Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 10 Februari 2017

Happy reading . . . . .

Sebelumnya . . . . .

"Ekhhem. Tolong tenang."

Kakashi berusaha mengembalikan wibawanya di hadapan para pemimpin yang lain. Setelah suasana sedikit tenang, Kakashi melanjutkan.

"Aku telah mendapatkan laporan jumlah seluruh pasukan kita saat ini, sekitar 125 ribu orang dari berbagai jenis makhluk. Hal yang lebih dulu akan kita bahas dalam pertemuan pertama ini adalah..."

"..."

"..."

"..."

"..."

Kakashi mengantung ucapannya, membuat semua orang menunggu dengan wajah bengong.

"... memilih seorang Panglima Perang."

.

To The End of The World

Writed by Si Hitam

.

Chapter 69. Pemberontakan Old Satan Faction.

-Pulau Langit Agreas-

Fase Grup Rating Game sudah 6 hari berjalan. Beberapa tim sudah memastikan diri lolos ke fase terakhir yaitu fase eliminasi Knocked Out. Ada Sang Juara bertahan, tim Emperor Bellial yang dipimpin oleh Diehauser. Berikutnya juga ada nama-nama lama seperti kelompok Roygun Belphegor dan Bedeze Abaddon. Ruval Phoenix juga telah menempati posisi aman untuk fase berikutnya. Ada nama-nama lainnya lagi yang sebenarnya adalah pemain lama kelas atas. Jadi tidak mengherankan untuk mereka.

Ada kelompok yang tidak beruntung dan sudah di pastikan tidak akan lulus ke fase berikutnya. Salah satu diantaranya adalah tim Seekvaira Agares, wajar karena mereka adalah kelompok muda. Akan tetapi ada juga kelompok muda yang mencetak rekor dan sanggup meneruskan turnamen, yaitu kelompok Sona Sitri. Sungguh ini suatu keajaiban, menakjubkan. Ada satu lagi kelompok muda yang masih mungkin untuk lolos ke fase Knocked Out, yaitu tim Rias Gremory. Hanya saja mereka harus berjuang keras pada pertandingan fase grup yang terakhir tiga hari lagi demi mendapatkan tiket itu.

Dan inilah peserta pertandingan hari ini, pertandingan ke empat dari Grup G. Tim Sairaorg Bael Vs Tim Diodora Astaroth.

Lokasi diselenggarakannya pertandingan adalah sebuah Dome yang terletak di tengah-tengah Pulau Langit Agreas. Disebut pulau langit karena lahan ini memang melayang tak terikat hukum gravitasi di langit Underworld yang suram dan berwarna ungu. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana mekanisme sesungguhnya pulau ini, bahkan oleh Maou Ajuka sekalipun yang notabene adalah seorang ilmuan. Maou Beelzebub sampai sekarang masih melakukan penelitian mendalam terhadap pulau itu. Yang jelas, keberadaan Agreas sudah ada semenjak jaman Maou Lucifer pertama ribuan tahun silam, dan kini Pulau Langit Agreas disebut sebagai salah satu keajaiban dunia Iblis.

Pertandingan ini sebenarnya tak terlalu menarik bagi kebanyakan penonton, mereka jelas tahu siapa yang lebih unggul, yakni pemilik singa emas Sacred Gear Longinus Regulus Nemea. Perkiraan ini sudah ada sejak kedua tim berada dalam satu grup, tak berubah sedikitpun meski pada pertandingan grup G sebelumnya Diodora menang telak dari lawannya.

Yah, Diodora menang dari tim yang secara statistik keluarga, lebih tinggi peringkatnya dari keluarga Astaroth, bahkan tim itu diunggulkan karena termasuk pemain lama di dunia Rating Game. Kemenangan telak itu Diodora peroleh bahkan tanpa strategi, dia sendirian sebagai King maju menghabisi semua anggota kelompok tim lawan. Sebagai petarung, Diodora adalah tipe Wizard yang mampu menggunakan teknik-teknik sihir iblis dengan handal. Dalam pertarungan itu, kekuatan Diodora tampak sangat besar hingga kelihatan seperti abnormal, belum pernah Diodora menunjukkan kekuatan sebesar itu sebelumnya.

Akan tetapi, walau pertandingan ini dinilai tak terlalu menarik, tetap saja penonton yang datang lumayan banyak. Hal ini tidak lepas dari keberadaan Pulau Langit Agreas itu sendiri sebagai lokasi pertandingan. Sebagai salah satu keajaiban dunia, Pulau Langit Agreas menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Underworld. Pulau ini terletak di teritori kekuasaan Keluarga Iblis peringkat dua atau Archduke dalam 72 pilar iblis setelah Great King Bael, yakni Keluarga Agares. Selain karena memang pulau ini sangat indah, dari pulau yang melayang ini wisatawan dapat melihat keseluruhan kota di bawahnya yaitu Kota Auros yang merupakan kota agrikultur terbaik di Underworld, kota hijau yang sangat sejuk dipandang.

Menonton langsung Rating game sembari melancong dan menikmati spot-spot indah sambil ber-selfie ria tentu sangat menyenangkan bukan?

Dome tempat pertandingan berlangsung sudah hampir penuh. Dari luar bangunannya mirip sebuah colosseum, namun dalamnya lebih pas dikatakan sebagai stadion sepakbola. Di tengah arena terdapat layar hologram lengkung melingkar sehingga dari sisi manapun penonton duduk di dalam Dome pasti bisa melihat pertarungan yang tengah disiarkan live dari dalam arena Rating Game.

Pertandingan sudah dimulai dan setiap peserta telah di transfer ke arena.

Pada suatu tempat di luar ruangan yang luas, cahaya bersinar terang di permukaan tanah. Dari sana muncul beberapa sosok tubuh.

"Kita sudah sampai? Hati-hati dan bersiaplah!"

Kuisha Abaddon, wanita cantik yang merupakan Queen dari tim Sairaorg, mengatakan peringatan kepada seluruh anggota tim. Dia adalah iblis darah murni keturunan keluarga iblis Extra yang tidak termasuk dalam 72 pilar iblis, Abaddon. Meski tidak termasuk 72 pilar, namun kekuatan dan sepak terjang keluarga tersebut cukup berpengaruh di Underworld. Bedeze Abaddon, anggota keluarga yang lainnya bahkan menempati posisi kedua peringkat top Rating Game selama bertahun-tahun.

Peringatan?

Yah, peringatan karena ketibaan mereka semua di arena ini langsung disambut oleh keanehan.

Arena pertarungan adalah sebuah areal yang sangat luas di alam terbuka. Ini bukan kota, desa, ataupun gelanggang raksasa, tetapi sebuah replika bekas reruntuhan suatu tempat bersejarah. Banyak puing-puing reruntuhan yang berserakan, namun ada pula bangunan yang masih utuh meski telah rusak di beberapa bagian.

Tampak berjajar tiang-tiang raksasa, terbuat dari batu yang dipahat apik. Tak jauh dari tempat mereka berdiri, terdapat pintu masuk menuju kuil besar. Desain arsitektur kuil itu nampak seperti kuil-kuil khas dari sisa peninggalan peradaban Yunani kuno. Langit siang hari terlihat biru dengan gumpalan-gumpalan awan putih, persis seperti di bumi.

Tentang keanehan yang dirasakan tim Sairaorg, itu karena setelah tiba di arena mereka tidak mendengar pengumuman dari pembawa acara atau wasit pertandingan, bahkan ini sudah menit kelima. Rasanya sangat sunyi, situasi yang tak mungkin dalam Rating Game yang selalu heboh.

Pasti ada sesuatu yang terjadi pada orang-orang di luar arena pertarungan.

"Kita lakukan sesuai rencana."

Sairaorg mengatakannya dengan tegas. Seperti apapun situasinya, ia tetap harus memiliki ketenangan. Dari ucapan Sairaorg, terdengar isyarat bahwa mereka sudah mengetahui apa yang akan terjadi sebentar lagi.

Dan kemudian...

Sebuah lingkaran sihir muncul di sisi lain reruntuhan.

Diodora Astaroth.

Dia muncul seorang diri.

Apa akan terjadi pertarungan jarak dekat?

Apa Diodora sekali lagi akan maju kedepan seorang diri untuk mengancurkan semua musuhnya?

Apa kekuatan Diodora sebegitu besar hingga ia berani menantang langsung tim Sairaorg yang diunggulkan sebagai tim Rokie terkuat pada dekade ini?

Menanggapi hal itu, tak satupun dari tim Sairaorg Bael yang mengambil posisi siaga. Mereka semua kelihatan sangat tenang, seolah situasi ini sudah terencana di dalam otak mereka.

Sairaorg tersenyum kecil lalu berucap pelan pada budak-budaknya, "Dengan begini, kita tak perlu repot-repot mencari buruan kita. Orangnya datang sendiri."

Belum berhenti sampai disana, lingkaran sihir teleportasi telus bermunculan.

"Itu bukan simbol sihir Astaroth."

Coriana Andrealphus si bidak Bishop mengatakannya setelah sekilas melihat aksara pada fomula lingkaran sihir yang bermunculan. Dia adalah gadis muda dengan setelan pakaian bussinesswomen berambut pirang bergelombang. Andrealpus adalah salah satu nama keluarga iblis yang termasuk dalam 72 pilar.

"Ya. Seperti prediksi para petinggi, pertandingan pasti disabotase musuh sejak detik pertama," sahut Misteeta.

Perempuan bernama lengkap Misteeta Sabnock ini juga mengkonsumsi bidak Bishop. Berasal dari keluarga Sabnock, salah satu keluarga bangsawan dari 72 pilar yang telah punah.

Salah satu pemegang bidak Rook, Ladora Bune, melemaskan lehernya hingga terdengar bunyi gemeretak. "Jenis lingkaran sihir yang muncul bermacam-macam. Tandanya kalau mereka yang datang adalah suatu kelompok yang terdiri dari orang-orang dari berbagai golongan."

Rook yang lain, Gandoma Balam, tak ikut bicara. Dia malah saling menghantamkan kedua kepalan tinjunya, seperti tak sabaran ingin memukul orang.

"Ya. Dan mereka semua adalah iblis!"

Liban Crocell dan Beruka Furcas mengucapkan kesimpulannya bersamaan. Mereka berdua masing-masing mengkonsumsi satu bidak Knight.

Keluarga Iblis Bune dan Crocell juga termasuk dalam 72 pilar, namun sekarang sudah dinyatakan punah, seperti Sabnock. Coriana, Misteeta, Liban dan Ladora adalah peranakan campuran iblis dan manusia. Sedangkan Gandoma dan Beruka merupakan keturunan iblis berdarah murni dari keluarga masing-masing, Balam dan Furcas.

Anggota tim terakhir adalah sosok laki-laki dengan tubuh ramping seperti anak remaja berumur 17-an yang mengenakan topeng, yang mengkonsumsi 7 bidak pion. Sairaorg jarang memperlihatkan budak pionnya didepan umum. Kalau sekarang Sairaorg membawanya, maka besar kemungkinan kalau yang akan terjadi sebentar lagi benar-benar serius.

Melihat kesekeliling, orang-orang yang muncul adalah Iblis, dan jumlahnya sangat banyak. Mereka semua muncul disertai dengan rasa permusuhan. Semuanya memelototi setiap anggota tim Sairaorg yang telah terkepung dengan kebencian mendalam.

Satu, dua, tiga... tidak. Tak ada gunanya menghitung. Itu karena jumlah mereka tidak berhenti pada sepuluh atau dua puluh. Mungkin melebihi angka seratus.

"Kerabat Maou Lucifer palsu menjijikkan." salah satu dari para iblis yang berdatangan bicara dengan nada marah dan benci, pun dengan iblis-iblis lainnya yang memperlihatkan raut muka serupa. "Putra Bael yang tak berbakat, kami pasti akan melenyapkan kalian semua di sini!"

"Melihat dari lingkaran sihirnya, mereka pasti antek-antek golongan Maou Lama yang tergabung dalam organisasi Khaos Brigade." Sairaorg mengatakannya dengan sangat yakin, tak terprovokasi oleh ucapan para iblis kepadanya. "Informasi ini sesuai dengan yang diberikan oleh petinggi."

"Hmmmm..." Diodora perlahan berjalan mendekat dari posisi dia muncul tadi. Ekspresinya kelihatan seperti anak-anak yang senang karena diberi mainan baru. "Tak masalah kalau aksi kami diketahui oleh kalian, toh kalian semua akan mati."

Sairaorg hanya merespon ucapan Diodora dengan senyum sinis dan sebuah dengusan. Dia berbalik badan, menatap semua budak-budaknya.

"Kalian semua sudah mengerti kan? Habisi siapapun yang kalian lihat sampai tak bersisa. Didalam arena ini, hanya ada kita dan tidak akan ada bantuan, selain kita adalah musuh. Tapi aku percaya pada kalian semua, meski mereka hampir semuanya terdiri dari iblis kelas menengah yang kekuatannya setara kalian dan jumlanya sangat banyak, tetapi mataku melihat bahwa tidak ada selain kemenangan dari diri kalian. Mengerti?"

"Ha'i!"

Semuanya menjawab kompak.

Kuisha, Coriana, Misteeta, Liban, Beruka, Gandoma dan Ladora, tanpa banyak kata sudah melesat untuk menghancurkan setiap musuh yang terlihat, iblis dari fraksi Maou Lama yang tergabung didalam organisasi teroris Khaos Brigade serta budak-budak evil piece Diodora. Ini adalah tugas yang turun langsung dari petinggi kepada mereka, dan harus dilaksanakan sampai tuntas.

Kuisha merupakan iblis yang sangat handal dalam sihir, petarung tipe Wizard. Sebagai Queen, dia memiliki kecepatan, kekuatan, dan pertahanan yang tinggi. Spesialisasinya adalah sihir Power of Hole, kekuatan untuk menyerap serangan musuh lalu mengembalikannya lagi dari titik lain. Dengan jumlah demonic power yang tinggi, tidak sulit baginya menghabisi para iblis kelas menengah dari Maou lama.

Coriana dan Misteeta, memiliki bakat sihir yang lumayan hebat, ditunjang dengan evil piece bidak Bishop membuat mereka menspesialisasikan diri dalam hal itu. Misteeta memiliki darah manusia dalam nadinya, membuatnya menyimpan Sacred Gear didalam dirinya menjadi sesuatu yang tidak mustahil. Sacred Gear Trick Vanish, kemampuannya adalah melenyapkan kemampuan supranatural milik lawan sementara waktu dengan pertukaran stamina dari pemiliknya. Dua budak ini bekerja sama, Misteeta menghilangkan kemampuan sihir dari iblis-iblis yang mereka hadapi. Meskipun iblis itu lebih kuat, tetap saja kekuatannya akan hilang sementara waktu. Selanjutnya, Coriana menembakkan tombak-tombak yang dibuat dari sihir elemen es sampai musuhnya mati tanpa bisa berbuat apa-apa. Kerja sama mereka sukses membuat puluhan iblis kelas menengah lenyap dengan begitu mudah.

Kedua knight Sairaorg bertarung sendiri-sendiri. Keluarga Furcas adalah iblis yang dianugerahi kemampuan mengandalikan dan menunggang kuda. Kuda yang Beruka tunggangi adalah Kuda Pale, Binatang kelas tinggi yang hidup di bagian terdalam dari neraka, Cocytus. Dikatakan bahwa hanya iblis yang terkenal dan grim reaper saja yang naik menunggang kuda itu. Dikatakan pula bahwa itulah kuda yang membawa kematian dan kehancuran. Nama kuda milik Beruka adalah Altobrau, si kaki dewa kecepatan. Menggunakan senjata tombak seperti kesatria kerajaan Ingris jaman dulu, dia menjatuhkan setiap iblis yang ada di jalur pacu kudanya dengan kecepatan tinggi.

Liban Crocell, memiliki Sacred Gear Gravity Jail. Menggunakan kemampuan Sacred Gear itu untuk mengendalikan gravitasi, ia membuat area yang di pijak lawan menjadi area dengan gravitasi tinggi hanya dengan melihatnya saja sehingga menurunkan mobilitas lawannya. Setelah itu, berbekal kemampuan berpedang sebagai seorang expert swordman sekaligus ahli teknik sihir, Liban membunuh setiap iblis yang terlihat dalam bidang pandangnya tanpa ampun.

Si badan besar, Gandoma sudah sejak tadi memukul, meninju, dan menendang tanpa memikirkan pertahanan. Itu karena dia memiliki kekuatan fisik ekstrim dan juga kebal terhadap semua tipe sihir sampai pada tingkat tertentu. Bune adalah keluarga iblis yang special dalam mengendalikan naga, beberapa diantaranya bahkan mampu mengubah dirinya menjadi naga, termasuk Ladora. Sudah sejak awal dia mengubah tubuh tinggi kurus miliknya menjadi naga gemuk berukuran sedang dan menghembuskan nafas api yang panas pada para iblis.

Tersisa satu...

"Regulus."

"Ya, Master."

Budak misterius yang mengkonsumsi 7 pion menjawab panggilan Sairaorg.

"Diantara mereka ada yang termasuk iblis kelas tinggi, kuserahkan mereka padamu. Jadi, buka topengmu, tunjukkan wujudmu yang sebenarnya!"

"Sesuai keinginanmu, Master."

Budak pion Sairaorg yang dipanggil dengan nama Regulus, membuka topengnya sehingga menampakkan wajah laki-laki tampan dan menggemaskan khas anak remaja.

Namun hal itu berubah dalam sekejap.

NNNGGGGGG!

Tubuh pemuda itu mulai berubah sambil membuat suara yang sangat bising. Tubuhnya perlahan membesar dan berubah menjadi makhluk aneh. Bulu emas mulai bermunculan di sekujur tubuhnya dan anggota geraknya menjadi lebih tebal. Mulutnya menganga menampakkan taring tajam. Ekor muncul dan bulu emas panjang bermunculan di lehernya.

ROOOOOOOAR!

Yang tampak sekarang adalah Singa Nemean raksasa. Ia memiliki tubuh besar sekitar empat atau lima meter tingginya. Ada semacam berlian di dahinya.

Menurut cerita, dia adalah makhluk yang pernah Hercules asli hadapi dalam satu dari kedua belas jenisnya. Tuhan dalam Injil menangkap satu dari mereka dan menyegelnya kedalam Sacred Gear dan menjadikannya salah satu dari tiga belas Longinus, Sang Regulus Nemea. Siapapun yang menguasainya, maka akan sanggup membelah bumi dalam sekali hentakan.

Sekarang singa itu adalah milik Bael, namun bukan berarti Sairaorg adalah pemegang Sacred Gear itu. Sairaorg adalah iblis berdarah murni, tak ada darah manusia pada nadinya yang sehingga mustahil dia memiliki pusaka dari Tuhan dalam Injil.

Sairaorg menemukan Sacred Gear berwujud kapak itu selamat setelah pemilik aslinya dibunuh oleh kelompok misterius. Harusnya kapak perang tersebut lenyap setelah pemiliknya mati dan mencari pemilik baru, namun yang terjadi justru dia berubah menjadi singa raksasa atas kemauannya sendiri lalu membalaskan kematian pemiliknya. Semenjak itulah, Regulus menjadi budak Sairaorg. Ini seperti sudah ditakdirkan sebab ibu Sairaorg, Misla Bael, berasal dari kelurga Vapula yang menguasai singa.

Tak perlu dipikirkan bagaimana nasib para iblis kelas tinggi dari fraksi Maou Lama yang diserang oleh Singa Regulus. Cukup mendengar raungan dan teriakan kesakitan mereka, siapapun akan tahu bahwa tak satupun dari mereka akan selamat dari cakar dan taring Regulus yang mengoyak gumpalan-gumpalan daging mereka.

Fokuskan perhatian pada satu titik yang tersisa. Sairaorg dan Diodora.

Sairaorg nampak berdiri gagah di depan musuhnya.

"Kau ingin langsung kalah, atau kita bermain-main dulu?" ucapnya dengan penuh percaya diri.

Diodora tak menunjukkan ekspresi terintimidasi, "Kheh, sombong! Kau yang akan kalah hari ini."

"Buktikan kalau kau bisa. Kau membawa benda itu kan di sakumu, cepat gunakan dan kita mulai pertarungan."

"Tch, brengsek! Baiklah, aku akan menggunakannya. Kupastikan kau akan menyesal karena ucapanmu barusan."

Diodora menelan benda hitam kecil yang berujud seperti ular. Tak ada sedikitpun perubahan di raut muka Sairaorg saat melihat itu.

Bhuuuuuuuu!

Seketika, aura Iblis di sekujur tubuh Diodora mulai memancar dengan deras. Warnanya merah kehitaman. Jumlahnya meningkat puluhan kali dibandingkan pada kondisi normal. Itulah efek memakan ular Ophis yang penuh dengan kekuatan.

"Sekarang giliranmu, iblis tak berbakat. Kuberikan kau kesempatan memanggil singamu yang tadi. Katanya dia adalah budak yang menjadi armormu. Tunjukkan kekuatan itu padaku, untuk kujatuhkan agar kau sadar betapa tidak bergunanya dirimu. Hahahahahaaaaa"

"Aku tidak memerlukan Regulus hanya untuk melawan orang sepertimu."

"Kurang ajar! Dasar kau tak tahu di untung!"

Sairaorg menunjukkan tatapan tegasnya sembari meningkatkan jumlah kekuatan yang terpancar dari tubuhnya, "Dengan apa yang kulihat sekarang ini, kau Diodora, terbukti telah bersekutu dengan golongan Maou Lama dari organisasi teroris Khaos Brigade di balik layar dengan menggunakan ular Ophis. Kemudian sesuai perintah dari petinggi, aku diberikan hak mengeksekusimu di tempat ini sekarang juga setelah bukti terkumpul lengkap. Jadi, ada pesan terakhir?"

Seluruh tubuh Sairaorg diselimuti aura putih dari touki, membuat musuh manapun akan ketakutan hanya dengan melihatnya.

"Omong kosooong!"

Diodora melangkah Ekspresinya mulai kehilangan kepercayaan diri, tidak seperti sebelumnya.

"Ku, hanya begini saja? Aku adalah Iblis Kelas Tinggi, Kerabat darah dari Maou Beelzebub saat ini!"

Diodora mengacungkan tangannya ke depan, dan membuat banyak peluru sihir Iblis.

"Tak mungkin darah ningrat sepertiku akan kalah pada Iblis buangan tak berbakat sepertimu. Tidak ada yang namanya iblis hanya dengan tubuh tanpa sihir." Tak terhitung jumlah peluru sihir Iblis Diodora menghujani Sairaorg seperti hujan deras.

Sairaorg berjalan ke arah Diodora tanpa mengelak sama sekali. Bahkan tanpa perlu menangkisnya dengan tangan, setiap peluru sihir dari Diodora yang sudah diperkuat dengan kekuatan Ophis, pecah berhamburan begitu mengenai lapisan touki di tubuh sang pewaris keluarga Great King Bael. Sairaorg terus berjalan untuk menutup jarak dengan Diodora. Biarpun peluru menghantam tubuhnya, dia terus bergerak maju tanpa peduli.

"Ada apa denganmu huh? Mana kekuatan yang kau bangga-banggakan itu?" ucap Sairaorg memprokvokasi, coba menghancurkan mental lawannya.

Diodora berhenti menyerang dan mengambil jarak lagi dengan terbang mundur. Dia mulai nampak ketakutan. Siapa yang tidak takut dengan orang yang sudah diserang bertubi-tubi namun sanggup berjalan tanpa mempedulikannya?

Pachi pachi pachi!

Sambil terbang tak teratur karena takut, Diodora terus berusaha menyerang Sairaorg dengan kekuatan sihirnya. Dan itu sama sekali tak ada hasil. Sairaorg masih berjalan dengan gagah.

Hal itu membuat Diodora mulai dilanda frustasi dan keputusasaan, kepercayaan dirinya lenyap entah kemana.

"Kenapa!? Kekuatan Iblisku mengenaimu, tapi kenapa kau masih berdiri? Aku seharusnya sudah meningkatkan kekuatanku secara drastis dengan ular Ophis."

Diodora semakin brutal menyerang, namun Sairaorg bergeming. Tak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia merasakan sakit karena serangan itu.

"Aku takkan dikalahkan oleh iblis busuk tak berbakat sialan sepertimu! Hiyyaaaaaaaaaa!"

GUUUUUUUUNNNNNNNN...

Kali ini Diodora menyerang dengan sihir tunggal. Serangannya sangat besar dan kuat, melesat lalu mengenai Sairaorg dari arah depan.

HUP...

Sairaorg meninju kedepan. Serangan kuat Diodora menjadi tak berarti, pecah dan dipentalkan ke semua arah hanya dengan tinju kosong dari tangan kanan sang Raja Singa.

"Ini pasti bohong kan!? Tak mungkin aku dikalahkan! Aku menang pada pertandingan sebelumnya! Aku juga pasti menang dari Bael! Tak mungkin aku kalah pada pewaris tak berbakat dari Great King! Aku lah Diodora dari keluarga Astaroth!"

Meski Diodora sangat mengagungkan nama keluarganya, tapi ia tidak punya apa-apa lagi. Tak punya apapun yang bisa melukai Sairaorg, meski kekuatannya telah ditingkatkan dengan ular Ophis namun itu tak berarti apa-apa. Diodora sudah kehabisan serangan.

Karena itulah...

Swwuussssshhhh.

Diodora membentangkan sayap iblis, melesat terbang secepat yang ia bisa, lari sejauh mungkin. Di pikirannya hanyalah, bagaimana caranya agar bisa tetap hidup.

Sairaorg yang ditinggalkan mengulas seringaian kecil, "Pilihan bodoh.!"

Zsshhttt...

Sairaog lenyap dari tempatnya bergiri, dia bergerak bak kecepatan guntur.

Grepp...

Diodora terhenti di udara karena kakinya di pegang kuat.

Sairaorg pun tanpa kasihan, membanting kuat tubuh Diodora ke tanah.

CRUSH...

Lubang yang dalam dan besar tercipta, tubuh Diodora yang penuh luka terperosok di dalamnya. Mulutnya memuntahkan banyak darah, sekujur tubuhnya lebam, dan tulang-tulangnya pasti remuk.

Tap.

Sairaorg menapakkan kedua kakinya disisi-sisi tubuh Diodora. Ia menatap kejam pada sosok di bawahnya yang menampilkan ekspresi orang yang begitu ketakutan, seperti sedang melihat kematian dirinya.

"Guh.. Guhhaaaa! To-tolong, a-ampuni aku." Diodora memohon ampun dengan terbatuk darah.

Sairaorg menggeleng dan mulai membungkukkan badannya, tangan kanan yang telah terkepal ia tekuk dalam, touki dalam jumlah fantastis terkumpul di kepalan tangannya, siap untuk dilepas dan meremukkan apapun.

Mata Diodora berubah menjadi warna ketakutan, keputus asaan, serta penuh dengan penyesalan. Hatinya sudah hancur. Ia seperti orang yang telah dikuasai oleh rasa takut terhadap singa. Namun itu sudah terlambat.

"Sirzech-sama sudah memberiku ijin untuk mengeksekusi dirimu. Jadi, matilaah!"

BUUUMMMMPPPP...!

.

-Kota Auros-

Kota Auros termasuk di dalam teritori kekuasaan Bangsawan Iblis Agares. Kota ini sangat merepresentasikan nama Agares yang dikatakan memiliki produk agrikulturan terbaik di Underworld.

Ada banyak penduduk yang menjalani kehidupan mereka dengan pekerjaan utama sebagai petani, tapi populasinya tidaklah begitu tinggi. Tidak mengherankan jika kota ini dibangun menjadi sebuah lokasi dengan pemandangan indah untuk para turis semenjak kota ini dekat ke Pulau Langit Agreas, yang merupakan tempat utama untuk Rating Game. Dengan kata lain, kota ini cukup tenang dan tempat yang damai meskipun terletak dekat dengan kota langit yang terkenal.

Tapi sayangnya, untuk sekarang Auros juga menjadi sasaran penghancuran para pemberontak Fraksi Maou Lama. Seperti Kota Langit Agreas yang diserang dengan brutal, bahkan sampai ke dalam dimensi ruang buatan arena Rating Game tempat tim Sairaorg Bael berada. Ruang para tamu-tamu VIP, tribun penonton, bahkan pusat kendali Dome telah dibanjiri oleh para iblis dari golongan Maou Lama.

Jumlah mereka ada ribuan. Semua orang di sana yang mendukung pemerintahan Yondai Maou saat ini tengah bertarung sengit dengan para pemberontak. Bukan hanya masalah jumlah, tetapi beberapa orang penting dari pemberontak yang merupakan Iblis kelas tinggi yang kuat sejak awal, semakin kuat setelah menggunakan ular Ophis. Membuat para petinggi kerepotan.

Falbium Glaysha-Labolas yang bergelar Asmodeus adalah Maou yang sangat jenius dalam strategi perang. Berbekal informasi minim yang dikatakan oleh Naruto pada saat menonton pertandingan Sona vs Rias, dia pun menyiapkan seperangkat rencana dan tempat-tempat khusus rahasia untuk mengamati semua pergerakan dari pasukan iblis Maou Lama. Dia pula yang mencium aroma pengkhiatan Diodora dan mengirimkan Sairaorg untuk menghabisinya.

Cukup sepuluh menit mengamati dan menganalisis semua situasinya, Falbium telah menyadari bahwa Fraksi Maou Lama tidak menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang Kota Langit Agreas. Nama penting pemimpin Maou Lama yang menjadi dalang penyerangan ini belum memunculkan batang hidungnya. Atas asumsi itu lah, dia memperluas area pencarian musuh, dan menemukan titik-titik dengan kekuatan besar di luar kota langit. Falbium pun turun ke kota Auros, mencari dan berniat menghabisi pelakunya.

Tidak sulit bagi Falbium untuk menemukan orang yang dia cari, yaitu...

"Aku menemukanmu!"

Cruzerey Asmodeus.

Dia adalah keturunan Asmodeus lama. Seperti Katerea Leviathan yang telah tewas di tangan Azazel, ia juga orang yang tidak setuju dengan pemerintahan iblis saat ini.

"Kau, peniru!"

Hanya dengan mengucapkan dua patah kata tadi, sudah jelas terlihat sebegitu dalamnya kebencian yang Cruzerey pendam di dasar lubuk hatinya.

"Kau tidak ingin lari huh?"

"Lari? Jangan bercanda, sekarang aku malah sangat ingin bertarung melawanmu. Kebetulan yang bagus kau menemukanku disini. Ini pertama kali kita bertemu. Aku seorang yang membawa darah Asmodeus asli, Cruzerey Asmodeus, menantangmu bertarung. Peniru sepertimu tidak pantas dibiarkan hidup."

Menanggapi itu, Falbium meregangkan otot-ototnya. "Aku memuji keberanianmu, Asmodeus dari golongan Maou Lama."

DON!

Belum apa-apa, aura iblis di sekujur tubuh Cruzerey telah meningkat drastis, memancar deras seperti air bah. Warnanya hitam legam. Dia pasti telah menerima kekuatan Ophis. Pancaran kekuatan dahsyat yang mampu menggetarkan tanah, ladang tanaman yang terhempas gelombang ledakan tersapu bersih hingga radius sampai satu kilometer.

Nampak sekali ekpresi kemarahan dari wajah Cruzerey, "Bukan 'Lama'! Aku adalah pewaris darah dari Maou Asmodeus sejati! Cam kan itu, peniru!."

Namun itu sedikit pun tak membuat Falbium gentar.

"Falbium, eksistensi palsu yang paling kubenci. Karena kau, karena kalian, kami..."

Cruzerey menghentikan kalimatnya. Bukan karena tidak ada yang ingin dia katakan, tetapi karena apa yang dia pendam di hati sudah terbaca semua dari raut mukanya.

Kebencian yang sangat dalam, dendam, hasrat membunuh yang begitu tinggi. Itu semua telah ada sejak kekalahan Fraksi Maou Lama dari pemerintahan Yondai Maou saat ini pada Civil War kaum iblis beratus-ratus tahun silam. Sejak kalah, mereka menyembunyikan diri, dikucilkan, dan tak memiliki sedikitpun tempat di Underworld, maupun di hati para rakyat iblis.

"Baiklah, aku akan mengatakannya karena ini harus Cruzerey. Aku beri padamu kesempatan terakhir. Bisakah kau menurunkan senjatamu. Asal masih saat ini, aku bersedia bernegosiasi dan bicara baik-baik denganmu sebagai Maou pemegang gelar Asmodeus. Aku ingin kita melupakan konflik di masa lalu, yang membuat keturunan Maou sebelumnya dijauhkan dari sorotan dan tersudut dari Underworld."

Kata-kata Falbium terdengar sopan, dia seperti berusaha menahan emosi meskipun ia sadar telah banyak kerusakan yang di akibatkan para Maou Lama dan antek-anteknya.

Namun justru hal itulah yang membuat Cruzerey murka, marah bukan main.

Ucapan Falbium sebagai salah satu Yondai Maou saat ini tak akan mencapai hati orang-orang seperti Cruzerey yang tenggelam dalam kebencian.

Keturunan Asmodeus asli mulai mengamuk, "Jangan bicara omong kosong! Bukan hanya Malaikat Jatuh, tapi kau juga bersekutu dengan Malaikat. Jadi aku tak mau mendengar kata-katamu yang sudah menjadi pembicara kotor tentang Iblis. Bukan hanya itu saja, tapi kau berani memintaku bicara baik-baik denganmu yang seorang peniru ha? Tch!" Cruzerey meludah kasar ke samping, "Menjijikkan! Dasar Maou tak tahu diri! Cukup sudah, hentikan omong kosongmu!"

Falbium membuang nafas perlahan, dengan nada santai dia berkata, "Apaan kata-katamu itu hah? Seakan kau dalam posisi untuk mengatakan itu? Jangan bercanda!" Sekarang Falbium mulai menampakkan seringaian keji. "Kalian Khaos Brigade, adalah orang-orang sesat berbahaya bagi pemerintahan saat ini."

Cruzerey mengulas senyum. "Kami tak bekerjasama. Kami menggunakan mereka. Malaikat Jatuh dan Malaikat yang dibenci tak ubahnya alat yang kita gunakan demi kita, Iblis. Saling memahami? Kedamaian? Tidak! Kami, Maou, adalah orang orang yang harus menjadi Raja di dunia. Dengan memakai kekuatan Ophis kami akan menghancurkan dunia, dan menciptakan dunia baru bagi Iblis. Karena itu, kalian para Maou peniru sudah menghalangi kami!"

Nampaknya opsi negosiasi memang tidak mungkin. Cruzerey melanjutkan ucapannya.

"Kau peniru, tak berhak menyebut dirimu sendiri sebagai Maou! Aku, Cruzerey Asmodeus, yang merupakan Maou Asmodeus sejati akan melenyapkanmu!"

Keputusan sudah bulat ditetapkan Falbium dalam otaknya. "Kalau memang itu maumu, maka tidak ada pilihan lain selain lenyap untukmu, Cruzerey."

Falbium melihat ke atas dan menutup matanya. Saat dia membuka matanya, mata itu telah berisi kebekuan yang membuat siapapun bergidik.

Pertarungan dimulai.

Cruzerey menciptakan blok-blok kekuatan iblis raksasa dengan kepadatan tinggi di kedua tangannya. "Ya! Itu dia! Itu lebih mudah dipahami dengan bertarung, benar kan Falbium?" Dia merespon sorot mata Falbium dengan kekuatan. Cruzerey memang sangat mengharapkannya.

Falbium mengulurkan tangan kanannya ke depan, telapak tangan itu terbuka. Kekuatan iblis yang sunyi namun mengerikan terkumpul disana hingga membuatnya bercahaya. "Cruzerey, aku akan melenyapkan siapapun yang menjadi ancaman bagi Dunia Bawah sebagai seorang Maou."

"Kau! Jangan berani memakai nama Maou!"

BANG! GUUUUN!

Cruzerey melepaskan kekuatan Iblis besar dari kedua tangannya. Falbium bergeming, dari posisinya berdiri dia menepis semua kekuatan iblis yang di tembakkan Cruzerey dengan telapak tangan kanan. Bukan menepis, lebih tepatnya dari yang nampak dimata, Falbium menguraikan apa yang dia sentuh dengan telapak tangannya yang bercahaya menjadi debu, menjadi partikel halus yang hampir tak terlihat.

Beberapa blok sihir yang tak sempat disentuh dengan telapak tangan, Falbium pantulkan dengan sihir pertahanan.

KAABOOOOOMMMMM!

Ledakan yang sangat besar tercipta di kejauhan, hasil dari blok kekuatan iblis Cruzerey yang di pantulkan Falbium dan jatuh di tanah. Ledakannya sangat besar dan mengerikan, hingga melenyapkan berhektar-hektar ladang persawahan Auros.

Itulah bukti betapa kuatnya Cruzerey, apalagi kini kekuatannya meningkat setelah memakan ular Ophis.

Namun, Falbium menghentikan kekuatan itu dengan begitu mudah. Padahal ia sendiri tidak memancarkan aura kekuatan iblis yang besar dan menyesakkan dari tubuhnya. Hawa kekuatannya terasa tidak ada beda dengan iblis kelas menengah.

"Aku tidak menggunakan sihir seperti iblis pada umumnya, yang melepaskan banyak kekuatan dengan sia-sia. Yang aku lakukan adalah mengumpulkan kekuatanku pada satu titik lalu mengkompresi semua demonic power itu menjadi bentuk anti-matter yang akan memecah ikatan antar molekul dan menguraikannya menjadi debu partikel, seperti yang kau lihat pada apapun yang kusentuh dengan telapak tanganku. Aku menamainyaParticle Decomposition."

Teknik sihir original milik Fabium yaitu pemecah partikel dibangun dari formula sihir tingkat tinggi dengan rumus yang sangat kompleks. Itu mengijinkan penggunanya memanipulasi suatu materi sampai tingkat molekuler. Kemampuannya adalah melepas ikatan antar molekul sehingga suatu materi secara fisik dalam penglihatan mata akan tampak terurai menjadi debu partikel. Hanya dengan inilah, Falbium tidak perlu menunjukkan aura kekuatannya dalam jumlah banyak, tetapi superioritas teknik miliknya akan membuat lawan sekuat apapun jadi tak berdaya.

Lalu, apakah yang akan terjadi jika Falbium menunjukkan semua kekuatannya secara penuh. Sebagai Maou, tentu ia memiliki demonic power dalam jumlah fantastis. Musuh manapaun, tak akan mau membayangkan betapa mengerikannya hal itu.

Itulah arti kekuatan dari keberadaan seorang iblis berperingkat Satan Class Devil, satu tingkat di atas Iblis kelas tinggi (High Class Devil). Meski hanya berbeda satu tingkat, namun jurang pemisah antara keduanya sangatlah lebar.

Kepercayaan diri Cruzerey yang tadi teramat congak mulai hilang.

"Sialan kau! Kenapa peniru seperti kalian diberkahi dengan kekuatan, namun kalian berdua justru menentang kami!?"

Cruzerey melepaskan lebih banyak tembakan sambil mengutuk.

KUUBAN!

Tak satupun tembakan blok kekuatan iblis Cruzerey yang mampu menggores kulit Falbuim. Hingga akhirnya keturunan Asmodeus lama itupun kehabisan tenaga dan jatuh terlutut. Wajahnya mendongak dengan ekspresi penuh kefrustasian, sorot matanya pun kehilangan cahaya dan berganti dengan gelapnya keputusasaan.

Zzzzssshhhttt.

Dengan kecepatan yang tak terlihat mata, Falbium kini sudah berdiri di hadapan Cruzerey. Dia memegang pucuk kepala keturunan Maou Asmodeus asli dengan telapak tangan kanannya yang bercahaya, "Sudah berakhir."

"K-Kenapa... Kenapa Maou asli harus kalah dengan Maou peniru?"

Dalam tangisannya, Cruzerey mulai menitikkan air mata.

Falbium menutup matanya.

Pada momen itu, kepala Cruzerey terurai menjadi debu partikel dan menjalar ke bagian tubuhnya yang lain. Ia pun lenyap tak bersisa setelah tersapu angin.

.

Ajuka Astaroth, seorang Maou yang menyandang gelar Beelzebub, adalah satu dari Yondai Maou sekaligus ilmuan. Kekuatan iblis miliknya yang tidak biasa sampai-sampai dipertanyakan apakah dia iblis atau bukan, menjadikan dirinya bersama Sirzech sebagai Super Devil, iblis super yang kekuatannya melampaui batas-batas logika.

Maou berambut hijau dengan iris mata berwarna biru itu sedang melayang di udara dengan kecepatan rendah. Sudah sekitar 15 menit lalu dia meninggalkan Pulau Langit Agreas, turun ke bawah ke Kota Auros untuk mencari dalang di balik pemberontakan Fraksi Maou Lama.

Ajuka sedang memindai area sebelah selatan Kota Auros yang di dominasi oleh ladang kentang. Tugas pencarian di area utara diambil oleh Falbium, sedangkan dirinya memindai wilayah ini atas instruksi Maou Asmodeus tersebut. Menurut analisa singkat Falbium sejak pemberontakan dimulai, pemimpin Fraksi Maou Lama yaitu Cruzerey dan Shalba seperti yang diinformasikan oleh Naruto, diperkirakan akan muncul di luar Pulau Langit Agreas.

Sampai dua orang Maou turun langsung untuk mengatasi masalah ini, itu membuktikan bahwa nama Cruzerey dan Shalba bukan masalah yang bisa diserahkan kepada orang lain. Bagaimanapun, kedua orang berbahaya itu harus segera dihabisi.

Sungguh beruntung, Ajuka telah menemukan orang yang dia cari. Lebih beruntung lagi karena yang dia temui adalah Shalba Beelzebub yang merupakan keturunan Maou Beelzebub sejati, orang yang memegang gelar sama dengannya. Dia turun dan menapakkan kedua kakinya ke tanah, persis di halaman sebuah gudang penyimpanan hasil panen.

"Ahhh, padahal aku berharap bisa santai lebih lama untuk melihat keruntuhan Pulau Langit Agreas, tapi seorang Maou palsu menemukanku lebih dulu."

Pria yang di cari-cari Ajuka akhirnya menampakkan diri, muncul dari balik pohon di sisi kiri halaman. Orang itu mengenakan armor ringan yang dilengkapi dengan jubah di belakangnya.

Bersamaan dengan kemunculan orang itu, terlepas pula hawa kekuatan yang tadi di tekan sampai tingkat terendah. Kini aura kekuatan itu ditunjukkan tanpa ada yang ditutup-tutupi, yang seolah-olah mampu membekukan tubuh siapapun.

"Jadi kau orangnya? Sebelumnya aku hanya tahu namamu."

Ajuka menyahut tanpa merasakan sedikitpun terintimidasi meskipun aura kekuatan Shalba seperti meningkatkan gaya gravitasi puluhan kali.

"Ini pertama kali kita berjumpa, Maou palsu menjijikkan. Namaku adalah Shalba Beelzebub. Penerus sejati dari Maou Beelzebub Agung sejati. Akulah yang akan melenyapkan eksistensi palsu seperti dirimu."

Maou Ajuka menggeleng, "Jangan berbicara sesuatu yang kau tak mampu melakukannya, Shalba."

Kaaa!

Sebuah serangan sihir secepat kilat dilepaskan Shalba tanpa membuat aba-aba. Dia menyerang tanpa memberitahu.

Booommmm!

Namun dengan sigap Ajuka membuat lingkaran sihir pertahanan di depan wajahnya, menghindarkan dirinya dari luka fatal bahkan kematian. Akibatnya ladang kentang di sisi kanan gudang yang luasnya puluhan hektar tersapu bersih.

"Serangan cahaya?" Ajuka mempertanyakannya setelah melihat elemen sihir yang ditembakkan Shalba. "Kekuatan yang mirip dengan ras Malaikat dan Malaikat Jatuh. Sangat tidak mungkin ada iblis yang memiliki elemen cahaya, meski kau keturunan Maou sekalipun."

"Karena semua musuhku adalah iblis, maka aku menggunakan kekuatan yang menjadi kelemahan para iblis." Shalba menjawab sambil mengangkat pergelangan tangannya. Lengan bajunya tersibak turun sehingga nampak sebuah perangkat kecil berbentuk gelang putih di pergelangan tangannya.

"Reverse Instrument! Tch, tak kusangka ada Maou yang bertarung dengan perangkat murahan macam itu."

Reverse Instrument, sebuah perangkat yang mampu membalikkan elemen kekuatan ke kondisi yang berlawanan. Shalba mengeluarkan kekuatan iblis, maka yang muncul adalah kekuatan cahaya. Lalu kekuatan cahaya itu digunakan untuk melawan iblis yang lemah terhadapnya, ini taktik yang sederhana.

"Ejek saja sesukamu! Alat yang kugunakan ini memang sederhana, tidak sebanding dengan penemuanmu, tetapi alat sederhana inilah yang akan mengantarmu pada kematian."

Shalba mengatakannya dengan suara dingin. Matanya juga terisi oleh kebencian. Dia pasti memiliki kebencian besar terhadap Maou saat ini, apalagi Ajuka Beelzebub. Kekuasaan, kebangsawanan, dan kursi Maou telah dirampas darinya, dan mereka didesak sampai ke ujung Dunia Bawah sehingga kebencian mereka pasti sangat dalam.

"Sebelum kita mengakhiri urusan ini, aku ingin bertanya apa yang membuatmu memendam kebencian? Padahal kita sesama ras iblis."

"Itu sudah sangat jelas kan? Apalagi yang perlu kau tanyakan!?. Kami, penerus sejati, disebut 'lama' oleh orang-orang macam kalian, bahkan oleh seluruh penduduk Underworld. Itu sesuatu yang sama sekali tak bisa kuterima."

"Pertanyaan terakhir, apa yang membuatmu melakukan pemberontakan hari ini, di Pulau Langit Agreas, saat Rating Game tengah berlangsung?"

"Kalau aku bisa menjatuhkan Agreas ke permukaan tanah, tentu itu sangat hebat. Jatuhnya tempat bersejarah dan maskot ras iblis pasti akan menggoncangkan seluruh dunia bawah, Underworld pasti diselimuti ketakutan akan teror yang ada dimana-mana. Ghahahahaaaa."

Shalba mulai tertawa gila dan terus melanjutkan ucapannya, "Aku akan menghancurkanmu, Ajuka! Lalu setelah itu seluruh Dunia Bawah. Para Iblis yang menolakku, aku tak peduli lagi dengan Dunia Bawah macam itu! Aku tak mau tahu dengan mereka lagi! Aku tak peduli soal kekuasaan dan kepemilikan Dunia Bawah! Fhuhahaha! Shalba Beelzebub ini akan memakai semua kekuatan untuk menghancurkan Underworld."

Ekspresi Shalba terisi dengan kegilaan. Pemimpin Maou Lama yang satu ini sangat berbeda dengan rekannya, Cruzerey yang penuh keirian dan tamak menginginkan kekuasannya kembali, sedangkan Shalba hanya memiliki dendam dalam hatinya, dendam kesumat yang harus dibalaskan.

Ajuka mendesahkan nafas, "Sudah cukup. Hal itu sama sekali tak pantas didengar dari mulut seseorang yang menyebut dirinya Maou dengan meminjam kekuatan orang lain."

Kekuatan Shalba yang sekarang sungguh gila. Aura kekuatannya bahkan sampai terasa hingga radius puluhan kilometer. Dia adalah memiliki demonic power dengan kuantitas luar biasa banyaknya. Ditambah lagi sekarang dia menggunakan ular Ophis, membuat kekuatannya meningkat berkali-kali lipat. Kekuatan Shalba sekarang dapat dikatakan setara dengan Maou Beelzebub sejati yang pertama.

Namun sekali lagi, itu bukan sesuatu yang mampu membuat Ajuka ketakutan, bahkan hanya untuk memasang ekspresi waspada sekalipun tidak perlu. Ajuka masih sangat tenang.

Shalba mengacungkan tangannya pada Ajuka. Distorsi ruang tercipta di sekitar tubuhnya dan serangga bermunculan dari sana. Lebih tepatnya itu adalah lebah. Jumlahnya ada puluhan ribu hingga seluruh area di halaman gudang penyimpanan hasil panen tertutupi oleh lebah.

"Akan kutunjukkan kekuatan sejati Beelzebub asli padamu!"

Shalba kemudian mengendalikan pasukan lebah untuk menciptakan banyak lingkaran sihir dan dia secara serampangan mulai menembakkan aura kuat dari lebah-lebah itu.

Ciw ciw ciw ciw!

Itu bukan aura kuat biasa. Tidak hanya kuat, tetapi semua yang ditembakkan adalah kekuatan cahaya. Rupanya Shalba juga memasang Reverse Instrumen pada setiap lebah-lebahnya.

Peluru-peluru cahaya yang sangat banyak jumlahnya itu ditembakkan tanpa ampun ke arah Ajuka bak hujan badai yang sangat deras.

Ajuka bergeming dalam posisi berdiri, hanya tangan kanannya saja yang bergerak, memunculkan sebuah lingkaran sihir. Kecil namun sangat rumit yang aksaranya selalu bergerak dengan kecepatan tinggi. Dia mengendalikannya dengan ujung jari telunjuk.

Setiap peluru cahaya berhenti bergerak, melayang di udara sebelum mampu menjangkau mengenai tubuh Ajuka.

Masa waktu yang singkat cukup memberikan kesempatan bagi Ajuka untuk mengendalikan semua fenomena sihir di sekitarnya dengan teknik Kankara Formula.

Ajuka berbicara dengan nada kebosanan. "Ini saja?"

Mendengarnya, banyak pembuluh darah muncul di wajah Shalba.

"Apa katamu hah!"

Ajuka tidak peduli walau seberapa jengkel Shalba saat ini terhadap dirinya.

"Kau bilang kau adalah Maou, tapi apa? Kekuatanmu sama sekali tidak mencermikan seorang Maou, bahkan setelah kau menerima kekuatan tambahan dari Ophis. Aku tidak sedikitpun merasakan tekanan dari kekuatanmu."

Shalba tiba-tiba tertawa keras.

"Kau sungguh bicara banyak! Maou busuk tak berguna brengsek!"

"Khu, bicaramu yang omong kosong. Orang sepertimu tidak pantas memakai gelar Maou."

"Bedebaaahh! Kau Maou palsu busuuuuuuuuuk!"

Semua lebah yang di kendalikan oleh Shalba kembali menembakkan peluru-peluru sihir elemen cahaya. Lebih banyak dan lebih kuat dari yang pertama.

Bang Bang Bang!

Namun semua serangan Shalba berhenti di udara. Dengan mudahnya Ajuka mengambil alih fenomena sihir ciptaan Shalba.

"Bangsat! Bagaimana dengan iniiiiiiiii!"

DOOOONNN!

Kali ini Shalba sendiri yang melepaskan blok sihir cahaya. Sangat besar, kuantitas dan kualitasnya sungguh gila. Ribuan bahkan puluhan ribu iblis pasti akan lenyap menjadi debu jika terkena.

Tapi itu pun juga sama. Blok sihir itu berhenti sepuluh meter di depan Ajuka.

Bahkan tanpa menyerang sekalipun, Ajuka telah berhasil membuat lawannya frustasi, pikirannya dikuasi oleh ketakukan akan kekalahan dan kematian.

Ajuka menyeringai keji seraya maju selangkah, membuat Shalba mulai gemetar ketakutan.

"Kurasa sudah saatnya kita mengakhiri ini."

Lingkaran sihir kecil tempat Ajuka menginput rumus sihir Kankara Formula berputar lebih cepat, kecepatannya membuat tidak ada satupun makhluk yang sanggup membaca aksaranya walau hanya satu huruf.

Buuuuuuuuuunnnnnnnnn!

Peluru-peluru cahaya yang ditembakkan lebah-lebah Shalba telah kembali ke pemiliknya, puluhan ribu lebah itu pun lenyap tanpa ada satupun yang tersisa.

Baaaaaaaaaaaaannnggggg!

Separuh peluru cahaya yang tersisa, Ajuka kendalikan gerakannya hingga menghujani tubuh Shalba tanpa ampun.

Itu adalah kekuatan cahaya, tentu Shalba yang jelas-jelas seorang Iblis akan sangat kesakitan menerimanya. Tubuh Shalba penuh dengan lubang-lubang yang memuncratkan darah.

Shalba tersisa kepala sampai leher yang sengaja tidak Ajuka lukai, memberi kesempatan pada orang yang menganggap dirinya agung itu untuk berbicara.

"Tidak mungkin! Tak masuk akal! Guhhhaaaa!" Shalba memuntahkan banyak darah lewat mulutnya, ia pun mulai menangis dengan air mata darah yang mengalir deras melewati pipinya. "A-ak-akulah Maou sejati! Aku hanya mencoba membalaskan dendamku. Aku tak bisa memahami ini! Aku sama sekali tak mengerti kenapa aku harus kalah dari Maou palsu busuk sepertimu!"

Shalba memasang wajah penuh keputusasaan.

Tanpa kasihan sedikitpun, Ajuka mengatakan kalimat yang di dengar terakhir kalinya oleh Shalba sebelum mati.

"Lenyaplah!"

Blok sihir cahaya yang sangat besar dan kuat, yang tadi di tembakkan oleh Shalba, kini di kembalikan Ajuka ke tubuh pemiliknya. Cahaya dengan intensitas tinggi itupun menggilas tubuh Shalba hingga tak menyisakan gumpalan daging, setetes pun darah, bahkan hanya sebutir remah-remah tulangnya.

.

Masih di kota Auros. Namun kali ini lokasinya persis di bawah Pulau Langit Agreas melayang di udara. Situasi peperangan antara pemerintahan Iblis saat ini melawan para pemberontak sudah menjangkau lingkup yang sangat luas. Tidak hanya di Pulau Agreas saja, tapi sampai ke luar hingga mencapai Auros.

Para pemberontak dari Fraksi Maou Lama yang membanjiri Agreas sudah dapat ditekan dan mulai berkurang jumlahnya. Mungkin akan berbeda jika pemerintahan Iblis saat ini tak memiliki persiapan, tetapi karena informasi yang diberikan Naruto, para petinggi sudah menyiapkan rencana.

Pemerintah telah mengirimkan pesan-pesan rahasia sebelum Rating Game dimulai kepada para tamu penting yang sengaja di undang untuk datang. Mereka adalah iblis-iblis petarung handal dengan kekuatan yang tak diragukan dan berpengalaman terjun langsung di medan perang. Setiap kepala keluarga dari sisa 72 pilar Iblis yang masih ada, bersama dengan pengawal pilihan dan iblis-iblis kuat lainnya, tidak mendapat kesulitan berarti untuk membersihkan Dome tempat menonton Rating Game dari para teroris pemberontak.

Khusus area udara di sekeliling Pulau Langit Agreas, Maou Serafall Leviathan lah yang mengurusnya, sendirian, tanpa dibantu siapapun. Ia menghentikan semua iblis dari Maou Lama yang mencoba menghancurkan Agreas dari udara hanya dengan kekuatannya, sebagai bentuk tanggung jawab akan tugasnya sebagai Maou. Gumpalan awan yang menutup bagian bawah pulau Agreas kini telah menjadi kuburan es bagi ribuan iblis pemberontak. Itu membuat gelar Serafall sebagai Maou Leviathan sekaligus iblis level Satan-Class bukan sekedar omong kosong.

Kemudian, titik-titik tertentu di Kota Auros yang juga menjadi sasaran penghancuran para pemberontak sudah banyak yang berhasil di atasi, khusus untuk tempat yang memancarkan keberadaan orang berkekuatan besar, maka Maou sendirilah yang turun tangan langsung untuk menghabisinya. Maou Ajuka dan Falbium bergerak secara terpisah.

Sedangkan lokasi yang terletak permukaan tanah tepat di bawah Pulau Langit Agreas, yang menjadi pusat serangan ribuan iblis teroris pendukung Fraksi Maou Lama, sekarang sedang menjadi medan tempur besar-besaran.

Mantan Dragon King Tannin yang kini telah bereinkarnasi menjadi iblis, sedang mengamuk dan membakar habis para pemberontak. Selain dia, ada banyak orang lagi yang memang memiliki kualifikasi sebagai prajurit perang dan memiliki pengalaman langsung terjun ke lapangan. Mereka semua terdiri 15 batalion pasukan infantri utama kaum Iblis pendukung pemerintahan Yondai Maou saat ini. Di bawah kepemimpinan tiga orang Kapten muda, mereka berhasil memukul mundur para pemberontak.

Mengambil salah satu titik peperangan, nampak ada yang tidak biasa.

Ada dua tim bukan prajurit dan orang berkepentingan yang ikut terjun langsung ke medan perang.

Mereka adalah tim peserta Rating Game. Jika dari kelas pro maka tak masalah, tapi mereka adalah tim kelas Rokie yang baru memulai debut pada musim ini.

Tim Rias Gremory dan Tim Sona Sitri.

Ah..., kalau tim Rias Gremory sih tidak mengherankan. Mereka tim yang selalu disambangi oleh kejadian-kejadian penting yang selalu berbuntut pertarungan sengit sejak memulai debut, bahkan selalu terjun langsung ke lapangan. Selain itu, mereka juga tim yang terdiri dari orang-orang keras kepala yang tidak akan mau berdiam diri jika ada kekacauan dan musibah yang menimpa.

Lalu kalau tim Sona Sitri? Tentu ada alasan khusus. Biasanya mereka selalu bertindak penuh perhitungan, tidak gegabah, dan patuh pada perintah atasan. Namun untuk kali ini mereka ikut terjun berperang. Alasannya sederhana, meskipun Kota Auros adalah wilayah dengan tingkat populasi rendah, tetapi banyak anak-anak iblis yang lahir dan tumbuh di sini. Sebagai calon guru, hati mereka tak akan membiarkan bibit-bibit muda potensial itu disentuh oleh masalah orang dewasa.

Selain itu, Sona yang telah memenangkan pertandingan Rating Game pertamanya dari Rias, kini telah mendapatkan pengakuan dan banyak perhatian dari para iblis terkenal. Ada banyak investor yang menawarkan diri dan mendonasikan sebagian hartanya untuk pembangunan sekolah impian Sona, sekolah khusus Rating Game. Bahkan secara pribadi, Sona sudah membicarakan hal tersebut kepada Sairaorg Bael, pemuda yang bermimpi besar untuk menjadi Maou di masa depan nanti. Sona sudah membaca prospek itu karena ia tahu Sairaorg memiliki potensi besar untuk meraih impiannya.

Dan hasil dari semua itu, kota Auros akan ditetapkan sebagai tempat dibangunnya sekolah impian mereka. Kota Auros, sebuah kota netral yang berada di teritori kekuasaan keluarga Archduke, Agares. Tempat paling cocok untuk keberadaan sebuah sekolah yang ditujukan kepada semua anak-anak iblis tanpa memandang strata sosial, baik itu keturunan iblis kelas tinggi ataupun iblis sipil biasa yang bermimpi meniti karir di Rating Game.

Kini para iblis dari tim Rias dan Sona berdiri saling membelakangi. Mereka tengah dikepung oleh seribu lebih iblis pendukung Maou Lama. Iblis-iblis tersebut tidak lah lemah, sebagian besar dari mereka terdiri dari iblis kelas menengah, puluhan sisanya adalah iblis kelas tinggi. Pastinya bukan lawan yang mudah untuk iblis muda seperti Rias dan Sona yang baru memulai debut.

Nampak terlihat dari posisi mereka sekarang, berdiri saling membelakangi, yang berarti bahwa mereka mempercayakan punggung sendiri kepada teman. Ya, Rias dan Sona adalah teman, sahabat baik malah, sejak kecil sebagai teman sepopok. Dan itu berlaku pula pada semua semua budak-budaknya.

Posisi mereka acak, berdiri pada area kecil melingkar, menatap waspada pada semua iblis pemberontak yang mengepung mereka. Pada bagian tengah, yang mana tempat untuk orang yang paling tinggi posisinya, ada Sona dan Rias, berdiri dengan punggung saling bersentuhan.

Tanpa berbalik badan, Rias membuka suaranya.

"Sona, aku minta maaf karena telah memaksamu mengatakan semuanya."

"Tidak. Tak ada yang perlu dimintakan maaf, kau tak bersalah Rias. Aku mengerti kau marah karena menyimpan sebuah rahasia darimu."

"Baiklah, aku tidak akan bertanya tentang hal itu lagi."

"Ya, tapi kurasa kau akan mengetahui itu dengan sendirinya dalam waktu dekat ini."

"Uhm." Rias menarik nafas dalam, "Jadi?"

"Kita adalah sahabat."

"Sahabat yang selalu bersama sampai kapanpun."

"Bersama menghadapi semua musuh dan rintangan yang menghalangi."

"Yap. Sona, kau dan timmu urus yang sebelah timur dari titik ini. Kami yang sebelah barat."

"Oke."

Sona melangkah maju, begitupula dengan Rias. Punggung mereka terpisah, namun jelas bahwa mereka akan melindungi sisi belakang sahabat agar masing-masing mereka bisa fokus bertarung ke depan, melenyapkan setiap musuh yang tertangkap dalam pandangan mata.

Issei menyempatkan diri mengatakan apa yang ada di otaknya saat ini, "Naruto-senpai, Hinata-senpai."

"Hm? Ada apa Issei?" Naruto tak memalingkan wajah tapi tetap menyahut panggilan Issei dengan serius. Itu karena didepannya ada banyak musuh yang siap menerkam mereka kapan saja.

Sedangkan Hinata, hanya memutar kepalanya sedikit dan melirik dari ekor matanya.

"Untuk kejadian kemarin, maafkan aku." Issei sedikit membungkuk dan melanjutkan ucapannya dengan sopan. "Sekali lagi, tolong maafkan aku."

"Hahaaaa, lupakan lah Issei. Aku sudah diberitahu kalau saat itu kau sedang mabuk, jadi insiden itu tidak murni semua kesalahanmu. Hanya saja lain kali jangan lagi bertindak ceroboh seperti itu, Oke ttebayou?"

"Ya, pasti." ucap Issei seraya berdiri tegak kembali.

Naruto membuang nafas, merilekskan sedikit badannya. "Ngomong-ngomong, aku juga minta maaf telah meninjumu sampai hampir tewas. Yah, kau tahu sendiri lah, aku dikuasai emosi saat itu."

"Aku mengerti." Issei menyahut dengan tegas. "Aku adalah seorang pria. Sebagai sesama pria, aku tahu bagaimana perasaan saat wanita yang kita cintai dilecehkan."

"Ahaaaa, bagus lah. Aku suka anak muda sepertimu, Issei."

Akeno tak tahan untuk tidak berceletuk, "Kata-katamu terdengar seperti orang tua saja, Naruto-san."

"Che, aku kan memang sudah dewasa."

"Hanya karena kau saja yang sudah menikah diantara kita yang ada di sini, tidak berarti kau bisa menganggap kami semua sebagai anak-anak, Senpai!" Tomoe menanggapi dengan wajah cemberut.

"Hallaah, itu kan derita kalian. Apa lagi tuh, Rossweisse-sensei. Sudah hampir lewat usia produktif tapi masih sendiri. Kapan menikah?"

Candaan Naruto tepat mengenai sasaran. Wajah cantik Rossweisse sontak merah padam.

"Uuuuu, uwaaaaaaaaaaaa... T.T"

Sang guru cantik itu pun nangis pundung di pojokan, berjongkok memeluk lutut dengan wajah muram. Aura-aura hitam menyelimuti tubuhnya seakan berkata 'Hei kau laki-laki! Kalau kasihan padaku, ayo cepat nikahi aku.' Kasihan sekali, impiannya sekarang hanya satu yaitu memiliki suami seorang pahlawan, tapi sampai di umurnya yang tak lagi muda, dia masih sendiri.

Beberapa orang di antara mereka tak bisa untuk tidak tertawa, melupakan bahwa mereka sedang dalam situasi perang.

Nampak sekali raut ketidaksabaran dari para iblis yang sejak tadi ingin menyerang. Mereka diam bukan karena takut, tapi merasa harus berbaik hati kepada yang muda dengan memberi kesempatan bercanda ria sebelum dibunuh.

Suasana hening sejenak kemudian, hingga Issei mengeluarkan suaranya lagi.

"Hinata-senpai?"

Yah, Hinata sejak tadi tak sedikitpun mengeluarkan suara.

"Aku sudah memaafkanmu kok, sebelum kau minta maaf. Lagipula kau bahkan belum sempat menyentuhku seujung kuku pun."

"Uhm, terima kasih." ucap Issei lembut.

Semua orang langsung heran, baru kali ini Issei menggunakan tata krama yang benar dan tutur kata yang sopan terhadap perempuan. Biasanya kan si gumpalan nafsu duniawi berjalan ini selalu berbuat asusila pada setiap perempuan yang tertangkap dalam bidang pandangnya.

Sangat aneh. Teramat sangat aneh.

Bisa jadi juga, pukulan Naruto telah memperbaiki kerusakan jiwa yang diderita oleh Issei.

Ah, lupakan dulu hal itu.

"Hoooooiiiii, kapan kita bertarung hah?"

Nah kan? Baru juga dibilang.

Salah seorang iblis paruh baya dari pasukan pemberontak berteriak kesal, sepertinya tak tahan dibuat lama menunggu.

Terdengar suara gelematuk dari tulang-tulang yang dilemaskan. Sekarang para iblis muda sudah siap untuk bertempur.

Issei duluan dengan promosi True Queen. Dia mulai melafalkan mantra.

"Aku, seorang yang akan bangkit, Sekiryutei yang membawa kebenaran dari Raja tertinggi! Memegang harapan tiada batas, mimpi tak termusnahkan, dan menjalani jalan kebenaran. Aku akan menjadi Kaisar dari Naga Crimson!"

Cardinal Crimson Full Drive!

Aura crimson menyelimuti Issei, berubah menjadi armor tebal berwarna crimson dengan bentuk rupa seperti mecha.

Budak Knight Rias yaitu Kiba dan Xenovia sudah menghunuskan pedang mereka. Kiba menggunakan dua pedang yang dia ciptakan dengan Sacred Gear Sword Birth, pedang suci iblis di tangan kiri dan replika pedang iblis Gram di tangan kanan. Xenovia menggenggam Ex-Durandal di tangan kanan, sementara tangan kirinya memegang erat pedang pembantai Naga Ascalon yang dipinjamkan Issei.

Kenoko pun sudah siap, dia tumbuh menjadi wanita dewasa dengan pemaksaan aliran senjutsu. Shirone mode, dimana dia memiliki penguasaan terhadap Api Putih permurnian yang sangat fatal dampaknya pada eksistensi jahat. Rossweisse yang mengenakan kostum tempur valkirie pun telah mengudara dan menyiapkan lingkaran sihir untuk membombardir wilayah musuh.

Asia adalah support, dia menyembuhkan teman yang terluka dengan sihir penyembuhan jarak jauh dari Sacred Gear Twillight Heling. Gasper yang biasanya sebagai support, kini menyerang maju secara langsung. Dia mengaktifkan Sacred Gear Forbidden Invade Balor The Beast, lalu mengubah dirinya mejadi sosok monster hitam perwujudan kekuatan jahat Dewa Balor.

Tak ketinggalan Sang Ratu Akeno, menyelimuti seluruh tubuhnya dengan Raikou atau halilintar suci. Dia mulai menyerang secara membabi buta. Rias pun sama, setelah meningkatkan kekuatan iblisnya hingga aura crimson menyelimuti tubuhnya, lalu mulai menyerang dengan menembakkan proyektil-proyektil Power of Destruction yang dikompresi sampai tingat kepadatan tinggi.

Sesuai kualifikasi sebagai tim berkekuatan besar dengan prinsip maju terobos ke depan dan hancurkan setiap penghalang, Rias bersama seluruh budaknya mulai bertarung tanpa menahan diri.

Akan tertapi berbeda dengan tim Sona Sitri. Sebagai tim yang mengandalkan taktik dan teknik, ia tidak akan melakukan hal yang sama seperti Rias.

"Sebenarnya strategi ini aku siapkan untuk melawan tipe petarung kekuatan seperti Sairaorg-san. Tetapi karena tidak berada dalam satu grup dengan timnya, jadi tak masalah kuperlihatkan sekarang."

Sona mengatakannya dengan tenang meski sahabatnya sudah mulai bertarung habis-habisan. Semua anggota timnya pun belum ada yang bergerak.

"Tomoe!, Ruruko! Aku mengijinkan kalian menggunakan senjata dan teknik baru. Yang lain bertarung seperti biasa. Sekarang bentuk formasi!"

"Ha'i."

Segera setelah perintah terucap, setiap budak mengambil posisi masing-masing.

Sona paling belakang, sebagai pusat komando. Disisi kiri dan kanannya ada Momo dan Reya. Dua meter didepannya ada Naruto dan Hinata. Naruto dalam posisi jongkok namun siaga bertarung. Sebagai Attacker Frontliner adalah Saji, Ruruko, Bennia, Tomoe, Rugal, Tsubasa dan Tsubaki sang Ratu.

"Naruto-san, maaf merepotkan. Tapi sekarang teknikmu sangat dibutuhkan."

"No problem."

"Kau sudah tahu detailnya kan?"

"Yosshh!"

Naruto mengambil sebilah kunai lalu melemparnya ke atas. Ia pun mulai meneriakkan semangatnya,

"Ayooo semuanya, siapkan diri kalian untuk pembantaian massal."

Kemudian Naruto merangkai handseal lalu merapal sebuah jutsu.

Ta...

.

.

To be Continued...

.

Note :Telat lagi, eerrrr ahahahahaaaaaa. Apalagi ini update malam hari. :v

Perang sudah bermula sejak chapter 69 ini. Eehmm angka yang bagus, xixixixi. Mulai dari perang kecil-kecilan di Underworld akibat Fraksi Maou Lama yang sudah tak tahan lagi menyimpan dendam dan kebencian.

Chapter ini bercerita tentang Rating Game yang sejak awal sudah disabotase oleh pemberontak dari golongan Old Satan. Tiga orangnya telah tewas, Diodora Astatroth, Cruzerey Asmodeus, dan Shalba Beelzebub. Wajar kan tewas kalau yang turun tangan orang kuat semua? Tapi ah, tak perlu dikasihani. Mereka hanya figuran yang tak layak dapat tempat dimanapun di FF ini.

Khusus untuk Falbium, aku kasih dia spesialisasi teknik sihir. Habisnya di LN DxD sendiri sampai vol terbaru, tak ada diceritakan dia bertarung dan mengeluarkan kemampuan khusus miliknya. Kan aneh kalau Maou tidak punya ciri khas sendiri.

Lalu bagian akhir, ada medan untuk panggung tim Rokie yang sekarang telah berbaikan. Dan Sona akan memperlihatkan salah satu taktik jeniusnya yang ditunjang oleh teknik-teknik ninja milik Naruto, semua itu untuk pembantaian massal. Jangan lupa Tomoe dan Ruruko yang akan segera dapat giliran upgrade kemampuan dan power up.

Oh iya, kalau kalian jeli, kalian mungkin akan menemukan sesuatu hal tidak biasa diluar dari cerita pada Chapter ini.

Ulasan Review:

Untuk siapa yang akan menjadi panglima perang Persekutuan Penentang Imperium of Bible, Sasuke kah atau siapa pun dia, tunggu dua atau tiga chapter lagi.

Hiyori dari Noragami? Dia ga perlu ikut, cukup dewa-dewanya saja.

Seven Witch? Tks pak, saran yang pas. Aku pikirin dulu pembagian peran untuk mereka.

Tentang bangsa naga? Emmm, setahuku dari LN DxD ras itu hampir punah. Sebagian besar mati terutama Evil Dragon, lainnya di segel kedalam Sacred Gear, dan yang masih hidup malah bereinkarnasi menjadi iblis yaitu si mantan Dragon King Tannin. Mungkin hanya beberapa saja yang hidup bebas macam Crom Cruach.

Bagaimana nanti kelanjutan cerita Odin dengan Sirzech? Aahhhhaaa, tunggu saja. Secara universal, itu adalah antara Aliansi dengan Norse.

Kalau tentang bagaimana pembagian pasukan Konoha dan sekutunya, apakah seperti PDS4? Tim Infiltrator, medic, Attacker Frontline, Infrantri, pasukan udara, atau apapun... Entar aja lah, nanti ceritanya juga bakal sampai ke bagian itu.

Ada yang bener nebaknya kalau Rating Game disabotase oleh Cruzerey dan Shalba. Tapi itu bukan hal hebat bagiku, hahaaaaa, karena aku sudah kasih bocoran gamblang tentang itu di akhir chapter 66. :v. Namun untuk Rizevim, tuh tengok di bawah, ada next preview. Konflik yang kubuat tak sesimpel itu.

Dari Tanah Jawa, mitos tentang penguasa Laut Selatan itu original milik masyarakat setempat. Tapi kalau Pandawa-Kurawa serta Gatot Kaca, itu cerita yang asalnya dari tanah India yang dituliskan dalam beberapa epos dan dipercaya oleh penganut ajaran Hindu, bukan cerita asli Jawa. Di Jawa hanya bentuk adaptasinya kedalam cerita-cerita bersetting jaman kerajaan seperti Kediri dan Singosari. Cerita-cerita itu mengalami banyak penggubahan dan kemudian dimasukkan kedalam budaya pewayangan Indonesia. Lalu untuk cerita yang sebenarnya, tanyakan saja pada sejarawan, bukan kompetensiku untuk menjelaskan hal tersebut.

Kemudian, jika nanti perang benar-benar pecah, kemanakah kelompok Sona memihak? Jawabannya mungkin di chapter depan dan depannya lagi.

Udah berkali-kali deh kayaknya aku katakan, Orochimaru dan Kabuto sudah mati. Aku buat dia diluar Konoha saat kiamat terjadi, mereka tidak ikut hadir di pesta resepsi NaruHina.

Eerrrr, mana lebih kuat? Olympus atau Norse? Tauk ah, pikirin aja sendiri. :v Yang jelas Olympus sedang gawat karena Zeus udah ga ada.

Sasuke bisa aja kan pergi ke tempat malaikat kloningan itu, bakar semuanya dengan Amaterasu sebelum bangkit? kata reviewer. Tidak semudah itu lah yaww. Ada alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Anggap saja begini, Sasuke bisa pergi kesana sekali dengan teknik perpindahan dimensi Rinne-sharingan, tapi tidak untuk yang kedua. Tebak kenapa bisa begitu?

Racun Samael untuk menangkap Trihexa? Mana cocok lah. Trihexa itu bukan naga tapi Apocalypse Beast. Berbeda dengan Naga Great Red yang dijuluki Apocalypse Dragon.

Untuk kelompok Sona, apakah semua anggota kelompok tahu identitas Naruto sebenarnya? Jawabannya tidak. Sampai sekarang yang tahu hanya Sona dan Tsubaki saja.

Lalu nih yang bikin aku kaget. Ente jeli banget, mampu menangkap sikap aneh dari Michael saat pertarungan di chapter 64. Ente hebat. Tapi apa maksud hal itu? Tebak aja lagi, dan jawabannya hanya akan muncul di penghujung FF ini.

Ini tentang sebuah asumsi. Shinobi-shinobi Konoha dan warganya hanya manusia biasa yang batas umurnya pendek, sedangkan makhluk supranatural bisa hidup ratusan bahkan ribuan tahun. Siapa nanti yang melindungi Ras manusia setelah selesai perang? Apa perjuangan kakashi dkk akan percuma? Begini, jangan anda mengira aku akan bikin sekuel FF ini tentang cerita perjuangan sebuah kelompok manusia keturunan Shinobi Konoha di DxD Universe. Ga bakal ada hal itu. Sekarang aku aja yang bertanya, bagaimana jika Kakashi dan seluruh Konoha berniat melenyapkan semua ras supranatural hingga tak bersisa? Meninggalkan sebuah dunia yang bebas dari fenomena dan makhluk supranatural bagi ras manusia sampai hari kiamat? Heemmm, bagaimana jika ceritanya kubuat seperti itu? Hayoooo...

Tentang rasis-rasisan yang kemarin..., huhuuuu, ada aja yang menganggap serius. Aku bercanda aja kok, lagian aku cukup tahu siapa orangnya walaupun dia cuma Reviewer Guest.

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita, sebagian lainnya kubalas lewat PM.

Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.

.

Next Preview...

Sirzech sudah sangat yakin kalau rencana yang ia susun akan berjalan sempurna.

Ya, saking sempurnanya sampai ia tak perlu berusaha keras untuk menemukan target buruannya.

Rizevim Livan Lucifer.

Keturunan pertama Maou Lucifer sejati.

Rizevim memang sangat lah kuat, ia tergolong iblis super, Super Devil seperti dirinya dan Ajuka. Namun Sirzech sudah mempersiapkan segalanya untuk menghabisi orang tua gila itu. Segala yang ia punya hanyalah untuk melenyapkan Rizevim.

Sirzech kini bersama seluruh peeragenya, lengkap tanpa kurang satupun. Yang mana semuanya adalah pemilik nama dan penyandang gelar-gelar terhormat dan legendaris.

Sang Ratu Gryafia Lucifuge, ratu terkuat di Underworld yang kekuatannya setara dengan Maou, iblis darah murni yang termasuk dalam kategori Satan-class Devil dari keluarga Extra Demon.

Shouji Okita, pengkonsumsi 2 bidak Knight, kapten skuad pertama Shinsengumi. Mac Gregor Mather dengan 2 bidak Bishop, seorang master penyihir yang menjadi pendiri Hermetic Order of The Golden Dawn.

Surtr Second, raksasa api yang diciptakan oleh dewa dari mitologi Norse. Seseorang yang dikatakan sebagai Rook terkuat nomor 1 di Underworld setelah mengkonsumsi mutation evil piece. Lalu Bahamuth, Rook yang direinkarnasi oleh Sirzech dari monster Glowing Fish yang berasal dari kedalaman samudra.

Kemudian ada Enku, salah satu pion yang direinkarnasi dari binatang legendaris Kirin (Qilin) dari dataran china. Dan terakhir adalah Beowulf, seseorang manusia yang sanggup membantai salah satu naga jahat legendaris seorang diri.

Dan Sirzech sendiri, adalah iblis terkuat di Underworld saat ini.

Tak ada satupun pengguna Sacred Gear di dalam kelompok Sirzech, itu untuk membuat kemampuan Sacred Gear Canceller milik Rizevim menjadi tidak berguna. Sebuah kelompok yang diciptakan khusus hanya untuk membunuh Rizevim.

Kelihatan sekali, bahwa Rizevim bisa dimusnahkan kapan saja denmgan mudah oleh kelompok Sirzech.

Akan tetapi, Sirzech tak mungkin melakukannya.

Situasi yang dialaminya berbeda 180 derajat dengan Serafall, Ajuka, maupun Falbium di titik lain medan perang. Saat ini dia lah dalam posisi yang tidak diuntungkan.

Rizevim tertawa gila karenanya.

"Ghahahahahaaaaa. Bagaimana rasanya Sirzech? Kau memiliki semuanya namun tak bisa melakukan apa-apa."

Sirzech tak bisa bicara. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Aku yang memegang kendali saat ini, jadi kusarankan kau diam dan melihat saja. Uhyohyohyohyoooo..."

.

.

.

.