Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 8 April 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

-Unknown Place-

Naruto menatap keatas, dimana terdapat sebuah singasana terbang berbentuk bundar dan besar dengan ornamen emas berkilau yang sangat mewah, lalu dia nyengir cengegesan... "Eheheheheeee,, halooo hai... Aku? Namaku Uzumaki Naruto, hajimemashita"

Singasana emas itu perlahan bergerak turun hingga menapak daratan, ternyata di sana ada seseorang yang sedang duduk bersila. Orang itu berdiri, tahu bahwa pria bernama Uzumaki Naruto ini memang sengaja datang padanya, dan pasti dengan persiapan dan maksud tertentu, jadi, "Perkenalkan, aku lah yang disebut-sebut sebagai The Heavenly Emperor,"

"Sakra-sama kah?" tebak Naruto.

"Ya, orang-orang dari Reliji Hindu lebih mengenalku dengan nama Indra, Sang Dewa Perang"

"Hmm,, tidak kusangka kalau dewa superior seperti mu terlibat dengan insiden kecil di Kyoto"

Sakra menatap tajam ke arah Naruto, "Lebih tidak kusangka lagi, kalau ada seorang pemuda tanpa asal usul jelas yang semudah dan seberani dirimu datang langsung kehadapanku"

.

-Ibukota Pusat Kaum Youkai, Kyoto-

"Akhir-akhir ini kau selalu mengawasiku kan? Bahkan setiap saat kau tidak pernah melepaskan aku dari matamu. Tapi kali ini aku datang langsung kehadapanmu," siluet hitam itu terus mendekat hingga sorot cahaya lampu dari kamar hotel hingga memperlihatkan dengan jelas sosok seorang wanita berambut indigo panjang.

"Heh,, ternyata kau. Apa tujuanmu?"

"Ingin menuntaskan urusan di antara kita, Serafall Leviathan-sama"

"Tidak kusangka akan secepat ini, Hinata-chan"

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 36. Kasus Penculikan di Kyoto Part 4.

-Dimensti Buatan Replika Kyoto-

Saji sudah berpromosi menjadi bidak Ratu sebelum kesini, tubuh Saji dikelilingi oleh api hitam tinggi. Kemudian, api mulai menyebar keluar dan ukurannya semakin membesar dengan cepat.

"Vritra Promotion..."

Api menjangkau sampai ke langit. Api hitam legam secara perlahan membentuk sebuah tubuh, membentuk naga oriental panjang seperti ular.

Groar...!

Naga hitam raksasa itu mengaum. Saji sukses bertransformasi menjadi Dragon King. Dia dan Kyuubi memulai pertarungan monster.

Api hitam dari Vritra mengelilingi tubuh Kyubi, berusaha menyerap dan menyegel kekuatan rubah raksasa itu. Kyuubi tiba tiba menyemburkan api besar dari mulutnya. Tak mau kalah, Vritra juga menyemburkan api hitam sehingga dua bola api raksasa bertabrakan di tengah udara di atas istana Honmaru, menimbulkan ledakan hebat. Di saat yang sama, api hitam yang mengekang Kyubi menghilang. Pertarungan monster raksasa, berlanjut dengan ganas.

Vritra berada di situasi yang tidak menguntungkan. Saji belum sepenuhnya mengusai kekuatan Dragon King Vritra. Tapi bukan itu saja, Kyubi sendiri sudah sangat kuat, setara dengan kekuatan asli seekor Dragon King. Ditambah lagi, lingkaran sihir dari pengguna Longinus Dimension Lost membawa aliran energi dari medan energi Kyoto pada Kyubi secara kontinyu. Artinya biarpun kekuatan api hitam Vritra mampu menguras kekuatan Kyubi, tapi kekuatan Kyubi akan kembali dalam sekejap karena aliran energi dari Kyoto.

Vritra dan si pemimpin Kyuubi terus menghembuskan api pada satu sama lain. Bola api raksasa bertubrukan di tengah udara satu sama lain, dan saling mendorong. Pertarungan api menciptakan badai angin yang menyapu seluruh area.

Saji sudah menampilkan pertarungan pembuka.

Kiba dan Xenovia bergerak menjauh dari Kyubi, memulai pertarungan mereka. Siegfried pun langsung mengejar targetnya.

Clash! Clang!

Dengan pemandangan kilat-kilat perak dan percikan-percikan yang beterbangan, Kiba dan Xenovia memulai pertarungan mereka melawan Siegfried.

Memakai gaya tiga pedang, Pedang Iblis Gram, Nothung dan Balmung, Siegfried menghadapi serangan Pedang Suci Iblis Kiba dan Ex-Durandal Xenovia dengan gerakan minimum, melawan balik dengan tusukan tajam dan mematikan.

"Aku gunakan yang lain"

Xenovia memegang bagian dari sarung pedang Ex Durandal, dengan suara mekanik, sarung bertransformasi, dan menampakkan gagang pedang. Xenovia memegang gagang itu dan menariknya, memisahkannya dari Ex Durandal, hingga mengeluarkan bilah pedang lain. Berganti ke gaya dua pedang, Xenovia menyetel posisinya, dan meningkatkan kecepatan serangan pedangnya.

Melihat itu, Siegfried tertawa. "Ini jadi semakin menarik. Luar biasa, waktunya untuk sedikit pamer. . . . Balance Break"

Di punggung Siegfried, tumbuh lagi tiga lengan naga bersisik perak. Lengan-lengan barunya mencabut tiga pedangnya yang tersisa, berganti ke gaya bertarung enam pedang, seperti sosok Ashura.

"Tiga pedang ini, Pedang Iblis Tyrfing dan Dainslef, serta Pedang Cahaya untuk Iblis. Inilah kekuatanku yang sebenarnya, Balacne Break Chaos Edge Asura Ravage. Subspecies dari Twice Critical, Balance Breakernya juga subspecies. Kekuatannya simpel, hanya menggandakan lengan. Kemampuan yang cukup berguna bagi orang sepertiku yang hanya memakai teknik dan Pedang Iblis untuk bertarung. Mari lihat sejauh mana kalian bisa menahanku!"

Beralih kesisi lain, Irina sudah memulai pertarungan sengit dengan wanita bernama Jeanne.

"O cahaya, Haaa...!"

Irina membentangkan sayap putih murni dan menembakkan beberapa tombak cahaya ke Jeanne dari langit. Namun, serangannya dengan mudah dihindari oleh Jeanne. Dia cepat, walaupun belum secepat Kiba.

"Tidak buruk"

clashhh...

Jeanne mengayunkan rapiernya dan menangkis serangan tombak cahaya Irina yang mengarah padanya.

"Kalau begitu, rasakan ini!"

Irina turun dari udara dan menyerbu lurus pada Jeanne. Memegang pedang cahayanya tinggi tinggi, dia mengayunkannya ke arah Jeanne.

Namun, Jeanne hanya tetap berdiri, dan menerima serangannya secara langsung.

Clang!

Suara logam berdentuman seiring keduanya memasuki pertarungan sengit. Mereka sebanding. Irina membentangkan sayap putihnya dan mundur ke angkasa.

"Kemampuanku adalah Blade Blacksmith, versi Pedang Suci dari pemilik Sacred Gear Pedang Suci Iblis Kiba. Pedang Suci dengan semua jenis atribut bisa kuciptakan. Pada kondisi saat ini, sepertinya Pedang Suci takkan menang melawan malaikat. Namun, aku pengecualian. Balance Break...!"

Crash!

Dari bawah kaki Jeanne, pedang-pedang pedang suci bermunculan, berkumpul bersama hingga membentuk objek raksasa. Tepat di belakang Jeanne, tercipta sosok naga raksasa yang tersusun dari tak terhitung banyaknya pedang pedang suci.

"Anak ini adalah Balance Breakerku. Stake Victim Dragon"

Jeanne tersenyum, dimana ekspresi Irina menjadi serius.

Kaboom... Boom...

Beserta suara ledakan, pertarungan sihir berskala besar antara Rossweisse melawan si raksasa Heracles tengah berlangsung dengan dahsyat.

"Apa? Sama sekali tak terluka setelah terkena serangan sihirku!?"

Rossweisse melepaskan seluruh serangan sihir, namun Heracles menerima itu semua secara langsung dengan tubuhnya, sambil tertawa dengan gila. Tubuhnya penuh luka kecil, namun hanya dipermukaan, tidak ada luka parah. Tubuh Heracles benar-benar keras.

"Hahaha... Bagus. Serangan sihirmu terasa hebat sekali."

Boom...

Berkali-kali Heracles memukul dengan tinjunya, ledakan selalu tercipta, seolah dia memegang bom di tangannya ketika menyerang. Rosseweisse bisa menghindar, namun objek yang menjadi sasaran tinju Herancles selalu meledak dan berubah menjadi debu.

"Sacred Gearku adalah Variant Detonation, yang membuat targetku meledak saat kena tinjuku. Aku akan mengalahkanmu secepat mungkin! Heya~~,,,, Balance Break!"

Seluruh tubuh Heracles memancarkan cahaya. Cahaya perlahan membentuk objek tebal di lengan, kaki, dan punggung. Usai cahaya memudar, seluruh tubuh Heracles ditutupi oleh sejumlah tonjolan, tonjolan itu adalah,,, misil.

"Inilah Balance Breakerku, Mighty Comet Detonation"

Heracles mengunci target. Rossweisse menyadari itu dan bermanuver menjauhkan dirinya.

Heracles bersiap untuk menembak, menembakkan semuanya sekaligus.

Kaboom!

Seluruh misil Heracles mengenai lingkaran sihir pertahanan yang dipasang oleh Rossweisse karena ia tidak bisa lari lagi. Ledakan dahsyat tercipta di udara, angin kencang menyapu seluruh area.

Sesaat kemudian, Rossweisse keluar dari dalam asap dengan tubuh penuh luka. Namun masih bisa mendarat ditanah dengan stabil.

Sssshhh..

Aura hijau dikirimkan ke tubuh Rossweisse. Asia telah menembakkan aura penyembuh ke arah Rossweisse.

Heracles nampak senang dengan pemulihan Rossweisse.

Issei sekarang fokus pada lawannya, Cao Cao.

"Ayo mulai" Cao Cao mengangkat tombaknya dan mengarahkan ujung runcingnya pada Issei.

"Promotion [Queen]"

Issei membentangkan sayap naga, dan menghembuskan kekuatan sihir dari booster belakangnya.

swwoosssshh...

Mengacungkan tinju, memakai kecepatan ekstrim untuk memberi Cao Cao sebuah pukulan lurus dari depan.

Cao Cao memutar tombaknya perlahan, dan dengan mudah mengelak ke sisi lain tepat sebelum tinju Issei mengenainya.

Crrusshhh...

Saat Issei menurunkan tatapan, tombak Cao Cao telah menusuk dalam dibagian perut.

"Gugh..."

Issei memuntahkan banyak darah.

Cao Cao perlahan mencabut tombaknya.

Luka bekas tusukan tombak Cao Cao menghasilkan asap. Tentu saja karena itu adalah tombak suci, dan Issei seorang iblis. Efeknya sangat fatal.

Ssshhhh...

Aura hijau mengelilingi seluruh tubuh Issei. Asia sudah mengirimikan aura penyembuh. Momen yang tepat sekali karena Issei hampir kehilangan kesadaran. Namun, luka diperut Issei masih menganga dan berasap. Efek luka dari tombak suci ternyata begitu kuat mempengaruhi iblis. Akhirnya Issei terpaksa menggunakan air mata Phoenix, dalam sekejap luka itu ahirnya menutup.

"Apa kau tahu, barusan kau hampir mati? Ditembus oleh tombak suciku, kau hampir terhapus. Kematian itu ternyata sangat simpel, bukan?" Cao Cao tertawa enteng.

"Sialan kau" Issei geram, tapi itu memang benar adanya.

Cao Cao membuka bagian depan tombak, dan menciptakan bilah cahaya. "Ayo kemari!"

Issei mengacungkan tangan kanannya, bersiap menembakkan Dragon Shot terkuat!

[ BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost! ]

Shyuuu...

Hembusan kuat Dragon Shoot mengarah pada Cao Cao.

"Kalau ini mengenai tubuhku, nanti bisa berbahaya."

Cao Cao bersiap menangkis serangan dengan tombaknya.

Sekejap setelah menembak, Issei mengaktifkan booster dibelakang punggungnya dan melompat. Mengincar momen saat Cao Cao menangkis serangan Dragon Shot, Issei berniat menghadiahinya tinju dari samping

Cao Cao mengangkat tombaknya tinggi tinggi dan dengan sekali ayun Dragon Shot terbelah mejadi dua.

[ BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost! ]

Tinju tangan kanan Issei hampir kena, namun Cao Cao perlahan memutar tombaknya untuk menangkisnya dengan mudah.

Masih belum, itu masih umpan. Issei mentransfer kekuatan ke Ascalon di dalam Gauntlet.

[ BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostTransfer!]

Bilah Pedang Ascalon muncul, serangan kritis, dari jarak sedekat ini, Cao Cao tidak mungkin menghindar.

Slice...

Lengan kiri Cao Cao terbang ke udara. Serangan Ascalon sudah memotong lengannya. Tak peduli betapa kuatnya tombak True Longinus, Cao Cao memiliki kelemahannya sendiri, tubuh lemah manusia.

Cao Cao mundur mengambil lengan kirinya yang terpotong setelah dia menancapkan tombaknya ke tanah. Memasangnya ke tempat semula lalu menuangkan sedikit cairan dari botol kecil. Hingga sekejap saja, lengan Cao Cao tersambung dan pulih.

"Ke-Kenapa kau bisa memiliki benda itu?"

Issei terkejut melihat botol air mata phoenix di tangan Cao Cao, sedangkan Cao Cao malah tertawa.

"Pasar gelap. Asal kami memiliki koneksi, yang tersisa hanyalah soal uang. Hahahahahaaa . . . "

Krak!

Tiba-tiba Armor Issei remuk,

Cao Cao menjawab tanpa ditanya, "Tepat saat kau melompat balik, aku membuat beberapa serangan dengan tombak. Meski sepertinya ada jeda, nampaknya serangan simpel itu sudah merusak armormu"

Issei diserang bahkan tanpa dia sadari.

"Ara? Kalian masih belum selesai?" Jeanne tiba-tiba datang kearah Issei dan Cao Cao. Dia membawa tubuh Irina yang berlumuran darah di lengannya.

"Wah, ternyata Sekiryuutei masih berdiri. Pasti dia bisa bertarung lebih baik dari orang orang ini." Siegfried juga mendekat, dengan keenam lengannya, dia membawa tubuh Kiba dan Xenovia yang juga berlumuran darah.

"Kalau saja aku yang menghadapi Sekiryuutei, pasti menarik" Heracles melempar seonggok tubuh, Rosseweisse yang juga berlumuran darah.

Grroooarrrr. . . . .

Suara raungan Vritra, terdengar sangat jelas. Dia tengah terjerat oleh kesembilan ekor Kyuubi, dan dia meraung kesakitan.

Cao Cao menepuk-nepuk bahunya dengan tombaknya.

"Maaf Sekiryuutei. Kelihatannya sudah berakhir" Cao Cao berbalik memunggungi Issei, begitupula dengan rekan-rekannya yang lain, setelah melempar tubuh para budak Gremory yang berlumur darah. "Hei Georg, bagaimana lingkaran sihirnya?"

"Masih sebentar lagi, tapi akankah Great Red benar-benar datang?"

"Walaupun dia tidak datang, kita tetap akan mendapatkan data kenapa dia tidak datang. Kita akan mencoba metode lain kalau kita gagal disini"

"Tetap saja, membuat ini bekerja memerlukan harga yang mahal. Apa kau yakin akan tetap melakukan ini apapun yang terjadi?"

"Jangan menatapku, kalau bisa tentu saja aku menginginkan hasil yang bagus." tukas Cao Cao.

Komplotan Hero Faction, sama sekali mengacuhkan Issei dan yang lainnya, sibuk dengan urusan eksperimennya. Tampaknya melawan Tim Gremory, hanyalah sebuah permainan kecil sembari menunggu hasil eksperimen memanggil Great Red.

Melihat Georg yang tiba-tiba memasang wajah bingung, Cao Cao bertanya, "Hei,,, ada apa lagi?"

"Entahlah, kemungkinan besar Great Red tidak akan pernah datang kesini?"

"Hah? Apa maksudmu?"

"Kyubi,,,, kyubi itu, ada yang tidak beres dengannya. Aku sendiri tidak tahu apa, namun sepertinya Kyubi dan medan energi Kyoto tidak bekerja sebagaimana mestinya untuk menggantikan ritual membuka Gerbang Naga"

"Bagaimana bisa?"

"Aku sama sekali tidak tahu. Aku curiga ada orang lain yang memanfaatkan situasi ini. Dia mungkin sedang tertawa mempermainkan kita"

"Azazel maksudmu? Jangan bercanda...!"

"Bukan, ini bukan dia. Sesuatu yang sama sekali tidak aku kenali, teknik sihir jenis baru yang belum pernah ada sebelumnya"

Abaikan tentang eksperimen itu, Issei tampak frustasi. Asia berusaha menyembuhkan teman-temannya dengan air mata mengalir deras, Kunou berteriak memanggil-manggil nama ibunya. Sebagai sekiryutei, Issei merasa dirinya benar-benar menyedihkan. Biarpun sudah memulihkan Boosted Gear Scale Mail, tapi Cao Cao dan kelompoknya sedikitpun tak melirik dirinya.

Meski Cao Cao menganggap Tim Gremory itu kuat, tapi mereka tak berpikir kalau tim bentukan Azazel ini cukup mengancam untuk membalik situasi. Seperti yang diperkirakan Sona, sejak awal, bagi Hero Faction, tim garis depan hanyalah hiburan, hidangan sampingan untuk eksperimen.

Dari tempat yang cukup jauh yang tidak disadari seorangpun, Sona menyaksikan semua itu. Derita dan tangisan dari tim gremory, tidak membuat sedikitpun perubahan dari ekspresi wajahnya. Ketika melihat Saji, dia tampak prihatin, bukan pada Saji namun pada kemampuan Saji yang dia rasa masih kurang.

"Kaichou?" Tsubaki yang berdiri disampingnya, penasaran dengan apa yang dipikirkan Sona.

Dua bunshin Naruto yang bertugas sebagai pengawal, masih berdiri dalam diam namun tetap tidak lepas dari posisi waspada.

"Sampai pada point ini, keinginan Azazel sensei belum tercapai. Tapi bukan berarti gagal, Issei bisa saja memberikan kejutan setelah ini. Dia tipe orang yang selalu bangkit walau jatuh terpuruk sedalam apapun"

"...?" Tsubaki tampak belum puas.

"Aku tidak terlalu memikirkan tim Gremory, aku lebih tertarik dengan yang dibicarakan si pengguna kabut Dimension Lost. Dia ternyata menyadari hal yang sama dengan Naruto-san dan Hinata-san. Ada sesuatu yang tidak beres dengan Kyubi. Aku rasa ada benang yang menghubungkan Naruto-san, Kyubi Yasaka, Hero Faction, dan suatu eksistensi dari balik bayangan"

"Hah?"

"Tidak tahu apa, tapi aku meyakini kalau ada konspirasi lain dibalik tragedi ini, tidak sama dengan konspirasi yang dibuat Azazel sensei dan Hero Faction. Ada orang dari balik bayangan yang mengambil keuntungan dari insiden ini"

.

.

.

-Unknown Place-

'Aku harus berpikir sekarang,,, Ayooo Narutoo... Apa yang sebenarnya direncanakan Kakasi sensei? Ayolah otakku yang bodoh,,, tolong berguna setidaknya untuk sekarang, sekali iniiiii saja...!

Hmmm,,,, Pertama yang kuketahui adalah Kakashi sensei terlibat dalam insiden penculikan Yasaka. Anggap kalau dia tahu rentetan kejadiannya akan seperti ini, maka Kakashi sensei juga pasti tahu bahwa pertempuran akan terjadi. Jika,,, jika, jika memang insiden ini sepenuhnya direncanakan Kakashi sensei, artinya dia bisa memperkirakan rencana dan strategi yang disusun Azazel sejak awal dan tahu banyak tentang tujuan Hero Faction.

Asumsi terbaik mungkin adalah Kakashi sensei bertaruh untuk kemenangan Issei dan Tim Gremory untuk menghabisi Cao Cao, maka aku disini harus memastikan kalau Cao Cao akan kalah, iya kan?. Ya,, itu pasti rencana Kakashi sensei, membuat Cao Cao kalah dalam panggung buatannya sendiri. Asumsi lain adalah Kakashi sensei tidak tahu menahu tentang keterlibatan Sakra didepanku ini. Entah Sakra dipihak yang manapun, pokoknya dewa ini tidak boleh terlibat. Maka tugasku disini adalah membuat Sakra tidak bisa ikut campur, karena jika dia terlibat maka rencana Kakashi sensei akan rusak. Artinya, dengan cara yang bagaimanapun, aku harus bisa menahan Sakra selama mungkin disini agar dia tidak menganggu Tim Gremory mengalahkan Cao Cao. Ya,,, hanya ini yang bisa kupikirkan. Semoga saja benar. Baiklah,,, kalau begitu...'

Naruto selesai berkutat dengan otaknya.

"Bisa kita bicara dahulu Sakra-sama, sebelum ngapa-ngapain?" tanya Naruto dengan entengnya. Rencananya untuk menahan Sakra disini harus berhasil, dia harus bisa memancing ketertarikan Sakra padanya.

"Boleh,,, kurasa aku tidak terlalu sibuk, Uzumaki-san"

"Kau ada di pihak Caocao?"

"Mungkin iya..."

"Yang jelas dong,,,! Iya atau tidak"

"Ahahahaaa,,, tidak kusangka ada manusia yang berani membentakku."

"He?"

"Tidak usah bingung begitu, walau kau memakai aksesoris serupa tindikan di daun telingamu yang mengubah aura keberadaanmu seperti iblis dan sudah membohongi banyak orang, tapi aku tidak akan tertipu. Aku tahu kau manusia asli, bukan iblis. Alat buatan Ajuka sok pintar itu tidak akan bisa membodohiku"

"Yayayaaa, aku mengaku. Jadi tentang Caocao dan komplotannya tadi,?"

"Memangnya kenapa kalau aku di pihaknya?" sambil menggerakkan kedua tangannya, Sakra bertanya balik.

Naruto jelas sadar kalau Sakra sedang pemanasan, pertarungan sebentar lagi pasti terjadi.

"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memastikan kau hanya sebagai penonton. Tempat ini tidak terlalu jauh dari dimensi buatan replika Kyoto yang ada di celah dimensi, jadi bisa saja kau terlibat pertikaian disana."

"Yaaaahh, aku memang berencana akan ikut jika ada hal tidak terduga. Aku hanya tidak suka jika rencana yang dibuat Azazel berjalan mulus"

"Dari gaya bicaramu, kau sepertinya tidak menyukai Azazel sensei, apa dengan petinggi aliansi yang lain juga begitu?"

"Yah,,, aku memang agak kurang suka dengan mereka sebenarnya. Apalagi sejak mereka membentuk aliansi, kelihatan sangat aneh. Iblis yang rukun dengan Malaikat Jatuh saja sudah sangat mengejutkan, apalagi kalau Malaikat dari Surga juga ikut beraliansi, itu terlalu sukar untuk dipercaya. Perdamaian yang selalu mereka sebut dan junjung itu terlalu dilebih-lebihkan, mungkin ada sesuatu yang besar dibalik itu, yang aku sendiri tidak tahu."

"Hoooo~~..."

"Oh iya,, daripada aku curhat padamu disini, lebih baik kita sama-sama melemaskan otot-otot kita. Pasti menarik, kau tidak mungkin datang kesini jika kau tidak tahu siapa aku kan?"

"Ummm,, ide bagus"

Naruto terpaksa mengiyakan, dia sudah kehabisan topik untuk mengobrol lama-lama dengan Sakra dan mengulur waktu.

Sakra menurunkan pakaiannya, hingga hanya menyisakan bawahan berupa celana khas bangsawan dari India, menampakkan bagian atas tubuhnya yang begitu kekar. Entah kenapa, hari ini dia memakai pakaian kebangsawanan, bukan pakaian santai berupa kemeja dan kacamata bulat yang dia pakai sehari-hari.

kretakkk,,, kretakkk..

Suara tulang leher yang dilemaskan, tanda siap bertarung.

"Ayoo,, aku siap!" Sakra memasang kuda-kuda.

Wusshhh. . . . .

Tubuh Naruto bersinar terang. Mode bertarung terkuat, Senjutsu Rikudou Mode yang di topang oleh kekuatan dari sembilan bijuu dan chakra senjutsu rikudou sudah ia aktifkan. Ada sembila buah godoudama yang melayang dibelakang punggungnya.

'Aku tidak merasakan keberadaan orang diluar dengan mode sensorku dari dimensi ruang ini, kalau begitu aku bisa berasumsi kalau orang-orang diluar sana juga tidak merasakan apa yang terjadi didalam sini. Sakra mungkin melapisi dimensi ini dengan kekkai yang menghalangi hawa keberadaannya agar tidak ketahuan kalau dia ikut terlibat. Ini malah menguntungkanku, artinya aku bisa menggunakan kekuatan penuh ku disini.'

Dimensi ruang tempat Sakra bersembunyi merupakan dimensi buatan khusus seperti yang dipikirkan Naruto. Tidak ada seorangpun yang bisa menyadarinya dari luar. Tapi Naruto tidak sengaja mengetahuinya ketika dia berada di dimensi ruang interstitial yang berbentuk seperti wormhole (lubang cacing) sebagai jalan perpindahan menggunakan Cube. Diruangan itu tidak ada gravitasi dan massa, serta tidak terikat dari hukum ruang dan waktu. Setiap berpindah dengan Cube, baik ke universe lain atau didalam universe yang sama, selalu melewati ruang interstitial. Ruangan yang perwujudannya jauh lebih kompleks dari dimensi buatan para makhluk supranatural. Karena itulah dari tempat itu, tepat sebelum sampai ke dimensi replika Kyoto, Naruto berhasil mendeteksi keberadaan Sakra.

"Beradu tinju kah? Tidak masalah" Naruto juga memasang kuda-kuda bertarung.

"Heyaaa. . . . / Hiaaatttt..."

Zzssshhttt...

BUUAAGGG. . . .

Kedua kepalan tinju bertemu, tidak ada yang mundur, berdiri tepat di tengah posisi awal mereka tadi.

Dua pria ini sama-sama menyeringai senang.

Krrakk

BRAAKK...

BLAAAARRRRR . . . . .!

Tanah yang mereka pijak menjadi langsung hancur dan terangkat keatas, bahkan serpihannya menjadi debu, sampai radius 1 kilometer membentuk lubang raksasa yang begitu dalam dan hitam hingga tidak kelihatan dasarnya, dimana keduanya melayang dengan tinju yang masih beradu. Belum berhenti sampai disana,

DHHUAARRR. . . . . !

Seluruh daratan pun ikut bergetar bak gempa dahsyat, permukaan tanah membentuk gelombang raksasa layaknya tsunami di laut yang ketinggiannya mencapai ratusan meter. Gelombang raksasa yang terbentuk didaratan itu terus merambat hingga sejauh ratusan kilometer dengan kecepatan luar biasa, menyisakan puing-puing dan bongkahan batu yang rata dengan tanah. Tak ada lagi gunung dan tak ada lagi jurang, yang ada hanya daratan yang rata dengan tanah. Efek kehancuran dari pelepasan ledakan energi saat dua makhluk terkuat beradu tinju barusan, sungguh luar biasa. Kehancuran seperti ini, sama dengan jatuhnya sebuah meteor berdiamater lebih dari 10 km yang jatuh ditengah benua.

Sakra maupun Naruto, mengambil langkah mundur beberapa meter.

Naruto terlihat mengusap tangan kanannya yang baru saja digunakan untuk beradu tinju bahkan meniup-niupnya.. "Ugghh, Itteteteeeee... Tinjumu sangat kuat, tanganku bahkan sampai merah dan memar begini"

Sakra pun tampak sedang menyentak-nyentakkan tangan kanannya, walau dia tidak meringis kesakitan, "Tidak tidaaak... Tinjumu lebih kuat, tulang-tulangku bergetar hebat karena pukulanmu"

Mereka berdua saling memuji, ciri petarung terhormat yang menjunjung tinggi sportifitas dan sangat menghormati lawan. Tidak ada saling meremehkan.

"Oey,,, Uzumaki-san. Kau masih punya banyak tenaga kan? Kita lanjutkan?"

"Tunggu sebentar ya!, kita pulihkan dulu rasa sakit di tangan kita"

"Oke"

Sambil menunggu rasa nyeri hilang, Naruto mencari topik obrolan, lumayan untuk mengulur waktu.

"Oh iya, aku dengar dari orang-orang kalau kau itu tipe dewa sombong yang selalu bicara sinis dan sarkartik. Tapi sejak awal kita bertemu, tidak ada tanda-tanda itu. Apa berita itu bohong?"

"Beritanya memang benar, aku selalu bersikap seperti itu pada orang-orang diluaran sana. Hanya saja, padamu yang jelas-jelas tidak bisa dianggap sembarangan, aku tidak bisa bersikap seperti itu"

"Ohh,,, Heheee.. Aku suka orang sepertimu"

"Aku bukan orang, aku Dewa"

"Bah,,, aku sudah pernah mengalahkan dewa tahu. Jadi apapun statusmu, bukan masalah bagiku"

Naruto tersentak tatkala merasakan ledakan kekuatan yang sangat besar, jelas itu berasal dari makhluk dihadapannya. Sakra benar-benar seorang dewa superior sejati yang menempati jajaran top 10 dewa paling kuat yang pernah hidup di DxD Universe. Sakra sepertinya sudah serius, menggunakan semua kekuatan yang ia miliki.

Naruto tak mau kalah, jadi dia juga mengumpulkan senjutsu yang sangat banyak dari alam sekitar. Walaupun tempat ini hanyalah dimensi buatan, tapi tetap saja sejumlah energi alam harus digunakan untuk merekontruksi dimensi ruang ini berdasarkan dimensi ruang alami yang ada. Naruto menyerap senjutsu sampai batas maksimal yang sanggup ia tampung dalam tubuhnya.

"Yang kedua aku pasti menang" nada ucapan Sakra terdengar sangat optimis.

"Aku tidak takut. Jadi kita adu tinju lagi?"

"Tentu saja"

Setelah memasang kuda-kuda terkokoh masing-masing, kedua pria itupun melesat untuk meluncurkan tinju lurus kedepan dengan kekuatan penuh.

"Heyaaa. . . . / Hiaaatttt..."

BUUAAGGHH. . . .

Saat tinju itu beradu, tampak hanya salah satu pihak yang senang. Sakra menyeringai.

BLLARRRR...!

Hempasan gelombang kejut dari ledakan energi yang sangat kuat lagi-lagi membuat alam hancur berantakan, kali ini tercipta parit raksasa yang sangat lebar dan dalam hingga panjangnya mencapai berpuluh-puluh kilometer.

Naruto shock, parit raksasa itu tercipta hanya dibelakang tubuhnya, artinya,,,,

"Aaarrrrhhh . . . . . ."

Tubuh Naruto terlempar begitu kuatnya, terlempar sangat cepat kebelakang hingga berpuluh-puluh kilometer tanpa bisa ia tahan, dan ketika sampai di ujung parit raksasa, masih belum berhenti juga. Naruto terseret dan terpental-pental di tanah lalu,

BRRAAAKK...!

Tubuh Naruto baru berhenti ketika menabrak sebuah tebing terjal berbatu keras hingga terperosok sangat dalam disana.

Zsshht...

Sakra sudah sampai didepan tebing, tidak jauh dari Naruto. Dia adalah dewa dan tentu punya kecepatan dewa, mudah saja untuknya mengejar tubuh Naruto yang terlempar setelah menerima tinjunya.

.

.

.

-Ibukota Pusat Kaum Youkai, Kyoto-

"Apa urusan kita dituntaskan dengan pertarungan, Hinata-chan?"

"Tidak usah kau tanya, karena kurasa hanya itulah pilihan satu-satunya, Serafall-sama"

Serafall membuka lingkaran sihir inventori prbadinya, mengambil sesuatu dari sana. Sebuah alat, bentuknya seperti granat, tidak ada cincin pemicu ledakan namun ada sebuah tombol.

"Alat ini untuk mentransfer kita ke arena. Kita akan tuntaskan semuanya disana"

"Tak masalah"

Hinata dengan santai menanggapinya, mungkin dia punya persiapan untuk ini.

Serafall menekan tombol itu lalu melemparkan alatnya tepat diantara dia dan Hinata. Muncul sebuah lingkaran sihir di bawah kaki mereka, membawa mereka berdua lenyap dalam kilauan cahaya terang yang menyilaukan mata.

"Ini kan Tokyo?" guman Hinata.

Kini mereka berada ditengah perempatan tersibuk didunia, perempatan Shibuya. Namun tidak ada satu orang pun disana, hanya mereka berdua.

Serafall mendengar gumaman itu.

"Yaaa, ini Tokyo. Kita berada di replika Negara Jepang. Dimensi replika yang dibuat dengan alat ciptaan Ajuka-chan. Biasanya dimensi alternatif, dimensi buatan, ataupun dimensi replika hanya bisa dibuat dalam lingkup terbatas, paling jauh radiusnya 25 km. Tapi yang ini, dibuat dimensi replika seluas sebuah negara. Luar biasa bukan?"

Ekspresi Hinata masih tenang, berdiri dengan anggun. "Souka..., jadi?"

"Kita akan bertarung sepuasnya disini, sampai salah satu diantara kita mati"

"Hmmm,,, kenapa? Kurasa tidak ada yang perlu mati disini"

Hinata menyeringai menanggapi omongan Serafall.

Serafall memasang wajah seriusnya, "Kau harus mati karena kau berbahaya untuk adikku"

Hinata terkekeh,"Ooohhhh, hanya masalah adikmu ternyata. Kenapa memang? Padahal selama ini aku tidak pernah berbuat macam-macam pada Sona-san"

"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari Sona-chan hah? Tentang dunia lain, Trihexa ataupun Sephiroth Graal, itu semua berawal dari mu kan?"

"Kau terlalu banyak tau. Mulutmu sepertinya harus ku jahit, Serafall-sama"

"Cih..." serafall mendengus marah.

Tidak ada basa-basi lagi. Pertarungan disini sepertinya akan berlangsung lebih serius daripada yang satunya.

shinnggg...

Serafall membuat bilah es tajam dikedua tangannya,

Byakugan

Hinata pun sudah siap dengan doujutsunya.

Syuuttt...

Satu bilah es tajam, Serafall lempar ke arah Hinata, ujungnya yang sangat tajam tepat mengarah ke kepala Hinata.

Tapi dengan mudah di hindari oleh Hinata hanya dengan memiringkan kepalanya, hingga bilah es itu menancap di dinding salah satu bangunan.

Zsshhtt...

Serafall tidak memberi jeda sepersekian detikpun, menyerang dari depan dan menebaskan bilah es yang satunya lagi.

Slasshhh

Hinata bersiap menerima serangan, tidak menghindari tapi,,,

Pyaaarrr...

Pyaaarrr...

Kedua bilah es milik Serafall hancur seketika setelah berhasil di tepis dengan telapak tangan Hinata.

Serafall terbang dengan sayapnya dan berdiri di atas tiang lampu jalanan.

Data penting telah Serafall dapatkan, "Matamu tidak bisa diremehkan. Byakugan yaa. Sona-chan pernah bilang padaku, mata itu mampu melihat tembus pandang seperti sinar X dan punya bidang penglihatan 360 derajat kesegala arah sampai radius tertentu. Serangan dari arah manapun, ataupun teknik pengalihan tidak berguna padamu. Berkat mata itu pula, walau kau lambat tapi bisa memprediksi gerakanku yang jauh lebih cepat darimu"

Bilah es pertama yang Serafall lempar hanyalah pengalihan, membuat kesempatan untuk serangan kedua dari depan, namun bilah es yang berhasil dihindari tadi juga di gunakan untuk serangan dari arah belakang. Es adalah spesialisasi sihir Serafall, jadi dia bisa seenaknya mengendalikan gerakan es-es yang dia ciptakan, termasuk menarik kembali es yang telah menancap di dinding bangunan dan diarahkan tepat ke punggung Hinata.

Serangan jitu, jika orang biasa, pasti badannya sudah ditembus bilah es dari dua arah. Namun tidak untuk Hinata, dia menyadari serangan pertama hanyalah pengalihan, fokus untuk menepis serangan kedua, dan serangan dari belakang dapat diantisipasi dengan byakugan. Sehingga dalam satu waktu dengan sedikit kelenturan badan, Hinata berhasil menepis tebasan dari depan dengan telapak tangan kanan, sekaligus menepis tombak dari belakang dengan tangan kiri.

Serafall mengungkapkan hasil analisisnya lagi,

"Selain itu, matamu ternyata juga bisa melihat dan menemukan titik paling rapuh dari bilah es yang ku buat. Padahal bilah es buatanku lebih keras daripada baja, tapi kau dengan mudah menghancurkannya hanya dengan telapak tangan. Ku asumsikan kau mampu melihat titik terlemah di tubuhku, maka pertarungan jarak dekat mutlak harus ku hindari jika melawanmu"

Es buatan Serafall memang lebih keras dari baja, sekeras berlian, tapi struktur kristal es secara molekuler sebenarnya sangat rapuh jika dapat menemukan dimana titik terlemah yang mampu merusak ikatan antar molekul kristal es, membuat struktur es tidak stabil akibat gaya kecil yang diberikan dan akhirnya es itu pecah dengan sendirinya.

"Seperti yang diharapkan dari Maou paling cerdas di Underwolrd. Analisamu mengejutkan, padahal hanya dalam satu kali percobaan serangan" Hinata memuji kehebatan Serafall. Dia tahu, inilah konsekuensi yang ia dapat ketika melawan seorang Maou.

"Kau tipe petarung jarak dekat, jika hanya seperti itu saja aku bisa dengan mudah membunuhmu"

"Itu memang kekuranganku, tapi aku punya sesuatu untuk menutupi itu"

Hakke Kuushou

splasshh...

Sayap hitam itu melindungi tubuh Serafall tanpa cela dari pukulan vakum jarak menengah Hinata. Dia masih berdiri tegap di atas tiang lampu jalan.

"Pukulan lemah seperti itu tak akan mempa-,,"

Hakke Hasangeki

Dhuarrr

Pukulan jarak menangah kedua dari telapak tangan Hinata, berhasil merobohkan tiang tempat Serafall berdiri, berikut meretakkan bangunan beton dibelakangnya. Pukulan kedua ini adalah variasi yang jauh lebih kuat dari pukulan pertama

Namun Serafall masih selamat, dia terbang lebih rendah setelah menghindari serangan tadi. "Ku akui, yang kedua lebih berbahaya, tapi masih kurang cepat"

Serafall mengakat tangannya keatas. Disana tercipta lingkaran sihir besar dengan diameter 30 meter. Dari sana, hujan tombak es tercipta. Semua bilah-bilah es tajam itu turun tepat mengarah ke Hinata yang masih berdiri ditengah perempatan Shibuya.

Hinata memutar tubuhnya dengan kecepatan tinggi sambil melepaskan chakra di seluruh titik tenketsu di tubuhnya. Hingga membentuk kubah chakra pelindung.

Hakkeshou Kaiten

Semua tombak es berhasil dipentalkan.

Serafall terus mengamati, tidak perlu waktu lama untuk mengetahui kelemahan putaran Kaiten.

Tersenyum senang, dia membuat lingkaran sihir lagi diatas lingkaran sihir yang pertama, hingga totalnya ada 10 lapis. Dengan begini, kuantitas dan intensitas hujan tombak es buatannya meningkat 10 kali lipat.

Hasilnya, cukup banyak tombak es yang berhasil menembus pertahanan Hinata. Hujan tombak es itupun berhasil melenyapkan kubah chakra, ratusan tombak es menancap dan saling tumpang tindih tepat di posisi Hinata bertahan tadi. Mustahil bisa hidup jika masih disana.

Namun,,,

Serafall menatap kearah salah satu atap bangunan enam lantai, "Sudah ku duga, kau pasti bisa kabur dari serangan tadi. Aku masih ingat saat di Akademi Kuoh, kau menyelamatkan Tsubaki dengan cara yang sama dengan yang kau lakukan tadi kan, Hinata-chan?"

Tidak sulit bagi Hinata berpindah tempat, bergerak dan melompat sedikit lalu memotong jaraknya dengan kemampuan The True Tenseigan yang diaktifkan secara terbatas, akhirnya dia bisa selamat dan berdiri tenang di atap bangunan berlantai enam itu.

Hinata masih berdiri anggun, belum menggunakan kuda-kuda bertarung. "Yah... Harus ku akui, Byakugan tidak mungkin cukup untuk melawanmu. Sekuat apapun seorang Hyuga, tidak akan ada yang sanggup bertarung melawan musuh sekelas Maou"

"Hyuga?"

"Hyuga Hinata, itu namaku dulu sebelum aku menikah"

"Ohh,,, cih. Kau mau membuatku marah hah? Mengejekku yang sudah berumur ratusan tahun tapi belum menikah sampai sekarang?"

Tentu saja Serafall marah, diantara empat Maou yang memerintah Underworld saat ini, hanya dia saja yang belum punya pasangan. Kriteria Serafall terlalu tinggi, makanya dia masih melajang hingga sekarang.

"Aahh,,, maaf. Aku tidak bermaksud begitu, Serafall-sama"

"Sudah lah. Itu tidak penting. Lebih baik kau menyerah dan katakan apa maksudmu pada adikku? Dari pengamatan ku sejak awal, aku sudah bisa memperkirakan bagaimana batas kekuatanmu. Kau hanya selevel dengan iblis kelas menengah. Kekuatan serang, kecepatan, stamina, pertahanan serta skill dan jurusmu yang lainnya tidak ada yang perlu ku khawatirkan. Orang sepertimu, tidak mungkin sanggup melawan Maou seperti aku"

"Tidak, aku tidak akan pernah menyerah. Harus ku akui, dari segi manapun aku kalah darimu. Kekuatan dan ketahanan fisik, kecepatan serta stamina ku jauh dibawahmu. Oleh karena itulah kita tidak akan jual beli serangan, kita akan jual beli taktik. Bagaimana?"

"Kau bercanda? Bertarung taktik juga keahlianku"

"Aku akan melawanmu dengan ini"

Mata Byakugan yang semula putih, tiba-tiba menghitam.

sparkle,,,,

"Matamu berubah lagi?"

"The True Tenseigan, evolusi dari Byakugan. Ini pertama kalinya aku menunjukkan mata ini pada makhluk supranatural seperti kalian"

Hinata sudah mengaktifkan doujutsu barunya secara sempurna. Kali ini dia akan benar-benar memakainya dalam pertarungan. Sejak bertarung pertama kali menggunakan doujutsu baru melawan Byakuya Kuchiki dari Bleach Universe, selama beberapa minggu, Hinata telah melatih dan mengembangkan kemampuan The True Tenseigan, memaksimalkan semua potensinya. Dia yakin dengan dirinya yang sekarang, dia pasti mampu menundukkan seorang Maou sekalipun.

"Mata yang sangat indah. Lebih indah dari mata malaikat manapun yang pernah ku temui seumur hidupku"

Serafall memuji penampilan mata Hinata. Tidak ada pembuluh darah maupun pembuluh saraf yang menonjol seperti ketika Byakugan di aktifkan, sehingga tidak ada lagi tampang menyeramkan dari wajah seorang Hyuga. Iris matanya pun berubah seindah langit cerah di malam hari. Iris mata hitam dengan kilauan ratusan bintik kecil seperti bintang yang membentuk pola spiral layaknya galaksi bimasakti.

"Tapi tidak ada perubahan sedikitpun dari level kekuatanmu. Aku tidak merasakan adanya peningkatan energi dalam tubuhmu, Hinata-chan"

"Sudah ku bilang kan? Kita beradu taktik, jadi tidak perlu kekuatan besar. Gaya bertarungku sama seperti sebelumnya, taijutsu khas Hyuga dan kemampuan Byakugan masih tersemat dalam doujutsu evolusi ini. Hanya saja mata baru ini mempunyai kemampuan support untuk tipe petarung sepertiku"

"Aku juga akan serius"

Serafall mendarat di atap bangunan yang berseberangan dengan Hinata, mengarahkan telapak tangannya, membuat lingkaran sihir berukuran sedang. Dia tidak akan ceroboh untuk menyerang Hinata langsung dari jarak dekat.

Dari lingkaran sihir itu, keluar lagi es keras yang kali ini mengambil wujud hewan. Es berwujud kelabang berjumlah empat ekor meliuk-liuk dan bergerak cepat kearah Hinata.

Hinata melompat mundur untuk menghindari itu, namun ternyata disana telah menunggu puluhan lingkaran sihir berukuran kecil yang telah lebih dulu di buat mengurung Hinata.

Serafall punya kemampuan untuk membuat lingkaran sihir dari jarak jauh, tidak harus di telapak tangannya atau dilangit, tapi juga mampu membuat lingkaran sihir diposisi tertentu bahkan mengurung musuh dalam kepungan lingkaran sihir. Serangan pertama tadi hanya untuk membuat Hinata mundur, empat kelabang es yang meliuk dan menyerang dari depan, atas, kiri dan kanan membuat Hinata hanya punya pilihan untuk melompat mundur kebelakang dan Serafall menunggu kesempatan itu.

Dari puluhan lingkaran sihir itu, muncul lagi tombak-tombak es berujung tajam yang siap menembus tubuh targetnya. Semua tombak es itu sudah terhunus dan siap menembus tubuh mungil Hinata.

Serafall heran, melihat Hinata yang tidak membuat usaha apapun untuk lari. Tapi memang tidak ada jalan keluar dari posisi Hinata sekarang.

Keheranan Serafall terjawab ketika tombak-tombak es buatannya malah bergerak berlawanan arah dari seharusnya.

Syuuttt...

Satu tombak es lewat dan hampir saja mengenai kepala Serafall

Setelah semuanya terlihat jelas, Hinata masih bisa berdiri tanpa luka sedikitpun.

'Pertahanan macam apa itu? Dia mementalkan semua tombak es ku? Serangan skala kecil terkonsentrasi gagal, akan kucoba dengan yang ini, serangan skala besar'

Serafall terbang menjauh, dengan cepat dia bahkan sudah meninggalkan Hinata sendirian ditengah replika kota Tokyo. Serafall sendiri terbang di ketinggian ratusan meter dipinggiran Tokyo.

"Kabur?" gumam Hinata, "Tapi itu tidak mungkin. Dia tampak sangat bernafsu untuk menuntaskan semuanya disini. Tidak mungkin dia pergi begitu saja"

Serafall membuktikan ucapannya untuk membuat serangan skala besar. Kali ini dilangit malam replika Tokyo di ketinggian puluhan kilometer, lingkaran sihir raksasa dibuat oleh Maou Leviathan dengan ukuran tidak main-main. Lebar lingkaran sihir itu bahkan melingkupi seluruh Kota Tokyo. Dari sana keluar bongkahan es raksasa. Ukurannya bahkan melebihi sebuah meteor ataupun gunung es yang sering mengapung di kutub. Jika bongkahan es raksasa itu benar-benar jatuh, maka seluruh Tokyo akan tenggelam terperosok kedalam tanah dan tidak akan tersisa apapun lagi.

'Itu kelihatannya seperti meteor buatan Madara. Aaaahh tidak, bahkan yang ini ukurannya 10 kali lebih besar' pikir Hinata. Dia tentu masih ingat kalau Madara pernah menjatuhkan benda seperti itu saat perang dunia shinobi keempat.

Bongkahan es raksasa yang besarnya melebihi gunung itu pun jatuh kebawah tertarik gravitasi. Tokyo Tower, bangungan tertinggi di sana adalah bangunan pertama yang roboh karena pertama kali bersentuhan dengan bongkahan es ciptaan Serafall. Selanjutnya gedung-gedung pencakar langit pun menyusul, hancur dari atas.

Hinata yang berdiri di atap gedung enam lantai, hanya menatap tenang pada bongkahan es itu yang sepersekian detik lagi siap menenggelamkan dirinya dan seluruh Tokyo kedalam tanah. Dia membuka telapak tangannya keatas, hingga telapak tangan itu bersentuhan dengan bongkahan es.

Dari kejauhan, dari pinggir Kota Tokyo, Serafall melihat jelas kalau bongkahan es buatannya yang lebih besar dari gunung itu berhenti jatuh.

'Tidak mungkin kan dia menahan benda seberat itu?'

krekkk,,krekk,,kreeeeekkk...

Bongkahan es itu pun retak, pertama hanya retakan kecil lalu tidak lama hingga menyebar dan mencapai seluruh bongkahan es. Retaknya terjadi dipermukaan sampai kedalam bongkahan es, hingga akhirnya,,,

PYYARRRR...

Es raksasa itu pun akhirnya pecah berhamburan hingga serpihannya hancur seperti pasir. Tidak ada bongkahan besar es lagi. Tokyo yang kehilangan semua gedung pencakar langitnya, langsung tertutup serpihan es layaknya baru saja mengalami badai salju semalaman penuh.

'Dia bahkan sanggup menghancurkan gunung es yang kujatuhkan. Serangan skala besar tidak berguna, berikutnya serangan dengan intensitas dan kontinuitas tinggi'

Serafall sekali lagi ambil peran untuk menyerang. Keahliannya adalah sihir elemen air dan es. Serpihan es seperti salju yang menutup seluruh kota Tokyo bisa dia kendalikan gerakannya. Sebagai salah satu maou, tentu saja dia punya banyak sekali energi sihir, sehingga membuat badai es di seluruh kota Tokyo adalah hal mudah baginya.

Semua serpihan es itu sangat tajam, dan semua itu digerakkan hingga menggores semua benda yang ada di kota. Semua bangunan, pepohonan hingga baja-baja rangka konstruksi terkikis perlahan hingga lenyap tak bersisa. Replika Tokyo yang awalnya sebuah kota kini hanya menyisakan tanah datar tanpa ada apapun. Kekuatan Maou memang sangat mengerikan, hingga sanggup menghancurkan kota sebesar Tokyo dengan begitu mudah.

Hinata terkurung dalam badai es pemusnah itu, namun ia hanya menyeringai tipis,

'Aku pernah menerima serangan yang lebih mematikan dari ini saat mengunjungi dunia Shinigami'

Badai es itu pun berhenti setelah sepuluh menit dan menghancurkan semuanya tanpa sisa.

Tap...

Hinata mendarat dengan tenangnya di tengah-tengah kota yang telah hancur tanpa sisa karena perbuatan Serafall. Dia tidak kemanapun, bahkan menerima serangan Serafall tanpa perlawanan. Tapi serangan tadi tidak berguna padanya, semua serpihan es dibelokkan, pertahanan mutlak kemampuan pertama The True Tenseigan, barrier manipulasi vektor yang melapisi seluruh permukaan tubuhnya mampu menghalau serangan apapun selama serangan itu memiliki arah.

Serafall kembali melayang diudara, tidak terlalu jauh dengan tempat Hinata berdiri.

"Tidak kusangka, ada yang bisa bertahan dari tiga serangan beruntunku yang memiliki spesifikasi berbeda. Pertama serangan skala kecil terkonsentrasi dari tombak-tombak es, semuanya kau pentalkan dengan mudah. Bongkahan es raksasa yang besarnya melebihi gunung pun bisa kau tahan dan hancurkan, lalu serangan intesitas dan kontinuitas tinggi juga tidak mempan. Bisa disebut pertahanan mutlak, tapi aku sudah mendapatkan data dan berhasil menganalisanya."

"Hmm?" Hinata menunjukkan wajah tidak percaya.

"Serangan pertama, entah bagaimana caranya tombak-tombak es ciptaanku yang seharusnya menembus tubuhmu malah berbalik arah seperti dipantulkan, artinya kau mampu merubah arah serangan. Serangan kedua, saat bongkahan es yang beratnya milyaran ton berhenti bergerak jatuh, tidak mungkin karena kau menahannya. Kemungkinan yang benar hanyalah kau berusaha memantulkan es raksasa itu juga. Lalu saat es raksasa itu hancur lebur, disebabkan struktur kristal es rusak akibat ikatan antarmolekulnya tidak stabil. Setiap molekul memiliki energi kinetik dan mempunyai gerakan sendiri, jika gerakan itu rusak dan energi kinetiknya berubah, hasilnya struktur materi akan hancur sama seperti es tadi. Artinya kau bahkan mampu membelokkan arah gerakan sampai skala molekuler pada tingkat atom. Yang terkahir, semua serpihan es melenyapkan seluruh kota, kecuali tubuhmu, berarti sistem pembelok arah itu hanya bekerja diruang lingkup kecil yaitu pada permukaan tubuhmu saja seperti ada sebuah lapisan barrier pelindung yang melapisi seluruh permukaan tubuhmu. Kesimpulanku, kau mempunyai konsep pertahanan yang didasari manipulasi arah atau vektor pada permukaan kulitmu. Analisaku benar kan?"

"Melawanmu sangat berbahaya, Serafall-sama. Belum pernah ada satupun musuh yang kuhadapi mampu menganalisa cara kerja kemampuanku sampai sedetail itu"

"Artinya tidak akan ada seorangpun yang bisa merobohkan pertahananmu, karena semua serangan memiliki arah. Serangan sihir, serangan fisik atau apapun, semuanya memiliki arah, dan semua itu bisa kau belokkan semaumu. Sekuat atau sebanyak apapun serangan tidak berguna dihadapanmu. Pertahananmu tak terkalahkan. Tapi,,,,"

". . . . . .?" alis Hinata sedikit terangkat dibalik poni ratanya.

"Aku, adalah orang satu-satunya didunia ini yang mempunyai serangan yang tidak bergerak dan tidak memiliki arah atau vektor. Jika ku serang dengan itu, maka pertahanan multak pengubah vektormu tidak berguna"

"Apa?" Hinata bingung, tidak ada dalam kamusnya yang namanya serangan yang tak memiliki arah. Bagaimana caranya menyerang jika serangan itu tidak bergerak dan punya arah atau vektor.

"Dalam fisika, arah dimiliki oleh benda yang bergerak, benda bergerak memiliki energi kinetik. Materi yang energi kinetiknya sama dengan 0 (nol), artinya tidak memiliki arah. Secara molekuler, semua atom pasti bergerak dengan caranya masing-masing sehingga memiliki energi kinetik yang di manifestasikan dan dirasakan sebagai suhu atau panas. Jika materi itu semakin dingin, semakin kecil energi kinetik molekulnya, dan energi kinetik molekul akan nol jika mencapai suhu terendah yakni -273 derajat celcius atau 0 kelvin. Aku mempunyai sihir spesialisasi elemen es, membekukan apapun. Jika sesuatu kubekukan hingga suhu -273 derajat celcius, maka kau pasti akan membeku tanpa kau bisa membelokkan partikel-partikel sedingin itu."

"Tidak mungkin?" Hinata paham sekarang, Serafall tidak akan menggunakan serangan fisik ataupun serangan sihir. Dia berniat membekukan seluruh area dalam skala besar, membuat kondisi ekstrim bersuhu -273 derajat celcius, sehingga barrier pengubah vektor tidak akan berfungsi. Hinata tidak akan bisa bertahan dalam lingkungan ekstrim pada suhu terendah. Tidak, tidak hanya Hinata, tidak ada seorangpun yang bisa bertahan pada suhu itu. Membeku pada suhu miminum -273 maka metabolisme tubuh juga berhenti yang berarti tubuh akan benar-benar berhenti bekerja dan mati seketika. Kecuali si pembuat jurus itu sendiri, Serafall.

Hinata bisa menolak panas bahkan hingga suhunya sampai ribuan atau jutaan derajat celcius sekalipun, karena ada bentuk energi panas/kalor yang memiliki arah sehingga dapat dipantulkan. Tapi jika suhu terendah, teknik manipulasi vektor tidak berguna. Kelemahan kemampuan pertama The True Tenseigan, sudah dipecahkan oleh Maou Serafall Leviathan.

Serafall mengumpulkan sihir dalam jumlah banyak di tubuhnya. Menggunakan semuanya untuk

Celcius Cross Trigger

menciptakan dunia es. Kekuatan seorang Maou yang sanggup mempengaruhi daratan. Sekarang seluruh dimensi replika Jepang, seluruh pulau-pulau dan lautan Jepang dalam dimensi buatan ini membeku seketika. Tanah gersang berubah menjadi es, air laut berubah menjadi es tidak hanya dipermukaan saja namun sampai kedasar laut. Tidak ada sesuatupun yang tak berubah menjadi es. Inilah kekuatan sejati Serafall Leviathan, yang katanya sanggup membekukan dan melenyapkan satu benua dalam sekejap.

Suhu turun drastis, namun Hinata tidak menggigil kedinginan. Suhu ini masih bisa dihalau oleh barrier pengubah vektor karena serangan asli dengan suhu terendah -273 derajat celcius belum datang.

"Tidak sampai satu menit lagi, suhu dunia es buatanku ini akan terus turun hingga suhu terendah. Kau pasti akan membeku saat itu, Hinata-chan"

Hinata jelas merasakan kalau suhu disekitarnya terus turun, semakin turun hingga melewati batas ekstrim. Mungkin saat ini sudah sampai -185 derajat celcius. Jika diam saja, Hinata pasti akan beku dan kalah. Harus melakukan sesuatu.

Hinata memasang kuda-kuda bertarung khas Hyuga.

Jyuken

"Haappp"

Dhuuaakk...

"Ohhook"

Serafall yang awalnya terbang diudara, terpaksa jatuh ke daratan es karena pukulan telak di ulu hatinya. Pukulan yang dia yakin telah merusak organ dalam tubuhnya, hingga membuatnya muntah darah.

Serafall bangkit berdiri memandang Hinata dengan tatapan waspada.

"Kheh,,, kau pikir bisa menang setelah mengetahui kelemahan pertahananku. Aku bahkan baru mulai menyerang dan kau sudah terluka seperti itu" kata Hinata sarkastik.

Berkat pukulannya langsung pada Serafall, turunnya suhu dunia es berhenti di titik ini, belum mencapai suhu -273 derajat celcius, yang artinya barrier pengubah vektornya masih bisa melindungi tubuhnya dari suhu ekstrim.

"Itu tadi, anomali dimensi ruang kan? Bagaimana bisa kau memukulku langsung tanpa menyentuhku?"

"Kau ahli menganalisa kan? Pikirkan saja jawabannya sendiri. Tapi aku tidak akan diam menunggumu memikirkan jawaban, ini serangan kedua ku"

Hakke Shoujishi Hougeki

Hinata membuat sepasang kepala singa kembar berwarna ungu di kedua tanganya yang telah bercampur dengan chakra Hamura Ootsutsuki, saudara kembar Hagoromo Ootsutsuki sang Rikudo Sennin. Inilah pukulan tertinggi teknik Jyuken, penyempurnaan dari teknik Juuho Shoshiken.

Serafall bergerak mundur, dia menyadari kalau pukulan yang ini pasti akan jauh lebih berbahaya dari yang pertama tadi.

Tahu kalau lawannya berniat menghindar, Hinata memasang senyum psikopat, "Percuma kau lari, seranganku mampu mencapai dimanapun kau berada. Pukulan terkuat taijutsu Hyuga yang ditopang kemampuan kedua The True Tenseigan. Haaaaaa. . . . "

Hakke Hyaku Nijuuhachi Shou

Teknik pukulan beruntun yang menargetkan 128 titik tenketsu atau titik akupuntur ditubuh lawan dengan sangat cepat. Membuat aliran energi ditubuh musuh terhenti seketika hingga tidak bisa berdiri lagi bahkan berujung kematian karena pukulan ini juga menyerang organ-organ internal tubuh. Dikombinasikan dengan chakra Hamura dan pukulan Shoujishi Hougeki, menjadikannya sebagai pukulan paling mematikan yang dimiliki seorang Hyuga Hinata. Hinata memang tidak kuat, statistik pertarungannya rendah, tidak bisa disandingkan dengan Serafall. Tapi, Hinata punya serangan tipe critical hit. Pukulan mematikan yang langsung menghancurkan organ dalam. Sekuat apapun musuhnya, diserang seperti ini, artinya kematian.

Hinata hanya melancarkan pukulan dari tempatnya berdiri, tanpa perlu menunggu Serfall berada dalam jarak serang karena jarak itu dipotong oleh kemampuan tingkat kedua manipulasi jarak dari The True Tenseigan. Jika dilihat, Hinata seperti sedang memukul angin. Namun pukulan itu jelas mengenai targetnya. Semua pukulannya mendarat di titik-titik tenketsu di tubuh Serafall.

Serafall yang berada 100 meter dari Hinata, menerima pukulan telak beruntun yang menghancurkan seluruh tubuhnya hingga kedalam. Tidak ada jalan kabur dari pukulan tadi. Hingga pukulan Hinata selesai, Maou wanita dari iblis Satan Class Devil roboh tak berdaya dan terbaring ditanah.

Tubuh Serafall luka parah akibat pukulan yang sangat mematikan tadi. Ada banyak luka lebam di kulitnya, namun itu bukan apa-apa bagi Serafall. Yang terburuk adalah seluruh organ dalam tubuhnya kini rusak parah. Jantung, paru, hati, ginjal dan lainnya, tidak ada satupun yang selamat. Hampir semua organ-organ itu berhenti bekerja. Hal ini pulalah yang di alami oleh Byakuya Kuchiki, salah satu kapten Divisi dari Gotei 13 di Bleach Universe akibat bertarung melawan Hinata.

Hinata tersenyum sombong, "Apa ini sudah berakhir, tak kusangka Maou Leviathan hanya sampai disini? Ku kira akan lebih menarik dan membuatku mengeluarkan semua kemampuanku"

Hinata menyeringai senang setelah musuhnya roboh, namun itu hanya sesaat karena Hinata melihat jelas ada botol kecil yang bergelinding disamping tubuh Serafall. Hinata tahu itu, botol air mata phoenix, dan tubuh Serafall tampak berasap yang artinya sedang melakukan regenerasi.

Tak lama kemudian, Serafall bangkit berdiri dengan amarah yang meledak-ledak. Tubuhnya sudah hampir 100% pulih berkat air mata phoenix.

"KAU,,,! Aku benar-benar takkan membiarkanmu hidup setelah membuatku begini!"

Serafall berteriak murka, dia pun melanjutkan serangnnya yang tertunda tadi. Serangan pembekuan suhu minimum -273 derajat celcius, karena hanya serangan itulah satu-satunya bisa dia gunakan. Tidak ada lagi acara lempar-lemparan tombak es tajam atau menjatuhkan gunung es karena semua itu tidak berguna melawan pertahanan barrier pengubah vektor.

Kali ini dia tidak menurunkan suhu secara menyeluruh, namun Serafall memfokuskan penurunan suhu disekitar Hinata berdiri seluas satu hektar. Dengan memfokuskan itu, dia bisa menurunkan suhu sampai titik terendah dengan cepat.

Hinata yang menyadari terjadinya lagi penurunan suhu di sekitar tubuhnya, langsung melompat sedikit dan berpindah ke titik lain yang lebih aman. Hinata tidak hanya bisa memotong jarak pukulannya pada target tapi juga bisa memotong jarak gerakan tubuhnya sehingga dia tampak seperti melompat teleportasi. Teknik ini memanfaatkan kemampuan kedua The True Tenseigan dengan membuka pintu atau portal pemotong jarak yang biasa ia gunakan.

Serafall melihat itu, dia langsung menyadari kalau kemampuan lain dari The True Tenseigan adalah memotong jarak gerakan dari suatu benda, tubuh, dan serangan. Pukulan yang membuatnya luka parah dan Hinata yang bisa melompat dan berteleport dari perangkap suhu minimum -273 adalah penerapan dari teori tadi. Walaupun amarahnya memuncak karena Hinata, tapi otaknya masih bisa berpikir jernih.

Melihat Hinata yang sudah berpindah ke tempat lain, lagi-lagi Serafall memfokuskan penurunan suhu pada posisi Hinata. Tapi itu pun gagal karena Hinata melompat dan berteleportasi lagi ke tempat lain.

Dhuaakk

"Ohhookkk"

Sekali lagi Serafall muntah darah. Hinata masih sempat melancarkan serangan balasan dengan pukulan berbalut chakra berwujud kepala singa dari jarak jauh walau ia juga sedang kucing-kucingan dikejar teknik pembekuan mutlak Serafall.

Serafall pun tidak tinggal diam, dia berdiri lalu terbang bergerak tak tentu arah dengan kecepatan tinggi. Dengan cara ini, Hinata tidak bisa lagi bebas membuat dirinya menjadi target segampang tadi. Konsentrasi Hinata akan berkurang karena target terus bergerak.

Akhirnya, dua wanita itupun saling serang dari jarak jauh. Serafall berusaha membekukan Hinata dengan sihir esnya, walau Hinata dengan lincah selalu berhasil melompat lalu berteleport ketempat lain, sekali melompat bisa berpindah hingga satu kilometer. Hinata pun sama, dia semakin kesusahan menargetkan pukulan di badan Serafall karena Serafall terus bergerak terbang dan melakukan manuver akrobatik diudara.

Dan sampai pada point ini, mereka berdua berhenti saat jarak dua wanita ini lumayan jauh. Jika saling melihat dengan mata biasa, yang ada hanyalah titik kecil.

Hinata merutuk dirinya sendiri, 'Sialaaaan,,, aku ceroboh. Aku lupa menjaga jarak dengan Serafall. Dia pasti sudah tahu batas maksimal radius teknik manipulasi jarak milikku.'

Sementara Serafall yang sedang terbang, dia menyeringai senang. Dia baru menyadari sesuatu, kemampuan manipulasi jarak dari Hinata ada batasnya, dan batas itu hanya sampai pada radius ini,

'Dari pengamatanku, jarak ini sekitar 10 km. Radius terjauh kemampuan tingkat kedua dari doujutsunya hanya sampai 10 km. Berarti jika aku bisa menjaga jarak aman, maka aku lah pemenangnya'

Dari jarak sejauh itu, Serafall berteriak keras, "Kau sudah tamat, Hinataaaa. KAU TAMAAAATTT,,, Hahhahahahahaaa" disertai dengan tawa sombong.

30 detik kemudian, baru Hinata mendengar suara Serafall. Kecepatan suara hanya sekitar 330 meter perdetik di udara, jadi untuk jarak 10 km, butuh waktu sekitar 30 detik agar teriakan Serafall sampai ke telinga Hinata.

Hinata hanya berdiri diam. Dari point ini, dia tidak bisa lagi melakukan serangan pada Serafall. Sekarang hanya menunggu Serafall menyelesaikan serangan terakhirnya.

Serafall pun menjauh, terus terbang menjauh secepat yang ia bisa hingga meninggalkan pulau dimana Kota Tokyo berada. Perlu waktu satu menit hingga dia mencapai salah satu sudut dimensi buatan ini. Munkin jaraknya sudah lebih dari 2500 kilometer dari Hinata, dari Tokyo.

Serafall berniat menggunakan semua kekuatan sihirnya, membekukan seluruh replika wilayah Negara Jepang hingga suhu minimun -273 derajat celcius. Waktu 30 detik cukup untuk Serafall membekukan semuanya sampai pada suhu itu.

Perlahan Jepang dalam dimensi buatan itu menjadi es, hingga akhirnya seluruh kepulauan Jepang membeku sampai suhu minimum. Lapisan es keras setebal lebih dari 35 km menutupi seluruh daratan dan lautan Jepang. Serafall tidak merasakan adanya tanda kehidupan dari Hinata lagi. Dia yakin, Hinata sudah membeku ditempat. Pertahanan manipulasi vektor tidak berguna dan manipulasi jarak yang hanya punya radius 10 km, tidak ada jalan untuk Hinata kabur.

"Ini akhir hidup mu, Hinata-chan. Dengan begini, tidak akan ada yang membahayakan adikku lagi" kata Serafall setelah dia berpijak di atas es raksasa yang merupakan Negara Jepang yang telah membeku.

.

.

.

TBC...

.

Note : Ahaaaa... Kurasa Batle Hinata Vs Serafall terlalu mendomiasi. Tidak juga, scene fightnya cuma sedikit, hanya saja banyak teori yang dijelaskan disana. Tapi tak apa-apa lah. Setiap pertarungan punya gaya dan tujuan akhir beda-beda. Naruto Vs Sakra terkait rencana Kakashi dan insiden penculikan Yasaka, sedangkan Hinata Vs Serafall hanya karena masalah Sona. Lalu,,, aah ini mungkin mainstream seperti cerita manga kebanyakan, dimana jagoannya kalah dulu dari antagonis. Tapi jangan khawatir, hanya karena batlenya terlalu banyak, makanya kopotong sampai sini dulu.

Kemarin ku sebut kalau Hinata itu manusia biasa dan semua catatan statistiknya ada dibawah iblis. Tapi dia punya serangan tipe critical hit yang sangat berbahaya, itu saja sudah cukup, ditambah lagi support The True Tenseigan. Tapi sekarang dua kemampuan The True Tenseigan milik Hinata sudah dipecahkan oleh Serafall sampai menemukan kelemahannya. Tidak ada jutsu yang tidak punya kelemahan. Lawan Hinata seorang maou, tidak akan semudah itu dia melawan Serafall.

Ulasan Review :

Sampai disini, Sona & NaruHina belum tahu sedikitpun tentang Imperium of Bible dan proyek New World Order dari Aliansi Tiga Fraksi.

Sorry, pokoknya NaruHina mesum super tapi bukan maniak seks kok, hanya Kurama saja yang mengejeknya begitu.

Iya, pertarungannya NaruHina singel. Sendiri-sendiri, bukan duet. Hinata belum tahu siapa lawan Naruto, pun begitu Naruto juga tidak tahu siapa yang dihadapi Hinata. Dua pertarungan ini terletak di dimensi ruang buatan khusus sehingga tidak diketahui orang lain.

Yang chapter dahulu, katanya susano'o Kakashi itu warna biru yah? Tau deh ya yang bener gimana, tapi aku buat disini pokoknya warna emas, biar keren, namanya The Gold Kamui Susano'o. Biru itu susano'o Madara, ungu punya Sasuke, merah milik Itachi, dan hijau katanya milik Shisui. Jadi semua pengguna susano'o tidak ada yang warnanya sama.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM jadi cek inbox masing-masing yaa, serta yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.