Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 10 Juni 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . .

Ditempat lain, kali ini dari arah Gereja Katolik Santa Maria della Salute, gereja yang terletak di distrik Dorsoduro, tidak jauh dari museum Punta Della Dogana yang lebih dulu tenggelam terdengar teriakan keras.

"Ora ora ora ora ora ora oraaaaaaa..."

itu teriakan Bikou.

"Membesarlah, Ruyi Jingu Bang!"

Splassshhh...

Dhuuaarrrr...

Amukan Bikou pasti sudah melenyapkan banyak pasukan Cao Cao.

Disaat bersamaan, di tengah jembatan Rialto Bridge penghubung kedua bagian Venesia yang terpisahkan oleh Grand Canal.

Syaaattt...

Slice,,,, slice,,,

Slice,,,, slice,,,

Slice,,,, slice,,,

Hanya dengan satu manuver gerakan lurus yang sangat cepat sepanjang jembatan Rialto Bridge, Arthur Pendragon dengan menggunakan Pedang Suci-Raja Collbrande, berhasil menghabisi semua grim reaper yang ada dalam jangkauan serangannya hingga tumbang tak bernyawa.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter Downfall of Hero Faction, Part 2.

-Dimensi Buatan Replika Venesia-

Napoleonic Wing, bangunan yang merupakan deretan toko ternama di Venesia. Bangunan ini didirikan pada tahun 1810 oleh Napoleon Bonaparte, Raja Perancis yang saat itu berhasil menjajah hampir semua negara di Eropa. Di atap bangunan itulah berdiri dua orang pemuda berusia sekitar awal 20-an.

Ada pemuda yang mengenakan jubah yang menutupi seragam sekolah didalamnya, dan pemuda berambut hitam yang mengenakan pakaian khas China yang melengkapi seragam sekolah yang sama dengan pemuda yang satunya tadi. Mereka berdua menatap ke bawah, tempat berupa sebuah alun-alun, satu-satunya ruang terbuka luas yang ada di Kota Venesia yaitu Piazza San Marco.

Si pemuda berpakaian China tengah mengetuk-ngetuk tombak ke bahunya sambil berdiri tenang, "Bagaimana Georg?"

"Aku sudah menemukan mereka, Cao Cao. Pantas saja usaha pasukan kita memborbardir semua bangunan di kota ini sia-sia, ternyata mereka bersembunyi di alun-alun terbuka ini, menyembunyikan diri dengan kekkai khusus yang tidak bisa dilihat mata."

"Tunjukkan padaku dimana posisinya, tombakku yang akan merobek kekkai mereka."

"175 meter arah jam 11."

Syaaaatt...

Si pemuda berpakaian khas Cina itu melompat tinggi, mendarat di lantai alun-alun Piazza San Marco. Dia tersenyum sinis, lalu menggunakan tombak miliknya membuat sayatan melintang di udara.

Slice...

Dari bekas sayatan itu, terbuka pemandangan asli sudut Piazza San Marco yang ternyata hanyalah sebuah kamuflase.

Cao Cao melihat ada dua orang gadis, satu berambut hitam dan satu lagi bertubuh mungil, "Halo Nona-Nona, kita bertemu lagi."

Kedua gadis itu tampak tidak terkejut, mungkin mereka sadar bahwa lambat laun mereka pasti akan ketahuan.

"Jadi bisakah kalian beritahu aku dimana Ophis?" Cao Cao bertanya tanpa basa-basi. Dia tidak melihat keberadaan sosok perwujudan sang Ketidakbatasan bersama dua gadis itu.

"Haaahhh, aku tidak menyangka akan kalah cepat dari si penyihir pengguna Dimension Lost itu." Ucap Le Fay sambil mendesah pasrah. Dia adalah gadis bertubuh mungil, satu-satunya penyihir yang ada di kelompok Vali.

Le Fay dibantu Kuroka yang sejak awal bersembunyi di tengah alun-alun Piazza San Marco dengan dilindungi sebuah kekkai untuk kamuflase, berusaha memecahkan formula sihir untuk kabur dari dimensi buatan replika Venesia. Mereka juga yang menjalankan taktik gerilya dengan cara mentransfer anggota tim lain. Namun ternyata, Georg yang juga ahli sihir lebih dulu berhasil melacak aktifitas sihir mereka berdua ditempat ini.

"Sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya, ini perintah dari Vali-sama." sambung Kuroka, si gadis berambut hitam.

Cao Cao mendekati kedua gadis itu, bukannya langkah mundur tapi wajah menantang lah yang ia dapatkan.

Shinggggg...

Ujung tajam tombak True Longinus telah menempel ketat di dagu Kuroka, tapi wanita ini sama sekali tidak memasang wajah takut.

"Kau tidak akan mendapatkan apa-apa dengan membunuhku, Cao Cao."

Menanggapi itu, Cao Cao tertawa. "Ya aku tahu, dan aku memang tidak berniat membunuhmu. Tapi Vali pasti akan sangat marah jika aku melukaimu, iya kan?"

"Cih..." Kuroka mendengus marah.

"Cao Cao, lepaskan dia! Aku sudah disini."

Suara berat pria berambut putih keperakan yang muncul tiba-tiba, membuat Cao Cao menurunkan tombaknya dari wanita yang dia ancam. Dia melangkah mundur mengambil jarak aman.

"Vali-sama!" Kuroka dan Le Fay terkejut melihat pemimpin tim mereka tiba-tiba ada disini. Padahal mereka tidak mentransfer Vali ke sini. Ini diluar strategi gerilya yang sedang mereka lakukan.

Cao Cao menatap Vali dengan padangan meremehkan, "Hoooo... Nah jadi sekarang, kau mau bertarung denganku dan kalah atau menyerahkan Ophis padaku dengan sukarela, Vali?"

"Tidak keduanya!" jawab Vali tegas. Dia menunjukkan wajah menantang pada Cao Cao, tak ada rasa takut sedikitpun walau didepannya adalah pengguna Lonigus peringkat pertama.

Pemuda berjubah yang tadi bersama Cao Cao, sekarang juga ikut turun.

"Ada apa Georg?" tanya Cao Cao.

"Vali, Kuroka, dan Le Fay ada disini. Mantan anggota kelompok kita Si Arthur telah di konfirmasi sedang bertarung sendirian dengan pasukan kita disebelah barat. Dua makluk tak berakal dalam kelompok mereka tak mungkin membawa Ophis, jadi tersisa keturunan pak tua monyet."

"Tch...!" giliran Vali yang mendengus marah. "Kuroka, transfer semuanya kesini Tidak ada gunanya bersembunyi, kita semua akan bertarung."

"Oke Nyaaann~~~..."

Tak perlu waktu lama hingga semua anggota tim Vali terkumpul semua setelah ditransfer oleh Kuroka ke alun-alun Piazza San Marco. Dan tampaknya anggota tim inti Hero Faction juga telah berkumpul. Ada Srigfried, Jeanne, dan Heracles yang baru datang.

Kedua kubu terpisah jarak yang tak terlalu jauh di alun-alun Piazza San Marco. Tim kecil Vali yang kini dikepung oleh komplotan Hero Faction bersama seluruh pasukannya yang terdiri dari hewan anti-monster, manusia pengguna balance breaker, dan grim reaper.

Ophis berdiri disamping Bikou dengan tangan dipegangi oleh pria bertongkat itu, dia tak ubahnya anak kecil yang dijaga ketat oleh ayahnya. "Cao Cao mengejarku?" tanyanya sambil memiringkan leher.

"Yeah, Begitulah Ophis. Kami membutuhkanmu, namun kami memutuskan kalau kami tak memerlukan kau yang 'sekarang'."

"Aku tak paham apa yang kau katakan, tapi aku takkan kalah pada Cao Cao."

"Aku tahu pasti akan begitu. Kau terlalu kuat. Jujur saja, aku tak tahu apa yang akan terjadi kalau aku langsung menghadapimu. Jadi mari bertarung sedikit, aku ingin membuktikan sesuatu." Menghadapi sosok yang merupakan perwujudan dari Ketidakbatasan, Cao Cao tampaknya masih bisa tenang.

Cao Cao memutar-mutar tombaknya dengan handal, menunjukkan atraksi seolah dia adalah ahli kungfu yang hebat.

PIIIIIIIN...!

Pucuk tombak True Longinus terbuka, dan bilah cahaya yang terang tercipta. Bilah itu memiliki cahaya menyilaukan yang banyak orang merinding dibuatnya.

Fuuuuu!

Cao Cao lenyap. Cepat!. Dia lenyap bahkan tanpa membuat sedikitpun gerakan yang bisa dilihat.

Duaaggg...

Bikou telah terpental bahkan sebelum bergerak.

STAB!

Saat Cao Cao muncul, tombak suci True Longinus sudah menusuk kedalam perut Ophis.

Serangan kritikal. Kalau itu iblis, tusukan dari tombak suci pasti akan membunuhnya seketika. Cao Cao kemudian berteriak sambil memusatkan kekuatan pada tombak yang dipegangnya.

"Bersinarlah, tombak yang memusnahkan tuhan!"

KAAAAAAAA.

Di saat yang sama ia menusukkan tombaknya semakin dalam, cahaya yang sangat menyilaukan terpancar.

"Ini buruk Nyaaaannnn~~~." Kuroka jadi panik, "Le Fay!"

Kuroka mengatakannya, dia dan Le Fay mulai bergumam sesuatu, seperti mengucapkan mantra sihir. Kabut kegelapan tercipta di sekeliling anggota tim Vali. Kabut yang dapat menurunkan intensitas cahaya. Kabut itu beracun namun tak ada pilihan lain lagi selain melakukan ini. Semuanya menahan nafas ketika kabut itu menyelimuti mereka. Kabutnya pun sangat tebal karena dibuat oleh Le Fay dan Kuroka dalam lapisan ganda.

Kilatan cahaya menyilaukan yang tercipta dari tombak suci menyebar memenuhi semua area Piazza San Marco. Karena ini tempat terbuka, langit gelap kota Venesia ikut terang benderang seperti siang hari.

Tidak lama kemudian, cahaya dari tombak suci berhenti, kabut kegelapan buatan Le Fay dan Kuroka memudar.

Tombak suci masih menancap diperut Ophis. Namun tak ada darah mengalir dari perutnya dan dia tak memiliki ekspresi sakit di wajahnya.

Cao Cao mencabut tombaknya dengan perlahan. Perut Ophis berlubang namun tak ada jejak darah. Lubang itupun lenyap sedetik kemudian seolah tak terjadi apa-apa.

Cao Cao tercengang, "Akan jadi serangan pembunuh seketika kalau itu Iblis. Aku bahkan memusatkan seluruh kekuatanku sehingga bahkan makhluk apapun akan lenyap dan juga akan mengambil setengah dari kekuatan The God of Bible dengan tombak ini. Tapi hal berbeda jika itu Sang Ketidakbatasan, Dewi Naga Ophis."

Hal ini sama sekali tidak mengherankan untuk orang yang mengetahuinya. Ophis sang ketidakbatasan, Uroboros Dragon yang ditakuti oleh The God of Bible, tak akan terluka walaupun diserang dengan Longinus terkuat. Serangan macam apapun hanya akan diterimanya tanpa memberikan pengaruh apa-apa, mustahil bisa dijatuhkan dengan tombak suci apalagi dengan senjata lainnya. Sungguh, inilah kekuatan yang tak akan bisa dicapai oleh makhluk manapun didunia ini. Sosok yang tidak pernah sekalipun menunjukkan wujud sejatinya -True Form- karena memang tidak pernah ada yang pantas untuk melihatnya.

Cao Cao mundur perlahan, kembali berkumpul dengan komplotannya sambil mengetuk-ngetuk tombak ke bahunya. Tak ada sedikitpun Ophis membalas perbuatan Cao Cao padanya.

Inilah alasan kenapa Cao Cao berani menyerang Ophis tiba-tiba hanya untuk membuktikan kebenaran ini. Ophis tidak akan pernah menyerang balik orang lain karena baginya, dia bisa saja membunuh orang itu kapanpun dia mau. Tidak ada hal menarik bagi sosok yang tak punya hasrat bertarung untuk membunuh orang lain yang tak ada apa-apanya dibanding dirinya.

Ophis tak akan tertarik pada apapun selain Great Red. Dari 5 makhluk terkuat di dunia tanpa memasukkan Great Red, yang terkuat adalah Ophis, dan terdapat jurang yang sangat lebar diantara dia dan terkuat kedua sampai bisa dikatakan kalau levelnya benar-benar berbeda. Inilah makna yang harus dipahami dibalik julukan 'perwujudan ketidakbatasan'.

"Kerja bagus, Kuroka, Le Fay." ucap Vali. Jika bukan karena dua wanita itu, semua orang dalam timnya pasti sudah menerima luka, bahkan sebelum bertarung karena cahaya dari tombak suci tadi.

Cao Cao memasang ekspresi menantang, "Nah, sekarang bisakah kita mulai pertarungan kita, memperebutkan Ophis?"

Vali menanggapinya dengan seringaian lebar. "Arthur, lepaskan limiter pada Fenrir!. Biarkan dia mengamuk sesukanya."

Sesuai perintah, Arthur pun melepas limiter yang ia pasang pada Fenrir. Limiter itu sebenarnya bukanlah suatu alat yang diciptakan khusus untuk Fenrir. Benda yang sebenarnya digunakan sebagai limiter untuk Fenrir adalah Pedang Excalibur Ruler, disebut juga Holy Sword of Control, pecahan ketujuh dari Excalibur yang merupakan pecahan terkuat yang punya kemampuan untuk mengontrol objek atau musuh yang ditargetkan oleh pemiliknya. Hal ini dilakukan karena sampai saat ini, Fenrir belum jinak sepenuhnya.

AAAAAUUUUUUUUU...

Fenrir yang kini dalam wujud aslinya mengaum kencang. Dia melompat dan menyerang pasukan Cao Cao. Bersama Gogmagog, berdua menghabisi ratusan hewan anti-monster yang diciptakan oleh Leonardo si pemilik Sacred Gear Longinus Annihilation Maker serta ribuan pasukan grim reaper. Bertarung dengan memanfaatkan seisi kota sebagai arenanya.

Sementara itu, di lapangan Piazza San Marco, Cao Cao masih bergeming. Tatapan matanya tertuju pada lima anggota tim Vali. "Kurasa sudah saatnya melakukan ritual untuk menjatuhkan Ophis."

"Kheh... Kau terlalu percaya diri Cao Cao, apa itu artinya kau memiliki yang namanya 'Pemakan Naga' sebagai kartu As-mu? Aku menduga itu pasti pemilik Sacred Gear yang terspesialisasi dalam membunuh Naga atau pemilik Longinus baru, iya kan?"

Cao Cao menggelengkan kepalanya pelan kesamping mendengar ucapan Vali.

"Tidak, bukan itu Vali. 'Pemakan Naga' adalah sebuah nama atau kode yang kami berikan pada makhluk yang sudah eksis. Kami tak menciptakannya. Dia sudah ada sejak dulu. The God of Bible lah yang menciptakannya."

Mendengar itu, pemuda yang mengenakan jubah, Georg, berbicara.

"Tak apa-apakah Cao Cao? Seharusnya ritual ini kita lakukan di tempat yang aman tanpa gangguan kan?"

"Tak masalah. Bukannya aku nekat, tapi aku sudah memikirkan semuanya. Waktunya sudah datang, Georg. Mari memanggilnya. Waktu untuk membuka kuali dari Neraka telah datang."

"Aku paham, jadi sekarang waktunya untuk memangsa Sang Ketidakbatasan."

Georg yang tersenyum membuat lingkaran sihir raksasa muncul di belakangnya.

ZUOOOOOO...

Guncangan keras menggetarkan Piazza San Marco, bahkan bangunan megah berarsitektur indah yang mengelilinginya juga ikut berguncang. Aura yang sangat mengerikan memancar dari dalam lingkaran sihir.

Walaupun Vali masih bisa tenang, namun dia tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang merinding. Tekanan dan hawa mengintimidasi yang sangat kuat datang dari lingkaran sihir yang dibuat Georg. Walaupun berusaha kuat, tapi nampaknya Vali tidak lebih dari seekor katak yang berusaha berdiri tegap saat seekor ular memelototinya.

"Hawa kehadiran ini...! Hasrat jahat luar biasa yang hanya diarahkan pada semua Naga...!"

Albion nampaknya juga merasakan itu, suaranya bergetar. Sosok Naga Langit pun ketakutan, bukti bahwa yang kartu-As yang dibawa Cao Cao bukan sesuatu yang main-main.

Kemudian benda besar mengerikan mulai muncul dari dalam lingkaran sihir. Kepala, lalu tubuh, sayap hitam, dan,,,,, Salib...?

Seseorang yang disalib. Alat-alat pengekang dipasang secara sadis pada tubuhnya. Ada begitu banyak alat pengekang ditempatkan di sekujur tubuhnya dan ada aksara-aksara menjijikkan tertulis pada alat-alat pengekang itu. Ada sesuatu yang ditancapkan pada matanya dan ada air mata darah yang menetes dari sana.

Momen ketika seluruh tubuh makhluk yang diberi codename 'Pemakan Naga' muncul dari lingkaran sihir, semua anggota Tim Vali menahan nafas karena disuguhi pemandangan memilukan. Tubuh bagian bawahnya ular,,,,, bukan, ada sisik keras dan tebal, kurus seperti naga langsing dari Asia. Tubuh bagian atasnya seperti malaikat jatuh dan tubuh bagian bawahnya seperti naga. Di kedua tangan, ekor, dan sepanjang tubuhnya, ada tak terhitung pasak-pasak yang ditancapkan, bahkan pada sepasang sayap hitamnya.

Hanya melihat penampilannya saja, membuat semua orang merasakan betapa mengerikan rasa sakit yang dialami makhluk itu. Itu penyaliban yang hanya dilakukan pada kriminal yang sudah melakukan kejahatan yang sangat serius. Pemandangan yang menampakkan perwujudan kemarahan dari orang yang mengadilinya.

OOOOOOOOOOOO...

Raungan mengerikan yang diteriakkan dari mulut makhluk itu menggema dan memenuhi langit kota Venesia. Dari mulutnya yang tertutupi gigi-gigi taring, darah dan air liur terus menetes.

Rasa sakit, kecemburuan, penderitaan, pelecehan, dan raungan-raungan yang berisi semua macam emosi negatif. Dia seperti diadili oleh seseorang yang memiliki amarah teramat sangat besar padanya. Ada aura dan kabut hitam muncul dari tubuh si Naga-Malaikat Jatuh yang menyebar di seluas lantai alun-alun Piazza San Marco.

Tampaknya dari semua anggota Tim Vali, tidak ada yang mengenali makhluk itu. Wajar karena mereka semua tergolong masih muda, jadi mereka tidak tahu tentang makhluk yang keberadaannya sudah sangat lama disembunyikan jauh didasar jurang terdalam Neraka.

Tapi Albion adalah makhluk yang sudah lama hidup, "M-Makhluk ini. Sampai kalian membawa makhluk terkutuk seperti dia. Apa kalian melepas segel di Cocytus hah?" suara Kaisar Naga Putih itu bergetar karena marah.

Cao Cao bergerak selangkah ke depan dan mulai berbicara seolah sedang melantunkan puisi, membalas pernyataan Albion.

"Dikatakan kalau itu adalah racun dari The God of Bible, disebutkan kalau itu adalah niat jahat darinya. Makhluk terlarang yang membuat manusia pertama di Surga memakan buah pengetahuan. Kejahatan pertama yang diadili oleh almarhum The God of Bible dalam Injil dan masih terus berlangsung sampai sekarang. 'Pemakan Naga', Samael. Malaikat yang menerima kutukan oleh tuhan yang membenci naga dan ular. Naga, yaaa naga yang eksistensinya dimusnahkan dalam sejarah."

"-!"

Mendengar nama naga yang disalib itu, semua orang dari tim Vali terkejut.

Tentu saja terkejut. Itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan cerita tentang Adam dan Hawa. Manusia laki-laki dan perempuan pertama yang diciptakan oleh The God of Bible. Manusia yang tinggal di Surga sebelum di lempar ke Bumi karena melakukan suatu kesalahan.

Dalam cerita itu, ada seorang yang berubah menjadi ular lalu membuat Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan. Orang itu adalah Samael, dia yang awalnya adalah malaikat yang sangat indah. Kala Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam, kemudian Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam sebagai pasangannya, semua malaikat disuruh tunduk pada manusia. Ada yang taat namun ada juga yang membangkang. Samael, sebagai malaikat merasa bahwa derajatnya lebih tinggi dari manusia. Malaikat adalah makhluk indah yang dianugerahi akal, sedangkan manusia dia anggap sebagai makhluk menjijikkan yang berkubang nafsu. Samael iri, dan dia lah yang membujuk dan menipu Adam dan Hawa sehingga melanggar larangan tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan.

Adam dan Hawa di usir dari Surga, namun tindakan Samael akhirnya diketahui oleh tuhan. Tindakan itu memicu kemarahan 'Tuhan dalam Injil', The God of Bible. Sejak saat itu, tuhan mulai membenci ular dan naga secara ekstrim. Itulah alasan kenapa naga dianggap sebagai makhluk jahat dalam banyak teks dan kitab dari Gereja.

'Pemakan Naga' adalah makhluk yang tercipta dari niat jahat Tuhan. Secara alami mustahil bagi Tuhan yang sangat suci memiliki niat jahat. Tapi akhirnya niat jahat tuhan terealisasi secara nyata sebagai Samael yang sekarang. Karena itu Samael memiliki racun mengerikan. Bukan hanya mampu melenyapkan naga namun bisa mempengaruhi hal selain naga, sehingga ia disegel di kedalaman Cocytus yang merupakan tempat paling dasar dari Neraka.

Kutukan yang Samael terima dari tuhan adalah kutukan Pembunuh Naga terkuat, menjadikan dia sebagai eksistensi yang merupakan pembantai naga paling mengerikan yang pernah ada. Dia lah monster yang disebut-sebut sebagai lambang kebencian terhadap naga.

Semua orang tahu tentang cerita itu. Ya, sebuah cerita. Hanya sebuah cerita karena bagaimanapun, cerita ini bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa esensi keberadaan makhluk supranatural tercipta dari kepercayaan dalam hati manusia. Sampai saat ini pun belum ada yang bisa membuktikan secara ilmiah, apakah manusia atau makhluk supranatural yang ada lebih dahulu? Ibarat ayam dan telur. Hal ini karena 'Muncul' dan 'Lenyap' sebuah peradaban hampir tidak sedikit pun meninggalkan jejak sejarah, contohnya seperti Peradaban Benua Atlantis yang hilang, Legenda Tanah Mu, Bangsa Lemuria, dan lain-lain sehingga sangat sulit mencari kebenaran tentang itu.

"Apa yang ada di otak Dewa Olympian yang mengurus Dunia Kematian itu? Kukira dia hanya memberi kalian bantuan pasukan, tapi ternyata juga ini."

Cao Cao tersenyum oleh teriakan keterkejutan dari Vali.

"Ya. Kami bernegosiasi dengan Hades-dono. Aku diizinkan memanggil Samael meski harus diberi beberapa lapis pengekang padanya."

"Brengsek kau Cao Cao." ekspresi murka terpampang jelas dari wajah Vali.

Cao Cao memutar-mutar tombak sucinya lalu mengacungkannya pada Vali.

"Jadi begitulah, Vali. Kutukan yang dia miliki akan memangsa dan membunuh naga."

"Apa yang kau rencanakan dengan menggunakannya hah? Apa kau mencoba melenyapkan Naga? Ophis?. Apa ini sebenarnya eksperimen yang ingin kau lakukan?"

Cao Cao tidak menjawab pertanyaan Vali. Dia mengacungkan tombaknya ke arah Ophis yang berdiri agak jauh dari yang lain setelah dia serang tadi.

"Mangsa dia."

Cyyuuuu...

Sesuatu yang sangat cepat mengarah menuju Ophis, kemudian!

GULP!

terdengar suara aneh, terdengar seperti sesuatu yang sedang ditelan.

Ada blok hitam tercipta di tempat dimana Ophis berdiri. Ukurannya cukup besar untuk menelan seseorang. Dari blok hitam itu, ada tentakel yang menyembul keluar. Tentakel yang terhubung pada Samael yang tengah disalib. Tentakel yang sangat gelap, tentakel itu adalah lidahnya, yang tumbuh dari dalam mulutnya.

Samael menelan Ophis.

Half Dimension

Vali tidak akan diam. Tujuannya adalah melindungi Ophis dari eksperimen Cao Cao. Saat dia memunculkan sayap cahayanya, sekelilingnya mengecil dan semua hal menjadi terbagi dua sambil mengeluarkan suara mekanik dari Sacred Gearnya di saat yang sama. Itu kemampuan pembagi dua Vali. Namun tak memberi efek pada blok hitam dan lidah Samael. Vali masih belum memakai armor balance breaker, sepertinya dia mempelajari menggunakan kemampuan Albion tanpa berubah kedalam Balance Breaker.

"Bagaimana kalau dengan yang ini?"

Vali menembakkan hembusan kekuatan Iblis elemen petir dari tangannya, namun itu diserap oleh blok hitam tentakel Samael seolah serangan itu bukan apa apa, tak menyisakan goresan ataupun retakan sama sekali. Vali merasa tak berguna sekarang.

"Terima ini...!" Kuroka berteriak. Dia dan Le Fay membuat serangan sihir elemen api dari tangan mereka.

Tangan Kuroka dan Le Fay bersinar oleh kekuatan sihir. Mereka mengarahkannya pada Georg yang mengendalikan Samael. Mereka mengincar serangan point kritis karena mereka sadar serangan itu akan sia-sia jika diarahkan pada blok hitam yang mengurung Ophis. Dari tangan itu, tercipta bola api pada yang sangat panas, bergerak ke arah Georg.

Namun terlambat, Jeanne bergerak cepat dan membelah serangan sihir itu menjadi dengan rapiernya. Georg tak tampak berterima kasih, wajar karena itu memang sudah jadi tugas Jeanne.

Kuroka dan Le Fay mendecih sebal saat Jeanne dengan wajah arogan mengajaknya mencari arena lain untuk bertarung. Walau tidak ingin, tapi mau tidak mau mereka harus menuruti.

"Memanjanglah, Ruyi Jingu Bang!"

Syuutttt,,,,

Bikou berniat menghantam tentakel hitam Samael dengan tongkatnya, namun..

Brruuaakkkk...

Heracles menggunakan lengannya yang sekeras berlian untuk menahan ayunan tongkat itu.

Bikou paham kalau ia harus berduel dulu, sebelum mengurus Samael.

GULP GULP

Sambil membuat suara menjijikkan, tentakel yang melekat pada blok semakin membesar dan membawa sesuatu ke mulut Samael. Nampaknya dia menyerap sesuatu dari Ophis.

Giliran Arthur yang maju dan menebaskan Pedang Suci-Raja Collbrande pada Samael. Pedang yang memiliki julukan Ultimate Holy Sword Caliburn, Pedang Suci terkuat yang pernah ada.

TRANG!

Ada sesuatu yang menghantamnya dari sisi lain, tiga buah pedang sekaligus. Itu adalah Pedang Iblis Gram, Balmung dan Nothung yang digunakan Sriegfried.

Arthur mundur mencari posisi aman. Sriegfried mengikutinya. Mungkin mereka akan menyelesaikan urusan pribadi.

Leonardo masih sibuk membuat hewan-hewan anti-mosnter yang melawan amukan Fenrir dan Gogmagog. Disana ada para manusia pengguna Balance Breaker dan pasukan Grim Reaper yang membantunya

Cao Cao berdiri membelakangi Georg. "Georg, aku akan serahkan pengendalian Samael padamu. Aku akan mengurus orang orang ini. Aku pastikan tidak akan ada yang mengganggumu".

Cao Cao membuat wajah menantang yang ditujukan pada Vali. "Jadi tersisa kita berdua kan?"

Vanishing Dragon Balance Breaker, Divine Dividing Scale Mail

Tubuh Vali sepenuhnya tertutup armor putih, sayap naga berwarna biru membentang dari punggungnya. Itu adalah jawaban atas ajakan duel dari Cao Cao.

Tombak Cao Cao lalu membuat cahaya menyilaukan.

"Balance Break!"

Mengatakan itu, sesuatu pada tubuh Cao Cao berubah. Cincin cahaya yang memunculkan cahaya terang tercipta di belakangnya dan 7 bola cahaya seukuran bola bowling yang mengapung di udara. Itu adalah Balance Breaker yang sunyi, balance breaker yang terlihat begitu tenang dan simpel. Bahkan tombaknya masih nampak sama, tubuhnya pun tidak ada yang berubah selain munculnya cincin dan bola cahaya.

Cao Cao bergerak selangkah kedepan. Di saat yang sama, 7 bola cahaya disekitarnya juga bergerak. "Inilah Balance Breaker dari True Longinus-ku, Polar Night Longinus Chakravartine. Yaaa, meski harus jujur ku akui kalau ini masih belum sempurna."

Balance Breaker yang pemilik-pemilik True Longinus gunakan sampai generasi sebelum Cao Cao adalah True Longinus Geta Demelung. Jadi itu adalah Sub-Spesies, dan dapat dikatakan original milik Cao Cao.

Balance Breaker Cao Cao, Polar Night Longinus Chakravartine punya kemampuan bernama Seven Treasures yaitu memiliki 7 kemampuan Sacred Gear berbeda. Jadi ada kemampuan berbeda pada tiap-tiap bola cahaya yang melayang dibelakangnya.

Vali memasang posisi siap menyerang, "Aku sudah tahu tiga dari tujuh kemampuan bola-bola cahayamu itu. Tak diragukan kalau kau adalah yang terkuat dari golongan manusia murni. Tapi aku tak akan kalah olehmu."

Mendengar itu, Cao Cao terkekeh sinis, "Tidak. Kau yang akan kalah, Vali. Tapi sebelum kau benar-benar kalah, aku memberimu kompensasi. Kau masih belum tahu tentang eksperimenku yang sebenarnya kan?"

Vali tidak menyahut. Memang benar dia tidak tahu tentang eksperimen apa yang sebenarnya ingin dilakukan Cao Cao. Vali hanya tahu kalau eksperimen itu bertujuan untuk membuat Ophis berada dalam kuasa Cao Cao, tapi dia tidak tahu bagaimana cara si pemilik True Longinus itu melakukannya. Yang dia tahu saat ini adalah, dia harus menjauhkan Ophis dari Cao Cao karena ia yakin sesuatu yang buruk akan terjadi kalau sampai Ophis berada dibawah kendali Cao Cao dan Hades.

Cao Cao menarik nafas panjang sebelum mulai menjelaskan. "Kami ingin meletakkan Ophis dibawah kami dan memakai kekuatannya, tapi sangat sulit untuk membuat dia mematuhi semua kemauan kami. Dia sosok yang cerdas, keinginannya untuk kembali ke celah dimensi dan menyingkirkan Great Red tidak bisa digoyahkan. Oleh karena itu, kami berubah pikiran."

Cao Cao mengacungkan ujung tombaknya ke langit. "Kami akan mengambil kekuatan Ophis dan menciptakan 'Uroboros' yang baru."

Vali langsung paham, "Jadi begitu... Kalian memakai Samael untuk merampok kekuatan Ophis dan melahirkan 'dia' dengan memakai kekuatan yang kalian ambil dari Ophis, membuat 'dia' sebagai Uroboros yang baru."

Cao Cao mengangguk mantap. "Itu sangat benar, Vali. Kami menginginkan Uroboros yang mematuhi semua perintah kami. Kebenarannya adalah Great Red itu bukan makhluk yang penting bagi kami. Rencana ini dimulai karena kami lelah membuat Ophis senang. Dan kami ingin menantang dan menguji idealisme Hero Faction tentang makhluk superior, 'Bisakah kita mengalahkan makhluk ketidakbatasan dan mendapatkannya?'."

Bisa dianggap kalau eksperimen ini adalah langkah awal Hero Faction untuk mencapai tujuan akhirnya. Hero Faction ingin meruntuhkan dominasi makhluk supranatural terhadap manusia. Jika ia dan kelompoknya bisa menjatuhkan Ophis, maka meruntuhkan dominasi itu bukan hal mustahil lagi baginya. Itu adalah tujuan, dan prinsip yang mendasarinya sebenarnya cukup sederhana. Sebuah pemikiran sederhana untuk mengetahui sampai mana batas mereka sebagai 'manusia', seberapa jauh mereka mampu melaju dibawah Surga.

"Mencengangkan!. Sampai kalian menjatuhkan makhluk ketidakbatasan dengan cara seperti ini."

"Tidak. Kami tidak benar-benar ingin menjatuhkannya. Sebenarnya kami memerlukan simbol untuk mengumpulkan kekuatan. Dalam bagian itu, Ophis sangat dibutuhkan. Dengan menjunjung nama 'Uroboros Sang Ketidakbatasan' sebagai propaganda, maka mengumpulkan mereka yang memiliki kekuatan spesial untuk dijadikan pasukan akan lebih mudah. Namun memakai Dewi Naga yang tak bisa kami baca jalan pikirannya sebagai boneka kami tidaklah bagus, makanya kami melakukan eksperimen ini."

Vali tampak mulai emosi, "Kau licik. Siapa lagi yang terlibat dengan eksperimen ini selain Hades hah?"

"Aku tak bisa menyebutkan semuanya, namun kau pasti bisa mengira-ngira dari Bos baru kita di Khaos Brigade."

Mendengar itu, wajah Vali mengeras, aura kemarahan meluap-luap dari tubuhnya, "Orang itu,,,, aku pasti akan membunuhnya.!"

Vali tahu siapa yang sekarang memimpin Khaos Brigade. Orang yang paling dia benci dan paling ingin dia bunuh seumur hidupnya. Ini pula lah alasan yang membuatnya keluar dari Khaos Brigade. Ya, dia memang keluar dari organisasi itu sambil membawa Ophis karena tidak mau dipimpin oleh orang itu.

Cao Cao lalu menggerakkan satu tangannya ke depan. Salah satu bola cahaya bereaksi dan maju ke depan tangannya. "Vali, ayo serang aku." Cao Cao tersenyum meremehkan, dia semakin memprovokasi Vali.

Strategi bertarung yang umum digunakan, memprovokasi lawan dan membuatnya ditelan emosi akan membuat gerakan lawan mudah dibaca. Dan Cao Cao sedang menerapkan strategi ini.

Vali melaju ke arah Cao Cao dengan kecepatan tinggi. Dalam sekejap dia menutup jarak dari Cao Cao. Tinju terlapisi kekuatan iblis diluncurkan Vali ke arah Cao Cao.

Cao Cao menerima situasi ini dengan bahagia. Dia mengelak dari serangan berkecepatan tinggi Vali dengan margin yang sangat tipis. Sanggup menghindari itu, pantaslah kalau Cao Cao disebut manusia yang melampaui manusia dan makhluk super lainnya.

Cao Cao tertawa pelan, "Balance Breaker tipe armor adalah perwujudan kekuatan sebagai jalan menyebarkan energi ke seluruh tubuh. Namun karena mode penguatannya yang terlalu dramatis, banyak energi yang bocor dari sela-sela armor. Hasilnya, aku bisa dengan mudah memprediksi kemana serangan akan meluncur kalau aku bisa membaca aliran energi yang bocor itu. Lihat lah! Kalau kau meningkatkan serangan pada tinjumu, aura energi akan berpusat pada area itu."

Cao Cao mengatakan itu sambil menghindar. Kelemahan tipe armor, bisa dengan mudah dia pahami. Cao Cao adalah petarung cerdas, tentu banyak strategi yang dia miliki untuk melawan setiap musuhnya.

Vali semakin mengamuk karena Cao Cao sejak tadi selalu mempermainkannya, menghindari semua serangan yang dia lancarkan sambil tersenyum menjijikkan.

Sekali lagi Vali melepaskan serangan sihir raksasa kekuatan Iblis ke arah Cao Cao. Namun semuanya ditangkis dengan mudah oleh Cao Cao menggunakan tombaknya.

"Kau hanyalah seorang bocah ditelantarkan oleh orang tuamu karena mereka menganggapmu monster. Ayo serang aku lagi, iblis buangan!"

Vali makin murka karena masa lalunya diungkit-ungkit, energi sihir iblis raksasa ditembakkan olehnya. Jika Cao Cao sampai terkena serangan itu secara langsung, dia pasti mati. Tapi salah satu bola cahaya terbang ke arah tembakannya.

"Mala Ratana. Ia bisa memindahkan serangan yang diarahkan padaku ke tempat lain. Vali, kekuatan Iblismu sangat besar. Kalau aku sampai kena, aku pasti akan mati. Bertahan darinya juga sulit. Namun ada cara untuk menanganinya."

Tembakan sihir iblis dari Vali diserap oleh pusaran angin yang tercipta di depan bola cahaya itu.

Pusaran angin lenyap setelah menyerap semuanya, dan pusaran angin baru muncul di belakang Vali.

BAAAAAAAAAAANG...

Suara ledakan menggema. Vali menerima serangan langsung buatannya sendiri. Armor Balance Breaker Vali retak dibanyak bagian. Orangnya sendiri memuntahkan darah.

Vali jatuh, menumpu badannya dengan kedua lutut. Dia berhasil bangkit berdiri walaupun agak tertatih.

Rupanya ini yang Cao Cao rencanakan, membuat Vali semakin marah hingga menggunakan serangan sihir yang sangat kuat. Lalu mengembalikan serangan itu ke pemiliknya. Membuat dia tak perlu repot-repot menggunakan serangan desktruktif untuk menjatuhkan Vali.

"Trik kecil ternyata cukup ampuh untuk menjatuhkanmu. Aku tahu kalau kau hanya melihat sedikit kemampuanku saat pertarungan kita sebelumnya, karena itu aku menyerang dengan kemampuan 'Seven Treasure' yang sengaja tak aku perlihatkan padamu. Selain yang tadi, masih ada Chatsuka Ratana yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan senjata serta berubah berntuk menjadi senjata untuk menyerang tubuh lawanku. Itsutei Ratana mampu menyegel kekuatan unik yang wanita miliki secara sementara. Terakhir adalah Atsusa Ratana, mampu memindahkan orang yang aku pilih. Kau harusnya senang, saat ini satu satunya yang mengetahui ketujuh kemampuanku adalah kau. Tapi itu tidak masalah karena kau tidak akan bisa memberitahukannya pada orang lain. Aku akan memastikan kau mati ditempat ini."

Tubuh Vali diselimuti oleh aura yang terisi kemarahan. Nampaknya kemarahannya akan makin meningkat karena cacian Cao Cao.

"Brengsek, sekarang akan kutunjukkan padamu, luapan amarahku. Seorang yang segera akan bangkit, Kedua Naga Langit yang..."

Melihat keadaan yang sedikit tak terduga dari Vali, Cao Cao berteriak, "Georg. Juggernaut Drive bisa menghancurkan ruang buatan ini!"

"Aku tahu." Georg mengangguk, "Samael!"

Georg meletakkan tangannya ke depan dan menciptakan lingkaran sihir. Bereaksi pada itu, pengekang di tangan kanan Samael lepas.

"OOOOOOOOOOOOOOOOO!"

Sambil membuat teriakan memilukan, tangan kanan Samael diarahkan pada Vali!

BUUUUUUUUUN!

Vali diselimuti oleh blok hitam, di saat yang bersamaan dengan suara udara yang meledak. Nampaknya itu adalah blok hitam yang juga menyelimuti Ophis. Vali tidak bisa bergerak untuk menghindari itu karena tadi dia dalam masa pengaktifan Juggernaut Drive dengan membaca mantra.

"OOOOOOOOOOOOOOOOO!"

Ketika Samael meraung, blok hitam itu meledak!

BLLLAAAAARRRR . . . .

Di saat yang bersamaan dengan ledakan blok hitam, Vali juga dilepaskan. Armor Divine Dividing juga meledak disaat yang sama. Akibatnya, tubuh Vali dipenuhi oleh banyak darah

"Gough!"

Vali jatuh di lantai alun-alun Piazza San Marco. Selain luka parah disekujur tubuhnya, dia juga memuntahkan banyak darah dari mulut.

Cao Cao menyeringai senang melihat kondisi Vali, "Bagaimana Vali, rasa dari racun Tuhan. Itu sesuatu yang sangat menyakitkan bagi naga sepertimu kan? Kalau kau menggunakan Juggernaut Drive dan mengamuk disini, itu akan mempengaruhi kendali Samael jadi aku harus menghabisimu saat itu juga. Aku hanya manusia lemah, jadi aku hanya bisa melakukan serangan pada titik lemah."

"CAO CAOOOOO...!"

Vali menatap Cao Cao dengan penuh kebencian.

Tanpa mempedulikan teriakan kebencian Vali, dengan santai Cao Cao kembali berujar, "Hufftt, ternyata tidak perlu waktu lama untuk menjatuhkan seseorang yang dijuluki oleh Gubernur Malaikat Jatuh sebagai Hakuryukou terkuat sepanjang masa, dari masa lalu, masa kini, dan masa depan."

Cao Cao kembali pada kebiasaannya, mengetuk-ngetukkan tombaknya ke bahu.

Georg tampak heran dengan pemimpinnya, pertarungan belum selesai tapi Cao Cao berdiri dengan santai. "Cao Cao, dalam kondisi ini bisakah kau menghabisi Vali?"

"Kau benar. Akan bagus untuk menghabisi dia selagi kita bisa. Dia dan juga rivalnya Sekiryutei masa kini meningkatkan kekuatan dengan cara yang irreguler. Di masa depan, aku yakin mereka berdua akan menjadi naga yang lebih menyusahkan dari Ophis. Namun aku baru sadar dan menganggap itu sia-sia. Aku bisa paham kenapa pemimpin tiap-tiap golongan ingin memiliki kedua Naga Langit. Hanya pada generasi ini pertumbuhan mereka tidak normal. Itu juga termasuk orang orang yang berhubungan dengan mereka. Intinya mereka adalah makhluk yang sangat langka dari segi data. Mungkin orang yang akan meluncurkan kekuatan penuh didalam Sacred Gear bukan kita, namun justru mereka. Jadi aku menyimpulkan kalau dia terlalu berharga untuk dibunuh sekarang."

Cao Cao kemudian membuat bola cahaya dan cincin di belakangnya lenyap. Dia berbalik dan mencoba pergi. Dia tak berada dalam mode Balance Breakernya lagi.

Vali berdiri sambil menumpahkan darah di sekujur tubuhnya.

"Cao Cao, kenapa kau tidak jadi membunuh ku? Kalau itu kau dalam Balance Breaker, kau bisa melenyapkan aku dan semua anggota timku disini."

Cao Cao berhenti dan berujar. "Aku sejak awal membuat rencana untuk mengalahkan kalian tanpa harus membunuh. Apa kau tak puas dengan itu hah? Jujur saja, Balance Breaker dari tombak suci masih perlu banyak penyetelan. Karena itu aku memakai kesempatan ini untuk melihat titik kuat dan titik lemahnya."

Rupanya selain untuk eksperimen Ophis, Cao Cao juga bereksperimen dengan sacred gearnya sendiri.

Vali marah sejadi-jadinya, "Kau benar-benar merendahkan kami."

"Vali, bukankah itu sama saja denganmu? Kau juga suka melakukan hal semacam itu pada orang lain kan?"

Setelah itu Cao Cao tidak lagi menghiraukan Vali. Dia berjalan lagi menuju rekannya, Georg. Keturunan sang profesor, Georg Faust, yang membuat kontrak dengan Iblis Legendaris Mephistopheles.

"Berapa banyak yang sudah kau ambil?" Cao Cao bertanya pada Georg.

"Lebih dari setengah, anggap saja sebagian besarnya. Aku takkan bisa menghubungkan Samael ke dunia saat ini lebih dari ini."

Dibelakang Georg yang mengatakan itu, lingkaran sihir yang membuat Samael muncul mulai kehilangan cahayanya. Ada batas waktu seberapa lama memunculkan Samael dalam kondisi terkekang di luar Neraka.

Cao Cao mengangguk oleh laporan Georg.

"Tapi bisa kah kau lakukan sedikit lagi? Aku ingin sebagian besar kekuatan Ophis. 1/4 sisa Ophis untuk Hades tidak apa-apa, dia tak akan marah."

"Akan ku usahakan, Cao Cao."

Syyuuu...

Ada sesuatu yang keluar dari blok hitam yang melingkupi Ophis. Benda yang tampak berkilau itu meluncur ke atas, tampak seperti logam yang memantulkan cahaya. Benda yang mengambil antensi hampir semua orang dari kubu Hero Faction.

Cao Cao menatap heran, bagaimana bisa benda itu keluar dari blok yang mengurung Ophis, dan lagi benda itu tidak familiar di memorinya. Sama halnya dengan yang lain, tidak ada yang tahu.

Tapi bagi orang tahu, benda itu disebut kunai. Kunai cabang tiga dengan aksara segel di gagangnya.

Tepat saat moment dimana kunai itu mencapat titik tertinggi dan berbalik jatuh, muncul sekelebat bayangan seseorang diudara. Dia memegang kunai, dan tangan yang lainnya membuat bola merah-jingga seukuran bola takraw yang berputar cepat di telapak tangannya.

SHHHIIIIIIINNNGGGG...

Suara berdengung yang menyakitkan telinga. Suara dari bola yang kemudian membentuk piringan selebar setengah meter dengan warna merah menyala yang berputar sangat cepat.

Senpou Yuton: Rasenshuriken

Piringan kecil namun tajam itu dijatuhkan tepat pada lidah Samael, menggilasnya dan dalam sekejap tanpa ampun berhasil memotongnya bahkan membakar bekas potongan itu hingga hangus. Belum sampai disana, benda itu membulat dan membesar hingga membuat ledakan yang mengguncangkan seluruh alun-alun Piazza San Marco.

BLLLAAARRRRR...!?

Setelah keadaan tenang dan asap hasil ledakan lenyap. Cao Cao pertama kali bereaksi, keterkejutan dia tunjukkan diwajahnya karena mendapati ada dua orang yang berdiri didekat Ophis yang telah terbebas dari blok hitam Samael. Seorang laki-laki berambut pirang dan seorang perempuan dengan rambut indigo panjang. Kedua orang itu mengenakan pakaian yang sangat ia kenali, seragam sekolah Kuoh Gakuen.

Mata Cao Cao memicing, "Kalian...! Budak Sitri kan?" Cao Cao tentu masih ingat dengan insiden yang dia buat di Kyoto. Walau tidak bertemu langsung, tapi berdasarkan informasi yang ia punya, wajah kedua orang yang baru datang ini tidak salah ia kenali, pasti budak Sona Sitri.

Namun saat ini Cao Cao merasa ada yang janggal, "Tidak,,,,,! Kalian bukan iblis, aku tidak merasakan aura iblis dari tubuh kalian, siapa sebenarnya kalian hah? Apa maksudnya kalian bisa ada disini?", baru pertama kali ini ada kejadian yang diluar rencana dan prediksi Cao Cao, membuat dia tak habis pikir.

Tapi kedua orang yang baru muncul itu tidak sedikitpun menghiraukan Cao Cao.

"Ophis, aku merasakan kalau kekuatanmu berkurang lebih dari setengah. Apa kami terlambat?" tanya laki-laki berambut pirang pada Si Dewi Naga dengan nada khawatir.

"Tidak, Naruto. Aku memang sengaja menunggu waktu sampai point ini." Ophis menjawab dengan menyebutkan nama si laki-laki.

"Hah? Maksudmu?" Naruto heran, "Tapi heiiii, ini diluar rencana kita buat?"

"Ck, kau juga. Rencananya kemarin kau kesini menggunakan seragam dan topeng ANBU untuk menyamarkan identitasmu, tapi kenapa tiba-tiba kau jadi terang-terangan begini.?"

Ya, Naruto datang tanpa ada yang ditutup-tutupi, bahkan tanpa aksesoris konverter aura iblis yang selalu dipakai ditelinga sebagai tindik. Padahal rencana besar mereka kan bergerak secara rahasia, tapi saat ini mereka buka-bukaan identitas.

"Anoo, Ophis." wanita berambut indigo yang bernama Hinata ikut bicara, "Rencana kita kemarin kan komplotan orang-orang yang mengincarmu akan kita habisi ditempat ini?, jadi kami rasa tidak ada-apa kalau mereka melihat wajah kami."

Yah, kalau dipikir-pikir, tidak ada yang perlu disembunyikan pada orang yang sebentar lagi akan dihabisi. Biarlah Hero Faction melihat wajah mereka, karena hari ini mungkin akan jadi hari terakhir mereka bisa melihat dunia.

"Terserahlah!" wajah Ophis tampak sedikit memberengut. Kalau diingat-ingat, Ophis jarang sekali berekspresi, hanya dengan Naruto dan Hinata lah dia lebih lepas.

"Jadi, sekarang kita bagaimana? Kekuatanmu banyak hilang, apa kau ada rencana baru?" Naruto tampak kesal, mungkin karena dia menganggap Ophis adalah temannya dan mengetahui kalau kekuatan Ophis dicuri, dia dirundung emosi.

Sementara semua orang yaitu anggota Tim Vali dan komplotan Hero Faction, di buat terkejut karena baru pertama kali mereka melihat Ophis yang mereka takuti berinteraksi selepas itu pada orang lain.

"Aaahhh~~~~, Lupakan itu dulu!. Sekarang bisa kah kau urus Naga Putih yang disana. Dia orang baik." pinta Ophis.

Naruto menoleh pada orang yang dimaksud Ophis. Vali tampak tergeletak tak berdaya. Walaupun masih sadar, tapi iblis keturunan Satan Lucifer Sejati ini kelihatannya tidak bisa bergerak lagi.

Vali dikelilingi oleh semua anggota timnya, bahkan Gogmagog dan Fenrir pun ada didekatnya. Mungkin setelah mendengar ledakan keras, lalu melihat Vali yang sekarat, mereka semua berhenti bertarung dengan lawan masing-masing. Keselamatan pemimpin adalah prioritas mereka semua.

Luka luar Vali tampaknya sudah di urus oleh Kuroka dan Le Fay, tapi kutukan Samael membuatnya masih mengerang kesakitan. Kutukan itu sangat kuat, tidak mudah dicabut bahkan oleh penyihir hebat sekalipun.

Naruto mendekati Vali yang sedang terbaring dipangku oleh Kuroka. Dia terkekeh kecil melihat kondisi pria itu, bukan bermaksud meremehkan namun miris melihat seorang maniak bertarung jadi sekarat seperti ini. "Hei, kita bertemu lagi?"

Tak mendapatkan respon apapun dari Vali karena pria itu sibuk mengerang kesakitan. Rintihannya pelan namun terdengar sangat berat menandakan bahwa dia sangat tersiksa.

Kuroka dan yang lainnya tentu heran dengan identitas sebenarnya orang bernama Naruto dan Hinata. Selama ini, mereka sudah beberapa kali bertemu Naruto dan Hinata, yaitu saat mengurus Dewa Jahat Loki. Mereka hanya tahu kalau kedua orang itu adalah iblis reinkarnasi yang menjadi budak Sona Sitri dengan mengkonsumsi Bidak Pion Extra, bisa dianggap pemain cadangan.

Tapi saat ini, seperti yang dikatakan Cao Cao tadi, tidak terasa adanya aura iblis dari tubuh Naruto dan Hinata, apa jangan-jangan selama ini mereka ditipu? Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa Sona menjadikan Naruto dan Hinata sebagai anggota peerage palsu? Dan yang paling tidak habis pikir saat ini adalah, kenapa dua orang ini bisa memiliki hubungan erat dengan Ophis?

"Orang yang dulu kau coba bunuh, kini akan menolongmu. Kau tenang saja, aku tak akan meminta balasan apapun kok." Naruto mengatakannya dengan santai, dia menganggap bahwa serangan tiba-tiba yang dilakukan Vali padanya saat baru tiba di Kouh pertama kali hanya insiden kecil yang tak perlu dipermasalahkan lagi.

Setelah mendengar ucapan Naruto barusan, Vali, Kuroka dan anggota yang lain menemukan jawaban tanpa perlu berpikir panjang. Empat setengah bulan yang lalu, tim Vali diperintah oleh Ophis untuk menyelidiki tentang kedatangan eksistensi baru tak dikenal berkekuatan dahsyat yang menggemparkan semua golongan dunia supranatural. Lalu Vali secara tidak sengaja menemukan orang yang auranya sangat mirip dengan eksistensi itu saat mendapat tugas menangkap Kokabiel hidup-hidup di Kuoh, yaitu Naruto. Namun karena merasa intensitas kekuatannya terlalu kecil, Vali mencoba menyerang Naruto dengan alasan pembuktian kalau memang benar Naruto adalah eksistensi itu, pasti tidak akan mati oleh serangannya. Vali mengira Naruto terbunuh, tapi ternyata saat pertemuan Aliansi Tiga Fraksi di Kuoh, dia terkejut karena melihat Naruto masih segar bugar, artinya Naruto adalah eksistensi yang mereka cari. Saat hal itu dilaporkan pada Ophis, Dewi Naga itu malah menyuruh mereka untuk melupakan hal itu.

Sekarang Vali dan timnya sadar kalau selama ini mereka tidak lebih dari bocah kecil yang bermain-main dengan orang dewasa. Mereka tertipu oleh Naruto dan Hinata yang menyamar sebagai peerage Sona Sitri, dan ternyata Ophis jauh lebih cerdas dari yang mereka kira. Ophis membuat gerakan sendiri yang tidak mereka ketahui, bahkan terpaksa terkejut karena melihat Dewi Naga Ketidakbatasan itu berteman dengan Naruto dan Hinata. Mereka berlima tidak bisa memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, tapi melihat situasi sekarang, meraka sadar kalau Ophis yang saat ini mereka, Hero Faction, Hades, dan golongan supranarutal lainnya mainkan dalam perang politik, adalah pemain yang sebenarnya. Ophis, Naruto, dan Hinata lah yang menjadi sutradara lakon sandiwara di panggung Venesia buatan ini.

Tersadar dari pemikiran yang cukup panjang itu, Kuroka bertanya, "Memangnya kau bisa melakukan apa untuk Vali-sama, Naruto-san?"

"Kutukan Samael yah, sesuatu yang bahkan membuat Sang Ketidakbatasan Dewi Naga Ophis harus bekerja sama denganku. Emmm,,,,, kukira aku bisa melakukan sesuatu dengan aliran energi murni senjutsu rikudou untuk menarik kutukan Samael, dan mungkin fuin tertentu untuk mengamankan racunnya."

.

.

.

TBC...

.

Note : Yoo, salam damai. Heheee.

Ku rasa tidak ada yang perlu dijelaskan untuk chapter ini. Pokoknya sesuai janji minggu lalu, aku bikin Fight Scene di chapter ini, dan akan terus ada minimal sampai 3 chapter kedepan. Jadi kita langsung mengulas review chapter kemarin saja.

Kayaknya banyak yang protes tentang banyaknya penjelasan dan deskripsi serta kurangnya percakapan di chapter kemain. Naaaah, nih udah dibalas di chapter ini, ada banyak talk & action-nya. Yang kemarin itu sih bukannya ga mau ditambah percakapannya, tapi yaa menurutku emang lebih baik begitu. Aku fokuskan untuk menjelaskan dulu semua hal yang mendasari kejadian di arc ini. Kan kalau langsung masuk ke TKP, entar banyak yang bingung kenapa kok tiba-tiba setelah selesai masalah di Kuoh, tiba-tiba aja ada pertarungan besar di Venesia. Iya kan?. Lagipula kalaupun aku nulis semua kejadian lengkap asal muasal insiden di Venesia ini, tentang intrik dan konflik politik dalam bentuk adegan, pasti akan menghabiskan banyak word, lama update, dan mungkin akan keluar jalur, jadinya aku persingkat saja dengan narasi di chapter sebelumnya itu. Heheee,,,, Peace :v

Pokoknya di chapter kemarin itu untuk membentuk persepsi di otak kalian tentang apa dan bagaimana sebenarnya kejadian di Arc The Downfall of Hero Faction ini. Jadi pas udah masuk kejadian inti, tidak ada lagi sesuatu yang dirasa 'hilang'.

Sebenarnya adegan wajah Yuuto Kiba yang dihantam bola futsal, tidak masuk cerita. Tapi aku bikin adegan itu agar chapter kemarin tidak fullchap tanpa talk & action. Sedikit selingan saja, dan adegan itupun sebenarnya permintaan dari salah satu reader, aku lupa siapa yang minta. Kata dia, Naruto disukai banyak gadis, jadi akan setimpal kalau juga ada pemuda yang tertarik pada Hinata. Biar adil, iya ga?

Lalu tentang Ophis, jauh di chapter awal aku pernah bilang kalau dia itu cerdas dan independen. Dia juga tidak akan segan-segan pada orang yang menghalanginya. Termasuk apa yang sekarang dia rencanakan pada mantan anak buahnya, komplotan Hero Faction. Katanya, Cao Cao CS akan dihabisi, jadi ada yang bisa nebak apa keinginan Ophis sebenarnya?

Udah, itu aja deh kayaknya. Sekian. Terima kasih yang selalu ngingetin typo. Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya, dan,,,,,,,

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

BAGI YANG BERAGAMA ISLAM

...

.