Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Selasa, 13 Desember 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . . . .

Pertandingan paling mengerikan sepanjang sejarah para dewa sebentar lagi dimulai.

Apakah Naruto dengan The Perfect Final Form Bijuu Ashura Mode + The Truth Seeking Armor akan keluar dari dimensi ruang ini hidup-hidup?

Ataukah Zeus dengan Lightning Griffin yang setara tembakan petir seluruh dunia selama 100 tahun dan Brahma pemegang dua panah Brahmastra yang sekuat puluhan misil berhulu ledak nuklir, yang akan mencapai tujuannya?

Jawabannya ditentukan oleh pertarungan hari ini.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAA...!"

Dengan teriakan nyaring, Naruto menyerang lebih dulu.

Flaaaaaaaaaaasssssshh...

BAAAAAAAAAAAANNNNGGGGGGG!

.

To The End of The World

Author: Si Hitam

.

Chapter 64: Counter Attack - Rating Game Begin.

-Unknown Place-

Tempat yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata. Tidak jelas mana daratan dan mana langit, tak tahu mana atas dan mana bawah, bahkan ambigu apakah sekarang siang atau malam. Gravitasi pun tak ada. Ini adalah dimensi ruang yang direkonstruksi khusus untuk pertarungan oleh Sang Arsitek Dewa Brahma.

Ada tiga sosok disana, setiap tubuh melayang namun tampak seperti sedang berpijak.

Keberadaan mereka bertiga tiada maksud selain bertarung.

Sosok Dewa Ashura yang dibangkitkan oleh Naruto bergerak gesit ke depan. Enam katana hitam digenggam oleh tiga pasang tangannya. Meski tak memiliki sayap, tapi mampu terbang sesuka hati sebab Naruto dalam Sage of Six Path Mode mempunyai kekuatan telekinesis untuk melawan gravitasi.

Zeus yang menunggangi Lightning Griffin melaju lurus menuju Naruto. Dia berencana menghadapi secara frontal.

Naruto menebaskan dua katana hitam raksasa secara vertikal sejajar dari atas.

BAAAAANNGGGG

Berhasil ditahan, Griffin menaikkan tubuh bagian depannya, lalu menggunakan kaki depan untuk menangkap bilah katana.

Masih ada, sepasang tangan lain yang juga menggenggam katana modifikasi dari Pedang Nunoboko menyabet secara horisontal dari arah kanan dan kiri untuk membelah perut tunggangan Zeus.

Stttaaaabbbb.

Lagi... gagal. Kedua sayap dari monster petir secepat kilat menepis sabetan itu.

Masih belum, yang terakhir, sisa sepasang lagi katana hitam Naruto gunakan untuk serangan ketiga. Kali ini dengan gerakan menusuk tepat menuju kepala Griffin.

Craackkk...

Lagi-lagi Naruto gagal, dia dibuat kesal. Tusukan katananya diblok dengan gigitan kuat dari paruh Griffin yang kepalanya seperti kepala elang.

Zeus tersenyum senang, dia yang berdiri di atas kepala Griffin membuat pose menembak dengan jari telunjuk tangan kanan, targetnya tak lain adalah kepala Ashura dimana terdapat Naruto di dalamnya.

Zzrrckk...

Ada banyak percikan-percikan listrik dari tubuh griffin yang mengalir ke badan Zeus, lalu menuju telunjuknya.

Rumblerumblerumblerumble...

Amunisi terisi, Zeus telah siap menembak.

Naruto panik, serangan makan tuan. Zeus sengaja menerima serangannya secara frontal, memblok sekaligus mengunci gerakannya. Pada jarak sedekat ini, tidak mungkin Naruto menghindar.

"Goodbye." Zeus mengucapkan salam perpisahan.

Bllaaaaassst...

Petir telah ditembakkan.

Zssshhttt.

Naruto menghilang bersama tubuh raksasa dewa Ashura sekejap mata.

KAAABOOOOOOMMMMMM...

Serangan Zeus tak mengenai target, sehingga terus meluncur ke belakang dan menciptakan ledakan luar biasa di ujung dimensi buatan. Dari jarak ratusan kilometer, bahkan terasa seperti goncangan gempa 9.5 SR.

Ternyata, masih terlalu cepat untuk Zeus mengucapkan kata perpisahan.

Naruto berhasil menghilang dengan hiraishin. Dia telah melemparkan beberapa kunai khusus bertanda segel sebelum memulai pertarungan ke sembarang tempat untuk manuver menghindar.

Yasogami Kugeki

Kubababababaaaannnnn...

Zeus langsung menyadari ada serangan dari atas. Dia yang merupakan dewa petir penguasa seluruh langit dengan mudah menghindari serangan itu. Gerakannya teramat sangat cepat.

Serangan Naruto yang kehilangan target terus melaju ke bawah sehingga menciptakan lubang raksasa.

Barusan, Naruto melancarkan pukulan tenaga dalam Yasogami Kugeki atau Eighty Gods Vacum Attack. Itu adalah jutsu original milik Kaguya Ootsusuki dengan menciptakan gelombang chakra yang sangat kuat, pukulan yang mampu meratakan gunung tinggi dan menenggelamkan pulau besar.

Naruto bisa melakukan teknik itu karena pengaplikasiannya sama dengan pukulan hantu dalam mode sennin yaitu dengan melepas chakra penghancur pada kepalan tinju. Prinsip dasarnya memang adalah pukulan tenaga dalam dari taijutsu khas Hyuga, tapi sedikit belajar dari sang istri membuat ia juga bisa melakukannya. Hanya pukulan biasa tanpa menentukan target berupa tenketsu atau titik kecil lainnya sehingga bisa Naruto lakukan meski tidak memiliki Byakugan. Apalagi pukulan ini dilakukan dalam bentuk bijuu membuat hasilnya setara dengan pukulan Yasogami Kugeki yang dilakukan Kaguya Ootsutsuki. Pukulan ini pula lah yang diajarkan pada Koneko, yang mana Koneko melakukannya dalam skala kecil namun disertai kekuatan pemurnian dari api putih.

Naruto tak bergerak sejenak setelah melayangkan serangan, itu membuatnya lengah sehingga memberikan kesempatan bagi musuh.

Stabb!

Sebilah anak panah telah menancap di lutut kiri Ashura.

Naruto terkesiap, ia tahu itu. Anak panah Brahmastra. Sebentar lagi pasti akan meledak.

Dewa Brahma melakukan serangan jarak jauh dari posisi yang tak diketahui.

Tanpa sempat berkedip, anak panah yang telah menancap bersinar sangat terang dan berakhir menjadi ...

BAAAAAAANNNNNNNGGGGGG.

ledakan mahadahsyat. Cahaya menyilaukan sejauh radius 3 kilometer terbentuk, asapnya membumbung tinggi membentuk rupa seperti jamur raksasa layaknya ledakan bom atom. Tak salah cerita-cerita yang terdapat dalam epos pewayangan bahwa Panah Brahmastra memang memiliki daya hancur sekuat ledakan nuklir.

Fiiuuuhhhh.

Naruto menghembuskan nafas lega.

"Yokatta, aku masih hidup."

Untung saja Naruto cepat berpikir sebelum dirinya ditelan ledakan. Tak ada pilihan lain, Naruto menggunakan salah satu katana untuk memotong kaki kiri sosok Ashura. Meninggalkannya bersama anak panah Brahmastra yang menancap sedangkan ia kabur dengan Hiraishin.

Benar-benar, sungguh ledakan luar biasa. Naruto pasti akan mati jika terkena. Ledakannya bahkan lebih kuat dari bijuudama super yang diciptakan oleh Juubi sekalipun, bahkan mungkin sama dengan Indra no Ya atau jutsu Panah Indra yang pernah ditunjukkan Sasuke dua setengah tahun silam di lembah kematian.

Belum apa-apa, Naruto sudah hampir mati. "Kenapa aku harus sendirian sih? Seandainya ada Hinata disini membantuku, kami pasti bisa menang dengan mudah."

Kekuatan yang masih tersisa banyak Naruto gunakan untuk merekonstruksi kembali kaki yang telah dia potong sehingga wujud Ashura mode kembali normal. Namun Naruto belum bisa bernafas tenang sebab pertarungan baru saja dimulai.

Zeus kembali menyerang, kecepatannya benar-benar luar biasa. Jarak puluhan kilometer bisa dipotong dalam waktu hanya beberapa milisekon. Sesuai untuknya yang dijuluki sebagai dewa petir. Kecepatan terbang Naruto sama sekali tak bisa menandingi.

Berkali-kali Naruto dikejar Zeus lalu diserang membabi buta dengan tembakan petir penghancur. Meski yang bertarung sama-sama sosok berukuran raksasa yang tingginya mencapai 100 meter, namun hampir tak bisa dilihat mata biasa karena saking cepatnya gerakan mereka.

Beruntung Naruto memiliki jutsu warisan ayahnya, Hiraishin atau Flying Thunder God Technique. Walaupun tidak bisa digunakan untuk balas menyerang karena penentuan posisi teleport dengan tanda segel sangat ribet, tapi bisa memberikan kesempatan untuk kabur. Meski begitu, Naruto tetap saja beberapa kali diserempet sambaran petir.

Brahma pun tak ketinggalan, dia selalu menembakkan anak panahnya dari tempat jauh yang tak bisa dijangkau dan tak diketahui lokasinya. Yang berbahaya bukan hanya efek kehancuran dari anak panah Brahmastra saja, tapi serangan itu pasti kena jika targetnya yang sudah ditentukan. Mau menghindar seperti apapun, meski mampu melihat gerakan anak panah itu, tapi tetap saja Naruto terkena. Deteksi dini arah datangnya bahaya dalam cakupan luas dan gerak refleks hebat dari Sennin Mode sama sekali tak membantu. Naruto hanya bisa mengandalkan jeda waktu satu detik sebelum ledakan anak panah dengan memotong bagian tubuh yang terkena lalu kabur dengan Hiraishin. Cara ini tentu saja melemahkannya karena banyak chakra terbuang percuma untuk merekonstruksi kembali tubuh raksasa Ashura Mode.

Naruto dibuat tak berkutik. Ia menyembunyikan diri di tempat yang sangat jauh, mungkin ratusan kilometer dari posisi Zeus dan Brahma berada. Ia bisa berpindah sejauh itu berkat Hiraishin. Lagipula dimensi ruang buata Brahma ini sangat luas.

"Huuufft. Apa yang harus kulakukan?" Naruto bertanya pada dirinya sendiri, sama sekali tak ada jawaban.

"Ayolah otakku! Berpikir. Zeus si dewa bejat itu selalu di garis depan menyerang tanpa henti dengan kecepatan tak masuk akal. Lalu si tua Brahma menyerang dari jarak jauh dengan serangan yang sama sekali tak bisa kuhindari, efek serangannya pun sangat brutal. Kerjasama mereka benar-benar hebat. Cara apa yang harus kupakai untuk melawan?"

"Hoooiiii, kau sudah lelah?"

Nah kan!, belum seberapa detik berdiam, Zeus sudah berhasil mengejar Naruto. Meski telah berteleportasi dengan Hiraishin yang jaraknya beratus-ratus kilometer tetap saja dengan kecepatan petir yang tak masuk akal dalam beberapa detik saja Zeus sudah bisa menemukan dan mengejarnya.

Naruto tersenyum masam. "Tidak. Melawan kalian berdua sekaligus sungguh tidak mudah, ttebayou."

"Ya iya lah, Dewa gitu loh. Nah, sebentar lagi Brahma mungkin selesai membidikmu!"

"Whaaaattttt!?" Naruto menganga, matanya melotot menatap Zeus yang sedang menunggangi Griffin dengan santainya.

Zssshhttt...

Naruto secepat kilat berteleportasi menggunakan Hiraishin menuju kunai lainnya yang tersebar saling berjauhan di seluruh penjuru dimensi buatan. Kalau tahu Brahma belum selesai membidik, Naruto bisa kabur lebih dahulu sehingga tidak perlu memotong bagian tubuh sebab jika panah Brahmastra yang sudah selesai dibidik dan dilesakkan pasti akan mengenai target dimanapun berada.

Naruto muncul di dekat sebilah kunai Hiraishin yang jaraknya puluhan kilometer dari tempat tadi.

Blittzzz...

Sambaran petir meluncur dan menyerempet kepala Naruto, untung sempat menghindar sehingga serangan itu meledak di tempat jauh.

Lagi-lagi dalam sekejap, Zeus bersama tunggangannya sudah ada di depan Naruto.

"Sialan kauuu! Apa aku benar-benar tak bisa kabur darimu hah?" Naruto menyumpah karena kesal.

Zeus tertawa congak, "Mana mungkin, kecuali kau kaburnya ke alam kematian."

Naruto lelah, dia sama sekali tak bisa menyerang balik.

Zeus dengan mudahnya menghindari serangan balasan macam apapun yang ia keluarkan, kecepatan Zeus benar-benar tak masuk akal.

Brahma juga sama, jaraknya terlalu jauh. Naruto tak satupun memiliki serangan jarak jauh yang mampu menjangkau posisi Brahma.

Dewa tua itu benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan keunggulannya dalam bertarung. Dengan senjata Brahmastra, ia bisa menyerang dan mengenai targetnya dari jarak sejauh apapun. Selain bertarung pada jarak yang tak terjangkau musuh, Brahma juga hebat mengkamuflasekan dirinya dalam dimensi buatannya sendiri sehingga posisinya sulit dicari, istilahnya adalah Stealth Mode.

Untuk sekarang ini, meski secara power tidak ada perbedaan signifikan diantara ketiganya, tapi Naruto terpaksa menjadi bulan-bulanan kedua dewa itu.

"Kagebun-..." Naruto yang sudah membuat handseal dengan menyilangkan jari batal merapal jutsunya. "Tidak, membuat bunshin hanya akan melemahkanku. Lagipula tidak ada jaminan menang jika aku melawan mereka one by one. Aku harus memikirkan cara lain."

"Hoi!" Zeus menyela lagi, membuat Naruto menoleh padanya. "Bagaimana kau akan kabur dari ini?"

Zeus merentangkan tangannya lebar. Sekujur tubuhnya diselimuti percikan petir biru, persis seperti Raiton no Yoroi level tertinggi yang dimiliki Raikage, namun dalam jumlah yang jauh, jauh sekali lebih banyak karena levelnya seorang dewa. Nampak dari aliran petir yang bergejolak, itu bukan untuk melindungi diri tapi untuk menyerang. Belum cukup sampai disana, seluruh badan Lightning Griffin juga mengalami hal serupa.

"What the F**k!?" Naruto mengumpat kasar dengan mata melotot.

Naruto menyadari kalau Zeus berniat melakukan serangan tipe area, tidak lagi menjadikan dirinya target tunggal. Mengingat seberapa banyak jumlah energi petir milik Zeus, yang katanya setara dengan jumlah semua petir yang ditembakkan langit ke seluruh permukaan bumi selama 100 tahun, Naruto jadi yakin, jangkauan serang Zeus mungkin mencapai radius 10000 km, separuh dari luas dimensi ruang buatan Dewa Brahma tempat mereka bertarung sekarang.

rumblerumblerumblerumblerumble.

"Rasakan! Mati kau!"

BLAAAAARRRRRRR...

Kilat sambar menyambar dan suara guntur terus menggelegar hingga satu menit lamanya. Semua bangunan dan benda-benda berbentuk tak jelas yang menjadi aksesoris dimensi ruang kini telah hancur lebur.

Naruto tetap pada posisinya, namun dia dan sosok dewa Ashura terlindungi di dalam bola hitam raksasa yang mengurungnya. Sebelum serangan Zeus dilepas, Naruto menyusun ulang seluruh material Godoudama yang dia jadikan pedang dan zirah untuk membentuk pertahanan mutlak berupa bola berongga. Prinsip penciptaannya yang didasarkan pada teknik Onmyoudon yang mana mampu mengubah segala jenis ninjutsu dan pelepasan energi spiritual menjadi tak berarti mampu meniadakan petir Zeus, istilah kerennya Imagine Breaker. Meski tidak bisa semuanya karena jumlah petir Zeus yang luar biasa banyak. Sisanya ditahan oleh sifat isolator dari Godoudama menghambat aliran listrik agar tidak masuk kedalam

Zeus menghentikan serangannya setelah menyadari apa yang dia lakukan sia-sia. Tidak ada lagi sambaran petir dan suara guntur yang menggelegar.

Suasana nampak tenang hingga ...

Stab Stab...

Sepuluh buah anak panah raksasa menancap di permukaan bola hitam yang melindungi Naruto.

Ternyata giliran Brahma yang menyerang, menyerang dalam diam tanpa bersuara dari mode siluman atau Stealth Mode. Menggunakan dua buah busur panah Brahmastra dan melesakkan anak panahnya secara beruntun. Serangan ini untuk ledakan massal. Satu anak panah saja sudah luar biasa, bagaimana jika sepuluh? Sungguh sangat sulit dibayangkan.

Flaaaaaaaassshhhh!

Didahului oleh pancaran cahaya kuat lalu disusul dengan ledakan.

BOOOOOOOOOOOMMMMM...

Serangan terkuat Dewa Brahma telah dilepaskan dan berhasil mengenai targetnya.

Nampak setelah efek ledakan tersapu bersih, permukaan bola hitam raksasa yang dijadikan tameng telah retak, beberapa bagian bekas tempat tertancapnya anak panah Brahmastra bahkan berlubang dan hancur. Meski dibuat dari Godoudama yang menerapkan prinsip dari teknik Onmyoudon, namun ada batasan terhadap hal yang mampu ditiadakannya. Yang ditiadakan adalah energi spiritual seperti ninjutsu, sihir, dan semacamnya, tapi tidak meniadakan proyektil senjata dan efek fisik.

Anak panah yang menancap tidak ditiadakan. Ledakan mahadahsyat menghasilkan getaran dan gelombang kejut yang sangat kuat dan ini termasuk efek fisik. Godoudama walaupun sangat keras setelah dibentuk menjadi tameng tapi tetap mempunyai batas ketahanan maksimal terhadap serangan fisik. Sejarah membuktikan, tinju kelima Sekizo atau Evening Elephant yang Maito Gai lakukan setelah membuka gerbang kedelapan berhasil menembus penghalang Godoudama yang dibuat Rikudou Madara. Hal serupa pun kini terjadi oleh efek ledakan dari panah Brahmastra.

Tapi ...

Bukan Naruto namanya kalau riwayat hidupnya berakhir di tempat ini, masih ada misi yang belum ia selesaikan. Dan ia tak akan mati sebelum menjadi Hokage, itu adalah sumpahnya.

Naruto cerdik dan mampu memaksimalkan semua potensi yang ia miliki pada saat-saat genting. Nampak dari lubang-lubang dan retakan pelindung Godoudama, banyak sekali air yang merembes keluar.

Ya, air. Air yang diciptakan dengan ninjutsu. Meski bukan afinitas elemen chakranya, tapi dalam mode rikudou, Naruto mampu menggunakan kelima elemen dasar.

Air itulah yang mengisi rongga dibagian dalam pelindung, meski tak sebaik bantalan karet atau spon tapi air masih efektif untuk meredam getaran. Meredam getaran yang dihasilkan dari efek ledakan. Dengan cara inilah Naruto berhasil selamat. Prinsipnya seperti sebutir telur, cangkang melindungi dari zat-zat berbahaya dari luar dan cairan putih telur meredam getaran sehinga kuning telur tetap aman di dalamnya.

Blasssssttt.

Naruto dalam mode Ashura berwujud raksasa keluar tiba-tiba dari dalam pertahanannya.

"Aku mulai seranganku dari sekarang. Terima iniiiiiiii!"

Senpou, Doton: Chou Oodama Rasenshuriken

Naruto, sekali lagi membawa varian rasenshuriken yang baru. Dengan teknik pertapa, membuat Rasenshuriken berukuran raksasa dari elemen tanah.

Rasenshuriken itu pun di lempar ke tengah, lalu...

Dhuuuuaaaarrrrr...

Meledak hingga menghamburkan banyak sekali material padat dan debu-debu.

Ternyata rasenshuriken tadi tidak Naruto targetkan pada musuh, tapi dilempar asal. Dan lagi, tidak seperti rasenshuriken elemen angin yang memusnahkan target dengan jarum mikro tak terhingga banyaknya atau rasenshuriken elemen lava untuk memotong sekaligus membakar, tapi yang barusan adalah rasenshuriken elemen tanah yang tak mempunyai efek kehancuran signifikan. Tapi bukan berarti hal tadi tidak berguna, Naruto melakukannya pasti dengan pemikiran matang dan ada manfaatnya.

Kini, hampir semua ruang dimensi buatan tertutupi oleh partikel-partikel debu dan tanah.

.

-Underworld, Gremory's Territory-

Tsubaki dan Kuroka kini berada di suatu titik tersembunyi tidak jauh dari istana Gremory tempat berlangsungnya pesta. Mereka tidak berdua saja, tapi juga ada seorang pria berambut perak mengenakan armor putih tanpa helm, dia Hakuryuukou keturunan keempat Satan Lucifer Sejati.

Baik Vali maupun Kuroka kini telah mengerti situasinya, tapi mereka masih penasaran kenapa mereka dilibatkan.

"Kau meminta bantuan kami berdua untuk menyelamatkan seseorang yang ditangkap oleh dua dewa superior sekaligus, dewa pemimpin dari dua mitologi besar? Jangan bercanda!"

Vali tampak tak habis pikir. Okeh, dia maniak bertarung, selalu mencari lawan yang kuat, tapi bukan dewa juga kan? Dia masih sadar diri dengan kekuatannya yang sekarang. Meski kekuatan maksimalnya sudah mencapai level dewa, tapi melawan dewa yang termasuk top 10 dunia lain ceritanya. Vali masih waras. Penggabungan kekuatan Albion dan Lucifer masih belum sempurna walau sudah meningkat jauh dari pertama kali, itu berkat bantuan dari Naruto tentang bagaimana menjalin ikatan yang sangat kuat dengan partner.

Tsubaki mendesah sekali, ia tidak suka diprotes sebelum dia mengatakan rencananya. "Dengar dulu!, Kaichou sudah membuat rencana."

Sona meminta bantuan Kuroka karena kebetulan hanya Kuroka saja partner timnya yang ada di lokasi, maksudnya kebetulan Kuroka juga meminta bantuan Sona agar bisa menyusup kedalam pesta dan bertemu Koneko. Lalu dengan sihir teleportasi pertukaran, Kuroka menarik paksa Vali dari markas kesini dan menukarkannya dengan kucing hitam family-nya. Hanya bisa menarik satu orang saja, jadi Vali lah yang dipilih.

"Kenapa tidak memanggil Ophis-chan? Jika dewi naga itu, pasti mudah mengalahkan Zeus dan Brahma." tanya Kuroka. Membuat Tsubaki yang sudah membuka mulut batal bersuara.

"Belum saatnya Ophis keluar sekarang. Lagipula rencana awal akan rusak jika dia yang asli muncul. Kita tidak bisa mengorbankan banyak hal hanya untuk kejadian tidak terduga hari ini." sahut Tsubaki.

Sebenarnya Vali enggan mengatakan sebab sukar baginya mengakui kekuatan orang lain. "Kalau Sasuke?"

"Dia memang bisa diandalkan, tapi sulit menghubunginya dari sini. Kalaupun bisa, dia tidak mungkin bisa datang tepat waktu. Akan sangat terlambat menunggu bantuannya."

"Tapi ..."

"Jangan bertanya lagi!" Tsubaki yang geram memotong ucapan Kuroka. Sejak tadi dia kesal, ingin mengatakan rencana tapi selalu ditanyai hal-hal tak perlu.

"Baiklah." Kuroka membuat ekpresi masam.

Vali mendengus.

Meski Tsubaki paling lemah, tapi dalam situasi darurat maka orang yang memiliki banyak informasi lah yang memegang kendali.

Tsubaki menyampaikan pesan yang dikatakan Sona. "Kita akan menyelamatkan Naruto-san. Ah, tidak. Bukan menyelamatkan, tapi kita akan mengamankan jalur penyelamatan Naruto-san."

"Maksudnya?" Kuroka menaikkan alis sembari menatap Tsubaki.

"Kaichou yakin kalau Naruto-san bisa mengatasi masalahnya, melawan dua dewa itu. Yang perlu kita lakukan adalah membuat Naruto-san bisa kembali kesini tanpa gangguan, sekaligus melakukan pembalasan."

"Huh?" Vali mendengus heran.

"Ya, pembalasan. Para petinggi Aliansi yang sudah mengetahui identitas Naruto-san dan Hinata-san harus diberi pelajaran. Mereka perlu digertak sedikit agar tak mengganggu lagi. Kalian berdua lah yang harus mempersiapkan arenanya."

"Owwhhh, baiklah." Kuroka tak mengerti apa rencana Sona. Tapi ia bersedia melakukan sebagai balas budi.

Vali menatap lurus wajah Tsubaki, "Aku benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya tim kalian rencanakan? Apa sebenarnya tujuan Naruto?"

Semenjak berakhirnya insiden di Venesia, Tim Naruto dan Tim Vali menjadi partner. Mereka semua pernah berpetualang ke dunia Virtual untuk mencari sesuatu. Meski begitu, Tim Vali belum tahu keseluruhan rahasia Naruto, hubungan mereka dibangun atas dasar saling percaya sebagai teman.

Tsubaki membalas tatapan Vali dengan eksrepsi serius dan meyakinkan, "Percayalah, apa yang kita lakukan adalah untuk semua orang."

.

Berada di dalam Istana Gremory, bukan di aula pesta tetapi di dalam toilet. Tentu saja untuk tamu pesta yang datang ke istana ini diberi fasilitas toilet mewah. Pesta masih berlangsung ramai seolah tak terjadi apapun, mereka menikmati pesta tanpa tahu ada masalah besar yang senantiasa mengintai.

Di dalam toilet hanya ada dua sosok tubuh. Ya, dua saja sebab seluruh ruangan toilet dilapisi dengan perisai ruang sehingga tidak mungkin ada orang lain yang masuk. Sebenarnya toilet ini adalah dimensi cermin dari toilet aslinya, sebuah teknik penciptaan dimensi ruang tingkat tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu saja, dan pasti lokasinya tak bisa dirasakan orang lain.

Dua sosok itu bergender perempuan, keduanya memakai gaun pesta. Yang pertama tampak masih sangat muda belia, porongan rambut hitam pendek model bob dan mengenakan kacamata.

Sona Sitri membuat ekspresi penuh harap pada orang didepannya, perempuan berumur tiga puluhan berambut pirang panjang dengan iris mata kuning berkilau seperti emas, Sang Ratu Rubah pemimpin Kaum Youkai Kyoto.

"Tak kusangka kau tiba-tiba datang padaku dan meminta bantuanku, Nona Sitri Kedua."

Tampaknya Sona sudah menjelaskan semua duduk persoalannya.

"Mau bagaimana lagi, Yang Mulia Yasaka-himesama? Hanya anda satu-satunya yang bisa saya minta pertolongan saat ini."

"Yayaaaa, aku mengerti. Sungguh, aku terkejut kau yang dari kaum iblis mengetahui tentang persekutuanku dengan Konoha, tapi malah bertindak seperti ini. Apa kau berkhianat terhadap kaummu sendiri?"

"Bukan begitu. Saya tidak merasa mengkhianati siapapun, saya punya jalan dan tujuan yang sudah saya tetapkan sendiri."

Yasaka tersenyum simpul, "Baiklah. Karena Konoha adalah sekutuku, dan Uzumaki Hinata adalah warga Konoha, maka aku tak akan menolak. Aku akan membantumu, jadi katakan padaku apa rencanamu."

"..."

Sona menjelaskan singkat rencana yang telah ia buat untuk menyelamatkan Hinata yang sedang ditahan para petinggi. Ia tahu kalau Hinata saat ini tidak bisa berkutik dan sedang menunggu bantuannya, perlu sedikit pengalih perhatian agar Hinata bisa bergerak dan membebaskan dirinya sendiri.

Tapi kenapa tidak Sona langsung yang melakukannya, malah meminta bantuan Yasaka? Tentu saja karena Sona tak bisa melibatkan diri secara langsung. Ya, Sona tak ingin mengambil resiko dirinya ketahuan melakukan tindakan yang berpotensi dianggap 'makar' oleh para petinggi. Cukup Naruto dan Hinata saja yang ketahuan, sehingga seminimal mungkin Sona melibatkan dirinya agar posisinya dibawah naungan ras iblis tak diusik. Ia harus bergerak dari balik bayangan menggunakan orang lain.

Ia juga harus menyiapkan kejutan kecil untuk para petinggi agar posisi Naruto dan Hinata tetap aman meski identitas keduanya telah terbongkar.

.

Atmosfer di ruang tamu-tamu VIP sangat kental dengan suasana menegangkan. Hinata tidak bergerak sedikitpun. Pengawasan super ketat dari tiga petinggi Aliansi membuatnya tidak bisa melakukan apapun selain bernafas.

Tak ada satu mulut pun yang terbuka. Ketidaan suara membuat suasana benar-benar mencekam.

Gabriel sebagai malaikat berpangkat Seraph memiliki loyalitas tinggi terhadap kaumnya. Tugas seperti apapun akan dilaksanakannya dengan sepenuh hati, meskipun hanya menjaga seorang tahanan. Dia tidak merasakan pancaran energi kuat dari tubuh Hinata, bahkan tidak lebih dari iblis kelas menengah. Tapi ia tidak akan melepaskan kewaspadaan, instingnya mengatakan kalau Hinata memiliki kemampuan sangat berbahaya yang bisa saja membunuhnya kapanpun dalam sekejap.

Sahariel, satu-satunya laki-laki dalam ruangan itu tidak memikirkan hal lain. Dia sudah mengetahui informasi tentang seberapa kuat pancaran kekuatan Naruto. Jadi dia membuat asumsi sederhana kalau perempuan dihadapannya, istri Naruto, juga memiliki potensi yang sangat membahayakan jika tidak di tanggapi serius.

Hinata tidak melakukan apapun, namun bukan berarti dia hanya akan berakhir begini. Ia sedang menunggu sesuatu.

Pun begitu dengan Serafall, dalam hati ia sungguh tidak menduga akan ada kejadian ini. Sirzech tidak memberitahukan apapun padanya. Ia hanya mengikuti arus permainan. Sebagai satu-satunya yang mengetahui tujuan Hinata, meski harus melewati pertarungan yang membuatnya kalah telak, Serafall memutuskan untuk tidak melakukan apapun. Dia memang dibawah kendali Hinata karena hidup adiknya dikekang dengan Hyuga no Juinjutsu, ia akan melakukan apapun perintah Hinata demi keselamatan Sona. Tapi karena tidak mendapatkan sinyal apapun, Serafall memutuskan untuk diam. Entah apapun rencana Hinata, Sang Maou wanita ini jelas disuruh menunggu sesuatu yang sebentar lagi dia yakini akan datang.

Benar saja.

Tiba-tiba Serafall merasakan suatu hal yang membuatnya merinding.

Gabriel pun sama, dia mulai panik. "Apa ini?"

"Datangnya dari luar!" sambung Sahariel.

Perhatian teralihkan, lalu dalam sekejap.

"Guhhaa!" Serafall jatuh tersungkur setelah muntah darah, lalu pingsan seketika.

Gabriel sama sekali tidak bisa memikirkan apapun. Tiba-tiba ia merasakan nyeri hebat yang menyerang dadanya, seakan jantung dan paru-parunya hancur.

Duukkk.

Seraph dari Surga itupun jatuh terduduk. Ia masih memiliki kesadarannya. Matanya menatap lurus ke depan.

"Siapa kau sebenarnya?"

Pertanyaan itu Gabriel tujukan untuk orang yang telah membuatnya seperti ini. Dia berusaha keras hanya untuk mendongakkan kepala, menatap sosok wanita yang tadi ia awasi. Tidak tahu bagaimana, dalam sekejap situasi dijungkir balikkan.

Hinata balas menatap Gabriel dengan sorot tajam. Gaunnya pesta yang ia kenakan sedikit berkibar karena angin. Pola iris matanya terlihat sangat indah dan berkilau. Berputarnya iris mata itu menandakan bahwa Hinata telah menggunakan kemampuan tertinggi doujutsu The True Tenseigan, manipulasi waktu Time Extra.

Apa yang membuat Gabriel lebih terkejut lagi adalah seonggok tubuh laki-laki, Malaikat Jatuh bernama Sahariel, tak lagi bergerak. Belakang kerah bajunya ditarik oleh Hinata sehingga laki-laki itu terseret di lantai.

Ternyata sangat tepat insting yang Gabriel rasakan sejak awal dari sosok Hinata. Perempuan berambut indigo itu mempunyai kemampuan berbahaya yang sanggup membunuh orang lain dalam sekejap tanpa dapat disadari dan dicegah, bahkan tak bisa dilawan.

Lalu dengan sedikit gerakan, Hinata pun lenyap dan membawa tubuh Sahariel bersamanya.

Gabriel pun tak sadarkan diri menyusul Serafall.

.

-Unknown Place-

Partikel-partikel debu dan tanah membentuk kabut yang cukup tebal, seperti terjadi badai pasir di tengah gurun. Inilah efek dari pelepasan jutsu rasenshuriken berelemen tanah, yang mencakup area seluas dimensi ruang buatan.

Naruto mengeringai, "Kheh!. Sekarang akan kubalas kalian berdua."

Seperti yang dikatakan Naruto, rasenshuriken tadi bukan untuk menyerang tapi awal dari strateginya.

Sambil meletakkan telunjuk di dagu, Naruto berkata, "Kumulai dari siapa ya? Emm, Zeus saja lah." putusnya cepat.

"Hah? Kau mengatakan apa tadi?" sebuah suara langsung menyahut.

Naruto langsung menatap ke asal suara. Tidak jauh dari posisinya tiba-tiba muncul Zeus yang berdiri sombong di atas tunggangannya. Badai pasir dan debu yang tercipta tidak terlalu tebal, sehingga mereka masih dapat saling melihat sampai jarak 500 meter.

"Membalas? Membalasku? Kau berkhayal, anak muda!" ucap Zeus lagi. Dia membuat pose menembak. Amunisi petir sudah terkumpul banyak di tangannya, begitupula di depan paruh Griffin yang terbuka, gumpalan petir dalam jumlah besar terkumpul dan siap di tembakkan.

Naruto bergeming sambil tersenyum meremehkan, dia tampak menunggu diserang.

FLASH! RUMBLE! RUMBLE! RUMBLE! RUMBLE!

DHUUUAAAARRRR...

Seketika setelah Zeus menembak, dia terkejut. Petirnya tidak mencapai target, padahal jaraknya hanya 500 meter.

Naruto tertawa sarkastik, gilirannya kini di atas. "Dewa Zeus yang terhormat, petirmu yang ditembakkan tunggal memang sangat kuat, efek panasnya sanggup melubangi pertahananku. Tapi kau ingat sebelumnya kan, ternyata petir yang kau tembakkan pada area lebih lemah dan sanggup kutahan."

"Heh? Apa maksudmu?"

"Kau tahu?, tanah memang lemah terhadap petir, tapi sifatnya sebagai konduktor listrik jika dimanfaatkan dengan benar akan membalikkan keadaan. Kelebihan dan kelemahan setiap elemen tidak mutlak tetapi bersifat relatif, tergantung siapa yang memakainya. Lihat sekelilingmu!"

Mengikuti instruksi Naruto, Zeus menatap kesekitarnya. Ia langsung menyadari bahwa setiap partikel tanah dan debu telah bermuatan listrik. Petir yang tadi ia tembakkan tidak mencapai target karena lebih dulu diserap oleh partikel-partikel itu.

Fakta yang tak bisa dibantah, meski selama ratusan bahkan ribuan tahun langit telah milyaran kali menembakkan petir ke seluruh tanah di permukaan bumi, tapi tak pernah ada cerita bumi hancur, hanya sedikit terbakar saja. Karena apa, karena sifat konduktor tanah mampu menyerap semua petir-petir itu dan membagikannya ke seluruh bagian bumi.

Naruto mengetahui hal itu dari pelajaran fisika selama menjadi siswa di Kuoh Gakuen. Katakanlah Naruto sudah pintar sekarang.

Badai tanah dan pasir Naruto buat sedemikian banyak agar mampu menyerap petir Zeus. Namun karena tidak sebanyak jumlah tanah di seluruh bumi tidak semua bisa diserap, tapi efektif untuk mengubah paksa tembakan petir tunggal dari Zeus menjadi sebuah serangan tipe area yang lebih lemah dan dapat ditahan dengan pelindungnya.

"Brengsek!" Zeus mengumpat kesal. Dimensi ruang buatan yang diciptakan Brahma seluas sebuah benua hampir semuanya terisi debu dan pasir. Rasenshuriken superbesar ternyata mampu melepaskan debu dan tanah yang sangat banyak.

"Bagaimana kau akan menghindari ini, Zeus?"

Naruto menciptakan ratusan bola-bola hitam bom bijuu di sekeliling tubuhnya. Ukuranya sedang namun kuantitasnya yang mengerikan. Jumlahnya mungkin sampai seribu kalau dihitung.

Danmaku Bijuudama

Semua bom bijuu ditembakkan secara beruntun layaknya peluru dari laras gatling gun.

Zeus bergerak gesit menghindari semua bijuudama yang ditembakkan padanya. Mudah bagi Zeus melakukannya karena kecepatannya yang tak masuk akal.

Tapi ...

Naruto sudah menduga hal itu.

Ketika Zeus berhasil menghindari tembakan bijuudama yang terakhir, tepat didepan wajahnya sudah menunggu sosok Ashura yang menghunuskan keenam pedang hitam. Tembakan beruntun bijuudama tadi hanya pembuat jalan bagi Zeus menuju satu titik.

Slice...

Zeus berhasil kabur namun ...

Lightning Griffin telah terbelah menjadi enam.

Keenam pedang raksasa hasil modifikasi dari pedang Nunoboko dilapisi Naruto dengan chakra elemen angin, elemen yang lebih kuat dari petir, menjadikannya sangat tajam dan sanggup memenggal tubuh sang monster petir perwujudan senjata milik Zeus.

Zssshhttt.

Naruto menghilang dengan Hiraishin.

Blaaaaaaaaaaaarrrrrrrr.

Hewan tunggangan Zeus pun meledak.

Satu dewa berhasil disingkirkan.

Blizztt

Naruto muncul di tempat lain yang cukup jauh. "Sekarang giliran Brahma. Dimana dewa itu? Dia terlalu hebat bersembunyi." Dia diam menunggu sejenak hingga ...

Stabbb..

Sabilah anak panah menancap di bahu tubuh raksasa Ashura.

Naruto heran, apa Dewa Brahma hanya bisa bertarung dengan senjata saja?, Yaa meski senjata yang dia gunakan luar biasa mengerikan.

Boofffttt...

Sekejap berubah menjadi bongkahan kayu berukuran besar. Anah panah tertancap disana. Teknik kawarimi ternyata masih bisa digunakan dalam situasi melawan dewa.

Di tempat lain.

Blizzztt.

Naruto muncul dengan Hiraishin. "Mati kauuu!"

Slicee...

Menggunakan pedang yang sama untuk memenggal Lightning Griffin, yang dilapisi chakra elemen angin, sekarang Naruto berhasil memotong empat lengan yang tak terlihat.

Begitu Stealth Mode Dewa Brahma berhenti, nampak sang dewa pencipta telah kehilangan semua tangannya. Dua panah Brahmastra jatuh dan tergeletak di dekat kakinya.

Dalam sekejap, wujud asli Brahma yang berukuran raksasa menyusut. Kini Dewa Brahma dalam bentuk human form. Tidak lagi berjawah empat, dan tangannya yang terpotong kembali tumbuh meski hanya ada sepasang.

"Bagaimana bisa kau menemukanku?" tanya Brahma dengan ekspresi shock.

Stealth Mode menyembunyikan Brahma dengan sangat baik. Tempatnya berdiri yaitu bunga lotus merah raksasa memiliki kemampuan membuat perisai yang menjadikannya tak terlihat oleh mata. Brahma juga mampu menekan semua kekuatannya sampai titik nol sehingga tidak terdeteksi lawan. Selain itu, sebagai dewa yang bijaksana dan berhati bersih ia menguasai konsep 'ketenangan jiwa' yang menjadikan hatinya kosong. Pantaslah Naruto dalam mode rikudou yang mendeteksi niat dihati orang lain tak mampu mencari keberadaan Brahma.

"Memanfaatkan badai debu yang kubuat tadi. Aku membuat asumsi kalau perisai tak terlihatmu tidak mengijinkan benda luar masuk. Ternyata benar, kubah berbentuk bulat telur yang menyembunyikanmu menjadikan ruang yang tidak terisi partikel-partikel debu. Ketika kau bergerak aku dapat melihatnya, seperti aku melihat gelembung udara yang bergerak didalam air."

"Tapi tidak mungkin kau bisa menemukanku secepat itu?"

"Hahaaa. Sebelumnya kau selalu menyerangku dari jarak yang sangat jauh, tapi badai debu sengaja kuciptakan untuk memperpendek jarak pandangmu hingga kurang dari 1 kilometer. Untuk menembakku, kau pasti mendekat dahulu. Dengan begitu, aku bisa menemukanmu dengan cepat."

"Sigh, sialan!"

"Kenapa Pak Tua? Kau tahu, kau kalah karena cara bertarungmu yang terlalu kolot. Bertarung dari jarak jauh sambil berkamuflase agar resiko serangan balik yang mengancam dapat ditekan sekecil-kecilnya. Cara seperti itu mudah dilawan balik dengan sedikit pengorbanan dan mengambil resiko."

Kaaaaboooommmmmm

Ledakan besar terjadi, itu pasti berasal dari anak panah Brahmastra yang tertancap di kayu gelondongan teknik Kawarimi. Akibat hempasan gelombang kejutnya yang begitu kuat, partikel-partikel tanah dan debu langsung tersapu bersih. Jarak pandang kembali normal.

Zwiiiifft.

Zeus yang tadi kabur entah kemana kini berdiri di sisi Brahma. Kedua dewa itu saling berhadapan dengan Naruto yang masih dalam wujud raksasa Ashura mode.

"Apa kau berpikir semuanya telah berakhir, anak muda?" tanya Zeus.

Brahma pun walau sudah kena serangan telak, tak menunjukkan sedikitpun raut panik. Zeus pun sama.

"Eh?" Naruto kebingungan.

"Bagaimana kalau kita akhiri dengan serangan pamungkas?" kata Brahma mengusulkan.

Tanpa menunggu persetujuan, salah satu dari Dewa Trimurti tersebut mensummon senjata lagi. Ini adalah senjata terhebat yang ia ciptakan, jauh lebih kuat dari gabungan semua senjata dewa lain ciptaannya, senjata yang menurut cerita jaman dahulu sanggup menghancurkan sistem tata surya meliputi matahari dan semua planetnya. Senjata ini diberi nama Brahmadhanda Astra, berbentuk tombak dengan bilah tajam yang dihias ornamen bernilai estetik tinggi.

Zeus pun tak mau ketinggalan, petir-petir yang merupakan pecahan dari Lightning Griffin ia kumpulkan menjadi satu, lalu direkonstruksi menjadi sebuah meriam. Inilah bentuk ketiga yang terkuat dari tombak petir miliknya, Chroniton Canon. Desainnya sangat futuristik, mirip seperti senjata kapal perang luar angkasa dalam film-film fiksi ilmiah.

Brahmananda akan membuat apapun hancur berkeping-keping tanpa kecuali, lalu meriam petir Chroniton Canon akan melenyapkan semuanya hingga substansi terkecil.

Bagaimana Naruto menghadapinya?

"Aku menyimpan jutsu ini untuk nanti, tapi sepertinya terpaksa kukeluarkan sekarang."

Sosok Ashura menyarungkan keenam pedangnya. Keenam tangannya terkangkat ke langit dan memfokuskan banyak sekali chakra kedalam satu titik. Tepat di atas kepalanya tercipta bola putih berkilau seperti mutiara. Mula-mula ukurannya kecil, namun segera membesar hingga menjadi raksasa. Sekarang bola putih berkilau itu berputar cepat hingga membentuk tepian berupa cincin seperti shuriken.

Itu adalah rasenshuriken elemen angin, yang mana pada intinya dibuat bertekanan sangat tinggi hingga menyamai tekanan didalam inti matahari. Kecepatan putaran yang luar biasa menimbulkan gesekan antar molekul udara sehingga panasnya akan mencapai suhu lima belas juta derajat celcius. Pada tekanan dan suhu ini lah, angin akan berubah wujud menjadi plasma, bentuk keempat dari wujud zat selain padat, cair, dan gas. Gas Hidrogen dari angin akan menjadi bahan bakar untuk melakukan reaksi fusi inti atom dan menghasilkan ledakan nuklir. Sungguh, teknik ini merupakan varian rasengan terkuat yang pernah ada sepanjang sejarah. Mengingat jumlah massa yang dibentuk menjadi sangat besar, efek kehancurannya pasti seratus ribu kali lebih kuat dari ledakan bom atom.

"Ayo kita akhiri, Senpou: Chou Oodama Bijuu Plasmarasenshuriken.!"

Syuuutttt...

Naruto melempar jutsunya lebih dulu.

"Tidak ada yang tidak lenyap dengan senjataku!" Zeus menembakkan meriam petir Chroniton Canon.

"Musnahlah!" Brahma pun segera melemparkan tombak Brahmadhanda Astra.

Tiga serangan terkuat beradu.

Flaaaaaaaaasssssshh.

BAAAAAAAAAAAANNNNGGGGGGG!

Akibatnya, tak ada yang tersisa. Kehancuran yang benar-benar tak terbayangkan. Seluruh dimensi ruang yang direkonstruksi oleh Dewa Brahma hancur lebur tak berisa karena tak kuat menahan beban, tak ada benda sama sekali, yang tersisa hanya materi berupa partikel-partikel atomik yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

.

.

.

-Gremory's Territory-

Pesta masih berlangsung dengan meriah, ada waktu 15 menit lagi sebelum acara puncak yaitu peresmian dibukanya Turnamen Rating Game.

Sirzech dan Azazel masih melanjutkan obrolan. Mereka ada di balkon yang menghadap lantai luas tempat tamu-tamu berpesta dibawahnya.

Lalu dua orang laki-laki datang, mengampiri Sirzech dan Azazel.

"Bukannya kalian tadi ingin menemui seseorang, kenapa kembali kemari?" tanya Azazel karena heran Ajuka dan Michael datang bersama tiba-tiba.

"Huh?" Ajuka menyerngit heran.

"Azazel-dono, bukannya kau yang meminta kami kemari? Tadi ada pelayan yang memberitahuku." ungkap Michael.

"Eh? Aku tak pernah melakukan itu." bantah Azazel.

Sirzech langsung menyadari keanehan yang terjadi. "Pasti ada hal diluar kendali kita, hati-ha..."

Sebelum Sirzech menyelesaikan ucapannya, cahaya terang menyelimuti seisi ruangan. Keempat petinggi itu langsung tahu kalau mereka di transfer secara paksa dengan sihir teleportasi.

Shhuuup.

Tibalah keempatnya di dimensi ruang serba putih. Tak ada apapun disana selain ruang tanpa batas.

Keempat petinggi itu tidak mendapat kesempatan untuk mengindetifikasi siapa pelaku yang menteleportasi mereka karena sekarang mereka dikumpulkan dalam situasi tak terduga.

Benar-benar tak terduga, terutama bagi Sirzech.

Rencana yang disusun oleh Sang Maou Lucifer berbelok jalur 180 derajat. Mereka berempat kini dihadapkan pada dua sosok yang seharusnya sudah mereka enyahkan.

Naruto, walaupun dengan pakaian compang camping, ternyata masih hidup setelah berurusan dengan dua Dewa Superior, Zeus dan Brahma. Lalu, Hinata yang masih mengenakan gaun pesta, tampak tak berubah sedikitpun sejak ia datang. Entah bagaimana caranya Hinata lepas dari pengawasan tiga orang petinggi di ruang Super-VIP?

"Terkejut eh?"

Meski dengan nafas sedikit terengah, Naruto masih bisa berkata dengan nada mengejek pada empat sosok yang membuatnya jadi begini.

Tak dapat balasan, Naruto melemparkan dua buah kepala. Kedua kepala dengan surai berbeda warna menggelinding di lantai.

Sontak empat pasang mata itu terbelalak. Tampak dari ekspresinya kalau mereka tak sanggup menerima fakta bahwa Zeus dan Brahma telah tewas.

Seolah masih belum cukup.

Buugg...

Seonggok tubuh dilempar oleh Hinata dari balik punggungnya.

Tubuh itu terbilang kecil, namun sekejap dikenali. Sahariel, malaikat jauh sekaligus ilmuan jenius di institut Grigori kini tergeletak di lantai dalam kondisi tak bernyawa.

Tidak terlalu mengherankan jika Naruto berhasil mengalahkan kedua dewa itu, powernya memang luar biasa. Berbeda dengan Hinata, dia tampak lemah, tak terasa pancaran kekuatan yang besar. Namun dengan apa yang dia perbuat terhadap Sahariel, Hinata membuktikan bahwa dirinya patut di perhitungkan oleh para petinggi Aliansi. Doujutsu The True Tenseigan, membuat Hinata yang hanya seorang manusia biasa mampu sejajar dengan Dewa.

Setelah berhasil kabur dengan bantuan yang dikirim Sona, Hinata menjemput Naruto menggunakan Cube. Sampai disana, Naruto telah selesai bertarung. Lalu berkat Vali dan Kuroka, persiapan counter attack untuk petinggi Aliasi selesai.

Lupakan tentang tiga eksistensi yang tidak lagi hidup itu.

Walaupun masih terkejut, tapi Sirzech telah berhasil menenangkan diri untuk menerima situasi.

"Aku memang sudah memperkirakan peluang kau mengalahkan Zeus dan Brahma sekaligus, Uzumaki Naruto. Tapi aku tak menduga kalau kalian berdua yang menyeret kami ke tempat ini, padahal aku sudah mempersiapkan sesuatu untuk membunuhmu kalau berhasil mengalahkan Zeus dan Brahma."

"Ugh." Naruto menyipitkan mata tanda tak suka. "Jadi sejak awal, ini semua kau lakukan demi membunuhku. Begitu kah?"

"Ya."

"Apa kita bisa bicara dulu?"

"Menurutmu?" Sirzech bertanya balik.

"Tch, orang-orang keras kepala macam kalian memang harus diberi tinju dulu baru bisa diajak bicara."

"Memangnya sekarang kau bisa apa hah? Dengan kondisimu sekarang yang sudah lemah dan kelelahan, apa yang bisa kau lakukan?"

"Kita tidak tahu kalau tidak dicoba."

Sirzech melirik tiga petinggi yang masuk perangkap bersamanya. "Kalian bertiga cukup menunggu saja. Pekerjaanku belum selesai, jadi aku yang akan mengurus orang ini."

Mengerti instruksi itu, Ajuka, Azazel, dan Michael mundur beberapa langkah.

Sang Maou Lucifer meningkatkan output kekuatan iblisnya secara signifikan hingga maksimum. Gelombang Power of Destruction memancar kuat, dan tubuhnya mulai dikelilingi aura merah. Selama proses itu, dimensi ruang buatan tempat mereka berada berguncang keras. Retakan-retakan kecil mulai timbul di tempat dia berdiri, semakin besar lalu terangkat. Setiap bongkahannya yang terbang dalam radius beberapa meter dari Sirzech musnah tanpa menyisakan debu secuilpun. Aura berwarna crimson yang menyelimuti Sirzech semakin pekat.

Goncangan berhenti sehingga menciptakan kesunyian. Yang ada didepan mata adalah Power of Destruction dalam wujud human-form.

"Dalam bentuk ini, Power of Destruction menyebar tanpa perintahku. Apapun yang tidak terlindungi perisai kuat, akan berubah menjadi ketiadaan."

Bentuk terkuat Power of Destruction itu adalah Sirzech sendiri, teknik yang diberi nama Human-Shaped Aura of Destruction.

Azazel menyempatkan diri mengucapkan komentarnya, "Aku paham sekarang, Sirzech. Jadi dengan inilah kau berhasil memimpin fraksi melawan pemerintahan Maou Lama pada Civil War. Kuantitas kekuatan iblis yang sepuluh kali lebih besar dibandingkan Satan Lucifer pertama."

Hal itulah yang menjadikan Sirzech disebut-sebut sebagai Super Devil. Entitas yang diragukan keberadaannya apakan iblis atau bukan karena saking luar biasa kekuatannya.

Mata Naruto memicing melihat itu, "Euuhh, bukan hanya tak ada pembicaraan. Pastinya aku tikkan bisa keluar dari sini hidup-hidup kalau aku tak bisa melawanmu, Sirzech-sama."

Sudut bibir Sirzech sediki terangkat, "Bukannya kau yang menarikku kemari? Kupikir kau pasti punya sesuatu yang sepadan untuk melawanku."

"Tentu saja!"

Swwwooosshhhh.

Naruto langsung mengaktifkan Senjutsu Rikudou Mode. Chakranya yang tersisa tidak banyak, membuatnya tidak bisa lagi membangkitkan kekuatan penuh dalam bentuk bijuu. Sembilan buah Godoudama langsung ia bentuk menjadi armor tempur, The Truth Seeking Armor. Meski tidak bertahan lama, tapi tidak ada cara lain lagi. Naruto sepenuhnya tertutup armor hitam, siap untuk bertarung.

Azazel cukup terkejut pertama kali melihat kekuatan asli Naruto. "Desain armornya tampak seperti armor pemilik kekuatan Naga, tapi tidak terasa sedikitpun kekuatan naga dalam tubuhmu."

"Yah, sebenarnya ini terinspirasi dari salah satu muridmu, Azazel-sensei. Yang kupakai ini adalah Armor Empireo Juggernaut Overdrive Black Version dari Hakuryuukou masa kini. Bisa saja aku membuat dengan penampilan versi hitam dari Cardinal Crimson Fulldrive milik Issei, tapi aku lebih suka bentuk ini karena lebih simpel namun elegan."

Sirzech melayang lebih dulu ke udara, Naruto langsung menyusul.

Naruto menyerang lebih dulu.

Boofffttt.

Fumashuriken kini telah berada ditangan kanannya. Dia lempar ke arah Sirzech lalu merangkai handseal.

Shuriken Kagebunshin

Mulanya satu fumashuriken, seketika menjadi puluhan. Semuanya meluncur dengan lintasan melengkung yang berbeda-beda menuju Sirzech.

Sirzech bergeming, dia diam pada posisinya di udara. Telapak tangannya terbuka, sebagian aura crimson Power of Destruction diubah menjadi bola-bola kecil seukuran bola pingpong. Jumlahnya ada sembilan, semuanya meluncur kedepan.

Setiap shuriken yang terkena bola hitam dari kekuatan iblis Sirzech langsung lenyap tanpa menyisakan apapun. Bola-bola itu bergerak seperti memiliki pikiran sendiri, menggiling dan melenyapkan semua fumashuriken hingga tak bersisa.

Bola-bola itupun kembali ke sisi Sirzech setelah melakukan tugasnya.

Naruto tak terkejut. Serangan tadi hanya untuk melihat bagaimana prinsip kerja Power of Destruction. Meski sudah memiliki banyak informasi dari Sona, tapi ia tetap ingin melihat langsung seperti apa kekuatan iblis Sirzech.

"Ruin The Extinc, kekuatan penghancur absolut yang akan melenyapkan apapun yang mengenainya, benar kan?"

Sirzech mengangguk sekali. Ia tak heran kalau Naruto memiliki informasi itu.

"Tidak ada cara lain, hanya teknik ini yang bisa kugunakan untuk melawanmu."

Setelah mengatakan itu, beberapa bagian dari armor hitam ditubuh Naruto lepas. Bagian yang lepas adalah bagian-bagian yang tak terlalu beguna dalam pertahanan tapi lebih berfungsi sebagai dekorasi, yaitu bagian bahu dan dada.

Sebagian massa kecil dari armor hitam itu pun dibagi menjadi sembilan, lalu membentuk bola kecil. Kembali ke bentuk asal, Godoudama, hanya saja dalam ukuran lebih kecil, seperti bola pingpong. Jumlahnya ada sembilan.

Naruto meluncurkan satu bola Godoudama kecil, melesat menuju Sirzech dengan kecepatan tinggi.

Sirzech tidak tinggal diam, salah satu bola Power of Destruction dia luncurkan kedepan.

GUNNN!

Momen ketika bola Godoudama dan Power of Destruction beradu, dalam satu detik keduanya lenyap.

Sirzech langsung mengerti cara kerja kekuatan bola dan armor hitam milik Naruto. "Apapun prinsipnya, kekuatanmu menghasilkan output yang sama dengan kekuatanku."

Ya, baik Godoudama maupun Power of Destruction sama-sama akan memusnahkan benda lain.

Saat keduanya bertemu, Power of Destruction akan memusnahkan massa Godoudama. Namun pada saat bersamaan, prinsip Onmyoudon atau Imagine Breaker dari Godoudama akan meniadakan Power of Destruction dan menjadikannya tidak berarti karena sihir iblis itu aslinya adalah pelepasan energi spiritual.

Kedua bola yang saling beradu tadi memiliki massa dan ukuran yang sama. Artinya kemampuan pemusnahan dan peniadaan dari masing-masing memiliki kecepatan yang sama. Buktinya kedua bola itu habis pada waktu bersamaan.

Kesimpulan yang Sirzech tarik, kemenangan ada ditangan orang yang memiliki kekuatan dan stamina lebih banyak untuk membuat bola-bola penghancur itu. Sirzech merasa diuntungkan, karena Naruto baru saja habis bertarung dengan dua dewa, berarti Naruto sudah lemah sekarang.

Namun tampaknya Naruto lebih sadar lagi akan ketidakuntungannya. Power of Destruction mampu memusnahkan semua jenis serangan energi spiritual dan material fisik. Berbeda dengan Godoudama yang mempunyai batas ketahanan maksimal terhadap serangan fisik, bahkan Godoudama lemah terhadap senjutsu.

Artinya pada level ini, dapat dikatakan bahwa Power of Destruction lebih unggul daripada Godoudama. Beruntung bagi Naruto, Sirzech tidak mengetahui hal itu.

"Ayo kita lebih serius!" ucap Sirzech.

Dengan satu sentakan jari, empat bola Power of Destruction melesat cepat menuju Naruto.

Naruto pun tidak kalah. Empat Godoudama kecil dia luncurkan menuju lawan.

Keduanya akan bertemu lagi di tengah. Namun ...

momen ketika bola-bola itu hendak bertemu, semuanya bergerak meliuk dan merubah arah sehingga tidak saling bertabrakan.

Kali ini diniatkan untuk menyerang tubuh lawan. Bola siapa yang lebih cepat, menyentuh dan menghancurkan tubuh lawan lebih dulu, maka dia lah yang menang.

KUBAANNN...

Bola yang diluncurkan gagal mengenai target, baik milik Naruto maupun Sirzech.

Lagi-lagi bola itu lenyap. Masing-masing meluncurkan empat, sedangkan empat sisanya untuk pertahanan. Sesaat sebelum terkena serangan lawan, empat bola yang tersisa digunakan menghalau serangan lawan sehingga lenyap dalam waktu bersamaan.

Satu lagi aspek yang telah diketahui dari pertarungan ini, refleks dan kendali pikiran antara Sirzech dan Naruto ada pada level yang sama. Terbukti dari keahlian mereka berdua bermain-main dengan bola penghancur masing-masing.

"Kita hentikan permainan kecil tadi, ayo bertarung sungguhan."

Seketika Naruto lenyap dari posisinya setelah mengatakan ajakannya tadi. Dia melesat secepat kilat menuju Sirzech dengan kepalan tinju.

Buaaaggg...

Sirzech terpaksa merelakan perutnya dihantam, tapi ia sendiri tak bergerak dari posisinya. Memanfaatkan momen itu, ia gunakan untuk ...

Duuaakk.

Balas meninju rahang Naruto.

Keduanya bertahan dalam posisi ini beberapa detik.

Aura of Destruction yang menyelimuti Sirzech dibagian perut perlahan terkikis akibat bersentuhan dengan tinju Naruto yang dilapisi armor Godoudama. Namun secara bersamaan, armor Godoudama juga mulai meleleh. Hal yang sama juga terjadi di dagu Naruto.

Shuuuttt...

Keduanya meluncur mundur.

"Ugghh." Naruto mengusap dagunya yang terasa nyeri.

Pun begitu dengan Sirzech, perutnya serasa diobrak-abrik. "Jika saja yang tadi diteruskan lebih lama, salah satu dari kita pasti akan mati."

"Kheh, tak perlu banyak bicara. Ayo teruskan! Haaaaaaaaaaaaa...!"

"Heyyaaaaa...!"

Duaaagg.

Buggg.

Dasshhh.

Kedua petarung itupun melanjutkan pertarungannya dengan beradu fisik. Armor Godoudama selain untuk bertahan juga untuk menyerang. Human-Shaped Aura of Destruction yang dibangkitkan Sirzech juga bekerja dengan hal serupa.

Mereka tampak seimbang. Power dan stamina mereka sekarang ada pada level yang sama. Seharusnya Naruto lebih kuat, tapi kekuatannya telah banyak terkuras untuk menghabisi Zeus dan Brahma.

Pada pertarungan fisik, keduanya juga berada pada tingkat yang sama. Meskipun tidak sampai level master, tetapi nilai taijutsu Naruto terbilang sangat tinggi karena ditopang oleh teknik Kawazu Kumite atau seni beladiri katak yang berasal dari Myoubukazan. Sirzech pun selain petarung dengan bakat sihir tinggi, juga memiliki keahlian beladiri yang mumpuni sehingga dijuluki Master Hand-to-Hand Combatant.

Sesekali mereka saling melemparkan serangan. Naruto dengan bermacam-macam ninjutsu, terutama rasenshuriken dan varian-variannya. Dalam aspek ini, Naruto bisa disebut sebagai Master Ninjutsu, bukan karena banyaknya teknik yang ia kuasai, tetapi karena hampir semua ninjutsunya mengerikan dan mempunyai damage luar biasa merusak. Sirzech pun dikenal sebagai Master Technician, ia dapat membuat berbagai macam variasi dari Power of Destructuin. Selain bola, bisa juga dibentuk tajam seperti senjata bahkan dijadikan kabut pemusnah.

Beralih ke bawah, tempat para penonton.

Ajuka tampak tertarik dengan sesuatu, "Hei, Ojou-san."

"Hm?" Hinata membalas singkat sapaan Maou berambut hijau yang menyandang nama besar Beelzebub.

"Mengingat kau bisa bebas dari pengawasan tiga petinggi di ruang VIP, kekuatanmu pasti tidak bisa diremehkan. Itu membuatku sedikit tertarik."

"Terus?"

"Bagaimana kalau kita juga melakukan peregangan otot? Aku tak suka berdiam saja sambil melihat rivalku bertarung melawan suamimu."

Hinata menatap malas, "Kau mau melawan perempuan?"

"Yah, terserah kalau kau menganggapku tidak gentle, aku tidak peduli. Kalau kau diam saja, kau akan mati."

Hinata membuang nafas panjang, lalu mengangkat dagu. "Baiklah." Ia pun mengaktifkan The True Tenseigan, doujutsu yang merupakan evolusi dari Byakugan setelah beresonansi dengan Chakra Hamura dan menelan Phillosopher Seed, harta pusaka Klan Ootsutsuki.

Ctek...

Dengan sekali sentikan jari, Ajuka membuat lingkaran sihir yang mengeluarkan sebuah singasana. Ajuka duduk diatasnya. Itu bukan senjata, hanya properti.

Azazel dan Michael melangkah mundur. Mereka berdua dipaksa menjadi penonton.

Hinata cukup banyak mengetahui profil Maou Ajuka Beelzebub dan cara bertarungnya. Ajuka adalah Master Tactician, ia adalah jenius pertarungan. Karena titel ini, dimata para dewa dari berbagai Mitologi, Ajuka lebih ditakuti daripada Sirzech.

Sebagai Super Devil, Ajuka memiliki kuantitas kekuatan Iblis yang setara dengan Sirzech. Tapi aspek paling hebat dari Ajuka adalah spesialisasinya dalam kekuatan iblis. Jika Sirzech memiliki Power of Destruction, maka Ajuka mampu memecahkan semua fenomena sihir dan merumuskannya kedalam persamaan matematika lalu mengendalikannya. Teknik itu disebut dengan nama Kankara Formula.

Sembari duduk, Ajuka menciptakan tercipta lingkaran sihir didepan tangannya, kecil namun sangat rumit yang aksaranya selalu bergerak dengan kecepatan tinggi. Dia mengendalikannya dengan ujung jari telunjuk.

"Aku bisa mengendalikan semua fenomena sihir sambil duduk tenang disini. Apa kau bisa selamat dari ini, Ojou-san?"

Tiba-tiba, satu blok energi sihir kecil yang terlempar tak tentu arah akibat serangan Sirzech yang berhasil dihalau Naruto, bergerak menukik menuju Hinata. Itu adalah perbuatan Ajuka, ia bisa sesuka hati mengendalikan fenomena sihir setelah ia menyelesaikan rumusan matematikanya.

Uzumaki Hinata bergeming, tetap berdiri dari posisinya. Momen ketika blok energi sihir itu menyentuh kulitnya, seketika berbelok ke arah lain.

"Apa?"

Ajuka sedikit terkejut. Sihir iblis yang aslinya milik Sirzech itu harusnya mampu melukai Hinata, tapi dengan mudahnya dibelokkan tanpa meninggalkan sedikitpun bekas. Fenomena sihir ini belum pernah ia lihat, dan persamaan-persamaan miliknya pun tidak ada yang cocok untuk memecahkan konsep kemampuan Hinata.

"Ajuka-sama, kurasa aspek spesialiasi kemampuan kita ada dijalur yang sama. Aku mampu mengendalikan vektor setiap gerakan yang menyentuh kulitku. Dengan menyelesaikan persamaan matematika rumit, aku bisa membalikkan arahnya sesukaku."

Sejurus kemudian, Ajuka menyeringai senang. "Hohooo. Baru kali ini aku bertemu lawan yang sepadan denganku."

Ajuka kembali menggeser aksara-aksara yang tertulis dalam formula lingkaran sihir kecil miliknya. Persamaan-persamaan itu bergerak lebih cepat lagi.

Blok energi sihir yang tadi dibelokkan Hinata ke sembarang arah, kini bergerak meliuk dan menuju Hinata kembali.

Seperti sebelumnya, blok energi sihir itu berbalik arah lagi setelah mengenai kulit Hinata. Kali ini Sang Byakugan no Hime tidak segan membalik arahnya menuju kepala Ajuka.

Blok itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Tepat sebelum mengenai Ajuka, blok itu berbelok lagi.

"Kurasa aku lebih unggul, aku mampu mengendalikan arah gerakan blok sihir dengan persamaanku, sedangkan kau hanya membelokkannya ketika mengenai tubuhmu." ungkap Ajuka.

"Ya. Pada intinya, Anda lah yang menyusun persamaan, Ajuka-sama. Dan kemampuanku merusak semua persamaan yang telah kau rumuskan dan hukum-hukum yang berlaku."

"Boleh disebut begitu. Tapi bagaimana dengan ini?"

Kali ini blok sihir diubah Ajuka menjadi banyak peluru-peluru kecil yang dia kendalikan dengan Kankara Formula. Kecepatannya ditingkatkan dari semula, bahkan nampak kalau kekuatan penghancurnya juga meningkat beberapa kali lipat.

Dengan persamaan Kankara Formula, Ajuka tidak hanya mampu mengendalikan arah, tapi juga mengubah bentuk, kecepatan, dan kekuatan suatu fenomena sihir.

Hinata yang berdiri diam, dihantam puluhan peluru sihir. Tapi semua itu dipentalkan seolah tak berarti. Kemampuan tingkat pertama True Tenseigan manipulasi vektor tak terkalahkan, bertindak sebagai Absolute Defense yang sesungguhnya tanpa mengenal batas ketahanan.

Ajuka langsung menangkap beberapa hal, "Kurasa persamaan matematika yang kau gunakan untuk memanipulasi vektor masih tergolong sederhana untukku. Jika aku melakukan ini?"

Semua peluru sihir yang tadi di pentalkan kembali berbelok menuju Hinata. Meski meluncur dengan lurus, namun secara molekuler materialnya bergerak dengan arah irreguler. Untuk membelokkan vektornya, membutuhkan perhitungan rumit yang hanya mampu dilakukan minimal oleh processor komputer 16-core berkecepatan 24.2 GigaHertz, tak mungkin bisa diselesaikan oleh otak manusia.

Zwwwiiffft.

Hinata menghilang dari posisinya dengan sedikit gerakan dan muncul dititik lain.

Akhirnya, dinding besar pertahanan mutlak dari kemampuan manipulasi vektor kembali dihancurkan. Ini bukan yang pertama, tanpa diketahui seorangpun Serafall pernah melakukannya dengan teknik Celcius Cross Trigger dalam dunia es, dimana serangannya pada suhu -273 derajat celcius tidak memiliki arah gerakan sehingga pertahanan vektor tidak berguna.

Ajuka melakukannya bukan dengan melampaui batas ketahanan, tetapi dengan melampaui kemampuan otak penggunanya, otak Hinata, dalam membuat perhitungan untuk mengendalikan vektor. Kesimpulannya, kemampuan otak dan kecepatan berpikir Ajuka lebih tinggi levelnya dibandingkan Hinata

Tapi Ajuka belum berhasil mengalahkan Hinata. Ada lagi kemampuan lain yang Hinata miliki. Sekali lihat saja Ajuka sudah mengerti.

"Barusan itu pasti bukan teknik teleportasi karena tidak ada rangkaian rumus sihir. Otakku mampu memproses gerakan benda yang menyamai kecepatan cahaya, tidak ada kecepatan yang lebih tinggi dari itu, tapi aku tidak melihatmu melakukan gerakan. Pilihan jawaban terakhir adalah anomali ruang, mungkin kemampuanmu adalah ..."

"Manipulasi posisi dengan memotong jarak." Hinata mengatakannya blak-blakan. Lagipula kejeniusan Ajuka tak mungkin bisa dibohongi.

"Hm, teknik yang sangat hebat. Mendengar namanya, aku bisa memperkirakan kalau kau tidak hanya mampu memindahkan tubuhmu, tapi juga benda lain, serangan sihir, bahkan materi apapun yang bergerak. Mungkin bisa disebut sebagai teknik perpindahan tertinggi yang pernah ada."

"Anda benar. Terima kasih juga atas pujiannya."

"Aku tidak bisa sembarangan lagi menyerangmu karena kau mungkin saja mengirim kembali serangan sihir yang kulancarkan kedalam tubuhku. Tapi aku yakin pasti ada radius maksimal jarak yang sanggup dipotong, iya kan?"

Meski tak menunjukkan raut terkejut, namun iris mata Hinata nampak melebar.

"Khukhuuu, ucapanku benar ya?"

Hinata tidak menjawab.

"Nah, Azazel, Michael-dono. Buat perisai untuk diri kalian kalau tidak ingin terkena dampak seranganku yang selanjutnya."

Yang disebut namanya mendesah pasrah, serasa jadi kacung. Mereka pun melaksanakan instruksi Ajuka.

Melihat Hinata yang diam, Ajuka mulai melancarkan aksinya. Dia kembali mengutak-atik persamaan matematika dalam formula sihirnya.

"Aku belum tahu seberapa jauh radius maksimal kemampuanmu memotong jarak. Tapi bagaimana kalau aku memenuhi seisi dimensi ruang ini dengan blok sihir?"

Hinata mengepalkan tangan, tidak ada jalan baginya untuk menghindar serangan seperti itu. Pertahanan manipulasi vektor sudah dipatahkan, dan manipulasi posisi punya batasan jarak untuk bisa dilakukan.

Tak ada pilihan lain, Hinata berinisiatif menyerang. Kedua telapak tangannya terangkat, lalu terkumpul chakra yang telah mengalami perubahan wujud dan elemen membentuk sepasang kepala singa kembar berwarna ungu.

Hakke Shoujishi Hougeki

"Haaappp!" Hinata melancarkan serangan bersamaan dengan Ajuka menyelesaikan persamaan sihirnya.

"Ohhhoookk!"

Satu dari dua petarung memuntahkan darah dalam jumlah banyak. Luka organ dalam yang sangat parah tentu menjadi alasannya.

Ajuka jatuh tersungkur dari singasananya. Ia benar-benar terkejut. Hal yang sangat mustahil baginya, ia yang bergelut dengan jutaan fenomena jelas mengetahui setiap kejadian pasti berjalan pada alur waktu, baik itu yang cepat ataupun yang lambat.

Tetapi, Ajuka baru kali ini melihat teknik yang mana antara serangan dimulai sampai menghasilkan efek terjadi tanpa selang waktu.

Ajuka yakin tidak salah. Gerakan secepat apapun pasti bisa ia sadari, karena kinerja otaknya tidak ada yang memandingi. Bahkan kecepatan cahaya sekalipun mampu ia lihat. Tapi serangan Hinata...?

"B-ba-agaimana b-bisa?" tanya Ajuka lirih karena rasa sakit luar biasa yang menggerogoti tubuhnya

"Kau kan jenius?" nada bicara Hinata terdengar mengejek. Dia masih diposisi semula, baru saja dia melepas perubahan chakra singa kembar di kedua tangannya.

Satu hal yang kini telah Ajuka kantongi di otaknya, meski kemampuan Hinata bervariasi, tapi tetap berpegang pada satu prinsip dasar yaitu gerak.

Gerak, suatu fenomena fisika yang selalu terjadi tanpa henti. Tidak ada benda yang benar-benar diam karena gerak itu relatif tergantung titik acuan. Setiap gerak memiliki arah dan kecepatan. Arah gerak mampu dikendalikan Hinata dengan kemampuan manipulasi vektor. Lalu kecepatan adalah besaran fisika yang diperoleh dari hasil bagi jarak perpindahan dengan selang waktu. Jarak perpindahan dikuasai Hinata dengan teknik manipulasi posisi pemotong jarak. Dari sini, Ajuka berhasil menarik kesimpulan kalau kemampuan Hinata yang ketiga adalah ...

"Manipulasi waktu, iya kan?"

Hinata tersenyum simpul, "Mungkin saja iya."

Ajuka terhenyak, ia kini sadar kalau dirinya yang saat ini tak mungkin menang dari Hinata. Kankara Formula-nya mampu mengendalikan fenomena sihir yang berhubungan dengan arah atau vektor dengan mudah. Manipulasi posisi bisa ia lakukan, walau sangat sulit karena harus mencampurnya dengan rumus sihir teleportasi yang sangat rumit. Akan tetapi, Kankara Formula tidak memiliki persamaan yang mampu memecahkan fenomena waktu. Jika saja Ajuka mampu melakukannya, bukan tidak mungkin ia bisa melakukan penjelajahan waktu ke masa lalu atau masa depan, iya kan?.

Dalam hati, Ajuka menyematkan gelar petarung Tipe Teknik-Taktik tertinggi sepanjang jaman bagi Hinata. Meski kuantitas powernya sangat sedikit, tapi karena memiliki penguasaan dan kendali terhadap fenomena fisika paling dasar yaitu gerak yang meliputi vektor, jarak perpindahan, dan waktu, maka tidak salah kalau kemampuan bertarung Hinata disejajarkan dengan para Dewa.

Dhuuaarrrrr...

Tiba-tiba dari langit, seonggok tubuh jatuh bebas hingga menghantam tanah. Tidak jauh dari posisi Ajuka.

Itu adalah tubuh Sirzech, badannya penuh luka lebam hasil dari pertarungan fisik. Aura Crimson dari Power of Destruction yang menyelimuti permukaan tubuhnya sudah menipis, bahkan berlubang dibeberapa bagian. Bukti bahwa dia telah melewati pertarungan hebat.

Dua Maou terkuat, Super Devil yang merupakan eksistensi Iblis Irreguler, kini dibuat tak berdaya.

Tap.

Naruto mendarat di samping Hinata. Kondisinya juga sangat buruk, tidak jauh berbeda dari Sirzech. Armor hitam retak dibanyak bagian, ada lubang, bahkan dibeberapa bagian lubangnya cukup besar. Di kulitnya banyak terlihat luka lebam, mulutnya mengerluarkan darah. Ini bukti bahwa Naruto menerima serangan-serangan maut dari Sirzech.

Azazel dan Michael menghampiri relasinya. Azazel membantu Sirzech berdiri, sedangkan Ajuka ditolong oleh Michael.

Kejadian ini sungguh diluar dugaan, pukulan telak untuk petinggi utama Aliansi Tiga Fraksi Injil.

"Sirzech!" meski terluka, Ajuka masih bisa menyapa temannya. "Seingatku tadi pertarunganmu seimbang, kenapa kau yang jatuh tersungkur?"

Wajah Sirzech sukses merona merah. "Oh, i-itu. Yah, tadi itu perhatianku teralihkan. B-begitulah." katanya malu-malu.

Naruto yang nafasnya tersengal-sengal langsung menyela, "Harem no Jutsu memang terbukti ampuh melawan orang kuat. Khukhukhuuu."

"Jangan kau beritahu pada Grayfia ya." pinta Sirzech dengan tatapan memohon pada Ajuka.

"Eh?" Ajuka bingung. Pun sama dengan Azazel dan Michael, tadi dua orang ini lebih fokus melihat pertarungan Ajuka melawan Hinata.

"Lupakan!" ucap Sirzech cepat. "Kau sendiri Ajuka, kenapa bisa terluka sedangkan lawanmu bahkan belum berkeringat, dan... perempuan lagi?"

Ajuka tak bisa menjawab. Mau bagaimanapun berkilah, siapapun pasti tahu kalau ia kalah telak.

Stop! Mari hentikan topik agar tidak jadi semakin tidak jelas.

"Sudahlah!" seru Naruto. "Kurasa sudah cukup, saatnya kita semua bicara. Pertarungan tadi sudah membuktikan kalau posisi kita sejajar kan? Jadi, mari kita luruskan kesalahpahaman ini."

Sirzech, Ajuka, Michael, dan Azazel mau tak mau dibuat ternganga.

Kesalahpahaman?

Kesalahpahaman apanya, kesalahpahaman dari mana yang akibatnya bisa sampai seperti ini?

Okeh, tampaknya dalam hati keempat petinggi itu sepakat kalau masalah ini memang seharusnya diselesaikan dengan bicara.

Sedangkan Naruto, dia senang dalam hati karena kail pacingnya dipatok ikan. Saatnya melakukan cara licik.

"Katakan apa maksudmu, Uzumaki Naruto-kun!" pinta Michael dengan sopan.

"Begini, aku sudah mengantongi banyak informasi. Termasuk proyek Imperium of Bible yang sedang kalian jalankan."

Baik Sirzech maupun yang lain, tidak terkejut lagi. Mereka sudah memperkirakan hal ini, pergerakan Konoha yang terlalu frontal pasti dipicu oleh bocornya informasi tentang proyek rahasia Aliansi.

Naruto melanjutkan ucapannya lagi. "Aku akui kalau kami berdua berasal dari Konoha. Tapi sebenarnya kami bergerak independen, tidak ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah Konoha."

Bagian ini Naruto berkata jujur, tapi...

"Aku dan istriku ingin pulang."

Naruto bohong tentang tujuannya.

"Why?" kedua alis Azazel tertaut tanda kebingungan.

"Kalian semua pasti tahu kalau aku lah yang mendatangkan seluruh Konoha dari dunia lain karena tempat asal kami mengalami masalah bencana kelaparan yang sangat serius. Ketiba tiba di dunia ini dan menyadari betapa melimpah sumber daya alamnya, Dewan Konoha menetapkan bahwa seluruh warga Konoha akan tinggal di dunia ini. Tapi setelah sebulan aku tinggal dan mempelajari banyak pengetahuan, salah satunya adalah teknologi pangan untuk mengatasi bencana kelaparan. Sejak itulah, aku memutuskan untuk memulangkan Konoha kembali ke tempat asal. Tapi untuk memulangkannya, aku membutuhkan artefak yang menurut informasi, dimiliki oleh seorang iblis dari golongan Maou Lama."

"Siapa?" tanya Sirzech.

"Rizevim Livan Lucifer." jawab Naruto singkat.

"Hmm," Azazel tersenyum kecil. "Masuk akal. Jadi alasan kau menyusup kedalam ras iblis, menyamar sebagai budak Sona Sitri, bertujuan agar lebih dekat dengan orang itu?"

Naruto mengangguk, "Benar sekali." Dia bisa lega sekarang. Posisi Sona dimata petinggi sudah aman, Sona tak akan dicurigai lagi jika dia dianggap sebagai penyusup.

"Artefak apa yang kau inginkan dari dia?" giliran Ajuka bertanya.

"Maaf. Informasi ini sangat rahasia, aku tidak bisa percaya pada siapapun."

"Tch." Ajuka meludah kesamping, bukan karena menghina tapi karena darah masih mengalir lewat mulutnya akibat pukulan Hinata. "Kau tidak percaya pada kami, bagaimana bisa kami percaya padamu?"

Hinata tidak bisa diam saja tanpa bicara. "Kami berdua ingin memastikan tidak ada penghalang dalam rencana yang kami jalankan. Bahkan kami juga tidak memberitahukan rencana kami pada Dewan Konoha. Kami melakukannya diam-diam." ucapnya untuk membela pernyataan suaminya.

Naruto mengambil alih pembicaraan, "Begini saja. Aku dan istriku menawarkan diri sebagai mediator antara Konoha dan Aliansi Tiga Fraksi, bagaimana?"

"Kau tidak bercanda kan?" Azazel menatap Naruto dengan ekspresi tak percaya.

"Ya. Aku tadi mengatakan kalau ini hanya salah paham kan? Sebenarnya masalah antara kita itu simpel, sederhana sekali. Aliansi kalian lebih dulu memiliki proyek Imperium of Bible sebelum Konoha datang ke dunia ini. Konoha pun pada dasarnya tidak mempermasalahkan itu selagi tidak merugikan, Rokudaime Hokage Hatake Kakashi juga sudah mengatakannya dengan jelas ketika pertemuan di Kuoh empat bulan lalu. Tapi karena kalian tampak sangat ambisius dengan proyek itu, Konoha merasa terancam sehingga mulai aktif merekrut sekutu dan melakukan persiapan perang. Aku secara pribadi bukan manusia yang suka berperang. Perang hanya akan membentuk lingkaran kebencian tanpa ujung."

"Lalu penyelesaian seperti apa yang kau tawarkan, Uzumaki Naruto-kun?" pertanyaan Michael langsung to the point.

"Biarkan aku dan istriku menjalankan misi kami hingga selesai tanpa kalian ganggu. Setelah aku berhasil, aku akan memulangkan paksa seluruh Konoha dan warganya kembali ke dunia asal kami. Dengan begitu kalian bisa bebas mewujudkan impian membangun Imperium of Bible tanpa hambatan."

"Kheh." dengusan mengejek itu keluar dari mulut Ajuka yang telah mampu berdiri dengan benar walau lukanya masih belum sembuh. "Apa-apaan itu? Tawarannya berat sebelah, terlalu menguntungkan kalian. Aku yakin kekuatan militer kami lebih dari cukup untuk memusnahkan Konoha dan sekutu-sekutunya."

"Kau memang benar, Ajuka-sama. Tapi bagaimana kalau misalnya aku melakukan ini? Aku membeberkan semua informasi tentang proyek Imperium of Bible ke seluruh mitologi yang ada di dunia. Bahkan informasi tentang penguatan kekuatan militer kalian dengan produksi satu juta malaikat kloning berkekuatan super. Tidak hanya Konoha dan sekutunya saja, tapi seluruh dunia akan bersatu melawan kalian bahkan musuh terberat yaitu Dewa-Dewa Olympus dan Hindu-Buddha akan bergabung dengan kami. Jika begitu, apa kalian masih bisa mewujudkan Imperium of Bible?"

Checkmate, negosiasi berakhir.

Keputusan sudah jelas berpihak pada Naruto. Bagi petinggi Aliansi, ada dua pilihan, yaitu keuntungan besar bagi Konoha atau kerugian besar di pihak Aliansi. Tentu pilihan pertama harus diambil, Konoha dibiarkan pulang sehingga Aliansi bisa melanjutkan proyek sesuai rencana.

Fix, Sirzech pun mengatakan keputusannya. "Baiklah, kami terima tawaranmu. Aku akan membiarkan kalian berdua tetap di kelompok Sona. Jalankan misi kalian sampai selesai. Jika belum berhasil sebelum waktunya, maka Aliansi tidak akan berpikir dua kali menyerang Konoha. Selama waktu itu, pergerakan kalian berdua akan kami awasi dengan ketat. Kalau kalian melakukan hal diluar kesepakatan, maka kesepakatan batal dan kalian berdua menjadi target operasi terminasi."

Artinya kalau kesepakatan bubar, Sirzech akan menjadikan Naruto sebagai daftar orang yang harus dibunuh.

Tiba-tiba dipikiran Azazel melintas sesuatu hingga ia terketuk untuk bertanya, "Kau tadi berkata menginginkan sesuatu dari Rizevim kan?"

"Ya" ucap Naruto sambil mengangguk.

"Apa ada hubungannya dengan Trihexa?"

Hinata yang menjawab. "Kami tidak akan mengatakan apapun. Tapi jika misi berhasil, maka rencana Rizevim yang ingin membangkitkan Trihexa akan terhenti. Kalian diuntungkan dalam hal ini. Tidak perlu susah-susah mengurus Trihexa nantinya. Jelas saja kan?, kalau sampai Trihexa dan Great Red bertarung, maka dunia akan kiamat dan Imperium of Bible menjadi tak berarti."

Azazel mengangguk, tidak ada yang salah dengan ucapan Hinata.

Naruto membuang nafas panjang. Kemudian memasang ekspresi serius dan berbicara dengan nada tegas "Baiklah. Kurasa pembicaraan kita akhiri sampai disini. Kuharap kalian tidak mengingkarinya atau kalian akan tahu akibatnya. Tentu di sini tidak ada yang lupa kalau aku sudah membunuh dua dewa superior yang masuk peringkat top 10, Zeus dan Brahma. Setelahnya pun walau aku kelelahan, tapi aku masih bisa bertarung imbang melawan Maou Lucifer. Istriku juga telah membunuh Sahariel bahkan memukul telak Maou Beelzebub. Jika kesepakatan kita batal, maka selanjutnya kita bertemu di pertempuran penentu hidup dan mati."

Keempat petinggi Aliansi, Sirzech, Ajuka, Azazel dan Michael tidak bicara lagi.

Hinata membuka telapak tangannya, benda berbentuk kubus seperti rubik berwarna metalik keluar dari sana, Cube. "Kalau begitu, ijinkan kami pamit."

Seketika, serpihan cahaya dalam jumlah banyak mulai menyelimuti tubuh Naruto dan Hinata.

Michael mengamati kejadian itu dengan serius, ekspresi di wajahnya seperti telah menemukan sesuatu yang sangat spektakuler.

Sebelum kedua orang itu pulang, Ajuka sempat mengeluarkan suaranya. "Ojou-san."

"Hm?" Hinata menatap lurus ke arah Ajuka yang memanggilnya.

"Ini hanya pengandaian. Seandainya karena suatu hal memaksa kita bertemu lagi dalam pertarungan, aku pasti tidak akan kalah lagi darimu. Aku bersumpah akan memecahkan fenomena kemampuan manipulasi waktu milikmu."

"Aku tunggu."

Ucapan terakhir Hinata terdengar dan menggema di udara setelah tubuhnya dan tubuh suaminya lenyap dari pandangan.

Ah, tapi suara Naruto juga sempat terdengar. "Oh iya, untuk Zeus dan Brahma yang sudah mati. Kita sebaiknya pura-pura tidak tahu saja kalau tidak mau di ubek-ubek seluruh dewa dari mitologi tempat asal mereka."

Ohh, ini masalah bagi Sirzech dkk. Tentu ia harus membuat pernyataan bahwa Aliansi tidak tahu menahu tentang hilangnya dua dewa superior itu.

Suasana menjadi hening. Tempat mereka berada hanyalah dimensi ruang biasa, empat petinggi itu bisa pulang dengan mudah.

Lebih dari satu menit dalam keheningan hingga Sirzech memecah kebuntuan dengan kata-katanya tanpa berpaling muka. "Aku sama sekali tidak berniat membuat kesepakatan dengan Uzumaki Naruto. Dan kalian pasti sepemikiran denganku?"

Ajuka dan Azazel mengangguk.

Michael merespon dengan jawaban, "Yup, tidak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulut Naruto dan Hinata, bisa dipercaya."

Sizech berbalik badan, "Ayo kita pulang, pesta masih belum selesai dan aku masih harus membuka Turnamen Rating Game secara resmi."

.

.

.

Sudah berhari-hari terlewat semenjak Turnamen Rating Game di mulai. Pada acara puncak pesta di Istana Gremory, tiga pemimpin tertinggi Underworld Yondai Maou saat ini yaitu Sirzech Lucifer, Ajuka Beelzebub, dan Falbium Asmodeus menyatakan secara resmi Event 50 tahunan Turnamen Rating Game telah dimulai selama satu bulan penuh. Maou Serafall Leviathan berhalangan hadir karena ada urusan penting.

Kini turnamen sudah satu minggu berlangsung setelah melewati beberapa tahapan. Bertempat di sebuah ballroom yang luas dan megah didalam hotel bintang enam yang terdapat di ibukota wilayah kekuasaan Keluarga Iblis Aamon, salah satu yang tersisa dari 72 pilar, yang menempati urutan ke-7. Disana telah terkumpul banyak iblis dan tamu-tamu penting lain yang ingin menonton pertandingan rating game perdana untuk event ini.

Oke, sedikit mundur ke belakang agar apa yang sedang berlangsung saat ini tidak terdengar aneh, menbingungkan, dan tiba-tiba, serta tetap kronologic.

Selama dua minggu dibuka pendaftaran Tim Evil Piece yang ingin mengikuti turnamen rating game. Semua pemilik Evil Piece boleh mendaftar asalkan minimal memiliki bidak King. Tak ada pengkastaan dalam peserta, peserta baik dari kelas amatir hingga profesional boleh mengikuti event ini secara bebas. Berbeda dengan Rating Game lain yang biasanya ada kelas khusus, baik kelas profesional maupun kelas rokie. Inilah yang membuat event turnamen menjadi sangat besar.

Masa pendaftaran ditutup satu minggu sebelum turnamen secara resmi dibuka oleh keempat maou.

Pada hari terakhir masa pendaftaran, setelah ditutup, tercatat ada 653 tim peserta yang mendaftar.

Kouta peserta turnamen rating game adalah 200 tim.

Sebagai seleksi tahap awal, setiap tim harus menyerahkan data-data komposisi tim berikut dengan prestasi yang pernah diraih, catatan dokumentasi pertandingan melawan tim lain baik yang resmi maupun tidak resmi. Dari data tersebut, panitia melakukan penentuan ranking ulang untuk mengupdate ranking lama yang sudah kadaluarsa. Peserta yang lolos adalah yang mendapat ranking 200 keatas.

Ke-200 tim peserta itulah yang diundang pada pesta pembukaan yang diselenggarakan di Istana Gremory seminggu yang lalu. Sekaligus mereka diwajibkan mengikuti Technical Meeting (TM) di sela-sela pesta tersebut.

Sesuai yang di tetapkan panitia, pada TM disebutkan bahwa Turnamen Rating Game akan diadakan selama satu bulan penuh.

Turnamen bertujuan untuk melihat siapa yang akan sampai ke puncak. Oleh karena ada banyak tim peserta yang ikut, maka dibagi lah menjadi beberapa tahapan atau fase.

Fase pertama berlangsung selama satu hari penuh 24 jam nonstop, yaitu fase penyisihan atau Play Off.

Pada fase Play Off, belum ada pertandingan fisik dan adu kekuatan antar tim tetapi ajang untuk menunjukkan kejeniusan setiap King dalam membuat strategi. Permainan cukup berada di atas papan catur. Seluruh tim peserta dibagi secara acak kedalam delapan kelompok besar yang masing-masing berisi 25 tim. King dari setiap tim akan diadu secara random melawan King dari tim lain dalam permainan catur. Karena dalam satu kelompok terdapat 25 tim peserta, maka paling banyak seorang King harus bertanding 24 kali.

Tim yang lolos fase penyisihan adalah tim yang King-nya mampu memenangkan 16 kali pertandingan catur berturut-turut tanpa kalah satu kalipun. Setiap kelompok besar boleh meloloskan tim dalam jumlah tidak sama. Hal itu tergantung dari seberapa cepat King tersebut memenangkan pertandingan. Tim yang telah memenangkan 16 pertandingan berturut-turut tetapi kouta yang lolos ke fase berikutnya telah terpenuhi, maka tim itu akan dinyatakan gugur karena kalah cepat dari tim yang lain.

Jadi bisa disimpulkan, fase Play Off dibebankan sepenuhnya di pundak seorang King. Permainan harus dilakukan dengan strategi jitu dan diselesaikan waktu secepat mungkin agar mendapatkan posisi aman menuju babak berikutnya.

Apa hal tersirat dari fase Play Off ini? Tidak lain adalah menguji kepiawaian seorang King memerankan karakter pemimpin. Ia yang mengatur segalanya dan ia pula yang bertanggung jawab atas nyawa setiap budak-budaknya. Strategi adalah hal utama, maju terobos kedepan tanpa berpikir hanyalah untuk orang bodoh dan optimisme berlebihan tanpa perhitungan matang jauh ke depan menjadi hal percuma.

Babak berikutnya adalah Fase Grup.

Kouta fase grup sebanyak 32 tim yang diambil dari pemenang tercepat 16 pertandingan berturut-turut pada fase sebelumnya. Pada fase grup ini akan dibagi menjadi delapan grup juga, sama seperti fase Play Off yang masing-masing diisi empat tim. Penempatan tim kedalam grup dilakukan secara acak dengan ketentuan bahwa tim yang berasal dari keluarga yang sama (misalnya keluarga Bael yang meloloskan dua tim) dan tim yang menduduki kelas yang sama dalam rangking (misal tim yang berada di rangkin satu, dua, dan tiga), tidak akan ditempatkan dalam satu grup.

Keempat tim dalam satu grup akan saling bertanding satu sama lain. Setiap tim akan bertanding sebanyak tiga kali melawan tiga tim berbeda. Pembagian ini diadaptasi dari aturan permainan Liga Sepakbola Profesional di dunia manusia, hanya saja tanpa ada istilah laga tandang dan laga kandang, cukup satu kali bertanding saja.

Aturan permainan atau Game Rules menggunakan aturan biasa yaitu kedua tim beradu kekuatan dan strategi dalam pertandingan Fulltime di arena khusus rating game yang merupakan dimensi buatan hasil karya Maou Ajuka Beelzebub. Pemenang adalah tim yang berhasil menghabisi seluruh anggota tim lawan atau menjatuhkan King-lawan lebih dulu. Baik promotion, checkmate, dan aturan-aturan lainnya mengikuti permainan catur dengan sedikit modifikasi untuk pertarungan antar bidak.

Kemenangan memberikan nilai bervariasi, minimal 1 point hingga maksimal 40 point. Tim yang kalah terpaksa mendapat nilai 0 point. Penentuan nilai atau point ini diambil dari sisa anggota tim pemenang yang mampu bertahan sampai akhir. King bernilai 1, Queen bernilai 9, Bishop bernilai 5, Knight dan Rook bernilai 3, dan Pawn bernilai 1. Misal anggota dari tim pemenang yang bertahan sampai akhir pertandingan adalah King dan Queen, maka tim itu menang dan meraih 10 point. Atau misalnya suatu tim menang mutlak setelah menghabisi semua anggota tim lawan tanpa kehilangan satu anggota pun, berarti tim itu mendapat nilai 40 point.

Dari empat tim dalam satu grup, dua tim yang mengantongi point terbanyak boleh melanjutkan ke fase berikutnya. Sistem point ini diberlakukan untuk mencegah terjadinya nilai seri dalam satu grup. Dengan sistem ini pula, pengorbanan suatu bidak dalam strategi permainan harus dipikirkan matang-matang sebab pertandingan tidak hanya untuk mencari kemenangan, tapi juga meraih nilai point setinggi-tingginya agar lolos dari fase grup.

Boleh jadi sebuah tim dalam suatu grup lolos ke fase berikutnya meski hanya memenangkan satu pertandingan dari tiga pertandingan. Misal begini, pada sebuah grup yang terdiri dari empat tim, tim pertama yang menang tiga pertandingan mendapat total point 95, lalu tim kedua menang dua pertandingan hanya mendapat total point 38, tim ketiga yang menang mutlak satu kali mendapat 40 point, sedangkan tim yang tidak pernah menang pasti memiliki 0 point. Meski tim kedua memiliki jumlah kemenangan lebih banyak, namum tidak lolos fase grup karena tim ketiga memiliki point lebih banyak. Inilah yang membedakan rating game dengan pertandingan sepak bola, yang mana pada sepak bola penentu lolos fase grup ditentukan oleh point kemanangan, bukan jumlah goal.

Kemudian yang terakhir adalah fase Knocked Out atau fase eliminasi (Singel-Elimination System). Sistem ini menggunakan skema akar pohon yang mempertemukan dua tim dalam sebuah pertandingan. Tim yang kalah akan gugur sedangkan tim yang menang akan melaju ke pertandingan berikutnya.

Akan diterapkan aturan permainan khusus atau Special Game Rules pada setiap pertandingan. Arutan itu akan berbeda-beda dan diumumkan sesaat sebelum pertandingan kedua tim dimulai. Seperti yang sudah pernah dilakukan pada rating game diluar event ini, ada aturan Dice Figure Game yang sering digunakan pada pertandingan adu kekuatan dan Scramble Flag Game (memperebutkan bendera) pada tipe pertandingan yang lebih mengutamakan strategi. Tidak menutup kemungkinan akan ada aturan baru nantinya.

Tim yang masuk ke Fase Knocked Out adalah juara dan runner-up setiap grup. Ada 16 tim peserta. Sehingga babak pertama adalah perdelapan final. Babak ini mengeliminasi setengah jumlah tim peserta. Tim yang bertahan lanjut ke babak perempat final, lalu semi final dan pertandingan yang terakhir, yakni pertandingan Grand Final.

Pemangan pertandingan Grand Final berhak menyandang gelar Grand Master Rating Game.

Itulah hal-hal yang disampaikan pada saat Technical Meeting untuk mengisi acara pesta pembukaan yang dikhususkan bagi tamu merangkap peserta.

Jelas dari semua aturan yang diberlakukan sejak fase Play Off, fase Grup, hingga fase Knocked Out, setiap pertandingan meskipun yang dilihat adalah pertarungan adu kekuatan, namun tetap menitik beratkan pada kepiawaian pemimpin tim dalam membuat strategi dan kerja sama seluruh anggota tim. Hal yang paling dinanti tentu saja Counter Attack yang sama sekali belum pernah diperlihatkan sebagai serangan kejutan untuk membuat lawan tak berkutik.

Nah, seperti disebutkan sebelumnya. Fase Play Off selesai dalam satu hari. Jeda satu hari kemudian penempatan tim-tim peserta yang lolos ke fase grup di umumkan oleh panitia. Lalu diberikan waktu lima hari sebagai masa tenang agar setiap tim memiliki waktu untuk memikirkan strategi. Waktu lima hari mungkin terasa lama, tapi sebenarnya sangat sempit mengingat strategi yang di pikirkan tidak hanya untuk satu pertandinga saja, tetapi juga untuk semua pertandingan kedepan hingga ke final mengingat semua peluang pasti ada. Yang pasti, tentu saja menentukan siapa-siapa yang akan menjadi kartu truff penentu kemenangan bagi setiap tim.

Sekarang sudah hari ketujuh, fase grup Turnamen Rating Game akan segera dimulai.

Kembali ke ballrom hotel. Meski dibagi menjadi banyak kelas penonton, dari VIP hingga penonton biasa, tetap saja suasana ribut tak terhindarkan.

Nampak di deretan kursi penonon kelas VIP, salah seorang pria paruh baya yang mengenakan topi dan berkacamata berbicara pada wanita sosialita bertubuh gendut di sampingnya,

"Aku pegang Tim Merah."

"Culas sekali kau!, memilih duluan." sahut si wanita.

Si pria paruh baya menatap lekat, "Heiii!, bukannya kau sejak awal mengunggulkan Tim Biru?"

"Iya sih, hahahaaaa." si wanita tertawa hingga perutnya tampak bergoncang. "Lalu apa yang berani kau pertaruhkan huh?"

"Setengah sahamku di perusahaan tambang minyak Shell."

Si wanita menatap penuh minat, "Serius? Memang berapa persen total sahammu disana?"

"28%."

"Hooo, baiklah. Kalau aku kalah, 25% saham milikku di Facebook untukmu."

Taruhan. Suatu hal wajar dalam setiap pertandingan.

Ada orang lain lagi yang ikutan,

"Aku pegang Tim Merah. Semua sahamku di PT Freeport."

Dua orang yang memulai taruhan langsung tersenyum mendengarnya.

Lalu datang satu orang lagi, kali ini penampilannya seperti anak-anak, namun beberapa orang tahu kalau dia adalah orang tua pebisnis handal. Namanya juga iblis, sesuka hati membentuk penampilan fisik pada umur berapapun.

"Tim Biru, menang dengan jumlah point di atas 25. Jika aku benar, semua yang kalian pertaruhkan jadi milikku. Jika Tim Biru menang dibawah 25 point, aku serahkan lima belas pulau pribadi dengan resort mewah dan lengkap, plus 35% sahamku di Microsoft. Jika Tim Biru kalah, berarti aku bangkut, semua untuk kalian."

Ugh, sungguh taruhan besar dari pak tua berpenampilan anak-anak. Begitulah, mengingat sebentar lagi akan berlangsung pertandingan besar, tidak mengherankan jikalau taruhan yang dipasang sangat menggiurkan. Bukan uang atau emas, tapi kekayaan aktif berupa saham di perusahaan-perusahaan besar di dunia manusia maupun di bursa saham.

Tapi itu sebenarnya tergolong kecil bagi iblis-iblis kelas tinggi, apalagi para bangsawan, bukan tidak mungkin mereka mempertaruhkan semua aset dan teritori kekuasaan masing-masing jika pertandingan sudah mencapai finalnya.

Taruhan tersebutlah yang membuat Event Turname Rating Game menjadi sangat ramai. Namun sekali lagi, meski sebesar apapun taruhan itu, kememangan tak akan pernah didramatisir untuk kepentingan uang dan jabatan. Panitia menjamin itu. Kemenangan murni ditentukan oleh bakat dan kerja keras setiap pemain.

Dalam hitungan mundur lima detik, pertandingan Tim Merah melawan Tim Biru yang semenjak tadi jadi Treading Topic Underworld akan segera di mulai.

Pertandingan pertama fase grup.

Gremory's Team Vs Sitri's Team

To be Continued...

.

.

.

Note :Pertama dan utama, bagi kalian yang ngubek-ngubek nyariin aku dan maksa update, apalagi reviewer guest yang menggila, Anjrrriiiiitt kalian semuaaaaaa!. Huaaah huufft, bercanda kok. :v

Begini ceritanya, seminggu kemarin aku sakit. Leher terkilir dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di lipatan paha. Cobaan datang dengan dua penyakit sekaligus. Makanya susah nulis. Tapi sekarang sudah mendingan kok, Alhamdulillah. Jadi maaf yaa, chap 64 mencetak rekor update terlama tanpa pemberitahuan. hehee. Tapi ga lama-lama amat kok, cuma dua minggu kurang satu hari.

Nah, batle scene Naruto Vs Zeus & Brahma selesai, kuharap memuaskan. Aku tak perlu menjelaskan apapun lagi. Kecuali ...

Ya, kecuali kesalahan fatal di akhir chapter kemarin. Aku menuliskan Brahma memegang empat Senjata Panah Brahmastra. Padahal dia cuma punya tangan empat alias dua pasang. Panah digunakan harus dengan sepasang tangan. Sudah kukoreksi untuk chapter ini, Brahmastra-nya cuma ada dua. Tapi yang paling mengherankan, dari sekian banyak reviewer bahkan seribu lebih visitor di yang tercatat di statistik story, tak ada kah satupun yang menyadari kesalahan yang kubuat itu? Heran deh, bener-bener heran. :v

Oh iya, belum apa-apa, udah tiga chara Is Death tuh, Wkwkwkwkwk. Zeus, Brahma, dan Sahariel. Mau ga mau kan? Mereka tidak berguna lagi untuk kepentingan cerita. Heheee. :v

Sahariel dibunuh Hinata. Serafall cuma dibuat pingsan karena masih bisa dipakai nanti. Gabriel? Coba tebak.

Tuh, NaruHina memberikan peringatan keras pada petinggi Aliansi. Tapi keknya dari akhir scene dimana Sirzech ngomong, tetap ga ngaruh. Rencana Sirzeck dkk tetap jalan.

Lalu bagaimana kronologis kejadiannya mulai dari rencana Sona, bantuan Yasaka, Kuroka dan Vali, Hinata berhasil kabur sambil membawa mayat Sahariel, hingga berhasil membalas perbuatan petinggi Aliansi? Aku tak menceritakan detail, tapi diatas ada sedikit aku jabarkan. Lagipula ini tak terlalu penting, entar diprotes kayak kemarin kalau kubikin panjang lebar.

And jajaaaaaangg! Empat chapter ini cuma konflik sisipan, dan sudah habis. Saatnya masuk ke Arc Rating Game. Tapi kuberitahu di awal, dalam arc itu nanti ga melulu membahas rating game. Memang alur utama tentang itu, tapi akan ada banyak kejadian yang terjadi dalam waktu bersamaan dengan rating game yang mana kejadian-kejadian itu akan mengarah ke klimaks, puncak perang pengakhir jaman, Armageddon.

Jadi, akhir chapter ini kuberi sedikit awalan dari Arc Rating Game. Tuh, konsep turnamen sudah kujabarkan detail, tinggal menunggu siapa-siapa saja lagi yang akan bertanding nanti. Oke.

Ulasan Review:

Chapter kemarin kebanyakan bahas yang lain ya? Pffft, biarin ah, suka-suka gue, :v. Haha, bukan begitu kok. Itu adalah pondasi untuk membuat konflik ke depan, tentunya agar tidak terjadi plothole. Tapi nih, pangggung karakter utama full pada chapter ini.

Chap kemarin juga lebih banyak deskripsi daripada bicara? Biasa aja sih. Melihat situasinya, tak banyak yang bisa di obrolkan. Apalagi scene yang mendeskripsikan ketika Hinata di tahan, iya kan? Mana ada orang yang ditahan dan dalam situasi sulit bisa seenaknya bicara. Lainnya pun kurang lebih sama. Untuk scene di dunia buatan Dewa Brahma, Naruto tak bisa menggunakan Bacot no Jutsu seperti yang biasa dia lakukan. Habisnya yang dihadapannya adalah dewa dengan pendirian yang sangat kuat dan kokoh. Naruto sadar itu sejak awal, buktinya chapter kemarin dua argumen liciknya langsung dipentalkan tanpa banyak basa-basi. Tapi chapter ini kalimat-kalimat pembicaraan langsung, narasi, dan deskripsi udah balance kok.

Sasuke? Nanti saja pokoknya unjuk gigi. Aku janji deh. Dia tak kalah mengerikan dibanding Naruto.

Yang nanya darimana aku tahu cerita-cerita detail tentang Zeus dan Brahma, ya tentu saja dengan membaca. Darimana-mana, termasuk googling juga.

Tim-tim dari Konoha apa dapat peran juga, ada tim 8, tim 9 minus Neji, Tim 10, dan tim-tim lainnya? Tentu saja, tapi ikut antrian, tunggu waktu Perang Armageddon ya. Inipun chara-chara DxD yang keluar masih yang mayor, ada banyak chara DxD lainnya lagi yang menunggu antrian untuk muncul.

Yang bilang pertarungan Naruto ga pake otak, gue sumpahin elu jadi kodok! :v. Hahahahaaaaa. Kagak kok. Meski pertarungan Naruto hancur-hancuran mengandalkan power, tetap saja aku menjadikan pertarungannya sebagai permainan otak. Aku bukan penulis scene batle 'asallemparjutsu-hancur-menang'.

Jangan protes kalau penulisan FF ini terlalu mendetail, mungkin karena aku terbawa pengaruh gaya penulisan beberapa LN dari Jepang yang aku baca.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita dan review lainnya kubalas lewat PM. Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.

Bagi yang muslim, saya mengucapkan :

. ... ...: Selamat memperingati Maulid :... ... .

. ...: Nabi Besar Muhammad SAW :... .

. ...: 1437 H :... .

. ...: :... .

.