Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 22 April 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . .
Hinata, tidak tahu kenapa dia merasa dirinya sudah berubah banyak. Dia memang masih wanita lembut dan pemalu didepan Naruto. Tapi setelah pertarungannya hari ini, ia sadar kalau ia tidak sama lagi dengan dahulu. Ia merasa telah lepas kendali saat melawan Serafall. Seolah muncul kepribadian lain dari dirinya, seperti sisi kejam tak berperikemanusiaan yang terpendam.
Hinata mengakui kalau berurusan dengan Serafall pada awalnya didasari rasa cemburu dan marah karena maou itu seringkali menggoda suaminya. Namun lebih jauh dari itu, pribadinya yang sekarang menjadi sangat realistis dan tidak mempedulikan apapun lagi selain Naruto-nya. Suaminya itu punya banyak kelebihan, pria yang membuatnya jatuh cinta. Namun masih ada kekurangan, Naruto itu terlu naif, selalu baik pada semua orang yang ditemuinya, lebih mengutamakan perasaan daripada logika dalam bertindak.
Menurut Hinata, rencana tidak akan berjalan mulus jika suaminya tetap seperti itu, jadi dialah yang mengambil peran jahat sebagai otak rencana. Hinata akan melakukan apapun dan memanfaatkan siapapun demi keberhasilan misinya yang pada akhirnya adalah untuk kebahagian Naruto sendiri, itulah impian terbesarnya sebagai seorang istri.
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 39. Kasus Penculikan di Kyoto Part 6.
-Perfektur Kyoto-
Azazel kini sedang sendirian di kamar hotel tempat dia menginap di Kyoto. Dia tampak sedikit kelelahan, matahari sudah hampir terbit dan ia juga belum tidur. Insiden kasus penculikan Yasaka sudah selesai dan berakhir baik. Yasaka selamat, dan Sekiryutei membangkitkan kekuatan baru seperti yang ia rencanakan sejak awal. Walaupun Issei dan tim garis depan terpaksa mendapat perawatan intensif karena luka parah, tapi itu tak masalah. Tim penyelamat yang ia kirim ke dimensi buatan berhasil melakukan tugas dengan baik. Tim investigasi juga diturunkan kesana untuk memeriksa tempat kejadian dan mengumpulkan data berharga.
Saat ini dia sedang bicara dengan rekannya, Sirzech yang sekarang berada di Underworld lewat saluran komunikasi rahasia aliansi.
"Sirzechs, kami akan mengirim data yang kami kumpulkan dari Hero Faction. Mereka sepertinya memiliki tiga Longinus peringkat top, serta pengumpulan pengguna Balance Breaker. Mereka tidak hanya mencoba memanggil Great Red, namun sepertinya mereka masih mempunyai rencana lain. Para teroris itu mungkin sama menyusahkannya dengan Konoha"
Sirzech diseberang sana menyahut, "Yayayaaa... Tidak tahu apa tujuan mereka sebenarnya, tapi nampaknya mereka berniat menghancurkan aliansi antara Iblis dan Youkai. Mereka bukan saja memiliki Annihilation Maker, namun memiliki para pengguna Balance Breaker. Situasinya melebihi dugaan kita, membuat beberapa barikade yang kita tempatkan disekeliling Kyoto menderita kekalahan. Dari sudut pandang mereka para manusia, kita yang merupakan para Iblis, Malaikat, dan Youkai semuanya adalah musuh atau monster. Aliansi Tiga Fraksi yang kita buat sepertinya menjadi pemicu yang menyalakan tindakan Hero Faction"
"Aku juga sudah menduga hal ini sejak awal, kita yang tiba-tiba membuat aliansi tentu mengakibatkan golongan-golongan luar terkejut. Walaupun kita mengatakan kalau kita membentuk aliansi damai, tak akan semudah itu golongan lain percaya. Iblis yang rukun dengan Malaikat Jatuh saja sudah sangat mengejutkan, apalagi kalau Malaikat dari Surga juga ikut beraliansi, itu terlalu sukar untuk dipercaya. Walaupun begitu, aku sangat yakin kalau informasi tentang megaproyek New World Order demi mewujudkan Imperium of Bible masih belum diketahui siapapun. Dengan begini, melihat situasi sekarang, rencana kita pasti akan mengalami hambatan"
"Aku mengerti. Selain itu Azazel, bagaimana pembicaraan dengan kaum youkai?"
"Masih belum ada keputusan. Yasaka-hime, pemimpin tertinggi kaum Youkai Kyoto masih belum mau bicara, mungkin saja kesehatan mentalnya belum pulih sepenuhnya akibat insiden itu. Tapi Pak Tua Tengu yang merupakan orang terdekat Yasaka-hime sudah menjanjikan kesepakatan pada kita sebelumnya, dia akan memberikan apapun jika berhasil menyelamatkan Yasaka-hime. Dan sekarang kita sudah melakukannya. Mereka tidak mungkin ingkar janji"
"Begitu ya?"
"Iya, Sirzech. Tapi ada hal janggal yang ku temukan. Pertama tentang Cao Cao, dia memang sudah kalah dari Issei. Serangan Issei dalam bentuk kekuatan barunya mampu menjatuhkan Cao Cao. Tapi sebenarnya kalau mau, Cao Cao dan timnya bisa saja melenyapkan tim garis depan karena Issei kehabisan stamina setelah serangan kekuatan barunya, anggota tim lain pun luka-luka parah. Dari pihak Hero Faction, hanya Cao Cao saja yang terluka, anggotanya tidak. Anehnya, mereka malah mundur. Tampaknya eksperimen mereka gagal karena suatu hal yang tidak diprediksikan oleh Cao Cao."
"Ada data yang kau dapatkan, terkait kegagalan Cao Cao memanggil Great Red?"
"Tidak ada sama sekali. Apapun itu aku tidak tahu, namun aku menduga kalau keanehan itu berasal dari Yasaka-hime yang mengamuk dalam wujud Kyubi. Berdasarkan laporan tim invertigasi, ritual pengganti gerbang naga selesai dan semua syarat dipenuhi, namun tidak ada tanda-tanda Great Red akan datang. Hanya itu saja yang aku ketahui"
"Pasti ada hal terselubung di Kyoto, semacam orang dari balik layar. Kau harus bertindak hati-hati, Azazel!"
"Ya, aku tahu Sirzech. Aku juga sudah membicarakan ini dengan Serafall empat jam lalu setelah mengkonfirmasi bahwa semua masalah yang berhubungan dengan penculikan Yasaka sudah berakhir. Barikade pasukan aliansi yang ia pimpin untuk mengepung seluruh Kyoto mencegah Cao Cao dan komplotannya kabur, disibukkan oleh hewan-hewan monster buatan dari si pengguna Annihilation Maker, karena itulah dia gagal menangkap Cao Cao."
"Terus?"
"Kesampingkan itu, aku melihat Serafall tampak sama sekali tak menyesal gagal menangkap Cao Cao. Mungkin saja dia memiliki masalah lain. Dia tetap bertingkah seperti biasa, tidak ada yang berubah. Namun aku merasakan kalau dia sedang ditimpa masalah yang sangat berat. Fokus pikirannya tidak lagi pada kasus penculikan Yasaka-hime, namun semuanya teralih pada hal lain. Aku tidak tahu apa, mungkin masalah pribadi, jadi sedikitpun dia tidak mau mengungkitnya. Yang jelas dia mengatakan padaku kalau dia setuju dengan opini tentang adanya orang yang bermain-main di Kyoto dari balik layar."
"Hmmm,,, ya sudah. Pokoknya kita harus membuat negosiasi dengan kaum Youkai Kyoto berhasil. Bagaimanapun caranya."
"Aku tahu, demi proyek besar Aliansi. Kyoto harus tunduk"
"Namun kalau para Pahlawan dengan kata lain manusia menjadi musuh kita, maka bukankah kita akan menjadi boss akhir yang mereka harus kalahkan di saat terakhir? Atau boss tersembunyi?"
Azazel hanya tersenyum kecut dengan telepon yang masih menempel di telinganya, "Manusia akan selalu menjadi eksistensi menakutkan dan sulit diprediksi. Semua yang kita lakukan adalah untuk menundukkan seluruh manusia, tapi perlawanan dari mereka pasti akan kita dapatkan untuk sampai pada tujuan akhir itu. Konoha pun, semuanya adalah manusia, dan mereka semua berbahaya. Kita sudah pernah satu kali berhadapan dengan orang-orang Konoha, dan mereka tidak gentar sedikitpun pada kita. Aku tidak bisa memperkirakan, apakah ada hubungan antara Konoha dan Hero Faction mengingat eksistensi mereka berasal dari ras yang sama, manusia? Walau kita tahu bahwa tujuan Hero Faction dan Konoha jelas jauh berbeda."
"Benar sekali."
"Ya sudah. Kalau kau Sirzech, bagaimana denganmu? Ada perkembangan dengan pihak Mitologi Olympus dan Reliji Hindu-Buddha?"
"Pak Tua Odin masih belum selesai bernegosiasi dengan pihak Olympus. Zeus dan Poseidon belum memberikan tanggapan, tapi Hades terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya disertai ekspresi tidak percaya ketika Odin menyebutkan kalau dia datang ke Olympus sebagai juru bicara Aliansi dengan tujuan damai"
"Hmmm,,, ya sudah. Kita biarkan saja dulu Si Odin melakukan tugasnya. Kalau gagal, baru kita melakukan sesuatu. Kita usahakan dulu mengurus Olympus dengan cara damai, kita akan mengalami banyak kerugian kalau sampai bertikai dengan mereka di arena perang. Olympus itu termasuk mitologi terkuat dengan banyak dewa superior. Zeus, Poseidon, Athena, Ares, Hades dan dewa-dewa lainnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Kita harus mempersiapkan semuanya dengan sangat matang kalau memang kita terpaksa harus menundukkan Olympus dengan peperangan"
"Aku setuju denganmu, Azazel. Sedangkan urusan dengan Reliji Hindu-Buddha, kita mungkin tidak akan menjalankan negosiasi seperti yang kita lakukan pada Olympus"
"Maksudmu?"
"Kita semua tahu sendiri kan?, Reliji Hindu Buddha adalah keyakinan yang mana seringkali terjadi pertikaian dan peperangan antar dewa-dewanya. Sakra si dewa perang yang memiliki nama asli Indra sudah sejak lama memulai hawa permusuhan dengan Shiva sang dewa kehancuran setelah ia berhasil mengalahkan rivalnya, Ashura. Ini hanya salah satu contoh, kita bisa memanfaatkan situasi ini untuk memprovokasi agar perang diantara mereka lebih cepat, jadi kita hanya tinggal menunggu saja untuk kehancuran mereka"
"Ide bagus Sirzech, kita akan adakan pertemuan rahasia secepatnya untuk membahas rencana menaklukkan dua eksistensi supranatural terkuat itu."
"Setuju, aku akan mengkonfirmasi pada yang lain secepatnya"
"Hmm,,, bagaimana dengan proyek pihak Surga memproduksi massal 1 juta malaikat baru dengan teknik rekayasa genetika kloning?"
"Tidak ada berita baru, proyek itu berjalan sesuai perhitungan. Mungkin kurang dari satu tahun semuanya akan siap. Jika sudah selesai, aliansi akan punya pasukan tempur paling mengerikan sepanjang sejarah, 1 juta malaikat kloning yang kekuatannya setara dengan 1000 kali kekuatan Archangel Michael, pasukan yang bisa diperintahkan sesuka apapun seperti robot"
"Hooo, Surga memang sangat mengerikan. Beruntung kita menjalin aliansi dengan mereka. Sebenarnya aku ingin mencoba satu hal. Aku ingin mencoba Boosting menggunakan kekuatan dari Boosted Gear milik Issei untuk mempercepat pendewasaan malaikat-malaikat kloningan itu. Kalau ku hitung-hitung, dengan kekuatan Issei saat ini, 1/4 dari jumlah total bisa dia boost hingga kecepatan 4 kali dari awal. Aliansi akan punya 250 ribu malaikat baru dalam waktu 3 bulan."
"Che, otakmu selalu tidak bisa diprediksi, Azazel. Baiklah, aku akan membicarakan itu dengan Uriel, Seraph yang mengurus proyek produksi massal malaikat kloning"
"Terima kasih, Sirzech"
"Oh iya, aku juga mendapat informasi baru, Cao Cao ternyata pernah menjalin hubungan dengan Sakra. Entah kapan dan dimana, tapi informasi ini sudah dikonfirmasi kebenarannya. Apa mungkin Sakra yang berada di balik bayangan insiden ini?"
"Itu mustahil. Insiden Kyoto adalah kegagalan bagi Cao Cao. Jika yang kau katakan benar kalau Cao Cao pernah menjalin hubungan dengan Sakra, tidak mungkin Dewa Perang itu berbuat sesuatu dari balik layar dan menggagalkan rencana Cao Cao kalau dia sendiri mendukung eksperimen si pengguna tombak itu."
"Itu benar sih, Azazel. Kita membentuk aliansi, mengusungkan perdamaian, dan banyak golongan yang tampaknya setuju, kecuali Teroris Khaos Brigade yang menyatakan ketidaksetujuannya secara terang-terangan yang digembor-gemborkan Fraksi Old Satan. Tapi dari semua itu, walau banyak golongan yang sudah setuju tetap saja di pikiran setiap golongan adalah 'Eksistensi kami yang terkuat, eksistensi lain tinggal dilenyapkan saja'. Jika begitu, perdamaian tidak akan pernah terbentuk"
"Nah, maka dari itulah kita yang harus mewujudkan Imperium of Bible demi dunia yang damai sesungguhnya. Walau pada dasarnya, pemikiran kita juga sama seperti mereka. 'Eksistensi kita dari Injil adalah yang terkuat, eksistensi lain harus tunduk, kalau tidak mau maka harus dilenyapkan'. Begitu kan?"
"Aku hanya khawatir, ketiadaan The God of Bible saat ini bisa membuat eksistensi supranatural dari reliji dan mitologi lain dengan mudah mengumpulkan kepercayaan dari manusia karena tuhan yang para manusia percayai sudah tidak ada. Jumlah manusia penganut Reliji Injil bisa terancam. Lagipula, Dewa-Dewa dari berbagai Reliji dan Mitologi adalah makhluk yang lebih jujur akan perasaan dan dendamnya dibandingkan manusia. Kalau seperti ini, dewa-dewa yang pernah kita jatuhkan dengan mengambil penganut mereka, merendahkan kepercayaan yang para manusia miliki pada dewa-dewa itu dengan membuatnya menjadi sebuah 'mitos', seperti dongeng pengantar tidur, bukan lagi suatu eksistensi yang harus dipercayai,,, bisa saja mereka semua akan balas dendam pada kita dan mengambil alih para manusia penganut Reliji Injil."
"Aku juga mengerti itu Sirzech, makanya kita harus menyelesaikan Proyek New World Order dan membangun Imperium of Bible sebelum mereka melakukan gerakan pada kita. Semua golongan supranatural memang sudah melakukan negosiasi, tapi tidak ada yang tahu isi pikiran masing-masing. Aku yakin kalau mereka pasti berpikir untuk membuat gerakan kalau ada kesempatan walau sekecil apapun. Yang harus kita lakukan adalah tidak boleh memberikan mereka kesempatan untuk melakukan gerakan, dengan begitu kerugian pihak kita dapat diminimalisir"
"Yah, aku sepemikiran dengan mu, Azazel"
"Sirzech, aku baru ingat. Tentang eksistensi di balik bayangan yang menempatkan kepentingan pada kasus penculikan Yasaka yang baru selesai tadi malam, Serafall mengatakan padaku kalau dia mencurigai Konoha"
"Hah? Bagaimana bisa? Ini sukar dipercaya, Hatake Kakashi si Hokage Keenam yang memimpin Konoha sudah mengatakan kalau mereka akan diam asal tidak diusik, dan kita tidak melakukan apapun pada mereka sampai saat ini. Jadi tidak mungkin kan?, walau memang ada peluang besar pihak Konoha akan bergerak ke arah yang kau maksudkan"
"Itu lah yang ku takutkan. Begini, semua orang tahu kalau Konoha adalah eksistensi baru yang entah datang dari dimensi mana sejak empat bulan lalu. Kedatangan mereka yang tiba-tiba tanpa diundang dan tanpa pemberitahuan saat kita mengadakan pertemuan di Kuoh menandakan bahwa mereka tidak banyak tahu tentang konflik global antara semua golongan makhluk supranatural. Buktinya, kedatangan mereka hanya didasari ketidaksukaan akibat kita yang menyelidiki keberadaan mereka, iya kan?. Tapi masalahnya, empat bulan sejak kedatangan mereka, itu saja sudah lebih dari cukup untuk memberikan mereka waktu mengumpulkan informasi dari berbagai golongan tentang keadaan dunia sekarang. Jika saja mereka memperoleh informasi akan terjadinya konflik besar yang nantinya menyeret mereka kedalamnya, mereka pasti tidak akan tinggal diam menunggu dilibatkan, pasti mereka merencanakan sesuatu lebih dulu"
"Yah, itu mungkin saja kalau Konoha memiliki agen pencari informasi yang sangat hebat. Andaikata mereka tahu akan adanya konflik global di masa depan dalam waktu tidak lama lagi, mereka tidak mungkin berdiam diri saja. Tapiiii,,, kurasa itu sangat tidak mungkin, Azazel. Mustahil ada seseorang yang bisa mengumpulkan informasi sangat rahasia dari banyak golongan dengan cepat. Dan lagi, sampai saat ini Konoha tidak menunjukkan adanya pergerakan apapun, mereka masih menyembunyikan diri dan terisolasi dari dunia luar."
"Tidak, kau salah Sirzech. Konoha sudah mulai melakukan gerakan, Serafall meyakini kalau Konoha ada dibalik layar insiden di Kyoto ini karena dia tadi malam berhadapan dengan salah satu dari dua orang manusia yang memiliki aura kekuatan yang sama seperti orang-orang dari Konoha yang di pimpin Kakashi ke Kuoh Gakuen"
"Begitu ya. Baiklah, apa yang Serafall yakini harus kita pegang, dia tidak mungkin melakukan kesalahan. Jadi siapa yang dihadapi Serafall, apa identitasnya diketahui?"
"Dia tidak memberitahuku secara detail, yang jelas katanya hanya kecoa, tidak terlalu penting"
"Terus?"
"Serafall sudah membereskannya sewaktu dia berpatroli mengawasi barikade yang mengelilingi Kyoto. Kata dia, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dia juga meminta untuk tidak mempermasalahkan ini. Takutnya kedepan kita akan di tuntut oleh Konoha. Serafall meminta kita diam saja, dia sudah membereskan orang itu tanpa meninggalkan jejak"
"Aaaaaa,,, aneh. Seharusnya orang yang di yakini oleh Serafall dari Konoha itu dia tangkap hidup-hidup dan dibawa pada kita, bukannya malah di habisi. Kau yakin Serafall tidak bohong?"
"Buat apa Serafall berbohong pada kita, Sirzech? Lagian walau dia memiliki masalah pribadi, kita sama-sama tahu kalau Serafall bukan tipe orang yang suka mencampur masalah pribadi dan tugas sebagai Maou. Nah, jadi anggap saja kalau konspirasi yang dilakukan Konoha gagal karena tim garis depan yang menyelamatkan Yasaka berhasil sukses"
"Aku malah curiga disitulah masalahnya. Kau mengatakan tadi kalau ada yang tidak beres dengan Kyubi Yasaka, yang mungkin jadi penyebab kegagalan Cao Cao melakukan eksperimen. Bisa saja kan kalau keterlibatan Konoha ada disitu, mereka sebenarnya ingin eksperimen Cao Cao gagal?"
"Entahlah, aku tidak tahu. Tapi itu tidak perlu di khawatirkan, yang penting keberadaan aku, Serafall dan tim Gremory di Kyoto selama beberapa hari ini bisa di manfaatkan untuk bernegosiasi dengan kaum Youkai Kyoto. Oh iya, beberapa hari lalu Shemhazai memberitahuku kalau tim kecil yang menangani Konoha sudah menemukan lokasi persembunyian mereka, walau masih belum ditemukan cara pergi kesana"
"Ya, aku juga sudah mendapatkan laporannya dari Falbium" Sirzech.
"Kalau begitu, kita hanya harus membereskan Konoha lebih dulu saja kan?, sebelum mereka mencapai tujuannya dengan konspirasi yang mereka buat"
"Kheh,,,, aku setuju dengan idemu. Lagipula Konoha adalah eksistensi baru independen, tidak akan ada seorangpun yang akan protes pada kita kalau kita mengabisi mereka. Dan kudengar hampir semua golongan merasa tidak nyaman dengan kedatangan Konoha yang tiba-tiba saja menggeser peta keseimbangan kekuatan dunia. Kedatangan mereka ke Kuoh terlihat sangat sombong dan itulah yang membuat semua golongan tidak suka"
"Ya. Kita harus mengadakan pertemuan secepatnya untuk membahas rencana penaklukkan Konoha, serta membahas rencana jangka panjang untuk menaklukkan Olympus dan Reliji Hindu-Buddha"
.
.
.
Sinar matahari pagi membangunkan seorang gadis yang sedang tertidur. Gadis itu mengulurkan tangannya ke nakas disamping tempat tidurnya untuk mengambil kacamata, agar penglihatannya bisa kembali sepenuhnya.
Dia baru saja bangun dari tidur, lebih tepatnya sadar dari pingsan. Melihat jam digital di nakas ternyata sudah jam 9 pagi. Sona, gadis yang baru siuman itu, sadar kalau ia pingsan sejak tadi malam ketika berada di dimensi buatan replika Kyoto. Dia sendiri saat ini belum tahu apa sebabnya, yang jelas sesaat sebelum pingsan dia tidak merasakan apapun selain rasa sakit luar biasa yang membuatnya meraung-raung kesakitan.
Setelah membenarkan piyama tidur yang sedikit berantakan, piyama yang ia yakini di gantikan oleh Queen-nya, Sona berjalan ke arah balkon kamar hotel untuk menghirup udara segar. Walau baru saja sadar, tapi otaknya sudah dipenuhi berbagai macam hal tentang masalah yang dihadapinya sejak pertama berada di Kyoto. Tentang kasus penculikan Yasakan-hime yang menurutnya masih belum selesai tuntas sampai sekarang.
"Kaichou..!"
Pekikan nyaring dari suara perempuan berambut panjang memanggil Sona dari alam pikirannya sendiri.
"Aku sudah tidak apa-apa lagi, Tsubaki. Mungkin saja migreinku kambuh tadi malam. Aku lupa membawa obatku."
"Aku tidak yakin kalau itu sekedar migrein, Kaichou. Kau kelihatan sangat kesakitan, tidak seperti kau yang mengalami migrein seperti biasanya, bahkan kau sampai pingsan karena kesakitan dikepalamu"
Sona tahu pasti kalau tadi malam itu bukanlah penyakit migrein yang sering kambuh pada saat-saat tertentu. Otaknya serasa mendidih, membuat sensasi nyeri dan rasa sakit yang luar biasa hebat hingga membuatnya pingsan, namun Sona tidak ingin membuat Tsubaki khawatir. Dia akan memikirkan ini nanti setelah urusan di Kyoto selesai, memeriksa langsung apa yang ada didalam kepalanya di rumah sakit pribadi Keluarga Sitri di Underworld.
"Sudah lah, tidak usah kau pikirkan lagi, Tsubaki."
"Tidak. Kami hanya khawatir, apalagi kau yang tiba-tiba pingsan tanpa sebab tadi malam?"
"Kami? Apa ada orang lain selain kau, Naruto-san, dan Hinata-san yang tahu aku pingsan?" Sona menatap tajam pada Tsubaki.
"I-iya" keceplosan, tapi mau bagaimana lagi?, Tsubaki tidak mungkin menyembunyikan hal ini dari Sona. "Serafall-sama tiba-tiba mencarimu, dan saat menemukanmu pingsan, d-dia sangat panik." Tsubaki menunduk dan bicara tergagap, cukup takut karena tatapan tajam yang dilayangkan Sona.
"Apa? Onee-sama? Katakan padaku bagaimana kronologis kejadiannya tadi malam setelah aku pingsan!"
"Tiga menit setelah kau pingsan, Hinata-san datang sendirian lalu mengeluarkan kita berdua dari dimensi buatan replika Kyoto, mengembalikan kita ke atap kuil diposisi awal kita menunggu. Lalu Hinata-san minta ijin pergi untuk menjemput Naruto-san. Tidak lama kemudian, Serafall-sama tiba-tiba saja datang menggunakan lingkaran sihir teleportasi dengan wajah khawatir, bersamaan dengan tibanya Naruto-san dan Hinata-san yang datang menggunakan Cube."
"Jadi Onee-sama sudah tahu kalau kita melakukan hal diluar rencana Azazel sensei?"
Tsubaki mengangguk, "Tapi dia tidak sedikitpun menyinggung masalah itu, sepertinya Serafall-sama tidak berniat memberitahukan apa yang kita lakukan dan keadaanmu sekarang pada Azazel sensei dan yang lainnya. Dia hanya memikirkanmu dan keadaanmu saja."
"Haaaahhh, syukur lah. Tapi ini cukup aneh, keberadaan Naruto-san dan Hinata-san bukan masalah, namun kedatangan Onee-sama dengan wajah khawatir, itu justru aneh. Apa dia tahu kalau aku pingsan sebelum dia menemukan kita?"
"Entahlah, Kaichou. Bisa jadi itu hanya firasat seorang kakak pada adik yang di sayanginya kan?"
"Kau benar juga, Tsubaki"
"Naruto-san juga kelihatan mengkhawatirkan keadaanmu."
"Ahh,,, uhm... Aaaaa, se-setelah itu apa yang terjadi" Sona berusaha tetap fokus pada kronologis kejadiaan saat dia pingsan, walau ucapan Tsubaki barusan mampu menggelitik hatinya.
"Kami berempat membawamu ke kamar hotel ini. Tidak lama kemudian Serafall-sama pergi sebentar, katanya dia ingin berbicara dengan Azazel sensei melaporkan kalau barikade pasukan aliansi di sekeliling Kota Kyoto gagal mencegah komplotan Cao Cao kabur. Kemudian dia kembali lagi kesini, menungguimu semalaman sampai pagi tanpa tertidur. Sekarang Serafall-sama sedang istirahat di kamar sebelah setelah aku berhasil membujuknya tidak lama sebelum kau siuman"
Sona tersenyum, begitulah sifat kakaknya.
"Serafall-sama juga tampak menyalahkan dirinya sendiri karena keadaanmu. Dia seperti kelihatan depresi dan frustasi, bahkan mengusir aku, Naruto-san, dan Hinata-san dari ruangan ini, menungguimu siuman sendirian."
"Depresi? Kau yakin, Tsubaki?"
"Hu'um... Kelihatan jelas dari wajahnya"
"Kok makin aneh ya? Biasanya dia selalu ceria, tidak pernah sekalipun aku melihat dia depresi. Walaupun punya beban berat, pasti dia simpan rapat-rapat agar tidak diketahui orang lain. Pasti terjadi sesuatu padanya."
"Mungkin saja, Kaichou. Satu lagi, Serafall-sama juga seperti sedang marah, entah ditujukan untuk siapa, dari pengamatanku dia marah pada dirinya sendiri"
"Haaaahhhh, kenapa masalah bertambah sih? Kasus penculikan Yasaka-hime saja belum sepenuhnya selesai, sekarang masalah Onee-sama?"
Sona berganti dengan seragam sekolah Kuoh Gakuen, mencuci muka sebentar lalu merapikan penampilannya.
"Kaichou, mau kemana? Kau baru saja siuman, seharusnya kau istirahat disini"
"Tidak. Tadi sudah ku katakan kan kalau aku tidak apa-apa. Aku tidak akan istirahat sebelum kasus penculikan Yasaka benar-benar ku tuntaskan. Masalah Onee-sama akan ku urus nanti"
"Serafall-sama bisa marah kalau kau pergi seenaknya"
"Kau tenang saja, aku yang akan mengurus Onee-sama kalau dia marah. Aku ingin bicara dengan Azazel sensei. Kita sampaikan laporan kita padanya sesuai rencana awal bahwa kita tidak memperoleh hasil apapun, lagipula kalau aku kelamaan disini, dia bisa curiga pada kita"
"Baiklah, aku mengerti"
.
.
.
-Unknow Place-
"Proyek Kyoto gagal, tapi rencana lain sedang dalam proses penyesuaian. Kau akan segera melihatnya, Cao Cao."
"Begitukah? Hahahaaa... Bagus, Siegfried"
"Apa ada hal lain yang kau butuhkan?"
"Tombak ini saja sudah cukup untukku"
"Tentang eksperimen di Kyoto kemarin, jadi memang benar ya kalau eksperimen kita di Kyoto tidak ada gunanya sejak awal?"
"Menjadikan Great Red sebagai terget untuk ritual pemakan naga memang tidak menguntungkan, ditambah lagi resikonya juga sangat besar untuk seluruh dunia. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada keseimbangan dimensi ruang seluruh dunia jika naga penjaga celah dimensi itu kita jatuhkan dengan ritual pemakan naga. Bisa saja kita yang akan dirugikan kalau kita benar-benar melakukannya"
"Lantas?"
"Aku hanya ingin bermain-main sebentar dengan semua golongan makhluk supranatural sebelum kita serius. Lagipula Great Red bukan ancaman bagi rencana kita. Yang dia inginkan hanyalah berenang bebas tanpa gangguan di celah dimensi. Jadi Great Red tidak perlu kita tempatkan sebagai eksistensi yang menghalangi rencana kita"
"Data yang diperoleh Georg, tentang kegagalan eksperimen, apa ada yang kau pikirkan tentang itu?"
"Georg mengatakan kalau ritual pemanggilan Great Red dengan Kyubi dan Kyoto sebagai pengganti Gerbang Naga tidak mencukupi. Kekuatan Kyubi dan Kyoto masih kurang untuk memanggil Sekiryushintei Great Red"
"Apa itu tidak aneh? Kau sudah memperhitungkan kalau ritual dengan Kyubi dan medan energi spiritual Kyoto akan berhasil kan?"
"Iya. Tapi aku juga sadar kalau peluang keberhasilannya hanya 75%. Sejak awal aku sudah tahu itu, tapi aku tetap melakukannya. Lagipula Gerbang Naga menggunakan dua Heavenly Dragon ditambah lima Dragon King, baru bisa memanggil Sekiryushintei Great Red secara sempurna, yang bahkan The God of Bible pun hampir mustahil mengumpulkan tujuh naga itu dan melakukannya. Jadi wajar saja kalau kita gagal hanya dengan Kyubi dan Kyoto"
"Aku mengerti. Jadiii,,,,"
"Ritual pemakan naga yang sebenarnya kita lakukan pada 'dia',,,, kita tidak boleh gagal apapun yang terjadi."
.
.
.
-Perfektur Kyoto-
Sekarang sudah sore, Sona dan Tsubaki beberapa saat lalu mengantar kepulangan para siswa-siswa kelas XI yang ikut darmawisata sekolah, karena sudah terlanjur ketahuan oleh para siswa kalau ketua OSIS mereka sedang di Kyoto, jadi sekalian saja melepas kepulangan mereka. Sedangkan Sona sendiri, bersama Tsubaki, Naruto, dan Hinata akan pulang langsung ke Kuoh menggunakan sihir teleportasi.
Itu yang dia katakan pada semua orang, Azazel, Serafall, dan yang lainnya. Tapi sebenarnya Sona belum berencana pulang, rasa penasarannya masih belum dituntaskan.
Kini saat waktu sudah hampir senja, Sona bersama Tsubaki, berdua saja, sedang menikmati perjalanan di lorong panjang yang terbuat dari susunan seribu gerbang merah di kawasan Fushimi Inari. Hanya berdua karena Naruto dan Hinata katanya juga sedang menikmati berwisata di Kyoto mengunjungi tempat destinasi wisata yang terpisah, katanya mengunjungi tempat romantis padang bambu Arashiyama. Maklum, Naruto belum pernah santai menikmati hal seperti berwisata sejak dia datang ke DxD Universe, itulah yang dikatakan Naruto pada yang lainnya.
"Bagaimana Kaichou, apa kau menemukan titik terang?"
Tsubaki tahu kalau kasus penculikan Yasaka yang belum tuntas masih memenuhi ruang pikiran King-nya.
"Aku masih belum menemukan jawabannya. Sekarang aku malah tambah bingung. Semakin banyak hal janggal yang kita temui, namun aku tidak sedikitpun menemukan benang penghubungnya"
"Iya, aku juga sama, masih banyak yang tak ku mengerti. Feelingku mengatakan kalau kasus ini sebenarnya disabotase seseorang sejak awal hingga akhir, mungkin dia mengendalikan semuanya"
"Hah?" Sona sontak terkejut dengan pernyataan Queennya, memang dia sudah memikirkan kalau ada yang bergerak di balik layar, tapi kalau sampai memanipulasi semua rentetan kejadian sejak awal hingga akhir, tentu saja itu sangat sukar dipercaya.
"Begini Kaichou, katamu ada seseorang di balik layar yang terlibat. Mungkin saja kan kalau orang itu yang mengatur semua kejadian pada kasus penculikan Yasaka-hime"
"Aku sudah terpikir sampai kesana, tapi kurasa itu sulit dipercaya"
"Terus kita harus mempercayai yang mana lagi? Hanya itu kemungkinan terbaik walau peluangnya hampir nol"
"Iya juga sih, Tsubaki. Kalau di pikirkan baik-baik, rasa-rasanya rencana yang di buat Cao Cao itu berjalan terlalu lancar, kecuali kebangkitan kekuatan baru Sekiryutei yang tidak diperhitungkan olehnya"
"Apa mungkin kalau sebenarnya golongan pahlawan tidak sadar kalau mereka sedang dimanfaatkan?"
"Hmmm,,,, kemungkinan seperti itu memang ada. Pointnya kembali lagi pada kasus penculikan Yasaka-hime"
"Aku setuju, Kaichou. Asumsikan kalau Cao Cao sudah memperhitungkan kedatangan Issei, Tim Gremory, Azazel-sensei dan yang lainnya dalam rangka darmawisata ke Kyoto. Apapun tujuan eksperimen yang dilakukan Cao Cao, dia menginginkan ada penonton dalam panggung eksperimennya. Issei yang sedang naik daun sebagai Sekiryutei era ini tentu menjadi titik perhatian dan menjadi penonton yang bagus, ditambah lagi adanya Azazel sensei. Cao Cao adalah orang yang penuh perhitungan dan data kemampuan bertarung Tim Gremory sejak mengalahkan Loki sudah terekspose keluar, jadi anggap saja kalau rencananya terhadap tim garis depan sudah dibuat Cao Cao dengan sangat matang"
"Itu mungkin saja. Hal lain yang terpikirkan olehku adalah perkataan Cao Cao kalau dia ingin memanggil Great Red sebagai pengganti Gerbang Naga, eksperimen menggunakan Kyubi dan medan energi spiritual Kyoto. Keberadaan Issei sebagai Naga Surgawi tentu menjadi umpan tambahan untuk Great Red agar datang, ditambah lagi disana ada Saji yang memegang Dragon King Vritra"
"Iya. Kesampingkan tentang eksperimen itu dulu. Apa kau mendapat petunjuk tentang bagaimana Yasakan-hime diculik?"
"Ingat dokumen yang kau serahkan padaku saat kita di tempat terakhir kali Yasaka-hime berada sebelum menghilang?"
Tsubaki mengangguk.
"Aku sudah membacanya, dokumen itu berisi agenda harian Yasaka-hime selama satu bulan terakhir yang dituliskan dengan detail. Dari dokumen itu, aku menemukan hal janggal. Dua minggu sebelum kasus penculikan, kegiatan harian Yasaka-hime berubah banyak dari yang biasanya."
"Maksudmu, Kaichou?"
"Yasaka-hime adalah pemimpin di Kyoto ini. Agenda hariannya pasti sudah terjadwal dan dikawal secara ketat. Namun sejak dua minggu sebelum penculikan, kegiatan Yasaka-hime lebih banyak dilakukan didalam istana, bersantai di halaman belakang, tempat dia diculik. Jika rencana Cao Cao sudah ada sejak dua minggu lalu, mereka pasti mengamati keseharian Yasaka-hime dan mencari waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Sehebat apapun Cao Cao, Yasaka-hime tetaplah seorang youkai terkuat yang kekuatannya setara dengan seekor Dragon King. Pasti tidak mudah menangkap Yasaka-hime tanpa rencana dan timing yang tepat. Lagipula, pengawalan untuk Yasaka-hime di halaman belakang istana minim sekali, tidak seperti agenda biasa yang dikawal ketat. Itulah mengapa tidak ada korban saat insiden penculikan terjadi karena aksi penculikan Yasaka-hime oleh Cao Cao dan timnya di lakukan di halaman belakang yang minim pengawalan."
"Kalau begitu, apa mungkin orang yang menyabotase bergerak lebih dahulu dari Cao Cao. Dia yang memanipulasi keadaan di Kyoto dan membuat agenda harian Yasaka-hime berubah sejak dua minggu lalu. Tidak mungkin kan kalau terjadi perubahan kegiatan harian yang begitu drastis tanpa sebab?"
"Itu asumsi terbaik saat ini, Tsubaki. Insiden ini sudah aneh sejak awal, ditambah lagi bagian akhirnya juga sangat aneh. Ini menambah keyakinanku kalau penculikan Yasaka-hime disabotase untuk tujuan tertentu."
"Apa lagi yang kau dapat selain hal tadi, Kaichou?"
"Saat kita berbicara dengan Azazel sensei tadi, kau menyadarinya kan? Azazel sensei tampak bertambah beban pikirannya. Harusnya dengan selesainya insiden ini, Azazel sensei kelihatan lega, tapi ini sebaliknya, sama sekali tidak wajar kan?"
"Ya. Berarti Azazel sensei juga menyadari kalau kasus ini belum selesai sepenuhnya. Apa kau bisa memperkirakan rencana Azazel sensei selanjutnya?"
"Itu tidak mungkin, Tsubaki. Pak tua mesum itu terlalu jenius untuk dapat ditebak isi pikirannya. Selain itu aku juga melihat ada yang aneh dari Onee-sama seperti yang kau katakan pagi tadi. Kakakku seperti orang depresi berat, walau tingkah cerianya masih sama, tapi aku yang mengenalnya sangat lama tetap merasakan ada perubahan darinya. Aku yakin depresi yang di alami Onee-sama tidak hanya karena aku pingsan, tapi juga berkaitan dengan kejadian di Kyoto dan mungkin masalah lain yang jauh lebih berat lagi"
"Artinya dua orang dewasa itu tahu banyak tentang sesuatu yang tidak kita ketahui?"
"Pasti. Satu hal lagi, Tsubaki. Ini berkaitan dengan hasil pengamatanku pada Kyubi Yasaka yang mengamuk dibawah kendali Cao Cao saat di dimensi buatan tadi malam, sebelum aku pingsan."
"Apa lagi, Kaichou?"
"Tadi siang saat kita mengunjungi perpustakaan kaum Youkiai di Ibukota Pusat Kyoto, aku sempat memeriksa buku catatan statistik kekuatan sejati dari Youkai terkuat Yasaka-hime. Setelah membandingkan dengan hasil pengamatan di lapangan, aku sadar kalau kekuatan Yasaka-hime yang mengamuk dan dikendalikan Cao Cao tidak keluar secara penuh, bahkan belum sampai setengahnya. Lalu saat penyusunan strategi, Azazel sensei memberitahukan adanya perubahan aliran energi pada medan spesial Kyoto yang menuju istana Nijou tempat Yasaka-hime disembunyikan, namun setelah ku ingat-ingat dan mengamati langsung kebeberapa tempat mistis penghasil energi seperti yang kita lakukan sekarang ini, di Fushimi Inari ini, sebenarnya perubahan aliran energi tidak terlalu signifikan, maksudku cukup signifikan tapi tidak berubah total. Jika Yasaka-hime memang di culik dan disembunyikan di Istana Nijou, seharusnya aliran energi medan spesial Kyoto berubah total kan?"
"I-iya"
"Aku yakin Azazel sensei dan Onee-sama tidak menyadari hal ini, mereka hanya tahu tentang adanya perubahan arah aliran energi namun tidak menyelidiki sampai seberapa parah level perubahannya. Mungkin karena Azazel sensei hanya berfokus untuk menemukan tempat Yasaka-hime di sembunyikan, jadinya dia hanya melihat kemana arah aliran energi yang berubah, tanpa menyelidiki lebih jauh berapa banyak kuantitas energi yang berubah alirannya"
"Aku pikir ini ada hubungannya dengan kegagalan Cao Cao memanggil Great Red. Iya kan kaichou?"
"Iya, pasti. Kalau perhitungan Cao Cao benar, seharusnya Great Red sudah pasti datang. Namun terjadi hal di luar perhitungannya. Satu-satunya jawaban sementara yang dapat ku pikirkan adalah, Yasaka-hime yang diculik Cao Cao adalah Yasaka-hime palsu. Maka dari itulah, eksperimen Cao Cao gagal karena hanya menggunakan tiruan Yasaka yang memiliki kekuatan tidak lebih dari setengah kekuatan Yasaka-hime asli"
"Apa mungkin begitu?" tanya Tsubaki.
"Siapa yang tahu kan? Ada yang menculik Yasaka-hime lebih dulu dari Hero Faction, kemudian menggantikannya dengan orang lain yang menyerupai Yasaka-hime?"
"Kalau begitu, Yasaka-hime yang asli masih dalam bahaya. Yang diselamatkan tim garis depan dan sekarang berada di Istana Youkai bukanlah Yasaka-hime, melainkan orang lain. Bukankah begitu?"
"Oh God,,, ternyata kasus ini memang belum selesai. Malah bertambah rumit." Sona merutuk karena pemikiran barunya ini.
"Apa bisa kita anggap kalau seseorang di balik kasus ini, orang yang bergerak di balik layar, jauh lebih hebat dan berbahaya dibanding teroris Hero Faction dan kekacauan yang dibuatnya?"
"Umm,,, aku juga berpikiran seperti itu, Tsubaki. Tapi sehebat apapun dia, tetap saja masih ada celah, dia tidak bisa memanipulasi total seluruh medan energi spiritual Kyoto. Jadi ayo sekarang kita ke Istana Youkai. Kita akan memastikan kebenaran tentang Yasaka-hime."
"Baiklah.."
Drrrtttt...
"Tunggu!"
Sona berhenti, tidak jadi meninggalkan kawasan Fushimi Inari karena smartphonenya bergetar, tanda ada pesan masuk.
From : Naruto-san
Subject : Urgent
Message : Kuil Perak Ginkaku-ji, malam ini pukul 19.30
Sona langsung heran, tidak pernah Naruto langsung yang mengirim pesan pada dirinya, biasanya pasti dari nomor Hinata. Dia memang memberikan dua smartphone masing-masing satu untuk dipegang oleh Naruto dan Hinata, tapi karena Naruto susah mengerti teknologi, jadi hanya smartphone Hinata yang sering aktif dan menghubunginya.
Beberapa saat kemudian, Sona tersenyum. "Kita putar haluan, dua jam dari sekarang kita harus ada di Ginkaku-ji"
"Hah? Kita tidak jadi ke Istana dan memeriksa Yasaka-hime?"
"Tidak perlu, kalau kita melakukan itu malah kita akan di curigai dan mungkin mendapat masalah nanti. Akan lebih baik kalau menemui Naruto-san. Dia pasti punya jawabannya, atau hal lain mungkin."
"Ha'i, Kaichou"
.
.
.
Ke sebuah hotel mewah berarsitektur modern di pusat Kota Kyoto, seorang pria paruh baya berambut perak yang menggunakan masker sedang duduk santai di kursi yang terletak di balkon kamar yang berada di lantai 46, kamar mewah tipe Luxury Deluxe. Menikmati pemandangan matahari terbenam dari sana, lumayan untuk melepas kepenatan setelah pekerjaannya seharian.
Sedangkan tidak jauh dari pria paruh baya tadi, ada seorang pemuda berkulit putih pucat dengan iris mata dan rambut berwarna hitam legam. Berdiri dengan senyum khas yang tidak pernah luntur dari bibirnya.
Seorang wanita memakai yukata pelayan datang, lalu membawakan nampan berisi teh hangat dan makanan kecil, meletakkannya di meja di depan pria paruh baya tadi.
"Terima kasih, nona rubah api"
"Emmm, panggil saya Hiyori saja, Hokage-sama. Yasaka-himesama juga selalu memanggil saya begitu"
Nona yang berwujud seperti manusia berumur 2o tahunan, dengan rambut merah dan iris mata berwarna merah, adalah salah satu pelayan kepercayaan yang mengabdi penuh hanya kepada Yasaka-hime.
"Baiklah. Ada sesuatu yang ingin kau katakan, Hiyori-san?"
"Iya, Hokage-sama" Hiyori mengangguk, "Saya membawakan pesan dari Yasaka-himesama, beliau ingin bertemu dengan anda malam ini di istana"
"Sampaikan padanya, aku pasti datang"
"Ha'i"
Hiyori pun berjalan mundur sedikit, lalu menghilang dalam kobaran api. Ciri khas dari youkai rubah api.
Kakashi, pria paruh baya itu, tersenyum senang, penuh kemenangan.
Tidak lama kemudian, satu pemuda lain lagi yang juga ada disana, yang sejak tadi duduk di Sofa bangkit berdiri. Entah karena apa dia tampak gelisah.
"Ada apa, Sasuke?"
"Aku ingin pergi, sepertinya ada sesuatu yang harus ku selesaikan"
"Hm?" Kakashi tidak langsung mengiyakan, tapi sesaat kemudian, "Pergilah, selesaikan saja urusanmu"
Kakashi mengijinkan muridnya pergi, lagipula tidak ada sesuatupun yang membuatnya tidak menaruh kepercayaan pada Sasuke.
Sasuke pergi dengan kamui, hilang dalam pusaran distorsi ruang menuju suatu tempat.
"Nah Sai, tidak masalah kan kalau kita pergi berdua saja ke Ibukota Pusat kaum Youkai Kyoto menemui dan berbicara dengan Yasaka-himesama?"
"Tentu saja tidak masalah, Hokage-sama"
.
.
.
Malam bulan purnama, langit cerah bertabur bintang. Tidak ada sedikitpun awan yang menghalangi sinar bulan. Sinar itu masuk lewat celah-celah di Kuil Perak Ginkaku-ji. Semua cahaya yang masuk kemudian di biaskan oleh partikel-partikel pasir yang berasal dari gundukan pasir di halaman depan kuil. Cahaya yang dibiaskan akan tampak berkilau warna putih sehingga tampak seperti kilauan perak.
Sasuke, sedang duduk tenang disana, di atas batu yang terletak di pinggir kolam. Hanya dia sendirian karena malam ini kuil Ginkaku-ji ditutup untuk umum. Sasuke tampak sedang menunggu seseorang, yaitu sahabat paling dekat dengannya. Dia sudah tahu dengan pasti kalau Naruto terlibat lagi dalam urusan makhluk supranatural, kali ini insiden di Kyoto. Hal ini memang di luar perkiraannya, tapi sepertinya Naruto mampu mengerti situasi dengan cepat. Jadinya dia, Kakashi, dan Sai tidak memusingkan keberadaan Naruto.
Lagipula apa yang dilakukan Naruto tidak menganggu rencana yang telah mereka bertiga susun di Kyoto ini, ditambah lagi dirinya sendiri tidak ingin menganggu rencana yang mengharuskan Naruto dan Hinata berhubungan dengan makhluk supranatural. Intinya selama ia, Kakashi, dan Sai tidak saling bentrok dengan Naruto dan Hinata dalam hal kepentingan, maka tidak perlu ada hal yang harus dikhawatirkan.
Namun kali ini, Sasuke bertindak sendiri di luar perintah Kakashi. Malam ini, sebut saja dia rindu dengan sahabat pirang yang selalu dia panggil 'Dobe'. Dia juga ingin menyapanya, sudah lama tidak bertemu dan ada perasaan kecil disudut hatinya yang mengatakan bahwa dia memang harus datang kesini, seperti mendapat pesan untuk bertemu dan bertegur sapa. Katakan lah itu ikatan antar saudara yang tersampaikan lewat telepati tanpa tersadari.
Lama hening, hingga tiba-tiba tidak jauh dari posisi Sasuke, muncul lingkaran sihir teleportasi, warnanya biru dan itu adalah simbol keluarga iblis Sitri. Sasuke bangkit berdiri di sisi kolam, memasang posisi siaga tempur. Tangan kanannya sudah memegang gagang Kusanagi no Tsurugi yang tersarung di pinggangnya di balik jubah panjang yang ia kenakan. Sasuke sama sekali tidak ingin pergi atau pun bersembunyi karena dia merasa paling berhak atas tempat ini, dialah yang datang lebih dulu.
Dari lingkaran sihir itu, muncul lah dua orang gadis berambut hitam, keduanya memakai kacamata. Sona dan Tsubaki. Ketika melihat ke sekeliling, alangkah terkejutnya saat dua gadis itu mendapati seorang pemuda yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Uchiha Sasuke...!"
Sona masih ingat dengan jelas wajah itu, wajah manusia yang pernah mengacaukan pertemuan tiga fraksi di Kuoh, membuat gempar ras Iblis di Underworld, bahkan ras dan golongan lain pun tak kalah hebohnya.
Tsubaki yang tahu situasi langsung mensummon senjatanya, sebuah Naginata yang menjadi keahlian bertarungnya.
Namun Tsubaki terlambat, Sasuke sudah didepan Sona dan menghunuskan pedang Kusanagi no Tsurugi.
Sasuke adalah agen pencari informasi bagi Konoha. Karena itu lah ketika dia terlihat oleh musuh, maka sudah menjadi aturan tetapnya untuk melenyapkan orang itu demi menghindari masalah berbuntut panjang, membunuhnya tanpa meninggalkan jejak seperti yang pernah ia lakukan di kediaman iblis Glaysa-Labolas. Lagipula Dewan Konoha sendiri sudah sepakat memutuskan bahwa Aliansi Tiga Fraksi adalah musuh Konoha, sehingga dia mempunyai otoritas untuk mengeksekusi ditempat siapapun yang menjadi penghalang tugasnya.
Sedikit lagi, Kusanagi no Tsurugi mengenai leher Sona. Sona sendiri sudah pasrah, tak sempat melakukan apapun karena kecepatan Sasuke yang tidak masuk akal baginya.
trannkk...
Sebilah kunai berhasil menyelamatkan leher Sona, menghentikan laju sisi tajam Kusanagi no Tsurugi yang terhunus.
Seseorang merangkul Sona dari belakang dan satu tangannya lagi yang memegang kunai untuk menahan tebasan pedang Sasuke.
"Hentikan, Teme. . . .!"
"Dobe/Naruto-san . . . .?"
Sasuke melompat, mengambil sedikit jarak namun tidak melepaskan posisi siaganya.
"Apa maksud semua ini, Dobe?"
"Err,, Naruto-san. . . .?"
Sona merasa agak kurang nyaman dengan posisi ini. Ini bukan pertama kali dia berada dalam posisi yang lumayan intim ini dengan seorang Naruto, tapi setiap kali ada insiden seperti ini, selalu membawa efek aneh pada hormon ditubuhnya.
Dari kejadian ini, Sona langsung bisa mengambil kesimpulan kalau Naruto adalah bagian dari Konoha. Jelas-jelas didepan matanya kalau Naruto dan Sasuke punya hubungan dekat, walaupun saling memanggil dengan ejekan, tapi Sona sadar itu adalah sapaan akrab dua orang bersahabat. Hal lain yang menguatkan pemikiran ini adalah aura kekuatan dari tubuh Naruto dan Hinata sebelum di konversikan menjadi aura iblis dengan konverter buatan Maou Ajuka terasa sangat mirip dengan yang di keluarkan oleh Sasuke.
Jadilah sekarang walau lagi-lagi Naruto menyelamatkannya, tetap ada perasaan marah pada Naruto yang telah menipunya mentah-mentah. Naruto bagian dari Konoha yang menapaki jalan berbeda dengan jalan perdamaian yang di ambil Aliansi Tiga Fraksi. Tapi walaupun begitu, kejadian ini belum memupuskan semua kepercayaan yang Sona miliki untuk Naruto.
Sasuke sendiri, ia tahu pasti kalau Naruto dan Hinata bukanlah bawahan asli seperti budak-budak yang diikat dengan sistem evil piece. Dia secara pribadi masih belum terima sepenuhnya kalau Naruto dan Hinata berhubungan baik dengan ras iblis yang sekarang sudah ditetapkan sebagai musuh Konoha. Entah apapun misi yang dijalankan oleh sahabatnya ini, walaupun ia tidak mempermasalahkan apa yang Naruto lakukan, tapi tetap saja dia agak sedikit kecewa karena bukan dirinya ataupun teman-teman dari Konoha yang dilibatkan melainkan Iblis.
"Tidak ada yang harus diributkan. Aku lah yang mengumpulkan kalian semua disini" kata Naruto tegas.
"Naruto-kun. Kau tidak mengatakan apa-apa tentang ini padaku!"
Seorang gadis tidak jauh dari mereka semua, menunjukkan ekspresi tidak senang. Gadis berambut indigo panjang.
"Maaf Hinata. Kalau aku mengatakan ini di awal, kau pasti menolak"
Hinata awalnya tidak tahu apa-apa, dia hanya mengikuti suaminya yang malam ini tiba-tiba mengajaknya kesini, ke kuil Ginkaku-ji.
Semua orang menatap kearah Naruto, fakta bahwa pria berambut pirang ini adalah satu-satunya orang yang menyebabkan mereka berkumpul membuat hanya Naruto yang bisa dimintai penjelasan.
Naruto menarik nafas, "Baiklah. Aku mengumpulkan kita semua disini, karena ada sesuatu yang ingin ku beri tahukan pada kalian, dan apa yang sebenarnya aku dan Hinata lakukan selama ini, sejak tiba di dunia penuh makhluk supranatural"
"Naruto-kun..! Tidak,,, ini di luar apa yang kita rencanakan. Aku tidak setuju!"
Hinata tampak sangat tidak terima, ekrepsi marah tergambar jelas di wajahnya. Mungkin ini pertama kalinya dia marah pada Naruto. Hal ini membuat tatapan Naruto terfokus pada Hinata.
Sedangkan Sona, Tsubaki, dan Sasuke, hanya menunggu. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Sona sudah sadar kalau Naruto dan Hinata menyembunyikan banyak hal darinya, dan kalau Naruto ingin jujur, dia tentu menerimanya dengan senang hati dan memaafkan Naruto yang jelas-jelas sudah menipunya sejak awal membuat kesepakatan.
Ada banyak hal yang tidak Sona mengerti sejak berhubungan dengan kedua peerage palsunya ini, dan ia ingin semuanya menjadi jelas. Selama kenal dengan pria bernama Naruto, Sona merasa, Sona tahu, dan dia yakin kalau Naruto bukanlah orang dengan niat jahat dan merugikan orang lain walau apapun yang Naruto sembunyikan. Maka dari itulah, Sona sudah menaruh kepercayaan pada Naruto sejak lama. Hanya pada Naruto, namun tidak untuk Hinata. Sebagai sesama gadis, Sona menyadari kalau Hinata tidak jauh beda dari dirinya, sifat licik yang ia miliki juga ada pada diri Hinata.
Sasuke, tidak mempermasalahkan apapun yang ingin diberitahukan oleh Naruto. Baginya, Naruto punya pendirian dan itu tidak pernah salah. Ia hanya ingin membantu dan berguna untuk seorang sahabat yang sudah sangat banyak menoreh jasa pada hidupnya. Hanya hal itu saja yang dipikirkan di otaknya, kalaupun ada masalah dengan Hinata, ia yakin Naruto pasti bisa menyelesaikannya. Ini saja sudah membuat perasaan kecewa yang tadi berkecamuk di hatinya lenyap tanpa sisa.
Naruto menarik nafas dalam dengan mata menatap intens ke arah istrinya. Sesuatu yang dia inginkan tidak pernah berjalan mulus, bahkan istrinya sendiri menghalanginya. Dengan tangan terkepal, dia yakin dapat merubah pendirian Hinata.
"Hinata. Aku mengerti apa yang ku lakukan ini akan merusak rencana yang sudah susah payah kau susun sejak lama. Tapi tolong,,,,, ku mohon..."
"Kau mau rencana kita gagal hah?"
Hinata tidak terima. Dia paham sekarang, akan keinginan Naruto untuk membeberkan semua rahasia yang selama ini mereka simpan dan apa yang telah mereka rencanakan kepada orang lain. Kalau pada Sasuke, walaupun Hinata tidak bisa percaya namun itu masih bisa ditolerir. Tapi ini benar-benar kelewatan sampai ingin memberitahu Sona juga, iblis yang seharusnya ia manfaatkan, bukannya malah di jadikan partner.
"Percaya padaku, Hinata!"
"Aku selalu mempercayaimu, tapi aku tidak bisa mempercayai mereka" Hinata menunjuk tiga orang selain dia dan suaminya yang ada disana, Sona, Tsubaki, dan Sasuke.
"Kenapa kau jadi keras kepala begini sih?" Naruto jadi pusing menghadapi tingkah Hinata. Baru pertama kali dia dihadapkan pada pribadi Hinata yang seperti ini.
"Aku tidak keras kepala, kau saja yang berubah pendirian, kau seolah melepas jalan ninjamu yang selalu kau pegang teguh dan tidak akan pernah kau lepaskan. Aku hanya mempertahankan apa yang sudah kita buat dan rencanakan"
"Aku tidak ingin misi kita gagal..."
"Justru apa yang kau inginkan ini bisa membuat semuanya tambah rumit dan berakhir gagal, Naruto-kun"
"Kita tidak bisa berjuang sendiri saja, harus ada orang lain yang membantu kita. Berjuang sendiri hanya akan berbuah kegagalan. Kau masih ingat kan? Aku yang dulunya terpuruk dan paling tidak diinginkan, bisa menjadi aku yang sekarang ini karena kau, Hinata,,, Karena semua orang yang membantuku dan menjadi temanku. Tanpa itu semua, aku bukan lah apa-apa"
"..."
"A-aku,,, aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Aku bukan orang jenius yang sanggup memikirkan banyak hal. Tapi aku sudah memikirkan semua ini matang-matang, lagipula semakin kesini semuanya semakin rumit, semakin tidak aku mengerti, dan aku merasa tidak akan sanggup menyelesaikan misi ini kalau hanya kita berdua yang mengerjakannya" dengan wajah serius, Naruto terus mencoba meyakinkan istrinya. Sampai saat ini, ia sama sekali tidak memiliki alasan bagus dan logis untuk melawan logika Hinata, atau bisa dikatakan kalau logika Hinata sejak awal memang tak terbantahkan, jadi dia hanya menyampaikan apa yang dia rasakan.
". . . . ." Hinata hanya memalingkan wajahnya, tidak ingin menatap pada Naruto.
"Hinata. Tatap aku!" Naruto memegang kedua pundak Hinata, membuat mata istrinya kembali menatap kearah dua bola mata birunya, "Dengarkan aku..! Percayalah. Ini yang terbaik,,, aku memang tidak sepertimu yang bisa berpikir jauh kedepan dan menyusun rencana sehebat yang kau buat. Tapi aku yakin, hatiku mengatakan, nurani membimbingku, takdir membawaku, bahwa ini lah yang terbaik"
Hinata menundukkan kepalanya, setelah lima menit baru kemudian dia jawaban dengan anggukan pelan.
"Arigatou, Hinata. Kau mau mempercayaiku" kata Naruto, lalu memeluk Hinata erat-erat.
'Maaf Naruto-kun. Apapun yang terjadi, aku akan tetap pada rencanaku.' kata Hinata dalam hati.
Hinata tidak akan pernah sanggup menolak keinginan suaminya. Mungkin besok-besok dia harus mengatur ulang apa yang ia rencanakan. Baginya, misi ini bukan hanya sekedar menyelesaikan masalah dan mencegah 'sesuatu' yang paling buruk terjadi, tapi ada hal lain yang lebih penting dari itu semua. Seperti yang ia pikirkan sejak awal, Naruto itu naif maka dari itulah dia akan melakukan apapun untuk pria naif itu. Masalah yang sebenarnya tidak sesederhana yang suaminya pikirkan, dan penyelesaiannya pun tidak sesimpel yang suaminya akan lakukan. Hinata punya solusi yang menurutnya lebih baik daripada solusi yang di ambil oleh suaminya.
Setelah semuanya tenang, Naruto melepas pelukannya pada Hinata. Menatap ke arah Sasuke, Sona, dan Tsubaki yang menunggunya sejak tadi.
"Aku yakin kalian bertiga ingin tahu semuanya. Jadi mulai saat ini, tidak akan ada yang kurahasiakan lagi. Lalu aku juga butuh bantuan dari kalian"
Sasuke tentu saja bantuan yang sangat dibutuhkan oleh Naruto. Sedangkan Sona dan Tsubaki, entah datang darimana, Naruto yakin kalau dua iblis ini dengan sukarela akan membantunya dengan semua yang mereka punya.
Hinata membuka telapak tangan kanannya, dari sana keluar Cube yang selama ini ia simpan didalam tubuhnya. Benda berbentuk kubus berwarna darksteel atau hitam metalik yang bergerak berputar-putar diatas telapak tangan Hinata. Benda itu lebih tepatnya menyerupai sebuah rubik dengan 7x7 petak piece disetiap sisinya dan memiliki ukiran aneh disetiap petak. Rubik yang ukurannya pas ditelapak tangan itu belum terselesaikan puzlenya. Hanya seorang Hyuga dengan chakra Ootsutsuki lah yang bisa menggunakan benda itu.
Setelah Hinata mengutak-atik susunan Cube, cahaya menyilaukan keluar, hingga cahaya itu menelan lima orang yang ada disana, bersinar lebih terang dan ketika cahaya itu hilang, tidak ada apapun lagi, lima orang tadi sudah lenyap dari Ginkaku-ji bersamaan dengan hilangnya cahaya menyilaukan itu.
Sona membuka matanya.
"Dimana ini?"
Tentu saja Sona bingung. Dia sekarang berada di sebuah tempat tanpa batas seperti tengah berada di ruang angkasa yang berhias kerlap-kerlip bintang. Kakinya berpijak disebuah lantai kerakmik berbentuk bujur sangkar transparan. Tidak ada apapun disana selain kehampaan.
Sasuke maupun Tsubaki juga telah membuka matanya. Ekspresi yang tercetak diwajahnya tidak jauh berbeda dengan Sona.
"Ini adalah dimensi khusus yang berada didalam inti Cube yang dikendalikan oleh Hinata. Benda besar disana, itu lah wujud Cube yang sebenarnya" ungkap Naruto sambil menunjuk benda besar yang melayang di atas mereka, menjawab kebingungan tiga orang yang baru pertama kali dia ajak kesini.
Di tengah dimensi ruang, ada benda seperti rubik, persis sama dengan Cube besera relief yang menghiasinya, hanya saja ukurannya jauh lebih besar, mungkin lebarnya sekitar 10 meter.
"Tunggu dan lihat saja" kata Hinata. Dia lalu merentangkan tangannya kearah Cube raksasa serta Byakugan aktif di kedua bola matanya. Susunan piece disetiap sisi Cube bergerak dan mengatur ulang membentuk susunan lain, membentuk relief-relief aneh yang tak seorangpun mengerti kecuali Hinata.
Ketika sebuah relief tertentu terbentuk, Cube itu bergetar, kemudian timbul berkas cahaya yang turun ke lantai dimensi khusus inti Cube . Lalu berkas cahaya membentuk sebuah hologram tubuh seorang gadis mungil berkacamata dengan rambut pendek bewarna abu-abu sedikit keunguan. Gadis itu memakai seragam sailor putih dengan bawahan rok pendek biru dibalut blazer coklat.
Gadis itu berucap, "Hmmm,,, jumlah orang yang kesini bertambah dari yang terakhir kali. Baiklah, aku akan memperkenalkan diri lagi. Aku Yuuki Nagato, program AI yang disematkan kedalam inti Cube, sebagai pemberi informasi sekaligus penghubung kepada pemegang Cube untuk mengakses Cardinal System yang mengatur seluruh sistem multiuniverse."
.
.
.
TBC...
.
Note : Ossshu, ketemu lagi. Muehheheheee.
Kita ringkas chapter ini yaa karena ada banyak hal yang dibahas. Ada rencana Aliansi Tiga Fraksi yang semakin menjadi-jadi, Cao Cao yang ternyata baru saja mengungkapkan rencana sebenarnya, Sona yang semakin dekat dengan konspirasi Kyoto, Kakashi yang muncul sebentar dengan banyak pertanyaan, serta Naruto yang akan mengungkapkan sebuah rahasia besar walau sempat bentrok dengan pendirian Hinata. Jangan lupakan kalau akhir chapter kemarin tentang Sakra yang menjalin komunikasi dengan Hades untuk sebuah tujuan terselubung. Chapter depan, kita akan mengeksekusi tiga dari enam masalah tadi, mengupas habis rahasia dari misi besar NaruHina, dan ditambah satu buah kejutan yang tak akan pernah disangka-sangka.
Konflik itu udah cukup rumit, lalu untuk konflik-konlik lama seperti interaksi Sasuke-Sairaorg atau konflik apapun, aku harap reader sekalian mau mengingatkan kalau ada yang tertinggal. Konflik sekecil apapun harus tetap ada penyelesaiannya, biar kita sama-sama menyelesaikan fic ini tanpa kurang apapun. Jadi aku mohon bantuannya ya.
Ada yang masih ingat chapter 4? Disana chara baru dari Cube sudah pernah muncul tapi belum sempat memperkenalkan diri. Dia chara yang ku ambil dari anime lain, ga ada hubungannya sih, cuma minjam nama dan penampilannya doang. Yang nonton anime Suzumiya Haruhi, pasti tahu chara itu. Search aja di google pic kalau mau tahu gambarnya. Kita akan membahas habis semua tentang Cube di chap depan beserta dengan sistem multiuniversenya.
Bagian paling akhir dari chapter ini, Cardinal System. Tentang teori makhluk lima dimensi akan mengarah kesitu. Anggap saja Cardinal System adalah makhluk lima dimensi didalam fic ini.
Ulasan review :
Chapter kemarin ternyata cukup kontroversial. Pertama berkaitan dengan teori makhluk lima dimensi. Oke, ini hanya teori fiksi ilmiah, dan kuharap jangan ada yang mengaitkannya dengan Keyakinan Beragama yang kita anut. Aku mohon maaf kalau kata-kata yang kutulis di chapter kemarin terlalu menyerempet kepada Keyakinan kita. Makhluk lima dimensi cuma ada di fic ini, dan dibentuk dalam versi Cardinal System. Kedua, pengkarakteran Hinata jadi perdebatan, ada yang suka ada yang tidak. Wajar sih, pengkarakteran dia berubah jauh dari canon buatan MK. Aku membuatnya begitu hanya untuk tuntutan peran saja. Secara garis besar fic ini ada dua konflik, ada konflik global yang cukup rumit dan melibatkan semua golongan makhluk supranatural termasuk Konoha yang aku pernah sebutkan akan berujung pada perang yang jauh lebih besar dari Great War, dan ditambah konflik internal NaruHina. Ada yang bilang kalau Hinata jadi kelihatan antagonis super, tapi sebenarnya bukan seperti itu, Hinata bukan dark, dan alasan dia berbuat seperti itu tidak sesimpel kelihatannya.
Ada yang ngasih istilah The True God untuk makhluk lima dimensi. Boleh, terima kasih atas usulnya, anggap saja Hinata ingin jadi itu, tapi untuk suatu tujuan yang mengharuskannya begitu. Yang menganggap rencana Hinata tidak mungkin terlaksana, tidak bisa dibenarkan juga. Rencana Hinata sudah perfect, tinggal siapa aja lagi yang sanggup menghalanginya. Satu lagi, jangan pernah kaitkan Hinata dengan Kaguya, apalagi disamakan karena Kaguya dan Hinata di fic ini jauh berbeda. Tentang bagaimana Naruto menghadapi perubahan Hinata ini, nantikan saja kelanjutan ceritanya. Oh iya, tentang apa yang sebenarnya diinginkan Hinata, kalian pegang aja kalimat ini, 'Hanya dengan niat dan cara yang baik saja, akhir yang baik bisa didapatkan'.
The Time Extra, yang nebak kelemahannya masih belum ada yang tepat. Berkaitan dengan usia, okeh itu benar tapi menurutku itu hanya efek samping bukan kelemahan. Jadi begini, Extra Time untuk kemampuan itu mengambil waktu hidup Hinata. Takdir umur itu suatu ketetapan tidak bisa diubah. Misal umur Hinata 60 tahun, jika 10 tahun digunakan kedalam Extra Time dengan The True Tenseigan, maka di waktu normal Hinata akan mati di usia 50 tahun walau sebenarnya Hinata sudah menjalani waktu selama 60 tahun. Itu hanya efek samping ya, masih ada kelemahan lain yang fatal dari The True Tenseigan. Kuberi klu aja, 'kelemahannya bisa juga sebagai kelebihan'.
Lalu, kayaknya aku sama sekali ga pernah deh menyebutkan kalau battle NaruHina didepan 'Para Iblis'. Cek lagi deh yaaa. Aku bukan tipe suka ingkar janji, dan aku pun bukan orang yang suka membuat janji.
Ending,,,,, berujung tragedi? atau Sad Ending? hahahahahaaa... Pikirin aja deh kalian. Aku sendiri bukan tipe yang suka Sad Ending, tapi aku juga bukan orang yang dengan segitu mudahnya memberikan Happy Ending. Tunggu saja deh, aku kasih spoiler aja yaitu konflik internal NaruHina akan menjadi pengakhir cerita ini.
Itu saja yang bisa ku ulas, yang belum terjawab dan masih penasaran, maaf yaa. Review chapter kemarin banyak yang nulis panjang, seneng sih di aku-nya, pengen bahas semuanya, tapi jujur itu membuat aku sendiri bingung dan pusing harus menulis apa disini. Heheeee...
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
