolong pinjamkan kekuatan kalian padaku. Kumohon."

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 35. Kasus Penculikan di Kyoto Part 2.

Tugetsukyou, adalah sebuah jembatan yang melintasi sungai Katsura. Hanya jembatan kayu tradisional namun penuh dengan kenangan historis. Dari jembatan itu, dapat disaksikan pemandangan gunung-gunung di Kyoto yang membentuk garis merah membentang sepanjang puluhan kilometer sehingga memberikan kesan musim gugur yang kuat.

Ada sebuah legenda yang berkaitan dengan Jembatan Tugetsukyou. Legenda itu menyebutkan bahwa jika ada sepasang kekasih yang sedang melintasi jembatan itu menoleh kebelakang salah satu atau keduanya, maka kekasih itu akan terpisahkan.

Dan ketika siswa kelas XI Kuoh Gakuen berjalan-jalan di jembatan itu dalam rangka darmawisata, hal buruk tiba-tiba saja datang. Tidak menimpa semua orang, hanya menimpa siswa-siswa yang aslinya adalah iblis saja, dari kelompok iblis Gremory.

Issei, bidak pion kelompok Gremory, merasakan perasaan hangat menyelimuti tubuhnya. Dia bingung dan saat melihat kesekeliling ternyata selain dirinya hanya tersisa Asia, Xenovia, Irina, Kunou, dan Kiba saja. Semua orang lain telah menghilang. Para siswa Kuoh dan touris lainnya yang merupakan manusia normal telah lenyap. Mereka kebingungan dan ketika mensurvei sekeliling, tak ada orang-orang mencurigakan di dekat mereka.

Setelah beberapa saat, kabut aneh seperti mengambang dari bawah kaki mereka.

"Kabut ini?"

"Dimension Lost" Kiba menjawab kebingungan Issei sambil berjalan mendekat.

Semua orang telah berkumpul. Mereka sudah memasang posisi siaga dan menyakini musuh ada didekat mereka. Hal seperti ini sudah mereka antisipasi sebelumnya, berkat informasi yang dikumpulkan oleh Sona dan tim kecilnya.

"Hei, apa kalian semua tak apa-apa?" Azazel turun dan mendarat di sekitar tim Gremory yang sudah berkumpul. "Semuanya selain kita sudah lenyap secara sempurna. Kita ditransfer secara paksa ke dimensi ruang buatan dan disegel di dalamnya. Dari situasi sekeliling, ini adalah dimensi alternatif yang merupakan replika dari Togetsukyou dan sekitarnya." Azazel bisa ada disini bersama Tim Gremory sebab sebagai guru dia mengawasi siswa-siswinya yang jalan-jalan sekitar Togetsukyou.

Sungguh tak ada tanda-tanda transfer sebelumnya. Usai merasakan perasaan hangat tahu-tahu sudah ditransfer. Dimension Lost benar-benar berbahaya.

Dari balik Togetsukyou, jembatan kayu yang melegenda, beberapa sosok mendekat dan menampakkan diri, mereka sekelompok orang yang memang berkaitan dengan kejadian ini, bukan datang tanpa kesengajaan.

"Senang bertemu denganmu untuk yang pertama kali, Gubernur Azazel dan Sekiryuutei"

Salah seorang yang sepertinya pemimpin kelompok menyapa, dia seorang pria, masih muda, tampak berumur 20 tahun, mengenakan seragam yang mirip dengan pakaian China Han. Dia membawa tombak di tangannya, tombak itu memancarkan perasaan tak mengenakkan bagi iblis-iblis Tim Gremory. Itu pasti bukan tombak biasa karena hawanya membawa dampak buruk bagi iblis.

Rekan-rekan pria tadi mengenakan pakaian yang mirip dengan seragam sekolah. Pria dan wanita, terlihat seumuran anak SMA. Semuanya memancarkan hawa kehadiran aneh, berbeda dari kaum Iblis maupun Naga.

Azazel melangkah kedepan, "Apa kalian Golongan Pahlawan dalam rumor itu? Aku takjub, kalian berani mentransfer paksa kami sekaligus tanpa memisahkan kami semua. Apa persiapan kalian untuk ini sudah matang"

Diluar ekspektasi sebelumnya, Azazel menyarankan agar Issei dan kawan-kawan tidak boleh berpisah untuk mencegah kemungkinan terburuk jika sampai ditransfer paksa secara terpisah dengan Dimension Lost. Tapi dengan kejadian ini, berarti mereka tidak perlu susah-susah melakukan tindakan antisipasi. Namun ini juga berarti bahwa kewaspadaan malah harus ditingkatkan karena musuh pasti memiliki kesiapan matang dan kecerdikan luar biasa untuk membantai mereka semua sekaligus.

Pria yang sepertinya pemimpin dari kelompok tadi menjawab, "Namaku Cao Cao, keturunan dari Cao terkenal, Cao Mengde, yang tercatat dalam Cerita Records of Three Kingdom"

"Dia...?" Issei tampak belum tahu tentang sejarah dan legenda Cao Cao.

"Dengarkan baik baik semuanya" Azazel berseru ditengah kebingungan tim Gremory. "Hati-hatilah pada tombak pria itu, True Longinus. Longinus terkuat nomor satu yang dikatakan mampu membantai Tuhan. Aku sudah lama tak pernah melihatnya. Tapi tak kusangka sekarang sudah jatuh ke tangan para teroris."

"Itu Tombak Suci yang sangat ditakuti oleh Seraphim dari Surga...?" Irina menambahkan dengan tubuh gemetaran.

"Aku juga pernah mendengarnya saat masih kecil. Tombak yang membunuh Christ, tombak yang membawa darah Chrits, tombak absolut yang menembus tubuh The God of Bible"

"Itu Tombak Suci..."

Xenovia dan Asia yang merupakan orang-orang dari gereja yang tahu banyak tentang tombak itu ikut bersuara.

Kunou dengan marah berteriak pada si Cao Cao. "Hei kauuu...!"

"Tuan Putri kecil, ada masalah apa? Kalau bisa, aku akan coba jawab semua pertanyaanmu."

"Apa kalian yang sudah menculik ibuku?"

"Benar sekali" dengan entengnya Cao Cao mengakui perbuatannya, bahkan ditambah seulas seringaian kecil dari bibirnya.

"Apa yang kalian rencanakan pada ibuku hah?"

"Kami hanya ingin ibumu bekerjasama dalam eksperimen kami."

"Eksperimen? Apa yang kalian ingin lakukan!?"

"Hanya untuk mengetes sesuatu saja..."

Mendengar itu, Kunou menampakkan taringnya, dengan marah. Matanya melotot tajam dengan berair. Sepertinya dia marah besar. Bukan saja diculik, namun ibunya juga akan digunakan untuk suatu eksperimen mencurigakan.

"Kami tidak ingin mencampuri urusan kalian jadi mari kita persingkat saja. Tolong kembalikan pemimpin Kyuubi. Kami tengah berusaha keras untuk bekerjasama dengan para youkai." Azazel coba membujuk Cao Cao.

Walaupun Azazel sebagai pihak yang membujuk, namun iktikadnya bertolak belakang dengan sikap dia sekarang. Azazel malah sudah siap tempur. Melihat itu, semua orang dari Tim Gremory berkumpul ke dalam formasi dan ikut mempersiapkan diri mereka untuk pertarungan. Issei meminjamkan Ascalon pada Xenovia, karena saat ini Durandal sedang di bawa ke Vatican untuk diperbaiki. Sedangkan Rossweisse yang ternyata juga ikut ditransfer, ditempatkan Azazel di restoran karena masih tidur akibat mabuk.

Kontras dengan sikap siaga Azazel dan tim Gremory, pihak Cao Cao justru tak membuat tanda tanda bersiap-siap. Walaupun tidak pada posisi siap tempur, Cao Cao tidak sedikitpun menanggapi bujukan Azazel. Dia punya tujuan sendiri, dan lagi tindak tanduk Azazel seperti tidak menginginkan gencatan senjata padanya.

Ada seorang anak lelaki pendek yang berdiri di samping Cao Cao tanpa ekspresi. Cao Cao berkata padanya, "Leonardo, akan kubiarkan kau mengurus para Iblis dengan monster-monstermu"

Hanya satu permintaan, namun si anak lelaki tetap tanpa ekspresi, dan mengangguk pelan. Dalam sekejap, bayangan hitam bermunculan di bawah kakinya dan dengan cepat menyebar. Bayangan itu tumbuh, mencapai ukuran yang menutupi seluruh jembatan Togetsukyou. Dan kemudian mereka menyebar lagi dan perlahan mengambil bentuk tertentu. Ratusan monster terbentuk dari bayangan, mengaum keras dan berbaris siap untuk perang.

"Annihilation Maker" ungkap Azazel.

Cao Cao tertawa, "Benar, anak ini membawa salah satu Longinus. Ancaman berbeda dibandingkan True Longinus ku, namun tetap saja Sacred Gearnya sangat mematikan"

Anak laki-laki itu adalah pengguna Longinus. Annihilation Maker, Sacred Gear tipe Longinus yang kemampuannya lebih mematikan daripada Boosted Gear atau Divine Dividing. Sacred Gear itu bisa menciptakan tak terhitung banyaknya hewan-hewan Iblis. Bahkan monster raksasa penghembus api setinggi 100 meter bisa diciptakan hanya dengan kehendak kuat. Kekuatan untuk menciptakan monster hanya dari imajinasi. Kemampuan ini tergantung pada kemampuan penggunanya, bisa menciptakan skala ratusan atau bahkan ribuan.

Azazel berucap geram pada Cao Cao, "Kalian benar-benar yang terburuk, tiga dari empat longinus level teratas bekumpul dalam dalam satu kelompok"

Cao Cao membalas geraman Azazel hanya dengan senyum mengejek.

"Sensei, sebenarnya siapa mereka itu?" Issei bertanya dalam ketidaktahuan akan identitas musuhnya. Dia sudah dalam mode siap tempur, armor naga merah menutupi seluruh tubuhnya. Balance Breaker Boosted Gear Scale Mail sudah aktif sejak tadi.

Azazel menjawab to the point, "Mereka adalah salah satu kelompok didalam organisasi teroris Khaos Brigade yang disebut golongan pahlawan, Hero Faction. Pria bertombak itu, Cao Cao, adalah pemimpin mereka. Sifat alami semua Cao sejak jaman dulu adalah mengumpulkan dan mengembangkan bakat, tak peduli apapun latar belakangnya. Namun Cao Cao masa kini, dia itu, hanya fokus mengumpulkan bakat manusia. Tak ada Iblis atau Malaikat di bawah naungannya. Mengumpulkan semua jenis bakat, namun hanya terbatas pada manusia. Inilah satu satunya prinsip yang golongan Pahlawan mati-matian pertahankan."

"Aku tidak terlalu mengerti tentang sejarah Records of Three Kingdomg, tapi sensei, apa kelemahan Sacred Gear mematikan milik mereka?" Issei bertanya lagi.

Kalau Boosted Gear dan Divine Dividing memiliki kelemahan, maka Cao Cao dan komplotannya pasti juga punya.

"Serang tubuh penggunanya"

Cao Cao tertawa masam usai mendengar kata-kata Azazel. "Sepertinya kelemahan Annihilation Maker sudah ketahuan"

Cao Cao mengarahkan jarinya pada toko di area itu.

Salah satu monster bayangan membuka mulutnya,,,

Bzzzzzzt!

Laser cahaya muncul. Dan dalam sekejap,,,

Booom...!

Toko itu hancur seketika oleh ledakan luar biasa.

"Serangan cahaya?" Issei terkejut ada monster yang bisa menggunakan serangan cahaya seperti malaikat. Ini juga berarti buruk bagi ia dan timnya. Issei dan semua budak Gremory adalah iblis, lemah terhadap serangan cahaya. Hanya Azazel dan Irina saja yang tidak akan terkena damage besar akibat serangan cahaya.

Diantara hempasan angin kuat akibat ledakan, Azazel berteriak dengan marah, "Cao Cao, brengsek kau..! Ternyata kau yang mengirim komplotan yang menyerang kesemua golongan."

Azazel marah,,, yahhh karena terlalu fokus akibat kemunculan eksistensi Konoha, masalah lain seperti serangan-serangan kecil dari para pengguna Sacred Gear dan monster-monster tak dikenal pada semua pihak dari aliansi tidak terlalu terekspos keluar. Tapi dia tak menduga kalau serangan-serangan itu, semuanya adalah ulah Cao Cao, Hero Faction adalah dalang yang harus bertanggung jawab. Ini adalah masalah besar dan sama pentingnya dengan menghadapi Konoha karena mereka berkaitan erat dengan Khaos Brigade yang merupakan pihak oposisi dari Aliansi Tiga Fraksi.

"Ya. Diantara yang ku kirim, ada monster-monster ciptaan anak ini. Meskipun itu hanya serangan kecil dan dapat dengan mudah kalian kalahkan, tapi dari sana terkumpul banyak data untuk Sacred Gear anak ini"

Azazel melotot dengan amarah, namun seketika mulai tertawa. Azazel sekarang mengerti situasi yang dibuat oleh Hero Faction.

"Tapi Cao Cao, itu artinya kau belum bisa menciptakan hewan hewan Pembunuh Dewa."

"..." Cao Cao tak menyangkal ucapan Azazel.

"Apa lagi ini maksudnya, Sensei?" Issei makin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.

"Baiklah,,, aku akan memberitahukan kalian sesuatu. Dengarkan baik-baik, Issei, juga kalian semua. Saat ini sering sekali terjadi serangan-serangan kecil terhadap tiga fraksi yang sudah membuat pakta perdamaian, eksistensi-eksistensi supranatural lain diluar aliansi juga menerima serangan itu. Pelaku serangan ternyata di koordinir oleh Si Brengsek Cao Cao itu. Serangan itu dilancarkan oleh sekelompok manusia pengguna Sacred Gear dan monster-monster bayangan ciptaan si pengguna Annihilation Maker. Tujuannya sudah aku mengerti, mengumpulkan data untuk menciptakan hewan-hewan antimonster pembantai ras supranatural dan di saat yang sama menambah jumlah Balance Breaker diantara para pengguna Sacred Gear"

"Apa yang ingin mereka lakukan setelah mendapatkan semua data yang mereka perlukan, sensei? Dan tentang hewan pembunuh dewa tadi?" Kiba juga penasaran ingin tahu lebih banyak.

"Hero Faction adalah golongan yang hanya beranggotakan manusia, mereka bertujuan untuk memusnahkan seluruh eksistensi supranatural dengan semua bakat-bakat yang di kumpulkan oleh Cao Cao. Mereka adalah yang ditakdirkan sebagai pahlawan dari golongan manusia, itulah Hero Faction. Namun Hero Faction itu hanyalah omong kosong belaka, bullshit. Julukan mereka tidak sesuai dengan jalan yang mereka ambil. Mereka melakukan kejahatan besar, melakukan tindakan eksploitasi diluar batas kewajaran terhadap manusia untuk membentuk pasukan manusia pengguna Sacred Gear, bahkan mereka tidak segan-segan melakukan cuci otak bagi manusia yang melawan keinginan mereka."

Azazel melanjutkan ucapannya lagi, "Jika mereka bisa menciptakan hewan pembunuh dewa, mereka pasti sudah melakukannya. Tak ada alasan bagi mereka untuk tak mencobanya kalau mereka sudah memiliki sumber daya hewan pembunuh dewa. Mereka pasti sudah menyerang secara frontal terhadap semua golongan supranatural jika mereka punya semua sumber daya yang diperlukan untuk tujuan mereka"

"Hahahahaaaa..." Cao Cao tertawa keras setelah mendengar ucapan Azazel pada murid-muridnya. "Suatu kehormatan bagiku, apa yang ku lakukan ternyata diketahui sangat banyak oleh Sang Gubernur Malaikat Jatuh Legendaris, yang namanya tercantum dalam alkitab." Cao Cao lalu mengacungkan tombaknya pada Azazel, "Hewan-hewan monster kami memang belum sampai pada level pembunuh dewa. Tapi kalau lawannya adalah Dewa, maka aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tombak ini. Ayoooo Kemari, kita mulai pertarungan sekarang!"

Pernyataan perang sudah keluar dari mulut Caocao.

Pertarungan pun dimulai. Jika dipandang dari sudut orang lain yang netral dan tahu segalanya, kedua kubu itu tidak sedikitpun memikirkan kepentingan manusia.

Semua omongan Azazel bertolak belakang dengan realita. Dengan didasarkan pada Pakta Perdamaian Kouh yang dia usung, Azazel tampak seperti seorang juru perdamaian. Namun rencana Imperium of Bible yang ada dibelakangnya, ambisi besar Aliansi Tiga Fraksi, semua itu malah akan merugikan umat manusia.

Begitupun dengan Hero Faction. Pahlawan sejati adalah mereka yang memiliki kekuatan atau kemampuan spesial dan memakainya untuk umat manusia. Mereka baru disebut pahlawan setelah melalui sebuah pencapaian atau mengalahkan kejahatan besar. Kelompok Hero Faction adalah orang-orang yang terlahir dengan Sacred Gear. Adanya ambisi eksistensi supranatural untuk mendominasi umat manusia lewat Imperium of Bible atau apapun, tentu merugikan manusia, namun ketika manusia yang terlahir dengan kekuatan spesial sebagai pahlawan yang diberkahi Sacred Gear, melawan dominasi itu dengan tanpa perasaan mengorbankan apapun dan siapapun, maka mereka tidak benar-benar bisa disebut pahlawan. Hero Faction tidak segan melakukan kejahatan, aksi terorisme hingga tindakan ekspolitasi manusia pengguna Sacred Gear bahkan sampai melakukan cuci otak.

Pada intinya, kedua pihak yang bertarung ini, tidak satupun memikirkan kepentingan manusia. Para Iblis yang berambisi mendominasi manusia, dan Hero Faction yang ingin dianggap sebagai pahlawan diantara manusia.

Jika saja Issei, Kiba dan semua anak-anak muda yang masih polos disana tahu tentang semua hal tadi, entah akan seperti apa reaksi mereka?. . . . Tapi kalaupun mereka tahu, sepertinya keadaan tidak akan berubah. Rias dan seluruh Tim Gremory, selalu percaya pada Azazel, guru mereka, guru yang membuat mereka tumbuh menjadi tim kuat dan tangguh. Percaya pada Azazel walaupun faktanya selalu berbeda dengan apa yang Azazel ucapkan.

Hewan-hewan monster cipataan membuat raungan memekakkan lalu menyerbu ke arah Tim Gremory. Kiba dan Xenovia melaju dan berdiri di garis depan. Para budak Gremory sudah mulai bertarung menghadapi ratusan monster bayangan.

"Cao Cao, bagaimana kalau kita beradu tanding?"

Azazel mengeluarkan permata Naga, permata Fafnir, dan seluruh tubuhnya terbungkus dalam armor emas dari Sacred Gear buatan. Di saat yang sama, dia membentangkan kedua belas sayap hitamnya dan menyerbu Cao Cao dengan kecepatan ekstrim.

"Suatu kehormatan besar bagi saya yang diberi kesempatan bertarung dengan anda."

Cao Cao mengangkat tombak sucinya, bagian depan True Longinus terbuka dan melepaskan aura emas yang membentuk bilah tombak.

Crash...!

Tombak cahaya Azazel bertumbukan dengan Tombak Suci Cao Cao, gelombang kejut keras tercipta. Hantaman itu menciptakan gelombang dan dentuman di sungai Katsura, menghempaskan air kemana mana. Tetes tetes air berjatuhan di atas Togetsukyou seperti badai hujan deras.

Seiring Azazel dan Cao Cao menyerang satu sama lain dan melanjutkan pertarungan, mereka perlahan bergerak lurus sepanjang tepi sungai.

"Berikutnya, kurasa sudah waktuku untuk beraksi!"

Ditengah-tengah kesibukan Tim Gremory melawan monster-monster ciptaan anak laki-laki pengguna Anhiliation Maker. Seorang pria melangkah ke depan, dan melepaskan pedang dari ikat pinggangnya.

"Senang bertemu kalian untuk pertama kalinya, para budak Gremory. Aku Sig, keturunan dari pahlawan Siegfried. Rekan-rekanku memanggilku Siegfried. Kalian mau memanggilku apa, itu terserah kalian" kata Pria itu setelah berada tepat didepan Tim Gremory.

Pria itu adalah prajurit top di Gereja Katolik, Protestan, dan Orthodox. 'Kaisar Iblis Sig' adalah julukannya.

Pertempuran ahli pedang pun tidak terelakkan, tiga lawan satu. Kiba si pengguna Pedang Suci Iblis, Xenovia pengguna teknik dua pedang berdamage besar, dan Irina pengguna pedang cahaya.

Walaupun menghadapi tiga orang sekaligus, Siegfried dengan mudahnya mendominasi pertarungan. Pedang Kaisar Iblis Gram, Pedang Iblis Balmung dari Legenda Norse dan Pedang Iblis Legendaris Nothung, menggunakan tiga pedang sekaligus, tiga orang pendekar pedang bisa dia jatuhkan. Siegfried tidak menggunakan mulutnya untuk memainkan pedang ketiga. Dengan Sacred Gear Twice Critical yang ia miliki pada level sub-species, ia mampu menumbulkan lengan ketiga dipunggungnya berupa tangan naga. Sriegfried, Kaisar Iblis Sig dengan Teknik Tiga Pedang Iblis, benar-benar hebat. Apalagi dia memiliki Pedang Kaisar Iblis Gram, yang berada pada tingkatan teratas bersama Pedang Royal Suci milik Arthur Pendragon.

Dhhhuuaarrrr...

Dengan suara hantaman keras. Azazel mendarat di depan Tim Gremory. Di saat yang sama, Cao Cao dan komplotannya kembali ke posisi awal mereka. Break ditengah-tengah pertempuran.

Bekas pertarungan Azazel dan Cao Cao, menghancurkan seluruh Arashiyama, sungai Katsura pun sudah kering menjadi tanah gersang. Untung saja ini hanya dimensi ruang buatan, jika tidak kota warisan dunia Kyoto hanya akan tinggal sejarah.

Kedua kubu masing-masing sudah berkumpul di posisi awal, terpisah oleh sungai Katsura yang telah kering. Jembatan Tugetsukyou pun telah hancur sehingga satu-satunya akses untuk saling menyerang adalah dengan terbang.

Hero Faction mengubah formasi lagi, dan terus menciptakan hewan-hewan monster dengan Anhiliation Maker. Gelombang kedua tampaknya akan menjadi pertarungan yang sebenarnya. Namun belum sempat ada yang merengsek maju,,,

Booommmm...

Peluru sihir dari berbagai macam atribut menghujani sisi kubu Hero Faction. Pelakunya tidak lain adalah Rossweisse yang datang dalam keadaan mabuk dan emosi meledak-ledak karena merasa tidur nyenyaknya diganggu. Seluruh area seperti pertokoan, bangunan dan semacamnya hancur lebur dan menjadi abu tak bersisa akibat serangan sihir Rossweisse sang mantan Valkirie bodyguard Dewa Ketua Norse, Odin. Serangan sihir dari semua atribut, ada petir, api, air, tanah, angin, dan lain-lainnya Namun tidak untuk Cao Cao dan kawanannya. Ada kabut yang muncul disekitar mereka, dan menangkis semua serangan sihir.

Cao Cao berbicara dari dalam kabut.

"Kurasa sudah cukup untuk sekarang, sungguh upacara pembukaan yang menyenangkan, Gubernur Azazel. Malam ini kami akan menggunakan medan energi spesial Kyoto dan pemimpin Kyuubi, dan mengubah Istana Nijou menjadi eksperimen besar. Kalau ingin menghentikan kami, datang dan ikut sertalah!"

Kabut semakin menebal. Kabut yang muncul di bawah kaki lalu menyebar ke dada dan hingga ke wajah. Dan kemudian perlahan lahan, seluruh pandangan mata terblokir oleh kabut dan segalanya lenyap. Hingga akhirnya Azazel dan Tim Gremory kembali ke Arashiyama yang sesungguhnya, kembali ke jalanan ramai di samping Togetsukyou. Selain mereka, para turis tengah melintasi jembatan Togetsukyou seolah tak ada apapun terjadi.

Crash!

Azazel dengan marah memukul sebuah tiang listrik.

"...Berbicara seenaknya...! Bereksperimen di Kyoto...? Jangan remehkan aku, bocah ingusan..."

'Caocao sialan... Berani-beraninya dia mencampuri urusanku disini. Awas saja,,, aku pasti akan menyingkirkannya, sama seperti aku menyingkirkan Si Brengsek Loki. Malam ini aku harus menyusun rencana. Walaupun disini tidak ada Vali, tapi tidak apa-apa. Aku yakin bocah mesum sekiryutei itu sudah cukup. Kelihatannya dia akan berkembang lebih kuat lagi, pasti dia cukup untuk ku gunakan melenyapkan Cao Cao'

Azazel menyeringai keji dalam benaknya.

.

.

.

Karena peringatan Cao Cao tadi siang, malam ini lagi-lagi ada rapat penting. Semua orang sudah berkumpul, Azazel dan Serafall memimpin pertemuan, Tim Gremory dan Tim Sitri dari kelas XI yang ikut darmawisata ditambah Rossweisse, lalu kedatangan Sona dan Tsubaki serta dua peerage cadangannya, Naruto dan Hinata. Semuanya lengkap seperti pertemuan pertama mereka di Restoran Dairaku.

Azazel melirik semua orang kemudian memulai acara. Peta seluruh Kyoto tengah dibentangkan sepanjang pusat ruangan pertemuan mereka.

"Jadi, mari mulai dengan rencana pertarungan kita. Area pusat disekitar Istana Nijou dan Stasiun Kyoto sekarang dalam kondisi siaga satu. Semua Iblis dan Malaikat Jatuh yang berada di Kyoto telah digerakkan untuk mencari orang orang mencurigakan. Youkai Kyoto juga menyediakan bantuan bagi kita. Meski kita masih belum mengkonfirmasi gerakan golongan Pahlawan, kita sudah sukses mendeteksi kehadiran tak mengenakkan yang berkumpul di Istana Nijou sebagai pusatnya"

"Kehadiran tak mengenakkan?" Kiba menyerngit bingung.

"Ya, sejak zaman kuno, Kyoto adalah kota yang dibangun memakai prinsip Yin Yang dan Feng Shui seperti lingkaran sihir berskala besar. Sebagai hasilnya, ada banyak titik titik kekuatan spesial, seperti Sumur Seimei, Kuil Suzumushi Kofuku-Jizo, Pohon Pinus Fushimi Inari Hizamatsu-san dan masih banyak lagi. Lokasi lokasi dengan aura luar biasa terlalu banyak untuk dihitung. Namun, aliran itu saat ini sudah menjadi teratur dan berkumpul di istana Nijou."

"Lalu, apa yang akan terjadi?" Saji bertanya setelah menelan ludah.

"Entahlah, namun pasti bukan hal bagus. Karena mereka berniat memakai pemimpin Kyuubi yang mengendalikan aliran energi kota ini untuk mengadakan semacam eksperimen. Kita akan memakai poin kunci ini sebagai basis seluruh rencana"

Mendengar ucapan Azazel, semua orang mengangguk. Dan kemudian Azazel secara resmi mulai menjelaskan rencana penyerangan sekaligus penyelamatan Yasaka.

"Pertama untuk para budak Sitri. Kalian akan menjaga area sepanjang Stasiun Kyoto. Menjaga hotel ini juga pekerjaan kalian. Hotel ini sendiri sudah memiliki perisai pertahanan, jadi kalau sesuatu terjadi akan ada pengamannya. Namun kalau ada orang mencurigakan mendekat, kalian para budak Sitri akan bertanggung jawab untuk menangani mereka."

"Paham!" seluruh kelompok Sitri membalas.

"Selanjutnya kelompok Gremory plus Irina. Maaf sudah terlalu sering meletakkan kalian di garis depan, tapi kalian akan jadi penyerang utama. Dalam waktu singkat, kalian akan menyerbu istana Nijou. Jujur saja, jumlah lawan dan kekuatan mereka masih tak jelas. Prioritas pertama kalian adalah menolong Yasaka-Hime. Sekali kalian berhasil, mundur secepat mungkin. Bagaimanapun juga, mereka sudah mengumumkan kalau mereka akan memakai Yasaka-Hime untuk eksperimen"

"La-lalu apa kita punya cukup kekuatan tempur?" Issei bertanya dengan ragu-ragu.

Jelas saja Issei ragu, penyerang utama dari Tim Gremory ditambah Irina hanya 5 orang. Mengingat pertarungan nanti akan melawan golongan Pahlawan, itu jelas jelas tak cukup.

"Jangan cemas, aku percaya pada kalian berlima" Azazel berusaha meyakinkan Issei dan teman setimnya.

Azazel lalu melanjutkan, "Khusus untuk Sona dan tim kecilnya, kalian berempat ku beri tugas khusus untuk berpatroli. Hindari pertarungan dengan siapapun. Aku ingin kalian mengawasi seluruh area disemua penjuru Perfektur Kyoto, berjaga-jaga jika ada keanehan yang terjadi. Apapun yang mencurigakan segera laporkan padaku. Dari pertemuan singkat dengan Hero Faction tadi siang, aku tahu kalau mereka semua sangat cerdik, jika kita membagi dua pasukan untuk bertahan pada titik-titik tertentu dan membuat pasukan penyerang ke Istana Nijou, kita masih memiliki celah dimana kita dapat kecolongan sehingga rencana Caocao berjalan sempurna. Intinya, kalian berempat tidak perlu mendekati area pertarungan, cukup amati dari jauh, lakukan pengintaian dan laporkan hal sekecil apapun padaku melalui komunikasi radio. Kau mengerti kan, Sona?"

"Ya..." Sona menjawab singkat tanpa protes dan bertanya.

"Pastikan kedua peerage cadanganmu berguna.! Aku sudah memiliki data kemampuan mereka. Mata Byakugan milik Hinata yang memiliki penglihatan dengan bidang pandang segala arah 360 derajat sejauh 10 km sangat berguna untuk mengamati kejadian sekecil apapun dengan sangat detail. Lalu senjutsu sennin mode milik Naruto mampu berfungsi sebagai sensor dengan ruang lingkup yang sangat luas, dengan begitu tidak akan ada pergerakan musuh yang tidak terdeteksi. Ingat, posisi ini sangat penting untuk menjamin masalah ini bisa diatasi sampai benar-benar tuntas tanpa ada hal sekecil apapun yang terlewat"

Selama beberapa bulan ini berhubungan dengan kaum supranatural, doujutsu Byakugan dan Senjutsu Sennin Mode sudah menjadi pengetahuan umum orang-orang dari Aliansi Tiga Fraksi. Apalagi Naruto dan Hinata pernah ikut bertarung bersama para iblis untuk menghabisi musuh, seperti menghabisi Loki kemarin.

Sona menatap kedua peerage cadangannya, Naruto dan Hinata. Sona hanya mendapat balasan anggukan yang dapat diartikan 'tak masalah'.

"Akhirnya, ada berita buruk. Kali ini, kita hanya mendapatkan tiga porsi air mata Phoenix." kata Azazel lagi.

"Hanya tiga porsi!? Itu sama sekali tak cukup! Dan lawan kita adalah teroris!" Saji berteriak takut dan menanyai Azazel.

"Ya, aku paham" Azazel berusaha menenangkan semua orang. "Karena kegiatan teroris Khaos Brigade terjadi di seluruh penjuru dunia, air mata Phoenix menjadi tuntutan besar dan sangat langka. Semua pasukan tempur dari masing masing golongan memiliki jumlah yang sangat kurang dari stok ideal. Sejak awal, air mata Phoenix bukan sesuatu yang bisa diproduksi secara massal dengan mudah. Keluarga Phenex menjadi sangat sibuk. Yang awalnya adalah komoditas berharga sekarang menjadi lebih penting dengan harga mahal. Jadi itulah situasinya. Air mata ini akan dibagikan dengan dua untuk penyerang utama, Tim Gremory dan satu sisanya untuk Tim Sitri yang bertahan di stasiun Kyoto. Gunakanlah dengan cermat. Tim kecil Sona ku rasa tidak perlu air mata phoenix, hindari pertarungan sebisa mungkin agar kalian terhindar dari luka sekecil apapun"

"Ya!" Semua orang menjawab.

Azazel menoleh pada Saji. "Saji, kamu akan bertarung dengan para budak Gremory."

"A-Aku?" Saji menunjuk dirinya sendiri. Meski itu pengaturan tak terduga, dia segera memahami alasannya. "Dragon King?"

"Ya, benar sekali. Vritra mu, mode Dragon King mu akan sangat berguna. Api hitam bisa menyegel pergerakan musuh serta menyerap kekuatan mereka. Seperti pertarungan melawan Loki sebelumnya, kau akan mendukung kelompok Gremory."

"Ituuu,,, itu bukan masalah. Tapi aku akan mudah kehilangan kesadaranku dan lepas kendali dalam mode itu."

"Jangan khawatir. Issei akan membantumu mengembalikan kendali dirimu seperti saat melawan Loki" kata Azazel menanggapi pernyataan Saji. "Dan Issei, kau pikirkan saja kata kata untuk diucapkan pada saat itu, karena kamu adalah Heavenly Dragon, tunjukkan caramu mengendalikan Dragon King."

"Pa-Paham." jawab Issei

Irina mengangkat tangannya. "Sudahkah golongan yang lain diinformasikan?"

"Tentu saja. Diluar Kyoto, sejumlah besar Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, dan youkai telah dikumpulkan. Demi mencegah kaburnya para pelaku, barikade telah dipasang. Kalau bisa, akan lebih baik untuk menangkap mereka semua menggunakan kesempatan ini." jawab Azazel.

Serafall menambahkan, "Aku yang akan mengurus pengarahan dan koordinasi pasukan diluar Kyoto. Kalau ada anak nakal mencoba kabur, aku sendiri yang akan menghancurkan mereka."

"Jadi itulah rencana yang sudah kuajukan. Aku juga akan mencari para teroris itu secara langsung dari langit. Jadi semua orang akan mengambil posisi dalam satu jam dari sekarang. Kalau kalian menemukan ada yang mencurigakan, laporkan satu sama lain segera. Kita akan melindungi Kyoto dengan nyawa kita. Paham?"

"Paham!" semua orang menyambut seruan Azazel.

.

Strategi perang sudah disusun dan dijelaskan pada semua tim. Saat ini mereka semua sudah siap. Di lobi hotel tempat pertemua tadi berlangsung, Saji berdiri dengan wajah penuh keraguan.

"Saji.."

"Ha'i Ka-kaichou" Saji tersentak kaget manakala Sona memanggil namanya tiba-tiba.

Sona baru saja mendekat pada kumpulan budak-budaknya. Tadi dia bersama Naruto dan Hinata, bertiga membicarakan sesuatu yang penting di sebuah kamar hotel yang Sona pesan tiba-tiba. Kamar kedap suara karena pendengaran peka dari telinga iblis tidak sedikitpun bisa mendengarnya. Entah apa itu, tapi setelah berbicara, raut muka Sona berubah seperti orang yang terkesan tidak peduli dengan situasi genting ini.

Kini semua anggota tim Sitri termasuk yang dibangku cadangan serta Tsubaki sedang berkumpul, kecuali yang tidak ikut darmawisata.

"Apa lagi yang kau pikirkan?" tanya Sona.

"Ti-tidak ada,,, hanya saja-,,,,"

"Tidak ada yang perlu kau ragukan lagi,,, lakukan saja seperti kau membantu tim Gremory mengalahkan Loki. Kau mengerti kan...?"

"Mengerti, Kaichou"

"Semangat yaa, Gen-chan..."

"Ya,, itu harus, jangan takut Gen-chan"

"Arigatou, Hanakai, Kusaka" Saji berterima kasih untuk dukungan moril dari rekan setimnya.

"Genshirou, tunjukkan pada teroris itu kekuatan budak Sitri!"

"Aku paham, Yura"

"Kau harus selamat, kaburlah jika situasinya sangat berbahaya"

"Iya,,, aku sudah mengasah teknik kaburku, Meguri"

Teman-teman Saji silih berganti menyemangati pemilik kekuatan Vritra itu.

Naruto nyengir,,, "Aaaahh,, ku rasa semuanya sudah diucapkan oleh mereka tadi, jadi aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi"

"Jangan khawatirkan yang lain, fokus saja pada tugasmu!" Hinata juga ikut bicara sambil memberikan senyumannya.

"Aku akan berusaha, Naruto senpai, Hinata senpai"

Saji menaruh hormat pada peerage palsu King-nya ini. Tidak ada satupun dari budak-budak Sona yang tahu batas kemampuan Naruto dan Hinata, tapi bagaimanapun caranya, walau hanya berawal dari sebuah kesepakatan, selama ini dua orang itu telah berperan banyak untuk tim Sitri. Membantu meringankan tugas mereka, kadang memberikan masukan untuk mereka berlatih meningkatkan kekuatan, dan menghangatkan suasana yang biasanya selalu kaku berkat keberadaan Naruto.

Pada hakikatnya, walaupun hanya peerage palsu dan kontrak dari sebuah kesepakatan, Naruto dan Hinata selalu bersikap baik pada semua budak Sitri. Jadi tidak ada alasan bagi Saji maupun budak Sitri lainnya untuk tidak menaruh hormat dan tidak ada rasa iri di hati mereka walau akhir-akhir ini Sona kelihatan terlampau denkat dengan dua peerage palsunya itu.

Sementara disisi lain lobi hotel, tim Gremory juga tampak berkumpul. Xenovia membawa senjata besar yang terbungkus dalam kain berhias aksara-aksara sihir. Ternyata itu adalah Durandal baru dan sudah ditingkatkan kekuatannya oleh pihak Gereja Vatican.

"Maaf, aku mengobrol kelamaan tadi" Saji menghampiri tim Gremory karena tugasnya adalah ikut menyerang.

"Bagus, mari menuju ke istana Nijou. Kita bertujuh akan menyelamatkan pemimpin Kyubi" dengan semangat tinggi, Issei berteriak untuk mehilangkan segala ketakutan dan keraguan dalam hatinya. Semangat itupun disambut oleh anggota budak Gremory dan Irina, Saji, serta Kunou yang memaksa ikut, padahal seharusnya dia ada di Ibukota Pusat demi keamanannya.

Tim Gremory bergerak ke Istana Nijou sedangkan budak-budak Sitri pergi ke Stasiun Kyoto.

Tersisa empat orang di lobi, Sona dan tim kecilnya.

"Huuuuhhhh. . . . ." Sona mendesah membuang nafas panjang. Wajahnya tertekuk masam, bibirnya melengkung kebawah, cemberut. Kali ini Sona lebih ekspresif daripada biasanya.

"Kau masih kepikiran yang kita bahas tadi, Sona-san?" Hinata yang berdiri didekat Sona mengajukan pertanyaan.

"Tidak. Itu semua logis. Aku tidak punya argumen untuk membantah"

"Iblis dan Malaikat Jatuh. Seperti pandangan manusia pada umumnya, dua ras itu memang memiliki sifat buruk yang selalu melekat dan tidak bisa terpisahkan dari diri mereka. Ahahahaaa..."

"Aku mengakuinya, tapi jangan katakan frontal seperti itu, Naruto-san!"

"Maaf, maaf Sona-san. Hanya saja aku cukup terkejut karena hal ini."

"Yayayayaaa... Kita akan melakukan semuanya sesuai rencana kan?" kata Sona.

"Oke" sahut Naruto.

Tersisa lah Tsubaki, satu orang yang terabaikan dari empat orang disana, dia yang sendirian dalam ketidakpahaman.

.

.

.

TBC...

.

Note : Update lebih cepat dari jadwal biasa, hihihiiiii. Chapter ini mungkin tidak berisi hal mengejutkan dan wordnya pun tidak terlalu banyak, apalagi main chara sangat sedikit muncul, iya kan? Tapi bagian ini penting untuk konflik yang sebenarnya [psssttt,,, ada klu nih, kasus penculikan Yasaka bukanlah masalah utama].

Satu lagi, Azazel adalah point kunci chapter ini. Jadi perhatikan pemikiran dan sikapnya, maka anda akan punya visi untuk memperkirakan chapter depan. Lalu lagi-lagi Naruto, bersama Sona dan Hinata punya rencana sendiri. Hahahahaaa.

Walau konten chapter ini sangat mirip dengan LN DxD, nanti akan ada banyak intrik dan konspirasi didalamnya yang aku buat sendiri. So, tunggu next chapter hari minggu nanti [Up cepat lagi, muehehehee. Tapi kalau ga ada halangan yaa...]

Ulasan Review :

Katanya ada yang kurang suka karena peran Sona dan Hinata lebih dominan di dua chapter terakhir. Apalagi Naruto yang terkesan IQ-nya jongkok dan hanya berperan sebagai tukang jagal... NO, tidak seperti itu. Memang untuk acara bikin rencana dan berpikir itu butuh chara yang pintar, makanya Sona dan Hinata lebih dominan. Tapi jangan sebut Naruto hanya sebagai tukang jagal. Dia jenius dengan caranya sendiri, dia bertarung untuk orang lain, dan dia punya hati dan tekad yang mampu menggetarkan perasaan lawannya. Disanalah peran Naruto dibutuhkan. Intinya aku hanya mau bilang kalau masing-masing chara udah punya peran sendiri-sendiri. Bahkan di chapter inipun, chara utama fic ini hanya sedikit muncul, malah Azazel dan Tim Gremory yang dominan. Semua akan menyesuaikan alur cerita. Jadi tunggu saja kejutannya.

Rupa-rupanya akibat aku nyantumin kalau NaruHina bakal fullpower, berakibat kontroversial. Ahahahahaaaa,,, memang akan berlebihan jika hanya kasus Yasaka, tapi coba lihat sekali lagi klu di atas deh,,, phuhhihihihiiiii...

Yang main tebak-tebakan chapter kemarin, di chapter depan atau depannya lagi akan terjawab kok. Hihihiii.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM jadi cek inbox masing-masing yaa, serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.