Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Kamis, 4 Mei 2017
Happy reading . . . . .
Sebelumnya.
"Aku hanya ingin tahu apa rencanamu yang selanjutnya, Zekram-jiijii?"
"Ohhh, hahaaa. Tidak muluk-muluk sebenarnya, Sairaorg-kun. Regu-regu dari Batalion Pemburu telah berhasil melenyapkan empat Squad Penyergap musuh, dan aku juga ingin satu squad tersisa dikejar dan dihabisi. Tapi itu perihal sepele. Aku tahu fungsi Squad Penyergap musuh adalah membuat kita berhati-hati dalam memutuskan sesuatu sehingga mengulur waktu kita sedikit untuk bergerak maju. Alasannya pasti, karena di belakang Squad Penyergap ada ribuan pasukan yang belum siap pada posisi masing-masing. Wajar saja kan karena mereka memilih tanah kita sebagai medan perang? Pasti perlu banyak persiapan. Waktu yang sedikit itu bisa sangat berguna bagi mereka melakukan semua persiapan yang diperlukan. Karena itulah, persiapan mereka harus digagalkan agar tidak menyulitkan kita nantinya, aku bertaruh untuk ini. 6500 tentara Iblis akan aku kirimkan sekarang juga untuk melancarkan serangan cepat dari udara, melakukan pengeboman dengan tembakan sihir menyisir area hutan sampai jarak 15 km dari Tanjung Harapan."
"Hmmm..."
Sairaorg pun magut-magut tanda mengerti. Ia memang ragu di awal akan keputusan ini, tapi buyutnya yang satu ini cukup yakin dengan pilihannya. Meski agak beresiko, tapi penyerangan cepat lebih menguntungkan untuk jangka panjang.
Pepatah mengatakan, 'Dalam perang, siapa yang lebih dulu mengambil gerakan, maka dia lah yang menang'.
.
To The End of The World
Writen by Si Hitam
Chapter 76. Bentrokan pertama part II.
.
-Underworld, Gremory's Territory-
Lebatnya hutan mampu menciptakan kegelapan meski mentari siang bersinar dengan terangnya. Diantara pohon-pohon yang tinggi menjulang hingga 100 meter dengan dahan-dahan besar, di sana lah sekelompok orang melaju dengan kecepatan tinggi.
Kankuro bersama tim yang dia pimpin, sebuah Squad Penyergap, tengah berlari dari kejaran para pemburu. Benar, pemburu yang sedang kelaparan akan nyawa mereka. Ada batalion pasukan pemburu, terbagi menjadi 25 tim yang masing-masing terdiri dari 12 orang, sedang mengejar mereka tidak jauh di belakang.
"Letnan!" Hotaka yang sedang memindai area sekitar dengan Byakugan aktif berseru cukup kencang, "5 tim musuh cukup dekat di belakang kita, 2 tim masing-masing ada di arah jam 3 dan jam 9 pada jarak 850 meter."
"Sialan! Kita tidak bisa bergerak selain lurus ke depan. Tidak ada kesempatan mengecoh."
Sekarang, Kankuro benar-benar dalam situasi sulit. Ia tidak bisa memikirkan apa-apa selain terus melaju kedepan untuk mencapai barikade pertahanan pasukan persekutuan penentang Imperium of Bible, barikade pertahanan yang entah sudah siap atau belum.
Anggota Squad Penyergap ini tidak lagi berlompatan dari satu dahan ke dahan lain seperti sebelumnya. Kugutsu tipe baru milik Kankuro yang memiliki sumber daya sendiri, dilengkapi dengan jet pendorong di bagian telapak kaki dan bagian punggung, sedangkan jet di kedua telapak tangan berfungsi sebagai kendali arah.
Berkat kugutsu yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi inilah, Kankuro dan lainnya berhasil lari dengan selamat. Setiap anggota tim sedang menunggangi kugutsu tersebut selayaknya kedaraan terbang.
Kankuro, Iroha, Hotaka, Rurik, dan Ringgo, masing-masing sedang duduk dan berpedang di pundak kugutsu baja berbentuk humanoid berukuran sedikit lebih besar dari manusia normal, sekitar dua setengah meter.
Sementara itu, Assieh si spesialis sihir penyembuh (healling spell) sedang mengurus Savierro dan Mongkut yang terluka cukup parah di atas kugutsu berbadan paling besar, tinggi, juga gemuk dengan armor berat sehingga bisa ditunggani tiga orang sekaligus.
Mereka semua terbang membentuk formasi mata panah seperti burung-burung yang sedang bermigrasi. Kankuro paling depan, empat lainnya di sisi kiri dan kanan agak ke belakang sedangkan di tengah-tengahnya ada kugutsu besar yang membawa Assieh dan dua orang luka-luka.
Empat kugutsu lainnya yang tersisa, berjaga di bagian terluar formasi. Di sisi kanan, kiri, paling belakang, dan atas.
Kankuro mengendalikan semua robot dengan sangat baik, melakukan manuver terbang yang cukup tajam melewati besarnya batang dan dahan pohon serta dedaunan yang cukup rimbun.
Alasan kenapa terbang di dalam hutan, tentu saja karena jika terbang di udara terbuka hanya akan menjadikan mereka semua sebagai target empuk untuk diserang dari jarak jauh.
"Letnan Kankuro, ki-kita harus bagaimana sekarang?" Rurik bertanya dengan sedikit gugup, lebih tepatnya panik karena situasi sulit yang tengah dihadapi.
"Terus ke depan. Itu saja."
"T-tapi... Kalau begini kita akan terkejar, kita bisa mati di tangan mereka sebelum sampai."
Kugutsu tipe baru dibekali dengan mesin jet sebagai pendorong sehingga mampu terbang cukup cepat namun sekarang melambat karena membawa penumpang. Lalu, iblis-iblis pemburu yang mengejar mereka ternyata sangat hebat dalam urusan terbang, semuanya tanpa terkecuali. Seolah personel dari batalion pemburu itu, semuanya dipilih dari pasukan yang sangat handal terbang menggunakan sayap mereka sebagai iblis.
Ciuuuuuu
Dhuuuarrrrr...
Kankuro dan lainnya tiba-tiba dikejutkan oleh serangan sihir demonic power jarak jauh dari belakang. Untung tidak mengenai mereka, meski serangan tadi membuat formasi terbang mereka kacau untuk sementara. Namun Kankuro dengan cepat mengendalikan kesepuluh kugutsunya untuk kembali membentuk formasi.
"Hotaka!" Kankuro berteriak, "Posisi musuh!?"
Byakugan
"375 meter di belakang, ada tujuh regu penyergap. Dari arah kiri dan kanan, jarak mereka semakin tipis dengan kita, 300 meter. Kita terjepit."
"Sialan!" Kankuro menggeram kesal.
Zekram mengirimkan satu batalion pemburu terdiri dari ratusan personel yang dibagi menjadi banyak regu kecil. Alasannya adalah untuk meringkus Squad Penyergap secepat mungkin. Dengan dibagi menjadi banyak regu kecil (45 tim) yang masing-masing beranggotakan 12 orang tentu akan memudahkan mobilisasi sehingga mampu bergerak cepat. Menemukan target buruan, mengepungnya, lalu dihabisi sebelum sempat melapor ke markas musuh. Itulah tugas semua regu dalam batalion ini.
Strategi Zekram sangat tepat dan semua regu pemburu pun bekerja dengan sangat baik. Empat squad penyergap telah berhasil mereka lenyapkan, tersisa satu squad lagi yang dipimpin oleh Kankuro.
Kankuro membenarkan letak kacamata Neuro-linker yang terasa tidak pas. Aslinya dia tidak menggunakan kacamata.
"Kalau begini, maka tidak ada pilihan lain."
Kugutsu yang tidak membawa penumpang, yang terbang dibagian atas formasi, berputar menuju arah sebaliknya bersama kugutsu lain yang berada paling belakang.
Kankuro berniat menahan 7 regu di belakang mereka dengan dua kugutsunya.
Sedangkan kugutsu yang sebelah kiri dan kanan, berpencar ke samping untuk mengulur waktu agar mereka tidak semakin terjepit.
Kankuro sendiri, bersama enam kugutsu dan penumpangnya terus terbang lurus di dalam belantara hutan.
Inilah kelebihan kugutsu tipe baru. Karena menggunakan visi kamera mata boneka, Kankuro bisa menggunakan kugutsu ini tanpa perlu mengamati pertarunga secara langsung sebagai orang ketiga, cukup di layar kacamata dari Neuro-linker saja. Kalau seperti ini, ia bahkan bisa bertarung meski berada di dalam toilet sekalipun asal transmisi sinyal lancar.
"Setidaknya itu bisa mengulur waktu untuk beberapa saat."
"Kuharap begitu, Letnan." sahut Iroha.
Anggota tim lainnya diam dengan tenang, meski panik tetap menjadi teman di dalam hati.
Dhuuuarrr...!
Bombombommm
Blllarrrrr...
Assieh mendengar jelas suara ledakan dari pertempuran yang terjadi tidak jauh di belakang. Wanita cantik berambut coklat kemerahan pun mengucapkan pujian, "Aku tidak menyesal ikut dalam regu yang kau pimpin, Letnan."
Rurik dan Ringgo mengangguk setuju.
"Makasih!"
Namun Kankuro hanya menanggapi singkat.
Assieh tiba-tiba merasa kesal, "Heeiii!, setidaknya kau harus malu-malu merona saat dipuji oleh gadis cantik sepertiku."
"Hm?"
"Okeh, baiklah kalau kau tak tertarik padaku. Tapi seharusnya kau mengerti hati perempuan. Setiap perempuan senang kalau laki-laki menunjukkan ketertarikannya."
Twitch.
Dahi Kankuro berkedut kesal, sebelum ini Assieh adalah anggota yang penurut dan lebih banyak diam, tapi sekarang malah sifat cerewetnya keluar tanpa kenal situasi dan kondisi.
"Diamlah!" bentak Kankuro, berbalik menatap tajam orang yang berada tidak jauh di belakangnya.
"Hkk!" Assieh terperanjat. Untung saja dia tidak jatuh dari atas kugutsu raksasa yang dia tunggangi. Ia merutuk dalam hati, 'Letnan menakutkan. Hiiieee, pantas saja kudengar dia masih jomblo sampai sekarang. kasihannn'
"Kau mengatakan apa huh, Assieh-san?"
"Aaa... Ettoh, tidak ada kok. Beneran." ucap Assieh sambil tersenyum dan mengacungkan jari telunjuk jari tengah. Tidak mungkin kan Kankuro mendengar suara hatinya? tanyanya dalam hati.
Kankuro mengehela nafas dengan mata menatap lurus ke depan. "Dengar!, kepalaku sedang sakit tahu!? Mengendalikan sepuluh boneka sekaligus menggunakan Neuro-linker benar-benar memberatkan kerja otakku. Kumohon mengertilah, jangan melakukan sesuatu yang tidak berguna apalagi menganggu konsentrasiku." pintanya.
Inilah kekuarangan dari kugutsu yang dikendalikan menggunakan Neuro-linker. Alat ini mengambil begitu banyak konsentrasi Kankuro untuk mengendalikan kugutsunya. Sepuluh adalah jumlah maksimal yang mampu Kankuro kendalikan untuk mendapatkan gerakan kugutsu yang halus dan cepat dengan ribuan variasi gerakan berbeda. Jika lebih dari jumlah itu, kendali menjadi lambat, slow respon istilahnya. Otak Kankuro tidak seperti core processor komputer berkecepatan tinggi yang mampu mengerjakan tugas multitasking, ia hanyalah manusia biasa. Yang jelas, teknik kugutsu dengan teknologi modern ini sangat memberatkan kinerja otaknya.
Wajar saja kan? Setiap teknik pasti memiliki kekurangan atau kelemahan.
Mungkin ke depan nanti setelah menang perang, Kankuro harus meminta bantuan pakar teknologi dan futurolog dari Amerika untuk mengembangkan Program AI atau kecerdasan buatan yang bisa membantunya mengendalikan kugutsu-kugutsu baru ini, sehingga beban kerja otaknya berkurang.
Tidak ada lagi yang bersuara setelah permintaan Kankuro hingga beberapa saat.
Lalu tiba-tiba...
KAABBOOOMMMM...!
... terdengar ledakan hebat dari arah kiri.
"Apa yang terjadi disana?" tanya Ringgo.
"Ledakan yang cukup besar, dua regu pemburu pasukan iblis dipastikan lenyap." ucap Hotaka melaporkan. Nampak matanya memerah dan berair akibat kelamaan memaksakan penggunaan Byakugan.
"Khuuh!" bibir Kankuro mencebik senang. "Semua kogutsu baru milikku dilengkapi dengan program self destruction jika dikalahkan."
Sama seperti boneka kayu, ternyata kugutsu baru ini juga menyimpan bahan peledak di dalamnya, yang akan otomatis meledak jika sirkuitnya mati saat dikalahkan. Ledakannya cukup besar karena berasal dari sumber daya chakra yang terletak di dalam core.
"Tapi Letnan, empat regu lainnya datang mendekat dari arah kiri."
Uffft, mereka tidak boleh lupa bahwa regu dari batalion iblis pemburu yang mengejar mereka tidak sedikit. 25 regu terlihat saat Hotaka memperluas jangkauan Byakugannya hingga 5 kilometer. Yang artinya, cukup jauh di belakang ada lebih banyak lagi regu yang mengejar.
BAAAANNNNGGG!
Kali ini suara ledakan terdengar dari arah kanan. Pasti itu suara ledakan dari kugutsu yang hancur.
"Tidak ada satupun iblis yang mati dari ledakan ini. Mereka semua cukup pintar untuk mengantisipasi ledakan saat kugutsumu kalah, Letnan." kata Hotaka. Laporannya benar-benar di butuhkan.
"Yaah, aku sudah menduganya. Cara yang sama tidak mungkin bekerja lebih dari dua kali pada musuh yang sama pula." sahut Kankuro.
Squad Penyergap masih meliuk-liuk dengan manuver terbang yang cukup sulit. Gerakan kugutsu Kankuro sekarang menjadi lebih halus dan detail. Pasti, hancurnya dua kogutsu membuat Kankuro bisa lebih fokus pada delapan kugutsu yang tersisa.
Hotaka kembali melaporkan situasi hasil pengamatannya dengan byakugan. "Regu di belakang masih bisa ditahan, tapi yang sebelah kiri dan kanan semakin dekat menjepit kita. Jaraknya 400 meter dan jumlah mereka makin banyak. Regu-regu pemburu yang lain terus berdatangan mendekati kita."
Kankuro sadar, mereka tidak bisa terus berlari seperti ini.
Tapp...
Semua kogustu berhenti bersamaan lalu mendarat di dahan pohon, cukup tinggi di atas permukaan tanah, diperkirakan sekitar 75 meter.
"Kita sudah semakin dekat, dari sini teruskan dengan kaki kita sendiri. Aku akan mengerahkan semua kugutsuku untuk menahan mereka sambil kita jalan, mengerti!?"
"Aye, Letnan." ucap Assieh dengan nada riang.
Enam kugutsu yang tadi mereka tunggani telah terbang ke arah musuh. Sementara mereka melanjutkan pelarian. Savierro dan Mongkut yang terluka digendong oleh Ringgo dan Rurik.
Situasi sedikit lebih tenang, namun itu tak serta merta menghilangkan kepanikan.
Beberapa saat berlalu.
Beralih ke sudut pandang para pasukan iblis. Mereka semua sedang direpotkan dengan boneka-boneka besi yang sedang mengamuk. Istilahnya memang mengamuk, namun nyatanya gerakan dari boneka besi tersebut malah terlihat seperti petarung profesional.
Kankuro sangat ahli dalam mengendalikannya.
Ada delapan titik pertempuran yang berbeda. Beberapa di antaranya ada di dalam hutan, sisanya di udara terbuka.
Pertempuran itu membawa kehancuran yang cukup besar, berkali-kali suara deru ledakan memekakkan telinga, senjata saling beradu hantam untuk membuktikan siapa yang lebih kuat.
Selain peningkatan teknik, ini juga peningkatan power bagi Kankuro. Setiap Kugutsu tipe baru dibekali dengan sumber daya chakra yang cukup banyak. Bekerja seperti sebuah baterai. Dibuat dari gulungan fuinjutsu tipe penyimpanan untuk menyimpan energi chakra. Hasilnya, serangan yang lebih powerfull bisa dilepaskan tanpa menggunakan chakra asli penggunanya. Ada kugutsu yang menembakkan bola api raksasa, kugutsu yang mampu bermanuver sangat cepat, petarung pedang, senjata api, bahka berarmor tebal dan sangat berat.
Yah, yang tebal dan sangat berat seperti yang satu ini.
Ke salah satu titik, ada sepuluh regu pemburu pasukan iblis yang benar-benar sedang kerepotan. Alasan kenapa ada 10 regu sekaligus yang bergabung karena boneka besi yang mereka handapi jauh lebih kuat dari sembilan lainnya.
Badan boneka ini sangat kekar dan terlihat bulky, bagian dada dan lengan tampak gemuk, sementara kepalanya seperti tertanam kedalam badan sehingga tak kelihatan bagian lehernya. Tingginya saja mencapai 5 meter. Kugutsu ini yang ditunggangi Assieh tadi.
Panggil boneka ini dengan nama 'Si Bulky'.
Akibat pertempuran melawan boneka besi yang paling besar inilah, area di sekitarnya menjadi lapang. Berbentuk lingkaran dalam hutan lebat yang mana pohon-pohonnya telah tumbang sehingga menyisakan lubang yang sangat lebar di tanah.
"Aku ingin coba menghadapinya sendirian dengan tangan kosong, kalian mundur lah!"
Barusan yang memerintah adalah ketua dari salah satu regu sekaligus Kapten Batalion Pemburu itu sendiri yang membawahi 45 regu yang ada. Tubuh iblis ini besar dan tinggi menjulang hingga tiga meter, wajah terlihat lebih mirip monster ketimbang manusia. Berdasarkan ciri-ciri itu, mudah dikenali bahwa ia adalah iblis dari keluarga Balam. Salah satu dari 72 pilar iblis yang terspesialisasi dalam hal kekuatan fisik dan pertahanan, serta kekebalan tubuh terhadap sihir.
Tekanan kekuatan yang ia pancarkan cukup untuk mengintimidasi siapapun sehingga merasakan gravitasi meningkat berkali-kali lipat. Ignatius Balam, namanya, termasuk salah satu iblis kelas tinggi (High Class Devil) dan menduduki posisi penting dalam keluarga Iblis Balam, walau dia bukan kepala keluarga.
Mematuhi intruksi itu, iblis lain mundur ke posisi aman. Sedangkan Si Iblis Balam melompat tinggi lalu mendarat 20 meter di depan boneka milik Kankuro.
Ciiiitttt.
Terdengar suara logam berderit, berasal si boneka besi raksasa yang memutar kepalanya, menatap sang iblis Balam yang tampak ingin menantangnya berduel. Jauh di tempat lain, Kankuro mungkin sedang tersenyum senang, ia mendapat kesempatan untuk menguji secara penuh teknik baru miliknya.
"Grrrooooooaaarrr!"
Ignatius Balam mengaum layaknya binatang buas.
Mengambil bongkahan batu besar yang beratnya lebih dari 3 ton, diangkat dan dilempar ke arah Si Bulky.
Buuaaaggg.
Mau tak mau sang boneka besi terseret mundur beberapa meter, tapi ia mampu menangkap dan menghentikan batu itu.
Duuuarrrr!
Batunya hancur berkeping-keping akibat Ignatius tanpa memberi waktu, langsung melompat dan meninju batu besar hingga remuk dan hancur.
Si Bulky terpelanting beberapa kali di permukaan tanah.
Ngiiiiinnnnggg.
Namun dengan cepat dia mendapat keseimbangnnya kembali berkat jet pendorong yang terdapat di bawah telapak kaki, pantat dan kedua telapak tangannya.
Syaaatttt.
Meluncur lurus terbang rendah dengan kecepatan tinggi, Si Bulky berniat melancarkan tinju balasan pada Si Iblis Balam.
Tak mau kalah...,
Shuuuut.
Ignatius pun melesat maju.
DUUUAAAKKK!
Dgdgdgdgdgdgdddrrrr
Kepalan tinju yang beradu, mampu menciptakan gelombang kejut yang menyapu kerikil, bahkan anginnya memaksa para iblis yang menonton terseret mundur.
Ignatius Balam memicingkan mata, melihat lebih jelas bagian dada boneka besi yang dia lawan. Dia membaca huruf yang tertulis disana.
"Devilbuster."
Artinya penghancur iblis. Ignatius menarik sudut bibirnya, "Jangan membuatku tertawa, sialan!"
Ia pun menarik kepalan tangannya lalu melayangkan tinjunya sekali lagi.
"Heeyyaaaaa!"
Grepp.
"Eh?" Ignatius terkejut melihat kepalan tangannya ditangkap dengan mudah.
Lalu.
Nnnngggg!
Bulky Sang Devilbuster terbang cepat sambil menyeret tubuh Ignatius. Dia benamkan tubuh Ignatius kedalam tanah agar merasakan sakitnya kulit tergilas.
Tuungg!
Ignatius berhasil bebas setelah menendang boneka besi itu hingga terpantal ke udara. Dia bangkit kembali, namun dirinya telah menjadi target empuk serangan.
Di udara, Si Bulky mengeluarkan pelontar roket di kedua bahunya.
Ciuuuuu!
Dua roket telah diluncurkan bersamaan.
Ignatius menyilangkan kedua tangan didepan dan, ia yakin dengan ketahanan fisik tubuhnya sebagai iblis dari keluarga Balam.
Kaaaboooommmm!
Kepulan asap ledakan membumbung.
Wuussshh.
Benar ternyata, Ignatius mampu menahan ledakan roket. Dari dalam kepulan asap, ia melompat ke udara lalu menangkap Si Bulky dan dijatuhkan ke tanah.
Dengan posisi di atas, dia bebas meninju lawannya.
Daangg! Daangg! Daangg! Daangg! Daangg!
Logam yang melapisi badan Si Bulky penyok, beberapa lempengan besinya bahkan lepas akibat kuatnya pukulan Ignatius.
Tidak mau mendapat kerusakan lebih dari ini, boneka besi itu mengarahkan tangan kanannya yang bebas ke kepala Ignatius.
Ignatius heran karena tidak ada pukulan.
Tapi ternyata, laras gatling muncul dari balik gauntlet yang melapisi pergelangan tangan Si Bulky.
Dssiiiiiiiiinnngggg!
Ignatius menutup mata, wajahnya dihujani ratusan peluru machine gun perdetik dari jarak kurang dari satu meter. Kulitnya memang tidak terluka karena kuatnya fisik yang ia miliki, tapi tetap saja rasanya sangat sakit.
Brruukkkk.
Kini berbalik, Si Bulky yang di atas dan menduduki perut Ignatius. Ia pun menarik tangan kiri dan mengepalkannya. Kemudian tinju kuat dia hempaskan.
DungDungDungDungDungDungDungDungDung
DungDungDungDungDungDungDungDungDung
Berkali-kali kepala Ignatius dihantam tinju yang seperti gerakan piston dari kepalan tangan baja. Kepalanya terbenam sangat dalam di tanah.
"Ggrraaahhhh!"
Berusaha lepas dari kekangang, Ignatius menangkap tinju piston Si Bulky. Memegang tangan itu kuat-kuat agar sasarannya tidak bisa kabur dan...
BUUAAAGGHHH!
Klontang! Tang Tang Tungg!
Kepala Si Bulky lepas dari tempatnya, terpental puluhan meter akibat dihantam oleh kepala Ignatius. Ia pun terhunyung mundur beberapa langkah. Keseimbangan boneka besi itu terganggu akibat kehilangan kepala, bahkan mungkin beberapa fungsi tubuhnya telah mati..
Ignatius memanfaatkan kesempatan itu untuk berdiri. Dia tersenyum remeh, "Ayooo, kita akhiri sekarang juga, rongsokan sialan!"
Darr! Darr! Darr! Darr! Darr!
Darr! Darr! Darr! Darr! Darr!
Keduanya berlari menghentak bumi hingga tanah bergetar. Tinju dikepalkan dan tangan ditekuk dalam, lalu saat musuh telah di depan mata...
Shooommm!
Tidak terdengar suara apapun lagi.
Kugutsu besi dan Ignatius Balam berhasil menyarangkan tinju masing-masing. Pukulan Ignatius berhasil membuat dada Si Bulky berlubang hingga tembus, sumber tenaganya rusak dan dia pun tak bergerak lagi. Sedangkan...
"Ohhookk!"
Ignatius muntah darah, perutnya pun berlubang. Tinju terakhir Si Bulky ternyata tak mampu tubuhnya tahan. Matanya mulai berkunang-kunang seiring kesadarannya yang mulai hilang. Samar-samar ia mendengar suara alarm 'tut tut tut tut tut tuuuuutttt!' yang makin cepat. Ah ia mengerti, hampir saja ia lupa kalau setiap boneka besi ini dilengkapi dengan program self destruction. Dan...
KAAAABBBOOOOOMMM!
Ignatius mati tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal.
Beralih ke titik lain namun masih di dalam hutan, Kankuro bisa berbangga hati karena dirinya mampu mengalahkan pemimpin batalion pemburu yang termasuk dalam Iblis Kelas Tinggi, yah meskipun dia harus kehilangan kugutsu terkuatnya. Tapi tak masalah karena ia bisa membuatnya lagi.
Tak berselang lama, sisa kugutsu lainnya pun tertangkap akibat dikeroyok oleh satu batalion pasukan. Genap terdengar 10 kali ledakan besar, menandakan bahwa kesepuluh kugutsu itu telah kalah lalu meledak hancur.
Ya, Kankuro sangat tahu kalau kugutsunya sangat hebat, tapi dirinya sendiri masih perlu berlatih untuk meningkatkan skill bertarung dengan kugutsu tipe baru ini.
Mereka lengkap satu tim, Squad Penyergap, masih berlari dari kejaran belasan regu pemburu yang berada di belakang mereka.
Meski sudah agak dekat dengan tujuan, tapi Kankuro merasa belum yakin akan sampai dengan selamat jika masih berlari dalam satu tim lengkap seperti ini. Harus ada yang berkorban.
Tap...
Kankuro berhenti melompat dan mendaratkan kakinya di salah satu dahan pohon. Akibatnya, para anggota pun ikut berhenti lalu menatap sang Letnan dengan tanda tanya di wajah.
Tak ingin membuang waktu, yang ditatap buka suara. "Kalian terus saja! Aku akan tetap disini untuk mengulur waktu."
"T-tapi...!"
Assieh merasa tak bisa menerima keputusan ini. Berangkat lengkap, maka pulangnya juga harus lengkap, atau lebih baik tidak ada yang pulang sama sekali.
"Dengar! Kalian harus selamat, mengerti!"
"Tidak! Aku menolak!" sahut Assieh tegas.
Kankuro menghela nafas, "Baiklah kalau itu maumu, Assieh-san. Aku tidak peduli dengan keinginanmu, tapi keputusanku sudah bulat."
"Haaaa? Tapi-"
"Tidak ada kata membantah! Aku janji, kita semua akan berkumpul lagi."
"Aku terima." semua mata tertuju pada Iroha yang bicaranya lain. "Asal biarkan aku ikut bersamamu."
"Aku juga, Letnan!" sambung Hotaka.
Kankuro pasrah, beginilah jika dihadapkan pada anak buah yang keras kepala.
"Kalau itu mau kalian, terserah. Yang jelas seperti kataku tadi, kita semua akan berkumpul lagi dalam keadaan hidup."
Tidak ada lagi suara. Diam artinya setuju.
Dengan segera, Kankuro bersama Iroha dan Hotaka berbalik arah, berniat menghadang ratusan iblis yang mengejar mereka. Sedangkan Ringgo dan Rurik melanjutkan perjalanan, mencari tenda medis terdekat agar Savierro dan Mongkut mendapat perawatan. Assieh tidak punya pilihan lain.
Sekarang, persis di dalam hutan dengan permukaan tanah yang agak lapang. Kankuro bersama dua bawahannya sedang menunggu. Tak perlu waktu lama, kini 150 iblis telah mengepung mereka. Ada yang di tanah, di dahan pohon, maupun melayang di udara.
Kankuro melirik ke samping kiri dan kanan dimana kedua anak buahnya berada.
"Kalian berdua masih menyimpan teknik rahasia?"
"Sebenarnya tidak ada." jawab Hotaka jujur. Meski situasinya sangat tidak baik, tapi ia masih bisa tenang.
"Dan mungkin sudah kehabisan tenaga untuk bertarung lagi." sambung Iroha.
"Jadi, apa maksud kalian mengikutiku kalau tak bisa bertarung lagi huh?"
Kankuro benar-benar tak habis pikir dengan kedua anak buahnya ini.
"Yaaa, untuk menemanimu saja." jawab Iroha.
Kankoro menghela nafas, ia melemaskan kedua bahunya. "Baiklah, kalau begitu kalian jaga punggungku saja. Karena aku masih punya satu jutsu, biarkan aku yang menyerang."
Hotaka mengangguk, dan Iroha tersenyum tipis sambil berkata, "Iya."
Karena para iblis sudah mulai menyerang, Kankuro segera mengambil gulungan di punggungnya lalu membukanya. Ada huruf kanji yang tertulis,
'Sasori'
Pooofftttt...
Sesuai namanya, boneka Sasori pun muncul. Boneka yang ia miliki sejak Sasori yang asli dikalahkan oleh Nenek Chiyo dan Sakura. Boneka yang biasanya tak memakai baju, kini telah dilengkapi dengan pakaian perang. Itu bukan pakaian biasa, namun dibuat dari material anti-sihir untuk menutupi kelemahan bahan dasar kayu yang mudah hancur jika ditembak dengan sihir.
Masih ada satu lagi.
Boooffftttt...
Sebuah gulungan lain dilempar, dan yang muncul adalah kugutsu Kazekage Ketiga. Benang chakranya tersambung ke jari tangan Kankuro yang lainnya.
Selain mendapatkan boneka Sasori, Kankuro juga mendapatkan bonus yakni boneka Kazekage ketiga. Tentu saja berikut dengan tekniknya yaitu Satetsu atau pasir besi. Pun telah mendapat sedikit sentuhan upgrade dengan tambahan material anti-sihir
Kankuro menyeringai, "Saatnya mengamukkk!"
Blaaarrrrrr!
Balok besi padat yang terbuat dari pasir menghantam satu pohon besar hingga roboh. Beberapa iblis mati karena serangan tadi, sebagian terluka akibat tertimpa pohon.
"Habisi merekaaaaaa!"
Sesuai komando, para iblis maju menyerbu.
Pertarungan pun berlanjut hingga menit-menit kemudian.
Pertarungan yang sama sekali tak seimbang, tiga orang melawan ratusan pasukan iblis. Tak perlu lama, kedua kugutsu milik Kankuro mulai hancur akibat serangan musuh yang terkoordinir.
"Aku akui, iblis-iblis itu ternyata sangat pintar." ucap Kankuro. Masih bisa bicara meski kedua jari tangannya sibuk mengendalikan kugutsu.
"Hm? Ada apa denganmu tiba-tiba memuji musuh huh?" tanya perempuan bernama Iroha agak sarkastik.
"Kau tidak menyadarinya, Iroha-san? Mereka sengaja tidak menyerang kita secara frontal bahkan cenderung menjaga jarak." Jika diamati situasinya dengan seksama, benar apa yang dikatakan Kankuro. "Mereka sebenarnya sedang menunggu kita kehabisan tenaga dengan cara membuat kita terus menyerang. Bahkan sekarang jumlah mereka semua bertambah karena regu pemburu yang lain terus berdatangan."
Iroha mengangguk setuju lalu mengulas senyum simpul, "Itu memang benar, tapi itulah tujuan rencana kita, ya kan?"
"Ya, itu yang kita inginkan." Kankuro melirik ke laki-laki Hyuga disebelah kanannya. "Nah Hotaka, bagaimana posisi musuh?"
Hotaka memindai area di sekitarnya dengan Byakugan tipe pendeteksi. "Semua iblis dari regu pemburu tampaknya sudah terkumpul disini, sekitar 250 orang, tak ada lagi yang dibelakang."
"Baiklah, mengulur waktu sudah selesai. Saatnya memberi kejutan."
"Aye Letnan. Squad pembuat jebakan telah mengkonfirmasi kalau pesiapannya selesai. Kita bisa melakukannya sekarang."
"Bagus!" Kankuro kemudian memandang semua iblis yang mengepungnya. Ia pun berteriak, "Naaaaaah ayoooo wahai kalian kaum iblis, kami tidak punya apa-apa lagi. Medekatlah kalau kalian ingin membunuh kami semua."
Meski ragu, perlahan para iblis mendekat. Kapan lagi bisa melihat wajah musuh yang akan segera mati dari dekat, iya kan?
Tiba-tiba, sebuah lingkaran sihir berwarna emas bersinar dibawah kaki ketiga orang itu.
"Lingkaran sihir tipe teleportasi." salah satu iblis langsung menyadarinya. "Mereka akan kabur, bunuh sekaraaaaaang!"
Sebagian dari pasukan iblis, yang posisinya paling dekat menembakkan peluru demonic power.
Blllaarrrrr.
Namun sayang, tak sempat karena Kankuro dan dua anak buahnya telah kabur. Tak satupun menyangka kalau mereka akan kena tipuan seperti ini.
Para iblis berdecak kesal, hingga beberapa saat kemudian...
"Hei, apa kalian menyadari sesuatu?" salah seorang dari pasukan iblis tiba-tiba dihinggapi rasa aneh. Ia menatap sekeliling.
"Ada apa huh?" ucap iblis lain.
"Kita semua berkumpul di tempat ini." jawab iblis tadi begitu menyadari sesuatu.
"Memang kenapa?"
"Kalian terpikir tidak? Kita ini regu pemburu, tidak seharusnya kita semua berada di satu tempat dalam satu waktu seperti ini."
Itu benar, sekawanan hewan predator yang sedang memburu mangsa, biasanya akan berpencar dan menggiring targetnya agar terkepung dan mudah ditangkap. Setiap predator akan menjaga posisi masing-masing agar tidak berubah apalagi saling berdekatan demi efektifitas aksi perburuan serta meniadakan celah bagi target sehingga tidak ada jalan kabur.
Kenyataan saat ini bahwa sekarang mereka semua berkumpul di satu titik, seperti sekumpulan predator yang secara tak sadar telah tertarik oleh satu umpan.
Ya, tepat sekali. Setiap regu pemburu yang menempati posisi berbeda-beda, tidak akan mungkin memiliki timing yang sama untuk menuju suatu titik. Ada regu yang menjepit dari sebelah kiri dan kanan, juga mengejar dari belakang. Regu Pemburu yang awalnya paling dekat dengan target buruan hanya sedikit namun perlahan terus bertambah saat buruannya melakukan perlawanan kecil yang jika dianalisis dengan seksama sifatnya hanya sebagai pengulur waktu.
Pengulur waktu. Jika diasumsikan perlawanan dari Kankuro hanya mengulur waktu maka tujuan pertama agar ada anggota squad yang bisa lari dan lolos dengan selamat. Tapi jika target mengetahui ada banyak regu yang mengejarnya dari berbagai arah, maka mengulur waktu ini bisa ditujukan agar semua regu pemburu tiba di satu titik pada waktu yang bersamaan dan berkumpul menjadi satu.
Jika hal itu telah terjadi, maka semua regu bisa dihabisi secara serentak dengan sebuah perangkap besar atau serangan ultimate tipe area.
Ibarat sekawanan predator yang menggiring mangsa, tapi ternyata mangsa itu lah yang menggiring predator kedalam sebuah kerangkeng, dikurung, lalu dipanggang.
Si iblis yang pintar tadi tahu kalau kemungkinan itu memang kecil, tapi dalam peperangan segala kemungkinan pasti ada.
"Waspada! Hati-hati! Ditempat ini mungkin ada perangkap." iblis yang pikirannya sudah mengerti situasi, berteriak memperingatkan.
Namun kewaspadaan mereka sia-sia karena ternyata mereka sudah benar-benar masuk ke dalam perangkap.
BruukkBruukkBruukkBruukk
BruukkBruukkBruukkBruukk
BruukkBruukkBruukkBruukk
Semua iblis yang terbang di udara berjatuhan ke tanah. Yang berdiripun jatuh tiarap seakan ada yang menarik kuat tubuh mereka ke bawah.
Sekeliling area lapang di tengah hutan tempat semua iblis itu berada saat ini menunculkan sinar ungu.
Jika saja ada yang melihat dari ketinggian, tentu akan langsung menyadari bahwa itu adalah lingkaran sihir raksasa.
Atau lebih tepatnya, sihir perangkap gravitasi.
Selain iblis kuat, tak mungkin bisa lepas dari sana. Berdiri saja susah, apalagi terbang. Pergerakan para iblis terkunci.
Belum berhenti sampai disitu...,
DashhDashhDashhDashh
Puluhan benda berbentuk seperti kaleng berjatuhan.
Smoke Granade atau bom asap.
Lalu...
PHHOOOOWWW!
Semua bom meledak sembari melepaskan asap tebal berwarna ungu. Memenuhi seluruh area tempat dimana para iblis dipaksa tiarap ke tanah.
Jelas itu bukan asap biasa. Tampak dari dedaunan yang langsung layu ketika terkena asapnya, dapat diketahui bahwa itu adalah senjata kimia.
Racun mematikan becampur asam kuat yang sangat korosif, diformulasikan sedemikian rupa sehingga mampu melelehkan daging makhluk hidup.
Tak perlu ditanya nasib semua iblis yang terperangkap disana. Sudah jelas jawabannya, ibarat nyamuk di selokan yang disemprot mesin fogging oleh petugas kebersihan lingkungan. Semuanya mati, tanpa bisa berbuat apa-apa.
Dapat dikatakan bahwa sejak awal, sejak Kankuro kabur dari medan pertempuran pertama, atau lebih tepatnya saat Kankuro mengetahui squadnya dikepung dan diburu oleh banyak pasukan, ia telah berpikir memanfaatkan kondisi itu untuk membalik keadaan.
Jika taktiknya disederhanakan, Kankuro menyuruh Iroha menghubungi markas lewat saluran telekomunikasi dan meminta dibentuk squad khusus untuk memasang perangkap secepatnya di tempat yang dia inginkan. Sembari menunggu perangkap selesai disiapkan, Kankuro bermain peran menjadi mangsa yang lari dan menarik sekawanan predator untuk memburunya. Sengaja mengarahkan semua predator menuju satu titik dimana perangkap yang telah tersedia. Lalu...
Booomm!
Keadaan pun berbalik seketika.
.
Tidak ada istirahat dalam perang sebelum ada pihak yang menang maupun yang kalah, atau setidaknya sebelum maksud dari sebuah strategi tercapai.
Kankuro dari Squad Penyergap dibantu oleh Shikamaru dari pusat Komando yang mengatur regu khusus pembuat perangkap, berhasil membalik situasi sehingga setengah dari Batalion Pemburu pasukan iblis berhasil dihabisi, termasuk kapten dari Batalion Pemburu itu sendiri.
Yang telah terjadi tidak perlu dibahas lagi, apa yang didepan mata saat ini ialah yang paling penting.
Mau seperti apapun hasil perburuan yang dilakukan satu Batalion pasukan untuk mengantisipasi pergerakan Squad Penyergap, Zekram tidak akan membatalkan niatnya melakukan operasi pengeboman dari udara.
Zekram bisa melihat bahwa musuhnya, Konoha, hanyalah manusia seperti umumnya. Tidak bisa terbang, sehingga tidak memiliki kemampuan pertempuran udara. Keuntungan yang jelas-jelas sangat jauh ini tak mungkin disia-siakan begitu saja.
Sebanyak 6500 iblis angkatan udara dengan kemampuan terbang diatas rata-rata serta memiliki kualifikasi sebagai penyerang jarak jauh, ditolakkan dari barak bersamaan dengan misi pengejaran oleh Batalion Pemburu.
Ciiuuu.
Bllaarrr!
Kabobobobommmm...
Sembari melaju terbang dengan kecepatan rendah, ratusan squadron tempur pasukan iblis menembakkan demonic power secara kontinyu ke arah bawah. Sasarannya adalah area yang sangat luas mulai dari garis 5 km didepan barak menuju Tanjung Harapan.
Serangan dikhususkan pada area hutan yang memungkinkan sebagai tempat persembunyian musuh. Strategi yang ditetapkan Zekram, bertujuan untuk mencegah kesiapan pasukan Konoha menuju posisi atau formasi tertentu di dalam hutan. Jika serangan ini membuahkan hasil signifikan, tentu saja Zekram dapat memegang kendali jalannya perang. Pasukan Iblis akan sangat diuntungkan melawan Konoha yang tak sempat membentuk formasi.
Baaaannggggg!
Dhuuuaaaarr.
Tak henti-hentinya gemuruh ledakan terdengar memekakkan telinga.
Guuunnn!
Salah satu iblis melepaskan demonic power dalam jumlah besar ke bawah. Aura sihir menyebar layaknya proyektil shotgun lalu berjatuhan ditanah.
Kubabababababababann...
Serangan kontinyu membabi buta yang seolah tanpa henti terus berjatuhan menghujani hutan sehingga menimbulkan kebakaran hebat. Entah apakah ada prajurit Konoha yang tewas atau tidak, yang jelas beginilah operasi pengeboman.
Seluruh hutan kini berubah menjadi lautan api.
Tak peduli walau harus membakar wilayah sendiri, semua squadron terus merengsek maju menuju Tanjung Harapan sembari menembakkan energi sihir perusak. Tugas mereka hanya satu, yakni membakar apapun yang mereka lewati.
Operasi ini tidak dilakukan serampangan, tapi bagi mereka sebagai prajurit profesional tentu melakukannya seefektif dan seefisien mungkin tanpa memberikan celah. Apalagi untuk membumihanguskan wiayah hutan yang sangat luas ini.
Ya, wilayah hutan yang mereka sisir luasnya mencapai 450 kilometer persegi. Jumlah 6500 pasukan sebenarnya sudah lebih dari cukup. Semua pasukan dikelompokkan menjadi squadron berjumlah 10-15 personel. Sekitar 500 squadron dibagi secara merata membentuk garis barikade lurus yang terbang ke depan menuju Tanjung Harapan dengan kecepatan sama.
Dalam setiap squadron, secara bergiliran personelnya menembakkan domonic power ke bawah. Dengan cara rolling ini, mereka bisa melakukan pengeboman secara kontinyu selama satu jam penuh tanpa henti sebab setelah menyerang lalu digantikan yang lain, maka mereka bisa melakukan pengisian ulang energi sihir masing-masing. Pengeboman dilakukan dari ketinggian 1200 meter, untuk memastikan serdadu Konoha yang tidak bisa terbang tidak punya kesempatan untuk membalas.
Cara yang sangat tepat untuk membersihkan suatu area yang sangat luas.
Akan tetapi, yang namanya rencana yaaa hanyalah rencana, takdir mungkin berkata lain.
"Berhenti!"
Salah satu squadron berhenti menembakkan demonic power saat seorang anggotanya berteriak. Squadron lainnya yang merasakan penasaran ikut berhenti.
"Lihat!" Ucap blis itu sembari menunjuk titik-titik kerlip kecil sekitar 5 km didepan mereka, tak jauh dari Tanjung Harapan. Ia merasa aneh pada titik itu, mulanya hanya beberapa namun dalam sekejap menjadi sangat banyak.
Sangat sangat sangaaaat banyak. Bagaikan taburan bintang dilangit malam yang cerah.
Pertama mereka hanya merasa heran saja lalu seketika berubah menjadi kepanikan.
Titik-titik kerlip kecil itu makin bersinar terang. Tidak! Bukannya bersinar makin terang tapi makin dekat. Semakin mendekat ke arah mereka.
Hingga akhirnya, dengan mata terbelalak mereka jelas mengetahui bahwa puluhan ribu kerlipan titik-titik kecil itu adalah peluru kaliber besar berelemen cahaya.
Mereka semua adalah iblis, dan sedang dihujani peluru-peluru cahaya yang sejatinya adalah kelemahan terbesarnya.
Sudah dapat dipastikan bahwa...
Slugg!
"Guhhaa!"
Iblis pertama yang terkena peluru cahaya terbatuk darah mendapati dadanya yang berlubang.
Sssshhhhh.
Bekas lubang berdesis dan mengeluarkan asap. Jelas, saat iblis terkena elemen cahaya, ibarat daging yang dibakar.
Ia pun jatuh terjun bebas ke tanah.
Ciwciwciwciwciwciwciw...
Ratusan ribu peluru cahaya lainnya pun segera menyusul berdatangan.
"Bertahaaaaannn!" salah satu pemimpin squadron berteriak nyaring.
Yang lainnya, dengan cepat membuat lingkaran sihir pertahanan masing-masing.
Pyaaarrrr!
Naas, lingkaran sihir tersebut pecah akibat tak mampu menahan kuatnya hantaman peluru cahaya.
Jraasssshh!
Peluru cahaya lain di belakangnya, tampa ampun merobek perut iblis itu hingga akhirnya mati dan jatuh bebas ke tanah.
Kepanikan yang timbul akibat serangan balasan yang datang tiba-tiba, membuat formasi barikade menjadi kacau balau. Setiap iblis berusaha sendiri-sendiri untuk menyelamatkan diri. Bahkan ada yang egois dengan menjadikan tubuh teman yang sudah mati sebagai tameng.
"Berkumpul, satukan kekuataaaaaannnn!"
Yang tak sanggup bertahan biar lah mati, sudah 1000 lebih iblis yang berjatuhan. Sisanya berusaha mati-matian melakukan manuver terbang di udara untuk menghindari tembakan peluru cahaya yang derasnya bak titik air hujan. Sebagian mati karena tak berhasil, sebagian lagi mampu bertahan hidup.
Serangan peluru cahaya tidak berhenti menghujani.
Tiga menit berselang, kini tersisa sekitar 2500 iblis yang masih bertahan di udara. Mereka berkumpul pada satu titik di atas ketinggian 1200 meter.
Berhasil bertahan setelah saling bekerja sama membuat barrier pelindung yang sangat tebal, yang tak tertembus peluru cahaya. Bentuknya seperti cangkang telur raksasa yang melindungi isinya, melayang di atas langit siang hari.
PraankkPraankkPraankkPraankk
Setiap peluru cahaya dipantulkan sembarang arah setelah menabrak barrier. Di dalam sana, serdadu iblis dapat mengela nafas lega.
Salah satu berkomentar sambil mengusap dada, "Atasan tidak memberitahukan pada kita untuk mewaspadai Air Defense System musuh. Mereka tidak tahu atau memang sengaja?"
"Entah lah, tapi kita tidak bisa mempertanyakan keputusan komandan kan?" sahut iblis lainnya.
"Aku setuju. Tapi yang penting kita sekarang sudah aman."
"Iya. Walaupun aman, tapi jumlah kita tidak sampai separuh."
"Mau bagaimana lagi? Sudah seperti ini, mana bisa diubah.."
Suara-suara pasukan iblis saling bersahutan menumpahkan keluh kesah.
Mereka tidak memperhitungkan kejadian ini, sebagian mungkin terpikir namun malah meremehkan. Perasaan sombong, merasa di atas angin karena iblis bisa terbang sedangkan manusia tidak, membuat diri mereka melupakan hal yang paling mendasar.
Jika musuhmu memiliki keuntungan diudara, kau maka hanya perlu membuat sistem pertahanannya, Air Defense System.
Yah, walaupun awalnya seakan tidak mungkin.
Darimana manusia shinobi-shinobi Konoha mempunyai serangan elemen cahaya sebesar dan sebanyak itu?
"Jadi sekarang, selanjutnya apa?" tanya salah satu iblis.
Iblis yang paling tinggi kelasnya disana membuat keputusan langsung, "Barrier yang kita ciptakan bersama-sama ini tidak akan bertahan lama. Lagipula kita tidak bisa meneruskan pengeboman sambil bertahan seperti ini. Jadi, terpaksa kita harus mundur."
Tanpa ada yang protes, semuanya langsung sepakat. Tidak mungkin meneruskan operasi pengeboman saat situasinya begini.
Tembakan peluru cahaya dari persenjataan Air Defense Konoha masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
Perlahan kubah berbentuk cangkang telur yang melayang dilangit, bergerak mundur bersama isi-isinya, 2500an iblis yang tersisa.
Sekali lagi, mereka hanya bisa berencana. Nyatanya takdir tak memberi mereka kesempatan.
Tiba-tiba saja datang hawa yang sangat panas membakar kulit. Bola api berwarna merah pekat, yang ukurannya dua kali barrier pelindung, menelan mereka. Barrier meleleh karena tak sanggup menahan panas. Serupa matahari, membakar, melelehkan, dan merubah apapun yang jatuh ke dalamnya menjadi nyala api itu sendiri.
Ketika bola api memudar dan lanyap tersapu angin, seluruh pasukan iblis telah tiada, bahkan walau hanya sebutir abu sekalipun.
Disini strategi Zekram gagal total. Dia mengira bahwa dalam waktu singkat tidak mungkin Konoha membuat persiapan, namun ternyata perkiraannya salah besar. Konoha sudah menyiapkan diri dengan segala formasi dan strateginya untuk laga tandang ini.
.
-Markas Persekutuan Penentang Imperium of Bible-
"Huahhahahaaaaa! Senangnyaaaaaa..."
Wanita cantik tak tahu umur sedang tertawa kegirangan. Berambut pirang panjang dengan sepasang aset berukuran bombastis menggantung bebas di tempatnya. Terlihat cukup jelas meski helaian-helain pirang sedikit menutupinya. Dia sama sekali tak risih meski badannya tak berbusana.
Seorang pelayan perempuan mendekat lalu memasangkan kimono mewah berwarna jingga cemerlang dengan aksen emas dalam waktu singkat. Kurang dari tiga detik saja sudah terpasang sempurna.
"Huuaatcchimm!"
Sang wanita bersin sekali, mungkin kedinginan karena tadi tak mengenakan sehelai kainpun.
"Yasaka himesama."
Si pelayan memanggil nama tuannya lalu menyerahkan sapu tangan.
"Arigatou." ucap Yasaka singkat.
Tidak jauh di sudut sana, Kakashi mati-matian menahan derita.
Derita?
Bagaimana tidak?
Kepalanya benjol bertingkat tiga akibat mendapat jitakan maut dari Tsunade Senju mantan Hokage Kelima. Belum lagi hidungnya yang terasa nyeri, dia pencet untuk mencegah bermili-mili liter darah segar mengalir deras. Namun usahanya sia-sia sebab masker hitam yang selalu dia kenakan kini tampak basah dan meneteskan cairan berwarna merah.
Hanya ada empat orang termasuk pelayan perempuan di sekitar tempat itu. Kakashi laki-laki seorang diri. Keempatnya berdiri tepat didepan gerbang teleportasi penghubung antara markas dimensi buatan ini dengan Tanjung Harapan di Underworld.
Entah siapa yang sebenarnya harus disalahkan untuk situasi mereka saat ini. Semuanya, mungkin?
Tsunade geleng-geleng kepala, ekspresinya menyiratkan penyesalan yang begitu kuat. "Kenapa aku bisa-bisanya membuat ide tadi?" desahnya bertanya.
Dari markas, mereka alias ketiga Dewan Perang ini bisa mengamati sisa-sisa pasukan pengebom udara kaum iblis yang bergerak mundur karena tidak sanggup menahan peluru cahaya Lightbeam yang ditembakkan dari persenjataan Air Defense. Terang saja, elemen cahaya adalah kelemahan mutlak kaum iblis. Tsunade yang merasa tidak puas melihat itu, dengan semangat membara berteriak keras mengeluarkan perintah mutlak agar siapapun di dekatnya meciptakan serangan skala besar untuk melenyapkan sisa-sisa pasukan musuh.
"Sudah kukatakan tadi kan? Makanya lebih baik aku saja yang melakukannya." ucap Kakashi kesal. Yah, dia yang menderita disini. "Walau ada enaknya sih, aku bisa melihat 'apa yang disana dan apa yang disini'. Muehheheee." Kakashi tertawa nista dalam hati.
Menanggapi perintah Tsunade, Kakashi sudah berniat membangkitkan Susano'o dan melepaskan serangan. Tapi niat itu tidak terealisasi karena usulan Yasaka yang juga berada disana.
"Mwahhahaaaa. Hebat kan hembusan nafas apiku? Tak ada yang bisa selamat, semuanya jadi abuuuu!" Yasaka tersenyum narsis.
Kemanaaaaaa wibawanya sebagai seorang ratu?
Menghalangi niat Kakashi yang hendak membangkitkan Susano'o, Yasaka menawarkan agar dirinya lah melakukannya, dengan alasan bahwa dia bisa membuat serangan jarak jauh yang lebih powerfull dibanding Kakashi. Sang Rokudaime menurut saja karena hal itu benar adanya, ia manusia sedangkan Yasaka youkai terkuat. Tsunade pun lekas menyetujui.
Keputusan sudah bulat, dalam sekejap Yasaka berubah wujud menjadi monster rubah berekor sembilan berbulu emas. Tentu saja karena perubahan wujud yang tiba-tiba, kimono mewahnya saat berwujud manusia langsung robek. Akibatnya, ketika dia kembali ke wujud human-form, sudah bisa di tebak pasti dia dalam kondisi telanjang bulat.
Hanya saja yang tak habis pikir, bisa-bisanya ada seorang ratu yang begitu anggun dan terhormat, tak merasa malu ketika tubuh moleknya yang nyaris sempurna tanpa cela tanpa busana dipelototi oleh sepasang mata mesum nan sayu milik Kakashi.
"Iya iyaaaa...!"
Menanggapi sikap narsis Yasaka, Tsunade dan Kakashi mengiyakan dengan nada pasrah sambil memijit pelipis. Sangat mengherankan. Benar-benar. Sungguh, di tengah-tengah gentingnya situasi perang, adaaaaaaaaaa saja kejadian nista bin ajaib.
Tapi tak apa, serangan bola api yang dilepaskan Yasaka dalam wujud monsters, telah menghabisi ribuan pasukan iblis. Wajar, bagi Yasaka yang kekuatannya mampu disejajarkan dengan naga dari kelas Dragon King, tidak mustahil dia melakukan itu. Dampaknya pun lebih dari cukup untuk membuat musuh gentar dan menaikkan semangat serta mental Pasukan Persekutuan.
Sebuah tindakan yang tidak bisa dikatakan sia-sia.
.
-Arena Perang, Gremory's Territory at Underworld-
Di dalam tenda utama barak Resimen Tempur Terdepan Pasukan Iblis, Zekram tertunduk kesal sambil mengetuk-ngetukkan jari ke meja.
Hal itu tak luput dari pengamatan Sairaorg. Pemuda ini tak mau bicara. 6500 personel pasukan ditambah setengah dari Batalion Pemburu serta pemimpinnya, lenyap sia-sia. Tanpa memberikan banyak kerugian maupun kerusakan bagi musuh.
Sungguh, ini permulaan yang amat memalukan bagi mereka. Konoha ternyata bukanlah musuh yang bisa dianggap enteng. Mampu memanfaatkan situasi dengan baik, membuat strategi beberapa langkah lebih banyak, dan membalas dengan sebuah kejutan.
"Hhhhhhhhhhh..."
Zekram mendesah panjang.
"Anooo... Jiijii." Sairaorg memanggil meski dengan nada kurang yakin.
"Hm?"
"..."
"Kalau kau bertanya langkah kita selanjutnya, maka jawabanku adalah tidak melakukan apa-apa." ucap Zekram menatap lekat wajah cicitnya.
"He?" raut bingung terpatri jelas di wajah Sairaorg.
"Sederhana saja, berdasarkan hasil serangan ini kupikir Konoha sudah mempelajari kita dengan sangat baik. Kerugian besar bagi kita kalau terus bereksperimen ataupun bermain kejar-kejaran kucing dan tikus, meskipun dilakukan di tanah kita sendiri. Mereka benar-benar berniat untuk menang. Lebih baik jika langsung berperang terang-terangan bukan? Tunjukkan bahwa kita lebih kuat."
Sairaorg mengangguk. Dia juga berpikir seperti itu. Untuk tipe laki-laki seperti dirinya yang lebih senang menunjukkan semuanya lewat kepalan tangan, perang strategi seperti tadi hanya buang-buang waktu.
"Tapi..."
"Tapi apa?" Sairaorg merinding dengan senyum buyutnya yang tiba-tiba jadi aneh.
"Meski kita kehilangan ribuan pasukan, tapi apa yang kita dapat bisa dikatakan setimpal."
"Hah?"
"Jangan bingung begitu, Sairaorg-kun!"
Jelas saja Sairaorg merasa heran, kubu mereka rugi besar tapi si tua Zekram malah merasa senang.
"Buyutmu ini bukan orang bodoh. Habisnya ribuan pasukan kita memang hampir tak kuperkirakan, tapi serangan itu bukanlah tujuan utamaku. Apa yang kuincar sebenarnya jauh lebih penting daripada hanya sebuah serangan pembuka."
"Yang benar?" Sairaorg terperangah.
"Kau pikir aku bohong huh!?" ucap Zekram sinis. Kesal hati melihat sang cicit meragukan dirinya.
"Maaf. Jadi, apa yang sebenarnya Jiijii incar?"
Zekram duduk tenang kembali. "Mengumpulkan informasi dan mempelajari tentang mereka. Itu tujuanku di balik penyerangan pertama tadi."
"...?"
"Baiklah, akan kujelaskan padamu yang minim pengalaman, wahai gumpalan otot kurang otak!"
Sairaorg mendesis, mulut buyutnya ini memang tak pernah disaring kalau mengejek orang lain.
"Saat menyerang, tentu musuh kita akan bereaksi mempertahankan diri. Mereka akan berusaha mati-matian untuk mengusir atau membunuh pasukan kita dengan apa yang mereka punya. Kalau hanya serangan kecil, mereka hanya akan merespon dengan kekuatan kecil. Oleh karena itulah kupikir tidak rugi kalau mengorbankan 6500 pasukan untuk memancing mereka agar menunjukkan kekuatan yang sebenarnya, atau paling tidak kekuatan yang mampu mencerminkan bagaimana kekuatan asli mereka. Aku mengirim tim pengintai dan analisator selama penyerangan udara, mereka kutugaskan untuk bergerak tanpa telihat dan mengamati apa yang dimiliki musuh."
Sairaorg mengerti sekarang. Zekram pandai menyembunyikan tujuan utama dibalik sebuah aksi besar.
"Hasilnya. Ada banyak informasi mengejutkan yang kudapat. Yai..."
"Apa saja?" tanya Sairaorg cepat.
"Santai sedikit bisa!" bentak Zekram karena ucapannya dipotong. Ia menarik nafas lalu melanjutkan perkataannya. "Musuh kita bukan hanya Konoha saja, tapi sebuah Persekutuan Militer. Buktinya, lawan yang kita hadapi ternyata heterogen. Komposisi pasukan musuh bukan hanya manusia pengguna kekuatan aneh dari Konoha saja tapi juga makhluk supranatural dari berbagai tempat, contohnya empat squad penyergap yang berhasil dihabisi. Dari yang teramati oleh tim pengintai, ada kaum Youkai dari Kyoto dan penduduk Takamagahara dari Reliji Shinto. Mereka yang selama ini sudah kita taklukkan lewat Odin, ternyata berkhianat dan membelot."
"Brengsek!" Tangan Sairaorg terkepal erat. "Pantas saja kita kalah banyak, kalau selama ini sekutu Konoha telah ada bersama kita sebagai penyusup."
"Benar. Tapi masih ada lagi."
"Siapa?"
"Bangsa Vampir dari Rumania."
"Seingatku, kalau fraksi vampir sudah diperkirakan oleh petinggi sejak insiden Holy Grail, jadi tidak mengherankan lagi."
"Nah itu. Kemudian tim pengintai juga mendapatkan informasi bahwa makhluk dan dewa-dewa dari Mitologi Benua Amerika serta Penguasa Laut Selatan Jawa juga bersekutu dengan Konoha. Untuk kedua Fraksi ini, aku cukup terkejut sebab sebelumnya mereka bersikap netral, namun tiba-tiba saja sudah menjadi sekutu Konoha. Aku yakin sikap netral mereka hanya kedok. Selain itu..."
"Apa masih ada lagi?"
"Ya, Sairaorg-kun. Apa kau memikirkan kemana salah satu faksi mantan anggota teroris Khaos Brigade yang tak terdengar lagi beritanya setelah insiden tidak jelas di Venesia?"
"Hero Faction? Jangan bilang kalau mereka juga bersekutu dengan Konoha." ucap Sairaorg geram.
"Sabar hoooii! Aku tidak bisa bilang tidak, sebab kenyataannya Hero Faction juga bersekutu dengan Konoha."
"Apa buktinya?"
"Persenjataan Air Defense System yang merusak formasi 6500 pasukan pengebom udara dengan serangan elemen cahaya Lightbeam, setelah didekati ternyata adalah makhluk hitam yang diciptakan dengan Sacred Gear Longinus Annihilation Maker, yang dimiliki anak laki-laki bernama Leonardo dari Hero Faction. Saat di Kyoto, makhluk-makhluk ciptaan itu tampil dengan wujud monster anti-iblis yang dapat mengeluarkan serangan cahaya. Sekarang mereka dimunculkan lagi, namun dalam bentuk senjata pasif Air Defense."
Sairaorg mengusap wajahnya setelah Zekram selesai dengan perkataannya. Informasi yang tidak bisa dibilang sedikit, pun sangat penting diketahui.
Sebuah pengamatan yang jeli oleh tim pengintai dari pasukan iblis. Zekram benar-benar pandai, mampu melihat celah kecil diantara ketidakberuntungan sehingga tidak menjadi sia-sia.
Beberapa saat hening setelah Zekram mengatakan informasi yang dia dapatkan. Hingga Sairaog akhirnya buka suara lagi.
"Kalau begini, apa yang selanjutnya Jiijii lakukan?"
"Aku akan melapor dulu ke petinggi di Kota Lilith. Informasi yang kudengar mengatakan kalau bantuan dari Grigori dan Surga baru saja tiba. Ini bukan tentang strategi, tapi sudah masuk urusan politik. Kita sebagai prajurit tugasnya hanya berperang, biarlah mereka yang memutuskan. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, kita yang disini tidak akan melakukan apa-apa sampai petinggi di pusat mengeluarkan keputusan baru. Informasi yang kuperoleh tadi, sangat dibutuhkan agar bisa memetakan kekuatan musuh serta membuat perhitungan dan simulasi prediksi strategi perang mereka. Dengan begini, kita bisa menyusun strategi yang lebih matang. Inilah yang namanya perang. Kuat saja tidak cukup, namun kau juga harus jenius agar mampu menggenggam kemenangan di tanganmu. Kau mengerti, bocah!?"
"Ya." jawab Sairaorg tegas.
"Dan kupikir sebentar lagi, pertempuran besar-besaran akan segera mulai. Jadi siapkan dirimu, Sairaorg-kun."
"Baiklah, Jiijii."
.
-Lilith City, Underworld-
Kota Lilith, kota terbesar dan merupakan ibukota pemerintahan ras Iblis di Underworld nampak tenang dan lengang. Meski begitu, hawa mencekam menjadi kabut yang menyelimuti seluruh penjuru.
Padahal kota ini sedang penuh dengan para prajurit militer, namun karena mereka sedang siaga penuh untuk perang, tak tampak adanya hiburan maupun bersenang-senang.
Jumlah pasukan militer serta persenjataan sudah bertambah hampir tiga kali lipat dari sebelumnya. Beberapa waktu lalu, lebih dari 90 ribu pasukan iblis memadati alun-alun Kota Lilith. Kemudian sejak perang benar-benar meletus dengan salam pembuka masing-masing dari kedua kubu, atas nama Aliansi Tiga Fraksi Injil, puluhan ribu pasukan bantuan pun berdatangan.
Hampir semua pasukan militer Fraksi Malaikat Jatuh dari Grigori telah tiba di kota Lilith sejak 75 menit yang lalu. Mereka datang dengan menyebrangi jembatan teleportasi massal yang menghubungkan Kota Lilith, Grigori, dan Surga untuk memudahkan mobilisasi pasukan ketika perang benar-benar telah meletus. Ada 75 ribu pasukan malaikat jatuh termasuk didalamnya ribuan pengguna Sacred Gear alami maupun buatan.
Tentara Surga pun juga telah tiba, lebih dari 50 ribu malaikat yang dipimpin oleh para Brave Saint. Selain itu masih ada lagi ribuan tentara manusia pengikut gereja yang taat. Para Exorcise atau prajurit pengusir makhluk supranatural jahat. Crusader, pasukan infanteri yang dicirikan dengan tameng besar bergambar salib. Serta Paladin, pasukan kavaleri ksatria berkuda bersenjatakan tombak.
Di dalam istana Lucifer yang terletak di pusat Kota Lilith, para petinggi Aliansi Tiga Fraksi yang baru saja berkumpul kini saling bertatap muka setelah beberapa saat lalu saling berjabat tangan.
Maou berambut hijau, Ajuka Beelzebub menatap Sang Gubernur yang telah 'jatuh' lalu berganti arah pandang kepada satu-satunya malaikat berjuluk The Archangel.
"Azazel, aku hargai ketibaanmu dan pasukanmu yang tepat waktu dan sesuai rencana. Tapi kenapa denganmu, Michel? Kau terlambat dari jadwal."
"Bahkan pasukan malaikat yang sampai kesini hanya setengah dari yang kau janjikan."
Maou Sirzech Lucifer ikut menambahkan dengan pertanyaan yang terlintas di benaknya dari fakta yang baru saja ia lihat.
Saat ketiganya, -Michael, Sirzech, dan Azazel- meninjau selesainya proyek kloning satu juta malaikat, mereka sempat membahas kesiapan pasukan tempur.
Fraksi Malaikat Jatuh memiliki tidak kurang 75 ribu pasukan beserta ribuan pengguna Sacred Gear alami maupun buatan. Yondai Maou dari Underworld pun telah mengumpulkan bala tentara hingga melebihi angka 90 ribu. Termasuk didalamnya puluhan Iblis Ultimate Class, beratus-ratus Iblis Kelas Tinggi, serta 500 tim Evil Piece yang berasal dari golongan Pure Blood Devil maupun iblis reinkarnasi berkemampuan khusus. Sedangkan Surga sudah sejak lama siap dengan 100 ribu pasukan malaikat beserta para Brave Saint.
Total lebih dari 265 ribu pasukan, adalah kekuatan tempur pasukan Aliansi Tiga Fraksi yang tersusun secara nyata. Selain itu, dibelakangnya masih ada satu juta malaikat kloning sebagai kartu As kemenangan mereka.
Tapi nyatanya, jumlah malaikat yang tiba di Kota Lilith hanya sekitar angka 50 ribu. Jadi total pasukan Aliansi saat ini hanya sekitar 215 ribu.
Jika terjadi sesuatu diluar rencana, maka seluruh anggota fraksi harus tahu.
Azazel pun kini ikut menatap rekannya dahulu sebelum ia 'jatuh'.
Michael tersenyum seperti biasa, "Yah, aku harap kalian mau mengerti. Ada insiden tak terduga yang menimpa Surga."
Seraph lain, Uriel dan Raphael yang berada disana menggendikkan bahu manakala petinggi dari fraksi lain menatap mereka seakan menuntut penjelasan.
Akhirnya Gabriel buka suara.
"50 ribu tentara malaikat lainnya telah tewas, Surga pun hampir hancur dan kehilangan empat dari tujuh tingkatan lantai yang ada."
"APA!"
"Jangan bercanda!"
Semuanya, selain petinggi dari surga begitu terkejut mendengar hal ini.
Bukannya apa. Sungguh, apa yang dikatakan oleh Gabriel adalah kehancuran yang sangat besar bagi Surga.
Tapi, memangnya sungguhan? Sulit dipercaya.
Berita macam apa itu!?
Perang utama yang berlokasi di Underworld bahkan baru saja dimulai, tapi satu fraksi dari Aliansi hampir musnah.
Banyak pertanyaan yang melayang-layang di kepala para petinggi iblis dan malaikat jatuh.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Bagaimana bisa, Surga mengalami kehancuran separah itu?
Siapa pelakunya?
Kenapa Surga tidak menghubungi Underworld dan Grigori? Seharusnya kan bisa meminta bantuan, atau paling tidak memberi khabar sejak insiden terjadi. Bukannya membawa berita yang membuat semua orang sangat terkejut.
Dan setelah Surga hampir hancur, bukannya mengurus kerusakan dan meningkatkan pengamanan tapi Fraksi Malaikat malah memindahkan semua sisa tentaranya ke Kota Lilith. Aneh kan!?
Dan...
Dan...
Dan..., aaaahh. Masih terlalu banyak pertanyaan yang secepatnya harus diberi jawaban.
Serafall Leviathan, Falbium Asmodeus, Lord Bael, Shemhazai, Baraqiel, dan petinggi-petinggi lainnya yang belum bersuara, sekarang benar-benar tak bisa bersuara.
Tiba-tiba Michael menunjukkan wajah tegas. Ketegasan dari seorang malaikat agung yang begitu bijaksana dan sangat disegani.
"Kejadiannya sangat tiba-tiba. Tapi sudah terjadi sehingga tak perlu dipikirkan lagi. Yang penting adalah fokus terhadap perang di depan mata kita saat ini."
Mengerti hal itu, tak satupun membantah. Petinggi dari Fraksi Iblis maupun Malaikat Jatuh cukup mengerti bahwa insiden mengerikan tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi Surga. Mereka cukup menantikan Michael atau petinggi malaikat lainnya menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa perlu diminta.
Memecah kebuntuan, Sirzech angkat bicara.
"Zekram-dono yang kini berada paling dekat dengan musuh telah mengirimkan informasi penting."
"Informasi apa?" dahi Azazel mengernyit penasaran.
Falbium mengambil alih, "Musuh kita bukan hanya Konoha saja, tapi sebuah persekutuan militer. Tim pembuat strategi yang langsung berada dibawah komandoku kini tengah berdiskusi untuk memetakan kekuatan militer mereka agar bisa menciptakan strategi terbaik."
"Tolong lebih jelas!" pinta salah satu Four Great Seraph Surga, Raphael.
"Konoha telah membentuk persekutuan dengan banyak mitologi di dunia ini."
Michael langsung mengerti kemana arah dari informasi ini. Otaknya dengan cepat berpikir dan menyimpulkan. Dia menurunkan bahu seraya berkata, "Tidak terlalu mengejutkan bagiku sebenarnya. Dengan asumsi bahwa Konoha telah mengetahui tentang impian Aliansi, Imperium of Bible, bisa saja mereka menggunakan informasi itu sebagai landasan persekutuan. Mereka bersatu sebagai sesama kubu yang merasa terancam oleh Imperium of Bible. Dasar ikatan yang membentuk persekutuan mereka dapat dikatakan sangat kuat. Oleh karenanya, demi Imperium of Bible, mereka semua harus kita hancur leburkan tanpa ampun hingga tak bersisa, biar mereka menyerah sekalipun tetap harus dihabisi."
Bagai satu kepala, mereka semua langsung sependapat dengan apa yang dikatakan Michael.
Benar!
Tepat sekali, penentang Imperium of Bible, harus dimusnahkan.
.
-Mount Olympus-
Puncak gunung yang sangat besar dan luas, ternyata merupakan sebuah kota yang di huni oleh puluhan ribu penduduk. Terdapat banyak bangunan megah yang terbuat dari batu dan semen dengan arsitektur khas Yunani kuno. Paling depan, terdapat sebuah gerbang raksasa yang dijadikan simbol pintu masuk ke kota tersebut. Lebar gerbangnya mencapai 1000 hasta dan tingginya seperti menara tertinggi di Bumi.
Sangat damai, pemandangannya pun begitu indah.
Itu yang seharusnya beberapa jam yang lalu.
Sekarang yang ada hanyalah, deskripsi yang terangkum dalam satu kata...
Kehancuran.
Tak ada lagi bangunan megah nan tinggi sebab semuanya sudah runtuh. Gerbang raksasa yang menjadi simbol pintu masuk pun telah tiada. Pemandangan yang mulanya indah, kini tampak amat sangat mengerikan.
Suara gemuruh ledakan saling bersahutan. Asap hitam dari api yang membakar di seluruh penjuru kota membumbung tinggi ke angkasa. Gumpalan awan hitam dari langit tak henti-hentinya menembakkan halilintar yang terus menyambar apapun dibawahnya, kekuatan yang tercipta dari Martil Mjölnir milik Dewa Thor.
Orang yang tewas, sudah pasti ada. Tak terhitung berapa banyaknya.
Seluruh sudut kota menjadi arena perang yang luar biasa. 300 ribu lebih prajurit tak henti henti melakukan jual beli serangan.
Tidak hanya prajurit saja, ada pula beribu-ribu makhluk legendaris dan monster ganas yang ikut memeriahkan pertempuran.
Pada satu sisi, para Cyclops atau raksasa bermata satu, Minotaur, Centaur, Orthus & Cerberus yang merupakan anjing raksasa berkepala dua dan tiga, Basilisk dari jenis serpent atau ular raksasa, Hydra si naga berkepala sembilan, Griffin, Chimera, Singa Nemea, dan monster laut seaserpent berkepala enam yang bernama Scylla, serta banyak lagi nama-nama monster lainnya kini tengah mengamuk menghancurkan apa saja yang dilihatnya, atau lebih tepat dikatakan mereka sedang memuaskan nafsu bertarung dan melepas sisi liarnya pada kubu yang menyerang Olympus.
Disisi lain, juga terhimpun monster dan makhluk mitologis yang tak kalah banyak dan tak kalah ganas. Para raksasa Ogre, Troll, Frost Giant, Surt, Jotun, Werewolve saling bahu membahu melawan monster yang dijinakkan oleh Mitologi Olympus. Bahkan monster terkenal Jormundgand si Ular Dunia perlambang kejahatan, Midgardsormr salah satu Dragon King yang tinggal di kedalaman samudera, Kraken si gurita raksasa terganas, ratusan serigala raksasa Moon-garm serta para anjing ganas Garm juga ikut mengamuk dan bertarung. Mereka semua adalah monster-monster yang dibawa oleh Odin dan para dewa-dewa Asgard.
Pada beberapa titik, di udara dan di darat, jelas terlihat kerusakan yang jauh lebih parah. Itulah arena pertarungan antar dewa.
Entah sudah berapa banyak dewa yang mati, dan berapa yang masih hidup untuk terus bertarung.
Di sebuah kastil, dalam ruangan luas yang sunyi dan lengang, duduk tenang seorang dewa di atas singasananya.
Badannya besar perkasa dengan timbunan otot dimana-mana. Wajahnya tegas khas laki-laki dewasa. Rambut dan jenggotnya berwarna hitam tebal dan keriting. Setengah badannya bagian bawah seperti ekor ikan duyung. Tangan kanannya memegang sebuah tombak trisula, senjata sakti miliknya yang bernama Trident.
Akan tetapi, ketengannya terusik oleh kedatangan seorang tamu yang tak terduga. Namun raut muka dewa itu justru seolah merasa senang, membuktikan kalau dia sangat menantikan kedatangan tamunya ini.
Tuk.
Suara yang cukup keras terdengar akibat hentakan pangkal tongkat pada lantai. Kakek tua dengan mata sebelah kiri tertutup oleh lensa kacamata, menutupi rongga matanya yang kosong, tersenyum remeh pada sosok Sang Dewa. Hal biasa karena kakek tua ini bukan sosok sembarangan, dia juga seorang dewa.
Si kakek tua mengusap janggutnya yang berwarna putih menjuntai hingga menyentuh lantai.
"Hallo, Poseidon."
"Khuuu, Pak Tua Odin. Kukira kau tidak akan sampai disini mengingat tubuhmu yang sudah lapuk karena usia."
"Tidak sopan. Kau sendiri tidak jauh lebih muda dariku, tahu. Penampilanmu itu sungguh menipu."
"Terserahku, Hahahaaaa" Poseidon, dewa yang sedang duduk di singasana, tertawa arogan.
"Tch!" Odin mendecih kesal. "Kau hanya menipu dirimu sendiri tahu! Membungkus tulang belulangmu yang sudah rapuh dengan kulit dan daging segar agar terlihat muda. Kau menjijikkan!"
"Katakan saja sesukamu, Pak Tua. Toh kita sama-sama tahu, hanya salah satu dari kita yang akan keluar dari sini hidup-hidup."
"Memang."
Poseidon berdiri dari singasananya, "Sudah cukup basa-basinya. Anggap aku menerima tantangan perang darimu, tapi aku masih penasaran apa sebenarnya tujuanmu, Odin?"
"Ya, memang aku ingin mencapai suatu tujuan tapi tak ada gunanya aku menjelaskan. Orang barbar sepertimu mana mungkin mau mengerti. Lebih baik kau saja yang bicara. Sebutkan alasanmu, kenapa kau mau menerima tantangan perang dariku dengan rasa gembira, bukannya mencari jalan damai demi keselamatan mitologimu?"
"Bwahahaaaa. Sebenarnya tak ada alasan."
"Hm?"
"Ya, aku hanya ingin sebuah peperangan, pertarungan dahsyat melawan dewa dari negri seberang, hanya untuk mencari kesenangan, itu saja."
Seperti yang sudah Odin duga, pihak Olympus yang sekarang hanyalah mitologi tak jelas apa makna keberadaan dan eksistensinya, tanpa tujuan dan tak punya alasan untuk terus hidup. Mungkin hanya sebuah keberuntungan saja, Olympus masih diakui sebagai mitologi besar hingga saat ini.
"Dasar dewa barbar." Odin mengumpat.
"Gahahaaaaa. Olympus memang terkenal dengan dewa-dewanya yang berkelakuan barbar kan? Jadi Odin, mau kita mulai pertarungannya sekarang?"
Poseidon telah mengacungkan tombak Trident miliknya ke wajah Odin.
Odin menyeringai sinis, "Memang ini yang aku tunggu dari tadi, Poseidon. Ayyooooo Gungnir, keluarkan kekuatanmu!"
Tongkat kayu milik Odin berubah menjadi sebuah tombak yang memiliki permata pada bagian ujungnya. Aura mengerikan keluar dari tombak, bersinar, bersinar, bersinar makin terang kemudian...
BAAAAAAAANNNNNNGGGG!
.
-Svargaloka, Nirvana-
Seorang anak laki-laki seumuran anak kelas 2 SMP dengan rambut berwarna campuran hijau dan hitam, tengah menunggangi seekor lembu.
Pemandangan itu akan tampak biasa jika saja, yaa jika saja latarnya berada di ladang.
Nyatanya pemandangan itu ada di langit. Si anak laki-laki duduk mengunggani lembu yang sedang terbang. Bahkan bukan di dunia manusia, lembu tersebut terbang di atas langit Negri Kahyangan, Svargaloga yang diperintah oleh Sri Maharaja Dewa Indra.
Ada banyak pulau melayang di atas awan, yang hampir setiap pulaunya mempunyai istana yang indah dan artistik dengan gaya khas arsitektur China kuno Era Dinasti Tang. Atap-atap bangunannya berwarna emas yang tersusun bertingkat-tingkat seperti Pagoda. Inilah tempat tinggal para dewa dan dewi Reliji Hindu-Buddha.
Si lembu terus terbang, terbang lebih rendah membawa tuannya ke suatu tempat yang terlihat ramai.
Keramaian yang sangat panas karena di sana ada dua kubu yang bersitegang.
Bertempat di lapangan luas, didepan sebuah istana megah, kedua kubu sedang dibanjiri emosi. Urat leher mereka tampak kencang akibat beradu bacot. Tak ada satu pihakpun mau yang mengalah, bahkah hanya sekedar melunak demi mengendurkan suasana. Masing-masing pihak bersikeras dengan tuntutannya.
Mereka semua, terlihat dari pakaian yang dikenakan, jelas bukan orang-orang sembarangan.
Jika visi dilihat dalam lingkup luas, maka dibelakang kedua kubu yang bersebrangan terdapat prajurit perang dan makhluk-makhluk supranatural serta raksasa. Garuda, Naga Basuki, Kala Rau si iblis berupa kepala saja yang katanya mampu menelan matahari sehingga timbul gerhana, ular raksasa Antaboga, monster salju Yeti, para raksasa atau Detya dan ada banyak lagi jenis monster lainnya.
Tak dapat dipungkiri, lebih panas dari sekarang maka perang besar akan benar-benar meletus. Civil War di internal Negeri Kahyangan, antar dewa Reliji Hindu-Buddha.
Si anak laki-laki turun makin mendekat dengan pusat kegaduhan. Dia pun menghentikan lembu yang ditungganinya, menapakkan kaki di lapangan, persis di tengah-tengah. Dia melirik ke arah kanan, menatap sosok berwajah garang dengan kulit berwarna merah dan memiliki empat lengan.
"Indra."
Lalu dia pun melirik ke sebelah kiri.
"Dan kalian semua."
Kegaduhan lenyap seketika, hilang begitu saja digantikan sunyi mencekam karena kedatangan si anak laki-laki yang sangat tiba-tiba dan tak terasa.
Sungguh, mereka baru menyadari kedatangan orang itu ketika dia telah berbicara.
Mereka semua sangat tahu, siapa identias anak laki-laki ini yang sebenarnya. Keberadaan dia disini, turun dari tempat pertapaannya di puncak Gunung Kailash ke Svargaloka, menandakan bahwa ketenangannya saat bersemedi benar-benar terusik. Mereka tahu bahwasanya, anak laki-laki didepan mereka tidak akan turun langsung jikalau tidak dalam situasi yang benar-benar gawat.
"Bisakah kalian menghentikan keributan ini?"
Glekk.
Semua orang meneguk ludah kasar. Hawa intimidasi yang begitu berat mereka rasakan sampai menusuk ke dalam sumsum tulang. Bulu kuduk mereka terasa seperti rontok saking takutnya.
"Kalau kalian masih ribut, akan tidak akan berpikir dua kali untuk menghancurkan kalian semua."
Si anak laki-laki terus berkata meski dia belum mendapatkan respon. Setiap kata yang keluar dari mulutnya, penuh dengan intimidasi. Membuat semua orang tidak bisa untuk tidak bertekuk lutut.
Sosok yang datang ini lebih tinggi tingkatannya daripada semua yang ada di sana. Mampu membaca pikiran orang lain, bahkan memprediksikan kejadian masa depan dengan tingkat akurasi 99%, ditambah lagi power gila-gilaan yang tak terbayang akal, membuat tak seorangpun berani bertingkah polah di hadapannya kalau masih waras.
Sayangnya, ada diantara orang banyak itu yang sudah tidak waras.
Ya, ada orang yang benar-benar sudah tidak waras. Gila!
Si laki-laki berkulit merah menyeringai sombong. Dia lah pemimpin Svargaloka, Sang Svargapati Sri Maharaja Dewa Indra atau yang lebih dikenal dengan nama Sakra.
"Buktikan kalau kau memang ingin melakukannya, Sang Hyang Batara Guru Sri Mahadewa Jagatpati Prameswara..."
Si anak laki-laki tidak menyangka sama sekali kalau ada yang berani menyahut titahnya. Cukup dengan ini saja, keputusan bulat sudah ia genggam. Ia akan menghancur leburkan semuanya sampai tak bersisa.
Bersamaan dengan sinar emas yang terang berderang, si anak laki-laki yang menunggani lembu pun berubah wujud, menunjukkan bentuk aslinya pada semua orang.
Sosok laki-laki gagah berkulit biru terang. Dia memiliki mata ketiga di dahinya. Hiasan Ardha Chandra berbentuk bulan sabit terpasang di kepalanya, menghiasi rambutnya yang ikal panjang dan digelung. Ular kobra hidup menjadi kalung yang menghiasi lehernya. Mempunyai empat tangan yang memegang masing-masing satu pusaka. Lembu tunggangannya pun ikut berubah lebih besar dengan aksesoris dari emas, lembu yang diketahui bernama Nandhini.
Sosoknya terlihat begitu agung, begitu ditakuti. Salah satu tangannya memegang senjata sakti Tombak Trishula. Sosok dewa yang dikenal sebagai, The God of Destruction atau dewa pelebur, salah satu dewa Trimurti dalam ajaran Hindu.
Sakra pun dengan berani melanjutkan ucapannya, "Atau lebih singkat kupanggil..., Shiva."
.
-Arena Perang, Gremory's Territory at Underworld-
Seperti yang sudah diperkirakan oleh kedua kubu yang berseteru. Mulai saat ini perang tidak lagi dengan jual beli serangan kecil dan beradu kelicikan strategi. Waktunya untuk perang terbuka terang-terangan dengan kekuatan penuh. Para petinggi aliansi sudah memustuskan, mereka akan menyerang dengan kekuatan besar. Pun dari kubu Konoha dan sekutu, nampak kalau mereka sudah siap di posisi masing-masing.
Maou Falbium Asmodeus, Panglima perang tertinggi Pasukan gabungan Aliansi Tiga Fraksi, telah memerintahkan 150 ribu tentaranya yang terdiri dari Malaikat, Malaikat Jatuh, dan Iblis, bergerak maju menyusul resimen terdepan yang di pimpin oleh Zekram. Kini semuanya dibagi menjadi lima resimen tempur yang bergerak secara terpisah dalam lima jalur berbeda.
Tidak ada yang menggunakan jalur udara sebab musuh memiliki sistem persenjataan Air Defense yang berbahaya, belum lagi serangan jarak jauh yang sulit dihentikan. Karenanya, jalur darat menjadi pilihan satu-satunya.
Falbium cukup mengerti, Konoha dan sekutunya menginginkan pertempuran diatas tanah karena lemah pada pertempuran udara. Tetapi kekurangan itu ditutupi dengan Air Defense System yang sulit ditangani sehingga akan merugikan kalau tetap memaksa menggunakan jalur udara. Tak ada pilihan lain, Falbium menerima tantangan dari Konoha. Meski begitu, ia yakin sanggup memenangkan pertempuran darat.
Sisanya sekitar 50 ribu pasukan, tetap bertahan di garis paling belakang yakni di Kota Lilith bersama para petinggi.
Lima jalur dibuat sejajar, yang mana antar jalur berjarak sekitar 15 km. Setiap jalur akan dilalui oleh satu resimen berjumlah 30 ribu tentara yang mana pada setiap area kosong antar jalur tersebut akan dipagari oleh barikade 150 regu kecil berjumlah 20 personel perregu. Tujuan untuk mencegah adanya tentara musuh menembus ke wilayah belakang, apalagi sampai ke Kota Lilith.
Setiap resimen merengsek ke utara dengan kecepatan yang sama, begitupula dengan regu penjaga yang menjadi pagar. Ini membentuk barikade lurus yang menghadap ke arah Tanjung Harapan, titik Gerbang Teleportasi Konoha dan sekutunya berada.
Setelah mencapai jarak 25 km dari Tanjung Harapan, maka barikade akan dibuat melengkung lalu bergerak menuju ke satu titik tengah, Gerbang Teleportasi, dengan tujuan agar tidak ada jalan lari bagi musuh. Semakin dekat dengan titik tengah, maka barikade akan memendek sesuai perhitungan keliling lingkaran. Keuntungannya, semakin pendek barikade maka semakin tebal barikade tersebut sehingga makin sulit di tembus. Saat benar-benar terkepung, Konoha dan sekutunya dapat dengan mudah bisa dihabisi.
75 menit berlalu, pasukan yang diperintahkan Falbium telah melewati titik tengah antara Kota Lilith dengan Tanjung Harapan, artinya telah memasuki wilayah musuh.
Dan seperti yang telah diperkirakan sejak awal, kubu musuh tidak akan mungkin diam saja. Mereka pasti akan menghadang pergerakan setiap resimen yang membentuk barikade. Terdapat lima titik dalam satu garis lurus melintang yang membagi dua antara Kota Lilith dengan Tanjung Harapan.
Pada bagian paling barat, Titik A pada jalur 1, yang paling kanan sepanjang pantai berpasir putih dengan tebing curam. Telah mempertemukan resimen pertama pasukan gabungan Aliansi dengan pasukan sekutu.
Salah satu Four Great Seraph, Gabriel, bersama Maou Serafall Leviathan adalah nama yang memimpin 30 ribu personel resimen pertama pasukan Aliansi. Selain mereka, ada nama lain yakni Sandalpon dan Metatron, Shouji Okita, beberapa nama penting dari 72 Pilar Iblis.
Dihadapan mereka telah menunggu, 12 ribu pasukan yang dipimpin oleh Dewi Perang Bishamonten. Dia bersama sahabatnya, sesama 7 dewa keberuntungan Shinto Shici Fuku Jin, yakni Dewi Benzaiten atau yang lebih populer dengan nama Benten. Dibelakangnya, juga ada nama-nama terkenal seperti Shinobu sang vampir pemakan keganjilan, Arya Kamandanu si pendekar pedang terhebat pada jamannya dulu saat mengabdi pada Kerajaan Majapahit. Tenten dan Sakura juga ada disana.
Titik A, adalah arena yang didominasi oleh perempuan-perempuan berkemampuan super.
Titik B di jalur yang dilewati oleh resimen kedua pasukan Aliansi Bible, juga telah mempertemukan kedua kubu, tepat di lembah yang diapit oleh dua buah gunung. Dengan hutan cemara yang mengalir sungai besar di tengahnya.
Aliansi dipimpin oleh Baraqiel sang Wakil Gubernur II Fraksi Malaikat Jatuh. Dibelakangnya ada salah satu Four Great Seraph Uriel, Nero Raimondi, MacGregor Mather, Ruval Phenex, serta nama-nama lainnya.
Berada paling depan dari kubu penentang Imperium of Bible, Dewa langit Quetzalcoal dari mitologi suku asli Amerika berdiri dengan gagah. Dia bersama beberapa rekan-rekannya yang tak kalah hebat yaitu sepasang dewa petir dan angin dari Takamagahara, Raijin dan Fuujin. Wajah-wajah familiar seperti Sriegfried, Heracles, dan Jeanne dari Hero Faction juga ada. Chouji dan Yamato pun ikut di sana. Jumlah pasukan persekutuan dititik ini sekitar 15 ribu.
Titik C yang merupakan titik paling tengah yang areanya adalah hutan dengan pohon-pohon raksasa setinggi lebih dari 300 meter, dilewati oleh resimen terdepan dari Aliansi dipimpin oleh Zekram Bael. Dia bersama kedua cicitnya, pasangan kakak-adik Sairaorg Bael dan Magdaran Bael. Ramiel, Raziel, dan Raguel tiga dari sepuluh Seraphim Surga ikut dalam resimen ini. Tak ketinggalan Tamiel dari Grigori.
Sedangkan dari kubu Konoha dan sekutunya, digawangi Kapten Divisi I, Cao Cao pemilik True Longinus. Sebagai wakilnya, Rock Lee dari Konoha. Maito Gai yang tak bisa diam juga ikut, lalu Kiba dan Shino. Satu-satunya yang berperingkat dewa dalam resimen ini adalah The God of Calamity atau si dewa bencana Yatogami. Jumlah serdadu dititik ini sekitar 13 ribu.
Titik D, bertempat dipinggiran sebuah danau yang dibatasi oleh padang berbatu.
Resimen keempat pasukan Aliansi Bible, dipimpin oleh orang muda dari Fraksi Iblis namun memiliki peringkat terbaik dalam hal adu kekuatan Rating Game, Diehauser Bellial Sang Juara, lengkap bersama semua peeragenya. Sang Runner-up Bedeze Abaddon juga tergabung dalam resimen ini. Peringkat 3 Roygun Belphegor. Mirana Shatarova dan Deethelm Waldsemuller, Brave Saint perwakilan dari Fraksi Surga. Sedangkan Grigori mengirimkan salah satu petingginya, Armaros.
Pada kubu berseberangan, Seras Victoria sang Super-vampire berdiri tegak tak kenal takut memimpin 13 ribu pasukan. Disisinya adalah youkai terhormat dari Kyoto, Raja Tengu. Binbougami atau Dewi Kesialanan Kofuku, tampak tak terpengaruh dengan situasi perang. Dia sesekali bersenda gurau. Temari juga ikut resimen ini.
Kemudian yang terakhir, titik E yang terletak di kawasan rawa di arena perang paling timur, juga telah mempertemukan kedua kubu yang berseteru. Bukan prajurit perang yang mendominasi, namun monster-monster ganas dan makhluk legendaris.
Penyihir Mephistopeles dan iblis reinkarnasi dari Raja Naga Tannin. Selain 30 ribu prajurit yang dibagi oleh Maou Falbium, mereka juga membawa banyak hewan-hewan besar dan buas kedalam resimen kelima pasukan aliansi yang dipimpinnya. Irina Shidou, Ace dari Michael mewakili Surga di resimen ini.
Sedangkan lawannya, juga melakukan hal yang sama yakni menambahkan monster raksasa ke dalam komposisi pasukan tempur. Salah satunya adalah Isonade, youkai berekor tiga dari Jepang. Lalu juga ada Buto Ijo dari Jawa. Selain itu masih ada banyak monster lainnya. Pemimpin kubu ini adalah, Raden Mas Bagus Sudjiwodiningrat, keturuan dari Gusti Prabu Angling Dharma. Bak jalinan takdir, dia pun kini bersama orang dekatnya meski mereka baru pertama ini bertemu, yakni Raden Mas Rajasawardhana, keturunan sekaligus titisan terakhir dari Patih Batik Madrim.
Inilah...
Peperangan panjang terbesar sepanjang jaman, bersamaan dengan kehancuran Gunung Olympus dan Svargaloka di Negeri Kahyangan, yang akan menjadi Hari Akhir untuk seluruh dunia.
Armageddon
End of The World
.
To be Continued...
.
Note : Udah update yooo, hihiii. Chapter ini banyak wordnya, puas kan?
Chapter ini dimulai dari kelanjutan bentrokan Squad Penyergap dengan pasukan Zekram Bael. Akhirnya sudah cukup jelas yaa.
Lalu juga menceritakan hal-hal lainnya dibelakang perang. Dari Kakashi hingga tujuan Zekram yang sebenarnya.
Aliansi Tiga Fraksi sudah mengetahui siapa musuh mereka, bukan hanya Konoha saja tapi sebuah persekutuan militer. Dengan begini, kekuatan kedua kubu bisa dianggap imbang, seandainya tidak memperhitungkan keberadaan 1 juta malaikat kloning.
Scene perang antara Norse-Olympus dan Civil War internal Reliji Hindu-Buddha, sudah aku katakan bahwa tidak aku munculkan detail. Nah, mungkin hanya selipan-selipan singkat seperti diatas saja. Namun adegan-adegan yang aku munculkan, tentunya adalah adegan penting untuk kemajuan alur cerita.
Pasukan Aliansi Tiga Fraksi pun sudah berkumpul secara penuh, dan mulai melakukan penyerangan besar-besaran. Terbagi menjadi lima titik pertempuran.
Lima titik yang membagi banyak sekali nama penting dari karakter minor. Nah, yang jadi pertanyaan, kemanakah nama-nama karakter utama? Ufufuuuu, mereka untuk nanti kejutan.
Lalu khusus untuk karakter yang tergabung dalam pasukan yang dikirim oleh Penguasa Laut Selatan sendiri, aku buat seperti sebuah keluarga besar. Jadi pada ngumpul tuh karakter-karakter dari berbagai macam cerita rakyat, semacan reunian. Khususnya dari tanah Jawa meski aku sendiri asli orang Kalimantan.
Terakhir, apa yang sebenarnya terjadi di Surga?
Ulasan Review:
At this Fanfiction, Orochimaru has death. :v
The God of Bible (tuhan ajaran Injil) di FF ini juga udah mati. Jangan dicari lagi.
Ophis & Vali Team, kemarin muncul bentar dan nanti muncul lagi kok. Hero Faction, tuh udah nongol juga. Dan manusia biasa di bumi, ga ada yang ikut dalam perang antar makhluk supranatural.
Emm, karakter lain diluar kubu yang bersitegang, mungkin ga bakal nambah lagi. Sorry.
Ilmu santet? ufuuuu. Itu masuk kategori serangan jarak jauh pak, lihat aja entar.
Tentang Kankuro, dia hadir kok di pernikahan NaruHina saat awal mula FF ini. Dia hadir bersama Gaara dan Temari, cek lagi di chap 1 gih. Persis seperti di NS Ep500. Makanya Temari juga nongol di FF ini dan udah nikah pula dengan Shikamaru. Hanya saja yang dari Kumo, Iwa, dan Kiri, tidak hadir. Jadi udah pada mati semua di FF ini.
Kalau dibanding-bandingin dengan PDS IV sendiri, perang Armageddon di Underworld ini memang mirip. Aku membuatnya emang mengacu kesana. Tapi yaa itu, aku punya cara sendiri untuk membedakannya. Chapter ini buktinya kan?
Mengenai chapter 72, Serafall seperti tahu kalau untuk menjadi makhluk lima dimensi harus dengan mengumpulkan empat artefak padahal pertarungannya dengan Hinata di chapter 38 hanya mendapat informasi tentang tujuan akhir Hinata. Yaa, itu karena Serafall pintar menganalisis informasi lalu memprediksi langkah kedepannya. Lagian tentang empat artefak, Serafall tidak tahu persis kok. Baca aja lagi bagian itu di chapter 38 & 72.
Bijuu DxD yang dikumpulin Sasuke aslinya masuk Divisi 4. Kan Sasu juga di divisi itu. Satu udah keluar tuh, si Isonade ekor 3 ikut di resimen yang dipimpin titisan Angling Dharma.
Tentang sifat Hinata yang baru di FF ini? Well, itu memang bagian penting dari cerita.
Combo SasuAkemi, nantiiiiii. Mungkin. Hahaaa. Itu salah satu bagian terpenting kekuatan pasukan, ga mungkin aku keluarkan di awal.
Masalah pemetaan power tiap chara, tolong jangan diprotes. Aku buat selogic mungkin menurutku dan tentu saja menyesuaikan kebutuhan cerita.
NaruHina dan Sasu sangat kelihatan power up nya, tapi Sakura mana? Adaaaa kok, sabar.
Yep, tema tentang konspirasi jahat skala global macam proyek New World Order memang selalu menarik untuk dibahas. Banyak cerita baik film, buku, maupun animanga yang mengupasnya lebih dalam dengan bumbu imajinasi disana sini, termasuk FF ini juga.
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita, sebagian lainnya kubalas lewat PM.
Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
.
.
.
