Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Selasa, 11 Nopember 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . . . .

Bertempat di ruang pribadi milik Maou Ajuka Beelzebub, sehari setelah kehebohan di Rumania berakhir.

"Sebelum membahas hal lain, aku ingin tahu bagaimana menurutmu dengan file yang kukirimkan dua hari lalu, Ajuka?"

"Oh, file berisi foto dan profil dua orang itu? Sudah kuperiksa. Mereka berdua bukan iblis."

"Sudah kuduga."

"Kalian membahas apa?" tanya Sirzech.

Hologram tubuh Azazel menatap ke arah Maou berambut merah, "Kau pasti ingat dengan budak cadangan Sona Sitri kan?"

Sirzech mengangguk. Ia masih ingat jelas wajah si pirang dan si poni rata yang merupakan budak cadangan Sona Sitri. "Jadi apa yang kau pikirkan sekarang, Azazel?"

.

To The End of The World

Author: Si Hitam

.

Chapter 61: Tim Anti-Teroris DxD.

.

-Underworld, Astaroth's Territory-

"Uzumaki Naruto, aku yakin dia lah entitas yang pancaran kekuatannya kita rasakan empat bulan lalu, pancaran energi aneh luar biasa besar yang datang dari 'dunia lain' yang tak kita ketahui. Dan pasti, dialah yang membawa Konoha ke dunia ini."

Ajuka mendesah panjang, "Khuh, artinya kita kecolongan ya? Mereka telah menyusup kedalam wilayah kita. Apa harus kita tangkap mereka sekarang?"

"Tidak, lebih baik jangan sekarang!" sanggah Azazel. "Aku sebenarnya sedikit curiga pada Sona. Loyalitasnya pada Aliansi memang harus harus diakui, tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa kalau tindakannya aneh. Apa kita harus memberitahu hal ini pada Serafall?"

Sirzech menggeleng, "Serafall tidak boleh tahu dulu. Aku khawatir dia bertindak gegabah karena ini melibatkan adiknya. Aku punya rencana kecil, kita akan membongkar kedok Naruto dan Hinata saat event besar dua minggu lagi, Turnamen Rating Game."

Azazel mengangguk setuju.

"Kurasa itu ide bagus." ucap Ajuka.

Barusan itu adalah hal yang sangat penting sehingga dibahas pertama kali. Bagaimanapun caranya, penyusup harus segera dieksekusi. Terlebih penyusupnya berasal dari golongan yang jelas-jelas menyatakan diri sebagai musuh, Konoha.

Setelah diputuskan Sirzech yang akan mengurusnya, maka Ajuka dan Azazel pun percaya sepenuhnya. Sirzech bukan tipe orang yang bermain-main dengan apa yang dia katakan. Sekali Sirzech berkata begitu, maka sampai mati pun pasti akan dia kerjakan. Dia tak kenal ampun. Tinggal menunggu waktu saja untuk melenyapkan Naruto dan Hinata.

Naruto memang memancarkan kekuatan yang sangat dahsyat, namun Sirzech tidak akan disebut Maou terkuat jika menghadapi Naruto saja tidak bisa, dan kalaupun kekuatan mereka ternyata sama, maka ia akan menggunakan cara licik. Itulah Sirzech, Super-Devil yang disebut-sebut sebagai keajaiban dari Underworld.

Keputusan mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada Naruto dan Hinata yang ketahuan menyusup sudah diambil. Nampak hologram Azazel menarik nafas sejenak sebelum membicarakan masalah lainnya.

"Alucard? Kalian berdua pasti tahu tentangnya kan?"

Sirzech dan Ajuka mengangguk.

"Dia lah yang merusak rencanaku dan mengundang Konoha ke wilayah Vampir. Aku tak menyangka kalau dia muncul kembali dan melibatkan diri, kukira dia hanya akan diam saja."

Ajuka menyangga dagunya dengan tangan, sikunya bertumpu di meja. "Dia ya? Sosok yang entitasnya adalah anomali, fenomena keberadaan dirinya akan menjadi masalah besar untuk kita. Dia pasti sudah mengetahui tentang Imperium of Bible karena dia bisa berada dimana saja, bahkan dalam alam pikiran kita sekalipun."

"Benar, aku sudah mengkonfirmasi padanya langsung dan respon yang dia buat menandakan kalau dia mengetahui tentang proyek besar kita walau tidak mengatakannya secara blak-blakan." sahut Azazel. "Dia seperti tuhan informasi, tapi meski begitu ia sejatinya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia memang kuat dan sangat merepotkan, tapi ia sendiri tidak bisa melakukan apa-apa pada dunia ini bahkan merubah takdir sekecil apapun."

Alucard memang hebat dengan kemampuan khususnya, bisa ada dimanapun bahkan didalam pikiran seseorang. Namun ia sendiri bahkan tak bisa melakukan apapun pada dunia ini meski hanya memindahkan gelas sejauh satu centimeter. Itu karena anomali entitasnya membuat dia bukan bagian dari dunia ini, dia ada namun juga tiada. Kalau seluruh dunia dianggap satu sebagai alam nyata, maka Alucard berada di alam roh. Roh tidak bisa mengubah apapun yang ada di dunia nyata.

Walau kelemahan Alucard sebegitu parahnya, tapi dia tidak bisa dianggap enteng. Vampir abadi itu pasti punya sesuatu yang bisa ia lakukan.

Sirzech meletakkan kembali cangkir teh yang baru saja ia seruput, "Jadi karena ketiadaan eksistensinya di dunia nyata lah sehingga dia membawa Konoha dalam masalah ini?"

Azazel mengangguk sekali. Namun dia masih merasa heran, "Tapi kenapa Konoha bisa berkerja sama dengan Alucard?"

"Karena Konoha juga sudah mengetahui tentang proyek Imperium of Bible." jawab Sirzech singkat.

"Huh?" Ajuka nampak tak percaya. "Maksudmu apa, Sirzech?"

"Alucard tahu tentang Imperium of Bible, Konoha pun juga sudah tahu. Apa ada hal yang lebih kuat dari itu untuk mendasari persekutuan mereka?"

Ajuka menggeleng sekali.

"Aku sekarang jadi sangat yakin asumsi Falbium bahwa keponakannya, Zefordol Glaysha-Labolas, mati dibunuh mata-mata Konoha. Bocah itu pasti menangkap basah mata-mata yang mencuri informasi tentang Imperium of Bible dari dokumen yang tersimpan di istana Glaysha-Labolas sehingga dia dilenyapkan. Tak ada lagi yang membuatku meragukan hal ini."

Azazel dan Ajuka kini mengerti. Benang merah semenjak insiden kematian Zefordol hingga kemunculan Alucard terhubung dengan informasi tentang Imperium of Bible. Bahkan itu juga menjelaskan kenapa Konoha dan Ras Vampir bersekutu.

Sekarang yang selanjutnya adalah...

Azazel menatap lurus ke arah dua Maou berbeda warna rambut di depannya, merah dan hijau. "Kalian pasti sudah mendengar kebohongan yang dibuat oleh para vampir dan orang Konoha untuk mengusir aku dan kelompok Rias dari wilayah vampir, iya kan?"

Pertanyaan Azazel mendapat anggukan.

Sirzech menarik nafas lalu memasang wajah serius, "Itu bisa kita artikan sebagai tantangan perang dari mereka pada kita."

Tak ada yang membantah. Kebohongan yang dibuat-buat oleh petinggi vampir Rumania yang bersekongkol dengan Tim Gaara untuk mengusir Azazel dari sana jelas-jelas merupakan bentuk perlawanan nyata mereka terhadap Aliansi.

Ajuka kembali bersuara, "Jadi dengan begini, target perang kita tidak hanya Gunung Olympus dan Nirvana, tapi juga persekutuan Konoha-Vampir."

Sirzech mengangguk kemudian mengambil gelas tehnya lagi, mungkin dia sedikit haus.

"Kalau begitu, apa ada perubahan rencana?" tanya Azazel. Ini berkaitan dengan hasil pertemuan rahasia antara setiap petinggi dari Aliansi Tiga Fraksi dan Odin beberapa hari lalu di Surga Tingkatan Ketujuh.

"Kurasa tidak perlu." jawab Sirzech. "Dewa-Ketua Odin yakin kalau Konoha dan sekutunya hanyalah eksistensi kecil. Tidak perlu terlalu dikhawatirkan meski mereka mengtahui tentang proyek besar kita. Target utama tetap golongan superior Olympus dan Hindu-Buddha."

Azazel mengangguk paham, namun "Aku masih memikirkan sesuatu. Sejak berita bohong kalau Konoha berhasil mengusir Rizevim dari wilayah vampir tersebar ke seluruh dunia, banyak golongan yang mulai menaruh simpati dan kepercayaan terhadap Konoha karena takut dengan teror yang dibuat Khaos Brigade. Bisa jadi nanti mereka membentuk persekutuan besar kan?"

"Walaupun ada, tapi kemungkinannya sangat kecil." jawab Ajuka. "Apalagi kalau Konoha dengan sembrono mengatakan tentang rencana kita mewujudkan Imperium of Bible, golongan-golongan lain mungkin akan menertawakan dan menganggap kalau itu hanya bualan belaka."

Sirzech mengangguk dan tampak kalau Azazel pun sepaham dengan Ajuka.

Tiga orang penting itu diam sejenak dan berpikir. Semua kemungkinan harus diidentifikasi agar nantinya tidak menganggu rencana besar mereka untuk mewujudkan dunia yang diimpikan.

Tiba-tiba Sirzech bergumam beberapa detik setelah dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, "Apa mungkin ada lagi kelompok atau golongan lain yang bersekutu dengan Konoha selain bangsa vampir?"

Ajuka sedikit tersentak karena mendengar gumaman pelan rekannya, "Itu bukan hal mustahil menurutku."

"Kita harus lebih berhati-hati lagi mulai sekarang. Tidak menutup kemungkinan kalau ada mitologi yang sudah kita tundukkan, membelot dan bekerjasama dengan Konoha, iya kan?" sambung Azazel.

Sirzech dan Ajuka mengangguk mantap. Ucapan Azazel ada benarnya. Semakin kesini, situasi politik semakin panas dan rumit sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Sudah semakin nyata kalau pergerakan Konoha bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Masih teringat di kepala Sirzech akan pesan Kakashi saat tiba-tiba datang ketika pertemuan di Kouh. Kakashi mengatakan bahwa Konoha ingin damai, namun tak akan segan-segan berperang dengan siapapun jika ketenangannya diusik. Sudah jelas, proyek Imperium of Bible akan mengusik ketenangan Konoha yang mengakibatkan para pendatang dari dunia lain itu mengambil tindakan nyata dengan membuat persekutuan militer untuk berperang.

Topik pun berubah lagi.

Ajuka dengan wajah sedikit bingung bertanya, "Sebelum kau kesini, kau mengabarkan kalau seseorang dari Konoha mencuri Holy Grail dari vampir darah setengah bernama Valerie, entah itu tanpa atau dengan sepengetahuan petinggi vampir itu sendiri, iya kan?"

Azazel mengangguk karena kepadanya lah pertanyaan itu ditujukan.

"Kira-kira apa tujuan mereka melakukan itu?"

Sirzech mengangkat bahu.

Azazel tersenyum remeh, "Kukira hal itu tidak jauh-jauh dari penguatan militer."

"Kenapa kau berkata dengan nada begitu, Azazel?" tanya Ajuka yang tak mengerti jalan pikiran Sang Gubernur Malaikat Jatuh.

"Coba saja kau pikir, memangnya Konoha yang baru datang dari dunia lain punya teknologi setinggi apa untuk menggunakan Holy Grail? Bahkan saat aku di Rumania, ilmuan-ilmuan vampir juga tidak bisa memaksimalkan potensi penggunaan Sacred Gear. Lalu Holy Grail yang bisa digunakan Marius paling jauh hanya menghilangkan kelemahan vampir atau membuat naga jahat lemah. Jadi apapun yang mereka perbuat, bukan sesuatu yang harus kita khawatirkan."

Sirzech yang paham isi hati Azazel berceletuk, "Kau masih kesal ya Azazel, karena gagal mendapatkan Holy Grail dari sana."

"Tch. Aku akui itu. Aku memang membutuhkan Holy Grail untuk sentuhan akhir produksi kloning satu juta malaikat super. Tapi tak masalah, meski aku tak mendapatkan benda itu kemarin, tapi aku punya rencana cadangan. Lihat saja, Holy Grail itu pasti kudapatkan."

Azazel berkata sambil mengepalkan tangan.

Ajuka dan Sirzech paham kalau Azazel bukanlah tipe orang yang akan diam jika mendapat kegagalan. Azazal pasti akan menyelesaikannya sampai tuntas, bagaimanapun itu.

Lalu setelah menyeruput teh sekali lagi, Sirzech mengingat sesuatu. "Bawahanku mengatakan kalau pemuda berjubah yang memiliki mata aneh dari Konoha yang mampu menciptakan sosok Raja Tengu raksasa muncul lagi. Dan dia sendirian menghadang barikade ribuan pasukan kita yang mengepung wilayah vampir. Kau menyaksikannya sendiri, Azazel?"

"Ya. Pemuda itu bukan manusia sembarangan. Aku yakin hanya ada satu pemuda seperti itu di Konoha. Aku pun ragu kalau aku sendirian mampu mengalahkannya, makanya aku menyuruh barikade pasukan untuk mundur daripada bertempur sia-sia."

"Tidak hanya satu, Azazel." ucap Ajuka dengan wajah serius. "Kau tidak lupa kan kalau tadi kita membahas tentang penyusup dari Konoha? Uzumaki Naruto."

Sirzech tersenyum miring, "Jadi dua orang. Hmmm, kalau hanya dua orang saja yang punya kekuatan sebesar itu, kita pasti masih bisa mengatasinya. Aku yakin itu."

Dalam benak tiga orang petinggi itu, masalah terbesar yang diberikan oleh Konoha adalah adanya dua orang pemuda. Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke. Dua orang itu lah yang menjadi poros kekuatan Konoha. Kekuatan yang mampu melampaui seorang Dewa.

Dua kekuatan besar itu harus diwaspadai, dan untuk meruntuhkannya perlu rencana matang. Satu rencana sudah Sirzech siapkan untuk salah satunya, rencana untuk menyingkirkan Uzumaki Naruto.

Sudah selesai membahas Konoha, permasalahan lain pun diungkap kepermukaan. Sirzech maupun Ajuka merilekskan badannya, duduk di kursi agak lama tentu membuat pegal.

Azazel melanjutkan laporannya. "Ini mengenai Rizevim dan rencana besarnya."

"Aku sudah mendengar hal itu dari Rias." sahut Sirzech.

Ajuka menyambungi, "Rencana Rizevim akan jadi masalah bagi kita. Rencananya memang tidak berlawanan dengan impian ras kita, dia ingin pergi ke dunia lain. Namun cara yang dia lakukan, membangkitkan Trihexa untuk diadu melawan Great Red yang menghalangi jalannya secara tidak langsung berakibat buruk untuk kita. Tidak hanya kita saja, tapi juga semua golongan baik sekutu maupun musuh. Akan sia-sia dunia impian Imperium of Bible terwujud jika Great Red yang menjaga kestabilan celah dimensi dilenyapkan. Dunia hanya akan menghitung hari menunggu kiamat jika Naga Merah Raksasa itu mati."

Azazel mengangguk setuju, "Kita harus melakukan sesuatu untuk menggagalkan rencana Rizevim. Tapi sebelum itu, ada masalah yang sebenarnya sangat menggangguku."

"Apa tentang Ophis?" tanya Sirzech.

Maou berambut merah itu pasti sudah mendengar cerita lengkap dari adiknya, Rias. Tentang apa yang terjadi pada Ophis The Uroboros Dragon. Sekarang dia ingin mendengar lebih detail serta bagaimana tanggapan Azazel.

"Ya, tentang dia. Aku sama sekali tak habis pikir, dari sekian kemungkinan tak ada satupun yang bisa dihubungkan dengan 'rusak'nya Ophis. Dewi Naga itu kini tak ubahnya program komputer yang disusupi dan diambil alih oleh virus. Eksistensi yang tak ada makhluk manapun yang bisa mencapainya, yang tidak memikirkan hal lain selain kembali ke kampung halamannya, bisa berubah sangat banyak seperti itu."

Ajuka bertanya, "Azazel, kau pasti punya opini atau pemikiran yang bisa kau katakan tentang kejadian ini kan?"

"Mungkin erat kaitannya dengan operasi penyelamatan Ophis di Venesia oleh kelompok Cao Cao yang dibantu pasukan Grim Reaper."

"Bisa kau jelaskan tentang itu!" pinta Sirzech.

Bagi Sirzech dan Ajuka, berita tentang operasi itu sangat simpang siur. Operasi diberitakan gagal, Vali yang jadi buron tetap buron dan Ophis hilang entah kemana. Cao Cao pun juga menghilang, entah masih hidup atau sudah mati tidak ada yang tahu. Yang dapat dipastikan hanyalah tidak kembalinya ribuan pasukan Grim Reaper yang dikirim Hades, dari hal itu saja dapat dikatakan kalau operasinya gagal total.

Azazel mulai bercerita.

"Pertama kali aku bertemu Rizevim saat baru saja sampai di Kastil Tepes, aku sudah sangat terkejut karena melihat wajahnya. Lalu kemunculan Ophis yang dalam keadaan 'rusak' disisi Rizevim benar-benar membuatku terkejut sampai hampir mati. Ophis yang seharusnya berdiri sendiri, yang tak mungkin bisa ditundukkan, bisa-bisanya menjadi kacung Rizevim. Ini yang membuatku benar-benar tak mengerti."

"Apa Rizevim mengatakan sesuatu tentang itu?" tanya Sirzech.

"Dia mengaku kalau ada sekelompok anak muda yang memberikan Ophis yang sudah 'rusak' padanya. "

"Lalu?"

"Pertemuanku dengan Rizevim selanjutnya saat dia menunjukkan satu dari tiga bagian Sub-species Holy Grail dan mengatakan rencananya. Kalian berdua pasti sudah mendengar tentang rencana Rizevim, tapi yang jadi perhatianku saat itu ialah perkataannya kalau Samael sudah mati?"

"Apa?"

Sirzech dan Ajuka berucap bersamaan. Mereka sangat terkejut mendengar ini. Samael sang Pemakan Naga, malaikat jatuh yang dikutuk dengan niat jahat The God of Bible, eksistensi yang seharusnya disegel dan dijaga ketat di dasar Neraka, bisa sampai mati begitu. Bagaimana kejadiannya?

"Ya, Samael sudah mati. Makhluk terkutuk itu dibunuh di Venesia. Itulah yang sebenarnya terjadi pada operasi penyelamatan Ophis oleh golongan Hero Faction. Vali mengatakan padaku kalau insiden di Venesia itu sebenarnya adalah skenario yang dibuat oleh sekelompok orang. Ophis secara sengaja dilimpahkan kepada timnya dari kejaran Cao Cao dan pasukan Hades. Tim Vali melarikan Ophis hingga sampai di Venesia dan terperangkap disana. Di tempat itulah, Samael dikeluarkan oleh Cao Cao untuk menangkap Ophis. Namun saat Samael sudah keluar, barulah orang yang membuat skenario muncul. Dan targetnya adalah membunuh Samael."

Ajuka dan Sirzech diam mendengarkan kelanjutan ucapan Azazel. Sirzech menatap lurus mata dari sosok hologram Azazel. "Apa kau mau mengatakan kalau orang-orang yang menyerahkan Ophis 'rusak' pada Rizevim sama dengan yang membunuh Samael?"

Azazel mengangguk, "Aku yakin itu. Bahkan ada kemungkinan kalau kelompok itu sudah membuat skenario yang menjadikan seluruh dunia sebagai panggung permainan dengan semua golongan sebagai pemainnya. Kalian berdua pasti sudah menyadari adanya gap setelah menghilangnya Ophis sejak insiden di Venesia hingga kemunculannya dalam keadaan 'rusak' di sisi Rizevim, iya kan? Pasti pada point itulah kelompok tadi bergerak."

Ajuka menautkan tangan kanan dan kiri, menjadikannya untuk meletakkan dagu, "Hmmmm, sebuah kelompok misterius yang tak jelas apa tujuannya ya?"

"Begitulah?"

"Menurutmu Azazel, apa mungkin kelompok itu akan jadi penghalang jalan kita mewujudkan Imperium of Bible?" tanya Sirzech.

"Entahlah. Tapi tindakan kelompok itu sampai sekarang tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghalangi jalan kita." kata Azazel. Hologramnya masih berdiri di atas lingkaran sihir sebagai media komunikasi. "Hanya saja Rizevim mengatakan kalau kelompok itu memberikan Ophis yang 'rusak' karena mengincar sesuatu yang jadi tujuannya, Trihexa. Mengingat kalau kelompok itu sanggup membuat Ophis menjadi seperti sekarang, lalu membunuh Samael, bahkan bermain-main dengan Rizevim, pastinya mereka terdiri dari orang-orang kuat."

Sirzech mendesah, "Huuuufft, ini akan jadi masalah besar."

"Ya, kau benar Sirzech." ucap Azazel. Dia kemudian memasang wajah serius, "Jadi, biarkan aku yang mengurus masalah ini."

Ajuka langsung menatap Azazel dengan ekspresi bertanya-tanya, "Kau?"

Azazel mengangguk, "Rizevim mengatakan padaku kalau aku pasti mengenal identitas anggota kelompok itu. Namun sampai saat ini, selama ribuan tahun aku hidup dan dari sekian banyak orang yang aku kenal, aku tak bisa menebak siapa mereka. Karena itulah, jika aku yang melakukannya kemungkinan berhasil lebih baik."

"Jadi apa rencanamu, Azazel?" tanya Sirzech.

Azazel tersenyum optimis, "Aku akan membentuk sebuah tim."

.

.

.

-Kuoh-

Sudah tiga hari berlalu semenjak teror di kota kastil Tepes, yang hasilnya kota itu rusak seperti dimusnahkan. Insiden itu tentu saja menarik perhatian dunia luar. Hampir setiap golongan dari berbagai mitologi yang masih tersisa memperbincangkannya, terutama dewa-dewa dari golongan superior.

Tenar beredar khabar bahwa Konoha lah yang berperan besar dalam upaya mengusir para teroris. Entah bagaimana ceritanya bermula, yang jelas setelah kembalinya para legenda Vampir yang menjalin kerjasama dengan Konoha, maka para teroris berhasil diusir dari tanah Rumania. Berkat hal itu, reputasi Konoha melejit keatas sehingga disorot oleh banyak media. Beberapa golongan pun tidak segan menunjukkan simpati dan dukungannya untuk Konoha.

Namun bukan berarti masalah berhenti sampai disitu saja. Identitas boss para teroris telah terungkap, keturunan pertama Sang Putra Bintang Fajar, Rizevim Livan Lucifer. Tentu saja nama ini sangat mengejutkan mengingat sepak terjangnya dimasa lalu dan darah siapa yang dia bawa dalam nadinya. Memang di Rumania dia gagal, tapi selama dia masih hidup maka dunia tidak akan tenang. Apalagi setelah pernyataan Rizevim yang ingin membangkitkan Binatang Pengkiamat, Trihexa. Ditambah lagi dengan pasukan Naga Jahat miliknya.

Akibat hal itu, muncul kepanikan dari berbagai mitologi. Dewa-dewa pemimpin setiap mitologi yang masih tersisa menganggap hal ini sebagai situasi paling berbahaya sepanjang sejarah. Berbagai spekulasi menyeruak kepermukaan akan bagaimana nasib dunia nantinya. Lalu mulai ramai lah isu membentuk sekutu untuk menandingi perlawanan Rizevim dan 'Qlippoth'. Ada yang condong pada Aliansi Tiga Fraksi yang telah lebih dulu mengusung perdamaian sejak pembentukan Pakta Kuoh antara mereka, tapi tidak sedikit pula yang mulai mendekati Konoha.

Nah, pada point itulah Azazel lagi-lagi dipaksa bekerja keras. Dia lah yang mendapat bagian untuk mengurus masalah persaingan politik ini, sedangkan Sirzech dan Ajuka yang akan mengurus rencana dan perang sebagai langkah terakhir mewujudkan Imperium of Bible.

Imperium of Bible tidak sekedar untuk mendominasi dunia saja, tapi juga tentang bagaimana caranya agar memberikan impresi yang baik bagi semua golongan, terutama ras manusia. Perang memang termasuk didalam langkahnya, namun perang yang dimaksud adalah dengan memposisikan Aliansi sebagai pihak 'baik' sehingga menarik simpati banyak orang dan menjadikan lawan sebagai pihak yang 'jahat'. Itulah yang harus diwujudkan, dan untuk mewujudkan itu tentu lebih dulu harus mengembalikan reputasi Aliansi Tiga Fraksi yang rusak sejak Azazel dipecundangi oleh Gaara di Rumania.

Tugas Azazel mengembalikan reputasi Aliansi agar tidak direbut oleh Konoha. Jika sampai banyak golongan yang bersimpati apalagi sampai bersekutu dengan Konoha, maka proyek Imperium of Bible akan jadi lebih sulit.

Sebenarnya akan lebih tepat kalau Michael yang melakukan tugas ini, karena pandangan orang tentang 'Malaikat' dan 'Malaikat Jatuh' pasti berbeda. Malaikat selalu dipandang baik, berbeda dengan Malaikat Jatuh yang dipandang sebagai eksistensi jahat sepanjang jaman.

Sekarang nama Azazel sebagai Gubernur Malaikat Jatuh sudah cukup tercemar akibat gagalnya bantuan yang dia berikan pada Bangsa Vampir, bahkan tidak menghasilkan apa-apa. Yang ada malah mulai beredar rumor kalau dirinya dicap sebagai pembuat keributan di Rumania dengan hampir saja menggerakkan ribuan pasukan hanya untuk menangkap tiga orang teroris.

Politik telah menjatuhkannya sehingga Azazel harus melakukan upaya keras agar namanya dan Aliansi disegani kembali oleh dunia. Oleh karena itu, Azazel lah yang harus melakukannya langsung, bukan diserahkan pada Michael.

Caranya adalah dengan membuktikan bahwa Rizevim memang benar membawa satu bagian dari sub-spesies Holy Grail yang digunakan dengan tujuan membangkitkan Trihexa. Dengan hanya membuktikan bahwa Holy Grail adalah tipe Sacred Gear dengan sub-spesies yang mana terdapat tiga dalam satu paket, itu sudah cukup untuk membalas Konoha dan bangsa Vampir yang melakukan konspirasi menjatuhkannya. Kemudian jika berhasil menggagalkan bangkitnya Trihexa, tentu reputasi Azazel akan kembali meroket dan Aliansi akan mendapat kepercayaan lagi dari dunia. Dengan begini, jalan menuju Imperium of Bible jadi lebih mudah.

Ya, Azazel harus bekerja keras membalik keadaan setelah ia dipecundangi Gaara.

Dan kini, Sang Gubernur Malaikat Jatuh telah mempunyai ide di kepalanya, tentu saja dengan memanfaatkan para anak muda yang masih belum tahu banyak hal.

Sekarang sudah larut malam dan banyak orang berkumpul di Kouh Academy.

Klub Penelitian Ilmu Ghaib lengkap, semua anggota OSIS yang dipimpin Sona, Azazel, Suster Griselda Quarta, Joker Dulio Gesualdo, Slash Dog Ikuse Tobio, Sairaorg Bael, Seekvaira Agares, dan Riser Phenex. Bahkan Sirzech Lucifer dan Michael sang Archangel dari Surga juga menyempatkan diri berhadir.

Ini benar-benar pertemuan yang luar biasa. Tak pernah terbayang diantara para iblis muda yang baru saja memulai debut di dunia akan dikumpulkan dalam pertemuan seperti ini. Setiap pemimpin dari masing-masing fraksi yang selalu berada di garis terdepan hadir semuanya.

Sebagian memang sudah sering bertemu, tapi kebanyakan baru bertatap muka sekali walaupun sudah tahu nama masing-masing.

Issei dan Riser memang pernah bermusuhan di masa lalu, namun masalah itu sudah selesai. Riser mengakui kekalahannya dari Issei, ia sadar kesombongan lah yang menjatuhkan dirinya hingga di titik terbawah dalam hidupnya. Karena itulah, dia ada disini untuk membuktikan bahwa ia masih layak diperhitungkan sebagai iblis muda.

Kelompok Gremory dan Sairaorg memiliki hubungan baik sejak awal. Simpel, karena Rias dan Sairaorg adalah saudara sepupu yang sangat dekat. Antara Issei dengan Sairaorg nampak ada interaksi panas, dalam artian hasrat bertarung. Yah, waktu itu memang Issei kalah dalam sparring melawan Sairaorg, tapi kali ini Issei bertekad itu tidak akan terjadi lagi. Pun begitu dengan Sairaorg, setelah mendengar perkembangan kekuatan Issei yang luar biasa hingga mencapai Armor Crimson, tentu saja membuat Sairaorg ingin mengujicoba kembali batas kekuatannya melawan pemilik kekuatan salah satu Naga Surgawi.

Sona dan Seekvaira pun terlihat akrab, dalam artian mereka saling bersaing untuk posisi terbaik sebagai ahli taktik. Sudah terkenal dimana-mana bahwa kejeniusan dua gadis iblis muda ini bukan hal biasa.

Griselda, Tobio, dan Dulio memang jarang bertemu dengan para iblis muda sebab mereka selalu ditempatkan di garis depan pasukan Surga. Jadi moment ini mereka manfaatkan untuk lebih mengenal para iblis muda.

Diantara banyak orang itu, tentu saja ada yang tersisihkan. Bukan bermaksud menyisihkan, namun sudah sewajarnya mereka bersikap begitu. Mereka lah para budak yang sadar diri akan posisi mereka sendiri. Hanya ada budak-budak Rias dan Sona disana, mulai dari Akeno, Tsubaki dan lain-lain hingga Naruto dan Hinata yang paling belakang sebab mereka berdua hanya budak cadangan. Sairaorg, Seekvaira, dan Riser datang sendiri tanpa membawa budaknya. Sirzech pun tidak didampingi oleh Grayfia.

Rias bertanya saat semuanya melihat satu sama lain. "Bagaimana para pertinggi menanggapi hal ini?"

Pertanyaan Rias memang singkat, tapi karena situasi sudah dimengerti oleh setiap orang jadi arah topik pembicaraan langsung diketahui.

Topik yang dibahas adalah mengenai Rizevim yang membawa satu Holy Grail yang akan digunakan untuk membangkitkan Trihexa dan pasukan Naga Jahat serta tentang utusan Konoha bernama Sabaku no Gaara yang juga membawa satu Holy Grail yang belum diketahui untuk tujuan apa. Selain itu pula, tentang bagaimana caranya mengembalikan reputasi Aliansi yang turun akibat konspirasi licik Konoha dan Ras Vampir.

Azazel mulai menjelaskan.

"Insiden kemarin bukanlah sesuatu yang bisa kita anggap ringan apalagi diabaikan. Kondisi politik dunia pun sudah pecah menuju arah yang buruk."

Seperti yang diketahui, kemunculan Rizevim telah membuat panik banyak kalangan. Belum lagi beredarnya berita yang simpang siur dan tak berdasar fakta, yang menurunkan reputasi Aliansi sehingga mitologi-mitologi minor pecah menjadi dua bagian, sebagian masih percaya pada Aliansi, sedangkan sebagian lagi mulai mendekati Konoha.

Khusus untuk para iblis muda, terutama kelompok Gremory, sangat tidak menyukai para manusia dari Konoha. Dan mereka pun melihat bahwa Konoha memandang Aliansi dengan hawa permusuhan yang mereka sendiri tidak tahu alasannya apa. Setelah insiden di basemen Kastil Tepes yaitu Gaara merampas Holy Grail milik Valerie, Rias tak ragu menetapkan bahwa Konoha adalah musuh yang harus dilenyapkan.

Berbeda lagi dengan para petinggi dan orang tertentu yang tahu lebih banyak dan lebih dalam tentang situasi sebenarnya.

Azazel melanjutkan ucapannya.

"Si brengsek Rizevim itu mencoba menimbulkan kekacauan pada dunia ini dan dunia lain dengan ideologinya yang berbahaya. Bahkan yang pertama dan sudah nyata terjadi akibat perbuatannya adalah kehancuran wilayah vampir yang tidak bisa kita abaikan begitu saja."

Ya, walaupun berhasil diusir, tapi tak menampik kenyataan bahwa ada banyak korban jiwa dan kerugian materiil dari pihak Vampir akibat teroris.

Azazel menghela nafas.

"Bahkan ada pendapat radikal dari mitologi tertentu bahwa mereka tidak akan berpikir dua kali untuk mengirim kekuatan militer untuk masalah ini. Dewa-Ketua Odin sebagai mitra Aliansi sudah menyatakan itu dengan tegas. Bagaimanapun, Naga Jahat yang dianggap berbahaya dari setiap mitologi telah menimbulkan malapetaka bersamaan dengan hal ini. Dan orang yang memimpin mereka adalah anak laki-laki sebenarnya dari Lucifer sebelumnya. Dahulu mungkin mereka melihat kejadian ini sebagai krisis di Underworld saja, namun sekarang menjadi masalah serius bagi seluruh dunia dengan rencana mereka membangkitkan Trihexa. Jika binatang itu dibangkitkan dan memulai pertarungan dengan Sekiryushintei Great Red, mungkin dunia akan runtuh sebagai akibatnya. Belum lagi masalah Ophis."

Semua tidak bisa berkata-kata pada pernyataan Azazel. Sudah jelas akan ada banyak kerusakan jika Trihexa bertarung dengan Great Red. Jika hanya Trihexa melawan Great Red, mungkin akan imbang namun dengan meninggalkan banyak sekali kerusakan di seluruh dunia. Tapi jika Ophis ikut melawan Great Red pula, sudah dapat dipastikan lengsernya Great Red dari singasananya hanya tinggal menunggu waktu. Setelah Great Red tunduk, Rizevim akan pergi ke dunia lain dengan meninggalkan dunia ini tanpa Naga Penjaga Celah dimensi. Hal ini pastinya akan buruk, dunia yang sudah rusak secara perlahan akan benar-benar runtuh sampai tak bersisa karena keutuhan dimensi tidak ada yang menjaga. Dan kiamat pun akan benar-benar terjadi.

Sirzech melanjutkan ucapan Azazel.

"Sebelum kejadian ini, banyak pihak yang bertindak pasif. Mereka beranggapan bahwa Khaos Brigade yang melakukan tindakan terorisme di antara Tiga Kekuatan Besar sebagai target utama, maka Tiga Kekuatan Besar lah yang harus menghadapinya. Akan tetapi, semenjak nama Rizevim muncul sebagai pemimpin Khaos Brigade dengan tujuan konyolnya, tidak ada satu pihak pun yang mengacuhkannya sekarang mengingat betapa berbahayanya orang itu. Ditambah lagi politik dunia yang terbelah menjadi dua, membuat kekhawatiran semakin meningkat."

Azazel membuat sebuah senyuman pahit. "Lalu ada saran yang datang dari para eksekutif masing-masing pihak."

Semuanya memperhatikan kata-kata Azazel.

"Sejak bencana yang menimpa salah satu wilayah terkuat bangsa Vampir, banyak golongan yang mulai gugup. Setiap mitologi setidaknya memiliki satu dewa yang sangat kuat sebagai poros kekuatan, namun tidaklah mudah bagi mereka pergi keluar meninggalkan wilayah mereka dan memukul jatuh teroris. Itulah mengapa, muncul saran untuk membentuk Tim Anti-Teror yang terdiri dari petarung kuat yang bisa melawan Rizevim dan anak buahnya secara langsung."

Mendengar ucapan terakhir Azazel, nampak semua anak muda menyadari alasan mereka dikumpulkan di tempat ini.

Azazel menatap para petarung muda bergantian.

"Tim itu akan mendapatkan hak untuk bebas bertindak dari setiap fraksi dan tentu akan lebih cocok jika mereka lebih kuat lagi. Yeah, nama kalian semua disini telah disarankan untuk tim anti-teroris itu yang terdiri dari berbagai macam latar belakang. Iblis, Fallen Angel, Malaikat, Vampir, Youkai, Valkyrie, Grim Reaper, Manusia-Binatang, Manusia, dan yang terakhir Naga. Kalian bisa dikatakan kalau kalian ini telah berada di tingkatan yang berbeda meskipun merupakan tim campuran. Lebih jauh lagi, ini akan menjadi lebih mudah bagi kalian untuk bergerak."

Tim Rias, Tim Sairaorg, Tim Seekvaira, Tim Sona, Tim Riser, Azazel, Kelompok Slash Dog, Irina si reinkarnasi Malaikat, Griselda, Joker Dulio Gesualdo, serta Raja Naga Tannin yang tidak bisa hadir. Ini adalah tim campuran dengan orang kuat yang dikirim dari berbagai pihak.

Tampaknya tidak ada yang menunjukan tanda-tanda akan menolak tentang itu.

"Aku setuju dengan persekutuan ini. Semenjak kita didalam situasi ini, kita harus bekerja sama satu dengan yang lain."

Rias menyatakan persetujuannya untuk yang pertama kali, diikuti oleh semua peeragenya.

"Itu tidak jadi masalah. Aku akan membuat diriku sendiri bertarung bersama Rias dan Hyoudou Issei."

"Aku tidak keberatan."

"Aku juga. Meski sepertinya aku akan mendukung dari belakang."

Sairaorg, Sona, dan Seekvaira Agares juga setuju.

"Bagus, aku senang dengan keberanian kalian. Meksi aku tidak bisa ke garis depan, tapi aku pasti akan membantu." Sirzech menatap ke arah pemimpin para malaikat, "Iya kan, Michael?"

"Hu'um. Aku juga pasti akan melakukan bagianku sebisaku, walau tidak bertarung secara langsung."

Lain daripada yang lain, Joker Dulio mengangkat kepalanya sambil menggumankan "Hmmmm."

"Ada yang salah? Apa sesuatu mengganggumu?" tanya Azazel.

"Aku hanya berpikir, kita akan membutuhkan sebuah nama."

Tidak mungkin kan jika hanya disebut Tim Anti-Teroris?

Koneko bergumam sendiri, "[DxD]."

Semua tatapan tertuju pada gumaman Koneko. Gadis mungil berambut putih begitu terkejut mendapati dirinya menjadi pusat perhatian. Dia merasa malu, lalu melihat ke arah Naruto.

Yang di tatap menunjuk wajahnya sendiri, "Eh? Aku? Ettoh, anooo mungkin maksud Koneko-chan karena tim ini adalah tim campuran yang terdiri dari berbagai makhluk." Naruto menatap Koneko penuh harap, "Iya kan, Koneko-chan?"

Rias lalu bertanya setelah menatap kembali kepada Koneko. "Kepanjangan dari apa [DxD] itu? Apa itu kepanjangan dari Dragon of Dragon seperti julukan Great Red?"

Koneko jadi semakin malu. Setelah berhasil mengurangi kegugupan, dia menatap semuanya. "Tidak, itu bisa sebagai Iblis (Devil), juga Naga (Dragon), dan kata "Fallen" dari Fallen Angel yang artinya terjatuh (Downfall). Dan lainnya. Yah, kukira begitu lah."

Azazel menganggukkan kepala. "[DxD] kah? Itu mungkin memiliki arti perlindungan Great Red yang dijuluki [DxD] karena tugas tim ini selain mengalahkan teroris, juga untuk melindungi Sekiryushintei itu. Aku pikir itu bagus, tapi bagaimana dengan kalian?" tanyanya pada semua orang.

"Aku pikir itu tidak masalah selama itu bukanlah suatu nama yang aneh." Dulio memberikan persetujuannya langsung meski dialah orang yang menanyakan hal ini.

"Aku tidak mempermasalahkan bagaimana tim ini dipanggil. Yah, aku akan menyerahkannya pada yang muda." Sirzech nampak tidak peduli, namun dari nadanya ia akan setuju apapun keputusannya.

Issei memasang muka khawatir lalu bertanya, "Tidak adakah orang dari pihak lain yang tidak puas jika tim seperti kita mengambil sebuah tindakan?"

Memang para atasan dari tiap golongan yang menyarankan hal ini, tapi tidak menutup kemungkinan ada orang dibawahnya yang berbeda pendapat. Apalagi mengingat situasi politik dunia yang saat ini sedang terpecah.

"Yah, itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita campuri. Setiap pemimpin dari golongan yang ada dipihak kita lah yang akan mengurus bawahan masing-masing."

"Lalu musuh kita, Konoha?" Rias memperlihatkan amarah yang kentara dari wajahnya. "Mereka juga termasuk teroris kan?"

Yah, bagi Aliansi Tiga Fraksi, Konoha dianggap sebagai teroris karena telah merampas Holy Grail. Walaupun petinggi Aliansi tidak dapat mengatakan itu pada publik sebab mereka tak punya bukti. Melakukan hal itu hanya akan memperburuk reputasi Aliansi.

"Rias! Bersikaplah selayaknya kau seorang pewaris tahta." Sirzech menegur adiknya.

"Tapi, Onii-sama?"

"Biarkan kami yang mengurus Konoha. Perbuatan mereka tidak hanya pada kalian saja, tapi pada seluruh Aliansi. Kami para petinggi sudah sepakat untuk menghadapinya secara langsung."

"Iya, benar kata Sirzech-dono." sambung Michael. "Untuk alasan itulah, tim ini dibentuk. Kami yang akan bekerja menghadapi permusuhan dari Konoha, mereka mungkin akan lebih berbahaya dari Rizevim mengingat salah satu dari mereka juga menggunakan Holy Grail untuk sesuatu yang tidak ketahui, dan ada lebih banyak lagi yang tidak kita ketahui dari mereka. Mampu menarik kembali legenda vampir yang ditakuti ke panggung dunia sudah membuktikan kalau mereka berbahaya. Selain itu, karena fitnah mereka terhadap kita membuat banyak golongan dan mitologi yang menaruh kepercayaan pada Konoha. Hal ini lah yang membuat politik dunia terbelah. Belum lagi golongan superior seperti Reliji Hindu-Buddha dan Mitologi Olympus yang dikhabarkan sedang terjadi gejolak internal. Maka dari itu, kalian percayakan urusan rumit ini pada kami, sedangkan kalian aku percaya untuk mengurus teror yang dilakukan Rizevim."

Michael mengatakan hal itu dengan sangat meyakinkan, wibawanya sangat terasa sebagai pemimpin para Malaikat yang diagungkan.

"A-aku mengerti." ucap Rias.

Dan sepertinya para anak muda yang lain setuju dengan ucapan Rias.

Tapi berbeda dengan Issei dan Gasper. Mereka berdua menatap lurus ke arah Azazel.

"Kalian berdua tenang saja. Kita pasti akan mendapatkan Valerie."

Dua lelaki itupun bisa sedikit lebih tenang walau tidak menghilangkan semua kekhawatiran mereka. Valerie ada di Rumania dan bangsa Vampir disana sudah jelas menyatakan berada di pihak Konoha. Entah apa yang akan mereka lakukan pada Valerie mengingat utusan Konoha telah mengambil satu Holy Grail milik gadis itu secara sembunyi-sembunyi. Tidak ada yang bisa menjamin Valerie akan aman disana, walaupun itu adalah kampung halaman tempat ia lahir.

Gasper saat bangun dari pingsan, langsung bertanya dimana Valerie. Semua orang tidak bisa berbohong karena Gasper menyadari kalau ia sadar setelah berada di Jepang. Issei dengan jujur dan meminta maaf bercerita kalau Valerie belum bisa diselamatkan, namun ia berjanji pasti akan mengambil Valerie kembali suatu saat nanti. Karena hal ini, Gasper mengurung diri dan tidak ingin bertemu siapapun seharian.

Lalu setelah suasana hati berubah, Azazel menunjuk Dulio.

"Pemimpinnya yaitu Joker. Kau yang lakukan!"

Sontak Dulio terkejut, "Haaa? Aku?"

Azazel mengatakan alasannya.

"Semenjak terekam sebagai musuh dalam Al-Kitab, akan terlihat buruk jika Iblis atau Fallen Angel menjadi pemimpin. Dari berbagai pandangan, dua ras itu memiliki gambaran kalau mereka adalah penjahat, berbeda dengan malaikat yang dipandang baik. Tidak ada yang kurang darimu untuk mengambil peran ini. Alasan utamanya karena kau seorang reinkarnasi Malaikat dari Manusia. Kau pasti mendapat penilaian yang baik dari pihak manapun."

"Hanya karena alasan itu?" nampak Dulio masih belum bisa terima.

Griselda kemudian menyuarakan pendapatnya, "Dulio, ini adalah peran yang sangat terhormat. Kau mungkin bisa merekam namamu didalam sejarah, jadi kau harus melakukannya."

"Lakukanlah Dulio, aku mengatakan ini padamu sebagai perintah."

Dulio tidak mungkin menolak jika Michael yang mengatakannya, "Baiklah. Dimengerti. Aku akan melakukannya!"

"Lalu aku sendirilah yang akan menjadi pemimpin keduanya. Kita semua tahu, kalau menurunnya reputasi Aliansi di mata dunia karena kegagalanku di Rumania. Untuk mengembalikan reputasi Aliansi, aku sebagai salah satu petingginya, sebagai Gubernur dari Fraksi Malaikat Jatuh, harus mengembalikan namaku yang telah rusak."

Fix, kelompok Anti-Teroris [DxD] pun secara resmi terbentuk.

Pemimpin: Dulio Gesualdo. Dari Surga (Longinus "Zenith Tempest")

Pemimpin kedua/wakil: Azazel, dari Underworld/Grigori

Penasehat: Sirzech Lucifer dan Michael

Anggota yang berpartisipasi:

• Sairaorg Bael's group. Dari Underworld (Longinus "Regulus Nemea").

• Seekvaira Agares's group. Dari Underworld.

• Rias Gremory's group. Dari Underworld (Longinus "Boosted Gear").

• Sona Sitri's group. Dari Underworld.

• The Brave Saints (Griselda Quarta and Irina). Dari Heaven.

• Ikuse Tobio. Manusia dari Grigori (Longinus "Canis Lykaon").

• Sekiryuutei Ddraig. Satu dari Dua Heavenly Dragons.

• The Gigantis Dragon Fafnir. Satu dari Lima Great Dragon Kings.

• The Devil Dragon Tannin. Dari Underworld.

• The Prison Dragon Vritra. Satu dari Lima Great Dragon Kings.

Sudah diputuskan. Sebelum pertemuan diakhiri, Sirzech mengucapkan pesannya. "Aku tidak bisa memperkirakan bagaimana tindakan selanjutnya yang akan dilakukan Konoha. Ada kemungkinan golongan-golongan yang mengikuti mereka dan menaruh kepercayaan akan menyarankan hal yang sama, maksudnya Konoha juga akan ikut bagian dalam melawan teroris dengan membuat Tim sendiri mengingat keberhasilan mereka mengusir teroris dari Rumania. Jadi, berhati-hatilah, Konoha adalah musuh yang pandai berkamuflase."

Pertemuan pun usai.

Azazel melirik Sirzech dan Michael. Kedua pemimpin itu paham, sehingga sebelum pergi mereka menyempatkan diri menatap Naruto dan Hinata cukup lama. Terlihat biasa saja, tidak ada sedikitpun hal mencurigakan. Kemudian mereka berdua pun pulang dan kembali pada tugas masing-masing.

Orang-orang yang lain menyusul kemudian sehingga hanya menyisakan orang yang menetap di Kuoh saja yaitu Tim Rias dan Tim Sona.

Dimulai dari Sona, satu persatu anggota OSIS pamit undur diri sehingga hanya menyisakan Rias dan budak-budaknya serta Azazel. Mereka adalah pemilik tempat dimana pertemuan tadi digelar, Ruang Klub Penelitian Ilmu Ghaib.

Sona keluar pertama kali melewati pintu, dalam benaknya dia berpikir bahwa kejadian hari ini sangat konyol hingga membuatnya sangat ingin tertawa. Bayangkan? Tim Anti-Teroris [DxD] yang dibentuk dengan tujuan mencegah Rizevim membangkitkan Trihexa [666] malah mengikutsertakan dirinya yang secara rahasia ingin Trihexa bangkit dan membantu Rizevim. Bagi Sona, mungkin akan ada kejadian menarik nanti meski harus menjadi pengkhianat sekaligus musuh dalam selimut bagi kaumnya sendiri.

Ketika Naruto yang berjalan paling belakang hendak menutup pintu setelah keluar ruangan, tiba-tiba Koneko berseru.

"Tunggu!"

Naruto dan Hinata berhenti membiarkan diri mereka tertinggal dari anggota OSIS yang lain.

Koneko menatap Rias dengan wajah memohon, "Ijinkan aku pulang duluan, ada yang ingin kubicarakan dengan Naruto-senpai tentang latihan senjutsu."

Rias mengangguk.

Sudah biasa. Naruto dan Koneko memang punya hubungan yang baik dan sering berlatih bersama.

Azazel menatap Koneko yang pergi bersama Naruto dan Hinata. Ia memang sudah tahu identitas Naruto, tapi karena hanya berurusannya dengan Koneko, Azazel tak menaruh khawatir. Bagi dia, Koneko tak tahu apa-apa dan tak berguna untuk dimanfaatkan. Selain itu hubungan antara Koneko dan Naruto selama ini sangat biasa, wajar, dan tidak bermasalah sebagai partner latihan.

Azazel bisa pulang dengan tenang sekarang, pekerjaannya sudah dimulai. Disamping sebagai tindakan untuk menghalangi rencana para teroris, tim yang ia bentuk ini juga untuk mendekati kelompok yang bergerak di belakang Rizevim, kelompok yang ia anggap sebagai pembuat skenario dari balik layar. Untuk alasan itulah, Azazel menjadikan dirinya sebagai pemimpin kedua Tim [DxD].

.

Naruto dan Hinata memisahkan diri dari anggota OSIS yang lain, kini mereka berjalan pulang bertiga dengan Koneko karena sudah larut malam.

Koneko memfokuskan indera perasanya, setelah memastikan tak ada satu orang pun yang mengikuti dia berhenti berjalan.

Hal itu tentu saja membuat Naruto dan Hinata menghentikan jalannya pula.

Naruto menatap heran, "Ada apa, Koneko-chan?"

"Kalian berdua bukan Naruto-senpai dan Hinata senpai yang asli kan? Sona-Kaichou tadi juga sama."

Naruto tidak terkejut. Semenjak mereka berlatih bersama, ia cukup tahu sampai dimana perkembangan kemampuan Koneko.

Naruto terkekeh, "Ya, kami bertiga hanya bunshin."

Sebelum berangkat menemui Rizevim, Naruto membuat tiga bunshin dan dua diantaranya melakukan henge untuk menyamar menjadi Sona dan Hinata agar tidak ada yang tahu mereka pergi dari Kuoh. Hanya Tsubaki yang tahu hal ini. Dan ketiga bunshin ini melakukan tugas dengan baik, menipu semua peserta pertemuan tadi.

"Terus?"

"Ada hal yang ingin aku tanyakan, Senpai."

"Hm?"

"Pemuda bernama Lee tidak sengaja mengatakan sesuatu kepadaku."

Naruto sedikit tersentak. Walaupun cuma bunshin, tapi tetap punya pikiran sendiri untuk merespon dan bertindak. Dia membuang nafas panjang, "Begitu ya. Baiklah, tanyakan saja sesukamu. Tapi aku tidak bisa memberitahu semua hal. Kuharap kau tidak menyesal karena ini akan berakibat pada hubungan antara kita di masa depan nanti."

"Aku siap." kata Koneko dengan wajah yang teramat serius. Ia nampaknya sudah meyakinkan diri akan apapun yang akan ia dengar.

.

.

.

-Unknown Place-

Entah dimana tempat ini tersembunyi, tak ada yang mengetahui dengan jelas kecuali si pembuat dan orang yang menyuruh membuatnya. Sejauh mata memandang, tak ditemui adanya batas yang menunjukkan bahwa tempat terbuka ini sangat luas. Ada hamparan padang rumput hijau dengan beberapa pohon diantaranya. Langitnya cerah dan matahari bersinar terang, namun tidak terasa terik sama sekali. Ada juga sebuah sungai jernih yang mengalir deras.

Pada beberapa titik berdiri banyak tenda. Di sudut lainnya, nampak puluhan bahkan ratusan orang yang sedang latihan fisik ataupun latih tanding, ada juga yang mengurus logistik dan senjata.

Beralih ke salah satu tenda yang lebih besar dan lebih megah dari tenda-tenda lainnya.

Ada seorang tamu perempuan yang jika dilihat dari pakaian yang ia kenakan, maka pastilah posisinya sangat tinggi dan dihormati. Ia menggunakan kimono glamour berwarna putih beraksen merah. Rambutnya panjang berwarna kuning emas. Ada sepasang telinga rubah di kepalanya. Perempuan itu tidak sendiri, ia diiringi oleh dua orang pengawal. Dia berdiri di depan tenda, nampaknya ia sedang menunggu disambut oleh tuan rumah.

Tak lama kemudian, keluarlah seorang pria paruh baya berambut perak dengan masker dari dalam tenda. Ia membungkukkan badannya sedikit,

"Maaf kami Yang Mulia Yasaka-himesama kalau penyambutan anda kurang berkenan."

"Ehmmm Kakashi-san, sepertinya aku sudah pernah mengatakan padamu untuk bersikap lebih santai padaku. Lagipula kedudukanmu lebih tinggi dariku kan?, kenapa membungkuk eh?"

Yasaka nampaknya rada geli melihat Kakashi sang Rokudaime Hokage yang memimpin persekutuan penantang Imperium of Bible bersikap sangat formal padanya. Kakashi terlihat menjaga jarak, mungkin karena laki-laki itu jera dikerjai dan digoda olehnya tempo hari.

Yasaka ingin lebih santai meski sebenarnya situasi mengarah pada perang yang tak mungkin dihindarkan. Sang Ratu Youkai Kyoto itu pun mendudukkan pantatnya di sofa yang terletak di depan tenda tanpa menunggu dipersilahkan. Atap tenda menaungi tempat dia duduk dan letaknya yang tepat dibawah rimbunnya dahan pohon besar menjadikannya sangat nyaman.

Mengerti kalau tamunya berkeinginan seperti itu, Kakashi juga mendudukkan dirinya di sofa lain yang letaknya berdekatan. Kakashi ditemani oleh seorang ANBU bertopeng elang, itu ANBU Hawk yang merupakan pemimpin Kesatuan ANBU khusus Divisi I.

"Loh, kok duduk disitu? Ayoo duduk bersamaku." pinta Yasaka sambil menepuk sisi sofa kosong yang ia duduki.

Kakashi tampak enggan menuruti meski Yasaka meminta dengan ekspresi biasa. Dia menatap ANBU Hawk yang dijawab dengan gelengan pelan sekali. Yah, mereka berdua pernah jadi korban kejahilan Yasaka dan tidak ingin terulang lagi.

"Di sini saja."

"Ya sudah." ucap Yasaka dengan nada tak acuh.

Hening sesaat hingga Yasaka menemukan topik obrolan,

"Emm, tempat ini? Yah, tak kusangka tempat ini benar-benar terputus dari dunia luar. Aku tidak merasakan apapun keadaan diluar tempat ini. Dimensi ruang ini dibuat lebih baik dari teknologi dimensi ruang buatan milik ras iblis maupun ciptaan pengguna Longinus Dimension Lost."

Yasaka mengutarakan pendapatnya.

Kakashi langsung menanggapi, "Baguslah kalau memang seperti itu. Tempat ini akan jadi markas pasukan kita. Jadi kami membuatnya benar-benar tersembunyi."

"Bagaimana kalian membuatnya?"

"Sasuke!"

Zsshhtt

Orang yang dipanggil langsung muncul. Berdiri di belakang sofa yang diduduki Kakashi. Dia memakai jubahnya seperti yang biasa ia kenakan untuk bepergian melaksanakan misi.

"Dia lah yang membuatnya, Yasaka-himesama."

Yasaka tersenyum lembut ke arah Sasuke sebentar lalu menatap Kakashi lagi. Ia sudah kenal karena Sasuke juga berada di Kyoto saat adanya kehebohan karena penculikan dirinya waktu itu.

Kakashi menyadari wajah penasaran Yasaka yang ditujukan padanya, "Kau lihat mata kirinya, itu doujutsu Rinne-sharingan. Dengan mata itu, dia mengaktifkan teknik Amenominaka untuk menciptakan dimensi buatan. Aku juga tidak terlalu mengerti konsepnya, mungkin karena prinsip yang digunakan berbeda jauh dengan teknologi yang pernah ada didunia ini sehingga kau tidak mampu merasakan keadaan diluar dimensi ini. Yah agar kau tak repot memikirkannya, anggap saja dimensi ruang buatan dari teknik Amenominaka lebih baik dari dimensi buatan yang mampu ras supranatural ciptakan."

Yasaka mengangguk pelan sambil tersenyum sumringah, "No problem."

Amenominaka aslinya adalah teknik milik Kaguya Ootsutsuki. Dengan Rinne-sharingan sebagai mata ketiga di dahinya serta volume chakra yang sangat melimpah, dia mampu menciptakan enam buah dimensi ruang buatan yang kondisinya berbeda-beda serta sanggup memindahkan orang dan benda apapun disekitar ke berbagai dimensi ruang miliknya. Namun karena Sasuke tidak memiliki chakra sebesar Kaguya dan Rinne-sharingan miliknya ada dimata kiri yang tentu saja tidak sehebat mata ketiga Kaguya, sehingga ia hanya bisa membuat satu dimensi ruang buatan saja.

Kakashi meneruskan, "Tempat ini juga untuk latihan shinobi-shinobi dari Konoha. Kami mengikutsertakan semua shinobi berpangkat Chunin dan Jounin dalam perang. Anda juga bisa mengirimkan pasukan youkai dari Kyoto kemari untuk berlatih dan mempelajari stretegi baru karena pasukan persekutuan terdiri dari banyak campuran ras. Ratu Carmilla dari Rumania juga telah mengirimkan pesan melalui utusanku yang kembali dari sana tiga hari lalu bahwa dia akan menyiapkan setidaknya tidak kurang dari sepuluh ribu pasukan vampir elit yang akan dikirim ke tempat ini."

"Begitu kah?"

Kakashi mengangguk mantap.

"Pasukan Youkai dari Kyoto jumlahnya kurang lebih tiga puluh ribu. Kalau perlu, aku akan mengirimkan semuanya kesini. Aku tak perlu khawatir wilayahku kosong karena aku ada rencana sendiri untuk itu."

"Shinobi Konoha yang maju ke medan perang aku yakin mampu mencapai angka dua puluh ribu."

Mendengar hal itu, Yasaka dengan ekpresi masam membuang nafas panjang. "Totalnya enam puluh ribu? Hmm, bagaimana kita akan melawan mereka yang punya satu juta malaikat kloning? belum lagi mereka berkoalisi dengan mitologi Norse yang memiliki ratusan ribu pasukan valkirie."

"Aku tidak bisa menjanjikan kemenangan." ucap Kakashi pasrah, mengerti apa yang dikhawatirkan Yasaka. "Tapi kita tidak mungkin diam saja kan? Kita harus optimis."

"Kau benar."

"Yeah, lagi pula persiapan dari shinobi-shinobi Konoha saat ini dan persenjataannya masih 35%. Jika semua persiapan sudah selesai 100%, aku yakin cukup untuk mendobrak kekuatan satu juta malaikat kloning, pasukan iblis dan para valkirie."

"Aku pegang ucapanmu, Kakashi-san."

Yasaka menyesap teh yang baru saja disajikan oleh asisten Hokage.

Kakashi sendiri tidak bisa untuk tidak memperhatikan dengan seksama bagaimana anggunnya seorang Ratu Youkai dalam bersikap. Kecantikannya luar biasa tiada tara, dan Kakashi pasti akan menyatakan ketertarikannya kalau saja kejadian tempo hari di ruang pribadi Yasaka bisa dilupakan begitu saja. Ternyata dibalik sikap anggun dan menawan, Yasaka itu tipe wanita jahil.

Masih berkaitan dengan topik sebelumnya, Yasaka memulai pembicaraan baru.

"Aku mendengar kalau situasi dunia sedang tidak stabil semenjak kemunculan putra sang Bintang Fajar di Rumania, orang yang bernama Rizevim itu."

Kakashi dengan serius menjawab, "Yah, begitulah. Rencana dia untuk mengadu Trihexa dan Great Red juga membuat masalah bagi kita. Kalau dia berhasil, maka perjuangan kita akan sia-sia karena dunia pasti akan kiamat sebelum kita merasakan kemenangan. Kita harus melakukan sesuatu pada dia."

"Apa ada hal yang akan kau lakukan tentang itu, Kakashi-san?"

Kakashi menggeleng, "Belum ada. Tapi..." dia lalu menatap Sasuke, "Kau tampaknya menyimpan sesuatu."

Uchiha terakhir yang ditatap seperti itu mau tak mau harus bicara, gurunya ini memang punya instuisi yang sangat bagus. "Aku sudah bertemu dengan Naruto dan Hinata beberapa kali. Sebenarnya ini lah yang mereka berdua sembunyikan dari kita sejak meninggalkan Konoha, mereka sedang berusaha mencegah kiamat."

"Haah? Jangan menganda-ada, Sasuke!"

Kakashi terkejut karena baru pertama kali mendengar hal ini. Dia heran kenapa tidak sejak awal Sasuke memberitahu dirinya?

"Aku tak bisa mengatakan detailnya karena dia meminta begitu. Yang jelas, kita bisa percayakan urusan Rizevim pada mereka." Sasuke memang berkata benar, tapi dalam hati ia minta maaf pada sang guru karena tak mungkin membeberkan semua hal. Terlebih tentang memanfaatkan Rizevim untuk membangkitkan Trihexa, apalagi tentang kondisi Cardinal System sebagai pusat alam semesta.

Kakashi membuang nafas pasrah, muridnya si pirang selalu saja bertindak semaunya tanpa memberitahu lebih dahulu. Tapi ia sendiri tidak bisa melarang. Dia kemudian menatap Yasaka dalam-dalam.

"Yasaka-himesama, aku tidak bisa mengatakan apa-apa padamu saat ini terkait apa yang dilakukan salah satu muridku itu. Tapi aku bisa jamin padamu, kita bisa mempercayakan urusan Rizevim padanya."

Melihat binar keseriusan di balik mata sayu Kakashi, Yasaka mengangguk. Ia sendiri sebenarnya sudah menaruh semua kepercayaannya pada Kakashi tanpa mengharapkan timbal balik. Sebagai ratu youkai yang punya insting luar biasa dan penguasaan tinggi terhadap senjutsu dan youjutsu, ia selalu yakin dirinya dapat membaca isi hati dan tekad orang lain.

"Oke, aku percaya. Kembali lagi ke masalah yang dibuat Rizevim, ada hal baiknya juga untuk kita kan? Sekarang ada banyak kubu bahkan dewa dari berbagai mitologi kecil yang mulai menyatakan dukungan pada Konoha sejak utusanmu disana berhasil mengusir orang tua itu dari wilayah vampir."

"Tentang itu, sebenarnya bukan utusanku yang mengusir, tapi dia sendiri lah yang pergi seenaknya."

"Ooohh, begitu?" Yasaka langsung mengerti maksud ucapan Kakashi. Menurutnya Konoha selalu bertindak mengejutkan.

"Yah. Itu hanyalah tipu muslihat untuk merusak reputasi Aliansi Tiga Fraksi disamping memang ada yang kami perlukan dari salah satu vampir disana."

"Ya ya yaaa, lupakan itu dulu. Jadi bagaimana tindakanmu terhadap dukungan dari mitologi-mitologi itu, Kakashi-san? Kudengar dewa dari Mitologi Tanah Jawa yang merupakan anak dari Reliji Hindu-Buddha dan Mitologi kepercayaan Suku Maya, Aztec, dan Inca dari Benua Amerika, secara resmi sudah mengumumkan perlawanannya pada Rizevim dan keinginannya bekerjasama dengan Konoha."

"Aku tidak bisa menerima mereka begitu saja dalam persekutuan kita, mereka semua tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Apa yang kita persiapkan sekarang tidak boleh bocor keluar. Tapi suatu saat kita akan membuka mata mereka agar bisa melihat siapa musuh yang sebenarnya. Dengan begitu, mereka paling tidak bisa kita gunakan untuk melemahkan militer Aliansi Injil dan Norse."

"Aku setuju dengan pemikiranmu."

"Terima kasih" mata Kakashi sedikit menyipit saat mengatakannya.

Suasana hening lagi sesaat hingga tiba-tiba Yasaka memekik kecil. Ia bertingkah seperti gadis muda. "Oh iya, aku baru ingat."

"Hm?"

"Begini, saat kita sepakat membentuk persekutuan kau menyarankanku untuk tetap menjalin hubungan dengan Fraksi Iblis 'kan?"

"Iya. Lalu?" Kakashi jadi penasaran.

"Aku mengirim beberapa orang-orang penting dari kaumku kesana dengan alasan silaturahmi. Sebenarnya mereka bekerja sebagai informanku. Dan ternyata mereka memberikan hasil, meski sedikit."

"Jadi informasi apa yang kau dapat?" raut wajah Kakashi nampak sangat antusias.

Menyadari Kakashi begitu tertarik, Yasaka dengan serius sambil tersenyum menjawab "Disana menjual Novel seri Icha-Icha."

Doooonggggggggg...

What the f***.

Raut wajah Kakashi langsung berubah masam. Mana mungkin kan Jiraiya menerbitkan karyanya sampai ke dunia iblis? Andai dibalik masker yang dipakai Kakashi terdapat gigi tonggos, maka mulutnya yang terbuka akan tampak seperti mulut ikan angler yang giginya taringnya menonjol keluar dengan sebuah lampu menjuntai jidatnya.

ANBU Hawk alias Sai dan Sasuke yang masih setia menemani Kakashi, memalingkan wajah yang memerah karena menahan tawa. Jarang-jarang kan melihat guru mereka dikerjai seperti ini.

Yasaka pun tertawa anggung dengan punggung tangan menutup mulutnya. "Ufufufuuuuu, bercanda."

"Ekkhem." Kakashi batuk dengan sengaja.

Yasaka berhenti tertawa. Raut wajahnya kembali serius meski masih kelihatan menahan tawanya. "Ya baiklah, aku akan serius. Jadi begini, informanku mengatakan kalau mereka akan langsung memulai peperangan dengan Mitologi Olympus dan Dewa-Dewa Hindu-Buddha. Menurut mereka jika sudah berhasil menundukkan dua golongan superior itu, maka mitologi kecil sisanya pasti akan tunduk sendirinya tanpa perlu kekerasan."

"Baguslah kalau seperti itu. Berarti yang harus kita lakukan adalah tidak bertindak terlalu frontal. Perbuatan utusanku di Rumania pastinya dianggap sebagai tantangan perang oleh Aliansi Injil-Norse. Selain itu, salah satu muridku sempat bentrok dengan Sakra dari Reliji Hindu-Buddha dan temanku juga sudah mengalahkan Ares si Dewa Perang Olympus. Pastinya dua hal tersebut membuat Konoha diposisikan sebagai musuh kedua golongan superior itu. Kalau kita bertindak frontal, mereka bisa saja menghabisi kita duluan, lebih buruk lagi kalau mereka bekerja sama. Akan lebih baik kalau mereka semua tetap menganggap remeh persekutuan kita."

"Oh, terus?"

"Kita biarkan saja mereka berperang dulu. Saat mereka lemah, baru kita muncul."

"Hufft, aku mengerti. Itu garis besar rencana yang bagus, meski umum digunakan saat ada pertikaian antar banyak kubu."

"Memang begitu. Detail rencananya akan kita bahas saat semua pemimpin dari persekutuan kita berkumpul lengkap."

"Oke. Aku tunggu saat itu." ucap Yasaka.

"Lalu, bagaimana negosiasimu dengan dewa pemimpin Reliji Shinto?" tanya Kakashi to the point.

Yasaka menyamankan punggungnya di sandaran sofa. Kepalanya sedikit mendongak untuk merasakan kenyamanan itu. Ia menjawab dengan mata terpejam meski terkesan sedikit tidak sopan, "Walau harus tiga kali aku datang ke Takamagahara, tapi hasilnya memuaskan."

Takamagahara adalah dunia langit tempat tinggal para dewa Shinto yang terkenal dan dipercayai banyak rakyat Jepang. Tempat itu tak berbeda jauh dengan Gunung Olympus bagi dewa-dewa Yunani maupun Nirvana yang merupakan tempat tinggal dewa-dewi Reliji Hindu.

"Meski belum ada kesepakatan tapi saat bernegosiasi, Dewi Amaterasu kelihatan sangat ingin membelot pada Aliansi Tiga Fraksi dan Odin yang telah menginjak-injak harga dirinya sejak insiden serangan Dewa Jahat Loki beberapa bulan lalu. Mungkin dia ingin menunggu semua dewa dalam reliji itu mendapat suara bulat, baru menyampaikan kata sepakat pada kita. Tapi kupikir itu hanya masalah waktu saja."

Karena mendapat jawaban yang cukup memuaskan, Kakashi tidak bertanya lebih jauh.

Lalu topik pembicaraan pun habis lagi. Yasaka kelihatan sangat menikmati pemandangan dan suasana tenang dimensi ruang buatan yang diciptakan Sasuke dengan teknik Amenominaka.

Sasuke sendiri sengaja mendesain dimensi buatannya ini sebagai tempat yang nyaman, bukan tempat ekstrim seperi ciptaan Kaguya Ootsutsuki. Dunia lava, es, gravitasi tinggi, dan lainnya.

Sesaat kemudian, Yasaka tiba-tiba mengeluarkan smartphone lalu mengusap-ngusap layarnya.

Kakashi dan Sasuke menyerngit heran, bahkan ANBU Hawk yang memakai topeng pun jelas sekali kelihatan membuat ekspresi seperti itu. Dimensi ruang buatan ini kan tidak menyediakan jaringan selular, apalagi 3G dan 4G untuk internet?

tuuuuuuuuuuuuttttt...

Itu suara ketika melakukan panggilan.

Yasaka berdiri dari duduknya lalu menyerahkan smartphonenya pada Kakashi. "Ini, kau harus berbicara dengannya."

"Aku?" Kakashi menunjuk dirinya sendiri.

Yasaka mengangguk.

Setelah Kakashi menerima smartphone, Yasaka pun duduk kembali ke tempatnya semula sambil tersenyum lembut.

tuuttt.

Tersambung. Entah sihir apa yang digunakan Yasaka pada smartphonenya sehingga bisa digunakan walaupun tak ada sinyal.

"HALLOOOOOOOOWW...!"

Kakashi langsung menjauhkan benda itu dari telinganya. Dia tidak ingin telinganya tuli akibat teriakan keras suara orang diseberang sana.

"Terima kasih sudah menelpon. Cepat, mudah, dan handal. Anda punya masalah? Dewa Yato siap melayani hanya dengan lima yen."

Tuuutttt...

Panggilan itu langsung diputus Kakashi. Ia sudah cukup tahu bagaimana tabiat si Dewa Gelandangan itu dari informasi yang diberikan anak buahnya. Bicara langsung tidak perlu. Cukup memberi koin lima yen, kesepakatan pasti beres.

"Cepat sekali menelponnya?" tanya Yasaka saat Kakashi mengembalikan smartphonenya.

"Kau dekat dengannya kan, Yasaka-himesama? Kurasa kau sudah tahu seperti apa dia."

"Iya juga sih. Heheee." balas Yasaka sambil tertawa kecil.

Brakkk..

Gedebukkk

Baammm

Praakkk,,, pyaaarr.

Suara benda-benda pecah yang berserakan terdengar makin keras seiring dengan seorang perempuan berambut merah muda sebahu yang berjalan mendekat. Kakashi sadar itu bukan muridnya si papan tripleks berjidat lebar, tapi jelas dari hawanya adalah seorang dewi. Dia diiringi oleh seorang makhluk berjenis roh, yaitu Shinki atau nama lainnya Regalia, yang merupakan senjata suci Dewa. Wujud manusia dari shinki itu adalah seorang pria dewasa berbadan kekar dan berjanggut tipis dengan rambut hitam yang klimis dan mengkilap.

Nampak kalau dewi itu berjalan menyapa setiap shinobi yang sedang melakukan tugasnya.

Dari penampakannya, Kakashi sudah menduga siapa julukan dewi itu. Hal serupa juga dipikirakan olah Sasuke dan Sai. Sedangkan Yasaka kelihatan tak peduli.

Ketika sampai di depan tenda, dewi itupun langsung menyapa semuanya dengan riang lalu memperkenalkan diri.

"Yohalloooo... Watashiwa Kofuku desu."

Kakashi tak mau membalas sapaan itu. Dia tahu apa yang akan menimpanya.

Namun Kofuku langsung menarik tangan Kakashi untuk berjabat tangan.

"Neee, namamu Kaka-kun kan? Emmm, ayo kita kencan."

Sungguh, Kakashi ingin kabur. Bukan karena tidak ingin kencan, yang seperti ini sangat langka untuk Kakashi yang sudah tua tapi jones akut. Hanya saja mengingat apa julukan Kofuku, Kakashi tidak ingin dekat-dekat dengan dewi yang satu ini.

Sai maupun Sasuke sudah mundur lima langkah.

Kofuku tersenyum manis sambil menjabat tangan Kakashi, tak sedikitpun mau melepas.

Lalu,

Braackkk...

Suatu massa kental berlendir yang berwarna campuran hitam-kuning-putih mendarat di kepala Kakashi. Luberannya turun melewati wajah.

Shiittt.

Kakashi tahu itu, dari baunya pasti kotoran burung.

Kenapa bisa ada kotoran burung? Apa Sasuke sampai sedetail itu menciptakan dimensi ruang buatan hingga hewan-hewannya juga? Lalu ia kan berada dibawah naungan tenda. Tapi...

Ngooonnggg

Kakashi menatap ke atas. Sejak kapan atap tendanya bolong? Tanyanya tak habis pikir.

Sial memang, inilah dampak jika berdekatan dengan Kofuku si Dewi Kesialan jika kau adalah seorang manusia

"Horrraaaa. Kofuku, lebih baik kau main disana saja." Yasaka menunjuk sebuah pohon rindang dimana ada seekor kuda terikat. "Kasian Kakashi-san tahu."

"Mouuu, Yasa-chan tidak seru.!"

Pukkkk...

Si pelayan alias Shinki menepuk kepala merah muda majikannya. "Sudah cukup. Kita disini hanya untuk berkenalan dengan sekutu kita saja."

"Huwaaaaaaaa..."

Kofuku merengek dan mengangis serta berteriak 'tidaaaaakkkk' ketika tubuhnya diseret paksa untuk menjauh oleh pelayannya.

Kakashi bisa sedikit lebih tenang. Rambut kesayangannya sudah lumayan bersih setelah ia bersihkan dengan lap tangan yang diberikan oleh asistennya. Tapi tetap saja masih bau.

Kemudian...

Fyuuuuhhh...

Angin berhembus cukup kencang membawa terpaan pasir membuat Kakashi dan yang lain terpaksa menyipitkan matanya. Beberapa sosok tubuh muncul dari baliknya.

Ada sebelas orang. Yang paling depan adalah seorang perempuan mengenakan jas hitam panjang. Rambutnya yang berwarna kuning panjang tergerai hingga di bawah lutut. Bibirnya yang seksi dipoles dengan lipstik merah. Iris matanya yang berwarna ungu menatap tajam bak ular kelaparan memelototi mangsanya.

Glekk...

Kakashi menelan ludah kasar. Hari apa ini sehingga dia sederet disuguhi hal tak terduga?

Si perempuan itu menatap Kakashi sebentar lalu beralih ke arah lain. Tanpa mau menyapa siapapun, dia berlalu pergi begitu saja menuju sebuah tenda kosong yang memang tampak disediakan khusus untuknya.

"Bishaaaaa...!"

Terdengar teriakan Kofuku yang berlari menyapa perempuan itu. Mereka tampak sudah saling kenal lama. Namun karena berbeda sifat dan tabiat, terjadilah kericuhan kecil.

Yasakan melambai-lambaikan tangannya untuk menarik perhatian Kakashi. "Tolong maklumi saja ya dia. Bishamon sebagai dewi perang memang selalu begitu. Tapi aku jamin, dia benar-benar di pihak kita. Orang idealis dan punya harga diri tinggi seperti dia, mana mungkin membiarkan dirinya diinjak-injak orang lain."

Kakashi mengangguk pasrah.

Tiga orang yang baru disebut tadi adalah dewa yang eksistensinya cukup terkenal di kalangan penganut kepercayaan Shinto, kecuali Yato, mungkin. Mana ada manusia yang mau berdo'a pada dewa gelandangan atau dewa kemiskinan macam dia. Kalau Kofuku masih wajar dikenal banyak orang karena dewi kesialan itu menyamarkan dirinya dengan nama lain 'Ebisu' yang merupakan nama dewa keberuntungan.

Ketiga dewa tersebut bertindak independen tanpa memimpin sebuah pasukan. Kalau Bishamon dulu punya wilayah luas dan keluarga besar di Takamagahara, tapi karena sebuah tragedi memilukan, sekarang hanya ada dirinya saja. Dan ia pun lebih memilih menjadi dewa nomaden yang selalu berpindah tempat sambil membasmi para Ayakashi atau siluman-siluman jahat.

Setiap dewa itu memiliki senjata suci masing-masing untuk bertempur yang dinamakan Shinki atau Regalia. Setelah kesepakatan dicapai berkat negosiasi oleh Yasaka. Mereka langsung pindah ke dimensi ruang buatan ini sebagai markas pasukan. Lagipula mereka tak punya wilayah maupun rakyat yang harus dilindungi. Kecuali Yato, dia pasti masih sibuk dengan 'permohonan lima yen' untuk mengumpulkan uang demi mewujudkan impiannya memiliki kuil sendiri.

Aneh. Itulah kata singkat yang terukir didalam otak Kakashi. Tiga Dewa itu, yang katanya bersahabat sejak lama, benar-benar punya tabiat yang tak sedikitpun mencerminkan keagungan seorang Dewa.

"Oh iya, Kakashi-san."

Kakashi langsung menatap lurus ke arah mata Yasaka yang tiba-tiba memanggil namanya. "Ada apa?"

"Emm, kudengar tempat persembunyian Konoha sudah di temukan ya, bahkan hampir saja diserang? Ares dari Olympus kan?"

"Ah itu. Benar sekali, Yasaka-himesama. Konoha tidak aman lagi sekarang. Meski belum ada satupun yang berhasil masuk kedalam Konoha, tapi hanya diketahui lokasinya saja sudah sangat buruk. Kami benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukan musuh agar bisa masuk ke dalam Desa Konoha."

"Lalu tindakan apa yang kau ambil?"

Kakashi menghela nafas dan sedikit menurunkan bahunya. Punggungnya ia hempaskan pelan di sandaran sofa.

"Warga sipil hanya tersisa 15% saja di Konoha. Sebagian besarnya sudah dimigrasikan ke berbagai kota di Jepang dan membaur dengan manusia disana, sebagian lagi memilih hidup di pedesaan sesuai dengan profesi yang bisa dilakukan seperti bertani dan berkebun."

"Oooh."

"Shinobi level genin kutugaskan untuk mengawal warga sipil membaur didunia manusia. Lagipula mereka tidak punya cukup kemampuan untuk melawan makhluk supranatural. Aku tidak mau mengorbankan nyawa mereka. Jadi hanya shinobi chunin dan jounin saja yang akan berangkat perang."

"Bagiku tidak masalah. Tapi sungguh, kau pemimpin yang baik dan sangat memikirkan rakyatmu."

Kakashi tersenyum tipis walau tak terlihat karena tertutup maskernya. "Ya. Terima kasih atas pujianmu, Yasaka-himesama."

Tak ada lagi yang perlu diperbincangkan, mungkin sebentar lagi Yasaka akan pulang ke Kyoto. Ia menggulirkan matanya sejenak untuk sekali lagi memandang panorama indah dimensi ruang yang diciptakan dengan teknik Amenominaka. Namun tiba-tiba berhenti dan menyipitkan mata kala menangkap sosok yang cukup ia kenal. Seorang pemuda berambut hitam lurus yang memegang sebilah tombak. Dia tampak berbicara serius dengan lima orang temannya, tidak, tapi mungkin kelompoknya.

Yasaka menatap Kakashi dengan wajah penasaran yang menuntut jawaban, "Dia kan?"

"Ya, benar. Dia adalah ..."

.

.

.

Tsubaki baru saja kembali dari ruang klub milik Rias, ia berjalan di koridor sekolah Akademi Kuoh. Siang ini benar-benar lengang, tak ada kejadian menghebohkan. Dia kembali dengan kesibukannya sebagai wakil ketua OSIS.

Hanya saja, barusan ia dipanggil oleh Sirzech ke ruang klub penelitian ilmu ghaib. Sebenarnya Sona yang dipanggil. Namun karena tidak ingin mengambil resiko ketahuan bahwa Sona yang saat ini di Kuoh adalah bunshin Naruto yang melakukan henge jika berhadapan langsung dengan Sirzech secara empat mata, maka Tsubaki memutuskan bahwa dirinya lah yang harus memenuhi panggilan itu. Terserang flu bisa dia jadikan alasan sehingga Kaichou-nya berhalangan hadir.

Sona yang asli masih belum pulang sejak berangkat ke Rumania. Entah apa yang dilakukannya bertiga bersama Naruto dan Hinata? Sampai sekarang, Tsubaki belum mendapat khabar apapun.

Ternyata Sirzech hanya menyerahkan undangan pesta pembukaan Turnamen Rating Game padanya, yang akan di laksanakan di Istana Gremory tiga hari lagi. Entah apa sebabnya sehingga Sirzech menyerahkannya secara langsung tanpa perwakilan, mungkin sekalian menjenguk Rias.

Selain menerima undangan, ia juga diberitahu beberapa aturan khusus untuk kelompoknya karena hanya kelompok Sona saja lah yang memiliki perage cadangan. Akan tidak adil jika suatu kelompok punya kelebihan bidak dibanding kelompok lainnya.

Tsubaki kini telah berada di depan pintu ruang OSIS. Dia pun membukanya tanpa mengetuk.

Saat melihat siapa di dalam, ia langsung menyadari ada yang berbeda. Tidak ada OSIS lain selain Sona, Naruto, dan Hinata. Ketika melihat raut wajah kelelahan dari wajah tiga orang itu, yang kini sedang duduk di sofa, Tsubaki yakin bahwa mereka bukanlah bunshin melainkan orang yang asli sudah pulang.

Sona melihat ke arah Tsubaki yang mematung setelah menutup pintu. "Habis darimana, Tsubaki?"

"Tadi ada panggilan dari Sirzech-sama, Kaichou. Beliau menyerahkan undangan pesta pembukaan Turnamen Rating Game yang akan di gelar di Istana Gremory. Selain itu beliau juga mengatakan aturan khusus untuk kelompok kita yang memiliki peerage cadangan."

"Oh."

Sona merespon singkat. Dia kelelahan, jadi tak memikirkan apapun sekarang.

Bahkan Naruto sudah tertidur di sofa, mendengkur halus. Sedangkan Hinata mengusap-ngusap surai pirang Naruto agar tidur suaminya semakin nyenyak.

.

.

TBC...

.

Note :Oke, kek biasa untuk awalan arc baru selow aja, masih berupa scene-scene santai kecuali bagian Azazel yang masih dirundung emosi, untuk konflik yang serius dan menegangkan nanti-nanti saja.

Sirzech yang akan mengurus aksi penyusupan NaruHina. Chapter depan dimulainya rencananya. Apa sebenarnya yang akan dilakukan Sirzech sang Maou terkuat? Dan ada apa dengan undangan khusus untuk tim Sona?

Sejak chapter ini, Aliansi Tiga Fraksi menyatakan Konoha sebagai musuh akibat perbuatan licik yang dilakukan Gaara pada Azazel.

Lalu, Azazel lagi-lagi memanfaatkan anak didiknya. Heheeee. Dia yang bekerja untuk mencari tahu tentang kelompok misterius. Apa nanti Tim Naruto akan ketahuan?

Satu hal yang sangat ironi, Sona yang jelas-jelas menjadi otak rencana Tim Naruto untuk membangkitkan Trihexa malah masuk sebagai anggota Tim Anti-Teroris [DxD]. Bagaimana jadinya nanti?

Koneko, Koneko, Koneko? Ntuh, dia muncul lagi. Hahaaaaa. Meski nanti perannya tidak besar dalam situasi dunia, tapi tetap penting.

Kemudian, ternyata Konoha sudah punya basecamp perang sendiri. Persiapan perang macam apa yang dilakukan Konoha disana? Siapa lagi yang jadi bagian dari sekutu-sekutu Konoha menantang Imperium of Bible? Dan siapa yang di lihat Yasaka?

NaruHina come back. Mereka jadi pusat cerita lagi mulai chapter depan. Udah cukup lama ga nongol semenjak fokus pada Holy Grail di Rumania.

Ulasan Review:

Killer Bee ga ada. Di bagian prolog FF ini, yang bermula dari pesta pernikahan NaruHina, Bee berhalangan hadir.

Apa alasan NaruHina dan Sona ke Rumania? Kan udah jelas kemarin, dia ingin menemui Rizevim. Lalu kenapa ga langsung pulang, malah mengamati situasi? Chap depan deh jawabannya.

Oh iya, ada yang mengaitkan terbongkarnya identitas NaruHina oleh Azazel dengan hubungan Hinata-Serafall pasca pertarungan mereka? Hmmmm, bisa jadi bisa jadi. Tunggu saja lah, sebenarnya apa kesepakatan antara Hinata dengan Serafall.

Banyak yang mengatakan kalau Holy Grail sebagai pengganti Edo Tensei. Ga sepenuhnya begitu sih, ada beberapa kelemahan Edo Tensei yang ga ada di Holy Grail. Lalu teknik penggunaan dan output yang lebih maksimal dengan Holy Grail pula. Meski ada juga kelebihan Edo Tensei dibanding itu. Tapi tunggu saja lah nanti kejutannya. Hahaaa.

Susano'o tingginya 100 meter ya? Atau memang 50 meter? Emmm, biarin aja deh yang kemarin. Anggap saja Sasuke bisa mengatur ukuran Susano'onya sekehendak hati sesuai keperluan. Bahkan kalau mau, anggap ini sebagai teknik baru Sasuke yang mungkin keluar nanti. Hihiiii.

Tim Vali muncul saat rating game? Errr, eheeee. Entah lah, :v

Kiba Vs Slash Dog Tobio Ikuse? Whaahaaa, saran yang menarik. Ane simpan dulu. Walau ane ga janji, tapi terima kasih.

Hubungan apa antara hal yang ditemukan Gaara saat berkelana di padang pasir Gurun Sahara dengan Holy Grail yang ia rampas? Apa berkaitan dengan Mitologi Egypt yang di FF ini sudah punah? Tapi yang jelas untuk saat ini kukatakan, tidak mungkin membangkitkan semua dewa mitologi itu beserta pasukannya. Itu sama sekali TIDAK LOGIS. Rizevim aja harus susah payah membangkitkan Trihexa dengan Holy Grail, apa lagi Gaara. Lagipula Holy Grailnya cuma satu bagian, tidak tiga sekaligus. Makanya kubilang tidak logis. Hihiii, jadi nantikan saja kejutan apa yang akan dibuat Gaara.

Lalu untuk yang mengeluhkan pertarungan Issei melawan Gaara yang tak melibatkan Ddraig menyusun strategi, begitupula dengan Shukaku. Aku minta maaf dah. Khilaf ane. Emang betul pasti akan menarik jika dua monster itu ikut bicara, kek pertarungan Naruto Vs Vali di Venesia yang mana Albion aktif memberi masukan untuk Vali.

Nice lah, untuk yang berhasil mengetahui konsep teknik pasir besi Satetsu milik Gaara kemarin. Berbeda jauh dengan Kazekage Ketiga, tetapi prinsipnya sama dengan teknik milik Mikoto Misaka dari anime To Aru Majutsu Index.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya kubalas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.

.

.

.

.