Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 29 April 2016
Happy reading . . . . .
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 38. Kasus Penculikan di Kyoto Part 7 - True End of The World.
-Istana Yasaka, Ibukota Pusat Kaum Youkai Kyoto-
Bertempat di salah satu ruangan, didalam istana megah khas Jaman Edo, Istana sang pemimpin kaum Yaokai, ada sepasang perempuan beda umur.
"Okaa-sama..."
"Iya, Kunou-chan."
Pasangan ibu dan anak, mereka sedang duduk nyaman di ruang terbuka yang menghadap ke taman belakang. Sang ibu duduk di atas tatami sederhana, sedangkan si anak duduk dipangkuan ibunya. Mereka berdua sedang menikmati pemandangan langit malam bertabur bintang.
"Okaa-sama sudah sehat kan?"
"Iya, hime sayang. Okaa-sama sudah tidak apa-apa lagi."
"Jangan membuatku khawatir lagi, aku tidak ingin kehilangan Okaa-sama."
"Tentu saja, Okaa-sama janji tidak akan meninggalkanmu."
Yasaka mencium kepala Kunou, lalu mengelus lembut rambutnya.
"Oh iya, ada sesuatu yang harus Okaa-sama kerjakan. Jadi tidak apa-apakan, Kunou-chan tinggal sebentar?"
"Tapi tidak lama kan?" Kunou memasang raut enggan. Masih terasa kekhawatiran di hatinya kalau-kalau ibunya di culik lagi seperti kemarin.
"Okaa-sama janji akan selalu didekatmu. Lebih baik kau segera tidur."
"Enggak mau ah, aku mau menunggu Okaa-sama disini."
"Ya, sudah. Okaa-sama tidak akan memaksamu."
Yasaka berdiri lalu berjalan keluar, meninggalkan putrinya yang masih asik memandang langit malam berbintang.
Di luar dia bertemu dengan beberapa pelayannya, menyapa para pelayan agar tidak usah lagi mencemaskannya, memberitahukan bahwa ia sekarang sudah baik-baik saja dan pulih sepenuhnya.
Hingga sekarang Yasaka sampai di ruangan pribadinya. Ruangan khusus yang hanya ia sendiri boleh masuk, bahkan pelayan yang paling dia percayai sekalipun tidak pernah masuk kesini, termasuk putrinya sendiri. Ruangan pribadi dengan kekkai khusus sehingga orang diluar tidak akan tahu apa yang terjadi didalam, dan sihir teleportasi pun tidak berlaku didalam sana. Ruangan pribadi yang paling aman dari sentuhan orang yang tidak di ijinkan oleh pemiliknya.
Membuka pintu, Yasaka masuk kedalam, menutup pintunya lagi, hingga ia berada di ruangan yang tampak gelap. Tidak seberapa lama, ruangan itu menjadi terang berkat lentera yang menyala di setiap sudut ruangan.
Perlahan tubuh Yasaka yang asalnya padat, berubah menjadi lunak, kehilangan warna sehingga tampak seperti air. Berangsur-angsur meleleh, jatuh ke lantai lalu lenyap begitu saja, menyisakan sebuah kertas dengan aksara rumit dihiasi sebercah darah. Itu kertas segel...!
"Chi-Bunshinnya berkerja dengan baik. Rencana berjalan mulus tanpa halangan."
"Iya,,, aku baru tahu ternyata ada teknik semacam itu."
Tidak jauh dari tubuh Yasaka yang lenyap, ada sebuah meja rendah, dengan seperangkat alat minum teh diatas meja, serta seorang pria berambut perak dan wanita bertelinga rubah duduk berhadapan. Di pojok ruangan, ada pemuda berkulit pucat berdiri dengan tenang.
"Yasaka-himesama, kurasa keberadaanku disini sudah tidak diperlukan lagi."
"Tidak usah terburu-buru begitu, Kakashi-san." Yasaka menyodorkan secawan teh hijau lagi, "Silahkan diminum."
"Terima kasih."
"Sama-sama, tidak percuma aku memberikan kepercayaanku pada kalian."
Setelah meneguk teh sampai habis, Kakashi mengembalikan cawan teh yang sudah kosong. Maksudnya minta diisikan lagi, hokage tak tahu malu.
"Ah ya, ini tidak hanya untuk Konoha saja, tapi untuk Kaum Youkai juga. Kita tidak boleh tunduk sebelum memberikan perlawanan pada mereka." kata Kakashi dengan ekspresi bersemangat, tampak kontras dengan kantong matanya yang menghitam.
Yasaka tertawa anggun sebagai tanggapan, "Ufufufuuuu,,, ya aku tahu. Aku sudah lama mendengar desas-desus tentang para Dewa-Dewa Reliji Shinto yang sudah tunduk pada Aliansi Tiga Fraksi dan Norse. Aku tidak mau seperti mereka. Aku punya harga diri. Dan kau datang di saat yang tepat."
"Ahahaaa, tidak usah berlebihan begitu, Yasaka-himesama. Sebagai sesama ras minoritas di dunia yang keji ini, sudah semestinya kita bekerja sama."
"Uhmm,,, kau benar, Kakashi-san." kata Yasaka seraya tersenyum.
"Jadi dengan begini, kita sepakat membentuk persekutuan Konoha-Kyoto kan?"
"Tentu saja. Tapi persekutuan yang baru kita bentuk ini masih jauh dari cukup untuk bisa melawan mereka semua."
"Begitulah. Aku tidak akan berhenti sampai disini. Kau fokus saja memperkuat kekuatan militer Kyoto, aku yang akan mengurus hubungan keluar dan mencari sekutu lagi."
"Baiklah, aku setuju. Pihak mana lagi yang akan kau incar untuk dijadikan sekutu kita, Kakashi-san?"
Yasaka merasa harus terlibat dalam menentukan siapa pihak lain yang akan menjadi sekutu selanjutnya. Dia sudah tahu banyak tentang Konoha dan asal-usulnya. Sebagai pendatang baru dari dunia lain yang telah kiamat, Konoha tidak memiliki catatan buruk dengan pihak manapun namun ia sebagai pihak Kyoto yang sudah ada sejak lama, seringkali berinteraksi dengan golongan makhluk supranatural lain, baik dalam hal kerjasama maupun berkonflik. Ini harus dibicarakan dengan jelas agar tidak ada hal yang bisa meretakkan persekutuan nanti.
"Mungkin Bangsa Vampire di Rumania. Hubungan mereka dengan pihak Gereja dan Aliansi cukup buruk. Vampire seringkali bentrok dengan Excorcist karena masalah makanan. Tapi aku masih belum punya rencana apapun untuk menggandeng mereka, kita lihat situasinya dulu."
"Bangsa Vampire ya? Aku tidak masalah, kaum youkai Kyoto tidak pernah punya catatan buruk dengan Bangsa Vampire dari Rumania. Jadi aku tidak masalah bersekutu dengan mereka."
"Baguslah."
"Tapi ada satu masalah lagi disini, Kakashi-san. Barikade pasukan Aliansi Tiga Fraksi masih mengepung Kyoto. Bisa kah kau bantu aku mengusir mereka?"
"Hm?"
"Selama tiruanku yang kau buat dengan darahku di culik oleh teroris golongan Hero Faction, aku mengamati keadaan diseluruh Kyoto dan menyadari kalau kedatangan pasukan Aliansi Tiga Fraksi punya rencana lain. Azazel memanggil begitu banyak pasukan untuk membuat barikade yang mengelilingi Kyoto sebagai usaha pencegahan kaburnya para teroris. Mereka sangat berniat menangkap para teroris Hero Faction di Kyoto. Kelihatannya menguntungkan untuk kami, namun di balik itu, barikade pasukan Aliansi telah memutus kontak Kaum Youkai dengan dunia luar. Puluhan ribu pasukan itu bisa saja menggempur dan meratakan Kyoto dalam satu serangan singkat sampai tak bersisa. Itulah ancaman nyata bagi kami, jauh lebih buruk daripada ancaman yang disebabkan oleh teroris Hero Faction.
Seperti yang kau informasikan padaku, Hero Faction hanya kelompok kecil yang walaupun bisa membuat kerusakan besar, namun bisa dengan mudah diatasi dengan kelompok besar terorganisir dalam jangka panjang. Sedangkan Aliansi Tiga Fraksi adalah kelompok superior yang terorganisir sempurna yang tidak mungkin bisa dilawan tanpa persiapan dan rencana matang serta sumber daya memadai. Aku menduga Aliansi berniat menundukkan Kyoto di bawah naungan Imperium of Bible pada kesempatan ini."
"Syukurlah, kau mau percaya kalau aku tidak berbohong tentang proyek besar Aliansi Tiga Fraksi."
Kakashi senang dengan apa yang di ucapkan Yasaka. Dengan begini, persekutuan Konoha-Kyoto bukan hanya didasari oleh keharusan saja, tapi hal yang lebih penting yaitu kebutuhan untuk survive dan keinginan untuk bebas dan merdeka di dunia yang kejam ini. Ini menjadi pondasi kuat dalam membentuk ikatan kerjasama Konoha-Kyoto. Yang namanya keharusan didasari oleh keterpaksaan dan akan memunculkan egoisme nantinya, beda halnya jika didasari oleh persamaan kebutuhan dan keinginan yang pastinya akan membuat ikatan makin solid.
"Aku mengerti keinginan mereka yang ingin mendominasi dunia. Tapi seperti yang tadi ku katakan, aku tidak akan tunduk pada mereka, Kakashi-san."
"Kita sama, dari sekarang kita harus berjuang keras untuk kedaulatan kita." Kakashi makin semangat mendengar antusiasme dari Yasaka.
"Jadi apa aku harus membatalkan hubungan kerjasama yang selama ini kami jalin dengan para iblis, Kakashi-san?"
"Tidak perlu, tetap lah berhubungan dengan mereka. Itu akan mempermudah kita untuk mengetahui rencana dan gerak-gerik mereka. Kalau kau memutuskan kerjasama tiba-tiba, setelah bantuan yang mereka berikan untuk mengusir teroris, Kyoto kemungkinan besar akan mereka serang."
"Souka,,, sebagai tanda resminya kesepakatan kita, mari berjabat tangan."
"Baiklah."
Kakashi berjabat tangan dengan Yasaka, keduanya saling melempar senyum, terutama senyum Yasaka yang terukir jelas. Sedangkan, Kakashi walau separuh wajahnya tertutup masker, tapi Yasaka bisa melihat jelas kerutan disudut mata Kakashi yang menyipit, menandakan pria itu juga sedang tersenyum.
Jabat tangan itu berlangsung cukup lama, hingga,,,,
". . . . . " Kakashi merasa heran karena Yasaka tidak mengendurkan tangannya,
"Ini tawaran khusus dari ku untuk kerjasama kita,,, mau menginap di istanaku?" tanya Yasaka dengan nada genit.
"He?" Kakashi melongo.
Selama dua minggu di Kyoto, dan meninggalkan urusan hokage pada asistennya di Konoha, Kakashi tidak berdiam di Istana Yasaka namun di inapkan di hotel mewah di pusat Kota Kyoto yang dijaga oleh beberapa pengawal khusus kepercayaan Yasaka agar keberadaannya tersembunyi dan terhindar dari konfrontasi dengan barikade pasukan aliansi. Tapi tawaran tiba-tiba yang tak terduga ini?
Yasaka perlahan menarik tangan Kakashi, menempelkan dan menggesekkannya ke pipinya sendiri. "Atau mau bermalam di kamarku sekalian?"
Kakashi jadi merinding dibuatnya, "A-anooo,,, Yyasaka-himesama."
"Yasaka-chan, panggil aku Yasaka-chan..!"
Kakashi tidak mengerti, kemana sosok ratu dewasa dan bijaksana pemimpin para Youkai yang barusan ia lihat? Bisa-bisanya dia berganti menjadi sosok remaja baru puber dalam sekejap.
"Y-yasaka-san..." Kakashi ragu untuk menuruti keinginan Yasaka.
"Yasaka-chan.." nada menuntut dari Yasaka terdengar lagi.
"..."
Sluurrppp,,,,
Dengan disertai gerakan bibir yang sensual, lidah Yasaka keluar dari dalam mulutnya, menjilat-jilat jari telunjuk Kakashi yang masih dia pegang.
"Hhiiiiiiee..." tubuh Kakashi bergetar hebat, rambut putihnya bergiri tegak seperti habis kesetrum.
"Ayo panggil aku, Yasaka-chan!"
Chuu...
Jari telunjuk Kakashi sudah didalam mulut Yasaka, dia mengemut jari itu seperti lolipop. Digerakkan keluar masuk dengan gaya yang sangat erotis.
"Yyasaka-chan,,, ku-kumohon berhenti."
"Kenapa? Aku tahu loh, kau itu hanya pria paruh baya mesum yang tidak pernah punya pasangan hidup. Ayoo, terima saja kesempatan bermain-main denganku sebentar. Aku ini janda beranak satu yang kesepian. Aku sudah lama tidak dibelai."
Kakashi memalingkan wajah, dia malu. Kimono Yasaka sudah melorot kebawah, belum topless karena kain kimono itu masih sangkut dipuncak dada Yasaka yang berukuran bombastis. Walaupun Kakashi punya banyak referensi bacaan mesum, tapi disuguhi hal mesum secara langsung didepan mata seperti ini tentu saja jadi serangan hebat untuknya. Jauh lebih mengerikan dari paksaan adu Jam-Ken-Po dari Maito Gai, rekannya yang tak pernah kehilangan semangat masa muda.
"Nee,,, Kakashi-san" Yasaka berucap lagi karena tidak ada respon dari Kakashi, nada ucapan yang semakin menggoda.
"Ekhkemm,,,, aku disini loh" Sai yang berdiri di pojok ruangan, yang sejak tadi merasa diabaikan, ikut andil. "Kalau kalian mau, bisa tidak melakukannya ditempat yang tidak ada aku-nya?"
"Ooohh, Sai-kun. Maaf yah. Tapi tenang saja, setelah Kakashi-san, giliranmu bermain denganku." kata Yasaka yang kini menatap ke arah Sai.
"Eh?" Sai ternganga, dia juga ternyata?.
"Iya, giliranmu. Aku ini Youkai, seorang youkai terkuat, jadi stamina ku diranjang jauh diatas kalian yang hanya manusia. Melayani 25 laki-laki seperti kalian dalam satu malam tanpa henti pun, aku sanggup"
"Tidak... Aku sudah mau menikah,,, lima hari lagi aku menikah. Sekarang di Konoha, pesta pernikahanku sedang disiapkan. Jadi aku ingin cepat pulang." tukas Sai.
"Begitu yaa. Hmmmm,,,, kau masih perjaka kan? Bagaimana kalau aku mengajarimu dulu, supaya tidak mengecewakan istrimu saat malam pertama nanti."
"Ha?" Sai dibuat kalang kabut, senyum khasnya raib entah kemana, ini pukulan telak untuknya. Disebut perjaka oleh wanita itu agak sedikit memalukan.
Yasaka beralih fokus pada Kakashi lagi,
Sluurrppp...
Setelah puas menjilat-jilat jari telunjuk Kakashi, Yasaka kemudian mengarahkan tangan itu ke dadanya.
Kepala Kakashi berasap, hidungnya mimisan, dia benar-benar tidak tahan lagi sekarang, sepertinya dia harus membaca Novel Icha-Icha 10 kali lagi agar siap. Jauh dilubuk hatinya, dia juga ingin hal ini. Yasaka itu janda, dan janda itu sangat menggiurkan, karena dia sendiri ada di aliran 'milf'. Tidak banyak orang yang tahu, tapi oleh teman seangkatannya, Kakashi itu dikenal sebagai milflovers sejak berumur 13 tahun. Walau begitu, tetap harus dipikirkan masak-masak. Dia manusia, sedangkan Yasaka ras youkai. Kalau beneran ia dan Yasaka melakukan 'itu', anaknya nanti akan jadi seperti apa? Karena itulah,,,
Poofftt...
Dengan sunshin, Kakashi pindah ke sisi Sai.
"Ara,,," Yasaka bergumam kesal karena kehilangan mangsanya,
"Terima kasih atas jamuannya, kami sekarang pulang dulu, nanti kita akan membicarakan lagi tentang kerjasama kita. Sampai jumpa, Yasaka-himesama"
Setelah berpamitan, Kakashi mengaktifkan mangekyo sharingannya, membuat pusaran kamui untuk membawa dirinya dan ajudannya, Sai, pulang ke Konoha. Walaupun ruangan pribadi ini menghilangkan akses sihir teleportasi, tapi teknik Kamui Mangekyo Sharingan ada pada kasus yang berbeda. Kakashi yakin jika ia digoda lebih dari ini oleh Yasaka, imannya tidak akan sanggup bertahan.
"Ufufufuuu..." Yasaka terkekeh senang setelah hiburan tadi. Bisa mengerjai seorang pemimpin negara sekaligus ajudannya, itu pencapaian terbesar untuk Yasaka. Sejak awal melihat dan bertemu, Yasaka sudah tahu dan yakin kalau Kakashi itu jones mesum.
Tapi yang jauh lebih penting daripada itu, Yasaka sudah mengetahui jalan mana yang harus dia ambil. Sebagai pemimpin kaum youkai Kyoto, dia ingin wilayah dan rakyatnya berdaulat tanpa dicampuri pihak manapun, dan Konoha datang menawarkan itu walau harus dibayar dengan sedikit pengorbanan untuk kerjasama mereka, namun itu adalah harga yang sangat sepadan dengan hasil yang akan dia dapat.
.
.
.
"Tunggu dan lihat saja" kata Hinata. Dia lalu merentangkan tangannya kearah Cube raksasa dengan Byakugan aktif di kedua bola matanya. Susunan piece disetiap sisi Cube bergerak dan mengatur ulang membentuk susunan lain, membentuk relief-relief aneh yang tak seorangpun mengerti kecuali Hinata.
Ketika sebuah relief baru tertentu terbentuk disetiap sisi, Cube itu bergetar, kemudian timbul berkas cahaya yang turun ke lantai dimensi khusus inti Cube . Lalu berkas cahaya membentuk sebuah hologram tubuh seorang gadis mungil berkacamata dengan rambut pendek bewarna abu-abu sedikit keunguan. Gadis itu memakai seragam sailor putih dengan bawahan rok biru pendek dibalut blazer coklat.
Gadis itu berucap, "Hmmm,,, jumlah orang yang kesini bertambah dari yang terakhir kali. Baiklah, aku akan memperkenalkan diri lagi. Aku Yuuki Nagato, program AI yang disematkan kedalam inti Cube, sebagai pemberi informasi sekaligus penghubung kepada pemegang Cube untuk mengakses Cardinal System yang mengatur seluruh sistem semesta multiuniverse."
"Aku tidak tahu harus mulai bertanya dari mana?" ungkap Sona. Ya, dia sama sekali tidak mengerti semua ini, pengetahuan yang tidak pernah ada sama sekali di dunianya.
"Hn,,, aku menunggu."
"Yah,,, aku mengerti" sahut Naruto. Menatap ke arah gadis hologram, "Yuuki Nagato-san, bisa kah kau jelaskan lagi dari awal.!"
"Kenapa tidak? Baiklah, aku mulai dengan sistem multiuniverse."
Sona teringat sesuatu, hal ini pernah ia bicarakan dengan Hinata ketika mereka membuat kesepakatan, "Dunia paralel?"
"Ya, bisa dianggap semacam itu." Nagato menanggapi gumaman Sona. "Satu sistem kehidupan, dengan banyak komponen yang menyusunnya, dari makhluk hidup, benda mati, fenomena alam, sistem energi-materi, rantai makanan, sejarah dan peradaban serta apapun itu yang kesemuanya berada dalam satu dimensi ruang universal yang tidak bisa dilintasi batas-batasnya disebut satu Universe. Dunia ini yang terdiri dari manusia, berbagai ras makhluk supranatural, dan makhluk-makhluk lainnya berada dalam satu universe. Sebut saja namanya DxD Universe. Selain itu ada pula universe lain yang berbeda sistem kehidupannya, berbeda jenis makhluk hidupnya, berbeda bahasa dan level peradabannya. Contohnya dunia para shinigami, dunia para manusia bajak laut super dan lain-lain.
Total semua universe yang membentuk sistem multiuniverse ada milyaran jumlahnya. Semua universe tersusun seperti dunia paralel, tapi tidak sepenuhnya bisa disebut begitu. Dunia paralel adalah dimensi ruang tak bersentuhan yang menjalani alur waktu dengan kecepatan sama. Namun dalam sistem raksasa ini, ada universe yang waktunya berjalan cepat dan ada yang lambat. Satu jam di dunia ini, bisa saja sama dengan 1 detik atau bahkan 10 tahun waktu di universe lain. Kecepatan waktu berbeda-beda, tapi semuanya tetap memiliki arah yang sama, yaitu maju ke masa depan. Karena itulah, setiap universe terpisah secara ruang dan waktu, akibatnya batas-batas antar universe tidak dapat dilintasi oleh siapapun kecuali oleh orang yang memiliki akses ke Cardinal System."
"Kalau universe tempat asal Naruto-san berbeda dari dunia ini, kenapa mereka bisa punya banyak kesamaan dengan manusia di dunia ini?" tanya Sona pada Nagato.
"Jumlah universe ada milyaran, jadi tidak menutup kemungkinan terbentuk beberapa universe yang memiliki banyak kesamaan pada setiap makhluknya."
Sona mengerti, di dunia yang sangat besar ini, selalu ada tak terbatas kemungkinan. Walau tidak ada jawaban, tapi bisa dimengerti kenapa komponen dan struktur tubuh, penampilan, bahkan bahasa antara Naruto, Hinata, dan manusia dari Konoha yang datang dari universe lain yang telah kiamat bisa memiliki banyak kesamaan dengan manusia di dunia ini.
Dengan hanya penjelasan singkat, Tsubaki sudah bisa membayangkan seperti apa sistem raksasa multiuniverse, tapi belum untuk yang satu ini, "Cardinal System itu apa?"
"Cardinal System adalah esensi yang keberadaannya ada untuk mengatur seluruh sistem raksasa multiuniverse. Memangnya kalian pikir dunia ini bisa tetap ada tanpa ada yang mengatur? Itu mustahil... Cardinal System bertindak sebagai satu-satunya makhluk lima dimensi di alam semesta ini."
Sona dan Tsubaki teringat dengan teori sains tentang makhluk lima dimensi yang pernah ia pelajari. Mereka berdua tidak menyangka kalau teori itu terbukti nyata, padahal itu hanyalah hipotesis yang dasar perhitungannya tidak pernah bisa divalidasi.
Sasuke yang tidak terlalu mengerti, "Makhluk lima dimensi? Apa maksudnya?"
"Singkatnya, dia adalah suatu eksistensi makhluk diluar nalar yang tidak terikat dengan aturan duniawi dan berbeda dengan segala apa yang pernah ada diseluruh dunia ini. Hanya dia makhluk yang mampu merubah masa lalu, sejarah, dan segala sesuatu yang sudah terjadi. Dia juga mampu melihat masa depan yang tak terhingga jumlah kemungkinannya. Ada dimana-mana dan tidak ada dimana-mana karena dia tidak bertempat, ada kapanpun dan tidak ada kapanpun karena ia tidak terikat waktu. Memiliki kekuasaan tak terbantahkan terhadap segala sesuatu, sebut saja dia The True God, tuhan yang sesungguhnya di jagad raya yang sangat luas ini." jawab Nagato
"Lalu?" Sasuke menuntut penjelasan lagi.
"Intinya karena keberadaan dia lah, dunia bisa berjalan. Jika di analogikan dengan dunia virtual VRMMORPG, mungkin bisa dianggap dia bertindak sebagai administrator, sedangkan kalian para makhluk berakal hanya sebagai user atau player. Walaupun dia memiliki kekuasaan mutlak, tapi dia tidak pernah mencampuri keinginan setiap makhluk hidup yang berakal. Dia memberikan pilihan pada setiap makhluk yang berakal untuk memilih takdirnya. Dan karena itu pulalah, ada kemungkinan tak terhingga jumlahnya, kemungkinan tak terbatas, dari masa depan. Itu bagi kalian sebagai user, tapi dia sebagai administrator sanggup menghitung semua jumlah kemungkinan tak terbatas itu, sehingga hanya Cardinal System saja yang mengetahui masa depan."
"Kau sendiri, makhluk apa kau sebenarnya Yuuki Nagato-san?, dan bagaimana bisa kau ada didalam Cube?" tanya Sona.
"Cube, item yang sengaja diciptakan oleh Cardinal System. Diciptakan bersamaan dengan terciptanya seluruh semesta multiuniverse. Hanya ada satu buah Cube yang diciptakan, dengan sebuah tujuan tentunya. Seperti ku sebutkan tadi, Cardinal System sanggup menghitung dan memprediksikan semua kemungkinan tak terbatas dari masa depan, dan dia menemukan bahwa dirinya sendiri akan berubah seiring waktu. Penyebabnya adalah adanya Bug atau terjadi Error pada sistem, yang Cardinal System sendiri tidak mampu memperbaikinya. Karena itulah diperlukan pihak ketiga dari luar untuk melakukan Debugging dan memperbaiki masalah itu, dalam hal ini diperlukan seorang User terpilih untuk melakukannya.
Aku sendiri adalah program AI (Artificial Intelligent), program kecerdasan buatan yang tertanam dalam inti Cube yang mampu mempelajari segala sesuatu tentang perkembangan setiap universe. Aku bisa mengumpulkan informasi dan mengolah datanya sesuai keperluan. Aku ditugaskan oleh Cardinal System sebagai penguhubung antara dia dengan para pengguna Cube yang disebut Special User. Aku yang menuntun para User itu, agar mereka menemukan Bug layaknya seorang Software Tester, lalu memperbaikinya agar Cardinal System tetap berjalan sebagaimana mestinya. Satu lagi, aku bisa mengakses semua informasi dari Cardinal System, bahkan informasi tentang masa depan. Tapi ada batasan informasi yang boleh ku berikan pada pemegang Cube, hanya informasi yang berguna bagi si pemegang Cube untuk melakukan tugas dan takdirnya saja yang boleh kuberikan. Program Self-Destruction akan menghancurkan Cube dari dalam kalau aku memberikan informasi yang tidak diijinkan. Dan Cube baru serta program AI baru akan diciptakan sebagai penggantinya."
"Aku mengerti, Cardinal System yang mengatur seluruh semesta rupanya mirip sekali cara kerjanya sistem operasi sebuah komputer. Windows, Machintos, Linux atau apapun itu." ungkap Sona
"Silahkan kau menganggapnya begitu sebagai penyederhanaan karena Cardinal System yang sebenarnya tak akan pernah ternalarkan oleh akal kalian." sahut Nagato. " Jika seseorang memiliki akses kedalam Cardinal System, maka dia bisa memiliki informasi banyak hal, layaknya seorang User yang melakukan Root. Dia bisa meminta akses perintah tertentu seperti berpindah ke universe lainnya, bahkan membawa orang lain bersamanya, yang seharusnya melintasi batas-batas antar universe tidak di ijinkan pada siapapun."
Sasuke tertarik bertanya, "Tadi kau bilang, pemegang Cube adalah Special User terpilih, lalu 'para' user. Artinya pengguna Cube ada banyak dan dipilih dengan kriteria tertentu kan?"
"Memang begitu. Sering sekali terjadi Bug dalam Cardinal System. Dunia ini umurnya sudah jutaan milyar tahun, karena itulah ada milyaran pengguna Cube di semua jaman untuk memperbaiki Bug yang seringkali muncul. Tidak ada kriteria khusus untuk menjadi pemegang Cube, mereka hanya orang-orang tertentu yang takdirnya sudah ditetapkan oleh Cardinal System menjadi Special User tanpa punya kebebasan untuk memilih."
"Sasuke-san," Hinata tertarik untuk menjelaskan, "Kaguya Ootsutsuki adalah pengguna Cube sebelum aku. Dia adalah Fault User, dia makhluk hidup yang tidak seharusnya menjadi pengguna Cube. Kaguya Ootsutsuki tidak pernah berjumpa dengan Yuuki Nagato-san yang menjadi penghubung dengan Cardinal System, bahkan dia tidak tahu sama sekali tentang konsep sistem multiuniverse. Dia hanya tahu Cube digunakan untuk berpindah ke tempat yang jauh. Aku pun sebenarnya juga Fault User, bukan pemegang Cube terpilih. Aku hanya kebetulan saja berinteraksi dengan Yuuki Nagato-san, suatu ketidaksengajaan yang terjadi ketika mengutak-atik sususan piece Cube karena permintaan Naruto-kun saat itu"
"Hn?" Sasuke mendengus tidak mengerti.
"Misimu menelusuri jejak-jejak Kaguya di Dunia Shinobi sebelum kiamat sudah kupecahkan berkat Cube, nanti kalau kau mau aku atau Naruto-kun bisa menjelaskannya padamu, Sasuke-san. Intinya, Kaguya beserta energi spiritual chakra datang ke dunia kita dari universe lain. Sebenarnya jauh sebelum itu, leluhur pertama Klan Ootsutsuki, leluhur dari Kaguya-hime adalah pemegang Cube yang secara sah terpilih oleh sistem. Tapi karena suatu keadaan, dia melakukan penyetelan baru pada Cube, melakukan Re-Encoding didalam program Cube agar hanya keturunannya saja, yang memiliki konsep energi spiritual bernama chakra, Byakugan, dan persyaratan lain yang hanya dimiliki oleh keturunan utama berdarah murni dari Klan Ootsutsuki, yang bisa menggunakan Cube. Leluhur pertama Klan Ootsutsuki melakukan itu karena ia menduga bahwa planet tempat tinggalnya akan diserang oleh ras dari planet lain yang sangat kuat. Dia memastikan ada keturunanya yang menjadi pengguna Cube dan bisa kabur ke planet lain untuk meneruskan hidup. Itulah yang di alami Kaguya Ootsutsuki. Aku sendiri sebagai Byakugan no Hime mewarisi semua persyaratan itu, makanya aku memiliki akses untuk menggunakan Cube walaupun aku hanyalah Fault User."
"Baiklah, aku sudah cukup dengan penjelasannya. Pasti ada masalah besar yang terjadi dengan Cardinal System dan sistem semesta multiuniverse kan? Langsung saja ke intinya.!" kata Sasuke tegas.
"Kau tidak sabaran, Teme!" sungut Naruto.
"Akan ku jelaskan dengan detail." kata Nagato, "Aku tadi menyebutkan tentang Bug kan? Disitulah masalahnya. Dahulu hanya terjadi Bug - Bug kecil yang tidak terlalu mempengaruhi Cardinal System dan bisa diperbaiki dengan mudah oleh setiap pengguna Cube terpilih. Namun saat ini, karena perbuatan leluhur pertama Klan Ootsutsuki yang bertindak diluar aturan, yang seharusnya pengguna Cube mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Cardinal System, tapi dia menyalahgunakan wewenang itu untuk kepentingannya sendiri. Akibat perbuatannya, ada 16985 orang yang seharusnya ditakdirkan untuk menjadi pengguna Cube setelah dia, tidak bisa menjalankan kewajiban. Selama rentang waktu itu, Bug tidak diperbaiki sehingga Error yang terjadi semakin parah, bahkan Bug-Bug yang baru tidak henti-hentinya bermunculan. Semua Error yang terjadi menciptakan Virus yang perlahan merusak Cardinal System."
"Harusnya Cardinal System memiliki Antivirus untuk mengantisipasi hal itu kan?" tukas Sona. Logikanya kalau Cardinal System bisa diibaratkan sebuah sistem operasi komputer, maka pasti ada yang namanya program Antivirus untuk tindakan keamanan didalamnya.
"Cardinal System memang memiliki program Antivirus, tapi salah satu Bug terjadi didalam program Antivirus itu, membuat program itu mengalami malfungsi. Inilah yang paling memperburuk keadaan. Antivirus yang mengalami malfungsi tidak bisa mengenali lagi mana data yang masih baik dan mana data yang sudah terinfeksi virus. Akibatnya banyak data yang di hapus oleh Antivirus, dalam hal ini data yang dihapus termasuk pula data eksistensi suatu Universe. Dan penghapusan universe, artinya adalah kiamat untuk universe itu."
"Jadi ini penyebab dunia kita kiamat?"
"Benar Teme, Kurama memberitahuku sesuatu saat dunia kita kiamat. Hagoromo Ootsutsuki Sang Rikudou Sennin meramalkan kiamat pasti akan terjadi, tapi kiamat di dunia kita terjadi lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Begitulah perkataan Kurama padaku."
"Artinya dunia tempat aku lahir ini, universe tempat kita berada sekarang. Akan mengalami kiamat juga, jika dihapus oleh Antivirus?" tanya Sona.
"Ya. Menurut prediksi Cardinal System, dunia ini akan kiamat 4 bulan lagi."
"APA?" Sona dan Tsubaki sontak terkejut.
"Tidak hanya dunia ini saja, sistem multiuniverse yang sudah jutaan milyar tahun ada perlahan mengalami keruntuhan dan dipastikan menghilang untuk selamanya dalam kurun waktu 10 tahun lagi. Sebut saja sebagai The True End, akhir dunia yang sebenarnya." lanjut Nagato lagi.
"Apa ada cara untuk untuk menghentikannya?" tanya Sona
"Iya, bagaimanapun dunia ini tidak bisa dibiarkan berakhir tanpa menyisakan apapun." sambung Sasuke. Pria yang biasanya tenang ini, tiba-tiba menjadi panik.
"Itulah misi yang sebenarnya aku dan Hinata berdua kerjakan saat ini" sahut Naruto.
Yuuki Nagato sang gadis hologram melanjutkan penjelasannya, "Hal ini pun sebenarnya juga sudah diprediksikan oleh Cardinal System. Karena itulah, dia menciptakan empat buah artefak yang disebar ke segala penjuru universe. Cube diberikan fungsi untuk melacak koordinat keempat artefak itu. Semua artefak akan digabung menjadi item yang dinamakan Matrix. Pengguna Cube adalah seorang Special User yang memiliki akses terbatas pada Cardinal System dan Matrix di gunakan layaknya password agar pemegang Cube dapat melakukan Log In sehingga memiliki akses penuh kedalam sistem itu. Setelah pemegang Cube memiliki akses penuh, dia akan menjadi makhluk lima dimensi untuk sementara menggantikan tugas Cardinal System.
Selama menjadi pengganti Cardinal System, pemegang Cube berhak memilih salah satu dari tiga cara pemulihan untuk menyelamatkan sistem multiuniverse dari kehancuran total. Pertama dengan melakukan Reset, cara ini pasti bisa kalian terka, yaitu dengan memulai semuanya lagi dari awal. Sistem multiuniverse akan berawal lagi dari awal dengan takdir baru, semua sejarah dan peradaban dari sistem multiuniverse sebelum di Reset akan dihapus secara permanen. Jika opsi ini dipilih, tingkat keberhasilan 100%. Cara kedua dengan melakukan Restore Data. Cardinal System memiliki fungsi untuk melakukan Backup secara berkala setiap 100 tahun satuan waktu multak sistem multiuniverse. Memilih opsi ini, pemegang Cube akan merestore data yang artinya dunia akan dikembalikan ke point terakhir data di backup."
"Kapan point terakhir yang aman untuk dilakukan restore?" tanya Tsubaki.
"Backup Point No. s98a99mn4z6xxx3. Itu backup yang terakhir kali di lakukan oleh Cardinal System." jawab Nagato.
"Tadi katamu ada satuan waktu mutlak Cardinal System kan? Bagaimana dengan waktu dunia ini? Akan direstore ke waktu kapan?" tanya Sona.
Nagato langsung menjawab, "Jika di konversikan dengan waktu dunia ini, sama dengan 3498 tahun yang lalu."
"347 tahun dalam waktu dunia tempat aku dan Naruto-kun berasal." sambung Hinata.
"Tingkat keberhasilan opsi kedua ini adalah 95%"
"Kheh, walau lebih baik dari cara pertama, tetap saja cara kedua masih terdengar sangat buruk. Direstore ke waktu sebelum aku lahir." Sasuke mengumpat. Ini masalah baginya, karena ia tidak ingin kenangan yang dia torehkan dimasa lalu lenyap begitu saja. Bahkan ia sendiri tidak tahu apakan ia akan dilahirkan lagi sebagai Uchiha Sasuke jika cara kedua dipilih, sebab seperti yang sudah dikatakan Yuuki Nagato, ada tidak terhingga banyaknya jumlah kemungkinan untuk masa depan. "Lalu bagaimana dengan cara ketiga?"
Naruto tiba-tiba memegang erat tangan Hinata, "Cara ketiga adalah dengan melakukan Debugging besar-besaran, melakukan Recovery untuk mengembalikan semua data yang berada dalam direktori Recycle Bin, dan me-Rewrite semua data yang telah hilang di Sector Disc yang terkena Bad-Block. Aku memilih cara ini, walau tingkat keberhasilannya hanya 50%. Aku optimis untuk keberhasilan misi yang ku jalani ini."
Perkataan barusan, membuat Hinata menatap heran kearah suaminya. Sesaat kemudian ia mengerti,
ctek...
Dengan satu kali jentikan jari, muncul 2 buah benda dari ketiadaan, dan bergerak melayang berotasi mengelilingi Cube yang ada dalam dimensi inti mereka berada sekarang.
"Apa itu, Hinata-san?" tanya Tsubaki.
"Dua buah artefak sudah didapatkan ketika aku dan Naruto-kun berpetualang ke universe lain. Dua benda itu adalah produk langsung dari Cardinal System. Namun di dunia tempat aku mengambil benda itu, ada nama yang penduduknya berikan. Yang berbentuk seperti peti harta adalah One Piece Treasure, sedangkan mutiara berwarna biru keunguan yang berpendar terang itu disebut Hogyoku." jawab Hinata.
"Kurasa penjelasan dariku sudah selesai." kata Nagato.
"Terima kasih, Yuuki Nagato-san." kata Naruto
"Senang bisa membantu."
Hinata merentangkan tangannya kearah Cube asli yang melayang, mengubah susuan piece disetiap sisinya, hingga gadis hologram berubah menjadi cahaya yang cukup terang lalu menghilang. Sekarang tersisa lima orang disana, Naruto, Hinata, Sasuke, Sona, dan Tsubaki.
"Aku mengerti semua situasinya sekarang," kata Sasuke. "Jadi Naruto, kau ingin aku dan dua gadis iblis membantu misi beratmu untuk mencegah akhir dunia ini kan?"
"Ya. Itulah yang aku inginkan dari kalian, Dobe, Sona-san, Tsubaki-san. Aku sangat berharap informasi tentang ini tidak bocor pada siapapun. Jadi bagaimana keputusan kalian bertiga?" kata Naruto.
Tidak ada yang menanggapi, Naruto bicara lagi, "Pilihan apapun yang akan kalian ambil, apapun yang terjadi, aku minta kau Sasuke, kau tidak perlu mengatakan ini pada teman-teman kita di Konoha, mereka tidak perlu dilibatkan. Sedangkan Sona-san dan Tsubaki-san, ku harap mau mempertimbangkan apa yang akan terjadi kalau kalian berdua sampai memberitahukan apa yang kita bicarakan tadi pada kaummu, kaum iblis ataupun Aliansi Tiga Fraksi. Hal buruk tentu akan terjadi kalau misi ini dihalangi oleh Aliansi Tiga Fraksi."
Masih tidak ada yang mau bicara, yang ada hanyalah Sona dan Sasuke yang saling pandang dengan tatapan tajam.
Naruto bicara lagi, "Apa kita semua bisa sepakat untuk menyelesaikan misi mencegah akhir yang sebenarnya terjadi? Aku tidak bisa berjuang sendirian, aku perlu bantuan kalian. Walaupun kalian tidak akan membantuku, aku tidak akan menyerah, aku tetap berjuang walau tanpa bantuan kalian."
"Aku pasti ikut." jawab Sasuke cepat.
Sasuke sudah kenal Naruto lama, sudah jadi kewajibannya untuk membantu jika Naruto perlu bantuan.
"Aku juga ikut."
Sona mempercayai apa yang dikatakan Naruto, percaya dengan apa yang terjadi, dan ia pun sebenarnya tidak memiliki pilihan lain selain ikut serta. Jika misi Naruto dan Hinata gagal, maka tidak ada masa depan, untuknya, dan untuk semua orang. Seburuk-buruknya Sona sebagai iblis, tapi ia masih punya impian, dia ingin membangun sekolah rating game untuk para iblis tanpa adanya diskriminasi strata sosial. Karena punya impian di masa depan inilah, Sona tidak bisa membiarkan dunia ini berakhir begitu saja, impiannya tidak akan pernah menjadi kenyataan kalau misi yang diemban Naruto dan Hinata gagal. Sona berjanji, akan menggunakan semua yang ia miliki, otak dan kecerdasan, kedudukan sebagai pewaris tahta Keluarga Sitri, teman sesama iblis atau apapun itu, akan ia manfaatkan untuk membantu Naruto dan Hinata.
"Aku selalu mengikuti keputusan yang dibuat oleh Kaichou." kata Tsubaki tegas.
"Baguslah, ku rasa tidak ada masalah lagi kan?" tanya Naruto.
"Tunggu, sebenarnya ada satu masalah." sela Sona. Dia menatap semakin tajam pada Sasuke "Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyoto. Kalian semua orang-orang Konoha, pasti Konoha yang jadi dalang dibalik semua masalah ini."
"Iya, Teme!. Bisakah kau jelaskan padaku?, aku dan Hinata sudah lama tidak pulang ke Konoha dan tidak tahu apa yang terjadi. Aku hanya tahu Kakashi sensei terlibat, aku sadar kalau Yasaka yang diculik Cao Cao hanyalah Chi-Bunshin yang dibuat olehnya." Naruto yang berasal dari Konoha, tentu saja bisa dengan mudah mengenali ciri-ciri sebuah bunshin walau dibuat dengan cara apapun. Dalam Sennin Mode saat itu, Naruto tidak mendeteksi niat dari dalam tubuh Yasaka yang mengamuk di Dimensi Replika Kyoto, yang ada seperti robot yang diprogram dengan rangkaian instruksi tertentu. Apalagi hal itu diperkuat oleh Byakugan Hinata yang sanggup melihat kertas segel didalam tubuh Yasaka tiruan. "Tapi Teme, aku sama sekali tidak tahu rencana apa yang kalian buat."
"Baiklah, tapi sebelum itu aku juga ada masalah denganmu." kata Sasuke pada Sona dengan tatapan yang tak kalah tajam, lebih tajam dari elang terbuas sekalipun
"Apa?" Sona menyerngit heran. Dia melangkah mundur, tertekan dengan intimidasi Sasuke.
"Imperium of Bible. Aliansi ras kalian yang memulai duluan dan ingin menjadi dominator di dunia ini. Konoha tidak bisa menerima itu, kami ingin kedaulatan penuh."
"Hah? Aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu. Jangan menuduh ras ku yang tidak-tidak. Aku akui kalau kami para iblis memang punya sifat buruk, tapi,,,"
"Tanyakan saja pada kakakmu.!" potong Sasuke, "Para petinggi aliansi lah yang menyusun semua rencana dan proyek membangun Imperium of Bible."
"A-aku,,,, aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang itu. Jangan kaitkan aku pada sesuatu yang tidak ada hubungannya denganku."
"Hei,,, bisakah berhenti ribut, Sona-san, Sasuke!"
Dua orang yang tampak bertengkar adu mulut itu sontak diam karena ucapan bernada tegas dari Naruto.
"Teme, aku pegang kata-katamu kalau Aliansi Tiga Fraksi punya rencana buruk. Tapi apa maksudnya kau bisa ada di Kyoto?. Bukankan Kakashi sensei dengan tegas mengatakan kalau dia akan diam saja asal tidak diusik saat kalian tiba-tiba datang ke Kuoh Gakuen waktu itu?"
"Sekarang memang tidak di usik, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti. Imperium of Bible, suatu saat pasti akan menyeret Konoha dalam masalah. Jadi Kakashi sensei memutuskan untuk bertindak lebih dulu dan mencari sekutu untuk bersiap-siap pada situasi terburuk. Membuat aliansi persekutuan militer antara Konoha dan Kyoto."
"Tidak mungkin, Kyoto sudah lebih dulu memiliki hubungan kerjasama dengan kaum iblis. Tidak segampang itu kalian menarik Kyoto ke pihak kalian. Apa yang sebenarnya kalian lakukan hah?" teriak Sona.
"Shikamaru, orang paling jenius di Konoha memprediksikan kalau Konoha pasti diserang oleh Aliansi suatu saat nanti, dan Kakashi sensei sebagai hokage memutuskan untuk bersiap-siap, salah satunya dengan mencari sekutu. Kebetulan aku punya informasi berkaitan dengan pihak yang bisa dijadikan sekutu Konoha, yaitu Kyoto. Informasi tentang rencana Cao Cao dari Hero Faction yang ingin bereksperimen dengan Yasaka dan medan energi Kyoto. Kami datang ke Kyoto sejak dua minggu lalu, datang lebih dahulu daripada Cao Cao. Bernegosiasi dengan Yasaka-himesama, memberitahukan banyak hal padanya. Tapi negosiasi tidak langsung disepakati begitu saja, Yasaka-himesama ingin bukti. Kami membuat tiruan Yasaka-himesama dengan setengah kekuatan dari yang aslinya. Membiarkan semua hal berjalan sesuai dengan rencana eksperimen Cao Cao. Mengamati Azazel yang membuat strategi dan memanggil pasukannya, lalu membuka mata Yasaka-himesama kalau Aliansi punya niat buruk pada Kyoto."
"Cih,,," Sona mendecih kesal, ternyata ini jawaban atas penyelidikannya yang belum selesai, "Pantas saja semua kejadian di Kyoto sangat aneh."
Naruto terpaksa harus mengambil sikap tegas, adu mulut antara Sasuke dan Sona tidak akan berakhir jika tidak ditengahi. "Begini saja. Sasuke, kau disini atas keinginanmu dan tidak ada sangkut pautnya dengan Konoha, sama seperti aku dan Hinata. Kau bisa jadi agen ganda kan, bekerja untuk Konoha sekaligus misi besar ini?"
"Hn..." dengusan tanda setuju keluar dari hidung Sasuke.
"Sona-san,,,! kau juga. Kau disini sebagai dirimu sendiri tanpa ada kaitannya dengan ras iblis. Kita disini untuk tujuan yang lebih besar." pinta Naruto.
"Baiklah, lagipula aku tidak ada urusan dengan yang namanya Imperium of Bible. Itu urusan para petinggi aliansi yang tidak ada sangkut pautnya denganku." jawab Sona.
"Konflik antara Konoha dan Aliansi bisa kita urus setelah misi ini selesai. Terserah mau bagaimana nantinya, apa kita akan bermusuhan atau apapun, yang jelas selesaikan situasi buruk ini dulu. Kalian mengerti?"
"Sepakat...!" ucap Sona dan Sasuke bersamaan.
"Aku juga ingin ikut..."
Suara lain, suara feminim khas anak-anak, suara selain lima orang yang ada disana.
Naruto merasakan sesuatu yang sangat ia kenal, ketika ia dan istrinya menengok keatas.
"Oo,, Ophis...!"
Ada sesosok gadis mungil sedang melayang-layang. Dan keberadaan sosok itu membuat Naruto dan Hinata terkejut.
Wwuuussshhhh...
Naruto langsung memasang posisi siaga tempur, Senjutsu Rikudou Mode di aktifkan secara penuh. Hinata pun dengan The True Tenseigan yang diaktifkan secara sempurna telah mengambil posisi support di dekat Naruto. Tubuh Hinata diselimuti aura merah dari chakra kyubi yang menandakan bahwa kekuatannya dan kekuatan Naruto saling terhubung agar mereka bisa saling menopang saat bertarung.
Apa yang pernah Naruto alami, dibuat sekarat oleh Ophis waktu itu, tentu tidak akan dia biarkan terjadi sekali lagi. Dia yakin hari ini tidak akan sama dengan hari itu, karena hari ini Hinata sudah dibekali The True Tenseigan.
"Naruto, aku kira kau bisa merasakan niat di hati seseorang?. Seharusnya kau tahu kalau aku tidak mengeluarkan hawa permusuhan sedikitpun saat ini."
Setelah mengatakan itu, Ophis yang awalnya melayang, perlahan turun, kemudian menapak pada posisi sejajar dengan yang lain dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Naruto tidak bisa begitu saja percaya pada Ophis, dia memang punya kemampuan untuk merasakan itu, namun eksistensi Ophis adalah pengecualian. Makhluk ini tidak sama dengan makhluk lainnya. Ophis seperti musuh dari level dimensi yang berbeda dari musuh-musuh yang selama ini pernah ia hadapi.
Sambil berjalan mendekat dengan tenang, Ophis bicara lagi, "Aku tahu diri, pertarungan yang kedua kali mungkin berbeda dengan pertarungan pertama kita, Naruto. True Form of Uroboros Dragon, wujud sejatiku mungkin tidak akan memiliki kesempatan menang untuk melawan kekuatan penuh dari perwujudan Dewa Ashura Perfect Final Form Bijuu yang disupport secara sempurna dengan tiga kemampuan The True Tenseigan, terutama The Time Extra."
"Kau tahu tentang semua kemampuan kami berdua?" Hinata tidak menyangka ada yang mengetahui formasi bertarung terkuat yang ia dan suaminya miliki. Padahal belum sekalipun ia menunjukkannya dalam sebuah pertarungan.
"Aku hanya berpikir realistis, Hinata. Kalian kira selama ini aku tidak pernah menunjukkan diri pada siapapun itu karena apa? Tentu saja karena aku mengamati dua tamu tak diundang dari universe lain macam kalian." jawab Ophis.
"Tidak mungkin. Aku selalu hati-hati" ungkap Hinata dengan ekspresi tidak percaya.
"Jangan sombong Hinata! Hanya karena kau seorang User yang memegang Cube tak lantas membuatmu bisa melakukan apa yang kau mau. Sama seperti Cube, aku sebenarnya adalah produk asli yang diciptakan langsung oleh Cardinal System. Karena itulah, aku memiliki akses untuk masuk kedalam dimensi inti Cube tanpa harus memiliki benda itu, walaupun aku tidak bisa menggunakannya seperti yang kau lakukan, Hinata."
"Tid-"
"Aku sang ketidakbatasan, Great Red perwujudan impian, dan Trihexa [666] perlambang kehancuran bukanlah makhluk yang berasal dari Universe ini. Kami bertiga di buat dengan tujuan sebagai pengatur dunia ini. DxD Universe punya sistem tata dimensi ruang yang lebih rumit dibanding universe lainnya. Ada banyak dimensi ruang, tempat-tempat mitologis, dunia manusia, celah dimensi, bahkan dimensi ruang buatan. Itu semua tentu butuh penstabil yaitu kami bertiga."
"Pantas saja, misteri asal-muasal kedatangan Tiga Eksistensi Terkuat tidak pernah diketahui siapapun, bahkan oleh Tuhan The God of Bible yang sudah mati." gumam Sona.
"Jadi apa maksud semua ini, Ophis?" tanya Naruto
Naruto kembali ke mode normal. Karena itu, Hinata pun mengikuti dan menonaktifkan doujutsunya.
"Seperti yang tadi kukatakan. Aku ingin ikut dalam tim kalian."
"...?" semuanya memasang wajah tidak percaya. Kedatangan Ophis ke dimensi ini saja sudah tak terduga, apalagi dengan ucapan Ophis kalau dia ingin ikut dalam tim, sangat sukar dipercaya.
"Sebelum keberadaanku di celah dimensi digantikan oleh Great Red, aku menemukan adanya ketidakstabilan disana, sebuah bug yang perlahan membesar dan jika dibiarkan akan menghancurkan pondasi tata dimensi ruang dunia ini. Aku tidak mengetahui apa-apa, bahkan usahaku menyelidiki itu jadi semakin sulit sejak Great Red tidak membiarkan aku berenang di celah dimensi lagi. Sekiryushintei egois itu pun tidak mempedulikan keanehan yang terjadi disana. Karena aku merasa bertanggung jawab pada hal itu, aku berusaha kembali ke celah dimensi dengan cara mengumpulkan orang-orang kuat dalam satu organisasi untuk melawan Great Red."
"Jadi ini maksudnya, tujuan tersembunyi yang tidak kau katakan pada semua anak buahmu di Khaos Brigade dibalik impian bohongmu untuk kembali ke kampung halaman seperti yang dikatakan orang-orang?" sela Sasuke.
"Benar sekali. Saat ini, afinitas celah dimensi pada Great Red lebih tinggi dari aku, jadi akan lebih baik kalau membiarkan Great Red tetap tinggal disana. Walau begitu aku harus tetap kembali ke celah dimensi untuk menghentikan kerusakan bertambah parah. Ketika aku merasakan kedatangan eksistensi dari universe lain empat bulan lalu, aku mulai menyelidiki dan bertemu langsung dengan Naruto dan Hinata. Saat itu aku belum menemukan jawaban karena kalian berdua tidak memberitahuku apapun. Tapi aku tahu ada benang penghubung yang menjelaskan kedatangan kalian dengan keanehan pada celah dimensi. Aku meyakini ada hubungannya dengan Cardinal System. Walaupun aku sama dengan Cube, produk langsung dari Cardinal System, tapi aku tidak memiliki akses informasi kesana. Hanya pengguna Cube yang memiliki akses. Karena itulah, selama ini aku meninggalkan Khaos Brigade dan menyerahkan kursi kepemimpinan pada seseorang, bersembunyi di dalam inti Cube, diam menunggu saat-saat seperti ini sambil mengamati apa yang kalian berdua lakukan dari sini. Hingga sekarang akhirnya aku mendapatkan jawaban atas masalah apa yang sedang terjadi, yaitu kiamat yang lebih cepat dari seharusnya. Apa penjelasanku masih kurang?"
Naruto membuang nafas berat, sambil tersenyum dia menjawab, "Tidak, itu sudah lebih dari cukup. Kalau begitu, aku ucapkan selamat bergabung, Ophis."
Naruto mengulurkan tangannya pada Ophis, lalu disambut oleh perwujudan Sang Ketidakbatasan itu dalam sebuah jabat tangan.
"Terima kasih atas kepercayaan yang kau berikan, Naruto"
Saat semuanya tenang, seseorang yang lebih banyak diam akhirnya ikut bicara.
"Ini misi berat, ku rasa seseorang harus menjadi pemimpin misi ini." usul Tsubaki.
"Aku setuju." sambung Sona.
"Ku rasa kau pantas untuk posisi itu, Dobe."
Ophis tersenyum manis, "Aku tak masalah siapapun yang memimpin."
Hinata menggenggam tangan Naruto, menyalurkan kepercayaannya.
"Huufffttt,,, baiklah. Tidak ada pilihan lain kan?"
Naruto merasakan bebannya berkurang sekarang. Ada orang yang bisa ia percayai untuk membantu misinya. Inilah yang selama ini ia butuhkan, tidak peduli siapapun orang itu. Ada istri yang setia, teman lama dari Konoha, dua gadis iblis, dan seekor naga simbol ketidakbatasan.
Dengan semangat yang kembali memuncak, Naruto menatap semuanya, "Sisa waktu yang kita miliki didunia ini semakin sedikit, hanya 4 bulan. Kita harus cepat."
"Koordinat universe artefak ketiga sudah ku temukan, Naruto-kun. Kita hanya harus mempersiapkan diri untuk pergi kesana"
"Bagus. Lalu artefak keempat. Benda terakhir itu masih belum jelas wujud dan keberadaannya." kata Naruto.
"Tidak. Artefak terakhir sudah dikonfirmasi kebenarannya. Yang kita cari di dunia ini adalah,,,,,"
"Trihexa [666]" serempak Hinata, Sona, dan Ophis mengatakannya.
Sona menuturkan, "Maaf kalau aku menguping, semua petunjuk yang ku dapat mengarah kesana. Sesuatu yang berada di ujung semesta, eksistensi Trihexa sudah sejak lama di segel oleh The God of Bible. Dan untuk membuktikannya, perlu relic Holy Grail"
"Tidak perlu minta maaf, aku sadar saat itu ada yang menguping ucapanku karena pembicaraan itu memang ku sengaja." sahut Hinata.
"Sigh, licik" cibir Sona.
"Ku rasa sinyal lemah dan putus-putus yang diterima oleh Cube memang berasal dari Trihexa" kata Hinata. "Fakta kalau Trihexa disegel, mungkin itulah penyebabnya. Segel itu sepertinya mencegah segala sesuatu tahu tentang keberadaan Trihexa, tidak bisa diketahui dan dirasakan agar tidak ada yang menyalahgunakan Trihexa dikemudian hari. Mungkin itu lah tujuan The God of Bible. Padahal Cube memiliki pemetaan semua lokasi didalam sistem multiuniverse, namun segel itu tampaknya mengurung keberadaan Trihexa dalam dimensi khusus diluar jangkauan Cube, suatu dimensi yang dapat disamakan dengan Block Data yang tak terbaca dalam Disc."
Ophis menyambungkan, "Satu fakta lagi, bahwa Trihexa yang merupakan produk langsung ciptaan dari Cardinal System sama seperti artefak One Piece Treasure dan Hogyukou, cukup menjadi bukti kuat kalau memang Trihexa lah artefak keempat yang dibutuhkan. Untung saja bukan aku, jika iya mungkin aku harus mengorbankan hidupku."
"Baiklah, semua artefak sudah diidentifikasi. Dua minggu dari sekarang, kita akan pergi ke universe lain untuk mencari artefak ketiga." kata Naruto memutuskan.
"Maaf, aku tidak bisa ikut" sela Ophis. "Eksistensiku di universe ini sudah ditetapkan oleh Cardinal System. Jika aku meninggalkannya, sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi."
"Ya sudah, tidak apa-apa. Selanjutnya, kita akan menyusun rencana jangka panjang untuk melepaskan Trihexa dari segel yang mengurungnya, kemudian menangkapnya segera setelah ia bebas, menyatukan semua artefak menjadi Matrix."
Ophis mengacungkan tangan, "Untuk membuka segel Trihexa, banyak syarat yang harus dipenuhi, tapi aku punya saran. Aku mendapatkan informasi kalau didalam organiasi Khaos Brigade, ada seseorang yang sangat berambisi untuk melepas segel Trihexa."
"Siapa?" tanya Sona.
"Sang Putra Bintang Fajar, Rizevim Livan Lucifer. Kita bisa memanfaatkannya. Dan langkah pertama, aku akan mundur dari jabatan kepemimpinan Khaos Brigade. Membiarkan Rizevim memimpin Khaos Brigade untuk memuluskan ambisinya."
"Aku bisa mengumpulkan banyak informasi sebagai bahan untuk membuat rencana nanti." kata Sasuke.
"Aku, Sona-san dan Tsubaki-san yang akan menyusun rencana besar memanfaatkan Rizevim." tukas Hinata, dan diikuti anggukan Sona dan Tsubaki. Trio wanita licik.
"Satu hal lagi, Trihexa dan Great Red di takdirkan bertarung oleh Cardinal System sebagai pengakhir universe ini. Aku yang akan menghadang Great Red agar naga merah itu tidak mengganggu proses penangkapan Trihexa" kata Ophis.
Naruto yang tersisa, "Jadi aku yaa, yang kebagian tugas menangkap Trihexa?" katanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Siapa lagi selain kau, Dobe?"
"Haaaahhh..." Naruto menghela nafas berat. Menangkap Trihexa bukan perkara mudah. Melawan Ophis sendirian saja tidak sanggup, bagaimana bisa menangkap Trihexa?
"Kau tenang saja, Naruto-kun. Aku akan memberikan support penuh untuk pertarungan dengan The True Tenseigan."
"Jangan lupakan Ultimate Rinne-Sharingan milikku, Dobe"
Naruto terkekeh, "Kheh,,, kurasa kekuatan yang terkumpul sudah lebih dari cukup. Sekarang tidak ada lagi yang perlu ku khawatirkan."
Ini seperti titik balik dalam misi besar yang diemban oleh Naruto. Semua yang ia kira sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk diselesaikan sejak awal, sekarang seperti mendapat angin segar. Tidak salah pilihannya untuk menceritakan masalahnya pada Sasuke, Sona, dan Tsubaki, bahkan keberadaan Ophis juga sangat membantu.
'Tapi mungkin masih ada satu masalah lagi.' kata Naruto dalam hati, sambil matanya melirik ke arah Hinata yang fokus pada Cube dan dua artefak yang mengelilinginya.
.
.
.
TBC...
.
NOTE: Nah,,,, kalau kemarin-kemarin banyak muncul teori fisika, chapter kali ini kita banyak menggunakan pengetahuan tentang teknologi digital. Ada banyak istilah yang seringkali digunakan dan sangat familiar ditelinga kita sebagai pengguna produk-produk teknologi digital. Kalau ada yang kurang paham dengan salah satu istilah, search aja di tempatnya Mbah Gugel.
Chapter ini menjawab misteri dibalik summary yang ada selama ini. Banyak hal yang dulunya dipertanyakan, terjawab di chapter ini. Tentang kiamat sesungguhnya -True End-, sistem multiuniverse, Cube, dan empat artefak penyusun Matrix. Masalah di Kyoto pun sudah selesai, dan sepak terjang Konoha semakin menjadi-jadi, next target Bangsa Vampire Rumania.
Kemunculan Ophis yang sebentar muncul di chapter 12, ternyata punya peranan penting yang baru terungkap, inilah kejutan yang kumaksud kemarin.
Sebuah tim telah terbentuk, tim dengan jalan yang berbeda dengan semua golongan. Sekarang sudah ada lima kubu penentu akhir dunia. Tim Naruto, Konoha, Aliansi Tiga Fraksi, Khaos Brigade, dan kubu rahasia yang dibentuk Sakra. Semuanya saling berkaitan, dan masalah internal NaruHina yang ikut menambah polemik, tentang keinginan terselubung Hinata yang ingin menjadi makhluk lima dimensi, The True God.
Ulasan review :
Review yang menyatakan kalau terlalu berlebihan tentang makhluk lima dimensi, di chapter ini sudah terjawab dengan logis. Adakah yang masih ingin dibantah atau didebat?
Daripada membahas kelemahan Hinata mulu, mending lupain dulu aja deh. Nanti juga ketahuan, hihiiii.
Sona mulai ada rasa sama Naruto?, Hhhmm iya kali. Cinta bisa tumbuh tanpa disadari. Hihihiii,,,. rasanya ga cuma Sona saja deh. Ada lagi gadis lain yang menunjukkan ketertarikan pada Naruto, pernah muncul di chap 26 dan 31 kalau aku ga salah ingat.
Bener kalau kelihatannya Konoha lemah, tidak mungkin melawan Aliansi yang punya satu juta malaikat kloning. Tapi jangan khawatir, Konoha akan terus mengumpulkan sekutu, selain itu Konoha juga memiliki kekuatan rahasia. Tidak ada Edo Tensei, tidak ada Zetsu Putih. Aku udah nyiapin suatu hal untuk itu nanti.
Kakashi tidak sedikitpun memanfaatkan Sharingan untuk memanipulasi Yasaka. Dia hanya membuka mata Yasaka akan kenyataan yang sebenarnya, itu saja. Ini dilakukan agar persekutuan Konoha dengan Kyoto mutlak didasari oleh sebuah persamaan sehingga ikatannya lebih kuat. Cardinal System berada di puncak, Great Red jauh dibawahnya. Siapa pahlawannya?, maknai lebih dalam summary fic ini lagi.
Yang nyariin Rizevim, tuh dia udah nongol walau cuma nama saja, dan dia bakal jadi korban kelicikan Hinata dan Sona. Entah bagaimana nasib Rizevim, yang jelas dia superdevil jenius, dia pasti akan membuat sesuatu yang tak terduga.
Sona tidak memihak Aliansi ataupun Konoha, dia hanya memihak Naruto.
Transformer?, bener. Ada Cube dan Matrix di fic ini.
Jumlah mitologi yang muncul di fic ini menyesuaikan LN DxD, ga ada mitologi Egypt/Mesir dan lainnya.
Yang setia nunggu Hari Jum'at,,,,,, Jum'at berkah.
Ending masih rahasia.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
At Last, sebenarnya aku udah janji ga akan ngebahas ini dahulu, tapi daripada ribut, sesekali ku ungkit gapapa lah. Untuk flamer, kamu ngikutin kok sampai ke chapter ini, dan dari isi flamenya kok kamu tahu sedetail itu? Kamu demen atau doyan sama fic ini sih? Hihiii,,, pokoknya terserah kamu mau berbuat apa, aku bebasin dan aku ga akan menghapus flame kamu, toh aku ga musingin juga. Fic ini akan tetap update apapun respon kalian. Ibarat pepatah, 'anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu'. Ga usah dimaknai mendalam arti pepatahnya, jelas udah kelihatan bahwa fic ini terus update layaknya kafilah yang berlalu, dan dari situ juga ketahuan siapa an**** yang menggonggong. :V ... Buat Antiflamer fic ini ku ucapkan terima kasih untuk dukungannya, pun untuk reviewer lainnya juga, tapi ku mohon kalian ga usah ikutan ribut, biarin aja. Kita damai, karena aku cinta damai. Nikmatin aja isi ceritanya, daripada memikirkan hal tak penting tadi. Alangkah lebih baik lagi kalau ngisi kolom review dengan kritik atau saran agar fic ini lebih bagus kedepannya.
Sebelum berpisah, aku mau promosiin fanfic oneshoot baru nih, baca yaa, aku publish di akun ini juga. Isinya Humor rate-M, lumayan lah untuk merefresh pikiran setelah dipusingin oleh materi fic ini.
Pesan dari Kakahsi di chapter ini, Salam Milflovers, MILF Banzaaaaiiiii... :v
.
.
.
.
