Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Kamis, 30 Maret 2017

Happy reading . . . . .

Sebelumnya.

Mulai saat ini bagi para iblis, sosok Naruto dan Hinata dianggap sebagai sepasang sosok paling fenomenal, dan mungkin akan melampaui ketenaran Rizevim itu sendiri. Mereka berdua lah yang menjadi titik pusat semua rentetan kejadian hari ini.

"Nah, Serafall. Apa kau mengetahui apa tujuan sebenarnya Hinata dan Naruto?"

Pertanyaan barusan keluar dari mulut Sirzech.

"Ya, aku tahu. Tapi maaf kalau baru sekarang aku bisa mengatakannya."

Yang lain mengerti. Itu karena Serafall sangat menyayangi Sona.

"Jadi apa tujuan mereka berdua? Keterlibatan mereka dengan Rizevim pasti bukan untuk Trihexa. Itu bukan tujuan akhir mereka kan?"

Serafall menatap semua orang bergantian, "Memang benar. Tujuan akhir mereka yang sebenarnya adalah menjadi entitas tertinggi, Makhluk Lima Dimensi."

Apa!?

Makhluk lima dimensi?

Apa lagi sekarang?

.

To The End of The World

Writed by Si Hitam

.

Chapter 73. Declaration War.

-Underworld. Gremory's Territory, Lilith City-

Tiga hari sudah berlalu semenjak insiden mengerikan yang menimpa kota Auros dan sekitarnya. Fraksi Iblis sangat dirugikan karena mereka harus rela kehilangan salah satu keajaiban dunia bawah, yakni Pulau Langit Agreas.

Semua rentetan kejadian tersebut tidak terlepas dari rencana matang yang dijalankan oleh pemimpin Khaos Brigade saat ini, Rizevim Livan Lucifer dari kelompok Qlippoth, kecolongan pihak Fraksi Iblis akan adanya dua orang penyusup yang berhasil masuk terlalu dalam, serta adanya duri didalam daging, sekelompok pengkhianat yang sampai sekarang masih belum berhasil diidentifikasi.

Sampai saat ini bertempat di ibukota Territori Keluarga Gremory, Kota Lilith yang merupakan pusat pemerintahan Maou Sirzech Lucifer, sedang berlangsung Konferensi Luar Biasa Aliansi Tiga Fraksi. Semua petinggi utama Fraksi Malaikat, Fraksi Malaikat Jatuh, dan Fraksi Iblis, serta 15 orang delegasi yang merupakan perwakilan dari 15 mitologi minor yang masih eksis dan tersebar di seluruh dunia.

Konferensi Luar Biasa diselenggarakan sebagai respon cepat untuk menindak lanjuti insiden teror oleh Khaos Brigade bertepatan dengan Rating Game pertandingan fase grup Tim Sairaorg Bael Vs Diodora Astaroth. Konferensi sudah memasuki hari kedua waktu Bumi atau dunia manusia.

Seluruh Fraksi yang tergabung dalam Aliansi sedang dalam darurat perang. Setiap Fraksi kini tengah memperkuat pertahanan wilayah masing-masing, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan yang mungkin akan datang. Kesatuan militer mereka sedang dalam kondisi siaga level S, berbagai senjata tempur dan logistik perang tengah dipersiapkan. Pelindung yang mengelilingi wilayah sudah diperkuat dan sistem pendeteksi dini serangan pun ditambahkan pada titik-titik rawan hingga jumlahnya tiga kali lipat kondisi biasa.

Golongan-golongan lain dari berbagai mitologi minor pun juga bereaksi dengan respon yang sama. Mempersiapkan kesatuan militer dan memperkuat pertahanan wilayah masing-masing.

Sekarang konferensi sudah sampai ke penghujung dan saatnya pembacaan keputusan. Pembacaan putusan hasil sidang tidak hanya untuk internal anggota konferensi saja tetapi dinyatakan secara terbuka dan disiarkan secara langsung kepada seluruh penduduk Underworld pada khususnya sebagai korban, dan kepada seluruh dunia pada umumnya yang mungkin juga merasakan ancaman dan teror ini.

Tapi sebelum itu, Sirzech selaku perwakilan dari Fraksi Iblis akan menyatakan kesaksiannya atas apa yang telah terjadi. Karena dia bersama Maou lainnya berada di tempat kejadian perkara selama serangan teroris berlangsung.

Sirzech menempati podium lalu mengaktifkan mic. Semua bola mata dan lensa kamera tertuju padanya. Penyampaian kesaksian ini akan dilaporkan ke seluruh dunia.

"Kepada hadirin Konferensi Luar Biasa, kepada semua penduduk Underworld, dan kepada seluruh eksistensi-eksistensi supranatural yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Sekarang saya, Sirzech Gremory sebagai Maou yang membawa gelar Lucifer, dengan ini sebagai orang yang berada ditempat kejadian akan menyampaikan laporan insiden serangan teror terhadap Turnamen Rating Game yang sedang diselenggarakan di wilayah kekuasaan keluarga Archduke Agares serta semua hal dan informasi lainnya yang berkaitan dengan serangan teror itu.

Pertama dan yang paling penting, Saya melaporkan bahwa Underworld telah kehilangan salah satu keajaibannya yang sangat berharga peninggalan Satan Lucifer yang pertama, yaitu Pulau Langit Agreas. Semua rentetan kejadian yang direncanakan secara sempurna sejak awal oleh pemimpin teroris, sengaja ditujukan untuk mencuri Pulau Langit Agreas.

Nama yang paling bertanggung jawab atas semua serangan tersebut adalah musuh dari pihak oposisi pemerintahan Yondai Maou saat ini, Rizevim Livan Lucifer yang di masa lalu adalah pilar utama kekuatan Fraksi Old Satan pada Underworld's Civil War.

Eksistensinya muncul lagi ke dunia ini dengan satu tujuan, yaitu membangkitkan Trihexa [666] Sang Apocalypse Beast yang termaktub dalam kita Perjanjian Lama, untuk berbuat kerusakan dimana-mana dan menghancurkan seluruh dunia.

Dia dilaporkan telah mencuri Holy Grail atau Sacred Gear Longinus Sephiroth Graal dari salah satu vampire berdarah setengah keturunan bangsawan vampir Tepes saat berada di Rumania. Kemudian baru saja mencuri Pulau Langit Agreas. Yang mana keduanya mungkin sangat diperlukan dalam ritual kebangkitan binatang pengkiamat tersebut.

Bagaimanapun caranya, pergerakan Rizevim Livan Lucifer harus dihentikan.

Selain tentang dia, Saya juga akan memberikan kesaksian tentang nama-nama yang terlibat dalam aksi kejahatannya.

Crom Cruach, Laddon, dan Aži Dahāka, adalah tiga eksistensi Naga Jahat terkuat yang pernah ada di dunia. Mereka dibangkitkan oleh Rizevim dari alam kematian dengan Holy Grail yang telah dicurinya. Kemudian ada Ophis, Sang Ketidakbatasan Uroboros Dragon God, yang entah bagaimana caranya sangat tunduk terhadap Rizevim.

Belum ada informasi tentang bagaimana kronologis cerita Khaos Brigade yang mulanya diketahui dipimpin oleh Ophis dan sekarang tiba-tiba berganti pimpinan. Kemungkinan terbesar, Rizevim Livan Lucifer telah memanipulasi Ophis sedemikian rupa sehingga sejak awal dia lah yang memimpin Khaos Brigade sementara Ophis hanyalah maskot yang membawa nama besar Sang Ketidakbatasan.

Seluruh rangkaian insiden, termasuk serangan serdadu Fraksi Maou Lama dan Pasukan Naga Jahat diyakini adalah bagian dari rencananya untuk menciptakan kesempatan bagi dia mencuri Pulau Langit Agreas.

Kemudian yang ingin saya tekankan dalam kesaksian ini, aksi teror yang terjadi tidak hanya melibatkan masalah kalangan Iblis saja. Ya, kita bisa menganggap aksi Rizevim Livan Lucifer adalah masalah internal dunia iblis sebagai kelanjutan Civil War yang mungkin masih belum tuntas, walaupun aksinya itu juga membahayakan seluruh dunia.

Saya katakan sekali lagi bahwa serangan teror tidak hanya oleh Rizevim Livan Lucifer dan anak buahnya, akan tetapi ada keterlibatan orang dari luar. Ada dua orang yang terlibat dan identitasnya sudah diketahui. Nama mereka adalah Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata.

Menurut saya, keterlibatan itu adalah masalah baru yang harus segera ditindak lanjuti.

Mungkin masih segar dalam ingatan kalian semua tentang munculnya eksistensi baru saat dilangsungkannya pertemuan pemimpin Tiga Fraksi di Kota Kuoh, para manusia yang datang entah dari mana dan menamakan diri mereka... Konoha.

Pemimpin Konoha menyatakan bahwa tidak ingin terlibat masalah apapun dengan makhluk supranatural. Tetapi nyatanya, Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata yang benar-benar telah dipastikan kebenarannya berasal dari Konoha, telah melakukan penyusupan ke Underworld.

Kami sangat menyayangkan aksi mereka yang ternyata telah menyusup terlalu dalam, menjadikan diri mereka sebagai budak Evil Piece dari adik Maou Leviathan Sona Sitri, dan mencuri banyak informasi rahasia Aliansi. Mereka berdua juga diduga kuat berperan besar dalam rencana Rizevim Livan Lucifer mencuri Pulau Langit Agreas.

Setelah aksi penyusupan mereka terbongkar, belum berhenti sampai disana, mereka juga melukai banyak iblis. Termasuk diantaranya adik perempuanku, Rias Gremory dan budak-budaknya. Yang paling parah, mereka membuat Sona Sitri beserta Ratunya tak sadarkan diri dan koma hingga sekarang.

Itu adalah kejahatan berat karena berani menyerang anggota keluarga Maou.

Dan kejahatan mereka berdua yang paling berat adalah, mereka telah mengancam keselamatan seluruh tanah Underworld dan penduduknya. Aksi mereka ini disaksikan oleh seluruh iblis dan penduduk kota Auros dan mungkin dirasakan juga oleh semua orang. Mereka berdua menggunakan kekuatan Ophis untuk menciptakan serangan pemusnah yang hampir saja melenyapkan ras iblis.

Selain bekerjasama dengan Rizevim Livan Lucifer, Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata diduga memiliki sebuah tujuan akhir dan menyimpan rencana besar yang disinyalir membahayakan seluruh dunia.

Demikian kesaksian saya sampaikan dengan sebenar-benarnya tanpa mengurangi dan melebih-lebihkan. Saya menjamin ucapan tersebut dengan mempertaruhkan gelar saya sebagai Maou Lucifer.

Kemudian yang terakhir sebelum mengakhiri pernyataan saya, sebagai Maou pemimpin Underworld atas nama seluruh penduduk iblis yang merasakan banyak sekali kerugian akibat insiden ini serta sebagai kakak dari salah satu korban luka, menyatakan perlawanan terhadap Rizevim Livan Lucifer dan organisasinya Khaos Brigade serta menuntut diadilinya dua orang dari Konoha, Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata."

Setelah menyampaikan kesaksiannya, Sirzech mundur dari podium.

Sekarang adalah saat yang ditunggu-tunggu. Ketua Konferensi Luar Biasa menaiki podium, Michael Sang Tangan Kanan Tuhan yang memimpin Surga.

Mengingat Aliansi Tiga Fraksi dibentuk dengan tujuan perdamaian, sudah sewajarnya Michael didapuk menjadi juru bicara sekaligus ujung tombak persatuan Aliansi sebab nama baik Malaikat sebagai makhluk supranatural berhati baik, berbeda dengan Iblis dan Malaikat Jatuh yang selalu dilabeli dengan konotasi jahat. Hal ini tentu saja untuk menarik simpati berbagai mitologi diluar Aliansi, menarik kepercayaan bahwa Aliansi memang dibentuk dengan tujuan damai.

Michael memasang wajah ramah namun sarat ketegasan, dia menatap satu persatu hadirin di dalam ruang konferensi. Kemudian matanya tertuju pada salah satu kamera yang menyiarkan putusan sidang hasil konferensi secara live.

"Salam damai bagi semuanya dan semoga kita selalu dalam lindungan-nya. Baiklah, saya sebagai Ketua Konferensi Luar Biasa yang diselenggarakan untuk menindak lanjuti insiden teror sekaligus kudeta terhadap pemerintahan Yondai Maou Underworld, serta kasus pencurian Holy Grail dan Pulau Langit Agreas oleh organisasi Khaos Brigade, dengan ini akan membacakan surat keputusan hasil sidang.

Menimbang: Demi mempertahankan perdamaian dunia dan stabilitas kekuatan politik dan militer berbagai golongan dan ras makhluk supranatural yang telah ada sampai sekarang.

Mengingat: Kesaksian yang telah disampaikan oleh Maou Lucifer tentang insiden serangan teror oleh Khaos Brigade dan keterlibatan dua nama dari Fraksi Konoha. Pernyataan pemimpin Konoha Rokudaime Hatake Kakashi, ketika datang tak diundang pada saat pertemuan pertama para petinggi Aliansi di Kota Kuoh.

Memperhatikan: Situasi keamanan di berbagai wilayah yang semakin tidak terkendali.

Dengan ini Memutuskan dan Menetapkan bahwa:

Pertama. Aliansi Tiga Fraksi menyatakan secara mutlak terhitung mulai hari ini akan melakukan perlawanan dan perang terhadap Rizevim Livan Lucifer dan Organisasi Khaos Brigade. Rizevim Livan Lucifer harus dieksekusi mati untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan Khaos Brigade akan dibersihkan sampai tak bersisa. Sebagai tindak lanjut keputusan ini, Aliansi telah menambah personil, persenjataan, dan kekuatan militer kedalam Tim DxD yang sengaja dibentuk dua hari setelah aksi kejahatan Rizevim mencuri Holy Grail di Rumania. Walaupun Tim DxD telah kehilangan salah satu pilarnya, yaitu kelompok Sona Sitri, tetapi Aliansi yakin dengan tim yang sudah diperkuat ini, Khaos Brigade pasti berhasil ditumpas habis.

Kedua. Keputusan pertama juga berlaku terhadap siapapun dan kelompok manapun yang diketahui setelahnya ternyata ikut terlibat dalam aksi kejahatan dan teror yang dilakukan Khaos Brigade.

Ketiga. Dengan menjunjung asas Presumption of Innocence (praduga tak bersalah) dan untuk menghormati pernyataan yang telah diucapkan oleh Rokudaime Hokage Hatake Kakashi dari Fraksi Konoha, Aliansi menganggap bahwa Konoha tidak memiliki hubungan apapun dengan Khaos Brigade dan aksi kejahatan oleh Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata dilakukan atas kemauan sendiri terlepas dari tempatnya berasal. Akan tetapi, Aliansi meminta kerjasama dari Konoha agar sudi kiranya menyerahkan kedua orang tersebut tanpa syarat apapun untuk diadili berdasarkan hukum dan perundang-undangan pemerintahan Underworld yang merupakan tempat kejadian perkara.

Keempat. Keputusan ketiga pada hakikatnya adalah sebuah ultimatum. Ultimatum diberlakukan selama tiga hari terhitung sejak hari ini. Jika seandainya ultimatum tersebut tidak dipenuhi, maka Aliansi menganggap bahwa Konoha telah dengan sengaja terlibat dan memiliki hubungan khusus dengan Khaos Brigade. Sebagai konsekuensinya, Aliansi akan menyatakan perang kepada Fraksi Konoha.

Kelima. Jika seandainya Perang antara Aliansi dan Konoha benar-benar terjadi, maka kami memperingatkan kepada setiap warga Konoha akan segala akibat yang akan timbul oleh perang. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap setiap golongan dan fraksi yang mendukung dan bersekutu dengan Konoha.

Demikian Surat Keputusan ini saya sampaikan dengan sebenar-benarnya berdasarkan hasil keputusan sidang Konferensi Luar Biasa. Surat keputusan dinyatakan sah setelah ditanda tangani oleh semua perwakilan dan delegasi yang menjadi peserta sidang.

Dikeluarkan di Kota Lilith, Underworld. Pada hari ini tanggal 30 Maret, tertanda ketua sidang, Michael dari Fraksi Surga."

Michael membungkuk sekali lalu turun dari podium.

Dengan demikian serta merta sidang ditutup dan siaran langsung telah dihentikan. Semua lensa kamera yang mengambil gambar telah dimatikan.

Prok Prok Prok Prok...

Salah seorang peserta konferensi berdiri dan bertepuk tangan.

Dia, Azazel si Gubernur Malaikat Jatuh yang mewakili rasnya dalam konferensi ini.

"Ahhh, punggungku pegal tahu. Walau aku duduk disini cuma sebentar, tapi tetap saja tidak bagus untuk aku yang sudah tua ini."

Suasana tegang sedikit mencari akibat candaan basi yang dilontarkan Azazel.

Sontak delegasi dari 15 mitologi minor yang hadir menatap ke arahnya.

Azazel balas memicing, "Kenapa eh? Sudah sana, bubar! Tugas kalian sudah selesai."

Setelah mengembuskan nafas panjang dan wajah menunduk pasrah, satu persatu orang-orang tersebut keluar dari ruangan, para kru kamera pun seakan mengerti lalu dengan patuh ikut keluar sehingga hanya menyisakan tiga orang saja. Azazel, bersama Sirzech dan Michael.

"Sirzech, kau tampak cemberut. Kenapa huh? Bukannya ini yang kau inginkan?"

"Yah begitulah, Azazel. Tapi memasang ekrepsi memelas saat akhir kesaksian tadi membuatku merasa malu, seakan wibawaku sebagai Maou tercoreng hanya karena itu."

"Biar saja lah," nasehat Azazel. "Lagipula dengan begitu malah hasilnya lebih bagus."

Satu point penting yang harus dicatat dari adegan barusan, Konferensi Luar Biasa yang diselenggarakan hanyalah manipulasi yang dijadikan sebagai kedok untuk menutupi hal yang sebenarnya.

Aliansi dalam hal ini, terkhusus Sirzech, sangat ingin memulai perang dengan Konoha. Sehingga kesempatan terbongkarnya identitas Naruto dan Hinata yang berasal dari Konoha serta aksi brutal mereka berdua waktu di Kota Auros, dijadikan sebagai alasan untuk menyatakan perang.

Kalau perang dengan Khaos Brigade itu sudah pasti. Sudah diperkirakan sejak awal, Konoha tak akan mungkin mau menyerahkan Naruto dan Hinata begitu saja, akibatnya pasti berujung perang. Dengan menghubung-hubungkan Organisasi Teroris Khaos Brigade dengan Konoha, entah itu memang beneran ada hubungan atau tidak, yang jelas Konoha akan dicap sebagai Fraksi jahat oleh semua golongan. Secara tidak lansung, nama Aliansi sebagai juru damai akan selalu dicap baik. Jika demikian, terwujudnya Imperium of Bible tidak akan dilihat sebagai sebuah tindakan brutal dan otoriter serta merampas kemerdekaan bangsa lain tetapi akan dilihat sebagai sebuah perdamaian bagi seluruh dunia.

Itu lah yang Aliansi inginkan. Semua yang dilakukan merupakan hal umum dalam politik pencitraan. Yah, pencitraan. Siapa yang memegang kendali kuasa dan media, maka dia bebas membuat berita hoax demi keuntungan pribadi.

Pada awalnya, baik Sirzech maupun yang lainnya hanya menganggap Konoha sebagai kekuatan kecil yang bisa dengan mudah dihancurkan. Saat pertemuan dengan Odin di Surga enam minggu yang lalu, pak tua itu mengatakan dengan nada mengejek sambil tertawa tentang Konoha yang ingin melawan Imperium of Bible.

Tapi kenyataan yang terjadi baru-baru ini, dua orang dari Konoha ternyata mampu membunuh dua Dewa Top 10, memojokkan dua Maou Superdevil, serta hampir saja meluluh lantakkan seluruh Underworld dengan menggunakan kekuatan Ophis. Tentu saja mau tidak mau kejadian itu membuat Aliansi harus menanggapi Konoha dengan serius.

Tiga pria paruh baya itu pun beranjak keluar dari ruangan konferensi.

Selama berjalan di koridor, Michael hanya diam.

Sirzech membuka topik kecil, "Azazel, kau sudah melakukan sesuatu pada delegasi-delegasi itu?"

Maksud Sirzech adalah 15 orang delegasi yang datang sebagai utusan dari berbagai mitologi minor.

"Sudah. Mereka sudah kuberitahu, kuancam, agar mengikuti kemauan kita. Hahahaaaa."

"Oh, baguslah."

Sederhana saja, semenjak Aliansi dibentuk dan mulai menjalankan proyek Imperium of Bible lalu bekerjasana dengan Odin dari Mitologi Norse, dengan cepat banyak mitologi minor yang berhasil ditundukkan secara rahasia hanya menggunakan ancaman dan kata-kata. Setiap pemimpin maupun dewa dari mitologi-mitologi itu dibuat tidak berkutik dengan superioritas Aliansi dan Norse dalam hal kekuatan militer.

"Apa kau sudah memastikan bawa mereka bisa kita gunakan?" tanya Sirzech lagi.

"Ya. Saat perang nanti, kita bisa meminta mereka secara paksa untuk mengirimkan bantuan pasukan. Walaupun pasukan mereka lemah dan sedikit, tapi bisa digunakan sebagai umpan atau dikorbankan semau kita. Mereka tidak bisa membantah. Berani membantah, aku yang akan turun tangan membumi hanguskan tanah mereka sampai habis tak bersisa."

"Memangnya kau bisa membuktikan ancamanmu itu, Azazel?"

"Jangan meremehkanku hoi. Malaikat Jatuh punya banyak pasukan, selain itu penelitianku tentang Sacred Gear juga membawa banyak temuan baru."

"Ya sudah. Kupercayakan hal itu padamu."

Cukup dengan hal itu, Azazel pun mengalihkan topik. "Lalu bagaimana dengan Turnamen Rating Game? Masih belum selesai kan? Apa mau dilanjutkan dalam situasi darurat perang seperti sekarang ini?"

"Tentu saja tidak. Itu tidak penting."

"Lalu?"

"Dengan kuasaku sebagai Maou, aku akan memerintahkan penundaan Turnamen Rating Game dan juga memberlakukan wajib militer bagi setiap peserta. Aku tidak mungkin mengiming-imingkan kepada mereka dengan mengatakan sesuatu seperti menentukan peringkat dan juara berdasarkan peran serta dalam perang. Tapi cukup dengan pidato singkat, aku yakin bisa menarik semangat bertarung mereka. Lagipula, para tim peserta Rating Game kebanyakannya adalah iblis-iblis muda yang haus dan penasaran dengan perang yang sesungguhnya."

"Bah, dasar licik."

"Hahahaaa."

Tiga orang itu dengan santainya berjalan di koridor entah menuju kemana. Hening sejenak hingga akhirnya Azazel mengalihkan pembicaraan dengan topik lainnya lagi.

"Oh iya, bagaimana dengan Pulau Langit Agreas? Apa kau berniat mengambilnya kembali, Sirzech?"

"Tentu saja, tapi itu bukan prioritasku saat ini."

"Kenapa? Bukankah Pulau itu akan digunakan untuk membangkitkan Trihexa. Kalau sampai binatang itu bangkit, kita juga akan mendapat masalah merepotkan nantinya. Lagipula untuk benda sebesar Agreas, Rizevim pasti kesulitan menyembunyikannya. Kita bisa melacaknya dengan cepat dan mengambilnya kembali dengan segera."

"Ya, aku tahu." ucap Sirzech santai menanggapi usulan Azazel. "Tapi kita tidak bisa fokus dengan dua hal pada saat bersamaan. Lebih baik memburu Rizevim saja, dengan begitu kebangkitan Trihexa akan batal sendirinya. Yaaa aku sadar memburu Rizevim tidak akan gampang mengingat dia dilindungi orang kuat, tapi kita percayakan hal itu pada Tim DxD. Kita sebagai petinggi Aliansi, harus fokus pada perang."

Azazel mengangguk, "Kupikir kau ada benarnya, Sirzech."

Sirzech memasang ekspresi seakan ia baru mengingat sesuatu yang telah ia lupakan, "Aku lupa memberitahu kalian, Odin dan seluruh pasukannya akan memulai serangan ke Olympus hari ini, 6 jam dari sekarang."

Azazel tidak nampak terkejut, wajahnya biasa saja. "Ya, kita do'akan saja semoga pak Tua itu berhasil. Lalu bagaimana dengan Nirvana? Bukannya kita sudah menyepakati dengan Odin bahwa dia yang akan mengurus Olympus sedangkan kita yang mengurus Reliji Hindu-Buddha."

"Hmm, kalau itu kau tenang saja, Azazel. Aku sudah menjalankan rencanaku disana sejak dua minggu lalu. Kita cukup menunggu hasilnya saja. Informasi yang baru kudengar saat ini, situasi disana makin panas dan bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ini Civil War di Nirvana akan segera pecah."

"Yosh. Sampai saat ini, rencana besar kita berjalan dengan sangat sempurna."

Tiba-tiba Sirzech berhenti berjalan. Mau tidak mau dua orang yang mengikutinya tepaksa menghentikan langkah kaki mereka. Sirzech menopang dagu dengan punggung tangan kanan. "Tapi ada satu hal yang masih menganggu pikiranku."

"Apa?" Azazel membeo penasaran.

"Tujuan akhir Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata, menjadi makhluk lima dimensi."

Tentang makhluk lima dimensi, Serafall telah memberitahukan semua yang diketahuinya.

Tidak banyak teori yang menjelaskan tentang makhluk lima dimensi. Meksi begitu, sebagian besar sepakat menyatakan bahwa makhluk itu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa dinalar oleh otak dan tak akan bisa dideskripsikan dengan teknologi semutakhir apapun. Hampir semua hipotesis menyatakan kalau makhluk lima dimensi hanyalah fiksi ilmiah, suatu entitas khayalan yang hanya ada dalam imajinasi, tak pernah sekalipun terbuktikan keberadaannya secara ilmiah. Makhluk itu, tidak benar-benar ada.

Akan tetapi hal itu seolah menjadi kuat dan bisa diyakini kebenarannya setelah Serafall menjelaskan informasi yang dikatakan Hinata kepada semuanya.

Makhluk lima dimensi adalah makhluk yang tidak terikat dengan batasan dan aturan duniawi, lepas dari hukum-hukum fisika, tidak bisa dirinci dengan rumus-rumus matematika dan angka, tidak mengenal sejarah masa lalu maupun takdir masa depan. Makhluk lima dimensi tidak sama dengan semua makhluk yang pernah ada di dunia ini. Dia yang maha tahu dan maha kuasa. Dia Esa, bukan satu atau berapapun karena makhluk lima dimensi tidak berbilang dan tidak bisa dihitung. Bentuk dan wujudnya tidak dapat terdeksripsikan. Dia yang awal tanpa ada awalnya sekaligus yang akhir tanpa ada akhirnya, dia abadi tidak bisa mati. Ada dimana-mana dan tidak ada dimanapun sebab makhluk lima dimensi tidak bertempat. Ada kapanpun dan tidak ada kapanpun karena ia tidak terikat waktu. Mahkluk lima dimensi adalah eksistensi yang kekuasaannya mutlak tak terbantahkan, dia lah sosok yang mungkin bisa dianggap sebagai Tuhan yang sesungguhnya.

Dari Serafall, didapatkan informasi kalau Hinata sedang mengumpulkan empat artefak dari berbagai penjuru Universe agar dirinya bisa bertransformasi menjadi makhluk lima dimensi.

Anehnya, Michael yang sejak tadi diam tiba-tiba menyahut. Dengan wajah tenang dia berkata, "Tentang hal itu tidak usah dipikirkan. Lupakan saja!"

"Haaah?" Azazel mengernyit heran.

"Apa maksudmu?" sambung Sirzech.

Michael tersenyum simpul. "Coba kalian pikirkan lebih jeli. Jika seandainya Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata berhasil menjadi makhluk lima dimensi, maka berdasarkan informasi dari Serafall mereka berdua tidak akan menganggu urusan Aliansi. Aku menangkap dari teori itu kalau makhluk lima dimensi tidak akan lagi berhubungan dengan yang hidup, tidak akan lagi berhubungan dengan urusan duniawi. Tindakan paling jauh yang mereka lakukan setelah mencapai tujuan itu, pasti hanya ingin mengembalikan Konoha ke tempat asalnya. Bukankah Uzumaki Naruto telah mengatakannya dengan jelas saat kita dijebak oleh mereka dalam dimensi buatan waktu itu?"

Azazel dan Sirzech mengangguk. Lalu Michael melanjutkan hipotesisnya.

"Saat itu aku tidak sedikitpun merasa kalau kedua manusia itu berbohong, mereka seperti manusia biasa yang sangat jujur. Sehingga jika tujuannya tercapai, bukankah Imperium of Bible lebih mudah kita wujudkan? Kita tidak perlu bertarung melawan Uzumaki Naruto, Uzumaki Hinata, Uchiha Sasuke, maupun Hatake Kakashi yang sudah jelas kekuatan mereka tidak bisa kita pandang sebelah mata."

Mudah bagi Azazel dan Sirzech mencerna analisa itu. Kemudian Michael melanjutkan.

"Serafall juga mengatakan kalau Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata sedang mengumpulkan empat buat artefak dan mengincar Trihexa, dari sini aku menyimpulkan kalau artefak yang mereka incar di dunia ini tidak lain adalah Trihexa itu sendiri. Mungkin untuk alasan itulah mereka berdua bekerjasama dengan Rizevim. Jadi aku berani berasumsi, seandainya Rizevim berhasil mencapai tujuannya dan Trihexa telah bangkit, maka suami istri Uzumaki itu lah yang akan membereskannya sendiri. Kesimpulannya, kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang Trihexa sang binatang pengkiamat itu."

"Kalau memang seperti itu, artinya lebih baik kalau kita membantu kedua Uzumaki itu, iya kan?" tukas Azazel.

"Iya sih." Michael mengangguk. "Tapi jujur, walaupun aku membuat hipotesis seperti itu, aku tidak bisa menjamin kelancaran Imperium of Bible seandainya mereka menjadi makhluk lima dimensi. Bisa saja kan selain memulangkan Konoha ke tempat asal, mereka juga akan menghilangkan eksistensi Aliansi dan melenyapkan seluruh ras kita dari dunia ini hanya karena alasan sentimentil seperti ketidaksukaan, sekedar bermain-main, atau dendam sebab kita sudah menyatakan perang kepada Konoha. Sebagai makhluk lima dimensi, melakukan semua itu bahkan lebih mudah daripada mengedipkan mata. Oleh karena itu, ada baiknya tujuan mereka kita cegah."

"Iya juga ya." ungkap Sirzech sembari membuang nafas.

"Lalu apa kau sudah memikirkan sebuah tindakan untuk hal ini, Michael?" tanya Azazel.

"Tidak ada. Biarkan saja masalah ini mengalir dan menemukan penyelesaiannya sendiri. Hahahaaa."

Eh? Baik Sirzech maupun Azazel tiba-tiba merasa aneh dengan sikap Michael. Bukan karena tawanya, jarang-jarang Michael mau tertawa, tetapi karena...

"Hei, jadi untuk apa kau mengungkapkan semua isi pikiranmu tentang makhluk lima dimensi kepada kami kalau pada akhirnya kau memilih untuk tidak melakukan apa-apa?" tanya Azazel.

"Hm, itu...? Tidak ada maksud apa-apa. Anggap saja aku sedang curhat."

Azazel dan Sirzech geleng-geleng.

Aneh, Michael kali ini benar-benar aneh.

"Sudah-sudaaaaahhh!" ucap Michael. Dia menatap rekannya sesama malaikat yang kini telah jatuh, "Katamu pasukan utama kita sudah siap, aku ingin melihatnya secara langsung. Ayooo."

"Oke!" jawab Azazel, melupakan semua kejadian membosankan hari ini.

Sirzech pun ikut serta.

Mereka bertiga lenyap ditelan cahaya lingkaran sihir teleportasi.

.

-Svargaloka, Nirvana-

Tempat megah ini tentunya bukan sembarangan tempat. Hanya orang-orang tertentu dengan posisi tinggi saja yang diijinkan menginjakkan kakinya disini.

Ada banyak pulau melayang di atas awan, yang hampir setiap pulaunya mempunyai istana yang indah dan artistik dengan gaya khas arsitektur China kuno Era Dinasti Tang. Atap-atap bangunannya berwarna emas yang tersusun bertingkat-tingkat seperti Pagoda. Inilah Svargaloka, tempat tinggal para dewa di Negeri Kahyangan atau Nirvana. Di Svargaloka inilah terdapat pulau terbesar yang merupakan tempat tinggal Sakra atau yang lebih dikenal dengan nama Dewa Indra.

Di dalam istana, duduk seorang raja dengan gaya sombongnya. Dia adalah pemilik tempat ini, Sakra. Sosoknya pada saat ini tidak lagi dalam wujud laki-laki tua berkepala botak dengan pakaian santai aloha ala turis-turis yang berwisata di Hawai. Sosok aslinya adalah laki-laki berbadan kekar dengan empat lengan. Kulitnya berwarna merah. Pakaian glamour berhias emas yang dia kenakan menunjukkan kebesarannya, tak lupa mahkota megah yang menutupi kepalanya, menunjukkan bahwa dirinya lah Sang Svargapati Raja Surga yang memerintah seluruh Kahyangan.

Meksi dia Raja, namun tempat ini begitu sunyi. Tak ada seorangpun pelayan. Anggap saja dia tidak suka keramaian di sekitar singasananya.

Akan tetapi di hadapannya saat ini, tepat di bawah singasana yang ia duduki, berdiri seorang pemuda berkulit gelap-biru dengan mahkota berhias bulu ekor merak. Tangannya memegang suling.

Dia adalah Kresna, avatara atau inkarnasi kedelapan dari sepuluh avatara Sri Batara Mahadewa Vhisnu.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Indra, Kresna berdiri diatas lututnya.

"Yang Mulia Paduka Svargapati, hamba mohon pikirkan kembali tindakan Yang Mulia."

Sakra memasang wajah tak suka, "Hei hei heiii, apa urusanmu heh? Kau itu bukan warga negri Kahyangan yang kuperintah ini, tak perlu ikut campur."

"Ampun, Paduka. Hamba menghadap bukan sebagai diri sendiri tetapi sebagai utusan Baginda Sang Hyang Batara Sri Mahadewa Vhisnu dari Waikhunta. Beliau mengkhawatirkan Paduka dan situasi genting yang tengah melanda negri Kahyangan ini."

Sudah tiga hari Kresna berada di Nirvana. Ia menugaskan dirinya sendiri demi memenuhi rasa penasaran Dewa Vishnu untuk menyelidiki situasi di Nirvana serta mencari tahu apa keinginan dari Dewa Indra yang sebenarnya.

Hasilnya, Kresna mengantongi informasi bahwa Nirvana sedang dalam keadaan genting dan mungkin akan terjadi perang saudara.

Bercerita sedikit. Dahulu kala, sebelum Indra menduduki tahta Kahyangan, seringkali terjadi perang besar antara bangsa Adetya dan Detya. Adetya adalah cikal bakal para dewa-dewi Nirvana saat ini sedangkan Detya adalah para raksasa yang sangat kuat. Diceritakan dalam Kitab Adiparwa (bab pertama Mahabrata) tentang bangsa Adetya dan Detya bahu membahu dalam mencari Tirta Amertha yang terletak di dasar kedalaman samudra.

Pada jaman Satyayuga, Para Adetyta dan Detya bersidang di puncak gunung Mahameru untuk mencari cara guna mendapatkan air suci yang mampu membuat hidup mereka abadi, yaitu Tirta Amertha. Kemudian Sri Mahadewa Vishnu bersabda, 'Kalau kalian menghendaki Tirta Amertha, maka aduklah lautan Kserasagara sebab di dasar laut itu lah terdapat Tirta Amertha.'

Setelah mendengarnya, mereka semua pun pergi ke Laut Ksera. Karena tidak mungkin menyelam ke dalam laut Ksera yang sangat dalam, mereka semua memikirkan cara agar bisa mengambil air suci tersebut. Kemudian muncullah ide menggunakan gasing raksasa untuk mengaduk lautan. Gunung yang sangat tinggi bernama Gunung Mandaragiri yang menjulang di Pulau Sangka, di cabut oleh Sang Anantha Boga beserta isinya. Gunung itu dijatuhkan ke laut Ksera untuk. Kura-kura raksasa bernama Akupa yang konon merupakan penjelmaan Sri Mahadewa Vishnu terjun ke air dan menahan gunung tersebut dari bawah. Naga Basuki digunakan sebagai tali untuk membelit gunung itu sedangkan Dewa Indra yang merupakan pemimpin bangsa Adetya menduduki gunung dari atas agar tidak terbang. Sedangkan yang lainnya, para Adetyta dan Detyta (raksasa) menarik ekor Naga Basuki untuk memutarnya.

Akibatnya Lautan Ksera bergemuruh dan berputar hebat hingga terbentuk pusaran. Dari tengah pusaran itu lah berbagai dewa-dewi muncul, termasuk Dewa Dhanvantari yang membawa kendi berisi Tirta Amertha.

Para Adetya bergiliran meminum air Tirta Amertha sehingga mereka semua menjadi dewa yang abadi. Tersisa sedikit yang masih ada di dalam kendi sehingga para Detyta atau raksasa marah. Mereka dipimpin oleh Ashura meneriakkan hak mereka sehingga para dewa terpaksa memberikannya.

Para Deyta berpesta pora untuk keberhasilan mereka. Namun Sri Mahadewa Vishnu merasa bahwa para Detya tidak berhak atas air suci itu. Bangsa Detya adalah para raksasa yang menyimpan banyak sifat negatif, mereka suka berbuat kerusakan dan menebar ketakutan pada manusia.

Karena itulah, Sri Mahadewa Vhisnu mengubah dirinya dan menjelma menjadi seorang wanita cantik bernama Mohini. Ia pun melakukan tipu daya, semua Detya tertarik padanya dan kesempatan itu digunakan untuk mengambil kembali Tirta Amertha. Setelah berhasil, air suci keabadian itu dibawa lari dan disimpan di Nirvana.

Insiden itulah yang menjadi pemicu perang akbar yang sangat dahsyat dan berkepanjangan antara para Dewa (Adetya) yang dipimpin oleh Indra dengan para raksasa (Detya) yang dipimpin oleh Ashura.

Kedua bangsa tersebut sama-sama kuat dan sakti. Akibatnya, dampak perang tersebut membawa banyak sekali kehancuran. Ashura dan pasukannya seringkali menyerang Nirvana, membuat Indra kesulitan mempertahankan tempat tinggalnya.

Setelah pertempuran panjang, Indra akhirnya berhasil membunuh Ashura. Dia pun dinobatkan menjadi Raja Surga, Sang Svargapati yang memerintah seluruh kahyangan. Beberapa orang memberi dia julukan sebagai Dewa Perang, ada juga julukan Dewa Petir, Dewa Cuaca, Dewa Hujan karena kemampuannya mengendalikan langit. Di Kahyangan, dia memimpin delapan Wasu yang merupakan pilar utama kekuatan Reliji Hindu-Buddha.

Oleh Indra, beberapa bawahan Ashura yang masih tersisa, diampuni bahkan diberi tawaran untuk tinggal dan menjadi dewa di Nirvana. Sebagian besar menerima walau mereka harus menelan pil pahit kekalahan, diantaranya adalah Baruna dan Kuwera.

Dengan begitu, peperangan panjang antara Indra (golongan Adetya) dan Ashura (golongan Detya) pun berakhir. Sejak saat itulah, kedamaian tak pernah lepas dari Nirvana.

Akan tetapi, tiba-tiba entah bagaimana muasalnya, beberapa dewa mantan golongan Detya mulai membangkang. Mereka seringkali berbuat rusuh di Nirvana dengan mengatasnamakan ketidak adilan tentang golongan mereka di masa lalu.

Bahkan lebih parah daripada itu, mereka mengangkat problem tentang diskriminasi dalam hal pemujaan oleh para manusia penganut ajaran Hindu. Memang fakta kalau dewa-dewa asli kahyangan terlebih dewa Trimurti lebih banyak disembah dan diberi sesajen, ketimbang dewa mantan adetya yang kurang terkenal. Jadi, mereka menuntut penyamarataan.

Tapi sungguh, tuntutan itu sangat aneh. Bisa bayangkan, misalnya ada mentri biasa yang menuntut ingin sama terkenalnya dengan presiden atau raja? Begitulah kira-kira perumpamaannya.

Golongan Detya baru ini pun dengan cepat membesar. Jumlah dewa di Nirvana yang berasal dari golongan ini cukup banyak. Sekarang, kekuatan mereka sudah terkumpul dan lebih dari cukup untuk memulai peperangan panjang sebagaimana yang telah terjadi pada masa lalu antara Indra dengan Ashura.

Belum diketahui siapa pemimpin dan provokator dari golongan mantan Detya ini, tetapi situasi sekarang sudah sangat genting. Hawa-hawa peperangan antar dewa sudah tercium kuat.

Atas situasi inilah, Indra selaku Raja Nirvana mengeluarkan maklumat. Akan tetapi bukannya menenangkan, Indra malah membuat suasana makin panas dengan membuat Ultimatum yang isinya 'Jika kalian para Mantan Detya tetap membangkang dan tidak mau hengkang dari Nirvana dalam waktu lima hari, maka aku akan memusnahkan kalian semua'. Ultimatum itu sama saja dengan pengusiran atau pembantaian.

Sungguh, ternyata Indra benar-benar menginginkan perang. Wajar memang kalau mengingat bagaimana tabiatnya baru-baru ini, dia yang sedang dilanda kebosanan kronis, itu saja sudah cukup dijadikan alasan.

Civil War di dalam Reliji Hindu-Buddha sudah di ujung tanduk, hanya perlu menghitung jam saja lagi.

Jadi, untuk alasan itulah Sri Kresna berada di tempat ini, di depan Maharaja Svargapati Dewa Indra, meminta dewa itu agar memikirkan kembali keputusannya.

"Kalau begitu atas nama saya sendiri, Sri Kresna sebagai Avatara Kedelapan Sri Mahadewa Vishnu, memohon dengan sangat agar Paduka Yang Mulia membatalkan ultimatum itu. Baginda Mahadewa akan sedih kalau melihat sauradanya sendiri berkubang dalam peperangan lagi."

Sakra menghembuskan nafas bosan, "Sudahlah, lebih baik kau pulang saja anak kecil. Beritahu pada Vishnu kalau keputusanku sudah bulat. Juga katakan padanya untuk diam saja, jangan terlalu rempong dan suka mengurusi urusan orang lain, mengerti!?"

Kresna menunduk. Ia berpikir upaya membujuk Sakra gagal total. Dewa gundul itu nampaknya sangat keras kepala. Lagipula ia tidak hanya sekali atau dua kali ini saja memohon, ia sudah berbicara sejak satu hari yang lalu, berbicara dengan penuh hormat namun selalu ditanggapi Sakra dengan cuek dan sinis.

Kresna merasa sekarang sudah cukup. Ia harus pulang ke Waikhunta, menghadap kepada Sri Mahadewa Vishnu dan melaporkan semua yang ia ketahui tentang keadaan di Nirvana.

"Baiklah. Kalau begitu saya mohon undur diri, Paduka Yang Mulia."

"Hooo, bagus. Pergi saja sana. Kau masih ingat dimana pintu keluarnya kan?"

Kresna tak menyahut, dia diusir secara terang-terangan. Karena tidak ingin membuat keributan, ia pun berjalan mundur sembari membungkung, pamit dengan hormat, setelah sampai didekat pintu, barulah dia menegakkan badannya kembali. Dia menatap lekat dari jauh Sakra yang sedang bersiul-siul di Singasananya.

Sungguh, Kresna sangat menyayangkan keputusan ini. Jujur dia tidak ingin melihat perang. Sudah cukup di masa lalu, sebagai Avatara Vishnu sebelum diangkat menjadi dewa, ia berperang dengan berbagai makhluk jahat ketika masih kecil. Saat remaja ia menjadi pasukan kerajaan, hingga saat dewasapun ia masih sering berperang. Baginya perang hanya akan memberikan rasa pahit meskipun menang, ia hanya menambahkan kebencian didalam hati setiap musuh yang telah dikalahkan serta keturunan-keturunannya.

Kresna berbalik badan lalu keluar dari ruangan tersebut.

Kembali kepada Sakra, ia merasa tenang sekarang. Telinganya tidak lagi diganggu oleh ocehan anak-anak yang naif dan tak tahu apa-apa.

Sesaat berlalu, tiba-tiba Sakra melambai-lambaikan tangannya seperti memanggil seseorang,

"Hoihoihoiiii, sini, ayoooooo!"

Sosok yang dipanggil pun segera muncul. Muncul dari ketiadaan entah darimana dan bagaimana caranya. Wujud sosok itu berupa kera kecil berbulu emas yang memegang tongkat berwarna merah.

"Haaaaahhh" Sakra mendesah, "Kau makin lambat merespon panggilanku, Sun Wukong."

"Maafkan hamba, Sakra-sama."

"Iya iyaaa."

"Jadi ada perlu apa dengan hamba?"

"Aku ingin tanya dulu, kau itu kuat kan?"

"Hamba yakin dengan semua kekuatan ini. Kenapa bertanya seperti itu?"

"Kalau dibandingkan dengan anak kecil tadi, bagaimana?"

"Sri Kresna?"

"Ya."

"Kalau bertarung frontal berhadap-hadapan, hamba mungkin bisa menang walau pasti tubuh saya akan luka parah."

"Nah, kalau begitu kau serang dia dari belakang agar kau tidak terluka! Tikam sampai mati! Paham!?"

"HAH?" si monyet cebol sontak menganga.

"Tuh ada lalat mau lewat."

Seketika Sun Wukong menutup mulutnya lagi.

"Ghahahahaaaaaa." Sakra tertawa puas. Setidaknya sekarang ia masih bisa bercanda. "Kau turuti saja perintahku. Hanya kau satu-satunya yang kuyakin setia padaku."

"Iya tapi..."

"Tapi apaaaaaa hehh?"

"Bukannya Tuan sendiri yang memulai peperangan ini untuk menarik perhatian Sri Mahadewa Shiva lalu mengajaknya berduel?"

"Memang."

Itu adalah kebenaran dibalik kondisi pelik di Nirvana.

Sebenarnya Sakra lah yang berbuat ulah. Dengan akal liciknya, dia memanipulasi semua dewa-dewa di Nirvana, membaginya menjadi dua kubu yakni kubu para Dewa dan kubu mantan Detya. Ia ingin membuat kedua kubu berperang satu sama lain dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin kubu Dewa mantan Adetya. Dia juga menggunakan kematian Dewa Chandra dan menuduh bahwa golongan mantan Detya lah pelakunya.

Padahal Sakra tahu betul bahwa Chanda tewas karena serangan tombak True Longinus. Ia yang waktu itu baru pulang dari pesta pembukaan Rating Game dibuat terkejut. Ia langsung mengkonfirmasi kepada Hades, dan ternyata memang benar kalau Cao Cao telah berhasil kabur.

Sakra yakin Cao Cao tidak mungkin bisa bebas dengan sendirinya, tapi ada orang yang membantu. Meski sampai sekarang ia tidak tahu identitas orang itu. Namun Sakra tak ingin memikirkannya karena itu tak penting dalam rencananya. Ia menyadari bahwa ada kemampuan ilusi tingkat tinggi yang mengacaukan Nirvana saat kejadian sehingga tidak ada yang menyadari pertarungan antara Chandra dengan Cao Cao. Hal itu ia manfaatkan dengan memutar balikkan fakta dan menuduh kubu mantan Detya untuk memperpanas suasana.

Jawaban dari pertanyaan sebelumnya yaitu kenapa pemimpin atau provokator dari golongan Dewa mantan Detya tidak diketahui? Yaaa karena memang tidak ada pemimpin atau provokator. Sakra sendirilah yang melakukannya dengan licik.

Itu lah kronologis kekacauan yang terjadi di Nirvana. Nirvana yang selalu stabil secara politik dan militer lalu tiba-tiba saja menjadi kacau, tidak mungkin kalau tidak ada penyebabnya kan? Tidak mungkin kalau tidak ada orang yang dengan sengaja membuatnya menjadi kacau. Dan orang itu haruslah memiliki pengaruh sangat besar, tidak lain adalah Sakra sendiri.

Jika peperangan terjadi, Shiva sang Dewa Kehancuran pasti akan turun dari pertapaannya dan ikut bertarung. Para Detya adalah makhluk yang cenderung berbuat jahat dan bersifat negatif, begitu pula dengan Shiva. Faktanya saja, Rahwana si Raja Alengka yang durjana dan angkara murka adalah penyembah Dewa Shiva yang taat. Cerita itu jelas tertulis dalam epos pewayangan Ramayana.

Intinya, bagaimanapun caranya Sakra ingin sekali menantang Dewa Shiva.

"Lantas kenapa? Kenapa Tuan ingin hamba melenyapkan Kresna. Kalau itu dilakukan, Mahadewa Vishnu pasti akan langsung tahu sebab Kresna adalah avatara atau inkarnasinya. Saat Kresna mati, semua informasi dan ingatan yang tersimpan di dalam otak Kresna akan sampai kepada Mahadewa Vishnu. Dia akan tahu kalau hamba yang membunuh Kresna dan Tuan lah yang menyuruhku."

"Memang itu mauku." jawab Sakra cepat.

"Tapi... Tapi kalau itu terjadi, bukan tidak mungkin Dewa Vishnu akan melawanmu kan? Jika kau melawan Shiva dan Vishnu sekaligus, sangat mustahil kau bisa menang, Sakra-sama."

"Jiaaaah, kenapa kau berpikir begitu eh?"

"...?"

Sakra membungkuk dan menatap lurus tepat kedua bola mata si monyet yang lebih pendek darinya, "Dengar ya, Sun Wukong! Aku sama sekali tidak menginginkan kemenangan. Peperangan untuk menghilangkan rasa bosan memang keinginanku dan menantang Shiva bertarung adalah tujuanku, tapi itu dulu dan sekarang tidak lagi."

"...?"

Sakra menegakkan kembali badannya, "Berawal dari kedatangan Konoha ke dunia ini, lalu informasi yang berhasil aku curi dari Fraksi Iblis bahwa anak manusia emas dari Konoha yang aku lawan saat di Kyoto telah mengalahkan Ayahanda Sri Batara Mahadewa Brahma. Informasi ini diperkuat dengan ketiadaan Batara Brahma ditempat pertapaannya. Dari sana aku mulai menyadari bahwa sesuatu yang besar yang tidak aku ketahui sedang terjadi, yang bisa saja membuat Nirvana dan Reliji Hindu-Buddha sebentar lagi akan musnah. Bahkan jika kita semua, para dewa, Vishnu dan Shiva bersatu padu sekalipun aku ragu kita sanggung bertahan. Tidak ada alasan logis yang aku punya, ini hanya firasat. Ya, firasatku saja, tapi firasatku selalu berakhir dengan kebenaran. Oleh karena itu...,"

Kini Sakra menatap langit-langit dari singasananya, "... agar bisa bertahan di dunia yang fana ini atau setidaknya memperbesar peluang untuk survive, aku harus mencapai sesuatu. Sesuatu yang berada di tempat tertinggi yaitu Sang Hyang Widhi, Acintya Yang Maha Tunggal, The Only One."

.

.

.

-Mount Olympus-

Seperti tempat-tempat mitologis lainnya, tempat ini juga sangat mengagumkan, bagaikan keajaiban yang tak mungkin menjadi nyata bagi manusia. Namun ini nyata adanya.

Sebuah gunung yang tinggi menjulang dengan puncaknya yang menembus awan. Tidak diketahui dimana kaki gunung itu berada saking tebalnya awan di bawahnya. Puncak gunung itu terlihat jelas di bawah langit biru siang hari yang cerah.

Puncak gunung yang sangat besar dan luas ini ternyata adalah sebuah kota yang di huni oleh puluhan ribu penduduk. Ada banyak bangunan megah yang terbuat dari batu dan semen dengan arsitektur khas Yunani kuno. Paling depan, terdapat sebuah gerbang raksasa yang dijadikan simbol pintu masuk ke kota tersebut. Lebar gerbangnya mencapai 1000 hasta dan tingginya seperti menara tertinggi di Bumi.

Negri ini terlihat sangat damai.

Akan tetapi kedamaian itu telah habis saat ini juga.

Pada jarak sepuluh kilometer dari gerbang, muncul sebuah fenomena alam tidak biasa. Ada angin puyuh yang sangat besar dengan petir-petir yang menggelegar sambar menyambar. Jumlahnya ada banyak, bergerak menuju ke arah kota. Tapi fenomena alam tersebut berhenti karena terhalang oleh sesuatu.

Puncak Gunung Olympus di lindungi oleh sebuah penghalang untuk mencegah serangan. Penghalang tak terlihat ini menampakkan diri sebagai lapisan kubah berbentuk bola berwarna biru saat ada yang mencoba menembusnya secara paksa.

Fenomena alam yang aneh dan tiba-tiba terus menghantam dari arah luar. Ini bukan fenomena alam biasa, tampak kalau itu dibuat dengan sengaja dan membawa kekuatan magis yang sangat luar biasa.

Perlahan barrier berwarna biru mulai terkikis dan retak. Mulai berlubang, semakin banyak lubang dan membuatnya tidak stabil. Hingga akhirnya sepuluh menit kemudian, penghalang itu hancur lebur bersamaan dengan lenyapnya fenomena alam tadi.

Sunyi senyap melanda sejenak.

Kemudian disambung dengan munculnya sembilan lingkaran sihir raksasa berwarna emas. Hanya dengan melihat aksara-aksara dan jenis formula yang menyusunnya, bisa langsung diidentifikasi kalau itu memiliki ciri khas mantera sihir Norse.

Berbagai macam makhluk yang jumlahnya ribuan muncul secara bersamaan dari dalam lingkaran sihir. Keluar terus menerus tanpa henti selama satu menit. Setelah satu menit berakhir, sekeliling gunung Olympus telah dikepung oleh 250 ribu lebih pasukan perang.

Pasukan perang dari Norse. Para Asgardian dan semua bala tentaranya serta para Jotun atau raksasa. Tak lupa berbagai makhluk atau binatang mistik legendaris dari naga, kuda, banteng, hingga yang wujudnya tidak jelas seperti apa.

Ini berarti, peperangan akan segera terjadi.

Pada posisi tengah, ada singasana raksasa yang ditarik oleh kuda perang berkaki delapan, Sleipnir. Di atas singasana itu lah, duduk seorang kakek tua yang merupakan otak serangan. Dewa Ketua Norse, Odin.

"Ayah, aku merasa ada yang janggal disini meski aku sudah yakin akan peperangan yang sebentar lagi kita mulai."

Pertanyaan itu terlontar tadi mulut laki-laki gagah perkasa yang berada di samping singasana Odin. Orang itu tidak lain adalah sang panglima perang, putra pertama Odin, Dewa terkuat dari Norse, Thor.

"Memang apa yang mengganggu pikiranmu, wahai anakku?"

"Ini bukan karena kalung Brissingament milik Dewi Freya yang dicuri Zeus kan? Lagipula meski ada bukti, untuk apa Zeus mencuri kalung itu?"

"Ya."

"Kupikir ini juga bukan karena kita dan mereka menginginkan peperangan dari lubuk hati terdalam. Pasti lebih dari itu, iya kan?"

"Pemikiranmu tidak salah, Anakku."

Mari bercerita sedikit. Kasus hilangnya kalung Brissingament yang sangat berharga bagi Dewi Freya berujung tuntutan kepada Olympus setelah terkumpul bukti kuat kalau Zeus lah yang mencuri permata itu. Alibinya kuat meski motifnya masih samar. Namun tuntutan pihak Asgard tidak ditanggapi dengan benar oleh Olympus, permintaan mereka agar Zeus datang langsung dan mengembalikan kalung itu tidak dikabulkan. Olympus malah beralasan kalau Zeus sedang tidak ada di tempat, bahkan tidak diketahui keberadaannya.

Para Asgard tidak percaya akan hal itu. Konflik memanas setelah Para Dewa Asgard mengeluarkan ultimatum tiga hari yang lalu kalau tuntutannya tidak dipenuhi, maka para Asgardian akan menyerang.

Sampai hari ini, ultimatum itu tidak dipenuhi. Para Dewa Asgard pun benar-benar menepati kata-katanya untuk menyerang. Perang mungkin saja dimulai beberapa menit lagi.

Konflik itulah yang besar di permukaan. Berawal dari kasus kecil yang dengan sengaja dibesar-besarkan. Sesungguhnya baik Norse maupun Olympus sama-sama sadar bahwa memang ada keinginan dari dasar hati untuk berperang. Jelas sekali ada oknum-oknum tertentu yang sengaja menginginkan hal ini terjadi.

Benar, ada orang dari masing-masing kubu yang pada dasarnya memang menginginkan sebuah peperangan, bukan penyelesaian. Menurut mereka, perang itu laksana permainan yang sangat mengasyikkan. Tentu keinginan mereka punya landasan dan tujuan sendiri-sendiri, baik itu untuk kepentingan pribadi atau hanya sekedar untuk kesenangan. Seperti Odin ini contohnya.

"Jadi, kalau Ayah memang menginginkan perang ini, apa sebenarnya tujuan Ayah?"

Thor bertanya dengan serius. Ia tidak ingin hanya menjadi pion perang disini, ia ingin tahu apa sebenarnya yang harus ia perjuangkan? Untuk apa ia memenangkan perang ini? Setidaknya Thor bisa menyakinkan dirinya kalau ia berperang bukan untuk tujuan yang tidak jelas.

"Baiklah, Ayah akan menceritakan sesuatu."

"Aku akan mendengarnya baik-baik."

Odin menatap ke depan, menatap kota besar dipuncak gunung yang hendak ia serbu sebentar lagi. "Pohon Yggdrasil, pohon dunia yang menopang seluruh wilayah Mitologi Norse dan menghubungkan kesembilan dunianya, sebentar lagi akan mati."

"APA?" Thor menganga.

"Hei, jangan terkejut begitu, Anakku."

"Tapi... Ini berarti...?"

"Begitulah." Odin seakan membenarkan isi pikiran putranya. "Sebentar lagi Norse akan berakhir. Matinya pohon Yggdrasil artinya keruntuhan bagi Asgard, Vanaheim, dan tujuh dunia lainnya. Dengan kata lain kita semua akan binasa."

"Bukankah Ragnarok yang akan mengakhiri Norse nantinya? Yang akan merusak Pohon Yggdrasil. Itu sudah ramalannya kan? Tidak ada cerita yang menyinggung tentang Pohon Yggdrasil yang bisa mati dengan sendirinya."

"Memang begitu seharusnya. Tapi ramalan tidak selalu benar kan? "

"Lantas bagaimana Ayah bisa berkata seperti itu?"

"Apa kau lupa kalau Ayah adalah keturunan seekor sapi bernama Audhumbla? Dalam cerita awal penciptaan dunia menurut mitologi kita, sapi itu adalah makhluk hidup pertama yang tercipta sebelum makhluk lainnya ada, bahkan sebelum pohon Yggdrasil tumbuh dari jurang besar tanpa dasar yang disebut Abyss. Pohon Yggdrasil lalu tumbuh menjadi sangat besar hingga sanggup menopang sembilan dunia yaitu Asgard, Vanaheim, Alfheim, Midgard, Jotumheimr, Svartalfheim, Niddhavellir, Nilfheim, dan Muspellheim. Sebagai keturunan terdekat dari Audhumbla yang masih hidup saat Pohon Yggdrasil sudah tumbuh besar dan mampu menopang sembilan dunia, Ayah menggantungkan diri secara terbalik di puncak pohon sambil menusuk diri sendiri dengan tombak Gungnir. Setelah sembilan hari sembilan malam, Ayah mendapatkan pemahaman tentang 24 Rune, rahasia alam semesta. Oleh sebab itu lah Ayah juga dikenal sebagai Dewa Pengetahuan."

"Apakah dalam Rune itu ada membahas tentang hal ini?"

"Tepat sekali. Sesuatu yang ada awal mulanya pasti juga ada akhirnya, itulah sifat makhluk. Termasuk Pohon Yggdrasil. Salah satu Rune itu berisi informasi tentang tanda-tanda sekaratnya Pohon Yggdrasil. Aku tidak tahu apa penyebab sekaratnya pohon itu, tapi kupikir karena pohon itu memang sudah sangat tua, sudah sewajarnya akan mati. Yaaah, mungkin saja itu menjadi pertanda kalau dunia hendak kiamat, bukan hanya Norse saja tapi seluruh dunia."

"Sejak kapan?"

"Belum lama. Baru beberapa bulan ini aku menyadari kalau Pohon Yggdrasil telah sekarat. Tepatnya bersamaan dengan datangnya orang-orang Konoha dari dunia lain."

"Baiklah. Aku paham, Ayah." Bahu Thor turun, kini ia lebih tenang setelah mendengar kejutan dari ayahnya tadi. "Tapi kenapa kau setenang itu? Untuk apa perang ini? Dan kenapa juga kita bekerjasama dengan Aliansi Tiga Fraksi Injil? Ini semua hanya akan sia-sia, toh sebentar lagi kita akan lenyap bersama matinya pohon Yggdrasil. Dan terakhir, apa hubungannya ini dengan Konoha?"

"Hei hei heiii, jangan memberondong Ayah dengan banyak pertanyaan sekaligus seperti itu."

"..."

"Oke, akan Ayah jawab satu persatu." Odin menyamankan diri duduk di singasananya. Pasukan besar yang ia pimpin masih belum bergerak secentipun setelah tiba di dekat Gunung Olympus. Ia belum mengeluarkan perintah menyerang.

"Umm, Ayah mulai dari Konoha dulu. Tidak ada yang spesial dari mereka. Ayah yakin sama sekali tidak ada hubungan antara Pohon Yggdrasil yang sekarat dengan kemunculan Konoha. Kalau pun dihubung-hubungkan, paling jauh Ayah hanya menganggap bahwa datangnya Konoha ke dunia ini adalah sebagai penegas akan adanya sesuatu yang sebentar lagi akan berakhir, seperti Pohon Yggdrasil. Mungkin, hahaaa."

Untuk hal ini, Thor sama sekali tidak mengerti.

"Tentang kerjasama dengan Aliansi Injil, itu hanya untuk mengamankan perang ini. Maksudku agar tidak ada yang mengganggu kita meruntuhkan Gunung Olympus, membiarkan aliansi mengurus Nirvana, Khaos Brigade dan hal-hal lainnya. Lagipula mana mungkin Ayah menginginkan hal kekanak-kanakan seperti 'menuliskan nama dewa-dewa Norse di dalam Al-Kitab'. Tidak mungkin Ayah merendahkan mitologi sendiri di bawah kitab agama lain. Terlebih lagi, kita akan berakhir bersamaan dengan matinya Pohon Yggdrasil, jadi kalaupun rencana Imperium of Bible terwujud maka ujungnya hanya akan sia-sia belaka bagi kita. Anggap saja Ayah memanfaatkan mereka."

Odin mengusap janggut putihnya yang panjang sampai kaki.

"Perang ini Ayah lakukan untuk mendapatkan sebuah artefak yang tersimpan di dasar Gunung Olympus. Untuk mengambilnya, tentu harus dengan menghancurkan gunung itu lebih dahulu."

"Artefak apa?"

"Artefak yang merupakan sebuah senjata. Dahulu kala selama perang Titanomachy antara Para Dewa Olympian yang dipimpin Zeus melawan para Titan atau raksasa yang dipimpin Kronos, ada seorang Titan yang sangat kuat. Titan itu berkulit ungu, namanya Thanos. Zeus sangat kesulitan mengalahkannya karena Thanos memiliki senjata yang sangat hebat, tapi ia menggunakan cara licik sehingga berhasil mengalahkan Thanos. Zeus merampas senjata milik Titan itu lalu menyimpannya di dasar Gunung Olympus. Senjata itu dinamakan Infinity Gauntlet, sebuah sarung tangan emas yang didalamnya tertanam enam permata hebat yang disebut Infinity Gems."

"Untuk apa senjata itu? Senjata tidak akan bisa menghentikan kematian Pohon Yggdrasil kan?"

"Siapa bilang Ayah ingin melakukan itu. Kematian Pohon Yggdrasil tidak akan bisa dicegah dengan cara apapun."

"Lantas?"

"Ayah mengatakan tadi kan kalau didalam Infinity Gauntlet ada permata Infinity Gems?"

Thor mengangguk.

"Permata itu secara berurutan adalah Space Gem yang diambil dari relic berbentuk kubus bernama Tessaract, Mind Gem dari Tongkat Sceptre, Power Gem yang ada dalam sebuah Orb, lalu Reality Gem dari cairan bernama Aether. Dua lagi ada Time Gem dan Soul Gem yang Ayah lupa darimana asalnya."

"Ayah menginginkan semua permatanya?"

Odin menggeleng, "Tidak. Ayah hanya ingin satu saja, Time Gem."

"Untuk?"

"Time Gem punya kemampuan untuk bergerak didalam alur waktu. Ayah ingin menggunakannya untuk suatu hal."

"Pergi ke masa lalu?" tebak Thor.

"Hahaaaaa." Odin tertawa akan pertanyaan putranya. "Tidak, itu mustahil. Konsep waktu sangat lah rumit. Tidak ada yang namanya penjelajah waktu, yang bisa sesuka hati pergi ke masa lalu dan masa depan. Massa lalu dan sejarah tidak bisa dirubah karena yang sudah terjadi tidak bisa dikembalikan, kita ada di masa kini, dan masa depan memiliki kemungkinan tak terbatas dan tidak ada seorangpun yang mengetahui. Kalau ada orang yang memaksakan pergi melawan waktu, dia hanya akan mendapati dirinya terjebak dalam rumitnya alur waktu dan tidak akan pernah bisa kembali ke masa asalnya. Itu karena adanya mekanisme hebat dari pohon takdir. Tapi..."

"Hm?"

"Meski tidak ada orang yang bisa pergi ke masa lalu, tapi informasi bisa dikirim melintasi batas-batas waktu, sama halnya dengan telepon atau internet yang digunakan untuk menghapus batas-batas jarak. Dengan kemampuan Time Gem itu lah, Ayah akan mengirimkan informasi ke masa lalu."

Thor masih bingung, ia belum dapat menebak apa tujuan ayahnya.

"Ayah ingin mengirim segala informasi dan pengetahuan dari otak Ayah di masa ini kepada Odin di masa lalu saat dunia baru saja diciptakan. Seperti yang Ayah katakan, masa lalu tidak dapat diubah jadi kita yang disini akan tetap seperti ini hingga akhirnya mati tidak lama lagi. Namun Odin di masa lalu yang telah mendapatkan banyak pengetahuan tentang masa sekarang, akan menggunakannya sebaik mungkin agar menjalani takdir yang jauh berbeda dengan kita. Di dimensi paralel dari dunia ini, takdir menyenangkan menunggu Odin dan seluruh Norse. Bahkan tidak mustahil, Odin 'yang lain' itu akan membuat Norse berjaya dari awal hingga akhir jaman sebagai mitologi tunggal, tidak ada penganut ajaran Injil yang menggerus bangsa Viking di Eropa Utara yang mempercayai kita. Intinya, Ayah hanya tidak ingin egois dengan Odin 'lain' dari dimensi waktu yang menjalani takdir yang berbeda. Pada akhirnya, semua yang ayah lakukan hanyalah untuk kejayaan Norse."

Sekarang, Thor sudah bisa menarik sudut bibirnya. Ia tahu untuk apa dia berperang, yaitu untuk dirinya di masa yang lain.

"Tapi satu yang aku masih heran, Ayah. Bagaimana bisa ayah mengumpulkan pasukan sebesar ini?" tanya Thor dengan kening mengkerut.

Pasukan yang dibawa Odin sangatlah besar. Tidak hanya para Dewa-Dewa Asgardian atau dewa utama (Aesir) saja. Para Dewa Vanir (dewa-dewi kecil) dari Vaneheim juga ikut. Ada bala tentara valkirie, para peri putih Elf dari Alfheim dan peri hitam Dark Elf dari Svartalheim, hingga para raksasa dari Jotunheim, raksasa es atau Frost Giant yang berasal dari Nilfheim dan Para Surt atau raksasa api-lava dari Muspellheim. Para Kurcaci dari Niddhavellir pun, walau tidak ikut maju ke medan perang, tapi mereka lah yang menyediakan logistic perang dan membuatkan semua persenjataan secara cuma-cuma.

Setiap penduduk dari sembilan dunia yang ditopang Pohon Yggdrasil ikut dalam penyerbuan ke Gunung Olympus, padahal di masa lalu antar sembilan dunia ini saling berperang.

Hal yang sangat aneh ketika mereka yang dulunya saling bermusuhan kini malah bekerja sama. Thrym yang memimpin para Jotun punya hubungan sangat buruk dengan Thor, bahkan Para Asrgardian yang telah berdamai dengan ras Vanir seringkali berperang melawan para raksasa itu. Begitupula dengan Malekhit, pemimpin para Dark Elf yang pernah berperang dengan Bor, ayah dari Odin. Para Kurcaci atau Dwarf aslinya bertabiat rakus akan berpihak kepada siapa saja dan membuatkan senjata perang asal memberi mereka harta.

Odin menjawab kebingungan putranya, "Ahahahaaaa, gampang saja. Ayah mengundang pemimpin dari setiap ras secara rahasia ke puncak pohon Yggdrasil yang berada di langit Asgard. Ayah tunjukkan pada mereka yang sebenarnya bahwa pohon dunia ini sebentar lagi akan mati. Jadi Ayah katakan kepada mereka 'Ayoo kita bersenang-senang di sisa hidup kita ini, berperang dan berbuat kerusakan demi menuntaskan hasrat terdalam kita akan pertarungan. Tapi biar seru, bagaimana kalau perang kali ini tidak hanya antar kita saja tapi menyeret kehancuran mitologi lain, Olympus misalnya.' Mereka menganga terkejut karena mendengarnya, lalu Ayah berkata lagi 'Kalau kita bersatu dan bersenang-senang bersama, meruntuhkan Olympus jadi perkara mudah'. Spontan, mereka mengangguk setuju dan tertawa renyah. Yah, intinya sisa waktu hidup yang sebentar ini sudah seharusnya dihabiskan dengan bersenang-senang kan?"

Thor mengangguk membenarkan. Dia tersenyum miring, para dewa dan orang-orang disekitarnya meskipun sudah hidup sangat lama tapi kelakuan dan pola pikirnya tidak lebih dari anak-anak. Ah, ia juga merasa dirinya sama saja.

"Anakku, Ayah yang akan mengurus Poseidon. Aku ingin menantangnya sebagai sesama Dewa penguasa lautan. Kau..., habisi dewa-dewa Olympian yang lain!"

"Tidak masalah bagiku, Ayah."

Odin berdiri dari singasana lalu mengacungkan tombak Gungnir ke depan, tepat ke Gunung Olympus. Dia berteriak kepada seluruh bala tentaranya.

"Ayooooo. Demi harga diri dan kejayaan Norse, seraaaaaangg!"

Thor memukulkan Palu Mjölnir di udara, petir kecil keluar dan merambat cepat ke udara. Awan hitam pekat yang mengerikan seketika terbentuk di atas Gunung Olympus. Percikan-percikan listrik biru saling bersahutan.

rumblerumblerumblerumblerumble

lalu...

JJDDDUUUUAAAAAAAARRR!

Badai petir raksasa menghantam seluruh puncak Gunung Olympun tanpa ampun.

Perang antara Norse dan Olympus, para Asgardian dan bala tentaranya melawan para Olympian, Utara dan Selatan Eropa...

Di mulai sekarang!

Akan kah Odin berhasil menulis ulang sejarah dan menciptakan takdir baru? semua itu tergantung pada perang ini.

.

.

.

-Londong, Inggris-

Sebuah sudut kota terdapat cafe kecil, lima orang berpakaian aneh plus seekor anjing besar berbulu abu-abu sedang berkumpul disana. Orang-orang yang melihatnya pasti mengira mereka tengah bercosplay ala anime. Nyatanya mereka hanya ingin bersantai.

Mereka sebuah kelompok kecil.

Wanita berpakaian seksi sedang ribut dan mengocehkan hal tak jelas dengan pemuda berambut pendek yang memegang sebilah tongkat. Sementara itu, si gadis kecil bermain kuda-kudaan (baca: anjing-anjingan) menunggangi si anjing besar.

Hanya dua laki-laki yang tampak serius. Duduk berhadapan di meja berbentuk bundar dengan sepiring kecil dessert dan segelas cola.

Si laki-laki berkaca mata berambut pirang panjang dengan setelan jas bisnis bertanya kepada si laki-laki berambut perak, "Vali, kau sudah memutuskan tindakan kelompok kita?"

"Sebenarnya belum."

"Kau masih bingung?"

"Begitulah, Arthur."

"Tentang maksud sebenarnya tindakan Naruto?"

"Apalagi kalau bukan itu heh?"

Kelompok ini punya hubungan cukup dekat dengan Tim 7 orang yang dipimpin Naruto. Bahkan Vali sempat beberapa lama dilatih oleh Naruto untuk menyempurnakan kekuatannya. Semua latihan itu Vali jalani hanya untuk satu tujuan, agar dirinya bisa membunuh seseorang yang sangat dibencinya, Rizevim Livan Lucifer.

Vali dan yang lainnya tidak mengetahui pasti apa tujuan Naruto, tapi mereka berteman cukup dekat, bahkan pernah berpetualan bersama di dunia lain. Tak dapat dipungkiri kalau hal itu terasa amat menyenangkan bagi mereka, walau harus diakhiri dengan sedikit insiden kecil antara Naruto dan Hinata.

Ikatan pertemanan mereka didasari oleh saling tolong dan saling percaya, itu pun sudah menjadi dasar yang sangat kuat. Tapi untuk saat ini, semua orang di kelompok Vali merasa sedikit tidak nyaman, katakanlah prihatin, dengan kelompok Naruto. Mereka tidak mengerti dengan yang sebenarnya terjadi. Tentang Sona dan Tsubaki yang dikhianati, Sasuke dan Sakura yang sibuk di Konoha hingga tak pernah kelihatan lagi batang hidungnya, dan yang paling tak habis pikir adalah Naruto dan Hinata yang ikut Rizevim, parahnya lagi Ophis malah jadi piaraan pak tua itu. Padahal suami istri itu tahu kalau Vali sangat membenci Rizevim di setiap tarikan nafasnya dan ingin sekali membunuhnya.

Jelas, mereka merasa kondisi saat ini sedang kacau. Ditambah lagi peperangan besar yang terjadi di hampir seluruh dunia. Sungguh, ini membuat kelompok mereka seperti kehilangan peran dalam cerita.

Tiba-tiba Kuroka duduk dikursi, persis di samping Arthur sembari menghentakkan tangan ke meja.

"Aku percaya pada Naruto-san." ucap Kuroka tegas.

"Jangan lupakan aku!" seru Le Fay yang masih duduk menunggangi Fenrir. "Aku mempercayai apapun yang dilakukan Naruto-niisama." katanya dengan ekspresi penuh haru.

Tentu saja, masih melekat kuat dalam ingatan Le Fay ketika Naruto hampir saja kehilangan nyawa demi menyelamatkan dirinya dari hujan peluru ketika bermain Game kematian di dunia virtual Gun Gale Online (GGO).

"Aku juga inginnya begitu." kata Vali. "Tapi..."

"Tapi apa eh?" tanya Bikou.

"Entahlah." Vali menggendikkan bahu, ia masih bingung, ada setitik keraguan dalam hatinya.

Wajah Arthur tiba-tiba menjadi cerah seperti ia telah mendapatkan pemikiran hebat, "Anggap saja begini, Uzumaki-kun sedang membuatkan jalan bagimu untuk mendekati Rizevim. Bukan kah itu berita baik untukmu, Vali."

Vali terkekeh pelan, "Baik. Aku akan menganggapnya begitu. Lagipula aku tidak bisa berpikir kalau kedua Uzumaki itu berkhianat, meskipun dia baru saja mengkhianati putri dari keluarga Sitri. Entah kenapa aku sulit percaya akan hal itu, dan kupikir kelompok mereka memang sudah merencanakan sesuatu."

"Jadi?"

Ucapan Arthur membuat semua orang menatap Vali, menuntut ketua mereka mengambil keputusan sekarang juga.

Vali balas menyeringai pada semua anggota kelompoknya, "Kita akan ikut serta meramaikan perang. Kalian puas?"

Bikou, Arthur, Kuroka, dan Le Fay tersenyum cerah. Entah bagaimanapun, pilihan ini terasa sangat menarik. Daripada berdiam diri saja tanpa melakukan apa-apa, benar kan?

.

.

.

-Dimensional Gap-

Celah dimensi?

Bukan, lebih tepatnya ini adalah dimensi ruang buatan yang melayang di celah dimensi dan dilingdungi kekkai khusus agar tidak terlihat yang sengaja diciptakan untuk menyembunyikan barang hasil curian, Pulau Langit Agreas.

Dari segi koordinat, entah dimana letak persisnya. Bisa saja dekat dunia manusia, Underwolrd, Surga, atau mungkin dekat dengan tempat mitologis tertentu. Siapa yang tahu kan?

Kesebuah ruangan, entah ruangan apa ini namanya, sangat luas dan letaknya di bawah tanah Agreas.

Sungguh, Naruto dibuat sakit kepala berada di tempat ini.

Bagaimana tidak? Si kakek tua Rizevim terus saja mengoceh tidak jelas, mencari-cari perhatian atau paling parah tertawa sendiri seperti orang gila.

"Merasa enakan, Anata?"

Hinata bertanya sembari memijat pelipis suaminya.

"Yah, emmh. Teruskan."

"Ha'i."

Naruto menyamankan diri, duduk di sofa empuk dengan sang istri yang memijat kepalanya.

"Orang tua itu, apa dia tidak bisa diam semenit saja?"

Lagi, Naruto mengeluh.

Hinata diam saja, tak ingin bersuara menanggapi.

Ada hal kenapa Rizevim bisa kesenangan begitu. Sebabnya simpel, belum lama ini dia berhasil menghidupkan kembali Naga Jahat lainnya menggunakan Holy Grail. Selain Crom Cruach, Laddon, dan Aži Dahāka, kini telah ada Sang Abyss Rage Dragon Niđhöggr dari mitologi Norse dan Eclipse Dragon atau Naga Gerhana Aphopis. Kekuatan yang dibangun Rizevim semakin besar dengan nama-nama itu, belum lagi pasukan naga jahat yang jumlahnya puluhan ribu. Sempat Rizevim ingin membangkitkan Yamata no Orochi si Venom Blood Dragon, tapi ternyata roh naga jahat itu sudah tidak ada di tempatnya lagi sehingga Rizevim membatalkan niatnya.

Dan yang paling membuat Rizevim senang adalah...

Ini!

Seekor makhluk raksasa yang tidak jelas bentuknya. Dia seperti campuran dari berbagai karakteristik binatang yang berbeda-beda, punya ciri seperti singa, macan, beruang, naga dan lain-lain. Memiliki tujuh leher dan tujuh kepala serta sepuluh tanduk. Ekornya tebal dan panjang. Mempunyai empat lengan depan yang besar dan dua kaki yang jauh lebih besar lagi. Jika dibandingkan dengan Great Red, binatang ini ratusan meter lebih besar.

Binatang itu adalah...

Trihexa [666].

Rizevim baru saja selesai memindahkan lokasinya dari ujung semesta ke ruang bawah tanah di dalam pulau Agreas ini. Binatang itu masih tertidur, eksistensinya masih tersegel. Pekerjaan Rizevim selanjutnya adalah mengancurkan segel-segel yang dibuat oleh The God of Bible itu, lalu membangunkan dia dari tidurnya. Setelahnya, Rizevim bisa sesuka hati berbuat kerusakan dimuka bumi, katanya dia ingin bersenang-senang dan menyerang ke dunia lain.

Naruto merasa miris. Bisa-bisanya ada orang tua berkelakuan seperti itu. Harusnya kan kalau sudah bau tanah, lebih banyak berbuat baik sebagai persiapan kehidupan akhirat nanti, bukannya berbuat jahat.

Membuang nafas panjang, Naruto mengalihkan pandangan matanya dari Trihexa ke wajah istrinya yang sangat elok.

"Nee, Hinata. Tidak bisa ya kita melakukannya sekarang?"

"Tidak, Anata. Kita perlu binatang pengkiamat itu hidup-hidup dan bangkit sempurna untuk dijadikan artefak terakhir."

"Jadi kita masih harus bersabar menunggu?"

"Mau bagaimana lagi kan? Biarkan saja Rizevim menyelesaikan pekerjaannya dulu."

"Ya sudah, baiklah."

Naruto menyamankan punggungnya di sandaran Sofa.

Hinata berhenti memijat pelipis suaminya. "Anata."

"Hm?"

"Kita sama-sama tahu kan situasi di dunia ini sekarang seperti apa?"

"Maksudmu, situasi darurat perang."

Hinata mengangguk.

"Lantas?" Naruto belum bisa menebak apa yang sedang dipikirkan istrinya.

"Apa tidak masalah kita tidak ikut? Maksudku, membiarkan teman-teman dan keluarga kita di Konoha berperang tanpa kita?"

Naruto mendesahkan nafas, dia mendongak sembari punggung tetap bersandar di sofa. Berpikir sejenak dan mengenang masa lalu. Sampai akhirnya kalimat yang ditunggu sang istripun keluar dari mulutnya.

"Kurasa tidak apa. Ada Sasuke-teme yang menggantikan posisiku disana. Seperti diriku saat Perang Dunia Shinobi keempat, Sasuke pasti bisa membawa kemenangan untuk Konoha. Lagipula..."

"Lagipula apa?"

"Lagipula perang ini tidak lebih penting dibanding misi kita berdua. Mau menang, kalah atau bagaimanapun, jika misi kita gagal maka apapun yang terjadi di dunia ini tak ada artinya."

"Ya. Aku setuju denganmu, Anata."

"Tapi..." Naruto lagi-lagi menggantung ucapannya.

"Ha?"

"Tapi sebagai bagian dari Konoha, kita akan tetap bersama mereka. Aku punya sesuatu yang setidaknya akan sangat berguna untuk membantu teman-teman kita memenangkan perang."

.

.

.

-Markas Persekutuan Penentang Imperium of Bible-

Tidak seperti beberapa waktu lalu, tempat ini sekarang sangat ramai. Penyebab keramaian itu tak lain dan tak bukan adalah keberadaan lebih dari seratus ribu orang dari berbagai macam ras yang berkumpul bersama.

Sebagai orang yang datang berkumpul dari berbagai macam tempat, yang sebelumnya tak pernah berinteraksi sekalipun, tentu hal pertama yang dilakukan adalah berkenalan.

Acara berkelan berjalan lancar, tidak ada pertengkaran ataupun perkelahian, bahkan meski sebentar lagi akan berperang masih ada yang sempat bersenda gurau. Itu bisa terjadi karena antar ras satu dan lainnya tidak pernah bermusuhan, tidak ada dendam yang disimpan, sehingga membangun ikatan pertemanan bisa dilakukan dengan waktu singkat.

Pondasi yang mendasari ikatan hanya satu, kesamaan nasib, yang mana kebebasan dan kemerdekaan mereka berada diujung tanduk akibat adanya sebuah proyek raksasa yang disebut Imperium of Bible.

Konoha, meski hanya pendatang baru tapi telah berhasil menarik kepercayaan banyak orang. Mengumpulkan semuanya untuk bersatu padu berjuang keras mempertahankan apa yang mereka miliki, sesuatu yang merupakan hak asasi yaitu hak untuk hidup merdeka.

"Semua pasukan, harap berkumpul! Berbaris sesuai dengan divisi tempur masing-masing!"

Suara pengumuman yang dikumandangkan dengan keras barusan serta merta menarik atensi semua orang. Puas berkenalan, satu persatu dari mereka beranjak mengikuti intruksi tadi.

Di tengah keramaian, Shikamaru berjalan bersama istrinya, Temari, serta kedua rekan setimnya, Chouji dan Ino.

"Hei, Ino-chan. Kau yakin ikut perang?"

"..."

Tak ada sahutan dari rekan setimnya, Chouji bicara lagi. "Kau kan sedang mengandung, lebih baik kau tetap di Konoha saja."

"Hooooii, Chouji!"

"He? Kenapa Shikamaru?" Chouji memalingkan muka kearah sahabat yang baru saja membentaknya.

Si kepala nanas geleng-geleng kepala, temannya yang bertubuh gempal ini benar-benar tak bisa membaca situasi.

"Fomasi Inoshikachou tak akan ada kalau aku tak ikut kan?"

Ino mengatakannya sambil tersenyum.

Namun sebagai orang terdekat, tanpa perlu penjelasan pun mereka cukup mengerti seperti apa pikiran dan hati Ino sekarang. Perempuan yang hamil muda itu baru saja kehilangan suaminya, ayah dari jabang bayinya.

Tidak ada lagi yang bicara setelah itu. Temari merasa tidak enak sendiri, jadi ia membuka topik obrolan.

"Seperti perang dunia shinobi keempat, kudengar perang ini lagi-lagi membagi Korps utama pasukan tempur menjadi 5 Divisi. Mungkin strategi perang kali ini tidak akan jauh berbeda dengan Perang Dunia Shinobi Keempat."

"Ya. Itu benar." sahut Shikamaru. "Korps utama pasukan tempur yang terjun langsung ke medan perang dibagi menjadi lima divisi berdasarkan spesifikasi tertentu yang mengkhususkan diri dalam berbagai tipe pertempuran.

Divisi Pertama yaitu unit pertempuran jarak dekat, tentu saja diisi oleh mereka yang terspesialisasi dalam pertarungan jenis ini seperti pertarungan taktis, cepat atau hanya sekedar umpan. Mereka yang ditempatkan dibarisan paling depan adalah mereka yang berani mati.

Divisi Kedua yaitu unit pertempuran jarak menengah, terdiri dari shinobi dan pasukan dari berbagai ras makhluk supranatural yang memiliki keunggulan dalam pertempuran jarak menengah dan pengguna senjata tempur. Mereka adalah pasukan untuk serangan-serangan skala besar atau pembersihan serdadu musuh.

Divisi Ketiga yaitu unit pertempuran jarak menengah-lanjutan, mereka adalah pasukan yang memiliki kemampuan mobilisasi tinggi dan stamina yang sangat banyak, kecepatan dan kekuatan fisik mereka dibutuhkan untuk memberikan dukungan terhadap unit-unit pasukan dari Divisi Pertama dan Kedua saat terdesak di semua sudut arena pertempuran.

Divisi Keempat, unit pertempuran jarak jauh. Unit ini adalah kekuatan utama pasukan persekutuan. Tidak seperti di dunia shinobi yang kemampuannya beragam, di dunia baru ini kebanyakan pasukan cenderung bertempur dari jarak jauh dengan menembakkan sihir, laser, atau sejenisnya. Jadi disini letak penyesuaiannya dari strategi perang terdahulu. Selain sebagai kekuatan utama, unit pasukan keempat adalah pasukan bantuan lapis kedua setelah Divisi ketiga untuk membantu garis depan, juga menjadi tameng pelindung saat terjadi ada serangan massal dan frontal oleh musuh."

"Kau kan pengatur strategi Shikamaru, sebagai kekuatan utama pasti Divisi keempat punya kartu As kan?" tanya Chouji.

"Tentu saja. Para petinggi sudah bekerja keras untuk mengumpulkannya. Ada banyak makhluk legendaris dari dunia dunia ini yang sengaja dibangkitkan dengan Holy Grail serta ada beberapa senjata berat pemusnal massal. Itulah kekuatan penghancur utama pasukan ini"

"Hm, begitu ya. Terus Divisi Kelima?"

"Itu adalah unit pertempuran khusus."

"He? Unit pasukan khusus?"

"Ya, apapun bisa terjadi selama peperangan. Unit-unit khusus dibentuk dari berbagai orang yang memiliki kemampuan unik. Mereka dibagi menjadi tim-tim kecil dengan mempunyai taktik khusus serta jurus rahasia yang sengaja disiapkan untuk melakukan serangan-serangan kritis maupun kejutan pada titik-titik yang berbahaya. Jumlah personel unit ini paling kecil, tapi unit inilah yang paling dimaksimalkan. Dari point inilah, yang paling diharapkan untuk kita membalik keadaan saat genting."

"Yah, kurasa sebagai permulaan ini sudah lebih dari cukup." kata Temari berkomentar.

"Masih ada lagi sebenarnya. Setiap divisi tempur terdiri dari personel yang heterogen. Saat situasi mendesak ataupun saat melihat celah kesempatan, sebuah divisi bisa dipecah lagi menjadi resimen-resimen yang lebih kecil, bahkan bisa diperkecil lagi dalam satuan batalion atau peleton hingga regu-regu paling kecil untuk memudahkan mobilisasi ketimbang bergerak dalam jumlah besar yang sangat menarik perhatian musuh ataupun untuk taktik tertentu. Ada pasukan siluman yang bergerak tanpa terlihat, pasukan udara, pasukan bawah air, pasukan amphibi, pasukan penyerbu dan penyergap, pengebom, pemasang perangkap dan lain-lain yang formasinya diatur kemudian menyesuaikan kondisi di medan perang."

Shikamaru melanjutkan, "Selain Korps Utama pasukan tempur, juga ada Satuan pendukung yang tidak terjun langsung ke medan perang. Satuan pendukung ini jumlahnya jauh lebih kecil dan dibagi menjadi beberapa unit. Ada Unit pengintai (Recon) dan infiltrator untuk memata-matai musuh dan mengumpulkan data mereka, unit komando sebagai pengatur formasi dan strategi, unit informasi dan komunikasi untuk mengatur arus informasi kesemua unit pasukan perang secara tepat dan cepat, unit logistik dan persenjataan yang bertugas menyediakan kebutuhan sebelum dan selama perang, unit pelacak, lalu yang terakhir unit medis. Selain bertugas di belakang, setiap unit dari Satuan pendukung akan menerjunkan minimal satu personelnya kedalam satu regu tempur sebagai dukungan. Keberadaan satu orang ini penting dalam setiap regu. Bisa bayangkan kalau sebuah regu tanpa ada petugas medis atau tanpa pengatur informasi? Regu itu tidak akan bisa bertahan lama dalam medan perang."

Tiga orang di dekat Shikamaru cukup puas dengan penjelasan tadi.

Temari melirik-lirik ke arah lain dengan tatapan tidak jelas, muncul rona di pipinya. "Ummmm, be-begini Shikamaru. Aku jarang memuji orang lain." katanya terkesan malu-malu. Aneh, padahal ia berstatus istri Shikamaru.

"He? Apa maksudmu?"

"Kau, bisa kukatakan kau sudah melampaui ayahmu. Saat perang dunia shinobi, ayahmu mengatur 80 ribu pasukan. Sekarang, kau mengatur strategi untuk 125 ribu pasukan. Belum lagi ini di dunia baru, dunia yang baru kita kenali dan dihuni oleh berbagai macam ras makhluk supranatural yang sangat heterogen."

"A-ahh yaa. Sankyu."

"Pasukan, harap perhatikan!"

Tak terasa, semua orang sudah berbaris rapi berdasarkan pembagian divisi. Mereka semua berbaris dalam lima formasi berbanjar.

Di atas tanah yang lebih tinggi, beberapa sosok orang muncul bersamaan.

Ada tujuh orang orang.

Kemudian satu persatu dari mereka diperkenalkan oleh petugas yang menggunakan pengeras suara.

"Berikut nama-nama pemimpin setiap Divisi.

Kapten divisi pertama unit pertempuran jarak dekat, Cao Cao si pemilik Sacred Gear terkuat tombak suci pembantai tuhan The True Longinus.

Kapten divisi kedua unit pertempuran jarak menengah, Dewi Perang Bishamonten dari Takamagahara.

Kapten divisi ketiga unit pertempuran jarak menengah-lanjutan, Seras Victoria sang Super-Vampire dari rumania.

Kapten divisi keempat unit pertempuran jarak jauh sekaligus divisi kekuatan tempur utama, Uchiha Sasuke dari Konohagakure. Beserta Wakil Kapten, Akemi Homura.

Kapten divisi kelima unit pertempuran khusus, Raden Mas Bagus Sudjiwodhiningrat dari Tanah Java yang diutus oleh Ratu Penguasa Laut Selatan. Keturunan terakhir sekaligus titisan Gusti Prabu Angling Dharma, pemilik sacred gear Keris Sakti Nogososro.

Kemudian Komandan Tertinggi segala unit pasukan, Pemuda gagah berani yang pernah menjadi komandan perang dan memenangkannya, Rei Gaara atau yang lebih dikenal dengan julukan Sabaku no Gaara, Kazekage kelima Sunagakure."

"Ooooooooooooo!"

"Ooooooooooooo! Oooooooo!"

"Ooooooooooooo!"

"Ooooooooooooo! Oooooooo!"

Teriakan sahut menyahut bergemuruh begitu nama-nama pemimpin mereka selesai diumumkan. Semuanya bersorak, mengangkat dan melambaikan tangan di udara. Tak ada hal yang perlu diperselisihkan. Mereka kompak menerima keputusan siapapun yang memimpin walaupun baru saja kenal nama-nama tadi. Mungkin saat saling berkenalan dan saling sapa, pasukan masing-masing dari setiap fraksi sudah menceritakan sosok yang mereka banggakan kepada yang lainnya, yang diunggulkan untuk menjadi pemimpin perang.

Yah, setidaknya setiap fraksi dalam persekutuan mempunyai wakil yang menjadi kapten. Hal ini tentu akan membuat ikatan dan persatuan seluruh pasukan jadi lebih kuat.

Kembali ke salah satu barisan, Temari menyenggol pinggang suaminya.

"Hei, kau sebenarnya juga menempati posisi penting kan?"

"Hah, mendoukusei naa. Memang hanya Kapten Divisi dan komandan Korps utama saja yang disebutkan namanya, tapi dalam Satuan pendukung juga telah dipilih siapa saja yang memimpin setiap unitnya."

"Siapa, siapa, Shikamaru?" tanya Chouji penasaran.

"Ada Unit pengintai (Recon) dan infiltrator yang diketuai oleh Georg dari Hero Faction. Ino menggantikan posisi ayahnya sebagai ketua unit informasi dan komunikasi. Unit logistik dan persenjataan diurus oleh Elmenhilde Karnstein. Unit pelacak diketuai oleh salah seorang shinobi Klan Hyuga. Unit medis sudah jelas menjadi tanggung jawab Sakura. Aku sendiri, ketua pusat komando pengatur strategi dan formasi seluruh pasukan. Semua yang tergabung dalam Satuan pendukung, meski tugasnya tidak untuk bertarung tetapi pada saat dibutuhkan, mereka juga pasti ikut menggempur musuh. Yang jelas satuan pendukung juga memiliki petarung dengan skill unik dan hebat."

Ino masih lebih banyak diam, jadi Temari yang menyahut. "Aku tidak akan berkomentar tentang pemilihan itu, Dewan Persekutuan pasti sudah memutuskannya dengan bijak."

Yah, bagian ini belum dijelaskan. Perketuan Penentang Imperium of Bible membentuk dewan perang. Kursi dalam dewan ini di duduki oleh para pemimpin dari setiap fraksi yang tergabung dalam persekutuan. Nama-namanya sebagai berikut, Rokudaime Hokage Hatake Kakashi, mantan Godaime Hokage Tsunade Senju, Lord Tepes, Ratu Carmilla, Yasaka, serta dua orang dewa yakni Amaterasu dan Kinich Ahau. Ratu Penguasa Laut Selatan Java tidak ikut kedalam dewan sebab dia tidak bisa meninggalkan wilayahnya selama perang. Meski begitu, dia cukup banyak mengirimkan pasukan.

Fungsi dewan perang ini adalah memutuskan dan menetapkan suatu hal semacam kapan perang dimulai dan kapan harus dihentikan. Meski begitu, jika memang dibutuhkan anggota dewan perang bisa saja turun kemedan perang secara langsung. Selain kekuatan mereka yang tak bisa diragukan, keberadaan mereka di medan perang juga pastinya bisa membangkitkan semangat tempur pasukan persekutuan.

Temari melanjutkan kata-katanya. "Hanya saja ada satu yang membuatku heran."

"Apa, Temari?"

"Dia, gadis kecil yang berdiri di samping kiri Sasuke."

Temari menunjuk sosok kecil itu. Penampilannya masih belia, seperti gadis SMP kelas dua, mungkin umurnya sekitar 14 tahun. Rambutnya hitamnya panjang sepunggung, mengenakan hiasan bando di kepala. Pakaiannya terkesan suram dan gelap karena dominan hitam dengan aksen ungu, ciri khas gaun gothic lolita. Dia terlihat sangat manis, akan tetapi penampilan bisa saja menipu. Iris matanya yang berwarna ungu memberikan tatapan dingin, ekspresinya datar, minim emosi. Dia membawa kesan silent beauty yang misterius tapi mengarah pada kepribadian dark devil.

"Anak itu persis copy'an tampang Sasuke, versi gadis kecil tapinya." ucap Temari lagi.

"Akemi Homura. Kau akan terkejut mendengar sedikit tentangnya, Temari."

"Hm?"

"Menurut khabar, Sasuke lah yang pertama kali bertemu dengan gadis kecil itu. Dan... kurang dari satu detik bertarung, Sasuke kalah."

"A-appa? Yang benar?"

Sungguh, ini sangat mengejutkan bagi Temari. Sasuke bisa kalah secepat itu? Kekuatan macam apa yang dimiliki Akemi Homura?

"Begitulah kenyatannya. Aku tidak tahu persis bagaimana cerita lengkapnya hingga sekarang gadis itu terus menempel pada Sasuke tak mau berpisah dan berakhir menjadi wakil kapten Divisi Empat. Informasi yang kudapat, dia adalah gadis penyihir atau Mahou Shoujo yang tingkatannya setara Dewi, seorang Dewi yang menyebut dirinya sendiri sebagai Iblis. Kekuatannya masih misteri, tapi kalau sampai dia menduduki posisi itu, berarti perannya sangat penting dalam pasukan."

"Oooh begitu. Tapi aaahhh, aku jadi kepikiran Sakura ya. Kasihan dia."

ngiiiiiiinnnngggg

Kencangnya suara dengungan pengeras suara yang terdengar tiba-tiba dan memekakkan telinga memaksa semua orang diam.

Sang Komandan tertinggi, akan menyapa seluruh pasukannya.

Gaara maju tiga langkah. Tangan kanannya terkepal erat dan diangkat ke depan.

"Meskipun kita sama-sama sudah mengetahui, tapi aku tetap akan menegaskan sekali lagi, apa alasan kita semua berada di tempat ini. Imperium of Bible, sebuah ancaman yang akan merenggut kebebasan bangsa kita.

Kita semua sudah mengetahui bahwa genderang perang sudah ditabuh oleh musuh. Mereka sudah mengeluarkan deklarasi perang hanya berdasar sebuah tuduhan. Aku bersumpah dengan leherku, tuduhan itu...

TIDAK BENAR.

Aku yakin, temanku yang sedang berjuang diluar sana, sendirian, berjuang demi kita kelangsungan hidup kita semua. Aku jamin itu. Penggal leherku jika aku berdusta.

Imperium of Bible adalah ambisi mereka. Ada ataupun tidak ada pemicu, mereka pasti akan tetap menabuh perang kepada kita. Dan waktunya adalah saat ini.

Mereka menuntut kita dengan sebuah ancaman perang. Dalam waktu yang ditentukan, kita diminta datang kepada mereka dengan mengangkat tangan dan membawa bendera putih.

Tapi jawabanku, dengan lantang aku menjawab...

TIDAK!

Aku tidak akan pernah menyerahkan harga diri dan kebebasanku kepada orang lain semurah itu. Oleh karena itu lah, siapapun kalian yang masih ingin mempertahankan harga diri seperti diriku, ayooo kita bersatu untuk melawan. Kita sebagai bangsa yang berdaulat, akan mempertahankan kemerdekaan dengan cara apapun.

Tantangan mereka harus kita jawab. Jika mereka menginginkan perang, kita sanggup memberikannya.

Kita jawab pernyataan mereka. Selama bangsa kita masih memiliki darah yang mengalir dalam nadi untuk menodai bendera putih, maka selama itu pula lah tidak akan ada kata menyerah.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang benar-benar menginginkan kemerdekaan. Untuk kita semua, lebih baik hancur lebur mati berkalang tanah daripada hidup di kaki mereka. Semboyan kita adalah..."

Gaara menarik nafas panjang lalu dia meneriakkan,

"MERDEKA... atau... MATI!"

Sang Komandan perang berjalan lebih maju lagi seraya merentangkan kedua tangannya. Seluruh pasukan menyambutnya dengan gemuruh sorakan penuh api tekad dan semangat.

"Barang siapa yang merasakan hal sama, ikuti Aku! Kita akan bersatu dan bertarung sampai nafas terakhir, demi teman, demi keluarga, dan demi kemerdekaan. Perang Dunia ini, kita akan menang. Pasti!"

.

.

.

-At a Secret Place-

Di suatu tempat yang sangat luas namun minim cahaya. Tiga sosok tubuh yang kesemuanya laki-laki berjalan perlahan.

"Saaa, sudah waktunya bukan? Kita lihat apa yang kita punya."

"Seluruh bala tentara Malaikat Jatuh sudah siap tempur. Di Grigori, tidak kurang 75 ribu pasukan beserta ribuan pengguna Sacred Gear alami maupun buatan dan lengkap senjata-senjata tempur."

"Hm, aku juga sudah selesai dengan segala persiapan di Ibukota Lilith. Aku dan rekan Maou lainnya berhasil menggalakkan pasukan iblis sampai 90 ribu lebih. Termasuk didalamnya puluhan Iblis Ultimate Class, beratus-ratus Iblis Kelas Tinggi, serta 500 tim Evil Piece yang berasal dari golongan Pure Blood Devil maupun iblis reinkarnasi berkemampuan khusus."

"Surga sudah siap sejak lama. Ada 100 ribu lebih tentara malaikat dibawah komando para Brave Saint yang siap turun ke medan tempur kapanpun perintah diucapkan."

Ketiga orang itu berhenti melangkah. Tepat di ujung jari kaki, terdapat lubang yang sangat besar dan luas, ukurannya melebihi kawan bekas jatuhnya meteor. Lubang itu tidak kosong, namun dipenuhi oleh tubuh-tubuh yang bercahaya dan bersayap putih. Dari tepiannya, mereka memandang ke bawah.

"Ini kah?"

"Ya, inilah kekuatan utama kita. Satu juta malaikat hasil kloning yang diberi berkah dan kekuatan langsung oleh Michael, Archangel sang tangan kanan The God of Bible. Mereka lah, bala tentara terkuat sepanjang jaman. Malaikat tanpa kelemahan yang dibangkitkan dengan kekuatan Holy Grail."

"Ya, ini sangat menakjubkan. Benar kan?"

"Benar sekali. Ayooo Azazel, Sirzech, kita pergi!"

Mereka pun berbalik badan dan melangkah keluar.

"Perang Dunia terbesar"

"Demi mewujudkan Tatanan Dunia Baru, New World Order dalam kuasa Imperium of Bible. Akan segera..."

"Dimulai!"

~The Armageddon War has just begin~

.

.

To be Continued...

.

Note :HONTOUNI GOMENNNN!.

Aku ga bisa berkata apa-apa lagi sampai-sampai aku ngaret se-lama ini. Aku cuma mau cakap, mohon pengertiannya aja. Pisss...

Kalau misalnya kolom review sampai ribut, itu terserah kalian, aku sih ketawa aja. Yang jelas, bukan aku bermaksud sengaja membuat kalian menunggu sangat sampai menjadi seperti itu. Jadi, untuk kedepannya biar kita selalu damai, kalau misalnya aku ngaret kelamaan lagi tolong untuk dimaklumi dan sabar aja ya. Anggap aku emang ada hal yang ga bisa aku tinggalkan. Menulis FF ini bukan prioritasku, ada banyak hal lain yang lebih penting dari ini. Tapi aku janji, FF ini ga akan discont asalkan tidak terjadi hal buruk pada tubuh dan kejiwaanku, itu saja. Makanya do'akan aku agar selalu sehat fisik, mental, dan spiritual.

Baiklah, kita resume chapter yang panjang ini. Memunculkan nama-nama penting dari setiap kubu. Gerakan dan tujuan mereka semua semakin diperlihatkan dengan jelas.

Aliansi telah memulai perang demi Imperium of Bible dengan ultimatumnya, terlebih pasukan tempurnya semua sudah siap. Lalu Sakra yang kusebutkan punya tujuan sendiri. Odin juga begitu. Untuk Olympus, termasuk Ares dan lainnya, jelas mereka emang suka berperang. Perang disana bahkan sudah dimulai. Tim Vali sudah menetapkan keputusan. Paling parah adalah Rizevim yang sudah berhasil mendapatkan Trihexa. Ya, si 666 Apocalypse Beast pertama kali dimunculkan wujudnya di chapter ini. Dan terakhir, misi besar NaruHina sudah mendekati penghujung, sedikit lagi. Tapi Naruto juga ga mau berpangku tangan membiarkan desanya berperang tanpa dirinya. Entah bantuan macam apa yang akan dikirim oleh Naruto nanti.

Ah iya, aku menyinggung hal baru. Siapa yang tahu tentang Thanos, Infinity Gauntlet and Gems eh? Yang suka MCU, pasti tahu. Lalu aku tambahkan satu karakter lagi, Akemi Homura. Karater ini punya ability ga main-main loh, makanya dia cocok jadi wakil Sasu. Tentang kenapa dia baru muncul sekarang, entar ada kok diceritain. Hahaaa.

Ulasan Review:

Soal gimana Ajuka mematahkan teknik Hinata, masih cukup lama kok.

Apakah nanti kelompok Sona dan Rias tahu kebenarannya? Dua tim ini tidak bisa lepas dari peran protagonis sih, jadi lihat aja nanti.

Seandainya batle Naruto Vs Hinata, siapa yang menang? Aku ga mau jawab ah, lagian itu relatif hasilnya.

Secara power, jika max maka Naruto itu posisinya tidak jauh dibawah tiga eksistensi superior (Trihexa - Great Red - Ophis) dalam kondisi prima. Jadi bayangin aja seberapa kuat diatas Sirzech dan Dewa-Dewa Top 10 lainnya.

Gimana Sai mati? Kok tidak aku ceritakan detail? Ghahahahaaaa, biarlah ini menjadi rahasiaku.

Ada lagi yang nanya, seandainya True Tenseigan Vs Eternal Mangekyou Sharingan/Rinnegan? Relatif juga jawabannya, meski pakai Amaterasu atau apapun.

Sasuke dah nongol tuh. Banyak kan yang menantikan dia? Yoossh, dari sini dia punya banyak peran penting. Tentu saja karena dia Kapten Divisi Empat pasukan tempur utama.

Ada pula yang nanya Endingnya? Bagaimana jika Hinata menjadi makhluk lima dimensi dan Naruto ditinggal sendiri? Biarkan lah itu menjadi rahasiaku.

Gimana kalau seandainya NaruHina jujur pada semua golongan, agar mendapat bantuan? See, NaruHina aja ga mau jujur sama temen-temen di Konoha, gimana mau jujur pada semua golongan? Lagipula kalau pun jujur, secara logika semua golongan ga akan langsung percaya begitu saja bahkan bukan tidak mungkin ada yang mencari kesempatan untuk keuntungan pribadi. Kan udah kita ketahui sama-sama, tidak ada orang yang sepenuhnya baik. Hahahaaaaa.

Jutsu pencabut roh atau apapun, selama itu termasuk jutsu Rinnegan, yaa Sasuke pasti bisa lah, dia kan punya Rinnegan di mata kiri.

NaruHina itu udah sangat kuat. Chara lain itu bukannya bertambah kuat, tapi emang baru nunjukin kemampuan terbaik aja, makanya terkesan kek kuat banget. Jadi ga usah khawatir. Dari sini tergantung variasi serangan dan efektifitasnya aja lagi. Kejeniusan yang menentukan, bukan power.

Oh iya, ada yang nyinggung tentang FF-ku yang Islamic Content. Wa'alaikumussalam. Okeh, aku cantumkan di AN-nya kalau itu adalah cerita milik orang lain, aku hanya menggubahnya menjadi Fanfic versi NaruHina. Itu saja, tanpa mengurangi isinya ataupun menambahkan. Paling cuma penyesuaian setting aja sedikit. Dan aku bukan salah satu orang yang disebut 'Muslim Cyber Army'. Hihihiiii.

Oke, kalau dihubung-hubungkan dengan situasi politik-ekonomi dunia saat ini, iya memang ada kesamaan pola dengan konsep yang mendasari konflik global dalam FF ini. Terutama di bagian Imperium of Bible. Memang kalau topic ini diulas, seperti ga ada habisnya dan selalu menarik. Makanya aku ambil.

Alucard punya sesuatu? Tentu saja. Tapi apa yaaaaa. Eheheheeeee.

Seperti apa sih detailnya konsep tentang waktu dan makhluk lima dimensi? Ga usah dipikirkan terlalu jauh, bikin pusing aja, aku juga pusing sebenarnya. Kita ambil seperlunya aja, sesuai yang kusajikan di FF ini.

Naruto versi arogan mirip Madara? Aaaaaahh enggak kok. Hihiiii.

Battle SasuSaku? Entar ada kok, yang lain pun ada.

Kok Naruto kelihatannya cuma ngandelin Kurama? Ga biju lainnya? Huuuu, lupa kah dikau? Naruto menggunakannya beberapa kali. Pernah gunain elemen magnet Shukaku, elemen air Isobu, elemen Lava, elemen uap, dan lainnya. Walau belum semua sih. Cek aja di setiap fight Naruto di chapter lama, ada tuh.

Kartu As NaruHina. Huuuuu, ada kok. Udah dari lama aku siapin.

Manabisa. Sasu udah gunain Kotoamatsukami, musti nunggu jeda 10 tahun lagi untuk gunain kembali. Begitu kan?

Kemampuan Tenseigan Hinata masuk tipe Ninjutsu. Lebih tepatnya Jikukan Ninjutsu (Jutsu Ruang-Waktu), bukan ninjutsu elemental. Nah, pikirin aja lagi tuh.

Persia dan Mesir? Tidak aku munculin secara penuh, karena di FF ini mereka disebut sebagai mitologi yang sudah punah. Tapi beberapa nama ikut dalam cerita kok.

Hinata kalah dari Ajuka, lalu Naruto marah dan ngamuk. Enggak! Enggak ada ruang buat cerita macam itu. Whahahaaa, ada banyak scene yang lebih penting daripada membuat scene yang mendrama begitu.

Holy Grail menghidupkan eksistensi yang rohnya masih ada. Klo Raikage dll, rohnya ga ada di DxD Universe, jadi ga bisa dibangkitin

Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita, sebagian lainnya kubalas lewat PM.

Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.

.

.

.

.