Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 14 Oktober 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . . . .

Setelah itu, Crom Cruach berhenti berbicara dan diam. Pertarungan ketat yang mereka lakukan berakhir dengan tiba-tiba seolah itu tidak pernah terjadi.

Azazel berdiri dan melirik kearah Gaara, "Dari perkataanmu yang kuingat tadi, kau sepertinya sudah tahu sejak awal akan begini?"

"Kheh. Hanya firasat, lagipula aku tidak ingin membuang tenaga untuk hal yang tidak perlu."

Satu lagi hal yang kini disimpan Azazel dalam otaknya, Gaara punya kemampuan hebat membaca situasi. Azazel menanamkan dalam hatinya, Gaara harus di waspadai, Konoha bisa jadi ancaman terberat untuk impian ras-nya.

Setelah melihat satu sama lain, sebelas orang meninggalkan basement lantai tiga secepatnya.

Crom Cruach bahkan tidak mengejar.

.

To The End of The World

Author: Si Hitam

Chapter 58: Rumania's Disaster Part 4.

.

-Pulau Melayang Konoha-

Wilayah Jepang belum lama memulai hari. Kakashi sudah tiba di ruang kerjanya. Walaupun sebenarnya tidak ada kerjaan, tapi setidaknya sebagai Hokage dia ingin tampak bekerja. Semenjak hanya Konoha saja yang tersisa dari dunia shinobi, tak ada pekerjaan lagi bagi hokage. Kantor pemerintahan, administrasi sipil, hukum, dan sektor-sektor pemerintahan lainnya telah sepenuhnya dibawah tanggung jawab pejabat yang kompeten untuk pekerjaan itu. Hokage hanyalah simbol kepala negara yang tugasnya tidak keluar dari urusan militer.

Tentang urusan militer, saat ini tidak ada yang perlu Kakashi kerjakan. Paling hanya sesekali mengawasi latihan para shinobi demi meningkatkan kekuatan militer dan produksi senjata tradisional ninja secara besar-besaran. Sisanya sudah diserahkan pada orang lain sesuai dengan jabatannya. Beberapa petinggi dan ninja senior Konoha yang piawai berpolitik, kebanyakan berangkat keluar Konoha untuk tugas diplomatik. Salah satunya adalah Gaara yang kini sedang di Rumania.

Karena itulah, Kakashi kini hanya berdiri dibalik jendela kaca lebar memandangi seluruh penjuru yang tersisa dari dunia shinobi, Desa Konoha. Matanya ia gulirkan keatas menatap langit biru cerah yang bersih dari hamparan kapas putih. Padahal masih pagi, tapi sudah terasa lumayan panas. Mungkinkah ini pertanda bahwa nasib baik akan datang padanya?

Kakashi menyipitkan matanya ketika menangkap siluet bayangan hitam yang bergerak cepat di langit sembari meninggalkan bayangan merah yang panjang akibat betapa cepatnya gerakan itu. Dia ingin segera bertindak tapi membatalkan niatnya manakala menyadari bahwa sosok hitam itu melesat cepat menuju ruangannya.

Pyaarrrrr...

Jendela kaca ruang Hokage pecah setelah di hantam sesosok tubuh.

Duaagg...

Tubuh itupun menabrak pintu hingga membuatnya retak.

"Itteeeeiiiiii..."

Sosok itu merintih kesakitan akibat pendaratannya yang tidak mulus. Dia berdiri lalu menepuk pantatnya sembari memutar-mutar tubuh untuk memastikan tidak ada yang luka.

Zssshhhtttt...

Enam ANBU langsung bersiaga. Dengan senjata yang terhunus mereka mengancam si tamu tak tahu sopan santun.

Namun yang di ancam tak sedikitpun memperlihatkan kepeduliannya. Dia memutar-mutar lehernya dengan mata terpejam hingga terdengar bunyi gemertak.

Kakashi langsung menyadari siapa tamunya, seorang wanita yang tak menunjukkan sinyal-sinyal bahaya.

"Kalian berenam, tunggu diluar saja! Dia tamu penting."

Sesuai intruksi, enam ANBU pun lenyap dari ruang hokage. Menyisakan Kakashi dan sang tamu yang tak tahu sopan santun.

"Yare-yare. Ternyata menyusahkan datang kesini."

Nampak sosok wanita itu menggerutu sebal.

Kakashi memperhatikan penampilannya, wanita berambut pirang pendek yang dikuncir. Agak mirip Temari namun hanya berkuncir dua dengan iris mata yang berwarna merah menyala. Wajahnya cantik namun masih memperlihatkan kesan imut dan manis, khas perempuan berumur 19 tahun. Kebawah sedikit, dadanya yang bombastis tercetak menggiurkan dibalik seragam kemeja militer ketat yang ia kenakan. Perutnya ramping dan pinggulnya lebar. Sebagai bawahan, wanita itu mengenakan rok pendek ketat dengan warna senada atasannya.

"Hoooiiii..." wanita itu coba memanggil Kakashi yang menatapnya aneh, dia agak risih. Apalagi masker hitam yang tampak basah di sekitar hidung seperti ada darah yang keluar. "Halooooo, kau hidup?"

"Ahh ya, maaf kalau aku tak sopan."

Kakashi memang tak sopan, baru saja dia membayangkan melakukan hal-hal erotis pada tamunya sendiri, terlebih dia juga tamu negara. Pasti ini efek bacaan mesumnya itu.

"Kakashi-kun kan?"

Kakashi menyerngit, bisa-bisanya si tamu memanggilnya begitu? Jelas dari penampilan si perempuan masih seperti remaja sedangkan ia sendiri masih berumur.

"Hei, jangan lihat orang dari penampilannya. Aku sudah hidup ratusan tahun. Walaupun seragam yang kupakai ini kelihatan persis seperti seragam wanita pasukan militer Inggris pada Perang Dunia II 70 tahun lalu, tapi aku memakainya karena nyaman dan modis."

"Ya ya yaaaa, aku percaya." Kakashi tidak mau ocehan si tamu semakin lama. "Jadi, bisa kah kau perkenalkan dirimu.!"

Kakashi mungkin sudah bisa menebak identitas tamunya, tapi dia tidak akan meninggalkan formalitas.

"Perkenalkan, Seras Victoria." si tamu membungkuk sedikit lalu berdiri tegap lagi, "Aku pelayan Alucard-sama. Master mengutusku untuk mengantarkan emas sesuai kesepakatan antara beliau dengan anda, Kakashi-kun."

"Ya, aku mengerti. Tapi kau terlambat."

Kakashi nampak bisa lega. Sebenarnya dia ada sedikit masalah. Proyek pembelian senjata dari Amerika terancam gagal, pihak penjual hampir saja membatalkan kesepakatan kalau dalam beberapa jam lagi uangnya tidak ditransfer. Dalam kesepakatan itu, uang sebagai alat tukar yang digunakan adalah emas. Logam mulia yang sangat berharga dan dapat di gunakan sebagai alat tukar di dunia manapun berada.

"Jadi mana emasnya?" tanya Kakashi.

"Fyuhh, kau tak sabaran Kakashi-kun."

Wanita bernama Seras Victoria mengubah lengan kirinya menjadi hitam-merah. Itu adalah darah vampir yang mampu dibentuk menjadi apapun, menyerang ataupun bertahan, membunuh dan membuat sihir. Kakashi sudah cukup tahu bagaimana kekuatan vampir bekerja.

Lengan itu memanjang, naik keatas ruangan dan membentuk sebuah lingkaran selebar 3 meter. Dari dalam lingkaran itulah, berjatuhan emas-emas dan berlian berbagai macam bentuk. Ada koin, peralatan makan, perhiasan, tongkat dan lainnya, ada pula emas batangan. Emas dan permata itu terus jatuh berhamburan, menggunung hingga memenuhi seisi ruang Hokage.

Kini hanya tersisa ruang sempit disekitar meja dimana Seras duduk diatasnya. Padahal ruang hokage terbilang luas, kalau emas sampai memenuhi seisi ruangan maka dapat dipastikan emas-emas dan berlian itu sangat banyak.

Koin emas terakhir pun jatuh.

Seras mengulas senyum, "Nah, sebagai permintaan maaf karena terlambat. Master mengirimkan semua emasnya untuk permintaan misi beliau, 50 metrik ton emas. Timbang saja kalau kau tak percaya."

"Errrr, yah aku percaya kok."

"Ya, lalu?"

"Emm, bi-bisaaaa...?" ucapan Kakashi terdengar putus-putus karena risih. Risih karena jaraknya terlampau dekat dengan Seras. Dia duduk di kursi dan Seras duduk di meja tepat dihadapannya.

Seras membuat senyum nakal-nakal genit. "Bisa apa, Ka-ka-shi-kuuun?"

"Etto..." Kakashi tidak bisa mengeluarkan suaranya karena kata-kata yang ia siapkan tersendat di tenggorokan. Apalagi saat Seras mencondongkan badan kearahnya, terpaksa ia mundur.

Dug...

Kakashi tidak bisa mundur lagi, sandaran kursinya menabrak jendela kaca. Bagian ini masih utuh, yang pecah akibat ditabrak Seras tadi ada di bagian lain yang kini terhalang timbunan emas. Ia melirik kiri kanan untuk menghilangkan kepanikan. Entah kenapa ia selalu merasa sial jika berhubungan dengan perempuan dari ras supranatural. Dulu ia pernah digoda Yasaka si ratu rubah, sekarang Seras si pelayan vampir legendaris.

"Nee Kakashi-kun, kau tadi menatap tubuhku dengan gairah kan? Ayooo, kemana keberanianmu tadi?"

"Tidak. A-aku tidak melakukannya." Kakashi mengelak. "K-kalaupun kau merasa begitu, akuuuu, a-aku minta maaf."

"Hmmmm. Aku akan memaafkanmu kalau aku sudah menghisap darahmu, bagaimana?"

"Jangan!" teriak Kakashi cepat. Ia nampak panik, padahal sebagai shinobi elit senior ia sudah terlatih untuk tidak panik dalam situasi apapun, bahkan ketika situasi terburuk antara hidup dan mati. "Aku tidak mau menjadi vampir, aku masih ingin jadi manusia."

Alasan Kakashi logis. Tidak ada hal menyenangkan dengan menjadi mahkluk supranatural yang hidup lama bahkan katanya abadi. Hanya ada kesendirian saat semua orang terdekat telah tiada lebih dahulu.

"Bagaimana kalau kau mencicipi tubuhku dulu sebelum aku menghisap darahmu? Ini tawaran bagus loh, tidak datang dua kali." senyum Seras semakin nakal dan genit, bahkan kini ia berani duduk dipangkuan Kakashi dalam posisi berhadap-hadapan..

"Hah?"

"Mau yang ini dulu?" Seras membuka kancing atas seragamnya.

Mata Kakashi bisa melihat jelas bagaimana bentuk bagian tubuh yang itu walau masih hanya belahannya.

"Atauuu langsung kesini?" Sebelah tangan Seras yang lain menyingkap roknya.

"K-kurasa itu tak perlu."

"Loh, kenapa? Bukannya kau mesum, ne Kakashi-kun?"

"T-tidak! Hanya saja aku tak tertarik padamu."

"Whattttt! Apa kau bilang?" raut wajah Seras berubah seratus delapan puluh derajat. Dia sedikit menjauh dari Kakashi. "Katakan padaku, bagian mana dariku yang tidak menarik?" tanya Seras dengan nada menuntut. "Ini? yang ini? atau ini? atau yang mana?" telunjuk Seras bergantian menunjuk-nunjuk bagian tubuhnya yang biasanya disukai kaum Adam.

"A-aku suka yang lebih dewasa, h-hot, dan ber-berpengalaman. D-daun muda tidak menarik." Kakashi tidak bisa berbicara lancar, ada ketakutan kalau pernyataannya salah.

"Eh?"

"I-ittuuu kkauuu, kau m-masih pepepepe-perawan, iya kan?"

Seras terdiam, kepalanya tertunduk, poni rambutnya menutupi dahi hingga mata. Ada aura hitam suram disekitar tubuhnya, menandakan kalau sepertinya ucapan Kakashi kena telak.

"Uwaaaaaaaaaaaaaa...!"

Tiba-tiba Seras berteriak kencang.

Duakkk...

Bugbugbugbug...

Buaaagggkkkk...

Bammmmb...

Kepala Kakashi menjadi samsak tinju pelampiasan tangisan Seras.

Pyarrr...

Jendela kaca di belakang Kakashi pecah. Seras telah pergi bersama air matanya sambil berteriak, "Maassteeeeeeeeeeeeeeeerrrrr, kau jahat. Kau jahat master! Kenapa rahasia itu kau kasih tahu pada orang lain. Huwaaaaaaaaaaaaa..."

Fiuuuh...

Kakashi bisa bernafas lega, hawa keberadaan Seras tidak terasa lagi di Konoha.

Enam buah kepala menyembul keluar dari balik timbunan emas. Wajah dari kepala-kepala itu tertutup topeng, mereka para ANBU yang tadi.

"Anda baik-baik saja, Hokage-sama?" tanya salah seorang ANBU.

"Ya, aku tak apa."

Nampak tak ada satupun ANBU yang percaya. Pasalnya, wajah Kakashi bonyok, bahkan di kepalanya ada banyak benjolan.

Poor Kakashi...

...

-Kastil Vampir Tepes, Rumania-

Sebelas orang kini menuruni tangga terakhir menuju lantai basement paling dasar.

"Valerie, Aku akan sampai sebentar lagi!"

Gasper tiba-tiba berjalan paling depan. Dia pasti merasakan Valerie semakin dekat dengannya.

Ketika sampai di ujung tangga, yang ada didepan mereka semua adalah pintu besar dan megah yang terbuat dari batu dengan ukiran yang mengagumkan.

Kiba dan Issei mendorong pintu itu hingga terbuka.

Mereka semua masuk, interior didalam ruangan tampak didesain khusus sebagai tempat ritual. Ada banyak rak buku dengan patung yang mencekam serta gulungan kertas yang berhamburan.

"Gas-Gasper…..?"

Suara yang seperti hampir habis itu, suara Valerie, berasal dari tengah ruangan dimana ada tempat tidur di atas sebuah lingkaran sihir besar tergambar di lantai. Valerie terbaring di ranjang itu.

Lingkaran sihir mengeluarkan sinar yang mengerikan dan mulai menyelimuti tubuh Valerie.

"Valeriiiiiiiiiiie...!"

Gasper berteriak mendekati lingkaran-sihir, tapi dia tidak bisa mendekat karena pelindung yang menghalangi jalannya. Dia melihat ada seorang laki-laki didekat ranjang Valerie, itu Marius yang sedang mengendalikan mantera didalam lingkaran-sihir.

"Berhenti...! Tolong berhentiiiiiiiii! Tolong jangan sakiti Valerie lebih dari ini! Tolong lepaskan diaaaaa...!"

Marius mengulas senyum menjijikan menanggapi permintaan menyakitkan Gasper.

"Tenang lah! Aku sedang mencoba untuk 'membebaskan'-nya. Lihat!, sebentar lagi aku akan bisa mengeluarkan Holy Grail yang memakan pikiran dan jiwa Valerie."

"Aaaaaaaaaaaaarrrkkhh..."

Valerie berteriak keras dan sesuatu memaksa keluar dari tubuhnya.

Traankkk

Prannggkk...

Xenovia dan Kiba berusaha memotong pelindung lingkaran sihir, tapi hasilnya tak menunjukkan sebuah goresanpun.

Buaaggg...

Issei pun berusaha dengan tinjunya sekuat tenaga, namun nihil.

Marius tak melirikkan matanya ke arah Issei dan yang lain, dia fokus pada proses ektraksi Holy Grail dari tubuh Valerie. Namun dia masih sempat mengucapkan ancaman, "Tolong tahan diri kalian! Jangan melakukan hal tidak perlu. Jika itu berdampak pada mantera, maka Holy Grail dan pemiliknya tidak akan ada yang selamat."

Azazel mengaktifkan sebuah lingkaran sihir kecil dengan telapak tangannya dan mulai memeriksa mantera Marius, lalu dia langsung mendecih. "Formula pelindung ini adalah salah satu milik Tuhan dalam Kitab. Kenapa kau tahu sebuah kode yang aku sendiri tidak tahu? Apa ini juga informasi yang diberikan padamu oleh Rizevim!?"

Marius kembali menaikkan sudut bibirnya, "Ada banyak hal yang dia berikan padaku. Berkat itu, penelitianku tentang Holy Grail berjalan lebih jauh sehingga aku dapat membangkitkan makhluk jahat yang seharusnya sudah mati. Selain itu, sepertinya Holy Grail dalam tubuh Valerie memiliki sesuatu aspek yang luar biasa yang tidak dimiliki semua pemilik Holy Grail sebelumnya. Dia mahir menghilangkan kelemahan suatu makhluk."

Inilah alasan kenapa vampire bisa diperkuat dengan menghilangkan kelemahan mereka. Alasan yang kini hanya diketahui oleh Gaara, kenapa Naga Jahat Grendel punya tubuh yang lebih tahan terhadap dragon slayer Gram dan Ascalon daripada saat ia hidup dahulu.

Marius telah menyelesaikan mantranya. "Fufufu. Berkat itu, aku bisa menyelesaikan ini dengan aman."

Cahaya dari lingkaran sihir semakin kuat sehingga tubuh Valerie yang terselimuti tak nampak lagi.

Ketika cahaya memudar, apa yang keluar dari tubuh Valerie adalah sebuah gelas kecil yang bersinar keemasan. Itulah Holy Grail, Sacred Gear Longinus Sephiroth Graal yang merupakan satu dari tiga benda pusaka.

"Aa…"

Valerie pun kehilangan kesadarannya secara total, terbaring diatas ranjang tanpa tanda-tanda kehidupan.

Marius mengambil Holy Grail dari Valerie dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Inilah Longinus Sephiroth Graal. Dan ini merupakan sebuah karya agung yang telah melampaui persyaratan untuk melepaskan Balance Breaker."

Mantera lingkaran sihir berakhir, begitu juga dengan pelindungnya yang juga menghilang. Gasper lari kesisi Valerie.

Melihat semua kejadian itu, Azazel menunjukkan ekspresi seperti seseorang yang menemukan kejanggalan, ia seperti ragu-ragu, "Ini sungguh aneh. Untuk mengambil keluar sebuah Longinus, ini sungguh…?"

Gasper memeluk Valerie, "Valerie!" panggilnya lirih.

Valerie membuka matanya karena suara Gasper dan melihat langsung kedalam mata Gasper. Valerie mengelus wajah Gasper yang sedang menangis.

Setelah Valerie mengelus pipi Gasper, dia meletakkan tangannya di dada Gasper. "Disini!, Ada dirimu yang lain, jadi aku ingin bertanya padanya sebagai permintaan terakhir." Valerie mengatakannya dengan suara yang seperti hampir menghilang. "Aku juga ingin berbicara padamu juga, kau Gasper yang sama, jadi kau juga perlu berbicara pada semuanya. Pasti ada sebuah tempat untukmu dimana mereka akan mengakuimu."

Tangan Valerie kehilangan kekuatannya dan jatuh kebawah. "Aku berharap kau bisa bersama-sama dengan semuanya."

Itu lah merupakan kata-kata terakhir Valerie.

"…!"

Gasper menggelengkan kepalanya beberapa kali dan memeluk erat tubuh Valerie.

Suatu pemandangan yang sangatlah menyedihkan untuk dilihat.

Namun ada satu orang yang bertepuk tangan didalam situasi ini.

Marius Tepes tertawa sambil memegang Holy Grail dengan satu tangan. Dia menatap Rias, "Rias Gremory-sama, tolong tembak aku dengan kekuatan penghancurmu!"

Urat dahi Rias menonjol keluar, dia mengumpulkan banyak sekali kekuatan-demonic kekuatan kehancuran didalam tangannya, yang pasti itu sangatlah berbahaya.

"Ya, aku tidak akan menahan diriku lagi. Bahkan aku tidak bisa menahan lebih dari ini!"

Power of Destruction dalam jumlah besar ditembakkan ke arah Marius. Tampak seperti laser hitam dengan outline merah.

"Hancurlah!"

Laser itu sangat kuat, sangat berbahaya jika diterima tanpa membuat pertahanan. Tidak!, bahkan dengan sebuah pertahanan biasa akan percuma.

Akan tetapi, Marius tidak menunjukan tanda-tanda mengambil tindakan, malahan dia membiarkan dirinya sendiri diselimuti oleh serangan Rias.

Apa yang tertinggal setelahnya adalah Holy Grail yang melayang di udara dan separuh tubuh Marius bagian bawah. Separuh tubuh bagian atas telah lenyap seluruhnya.

Melihat itu, mungkin banyak orang berpikir bahwa semuanya sudah berakhir.

Nyatanya tidak seperti yang dipikirkan. Separuh tubuh bawah Marius mulai membentuk otot yang tumbuh keatas dan membentuk suatu sosok. Dalam sekejap, Marius benar-benar bangkit kembali persis seperti sebelum di tembak Rias. Tidak!, dia bukannya bangkit kembali namun dia beregenerasi dari sisa-sisa tubuhnya.

Marius tersenyum dan mengambil Holy Grail yang melayang diudara dengan tangannya lagi. "Sudah lihat kan? Aku juga memiliki sifat dimana dapat pulih langsung. Ini karena Holy Grail yang telah ditarik keluar dari tubuh Valerie mampu melepasan kekuatannya tanpa adanya penolakan sedikitpun persis ketika berada didalam pemiliknya. Ketika tubuh bagian atasku dihancurkan, atau jiwaku juga dihapuskan, tapi selama adanya pecahan dari jiwaku yang tersisa di dalam sepotong ragaku, maka aku akan kembali seperti semula."

Azazel, bahkan semua orang mengerti kemampuan sejati Holy Grail. Benda pusaka itu bisa menghidupkan kembali siapapun asal masih ada jiwa yang tersisa.

Namun berbeda dengan Gaara, ia melihat ini hanya sebagai sebuah lawakan. Jika ingin, ia bisa saja melenyapkan Marius seperti ia melenyapkan esensi Grendel. Biar bagaimanapun orang itu bisa hidup kembali, tapi jika esensinya disegel, maka berakhirlah sudah.

Lagipula kalau ia melakukan itu, tak akan jadi masalah. Itu adalah teknik rahasia, namun meski telah digunakan dan banyak orang telah melihatnya, teknik itu akan menjadi rahasia kembali beberapa saat kemudian ketika semua memori berkaitan dengan target dihapuskan dari seluruh alam karena esensinya disegel. Berapa kali pun Gaara melakukannya, teknik itu tak akan pernah diketahui siapapun selain dirinya.

Meski begitu, Gaara tidak berpikir akan menggunakan segel taisou yang dimodifikasi lagi. Marius memang harus dilenyapkan karena menghalangi jalannya, tapi tidak dengan cara itu.

Ada kelemahan dimana teknik itu tak bisa digunakan sekarang. Prosesnya berlangsung lambat dan Gaara tidak bisa melakukannya pada terget bergerak karena fokus konsentrasinya habis untuk merangkai formula segel yang begitu rumit. Itu sebabnya dia bisa melakukannya pada Grendel yang telah dihajar habis-habisan oleh Tim Rias.

Namun ada hal lain yang mutlak menjadi pertimbangan Gaara, yaitu efek samping yang menjadikan teknik ini termasuk kinjutsu atau jutsu terlarang. Itulah alasan kenapa Gaara tidak bisa menggunakannya sembarangan tanpa dipikirkan matang-matang. Efek samping itu bukan menimpa penggunanya seperti pada kinjutsu kebanyakan, namun berefek besar pada aliran takdir dunia yang mungkin saja mengancam kelangsungan hidup seluruh makhluk.

Menghilangkan suatu esensi, tentu akan menghapus takdir masa lalunya dan memotong takdir masa depannya. Ada sebuah teori tentang itu, Butterfly Effect, singkatnya teori itu menyatakan bahwa kejadian sekecil apapun hari ini sangat mempengaruhi hal besar di masa depan. Misal, persis saat tengah hari satu kepakan sayap seekor kupu-kupu di dekat sungai Amazone di Amerika Selatan menjadi awal dari serangkaian rantai kejadian sebab-akibat panjang yang berujung pada sebuah badai tornado besar di Amerika Utara enam bulan kemudian. Badai itu bisa jadi bencana, namun bisa juga berkah untuk daerah kering. Jika kupu-kupu itu dilenyapkan, maka tidak ada tornado, tidak rantai kejadian yang memunculkan badai, dan banyak hal lain yang harusnya ada menjadi tidak ada.

Itu pula yang terjadi jika Gaara menggunakan segel taisou yang telah dimodifikasi. Menggunakan sembarangan tanpa memikirkannya matang-matang bisa menjadi bencana pada semua orang di masa depan. Dia berani melakukannya pada Grendel karena memang Grendel seharusnya sudah mati, sehingga tidak masalah dilenyapkan. Lain halnya dengan Marius yang notabene masih hidup. Akan lebih bijak membiarkan takdir yang menjawab kelanjutan nasib Marius.

Lalu ada suara riuh tepuk tangan. Itu bukanlah dari Tim Rias maupun Marius. Tapi dari sudut gelap tempat ritual, banyak bayangan bermunculan.

"Seperti yang aku pikirkan."

"Kemampuan regenerasimu meningkat."

"Kau sama seperti seorang Phoenix."

Bayangan-bayangan itu menunjukkan diri, semuanya lelaki paruh baya yang dari penampilannya telah melewati usia setengah abad. Mereka bertingkah seperti orang terhormat.

Mereka semua pasti vampir berdarah murni, para petingi-petinggi di pemerintahan yang melakukan kudeta dan memihak Marius.

Marius tersenyum pada penampakan orang-orang itu, "Oh semuanya. Persiapan sudah selesai. Apa kalian ingin aku meningkatkan kekuatan kalian sekarang?"

Selanjutnya, hal yang terjadi adalah pembicaraan memuakkan tentang idealisme antar para vampir itu. Sesuatu tentang vampir sebagai makhluk malam dengan banyak kelemahan. Cahaya matahari, air, sebuah salib, dan air suci. Lalu keinginan untuk membangkitkan diri mereka kembali sebagai makhluk baru tanpa kelemahan yang melebihi vampir darah murni biasa menggunakan Holy Grail.

Bahkan lebih itu, sebuah pernyataan klise dari segelintir makhluk sombong, tentang Vampir yang ingin menggantikan manusia menguasai seluruh dunia, menjadikan manusia sebagai budak dan cadangan nyawa.

Satu yang pasti ingin mereka lakukan saat ini, kudeta. Ya, kudeta secara terang-terangan untuk merobohkan kedua Faksi yang telah ada sejak lama. Melenyapkan Lord Tepes saat ini yang entah dimana rimbanya serta membunuh Ratu Carmilla.

Yang terakhir, merekonstruksi ulang seluruh penduduk kota vampir menjadi makhluk baru tanpa kelemahan.

Nyatanya, semua keinginan dan idealisme itu telah melampaui batas, menyalahi aturan hidup yang dipegang teguh oleh vampir sejak jaman dahulu. Kesimpulannya, mereka orang gila.

Azazel cukup muak mendengar pembicaraan para vampire itu, dia ingin secepatnya menyelesaikan tugasnya, "Longinus itu adalah maha karya luar biasa. Idealisme kalian telah merusak banyak jenis prinsip."

Rias menyambung untuk memperingatkan Marius, "Mendapati orang seperti kalian memiliki Sacred Gear pasti akan menjadi berbahaya. Aku akan membuatmu menyerahkan Holy Grail itu pada kami. Aku akan juga mengijinkan pertempuran tergantung dari jawabanmu."

Marius membalas dengan seringaian sinis, "Kheh, apa bedanya? Kalian juga menggunakan Sacred Gear dan Longinus semau kalian. Sekiryutei, Sword Birth, Twiligh Healling dan Forbidden Balor View bocah vampir yang menangis disana itu. Kita ini sama, ras kalian juga memanfaatkan manusia sebagai sumber kehidupan. Tidakkah kalian berpikir kita bisa saling memahami satu sama lain karena kesamaan itu?"

Azazel merasa negosiasi ini tak akan ada akhirnya, "Cukup..! Kami pasti akan mengambil Holy Grail. Jika tidak bisa dengan cara baik, maka kami akan mengambilnya dengan paksa."

Gaara tak mempedulikan itu semua, yang terpenting adalah sedikit lagi, dengan sedikit bersabar, maka apa yang ia inginkan akan dia dapatkan.

"Khukhukhukhuuuuu... Sampah! Kalian sampah, menggelikan!"

Suara itu adalah suara tawa mengerikan yang menggema diseluruh ruangan ritual.

Semua pandangan mata tertuju pada sumber suara itu,

Gasper.

Ada aura hitam keluar dari tubuhnya, lalu secara bertahap menutupi berbagai bagian dari ruangan ini hingga tertutup semuanya. Tak ada yang bisa menghentikan itu.

Gasper yang berdiri perlahan, menunjukan matanya yang bersinar merah menakutkan. Mata itu tertuju pada Marius.

"Bangsawan, Darah Murni, Vampir tanpa kelemahan. Cuihhh! Tunjukkan padaku kekuatan yang kalian semua bicarakan."

Kegelapan dan hitam pekat. Ruangan ritual seluruhnya telah ditelan oleh kegelapan. Semua cahaya ditelan hingga tak tersisa setitikpun. Apa yang terasa sekarang seperti lapangan luas yang gelap dan hitam.

Mata merah Gasper bersinar, tubuhnya menampakkan perubahan. Seluruh permukaan tubuhnya diselimuti kegelapan lalu kehilangan bentuk manusia hingga membentuk wujud lain. Kedua tangannya memanjang dan menebal, ada kuku tajam tumbuh keluar. Punggungnya menjadi besar dan banyak sayap tumbuh. Kakinya juga memiliki tulang sendi yang berlawanan. Kepalanya membentuk seperti seekor Naga. Tubuhnya membesar hingga tingginya lima meter. Ada banyak taring dan sepasang tanduk.

"Koooooooooooooooooo...!"

Sosok itu mengaum dalam kegelapan.

Itulah wujud Gasper yang sebenarnya.

Hampir semua orang gemetaran menyaksikannya.

Vali menyaksikannya dalam diam dengan melipat tangan.

Gaara masih kelihatan tenang walau nyatanya ia juga terkejut.

Azazel menatap serius fenomena yang terjadi didepan mata, lalu sesaat kemudian menaikkan sudut bibirnya. Hal ini diluar ekspektasinya, dan tentu saja pasti akan ia manfaatkan sebaik-baiknya dimasa depan nanti.

Para petinggi vampir mendapati suara mereka tertahan di tenggorokan.

Tiba-tiba seorang vampir ditelan mulut besar dari sesosok makhluk menyerupai buaya yang muncul dari dasar kegelapan.

Gasper tertawa keras, "Enyahlah! Enyahlah kalian semua.! Makan mereka semua, Lenyaplah!"

Dari berbagai bagian ruangan, muncul bermacam-macam makhluk hitam yang tak pernah ada sebelumnya. Naga berkepala tiga, kupu-kupu dengan tubuh seperti kadal, serigala bermata satu, juga sebuah bunga raksasa yang punya kaki dan bisa berjalan, serta banyak sosok makhluk aneh lainnya lagi. Makhluk-makhluk itu muncul dari dasar kegelapan.

Para Vampir gemetaran karena takut. Satu persatu dari mereka, dimakan sampai habis, ditikam, ditelan bulat-bulat, ada yang dibawa terbang oleh burung berkepala gajah ke tempat jauh hingga teriakannya tak bisa didengar lagi, bahkan ada yang tubuhnya dicabik-cabik oleh cakar dan taring tanpa bisa melawan. Ya, tak ada satupun dari vampir itu yang sanggup melawan. Semuanya mati tanpa belas kasihan.

Akibat adegan ekstrim ini, Asia menutup mata dan telinganya.

Inilah Gasper. Gasper lain dalam diri Gasper yang baru pertama kali menunjukkan eksistensinya di dunia. Gasper yang menciptakan kegelapan dan menelan apapun kedalamnya.

Sosok Gasper lain menatap Marius, satu-satunya vampir yang tersisa, "Tahukah kau kenapa kekuatan Vampir tidak bekerja? Itu karena Aku menghentikan kekuatan yang telah diperkuat oleh Holy Grail."

Gasper yang lain, tidak lah menghentikan kekuatan vampir yang ia mangsa. Gasper menghentikan kemampuan yang telah diperkuat oleh Holy Grail. Benda pusaka itu, pada prinsipnya memiliki kemampuan yang berasal dari cahaya lalu kegelapan Gasper mampu menelannya.

Bukannya menunjukkan ketakutan, Marius malah bertepuk tangan. Dia menunjukkan wajah dengan penuh rasa percaya diri. "Mengagumkan. Memang belakangan ini telah lahir darah-separuh dengan kekuatan abnormal. Sebagian besar adalah pemilik Sacred Gear. Tapi kau lebih dari pengecualian diantara mereka. Aku melihat kau punya potensi yang mampu menyaingi Holy Grail. Bagaimana kalau kau membantuku dalam penelitianku?"

Ambisi Marius untuk melakukan penelitian semakin menggila.

Gasper bereaksi dengan kemarahan.

"Maksudmu seperti apa yang kau lakukan pada Valerie?"

"Ah, kau marah tentang itu? Yah, tolong dengarkan aku. Pada awalnya, penelitian tentang Holy Grail adalah–"

Swiissshhh...

Suara angin terbelah terdengar saat Gasper memanjangkan lengannya lalu menganyunkannya ke arah Marius.

Marius tak bisa bereaksi akibat kecepatannya dan tahu-tahu telah mendapati tangan kirinya terpotong. "Oh, ya ampun. Kau sungguh kasar. Akan tetapi, sesuatu seperti ini percuma terhadap tubuhku yang telah diperkuat oleh Holy Grail- ..."

Marius berhenti bicara ketika merasa tangan kirinya yang seharusnya tumbuh kembali tidak menunjukkan perubahan. Lengan kirinya tetap tak ada walau Holy Grail bersinar dalam cahaya emas. Dia terheran-heran.

"Hah? Apa? Tanganku tidak tumbuh kembali? Apa kekuatan Holy Grail melemah? Itu tidak mungkin, tapi apa yang- ..."

Fuuu...

Marius mengindari serangan dari lengan Gasper yang memanjang. Dia melompat kebelakang, tapi mulut buaya muncul dari tempatnya berpijak dan menggigit kaki kirinya.

Swiissss...

Tangan Gasper mencapai Marius dan menghancurkan kaki kanannya.

Bug...

Marius terjatuh diatas pantatnya. Dia mengangkat Holy Grail yang bersinar dengan satu tangan yang tersisa. Namun kaki dan bagian tubuh lainnya tidak kembali. Dia mulai menunjukkan keraguan dan ketakutan.

"Tidaaaakk! Tidak mungkin! Kenapa kaki dan tanganku tidak sembuh?" Marius bertanya pada dirinya sendiri dalam teriakan ketakutan. Dia semakin terkejut saat melihat tangan dan kakinya mulai ditelan oleh sesuatu yang hitam. "Apa i-ini? L-lukaku? digerogoti kegelapan? Mustahil! Tidak mungkin sesuatu seperti ini bisa terjadiiiiiiiiii!" Marius menatap sosok mengerikan dari Gasper yang hitam tinggi menjulang. "Apa kau ingin mengatakan padaku kalau kau diatas Holy Grail hah?"

"Eh, ada yang salah? Jika kau ingin meregenerasi tubuhmu, maka cepatlah! Aku bisa dengan mudah menghancurkannya lagi. Hahahahaaaa..." Gasper mendekatinya selangkah demi selangkah.

Marius semakin panik, jadi dia mencoba menenangkan Gasper. "T-Tunggu!, Tenanglah! Aku tahu. Bagaimana jika aku membuat Clone Valerie untukmu dengan Holy Grail ini. Aku bisa juga menggunakan suatu metode untuk menemukan jiwanya. Ini bukanlah kesepakatan yang buruk-kan? Jadi kembalilah ke Jepang dengan membawa clonenya bersamamu. Kau pasti puas dengan itu!"

Bukannya membuat senang, Gasper kian marah karena ucapan Marius. "Jangan bicara lagi! Membangkitkan Valerie dan alasan untukmu tetap hidup bukanlah hal yang sama.Kauharus mati disini!"

Gasper kian mendekatkan jaraknya.

Marius mencoba melarikan diri bahkan dengan merangkak. Tidak ada sedikitpun rasa percaya diri yang Marius miliki sebelumnya tersisa saat ini. Yang nampak adalah keputusasaan yang makin menguat.

"P-Pergi.!" Marius meletakkan Holy Grail kedepan dan berteriak kearah Gasper. "Pergiiiiiiiiiii! Kau darah-separuh yang menjijiiiiiiikan!

Semua monster kegelapan yang diciptakan didalam ruangan ini mengelilingi Marius.

Gasper berdiri didepan Marius, "Kau adalah satu-satunya yang tidak bisa aku ijinkan bahkan sedikitpun pecahan tubuhmu tertinggal didunia ini. Silahkan mendapati jiwamu dimakan kegelapan. Matilah!"

Kata itu menjadi sebuah sinyal, semua monster melompat kearah Marius dan memakannya

"A, a, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"

Teriakan Marius menggema disepanjang ruang ritual hingga nafas terakhirnya

Akhir teriakan Marius menjadi pengakhir ketegangan yang ada, setidaknya untuk saat ini.

Semua kegelapan yang menyelimuti ruang ritual mulai menghilang, menghilang hingga hanya menyisakan Gasper yang masih berwujud monster.

Azazel segera memberi pertolongan pada Valerie. Dia mengaktifkan sebuah lingkaran-sihir untuk memeriksa kondisinya. Setelah beberapa saat, ia menunjukkan ekspresi kalau ia telah menemukan kejanggalan yang sejak tadi memenuhi otaknya.

"Begitu rupanya, aku mengerti sekarang."

"Apa maksudmu, Sensei?" tanya Rias.

"Sepertinya Holy Grail anak ini adalah sebuah sub-spesies. Holy Grail lain telah ada ketika yang asli seharusnya hanya ada satu. Jadi ada dua Holy Grail didalam anak ini. Aku merasa semua ini aneh. Tadi sebuah Longinus telah diekstrak, tapi itu terlalu tenang. Selama penelitianku, pengeluaran Longinus pasti mencolok mata."

Issei nampak tidak percaya, "Bagaimana bisa ada dua longinus disaat bersamaan?"

Selama sejarah sejak Sacred Gear diciptakan, tidak pernah ada dua Sacred Gear Longinus yang sama dalam satu waktu. Jika pemilik sebelumnya mati, maka Sacred Gear itu akan muncul kembali bersama lahirnya pemilik yang baru. Tidak mungkin ada dua Sacred Gear Longinus yang sama pada satu waktu.

"Itu memang tidak mungkin, Issei. Kupikir yang ini adalah sub-spesies dimana dua dianggap sebagai satu. Aku perlu memeriksanya lebih teliti lagi nanti. Walau begitu, Valerie belum mati karena Holy Grail yang satunya secara ajaib masih tertinggal ditubuhnya. Sekarang bawa kesini Holy Grail itu padaku!"

Akeno mengambil Holy Grail yang dijatuhkan Marius. Memberikannya pada Azazel sehingga Sang Gubernur Malaikat Jatuh memulai proses memasukkan kembali Holy Grail kedalam tubuh Valerie.

Sementara proses itu berlangsung, Rias bertanya pada sosok monster dari Gasper. "Kau bukan Gasper 'kan?"

"Aku adalah Gasper. Lebih tepatnya aku adalah apa yang dimiliki Gasper ketika dia berada didalam kandungan ibunya, sebuah pecahan kesadaran dari Balor yang telah rusak."

Mendengar itu, Azazel yang mengurus ritual memasukkan Holy Grail ke tubuh Valerie menjadi terkejut, "Balor? Apa kau mengatakan padaku bahwa kau adalah Dewa Jahat Balor dari Mitologi Irish?"

Issei tak tahu tentang mitologi itu, tapi ia ingat nama Sacred Gear Gasper, Forbidden Balor View, "Sensei, apa ada hubungannya antara Sacred Gear Gasper dengan Dewa itu?"

"Balor adalah Dewa yang paling terkenal memiliki mata jahat. Dia juga terkenal sebagai Dewa yang mengendalikan Crom Cruach. Aku dengar kalau Sacred Gear itu dinamakan "Forbidden Balor View" mengacu padanya. Tapi, aku tidak menyangka kalau Balor yang sebenarnya juga berada didalam Gasper. Jadi inikah alasan kenapa Tathlum yang tadi tidak menanggapi Balor karena benda itu hanya replika?"

"Aku hanyalah pecahan dari kesadaran Balor. Aku telah kehilangan esensi kedewaanku dan hanya kekuatan jahatku yang tersisa. Balor yang sebenarnya telah dibunuh oleh Dewa Lugh, jadi akulah "Gasper Vladi". Sacred Gear sungguhlah benda yang menarik. Itu bisa memiliki apapun dari seekor Naga legendaris dan monster bahkan sampai kekuatan Dewa Jahat. Tuhan dalam Kitab yang menciptakan Sacred Gear sungguh makhluk yang menakutkan."

Azazel menganggukkan kepala, "Aku mengerti sekarang."

"Wujudku inimerupakan sesuatu yang tercipta akibat penggabungan dari Sacred Gear dan Balor didalam diriku. Kau bisa mengatakan ini adalah Balance Breaker.Aku menyebutnya dengan Forbidden Invade Balor the Beast."

Azazel melihat pada kondisi Gasper sekali lagi dan bergumam. "Kau adalah Sacred Gear yang berbeda dari Forbidden Balor View. Mungkin telah mencapai level Sacred Gear kelas Longinus."

Rias sedikit terkejut, dia menarik nafas sekali, "Sensei, kau mau mengatakan kalau itu longinus baru?"

Hingga saat ini, memang hanya dikenal ada tiga belas Sacred Gear kelas Longinus, tapi itu tidak berarti hanya dibatasi pada tiga belas saja. Sederhananya, hanya tiga belas yang telah muncul di dunia ini. Jadi bukan mustahil jika dikatakan telah muncul Longinus keempat belas.

"Yah. Tapi tetap saja aku harus memeriksanya agar mendapatkan data lebih detail saat kembali ke Grigori."

Lalu kegelapan sosok binatang Gasper mulai memudar. "Kurasa aku sudah mencapai batasku. Aku akan menyerahkan sisanya pada kalian dan tidur sejenak. Hati-hati lah, ada banyak orang berbahaya disekitar kalian!"

Peringatan dari sosok lain Gasper itu ditujukan pada Rias dan budak-budaknya, yang aslinya adalah teman-teman Gasper. Setelah itu kegelapan menghilang total, tubuh Gasper kembali seperti semula, sosok seperti anak kecil berkulit pucat. Dia jatuh tidak sadarkan diri.

Rias memeluk Gasper yang kembali kewujud asalnya.

Semua orang kembali fokus pada proses pengembalian Holy Grail yang dilakukan Azazel. Sedikit lagi proses itu selesai. Holy Grail di tangan Azazel mulai bercahaya dan digerakkan menuju kedalam dada Valerie.

Namun,

Kretakk...

Suatu hal tak terduga terjadi tiba-tiba. Lengan kanan Azazel, lengan robot sebagai pengganti lengannya yang ia korbankan untuk membunuh Katerea Leviathan saat di Kuoh menjadi retak.

Sesaat kemudian,

Crruuusssshhhh...

Lengan itu hancur lebur.

Ada serpihan pasir disana. Serpihan itu bergerak cepat membungkus Holy Grail lalu terbang membawanya menuju sudut ruangan.

Mendarat di telapak tangan seseorang.

Azazal, Rias, dan lainnya marah begitu mengetahui siapa pelakunya. Apalagi Issei, emosinya meluap-luap karena senyum sinis memuakkan yang terukir di bibir si pemuda berambut merah.

"Maaf, aku membutuhkan ini. Tidak apa-apa kan kalau kuambil?" Gaara berkata dengan nada yang terdengar menjengkelkan bagi Issei dan lainnya.

"Brengsek! Kembalikan itu!" Rias berteriak murka.

Issei mengepalkan tangan kuat-kuat untuk menahan diri agar tidak menyerang Gaara tiba-tiba. Instingnya mengatakan kalau Gaara itu orang berbahaya, menyerang gegabah bisa jadi dirinya lah yang celaka.

Terlebih lagi, Gaara kelihatannya sudah siap tempur. Ada banyak serpihan pasir yang berterbangan di sekitar tubuhnya. Gentong pasir kecil di pinggang pemuda itu terbuka tutupnya.

"Ti-dak bi-sa. Kurasa ini adil. Kita bekerja sama untuk sampai kesini, jadi wajar kalau berbagi hasil. Kalian dapat satu, aku juga dapat satu."

Gaara hanya ingin jatahnya, masih tersisa satu Holy Grail di dalam tubuh Valerie untuk Azazel dan murid-muridnya.

"Benar apa kata dia, lebih baik berbagi daripada berkelahi."

Tiba-tiba ada suara lain yang menggema membenarkan argumen Gaara.

Suara itu terdengar lagi saat sesosok orang muncul, "Lagipula Paman Azazeeeel~~~, kau tidak akan bisa mengembalikan kesadaran Valerie-chan yang telah hilang meski kau memasukkan kembali Holy Grail yang telah diambil Marius-kun. Kau juga perlu ini tahu."

Vali menunjukan ekspresi penuh dengan amarah pada kemunculan orang itu. "Aku benar-benar ingin melihatmu, Rizevim Livan Lucifer!"

Orang yang muncul tiba-tiba itu adalah orang tua yang berbicara dengan sikap aneh dan tawa bodoh. Di samping orang tua itu, sebuah gelas yang menyerupai Holy Grail melayang diudara. Semuanya membuka matanya lebar-lebar melihatnya.

Rizevim lanjut berbicara sambil menunjukan senyum miring. "Sebenarnya Holy Grail yang dimiliki Valerie-chan ada tiga. Jadi ini adalah sub-spesies Longinus yang sangat luar biasa karena ada tiga dalam satu paket. Aku telah mengambil satu sebelumnya. Kyahahahahaaaaa..."

Fakta baru ini mengejutkan semua orang. Termasuk Gaara, sebenarnya misi khusus dia adalah mengambil Velerie dari Marius untuk dibawa pulang ke Konoha, sama seperti yang diinginkan Azazel. Ia bersama pakar-pakar Konoha sudah belajar banyak tentang dunia supranatural, termasuk tentang Sacred Gear dan penelitiannya berbekal data-data hasil curian yang dibawakan oleh Sasuke dari berbagai tempat riset Sacred Gear. Gaara sadar kalau Sacred Gear ciptaan The God of Bible merupakan benda luar biasa, apalagi yang termasuk kelas Longinus.

Kerjasama timnya dan Azazel berserta kelompok Gremory hanya bagian licik dari rencana Gaara agar setidaknya punya penunjuk jalan. Namun mendapatkan fakta kalau Holy Grail ada dua, Gaara memutuskan untuk mengambil salah satu saja, itu sudah cukup. Dia mengambil Holy Grail atas inisiatif sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar, demi Konoha, tempat dimana dia hidup sekarang.

Hal ini pun diluar misi yang diajukan oleh Alucard. Alucard yang telah lama pensiun menunjukkan eksistensinya kembali kepada dunia karena masih ada sedikit kepeduliannya terhadap sisa-sisa ras-nya yang terpusat di Rumania. Dia merasa muak dengan kondisi vampir yang terpecah. Ia ingin rasnya kembali bersatu, tapi ia tak bisa melakukannya sendiri, jadi ia meminta bantuan. Pilihannya untuk meminta bantuan Konoha pun karena Alucard merasa kalau Konoha adalah organisasi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu. Dia tahu banyak bagaimana keburukan golongan lain, apalagi golongan-golongan besar dari reliji dan mitologi superior dengan segala ambisi dan kepentingan, maka dari itulah dia menjatuhkan pilihan pada Konoha.

Rizevim menatap ke arah Gaara, "Hoi anak manusia!, Aku sebenarnya sudah mengamati pergerakanmu selama kau disini. Tapi benar-benar tak kusangka kalau ternyata kau menginginkan hal yang sama denganku."

"Ya, seperti yang diharapkan dari seorang Legenda Underworld, Tuan Rizevim. Tapi kusarankan kau tidak perlu berbicara banyak karena kepentingan kita tak bersinggungan demi mencegah munculnya konflik antar kelompok kita. Dan mungkin kau menyadari sedikit hal tentang keberadaanku di sini."

"Ugh yaaa. Kau mengingatkanku pada orang itu lagi. Gyahahahahaaaa..."

Rizevim tertawa miris. Ia cukup sadar setelah mengamati sebentar, dia mendapatkan sedikit kesamaan antara pemuda berambut merah didepannya dengan dua dari tiga orang yang tiba-tiba datang padanya mengajak bekerja sama dengan memberikan Ophis yang 'rusak'. Entah apapun itu, yang terpenting sekarang adalah tujuannya, jadi ia tidak ingin memikirkan hal lain terlalu jauh.

Gaara menatap semua orang, "Baiklah. Sepertinya kalian para iblis punya urusan pribadi. Aku rasa aku tidak diperlukan lagi disini. Jadi aku pamit undur diri."

"Hei. Jangan pergi! Kembalikan apa yang kau curi.!" Issei berteriak saat melihat tubuh Gaara perlahan berubah menjadi pasir dari kaki.

"Aku tidak mencuri apapun. Ini hasil yang adil dari sebuah kerja sama." Gaara mengatakan pembelaannya dengan nada mengejek. Kini tersisa bagian dada keatas dari tubuhnya yang masih utuh.

Jeetttt...

Issei mengaktifkan Balance Breaker lalu melesat lurus menuju Gaara dengan kecepatan tinggi.

"KEPARAATTT! KUBUNUH KAUUUUUUU...!"

Swwiisssshhh...

Issei hanya melewati serpihan pasir, tinjunya tak mengenai apapun.

Di atas, sekitar ketinggian 5 meter, Gaara dengan kepala tersisa menyampaikan pesannya dengan nada menantang. "Sekiryutei, kau marah padaku kan? kau dendam padaku? Kau ingin membunuhku, iya kan? Kalau kau punya cukup keberanian. Datanglah padaku. Aku menunggumu diluar kastil."

Dengan ucapan terakhir itu, Gaara dan semua hawa keberadaannya lenyap dari ruang ritual basement.

"BRENGSEKKKK!"

Brakkkkk...

Issei berteriak murka sambil menghantamkan tinjunya ke lantai hingga membuat lubang.

Koneko yang baru saja sampai di ruang ritual lantai terbawah begitu terkejut. Ia tak tahu kenapa emosi Issei meluap-luap, hal yang sama juga terjadi pada semua anggota kelompoknya padahal ia melihat Valerie sudah diselamatkan walau masih tak sadarkan diri, tak ada lagi Marius. Ia menemukan keberadaan Rizevim, namun ia sadar kelompoknya hanya sekali bertemu Rizevim sebelum ini dan tidak terjadi hal buruk, jadi tidak mungkin semua emosi itu berasal dari Rizevim.

Saat mata Koneko tidak menangkap sosok Gaara dimanapun, ia menyadari dirinya terlambat. Seperti yang ia dengar dari mulut Lee, orang Konoha punya rencana terselubung dan ia terlambat mencegahnya. Ya, setelah mendengar perkataan jujur dari Lee, ia langsung bergegas ke tempat ini.

Namun melihat situasinya sekarang, ia merasa lebih baik diam. Ia memang ingin menggagalkan apa yang ingin dilakukan Gaara, Lee, dan Tenten. Namun, ia sendiri masih bingung jika harus mengatakan semuanya. Apalagi jika itu tentang Naruto, ia tidak bisa memikirkan apapun sekarang. Koneko masih dilema.

Rizevim tertawa lagi dan memberikan salamnya pada Vali yang tadi sempat ia hiraukan. "Uhyohyohyooo~! Ini kakekmu Rizevim, tidakkah kau sangat merindukanku?"

Rizevim tidak sendiri. Disebelahnya telah ada seorang anak perempuan kecil, Ophis 'rusak' yang diberi nama baru, Lilith. Holy Grail yang ketiga mengambang disamping Rizevim. Tepat di atas kepala Lilith.

Orang tua berambut perak itu menunjukan senyum jahat, menyeringai, dan menatap Vali.

Vali sendiri menunjukan kemarahan yang teramat besar yang tak pernah diperlihatkan pada siapapun sebelumnya.

Melihat ekspresi kemarahan Vali, Rizevim tertawa.

"Uhyahyahyahya... Kakekmu ini hampir mengalami orgasme karena cucuku tersayang melihatku dengan mata seperti itu!"

Tidak banyak yang tahu bagaimana masa kecil Vali. Salah satu dari sedikit orang itu adalah Azazel.

Ini cerita lama yang seharusnya dilupakan.

Rizevim memerintahkan anaknya yaitu ayah Vali untuk menyiksa Vali kecil. Sebenarnya itu bukan perintah, lebih tepatnya adalah saran dari Rizevim untuk ayah Vali yang menurutnya idiot dan lemah agar menggertak Vali. Vali Lucifer adalah seorang Hakuryuukou yang lahir membawa darah Maou pertama dengan segudang bakat. Hal itu membuat ayah Vali depresi karena kecemburuan dan ketakukan jika anaknya tumbuh besar dengan bakat melebihi dirinya sendiri. Karena hal itu, ditambah tekanan dari Rizevim, ayah Vali secara mental tak tahan sehingga ia tidak bisa mencintai putranya dan berakhir dengan menyiksa Vali tanpa ampun.

Hingga pada akhirnya, Vali yang tak tahan terhadap perlakuan ayahnya sendiri melarikan diri dari rumah. Dia tersesat hingga ke pegunungan Alpen di Eropa Timur. Azazel lah yang menemukan dan membesarkannya di Grigori hingga Vali tumbuh seperti sekarang.

Vali masih memandang Rizevim dengan tatapan kebencian, "Meski ini percuma, tapi aku ingin tahu apa yang terjadi pada orang itu?"

"Huh? Oh, kau ingin tahu apa yang terjadi pada Papamu setelah setelah kau kabur? Uhyahyahyahya..., Aku membunuhnya! Karena dia itu seorang pengecut. Aku merasa jijik ketika aku melihatnya, makanya kubunuh saja. Kau terkejut~? Apa kau marah karena Papamu dibunuh, Vali-kun?"

"Tidak. Aku memang berencana membunuhnya sejak lama. Tapi karena dia sudah mati, ya sudah. Aku cukup senang karena tak perlu repot-repot mencarinya." ucap Vali dengan nada datar, membalas gaya bicara kakeknya yang seperti orang bodoh. Aura kekuatan disekeliling tubuh Vali meningkat, ia sangat ingin bertarung. "Tapi..., aku paling ingin membunuhmu."

Sinar dari armor putih Vali menjadi semakin terang.

Rizevim hanya tersenyum senang melihat itu. "Itu bagus. Kau benar-benar memiliki mata yang bagus, Vali-kun." Rizevim mengalihkan tatapannya, "Kau membesarkannya dengan baik, Paman Azazel. Tak kusangka, cucuku yang sangat cengeng tumbuh menjadi seorang pemuda yang bisa mengeluarkan niat membunuh sangat kuat pada diriku sendiri."

"Cukup dengan cerita itu!" bentak Azazel. "Rizevim, rencana apa yang akan kau lakukan dengan Holy Grail? Rencana apa yang akan kau lakukan dengan menghidupkan kembali Naga Jahat?"

Bagi Azazel dan orang-orang yang tersisa diruang ini, apa yang sebenarnya diinginkan oleh Rizevim masih misteri. Apa rencana Rizevim dengan Holy Grail? Apa alasannya membangkitkan Naga Jahat? Apa yang coba dilakukannya dengan semua itu? Hingga berakhir menjadi sebuah kesimpulan berbentuk pertanyaan, Apa tujuan Khaos Brigade dibawah kepemimpinan baru?

Rizevim mengatakan rencananya dengan bangga bersamaan dia melihat pada Holy Grail.

"Uhyahyahyahya, kau ingin mengetahuinya? Baiklah, Aku akan memberitahumu sebagai hadiah spesial. Kita semua sudah tahu tentang Konoha kan? Nah, rencanaku adalah ...?"

.

.

TBC...

.

Note :Ekhhem..., jadi ceritanya gini, aku ga sadar kebanyakan ngetik sampai tadi malam, hampir 15k word. Jadinya ga sempet cek ulang dan ngedit semuanya tadi siang, makanya aku update separuhnya aja. Heheee, sisanya mungkin senin atau bisa juga jum'at. Lagian kalau kebanyakan word, paling-paling bikin ngantuk. Hahahaaaaa.

Nah, di chapter ini aku menambahkan satu karakter lagi dari pihak Vampir. Seras Victoria, dia karakter anime Hellsing. Nama Alucard juga berasal dari sana. Anime itu total membahas tentang vampire, makanya aku minjam untuk Arc ini. Pokoknya nama-nama itu punya peran pentingnya sendiri nantinya.

Lalu, rasanya ada yang nebak kalau Gaara ke Rumania mengincar Holy Grail. Selamat, jawaban anda benar. Jadi pertanyaannya sekarang, apa yang Gaara rencanakan dengan Holy Grail itu?

Kemudian, sedikit lagi rencana Khaos Brigade akan diungkapkan. Apakah tujuan itu ada hubungannya dengan Konoha? Misteri. Heheeee...

Ulasan Review:

Masalah hitung-hitungan, maksud dari '...mengikuti komando Azazel, dua belas orang mengikuti...', jadi kalau dihitung dengan si pengkomando hasilnya tiga belas kan? Tambah tiga orang Tenten, Bennia, dan Rugal, totalnya pas enambelas.

Untuk Tenten, power up nya kemarin emang agak gila-gilaan. Dia jadi psycho tukang mutilasi. Tapi gpp, hahaaaa. Ada yang nebak kalau teknik benang pemotong itu adalah salah satu Teigu dari Akame ga Kill, ada yang bilang milik Doflamingo dari One Piece. Yang bener adalah, teknik benang itu dari anime Hellsing, sama seperti Alucard dan Seras. Di anime itu, pengguna teknik benang adalah Walter C Dornez. Anime ini mungkin kurang populer jadinya banyak yang ga tahu, soalnya sudah lama sih. Ada sejak tahun 2006, sepuluh tahun lalu.

Untuk Lee dan Gaara, power up nya kita bahas lebih detail di chapter depan aja. Teknik segel Gaara yang kemarin, tuh di atas udah kubahas sisanya. Walaupun sangat hebat, tapi Gaara tak bisa sembarangan gunain teknik fuinjutsu itu.

Saran tentang pasukan robot, agak sulit sebenarnya. Genre FF ini supernatural, bukan Mecha & Sci-fi, takutnya kalau aku campur aduk bakal kacau hasilnya.

Koneko lagi? Tuh, sampai disini dia masih dilema. Lihat saja nanti gimana akhirnya dia.

Ladon kah? Salah satu Naga Jahat. Lihat saja nanti dia muncul di kubu apa.

Ophis Ophis Ophis Ophis? Muehehheeee... Ayo tebak lagi.

Chara dari Katekyo Hitman Reborn? Ummm, gimana yah? Aku belum nonton tuh, heheee...

Yang nanya gimana bentuk gabungan Mode Bijuu Naruto dan Susano'o Sasuke di FF ini, bayangin aja seperti di Boruto The Movie. Tapi untuk FF ini, aku berencana mengupgrade bentuk itu menjadi lebih tinggi lagi yang kekuatannya jauh lebih superior. Hahahaaaa...

Terakhir, ada yang nyinggung kemarin udah 57 chapter. Huuufftt. Rasanya aku bakal ingkar janji lagi deh. Dulu awalnya bilang sampai 50 chap aja, lalu nawar sampai 70 chap. Sekarang, mungkin bakal bengkak lagi. Bisa sampai angka 80 nih. Semoga ga nambah lagi. Arc Rumania habis di chap 60, lalu sisa dua Arc yaitu Rating Game dan Armageddon. Yang Perang Armageddon bakal panjang tuh. Kemudian Ending?

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya kubalas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.

.

.

.

.