Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 3 Juni 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

"Vali tidak masalah dengan rumor itu, dia dan timnya adalah kelompok paling ahli dalam urusan kabur dan melarikan diri. Hanya saja, Vali memberiku informasi kalau ada seseorang yang mengincar diriku."

"Hei Ophis, kau kan salah satu eksistensi terkuat di dunia ini, memangnya apa yang kau khawatirkan?" Naruto tidak mengerti, Ophis itu kuat, jadi kalau ada yang mengincarnya, ya tinggal dilenyapkan saja kan? Beres.

"Sekuat-kuatnya aku, tapi sebagai naga aku punya musuh alami, dan aku punya ketakutan pada itu."

Naruto tidak bisa memikirkan apapun, tapi keyakinan dari hatinya membuat dia menyunggingkan senyum lebar. "Ya sudah. Dengar ya Ophis, aku akan membantumu, seberat apapun masalah yang menimpamu. Itu karena sekarang kau adalah temanku."

"Teman ya.. Ahahaaa... Tidak salah aku mengenalmu, Naruto."

Dan kejadian ini membuat Hinata dan Naruto senang, baru pertama kali ini mereka melihat Ophis tersenyum dan tertawa dari hati yang tulus.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter Downfall of Hero Faction, Part 1.

-Kuoh City-

Jam belajar Kuoh Gakuen sudah lama usai, saat ini pun sang raja siang sudah hendak kembali ke peraduan, namun itu tak lantas membuat membuat siswa-siswinya cepat pulang.

Di kala sinar mentari yang semakin menjingga ini, lapangan futsal outdoor sedang ramai-ramainya dengan riuh sorak sorai para siswi. Penyebabnya tak lain adalah Uzumaki Naruto si idola baru para siswi sedang unjuk kebolehan di lapangan.

Sebenarnya, Naruto sebagai siswa pertukaran pelajar kelas XII dari luar negri tidak ikut dalam kegiatan ekskul manapun. Tapi tadi siang saat jam istirahat, beberapa siswa kelas XI yang tergabung dalam kegiatan ekskul futsal mengajaknya ikut latihan. Kegiatan ekskul futsal bukanlah ekskul favorit, lagipula jumlah siswa di sekolah ini sangat terbatas, membuat kegiatan ini sering kekurangan orang.

Kapten tim futsal pun hanya asal menawarkan ajakannya, hanya karena melihat postur tubuh Naruto yang lebih dari kata ideal sebagai atlet. Tidak tahunya, Naruto menerima dengan senang hati. Jadinya anggota ekskul futsal dibagi menjadi dua tim dan melakukan sesi latih tanding. Dan karena Naruto ikut, akibatnya lapangan futsal jauh lebih ramai dari biasanya.

"Oper sini...!"

Siswa berambut hitam cepak yang berteriak itupun langsung mendapatkan jatah bola karena posisinya yang tanpa pengawalan. Melakukan dribel hingga ke tengah lapangan, dan saat kepungan lawan memblok gerakannya, dia lalu melakukan passing dengan tumit ke belakang.

Bola disambut baik oleh teman setim siswa tadi. "Nice job, Bro."

Kini siswa berkulit agak gelap berambut klimis yang menguasai bola. Dia tidak melakukan dribbel namun melakukan passing atas menuju teman setimnya yang sudah menunggu di dekat gawang musuh.

Bola melambung tinggi, daaan...

Hap...

Naruto berhasil memotong bola dengan dadanya, tubuhnya yang tinggi tegap ditambah lompatannya yang tinggi membuat dia berhasil mencegah assist yang membahayakan gawang tim nya.

"Kyaaaa,,,, Naruto senpaaiiii... Kakkoiiii..."

Para siswi fangirlingan berteriak kencang tak tahu tempat. Padahal baru pertama kali mereka menonton futsal, tapi bertindak seolah mereka penonton futsal sejati.

Naruto berhasil mendarat, bola kini dalam kendalinya. Tanpa curang dan menggunakan chakra, tapi karena memang fisiknya yang melebihi manusia normal hasil dari latihan berat. Naruto melakukan dribling dengan lincah tanpa hambatan.

Sampai di area musuh, belum ada yang bisa menghentikan Naruto. Dia bersiap melakukan shooting, matanya menatap tajam sudut kanan atas gawang yang menjadi targentnya.

tap...

Bola itu tidak ditendang dengan keras, meluncur, daaan,,,

buggg...

siswa berambut putih dengan style harajuku menyambut bola itu dengan sundulan keras,

Gooooooooooooooooolllll...

Tambahan satu point untuk tim Naruto.

Siswa yang mencetak gol tadi berlari menuju teman setimnya, tos dengan semuanya. Naruto mengacungkan jempol untuk siswa itu, dia bukan manusia yang serakah akan popularitas, dia lebih senang berkerja dalam tim. Walaupun dia bisa saja melakukan shooting langsung dari posisinya tadi, tapi dengan menjadikannya sebagai umpan, itu bisa membuat ikatan anggota tim lebih kompak. Lagipula dia sendiri sudah mencetak 2 gol sebelumnya.

Tim yang kecolongan hanya bisa menunduk pasrah, mereka belum ada berhasil mencetak satu gol pun. Padahal kapten tim futsal, playmaker, shooter dan kiper dari pemain inti tim futsal Kuoh Gakuen ada dikubu ini, sedangkan tim Naruto hanya diisi pemain bangku cadangan.

Naruto tampaknya sangat senang. Ditengah peliknya masalah yang dia hadapi, dia masih berkesempatan untuk menikmati hiburan seperti ini.

Permainan dilanjutkan lagi setelah wasit meniup peluitnya. Bola masih dikuasai oleh tim yang baru saja kecolongan gol. Mereka semua masih bermain bagus, kalah jumlah gol tidak serta merta menjadikan mereka down.

Siswa berambut merah yang mengenakan ban kapten dengan lincah menggiring bola.

Tiba-tiba dari arah samping, satu pemain melakukan sliding tackle dan berhasil merebut bola itu.

Si kapten memberengut kesal, tapi dia masih menguasai diri. Dengan satu isyarat, dia menyuruh semua anggota timnya mundur untuk memperkuat pertahanan. Dia sendiripun berlari dan berusaha merebut bola dari pemain yang melakukan tackle terhadapnya tadi.

Bola masih berada di kaki siswa berkepala botak yang dia curi dari kapten tim futsal, namun dia tidak bisa mempertahankannya lama-lama. Si kapten tim terus saja membayangi pergerakannya. Ketika melihat celah, bola dioper pada siswa berambut pirang, Uzumaki Naruto.

Naruto menerima bola dengan baik. Posisinya kini ada di tengah lapangan sebelah kiri, kali ini dia ingin mencoba tendangan jarak jauh. Dia lagi-lagi mengunci target di pojok atas gawang, memanfaatkan kekuraangan tubuh kiper yang tidak terlalu tinggi.

Naruto mencondongkan badan kedepan dengan mata masih mengunci target, kaki kirinya menjadi tumpuan sementara kaki kanannya ditekuk dalam kebelakang. Gawang cukup jauh dari posisinya, jadi menggunakan puggung kaki untuk menembak adalah pilihan tepat agar memperoleh tembakan lurus, kuat, dan terarah.

Saat Naruto mulai mengayunkan kaki kanannya, matanya tiba-tiba menangkap pemandangan yang tak dia sukai. Moment ini kebetulan sangat tepat, ide jahil muncul dikepalanya, sambil menyeringai lebar, dia memperkuat ayunan kaki kanannya dengan enhance chakra. Kaki kiri yang menjadi tumpuan juga dialirkan chakra agar pijakannya mengakar kuat di tanah.

Buuuaaaggg...

Shooting dari Naruto teramat keras, bola melaju cepat menuju gawang. Sang kiper berusaha menangkap bola itu, namun gagal. Kecepatan bola sama sekali tidak bisa ditangdingi sang kiper. Meski begitu, bola terus melaju hingga melewati atas mistar gawang.

Para penonton yang terdiri dari siswi fangirlingan nampak kecewa karena idola mereka gagal mencetak gol, tapi seringaian diwajah Naruto masih belum hilang

Tidak lama kemudian,,,

Duaaakkkk...

"Kyaaaaaaa..." beberapa siswi menjerit histeri dari kejauhan. Mungkin bola yang ditendang Naruto nyasar dan mengenai seseorang.

...

Sesaat sebelumnya, Hinata terlihat lebih santai dari biasa. Tidak ada papperwork dari OSIS ataupun tugas sekolah. Untuk membunuh waktu luang ini, dia ingin membantu petugas yang merawat taman bunga di depan ruang ibadah Kuoh Gakuen. Niatnya terkabulkan ketika wanita berusia 40-an yang menjadi petugas dengan senang hati memberikan ijin. Lagipula jarang ada siswa atau siswi yang mau membantu pekerjaan wanita paruh baya itu.

Sementara petugas tadi menata pot-pot bunga baru untuk menggantikan bunga yang sudah mati, Hinata dengan telaten membersihkan tanaman liar yang ikut tumbuh di taman itu. Saat ini Hinata mengenakan seragam olahraga Kuoh Gakuen agar seragam belajar tidak kotor. Seragam olahraga yang dipakai Hinata sama dengan yang lain, hanya saja dengan bawahan celana longgar selutut. Dia tidak suka memakai blomer yang terlalu ketat dan mengekspos pahanya.

Saat Hinata membersihkan tanaman liar sambil berjongkok, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.

Hinata menoleh, dan mendapati pemuda berambut pirang yang sudah ada dibelakangnya tanpa ia sadari.

"Kiba-san...?"

"Hai, Hinata-senpai..."

"Ahhh ya,, hai juga.." sahut Hinata setelah dia berdiri mensejajarkan badannya dengan orang yang menyapanya

Yuuto Kiba, iblis pemegang bidak Knight, budak dari Rias Gremory. Sepertinya dia juga tidak ada kesibukan, maka dari itu dia ada disini. Siswa kelas XI ini adalah orang yang murah senyum dan senang membantu orang lain. Dia pun disini karena hatinya tergerak setelah melihat kemurahan hati Hinata yang suka menolong sesama.

"Maaf sebelumnya, senpai. Apa kau tidak keberatan melakukan pekerjaan yang membuat pakaianmu kotor? Padahal siswa-siswi lain enggan melakukan pekerjaan seperti ini."

Hinata menepuk-nepukkan kedua telapak tangannya, mengurangi debu dan tanah yang ada. "Tidak masalah, bibi petugas hanya bekerja sendirian padahal taman bunga ini cukup besar. Lagipula aku senang melakukan ini, aku suka merawat tanaman."

"Wah,, benarkan? Apa senpai juga memiliki taman bunga sendiri?"

"Hu'um. Aku punya, tapi tidak di kota ini. Aku tinggal di apartemen, jadi tidak punya lahan. Taman bunga milikku terpaksa ku tinggalkan ditempatku berasal karena aku harus menetap di sini."

Ya, Hinata punya taman bunga yang dia rawat sendiri di kediaman Keluarga Hyuga, di Pulau Melayang Konoha.

"Begitu ya. Ngomong-ngomong aku tahu beberapa jenis bunga, yang paling ku sukai itu bunga tulip kuning. Kalau senpai?" Kiba bertanya dengan nada antusias.

Berbicara tentang bunga, Hinata tentu dengan senang hati membahasnya. "Aku juga punya bunga tulip di taman milikku, lalu ada banyak bunga lainnya. Dan yang paling ku sukai itu bunga matahari."

"Bunga matahari?"

Hinata mengangguk sebagai respon ekspresi setengah percaya dari Kiba, "Bunga itu punya arti khusus untukku. Selain itu aku juga sangat suka bunga lavender."

"Lavender, bunga kecil cantik. Secantik warna bola matamu.."

"Ah,, uhhmm... Kau terlalu berlebihan, Kiba-san." Hinata jadi malu, suaminya sendiri saja tidak pernah berbicara seromantis ini.

"Tidak kok, aku jujur. Kau memang perempuan yang pantas mendapat pujian seperti itu."

"Sudahlah,,, jangan bicarakan itu lagi." Hinata tidak ingin obrolan seperti ini berlanjut. Dari tingkah polah kouhai-nya yang merupakan idola banyak gadis disekolah, Hinata cukup peka untuk melihat adanya ketertarikan khusus dari Yuuto Kiba kepada dirinya. Ini bukan hal bagus, dia sudah memiliki Naruto dan tak akan pernah membagi cintanya, jadi dia mengalihkan topik pembicaraan. "Bagaimana kalau kau membantuku membersihkan rumput liar disekitar sini. Kau tidak sedang sibuk kan, Kiba-san?" Hinata tidak akan tega mengusir orang lain, jadi akan lebih baik mengerjakan sesuatu.

"Bolehkah?" Kiba menunjukkan raut senang.

Hinata mengangguk, "Tentu saja. Bibi yang bertugas merawat taman ini pasti senang kalau lebih banyak murid yang membantu pekerjaannya."

"Kalau begitu, ayo.."

"Kiba-san, kau bersihkan yang sebelah sana ya.!" pinta Hinata seraya menunjuk area taman bunga yang sebelah kiri.

"Dengan senang hati" jawab Kiba sambil mengulas senyum bahagia.

Tanpa ada obrolan lagi, kedua orang ini pun sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hinata fokus membersihkan rumput-rumput liar, mencabutinya sampai tak bersisa agar tunasnya tidak tertinggal dan tidak tumbuh lagi.

Sedangkan Kiba, bukannya fokus dengan apa yang seharusnya dia kerjakan, tapi malah fokus memandangi senpai-nya. Dimata Kiba, Hinata nampak begitu mempesona. Debu dan tanah yang menempel di pipi gembil Hinata yang seputih porselin tidak sedikitpun mengurangi kecantikannya. Rambut panjang berwarna indigo gelap yang lembut dan berkilau sedikit terayun dimainkan hembusan angin sepoi. Apalagi senyum manis yang tak pernah lepas di bibir mungil yang berwarna pink merekah itu, membuat Kiba untuk pertama kalinya selama dia hidup sejak lahir mendapatkan pengalaman tertarik kepada makhluk berjenis perempuan.

Karena keasyikan dalam khayalannya, Kiba tidak menyadari adanya bahaya yang datang dari arah samping kirinya,

-Slow Motion, Speed 1/50 X-

Syuuuu...

Sebuah bola futsal bergerak terbang perlahan, lurus tepat mengarah ke kepala Kiba, sambil berputar cepat diudara sehingga menimbulkan efek suara dengung. Efek jilatan-jilatan lidah api yang menyemiluti permukaan bola, membuat kesan mengerikan pada apapun yang akan dikenainya.

Sreeekkkkk...

Bola keras itupun sampai pada targetnya, masih dengan putaran berkecepatan tinggi, tanpa ampun menggilas pipi Kiba. Putaran bola tak sedikitpun berkurang kecepatannya, meninggalkan luka lecet yang lebih mirip luka bakar di wajah rupawan itu.

Kraaaakkk...

Belum sampai disana, bola itu juga menghantam keras tulang wajah Kiba. Momentum gerakan bola yang sangat kuat, menghasilkan gaya tumbukan yang begitu keras. Tulang wajahnya seperti retak dan hampir remuk, pipi kiri Kiba yang dihantam bola mencekung, disusul dengan hidungnya yang menyemprotkan banyak darah segar, gigi-gigi yang satu persatu rontok dari rahang. Mata sebelah kiri sudah tak terselamatkan lagi.

Saking kuatnya tumbukan dari bola, kepala Kiba terpental bersamaan dengan arah laju bola.

-Normal Motion-

Brruaaakkkk...

Dhuaarrrr...

Tubuh Kiba menghantam monumen batu yang terletak di tengah taman. Monumen berupa patung batu kepala sekolah pertama Kuoh Gakuen itu pun hancur berantakan.

"Kiba-san...!"

Hinata memekik terkejut setelah berbalik dan melihat apa yang terjadi pada kuohai-nya. Dia segera mendekati tubuh Kiba untuk memberikan pertolongan, namun,,,

"Whaaaaaa,,,, Kiba-san.. Maafkan aku,,, maafkan aku. Aku sungguh tidak sengaja menendang bola hingga keluar lapangan dan sampai kesini..."

Naruto yang tiba-tiba saja ada didekat Kiba, berteriak panik seraya mengoncang-goncangkan dengan keras tubuh Kiba yang tampaknya terluka cukup parah.

Tapi Kiba itu iblis, fisiknya jauh lebih kuat dari manusia biasa. Jadi hal seperti tadi tidak akan membuatnya roboh dan pingsan.

"Tidak apa-apa kok, Naruto-senpai. Salahku juga tadi yang melamun."

Kiba tidak ingin terlihat lemah didepan Hinata. Dia bangkit dan menyingkirkan tangan Naruto yang mengoncang-goncangkan tubuhnya. Dia memang bisa bertahan, tapi tetap saja hantaman bola tadi membuatnya kesakitan.

Hinata mendekat ke samping Naruto, dia menatap prihatin pada Kiba.

Naruto masih memasang wajah bersalah, "Sekali lagi maafkan aku, Kiba-san."

"Tidak apa-apa kok, Naruto-senpai"

"Kau harus dirawat di UKS, aku akan mengantarmu kesana." Hinata menawarkan bantuannya.

Kiba membuka mulut hendak mengiyakan, namun terpotong,,,

"Ya,,, aku akan menggendongmu, biar cepat." usul Naruto.

"Tidak usah,, aku bisa sendiri." mana mau Kiba digendong laki-laki, memalukan.

"Kalau begitu, baiklah..." ucap Naruto. Dia lalu mengalihkan padangannya pada Hinata yang disampingnya, melupakan sosok Kiba yang baru saja dia celakai, "Hime, aku dari tadi mencari mu loh, tidak tahunya kau ada disini..."

"Kau mencariku, Anata?" Hinata menatap heran. Kalau iya, harusnya menghubungi lewat smartphone kan cukup.

Kiba menghiraukan rasa sakit di wajahnya, dia melongo mendengar bagaimana dua orang didepannya saling panggil.

Naruto nyengir, "Iya, aku kangen."

Pukk...

Hinata memukul pelan pundak suaminya, "Mouu,,, Anata. Kita baru pisah 3 jam, bukannya sebulan."

Melihat Hinata yang imut dan menggemaskan, tanpa aba-aba,,,

Chuuu...

Naruto mencium pipi istrinya.

Rona merah pekat menjalar di pipi Hinata, perlakuan mesra yang kali ini suaminya lakukan di depan umum sontak membuatnya sangat malu.

"Itu tanda supaya tidak ada yang salah paham tentang hubungan kita lagi seperti kemarin."

Hinata mengangguk pelan, membenarkan pernyataan suaminya. Kan kasihan para iblis yang tertarik pada Naruto sedangkan mereka tidak tahu kalau ia adalah istrinya.

Naruto menggenggam tangan Hinata, membawanya berdiri. "Kiba-san, kau beneran sudah tidak apa-apa kan? Kami harus pergi, tadi Sona-kaichou menyuruh kami berkumpul secepatnya." ungkap Naruto dengan alasan yang dibuat-buat.

Kiba yang mematung dengan mata melotot dan rahang menggantung semenjak melihat adegan ciuman mesra tadi, kini kembali ke kesadarannya. Tidak ada pilihan lain selain mengangguk, mengangguk pelan dan patah-patah.

"Nah, ayo Hinata."

Naruto pun pergi dari taman, membawa Hinata bersamanya. Berjalan sambil tertawa jahil, membuat istrinya menyerngit bingung tak mengerti.

Sedangkan Kiba yang masih terpuruk,

Pukk...

Ada seseorang yang baru saja menepuk pelan pundaknya.

Kiba menoleh ke belakang, "Tsubaki senpai?"

"Kau sepertinya belum tahu yaa, kalau Naruto-san dan Hinata-san itu suami istri."

"Hah?" fakta baru ini sudah kelewatan bagi Kiba.

"Kami baru mengetahuinya kemarin sore, mungkin Rias-sama lupa memberi tahumu."

"Ja-jadi,,,?"

"Umm,,, Kurasa Naruto-san itu tipe laki-laki protektif dan cemburuan."

Kiba baru mengerti sekarang, berarti bola tadi memang sengaja di tendang Naruto ke kepalanya. Pantas saja bola futsal tadi menghantam kepalanya sangat keras, kalau hanya bermain futsal tidak mungkin Naruto menendangnya sekeras itu. Jika manusia biasa yang kena, mungkin orang itu sudah sekarat dan terbujur kaku di rumah sakit.

Kiba merutuki kebodohannya,,,

"Nah Kiba-kun, ayo... Kita ke UKS, aku akan merawatmu. Luka diwajahmu lumayan, jadi harus dirawat kalau tidak mau wajah tampanmu rusak selamanya."

Kiba hanya pasrah mengiyakan.

Sudah jadi rahasia umum bahwa wakil ketua OSIS, Tsubaki Shinra, punya ketertarikan khusus pada Yuuto Kiba.

Nice job Naruto, kau membuat wajah pria yang kau cemburui memar dan bebak belur, sekaligus menghancurkan hati, harapan, dan cintanya.

.

.

.

-Kota Pelabuhan Venesia, Italy-

Latar tempat peristiwa yang sedang berlangsung heboh dan menegangkan ini mengambil setting di salah satu destinasi wisata paling favorit di negaranya, bahkan diseluruh dunia.

Kota Venesia atau yang sering disebut Kota Kanal terletak di bagian Utara Negara Italia. Kota yang sangat indah ini tersusun dari 118 pulau kecil yang terpisah oleh kanal-kanal dengan jembatan sebagai penghubungnya. Alih-alih jalanan beton atau aspal, kanal-kanal itulah jalur transportasi yang umum di kota ini. Sebagai alat transportasinya, penduduk setempat menggunakan perahu kecil yang disebut gondola.

Kota ini dipisah menjadi dua bagian besar oleh Grand Canal, kanal utama yang sangat lebar memisahkan dua bagian sehingga sulit disebrangi. Oleh karena itulah, dibangun Rialto Bridge sebagai satu-satunya jembatan penghubung untuk memudahkan akomodasi penduduk dan touris yang melancong ke Venesia.

Lupakan tentang Venesia dan segala keindahan kota wisata bernuansa tempo dulu ini!. Sekali lagi, peritiwa menegangkan yang sedang terjadi ini memang berada di Venesia, namun kalau diamati seksama, tempat ini bukanlah Venesia yang sebenarnya.

Tidak ada satupun manusia normal yang berada di kota ini. Yang ada hanyalah ribuan pasukan yang sedang memborbardir, memporak-porandakan seisi kota, menghancurkan apa saja yang ada didalamnya hanya untuk menemukan sesuatu yang mereka cari. Pasukan itu terdiri dari ratusan hewan Anti-Monster serta para manusia pengguna Balance Breaker, ditambah ribuan Grim Reaper yang tidak henti-hentinya mencari sesuatu yang sangat mereka inginkan.

Anti-monster, manusia pengguna Balance Breaker, dan Grim Reaper. Sudah dapat ditebak komplotan apa mereka.? Benar, Hero Faction yang dibacking oleh Sang Penguasa Neraka, Hades.

Mencari sesuatu? Ya, sesuatu yang mereka sangat inginkan, yaitu Sang Ketidakbatasan Uroboros Dragon, Dewi Naga Ophis.

Apa alasan mereka sampai memporak-porandakan seisi kota Venesia hanya untuk menemukan Ophis?

Jawabannya tidak terlalu sulit. Karena ada satu kelompok dari Khaos Brigade punya prinsip yang berlawanan dengan apa yang diinginkan Hero Faction. Mereka adalah sebuah kelompok kecil yang dipimpin oleh Vali Lucifer, darah campuran keturunan keempat dari Satan Lucifer sejati dengan wanita dari ras manusia, pemilik Sacred Gear Longinus Divine Dividing yang bersemayam didalamnya Kaisar Naga Putih Albion dari Welsh, seseorang yang dinobatkan sebagai Hakuryukou terkuat sepanjang masa. Kelompok kecil ini beranggotakan tujuh orang, yaitu Vali Lucifer, Bikou, Arthur Pendragon, Le Fay Pendragon, Kuroka Toujou, Serigala Fenrir yang sudah jinak dan Gogmagog. Dua yang terakhir disebutkan tidak bisa disebut orang karena mereka lebih mirip hewan atau senjata yang hanya menuruti kemauan tuannya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Cao Cao yang memimpin Hero Faction menginginkan Ophis sebagai bahan eksperimen. Hades yang membacking Cao Cao menginginkan produk sampingan dari eksperimen itu, yaitu 'sisa' Ophis. Inilah dasar kerjasama mereka. Walaupun ini sebenarnya adalah konspirasi jahat, namun dunia supranatural bungkam, membiarkan hal ini tetap terjadi dan kebanyakan malah mendukungnya. Pemberitaan media menjadi sumber masalahnya. Tim Vali diberitakan menculik Ophis untuk kepentingan sendiri.

Salah satu rumor yang dipercayai banyak golongan supranatural menyebutkan bahwa Vali ingin menggunakan Ophis dalam rangka menemukan bentuk baru dari Juggernaut Drive untuk mendapatkan kembali kekuatan asli dari Albion Sang Kaisar Naga Putih. Setelah menguasainya, Vali berencana menantang bertarung semua orang terkuat dan dewa-dewa dari semua golongan makhluk supranatural untuk membuktikan diri menjadi yang terkuat sebagai Kaisar Naga Sejati yang mendominasi dari jalur putih. Dan tentu saja tujuan terakhirnya adalah bertarung dan mengalahkan Sekiryushintei Great Red.

Rumor itu memang terdengar agak konyol dan sukar dipercayai karena cukup banyak yang tahu kalau Vali bukanlah anak-anak yang mempunyai pemikiran sempit seperti itu, walau Hakuryukou satu ini terkenal akan sifat maniaknya dalam bertarung. Tapi tetap saja kekhawatiran besar melanda semua golongan, Ophis sebagai Dewi Naga diyakini mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan Naga manapun lalu membimbingnya pada arah dan jalan yang baru, tidak terkecuali Albion yang keberadaannya tersegel dalam Sacred Gear Divine Dividing didalam tubuh Vali.

Mungkin saja itu akan benar-benar akan terjadi, lalu Vali dengan kekuatan baru yang menyaingi seorang Dewa Superior membuat kekacauan dimana-mana dengan menantang semua orang bertarung. Terdengar sangat buruk kan?

Jadi, Hades lah yang pertama kali berinisiatif untuk melakukan tindakan penyelamatan Ophis. Hal ini pun sebenarnya terdengar tidak logis, apa yang masuk akal dari menyelamatkan seorang pimpinan organisasi teroris yang mengancam kedamaian seluruh dunia?

Jawabannya terletak pada sebuah pemikiran sederhana yang tertaman didalam otak setiap pemimpin dan dewa-dewa dari berbagai mitologi. Tujuan Ophis hanya satu, yakni pulang ke kampung halaman yaitu celah dimensi dan menyingkirkan Sekiryushintei Great Red dari sana. Mereka meyakini bahwa Ophis tidak akan pernah berhasil melengserkan Great Red apapun yang organsasi Khaos Brigade rencanakan. Dari keyakinan itu, maka mereka berpandangan bahwa Khaos Brigade hanyalah perkumpulan kelompok teroris yang tak akan pernah bisa mencapai tujuan akhir, walaupun kadang sesekali berbuat masalah seperti insiden di Kyoto dan serangan para pengguna Balance Breaker baru-baru ini. Tapi sekali lagi itu bukanlah masalah besar, golongan superior dari berbagai reliji dan mitologi terkenal punya kekuatan lebih dari cukup untuk mengatasinya.

Ditambah lagi saat ini berita baru tentang bergantinya pemimpin Khaos Brigade membuat semua golongan khawatir. Saat Ophis memimpin, dia tidak lebih dari sekedar 'maskot' hanya karena nama besarnya sebagai Sang Ketidakbatasan. Namun jika pemimpin baru punya kharisma untuk menyatukan semua kelompok jahat yang tergabung dalam Khaos Brigade, seperti Dark Witch/Magician/Nilrem, Hero Faction, Old Satan, Qlippoth, dan kelompok-kelompok jahat lainnnya. Lalu membentuk sebuah tujuan baru yang berbeda dengan era kepemimpinan Ophis, maka hal buruk selanjutnya tidak akan bisa mereka perkirakan.

Katanya Ophis dimanipulasi oleh bawahannya dan dipaksa turun jabatan. Apalagi adanya pemberitaan bahwa internal Khaos Brigade yang terdiri dari beberapa golongan oposisi sempat ribut, namun berhasil di atasi oleh pemimpin baru. Menurut rumor, pemimpin baru itu adalah seorang legenda jaman dahulu. Keberhasilannya menyatukan semua golongan yang bersitegang, membuktikan bahwa orang ini punya kekuatan besar dan kharisma yang sangat disegani.

Pergantian pemimpin, menandakan pergantian arah pergerakan Khaos Brigade. Jika dulu saat Ophis memimpin, Khaos Brigade bertujuan untuk mengembalikan Ophis ke kampung halamannya di celah dimensi dan menyingkirkan Great Red. Tapi sekarang pihak luar tidak ada yang tahu apa tujuan Khaos Brigade, sama seperti tidak tahunya mereka siapa orang yang menggantikan Ophis.

Hal itu tentu berbahaya bagi semua golongan, karena itulah. Tindakan penyelamatan Ophis dari Vali serta mengembalikan Ophis ke posisi semula sebagai pemimpin Khaos Brigade akan membawa sedikitnya tiga keuntungan untuk semua golongan supranatural. Pertama, mencegah Vali mendapatkan kekuatan baru dan mencapai impiannya. Kedua, mengembalikan Khaos Brigade pada tujuan awal yaitu menyingkikan Great Red yang diyakini tidak akan pernah berhasil. Ketiga, Khaos Brigade adalah tempat bagi para orang buangan dan golongan oposisi yang tidak diterima dimanapun, dengan begitu mereka lebih terkontrol ketimbang jika keberadaanya tidak jelas.

Itulah alasan kuat kenapa hampir semua golongan mendukung tindakan Hades dan Hero Faction.

Lagipula, Hero Faction telah menyatakan kesetiaannya pada Ophis kepada seluruh dunia, dan tidak menyetujui adanya pemimpin baru dalam Khaos Brigade. Cao Cao menyatakan dengan tegas bahwa ia ingin mengembalikan Ophis menjadi pemimpin Khaos Brigade. Kelompok teroris dari golongan manusia ini walaupun cukup dibenci oleh hampir semua golongan supranatural dan pemimpinnya pun memiliki 'Tombak Suci' yang mampu membantai tuhan dan dewa, tapi dengan adanya pernyataan dukungan Sakra alias Indra Sang Dewa Perang 'The Heavenly Emperor' dari Reliji Hindu-Budha, tampaknya berhasil menarik kepercayaan beberapa golongan dari berbagai mitologi pada Hero Faction, walaupun Sakra tidak memberikan alasan jelas kenapa dia memberikan dukungannya.

Aliansi Tiga Fraksi bungkam akan masalah ini padahal mereka yang dikenal sebagai pengusung perdamaian setelah pertemuan di Kuoh seharusnya ikut melakukan tindakan, tapi sepertinya mereka juga mempercayakan Hades untuk masalah ini walau tidak ada pernyataan resmi yang keluar dari mulut salah satu petingginya.

Semua pemikiran itulah yang mendasari kenapa Hades bisa bekerja sama Hero Faction serta mendapat dukungan penuh dari berbagai golongan dalam sebuah operasi gabungan 'penyelamatan' Ophis. Konspirasi jahat Hades dan Hero Faction tersembunyi dengan baik, hal yang tidak mungkin kini bisa terjadi hanya karena sebuah pemberitaan palsu.

Satu lagi yang mengganjal pikiran, kenapa hanya Tim Vali dari Khaos Brigade yang menghalangi rencana Cao Cao? Seharusnya semua golongan dalam Khaos Brigade yang dipimpin oleh orang baru menghalangi rencana yang diucapkan Cao Cao pada dunia yang ingin mengembalikan Ophis menjadi pemimpin Khaos Brigade kembali, iya kan? Jawabannya bisa ditarik dari sebuah kemungkinan. Kemungkinan mengenai pemimpin baru Khaos Brigade bahwa dia ikut mengambil keuntungan dalam eksperimen Cao Cao.

Eksistensi Ophis dalam Khaos Brigade benar-benar sesuatu.

Begitulah hakikat cara 'politik' bekerja. Politik itu tak ubahnya permainan manipulatif, kotor, penuh tipu daya, yang memanfaatkan media pemberitaan subjektif. Demi mencapai kepentingan sendiri atau golongan tertentu, segala cara dihalalkan. Setiap golongan akan melakukan apapun, menjatuhkan lawan demi mendapat kekuasaan, dan yang menjadi korban tentu saja pihak minoritas yang tak punya kekuasaan.

Lihatlah yang pihak jadi korban pemberitaan palsu permainan politik disini!, mereka tidak bisa berbuat banyak, namanya juga kelompok kecil yang hanya beranggotakan tujuh orang. Tidak ada yang bisa Tim Vali perbuat selain hanya lari, kabur, dan kucing-kucingan dari kejaran berbagai golongan. Vali Lucifer tahu apa sebenarnya rencana Cao Cao, bereksperimen menggunakan Ophis sebagai objeknya,,, mutlak tidak bisa ia terima.

Ini juga alasan kenapa semua orang yang terlibat disini bisa sampai jauh-jauh ke Venesia. Yah, namanya juga 'lari dan mengejar'. Kemanapun tujuannya, yang penting Vali ingin mengamankan Ophis dari kejaran Cao Cao.

Dan sekarang Tim Vali terjebak didalam dimensi ruang buatan replika kota Venesia yang dibuat dengan Balance Breaker Dimension Create oleh Georg Faust si pengguna Sacred Gear Longinus Dimension Lost. Mereka kecolongan hingga masuk kedalam perangkap yang dibuat oleh Cao Cao. Hingga saat ini, Le Fay dan Kuroka masih belum menemukan formula sihir agar bisa lepas dari perangkap yang dibuat Georg. Terpaksa semua anggota Tim Vali yang dibagi menjadi bagian kecil dan secara estafet bergiliran bermain 'lempar tangkap Ophis' agar Dewi Naga ini tidak menjadi objek eksperimen Cao Cao, memberikan Le Fay waktu memecahkan kunci formula sihir untuk keluar dari dimensi buatan ini.

Tapiii,,,, yang paling mengherankan adalah Ophis sendiri. Ya, Ophis. Ini yang hampir tidak bisa dipercaya.

Kalau mau, Ophis dengan sekali jentikan jari saja sanggup meratakan seluruh Venesia, bahkan menghancurkan seisi dimensi buatan ini tanpa sisa. Pihak yang menginginkan dirinya ataupun pihak yang ingin menyelamatkan dirinya, bisa dengan mudah dia lenyapkan begitu saja semudah meniup debu. Tapi kenapa Dewi Naga ini hanya diam saja tak melakukan apa-apa? Seolah dia menikmati dirinya dijadikan bahan permainan oleh banyak pihak.

Jawabannya mudah, Ophis sang ketidakbatasan yang lahir dari ketiadaan, tidak akan pernah bisa memahami apa itu prinsip 'dominasi'. Alasannya sedehana, karena Ophis sudah kuat sejak awal dia tercipta. 'Dominasi' hanyalah alasan yang digunakan dan dibuat-buat oleh makhluk yang dikuasi nafsu seperti makhluk supranatural dan manusia. 'Dominasi' yang dimaksud adalah keinginan oleh mereka yang pernah lemah dan berada diposisi bawah untuk naik dan berada di tempat paling puncak dari semua eksistensi yang ada. Itulah yang mendasari konflik yang terjadi diantara semua makhluk sejak peradaban bermula hingga sekarang sampai kiamat nanti. Sedangkan bagi Ophis yang sudah kuat sejak awal, tempat paling puncak hanyalah sesuatu yang tak berharga sama sekali karena ia bisa dengan mudah mendapatkan itu ataupun meninggalkannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ophis sama sekali tidak memiliki hasrat, tidak tertarik dengan apa yang sedang menimpa dirinya.

Kesampingkan informasi yang tak pernah diketahui siapapun kalau Ophis pernah bertarung sekali dengan pendatang baru dari universe lain karena masalah yang berkaitan dengan kerusakan celah dimensi, keruntuhan Sistem Multiuniverse dan Cardinal System.

Orang-orang banyak hanya tahu bahwa Ophis Sang Dewi Naga ini tidak akan pernah menyerang, apalagi membabi buta. Pada dasarnya, Ophis yang tidak punya hasrat bertarung tidak akan menyerang orang lain selain Great Red. Maka dari itulah, Ophis hanya diam saja seolah tidak peduli apa yang terjadi. Dia dengan senang hati diam tanpa melawan dilempar kesana kemari oleh anggota Tim Vali dengan sihir teleportasi agar tidak tertangkap oleh Cao Cao.

Tapi jangan lupakan satu hal!, walaupun pasif dan tak punya hasrat bertarung, Ophis itu makhluk cerdas. Asumsikan saja kalau pada moment ini, dia memiliki rencana licik terselubung.

BLLAAARRRRR...

Ledakan yang menghancurkan bangunan kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Venesia mungkin tidak lama lagi akan tenggelam kedasar laut. Kali ini yang hancur adalah Punta Della Dogana, sebuah museum seni yang terletak di ujung pulau di distrik Dorsoduro.

Ada Gogmagog disana yang sedang mengamuk dan menghantam apapun yang ada dihadapannya. Puluhan hewan anti-monster ciptaan dari Leonardo si pengguna Sacred Gear Annihilation Maker mampu ditumbangkan oleh raksasa batu itu. Hewan anti-monster yang bentuknya bermacam-macam dari yang berkaki dua hingga berkaki delapan dengan jumlah mata tak tentu. Walau ukuran hewan-hewan anti-monster itu melebihi 10 meter, tapi itu bukan apa-apa bagi Gogmagog yang mempunyai kekuatan dan pertahanan luar biasa.

Gogmagog, makhluk sejenis gargoyle yang mengapung di celah dimensi pada kondisi mati. Dia adalah senjata produksi massal yang dibuat oleh dewa-dewa kuno. Gogmagog adalah satu-satunya bebatuan gargoyle yang ditemukan masih bergerak oleh Tim Vali ketika mereka berkelana di celah dimensi. Karena Le Fay tertarik, jadi dia ambil dan dipelihara.

Grroooaarrr...

Dug dug dug dug...

Seraya mengeluarkan suara keras, Gogmagog memukul-mukul dadanya sendiri layaknya Raja KingKong yang menunjukkan eksistensinya sebagai penguasa hutan pada semua musuhnya.

Puluhan Hewan anti-monster terseret mundur beberapa langkah karena hempasang angin dari teriakan Gogmagog.

Gogmagog lalu mengangkat kedua tangannya ke atas, dan dengan kekuatan penuh di ayunkan ke tanah.

Dhuuuarrrr...

Ujung pulau distrik Dorsoduro itu hancur hingga tidak ada tempat berpijak, tenggelam kedalam air laut. Semua hewan anti-monster di area itu pun lenyap setelah hantaman kuat dari Gogmagog.

Golem batu itu sendiri, karena saking berat tubuh yang ia miliki, ia tenggelam kedalam air. Lalu beberapa saat kemudian dasar air laut bercahaya dan berpendar menyilaukan, Gogmagog pun hilang.

Disisi lain, Rialto Market yang terletak di sepanjang Grand Canal di distrik San Polo, yang mulanya adalah pasar tradisional dengan banyak dijumpai toko-toko dan kios yang menjual bahan-bahan makanan, kini sudah rata dengan tanah. Beberapa bagian bahkan sudah hancur dan tenggelam sehingga membuat air dari Grand Canal masuk ke Rialto Market.

Ditempat itu lah, puluhan hewan anti-monster yang sama seperti yang melawan Gogmagog ditambah ratusan pasukan Grim Reaper kelas bawah tidak punya kesempatan untuk melawan balik amukan dari Serigala yang taringnya mampu membunuh tuhan dan dewa. Serigala Fenrir yang walaupun sudah diturunkan level kekuatannya oleh Tim Vali, tapi tetap saja kekuatan yang dia punyai tidak bisa dihadapi dengan mudah oleh hewan-hewan buatan Leonardo dan pasukan Rrim Reaper.

Slice...

Slice...

Slice...

Slice...

Slice...

Slice...

Tidak terhitung lagi, sudah berapa banyak hewan anti-monster dan grim reaper yang tubuhnya berhasil di cabik-cabik oleh Fenrir. Ditambah lagi, tidak sedikit yang mati akibat kena gigitan taring Fenrir.

Walau sudah banyak yang Fenrir habisi, namun masih tetap ada hewan anti-monster dan grim reaper yang berusaha melawannya.

Fenrir membuka mulutnya,,,,

AAAUUUUUUUU. . . . . .

Hanya dengan satu kali auman, semua hewan anti-monster dan pasukan Grim Reaper yang tersisa terpental berterbangan hingga tanah di area Rialto Market hanya menyisakan Fenrir saja.

Syuuutttt,,,

Brakk...

Dari langit, turun dengan cepat satu hewan anti-monster yang bentuknya lain dari yang lain. Hewan ini ukurannya dua sampai tiga kali lebih besar daripada hewan-hewan anti-monster yang lebih dulu ada. Bentuknya seperti serigala dengan hanya satu buah mata. Dia mendarat tepat didepan Fenrir dari jarak yang tak terlalu jauh.

Kini kedua serigala itu saling berhadapan dengan tatapan mengintimidasi. Fenrir yang berwarna abu-abu menarik sudut bibirnya, mengekspos lebih banyak taringnya, lebih banyak lagi air liur serigala itu yang menetes ditambah kepulan asap tipis dari nafasnya yang tidak berhenti keluar dari hidung.

Serigala anti-monster, mungkin hewan ini diciptakan khusus oleh Leonardo untuk melawan Fenrir. Bentuk dan postur tubuhnya sama dengan Fenrir, menandakan bahwa kekuatan dan kecepatannya pasti sanggup menyamai Fenrir. Cao Cao yang merupakan petarung pintar dan penuh persiapan tentu memiliki banyak data tentang lawan yang akan ia hadapi dan telah memperkirakan hal ini. Jadi dia sudah mempersiapkan Leonardo untuk hal ini. Perbedaan kedua hewan itu mungkin hanya terletak pada taringnya saja, hanya taring dari serigala legendaris Fenrir saja lah yang mampu membunuh tuhan dan dewa.

Tatapan tajam Fenrir dan serigala anti-monster saling terkunci, kaki depan mereka mengais-ngais tanah seraya bergerak kesamping, berputar 180 derajat dengan mata pernah lepas dari lawannya hingga kini keduanya saling bertukar posisi.

Sreeeetttt...

Kaki depan mereka masih mengais, lalu,,,

Sshhttt...

Menerjang kedepang dengan kecepatan yang sama.

Duaakk...

Ketika sudah ditengah, kepala kedua hewan ini saling hantam. Akibatnya,,,,

Dhuuarrr...

Bongkahan-bongkahan batu dan sisa reruntuhan bangunan disekitar Rialto Market yang telah hancur terangkat keudara.

Fenrir dan serigala anti-monster terdiam ditengah antara posisi awal mereka. Rupanya kekuatan mereka sama kuat sehingga tak satupun yang terseret mundur kebelakang.

Kaki depan serigala anti-monster terangkat, dan sekuat tenaga dia hantamkan ke kepala Fenrir dari samping.

Fenrir sempat oleng, namun berkat itu serigala anti-monster merengsek maju sedikit, memberikan kesempatan pada Fenrir untuk menggigit leher si serigala jadi-jadian.

Chopp...

Fenrir berhasil mengigit leher anti-monster itu, menarik kuat mulutnya lalu menggelengkan kepalanya sambil berlari maju, membuat si serigala anti-monster terseret ditanah.

Setelah bosan menyeret hewan jadi-jadian itu, Fenrir melemparkannya ke udara, melepaskan gigitannya sehingga serigala anti-mosnter itu mengantam salah satu bangunan bank milik pemerintah. Bangunan itupun hancur.

Luka fatal bagi serigala anti-monster. Taring Fenrir adalah bahaya besar, dan dia telah tergigit. Sudah pasti dia akan lenyap sebentar lagi. Tapi dia tidak akan menyerah sebelum benar-benar mati.

Serigala anti-monster berusaha berdiri walau tertatih-tatih. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, gumpalan cahaya menyilaukan terbentuk dari sana. Rupanya hewan ini dilengkapi dengan laser cahaya pembunuh iblis.

Tidak perlu waktu lama hingga tembakan laser cahaya itu siap diluncurkan,,,,

Syuuuutttt...

Walau laser cahaya bukanlah kelemahan Fenrir seperti halnya ras iblis, namun jika kekuatannya sebesar itu, tetap saja akan memberikan luka serius di tubuhnya. Fenrir tidak bergerak secentipun. Laser itu melaju lurus kearahnya...

Kabooommmm...

Ledakan besar terjadi ditempat Fenrir berdiri, sedangkan serigala anti-monster sudah roboh dan lenyap karena efek gigitan taring Fenrir. Tidak ada tersisa apapun ditempat ledakan.

Sama seperti Gogmagog, Fenrir hilang sesaat sebelum ledakan karena ditransfer ke tempat lain. Pelaku transfer adalah dua wanita di tim Vali.

Begitulah taktik gerilya yang digunakan oleh Tim Vali. Muncul disuatu sudut Kota Venesia, mengamuk dan melenyapkan musuh sebanyak-banyaknya dengan tenaga seminimal mungkin untuk menghemat stamina, lalu kabur sebelum mendapatkan luka fatal. Istirahat sebentar sementara giliran yang lain mengamuk sebelum kembali beraksi pada digiliran selanjutnya. Semua anggota tim terus bergerak, sembari bergantian membawa Ophis. Jika berdiam diri saja, maka Cao Cao akan dengan mudah menemukannya karena Kota Air Venesia bukanlah kota yang besar, tidak lebih besar daripada Kuoh. Dengan begini, barikade Hero Faction yang dibacking Hades akan kesusahan menangkap Ophis.

Mereka bisa saja melawan frontal, kekuatan seorang Vali cukup untuk memperoleh kemenangan jangka pendak. Namun untuk jangka panjang mereka sangat dirugikan karena Tim Vali hanyalah tim kecil. Berbanding terbalik dengan beribu-ribu pasukan yang dibawa Cao Cao dengan backing dari Hades. Jadi opsi paling tepat bagi Tim Vali hanyalah mengulur waktu sementara Le Fay dan Kuroka berusaha memecahkan formula sihir untuk kabur dari dimensi buatan yang diciptakan Georg dengan kekkai khusus.

Sementara itu, puluhan hewan anti-monster lainnya serta ratusan grim reaper tidak henti-hentinya menghancurkan semua bangunan yang ada di Kota Venesia. Tujuan mereka hanya satu, meratakan tanah untuk mempersempit ruang tempat-tempat persembunyian Tim Vali.

Tidak lama setelah hilangnya Fenrir, ditempat lain, kali ini dari arah Gereja Katolik Santa Maria della Salute, gereja yang terletak di distrik Dorsoduro, tidak jauh dari museum Punta Della Dogana yang lebih dulu tenggelam terdengar teriakan keras.

"Ora ora ora ora ora ora oraaaaaaa..."

itu teriakan Bikou.

"Membesarlah, Ruyi Jingu Bang!"

Splassshhh...

Dhuuaarrrr...

Amukan Bikou pasti sudah melenyapkan banyak pasukan Cao Cao.

Disaat bersamaan, di tengah jembatan Rialto Bride penghubung kedua bagian Venesia yang terpisahkan oleh Grand Canal.

Syaaattt...

Slice,,,, slice,,,

Slice,,,, slice,,,

Slice,,,, slice,,,

Hanya dengan satu manuver gerakan lurus yang sangat cepat sepanjang jembatan Rialto Bridge, Arthur Pendragon dengan menggunakan Pedang Suci-Raja Collbrande, berhasil menghabisi semua grim reaper yang ada dalam jangkauan serangannya hingga tumbang tak bernyawa.

.

.

.

TBC...

.

Note : Balik lagi nih, setelah bertapa beberapa minggu. Membaca lagi chapter sebelumnya, apalagi yang awal-awal, Jujur ane jadi pengen ngakak. Beda rasanya jika aku baca dengan fokus sebagai reader. Mungkin karena keasikan sebagai penulis, jadi ga sadar kekurangannya dimana. Udah lah, ga usah dibahas lagi, pokoknya terima kasih untuk yang memberitahu dimana letak kekurangannya. Jadi semoga aja untuk chapter ini ada perubahan signifikan ke arah lebih baik.

Permulaan saja, ga banyak word. Kalau sebelum-sebelumnya kita berurusan dengan Tim Gremory atau Issei serta Tim Sona, maka kali ini kita berurusan dengan Tim Vali. Biar ga bosan.

Oh iya, tuh lihat judul chapter ini! Udah bisa ngebayangin kan akan seperti apa akhir Arc ini. Pokoknya ini adalah awal dari kehancuran Hero Faction. Dan arc ini akan dipenuhi banyak scene pertarungan, tak ada teori-teori rumit lagi.

Settingnya di Venesia, salah satu kota wisata di Itali. Bosen di Jepang mulu setting bertarungnya, jadi ku pindah saja. Ahahahaaa.

Konten chapter ini didominasi intrik politik, Fight-nya chapter depan. Heheee,,,. Media pemberitaan menjadi senjata andalan para politikus, sama halnya dengan di dunia nyata. Kitanya saja lagi yang harus hati-hati memilih dan mempercayai informasi. Di atas, ada banyak golongan yang termakan berita politik, ada beberapa golongan yang bermain, dan tentu saja ada korban yaitu Tim Vali. Tentang Ophis, ternyata dia juga ikut dalam permaian, coba tebak apa yang sebenarnya Dewi Naga itu rencanakan? Hihihiiii...

Ulasan review :

Pertama, tentang universe ketiga. Setelah baca semua sarannya, bingung, lalu muncul banyak pertimbangan mau menentukan yang mana. Dari sana aku dapat konsep yang mungkin akan diluar ekspektasi kalian. Kuusahakan dibuat semenarik mungkin. Tapi tetap sarannya berguna, jadi terima kasih.

Lalu, banyak yang ngebahas apa cuma Hinata yang punya rencana sendiri, apa Naruto juga punya? Hihiiii, seperti yang kita tahu, Naruto itu tipe spontan. Jadi tunggu saja spontanitasnya dalam bertindak, yang akan menjadi penentu takdir cerita ini.

Apa Ophis punya rencana sendiri terhadap NaruHina? Kan dia cerdas? Entahlah, yang baru kita tahu sampai saat ini, sebagai produk asli dari Cardinal System, Ophis bertujuan untuk mencegah keruntuhan seluruh sistem, bagaimanapun caranya.

Apa tim bentukan Naruto akan Go Public atau tetap tersembunyi? Pasti, tapi nanti. Tindakannya akan Go Public dan mempengaruhi seisi dunia supranatural, tapi identitas tim tetap jadi rahasia.

Bergeming, menurut KBBI artinya diam, tak bergerak. Cek aja kalau ga percaya.

Oh iya, mau promo nih. Aku bikin FF baru, tengok aja di akun ini. Materinya berhubungan dengan Fic ini. Naruto bersama bersama semua anggota timnya bertandang ke dunia Naruto yang lain. Baca aja, masih prolog kok.

Sekian. Terima kasih yang selalu ngingetin typo. Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.