Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 21 Oktober 2016
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . . . . .
"Cukup dengan cerita itu!" bentak Azazel. "Rizevim, rencana apa yang akan kau lakukan dengan Holy Grail? Rencana apa yang akan kau lakukan dengan menghidupkan kembali Naga Jahat?"
Bagi Azazel dan orang-orang yang tersisa di ruang ini, apa yang sebenarnya diinginkan oleh Rizevim masih misteri. Apa rencana Rizevim dengan Holy Grail? Apa alasannya membangkitkan Naga Jahat? Apa yang coba dilakukannya dengan semua itu? Hingga berakhir menjadi sebuah kesimpulan berbentuk pertanyaan, Apa tujuan Khaos Brigade dibawah kepemimpinan baru?
Rizevim mengatakan rencananya dengan bangga bersamaan dia melihat pada Holy Grail.
"Uhyahyahyahya, kau ingin mengetahuinya? Baiklah, Aku akan memberitahumu sebagai hadiah spesial. Kita semua sudah tahu tentang Konoha kan? Nah, rencanaku adalah ...?"
.
To The End of The World
Author: Si Hitam
Chapter 59: Rumania's Disaster Part 5.
.
Rizevim mengatakan rencananya dengan bangga bersamaan dia melihat pada Holy Grail.
"Uhyahyahyahya, kau ingin mengetahuinya? Baiklah, Aku akan memberitahumu sebagai hadiah spesial, Paman Azazel. Kita semua sudah tahu tentang Konoha kan?" Jeda sejenak, Rizevim menanti jawaban yang tak kunjung datang. "Mereka adalah eksistensi yang muncul dari 'dunia lain' yang tidak pernah kita ketahui tentangnya. Banyak ilmuan yang sudah memperkirakannya sejak dahulu kala, tapi keberadaannya baru terbuktikan dengan munculnya eksistensi baru itu sejak beberapa bulan lalu. Mereka para manusia pengguna kekuatan misterius. Salah satunya si mata panda berambut merah yang tadi."
"...?"
"Mereka berasal dari tempat yang tidak ada kaitannya dengan semua reliji dan mitologi di dunia ini. Bukan dari Bible, Norse, Hindu, Jepang atau apapun. Mereka yang tidak kita ketahui apapun tentangnya, datang dan membuat kontak dengan dunia ini, bahkan memaksa kita untuk sebuah pengakuan kedaulatan saat pertemuan kalian di Kuoh. Dalam lingkup keilmuan yang meneliti 'dunia lain', pada dasarnya kejadian itu adalah sebuah peristiwa revolusioner."
Azazel sedikit tersentak. Ia sendiri tak pernah berpikir sejauh itu. Memang ia sudah berpikir untuk memposisikan Konoha sebagai musuh bagi Aliansi Tiga Fraksi Injil - Norse, namun kejadian dan asal mula darimana eksistensi itu berasal seolah sengaja ia lupakan.
Vali berpikir lain. Ia sendiri merasa miris dengan sosok kakek yang ia benci. Sebegitu ingin kah kakeknya mengetahui 'dunia lain' itu?
Semenjak Tim Vali menjadi partner Tim Naruto, suatu tim yang ia sendiri tidak tahu apa tujuannya akhirnya, semenjak itulah Vali sudah tahu banyak tentang 'dunia lain'. Dimulai dari dunia-dunia lain yang tergabung dalam sebuah sistem raksasa multiuniverse yang diatur oleh Cardinal System hingga berujung pada pengetahuan tentang hakikat kehidupan dan misteri awal mula penciptaan yang tak mungkin dipikirkan oleh akal.
Bahkan Vali bersama empat anggota timnya pernah diajak berpetualang ke 'dunia lain' itu. Dia merasa cukup senang dengan ketegangan bertempur mempertaruhkan nyawa menggunakan senjata api tanpa kekuatan supranatural. Dan lebih senang lagi saat melihat Kuroka, Le Fay, Arthur, dan Bikou juga menikmati permainan itu sepenuh hati.
"Lalu apa yang kau inginkan setelah mengetahui itu?"
Rizevim menganggukkan kepalanya atas pertanyaan Azazel. "Jadi, inilah apa yang kupikirkan. Errrrrr, bagaimana kalau aku berkunjung kesana lalu memulai peperangan?, seperti itu. Eheheheeee..."
Kesan semua orang berubah menjadi lain akibat satu kalimat tadi. Apalagi Vali, ia kira kakeknya yang sudah tua itu punya jiwa muda dan niat berpetualang mencari 'dunia lain' dan hal-hal baru sama seperti anggota timnya yang kurang kerjaan, namun ternyata kakeknya lebih kurang kerjaan lagi. Perang? Hell yeah, bagi Vali memang perang itu menyenangkan karena ada pertarungan didalamnya, namun Vali hanya menginginkan pertarungannya saja untuk menyalurkan hasrat, bukan perang untuk menjajah dan meraih posisi lebih tinggi dari yang lain, itu hanyalah perasaan senang semu yang tak ada habisnya dan kalaupun sampai berakhir, akhirnya hanyalah kekosongan.
"Kau kurang kerjaan!" Azazel mengatakannya dengan sinis. "Daripada memikirkan asal usulnya, lebih baik memikirkan Konoha. Mereka membuat masalah besar di dunia ini. Kau lihat tadi kan?, salah seorang dari mereka membawa kabur satu kepingan Holy Grail."
"Konoha?" Rizevim membuat ekspresi seperti baru pertama kali mendengar nama 'Konoha'. "Ughyahyahyahyaaaa... Aku tidak punya urusan dengan mereka tahu!. Itu urusan kalian."
"!?"
"Urusan tentang membangun dunia impian dan menyingkirkan yang lainnya. Cihhh, memikirkan itu membuatku mual, sebuah ambisi politik yang kekanak-kanakan!"
Azazel terkejut bukan main setelah mendengar ucapan Rizevim, namun sebisa mungkin ia simpan dalam hati. Di benaknya, muncul pertanyaan apakah Rizevim sudah tahu tentang impian Aliansi membangun Imperium of Bible? Azazel ingin memastikannya sekarang, namun tak mungkin dia lakukan selama ada para iblis muda disekitarnya.
"Sensei...?" Rias menegur Azazel yang terdiam.
"Dia hanya membual, jangan dengarkan!" sahut Azazel. Dia berniat mengurus hal ini nanti.
Rizevim masih tertawa menjijikkan di sudut berseberangan dalam ruang ritual. "Tak perlu khawatir, Paman Azazel. Ambisi kalian itu tak bersinggungan dengan keinginanku, jadi aku tak akan menjadi penganggu kalian."
"Keparat kau Rizevim!"
Rizevim tidak mengindahkan umpatan yang tertuju padanya. Dia melanjutkan penjelasannya yang tertunda. "Tapi masalahnya, pergi ke 'dunia lain' itu tidak mungkin. Alasannya adalah keberadaan seekor Naga luar biasa yang menjaga seluruh dimensi dunia ini dan menjadi penghalang pergi ke dunia lain itu. Ya, Aku berbicara tentang Great Red."
"Jadi kau mengincar Gret Red?"
Rizevim menunjukan sebuah senyum senang ketika melihat tanggapan Azazel.
"Tepat sekali. Kau benar-benar cerdas, Paman Azazel. Jadi Aku ingin mengalahkan Great Red-kun dan mendobrak ke dalam dunia mereka. Tapi Great Red adalah eksistensi besar. Dia sangat sangatlah kuat, sungguh teramat kuat, luar biasa kuat." Rizevim mengusap kepala Ophis yang diam berdiri disampingnya. "Awalnya aku ingin mengadu anak ini dengan Great Red. Lilith-chan ku ini pasti sanggup, tapi dia malah dibawa kabur oleh Vali-kun beberapa minggu lalu, dan kembali padaku dalam kondisi rusak seperti ini. Aku jadi ragu menggunakan dia untuk menantang Great Red. Karena itulah aku menyusun ulang rencana. Lalu, siapa yang bisa mengalahkan Great Red? Aku? Tidak mungkin. Aku bisa mati terbunuh dalam sekejap. Menggunakan Samael yang notabenenya Naga Jahat termodifikasi? Benar, makhluk itu memang punya kesempatan mengalahkan Great Red, tapi ..."
"Samael sudah mati." ucap Vali singkat.
"Yap. Makhluk terkutuk itu sudah mati. Cucuku pasti berada disana saat itu. Aku tidak menyangka rencana Cao Cao digagalkan oleh orang yang memberikan Lilith-chan ini padaku."
Azazel tak menyangka Samael sudah mati. Dia baru saja mendengar berita ini. Makhluk yang awalnya seorang Malaikat kemudian dikutuk oleh The God of Bible dengan keinginan jahat-nya, seharusnya tersimpan di Neraka yang dijaga oleh Hades, semua golongan di dunia sepakat untuk tidak mengeluarkan makhluk itu. Informasi ini membuktikan kalau Hades punya tujuan pada Ophis, Hades telah bertindak diluar ketentuan dunia internasional secara rahasia.
Meskipun pada akhirnya itu gagal, namun Hades tak memberitahu sama sekali tentang Samael yang sudah mati. Ini sudah jelas mengindikasikan bahwa Hades punya rencana buruk. Akibat perbuatan Hades yang mengirim ribuan pasukan Grim Reaper ke Venesia yang letaknya notabene dekat dengan Vatikan yang merupakan pusat dari aktifitas Fraksi Malaikat di dunia manusia, hubungan Surga dan Olympus merenggang, bahkan mungkin akan berujung konflik.
Fenomena banyaknya naga jahat yang bermunculan saat ini seperti Grendel dan Crom Cruach, mungkin dikarenakan kematian Samael Sang Pemakan Naga yang menjadi ancaman mereka sudah tak ada lagi.
Azazel menatap Vali dengan ekspresi serius." Katakan padaku!. Apa yang terjadi pada Ophis selama kau pergi dari Grigori?"
Ya, lebih penting dari informasi itu, Azazel belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Ophis hingga menjadi 'rusak'. Namun dia merasa kalau Vali menyimpan banyak jawaban.
"Aku tidak tahu sama sekali." Vali memang tidak tahu ada apa dengan Ophis hingga menjadi 'rusak' dan mematuhi Rizevim. Hal itu bisa ia tanyakan ketika bertemu dengan Naruto lagi agar jadi jelas, namun karena mereka adalah partner, maka ia tidak bisa berterus terang didepan semua orang.
"Saat itu aku memang ingin menyelamatkan Ophis dari incaran Cao Cao. Tapi nyatanya itu adalah sebuah skenario yang mempermainkan aku dan timku, Cao Cao dan kelompoknya, serta semua pasukan Hades. Dan seperti yang kukatakan tadi, kematian Samael juga bagian dari skenario itu."
Itulah apa yang dikatakan Vali. Kalimat terbaik dan terjauh yang bisa dia katakan sekarang ini.
Ophis sendirilah yang menyusun naskah skenarionya dengan Naruto dan Hinata sebagai sutradara. Suatu hal yang Vali mengerti adalah Ophis ingin bebas, ia ingin musuh alaminya mati. Dengan kematian Samael, Ophis bisa bertindak bebas tanpa ada yang bisa mengancamnya. Namun anehnya semenjak kejadian itu, Ophis malah mengasingkan diri dari dunia luar. Hanya sekali ia pernah bertemu Ophis, sebelum keberangkatan menuju dunia virtual GGO. Vali tak bisa memikirkan sedikitpun apa motif dari semua tindakan Ophis. Sang Dewi Naga perlambang ketidakbatasan itu terlalu jauh untuk dia jangkau, pikiran dan kecerdasannya bagai berada jauh di dimensi lain yang sangat tinggi. Dan mendapati kenyataan sekarang bahwa Ophis jadi barang rusak, ia ingin menertawakan otaknya sendiri yang tidak bisa memikirkan apa-apa.
Azazel tidak bertanya lebih banyak lagi karena ia sudah mengerti dari jawaban Vali bahwa semua keganjilan ini lagi-lagi mengarah kesana. Mengarah pada sebuah kelompok misterius yang memainkan panggung Venesia, memberikan Ophis rusak pada Rizevim, membunuh Samael dan mungkin banyak hal lain lagi. Mereka, sekelompok anak muda yang membuat skenario, skenario yang menjadikan seluruh dunia sebagai panggung permainan. Azazel sudah memikirkan segala kemungkinan yang ada, dan kini ia merasa menemukan secercah titik terang. Setelah urusan di Rumania selesai, ia pasti akan mengkonfirmasinya pada petinggi yang lain. Pasti!
Kesampingkan itu dulu, Azazel masih ingin tahu apa kelajutan rencana Rizevim.
Rizevim melanjutkan ucapannya. "Akhirnya aku hanya memiliki satu pilihan tersisa. Bagaimana jika aku membuat Ayat Kiamat menjadi kenyataan?"
"J-jjangan-jangan!? K-kau!, maksudmu!, Trihexa [666]?."
"Tepat sekali, Paman Azazel. Aku beri nilai 100 untukmu, gyahahahahaaa. Begitulah, Sekiryuushintei True-Dragon Great Red bukan satu-satunya makhluk legendaris yang terekam didalam Ayat Kiamat. The Apocalypse Beast Trihexa [666], tidakkah kau menyadari akan jadi pertarungan yang bagus jika aku bisa mengadu keduanya seperti yang terekam dalam Kitab?"
Azazel tidak lagi menggapi. Ia sibuk bergumul dengan semua pikirannya, tak menghiraukan rasa penasaran yang tercetak di wajah semua muridnya.
Trihexa adalah Ayat Kiamat, sesuatu yang tercipta satu set bersama Great Red. Setidaknya itu yang terekam dalam Kitab meski kebenarannya sangat diragukan. Dia adalah monster luar biasa kuat, eksistensi yang sekelas dengan Great Red. Namun keberadaannya hanyalah sebuah kemungkinan dan semua pihak masih mendiskusikan dimana kemungkinan dia berada.
Nyatanya, Rizevim telah berhasil membuktikan keberadaan Trihexa dan mengetahui dimana lokasinya. Itu pasti hasil dari melihat kedalam dasar prinsip kehidupan dengan menggunakan Holy Grail.
"Jangan bingung Paman Azazel. Trihexa ternyata ada di ujung semesta tempat yang dilupakan semua orang. Tapi masalahnya adalah, sepertinya ada orang lain yang menemukan Trihexa lebih dulu dan meletakkan segel kuat padanya. Nfufufuuu, coba tebak siapa itu! Hei hei,, ayoo pikirkan siapa dia!"
Tak ada yang bisa menebak.
Rizevim melemparkan ciumannya kepada Holy Grail. "Itu adalah Tuhan didalam Kitab, The God of Bible. Dewa itu sungguhlah mengagumkan. Dia menemukan Trihexa bahkan sebelum seorangpun lalu meletakan ribuan segel padanya. Dia mungkin tak pernah tahu sama sekali bagaimana asal mula Trihexa dan Great Red yang disebut satu paket, bahkan juga kelahiran Infinite Dragon God, Ophis. Sampai saat ini, tak ada seorangpun yang tahu bagaimana awal penciptaan tiga eksistensi terkuat itu. Namun dia pasti berpikir akan berbahaya kalau salah satunya tidak disegel, dan pilihan itu jatuh pada Trihexa yang menurut legenda dikatakan sebagai makhluk perusak. Mungkin, itulah yang menyebabkan kematian Tuhan dalam Kitab. Ada banyak sekali segel yang sangat kuat yang bisa dianggap sebagai tingkat terlarang dan itu tidaklah aneh bagi seorang Tuhan untuk mati setelah menggunakan segel tersebut. Jadi ini menjadi sebuah cerita yang masuk akal bagi Tuhan dalam Kitab, menghilang dan mati setelah dia mengambil bagian dalam Great War antara Tiga Kekuatan Besar akibat kelelahan setelah membuat segel-segel itu."
"Jadi mantra yang Marius gunakan tadi diambil dari mantra segel pada Trihexa?"
"Ouww yeah, benar sekali paman~~~!. Kami sekarang sedang mencoba melepas satu per satu segelnya mati-matian. Meski itu akan jauh lebih mudah jika kami punya Holy Spear untuk merusak mantera segelnya berkeping-keping. Tapi yah, prosesnya tetap berjalan mulus karena kerjasama dari Holy Grail dan Holy Cross."
Buruk, benar-benar buruk. Tiga benda pusaka ternyata disalahgunakan untuk hal itu. Untung saja salah satunya, Holy Spear The True Longinus, tidak lagi di tangan Khaos Brigade semenjak keberadaan Cao Cao dinyatakan menghilang.
Rizevim lalu mengatakan dengan senyum memuakkan."Oleh karena itu, kami akan membangkitkan Trihexa, lalu setelah kami menghancurkan dan mengalahkan Great Red, kami akan menggunakan pasukan Naga Jahat dan Trihexa untuk menginvasi dunia lain. Dengan itu semua, aku bebas berkelana menuju dunia-dunia lain manapun yang mungkin ada, Kyahahahahaaaaaa..."
"Jadi kau membuat kami mengalami semua masalah ini hanya untuk hal bodoh seperti itu!?" Issei tak bisa menahan diri lagi untuk tidak mengatakan protesnya.
Rizevim menghela nafas, "Hoi bocah, kau sungguh kasar menyebut itu hal bodoh. Meski itu tujuanku, tapi aku punya motif kenapa aku melakukannya. Iblis adalah makhluk yang dapat hidup sangat lama tapi tidak bisa meraih impiannya dengan mudah."
Iblis adalah makhluk hidup dengan umur yang sangat panjang, bahkan dikatakan hampir abadi. Karena itu, ketika iblis mencapai suatu impian, untuk terus melanjutkan hidup harus ada impian baru lainnya. Hidup tanpa impian adalah kekosongan.
Mata Rizevim menerawang ke kejauhan. "Kau tahu bocah? Setiap orang punya kegemaran pribadi. Selama ini, aku telah hidup dan memikirkan hal-hal tidak penting dalam waktu sangat lama sambil meminum anggur di sofa. Sederhananya aku adalah benda yang berpikir. Apa itu bisa disebut hidup? Tidak! Sungguh, aku sangat cemburu dengan manusia. Mereka spesies yang dipenuhi ambisi dalam masa hidup yang singkat." Rizevim menunjukan ekspresi yang cerah. "Lalu Euclid datang membawa sebuah hal yang menarik untuk orang sepertiku. Kekuatan Ophis, Holy Grail, bukti tentang dunia lain, dan pada akhirnya adalah Trihexa [666]. Aku menjadi begitu girang yang tak cocok untuk usiaku. Pertama kali dalam hidupku, dadaku berdetak kencang dalam kegembiraan. Aku ingin pergi dari dunia membosankan yang sudah sangat lama kutinggali ini menuju dunia lain dan menjadi liiiiaaarrrrrrrr... Hahahahahaaaa..."
Rizevim nampak begitu bersemangat.
"Kau!" Azazel menunjuk wajah Rizevim. "Apa kau sadar dengan yang kau rencanakan hah? Jika sampai Great Red dan Trihexa bertarung, maka itu akan menjadi akhir dari dunia seperti yang tertulis dalam Kitab."
"Whohohooooo. Aku tidak peduli dengan itu, yang penting aku pergi kedunia lain dengan banyak hal baru yang menarik dan melakukan apapun yang kusuka disana, meninggalkan dunia kita yang membosankan ini. Kalaupun dunia ini kiamat, aku tak peduli."
Ini konyol! Keinginan Rizevim begitu egois. Sama seperti Issei, semua orang dari kelompok Gremory merasakan hal itu juga, dan mereka menatap tajam kearah Rizevim.
Rizevim malah tertawa melihatnya. "Apa kalian membenciku? Kalau begitu baiklah, ayo kesini!"
Rizevim melambaikan tangannya kearah Issei tanpa rasa takut.
"Tunjukan, Heavenly Dragon-kun! Jika kau tidak masalah dengan orang tua ini, maka aku akan menghadapimu langsung. Aku minta maaf kalau lawanmu adalah orang tua yang secara mental adalah anak-anak pengidap sindrom chuunibyou. Gyahahahahaaaa..."
Issei terbakar api amarah, "Terus saja kau mengoceh! Aku pasti akan merebut Holy Grail itu dari tanganmu, dan Holy Grail lain yang dirampas si panda merah bedebah tadi!"
Issei melompat kedepan dan mengkonsentrasikan kekuatannya.
Dragon Shot
"Issei, tunggu! Kemampuan orang itu adalah ..."
Azazel coba menghentikan, tapi ...
Issei telah melepaskan tembakan naga dengan segenap kekuatan. Dragon shot itu dilepaskan dalam mode True-Queen Cardinal Crimson Full Drive. Serangan itu amat sangat kuat.
Namun Rizevim tidak menunjukkan tanda-tanda akan bergerak, bahkan tidak ada upaya untuk membuat pertahanan.
Tepat saat menyentuh Rizevim, Dragon Shot menghilang layaknya ilusi yang dihempas kenyataan.
"Ap-apa maksudnya ini?"
Issei tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Azazel melanjutkan ucapannya yang tadi sempat terhenti, "Dengar, Issei! Kemampuan orang itu adalah satu-satunya yang tidak biasa diantara para Iblis, Sacred Gear Canceller. Apapun tipe kemampuan khusus dari Sacred Gear, begitu pula semua kemampuan yang diperkuat dengan Sacred Gear tidak akan bekerja padanya."
"!?"
Semua orang dalam kelompok Gremory terkejut mendengar itu. Sacred Gear tidak bekerja padanya. Itukah alasan kenapa Rizevim tidak tergores sedikitpun meski dia terkena Dragon Shot pemusnah massal?
Namun masih ada yang tidak percaya.
Kiba melompat kedepan dengan pedang Holy Demonic di tangannya.
"Haaaaa!"
Itu sebuah ayunan penuh tenaga.
Saat pedang Holy Demonic menyentuh Rizevim, benda itu lenyap tanpa menimbulkan suara.
"Jadi pedangky juga tidak berguna?"
Kiba yang terkejut melihat pedangnya lenyap langsung meloncat balik.
Rizevim hanya tertawa, "Kalian tidak dengar ya apa kata guru kalian? Apapun itu jika berhubungan dengan Sacred Gear, maka tak ada gunanya."
Boosted Gear Issei dan Sword Birth Kiba gagal.
Untuk alasan inilah, Vali tidak menyerang sejak tadi meski dia mengeluarkan aura kekuatan yang sangat besar disertai keinginan membunuh yang sangat kuat. Saat ini Vali mengenakan armor Emperio Juggernaut Overdrive. Karena kemampuan Rizevim itulah, Vali tidak bisa betindak gegabah.
"Seperti yang aku pikirkan, bahkan kekuatan Heavenly Dragon yang melalui perkembangan luar biasa sekalipun tidak bekerja padanya." Ekspresi Vali penuh dengan frustasi saat mengatakannya.
Melihat itu, Rizevim memperdalam senyum jahat di wajahnya.
"Apa kalian tahu kenapa didalam kelompok Sirzechs-kun tidak ada pemilik Sacred Gear? Yah, ada banyak alasan dibaliknya. Tapi alasan terbesar diantara itu karena mereka tidak akan berguna ketika bertarung langsung denganku yang dulu saat Civil War antar iblis berada pada sisi yang berlawanan. Berkat ini juga, aku tidak bisa sembarangan menyentuh Holy Grail secara langsung."
Seperti yang Rizevim katakan, Holy Grail melayang di dekatnya dalam sebuah dimensi ruang kecil yang tampak di mata namun aslinya berada di tempat yang berbeda.
Sirzech membentuk kelompok yang sangat kuat dengan Evil Piece-nya. Meski sangat kuat, namun tak ada satupun pemilik Sacred Gear didalamnya. Sirzech memang sengaja melakukan itu untuk antisipasi karena ia tahu sebagai sesama pemegang gelar Lucifer, mungkin suatu saat akan bertemu dalam sebuah pertempuran.
Apapun itu, Dua Heavenly Dragon atau sebuah Longinus, tak akan berpengaruh pada Rizevim.
"Lalu Pedang Suci harusnya bekerja padamu!"
Xenovia mengayunkan Ex-Durandalnya dan mengirim sabetan aura suci sangat kuat menuju kearah Rizevim. Lantai ruangan terbelah sepanjang jalur lurus serangan Xenovia.
Sesaat sebelum mengenai Rizevim, si gadis kecil Lilith maju ke depan dan menerima serangan pedang suci dari Xenovia secara langsung.
Hanya dengan satu ayunan jari telunjuk, serangan dari Ex-Durandal terpental seakan serangan kuat itu hanya seperti lemparan bola pingpong.
Seperti yang sudah diduga, tak ada satupun serangan yang punya kesempatan melukai Ophis sejak ia dikatakan sebagai eksistensi terkuat bersama Great Red dan Trihexa.
Sacred Gear tidak bekerja, serangan lain pasti dihalangi oleh Lilith, lalu Rizevim sendiri pastinya adalah lawan yang tangguh. Apapun rencana yang terpikirkan, nyatanya tak ada satupun yang bisa dilakukan oleh Azazel dan semua iblis yang ada disana.
Rizevim tertawa senang karena tak ada satupun yang bisa dilakukan oleh orang-orang di depannya untuk merebut Holy Grail dari tangannya.
"Yah, karena tak ada gunanya, mari hentikan itu. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan kepada kalian semua."
Rizevim menjentikkan jarinya. Lalu sebuah gambar muncul di udara di ruang ritual ini.
Gambar itu menunjukkan pemandangan luar kastil yang tertutup salju tebal, salju lainnya pun masih berguguran dari langit. Nampak itu seperti sebuah kota.
Rias mengingatnya, "Itu kan Kota kastil dari pihak Carmilla?"
"Umm, tepat sekali. Ini adalah siaran langsung dari apa yang sedang terjadi di luar." jawab Rizevim disertai anggukan.
"Apa maksudmu huh?"
Rizevim terdiam sejenak, tak menanggapi pertanyaan Azazel.
Issei dan lainnya tetap waspada, mengamati perubahan sekecil apapun.
Lalu Rizevim mulai melenguh dengan senyum kecut seperti anak-anak tak mendapatkan jatah permen, "Ugghh, sepertinya gagal. Begini, aku bermaksud meratakan kota itu. Kau tahu, tidak sedikit bangsawan dari Faksi Carmilla yang tertarik bujuk manis Marius untuk memperoleh tubuh vampir tanpa kelemahan dengan Holy Grail lalu membuat mereka berkhianat dengan Pemerintahan Carmilla dan melakukan kudeta. Namun nampaknya mereka semua sudah dibersihkan. Hmmm, pasti manusia-manusia dari Konoha itu yang melakukannya."
Azazel paham, ia sudah mendengar hal itu dari Elmenhilde yang mengantar Gaara, Lee, dan Tenten bertemu dengannya. Tim Konoha bertindak diluar ekspektasinya.
"Tapiiii... Tapi kurasa tidak mungkin kalau mereka saja. Pasti ada orang lain lagi. Aku curiga ada legenda yang kembali muncul. Huuuuhhh, padahal dia sudah pensiun, ngapain balik lagi sih? Heran deh aku!"
Sejak awal Azazel juga sudah memikirkan kemungkinan ini, sejak Gaara tiba-tiba muncul ketika ia berbicara dengan Ratu Carmilla di ruang khusus. Ia yakin Tim dari Konoha muncul karena ada orang dalam yang memanggil. Siapapun orang yang memanggil itu, pastinya adalah seorang vampir yang punya posisi penting. Karena Rizevim mengungkapkan ucapan yang sepemikiran dengannya, Azazel sudah yakin dengan nama vampir yang ia kantongi di otaknya.
Rizevim mendesah, lalu dia menggeser jari-jari tangan seolah dia mengendalikan gambar itu dengan teknologi layar sentuh.
"Mana mana mana manaaaaa...?"
Rizevim terus berguman sementara gambar-gambar itu berganti, menayangkan siaran langsung dari berbagai lensa kamera yang berbeda.
"Geser lagiiiiiiiii... Stopp!"
Yang sekarang adalah penampakan Kota Kastil Tepes. Jelas sekali kalau sebagian besar sudah hancur akibat pertempuran. Nampak kalau Persekutuan Faksi Carmilla dan Pemerintahan Tepes Lama telah mengambil alih kendali kota dari para pengkudeta.
Sudut kamera bergeser sedikit keatas menuju langit yang mulai terang karena matahari yang mulai terbit.
Ketika dilihat dengan teliti, satu persatu benda hitam besar mulai terbang di langit. Itu adalah naga, Naga Jahat Hitam. Jumlahnya sangat banyak, melepaskan aura mengerikan, terbang menuju pusat kota Tepes yang kini di kuasai Pasukan Persekutuan.
Rizevim menunjukan senyum jahat yang nampak sangat bersemangat. "Mereka sendiri lah yang ingin tubuh yang lebih kuat dari vampir biasa. Saking banyaknya meminta penguatan, akhirnya mereka berubah menjadi seperti itu. Naga Jahat produksi massal yang tak memiliki akal. Mereka akan menjadi liar, Kota Tepes akan menjadi kehancuran Bangsa Vampir, Gyahahahahaaaa..."
Tiba-tiba seorang berjubah muncul di dekat Rizevim. Hawa kedatangannya yang tiba-tiba sama sekali tidak terasa. Saat dia membuka penutup kepalanya, nampak rambut putih yang membingkai wajah rupawan. Dia laki-laki, dan semua orang mengenalnya.
"Euclid?"
"Rizevim-sama."
Rizevim tersenyum sambil mengalihkan tatapan dari Issei dan yang lain. "Sudah saatnya kah?"
"Benar Tuan."
"Jadi, dimana Crom Cruach?"
"!?"
"Oh ya ampun, dia benar-benar bertindak bebas. Dasar!"
Euclid menatap kearah Vali dengan sebuah senyum sinis, "Tadi itu pertarungan yang bagus. Aku menantikannya lagi."
Vali mendecih, "Tidak akan. Aku tidak sudi bertarung dengan peniru sepertimu!"
"Peniru?" Issei menggumam karena tak mengerti.
"Kau akan tahu sendiri nanti, Issei. Dia tak pantas disebut petarung."
Rizevim menoleh ke arah Euclid, "Siapkan lingkaran sihir teleportasinya.!"
"Heiii Rizevim! Aku masih belum selesai denganmu!" Vali berteriak dengan amarah.
Rizevim tertawa lagi, "Gyahahahaaaa. Cucuku sungguh keras kepala, untuk sekarang kakekmu ini tidak bisa menemanimu bermain." Rizevim mengusap kepala Lilith untuk yang kesekian kali, mungkin dia punya kelainan, pedofil. "Jadi mari kita pulang, Lilith-chan. Ayo, Euclid-kun. "
Euclid mengaktifkan lingkaran sihir teleportasi dibawah kaki mereka bertiga.
Vali dan Issei tak akan membiarkannya, mereka berdua berusaha memotong jarak sambil melepaskan serangan sihir dari tangan masing-masing.
"Jangan lari, Rizevim!."
"Kembalikan Holy Grail Valerie, Sialann!"
Akan tetapi, serangan yang ditembakkan Vali dan Issei tidak menyentuh Rizevim sama sekali. Malah menguap begitu mengenainya seolah tidak terjadi apa-apa.
Sacred Gear Canceller.
Rizevim mengayunkan jarinya kekiri dan kekanan didepan wajahnya, sebuah gerakan mencemooh. "Sayang sekali. Apapun yang berhubungan dengan Sacred Gear, tidak akan bekerja padaku. Sampai jumpa, jadi tolong dukung kami dari sekarang karena kita akan menimbulkan terror besar. Dan aku akan memastikan membawa Naga-Jahat legendaris selanjutnya juga. Gyahahahaaaaa..."
Sebelum menghilang, Rizevim memperkenalkan kelompoknya. "Kami menamai kelompok kami dengan nama 'Qlippoth', nama yang bagus 'kan? Itu lawan dari "Pohon Kehidupan Sephiroth". Aku menamakannya begitu karena kami menyalahgunakan Holy Grail yang mewakili nama Sephiroth. Dadahhhh, Ciao" Si Lucifer Tua mengedipkan sebelah matanya.
Rizevim, Euclid, dan Lilith pun telah hilang dalam lingkaran sihir teleportasi. Hawa keberadaannya tak lagi terasa diseluruh kawasan bangsa Vampir.
Vali mengepalkan tangannya kuat-kuat untuk meredakan emosinya. Tak ada satupun yang bersuara setelah perginya Rizevim.
Azazel bersuara memecah kebuntuan. "Semuanya, ayo kita pergi dari sini! Kita harus keluar, mencari si panda brengsek itu dan merebut kembali Holy Grail yang dia rampas dari kita."
Semua bagian kelompok Gremory mengangguk mantap. Benar, ada satu hal lagi yang harus mereka kerjakan, baru semuanya bisa selesai. Mereka pun mulai berjalan meninggalkan ruangan ritual.
"Vali!"
Azazel menyerukan nama itu karena si Hakuryuukou tak bergerak secentipun dari tempatnya berdiri.
"Aku tidak punya urusan dengan mereka."
Setelah mengatakan itu, Vali meluncur lurus keatas, menabrak lantai demi lantai dengan tubuhnya sendiri hingga menciptakan lubang yang menembus sampai ke langit.
...
Kota Tepes kini sudah lengang meski kobaran api masih ada dimana-mana, sebagian besar bangunan sudah hancur akibat pertempuran antara pasukan persekutuan Faksi Carmilla dan Pemerintahan Tepes Lama melawan para pengkudeta.
Semua vampir yang melakukan kudeta sudah dikalahkan, walaupun mereka diperkuat dengan Holy Grail namun jumlah pasukan dari persekutuan jauh lebih banyak, selain itu bangsawan vampir darah murni yang setia menjunjung aturan hidup Vampir memiliki kekuatan lebih superior dibandingkan dengan bangsawan yang berkhianat.
Berkat itulah, meski menghabiskan waktu dari tengah malam hingga hampir pagi dengan perjuangan berat, akhirnya mereka memperoleh kemenangan.
Bagian depan Kastil Utama Tepes menjadi tempat berkumpulnya para pejuang yang tenggelam dalam euforia. Mereka baru saja bisa menghirup nafas lega, namun langsung berhenti ketika melihat ke langit jingga pagi hari di mana ada beratus-ratus naga hitam berterbangan. Tidak perlu waktu lama, langit Kota Tepes hampir tertutup kawanan naga jahat. Mereka berterbangan bak ribuan kelelawar yang mencari makan saat senja. Para pejuang vampir jelas tahu kalau makhluk-makhluk itu akan menyerang karena adanya aura mengerikan dan nafsu membunuh dari ratusan naga yang tertuju pada mereka.
Lalu...
Dua siluet bayangan hitam yang bergerak cepat mendarat dihadapan para pasukan vampir. Satu laki-laki berpakaian serba hijau dan satu lagi seorang perempuan seumurannya.
Salah seorang dari pejuang vampir bertanya, pada siapapun yang bisa menjawabnya, "Bantuan kah?"
"Tapi? Hanya dua orang saja!?"
Tepat saat kepanikan mulai melanda, serpihan pasir yang berterbangan berkumpul membentuk sesosok tubuh. Seorang pria berambut merah, "Kalian lebih baik tenang dan melihat saja. Serahkan semua sisanya pada kami bertiga mulai dari sini. Kami akan menunjukkan kualitas bisa menang melawan kuantitas."
Gaara menatap kawanan Naga Jahat yang sudah mulai menjatuhkan nafas api ke Kota Tepes.
"Lee, Tenten, berpencar! Habisi mereka sampai tak bersisa! Ratu Carmilla dan Lord Tepes telah memberikan ijin itu pada kita."
"Roger!"
"Dimengerti!"
Lee bergerak kearah utara sedangkan Tenten menuju bagian selatan Kota Tepes.
Selang beberapa saat melompat dan berlari, Tenten berhenti di atas atap sebuah bangunan yang separuhnya telah hancur. Dia menatap sekawanan naga hitam yang terbang persis di atasnya. "Huufff, seandainya saja Gai-sensei membelikanku alat untuk terbang atau senjata jarak jauh, pasti akan lebih mudah."
Wanita dengan model rambut bercepol itu pun menatap tangannya yang memakai sarung tangan khusus. "Emmm, tak apa lah. Senjata ini saja sudah cukup."
Jika melihatnya lebih teliti, di sekitar tubuh Tenten nampak adanya benang-benang supertipis yang melayang dan memantulkan kilauan cahaya biru. Benda itu bergerak saat Tenten menggerakkan jari-jemarinya. Itu adalah senjata pembunuh terbaru dan paling mutakhir di kalangan ras manusia. Ilmuan penciptanya memberikan nama resmi Microfilament Razor Wires. Material benang baja senjata itu terbuat dari bahan logam vibranium. Penampilannya seperti pisau kawat mikro yang berbentuk seuntai benang yang sangat panjang. Untaian itu berbeda dengan benang baja yang digunakan para shinobi pada umumnya yang mana terdapat pendulum atau kunai pada ujungnya untuk dilemparkan pada target. Tapi bagi Tenten, ia mampu mengendalikan gerakan benang hanya dengan jari saja tanpa perlu pendulum.
Benang ini sangat panjang, namun panjang itu berupa angka tetap dan hanya terdapat satu untaian saja. Oleh sebab itu, jangkauan serang akan berbanding terbalik dengan intensitasnya. Pada jarak dekat, untaian benang itu terkonsentrasi disekitar tubuh Tenten sehingga daya rusaknya luar biasa dan mampu memotong benda apa saja sampai sekecil dadu. Namun untuk mencapai jarak yang jauh maka benang akan akan diluruskan bergerak menuju target sehingga intensitas serangan akan berkurang secara aritmatik.
Tenten memandang ke langit, meski naga-naga hitam terbang cukup tinggi sementara ia hanya bisa bertarung di darat, tapi ia tidak berpasrah diri. Ia punya sebuah ide kecil di dalam otaknya. Dengan satu ayunan tangan keatas,
Slaappp...
seekor naga hitam yang sedang terbang berhasil dijerat. Tenten mengeratkan pegangannya pada benang, membiarkan dirinya terseret dan dibawa terbang. Dengan lihai, Tenten akhirnya mencapai tubuh si naga dan berdiri diatas punggungnya.
"Okkeh, pertunjukan dimulai dari sini!"
Tangan kiri Tenten terangkat hingga persis didepan perut, dari jemarinya terdapat benang yang terikat pada kepala naga yang dia tunggangi. Kepala naga dibelit benang tajam persis di titik-titik yang peka akan rasa sakit. Tenten bisa mengirimkan rasa sakit pada tubuh naga hanya dengan sedikit gerakan jari untuk meningkatkan tegangan benang bajanya. Dengan begitu, si naga akan merespon menjadi sebuah gerakan.
Tenten menunggangi naga, tak ubahnya seperti memacu kuda.
Swooosshhh...
Sang naga tunggangan mengepakkan sayap, menuju naga lain didekatnya.
Jrassshhh...
Naga lain itupun jatuh dengan leher penggal dan sayap terpotong.
Itu pekerjaan tangan Tenten yang satunya, tangan kanannya secara aktif terus bergerak untuk menyerang lawan dalam jangkauan serangnya.
Jraaasssshhh...
Jraaasssshhh...
Jraaasssshhh...
Jraaasssshhh...
Secara beruntun, satu persatu naga jahat mantan vampir berjatuhan dari langit dengan badan terpotong. Meski badan mereka tidak terpotong kecil-kecil, tapi itu sudah cukup untuk mengakhiri hidup mereka.
Target adalah naga berbadan besar, berjumlah banyak, dan Tenten kesulitan mengambil jarak yang terlalu dekat. Karena itulah, demi menghemat stamina dia hanya memotong bagian-bagian vital dari para naga itu, leher atau sayap.
Tenten berhasil membunuh banyak naga jahat, buktinya saja setiap lima detik ada tujuh sampai 12 naga yang mati dan jatuh ke darat.
Ke sudut lain, Lee telah siap.
Fifth Gate, Tomon. Open!
Bhuuuuuu...
Aura hijau menyelimuti tubuh Lee. Dia bukan tipe pemikir, dia juga tak banyak omong selain tentang semangat masa mudanya. Kali ini dia akan menjatuhkan naga-naga yang ada sejauh matanya memandang dalam satu serangan.
Mungkin belum banyak yang tahu bagaimana perkembangan Lee sebagai Shinobi Konoha semenjak Perang Dunia Shinobi Keempat berakhir. Tentu saja dia tidak berubah sedikitpun, dia masih sama. Tiada hari tanpa latihan karena latihan adalah jalan hidupnya. Jika hari ini lebih buruk dari kemarin, itu artinya kemunduran. Namun pepatah juga mengatakan, jika hari ini sama dengan hari kemarin, itu berarti rugi.
Lee tidak ingin seperti itu, untung hanya dapat diraih jika hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Setiap hari yang dia lalui selalu lebih berat dari hari sebelumnya. Berat yang dimaksud adalah berat dalam artian sebenarnya, berat dari beban yang ia pakai untuk latihan. Hari ini ia latihan dengan beban 100 kg, maka besok ia latihan beban 101 kg, besoknya 102 kg, besoknya lagi 103 kg, begitu seterusnya. Jikapun ia tidak sanggup menahan kenaikan berat beban, maka lama waktu latihan yang bertambah, atau jarak ia lari, atau semakin tinggi gunung yang ia daki dengan satu tangan. Bagaimanapun, setiap hari selalu lebih berat dari hari sebelumnya. Itu untuk membuktikan bahwa dia terus berkembang.
Latihan fisik super ekstrim yang Lee lakukan adalah untuk menutupi kekurangannya. Dia tidak bisa ninjutsu, genjutsu, kenjutsu, fuinjutsu ataupun teknik-teknik khas ninja lainnya. Dia hanya punya tubuhnya, dan itulah harga dirinya.
Apa hasilnya jika itu dia lakukan selama dua tahun lebih? Jelas hanya ada satu jawaban, Lee menjadi shinobi dengan serangan dan ketahanan fisik terkuat di Konoha saat ini.
Target di langit yang harus Lee jatuhkan ada banyak, puluhan atau mungkin ratusan. Ia harus menggunakan serangan besar dengan tingkat kerusakan tinggi pada skala luas. Pilihan dia hanya satu, Lee menjatuhkan pilihan pada teknik original milik gurunya, Maito Gai.
Lee membuat kuda-kuda rendah, jari dari kedua tangannya ia tautkan membentuk sebuah simpul. Lalu dengan sekali hentakan keras,
Hirutora
BAAAAAAAAAAANGGG!...
Sepersekian detik saja, langit dalam bidang pandang Lee telah bersih dari semua naga jahat mantan vampir yang terbang dalam kawanan seperti kelelawar. Itulah dampak kerusakan pukulan Hirutora atau Harimau Siang. Hamparan salju yang menutup separuh permukaan kota Tepes lenyap terangkat karena tersapu gelombang kejut ledakan luar biasa. Dalam jarak lebih dari 20 kilometer, pukulan itu akan terasa seperti angin badai terdahsyat dimuka bumi. Bagaimana jika terkena langsung?
Teknik Hirutora memanfaatkan pukulan cepat bertenaga super untuk membuat gelombang tekanan udara penghancur yang difokuskan pada satu titik. Gelombang serangan tampak membentuk sesosok harimau putih yang mengaum. Semua energi terhimpun lalu menyebar dalam sekejap membawa kehancuran dalam areal luas dengan daya rusak tinggi. Pelepasan serangan ini akan menciptakan gelombang kejut yang sangat merusak, seperti ledakan sebuah bom bijuu.
Prinsip teknik pukulan ini terinspirasi dari salah satu hewan laut mungil tapi mengerikan, Udang Mantis. Dia adalah hewan pemilik pukulan tercepat dimuka bumi. Hewan kecil dengan bobot badan tidak lebih dari 100 gram ini memiliki sepasang kaki depan kecil yang sangat ringan namun kokoh. Meski kecil, pukulannya mampu meremukkan cangkang kerang atau meretakkan kaca akuarium dalam sekali pukul. Setiap tinjunya akan menciptakan kilatan cahaya dan panas karena saking cepatnya. Bagaimana kalau tinju itu sanggup dilakukan oleh seorang manusia? Hirutora adalah perwujudannya.
Padahal Gai harus membuka sampai gerbang ketujuh untuk melakukan tenik pukulan Hirutora. Fakta ini membuktikan bahwa Lee sudah melampaui gurunya, dia bisa menggunakan teknik Hirutora walau hanya dengan membuka gerbang kelima. Itulah hasil nyata latihan Lee dengan fisiknya yang masih sempurna. Berbeda dengan Gai, pria itu sudah cukup tua dan cacat. Dan sudah saatnya pensiun.
Satu yang jadi pertanyaan, akan seperti apa pukulan Lee jika ia membuka gerbang batin kedelapan? Mungkinkah akan menjadi sebuah pukulan yang tak ternalar akal? Siapa yang tahu.
Ke tempat semula, Gaara masih berdiri kokoh di atas tumpukan salju. Dinginnya hawa pegunungan tidak sedikitpun mempengaruhinya. Dia mengambil sebuah gulungan kertas perkamen berukuran sedang, melemparnya ke lapisan salju yang menutupi tanah di depannya.
Gulungan bertuliskan aksara-aksara fuinjutsu tingkat tinggi itu pun terbuka.
"Kai!"
Aura berwarna kuning-coklat mulai keluar dari permukaan kertas, itu cakra. Jumlahnya sangat banyak, terus meluap hingga memenuhi tanah lapang luas bertutup salju yang didepan Gaara.
Angin menyapu bersih semua salju di area itu. Tanah terangkat, pecah berhamburan hingga menjadi serpihan kecil.
Dalam beberapa saat, bangkitlah sosok raksasa yang bertubuh gempal dengan sebuah ekor yang sangat besar, penampilannya persis seperti seekor rakun. Tinggi makhluk itu mencapai 50 meter. Ada banyak tatto hitam diseluruh permukaan tubuhnya yang berwarna seperti pasir.
Grrrrr...
Sekali sosok itu melangkah, tanah bergetar bak digoncang gempa.
Para pejuang vampir yang telah memenangkan perang bergidik takut, tak pernah sekalipun mereka melihat makhluk semengerikan itu sebelumnya.
Sosok raksasa itu pun berteriak senang, "Yiiihhhaaaaaaaaaa... Akhirnya aku bisa muncul. Harusnya kau sering-sering berbuat baik seperti ini, pirang bedebah. Gyahahahahaaaa..."
"Shukaku, aku butuh bantuanmu." ucap Gaara.
Saat dia menerima gulungan kiriman Naruto itu dari tangan Sasuke, Gaara sudah bisa menduga apa isinya. Ia bisa merasakan chakra familiar dari dalam gulungan itu karena chakra itu pernah tinggal lama dalam tubuhnya. Hanya saja dia sedikit tidak menyangka, ia kira hanya chakra bijuu berekor satu saja yang Naruto kirimkan, tapi ternyata bersama dengan kesadarannya juga. Mungkin Naruto ingin agar Shukaku sesekali menghirup udara bebas.
"Eeeehhhh? Ternyata kau, bocah pasir." kata Shukaku sinis setelah ia menghentikan tawa senangnya.
Gaara memberengut dalam hati dijuluki bocah pasir. Tidak kah Shukaku sadar kalau dia itu monster pasir?
"Hm. Bisa kah kau urus makhluk-makhluk hitam yang berterbangan di langit itu?"
Gaara menunjuk keatas, tatapan Shukaku pun mengikuti arah itu.
Ekspresi wajah Shukaku mengeras, "Bah sialan! Jadi si pirang bedebah itu menipuku? Dia berjanji mengirimku ketempat tenang di padang pasir luas saat memasukkanku kedalam segel, tapi ternyata untuk hal ini, ditempat dingin bersalju pula. Brengsek, keparat! Aku akan menginjak-injak kepalanya setelah pulang nanti."
Dalam benak Gaara, muncul wajah idiot Naruto yang tertawa cengengesan setelah mengerjai orang lain.
"Hm, ya sudah lah. Begini malah lebih menarik, aku bisa membunuh sepuasnya. Huahahahaaaa..." Suasana hati Shukaku berubah total dalam sekejap, entah bagaimana cara kerja otaknya. Dia tertawa keras seperti seorang yanke.
Gaara memilih diam saat Shukaku sudah mulai melangkah maju. Dia yakin, walaupun bijuu yang pernah mendiami tubuhnya itu tidak bisa terbang, tapi dia cerdas dan punya teknik untuk mengatasi ratusan kawanan naga jahat yang terbang di langit.
Tubuh Shukaku yang sangat besar tampak dari kejauhan. Dia bergerak diantara reruntuhan bangunan-bangunan kota.
"Hayoooo kemariiii... Cepat kesini makhluk-makhluk kotor, aku akan membunuh kaliaaaannnn... Mengirimkan jiwa-jiwa jahat kalian ke akhirat."
Shukaku membuka mulutnya lebar-lebar seraya menciptakan ribuan proyektil pasir seukuran kelereng didepannya.
Futon: Sasandan
Ribuan proyektil itu langsung ditembakkan layaknya gatling gun kearah kearah langit. Puluhan naga jahat berjatuhan akibat sayap-sayap mereka yang berlubang.
Proyektil pasir dari Shukaku telah habis, namun serangannya belum selesai.
"Pergi ke neraka sana! Haaauuufff"
Shukaku menarik nafas dalam hingga perutnya menggembung. Setelah terisi penuh dengan angin, ia memukul perutnya sendiri dengan tangan.
Futon: Renkudan
Bhooooww...
Gumpalan angin bertekanan tinggi ditembakkan dari mulut Shukaku layaknya meriam. Semua naga yang berada dalam jalur tembakan terpental dengan tubuh tercabik-cabik.
Tembakan meriam angin itu terus melaju hingga menembus awan, menciptakan lubang besar di gumpalan kapas putih itu.
"Yeeeaaahhhh, aku telah membunuh mereka. Huaahahahaaaa... Aku membunuhnya, aku membunuhnyaaaaaaaaa... Ayo ayo ayooooo, kemariiiiiiiii. Biarkan aku membunuh lebih banyak lagiiiiiiii!"
Bhooooww...
Bhooooww...
Bhooooww...
Berkali-kali secara beruntun Shukaku menembakkan meriam angin. Akibat itu, sudah tak terhitung jumlah naga jahat jelmaan vampir yang mati berjatuhan.
Merasa terdesak, kawanan naga jahat yang terisa mulai bergerak secara teratur. Akal mereka memang hilang, mereka semua menjadi liar, namun insting bertarung mereka sebagai makhluk sosial tetap lah ada.
Kawanan naga jahat terbang melingkar di langit tepat di atas kepala Shukaku. Setiap dari mereka membuka mulut lebar-lebar. Tak ada satupun yang tertinggal, semuanya menghembuskan nafas api yang sangat panas ke arah Shukaku.
Gelombang pasir muncul dari tanah, membentuk kubah raksasa yang melindungi tubuh Shukaku. Sampai hembusan nafas api para Naga berhenti, pertahanan pasir itu tak tergores sedikitpun.
Pasir-pasir jatuh kembali, yang muncul dibaliknya adalah Shukaku yang tertawa sombong.
"Prinsipku adalah pertahanan sempurna. Itulah kebangganku sebagai Shukaku si ekor satu. Ingat itu baik-baik!"
Karena sia-sia menyerang dari langit, satu persatu naga jahat turun kebawah untuk menyerang secara langsung.
Namun belum sampai mereka menjatuhkan pukulan atau gigitan, kibasan ekor datang menghantam.
Buaaakkkk...
Duuuarrrr...
Tubuh mereka remuk setelah terpental ratusan meter.
Akhirnya, para naga jahat mulai menyerang bersamaan. Dengan jumlah mereka yang banyak, meski terkena kibasan ekor, paling tidak pasti ada yang bisa melepaskan serangan langsung.
Buuaaakkkh
Dhuuaarrr...
Belasan naga kembali terpental jauh hingga tubuh mereka remuk.
Shukaku sadar ada banyak naga yang semakin mendekat padanya. Sebelum diserang, ia akan menyerang lebih dulu. Ada banyak mulut yang muncul diseluruh permukaan tubuhnya. Mulut-mulut itu terbuka lalu menarik nafas dalam.
Futon: Bijuu Mugen Sajin Daitoppa.
Pusshhh...
Semua naga dalam lingkup 360 derajat terpental kesegala arah akibat teknik badai angin penghancur tak terbatas dari Shukaku.
"Gyahahahaaaaa... Ini menyenangkan. Ayooo, mana lagi? Keluar kalian semua, para makhluk kotor!"
Dari sebelah timur kota Tepes, berlatar belakang matahari terbit, ratusan naga jahat lain datang menyerbu kota. Mereka terbang dalam kelompok besar.
Shukaku menyeringai keji lalu membuka mulutnya lebar-lebar, "Rasakan ini!"
Bijuudama
Syuutttt...
Bola hitam raksasa meluncur kearah kawanan naga, lalu,
KABOOOOOOMMMMMM...
meledak, tak menyisakan satupun dari naga-naga itu yang hidup.
Gaara menghela nafas panjang. Ia tak perlu melakukan apa-apa lagi, semua naga jahat jelmaan vampir sudah dibereskan oleh Shukaku. Sekarang ada satu hal lagi yang tersisa, dia menoleh kesebelah kanan.
Gaara membuat salam dengan gerakan tangan, "Yooo, Sekiryutei. Kau sedikit terlambat."
Issei tidak datang sendiri, ada Azazel dan anggota kelompok lain bersamanya. Ada tubuh kecil Gasper yang di gendong Kiba dibahu karena tak sadarkan diri, sedangkan Valerie di gendong oleh Irina ala bridal.
Nampaknya semua iblis dan seorang malaikat jatuh berpangkat gubernur dibuat terkejut untuk kesekian kalinya, mereka dilanda shock tak ada habisnya. Sudah pasti karena dari jauh mereka melihat aksi pembantaian yang dilakukan Shukaku, dan Shukaku melakukan itu untuk Gaara, musuh mereka.
Issei nampak sangat muak, emosinya makin meluap karena tatapan sombong dari Gaara. Armor True-Queen Cardinal Crimson Full Drive masih aktif sejak tadi, ia siap bertarung kapanpun.
"Jadi apa kita akan bertarung?"
Tanpa perlu jawaban dari mulut Issei, itu sudah pasti.
"Hoi Gaara, apa kau ingin menggunakanku? Kesadaran, chakra, dan tubuhku masih bisa bertahan 15 menit lagi di tempat ini hingga secara otomatis aku akan kembali secara paksa kedalam tubuh si pirang bedebah itu." Shukaku mengintervensi adegan saling tatap dengan hawa membunuh pekat antara Issei dengan Gaara.
Gaara menjawab tanpa memalingkan muka, "Kheh, tumben kau menawarkan bantuan lebih dulu."
"Hohoo, tidak. Hanya saja aku masih ingin bersenang-senang. Aku sudah cukup banyak tahu tentang dunia ini, baju zirah merah crimson yang dikenakan lawanmu itu berasal dari kulit makhluk yang sejenis sama dengan benda-benda hitam yang kuhancurkan tadi. Kupikir karena makhluk itu berwarna merah, maka dia pasti kuat. Mungkin lebih kuat,,, errr-sedikit-, yah sedikit lebih kuat dariku." Shukaku nampak enggan mengakuinya. "Kau tidak mungkin melawannya sendirian saja kan?"
"Sepertinya tawaranmu tak bisa kutolak, Shukaku."
Bersamaan dengan persetujuan Gaara, tubuh raksasa dari si bijuu berekor satu mulai runtuh. Sebagian serpihan pasir serta semua chakranya yang tersisa bergabung dengan tubuh Gaara.
Untuk pertama kalinya, Gaara dan Shukaku, bertarung sebagai partner dalam satu tubuh.
Belum cukup sampai disana, Gaara memunculkan empat buah gentong kecil dari segel penyimpanan yang terlukis di ujung jari tangan kirinya. Setiap gentong terbuka dan mengeluarkan serpihan pasir yang berbeda warna.
Gaara akan menunjukkan bentuk tertinggi dari kekuatannya saat ini. Jangan membayangkan dia bergabung dengan Shukaku lalu membentuk sosok monster mengerikan bertubuh gempal dan berekor satu yang muncul saat ia mengacaukan ujian Chunin di Konoha dulu. Sekarang Gaara tampil jauh lebih elegan. Tubuh dan penampilannya masih tetap sama, hanya saja disekelilingnya ada banyak serpihan pasir lima warna yang bergerak seolah punya pikiran sendiri. Jika tubuh Issei tertutup armor padat berwarna crimson, maka tubuh Gaara diselimuti oleh armor dinamis transparan yang partikelnya selalu bergerak.
Seringaian di bibir Gaara tampak jelas walau sedikit buram karena serpihan pasir tipis lima warna yang selalu bergerak disekitar tubuhnya, "Saaaa, Ayo Sekiryutei! Beri aku tinju yang terisi dendam dan amarahmu padaku..."
.
.
TBC...
.
Note :Nih lanjutannya. Kan aku bilang kalau akan update tidak senin ya jum'at. Heheee.
Mari kita ulas sedikit, barangkali saja ada yang melewatkan sesuatu yang penting.
Impian Rizevim itu bagus, logis, dan jenius, namun konyol. Ia mungkin tidak peduli dengan keadaan dunia supranatural, mau perang atau apapun. Yang ia inginkan hanya pergi ke dunia lain, meski akibat perbuatannya akan memicu perang.
Azazel kini semakin mengetahui banyak hal. Dia semakin berbahaya.
Ophis? Tuh aku kasih sedikit penjelasan. Dia barang yang dianggap 'rusak'.
Aku tampakkan lagi kemampuan bertarung Tenten dan Lee. Khusus untuk Lee, ada sedikit pengandaian tentang bagaimana kekuatan penuhnya. Dia sudah melampaui Maito Gai. Hahaaaaa.
Chap depan, nantikan pertarungan Gaara Vs Sekiryutei.
Ulasan Review:
Yang mengatakan Gaara akan menggunakan Holy Grail untuk memperkuat militer Konoha, itu benar dan sudah pasti. Tinggal pertanyaannya, bagaimanakah cara Gaara melakukannya?
Fusion kek Dragon Ball? Jadi macam Gogeta? Ngaco ah. Enggak ada teknik ninja seperti itu. Kalaupun ada, paling cuma sebatas menggabungkan jutsu.
Hohoooo, ada yang ingat nih tentang misi Kiba dan Shino di akhir Arc Venesia. Iyep, memang ada sedikit keterkaitan dengan kejadian itu.
Dalam FF ini, seperti di Movie The Last sebagai permulaan cerita, tangan Sasuke masih buntung. Dia tak punya tangan kiri.
Ada yang nyari-nyari mana aksi Tim Naruto. Setelah ini yaaa, chap depan Arc Rumania habis dan kita akan kembali fokus pada sepak terjang main chara.
Mentokin 100 chapter? Gila ente pak. Enggak sanggup ane ngerjainnya.
Si Mas-Mas terkenal salam_ 4 yang nyari lemon NaruHina. Enggak ada woi, ane ga pernah dan ga akan pernah bikin lemon. Kalau yang asem-asem sih sering. Muehheheheee...
Untuk chara Katekyou Hitman Reborn, masalahnya bukan terletak pada kekuatan tapi bagaimana menyelipkan perannya untuk perang nanti. Kita ambil contoh, Alucard dan Seras, nama mereka dibutuhkan untuk menambah kekuatan bangsa Vampir. Kalau kubu manusia super? Enggak ada kan di FF ini. Ingat, ras manusia adalah apa yang diperebutkan dalam perang, bukan peserta perang, seperti yang dikatakan Shikamaru di chapter 56. Shinobi Konoha memang manusia, tapi manusia pengguna chakra dari dunia lain. Hero Faction manusia juga, tapi pengguna Sacred Gear. Dua kubu itu punya peran masing-masing dalam kancah dunia supranatural..
Sudah beberapa kali kulihat ada yang menulis 'Indra Vs Indra'. Mohon pengertiannya yaa, enggak ada hubungannya antara reinkarnasi Indra dari dunia Shinobi (Sasuke) dengan Indra si Dewa Perang (Sakra). Dua chara itu enggak ada kaitan sama sekali. Sama halnya Kurama si biju ekor sembilan dengan Yasaka si ratu youkai rubah ekor sembilan seperti yang kutulis di chapter 36, dua makhluk ini juga tidak ada hubungannya. Kesamaan nama dari dunia Shinobi dan dunia DxD hanya kebetulan tanpa ada hubungan apapun. Meski yah, sepertinya memang seru sih kalau ada pertarungan Sasuke Vs Sakra.
Konoha mendeklarasikan kata-kata perang? Sudah pasti, tapi nanti.
Yang terakhir. Maaf, aku tidak menerima permintaan request FF apapun dari siapapun. Kalau permintaan dan masukan ide didalam FF yang sedang kutulis, itu ga masalah. Pasti kupertimbangkan.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya kubalas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
.
.
.
.
