Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 15 April 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

Serafall pun menjauh, terus terbang menjauh secepat yang ia bisa hingga meninggalkan Pulau Honshu dimana Kota Tokyo berada. Perlu waktu satu menit hingga dia mencapai salah satu sudut dimensi buatan ini. Mungkin jaraknya sudah lebih dari 2500 kilometer dari Hinata, dari Tokyo.

Serafall berniat menggunakan semua kekuatan sihirnya, membekukan seluruh replika wilayah Negara Jepang hingga suhu minimun -273 derajat celcius. Waktu 30 detik cukup untuk Serafall membekukan semuanya sampai pada suhu itu.

Perlahan Jepang dalam dimensi buatan itu menjadi es, hingga akhirnya seluruh kepulauan Jepang membeku sampai suhu minimum. Lapisan es keras setebal lebih dari 35 km menutupi seluruh daratan dan lautan Jepang. Serafall tidak merasakan adanya tanda kehidupan dari Hinata lagi. Dia yakin, Hinata sudah membeku ditempat. Pertahanan manipulasi vektor tidak berguna dan manipulasi jarak hanya punya radius 10 km, tidak ada jalan untuk Hinata kabur.

"Ini akhir hidup mu, Hinata-chan. Dengan begini, tidak akan ada yang membahayakan adikku lagi" kata Serafall setelah dia berpijak di atas es raksasa yang merupakan Negara Jepang yang telah membeku.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 38. Kasus Penculikan di Kyoto Part 5.

-Dimensti Buatan Replika Kyoto-

Seperti yang sudah diperkirakan oleh Sona, Issei adalah budak iblis yang merupakan wujud dari banyak kemungkinan, Issei pasti akan memberikan kejutan, dia pasti bangkit walau jatuh terpuruk sedalam apapun. Karena apa? Karena dia punya impian, walaupun impiannya bukan hal baik dimata orang lain, namun itu jauh lebih baik daripada tidak memiliki impian sama sekali. Issei tidak akan mati sebelum dia mencapai impiannya, dan lagi ini adalah untuk teman-temannya yang telah terluka, Kiba, Xenovia, Irina, Rossweisse, dan Saji.

Berlian-berlian dari armor Booted Gear Scale Mail bersinar merah terang. Aliran energi seperti tiada habisnya, mengalir dan menyembur keluar dari Boosted Gear.

"Partner, sungguh nostalgia. Ini kekuatan asliku, kekuatan yang digerakkan oleh emosi positif tanpa ada kutukan dari emosi negatif. Ini kekuatan dari tubuh asliku sebelum di segel oleh The God of Bible"

Suara Ddraig penuh oleh kebahagiaan dan kegembiraan.

"Ayo maju... Boosted Gear...!"

Cahaya merah itu mulai menutupi seluruh permukaan armor Issei, lalu memancarkan aura dahsyat.

"Baik partner, tunjukkan kekuatanku yang sudah lama tak aku gunakan pada mereka"

"Maju, Sekiryuutei! Gunakan kekuatan kami,kemungkinan dari budak Gremory, gunakan semuanya!"

"Hasrat!"

"Diabolos!"

"Keyakinan!"

"Naga!"

"Bencana!"

"Penodaan!"

"Lepaskan!"

Banyak suara lain bermunculan dari dalam gauntlet Boosted Gear, suara dari sekiryutei-sekiryutei masa lalu.

Setting evil piece yang diperkuat oleh Maou Ajuka Beelzebub, kini diperkuat oleh kekuatan sekiryutei. Bidak Queen telah dilepaskan, promosi diperlukan namun konfirmasi dari bidak King tidak lagi dibutuhkan.

Issei berteriak keras,

Mode change, Welsh Blaster Bishop!

Promosi ke bidak Bishop, namun buka Bishop biasa. Cahaya merah berkumpul di bahu Issei, lalu membentuk sebuah ransel yang dilengkapi dua moncong meriam kaliber besar. Kekuatan dari sekiryutei mulai terkonsentrasi pada laras meriam. Tembakan energi sihir penghancur skala besar telah siap.

"Itu sangat berbahaya" Cao Cao bergumam. Dia sepertinya telah menyadari konsentrasi energi di meriam sekiryutei.

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost! ]

"Lenyaplah!"

Dragon Blaster!

Ssshhhhh...

Meriam di bahu Issei menembakkan kekuatan penghancur. Energi output tinggi tengah dilepaskan ke arah Hero Faction.

"Menarik, akan kuterima tembakan ini, Naga Legendaris"

Heracles melangkah ke depan, kesombongannya membuat dia berani bertaruh untuk menahan serangan Issei dengan tubuhnya sendiri.

"Jangan diterima, Bodoh! Hindari!"

Cao Cao berteriak dan memakai gagang tombaknya untuk memukul Heracles menjauh dari jalur tembakan. Cao Cao dan para anggota lain kemudian dengan cepat melarikan diri dari serangan itu.

Tanpa mengenai siapapun, tembakan meriam terus terbang ke arah jauh kebelakang sampai ke pinggiran Kyoto.

KABOOOOOOOOOOOOOOM...

Ledakan raksasa mengguncang seluruh ruang dibelakang sana, tersapu gelombang kejut raksasa. Efek ledakan terus menyebar ditelan cahaya menyilaukan. Ketika cahaya terang pudar, tak ada apapun tersisa dari daratan pinggiran Kyoto. Tembakan meriam Dragon Blaster melenyapkan semuanya, bahkan dimensi buatan seluas Kota Kyoto ini pun mulai menunjukkan tanda tanda terdistorsi.

"Apa-apaan ini? Menghancurkan separah itu. Hei,,,, kalau dia terus menembak, dimensi ini takkan bertahan lama"

Heracles akhirnya mengerti seberapa dahsyatnya serangan Issei.

"Mendistorsi dimensi simulasi, padahal tempat ini direkonstruksi sangat kuat dengan Dimension Lost. Kekuatan tembakan macam apa itu?"

Siegfried berhenti tersenyum dan menyipitkan matanya.

"Cao Caooo...!"

Issei berteriak dan melepaskan meriam di punggungnya. Serangan belum selesai, masih ada lagi.

Mode change, Welsh Sonic Boost Knight!

Smack...

Issei membentangkan sayap naga dan terbang ke arah Cao Cao. Booster di punggungnya digandakan, sehingga memberikan daya dorong yang kuat sampai membuat udara berguncang.

Tapi itu masih belum cukup,

"Armor release"

Sebagian besar dari armor Boosted Gear Scale Mail rontokkan hingga mengambil bentuk minimum. Boosted Gear Scale Mail membentuk dirinya menjadi armor tipis yang ramping. Mengabaikan pertahanan dan membentuk armor seramping mungkin untuk kecepatan super tinggi.

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost! ]

Sosok Cao Cao sudah terkunci. Issei menyerang secara langsung dari depan.

"Cepat sekali" Cao Cao memasang posisi siaga dengan tombaknya.

Terbang lurus langsung menuju target,

Duuaagg..

Issei menabrak Cao Cao dengan kecepatan tinggi. Cao Cao tertangkap dan terus terbang dibawa Issei.

"Akhirnya kau tertangkap"

Cao Cao malah tertawa senang, "Siapa yang akan menduga, kalau kau akan menyerang langsung dari depan. Tapi, bisakah armor tipis ini menahan serangan tombakku? Maaf, tapi aku baru meningkatkan kekuatannya."

Namun Issei sudah bersiap untuk kemungkinan ini,

Mode change, Welsh Dragonic Rook!

Mode armor berubah lagi, kali ini fokus pada kekuatan serang dan pertahanan. Mengambil bentuk armor yang sangat tebal dan berat. Kehilangan kecepatan karena mode ini, Cao Cao dan Issei terbang melambat diudara.

Cao Cao mengarahkan tombaknya dan bilah cahaya ke tubuh Issei

Cracckkk. . . .

Issei menerima serangan itu, tombak suci menusuk armor, namun berhenti di tengah jalan dan tak bisa menembus sampai ke tubuh Issei didalam armor.

Memanfaatkan moment ketika Cao Cao tepat didepannya, Issei mengangkat lengan kiri yang dilapisi gauntlet tebal. Cao Cao tak akan lolos lagi,

"Maju, Ddraig! Maju, semuanyaaaa...!"

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost! ]

Issei mengayunkan tinju raksasa kearah Cao Cao.

Tidak bisa menghindar, Cao Cao mencabut tombaknya dari armor Issei dan memakainya untuk memblokir tinju sebagai tameng.

Crashhhhh. . . .

Tinju Issei menghantam tombak. Dari udara, Issei menjatuhkan Cao Cao ke arah tanah.

Brakkk...

Menerima serangan itu, Cao Cao jatuh dan terbenam di permukaan tanah. Dampaknya membuat tanah hancur, menciptakan kabut debu dan pasir yang berterbangan.

Issei mendarat dengan armor beratnya di tanah yang masih utuh. Tiba-tiba armor berat itu berubah menjadi kabut, lenyap disapu angin, menyisakan tubuh asli Issei.

"Hahhhh... hahhh..." Issei terengah-engah dan jatuh terlutut. Dia sangat kelelahan, kekuatan baru menguras staminanya sampai habis.

Issei memiliki kekuatan baru, kemampuan berpromosi ke bidak lain tanpa konfirmasi dari bidak King. Ditambah dengan kekuatan yang dilepaskan dari Boosted Gear, membuat kekuatan sihir, kecepatan, dan kemampuan pertahanan dan serangan sampai pada level mengerikan.

Promosi ke Bishop akan meningkatkan kekuatan sihir sehingga bisa menembakkan Dragon Shot bentuk terkuat. Promosi ke Knight membuang semua beban berlebihan dan menjadi seperangkat armor ramping sehingga memiliki kecepatan luar biasa. Dan terakhir promosi ke Rook, melengkapi dengan armor berat dan tebal, kekuatan dan pertahanan meningkat drastis.

Bishop, Knigth, dan Rook. Semua bidak bisa dipakai secara bebas, dan meningkatkan ciri khasnya sampai batas tertinggi. Maou Ajuka Belezebub lah yang telah menyediakan kunci setting evil piece untuk Issei saat tim Gremory latihan di Underwolrd, ditambah kekuatan asli dari sekiryuutei dan Ddraig yang telah dibangkitkan, hasilnya ialah sekarang ini.

Seiring Issei perlahan bangkit berdiri lagi, pandangannya menangkap Cao Cao yang telah berdiri lebih dulu.

"Brengsek,," Issei menyumpah karena Cao Cao masih bisa bertahan dari serangannya tadi.

Walau bisa bertahan, namun hidung dan mulut Cao Cao berdarah. Dia menyeka darahnya, dan dengan keras menyentakkan lehernya.

"Jadi inikah Sekiryuutei? Maafkan rasa maluku sebelumnya. Sepertinya kau telah mendapatkan kekuatan besar di saat-saat kritis. Kalau aku tak bertahan dengan tombakku, aku pasti sudah mati. Apa ini karakteristik baru yang kau dapatkan diluar aturan sistem Evil Piece? Ini hampir seperti Illegal Move (gerakan terlarang)"

"Illegal Move?" Issei heran tak mengerti, ia tak pernah mendengar istilah itu sebelumnya.

"Ini adalah istilah dalam catur yang mengacu pada cara irreguler melawan aturan. Serangan yang kau lakukan itu jelas-jelas ilegal dalam sistem Evil Piece"

"Kekuatan ini memberiku perasaan Triaina"

Ddraig mengungkapkan opininya.

"Triaina adalah tombak bermata tiga dari Dewa samudra Poseidon dalam mitologi Yunani. Dikenal luas sebagai Trident. Aku merasa kalau serangkaian serangan dari Evil Piece sama kuatnya dengan Trident itu sendiri"

Issei terkekeh, "Illegal Move plus Triaina. Sama sekali tak buruk. Maka aku akan menamai serangan tadi dengan Illegal Move Triaina"

"Sungguh mengerikan jika ditinjau dari segi kekuatan serangan langsung. Tapi serangan itu pasti sudah menghabiskan seluruh stamina dan kekuatan sihir dari yang kau duga. Kau pun jauh dari menguasainya. Tidak, biarpun kau menguasainya, konsumsi energinya masih akan signifikan, dengan perhitunganku, Balance Breakermu hanya akan bertahan sepuluh menit lagi"

Issei terkejut, jawaban Cao Cao nyaris benar. Issei telah kehabisan staminanya, dan lagi durasi waktu penggunaan balance breaker berubah karena kekuatan baru tadi.

Cao Cao menepuk nepuk tombak di bahunya.

"Sungguh menggembirakan, aku belum pernah merasakan seperti ini sejak terakhir berduel dengan Vali. Benar, berduel dengan Naga Langit Legendaris adalah yang terbaik. Ini juga bukti kalau aku adalah keturunan dari Pahlawan."

"Cao Cao!" Georg si pengguna Longinus berseru nyaring.

"Apa?"

"Kekuatan Annihilation Maker Leonardo diluar sana sudah sampai batas, jika kita tidak pergi sekarang, kita bisa tertangkap oleh kepungan Aliansi di Kyoto. Walau kita sudah gagal memanggil Great Red, tapi aku mendapatkan sedikit data berarti tentang anomali dan keanehan dari eksperimen ini. Kita lakukan lagi lain waktu"

"Hei,,, kalian mau kabur" Issei tidak terima kali ini dia di abaikan lagi.

Cao Cao menatap tajam pada Issei, "Aku bisa saja membunuhmu disini, lagi pula teman-temanmu terluka parah. Aku membiarkan kalian hidup agar kita bisa bertemu dan bertarung lagi lain waktu dengan kekuatan penuh"

Semua anggota Hero Faction diselimuti kabut lalu hilang tanpa jejak, pergi dari dimensi buatan replika Kyoto meninggalkan Issei dan tim garis depan yang terluka parah.

Kyubi Yasaka yang mengamuk telah kembali tenang, kendali yang dibuat Cao Cao sudah lepas.

Saji yang kelelahan menggunakan kekuatan Vritra terbaring ditanah. Issei pun jatuh terduduk.

Asia segera mengggunakan kekuatan sihir penyembuhnya untuk semua orang.

Sedangkan Kunou mendekati tubuh ibunya yang telah kembali ke wujud manusia rubah, namun tak sadarkan diri.

Tak lama kemudian, datanglah tim dari aliansi yang masuk menerobos paksa ke dimensi buatan melewati robekan dimensi dilangit. Tim penyelamat itu membawa pulang Issei dan yang lainnya.

Bagi tim peyelamat dan aliansi, insiden ini berakhir bagus. Namun tidak untuk seseorang di kejauhan.

Sona masih santai mengamati apa yang terjadi,

"Tsubaki, benar kan tebakanku. Issei memberi kejutan, jadi mari kita anggap saja rencana Azazel sensei mengeksploitasi kekuatan sekiryutei berhasil"

Tsubaki mengangguk pelan.

"Tapi pekerjaan kita masih belum selesai, ada hal yang masih harus kita selidiki. Kita akan mencari orang dibalik bayangan yang menempatkan konspirasi dan tujuannya dalam insiden penculikan ini. Kau paham?"

"Ha'i, Kaichou"

"Haaahhh,,, sekarang kita hanya harus menunggu Hinata-san. Membawa kita pulang kembali ke Kyoto. Kita tidak mungkin ikut tim penyelamat, bisa-bisa Azazel sensei mencurigai kita kalau sampai ketahuan ikut kesini. Semoga saja Hinata-san cepat kemb-"

Tiba-tiba Sona jatuh terduduk, bertumpu pada lututnya.

"Kaichou?"

"Aarrgghhh" Sona mulai merintih kesakitan, tidak perlu lama hingga berubah menjadi teriakan kencang, "AAAAARRRRRKKKKKHHHHH . . . . . . ."

Tsubaki langsung panik dibuatnya, kedua bunshin Naruto juga tidak tahu harus melakukan apa-apa.

Mata Sona melotot hampir keluar, pupil matanya melebar, dari sana mengucur air mata darah. Sona mencengkram erat kepalanya, bahkan menjambak rambutnya sendiri hingga banyak helaian rambutnya yang rontok.

"AAARRRRhhhhhkkk . . . . ."

Dan saat teriakan itu usai, Sona pun jatuh terbaring pingsan.

.

.

.

-Unknown Place-

Sakra masih menunggu didepan tebing, dia yakin manusia yang dia hadapi pasti belum roboh.

Dhuuarrr . . . .

Bebatuan tebing terlempar, dari dalam sana tampak Naruto masih bisa berdiri gagah. Tubuhnya tidak menunjukkan luka berarti.

Naruto mengeluh, "Ugghh,,, tangan kananku rasanya mau lepas, tulangnya serasa remuk."

"Tapi kau masih hidup, artinya kau masih bisa melawan kan?"

"Tentu saja, walau tadi aku sudah menaikkan batas kekuatanku sampai maksimal tapi tetap saja kalah darimu. Namun di tinju yang ketiga ini, aku pasti memang"

Naruto berteriak optimis.

"Ayo...! Akupun walau sudah sampai batas maksimal kekuatanku, tapi staminaku masih banyak. Jadi aku bisa memberimu pukulan seperti tadi beberapa kali lagi"

"Heh. . . . ." Naruto menyeringai, dia yakin yang kali ini tidak akan kalah.

Sekali lagi, dua pria yang baru saja berkenalan itu memasang kuda-kuda bertarung.

"Tunggu sebentar,!"

Karena ucapan Sakra, dua petarung itupun berdiri lagi, melepas kuda-kudanya.

"Uzumaki Naruto, itu namamu kan?"

"Benar, Sakra-sama"

"Ku rasa tinju yang ketiga akan menjadi yang terakhir, jadi mumpung sekarang kau masih memiliki kesempatan hidup setelah melawanku, ada hal yang ingin ku tanyakan padamu?"

"Kalau aku bisa menjawab, pasti akan ku jawab, Sakra-sama"

"Aku baru ingat sesuatu. Empat bulan lalu, kekuatan baru dari eksistensi tidak dikenal muncul, dan membuat heboh seluruh golongan makhluk supranatural. Beberapa golongan superior langsung melakukan penyelidikan. Lalu dua bulan kemudian, saat pertemuan petinggi Tiga Fraksi di Kuoh, eksistensi itu unjuk kekuatan di muka umum dan memperkenalkan diri. Kelompok baru dari sekumpulan manusia yang di sebut Konoha"

Naruto masih tenang menanggapinya.

"Aura yang dipancarkan saat kemunculan Konoha empat bulan lalu, pancaran energinya sama persis dengan kekuatanmu sekarang ini. Jadi, apa tujuanmu? Aku yakin kau bagian dari Konoha, namun kau bergabung dengan para iblis."

Naruto tentu saja terkejut, dia tidak menyangka akan jadi seperti ini, namun bibirnya memberikan kekehan kecil, "Baiklah, aku mengaku kalau aku berasal dari Konoha. Tapi camkan baik-baik, aku memiliki tujuan sendiri dan itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Konoha. Tindakan Konoha mengganggu pertemuan Tiga Fraksi di Kuoh pun diluar pengetahuanku"

"Baiklah, aku percaya. Ku rasa itu sudah cukup"

"Jadi?"

"Aku akan merahasiakan ini dari aliansi, kau bisa tetap aman bersama para iblis. Anggap saja itu sebagai tanda terima kasihku karena telah memberiku kesenangan hari ini. Tapiiiiii,,,, itupun kalau kau bisa keluar hidup-hidup dari sini"

Bukannya senang, Naruto malah menyeringai, "Hooo,,, jangan munafik, dewa sialan. Dari kata-katamu barusan, aku sadar kalau kau pasti punya tujuan sendiri. Kau melibatkan diri dalam insiden yang di buat Cao Cao, jadi aku yakin kalau kau pasti juga punya rencana terhadap Aliansi"

"Sighh,,, sialan. Kau ternyata cukup cerdik"

Dua orang berkekuatan superior ini kembali memasang kuda-kuda, tanpa tendeng aling, keduanya melesat maju dengan kecepatan luar biasa, mengarahkan tinju lurus masing-masing.

Zzzssshhhtt...

"Heyaaa. . . . / Hiaaatttt..."

DUUAAGGGG. . . .

Sama seperti sebelumnya, sebelum efek adu tinju muncul, mereka sempat saling pandang. Kali ini Naruto yang menyeringai senang, sedangkan Sakra memasang wajah terkejut bercampur kesakitan. Jelas kelihatan tangan kanan Sakra bergetar hebat.

"Aku menang"

"Ohhokkk . . . . ."

Tubuh Sakra tidak terlempar tapi dia jatuh berlutut, namun,,,,

BLLAAAAAARRRRRRR...

Separuh daratan di dimensi buatan seluas daratan seluruh negri Cina yang ada dibelakang tubuh Sakra bergoncang dengan hebatnya, seperti akan kiamat. Daratan retak lalu terbelah menghasilkan jurang dalam yang tak kelihatan dasarnya, semua bebatuan dari yang kecil hingga yang paling besar terbang berhamburan, bahkan gunung-gunung nun jauh disana berterbangan layaknya bulu yang disapu angin.

Separuh daratan di belakang Sakra benar-benar hancur tak bersisa. Yang tampak hanyalah batas tepian dimensi ruang buatan yang mulai robek. Naruto benar-benar mengalahkan Sakra beradu tinju.

Dua orang tadi, memang belum ada niatan bertarung, hanya ingin mengetahui sampai mana batas kekuatan tertinggi masing-masing.

Sebenarnya, output maksimum kekuatan asli Naruto masih berada di bawah kekuatan tertinggi Sakra. Secara statistik, kekuatan murni dari Sakra mungkin dua kali lipat lebih kuat dari Naruto. Hanya saja pada pukulan ketiga Naruto berlaku curang. Dia menambahkan sedikit trik licik, yang mana ini telah menjatuhkan harga diri Naruto sebagai petarung yang menjunjung sportifitas. Tapi yang dilakukannya tidak bisa dianggap salah, karena dia melakukannya dengan kekuatan dan teknik yang dia punyai sendiri. Naruto hanya memusatkan seluruh kekuatan yang ia miliki dalam satu tinju untuk menghasilkan damage yang jauh lebih besar.

Sebelum menabrak tebing akibat tinju kedua Sakra, Naruto sempat membuat dua bunshin yang langsung berpencar sedangkan dia sendiri merelakan tubuh aslinya menabrak tebing berbatu keras. Membiarkan dirinya terbenam didalam sana sebentar untuk mengumpulkan senjutsu sekali lagi. Tidak hanya dia saja yang mengumpulkan senjutsu, tapi juga kesembilan bijuu yang mendiami tubuhnya. Dua bunshin sisanya pun melakukan hal yang sama yakni mengumpulkan senjutsu. Hingga menyerap habis semua senjutsu yang ada di dimensi buatan seluas negri Cina ini.

Momen ketika sesaat sebelum tinju Naruto menghantam Sakra, dia merilis kedua bunshinnya sehingga terjadi ledakan jumlah chakra senjutsu dalam tubuh Naruto karena chakra kiriman dari bunshin, ditambah lagi senjutsu yang di kumpulkan oleh sembilan bijuu membuat jumlah chakra Naruto naik drastis hingga melebihi ambang maksimal yang sanggup ditampung tubuhnya. Tubuh Naruto memang akan mengalami efek buruk, namun jika hanya sesaat efek itu tidak akan terasa. Lalu semua ledakan chakra yang luar biasa tadi, dia pusatkan pada tinju ditangan kanannya, sama seperti yang ia lakukan ketika meng-K.O. Toneri dalam satu pukulan.

Hasil dari semua itu, tinju berkekuatan penuh dari Sakra bisa dipatahkan, bahkan ledakan energinya sanggup melenyapkan separuh daratan yang tampak tanpa batas dan menggoncangkan dimensi buatan ini hingga hampir runtuh.

"Haaaaaaahh . . . . . " Sakra membuang nafas panjang, lalu kemudian dia tersenyum, tersenyum sangat lebar seakan ia puas ditambah tawa senang hingga akhirnya yang kelihatan adalah sebuah ekspresi menakutkan,,, "Bhuaahhahaaaa. Pertama kalinya aku merasakan perasaan ini lagi, setelah ribuan tahun lalu bertarung dan mengalahkan rivalku, Ashura. Aku tidak akan puas hanya dengan tinju tadi, jadi ayooo, kita bertarung sungguh-sungguh"

Ekpresi Naruto berubah drastis. Tidak, tidak,,, bukan ini yang dia inginkan.

'Bodoh,,,, aku salah langkah. Harusnya aku tidak membangunkan hasrat bertarung Dewa Perang sialan ini.'

Naruto tidak takut sama sekali pada Sakra, ia masih punya banyak sisa kekuatan dan trik-trik berbahaya. Tapiiii,,,

'Kalau sampai aku bertarung habis-habisan dengannya disini, malah akan berakibat buruk padaku. Dimensi buatan ini akan benar-benar runtuh jika aku bertarung all-out dengannya. Dan ujung-ujungnya, pasti akan mengundang eksistensi supranatural lain datang kesini. Itu tidak boleh terjadi...'

Naruto masih ingin menyembunyikan dirinya, masih terlalu dini baginya untuk menunjukkan siapa dirinya sebenarnya didepan semua orang. Misi yang dia jalankan bersama Hinata baru awal berjalan, dan pasti merusak rencana yang disusun Hinata kalau kekuatannya yang sebenarnya ketahuan. Sekarang pun disini, dia mau adu kekuatan dengan Sakra karena dia tahu berdasarkan informasi dari Sona, Sakra memiliki hubungan buruk dengan banyak eksistensi supranatural lain. Jadi Sakra tidak mungkin membeberkan siapa dirinya pada siapapun. Dan lagi sekarang dia curiga kalau Sakra punya konspirasi jahat terselubung pada Aliansi Tiga Fraksi.

Kalau sudah begini, 'Hinata... Cepatlah kesini. Aku butuh bantuanmu...!'

Agar bisa mengalahkan Sakra secara cepat dan efektif tanpa harus bertarung all-out, Naruto butuh support dari doujutsu The True Tenseigan. Dengan begitu, pertarungannya tidak akan mengundang perhatian makhluk supranatural lain dan keberadaannya dibawah naungan keluarga iblis Sitri bisa terjamin.

Sakra bangkit, berdiri melayang tidak jauh dari Naruto. Aura energi yang sangat besar menguar-nguar dari tubuhnya. Ekpresi haus pertarungan dari seorang Dewa Perang, tergambar jelas di wajah Sakra.

"Hari ini akan jadi pertarungan pertama dan terakhir kita. Kita buktikan siapa pemenang sesungguhnya. Aku lah yang akan berdiri paling akhir"

Naruto tidak bisa mengatakan langsung kalau dia tidak ingin bertarung, sama saja dengan merendahkan lawannya sekarang. Itu sama sekali bukan sifat Naruto.

"Pemenangnya adalah yang tertawa paling akhir, dan itu adalaahhhh,,,,, Aku!" balas Naruto dengan jempol tangan kanan yang dia arahkan pada dirinya sendiri.

Naruto juga mengembalikan volume chakranya sampai batas tertinggi. Warna kuning dalam bentuk Senjutsu-Rikudou Mode bersinar lebih terang. Sangat terang hingga menyilaukan mata orang yang melihatnya. Ledakan chakra Naruto kini sanggup mengimbangi kekuatan asli Sakra atau yang memiliki nama asli Indra, Sang Dewa Perang.

'Cepatlah Hinata,,, aku butuh bantuanmu disini...'

Walau ekspresinya tenang serta penuh keyakinan akan memang, namun sebenarnya Naruto panik, batinnya sangat mengharapkan datangnya bantuan, ini juga demi sesuatu yang menjadi tujuannya berada di dunia ini.

Sakra dan Naruto, saling melempar tatapan ingin mendominasi, ingin menunjukkan siapa yang lebih superior.

Namun sebelum pertarungan benar-benar dimulai, serpihan cahaya berkilauan muncul di samping Naruto, berkumpul menjadi satu lalu membentuk sesosok tubuh.

"Maaf, aku terlambat Naruto-kun"

"Tidak, kau tepat waktu, Hinata"

Disaat yang hampir bersamaan dengan datangnya Hinata, tercipta robekan di dimensi buatan, dari sana datanglah sesosok naga oriental langsing yang memancarkan aura hijau dengan panjang mencapai puluhan meter. Tidak hanya itu, ada pula sosok kecil seperti anak TK dengan bulu-bulu berwarna seperti emas di seluruh permukaan tubuhnya. Dia yang awalnya berdiri di atas kepala naga melompat turun lalu berhenti tepat di samping Sakra.

"Maaf kalau aku mengganggu kesenanganmu, Sakra-sama. Ada hal yang harus ku beritahukan padamu"

"Haaahhhh. . . ." Sakra hanya membuang nafas berat.

Naruto menatap sosok kecil yang baru datang itu, hawa senjutsu yang sangat kuat terpancar darinya, aura youkai juga ia rasakan. Dari wujudnya, Naruto tahu itu adalah youkai monyet.

"Sang Victoriuos Fingthing Buddha, Pembawa Pesan Sakra dari Gunung Meru, Sun Wukong Generasi Pertama. Dan naga disana, Mischievous Dragon, Yu-Long, salah satu dari Five Dragon King. Paling muda diantara Lima Raja Naga"

Hinata langsung mengenali dua sosok yang baru datang ini, menyebutkan nama lengkap dengan julukannya. Dia juga mengenal sosok Sakra, Dewa Perang yang memiliki nama asli Indra dalam Reliji Hindu, dewa yang termasuk dalam jajaran top 10 Dewa terkuat yang pernah ada sejak dulu hingga sekarang. Tidak sulit bagi Hinata untuk mengenali makhluk-makhluk berkekuatan superior yang keberadaannya sangat mempengaruhi dunia. Semua informasi itu bisa ia peroleh dengan mudah selama ia memiliki kesepakatan dengan Sona. Jadi, hubungannya dengan Sona dan kaum iblis membawa keuntungan yang cukup banyak untuk dia dan Naruto.

Hawa pertarungan masih kentara. Sakra menatap intens pada Naruto. Naruto pun juga melakukan hal yang sama.

Pikiran Naruto menganalisis situasi, 'Melawan Sakra saja sudah membuatku kewalahan, sekarang ditambah lagi munculnya Sun Wukong. Hampir mustahil bagiku mengalahkan dua sosok superior dari Reliji Hindu-Buddha sekaligus. Aaahh,,, tapi dengan adanya Hinata disini, aku lebih unggul karena ada support bagus. Satu kekuatan yang ditopang support teknik, punya peluang kemenangan lebih tinggi melawan gabungan dua kekuatan besar sekaligus...'

"Sakra-sama, Cao Cao memutuskan untuk mundur, dia menghentikan ekspresimennya dengan Kyubi karena ada hal diluar dugaan" Sun Wukong yang bekerja melayani Sakra, membawakan informasi penting untuk tuannya.

Dari percakapan itu, Naruto bisa memastikan kalau Sakra memang berada di pihak Cao Cao, atau bisa jadi insiden penculikan Yasaka digagas oleh Sakra. Entah lah, siapa yang tahu?. Dan berarti pula keberadaannya disini juga sudah selesai untuk memastikan rencana Kakashi berjalan lancar.

"Begitu ya. Aku tidak menonton kejadiannya karena terlalu sibuk dengan hal menyenangkan tadi. Hmmmmm,,," Sakra menatap kearah Naruto, "Uzumaki-san, kita lanjutkan pertarungan kita nanti. Bersiaplah untuk hari itu"

"Heh,,, tentu saja." balas Naruto. Dia pun kembali ke mode normal, melepaskan mode bertarungnya.

Sakra pun pergi, meninggalkan dimensi buatan, pulang ke tempat asalnya. Kalau saja Naruto tidak datang kesini, sudah pasti Sakra akan melibatkan diri. Bukan terjun langsung ke Kyoto karena itu sama saja memulai aura permusuhan dan hawa peperangan pada Aliansi Tiga Fraksi, tapi mencari sumber masalah yang berhubungan dengan kegagalan Caocao. Sakra yakin masalah itu pasti bukan karena Tim Gremory, ataupun rencana Azazel, tapi ada sesuatu kejadian lain dibalik semua ini. Perhitungan Caocao tidak mungkin salah, Caocao adalah sosok yang sangat mengedepankan perhitungan dan analisa.

"Ayo kita pulang Naruto-kun..! Urusan Tim Gremory dengan Cao Cao sudah selesai dan Kyubi jadi-jadian itu juga sudah diselamatkan, Sona-san juga sudah ku pulangkan ke Kyoto"

Entah apa sebabnya Hinata menyebut Yasaka yang diculik itu adalah kyubi jadi-jadian.

Naruto menurut saja, tapi sebelum itu, ada pertanyaan aneh yang muncul diotaknya, "Tunggu, Hinata..! Kau sebenarnya habis ngapain sih? Aku merasakan kalau chakra dan staminamu turun lebih dari setengahnya"

"Ummm,, tidak apa-apa. Tadi ada lalat kecil pengacau, dan dia sudah ku bereskan. Jadi tidak usah kau pikirkan"

Naruto tidak tahu sama sekali, dengan siapa Hinata bertarung. Tapi ia tidak ingin ambil pusing, yang penting istrinya selamat.

"Ya sudah.. Ayo pulang,,,"

"Ummm. . . . . ."

FLASHBACK...

-Beberapa saat lalu, Dimensti Buatan Replika Negara Jepang-

Perlahan Jepang dalam dimensi buatan itu menjadi es, hingga akhirnya seluruh kepulauan Jepang membeku sampai suhu minimum. Lapisan es keras setebal lebih dari 35 km menutupi seluruh daratan dan lautan Jepang. Serafall tidak merasakan adanya tanda kehidupan dari Hinata lagi. Dia yakin, Hinata sudah membeku ditempat. Pertahanan manipulasi vektor tidak berguna dan manipulasi jarak yang hanya punya radius 10 km, tidak ada jalan untuk Hinata kabur.

"Ini akhir hidup mu, Hinata sialan. Dengan begini, tidak akan ada yang membahayakan adikku lagi" kata Serafall setelah dia berpijak di atas es raksasa yang merupakan Negara Jepang yang telah membeku.

"Apa benar begitu, Serafall-sama?"

Suara ini,,, Serafall sudah sangat yakin kalau Hinata benar-benar mati membeku, tapi suara sinis dari arah belakangnya ini mematahkan keyakinannya.

Tahu keselamatannya terancam, Serafall berniat menyerang balik, namun,,,

"Bergerak, maka kau mati...!"

"Aku ini Maou, mudah saja kalau aku lari. Bahkan kau yang berdiri dibelakangku bisa ku bekukan sampai suhu minimum dalam sekejap" ucap serafall tanpa menoleh ke arah Hinata yang ada dibelakangnya.

"Aku tidak bicara omong kosong. Bergerak sedikit saja, kau benar-benar mati"

"...?"

"Kau merasakan telapak tanganku di punggungmu kan?"

"Heh, kau mau mengancamku hanya telapak tangan saja?" Serafall menanggapi remeh omongan Hinata.

"Kau pasti tahu tentang ini? Tubuh iblis secara anatomi tidak berbeda jauh dengan tubuh manusia biasa. Organ-organ dalamnya pun sama, hanya saja iblis mempunyai ketahanan fisik jauh melebihi manusia serta adanya aliran energi sihir. Jantung, salah satu organ yang sangat penting, berfungsi mengalirkan darah kesemua jaringan tubuh, berdetak setiap saat tanpa perintah dari otak karena jantung memiliki sistem kelistrikan tersendiri terpisah dari otak yang mengatur irama detak jantung.

Sebuah jaringan kecil bernama Nodus SA yang terletak di bagian atas organ jantung adalah jaringan pembangkit impuls listrik yang mengatur irama detak jantung. Mataku mampu melihatnya, dan sekarang telapak tanganku di punggung ku mengeluarkan jarum chakra tepat mencapai titik kecil itu, di jantungmu. Jika kau bergerak sedikit saja, jaringan itu akan rusak, jantungmu mengalami malfungsi dan berhenti berdetak, hingga kau tak akan tertolong lagi. Air mata phoenix tidak bisa menyembuhkannya karena jaringan itu tidak luka tapi berhenti menghasilkan impuls listrik. Dan akhirnya,,, kau pasti mati"

Hinata menyeringai senang, sedangkan Serafall terkejut. Maou wanita ini tidak bisa memikirkan hal lain, selain keselamatannya yang terancam.

"Tidak mungkin..."

"Tidak percaya?"

Tujuh detik kemudian, Serafall merasakan tubuhnya melemah dan hampir tidak bisa digerakkan. Tidak ada denyut jantung maupun denyut nadi di seluruh tubuhnya. Sistem indra pun seperti mati rasa.

Lalu pada detik keduabelas, Serafall memperoleh fungsi normal tubuhnya kembali.

Hinata benar-benar membuktikan ucapannya. Dia masih berdiri dibelakang Serafall, dengan telapak tangan yang tetap menempel di punggung Maou wanita berbadan pendek itu.

"Jika sampai detik ketigabelas jantungmu belum berdetak, organ pertama yang berhenti bekerja adalah otakmu, karena tidak ada suplai makanan dan oksigen dari darah. Otak berhenti berfungsi, itu sama saja mati. Dari sini, aku bisa mengendalikan irama detak jantungmu. Jika kau bersikeras melawan, aku tidak segan-segan untuk menghentikan detak jantungmu"

"Kauuuu... Kurang ajarrr!" Serafall mengumpat marah.

"Hehhh,,, iblis sepertimu jauh lebih buruk daripada aku. Yaah, ku akui kalau kekuatanku tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatanmu. Tapi aku punya teknik dan taktik yang tidak terkalahkan"

"Tapi, bagaimana bisa kau ada dibelakangku hah? Seharusnya kau sudah membeku didalam sana..." Serafall masih tidak menyangka, dia yang sudah hampir menang dan berhasil membunuh Hinata, tapi keadaan malah berbalik 180 derajat. Dia yang sekarang bisa mati dibunuh Hinata tanpa bisa melawan.

"Aku tidak akan mati semudah itu. Sama sepertimu Serafall-sama, aku juga ahli menganalisis kekuatan dan teknik lawanku. Aku terkejut ada serangan yang tidak bisa ku atasi dengan barrier pengubah vektor, Celcius Cross Trigger, teknik milikmu memang mematikan untukku, tapi setiap teknik pasti ada kelemahan. Walaupun kau iblis, bahkan pembuat teknik itu, namun agar bisa hidup dan begerak didunia beku suhu minimum buatanmu sendiri, tubuhmu tetap perlu suhu hangat"

"Ba-bagaimana kau tahu?" Serafall terkejut, kali ini kelemahan teknik tertinggi miliknya berhasil di analisa.

"Aku hanya menebak saja, walau begitu aku tetap harus memastikannya untuk mengetahui dimana letak area bersuhu hangat itu. Mata biasa hanya menangkap radiasi cahaya tampak, namun Byakugan mampu menangkap radiasi sinar-X yang melihat tembus pandang, tapi itu belum cukup. Aku menyetel ulang beberapa sel reseptor cahaya di Byakuganku, membuatnya mampu mendeteksi radiasi sinar inframerah. Setiap makhluk hidup berdarah panas selalu memancarkan radiasi inframerah. Dengan cara itulah aku menemukanmu disini, sekaligus melihat area bersuhu hangat berbentuk kubah bola yang menyelimuti tubuhmu sejauh radius 10 meter"

"Tidak mungkin, walau kau tahu kelemahan teknik ku. Tapi aku sudah mengantisipasinya. Aku masih merasakan kalau kau berada ditempatmu berdiri sesaat sebelum suhu mencapai -273 derajat celcius. Seluruh dimensi sudah ku bekukan, termasuk air, udara, dan tanah. Aku tahu kalau kau hanya bisa melompat teleportasi setiap interval 0,1 detik. Dengan perhitunganku, kau tidak akan sanggup melompat sampai kesini yang jaraknya 2500 km dalam waktu singkat"

"Aku akui, kau memang sudah mengetahui detail dua teknik mata The True Tenseigan bahkan kelemahannya, tapi masih ada satu teknik tertinggi lagi yang ku simpan untuk saat-saat terakhir"

"Apa?"

"The Time Extra, itulah teknik tertinggi yang ku miliki. Tidak ada seorangpun yang bisa mematahkan teknik itu. Kekuatannya simpel, hanya menambahkan aku waktu yang tidak dimiliki orang lain"

"...?" Serarall sama sekali tidak mengerti.

Hinata masih berdiri tenang dibelakang Serafall, masih dengan posisi mengancam, "Ku jelaskan padamu, Serafall-sama. Ruang adalah perwujudan dari besaran dimensi tiga. Semua bentuk energi dan materi pasti menempati ruang. Tidak ada ruang, berarti tidak ada apapun karena semua makhluk dan benda perlu tempat untuk bisa ada. Seluruh dunia ini pun berada dalam dimensi ruang. Karena itulah, semua makhluk yang ada, manusia, hewan, tumbuhan, benda apapun, sampai makhluk supranatural, dikategorikan sebagai makhluk tiga dimensi.

Tapi masih ada dimensi lain, dimensi keempat, yaitu waktu. Sejarah, cerita masa lalu, kenangan, dan masa depan, itu semua tidak perlu menempati ruang tapi bisa ada karena waktu. Tidak ada waktu berarti tidak ada sejarah, tidak ada masa lalu, tidak ada masa sekarang, dan tidak ada masa depan. Dimensi ruangpun tidak akan bergerak ke masa depan tanpa ada waktu. Waktu membuat semua yang ada menjadi bermakna. Dengan kata lain, waktu adalah satuan mutlak yang menentukan segalanya, semua hal terikat dengan waktu. Kita berdua serta dunia dan seisinya ini terikat dalam satu kesatuan alur maju waktu universal, yakni waktu yang kita jalani sekarang ini.

Namun dengan mataku, aku berubah menjadi makhluk empat dimensi yaitu makhluk yang tidak hanya bisa bergerak bebas dalam ruang tiga dimensi tapi juga bisa mendistorsi arus waktu yang merupakan dimensi keempat. Aku sanggup melepaskan diri dari jerat waktu universal dan menciptakan dimensi waktuku sendiri. Aku bisa memiliki tambahan waktu untuk diriku sendiri saat dimana waktu dunia ini berjalan sebagaimana mestinya"

"Menghentikan waktu?" Serafall pernah mendengar kekuatan macam ini dari Sacred Gear.

"Bukan. Jangan samakan kekuatanku dengan Sacred Gear Forbidden Balor View dari bocah vampir budak Gremory. Satu hal yang harus kau ketahui, waktu tidak bisa dihentikan, waktu akan terus berjalan sebagaimana mestinya. Secara teoritis, Forbidden Balor View bukan menghentikan waktu, kekuatannya hanya menghentikan semua gerak dalam lingkup area terbatas. Didalam area itu, benda, makhluk hidup, bahkan partikel foton cahaya berhenti bergerak. Membuat makhluk yang terperangkap dalam area itu merasakan waktu berhenti karena dia tidak menangkap memori apapun selama dalam perangkap akibat kinerja otaknya juga berhenti. Namun orang-orang kuat setingkat Maou dan pemilik kekuatan naga surgawi tidak terpengaruh, lalu bumi tetap berotasi, siang dan malam tetap berganti, itu sudah cukup membuktikan kalau Forbidden Balor View pada hakikatnya tidak bisa menghentikan waktu"

Serafall mengerti, waktu memang tidak bisa dihentikan. Menghentikan waktu hanyalah nama alias berlebihan yang diberikan khusus untuk kemampuan sacred gear itu, bukan berarti kemampuannya benar-benar menghentikan waktu.

Hinata melanjutkan penjelasannya lagi, "Waktu itu mutlak, tidak bisa disentuh oleh kita yang merupakan makhluk tiga dimensi. Makhluk tiga dimesi memang memiliki kebebasan dalam menempati dimensi ruang bahkan sanggup berpindah ke dimensi-dimesi ruang lain. Namun itu hanya sebatas dalam lingkup ruang tiga dimensi. Semua makhluk terikat pada satu dimensi waktu universal yang sama. Dimanapun kita berada, semua makhluk didunia mengikuti alur maju satuan waktu dengan interval sama. Satu detik milikmu, sama lamanya dengan satu detik milikku.

Teori mengatakan kalau waktu tidak bisa dilompati, apalagi dimundurkan, jadi tidak ada yang namanya penjelajah waktu (The Time Traveller), tidak ada ceritanya kembali ke masa lalu atau pergi kemasa depan. Massa lalu dan sejarah tidak bisa dirubah karena yang sudah terjadi tidak bisa dikembalikan, kita ada di masa kini, dan masa depan memiliki kemungkinan tak terbatas dan tidak ada seorangpun yang mengetahui. Kalau ada orang yang memaksakan pergi melawan waktu, dia hanya akan mendapati dirinya terjebak dalam rumitnya alur waktu dan tidak akan pernah bisa kembali ke masa asalnya.

Namun waktu itu sebenarnya bersifat relatif. Waktu bisa memanjang dan memendek sesuai Teori Relativitas yang dikemukakan Einstein. Saat aku mengaktifkan kemampuan tertinggi mataku, aku bertransformasi menjadi makhluk empat dimensi, membuat aku mampu mendilatasi waktu, mengubah interval waktuku berbeda dengan waktu universal. Bisa saja kubuat 1 detik waktu normal sama dengan 1 menit ataupun 1 jam waktuku, atau dengan perbandingan berapapun. Pada level akhir kemampuan ini, aku seakan menjalani waktu sendiri selama apapun dimana interval waktu dunia adalah 0 (nol) detik. Itulah yang kunamakan The Time Extra. Dan disaat itu, aku dapat melakukan apapun ketika orang lain tidak melakukan apa-apa, seolah-olah aku melihat waktu dunia ini berhenti secara universal."

"Jangan membuat aku bingung, sialan!"

"Aaaahhh~~~~,,,, aku tidak menyangka, Maou cerdas sepertimu tidak mengerti teorinya. Sudah bagus aku memberitahumu cuma-cuma, harusnya kau berterima kasih padaku. Baiklah, aku analogikan saja. Misalkan aku dan kau, kita menjalani waktu yang sama selama 30 detik sejak saat ini, lalu di detik ke-3o aku mengatifkan kekuatanku, maka aku mendapat waktu tambahan misalnya 30 detik. Jadi sebelum kau menuju detik ke-31, aku menjalani 30 detik waktu khusus milikku. Ketika kau berada di detik ke-31, maka aku sudah berada di detik ke-61. Paham?"

Serafall terhenyak. Dia sekarang mengerti kalau teknik manipulasi waktu The Time Extra sangat berbahaya. Dia sudah membayangkan, bahkan anak kecil dari ras manusia biasa yang lemah sekalipun pasti sanggup membunuh dirinya jika memiliki kekuatan itu. Selama masa Extra Time, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak memiliki waktu, tapi dalam masa itu si anak kecil yang memiliki waktu tambahan bisa saja menyuntikan racun mematikan ketubuhnya, atau menggergaji tubuhnya sampai kecil-kecil. Dia tidak akan bisa melawan, dan saat mendapatkan waktu normal kembali, ia hanya akan mendapati dirinya sudah mati.

"Serafall-sama..!"

Maou wanita itu sadar dari lamunannya, ini benar-benar diluar dugaannya. Selama Serafall hidup, belum pernah sekalipun dia terpikir tentang teknik serumit ini.

Hinata berucap lagi, "Kurasa kau mengerti bagaimana caranya aku selamat dari perangkap pembekuan suhu minimum darimu. Selama aku memiliki waktu tambahan ketika waktu universal seakan berhenti, aku melompat dan berteleport berkali-kali hingga sampai ketempat ini. Walau jarak maksimal lompatanku hanya 10 km, tapi aku bisa kesini yang jaraknya 2500 km dengan 250 kali melompat. Jika kau hitung, ada interval 0,1 detik setiap aku melompat, maka seharusnya aku perlu waktu 25 detik untuk sampai kesini. Tapi 25 detik itu ku gunakan dari waktu tambahan Extra Time, dan secara universal menurut pengamatanmu, aku melompat hanya dalam interval 0 detik. Jadi apa kau sudah menyadari betapa berbahayanya teknik milikku? Bahkan hanya dengan ini saja, aku sanggup membunuh dewa manapun dari berbagai mitologi"

"Cih,,, sombong"

"Heh,,, kau sebut aku apapun aku tidak peduli"

"Masih banyak makhluk yang lebih kuat dari aku, kau tahu...?"

"Selama aku punya teknik tertinggi ini, di tambah kecerdasan otakku, aku yakin bisa mengalahkan dewa manapun"

Serafall tahu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, melawanpun percuma. "Baiklah, aku menyerah. Jadi apa sebenarnya yang kau mau dariku?"

"Aku ingin kau berhenti mengangguku. Biarkan aku melakukan apa yang ku inginkan dan jangan pernah memberitahukan pada siapapun apa yang terjadi diantara kita saat ini. Itu saja, tidak ada yang lain"

Tiba-tiba Hinata mendorong tubuh Serafall hingga sedikit terjerembab.

Serafall bangun, "Apa-apaan kau. Melepasku begitu saja? Apa kau pikir aku akan menuruti kemauanmu hah? Aku bisa saja membunuhmu di lain kesempatan"

Hinata masih memasang senyum kemenangan yang tak berubah sejak ia menyudutkan Serafall, "Aku yakin kau tidak akan berani melakukan itu. Sekarang coba lihat ini dulu"

Hinata mengeluarkan Cube ditelapak tangan kanan yang ia buka. Dari Cube itu muncul proyeksi visual berupa layar hologram yang menampilkan suatu gambar disana.

"Sona-chan...?" Serafall langsung mengenali gambarnya, itu adik kesayangannya.

"Ya, itu Sona-san. Ini adalah visualisasi langsung, dia sekarang berada di dimensi buatan replika Kyoto tempat Cao Cao melakukan eksperimennya"

"Apa maksudnya ini? Mana mungkin adikku bisa berada disana"

"Oh iya, kau harus tahu satu hal. Aku dan Naruto-kun sebenarnya bukan peerage cadangan Sona. Kami berdua adalah manusia asli yang membuat kesepakatan dengan adikmu lalu menjadi peerage palsu. Aura iblis yang kau rasakan dari tubuhku berasal dari konverter berbentuk anting yang kupakai didaun telingaku"

"Aku tidak peduli kau palsu atau apapun. Apa maksudnya Sona ada didimensi buatan itu hah?"

"Jangan pikirkan yang lain, fokus saja melihat Sona-san!"

Hinata membuat segel satu tangan menggunakan tangan kirinya.

"SONAAAA...!" Serafall berteriak kencang. Dia melihat jelas bagaimana Sona yang tiba-tiba ambruk lalu memegang kepalanya bahkan menjambak rambutnya sendiri disertai erangan nyaring dengan mata melotot hampir keluar. Sona jelas sedang merasakan kesakitan. "Apa yang kau lakukan padanya hah? Jika terjadi sesuatu pada adikku, kau akan benar-benar ku bunuh, sampai keujung duniapun, aku tidak akan melepaskanmu" Serafall sangat murka karena perbuatan Hinata kali ini. Ini jauh lebih buruk daripada dirinya yang kalah bertarung.

"Hyuga no Juinjutsu, aku menanamkan segel ghaib didalam otaknya. Kapanpun dan darimanapun, aku bisa menyiksanya dengan rasa sakit luar biasa. Kita semua tahu bahwa level rasa sakit paling tinggi adalah ketika seorang wanita yang melahirkan. Tapi dengan segel ini, rasa sakit yang timbul dan bersarang di otak Sona, mencapai sepuluh kali lipat lebih sakit dari wanita yang melahirkan. Rasa sakit yang dalam sekejap bisa membuatnya pingsan, bahkan membuatnya jiwanya mati karena trauma mental hebat jika aku mengaktifkan segelnya lebih lama. Segel ini tidak bisa dilepas dengan cara apapun kecuali olehku sendiri, dan akan terus ada sampai Sona mati. Bahkan jika kau berhasil membunuhku, segel ini akan tetap ada dan akan membuat Sona terus menderita dalam kesakitan luar biasa selamanya jika aku mati sebelum aku sendiri yang melepas segelnya"

Hinata bukan orang bodoh yang percaya bergitu saja dengan Sona setelah membuat kesepakatan tiga bulan lalu saat pertama kali berurusan dengan para iblis. Karena itu lah, pada suatu kesempatan, dia menyelinap kedalam kamar apartemen Sona lalu menidurkan iblis itu dengan tembakan peluru obat bius. Saat tidak sadarkan diri itulah, Hinata melakukan ritual pemasangan segel Juinjutsu. Awalnya hanyalah coba-coba karena juinjutsu tidak pernah digunakan selain pada Hyuga Bunke, tapi ternyata dengan sedikit modifikasi, Hinata berhasil menanamkannya di otak iblis, bahkan tanpa mencetak tanda segel didahi seperti para Hyuga Bunke sehingga sampai saat ini tidak seorangpun yang menyadari kalau Sona lah yang sebenarnya menjadi budak Hinata.

"KAU BIADAB. . . . .!" Baru ini pertama kali Serafall menyumpah serapah sekasar ini, "Kau lebih buruk dari iblis terburuk sekalipun"

"Hahahahaaa,,,," tawa keji dari Hinata adalah respon dari kemarahan Serafall. "Terserah bagaimana kau mau menyebutku, iblis jalang. Aku yang tertawa di akhir, berarti aku lah pemenangnya"

Hinata tidak akan melepas Sona, biarpun Serafall mengancam akan membunuhnya. Baginya, Sona adalah tambang informasi sekaligus batu pijakan untuk menyelesaikan misi yang dia kerjakan di DxD Universe.

". . . . ." Serafall terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi, dihina seperti apapun dia tidak bisa melawan. Dia sangat menyayangi adiknya melebihi apapun.

"Ku rasa urusan kita sudah selesai. Seperti yang ku bilang pertama tadi. Tidak perlu ada yang mati diantara kita kalau hanya untuk menuntaskan urusan sepele ini" Hinata benar-benar merasa di atas angin, sampai berkata dengan nada merendahkan Serafall yang notabene adalah seorang Maou.

"Jadi, ja-jadi kau memang merencanakan semua ini, membuatku seperti ini, sejak awal?"

Hinata mengangguk, "Umm ya. Semua rencanaku berjalan mulus tanpa cela sedikitpun. Memang sejak awal aku sudah ditakdirkan sebagai pemenangnya, kau tidak punya kesempatan menang dariku"

"Brengsek sialan. Apa sebenarnya tujuan akhirmu hah?"

"Baiklah. Kau boleh tahu sedikit. Pernah dengar tentang teori makhluk lima dimensi?"

Serafall mengerutkan kening, dia pernah mendengar teori itu tapi tidak mengerti maksud ucapan Hinata. Tadi bicara makhluk tiga dimensi, lalu makhluk empat dimensi, sekarang...?

"Itulah tujuan akhirku. Aku sedang mengumpulkan empat buah artefak yang tersebar di seluruh penjuru semesta. Ketika empat artefak itu berhasil kukumpulkan, aku akan menggunakannya dan bertransformasi menjadi makhluk lima dimensi"

"Mustahil. Kau jangan mengada-ada. Bahkan Tuhan The God of Bible sekalipun hanyalah makhluk tiga dimensi didunia ini. Kau pun menjadi makhluk empat dimensi masih terbatas hanya saat kekuatan matamu diaktifkan. Apa-apaan lagi sekarang dengan omong kosongmu tentang makhluk lima dimensi?" Serafall tidak sanggup lagi menerima sesuatu yang ada diluar akal sehatnya sekarang.

"Kalau aku bisa mencapainya, kenapa tidak? Makhluk lima dimensi, makhluk yang tidak terikat dengan batasan dan aturan duniawi, lepas dari hukum-hukum fisika, tidak bisa dirinci dengan rumus-rumus matematika, dan tidak dipengaruhi reaksi-reaksi kimia fenomena alam, tidak mengenal sejarah masa lalu maupun takdir masa depan. Makhluk lima dimensi tidak sama dengan semua makhluk yang pernah ada di dunia ini. Dia yang maha tahu dan maha kuasa. Dia Esa, bukan satu atau berapapun karena makhluk lima dimensi tidak berbilang dan tidak bisa dihitung. Bentuk dan wujudnya tidak dapat terdeksripsikan. Dia yang awal tanpa ada awalnya sekaligus yang akhir tanpa ada akhirnya, dia abadi tidak bisa mati. Ada dimana-mana dan tidak ada dimanapun sebab makhluk lima dimensi tidak bertempat. Ada kapanpun dan tidak ada kapanpun karena tidak ia terikat waktu. Mahkluk lima dimensi adalah eksistensi yang kekuasaannya mutlak tak terbantahkan, dia lah sosok yang mungkin bisa dianggap sebagai Tuhan yang sesungguhnya"

"Kau mengkhayal..!" Serafall berucap nyaring, "Kalaupun kau bisa menjadi makhluk lima dimensi, apa yang akan kau lakukan setelahnya? Dari penjelasanmu, seandainya kau bisa menjadi makhluk lima dimensi, artinya kau melepaskan diri dari kehidupan, seolah kau mati. Apa kau siap meninggalkan semua orang kau yang sayangi hah, semua orang yang sangat berarti selama kau hidup?"

Hinata terdiam, itu memang konsekuensi nyata menjadi makhluk lima dimensi, ia tidak akan sama lagi dengan semua orang. Namun, "Walaupun itu seperti mimpi buruk bagiku, aku tetap harus melakukannya untuk suatu alasan"

Suasana tiba-tiba hening, Serafall sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Membunuh Hinata tidak mungkin karena itu hanya akan menyiksa adiknya dalam derita segel ghaib Hyuga no Juinjutsu selamanya.

Hinatapun menyendu, ucapan Serafall menohok hatinya. Resiko yang ia tanggung jika menjadi makhluk lima dimensi bukanlah hal ringan, resiko itu sangat memberatkannya. Apa artinya ketika ia menjadi immortal, abadi, memiliki kekuasaan mutlak, tapi tidak dikenali siapapun. Makhluk lima dimensi akan keluar dari sistem kehidupan, menghilang dari sejarah dan memori semua orang, ada namun seperti tidak pernah ada. Ia dan suaminya mengumpulkan empat artefak untuk tujuan besar, namun tidak pernah sekalipun Hinata memberitahu Naruto kalau dirinya harus menjadi makhluk lima dimensi sebagai tahapan akhir menyelesaikan misinya. Naruto pasti akan bersikeras menolak dan misi penting itu tidak akan pernah selesai jika dia tahu dirinya yang harus berkorban menjadi makhluk lima dimensi.

Tapi dari semua itu, Hinata tetap harus mengambil keputusan. Ia akan mengorbankan apapun untuk Naruto, suaminya. Tanpa mempedulikan ucapan Serafall, senyum sinis kembali di bibir Hinata, "Oh iya, sebelum kita berpisah. Ada satu hal lagi yang ingin ku katakan padamu."

"...?"

Ekspresi Hinata menjadi sangat serius, tatapan membunuh yang menjanjikan derita mengerikan dia arahkan pada Serafall, "Dengarkan baik-baik..! Naruto-kun itu suamiku. Jangan sekali-sekali kau menggodanya lagi, atau ku pastikan kau mati,,! Aahh~~~~, tidak hanya kau tapi semua orang yang kau sayangi, adikmu, dan semua Keluarga Iblis Sitri akan lenyap dari sejarah dan peradaban"

Tubuh Hinata terurai menjadi serpihan cahaya lalu sejenak kemudian menghilang. Hinata pergi menggunakan Cube yang ia miliki. Meninggalkan Serafall seorang diri.

Brakkk...

Daratan es langsung retak akibat pukulan Serafall. Dia murka, frustasi, dan otaknya tidak tahu harus memikirkan apa-apa lagi. Serafall benar-benar kalah, tidak hanya kalah dalam pertarungan, tapi juga kalah dalam artian sebenarnya dari Hinata. Harga dirinya sebagai seorang maou terhormat hari ini di injak-injak oleh seorang manusia.

"Hikss,,, Aku berakhir"

Kepala Serafall tertunduk, sudut matanya mengalirkan air mata. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, semua yang ia punya sudah hancur, tidak ada kebebasan lagi dalam dirinya selama adiknya berada dalam kuasa Hinata. Gelar Maou Leviathan, hanya jadi omong kosong dalam keadaan dirinya yang sekarang.

Serafall adalah iblis keturunan Keluarga Sitri paling berbakat dalam sihir dan diberkati kecerdasan luar biasa, itu lah yang menjadikannya sebagai seorang Maou bergelar Leviathan. Namun semua bakat kebanggaan Serafall, hari ini menjadi tidak berguna dan menerima pukulan berat dari Hinata yang hanya seorang manusia lemah. Serafall sama seperti iblis-iblis lainnya yang memiliki harga diri tinggi, tipe iblis seperti itu hampir tidak mungkin bisa bangkit kembali setelah dihadapkan pada kekalahan.

Dan hari ini, didalam hati Serafall, ia kenang sebagai The Death Day of Maou Leviathan. Kenangan itu akan terus ada dalam hatinya, selamanya, dan hanya dia seorang yang tahu.

Flashback END.

-Unknown Place-

Hinata mengeluarkan Cube ditangannya, berniat pulang dari dimensi buatan Sakra. Namun mata Hinata tidak fokus pada yang ia kerjakan, ia masih sedikit kepikiran dengan apa yang diucapkan Serafall padanya.

Naruto menyadari itu, "Ada apa Hinata, kau tampak aneh?" tanya Naruto sebelum tangannya menangkup Cube ditangan Hinata.

"Ti-tidak kok" Hinata tiba-tiba tergagap.

"Hmmmm,,, kau terlihat meragukan, tapi aku akan tetap percaya padamu Hinata"

"Iya, Arigatou, Naruto-kun" jawab Hinata. Kepalanya menunduk, menyembunyikan senyum pahit dibibirnya.

Hinata, tidak tahu kenapa dia merasa dirinya sudah berubah banyak. Dia memang masih wanita lembut dan pemalu didepan Naruto. Tapi setelah pertarungannya hari ini, ia sadar kalau ia tidak sama lagi dengan dahulu. Ia merasa telah lepas kendali saat melawan Serafall. Seolah muncul kepribadian lain dari dirinya, seperti sisi kejam tak berperikemanusiaan yang terpendam.

Hinata mengakui kalau berurusan dengan Serafall pada awalnya didasari rasa cemburu dan marah karena maou itu seringkali menggoda suaminya. Namun lebih jauh dari itu, pribadinya yang sekarang menjadi sangat realistis dan tidak mempedulikan apapun lagi selain Naruto-nya. Suaminya itu punya banyak kelebihan, pria yang membuatnya jatuh cinta. Namun masih ada kekurangan, Naruto itu terlu naif, selalu baik pada semua orang yang ditemuinya, lebih mengutamakan perasaan daripada logika dalam bertindak.

Menurut Hinata, rencana tidak akan berjalan mulus jika suaminya tetap seperti itu, jadi dialah yang mengambil peran jahat sebagai otak rencana. Hinata akan melakukan apapun dan memanfaatkan siapapun demi keberhasilan misinya yang pada akhirnya adalah untuk kebahagian Naruto sendiri, itulah impian terbesarnya sebagai seorang istri.

.

.

.

-Svargaloka, Nirvana-

Sun Wukung yang baru saja sampai di tempat paling suci dalam kepercayaan Reliji Hindu-Buddha bersama Sakra, penasaran dengan tindakan orang yang dia layani ini, dia bertanya. "Sakra-sama. Saya lihat anda senang ketika saya tiba tadi, tapi kenapa anda memilih pulang?"

"Hmmm,,, aku memang senang, perasaan yang kurasakan saat bertemu dengan bocah kuning itu, sama seperti ketika aku berhadapan dengan Shiva."

"...?"

"Hanya saja, wanita yang datang padanya, dia berbahaya. Walau semua point dia lemah, tak lebih dari iblis rendahan, tapi ekspresi yang tersirat dari wajah dan matanya, menjanjikan regangan nyawa jika berani bermain-main dengannya. Aku bisa melihat itu, makanya aku memilih mundur"

"Takut?"

"Aku dewa, aku tidak pernah takut pada siapapun"

"Jadi?"

"Pertemuan selanjutnya dengan dua manusia itu, harus dengan persiapan matang kalau tidak ingin kalah. Kita akan membicarakan semua ini dengan Hades. Sampaikan pesan ku padanya."

"Baik, Sakra-sama"

"Oh iya, tentang kegagalan Cao Cao, biarkan saja dia berbuat sesukanya setelah ini. Aku tidak peduli lagi dengan keinginannya. Kita punya hal lebih penting yang harus diurus."

.

.

.

TBC...

.

Note :

Bagaimana Hinata di chapter ini? Dia benar-benar OOC. Aaahhhh biarin,,,! setiap proses dan kejadian pasti bisa merubah sifat dan kepribadian manusia. Hanya mereka yang punya hati yang kuat saja yang tidak tercemar keburukan lingkungan. Semoga saja pengkarakteran baru Hinata di fic ini cukup kuat, makanya selama 20 chapter terakhir ini Hinata cukup dominan perannya, khusus development chara buat dia, kuharap ini cukup berhasil. Part selanjutnya, peran Naruto serta Konoha akan semakin dominan.

Tentang tujuan akhir dari mengumpulkan empat artefak, ada di bahas lagi nih. Makhluk lima dimensi? Hihihiiii,,, semoga saja paham teori tentang makhluk tertinggi itu. Dan juga Hinata ternyata mempunyai rencana sendiri, yang suaminya pun tidak tahu.

Tentang kemampuan ketiga TTT The Time Extra, Hinata bisa berbuat sesukanya dengan alur waktu. Hanya memanjangkan atau memendekkannya, tapi Hinata tetap tidak bisa melompati waktu kemasa lalu atau masa depan. Diringkas, hanya ada tiga kemampuan The True Tenseigan, yaitu manipulasi vektor, manipulasi jarak, dan manipulasi waktu.

Lalu, Jika diamati Hinata tampak Godlike disini berkat The Time Extra, bukan karena power tapi karena teknik. Tapi dia tidak sehebat itu, Hinata pastinya tidak Godlike, Ahahahaaa... Semua jutsu ada kelemahannya, naah jadi ayoo kalian berlomba-lomba menebak dimana kelemahan jutsu tertinggi ini.!

Tentang teori waktu di fic ini, aku mengambil referensi dari banyak sumber, termasuk film fiksi ilmiah berjudul Lucy dan Interstellar.

Ancaman Hinata pada Serafall bukan omong kosong, walaupun dia lemah, tapi dia punya doujutsu mengerikan, ditambah lagi alat ditangannya, Cube. Dengan cube mudah saja baginya memindahkan seluruh daratan teritori kekuasaan Iblis Sitri di Underworld ke inti matahari yang suhunya mencapai 15 juta derajat celcius, atau bisa saja dia mengirim semuanya ke universe lain seperti dia membawa seluruh Konoha ke DxD universe sehingga para Iblis Sitri tidak bisa pulang.

Oh dan terakhir, ternyata Sakra bersama Hades dan lainnya punya rencana sendiri terhadap Aliansi Tiga Fraksi. Kan ga elit kalau aliansi punya Imperium of Bible tanpa ada penantangnya. Ahahahahaaa. . . . . Anggap saja ini sebagai tanda-tanda akan adanya perang besar, yang bahkan jauh lebih besar dari Great War.

Ulasan Review :

Kage lain datang ke Konoha saat tragedi kiamat dunia shinobi, hanya Gaara saja. Dia sudah muncul kok beberapa kali, di chap 25 cukup banyak.

Semua yang memberikan saran, terima kasih sekali. Ini aku pikirkan untuk bahan pertimbangan kedepan. Kritik dan koreksinya pun, aku suka. Dari sana aku tahu ternyata aku masih banyak kesalahan saat nulis.

Untuk hewan kuchiyose, sekali lagi kukatakan, hewan-hewan itu jadi terbatas karena banyak yang mati karena kiamat dunia shinobi.

Scene battle dari sudut pandang pertama, aku coba lain kali lagi deh. Soalnya ada beberapa kali kucoba, tapi hasilnya menuruku malah hancur. Mungkin gaya penulisanku memang terbatas hanya seperti ini.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM jadi tolong cek inbox masing-masing yaa, apalagi review yang perlu komunikasi dua arah.

Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.