Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 8 Juli 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . .
"Sialan kau!" Naruto mengumpat kasar.
Dengan emosi meledak, Naruto mengambil satu kunai Hiraihin dari kantong senjata di pinggangnya, lalu melemparkannya lurus ke arah Cao Cao.
"Teknik yang sama tidak akan berguna padaku untuk yang kedua kali."
"Begitu kah?" Naruto mencibir. Kemudian dia membuat serangkaian segel tangan.
Tajuu: Kunai Kagebunshin no Jutsu
Setelah merapal nama jutsunya, kunai hiraishin yang awalnya hanya ada satu, tiba-tiba menjadi sangat banyak. Jumlahnya ribuan, dan semuanya di arahkan pada Cao Cao.
Cao Cao melotot, tak ada pilihan lain baginya. Dia mengarahkan ujung tombaknya pada asal datangnya serbuan kunai Naruto. Bilah tajam dari tombak True Longinus terbuka, menampakkan bilah baru yang terbentuk dari cahaya yang memancarkan aura suci yang sangat kuat. Cahaya itu menjadi semakin terang, ini pasti akan menjadi serangan yang sangat berbahaya.
"Bersinarlah, tombak yang memusnahkan tuhan!"
KAAAAAAAA.
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 45. The Downfall of Hero Faction, Part 5.
-Dimensi Buatan Replika Venesia-
"Bersinarlah, tombak yang memusnahkan tuhan!"
KAAAAAAAA...
Cahaya yang sangat menyilaukan mulai terpancar dari ujung tombak True Longinus. Menyebar luas hingga menelan semua kunai hiraishin yang dilempar Naruto.
Iris mata Naruto membulat, cahaya suci itu sangat mematikan bagi iblis, tapi dirinya yang manusia pun kalau sampai terkena serangan itu pasti juga akan terluka parah.
Kilatan cahaya menyilaukan semakin menyebar memenuhi seluruh lapangan Piazza San Marco. Karena ini tempat terbuka, langit gelap kota Venesia ikut terang benderang seperti siang hari.
Tidak lama kemudian, cahaya dari tombak suci berhenti. Saat semuanya kembali normal, yang tersisa hanyalah kesunyian.
Cao Cao bernafas lega, situasi dimana dirinya terpojok kini berhasil ia balikkan. Dia tertawa pelan, namun begitu ia tetap waspada karena tidak menemukan keberadaan tubuh Naruto.
Cao Cao mendarat di tanah. Bola Hatsutei Ratana yang ia gunakan untuk terbang kembali ke posisi semula, melayang bersama 6 bola cahaya lain di belakang punggungnya. Matanya bergerak-gerak menatap ke sekeliling, tidak ada tanda-tanda keberadaan Naruto. Yang ia dapati hanyalah sebuah kekkai hitam, kekkai yang tak bisa ditembus oleh cahaya sekuat apapun. Cao Cao bisa menduga asal kekkai itu.
Perlahan kekkai hitam yang berbentuk setengah bola memudar, memperlihatkan beberapa orang di dalamnya. Ophis tampak menurunkan telapak tangannya yang terbuka. Sudah bisa di pastikan dia lah yang membuat Kekkai itu. Tujuannya tentu saja untuk melindungi orang-orang yang berada di dekatnya. Kalau bukan karena itu, ia tidak perlu repot-repot membuat kekkai.
"Tch, merepotkanku saja!" wajah Ophis tertekuk kesal. Sejak kedatangan Naruto dan Hinata, dia memang lebih ekspresif seperti ini.
Sebenarnya tubuh Ophis mampu menahan sekuat apapun cahaya suci dari tombak terkuat True Longinus. Itu sudah dibuktikan saat ia menerima serangan seperti ini dari Cao Cao tanpa melawan, bahkan dengan keadaan ujung tombak menusuk ke dalam perutnya. Dan itu sama sekali tidak memberikan efek pada Ophis. Dia adalah Uroboros Dragon, eksistensi pemilik kekuatan yang tak akan bisa dicapai oleh makhluk manapun di dunia ini, manifestasi dari julukan 'perwujudan ketidakbatasan'.
Dari dalam kekkai hitam itu, ada juga Vali yang masih duduk di tanah, tapi tak ada lagi ekspresi kesakitan dari wajahnya. Racun Samael sudah habis dikeluarkan oleh Naruto. Tampaknya tubuh Vali sudah pulih, tapi belum dengan kekuatannya. Mungkin sebentar lagi dia akan kembali ke kondisi prima. Fenrir dan Gogmagog diam dengan tenang, mereka setia menemani Vali.
Kurama juga tampak tak terganggu sedikitpun, dia masih berbaring dengan mata terpejam dan dagu bertumpu pada kaki depan. Dia sepertinya tak tertarik sedikitpun melihat pertarungan antara Naruto dan Cao Cao. Mungkin saja Kurama lebih suka pertarungan all-out yang hancur-hancuran ketimbang licik-licikan.
Ada pula Hinata disana, berdiri disamping Ophis. Dia menepuk-nepuk pakaiannya, tidak kelihatan kenapa-kenapa walau sebelumnya menerima serangan rasengan secara langsung tepat di perutnya. True Tenseigan selalu aktif, walaupun diaktifkan secara sempurna hanya ketika bertarung saja, tapi selama berada di Kota Venesia buatan ini, doujutsu Hinata selalu dalam mode standby, aktif secara terbatas sebagai antisipasi jika ada sesuatu yang tiba-tiba.
The True Tenseigan Limited Activation, pada kondisi ini Hinata mampu merilis kemampuan pertama dan kedua doujutsunya dalam skala kecil. Membuat bidang manipulasi vektor hanya pada bagian tertentu dari tubuhnya, dan manipulasi jarak dalam ruang lingkup pendek yang tidak lebih dari 50 meter. Berbeda dengan pengaktifan sempurna, ketika Hinata mampu membuat bidang manipulasi vektor di seluruh permukaan tubuhnya dan manipulasi jarak dalam ruang lingkup mencapai 10 km.
Jadi, biarpun diserang seperti tadi oleh teknik Cao Cao, dia tidak akan terluka. Bidang manipulasi vektor di bagian perut melindungi tubuh dan pakaiannya dari gilasan angin padat rasengan. Dia membalikkan vektor atau arah putaran rasengan sehingga rasengan itu meledak tanpa mengenainya. Walaupun tak dipungkiri kalau seluruh badannya ditelan efek ledakan, namun itu tidak sedikitpun memberikan cederan padanya.
Kembali pada Cao Cao, tanpa menghiraukan Ophis dan lainnya yang selamat, kedua bola matanya masih mencari-cari dimana keberadaan Naruto. Dia yakin pemuda berambut pirang itu masih selamat, orang jenius seperti Naruto pasti punya taktik untuk menyelematkan diri dari serangan cahaya terkuat True Longinus. Terlebih lagi Naruto mengatakan bahwa sudah berada di Kota Venesia buatan ini sejak awal, artinya kemungkinan besar Naruto sudah melihat tekniknya. Dan kalau itu benar, maka Naruto pasti sudah memiliki cara untuk mengantisipasi serangannya tadi.
Mata Cao Cao bergerak-gerak waspada, dia menggumam, "Depan belakang, kiri kanan, tidak ada. Tempat ini sudah rata, tidak ada tempat bersembunyi. Atas juga tidak ada. Dimana dia?"
Sementara otaknya masih berpikir, Cao Cao menunduk, menatap tanah yang di pijaknya. Tiba-tiba dia jadi panik, "Jangan-jangan...!"
Craacckkk...
Permukaan tanah yang ia tatap bergetar, lalu,
Swuussshh...
sesuatu meluncur cepat dari dalam tanah hingga,
Duaagg...
Sebuah tinju keras menghantam dagu Cao Cao, membuat pemegang tombak True Longinus terangkat ke atas hingga terpental jauh.
tap...
"Huuhhhh..." Naruto membuang nafas setelah menapak di tanah, dia kelihatan senang. "Akhirnya aku berhasil mendaratkan satu pukulan lagi."
Ya, memang benar. Sejak serangan pembuka dimana tendangannya menghantam pipi Cao Cao, Naruto tidak pernah lagi berhasil menyerang pria pemegang True Longinus itu. Cao Cao terlalu gesit menghindar. Pukulan barusan adalah serangan kedua yang berhasil mengenai Cao Cao.
"Cuih.." Cao Cao yang baru saja bangun, meludah. Cairan merah kental bercampur dengan air ludahnya. Pukulan tadi tentu memberikan cedera yang cukup parah, terlebih lagi dagu adalah bagian tubuh yang fatal jika menerima serangan.
Pemuda berambut hitam itu berdiri, disangga dengan tombak karena keseimbangan tubuhnya belum kembali sempurna. Dia dan Naruto saling lempar tatapan.
"Sialan...!"
Naruto menanggapi umpatan Cao Cao, "Pukulan tadi kupersembahkan untuk istriku yang coba kau lukai."
Saat rasengan bersarang di perut Hinata, Naruto sempat panik. Ketakutan melandanya, namun segera hilang setelah mengingat bahwa Hinata punya kekuatan untuk menjaga diri, istrinya tidak akan terluka hanya karena itu, rasengan tak akan pernah bisa menyentuhnya. Lagipula, saat ledakan terjadi, dalam Sage Mode ia bisa merasakan kalau Hinata selamat, baik-baik saja, tak ada tanda-tanda terluka. Namun tetap saja itu membuatnya marah pada Cao Cao karena melibatkan orang lain dalam pertarungan.
"Aku kecolongan, tidak kusangka kalau kau punya kemampuan bersembunyi di dalam tanah." kata Cao Cao.
"Itu memang kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh shinobi sepertiku. Lagipula salahmu sendiri, membuat cahaya yang menyilaukan sehingga aku punya kesempatan bersembunyi ke dalam tanah saat kau tak melihatku."
Moment ketika cahaya menyilaukan dari True Longinus bersinar terang, sebelum terkena efek buruk dari cahaya itu, Naruto menyembunyikan diri ke dalam tanah. Daripada repot-repot membuat kekkai ataupun lari menjauh, bersembunyi di dalam tanah jauh lebih efektif. Cahaya tidak mungkin sampai ke dalam tanah.
Lagipula dari dalam tanah, dia bisa memberikan serangan kejutan pada Cao Cao. Ini salah satu gerakan favoritnya, ketika ia mengalahkan Neji di ujian chuunin dahulu, mengalahkan banyak musuh lain, bahkan melawan Toneri di bulan.
Cao Cao sendiri, dia tampak sedikit gusar. Walaupun sudah beberapa kali membuat serangan kritis yang jika terkena pasti akan membuat Naruto meregang nyawa, namun selalu berakhir gagal. Naruto selalu punya ide dan teknik untuk menangkis serangannya atau menghindar tepat ketika point kritis.
Meski sedikit gusar, Cao Cao malah tersenyum, dia mendapatkan sesuatu yang bagus. "Hei, penampilanmu kembali seperti semula, aku juga merasakan aura kekuatan yang terpancar dari tubuhmu menurun drastis. Kau sudah kehabisan senjutsumu kan?"
Dengan kedua bola matanya, Cao Cao jelas melihat bahwa kelopak mata Naruto kembali seperti semua, tidak lagi berwarna oranye. Lalu iris matanya pun kembali biru seperti permata saphire. Dan lagi, jika saja Naruto masih memiliki senjutsu, pukulan yang mengenai dagunya pasti akan lebih bertenaga dan membuatnya langsung K.O.
"Um yaaah, yang kau katakan benar sekali." jawab Naruto.
"Kau yang sekarang tidak mungkin bisa mengalahkanku, apa aku harus memberimu waktu lagi?"
"Tidak usah, aku tidak mau menerima belas kasih darimu. Aku punya cara untuk mengatasi itu."
Cao Cao meningkatkan kewaspadaannya, Naruto masih punya teknik lain. Dia tidak habis pikir, ada petarung yang mempunyai banyak teknik seperti Naruto.
Naruto melempar kunai hiraishin ke sampingnya,
Zzsshhttt...
Dan langsung ditangkap oleh bunshin Naruto yang datang dengan kunai itu sebagai media perpindahannya.
"Kai...!"
Dengan mengatakan itu, bunshin Naruto lenyap dalam kepulan asap.
Cao Cao menatap intens ke arah Naruto. Dia mengerti satu hal.
"Kau menggunakan tiruanmu untuk mengumpulkan energi alam kan?"
Naruto mengangguk atas pertanyaan Cao Cao. Dia sudah dalam Sage Mode lagi.
Cao Cao memutar-mutar tombaknya, lalu membuat kuda-kuda siap bertarung lagi. "Aku yakin ini terakhir kalinya kau menggunakan senjutsu. Ini dimensi buatan yang miskin energi alam. Dan lagi, menghitung waktunya, kau hanya mampu menggunakan mode ini selama sepuluh menit, aku benar kan?"
Naruto mengangguk lagi, bersikap jujur dengan hasil analisis Cao Cao. "Tapi, aku akan mengalahkanmu sebelum senjutsuku habis, ingat itu.!"
Syuuttt...
Naruto melempar sebuah kunai lurus ke atas, sangat tinggi hingga mencapai langit.
Cao Cao mengamati kunai itu,
Stab,,,,Stab,,,,Stab,,,,Stab,,,,Stab,,,,Stab,,,,
Enam buah kunai hiraishin menancap di tanah, disebar membentuk enam titik simetris mengelilingi Cao Cao yang menjadi pusatnya pada jarak sekitar 8 meter.
"Sialan, aku tertipu trik bodohnya." Cao Cao membatin, karena terfokus pada kunai hiraishin yang dilempar ke atas, dia tidak menyadari kalau Naruto langsung melempar enam kunai hiraishin lain sekaligus setelahnya.
Cao Cao mengeratkan pegangan tangannya pada tombak True Longinus. Kewaspadaannya semakin tinggi, sampai batas maksimal. Dia tidak bisa memikirkan trik apa lagi yang akan digunakan Naruto.
Naruto menyeringai seraya melemaskan jari-jemari tangannya. Dia sudah siap melakukan serangan kapanpun.
Dalam kewaspadaannya, Cao Cao berpikir keras. 'Ini buruk bagiku. Aku tidak bisa melarikan diri dari serangannya. Aku terkurung dan tidak bisa melarikan diri. Semua arah sudah diblok olehnya. Ke bawah tanah tidak mungkin karena aku tidak punya kemampuan itu. Ke atas,,,,, tidak. Itu terlalu buruk. Walaupun di atas tidak ada apa-apa, jelas lewat atas sama saja dengan sengaja menginjak ranjau. Itu perangkap. Karena hanya atas jalan satu-satunya yang tersisa, si pirang itu pasti sudah menyiapkan serangan kejutan dari titik itu.'
Setelah melemaskan jari, Naruto kini melemaskan lehernya.
Cao Cao tidak berhenti memikirkan cara untuk melawan serangan Naruto.
'Memindahkan diriku sendiri dengan Atsusa Ratana ke tempat lain sangat beresiko. Lawanku ini pasti sudah menyadari cara kerja Atsusa Ratana.'
Saat Cao Cao ingin memindahkan sesuatu ke tempat lain, bola cahaya Atsusa Ratana harus lah menyentuh objek yang ingin dipindahkan, lalu lokasi tempat tujuan dan objek itu tersambung dengan sebuah portal. Jarak maksimal perpindahan adalah 50 meter.
Tapi kenapa sangat beresiko? Penggunaan Atsusa Ratana bisa langsung dikenali karena bola cahaya itu harus lah menyentuh objeknya dulu. Kemudian saat portal terbuka dan dua titik perpindahan saling terhubung, ada jeda waktu sesaat sebelum transfer selesai. Jeda waktu itu memang hanya sesaat tapi jika dibandingkan dengan Hiraishin Naruto, perbandingannya terlalu jauh. Lebih dari itu, Naruto dengan Sage Mode mampu merasakan keberadaan orang lain, jadi titik terbukanya portal tempat tujuan perpindahan Atsusa Ratana pasti bisa dideteksi dengan cepat oleh Naruto. Kalau Cao Cao ingin melarikan diri dengan Atsusa Ratana, Naruto bisa dengan cepat dan dengan mudahnya mengirimkan satu serangan fatal ke titik itu.
Cao Cao bukan orang bodoh yang gegabah melakukan tindakan, dia sadar kalau sekarang dirinya sudah terkurung dan tidak bisa kabur. Maka dari itulah, setiap langkah yang ia lakukan harus terencana dan terstruktur, baik saat menyerang maupun menghindari atau menahan serangan agar dapat memenangkan pertarungan ini.
"Oii,,,, Cao Cao, bagaimana kalau kutambahkan dengan ini?"
Tanpa sempat Cao Cao menjawab, didepan sana Naruto sudah membuat segel tangan.
Kagebunshin no Jutsu
BooopfttBooopfttBooopfttBooopfttBooopftt
Naruto membuat lima bunshin, total ada enam Naruto termasuk yang asli.
Semakin buruk bagi Cao Cao, dia menjadi panik. "Aku bisa mati kalau membuat gerakan yang salah."
Cao Cao sudah menyiapkan gerakan khusus dalam otaknya. Ya, sebuah taktik untuk melumpuhkan Naruto dalam satu langkah serangan balik. Pada kondisi tadi, biarpun dirinya dipojokkan dengan enam arah serangan taktis, tapi jika bisa menemukan dari mana arah datangnya serangan Naruto lalu membalik keadaan dengan serangan balik, maka dia yang menang. Karena jelas sekali, dari manapun datangnya serangan, yang pasti dirinya lah target serangan satu-satunya. Dari manapun asalnya, tapi arahnya tetap sama, yaitu ke tengah, tepat posisinya sekarang.
Namun saat ini, Naruto membuat enam tiruan. Agar berhasil, rencana Cao Cao harus dilakukan dengan tepat yang mana serangan balik itu harus dilakukan pada Naruto asli, tidak boleh terkecoh pada yang tiruan. Meski begitu, serangan dari tiruan juga bukan hal enteng sebab semua tiruan Naruto mempunyai kemampuan menyerang dan memberi critical hit yang hampir menyamai aslinya. Untuk memenangkan pertaruhan ini, Cao Cao harus membuat minimal lima langkah antisipasi ditambah dengan satu langkah serangan balik.
Cao Cao menatap Naruto bersama lima tiruannya yang sudah membuat posisi siaga menyerang, masing-masing dari mereka mengepalkan tangan. Artinya bagi Cao Cao, serangan yang akan datang adalah pukulan atau tinju. Kemudian enam buah kunai Hiraishin yang mengelilinginya dia tandai dalam otaknya, kunai arah jam 12, jam 2, 4, 6, 8, dan jam 10.
Cao Cao memegang tombaknya semakin erat, ketujuh bola cahaya Seven Treasure memposisikan diri melingkar mengelilinginya. Kuda-kuda kokoh dan rendah sudah dia pasang.
Naruto melihat lawannya sudah siap, "Aku mulai sekarang...!"
Zzzsshhhttt...
Dua Naruto hilang,
Bola mata Cao Cao bergerak liar. Dapat, dia melihat dari salah satu Naruto dari arah jam 12. Satunya lagi tidak terlihat, berarti datang dari belakang, arah jam 6.
Cao Cao hanya menggerakkan jari, satu bola cahaya melaju ke belakang punggungnya sementara satunya lagi ke depan dan berubah bentuk menjadi sebuah katana panjang.
Jleebbb...
Naruto yang datang dari arah jam 12 di tusuk katana, katana yang berasal dari bola cahaya Chatsuka Ratana.
Jleebbb...
Katana tadi menembus Naruto, lalu menusuk satu lagi Naruto yang ada di belakang Naruto yang sudah tertusuk. Dua Naruto terkena dalam satu serangan.
Naruto yang datang dari arah belakang, Cao Cao pindahkan ke depan dengan bola Atsusa Ratana, sehingga juga ikut terkena serangan dari Chatsuka Ratana.
Boofftt...Boofftt...
Namun kedua Naruto itu palsu, hanya tiruan.
Belum sempat berkedip, Cao Cao melihat tiga Naruto sudah hilang dari tempat awalnya.
Serangan dari tiga arah.
Cao Cao tidak bisa menggunakan bola cahaya yang sudah digunakan tadi karena ada jeda waktu setiap penggunaan. Serangan dari Naruto terlalu cepat untuk bisa diblok dengan cara yang sama.
Mata Cao Cao bergerak cepat, dia melihat ketiga Naruto itu datang dari arah jam 2, jam 4, dan jam 8.
Dua bola cahaya yang lain bergerak, masing-masing ke arah jam 4 dan jam 8.
Naruto yang muncul dari kunai hiraishin arah jam 4 datang dengan sebuah tinju lurus. Serangan ini berhasil Cao Cao tahan berkat pengobanan diri tiruan dirinya yang dibuat dengan bola Kahabatei Ratana. Salah satu tiruan Cao Cao berhasil menusuknya dengan tombak, namun setelah tertusuk, tubuh naruto berubah menjadi kepulan asap.
Naruto yang datang dari arah jam 8 terpental jauh lalu menghilang dalam kepulan asap. Itu efek daya penghancur dari Balinayaka Ratana. Ternyata yang ini juga Naruto tiruan.
Tersisa Naruto yang dari arah jam 2.
Tidak!
Ternyata Naruto yang terakhir sudah hilang dari tempat awal. Dan muncul dari kunai Hiraishin yang ada di arah jam 10 dari Cao Cao.
Prediksi Cao Cao meleset, rencananya adalah tangannya sendiri yang menghabisi Naruto yang datang dari arah jam 2, setelah itu langsung melompat ke arah kunai jam 10 karena dia yakin yang Naruto asli muncul terakhir dari kunai itu. Jika predisi tepat, maka ia bisa menyerang Naruto sebelum Naruto menyerangnya.
Tapi dalam situasi ini, Naruto yang datang dari kunai arah jam 10 muncul lebih cepat dari yang ia duga. Ada dua pilihan bagi Cao Cao. Pertama tetap menyerang tiruan Naruto yang datang dari kunai arah jam 2, tapi jika ini dilakukan, dia mungkin tidak sempat menyerang Naruto asli. Kedua, langsung menyerang Naruto asli, tapi sangat beresiko karena tiruan Naruto bisa saja lebih dulu menyerangnya.
Setelah berpikir cepat, Cao Cao memilih cara lain.
Dua Naruto menerjang sama-sama dengan tinju lurus, tapi Naruto asli yang datang dari arah jam 10 sedikit lebih lambat.
Moment ketika tiruan Naruto yang datang dari arah jam 2 semakin dekat, masuk dalam jangkauan serang, Cao Cao melemparkan tombaknya, tusukan lurus pada tiruan Naruto. Sedangkan dia menerjang Naruto asli dengan tangan kosong.
Hal ini hampir tidak pernah Cao Cao lakukan, tombak True Longinus tidak pernah lepas dari tangannya. Tapi tidak ada cara lain, hanya langkah ini yang terbaik untuk melawan dua Naruto sekaligus.
Cao Cao melesat ke arah Naruto asli, tangan kanan ia tekuk ke dalam sedangkan telapak tangan kiri di depan.
Booofftt...
Naruto tiruan yang datang dari arah jam 2 sudah lenyap tertusuk tombak True Longinus.
Cao Cao semakin dekat dengan Naruto asli. Mereka berdua tampak akan melayangkan tinju dengan cara yang sama.
Tepat saat jarak dua orang ini tertutup, Cao Cao menggunakan telapak tangan kirinya untuk memblok tinju tangan kanan Naruto. Berhasil dia tahan, kepalan tangan Naruto tidak mencapai wajahnya.
Saat point kritis ini, Cao Cao membuat serangan balik. Sebuah tinju penuh tenaga Cao Cao sarangkan ke perut Naruto. Tapi gagal, tangan Naruto yang satunya menahan tinju Cao Cao.
Mata mereka saling terkunci, namun Naruto membuat seringaian.
Tanpa sempat Cao Cao mengetahui maksud seringaian itu,
DUUAAAGGGG...
Hidung Cao Cao lebih dulu menerima hantaman keras. Wajahnya terasa seperti dilempari batu keras yang beratnya puluhan kilogram. Akibat dari ini, tubuh Cao Cao terdorong ke belakang.
Srreeekkk...
Brakk...
Cao Cao terpental lalu berhenti setelah menabrak puing sisa menara lonceng Gereja St Mark Basillica yang cukup besar.
"Guhhaa..."
Cairan merah pekat dimuntahkan Cao Cao lewat mulutnya, sisa darah yang masih ada disudut bibir ia seka dengan tangan kanan. Wajahnya menderita luka memar berat.
Cao Cao berdiri walaupun tidak bisa tegap. Keseimbangan tubuhnya kacau karena pukulan tak terlihat yang mengenai kepalanya. Dia mengarahkan tangannya pada tombak True Longinus yang tergeletak di tanah. Seolah merespon panggilan tuannya, tombak itu terbang, kembali ke tangan Cao Cao. Tujuh bola cahaya Seven Treasure juga kembali ke posisinya, melayang di belakang Cao Cao.
Di ujung sana, Naruto berdiri santai seraya melemaskan kedua tangannya.
Seolah mengerti ekspresi bingung dan penasaran yang terpahat di wajah Cao Cao, Naruto berucap, "Jangan terkejut! Walaupun tinju tangan kananku berhasil kau blok, tapi aku melepaskan senjutsu dari pukulan itu. Energi senjutsu yang menembus tangan kirimu itu memiliki ciri fisik sehingga mampu memberikan cedera ketika mengenai wajahmu, sebuah pukulan tenaga dalam tak terlihat, seperti pukulan hantu."
"Ck Kuso!" Cao Cao mengumpat. Dia sudah mampu berdiri dengan benar, menghiraukan rasa sakit yang serasa menguliti wajahnya.
Cao Cao benar-benar kalah telak. Setiap Naruto menyerang, selalu muncul teknik baru yang tak ia duga. Jika terus seperti ini, ia tak akan pernah bisa memperhitungkan bagaimana serangan Naruto yang selanjutnya. Ini sungguh kerugian besar bagi Cao Cao, dia adalah jenius yang memanfaatkan data pertarungan musuh lalu membuat strategi terbaik untuk mengalahkannya. Namun Naruto, selalu membuat kejutan dalam setiap kali menyerang.
Naruto memasang wajah serius, hasrat bertarungnya sudah lenyap entah kemana, digantikan keinginan untuk segera menyelesaikan urusannya disini. "Hei Cao Cao, sepertinya teknikmu dari Sub-Spesies Balance Breaker Polar Night Longinus Chakra Valdine sudah habis kau keluarkan semua, tombak yang mampu membuat cahaya suci yang sangat kuat, dan gaya bertarungmu. Aku sudah memahami semuanya."
"Brengsek.!"
Tentu saja Cao Cao marah. Selama ini, dialah yang selalu berada di posisi atas dalam setiap pertarungan melawan musuhnya. Dia yang punya banyak data musuh, dan kejeniusannya mampu memahami gaya dan teknik bertarung orang yang ia lawan, membuatnya musuhnya tak berkutik menghadapi strategi yang ia buat. Cao Cao dijuluki sebagai petarung tipe teknik tertinggi.
Namun sekarang keadaan berbalik. Perkataan Naruto barusan adalah pukulan telak, ia yang selalu mengatakan kalimat itu pada lawannya, kini dia lah yang harus menerimanya. Dia memang belum kalah, tapi makna dibalik perkataan itu bagi pertarung tipe teknik ialah kekalahan. Kekalahan mutlak adalah ketika lawan yang dihadapi memahami semua teknik yang dimiliki, bukan saat K.O.
"Kurasa tidak akan menarik lagi kalau kita bertarung lebih lama, jadi dengan serangan terakhirku ini kupastikan kau benar-benar kalah."
Senpou: Rasengan
Naruto membuat resengan biasa di telapak tangannya, namun bercampur senjutsu karena ia membuatnya dalam kondisi Sage Mode.
Naruto mengambil tiga buah kunai hiraishin dari kantongnya. Satu ia lempar lurus ke depan tepat ke arah Cao Cao dan dua sisanya dilempar ke sebelah kiri dan kanan pria Cao Cao.
Cao Cao yang melihat itu, langsung merespon. Tidak tahu yang manapun, semua kunai yang dilempar Naruto berbahaya, sama berbahayanya.
Satu bola cahaya Cao Cao bergerak ke depan, Balinayakan Ratana. Menggunakan itu, dia menggetarkan udara untuk membuat gelombang penghancur agar kunai itu terpental.
Namun sebelum kunai Hiraishin terpental, senjata ninja itu hilang lebih dulu.
Mata Cao Cao bergerak liar, dan menemukannya. Kunai yang hilang muncul didekat kunai yang melaju disebelah kirinya.
Teknik baru lagi, rupanya Naruto tidak hanya mampu memindahkan tubuhnya menggunakan kunai hiraishin sebagai media, tapi juga memindahkan satu kunai ke titik dimana kunai lainnya berada. Memindahkan posisi dan merubah arah gerak kunai, teknik ini ia ciptakan dengan sedikit meniru konsep kemampuan kedua The True Tenseigan, yaitu manipulasi jarak.
Kunai yang muncul disebelah kiri itu berubah posisi dan arahnya. Tepat mengarah pada Cao Cao.
Tahu serangan semakin mendekat, Cao Cao menggerakkan jari sehingga satu bola cahaya cahaya Seven Treasure bergerak ke kakinya, itu Hatsutei Ratana. Menggunakan itu, Cao Cao terbang ke atas menghindari kunai yang datang dari sebelah kirinya.
Namun belum berhenti sampai disitu, kunai yang Naruto luncurkan ke sebelah kiri Cao Cao lenyap, lalu muncul dititik dimana posisi kunai ketiga yang ada di sebelah kanan Cao Cao.
Lagi, Naruto mengubah arah dan posisi kunai hiraishinnya.
Kunai yang telah berubah arah itu mengarah ke atas, tepat pada Cao Cao yang melayang.
Tidak ingin kunai itu lebih dekat padanya, Cao Cao menggerakkan satu bola cahaya. Chatsuka Ratana, menggunakannya untuk menghancurkan kunai itu.
Cao Cao melihat kunai pertama telah menancap di tanah setelah gagal mengenai dirinya, kunai ketiga bergerak lurus dan baru saja menancap disebuah puing dinding bangunan, dan kunai kedua baru saja ia hancurkan dengan Catsuka Ratana. Ini kesempatannya, pada moment ini Naruto tidak bisa lagi melakukan teknik yang sama, sebab untuk melakukan teknik itu memerlukan minimal satu kunai yang masih bergerak.
Memanfaatkan kesempatan ini, Cao Cao menggunakan bola Atsusa Ratana pada dirinya sendiri.
Cao Cao muncul tepat dibelakang Naruto, ujung tombak True Longinus diarahkan langsung ke punggung Naruto.
Namun,,,,
Zzzsshttt...
Satu centi sebelum ujung tombak menyentuh tubuh Naruto, pemuda berambut pirang itu lebih dahulu menghilang.
Cao Cao dapat mendengar bunyi dengingan nyaring rasengan, berasal dari arah belakangnya, lalu juga suara Naruto,
"Dengan ini berakhir sudah."
Setealah itu, Cao Cao tidak merasakan apapun lagi selain rasa sakit luar biasa dipunggungnya. Kulitnya seperti digilas kuat oleh bola berduri tajam.
Brakkk...
Tubuh Cao Cao menghantam tanah,
Dhuuuarrr...
Rasengan yang bersarang di punggung Cao Cao pun meledak, menelan Cao Cao dalam ledakan yang cukup besar.
Tap
Naruto mendarat tidak jauh dari posisi Cao Cao. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa-apa. Taktiknya berhasil, itu karena dia sudah memahami bagaimana Cao Cao bertarung, seperti yang sudah ia katakan sebelumnya.
Masih ingat dengan kunai Hiraishin yang Naruto lempar tinggi ke atas sebelum serangan enam arah? Sebenarnya itu adalah pertaruhan yang Naruto buat untuk mengalahkan Cao Cao.
Kunai yang di lempar ke atas, mau setinggi apapun ujung-ujungnya pasti akan jatuh juga. Ada selang waktu beberapa puluh detik untuk kunai itu jatuh kembali ke tanah. Selama waktu itu lah, Naruto menyerang Cao Cao dan memojokkannya.
Serangan enam arah adalah cara untuk membuat Cao Cao terpojok, lalu serangan dengan mengendalikan tiga buah kunai Hiraishin sebenarnya adalah sebuah pembuat jalan bagi Cao Cao.
Selama pertarungan ini, Naruto sudah memahami bagaimana Cao Cao menyerang. Pengguna tombak True Longinus itu hanya akan menyerang pada point terbaik menurut hasil perhitungan otaknya. Jika bisa membuat sebuah moment terbaik, maka Naruto bisa membuat Cao Cao langsung menyerang pada point itu.
Naruto sengaja membuat bagian belakangnya seolah kosong dari penjagaan dengan fokus mengendalikan tiga kunai hiraishin yang mengejar Cao Cao. Ketika ketiga kunai itu berhenti bekerja, Cao Cao akan langsung menyerang balik dari titik terlemah yaitu belakang.
Sesuai prediksi dan perhitungan yang Naruto buat dengan didasari pola serangan Cao Cao, kunai hiraishin yang dilempar ke atas jatuh kembali tepat di posisi Cao Cao muncul dengan kemampuan Atsusa Ratana. Saat itulah, Naruto bisa menteleport dirinya ke belakang Cao Cao lalu menyarangkan rasengan ke punggung Cao Cao dari posisi itu.
Akhir dari duel ini, Cao Cao sudah benar-benar kalah. Pria itu berusaha bangkit dengan badan penuh luka. Wajahnya yang lebam akibat pukulan penghancur dari senjutsu serta rasengan yang menggilas punggungnya, membuat Cao Cao menderita cedera parah. Darah segar mengalir dari seluruh permukaan tubuhnya, lebih banyak lagi darah yang dimuntahkan.
Naruto berdiri dengan tenang, dia menatap Cao Cao yang hanya bisa berdiri dengan lutut, itu pun ditopang dengan tombak.
Cao Cao membuka mulutnya, suaranya terdengar lemah, "Aku sadar kalau aku lemah karena aku adalah manusia, tapi yang paling tak kusangka adalah aku dikalahkan oleh manusia lainnya."
Ya, Cao Cao tahu pasti kalau Naruto adalah manusia. Ini pukulan telak bagi harga dirinya. Jika saja dia kalah dari makhluk supranatural baik itu iblis, naga, dewa atau apapun, maka itu menjadi hal wajar.
Cao Cao tak mungkin bisa bertarung lagi saat ini. Balance Breakernya sudah lenyap. Kekuatan yang memancar dari tombak suci telah hilang.
"Aku memang kalah, tapi aku akan menginggalkan sesuatu."
Naruto menyerngit heran.
"Aku akan memakai Truth Idea."
Iris mata Naruto melebar, ia tahu apa itu Truth Idea. Dia memiliki andil merencanakan apa yang terjadi disini, jadi informasi tentang Truth Idea sudah ia kantongi di otaknya.
Truth Idea adalah sesuatu yang mirip Juggernaut Drive pada Sacred Gear Divine Dividing ataupun Boosted Gear. Cao Cao akan mendapatkan kekuatan luar biasa meski itu akan membuatnya lepas kendali.
Cao Cao memegang tombak suci dengan tangannya yang gemetar, membuat kuda-kuda dengan tombak lalu mulai berbicara.
"Tombak. Tombak Suci Sejati yang mampu membunuh Tuhan. Hisaplah ambisi sang Raja Dominasi yang tertidur di dalamku, dan tembuslah celah dari keberkahan dan kehancuran. Engkau. Umumkanlah kehendak, dan berubahlah menjadi cahaya."
Piiiinnnnnnnnnn...
Disertai lafal mantra Cao Cao, ujung tombak terbuka, dan cahaya sangat menyilaukan mulai bersinar darinya. Cahaya itu bersinar makin terang, pasti akan sangat buruk jika membiarkan True Longinus melepas cahaya yang lebih besar dari ini. Yang jelas, semua yang ada di dimensi buatan ini akan dilenyapkan kalau Truth Idea selesai dilepaskan.
Naruto meningkatkan kewaspadaan, dia tidak akan membiarkan Truth Idea terwujud. Mengeratkan pegangan tangan pada sebilah kunai, dengan tubuh yang sudah diselimuti aura kuning. Naruto bersiap untuk melakukan langkah kilat dalam mode kyubi dan menghujamkan kunainya tepat ke jantung Cao Cao jika sampai Truth Idea akan benar-benar rilis.
Tapi,,,,,, Naruto membatalkan niatnya. Dia tidak jadi menikam jantung Cao Cao karena cahaya dari tombak perlahan mulai melemah. Pucuk tombak yang terbuka lebar mulai kembali ke bentuknya semula.
Cao Cao melihat itu. Dia menjadi terdiam membisu dan kaget.
"Ini tidak aktif?" Ekspresi terkejut yang luar biasa jelas terlihat dari wajah Cao Cao.
Mengerti itu, Naruto mengendurkan kewaspadaan. Dia kembali ke mode normal, Sage Mode pun juga dilepas.
Kemudian Cao Cao memasang ekspresi seolah dia mendapatkan jawaban setelah merasakan sesuatu dari tombaknya.
"Begitu. Jadi itulah 'kehendak'mu. Jadi kau telah memilih tujuan manusia itu daripada ambisiku?" kata Cao Cao pada tombaknya.
Naruto tak terlalu mengerti, yang ada dipikirannya sekarang hanyalah tombak itu tidak menerima ambisi tuannya.
"Jadi kau menerima kutukan, Cao Cao."
Orang yang mengatakan kalimat barusan adalah Vali. Dia sudah bisa berdiri dengan normal, kondisinya sudah pulih walau beberapa saat lalu dia terkena racun kutukan Samael yang mengancam nyawanya sebagai pemilik kekuatan naga.
Tidak hanya Vali, ada Ophis, Hinata dan semua anggota tim Vali lengkap. Mereka semua kini berkumpul, berdiri disamping Naruto.
Vali berkata lagi, "Cao Cao, apa kau tahu kenapa Truth Idea gagal?"
Vali bertanya pada Cao Cao, tapi ekspresi diwajah pria pemegang kekuatan Kaisar Naga Putih tidak menunjukkan wajah ingin tahu, malah sepertinya dia sudah tahu, dia hanya ingin Cao Cao menegaskan kegagalannya.
Tidak ada piliha lain, Cao Cao harus menjawab, "Truth Idea berkaitan dengan 'Kehendak' The God of Bible. Kehendak dari almarhum Tuhan menghisap ambisi dari pemegang tombak ini, dan dengan merespon betapa kuat lawannya, ia menciptakan banyak efek dan keajaiban. Itu akan menjadi sesuatu dengan kekuatan absolut untuk menghancurkan lawan, atau bisa juga menjadi berkah pada lawan yang mampu menangkap hati mereka. Dan sekarang, jawaban yang diberikan Truth Idea adalah kesunyian, artinya Naruto memenangkan pertandingan ini. Tombak Suci True Longinus lebih ingin melihat tujuan Naruto ketimbang ambisiku."
Vali kemudian tersenyum puas setelah mendengar itu.
"Jadi tombak suci itu memilih Naruto dan bukan kau, Cao Cao."
Cao Cao tertawa pada dirinya setelah mendengar ucapan Vali. Dia menatap ke arah Naruto dengan kondisi tubuhnya yang terluka parah, "Naruto, bisakah kau katakan, apa tujuanmu? Apa makna keberadaanmu di dunia ini?"
Naruto menggeleng lemah dan pelan, bibirnya mengulas senyum tipis sarat makna yang tak terdefinisi, "Maaf Cao Cao, hal itu adalah sesuatu yang tidak bisa ku beritahukan padamu. Keberadaanku di dunia ini sudah ditakdirkan untuk sebuah tujuan,,,,, takdir yang menggenggam seluruh alam semesta,,,,, tujuan yang tak akan pernah bisa dipahami oleh kau yang sekarang."
Vanishing Dragon Balance Breaker
Divine Dividing Scale Mail
"Oh, jadi kau yang akan membunuhku, begitu kan Vali?"
Pertayaan Cao Cao dijawab dengan tindakan. Vali yang sudah dalam balutan armor balance breaker mengarahkan telapak tangannya pada Cao Cao.
Half Dimension
Dengan seruan itu, semuanya terbagi dua. Bukan Cao Cao melainkan sesuatu yang ada di belakang Cao Cao. Tepat dimana menara lonceng Gereja St Mark Basillica tersisa setengah yang masih berdiri, terbagi dua, mengecil, semakin kecil seiring dengan Cao Cao memusatkan kekuatan iblisnya pada daerah itu.
Ruang terdistorsi, namun seperti sebuah kertas yang rapuh, lapisan distorsi dimensi ruang itu robek oleh munculnya sebuah sabit hitam yang mengeluarkan hawa tidak mengenakkan. Robekan semakin lebar seiring dengan sabit itu yang mengiris distorsi ruang.
Seseorang keluar dari dalam sana. "Sialan, sepertinya aku tidak akan bisa pulang dengan selamat."
Suaranya yang misterius yang menggema sepanjang Piazza san Marco yang hancur berantakan. Yang muncul adalah seseorang yang mengenakan jubah terdekorasi, jubah khas Grim Reaper.
Tapi ada perbedaan yang nyata antara dia dengan pasukan Grim Reaper yang sudah lenyap akibat pertarungan antar monster Kurama dan Samael. Wajahnya yang tertutup kerudung kelihatan cukup jelas, dia mengenakan topeng seperti yang biasa dikenakan badut. Sabitnya memiliki aura yang jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan yang dipegang pasukan Grim Reaper. Bilah dari sabit juga nampak sangat hitam. Hanya dengan melihatnya saja, sudah ketahuan kalau dia adalah Grim Reaper Kelas Tinggi, mungkin Kelas Boss.
Menanggapi kemunculan orang itu, Vali berbicara. "Ternyata kau yang bersembunyi, Grim Reaper terkuat yang ada dalam legenda, Pluto. Salah satu Grim Reaper yang melayani langsung Dewa Neraka, Hades."
Tampak hanya segelintir orang yang terkejut. Semua anggota Tim Vali menunjukkan raut wajah tidak suka. Mereka yang notabene adalah buronan hampir semua golongan, tentu pernah berurusan dengan orang ini.
Naruto, Hinata, dan Ophis, mereka bertiga nampak masih tenang. Keberadaan orang ini mungkin sudah diperhitungkan dalam rencana mereka.
Pluto menatap Cao Cao yang sudah tak berdaya lagi, "Cao Cao, kau benar-benar dikalahkan ya. Perhitungan dan perencanaanmu memang tidak salah, tapi kecerdasan Ophis yang lebih superior darimu sehingga membuatmu hancur sampai seperti ini. Sampai kita kehilangan Samael, ini benar-benar kekalahan terburuk yang pernah kita alami."
Cao Cao menjawab walaupun membuat dadanya sesak, "Kau,, uhhuk." sampai terbatuk, "Memangnya apa yang kau mau hah?"
"Kabur dari sini hidup-hidup. Aku tidak ingin sepertimu, Hades-sama dan Sakra-sama punya sesuatu yang lebih penting dari ini. Ada rencana besar yang harus segera di laksanakan."
"Brengsek!" kemarahan Cao Cao kembali bertambah, namun saat ini dia dalam posisi tidak bisa apa-apa.
Pluto mengalihkan pendangannya pada orang-orang yang menggagalkan rencana penangkapan Ophis.
"Tapi sepertinya hampir mustahil aku bisa kabur dari sini hidup-hidup setelah tempat persembunyianku ketahuan." Pluto berkata pada dirinya sendiri, "Melawan Ophis? Aku akan dicap sebagai orang gila, tidak mungkin bagiku melawan Uroboros Dragon Sang Ketidakbatasan."
Pluto mengalihkan tatapan matanya pada Naruto, "Kau laki-laki berambut pirang, pilihan yang sangat buruk jika aku melawanmu. Aku mendapat informasi kalau kau pernah bertarung dengan Sakra-sama, mengalahkan beliau dalam pertandingan tinju."
"Dan kau wanita poni rata." Pluto menatap Hinata, "Aku jelas merasakan kalau kau hanyalah manusia lemah, tapi kelihatannya kau memiliki kekuatan misterius, yang bahkan katanya membuat Sakra-sama memilih mundur hanya karena melihat sorot matamu."
Tidak ada yang terkejut dengan apa yang dikatakan Pluto. Naruto pernah memaksa Ophis menunjukkan bentuk sejatinya. Jadi bukan hal mustahil pasangan ini sanggup berhadapan langsung dengan Sakra, Dewa Perang Indra, The Heavenly Emperor, sosok yang dikatakan bahwa hanya dengan Four Great Satan, keempat Maou yang ada sekarang harus menggabungkan kekuatan untuk bisa mengimbanginya.
Vali mengeluarkan tawanya, tawa mengejek. "Kheh, kau memalukan Pluto, dasar licik. Perkataamu barusan, artinya kau meminta belas kasihan dari lawanmu untuk bisa tetap hidup kan?"
Itu lah makna dibalik ucapan Pluto. Dia memprovokasi harga diri Naruto, Hinata, dan Ophis agar tidak melawannya. Pluto mengaku kalah sebelum bertarung, tentu saja akan membuat ketiga orang itu malu kalau tetap menghabisinya.
"Baiklah, bagaimana kalau kau melawanku?" tanya Vali dengan gaya seorang maniak bertarung.
"Terserahlah, apa aku punya pilihan lain?"
Kalau melawan Vali, Pluto merasa masih memiliki harapan untuk hidup.
"Kau tahu, sejak tadi aku ingin sekali melepaskan amarahku tapi kondisiku tidak memungkinkan karena racun kutukan Samael. Aku semakin marah ketika setiap orang bertarung, menyisakan diriku yang hanya bisa duduk memulihkan diri. Aku yang selalu mencari pertarungan tidak bisa menerima kenyataan itu. Namun sekarang ada kau, satu satunya yang bisa kulampiaskan kemarahanku hanya kau, Pluto."
Vali mengatakan hal itu dengan tegas. Dia memasang wajah tanpa ekspresi seperti biasa, namun jelas terdengar nada kemarahan di dalam ucapannya. Pria berambut perak ini menyimpan banyak frustasi dalam dirinya karena keadaannya yang dia anggap memalukan tadi.
Pluto memasang kuda-kuda pada Vali setelah memutar mutar sabitnya. "Bagus sekali, melawanmu yang merupakan keturunan asli Lucifer dan juga merupakan Hakuryuukou, aku sama sekali tak tahu apa yang terjadi biarpun aku sudah hidup sangat lama."
Pluto menerima tantangan Vali. Saatnya pertarungan 'Hakuryuukou Vs Grim Reaper Legendaris'.
Dooooooon
Vali kemudian terselimuti dengan jumlah aura iblis yang menggila.
SWIFT!
Pluto lenyap dari pandangan. Dia cepat.
Moment ketika Grim Reaper Kelas Tertinggi itu muncul kembali, sabit hitamnya telah bersarang di tanah tempat Vali berdiri sebelumnya.
Si Hakuryouku kini sudah melayang di udara. Vali tak kalah cepat.
"Tch." terdengar suara decihan Pluto.
Zzzsshhtt...
GIIIIIN GIIIIIIN
Vali dan Pluto pun mulai saling bertukar serangan dengan cepat di udara. Grim Reaper itu mampu mengimbangi gerakan Vali, padahal Vali termasuk salah satu iblis muda tercepat yang pernah ada.
Tidak, tampaknya Pluto lebih unggul dalam hal kecepatan dibanding Vali. Dia memakai sabitnnya dalam kecepatan tinggi sambil meninggalkan jejak hitam karena kecepatannya itu. Kapanpun dia dan Vali saling berbenturan, atmosfir berguncang dengan keras. Itu sudah cukup untuk membuktikan betapa kuatnya mereka.
Ke bawah, dipermukaan tanah tempat orang-orang berkumpul, Naruto menonton pertarungan Vali dan Pluto, namun sesaat kemudian dia langsung merasa bosan. Tidak ada yang menarik dari pertarungan itu, gerakan-gerakannya memang hebat dan sangat cepat, namun itu bukan hal mematikan baginya. Sepertinya Ophis dan Hinata pun berpikiran sama dengan Naruto.
Daripada diam saja, Naruto mencari topik untuk dibicarakan. Dia menatap Le Fay setelah menemukan topik.
"Nee, Le Fay-chan?"
Yang dipanggil menolehkan kepalanya pada Naruto. Rasa ingin tahu yang besar karena dipanggil tercetak di wajah imutnya.
"Apa, Naruto-niisama?"
"Kau tahu, sebenarnya aku punya kemampuan untuk merasakan hati orang lain."
"Maksudmu kau bisa langsung tahu kalau ada orang yang mencintaimu?" tanya Le Fay antusias, pipinya merona merah.
Kuroka ikut mengangguk antusias dengan ekspresi yang sama seperti Le Fay.
"A-,,," Naruto terdiam.
Hinata yang mendengar itu terkekeh kecil. Ucapan Le Fay sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya, Hinata sangat tahu akan hal itu.
Naruto melanjutkan ucapannya yang sempat terpotong, "Bukaaan, bukan itu maksudku. Begini, aku bisa merasakan emosi orang lain, membedakannya antara yang positif dan negatif."
"Terus, ada apa dengan itu?" tanya Kuroka.
Kedua perempuan dari Tim Vali ternyata memang cepat akrab dengan Naruto, berbeda dengan dua lainnya yang tampak cuek, apalagi Vali yang sangat ingin menantang bertarung.
"Aku tidak merasakan emosi negatif berlebihan dari kalian semua, dari itu aku meyakini kebenaran ucapan Ophis kalau kalian adalah orang baik. Tapi aku heran, kenapa kalian punya banyak musuh, bahkan jadi buronan hampir semua golongan supranatural?"
Le Fay dan Kuroka kemudian memasang wajah murung.
"Tidak tahu. Sebenarnya yang kami lakukan hanyalah mengecek misteri permulaan dunia dari Great Red-san, mencari orang orang kuat legendaris, dan kadang kadang mengabulkan permohonan Ophis-sama. Namun nampaknya Golongan Pahlawan menganggap kami pengganggu karena kami memiliki kekuatan. Juga Siegfried-sama nampaknya sangat benci pada kami. Khususnya karena dia marah besar lantaran mantan rivalnya, kakakku Arthur, masuk ke kelompok ini. Didalam Khaos Bridage pun kami kurang disukai kelompok lainnya karena Vali-sama yang paling dekat dengan Ophis-sama sebagai sesama naga. Dan alasan golongan-golongan lain mencari-cari kami bahkan menjadikan kami sebagai buronan, aku kurang tahu, mungkin korban politik."
Le Fay mengatakan semua itu dengan wajah yang menunduk dalam, tampaknya gadis mungil anggota Tim Vali ini adalah yang paling jujur akan emosinya.
"Hmmm, ya sudah. Kita lupakan tentang ketidaksukaan orang lain pada kalian! Hati dan perasaan orang lain tidak bisa dijadikan acuan. Jadi ada apa dengan misteri dunia? Aku juga tak memahami apa yang kalian lakukan tentang orang orang kuat legendaris."
Kuroka yang lebih bisa menjaga emosinya menjawab, "Kami memulai dengan mencari rahasia Great Red yang berenang di celah dimensional. Peradaban yang sudah punah, teknologi dari benua hilang seperti tanah Mu dan Atlantis. Juga mencari semesta paralel. Kami juga pergi mencari Yggdrasil dari Mitologi Norse. Serta anekdot tentang orang orang kuat legendaris dan mencari para Pahlawan atau makhluk yang statusnya entah hidup atau mati, tak diketahui. Kadang kadang kami sekedar mengacau saja."
"Whooaaa, jadi kalian itu petualang." Naruto tampak semakin penasaran tentang Tim Vali sebenarnya, melupakan pertarungan sengit di udara antara Hakuryukou dengan Grim Reaper Legendaris.
"Ya. Kami mengalami petualangan hebat setiap hari. Kami juga melawan orang orang kuat. Vali-sama juga mencoba menemukan dari mana makhluk bernama Naga berasal. Juga dia mencari alasan pertarungan besar diantara dua Naga Langit. Juga mencari kemungkinan adanya Longinus baru. Itu juga salah satu hal yang kami cari." Le Fay mengatakannya dengan ekspresi senang.
Naruto paham sekarang, ternyata Tim Vali hanyalah sekumpulan orang yang belum menemukan tujuannya. Memang benar kalau mereka tampaknya memiliki impian masing-masing, terutama Vali yang ingin melawan Great Red. Tapi kenyataannya pada saat ini, Tim Vali tidak lebih dari sekelompok orang yang berkeliaran mencari hal sesuka hati mereka. Petualangan hanyalah alasan yang mereka buat untuk melakukan sesuatu, daripada tidak ada kerjaan.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Naruto, dan dia langsung mengatakannya. "Bagaimana kalau kalian bergabung dengan kami. Sebenarnya kami juga berpetualang mencari hal-hal baru dari dunia-dunia yang tak diketahui."
Perkataan Naruto sukses membuat pandangan Hinata pada Naruto menajam, namun dengan segera ia menguasai diri. Ia paham dan percaya dengan semua keputusan yang dibuat suaminya.
"Ta-"
"Ah tidak. Kalian tidak perlu bergabung dengan kami. Kita teman, kelompok kita jadi partner, bagaimana?" Naruto bicara lagi, memotong ucapan Le Fay.
Karena tidak ada sahutan, Naruto berseru, "Hinata!"
Paham akan itu, Hinata mengeluarkan benda berbentuk seperti rubik berwarna hitam metalik di telapak tangannya. Benda dengan ukiran indah disetiap sisinya itu berputar dan melayang di telapak tangan Hinata. "Benda ini yang membawa kami berpetualang berkeliling ke seluruh semesta."
Setelah mengucapkan itu, Hinata mengatur susunan piece dari Cube yang ia pegang. Muncullah sebuah layar hologram yang menampilkan banyak hal. Misteri-misteri dari dunia lain yang selama ini belum pernah diketahui oleh orang di dunia ini, petarung-petarung kuat dari berbagai dimensi, dan banyak lagi hal-hal lainnya.
Kuroka dan Le Fay, bahkan Arthur dan Bikou kelihatan sangat tertarik dengan itu.
"Ya, tapi itu semua tergantung Vali-sama." kata Le Fay sambil tersenyum. Tak dapat dipungkiri kalau ia sendiri sangat tertarik dengan yang ditawarkan. Punya teman baru dan petualangan baru, tentu saja lebih menarik ketimbang mengurusi masalah berat yang ada di dunia ini.
Kembali lagi ke pertarungan Hakuryukou dan Grim Reaper Legendaris. Vali dan Pluto terpisah jarak yang lumayan jauh di udara.
"Sekarang saatnya, akan kutunjukkan padamu wujud lain dari Juggernaut Drive dimana aku menyegel pemikiran para pemilik sebelumnya secara total."
Sayap-sayap cahaya membentang dari tubuh Vali, mereka memancarkan kekuatan iblis yang luar biasa. Armor putih bersih itu diselimuti oleh cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian setiap berlian berpendar biru.
"Aku, seorang yang akan bangkit. Adalah Hakuryuukou yang akan menjatuhkan hukum menuju kegelapan."
[Yang kami perkuat adalah ketinggian dari Naga Langit!]
[Jalan yang kami lalui adalah jalur dominasi dari Hakuryuukou!]
[Kami menghentikan ketidakbatasan dan memangsa impian!]
"Aku menapaki jalan dominasi dengan kehancuran tak terbatas dan dengan menembus impian penuh imajinasi. Aku akan menjadi Kaisar Naga murni."
"Aku akan membuatmu mematuhi ilusi putih-perak dan jalan kejahatan sempurna."
Empireo Juggernaut Over Drive!
Vali yang sekarang tertutupi dalam armor putih-perak, memancarkan aura yang begitu dahsyat sampai seolah dia datang dari dunia yang sama sekali berbeda. Dia bahkan belum menyentuh apapun, namun puing-puing bangunan yang ada di tanah terangkat seolah gravitasi tak berlaku, lalu hancur berkeping-keping.
Vali, dia pantas disebut monster. Juggernaut Drive yang menempatkan nyawanya dalam bahaya dan memakan umurnya, kini mampu dia ubah menjadi kekuatannya sendiri hanya dengan bakatnya.
"Empireo Juggernaut Over Drive. Cukup mirip, namun berbeda dari Juggernaut Drive. Bentuk terbaru yang hanya bisa digunakan olehku. Kau akan mencicipi kekuatan ini dengan tubuhmu sendiri, Pluto!"
Tanpa bicara, Pluto maju sambil menebaskan sabit hitamnya ke arah Vali. Dia bergerak sangat cepat sambil menciptakan bayangan.
CRACK!
Itu suara dentingan logam yang patah. Vali mematahkan sabit Pluto menggunakan tinjunya dengan sangat mudah. Menghancurkan sabit itu dalam sekali pukul.
Pluto nampaknya terkejut, namun sebelum ia sempat berbuat apa-apa, dia menerima tinju keras dari Vali di rahangnya. Akibatnya tubuh Pluto terangkat tinggi tinggi ke udara.
Vali mengarahkan tangan kanannya ke arah Pluto, dan dia mencengkramkan telapak tangannya.
"Kompres!"
Compression Divider
[Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide!]
Tubuh Pluto yang terangkat ke udara mulai ditekan panjangnya, kemudian ditekan lebarnya. Kemudian lagi dan lagi ditekan panjang dan lebarnya, terus dan terus seperti itu, tubuh Pluto terus dibagi dua.
"Ini? Tidak mungkin! Kekuatan apa ini?" Pluto berteriak panik seolah tak mempercayai apa yang terjadi padanya.
Vali mengatakan tanpa ampun, "Lenyaplah!"
Grim Reaper yang tubuhnya menjadi begitu kecil sampai tak bisa dilihat dengan mata, hingga akhirnya lenyap dalam ketiadaan.
Itulah, akhir riwayat hidup dari Grim Reaper Legendaris, Pluto.
Setelah keheningan beberapa saat, Vali berubah kembali ke Balance Breaker biasa. Dia bernafas tersengal-sengal. Dia mengalahkan Grim Reaper itu tanpa membiarkan musuhnya melakukan apa apa. Hanya dengan melihatnya, wujud itu pasti menguras staminanya
Vali mendarat, menapakkan kakinya bersama dengan semua anggota timnya.
Semuanya terkejut, tidak terkecuali Naruto. Ia mengulas senyum senang, benar-benar menarik. Kemampun Vali adalah salah satu hal terhebat yang pernah ia lihat.
"Terima kasih atas pertunjukannya, Vali." kata Naruto.
"Ya, lalu sekarang giliran kita kan?"
Alis Naruto terangkat, dia mengerti maksud ucapan Vali. "Sekarang kah?"
"Ma-"
Obrolan itu terganggu dengan munculnya kabut di sekitar mereka, lebih tepatnya di tempat Cao Ca terbaring.
Pria pengguna tombak suci itu mulai kehabisan nafas, tapi jelas dia masih hidup walau kesadarannya mulai menipis.
"Ayo kita pulang, Cao Cao."
Seorang yang muncul di samping Cao Cao dari balik kabut adalah Georg. Tampaknya dia sudah sadar dari pingsannya akibat serangan mematikan dari Hinata.
"Uhhuuk. Georg!"
"Aku sudah mengamankan Leornardo."
Georg mengambil tangan Cao Cao dan mengaktifkan lingkaran sihir transportasi. Dia kemudian menatap semua orang yang telah membuat rencananya hancur berantakan.
Tak berapa saat, kabut putih tebal pun menyelimuti mereka, membuat diri mereka lenyap dari sana.
Namun tampaknya, baik Naruto maupun Vali tidak ada yang berniat mencegah Cao Cao kabur. Mungkin kedua pemimpin tim ini merasa tidak ada lagi hal yang diperlukan dari Cao Cao.
"Aku mendengar apa yang kau tawarkan pada kami tadi." kata Vali pada Naruto. "Timku akan jadi partner kelompokmu kalau kau bisa mengalahkanku berduel. Hanya itu syaratnya."
"Hei, ta-"
Vali tidak terima penolakan. "Jangan khawatirkan aku, stamina dan kekuatanku akan kembali fit setelah istirahat sebentar. Aku akan melawanmu dengan kekuatan penuh."
"Kalau itu maumu, ya sudah."
Bahu Naruto turun tanda ia pasrah. Meski begitu ia tampak senang.
"Ayo, kita mulai!"
Vali yang sejak tadi masih dalam armor balance breaker scale mail melesat duluan ke angkasa.
"Saaaa, Kurama. Ayo kita hadapi dia dan naga putih Albion yang ada bersamanya. Ini duel dou pertama kita didunia ini."
"Khuuu..." Kurama yang sejak tadi tiduran di tanah langsung bangun. Tentu saja melawan naga sungguhan, salah satu dari Heavenly Dragon, akan menjadi kebanggaan bagi Kurama kalau bisa menang.
Booffttt...
Kurama hilang dalam kepulan asap, kekuatan dan kesadarannya kembali ke tubuh Naruto.
Swwuussshh...
Mengaktifkan Bijuu Mode, Naruto yakin dengan ini sudah cukup untuk bertarung imbang dengan Vali.
Fuuu...!
Hilang sekejap dari daratan, menyusul Vali untuk pertarungan udara.
Terdengar suara Albion, dia memperingatkan, "Dengar Vali! Ini mungkin akan menjadi pertarungan terberat yang kau lakukan, manusia itu punya monster yang level kekuatannya setara denganku. Mereka berdua pasti akan bertarung all-out dengan kekuatan penuh. Jangan lupakan kalau dia juga petarung tipe teknik, bahkan lebih jenius daripada Si Pengguna Tombak Suci yang telah ia pecundangi."
"Aku tidak akan kalah darinya!, pasti."
.
.
.
Sementara itu, jauh di sudut lain replika Kota Venesia yang sudah hancur.
Ada pemuda bertato segitiga merah di kedua pipinya, tato yang lebih mirip gambang taring. Dia bersama dengan anjing putih kesayangannya. Tampak sekali raut wajah kesalnya, dia sedang menggerutu.
"Sebenarnya ini misi apa sih? Kenapa Rokudaime-sama tidak menjelaskan apapun pada kita."
Pemuda lain yang bersamanya, memakai jaket berkerah tinggi hingga menutupi mulut dan mengenakan kacamata menyahut, "Sudahlah Kiba, jangan banyak berpikir. Biasanya kau kan jarang menggunakan otakmu."
"Brengsek kau, Shino.!" kedutan amarah nampak jelas di dahi pemuda yang bernama Kiba ini.
"Hoi, Sasuke. Aku yakin kau tahu banyak tentang pekerjaan ini, iya kan?"
"Bagaimana dengan tugas kalian?" bukannya menjawab, pemuda berjubah hitam ini malah bertanya balik.
"Ck, kuso..."
"Sudah selesai." Shino yang menjawab, tidak seperti Kiba, shinobi Konoha paling kalem ini jauh lebih penyabar dari teman satu timnya.
"Kalau begitu bersiaplah! Aku akan langsung mengirim kalian pulang ke Konoha."
"Tunggu Sasuke!" pinta Shino, "Sebenarnya aku menahan diri untuk tidak bertanya sejak awal, tapi setelah sampai disini, ada hal yang membuatku tidak bisa diam. Aku tahu kita datang ke tempat ini, ke tempat bekas pertarungan. Aku tidak peduli jika yang bertarung orang lain, tapi lain cerita kalau aku kenal orang itu."
Sasuke, Shino dan Kiba belum lama tiba di kota Venesia yang telah hancur ini, mungkin beberapa menit setelah Kurama membunuh Samael. Shino dan Kiba langsung bergegas untuk melaksanan tugas yang diamanatkan oleh Rokudaime Hokage Hatake Kakashi. Sementara itu, Sasuke hanya bertugas sebagai pengantar saja, Kamui Rinnegan miliknya yang membawa mereka bertiga sampai ke tempat ini.
Kakashi tidak sembarangan memilih orang, jadi tentu saja Kiba dan Shino dengan cepat menyelesaikan tugasnya karena kompatibilitas kemampuan mereka berdua dalam misi ini.
Shino melanjutkan ucapannya, "Serangga-seranggaku mengenali sisa-sisa pertarungan di tempat ini, ada banyak chakra kyubi dari Naruto yang berterbangan dimana-mana. Walaupun kadarnya sangat tipis, tapi seranggaku masih mampu merasakannya."
Kiba lalu memasang wajah serius, "Aku juga menahan diri untuk tidak bertanya dari tadi tahu. Bau ini, aku menciumnya, ini bau Hinata dan Naruto. Iya kan, Akamaru?"
Wooopff...
Anjing putih bernama Akamaru itupun mengangguk mengiyakan.
"Hn. Kalau iya memang kenapa? Kalian berdua tidak boleh mengganggu urusan mereka." tukas Sasuke.
"Apa ini semua sudah direnanakan?" tanya Shino, "Oleh kau, Naruto, Hinata, dan Rokudaime-sama."
"Hn."
Hanya dengusan ini yang keluar sebagai jawaban atas pertanyaan Shino.
"Aku paling benci jika tidak dilibatkan." Kiba berkata dengan nada tidak mengenakkan, "Tapi baiklah, aku menyerah. Urus saja urusan kalian."
Sasuke menatap Shino dan Kiba yang berdiri berdampingan. Akamaru ada di dekat Kiba, dan sesuatu yang mereka bawa, yang menjadi tugas mereka disini. Dia mengaktifkan Rinne-Sharingan, lalu membuat pusaran kamui.
"Hoi,,, kau tidak pulang Sasuke?"
Kiba bertanya karena pusaran Kamui yang dibuat tidak mengikutsertakan Sasuke.
Pusaran kamui itu pun lenyap membawa Kiba dan lainnya, beserta dengan pertanyaan tadi.
Setelah keadaan hening, baru Sasuke menjawab. "Aku ingin disini sebentar lagi, ada pertarungan seru yang harus ku tonton."
.
.
.
TBC...
.
Note : Ahaaa,,,, ngaret? Satu hari doang kok :v . . . Mungkin untuk kedepannya selama sebulan ini, akan terjadi ketidakteraturan update chapter baru. Maklumi saja, setelah lebaran ini kesibukanku agak nambah, jadi harus memanage ulang waktu luang buat nulis.
Chapter ini, mungkin bagian yang membuat bingung adalah kemunculan tim dari Konoha? Pikirkan saja sendiri apa misi mereka.
Chapter depan, akhir dari Arc The Downfall of Hero Faction. Akan ada pertarungan Naruto Vs Vali, all-out hancur-hancuran dengan kekuatan penuh, apalagi setelah Vali punya kekuatan baru.
Ulasan Review:
Yang nyari Sasuke, tuh kan udah muncul, walau dikit. Hahaaa. Ada yang ngebahas tentang ninja-ninja Konoha, tentang kekuatan mereka. Yaa, aku cuma bisa bilang begini saja, semuanya mendapat Power Up kok, kekuatan mereka berkembang pesat, jadi bukan hanya Naruto saja yang makin hebat, bukan hanya Hinata saja yang makin kuat. Sasuke pasti meningkat kekuatannya, dan shinobi-shinobi lainnya juga banyak berkembang.
Katanya kemarin Fight Naru Vs Cao Cao cuma sedikit. Perasaan kalian aja, word count utk Naru Vs Cao Cao itu hampir 4k word, sedangkan sisanya sekitar 5k word untuk tiga pertarungan lain. Naru Vs Cao Cao tetap mendominasi. Dan chapter ini pun, lebih dari setengah pertarungan Naru.
Kenapa Naru ga pake kekuatan penuh? Nih, di chapter ini cukup dengan Sage Mode serta kejeniusannnya, Cao Cao kalah telak hingga harga dirinya sebagai petarung tipe teknik tertinggi hancur.
Hinata? Ga kenapa-kenapa tuh, hahahaaaaa.
Sexy no Jutsu? Ga usah deh, lagian Cao Cao manusia normal, ga mesum. Beda kalau lawannya Azazel atau Issei, udah pasti dua orang ini keok lihat jutsu Naru yang ini.
Anime DxD, nonton sih, tapi ga semuanya, yang bagian awal aja. Kalau LN DxD, baca juga tapi ga semuanya, cuma sekedar buat cari referensi.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya, dan,,,,,,,
Walau sedikit terlambat, tapi
SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1437 H
BAGI YANG BERAGAMA ISLAM
MOHON MAAF LAHIR & BATIN
...
.
