Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Senin, 18 Juli 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . .
"Ayo, kita mulai!"
Vali yang sejak tadi masih dalam armor balance breaker scale mail melesat duluan ke angkasa.
"Saaaa, Kurama. Ayo kita hadapi dia dan naga putih Albion yang ada bersamanya. Ini duel dou pertama kita didunia ini."
"Khuuu..." Kurama yang sejak tadi tiduran di tanah langsung bangun. Tentu saja melawan naga sungguhan, salah satu dari Heavenly Dragon, akan menjadi kebanggaan bagi Kurama kalau bisa menang.
Booffttt...
Kurama hilang dalam kepulan asap, kekuatan dan kesadarannya kembali ke tubuh Naruto.
Swwuussshh...
Mengaktifkan Bijuu Mode, Naruto yakin dengan ini sudah cukup untuk bertarung imbang dengan Vali.
Fuuu...!
Hilang sekejap dari daratan, Naruto menyusul Vali untuk pertarungan udara.
Terdengar suara Albion, dia memperingatkan, "Dengar Vali! Ini mungkin akan menjadi pertarungan terberat yang kau lakukan selama ini. Manusia itu punya monster yang level kekuatannya setara denganku. Mereka berdua pasti akan bertarung all-out dengan kekuatan penuh. Jangan lupakan kalau dia juga petarung tipe teknik, bahkan lebih jenius daripada Si Pengguna Tombak Suci yang telah ia pecundangi."
"Aku tidak akan kalah darinya!, pasti."
.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 48. Naruto Vs Vali.
-Dimensi Buatan Replika Venesia-
Di permukaan tanah, semuanya senang dengan tontonan bagus yang sebentar lagi akan mereka lihat, terutama oleh anggota-anggota tim Vali. Mereka melihat bahwa pemimpin mereka benar-benar bahagia, tampak sekali bahwa hati Sang Hakuryokou sedang dilanda kegirangan yang luar biasa, hasrat bertarungnya sampai di puncak, darahnya seperti mendidih.
"Hmm, Bikou. Ayo kita taruhan, siapa pemenang duel ini nyaaann~~~?" Kuroka berbicara dengan riang.
"Heh, apa maumu?" respon setengah-setengah diberikan oleh keturunan keempat Sun Wukong sang Victorius Fighting Buddha dari cerita terkenal Journey to The West.
"Aku pegang Naruto-san nyaaan~~~. Kalau kau kalah taruhan dariku, kau harus berjalan dengan kedua tanganmu selama sebulan penuh."
"Seenaknya saja kau bicara, kucing garong. Kau seperti merendakan bos kita sendiri."
"Vali yang sekarang, walaupun telah membangkitkan kekuatan baru, tapi itu masih belum cukup untuk membuatnya sejajar dengan Naruto. Iya kan, Hinata?"
Ophis mengatakan itu dengan ekspresi biasa, dia memang tertarik menonton duel ini, terlebih yang bertarung adalah salah satu Naga Surgawi. Ophis ingin lihat sampai sejauh mana batas kekuatan dari naga putih yang telah disegel itu mampu bertahan dari orang yang telah memaksanya menunjukkan bentuk sejatinya, -True Form-.
"Ummu. Aku tak terlalu peduli dengan hasil pertarungan, selama Naruto-kun senang, aku juga ikut senang." ungkap Hinata.
Mendengar ucapan itu, Le Fay juga tertarik untuk ikut taruhan. "Aku juga pegang Naruto-niisama. Kalau dia menang, maka Bikou-sama harus memandikan Fenrir-chan dan Gogz-kun setiap hari sebulan penuh."
"Whaaattt,,,,! Heiiii, taruhan ini berat sebelah. Aku tidak mau." Bikou berteriak keras, dia dirugikan disini, apalagi setelah Ophis mengatakan hal tadi. Mana mungkin dia bisa menang taruhan. Apalagi kalau kalah, amit-amit deh. Kera punya hubungan buruk dengan serigala, bisa-bisa kalau dia memandikan Fenrir, yang ada dia malah dicabik-cabik, eeuuuuhhh...
Arthur, pria tampan berwajah kalem ini tak tertarik sedikitpun ikut ribut-ribut bersama teman satu timnya. Yang penting dia nonton, senang, sudah, selesai.
Ke udara, Naruto dan Vali terbang dalam posisi sejajar.
"Kau sedikit terlambat." Vali menggerutu dengan ekspresi dingin, jari-jari tangannya yang terbungkus armor naga putih ia lemaskan.
"Maaf. Karena tadi ada kucing hitam yang menghalangi jalanku, jadi terpaksa aku harus mencari jalan memutar agar aku tidak kena sial." ungkap Naruto dengan wajah menyesal.
Bukan itu, sebenarnya tadi Naruto hanya sedikit berdiskusi dengan Kurama. Bijuu berekor sembilan itu ingin merasakan bertarung lansung, dia ingin yang mengambil alih tubuh Naruto sementara kesadaran Naruto-nya menunggu didalam alam bawah sadar. Namun Naruto tak mengabulkannya, si pirang ini mengatakan kalau pasti ada kesempatan untuk Kurama, tapi dia tak janji.
"Ah iya sih, aku tahu jadi aku memaafkanmu." Vali mengangguk seolah melahap semua jawaban Naruto dengan serius. "Memang kucing hitam itu membawa sial, termasuk seseorang yang aku kenal."
"Wooooiiiii...!"
Terdengar teriakan khas wanita dari bawah, jelas dia tidak suka dirinya dibicarakan sebagai bahan ejekan seperti tadi. Apaan kucing pembawa sial?, Kuroka jelas merasa dirinya adalah kucing seksi nakal yang selalu membawa keberuntungan. Dan,,,,,, sejak kapan Vali bisa bercanda? Dunia tampaknya sudah terbalik.
Abaikan teriakan tadi, Vali memandang Naruto dengan wajah angkuh, "Kau tidak menggunakan senjatamu?"
Vali tidak melihat sebilahpun kunai cabang tiga di tangan Naruto, kunai yang membuat Naruto menang telak dari Cao Cao.
"Tidak perlu. Akan jadi tidak adil kalau aku melawanmu menggunakan kunai hiraishin sedangkan kau tidak bersenjata. Beda halnya dengan Cao Cao, dia kan pakai tombak?"
"Cih, aku tidak suka diremehkan." Vali mendecih kesal, bagaimanapun dia ingin bertarung melawan Naruto dan semua teknik yang dimiliki ninja pirang ini.
Naruto tampak tak terpengaruh dengan sikap arogan Vali. Dia sadar kalau Vali sudah tahu perbedaan antara dirinya dan pemilik kekuatan kaisar naga putih itu, Vali hanya mencoba memprovokasinya. "Bukannya begitu, Vali. Hanya saja aku yakin kalau kau lebih suka pertarungan kita hancur-hancuran ketimbang aku menggunakan trik licik permainan senjata seperti yang kugunakan untuk melawan pemilik tombak suci tadi, iya kan?"
Vali terkekeh lalu menyeringai, "Ahhh~, aku akui kau benar-benar petarung sejati. Kau mampu merasakan hasrat lawanmu tanpa terseret arus nafsu untuk menang. Baiklah kalau itu maumu. Aku yakin kau pasti memberikanku pertarungan yang mampu membuat darahku mendidih."
Suara desingan logam sedikit terdengar ketika Vali menggerakakan badannya, tampak kepingan armor Balance Breaker Divine Dividing Scale Mail saling bergesekan disela-selanya. Meski begitu, itu bukan masalah.
Naruto menarik nafas panjang dan mengeluarkannya lagi. Dia sudah dalam mode bijuu sejak tadi. Aura kuning yang dihasilkan dari penggunaan chakra Kurama membuat tubuh Naruto bercahaya kuning. Tiga garis tebal di masing-masing pipi serta iris mata vertikal seperti mata Kurama adalah ciri khas dari mode ini. Kedua tangan dan kaki ia regangkan satu sama lain agar bisa menerima stress dan tekanan lainnya selama menggunakan kekuatan Kurama untuk pertarungan.
"Aku sudah siap."
Mendengar Naruto mengatakan itu, Vali mengambil langkah menyerang duluan.
Dengan telapak tangan terbuka yang dihadapkan pada Naruto, Vali membuat lingkaran sihir. Dari formulanya, tampak bahwa itu adalah sihir norse, sihir yang digunakan oleh dewa-dewa dari Mitologi Nordik. Sihir jenis ini lebih kuat dari sihir iblis. Dan lagi, sepertinya Vali menambahkan sedikit Demonic Power Satan Lucifer murni kedalamnya, menjadikan itu sebagai serangan sihir mematikan.
Naruto menaikkan alisnya melihat apa yang dilakukan Vali.
Dari lingkaran sihir yang dibuat Vali, hembusan energi berelemen petir keluar, rupanya Si Hakuryokou menggunakan sihir beratribut unsur alam. Serangan itu melesat cepat menuju kepala Naruto.
Slaappppp...
Naruto memiringkan kepala untuk menghindari serangan itu.
Vali menyeringai, "Bodoh.!"
Sihir petir yang ditembakkan tadi, bisa Vali kendalikan gerakannya. Setelah melewati Naruto, tembakan itu berbalik kembali menuju punggung Naruto.
Namun Naruto malah menutup mata, lalu tersenyum, membuat Vali tak habis pikir.
Zzsshhhttt...
Naruto lenyap dari posisinya, dia berhasil menghindari serangan tadi dengan baik bahkan menutup mata. Pria berambut pirang ini terbang lebih tinggi.
"Kau tentu tidak lupa kan dengan pertarunganku melawan Cao Cao tadi, Vali? Aku bisa merasakan bahaya dan arah datangnya serangan. Jangan kau pikir trik murahan seperti itu berguna melawanku."
"Cih...!" Vali mendengus kesal. Tidak ingin serangannya sia-sia, dia mengendalikan serangan sihir petir miliknya untuk mengejar Naruto.
Naruto menghindari serangan itu dengan mudah. Seakan mengejek Vali, dia hanya memutar-mutar tubuhnya, bergerak ditempat tanpa berpindah, dan cara itu berhasil membuat tubuhnya tak sedikitpun tergores.
"Apa kau hanya bisa menghindar?" Vali memambahkan demonic power lebih banyak pada sihir petirnya, membuat petir itu semakin besar.
Naruto tak kelihatan panik.
Senpou Futon: Oodama Rasengan
Tak perlu banyak berpikir, Naruto langsung saja mengadu jutsunya dengan sihir Vali.
Blaaarrrr...
Ledakan tercipta di posisi Naruto terbang.
Sunyi, mata Vali melirik kesana-kemari mencari keberadaan Naruto yang tak ia rasakan keberadaanya.
"Serangan atribut petir lemah terhadap elemen angin, seharusnya kau tahu itu!"
Mendengar suara dari arah samping kiri, refleks Vali bekerja dengan cepat, mengangkat pergelangan tangan kirinya untuk melindungi tubuhnya dari tendangan keras.
Buuaagg...
Meskipun mampu menahannya, Vali terlempar cukup jauh karena tendangan keras dari Naruto.
Vali berhasil menyeimbangkan tubuhnya lagi di udara, armornya tak retak sedikitpun walau tendangan Naruto tadi sepertinya sangat bertenaga. Vali sempat membuat barrier sihir pelindung yang melapisi armor di pergelangan tangannya. Dengan cara itulah, Vali mampu bertahan.
"Aku tidak akan kalah hanya dengan serangan seperti itu!"
Setelah berseru, Vali melesat dengan kecepatan gila menuju Naruto. Dia dalam mode balance breaker memiliki kecepatan dewa, sama halnya dengan Kiba sang bidak Knight Rias Gremory ataupun Sairaorg Bael.
Sekejap saja, Vali sudah sampai di depan Naruto, lalu mengirimkan sebuah tinju lurus.
Naruto tak menghindar.
Momen ketika tinju Vali mengenai targetnya, Naruto berubah menjadi potongan kayu yang langsung hancur karena tinju Vali.
Duuaagg...
Vali terpaksa menerima sebuah tinju di pipi kanannya, menyadarkan pikirannya dari keterkejutan karena serangannya yang gagal tadi. Dia menjaga jarak dari Naruto yang menyerangnya dari arah samping.
"Hei...!" Vali menunjuk wajah Naruto. "Katanya kau tidak akan menggunakan trik licik, tapi apa-apaan itu tadi?"
"Ahahahaaaa... Aku kan hanya mengatakan kalau aku tidak menggunakan trik licik dengan senjata, tidak untuk trik-trikku yang lainnya."
Vali kesal sekesal-kesalnya. Kalau tahu akan seperti ini, dia tak akan tertipu, dia akan membuat antisipasi karena dia sudah pernah melihat trik Naruto yang ini sebelumnya ketika mereka bekerja sama melawan Dewa Jahat Loki. Saat itu Loki menembak Naruto dengan peluru sihir, membuat kepala Naruto lenyap dari leher, namun ternyata itu tipuan. Teknik kawarimi, jutsu pengganti tubuh.
"Dia tampaknya masih bermain-main."
Suara Albion memecah kedutan kesal Vali, "Aku juga begitu. Lagipula aku hanya perlu menyentuhnya sekali, maka aku memang."
"Kheh, faktanya kau belum menyentuhnya sampai sekarang. Dia pasti sengaja melakukan hal tadi karena dia tahu kemampuan pembagi dua kita. Kalaupun berhasil menyentuhnya, aku ragu kita bisa menang dengan kekuatannya yang sebesar itu."
"Kita lihat saja, Albion. Dia licik, aku juga akan berpikir licik."
Vali merentangkan kedua tangannya, dia membuat banyak lingkaran sihir di sekeliling tubuhnya. Lagi, sihir norse yang diperkuat dengan kekuatan iblis Satan Lucifer yang mengalir dalam darahnya.
Naruto yang tadi diam menunggu, menyaksikan itu dengan ekpresi biasa.
"Kau menggunakan angin, maka aku menggunakan api untuk mengalahkanmu!"
Setelah mengucapkan itu, dari dalam puluhan lingkaran sihir buatan Vali, terbentuk blok-blok jilatan lidah api yang bergerak cepat menuju Naruto.
Naruto tidak mau merasakan serangan itu dengan tubuhnya. Dalam mode bertarung ini, dia hanya bisa menggunakan kekuatan elemen angin. Tidak mungkin dia mengandu ninjutsunya dengan serangan sihir Vali.
Zzzsshhtttt...
Naruto menghilang secepat kilat, dalam mode bijuu ini, kecepatannya hampir menyamai kecepatan Hiraishin.
Buuuaagg...
Pewaris kekuatan rikudou ini muncul dibelakang Vali untuk memberikan serangan, namun naas, dia lebih dulu menerima tinju dari Vali di perutnya.
"Guhh..."
Vali tertawa senang, "Kau memang cepat, kau juga licik, namun tetap saja aku adalah targetmu satu-satunya. Walaupun aku tidak merasakan keberadaanmu, tapi aku bisa memperkirakan darimana kau menyerang."
Naruto pun terlempar beberapa meter, hingga ia mampu menyeimbangkan lagi posisi terbangnya.
Seperti kata Vali pada Albion tadi, pria berambut perak ini juga bisa main otak. Serangan sihir hanyalah pembuat kesempatan bagi Naruto untuk menyerang bagian belakangnya. Dan seperti yang ia duga, Naruto benar-benar menyerang dari belakang, sehingga dia mampu memberikan serangan lebih dulu. Vali belajar ini setelah melihat pertarungan Naruto melawan Cao Cao, dimana Naruto juga melakukan hal yang sama pada pria pengguna True Longinus itu.
"Ugghh, Itteeiii..."
Naruto memegang perutnya, dia tampak kesakitan.
"Naaaah, sekarang waktunya."
Ucapan Vali menarik Naruto dari rintihan kesakitan, membuat Naruto bingung, seperti memasang tampang bodoh.
[Divide!]
Setelah Vali mengucapkan itu, aura kuning ditubuh Naruto memudar.
Berselang sepuluh detik kemudian saat Naruto masih bengong,
[Divide!]
Sekali lagi Vali mengatakan itu, kekuatan Naruto turun drastis.
Akibat hal ini, Naruto kembali ke mode biasa. Kekuatan pembagi dua Vali bekerja pada Naruto setelah dia berhasil menyentuhnya.
Vali membuat senyum kemenangan, sedangkan Naruto terjun bebas ke permukaan tanah. Dalam mode normal, Naruto tak bisa terbang.
Sang Hakuryokou terbang rendah mendekati Naruto, ekspresi arogan tampak jelas di wajahnya.
Naruto menatap Vali, nafasnya tersendat karena kehilangan banyak kekuatannya. Tak dia sangka dirinya terkena perangkap Vali. Dia sejak tadi memang sengaja tidak membiarkan Vali menyentuhnya apalagi sampai menyerangnya. Naruto tahu tentang kemampuan pembagi dua Vali setiap sepuluh detik, dan menghindari itu agar tak membuang-buang tenaga.
Meski begitu, Naruto malah senang. "Jangan pikir kekuatanku hanya segitu saja. Kuramaaa...!"
"Berisik, bocah! Aku didalam tubuhmu, tak usah berteriak."
Setelah memanggil nama partnernya dengan keras, tanpa peduli kekesalan Kurama, Naruto kembali lagi ke mode bijuu. Aura kuning menyelimuti seluruh tubuhnya lagi, memang sudah kesepakatan kalau tugas Kurama hanyalah sebagai penyumbang chakra saja, tanpa perlu repot-repot berpikir untuk pertarungan. Pria ini kembali tersenyum menantang pada Vali.
Sepuluh detik telah berlalu,
[Divi-...]
"Vali, berhenti!"
"Apa? Jangan menggangguku, Albion."
"Kau tidak merasakannya hah? Kekuatan yang kau ambil darinya sudah mencapai maksimum pada pembagian pertama. Pembagian kedua bahkan membuatmu kelebihan beban."
"Bagaimana bisa? Apa kau bercanda? Tidak mungkin kan?" Vali melihat sayapnya. Benar saja, kedua naga miliknya yang berwarna biru berpendar terang mengeluarkan energi berlebih.
Pandangan Vali kembali ke Naruto, "Sialan, aku lupa kalau monster miliknya memiliki kekuatan gila yang sanggup membunuh Samael."
"Hahaaa, sepertinya aku tak perlu takut dengan kemampuan pembagi dua milikmu, Vali. Ternyata kapasitas chakraku melebihi ekspektasimu, kemampuan itu tak berguna pada lawan yang memiliki kekuatan besar diatas batas tampung kekuatan yang kau curi, iya kan?"
[Divide!]
Sekali lagi Vali menggunakan kemampuan pembaginya, dia ingin mencoba batas kemampuannya sendiri.
Krettaakkk...
Itu suara seperti kaca yang retak, dan itu asalnya dari sayap biru milik Vali.
"Sudah kubilang padamu tadi kan? Jangan melakukan hal konyol lagi kalau kau masih ingin bertarung dengannya. Kapasitas kekuatannya jauh di atasmu. Seharusnya lawanmu akan mati kalau orang biasa, tapi dia bukan orang sembarangan. Aku jelas merasakan kalau monster di tubuhnya, monster yang tadi membunuh Samael secara kontinyu terus mengembalikan kekuatan yang kau curi dari dia. Karena hal ini, aku tak mampu mengukur batas maksimum kekuatannya, seolah dia memiliki kekuatan tak terbatas. Jika seperti ini terus, balance breakermu akan hancur dan aku yakin kita akan kalah. Kau paham tidak?"
"Maaf, Albion. Aku hanya..."
"Tak usah minta maaf, kau lihat lawanmu sekarang!"
Vali melakukan instruksi Albion, hanya untuk membuat dirinya terkejut. Lebih buruk dari tadi, sekarang dia merasakan kalau batas kekuatan Naruto meroket tajam.
Dibawah sana, dipermukaan tanah, Naruto menambahkan sesuatu kedalam tubuhnya. Selama Vali berbicara dengan Albion, dia mengumpulkan senjutsu dalam mode bijuu. Senjutsu yang ia kumpulkan sangat banyak dan diserap dengan cepat, jauh melebihi Sage Mode biasa. Akibatnya senjutsu di dimensi buatan ini yang semenjak awal tipis, benar-benar terkuras habis.
Iris mata Naruto menunjukkan tanda (+), kelopak matanya berwarna merah-jingga. Dia menggunakan kekuatan Sage dan Kurama secara bersamaan, ini Senjutsu-Bijuu Mode. Auranya tidak lagi kuning, tapi lebih jingga. Penampilan yang sama dengan yang ia tunjukkan ketika bertarung di bulan melawan orang yang mencoba mengambil Hinata darinya.
Meski begitu, Vali tampak makin senang, makin gembira, dalam hati ia merasa sangat bahagia. "Bwahahahaaaa... Kau benar-benar membuat hasrat bertarungku bangkit, Naruto." dipikiran Vali, persetan dengan Issei. Si Sekiryutei itu belum tumbuh sampai seperti yang ia harapkan, Vali tidak bisa bersabar lebih lama lagi untuk pertarungan yang ia nanti-nantikan.
Vali yang tertawa seperti orang gila, mengangkat kedua tangannya keatas. Dia membuat lima buah piringan gergari besar yang dibentuk dari materialisasi energi sihir norse dan demonic power Satan Lucifer. Itu adalah serangan yang sangat mematikan, tidak salah julukan Vali, dialah Sang Hakuryokou terkuat sepanjang masa, di masa lalu, sekarang hingga ke masa depan. Bakatnya dalam sihir luar biasa, menggabungkan sihir norse dan sihir iblis dengan begitu mahir.
"Ayoo,,,, seberapa hebat kau menghindari ini!"
Setelah mengatakan itu, Vali melempar semua piringan gergaji tajam yang berputar sangat cepat.
Satu piringan datang dari arah depan. Naruto menghindarinya dengan melompat ke kiri.
Seperti namanya, piringan gergaji tajam itu seolah tanpa terhalangi terus membelah benda apapun dalam jalurnya. Beton, besi, dan benda sekeras apapun terpotong tanpa ampun.
Belum berhenti, dua piringan yang sama dengan yang tadi, melesat dari arah kiri dan kanan. Naruto melompat, terbang di udara untuk menghindar.
Hasilnya, terjadi ledakan hebat akibat dua pirangan yang sama itu berbenturan.
Masih ada dua lagi, dua piringan gergaji sihir tajam melaju bersamaan dari arah depan.
Naruto terbang menghindar, namun dua benda ini mengejarnya, Vali mengendalikan arah gerakan serangannya.
Tak ada pilihan lain bagi Naruto. Dia melebarkan aura chakra kyubi, membentuknya menjadi sepasang lengan chakra berwarna jingga. Menggunakan itu, dia menangkap pirangan sihir Vali, lalu melemparkannya balik ke pemiliknya.
Vali, dengan kecepatan dewa berhasil mengindari serangannya ciptaannya sendiri. Kedua piringan sihir terus melaju kebelakang, jatuh kedaratan, memotong apapun yang dilaluinya, hingga akhirnya masing-masing meledak, menciptakan lubang serupa kawah yang cukup besar di tanah sebagai akibatnya.
'Whoaaa, sugoi. Secara kasat mata, serangannya benar-benar persis dengan rasenshuriken milikku.'
Vali menarik nafas dalam lalu membuangnya. Namun naas, serangan balasan datang saat setengah nafas masih tertahan di dalam paru-paru.
Satu buah piringan tajam berwarna biru yang mirip dengan yang ia lemparkan tadi datang padanya dengan cepat sambil mengeluarkan bunyi desingan yang sangat keras.
Senpou Futon: Rasenshuriken
Vali tahu itu berbahaya, dia tak menghindar namun telapak tangannya diarahkan menuju asal datanganya serangan Naruto.
Half Dimension
Setelah seruan itu, teknik yang dilemparkan Naruto diperkecil menjadi setengahnya. Terus mengecil, semakin kecil seiring dengan Vali memusatkan kekuatan iblisnya pada piringan tajam rasenshuriken itu. Akhirnya rasenshuriken pun hilang.
Tapi,
"Satu lagi...!"
Naruto melemparkan satu buah rasenshuriken lagi tepat sesaat sebelum rasenshuriken pertama lenyap.
Vali tak bisa menggunakan cara yang sama seperti tadi karena perlu cooldown beberapa detik setiap menggunakan Half Dimension. Dia membuat sayapnya menjadi lebih besar dan berniat menerima serangan itu secara langsung.
[DivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivide]
Kemampuan Divine Dividing diaktifkan. Bukannya meledak, serangan Naruto terus menjadi kecil hingga lenyap sebelum mencederai Vali.
"Kau mungkin setara dewa, membuat aku tidak bisa membagi dua kekuatanmu. Tapi aku masih sanggup membagi seranganmu."
Vali tidak membagi dua kekuatan Naruto, itu hanya akan merugikannya sebab kapasitas chakra maksimum Naruto terlalu besar. Namun dia masih bisa membagi serangan Naruto menjadi kecil walau itu cukup menguras staminanya.
"Sudah cukup!"
"Maksudmu pertarungan kita sudah selesai?" tanya Naruto.
"Tidak.! Maksudku sudah cukup kita main-mainnya."
"Oh." Naruto merespon seadanya. Bagaimanapun, ia juga main-main sejak tadi.
"Kurasa kekuatanku sudah kembali pulih." Vali sejak tadi hanya menggunakan balance breaker biasa dengan kekuatan minim. Dia menyimpannya untuk hal ini, bahkan kekuatan yang ia curi dari Naruto sampai batas maksimun yang mampu ia simpan juga masih ada. "Kau sudah lihat tadi kan? Bagaimana aku mengalahkan Pluto Grim Reaper Legendaris. Kau pun juga akan merasakan kekuatan itu, bahkan lebih lagi karena aku yakin aku bisa mengendalikannya lebih baik setelah penyesuaian dari penggunaan pertama."
"Dengar ya, aku tidak takut dengan itu! Ayo, baca mantramu, aku menunggu."
Sayap-sayap cahaya membentang dari tubuh Vali, mereka memancarkan kekuatan iblis yang luar biasa. Armor putih bersih itu diselimuti oleh cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian setiap berlian berpendar biru.
"Aku, seorang yang akan bangkit. Adalah Hakuryuukou yang akan menjatuhkan hukum menuju kegelapan."
[Yang kami perkuat adalah ketinggian dari Naga Langit!]
[Jalan yang kami lalui adalah jalur dominasi dari Hakuryuukou!]
[Kami menghentikan ketidakbatasan dan memangsa impian!]
"Aku menapaki jalan dominasi dengan kehancuran tak terbatas dan dengan menembus impian penuh imajinasi. Aku akan menjadi Kaisar Naga murni."
"Aku akan membuatmu mematuhi ilusi putih-perak dan jalan kejahatan sempurna."
Empireo Juggernaut Overdrive!
Vali tertutupi dalam armor putih-perak, memancarkan aura yang begitu dahsyat sampai seolah dia datang dari dunia yang sama sekali berbeda, jauh lebih kuat dibanding Balance Breaker biasa.
"Huufff, Vali-sama sudah serius." kata Le Fay, "Tapi sepertinya Naruto-niisama juga baru mulai"
"Aku setuju denganmu, Le Fay-chan. Melihat bos kita senang, aku juga ikut senang." sahut Kuroka.
Yang lainnya tak berkomentar, menonton dengan khidmat.
Kembali ke udara, melihat lawannya sudah siap, Naruto langsung menyerang.
"Aku duluan, heiyyaaaaaaaa..."
Senpou: Rasenshuriken
Satu piringan tajam yang berputar sangat cepat dengan inti berbentuk bola ditengahnya, dilempar menuju Vali. Ninjutsu rasenshuriken ini berwarna jingga, efek yang dihasilkan dari penggunaan chakra Kurama dan Senjutsu secara bersamaan.
Vali menghindari serangan Naruto, menepisnya sehingga berbelok ke samping.
Tapi jutsu Naruto belum berhenti, rasenshuriken berwarna jingga itu membesar membentuk bola raksasa yang menggilas apapun yang ada dalam jangkauannya.
Vali bertindak cepat, dia membuat lingkaran sihir pertahanan, mencegah tubuhnya agar tidak tergilas.
Kabooommmm...
Vali selamat dari ledakan. Dia tidak menunggu, saatnya serangan balasan.
Swift...
Tak bisa diikuti mata, gerakan Vali sangat cepat. Jauh lebih cepat dari kecepatan dewa saat dalam balance breaker normal.
Bruuaagg...
Dengan kedua tangan disilangkan didepan, Naruto menahan tinju Vali.
Naruto pun dalam mode ini sama cepatnya, refleksnya juga meningkat signifikan berkat sage mode yang membuatnya mampu merasakan bahaya dan mendeteksi serangan.
Tinju Vali sangat kuat, tinju yang sanggup mematahkan sabit Grim Reaper Pluto dengan sangat mudah.
Naruto terpental hingga sampai ke tanah, tubuhnya terseret lalu menabrak sisa bangunan yang masih kokoh. Bangunan itu hancur. Belum cukup sampai disana, bangunan lain juga ikut hancur karena tubuh Naruto terseret sangat kuat. Satu lagi bangunan yang hancur, terus lagi dan terus lagi hingga membosankan kalau menghitung berapa jumlah bangunan yang hancur. Bahkan lima buah kanal yang telah kering akibat pertarungan Kurama dengan Samael terlewati begitu saja. Pada bangunan terkahir yang terbuat dari dindin beton tebal, disitulah tubuh Naruto terhenti. Itu bukti betapa mengerikannya kekuatan baru Vali, dimana ia menyegel semua kesadaran hakuryukou terdahulu, Empireo Juggernaut Overdrive.
Walau begitu, Naruto belum roboh. Dia bangun dengan tubuh yang menerima luka lecet disana-sini.
Vali ternyata sudah ada didepan Naruto. Rupanya Hakuryokou ini tak membuang kesempatan, dia mengejar tubuh Naruto yang terlempar. Tinju kedua dari tangan kanannya kali ini pasti lebih kuat lagi karena tangan itu diselimuti kekuatan sihir iblis yang sangat kuat.
Naruto tak menunggu diserang, dia menerjang kearah Vali, tidak dengan tangan kosong, tapi,,,,,
Senpou: Wakusei Rasengan
Rasengan tipe lain, masih dengan warna jingga, namun ada tiga buah bola rasengan lain yang lebih kecil dari bola rasengan utama di tangan Naruto. Seperti matahari yang dikelilingi planet.
Zwiiifffttt...
KABOOMMMM...
Ledakan dahsyat tercipta akibat beradunya kedua kekuatan. Tanah bergetar hebat seperti ada gempa. Di sekitar pusat ledakan, bongkahan tanah dan puing-puing bangunan terangkat lalu terlempar kesegala arah.
Lupakan ledakan tadi, karena kedua petarung sudah tidak lagi disana.
Mereka kini di udara, bergerak terbang akrobatik sambil saling hantam tinju. Keduanya sangat cepat, hingga hanya terlihat jejak-jejak cahaya jingga dari tubuh Naruto dan cahaya biru dari sayap Vali.
Jejak cahaya yang saling bertumbukan menandakan mereka saling melayangkan jual beli pukulan. Setiap mereka beradu, tak ada yang terlihat, yang ada hanyalah suara dentuman memekakkan telinga akibat udara yang bergetar kuat setiap pukulan dilayangkan dan ditahan, lalu dibalas.
Area pertarungan mencakup seisi Kota Venesia, dengan kecepatan terbang super mereka kadang muncul di sudut tertentu lalu muncul lagi disudut kota lainnya yang jaraknya berkilo-kilo meter.
Kali ini mereka berdua berada di atas sisa-sisa Piazza san Marco, tempat dimana para penonton berdiri.
Vali datang dengan tinju lurus pada Naruto.
Naruto tak sempat mengelak, tinju Vali mengenai kepalanya. Namun,,,,,
Booffttt...
Lagi, Vali tertipu oleh trik yang sama. Sempat-sempatnya Naruto menggunakan cara licik ditengah-tengah pertarungan menegangkan seperti ini.
Vali mencari ke sekeliling, tapi belum sampai sedetik, terdengar suara Naruto di belakangnya.
Senpou: Rasenrengan
Naruto datang dibelakang dengan bola jingga disetiap tangannya.
Vali tak sempat mengelak karena jarak yang teramat dekat.
Shiiingggg...
Kedua bola rasengan Naruto menggilas punggung Vali, tepat diantara kedua sayapnya. Armor pada bagian itu perlahan retak, hingga,,,,
Fuu!
Mengepakkan kedua sayapnya sekuat tenaga, Vali berhasil kabur, dia lepas dari serangan Naruto sebelum tubuhnya luka lebih parah.
Vali melayang di posisi yang cukup jauh dari Naruto. Armor di bagian punggungnya retak dan hampir berlubang, tapi belum sampai menembus kedalam dagingnya. Serangan Naruto tadi berbahaya kalau terus ditahan walaupun dia sudah dilindungi dengan armor superkuat dari mode Empireo Juggernaut Overdrive.
"Tch, rasakan ini."
Vali merentangkan kedua tangannya, menciptakan puluhan lingkaran sihir yang semuanya diarahkan pada Naruto.
Lingkaran sihir itu mengeluarkan tembakan peluru sihir padat berdaya rusak luar biasa. Wajar karena ia membuat serangan itu dalam mode Overdrive. Tembakan itu tidak hanya satu, tapi dimuntahkan secara beruntun seperti peluru dari machine gun.
Naruto tak lari menghindari, dikedua tangannya masih ada bola jingga, rasenrengan atau doubel rasengan. Menggunakan itu, dia menangkis semua peluru sihir dari Vali.
Shinngg shinggg...
Splaasshhh...
Setiap peluru sihir yang ditangkis berbelok arahnya karena putaran kuat dari bola rasengan. Terlempar ke arah lain, lalu...
Kabooommmm...
Meledak dimanapun peluru sihir Vali mendarat.
Vali melihat serangannya sia-sia, semuanya ditangkis Naruto dengan mudah. Dia mengubah pola serangannya. Puluhan lingkaran sihir yang tadi dibuat, dia susun ulang menjadi berlapis-lapis, bersusun dalam satu garis lurus menuju Naruto.
Naruto beristirahat sejenak setelah serangan Vali berhenti. Matanya menatap heran dengan apa yang akan dilakukan sang Hakuryokou selanjutnya.
Armor Juggernaut Overdrive tersusun ulang di bagian dada, sebuah laras meriam keluar dari sana, kemudian dia menembakkan demonic power yang sangat kuat dari laras meriam itu. Demonic power itu menembus lingkaran sihir pertama, setelah melewatinya, kekuatannya bertambah dua kali lipat. Kemudian menembus lingkaran sihir selanjutnya dan kekuatannya dikali dua lagi. Ada puluhan lingkaran sihir yang ditembus dan setiap kali melewati itu maka kekuatannya akan dikali dua. Jadi fungsi lingkaran sihir itu bukan untuk membuat serangan, tapi menggandakan daya desktruktif serangan yang dibuatnya. Setelah melewati lingkaran sihir yang terakhir, demonic power berkekuatan luar biasa dilepaskan menuju Naruto.
Naruto tak mungkin menerima serangan itu begitu saja. Dia memfokuskan semua kekuatan senjutsu dan kurama pada rasengan, tubuhnya tidak lagi bercahaya tapi mode normal, namun kedua tanganya yang memegang rasenggan bercahaya sangat terang. Kemudian kedua bola rasengan di tangannya ia gabung menjadi satu. Akibatnya bola itu membesar, saling beresonansi akibat frekuensi putaran yang sama cepatnya, namun karena arah putaran masing-masing rasengan berbeda, maka penggabungan keduanya menghasilkan bola rasengan jingga yang bentuknya tak beraturan. Kelihatan jelas kalau putaran di inti dan permukaan rasengan yang berlawanan arah. Meski begitu, cara ini efektif untuk meningkatkan daya rusak dan kepadatan rasengan. Tubuh Naruto sendiri berada sepenuhnya didalam pusaran rasengan yang lebih mirip mata bor raksasa.
Lucifer Smasher
Senpou: Taikyoku Rasengan
"HAAAAAAAA/HAAAAAAAAA!"
KAAABBOOOOOMMMMMM...
Kedua serangan itu pun beradu. Ledakan mahadahsyat kembali tercipta. Seluruh kota Venesia berguncang hebat, bahkan kekkai buatan Ophis mulai retak karena tak sanggup menahan beban akibat benturan dua serangan super itu.
Kuroka dan yang lainnya tak bisa berdiri seimbang di tanah. Untuk melindungi diri dan semua yang ada disana dari efek ledakan, Ophis membuat Kekkai khusus berbentuk kubah. Sang Ketidakbatasan ini walaupun cuek dan tidak pedulian, tapi nyatanya dia adalah orang baik.
Ophis menggerutu, "Huuuft, mereka rupanya sangat serius bertarung. Baiklah, aku akan memperkuat dimensi buatan ini agar mampu bertahan dari tekanan kekuatan mereka berdua."
Ophis mengangkat tangan kanannya, telapak tangannya dibuka, mengarah ke langit. Dari telapak tangan itu, dilepaskan aura kekuatan naga luar biasa. Kekuatan yang menyebar kesetiap penjuru lalu melapisi permukaan kekkai yang sengaja ia ciptakan sebagai arena bertarung, membuat kontruksi dimensi ruang ini jauh lebih kokoh, sepuluh kali lebih kuat dari yang pertama.
Kembali ke arena pertarungan udara. Sebelum terjadi ledakan, Vali menembakkan serangannya dari jarak jauh sedangkan Naruto menahannya dengan putaran Taikyoku Rasengan dari jarak dekat, artinya Naruto dalam posisi yang tidak diuntungkan. Pria berambut pirang itu tertutup asap tebal akibat dari ledakan dahsyat tadi. Pandangan Vali tertutupi.
Beberapa saat kemudian saat asap mulai menipis, mata Vali menangkap keberadaan Naruto. Vali terkejut, ada banyak Naruto yang masing-masing memegang satu bola jingga di tangannya.
Vali tahu itu, teknik pengganda tubuh milik Naruto yang levelnya jauh lebih hebat daripada teknik Kahabatei Ratana milik Cao Cao. Teknik Naruto mampu mencerminkan diri Naruto asli beserta kemampuannya dalam tubuh tiruan. Itu berbahaya bagi Vali karena masing-masing tiruan mampu menyerang dan membuat damage besar.
Sang Hakuryokou tak akan diam saja. Sementara semua tiruan Naruto mulai merengsek maju dengan rasengan masing-masing, Vali membuat banyak lingkaran sihir dibelakang punggungnya, semuanya menghadap kearah datangnya para tiruan Naruto.
"Majuuuu...!" salah satu Naruto berteriak mengkomando.
"Aku tak akan kalah...!" Vali berteriak lantang. Dia menembakkan blok-blok sihir pemusnah dari lingkaran sihir yang dibuatnya.
BoopffttBoopffttBoopffttBoopfftt
BoopffttBoopffttBoopffttBoopfftt
Puluhan bunshin Naruto langsung hilang dan berubah menjadi asap setelah terkena serangan Vali. Namun meski begitu, masih ada puluhan bunshin lain yang semakin dekat dengan sang Hakuryokou.
Senpou: Chou Oodama Rasen Tarengan
Rasengan berwarna jingga di setiap tangan kanan bunshin Naruto membesar hingga ukurannya melebihi tubuh bunshin itu sendiri.
Karena serangan Vali tak cukup untuk menghabisi semua bunshin Naruto, sedangkan bunshin itu semakin dekat, dia terpaksa membuat sihir pertahanan. Vali membuat tiga lapis kekkai sekaligus, kekkai berbentuk bola berwarna biru yang mengurung dirinya di dalamnya.
Slaappp...
Sepuluh bunshin Naruto berhasil meletakkan rasengan raksasa di setiap sisi pada lapisan terluar kekkai yang melindungi Vali.
Kabooommmmm.
Lapisan pertama langsung hancur,
Sepuluh bunshin lagi, menyarangkan rasengan raksasa pada lapisan tengah.
Kaabooooommmm...
Sama seperti tadi, kekkai lapisan tengah ini juga hancur berkeping-keping.
Tersisa lapisan terdalam, intensitas warna kekkai ini lebih biru daripada dua lapisan lainnya. Vali pasti membuat lapisan ini sebagai lapisan pertahanan terkuat.
Meski begitu, bunshin Naruto masih tersisa berpuluh-puluh. Semuanya secara bersamaan menjatuhkan ninjutsu mengerikan rasengan raksasa pada kekkai terdalam yang melindungi Vali.
Hasilnya, meski Vali membuat kekkai itu sangat kuat, namun semua bunshin berhasil menghancurkannya. Bunshin Naruto sudah habis.
Didalam, Vali bisa bernafas tenang.
Namun itu hanya sesaat karenaa,,,,,
"Rasakan ini!"
Masih ada Naruto asli yang melesat cepat dari arah atas Vali. Sama seperti bunshin, yang ini juga membawa rasengan raksasa ditangan kanannya.
Vali memilih untuk menahan serangan Naruto. Dia menyilangkan kedua tangannya diatas kepala agar putaran rasengan tidak mengenai kepalanya secara langsung.
"HAAAAAA/HAAAAAA..."
KABOOMMMMM...
Tak kuat menahan ledakan, Vali terpakasa harus merelakan tubuhnya terhempas ke bawah.
Dhuuuaarrrr...
Tubuh Vali terperosok sangat dalam didalam tanah, lubang berupa kawah raksasa tercipta di tempat jatuhnya Vali.
Naruto terbang rendah untuk melihat keadaan Vali. Hasilnya, ternyata walaupun diserang sedemikian kuat, Vali masih mampu berdiri.
Berdiri mendongak menatap Naruto, Vali tersenyum seperti maniak dibalik helm armornya. "Tak kusangka, kedua kalinya menggunakan Empireo Juggernaut Overdrive, aku dibuat sampai seperti ini."
"Hahaa... Kurasa kau sudah tahu batasmu, Vali. Dalam kondisi ini, Senjutsu-Bijuu Mode dan Empireo Juggernaut Overdrive dari segi kekuatan murni ada pada level yang sama."
"Ya, aku tak bisa menyangkal itu."
"Tapi...!" Naruto menatap intens ke arah Vali. "Dari segi teknik, aku lebih unggul darimu. Kau sudah lihat bagaimana aku melawan Cao Cao tadi kan? Kalau ini pertarungan sungguhan hidup mati, kau pasti sudah kukalahkan sejak tadi."
Menanggapi sikap Naruto yang mulai sombong, Vali tak memasukkan ke hati, malah ia balas berjumawa, "Kheh, jangan kau pikir hanya karena aku kalah dari Cao Cao sedangkan kau menang darinya, kau merasa lebih hebat dariku. Itu salah besar, aku bukan orang bodoh."
"Ah sudahlah, tak ada gunanya omong besar. Bagaimana kalau kutunjukkan padamu kekuatan penuhku?" tanya Naruto dengan nada menantang.
"Hm?"
Vali tampak tertarik, ia sadar kalau dirinya yang saat ini tidak mungkin bisa melawan lagi kalau Naruto menggunakan kekuatan penuh. Ophis mengatakan bahwa dia terpaksa menunjukkan -True Form-, bentuk sejatinya untuk mengalahkan Naruto dalam kekuatan penuh. Bagaimanapun, kekuatan Lucifer yang mengalir dalam darahnya dan kekuatan Albion sang Naga Surgawi tak dapat dibandingkan dengan kekuatan Ophis, itu berarti kecil kemunginan bagi Vali untuk melawan Naruto yang telah berhasil membuat Ophis serius.
"Ya, ini kedengarannya memang tidak adil. Kau punya satu partner yaitu Albion, tapi aku punya sembilan. Tapi tak masalah, aku yakin kau pasti akan senang melihatnya."
"Apapun yang kau katakan, aku tak akan menyerah."
"Bagus..." Naruto memuji keberanian Vali.
Tubuh Naruto memancarkan aura keemasan, tidak lagi berwarna jingga seperti sebelumnya.
"Haaaaaaa..."
Wuusshhhh...
Sambil berteriak, Naruto terus menaikkan level kekuatannya secara drastis.
Setelah selesai dengan transformasinya, penampilan Naruto berubah lagi. Iris matanya tetap sama seperti mode sebelumnya juga kelopak mata berwarna merah-jingga, helaian rambutnya yang sudah mulai panjang berdiri tegak, beberapa helai dibagian depan membentuk bagian seperti sepasang tanduk. Chakra luar biasa yang berkibar-kibar menyusun bentuk seperti jubah pendek dibelakang Naruto. Dan yang tampak berbeda adalah adanya sembilan buah bola hitam melayang yang bersusun dibelakang pungungnya.
Aura kekuatan luar biasa terpancar dari tubuh Naruto, begitu dahsyat seakan dia adalah dewa yang datang dari dimensi yang tak pernah terbayangkan oleh akal makhluk manapun. Tanpa perlu bergerak, kekuatan Naruto mampu menggetarkan seisi dimensi buatan yang terekonstruksi dalam replika Kota Venesia. Padahal Ophis sudah memperkuat dimensi buatan ini sepuluh kali lebih kuat dari awalnya.
"Gila...! Kekuatan dia benar-benar gila. Levelnya jauh diatas kekuatan asliku sebelum disegel tuhan kedalam Sacred Gear."
Albion dalam diri Vali berkata dengan suara bergetar. Hal yang sama juga terjadi pada tubuh Vali. Ia tak pernah merasakan perasaan ini, selain ketika melihat Great Red berenang-renang di celah dimensi secara langsung.
"Aku tak tahu harus mengatakan apa, Vali. Dia dan kekuatannya, seperti mendekati Ketidakbatasan yang sebenarnya, seolah hampir mewujudkan Impian sejati akan kekuatan."
Vali mengerti maksud ucapan Albion. Naruto dalam mode ini, memiliki kekuatan yang hampir menyamai Ophis dalam bentuk sejati maupun Great Red dengan kekuatan penuh. Padahal selama ini, sejauh yang orang-orang tahu, antara Ophis dan Great Red dengan pemilik kekuatan pada urutan persis dibawah mereka, ada kesenjangan yang sangat lebar. Dan sekarang Naruto memperlihatkan kekuatan ini, artinya akan terjadi pergeseran besar-besaran pada urutan makhluk terkuat yang pernah hidup di dunia ini sejak dahulu hingga saat ini.
Pantaslah ucapan yang keluar dari mulut Pluto sebelum ia mati, bahwa Naruto sanggup mengalahkan Sakra, The Heavenly Emperor. Padahal bagi dewa itu, perlu keempat Yondai Mauo saat ini menggabungkan kekuatan untuk seimbang melawannya.
Sejauh yang Vali tahu, khusus untuk para dewa termasuk The God of Bible didalamnya, ada klasifikasi untuk tingkatan kekuatan mereka. Semakin tinggi kekuatan, menandakan semakin agung dewa itu dan semakin banyak manusia yang percaya dan pernah menjadi pengikutnya baik di masa lalu maupun masa kini. Tidak ada klasifikasi resmi, namun beberapa orang mengklasifikasikan dari bawah ke atas menjadi Commom, Rare, Legendary, Majestic, Ungodly, dan Excelsior. Dewa-dewa terkenal dari setiap reliji maupun mitoligi umumnya masuk kelas Legendary hingga Ungodly. Dewa-dewa superior yang masuk Top 10 Stronges Being in The World, semuanya masuk dalam kelas Excelsior. Dan tampaknya, Vali maupun Albion sepakat memasukkan Naruto yang sekarang dalam kelas Excelsior, sejajar dengan dewa superior yang masuk dalam 10 peringkat teratas.
Tak menunggu Vali selesai terkejut, Naruto membuka mulutnya. "Inilah bentuk Senjutsu-Rikudou Mode. Kau lihat bola-bola hitam dibelakangku ini?" kata Naruto dengan jempol menunjuk ke belakang punggungnya. "Namanya adalah Godoudama atau boleh disebut Truth Seeking Balls, salah satu teknik Kekkei Mora dengan menggabungkan lima elemen dasar dari alam, api, angin, petir, air, dan tanah, serta penggunaan energi Yin & Yang yang ditambahkan chakra rikudou. Bisa digunakan untuk tujuan offensif, membuat target yang diserang dengan bola ini menjadi debu, bisa membuat ledakan dahsyat, bisa juga untuk tujuan defensif yang mampu menahan semua ninjutsu atau sihir jenis apapun."
"Kau mau pamer hah?" Vali tampak marah, tak terima seakan dirinya direndahkan.
"Bukan! Tapi heeiii,,,,, aku belum selesai bicara, jangan seenaknya dipotong! Bola ini sifatnya seperti fluida, punya fleksibilitas tinggi untuk kubentuk menjadi apapun. Nah jadi, bagaimana kalau kubuat seperti ini?"
Vali tak menjawab, dia hanya menunggu sambil menatap bola-bola hitam milik Naruto bertransformasi bentuknya menjadi lempengan-lempengan hitam yang mulai menempel permukaan tubuh Naruto.
Naruto tidak berhenti bicara selagi proses masih berlangsung. "Sebenarnya aku terinspirasi dari dirimu, jadi maaf saja ya kalau aku mengambil hak cipta tanpa ijin. Hahaaa..."
Selesai mengatakan itu, selesai pula proses transformasi Naruto.
Menyisakan Vali yang shock berat, "Tidak mungkin, itu, it-..."
Albion menyambung ucapan Vali yang tak kunjung selesai, "Armor Empireo Juggernaut Overdrive Black Version. Aku benar-benar tidak habis pikir, seberapa gila lawanmu itu, Vali."
Seperti yang dikatakan Albion, tubuh Naruto kini tertutup sepenuhnya oleh armor naga berwarna hitam mengkilat. Bentuknya persis dengan armor Vali sekarang. Beberapa bagian dimana pada Vali adalah berlian biru, maka pada tubuh Naruto digantikan simbol magatama berwarna emas. Bahkan sampai sayapnya pun juga ditiru persis sama, hanya saja sayap naga biru milik Vali tergantikan dengan sayap emas yang terbentuk dari materialisasi chakra.
Ke bangku penonton, Kuroka tertawa senang. "Kalau seperti ini, kita pasti menang taruhan, iya kan Le Fay-chan?"
"Yup." Le Fay mengangguk dengan wajah riang.
"Woi,,, sejak kapan aku setuju taruhan dengan kalian hah?" Bikou berteriak kesal.
Ophis menghembuskan nafas bosan, "Kurasa suamimu itu sudah terlalu berlebihan, Hinata."
"Biarkan saja lah, yang penting mereka berdua sama-sama senang." sahut Hinata tanpa mengalihkan matanya dari bentuk baru yang ditunjukkan Naruto. Ahh, memang benar, suaminya ini penuh kejutan. Selalu membuat hal yang tak disangka-sangka.
Vali menatap ke arah sayap Naruto yang mirip sekali dengan sayapnya, bahkan berkilau-kilau seperti ada serpihan debu emas yang bertebangan disekitarnya. "Ap-, apa sayap itu punya fungsi khusus?"
"Mungkin saja begitu. Kalau sayapmu berfungsi untuk mengeluarkan energi yang kau curi dari lawan sehingga kekuatanmu tetap pada kondisi maksimum, aku mengira sayap dia berfungsi untuk menyerap energi alam saat dia bergerak, sehingga kekuatannya juga selalu pada kondisi maksimum."
"Dia sungguh mengejutkan, meniru armorku dengan sangat baik dalam waktu singkat."
Masih di udara, Naruto menyahut perkataan Vali, "Aku menamainya The Truth Seeking Armor. Dengan cara ini, aku bisa menggunakan fungsi offensive dan defensive dari godoudama secara bersamaan dan meningkatkan mobilitasku saat bertarung."
Tanpa bicara Vali mengarahkan tangan kanannya ke arah Naruto, dan dia mencengkramkan telapak tangannya.
"Kompres!"
Compression Divider
[DivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivide!]
Tubuh Naruto seakan mulai ditekan panjangnya, kemudian ditekan lebarnya. Kemudian lagi dan lagi ditekan panjang dan lebarnya, terus dan terus seperti itu. Namun meski begitu, tubuh Naruto tidak menunjukkan tanda-tanda mengecil.
"Haaaaaa...!" Naruto berteriak dan merentangkan kedua tangan kesamping.
Pyyaaarrrrr...
Distorsi ruang disekitar tubuh Naruto pecah. Teknik kompressor Vali tak mempan, dengan mudah Naruto membebaskan diri dari serangan itu, padahal orang yang sebelumnya menerima teknik ini, Pluto sang Grim Reaper legendaris, merasakan dengan tubuhnya hingga lenyap tak bersisa.
"Sudah kuduga, walaupun aku meningkatkan kekuatan kompres sepuluh kali lipat tapi masih belum cukup." kata Vali. "Kalau begitu, bagaimana dengan ini?"
Swiiftt...
Vali lenyap dari tempatnya berdiri, dan,,,
Duaagg...
Berhasil menyarangkan tinju penuh tenaga di perut Naruto. Dia bahkan melapisi tinjunya dengan demonic power yang sangat banyak.
Meski begitu, Naruto tak tergeser secentipun dari tempatnya.
Naruto tersenyum dibalik helm armor hitamnya, "Tinju yang bagus Vali. Sekarang coba kau rasakan ini!"
Naruto menarik tangan kanannya kedalam, lalu
Duuuaaaggg...
Vali terdorong jauh kebelakang setelah menerima tinju balasan dari Naruto di perutnya. Terlempar beratus-ratus meter dan baru terhenti setelah dia menggunakan sayapnya untuk menahan tubuhnya.
"Guhhaa..."
Cairan merah keluar dari mulut Vali, walau tak tampak dari luar karena kepalanya tertutup helm armor.
Vali menatap tangan kanannya yang tadi ia gunakan untuk memukul perut Naruto. Pada bagian itu, pergelangannya tak lagi tertutup armor, seperti yang dikatakan Naruto, apapun yang menyentuh godoudama akan berubah menjadi debu. Bagian perutnya yang terkena tinju Naruto juga sama, berlubang. Namun dengan cepat Vali merekontruksi armornya sehingga kembali seperti semula, walaupun luka ditubuhnya tak teratasi.
Naruto mengeluarkan tawa meremehkan seraya membuat tanda dengan jari telunjuk dan jari tengah, tanda agar Vali menyerangnya. "Ayo kemari."
Zwiifftt
Crusshh...
Vali meluncur dengan kecepatan penuh, sangat cepat, namun Naruto masih bisa lebih cepat lagi.
Keduanya saling hantam diudara seperti sebelumnya, melayangkan tinju terkuat masing-masing. Bergerak sangat cepat sehingga bayangannya saja pun tak terlihat. Jejak-jejak cahaya emas dan biru yang saling bertumbukan tercipta sangat panjang, menandakan bahwa kecepatan mereka jauh lebih tinggi daripada sebelumnya. Yang terasa hanyalah suara dentuman keras layaknya suara bom ketika jejak cahaya saling bertumbukan, akibat dari saling melayangkan pukulan.
Kalau dilihat seksama, maka yang nampak adalah Vali yang terpojok. Setiap tinju yang dilayangkan Naruto selalu mengenai Hakuryukou, membuat armornya berlubang karena bersentuhan langsung dengan armor hitam milik Naruto. Walau Vali dengan cepat merekonstruksi armornya lagi tapi itu membuatnya lebih buruk karena staminanya lebih cepat terkuras. Sedangkan pukulan Vali, memang beberapa kali mengenai tubuh Naruto, tapi itu lebih terlihat seperti Naruto sengaja menerimanya, mungkin karena dia yakin dengan daya tahan armor baru miliknya.
Kedua petarung ini beristirahat sejenak, jarak antara mereka diudara tak terlalu jauh. Vali mengambil nafas, lalu tertawa senang.
"Apa yang kau tertawakan, Vali?"
"Aku sudah tahu kelemahan armormu."
"Eh?"
Vali menunjuk bahu kiri Naruto. "Aku melihatnya walau kecil, bagian itu sedikit retak setelah menerima pukulanku yang terakhir."
Seperti yang dikatakan Vali, memang ada sedikit retakan pada bagian itu. Naruto memperbaikinya namun perlu waktu yang agak lama.
"Setiap aku memukulmu, aku melapisi tinjuku dengan berbagai energi dan jenis sihir yang berbeda-beda. Dan yang terakhir, aku menambahkan senjutsu dalam pukulanku."
"A-... Cih." Naruto menggeleng pelan. "Kau memang iblis berbakat, mampu menggunakan banyak jenis sihir bahkan senjutsu. Tapi itu belum cukup, perlu lebih banyak senjutsu untuk mencederai armorku."
"Kheh, apa bedanya. Kalau aku sudah tahu kelemahan armormu, aku bisa menang darimu lain kali."
"Ah, terserahmu saja. Ini yang terakhir."
"Eh?"
Vali menatap heran pada Naruto yang sedang mengangkat tangan kanannya ke atas, telapak tangan dibuka kearah langit.
Naruto tak menjawab, dia mengucapkan nama teknik lain miliknya.
Senpou: Chou Oodama Bijuurasengan
Perlahan kumpulan gelembung-gelembung energi berkumpul menjadi satu membentuk bola hitam. Bola hitam dengan outline ungu itu berputar cepat hingga menimbulkan suara bising.
Vali diam menatap itu.
Ukuran bola hitam terus membesar hingga sekarang ukurannya lima kali lebih besar dari stadion sepak bola. Tubuh Naruto tampak sangat kecil dibandingkan dengan bola hitam raksasa yang dia buat. Selain itu, petir-petir hitam serta jilatan api berwarna ungu diseluruh permukaan bola menciptakan kesan yang sangat mengerikan.
"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa tentang Naruto-niisama" ungkap Le Fay.
"Sama, aku juga." Kuroka mengangguk setuju.
Sedangkan Bikou, tubuhnya tampak bergetar ketakutan. "Bba-gaimana sekarang?."
Ophis geleng-geleng. "Dasar pirang bodoh, dimensi buatan ini akan hancur kalau dia menjatuhkan bola hitam itu. Kalau itu terjadi, kekuatannya akan terasa sampai ke setiap penjuru dunia. Dia akan dicari-cari semua golongan seperti kemunculannya pertama kali didunia ini."
Setelah mengatakan itu, Ophis menciptakan lingkaran sihir di tanah, tempat mereka semua berpijak.
"Apa ini?" Arthur tampak kebingungan, dia tidak terlalu mengerti tentang sihir, tahunya hanya pedang.
"Lingkaran sihir teleportasi." kata Le Fay.
Ophis menyambung, "Kita akan pergi dari sini kalau si pirang bodoh itu menjatuhkan bolanya. Kalian semua akan mati kalau tetap disini."
Ucapan Ophis ditujukan pada semua anggota Tim Vali, termasuk Fenrir dan Gogmagog. Ophis dan Hinata sendiri, tentu punya sesuatu untuk mempertahankan diri.
Kembali pada duel,
"Bagaimana Vali?" Naruto menatap angkuh pada Vali, tidak ada salahnya bersikap seperti itu pada orang arogan. "Apa kau mau menyerah?"
Ekspresi wajah Vali mengeras, "Cih. Menyerah katamu? Lebih baik aku mati daripada kehilangan harga diriku."
Kepalan tangan Vali menguat, pikirannya kembali ke masa-masa kelam hidupnya. Kemasa lalu saat dia diperlakukan sangat buruk oleh kakek dan ayahnya. 'Apa hanya sampai disini batasku? Bagaimana caranya aku membalas dendam pada pak tua itu kalau aku hanya sampai disini. Tidak, aku, aku, akuuuuuu,,,,,,, aku ingin kekuatan, aku ingin kekuatan, aku ingin kekuataannn! Apapun dari diriku akan kutukar dengan kekuatan...'
Naruto masih menjaga bola rasengan hitam raksasa di atas kepalanya. Dia menatap heran pada Vali yang seolah tak hidup lagi.
Shiiinnnnggggg...
Sekarang Naruto merasakan aura kekuatan yang luar biasa dari Vali, ini muncul tiba-tiba bersamaan dengan munculnya aura hitam pekat yang mengelilingi tubuh Vali. Naruto menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya hingga terdengar suara Albion yang bicara padanya.
"Hoi bocah pirang!"
Naruto tidak bersuara, tak menyahut panggilan Albion. Pikirannya terfokus pada apa yang sedang terjadi dengan Vali.
"Hei, bisakah kau menolongku? Vali saat ini kehilangan kesadaran karena luapan kekuatan Satan Lucifer yang mengalir dalam darahnya. Dia sedang mengalami Maoufikasi menjadi Lucifer sejati, namun kekuatan itu tidak sinkron dengan kekuatan naga milikku. Jika dibiarkan saja, dia bisa mati dan aku juga akan lenyap selamanya, tak akan ada lagi pemegang gelar Hakuryukou setelah hari ini."
"Ahh, iya baiklah." Naruto tersadar dari pikirannya. Dia menghilangkan bola hitam raksasa di langit yang ia ciptakan. Otaknya kali ini cepat bekerja.
Fuu...!
Naruto menghilang dari posisinya,
Duuaaggg
Dhuuuarrrr...
Menendang Vali yang masih dalam proses Maoufikasi hingga terpental ke bawah. Vali terbaring tiarap ditanah, namun tidak terluka, bahkan proses Maoufikasi masih berlanjut.
Naruto turun, menciptakan batang-batang silinder hitam dari godoudama. Ada lima silinder, dan semuanya ditusukkan pada tubuh Vali. Satu pada masing-masing kaki, dua di badan dan satu lagi di kedua telapak tangan. Naruto jadi ingat, posisi ini persis seperti saat dirinya hampir dikalahkan Pein.
Tanpa bicara apa-apa lagi, Naruto membuat bola berwarna coklat ditangan kanannya yang memiliki motif aksara segel seperti pada tubuh Shukaku, si Bijuu ekor satu.
Senpou: Jiton Rasengan
...
Ke salah satu sudut kota Venesia yang telah hancur, seorang pria berjubah yang hanya memiliki satu tangan bergumam pada dirinya sendiri.
"Sudah selesai yah. Menarik, sepertinya aku punya ide bagus untuk teknik baruku. Kheh..."
Setelahnya, dia pun lenyap ditelan pusaran distorsi dimensi ruang.
.
.
.
-Svargaloka, Nirvana-
"Huuufft... Kau nampak sangat menyedihkan Cao Cao. Kau sudah mempersiapkan banyak hal dengan sangat matang, tapi apa? Rencanamu gagal total."
Cao Cao sendirian, dia dipaksa sujud didalam salah satu istana yang ada di negri kahyangan, dibawah kaki Sakra yang sedang duduk di singasananya.
Bersama Georg dan Leonardo, Cao Cao berhasil menyelamatkan diri dari kota replika Venesia. Namun ternyata tak semudah itu kabur dari mata tajam seorang dewa. Sakra atau yang lebih dikenal dengan Indra Sang Dewa Perang, The Heavenly Emperor, dengan mudahnya melacak Cao Cao hingga membawa si pengguna longinus terkuat itu ke istananya. Lagipula, sangat penting bagi Sakra untuk mengetahui bagaimana kronologis kegagalan operasi penangkapan Ophis. Semua data dan informasi tidak mungkin ada yang sia-sia.
"Itu bukan salahku. Situasinya benar-benar tidak terduga, Sakra-sama."
"Aku tahu, meski begitu seharusnya kau mampu memutuskan tindakan cepat sebelum rencanamu digagalkan olehnya."
"Tap-..."
"Tidak ada tapi-tapian lagi! para pemilik Sacred gear yang mencapai Balance Breaker dan para pengguna Longinus sudah tak berguna lagi. Kau, Georg, dan Leonardo tak bisa aktif lagi kan? Apa yang akan kalian lakukan sekarang?"
"Bagi aku yang terlahir sebagai keturunan Pahlawan dimana juga sebagai pemilik Tombak terkuat, hanya inilah jalan yang tersedia bagiku. Satu satunya pilihan dimana aku harus bertarung melawan para makhluk superior. Aku akan melakukannya lagi, aku akan mempersiapkan semuanya lagi dengan matang."
"Hahahahahahahahahaha... Bocah sialan-kun! Dengarkanlah kata-kata dari Dewa yang tak mengenakkan ini, oke?... Kau itu sudah kalah telak, harga dirimu sudah lenyap, jiwamu sudah hancur. Apa-apaan omong kosongmu tentang takdir melawan makhluk superior? Kau harusnya sadar, kau baru saja dikalahkan oleh manusia, ras yang sama seperti dirimu. Tidak hanya kalah, kau benar-benar sudah dipecundangi olehnya, kau tidak lebih dari sebutir debu ditangannya. Apa masih ada lagi yang bisa kau harapkan dari dirimu yang sekarang hah?"
"Lain kali ak-..."
"Lain kali? Hahahahaaaaa... Tidak ada lain kali! Tidak ada kesempatan kedua untukmu tahu...! Kau habis disini. Kau tahu kalau kau tak berguna lagi setelah ditolak oleh tombak suci. Harusnya kau pikirkan itu dengan otakmu!"
"Lalu Apa yang anda ingin lakukan padaku, Sakra-sama?" Cao Cao tahu, kemungkinan terburuk yang akan menimpanya adalah kepalanya dipenggal. Sakra bukanlah dewa yang dengan begitu mudahnya membiarkan orang yang telah melakukan kesalahan masih bisa bernafas.
"Tak banyak. Kau akan kukirim ke alam kematian bersama dengan Georg dan Leonardo. Hades saat ini sedang tidak enak hati karena dia kehilangan Samael dan salah satu pelayan setianya, jadi kalian bertiga mungkin bisa menghiburnya. Namun aku akan menyita semua Longinus kalian. Hal itu membuatku bahagia sampai air mata akan mengucur dari mataku."
"Anda sungguh Dewa yang mengerikan."
"Memangnya siapa yang mencoba melawan aku dan dewa-dewa lain dari balik layar? Yah, anggap saja kalau kalian mendapat hukuman setimpal. Tombak suci itu akan kukembalikan padamu kalau kau bisa kembali dari alam kematian. Karena kau Pahlawan, kau pasti bisa melakukan hal semacam itu."
Cao Cao menunduk pasrah, takdir kejam kini menjadi akhir hidupnya.
Ctekk...
Hanya dengan satu jentikan jari oleh Sakra, Cao Cao sudah hilang Nirvana. Langsung di kirim ke kedalaman Neraka, Cocytus.
Menggunakan tangan kiri yang sikunya bertumpu di singasana, Sakra memijit pelan kepalanya sendiri.
Wajahnya tertekuk marah, "Sialan manusia pirang itu. Harusnya aku membunuh dia saat punya kesempatan. Aku tidak menyangka dia akan berbuat sejauh ini. Dia benar-benar cari mati denganku. Aku tidak bisa diam saja."
Sakra tentu masih ingat dengan Naruto. Saat itu dia hanya ingin menonton lebih dekat panggung Kyoto yang dibuat Cao Cao, tapi tak disangka Naruto tiba-tiba datang menemuinya, dan mengalahkannya dalam tiga babak duel tinju. Hasilnya memang seri, tapi secara statistik power dia kalah.
"Informasi dari Cao Cao, wanita poni rata itu ada bersamanya, wanita yang memiliki mata paling menyeramkan yang pernah kulihat. Bahkan ternyata Ophis ada dipihak mereka. Aku tidak bisa memperkirakan siapa sebenarnya mereka dan apa tujuannya, sampai sanggup menarik Ophis ke pihak mereka. Aku harus merencanakan semuanya dengan matang, mereka tidak boleh sampai mengganggu rencanaku. Kehormatan Negeri Kahyangan dibebankan di pundakku."
"Sakra-sama."
Tiba-tiba entah sejak kapan, seekor monyet bertubuh seperti anak TK dengan bulu emas yang bisa bicara ada dihadapan Sakra.
Sakra nampak tak terkejut, "Ada informasi baru, Sun Wukong?"
"Tentu saja. Aku tidak akan kemari kalau tak ada hal penting."
"Jadi?"
"Informanku telah berhasil menemukan dimana letak Konoha, para manusia dengan kekuatan aneh yang mengacaukan Pertemuan Tiga Fraksi di Kuoh tempo hari."
Mendengar itu, bibir Sakra membuat seringaian, "Hohoooo, sepertinya aku punya suatu hal menarik sebelum rencana besar kita dimulai. Aku meyakini kalau bocah pirang yang menghancurkan Cao Cao ada hubungannya dengan Konoha walau kelihatan jelas bahwa dia dan Konoha punya visi dan tujuan yang sangat jauh berbeda. Sekarang aku ingin tahu, bagaimana reaksinya kalau Konoha kita serang?"
"Kau serius?"
"Pasti."
.
.
.
-Heaven-
Seorang pria berambut pirang panjang, beriris mata hijau layaknya permata emerald dengan 6 pasang sayap berwarna emas serta sebuah cincin halo diatas kepalanya, sedang menikmati waktu bersantai disebuah taman yang sangat indah. Dia lah Michael, Sang Archangel pemimpin tertinggi seluruh malaikat di surga.
Dia tidak sendiri, ada seorang pria lain yang menemaninya minum teh disana. Seorang pria seumurannya dengan rambut berwarna merah crimson.
"Walaupun surga sangat indah, tetap saja membuat tubuhku kurang nyaman." ucap pria berambut merah.
Michael tersenyum menawan, "Ya, wajar saja kan?. Iblis memang ditolak oleh Surga. Hanya saja karena kau seorang Maou, makanya kau bisa bertahan disini, Sirzech."
"Ah iya sih. Langsung saja ke intinya, ada hal apa kau memanggilku kemari?"
"Ini tentang operasi penyelamatan Ophis yang dilakukan Hades bekerjasama dengan Cao Cao dua hari lalu."
Tentang hal itu, pihak Aliansi Tiga Fraksi tak ikut campur tangan, hanya memberi dukungan verbal pada operasi itu.
"Mereka gagal kan? Aku mendengar berita itu dari Azazel." kata Sirzech. "Tapi tidak ada informasi detail tentang kegagalan mereka. Katanya, Vali membangkitkan kekuatan baru, mengalahkan Cao Cao dan membunuh Grim Reaper Pluto di dimensi buatan replika Kota Venesia, hanya itu saja yang kutahu."
"Begitulah. Kesampingkan kegagalan operasi itu, lagipula Ophis bukan masalah lagi bagi kita. Tepat seperti katamu tadi, Hades dan Cao Cao melakukan operasinya di Venesia."
"Terus?"
"Venesia sangat dekat dengan Vatikan."
Kedua kota ini berada di negara Italia.
Michael melanjutkan, "Mereka melakukannya tanpa ijin dari Gereja, hal itu membuat hubungan Olympus dan Surga menjadi buruk."
"Oh," Sirzech menyeringai senang, "Bukannya itu bagus. Proyek kita, Imperium of Bible, salah satunya menargetkan Olympus. Kita tidak perlu lagi repot-repot memulai permusuhan dengan mereka jika sudah begini."
"Hm..." Michael mengangguk.
Sebagai malaikat yang dimuliakan, tidak mungkin baginya mengungkapkan rencana jahat secara gamblang.
"Oh iya, aku mengundangmu kesini bukan hanya untuk hal tadi, nanti malam kita akan membahas itu dengan petinggi yang lain. Selain itu, agen informasi Grigori yang dipimpin Slash Dog menemukan berita baru. Khaos Brigade semakin aktif bergerak, mereka terlibat dalam konflik saudara antar bangsawan vampire di Rumania. Ada seorang pengguna Longinus dari kalangan vampire disana."
"Kebetulan yang bagus. Salah satu budak adikku berasal dari sana, dengan itu kita bisa melibatkan diri dan mengambil keuntungan dari Bangsa Vampire."
"Aku setuju. Peneliti Surga sudah berhasil menemukan cara pergi ke Konoha berdasarkan data yang dikumpulkan Tim Dulio Gesualdo."
"Ini berita bagus. Sekalian saat pertemuan nanti malam kita membahas tindakan apa untuk Konoha." sahut Sirzech.
"Sekarang aku ingin tahu, bagaimana dengan pion potensial kita?"
"Azazel dan Shemhazai melatih tim adikku dengan baik. Si pengguna pedang sedang melatih diri menciptakan replika pedang iblis legendaris dengan Sacred Gearnya berdasarkan data yang dimiliki Grigori. Putri Baraqiel, kini telah naik level menjadi malaikat jatuh kelas tinggi setelah menerima penguatan 'Halilintar Suci' miliknya. Mantan biarawati dari gereja sedang memulai kontrak dengan Fafnir. Azazel melepas kontrak dengan raja naga itu, lalu memberikannya pada Asia. Si bocah vampire baru saja menunjukkan kekuatan aslinya saat latihan walau itu membuatnya kehilangan kesadaran. Kalau si kucing putih, aku kurang tahu tapi sepertinya kekuatannya juga meningkat pesat berkat latihan bersama dengan budak cadangan adik Serafall. Dan kudengar, mantan Valkirie bodyguar Odin baru saja kembali dari Valhalla, dia belajar banyak sihir pertahanan disana. Sedangkan Rias, aku sendiri yang melatihnya."
"Sebagai tambahan, Gereja sekarang semakin intens melakukan penelitian untuk penguatan pedang Ex-Durandal. Tapi bukan itu maksudku, aku hanya menanyakan tentang Pion utama kita?"
"Sekiryutei ya? Azazel mengatakan padaku kalau bocah itu berhasil bernegosiasi dengan sisa-sisa kesadaran Sekiryutei masa lalu yang tersegel dalam inti Sacred Gearnya. Ku dengar dia punya bentuk baru yang jauh lebih kuat."
"Baguslah. Tapi bagaimana dengan hati mereka?"
"Tentang ituuuu,,,,, saat ini mereka memang masih polos, tapi aku sendiri yang akan menanamkan pola pikir iblis pada mereka. Jika mereka percaya penuh padaku, maka mereka semua akan benar-benar menjadi boneka kita."
"Ahh~~~, pada adikmu sendiri kau sejahat itu. Dasar iblis"
"Iblis wajar berbuat seperti itu, yang tidak wajar adalah malaikat sepertimu yang pandai menyembunyikan niat jahat."
Sirzech mengatakannya sambil tertawa.
Lagi-lagi, Michael menanggapi ucapan Sirzech dengan senyuman.
.
.
.
-Pulau Melayang Konoha-
Saat ini Tenten dan Rock Lee sedang berjalan di koridor menuju ruang Hokage.
Tenten merasa kesal karena temannya ini sekarang lebih berisik daripada biasanya.
"Lee, biasakah kau diam. Jangan membuat kepalaku pusing!"
"Ahh, semangat masa mudaku sedang membara. Katanya kita akan mendapat misi penting dari Hokage-sama."
"Ah, sudahlah. Ayo kita masuk." ucap Tenten ketika mereka berdua sampai di depan pintu ruangan Hokage.
Lee mengetuk pintu sekali, tanpa menunggu jawaban dari dalam, dia langsung masuk.
Ketika Lee dan Tenten sudah berada di dalam, mereka merasakan hawa tidak mengenakkan, membuat perut mereka mual, hampir muntah. Aura menakutkan itu berasal dari seorang laki-laki paruh baya berambut hitam panjang dengan mata merah yang sangat mengerikan, semua giginya yang terlihat ketika dia terseyum tampak sangat runcing dan tajam. Orang itu memakai setelan jas panjang berwarna merah dengan sebuah topi koboy dikepalanya.
Badan Tenten bergetar, dia menatap Kakashi yang sedang duduk dikursinya, "H- Hokaga-sama...?"
Kakashi menjawab kekhawatiran Tenten, "Perkenalkan, dia Alucard-dono, seorang Vampire."
Lee langsung bersiaga, begitupula dengan Tenten. Lee dan Tenten sudah belajar banyak tentang jenis-jenis makhluk supranatural. Mereka berdua sudah tahu apa itu Vampire, makhluk penghisap darah manusia. Dan mereka semua yang ada disini notabene adalah manusia, mereka mangsa sedangkan Alucard adalah predator.
"Hei... Tenanglah kalian berdua, dia tidak seperti yang kalian pikirkan."
Lee dan Tenten menurunkan kewaspadaan.
Kakashi melanjutkan ucapannya. "Beliau ini adalah vampire legendaris, vampire terkuat yang ditakuti oleh para dewa, tak diragukan lagi kalau kekuatannya setara seorang Seraph dari Surga. Dia muncul kembali setelah ribuan tahun menyembunyikan diri karena ada hal yang mengganggu masa pensiunnya."
"Lalu kami berdua dipanggil kesini untuk apa?" tanya Tenten.
"Kalian berdua kuutus ke Rumania untuk misi yang diajukan oleh Alucard-dono."
"Misi apa?"
"Bangsa Vampire sedang mengalami konflik saudara antar bangsawan besar. Alucard-dono tidak bisa secara langsung menghentikannya karena dia sudah melepaskan diri dari urusan kebangsawanan. Jadi kalianlah yang mengurusnya."
"Apa hanya kami berdua saja?" tanya Lee.
"Tidak. Kazekage-sama yang akan memimpin tim."
Lee dan Tenten berdiri tegap dengan posisi siap, "Siap laksakan.!"
Gaara yang sejak tadi ada diruangan itu beranjak pergi, "Mari ikuti saya, Alucard-dono. Kita akan membahas rencana di ruangan lain, sekalian bersiap berangkat ke Rumania."
Sebelum pergi, Alucard mengatakan sesuatu pada Kakashi, "Kakashi-san, pelayan pribadiku akan mengantar 25 metrik ton emas besok pagi, separuhnya lagi akan kukirim jika kalian berhasil memenuhi permintaanku."
"Ya. Aku yakin anak buahku pasti berhasil."
Setelah Gaara bersama Alucard pergi beserta Lee dan Tenten, tersisa dua orang.
"Hei Kakashi, bisa-bisanya kau menerima permintaan dari makhluk supranatural? Bagaimana pula dia sampai kesini dan tahu kalau Konoha menerima permintaan misi."
Tsunade juga ada diruangan ini sejak tadi. Dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Kakashi. Kalau youkai masih mending dijadikan teman, lah ini dengan vampire yang jelas-jelas musuh alami manusia, termasuk orang-orang Konoha.
Kedatangan Alucard yang tiba-tiba di Konoha, sempat membuat Kakashi dan yang lainnya khawatir. Bukan karena Alucard, sebab Vampire legendaris ini datang dengan damai. Tapi karena kedatangan Alucard yang tiba-tiba ke Konoha menandakan bahwa Konoha saat ini tidak lagi aman. Kekkai yang dibuat oleh Naruto semakin melemah, dan tidak menutup kemungkinan kalau banyak golongan lain yang sudah tahu lokasi persembunyian Konoha, bahkan tahu caranya datang kesini.
"Aku tak tahu. Mungkin penciumannya sebagai vampire yang membawanya kemari karena merasakan darah kita. Lagipula kita butuh emas dari dia."
"Bukannya Konoha punya cukup simpanan emas?"
"Perlu tambahan lagi untuk biaya persenjataan pasukan kita. Yamato, Gai dan Shizune sedang mengurusnya di Amerika."
"Tapi..."
"Gaara ke Rumania juga untuk membuat hubungan diplomatik dengan bangsa Vampire. Kita perlu lebih banyak sekutu."
"Ahh, terserahmu lah." Tsunade tidak lagi protes, dia pasrah dengan keputusan yang dibuat Kakashi.
"Kau kan mantan Hokage, Tsunade-sama. Harusnya kau paham posisiku."
"Yayayayaaaa..." Tsunade mengangguk dengan wajah cemberut, dadanya yang besar ikut bergoyang karena mengangguk.
Kakashi sempat berpikir ngeres karena berduaan dengan Tsunade diruangan ini apalagi melihat dada yang bergoyang itu. Tapi segera ia kembali serius,
"Sasuke!"
Zssshhttt...
Yang dipanggil Kakashi langsung datang, via shunsin.
"Rumania sedang mengalami konflik besar, pasti ada golongan lain yang akan memanfaatkan situasi di sana. Kau kuberi tugas untuk misi pengintaian, paham!"
"Hn..."
Dan setelah itu, Sasuke kembali hilang.
Tsunade memijit pelipisnya, "Bocah Uchiha itu, tak ada berubahnya sejak dulu."
.
.
.
-Kuoh Gakuen-
Ini adalah ruang pribadi Seito Kaichou Sona Sitri yang tersambung langsung dengan ruang OSIS, terletak didalam bangunan utama Kuoh Gakuen. Ruangan ini tak kalah mewahnya dengan ruangan Klub Penelitian Ilmu Ghaib milik Rias Gremory. Hanya saja dengan desain interior yang berbeda. Kalau Rias suka dengan nuansa interior Eropa Klasik, maka Sona lebih nyaman dengan konsep Go Green.
Ruangannya tidak terlalu luas dan tidak didominasi warna hijau. Ada beberapa tanaman dalam pot ditambah water feature seperti air mancur mini lengkap dengan kolam ikan koi. Semua furniturenya dari kursi, meja, lemari dan lain-lain berbahan kayu, kebanyakan dari kayu mahoni yang kokoh dan divernis berwarna coklat kehitaman. Tidak ada penggunaan AC tapi terdapat pemanfaatan cross-ventilation sebagai penggantinya. Langit-langit ruangan diatur lumayan tinggi sehingga menambah kesan lapang dan sensasi sejuk. Jendela yang terbuka lebar adalah sumber pencahayaan satu-satunya.
Di ruangan inilah berkumpul beberapa orang, semua anggota Tim Naruto dan Tim Vali lengkap. Hari ini adalah hari yang sudah ditentukan, hari keberangkatan mereka menuju universe lain untuk mencari suatu benda yang sangat diperlukan demi tercapainya tugas yang diemban oleh Naruto dan Hinata.
"Kau beneran tidak mau ikut, Ophis?"
"Sudah kubilang kan Naruto, keberadaanku di dunia ini sangat essensial. Tak mungkin aku sembarangan meninggalkannya."
Sebelum berangkat, masih ada waktu untuk basa-basi. Hinata perlu beberapa menit lagi melakukan penyetelan Cube untuk menentukan koordinat tujuan dan penyesuaian arus waktu, terlebih lagi pada misi kali ini orang yang berangkat tidak sedikit. Jika berdua dengan Naruto saja maka akan lebih mudah bagi Hinata membawanya berangkat dengan Cube, namun kali ini yang berangkat ada sepuluh orang, dan itu perlu suplai chakra yang banyak, yang Hinata sendiri tak cukup memilikinya, beruntung Naruto bisa mentransfer chakra sesukanya.
Le Fay termasuk orang yang tak bisa diam, jadi, "Loh, kok bisa begitu Ophis-sama? Setahuku Naga penjaga celah dimensi sekarang kan Great Red, dia yang menyeimbangkannya. Anda tidak perlu repot-repot mengurusnya lagi, bukan begitu kan?."
Menurut legenda, dulu Ophis adalah naga penjaga celah dimensi, namun sekarang sudah digantikan oleh Great Red. Keberadaan naga merah raksasa inilah yang menyeimbangkan semua bagian celah dimensi. Lagipula, Ophis yang sekarang tidak cocok lagi dengan celah dimensi, dia tidak diperlukan disana. Malah kalau Ophis menggantikan tugas Great Red, keseimbangan tiap dimensi mungkin akan runtuh.
"Misteri di dunia ini sangat luas dan rumit, Le Fay. Seberapa lama pun kau pernah berpetualang, pengetahuan yang kau peroleh hanya seperti sebutir buih di lautan." kata Ophis.
Le Fay tak lagi menyahut, dia paham maksud kata-kata bijak Ophis kalau ingin tahu lebih banyak maka dia harus mencari tahunya sendiri, bukan dengan bertanya.
Beralih ke sudut lain, dimana juga ada sesuatu yang tak penting.
towelll...
"Hn...!" Sasuke menatap tajam pada orang yang berani-beraninya mencolek pinggangnya.
Seketika Kuroka yang awalnya tersenyum manis-manis genit menjadi gelagapan karena tatapan Sasuke, dia tersenyum takut, "Anooo,,,, na-namamu?"
"Hn...!"
Gagal, Kuroka salah target. Walaupun tampan, tapi orang yang digodanya ini jauh berbeda dengan Naruto yang hangat dan friendly.
Glekk...
Sebagai tambahan, Kuroka jelas merasakan ancaman dan hawa membunuh pekat yang tertuju padanya. Walaupun tak melihat, ia tahu persis kalau hawa itu berasal dari gadis berambut merah muda sebahu yang sedang bercengkrama dengan Hinata.
Perlahan, Kuroka mundur dari medan perang. Sebagai kucing nakal, keberuntungannya buruk dalam memilih laki-laki yang dijadikan target. Vali pun sudah pernah ia incar, katanya ingin punya bayi naga tapi ditolak mentah-mentah. Kalau Naruto, sudah punya istri.
towelll...
Sasuke merasakan pinggangnya dicolek lagi. Dia menatap pelakunya, dan kali ini seorang pria berambut putih dengan tekstur wajah yang tak jauh berbeda darinya.
"Apa?" katanya dengan nada dingin.
"Sejak tadi kau mengacuhkanku."
Memang benar, sejak tadi Vali terus berusaha menarik perhatian Sasuke. Sejak pertama dia tahu bahwa Sasuke ternyata juga bagian dari tim yang dibentuk oleh Naruto, tim yang menjadi partner timnya saat ini.
Vali pernah bertemu dengan Sasuke, saat event Pertemuan Tiga Fraksi di sekolah ini juga, namun saat itu dalam situasi yang berbeda, sebagai kubu yang berlawanan.
Sebenarnya saat ini pun Vali tidak tahu sama sekali apa tujuan tim Naruto yang sebenarnya walau mereka sepakat menjadi partner yang saling membantu. Naruto tak sedikitpun memberitahunya, Vali pun enggan bertanya. Bagi Vali, berteman saja sudah cukup, tak perlu bertanya lebih. Lagipula semua anggota timnya, apalagi Le Fay dan Kuroka sangat senang berteman dengan orang-orang di tim Naruto. Apalagi ada Ophis di sini, membuat Vali makin yakin dengan keputusannya.
Sasuke sedikit mundur dengan mata menatap jijik pada Vali, "A-aku masih tertarik dengan wanita."
"Ha?" Vali tak mengerti.
"Aku bukan homo. Hush huss,,,,, sana! jauh-jauh dariku!"
Wajah Vali merah padam karena marah, "What the F**k! Kau tidak mengerti keinginanku hah? Aku hanya ingin mengajakmu bertarung, bukan mengajaaak,,, ekhkhem,,, begituan."
"Oh, maaf." kata Sasuke singkat, sedikit malu karena dia salah paham dan berpikiran tidak-tidak tadi. Kini dia kembali dengan wajah stoic andalannya.
Pfffttt,,,,
Terdengar kikikan pelan dari orang lain yang ada di sana.
Naruto yang tidak ingin ada keributan sebelum berangkat, berusaha menengahi. "Hoi,,, Vali. Sebelum kau menantangnya, lebih baik kau wujudkan dulu bentuk terkuatmu sampai benar-benar dapat kau kendalikan. Sasuke itu, sama kuatnya denganku tahu."
"Cih..."
Vali mendegus, seperti yang dikatakan Naruto. Setelah pertarungan sengit dengan pria berambut pirang itu, Vali menyadari kalau masih ada bakat tersembunyi dalam dirinya, potensi besar yang mampu membuatnya sebagai orang terkuat di dunia ini. Ia hanya harus berlatih keras mengembangkan bakat aslinya itu.
Tidak cukup hanya dengan memaksakan kehendak dan menyegal kesadaran Hakuryukou masa lalu. Naruto mengatakan padanya agar memperkuat ikatannya dengan Albion. Itu merupakan point kunci untuk mensinkronkan kekuatan Lucifer Sejati dengan kekuatan Naga Putih dari Sacred Gearnya. Naruto sebagai Jinchuriki telah memiliki ikatan itu sejak lama. Berbagi pengalaman hidup dan perasaan adalah pondasi utama untuk membangun ikatan yang kuat sebagai partner, sedangkan kepercayaan menjadi hal terpenting untuk terus memperkuat ikatan itu dan mempertahankannya.
Karena hal ini, sepertinya Vali terpaksa menganggap Naruto sebagai guru. Lagipula kalau tidak karena Naruto, dia mungkin sudah mati. Saat pertarungan, kekuatan Lucifer dalam darahnya bangkit namun tak sinkron dengan kekuatan Albion. Untuk ada Naruto yang punya teknik penyegelan hebat, sehingga proses Maoufikasi bisa dihentikan saat itu juga.
Vali mundur perlahan, namun sebelum itu.
"Hei, Arthur. Kira-kira siapa yang jadi uke-nya kalau mereka berdua jadi pasangan homo?" Bikou berbisik pada teman setimnya.
Athur merespon dengan menaikkan bahu, tanda tak tahu dan tak peduli dengan itu.
Walau tak direspon, namun Bikou tetap bicara, sudah pribadinya sebagai kera bermulut ember. "Kalau menurutku sih, pasti Vali yang jadi uke. Walaupun cool, tetap saja wajah ketua kita itu berkesan imut-imut gimanaaaaaa gitu. Kalau satunya kelihatan cuek-cuek perhatian, tipe seme idaman. Ahhhh,,, tebakanku pasti benar."
Braakkkk...
Shiiinnnggg...
"Hiieee..."
Bikou langsung merinding. Tak tau bagaimana, tubuhnya sudah menempel di dinding karena cengkrama Vali pada lehernya, bahkan sebuah pedang tajam menacap di dinding, tepat di samping telinganya.
"Fiiiuuuuhhh, apa tidak ada hal lain yang berguna? Daripada kalian ribut-ribut diruanganku, lebih baik diam saja!"
Sona menggerutu sebal. Kehidupannya semakin rumit sekarang, dimulai sejak bertemu Naruto dan Hinata, lalu Ophis sang ketidakbatasan, Sasuke dan Sakura musuh dari Konoha, lalu berteman dengan orang-orang aneh dari Tim Vali. Meski begitu, tetap ada hal baiknya. Sona menjadi lebih ekspresif, frekuensi penampakan wajah datarnya sudah sangat berkurang.
"Nee, Tsubaki. Beneran kau tidak mau ikut?"
"Hai, Kaichou. OSIS tidak bisa ditinggalkan begitu saja, aku akan menggantikanmu selama kau pergi."
"Iya juga sih. Kalau itu memang yang terbaik menurutmu, lakukan saja."
"Hmmm, anoo..." Le Fay datang pada Tsubaki dengan wajah gugup khas anak kecil pada orang yang baru kenal.
"Ada apa?" tanya Tsubaki.
"Aku titip Fenrir-chan yaaaa. Onegaaaai..." kata Le Fay sambil menangkupkan kedua telapak tangan didepan wajah.
"He?" Tsubaki cukup terkejut, bagaimanapun ia wakil ketua OSIS, organisasi yang mengurus banyak hal di sekolah, bukan tempat penitipan anjing. Apalagi ini jenis yang sangat berbahaya, Serigala Fenrir pemilik taring yang mampu membunuh tuhan.
"Ah, iya. Akan kulakukan semampuku." Tsubaki mengiyakan saja pada akhirnya.
"Yeeiiii,,, Arigatou Fukokaichou-sama." kata Le Fay sambil melompat-lompat girang. "Nee, Fenrir-chan. Kau jangan nakal selama disini yaa." katanya pada serigala peliharaannya.
Le Fay bisa tenang meninggalkan Fenrir, hewan kesayangannya ada yang mengurus dan memberi makan. Kalau Gogmagog atau yang seringkali ia panggil Gogz-kun, itu tidak masalah ditinggalkan di markas. Gogmagog hanyalah benda mati yang dapat bergerak sebagai senjata tempur.
"Persiapan sudah selesai!"
Hinata berseru, atensi semua orang tertuju padanya. Dia mengkonfirmasi nama-nama yang ikut dalam perjalanan ini. Dirinya sendiri, Naruto, Sasuke, Sakura, Sona, Vali, Bikou, Arthur, Kuroka dan Le Fay. Sepuluh orang.
Kesepuluh orang itu berkumpul mendekat pada Hinata, sedangkan Ophis mundur ke sisi ruangan, Tsubaki membawa Fenrir yang sudah jinak bersamanya di dekat Ophis.
"Ada hal penting yang harus ku katakan. Walaupun belum kesana, tapi aku sudah memiliki beberapa informasi tentang universe yang kita tuju. Arus waktu disana sangat berbeda dengan disini, banyak hal yang mungkin diluar dugaan. Sisanya akan kujelaskan setelah sampai di tempat tujuan."
Sembilan orang mengangguk akan ucapan Hinata. Ini petualangan, resiko sudah pasti ada.
Hinata mengaktifkan sistem trasnporter antar universe pada Cube. Cahaya menyilaukan keluar dari sana, menyelimuti kesepuluh orang
Ketika cahaya memudar, yang tersisa adalah tubuh-tubuh tertidur. Ya, sepeluh orang yang seharusnya berangkat, malah terbaring di lantai ruangan.
Tsubaki sama sekali tak mengerti, yang bisa ia pikirkan sekarang hanyalah dia harus mengurus tubuh-tubuh itu.
Sedangkan Ophis, "Kuharap tidak ada hal buruk dengan mereka."
.
.
.
-At Another World-
Link Start
Welcome to Gun Gale Online (GGO)
.
.
.
TBC...
.
Note : Long chapter lagi, padahal niatnya mau bikin standar saja biar typo ga banyak. Tapi mau gimana lagi, aku ingin mengakhiri masalah di Venesia di chapter ini.
Gimana Naruto Vs Vali nya? Sesuai janji, mereka bertarung habis-habisan. Vali sampai memaksa penggunaan Empireo Juggernaut Overdrive bahkan mengalamai Maoufikasi menjadi Lucifer sejati walaupun belum berhasil. Naruto, pada chapter ini dia parade rasengan, banyak varian yang keluar. Lalu mode barunya di FF ini, The Truth Seeking Armor, bisa bayangin bentuknya kan? Ide ini sudah ada lebih dari setengah tahun lalu tapi baru bisa dikeluarkan sekarang, menyesuaikan alurnya.
Yang pasti, dari chapter ini konflik mulai bertemu, mengkerucut dan menguat, aroma Perang Armageddon mulai kerasa. Sakra dari reliji Hindu-Buddha berencana menyerang Konoha. Aliansi Tiga Fraksi makin menjadi dengan Imperium of Bible-nya, memulai permusuhan dengan Olympus dan melibatkan diri dalam konflik bangsa vampire Rumania. Konoha, semakin siap dengan bala tentaranya, bahkan punya link ke Amerika. Khusus untuk Alucard yang menjalin kontrak dengan Konoha, entah apa jadinya nanti, yang pasti dia sepakat menjadi sekutu Konoha. Chara ini bukan asli dari DxD, hanya chara tambahan yang kurasa diperlukan untuk beberapa peran khusus.
Lalu, universe ketiga. Kurasa sudah banyak yang tahu. Ada banyak saran yang masuk, namun akhirnya aku malah memilih ini. Banyak pertimbangan dikepalaku, yang paling penting itu penerimaan logika akan konsep yang ketiga ini, asal milih aku takut malah jatuhnya akan rusak. Susah banget loh membuat atau menggabungkan konsep dari cerita yang berbeda.
Ulasan Review:
Aku heran deh, kapan aku pernah bilang Naruto jadi pemilik Longinus baru? Ga mungkin kan? Sacred Gear dan Longinus itu bawaan lahir.
Tim Gremory walau tidak diceritakan, tuh ada disebutkan kalau mereka semua juga dapat Power Up.
Tentang Cardinal System, betul banget. Konsepnya mirip dengan sistem game SAO. Namun untuk FF ini, aku buat dalam skala besar melingkupi banyak universe dengan beberapa teori pendukung.
Yang kangen chara Tenten, tuh dia ada keluar.
Cao Cao ga death chara, dia masih punya peran di Perang Armageddon nanti walau saat ini dia harus mendekam di kedalaman jurang Neraka.
Update?, sudah kubilang kan kalau untuk beberapa waktu kedepan tak beraturan, kisaran setiap 8-12 hari satu kali up.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya ku balas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
...
.
