Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : M
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Jum'at, 23 Juni 2017
Happy reading . . . . .
Sebelumnya.
"Sampai sekarang, hanya Naruto dan Hinata yang sudah diketahui sebagai bagian dari kelompok misterius itu. Tidak menutup kemungkinan masih ada nama-nama lain disana yang bisa saja adalah orang berbahaya ataupun orang terdekat kita. Mereka yang sanggup membuat seluruh dunia bagai panggung permainan dan dalang dari semua kejadian ini, amat sangat berbahaya."
"Bagaimanapun caranya, mereka harus dihentikan!" ucap Rias geram.
"Untuk saat ini, kita sebagai Tim [DxD] harus fokus untuk menghentikan Rizevim. Pasukan Aliansi pasti akan memenangkan perang melawan Konoha. Setelahnya, baru kita semua bersatu untuk melawan Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata."
Semuanya mengangguk sepaham.
Azazel menatap wajah semua orang bergiliran. "Tim pencari telah berhasil mendeteksi dimana lokasi Rizevim menyembunyikan Pulau Langit Agreas. Dia pasti berada di sana bersama para Naga Jahat peliharaannya. Kemungkinan besar Naruto dan Hinata juga ada disana, jadi ini pasti akan berat." Tatapan Azazel berhenti pada laki-laki berambut pirang dengan pakaian pendeta. "Dulio, kau yang memimpin kan?"
"Ok. Ayooo, kita berangkat sekarang."
.
Perhatian sedikit, update chapter kemarin agak kacau, barang kali ada yang terlewat baca chapter 77, silahkan tekan tombol 'previous' dulu.
.
.
To The End of The World
Writen by Si Hitam
.
Chapter 78. Armageddon War, End of The World - Part 2.
.
Tiga menit menunggu tapi Tannin tak kunjung merasakan tanda-tanda keberadaan musuh.
"Kemana makhluk air itu?"
Tannin masih menunggu. Lama menunggu sampai ia bosan dan ingin pulang lalu melaporkan bahwa medang perang di titik ini telah berhasil ia kuasai.
Akan tetapi...
Degggg!
Tannin merasakan aura niat jahat yang sangat pekat datang tiba-tiba.
Swoosssshh...
Kobaran api di tengah rawa seketika lenyap seolah baru saja dihempas badai. Namun hanya di tengah saja, berbentuk lingkaran selebar 50 meter.
Dari ketiadaan, tepat di titik itu muncul sebuah bangunan berbentuk piramid yang terbuat dari pasir dengan akrasa-aksara segel rumit pada setiap sisinya. Muncul langsung dari dimensi lain tanpa ada perantara apa-apa, seperti hantu.
Selang beberapa saat, piramida pasir itu mulai runtuh dan menunjukkan apa isi di dalamnya. Yakni seekor naga gemuk berukuran raksasa dengan sisik hitam dan iris mata perak.
"Ouuuuhhhh, dimana aku sekarang? Ini bukan di kastil Vampir Tepes kan? Dan bukannya aku terluka akibat serangan adik si rambut crimson itu?" Naga itu coba menggerak-gerakkan tubuhnya, dia merasa agak nyaman. "Woooww, badanku kembali utuh seperti semula, apa ini perbuatan Rizevim? Ah, pasti bukan." Dia menengok ke atas, matanya menangkap seekor naga lain yang sedang terbang dengan mulut menganga lebar. Dia mengenali naga itu, "Ahh, persetan dengan Tepes dan Sekiryutei. Hei kau yang terbang disana, kau Tannin-chan kan? Ghahahahaaaaaa, Ayoooo kita bertarung sampai matiiii!"
Sedangkan Tannin mendapati kepalanya diserang nyeri hebat, seolah banyak sekali ingatan yang masuk bersamaan ke dalam otaknya. Ia seperti orang amnesia yang tiba-tiba saja sembuh total.
Setelah rasa nyeri itu hilang, Tannin menengok ke bawah. Ia sangat mengenali sosok naga yang tiba-tiba muncul itu,
"Grendel!"
Suara Tannin menggambarkan keterjutan sebesar gunung.
Benar, sangat jelas sekali bahwa yang muncul di bawah sana setelah runtuhnya piramida pasir adalah sang Naga Jahat Legendaris, salah satu dari sekian naga jahat yang sangat kuat.
Bagi Tannin, ini bencana. Grendel bukanlah Evil Dragon biasa, naga ganas yang dijuluki sebagai Crime Force Dragon itu jika diklasifikasikan dari segi kekuatan murni maka tempatnya berada di antara level Dragon-King dan Heavenly Dragon, artinya lebih kuat dari Raja Naga seperti dirinya namun lebih lemah dari Naga Surgawi Ddraig dan Albion. Itu hanya segi kekuatan murni, faktor lain bisa saja jadi pembeda untuk keunggulan Tannin.
Anehnya, kemunculan Grendel di tempat ini sangat tidak logis. Semua ingatan Tannin baru saja kembali, terakhir ia dengar Grendel dihidupkan kembali menggunakan Holy Grail oleh Rizevim, tapi kenapa sekarang bisa berdiri tegak di hadapannya, di medan perang ini pula?
Namun untuk Gaara yang menjadi dalangnya, hal ini bukan perkara mustahil. Dia sendiri lah yang menyegel Grendel dengan fuin khusus, jadi melepaskannya kembali bukan hal sulit. Luka yang melenyapkan setengah tubuh Grendel akibat serangan Bintang Pemusnah dari Rias pun bisa dihilangkan karena saat itu dia masih memegang Holy Grail.
Fuin yang digunakan Gaara tidak hanya menyegel tubuh dan jiwa Grendel, tapi juga menyegel seluruh esensi kehidupannya dari alam ini. Jika esensinya sudah lenyap maka segala hal tentang Grendel akan hilang selamanya dari memori semua orang yang pernah tahu namanya, kenal dengannya, bertemu dengan dia, bahkan catatan perjalanan hidupnya yang tertulis dalam cerita epos atau legenda manapun akan terhapus, kecuali di dalam ingatan Gaara.
Kini Gaara memanfaatkan Grendel untuk tambahan kekuatan. Naga Jahat itu memang mustahil diajak bicara dan kerjasama, tapi jika dia di tempatkan di wilayah musuh maka insting liar akan membimbingnya untuk bertarung dan membunuh siapapun didepan matanya. Tak perlu dikendalikan, cukup dijauhi saja saat dia mengamuk maka sudah jadi keuntungan untuk Konoha.
Terbukanya fuin yang menyegel Grendel, serta merta mengembalikan esensi kehidupannya ke alam semesta. Semua memori tentang dia akan kembali pada orang yang tahu tentangnya. Tannin mengalami nyeri hebat seperti baru sembuh dari amnesia karena dia melihat langsung kembalinya Grendel di depan mata, sementara itu orang-orang di tempat lain seperti Azazel, Issei dan yang lainnya mungkin tak akan menyadari bahwa pengetahun tentang naga jahat itu juga telah kembali ke dalam otak mereka.
Tak perlu panjang cerita, tampak jelas kalau Grendel sudah sangat tak sabaran untuk bertarung. Monster raksasa yang berdiri dengan dua kaki ini memiliki cakar tajam, taring, tanduk dan sepasang sayap yang sangat besar serta punya ekor yang kokoh dan panjang. Matanya bersinar dalam warna perak cerah dan diisi dengan hawa permusuhan serta niat membunuh.
"Kemarilah Tannin-chan. Ayooo bermain bersama Grendel-sama yang haus darah ini."
Grendel berkata seakan-akan dialah yang terkuat. Dia Naga Jahat brutal yang hidup hanya untuk bertarung. Sombong adalah sifat dasarnya. Dia mempunyai kebanggaan yang teramat tinggi pada dirinya dan kekuatannya sendiri.
Tannin berusaha tetap tenang, ia dikenal sebagai Raja-Naga paling bijaksana yang sabaran dan penuh perhitungan. Ia berjuluk Blaze Meteor Dragon.
"Grendel! Sebelum kita bermain-main, aku ingin bertanya sesuatu dahulu padamu."
"Heee? Buang-buang waktu saja. Tapi baiklah, ayooo cepat!"
"Kenapa kau bisa ada disini?"
"Mana aku tahu!" sungut si naga jahat.
"Aku terima. Tapi kau sadar dimana posisimu?"
"Hm?"
"Di mataku, kau berada di pihak para manusia perusuh dari dunia lain atau bahkan kau mungkin sedang dikendalikan oleh mereka."
Ooooh, rupanya Tannin coba bermain kata. Ia tahu kalau naga jahat yang satu ini penuh dengan sifat arogan tapi otaknya tumpul dan mudah dipermainkan. Sang Raja Naga terbang lebih rendah sehingga hampir sejajar dengan Grendel.
"Aaaaa..."
"Apa hm?"
"Ettoooh," Grendel nampak berpikir sejenak, ia berpose mengetuk-ngetukkan cakarnya ke dahi.
"..."
"Emmmm...?"
Melihat ekspresi menunggu dari Tannin, Grendel tertawa, "Akuu bercandaaaaa!"
HAAAAAAAAAA...
Grendel melompat ke depan, cepat, rasanya seperti dia tidak memiliki tubuh yang besar sama sekali.
Buuaaaaggg...
Tannin hampir saja terkena pukulan telak andai saja dia tidak sempat menyilangkan tangannya di depan wajah.
"Ghahahahaaaaa. Apa peduliku tentang semua itu. Mau dikendalikan atau apapun, yang penting aku bisa bertarung sampai puas. Tiada yang lebih nikmat daripada itu tahu!"
Usaha Tannin gagal, Grendel bukan hanya bodoh tapi memang tak punya otak sehingga dia tak bisa memikirkan apa-apa selain bertarung. Karena itulah, tiada pilihan lain bagi Tannin selain meladeni. Ini akan sangat sulit, Grendel adalah salah satu yang tersulit diantara para naga jahat.
"Bersiaplah Tannin-chaaaan. Aku akan menyerangmu lagiiii!"
Saat Grendel mengeluarkan teriakan itu, perutnya membesar. Dia menghembuskan bola api besar yang sangat panas. Inilah serangan khas para naga.
Tannin tak mau kalah, ia juga menyeburkan nafas api yang sangat besar.
Flare!
Gelombang api yang sangat panas berkobar di tengah-tengah, suaranya bergemuruh, panasnya bahkan mampu menguapkan hampir semua air rawa tempat mereka bertarung, menyisakan lumpur yang mengeras sebagai pijakan.
Swooosssshhh...
Tiba-tiba Grendel menembus kobaran api, ia sama sekali tak merasakan sakit dari sisiknya yang terbakar.
Tannin melotot sehingga tak sempat bereaksi.
Buuaaagg!
Kali ini Tannin benar-benar mendapat pukulan telak dan terpental-pental di tanah rawa.
"Guhahahahaha! Gepenglah!"
BRRAAAKKKK...
Sebuah kaki raksasa, kaki Grendel menghujam ke dalam tanah hingga menimbulkan goncangan hebat.
Tannin berhasil menghindar tepat sebelum tergencet. Segera setelah memperbaiki posisi, dia terbang lurus ke atas dengan kecepatan super.
"Rasakan ini, naga idioooot!"
Giliran Grendel yang kena. Tendangan Tannin bersarang di rahangnya.
Kekuatan Tannin tidak main-main, meski tergolong naga jahat level atas tetap saja Grendel terdorong jauh ke bekalang saking kerasnya pukulan Tannin.
Seterusnya, pertarungan gila-gilaan dengan adu fisik terus berlanjut. Jual beli tinju dan tendangan terus datang silih berganti. Sesekali Grendel menambakkan bola api yang berbalas bola api juga oleh Tannin.
"Mati kau!"
"Kau yang mati, brengsekkk!"
DOGON!
Suara rendah timbul dari pukulan berat masing-masing yang menghantam rahang lawan. Pukulan yang menciptakan suara hantaman yang menggema memenuhi seluruh penjuru rawa.
Tannin terpental meski Grendel masih berdiri di tempat. Tapi Grendel mengeluarkan banyak darah biru dari sudut bibirnya. Dengan ini seharusnya Grendel juga jatuh, namun ia masih kokoh tegak berdiri.
Setelah mengambil napas, dia meludahkan darah di tanah, lalu menggerakkan lehernya selagi membuat suara bising.
Grendel memberikan senyum jahat.
"Itu Sakit! Ouucchh, Sungguh sakit! Tapi, itu adalah pukulan yang bagus! Guhahahahaha! Menarik, sangat menarik! Nyeri ini membuatku sadar kalau aku masih hidup! Hal yang sesungguhnya akan mulai dari sini!"
Tannin berdiri tegak kembali. Sungguh, melawan Grendel sangat menyusahkan. Apalagi Naga Jahat ini dibangkitkan kembali mengguna Holy Grail dengan menghilangkan kelemahan-kelemahannya bahkan fisiknya diperkuat. Sampai pada titik ini, Tannin mendapat sedikit keraguan dihatinya apakah ia bisa membereskan Grendel atau tidak.
"Grendel!"
"Apa huh!" Grendel mengeluarkan keinginan jahatnya yang tidak berubah sejak pertama ia hidup.
"Akan kuselesaikan pertarungan kita secepatnya dengan serangan terakhirku, bersiaplah!"
"He? Hoooooooo, Menariiiiiiiik! Tunjukan semua kekuatanmu Tannin-chaaan.Tunjukkaaan!"
Grendel tampak amat sangat senang.
Blizzttt.
Cepat!
Tannin sudah tidak ada di posisinya semula tanpa sempat mata berkedip. Kecepatan super yang pertama kali ia tunjukkan.
Buuugghh!
Grendel bahkan tak sempat bereaksi apapun, tahu-tahu rahangnya mendapat pukulan keras dari bawah.
Tubuh besar Grendel meluncur cepat ke langit.
Zzhhppp!
Tannin mengejar, ia kini berada tepat di balik punggung Grendel lalu menguncinya dengan belitan kuat dari belakang.
Grendel tak bisa menggerakkan tubuh, sementara Tannin terus membawanya terbang ke langit hingga menembus awan.
Masih bisa lebih cepat lagi! Tannin mengepakkan sayapnya lebih kencang lalu terbang berputar berkali-kali diatas awan. Kecepatannya makin tinggi, bergesekan dengan molekul udara sehingga menimbulkan bara panas yang membara merah pada tubuh Grendel.
Terus berputar, saking cepatnya hingga menjadi sebuah bola api raksasa yang nampak seukuran bulan jika dilihat dari daratan.
Blaassttt...
Sekejap Tannin melesat menukik turun ke bawah dengan kecepatan luar biasa. Sisik Grendel banyak terkelupas. Mereka tampak seperti batu meteor raksasa yang jatuh dari langit.
Ini lah teknik terkuat sang Blaze Meteor Dragon Raja Naga Tannin.
Fire Meteorit Blaze
Syiiuuuuuuuu.
KAAABBBOOOOOMMMMMMM!
Bagaikan jatuhnya meteor sungguhan, ledakan mahadashyat tercipta ketika tubuh grendel mencium tanah. Tanah berguncang, terhempas bersama seluruh air rawa dan biota-biotanya. Menyisakan kawah raksasa selebar lima kilometer.
Grendel terbaring, sementara Tannin berdiri tepat di atasnya meski terengah-engah.
Sang Raja Naga menyadari bahwa Grendel masih bernafas, Naga jahat itu masih hidup. Ini kesempatannya. Tannin mengepalkan tangannya lalu menekuk dalam.
"Haaaaaaaaap... Matilah!"
Greppp...
Tannin melotot, tinju terkuatnya begitu mudah ditangkap oleh Grendel.
"Hohohoooo, tidak semudah itu Tannin-chaaaaan!"
Jadi, inikah perbedaan kekuatan antara Raja Naga dengan Naga Jahat brutal legendaris?
Serangan terkuat Tannin nyatanya bahkan tak mampu membuat luka kritikal pada tubuh Grendel.
Bruuaaaakkkkk.
Grendel membalik keadaan, kini Tannin lah yang terperosok di tengah kawah dengan posisi tiarap.
Tannin tak bisa bergerak, kedua tanggannya dipegang oleh Grendel.
"Segini sajakah kekuatanmu, Tannin? Membosankan!"
Dhuuaarrrrr...
Grendel menginjak punggung Tannin sehingga terperosok makin dalam ke tanah. Saking kuatnya, bongkahan tanah di sekitar mereka bahkan terlempar.
"Ooooooooooooo..."
Tannin meraung keras.
Tanpa belas kasih, Grendel menarik kuat kedua tangan Tannin hingga lepas dari bahunya.
"Inilah akhir hidupmu, dasar Raja Naga Bodoh! Kau membuang harga diri dan kehormatanmu sebagai Ras Naga dengan bereinkarnasi menjadi iblis dan hidup dibawah kuasa mereka. Anggap saja apa yang kulakukan ini sebagai hukuman untukmu atas nama kehormatan Ras Naga."
Grendel mengangkat kakinya tinggi-tinggi.
"Lenyaplah!"
Braaakkkk
Darah dan isi kepala terhambur berserakan, kepala Tannin pecah dibawah telapak kaki kokoh Grendel.
Sang Crime Force Dragon Grendel menatap ke langit, memandang dalam keheningan.
Tak berselang lama, ia berbicara sendiri. "Sekarang siapa lagi yang harus ku lawan? Aku sudah lama mati. Hidupku sekarang hanyalah untuk mati sekali lagi. Jadi, apakah ada yang mau membunuhku?"
"Aku lah yang akan membunuhmu, seperti di masa lalu."
Buugghh...
Suara barusan terdengar bersama hantaman kuat pada punggung Grendel.
Grendel membungkukkan kepala melihat kearah dadanya yang tiba-tiba saja menggembung, lalu...
Jraaashhh!
... sesuatu dimuntahkan.
Jantung yang digenggam oleh seseorang.
Dada Grendel berlubang setelah ditembus oleh orang barusan.
Sebelum kematiannya, Grendel menatap orang tersebut.
"K-kau! Beowulf." Bibir Grendel menyunggingkan senyum, "Ternyata kau lagi. Hahahahaaaa."
Tawa menjadi suara yang terakhir keluar dari mulut Grendel. Sesaat kemudian, tubuh sang naga jahat mulai oleng lalu jatuh terlentang di tanah.
Grendel pun menutup buku sejarahnya. Mati di tangan orang yang sama dengan orang yang dulu juga pernah membunuhnya jauh di masa lalu.
Naga Jahat Grendel berasal dari tanah Skandinavia yang dulunya dikuasai oleh bangsa Viking. Karena selalu berbuat kebrutalan pada manusia, akhirnya seorang pahlawan membunuhnya, yakni Beowulf.
Lalu sekarang, keturunan Beowulf yang entah generasi keberapa sebagai peerage bidak Pion Sirzech Lucifer, menggunakan promosi Ratu untuk mendapakan kekuatan tertinggi sehingga sekali lagi berhasil mengakhiri hidup Grendel.
Cerita lama terulang kembali.
Beowulf membuang jauh-jauh jantung Grendel. Suasana di tengah kawasan rawa menjadi tenang. Ia sudah ingin pulang jika saja tidak ada suara yang menyapa gendang telinganya.
"Hei iblis, mau coba adu tanding denganku?"
Beowulf berbalik, tanpa bisa ia sadari ternyata tidak terlalu jauh dari posisinya telah berdiri tegap seorang laki-laki berpakaian khas bangsawan yang dominan dengan corak batik.
"Perkenalkan. Namaku Raden Mas Bagus Sudjiwodhiningrat yang datang dari Tanah Java. Keturunan terakhir sekaligus titisan Gusti Prabu Angling Dharma, pemilik sacred gear Keris Sakti Nogososro. Aku lah yang memimpin resimen pasukan di titik ini."
"Kheh, ayooo siapa takut. Sebagai budak Yang Mulia Maou Sirzech Lucifer, aku tidak akan mempermalukan namanya."
Baaaaaaaaaaaannnggggg!
Untuk sementara, beralih dahulu dari pertempuran tersebut.
Masih di lokasi yang sama, kawasan rawa di wilayah timur teritori kekuasaan Keluarga Iblis Gremory. Sebentar lagi pertarungan yang tak kalah seru juga akan terjadi.
Laki-laki dengan pakaian khas batik mendongakkan kepala demi menatap naga hijau berkepala banyak yang sedang mengamuk dan menyerang membabi-buta.
"Ouhhh, jadi ini kah Naga terakhir yang tersisa dari Mitologi Persia, Illuyankas. Kasihan sekali kau sampai ditangkap dan dikendalikan oleh para malaikat surga. Baiklah kalau begitu, aku Raden Mas Rajasawardhana, keturunan terakhir dari Maha Patih Batik Madrim yang perkasa ini akan membebaskanmu, entah hidup-hidup atau sudah mati."
Rajasawardhana membungkukkan badan, menapakkan kedua telapak tangannya ke tanah. Selanjutnya, sosoknya yang semula manusia menjelma menjadi sosok binatang. Seekor harimau putih. Awalnya hanya seukuran harimau normal, namun lima detik berikutnya hewan tersebut berubah menjadi monster yang seukuran dengan naga Illyunkas itu sendiri.
"Grrrrooooooooooooaaarrrr!"
Si harimau putih raksasa jelmaan keturunan Patih Batik Madrim mengaum kencang.
Pertarungan antar monster, dimulai.
. . .
Berpindah ke pantai bepasir putih yang sangat indah di sebelah barat wilayah kekuasaan Keluarga Iblis Gremory, salah satu titik yang sekarang dalam situasi tak menentu.
Dari bibir pantai sampai ke tengah laut, tak ada lagi air asin yang bisa digunakan untuk mandi berenang. Semuanya mengeras, membeku menjadi es yang sangat dingin dan padat, tak ubahnya Samudra Arktik di kutub utara. Sebabnya sudah barang tentu, Serafall melepaskan kekuatan elemen es untuk membentuk dunia miliknya sendiri, Celcius Cross Trigger. Lautan luas hingga radius ratusan kilomenter dari bibir pantai, saat ini benar-benar tak menyisakan air setetespun, yang ada hanyalah kristal-kristal es keras. Tidak hanya di permukaannya saja namun sampai ke dasar laut. Inilah kekuatan sejati Serafall Leviathan, yang katanya sanggup membekukan satu benua dan samudra dalam sekejap.
Namun hanya lautan saja yang Serafall bekukan. Sisanya di pesisir pantai tetap normal. Dia tidak ingin membekukan pasukan perang musuh bersamaan dengan pasukannya sendiri.
Jangan dikira lautan beku tersebut datar selayaknya kutub utara!
Tidak!
Ada banyak lubang raksasa, bongkahan-bongkahan gunung es yang berhamburan bahkan beterbangan dan sebagainya. Ledakan-ledakan dahsyat yang menciptakan cahaya menyilaukan dan getaran yang mencapai pantai tak kunjung berhenti. Situasi ekstrim yang tak mungkin ada makhluk bisa hidup disana.
Serafall tidak sendiri, bersamanya Seraphim wanita terkuat dari surga, Gabriel, bertarung mati-matian melawan Sang Dewi Perang dari Takamagahara, Bishamonten.
Pertempuran mereka tampak imbang, sudah hampir setengah jam berlangsung tetapi masih belum diketahui siapakah yang lebih unggul dan tidak bisa ditebak siapa yang mampu bertahan sampai akhir.
Jika biasanya pemimpin pasukan dari masing-masing kubu bertarung belakangan setelah mengerahkan pasukan perangnya, maka mereka bertiga bertarung paling depan.
Prinsipnya hanya satu, jatuhkan pemimpin lawan.
Habisi!
Tebas tubuhnya!
Penggal lehernya!
Cabut nyawanya!
Jika pasukan musuh telah kehilangan pemimpin, maka mengalahkan mereka yang sudah kehilangan semangat dan harapan akan sangat mudah.
Ah, alihkan perhatian dari pertarungan brutal yang sangat merusak lingkungan itu! Satupun orang tidak ada yang berani mengganggu, dan mereka bertiga jelas bertarung di arena terbuka juga untuk menghindari serangan mereka nyasar pada anak buah sendiri.
Di tengah berkecamuknya perang yang belum lama dimulai, Sakura nampak serius kesana kemari di barisan belakang. Dia, ketua Unit Medis dari Korps pendukung, tidak perlu berpikir panjang untuk menerjunkan dirinya sendiri ke arena perang. Ini adalah tanggung jawab besar yang ia emban. Sudah tak terhitung jemari lagi jumlah prajurit terluka parah yang berhasil ia selamatkan.
Sakura sejatinya memang dari Unit Medis yang seharusnya berada di barisan paling belakang. Saat pertama tadi, ketika ajang adu tanding antar prajurit terbaik, niatnya hanyalah untuk peregangan tubuh biar tidak kaku atau kram selama perang yang mungkin akan berhari-hari akan selesai. Konyol memang, tapi kekuatannya patut diacungi dua jempol karena sanggup mencabut jantung seorang Malaikat Jatuh kelas tinggi dari rongga dadanya tanpa perlu mengeluarkan keringat.
Seraya sibuk memberikan pertolongan pertama dengan ninjutsu medis, Sakura melirikkan mata ke arah teman karibnya sesama Shinobi Konoha yang tampak sedang tidak melakukan apa-apa. Saat dalam perang begini, ternyata masih ada yang mencuri kesempatan untuk berdiam diri. Temannya itu duduk bersila memejamkan mata seperti sedang bertapa.
Sakura coba menegur, "Tenten-san, sedari tadi kau diam saja. Kenapa? Apa atasan menempatkan dirimu untuk strategi khusus?" Dia ingin berprasangka baik.
Tenten tersenyum kecil, "Tidak. Aku hanya sedang mengumpulkan chakra."
"Ha?" Sakura menganga, "Jangan katakan kau sedang mengumpulkan chakra senjutsu mode sennin seperti Naruto!"
"Ya tidak laaah! Aku tidak ada bakat untuk itu, tubuhku sangat kecil afinitasnya dengan senjutsu. Tadi itu aku sedang melakukan olahbatin untuk memacu peningkatan sementara kapasitas maksimal volume chakra dalam tubuhku secara paksa. Walau tidak sampai dua kali semua, bahkan tidak sebanding dengan segel Byakugou di dahimu itu, tapi tetap sangat kuperlukan."
Sakura mengerti, dia membulatkan bibirnya hanya untuk melafalkan suara "Oh."
"Aku sudah selesai. Kalau begitu, aku pergi."
"Oke! Kau boleh kembali ke tempatku asalkan dalam kondisi hidup-hidup."
"Jangan bercanda! Aku tak akan ke tempatmu, karena aku tak akan terluka!"
"Che."
"Jaa ne!"
Setelah selesai menyiapkan beberapa gulungan berisi senjata, Tenten bergegas maju dengan berlari. Lokasinya yang tadi berada di barisan belakang membuatnya perlu waktu sampai 5 menit hingga sampai ke titik pusat peperangan.
"Goncangkan permukaan bumi, Bashousen! Heyyaaaa!"
Dhuuuaarrr!
Untung tidak terlambat! Tenten berhasil melindungi beberapa puluh prajurit termasuk diantaranya delapan Shinobi Konoha dari badai serangan sihir gabungan tentara malaikat dan iblis. Menggunakan kibasan kipas ekor merak Bashousen, salah satu dari lima senjata Rikudou yang mampu mengeluarkan lima elemen dasar, Tenten mampu menarik bongkahan tanah dari dalam perut bumi sehingga membentuk dinding tebal di atas pantai berpasir.
Swooossshh...
Dengan sekali kibasan lagi, asap tebal sisa ledakan seketika tersapu bersih. Meski mampu bertahan, ternyata dinding tanah yang diciptakan Tenten tetap hancur.
Di depan sana dan di udara, tentara Aliansi Tiga Fraksi cukup terkejut karena serangan mereka semua yang dilepaskan secara bersamaan mampu ditahan.
Namun, salah satu diantara mereka yang berjenis malaikat jatuh langsung tanggap akan situasi. Dia mengambil alih komando.
"Hei semuanya, aku tahu siapa wanita itu. Orang Konoha yang dikatakan Azazel-sama berada dibalik insiden di Rumania."
"Hah? Serius?"
"Mana mungkin aku bohong di saat seperti ini."
"Wah, aku terkenal ternyata yaa." Tenten menggumam sendiri, narsis.
"Azazel-sama berpesan, wanita itu tak bisa dikalahkan dengan cara biasa. Dia memiliki senjata pisau kawat baja yang sangat berbahaya bagi kita kalau melakukan pertarungan jarak dekat. Satu-satunya cara melawan dia untuk saat ini hanyalah pertarungan jarak jauh dengan serangan berdamage besar dalam cakupan luas."
"Baik. Ayo kita siapkan serangan!"
"Ayooooo!"
Para tentara itu pun mengambil jarak yang lebih jauh sembari mulai menciptakan lingkaran sihir yang mampu melepaskan serangan sihir demonic dan cahaya.
Tenten menyeringai kecil, "Kheh, kalian pikir aku tidak punya sesuatu untuk mengantisipasi itu?" Ia menatap senjata kipasnya, "Ayooo Bashousen, aku butuh bantuanmu lagi."
Para tentara Aliansi Tiga Fraksi sudah selesai dengan persiapannya, serangan sihir beratribut api dilepaskan secara bersamaan. Lidah-lidah api menggulung turun bak ombak di lautan hendak melalap Tenten yang berada di permukaan tanah.
"Padamkan api-api itu, Bashousen! Haaaaa!"
Sekali kibas, berkubik-kubik air menyebur deras dari ketiadaan.
Sssshhhhhh!
Kabut uap tebal pun tercipta menghalangi pandangan mata.
Namun serangan belum berhenti...
rumblerumblerumble
jduaaarrrr!
Kali ini tentara Aliansi melanjutkan serangan yang memiliki atribut petir.
"Heeyyaaah!"
Kibasan kipas Bashousen yang ketiga mengeluarkan badai angin. Petir-petir pun tersapu ke segala arah sehingga mendarat dan meledakkan tempat lain yang cukup jauh.
Energi petir memerlukan partikel udara bermuatan listrik sebagai media rambatannya. Sedangkan angin yang dilepaskan Tenten bermuatan netral sehingga arah serangan elemen petir menjadi kacau.
Selanjutnya, saling hantam gelombang serangan berbagai macam elemen terus bergulir tidak ada yang mau mengalah. Tenten meski hanya seorang diri tapi sanggup menahan serangan puluhan serdadu-serdadu musuh. Ketika para makhluk supranatural itu melepaskan serangan sihir atribut alam bersamaan, maka Tenten akan menyapunya menggunakan kelemahan dari atribut itu sendiri. Serangan api dihalau dengan air, air dengan tanah, tanah dengan petir, petir dengan angin dan angin dengan api. Begitu seterusnya.
Rehat sejenak, salah satu pasukan iblis di sana memaki marah karena serangannya selalu digagalkan Tenten, "Sial! Senjata miliknya terlalu merepotkan."
Malaikat di dekatnya menyahut, "Kalau begitu, jangan serang dia bersamaan. Serang dia secara bergiliran tanpa henti. Interval waktu dia mengibaskan kipasnya cukup lama, dan lagi dia kalau kelamaan pasti dia akan kehabisan tenaga."
Pengamatan yang sangat bagus, Kipas Bashousen membutuhkan suplai chakra yang cukup banyak dari penggunananya. Untuk itulah, Tenten tadi mempersiapkan volume chakra yang lebih besar dari biasa. Memang seharusnya senjata Rikudou tidak digunakan oleh shinobi biasa seperti Tenten, tapi oleh jinchuriki atau orang-orang yang mewarisi chakra Rikudou.
Merasa tak ada gunanya lagi, Tenten menyimpan Bashousen. Dia mengambil gulungan perkamen yang cukup besar di punggungnya. Dia buka lalu...
Syuut!Syuut!Syuut!Syuut!Syuut!
Seperti biasa, Tenten yang merupakan seorang weapon mistress membuat hujan ribuan kunai. Dia menyerang lebih dulu sebelum musuh melepaskan serangan sihir.
Terpaksa, para malaikat, malaikat jatuh, dan iblis berganti ke mode bertahan. Mereka membuat pelindung sihir masing-masing di sekeliling tubuhnya. Usaha yang bagus, mereka mampu bertahan dari goresan senjata.
Namun, dalam gerakan slow motion...
Salah seorang iblis memutar kepalanya sangat pelan dengan mata menatap heran pada sebilah kunai yang terbang di sisinya. Kunai yang satu ini ada ekornya, berupa secarik kertas bertuliskan aksara tertentu. Kertas itu mulai bersinar terang, si iblis menganga lebar. Dan...
Kabooomm!.
Ledakan dari kertas peledak mampu menghancurkan pelindung sihir hingga melukai iblis itu.
KAAABBOOOMMM!
Tidak hanya satu, kerumunan tentara aliansi tenggelam dalam ledakan massal yang terjadi bersamaan.
Tenten menunggu.
Sejenak kemudian, musuh-musuh yang terisa hanya setengah, setengahnya lagi telah tewas. Rupanya ada yang memiliki pelindung sihir cukup kuat untuk bertahan dari ledakan.
"Baiklah, ini yang terakhir. Kuharap kalian bisa bertahan." ucap Tenten lalu tertawa.
Gadis dengan model rambut bercepol itu pun mengeluarkan senjatanya paling mutakhir. Melempar sebuah gulungan kecil ke tanah dan langsung terbuka. Dengan segel kunci, muncul lah sebuah koper hitam berukuran sedang. Dia membuka koper itu. Isinya sepasang sarung tangan terbuat dari serat karbon yang mampu menahan irisan benda setajam apapun. Tenten memakainya, kuku dan ujung jarinya muncul keluar dari balik lubang jari sarung tangan. Dia lalu melemaskan jari-jemarinya. Di sekitar tubuh Tenten, nampak kemilau cahaya biru pantulan dari cahaya matahari yang membentuk garis-garis abstrak yang bergerak-gerak.
Sebenarnya yang ada di sekitar tubuh Tenten adalah benang-benang supertipis, Microfilament Razor Wires. Material benang baja yang terbuat dari logam vibranium. Penampilannya seperti pisau kawat mikro tajam yang berbentuk seuntai benang yang sangat panjang. Untaian itu berbeda dengan benang baja yang digunakan para shinobi pada umumnya yang mana terdapat pendulum atau kunai pada ujungnya untuk dilemparkan pada target. Bagi Tenten, ia mampu mengendalikan gerakan benang hanya dengan jari saja tanpa perlu pendulum.
Benang ini sangat panjang, namun panjang itu berupa angka tetap dan hanya terdapat satu untaian saja. Oleh sebab itu, jangkauan serang akan berbanding terbalik dengan intensitasnya. Pada jarak dekat, untaian benang itu terkonsentrasi disekitar tubuh Tenten sehingga daya rusaknya luar biasa dan mampu memotong benda apa saja sampai sekecil dadu. Namun untuk mencapai jarak yang jauh maka benang akan akan diluruskan bergerak menuju target sehingga intensitas serangan akan berkurang secara aritmatik.
Tenten memandang ke langit, hampir semua tentara musuh terbang cukup tinggi sementara ia hanya bisa bertarung di darat, tapi ia tidak berpasrah diri.
"Walau alat baru ini hanya sebuah mainan anak-anak, tapi di saat seperti ini bisa sangat berguna."
Mengeluarkan sesuatu dari gulungan penyimpanan, di depan Tenten kini nampak sepotong papan. Aah bukan, itu sebuah kendaraan. Hoverboard, sebuah papan skateboard yang bisa terbang melayang. Tenten berdiri di atas mainan itu, dan ia pun kini mulai melayang di udara.
Para iblis dan tentara lainnya tidak terlalu terkejut, alat seperti itu memang sudah populer di dunia manusia sejak 5 tahun lalu. Hoverboard yang bekerja dengan prinsip medan magnetis.
Akan tetapi milik Tenten ini berbeda. Ia memiliki Hoverboard keluaran terbaru prototype percobaan di kalangan militer negara Amerika. Prinsip kerjanya tidak lagi menggunakan medan magnetis yang hanya bisa terbang di atas lantai logam magnet, tetapi menggunakan Sistem Pendorong Voiture Lumiere (Voiture Lumiere Propulsion System). Sistem ini nampak jelas terlihat pada bagian bawah Hoverboard berupa dua buah piringan yang berpendar warna biru. Pada bagian itulah, terjadi konversi energi menjadi udara bertekanan tinggi yang menghasilkan tenaga pendorong hingga mampu mencapai kecepatan 175 mph. Sumber dayanya berasal dari baterai non-removable polymer-ion berkapasitas besar yang terpasang di dalamnya, baterai isi ulang yang mampu membuat hoverboard bekerja 90 menit nonstop.
Tenten ahlinya menggunakan peralatan dan senjata. Lihat saja di udara, Tenten mampu terbang meliuk-liuk dengan berbagai macam manuver akrobatik yang sangat halus dan cepat.
"Terima kasih, Gai-sensei. Aku suka hadiah darimu."
Setelah pertempuran melawan para naga jahat di Rumania, Tenten sempat mengeluhkan bahwa dirinya cukup kesusahan bertarung melawan makhluk supranatural yang bisa terbang dan unggul dalam serangan jarak jauh. Gai yang pengertian akan kondisi muridnya, tentu langsung tanggap. Ia menghubungi ilmuan dari amerika dan meminta dibuatkan alat untuk menutupi kekurangan Tenten. Gai memiliki link kesana karena pernah ikut bersama Yamato dan Shizune melakukan hubungan kerjasama dengan sebuah lembaga penelitian rahasia negara adidaya tersebut. Dan Hoverboard itulah sebagai hasilnya.
"Ayooo kemari kalian semua. Tidak akan kubiarkan satupun dari kalian bisa pulang hidup-hidup."
Tenten menyeringai senang. Perang yang kedua kali ini membuat kondisi psikis dan mentalnya sedikit geser. Jelas ia masih punya nurani, tapi kalau musuhnya adalah makhluk bukan manusia maka lain cerita.
Dengan hoverboard untuk terbang cepat dan Microfilament Razor Wires sebagai senjata. Sudah bisa dipastikan apa yang akan terjadi kalau musuh Tenten hanyalah pasukan kelas bawah.
Jraasshhh!Jraasshhh!Jraasshhh!
Jraasshhh!Jraasshhh!Jraasshhh!
Darah serta potongan daging dan tulang jatuh berhamburan, selayaknya sedang terjadi hujan. Sebuah aksi pertunjukkan mutilasi massal.
Ada keuntungan besar saat Tenten menggunakan kedua alat itu. Hoverboard memiliki sumber daya baterai sendiri dan pisau benang baja tidak memerlukan sumber tenaga sehingga sangat menghemat chakra Tenten.
Entah sudah berapa tentara musuh yang tewas di tangan Tenten. Gadis dengan rambut dicepol itu belum berhenti terbang akrobatik di udara untuk membunuh.
Perbuatan Tenten, tentu tidak akan dibiarkan oleh musuh begitu saja.
Ngiiiinggggg!
Tenten spontan berhenti meluncur. Dia mengambang di udara, di depan matanya ada tiga musuh yang menatap bengis padanya. Kalau hanya musuh kelas bawah, Tenten tak akan takut. Tapi ini? Ada aura membunuh pekat mengarah padanya sehingga membuatnya terpaksa berhenti dan berpikir dua kali sebelum menyerang.
"Cukup Nona, kau tidak diijinkan berbuat lebih jauh dari ini?"
"Heeeh, siapa memangnya kalian berani melarangku!?" sahut Tenten tidak terima.
Tak ada jawaban yang Tenten dapatkan.
"Berhenti!"
Pertarungan pasti akan terjadi kalau saja tidak ada suara lain yang menginterupsi.
"Kalau memilih lawan, carilah yang sepadan. Dan apa-apaan itu? Main keroyokan? Apa kalian tidak malu eh?"
Tiga orang yang menghadang Tenten mendesis marah.
Memang benar apa yang barusan dikatakan orang itu, ketiganya adalah pemilik nama yang menduduki posisi cukup tinggi. Dua dari sepuluh Seraphim Surga yakni Sandalphon dan Metatron, ditambah satu orang kepala keluarga, Lord Forneus, peringkat ke-30 dari 72 pilar Underworld.
Orang yang baru datang mengalihkan tatapan padanya pada Tenten. "Nona kecil, pergi lah. Biarkan aku yang mengurus ini."
Tenten tidak membantah, "Baiklah, Benten-sama."
Setelah membungkuk singkat sebagai bentuk rasa hormat, Tenten melesat pergi dengan hoverboardnya, mencari musuh-musuh untuk dia bantai dengan tangannya.
Tinggal lah empat orang.
Benten, dengan nama asli Dewi Benzaiten yang merupakan satu dari 7 dewa keberuntungan Shinto Shichi Fuku Jin. Peringkatnya sama tinggi dengan Dewi Perang Bishamon.
Ini akan jadi pertarungan yang sepadan bukan?
. . .
Titik C yang merupakan titik paling tengah di arena perang adalah kawasan hutan dengan pohon-pohon tinggi besar. Di tempat ini sudah memasuki pertempuran babak kedua.
Arus peperangan di titik ini memang berbeda dari yang lain. Sesi pertama sudah selesai beberapa jam lalu. Kedua kubu, baik Zekram Bael maupun Cao Cao sudah mempelajari banyak karakteristik tempur lawan masing-masing. Jangan heran, sebab mereka adalah tipe jenius yang sangat mengandalkan analisa dan taktik jitu.
Lalu babak kedua ini adalah untuk menguji coba strategi yang telah dibuat sehingga jika ada yang kurang atau salah maka bisa dilakukan revisi agar memperoleh kemenangan telak pada babak terakhir nanti dengan mengerahkan segenap kekuatan pasukan tempur.
Yah, yang namanya lebih mengedepankan strategi, tentu saja kelicikan adalah wajah utama.
Lihat saja, pemimpin dari kubu Persekutuan Penentang Imperium of Bible sudah terjun langsung pada babak kedua ini. Tentu dia mempunyai alasan khusus.
Cao Cao nampak berlari terbang kesana kemari menghindari serangan lawannya.
Shinnngg!
Slice.
Cao Cao selamat, hampir saja bahunya terpotong oleh piringan cakram Power of Destruction.
"Uuufftt, untung saja!"
"Hei, kalau kau jantan, ayoo kemari hadapi aku, jangan menghindar saja!"
Teriakan Magdaran Bael sama sekali tidak direspon oleh Cao Cao.
Magdaran Bael adalah adik laki-laki seayah dari Sairaorg Bael, calon pewaris tahta Keluarga Great King Bael, juga cicit dari Zekram Bael pemimpin kubu pasukan Aliansi di titik C ini. Sebagai pewaris, tentu saja penguasaannya akan bakat kekuatan penghancur Power of Destruction cukup mumpuni.
Berbeda dengan iblis Keluarga Bael lain yang menekankan kekuatan Power of Destruction pada kompresi sihirnya seperti Sirzech, Zekram, mapun Lord Bael, Magdaran lebih mengutamakan transformasi bentuk sihir menjadi wujud tertentu yang efektif untuk menyerang pada trik dan kondisi khusus. Cao Cao saja dibuat kelimpungan meski telah mengaktifkan Balance Breaker Polar Night Longinus Chakra Valdine dari Sacred Gear Tombak Suci True Longinus miliknya.
"Tch, bedebah. Mati kauuu!"
Piringan cakram dari Power of Destruction yang dikendalikan Magdaran memisah menjadi tiga buah piringan yang lebih tipis kemudian mengambil bentuk seperti shuriken berwarna hitam dengan outline merah. Ketiganya berputar cepat mengejar Cao Cao.
Slice!
Batang pohon yang menjadi target serangan nyasar shuriken Power of Destruction terpotong lalu tumbang, Cao Cao lagi-lagi berhasil menghindar.
Di antara lebatnya pepohonan, Cao Cao terbang cepat menggunakan Bola Cahaya Haatsutei Ratana di kakinya. Tiga shuriken hitam terus mengejarnya dari arah belakang. Dua shuriken memisahkan diri ke sebelah kiri dan kanan, sementara satu masih tetap mengejar dari belakang.
Ini buruk, Cao Cao terkepung. Selain ke depan, semua jalan kaburnya sudah tertutup. Dua shuriken semakin dekat mengapit di sisi kiri dan kanannya, sementara yang dibelakang semakin memangkas jarak. Tubuhnya bisa terpotong-potong kalau terkena. Meluncur ke atas adalah pilihan buruk karena hanya akan membuat dirinya menjadi target yang lebih mudah kalau terbang di udara terbuka diatas hutan.
Kelamaan berpikir, tanpa disangka tiba-tiba dari arah depan...
Slice...!
Badan Cao Cao terpotong menjadi dua dengan irisan memanjang dari bahu kiri ke pinggang sebelah kanan. Dan...
Buuaagg.
Kedua potongan badan yang telah terpisah tersebut hampir remuk karena menabrak batang pohon.
Ternyata tiga shuriken Power of Destruction yang mengejar tadi hanyalah pengalihan. Serangan sebenarnya dari arah depan, menunggu moment saat Cao Cao lengah. Entah kapan Magdaran membuat shuriken yang keempat itu.
"Pheew!"
Magdaran menghela nafas lega di tempatnya berdiri. Ternyata tidak terlalu sulit membunuh Cao Cao, meski pemuda itu menyandang nama besar pemegang Tombak Suci pembantai Tuhan, Sacred Gear True Longinus.
"Baiklah, sudah selesai. Saatnya pulang dan melaporkan ke kakek."
Magdaran membalikkan badan dan hendak terbang, namun...
Jleb!
"Guhhaaa!"
Pewaris tahta Bael memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya.
"Siapa yang mengatakan kau boleh pulang hidup-hidup eh?"
Cao Cao menyeringai keji tepat di depan wajah Magdaran. Tangannya menggenggam erat tombak suci yang kini menusuk dada Magradan hingga tembus ke belakang.
"Ohhok!. K-kau... S-sejak kapan?"
"Sejak tadi."
Penglihatan Magradan mulai hilang, kesadarannya semakin tipis. Serangan langsung tombak suci pada tubuh iblis, tentu akan meninggalkan luka parah yang tak mungkin bisa diselamatkan. Tombak suci pembantai tuhan True Longinus itu sendiri ibarat racun mematikan bagi iblis meski hanya dengan menyentuhnya seujung kuku.
"Kau terlalu fokus pada tiruan diriku, sampai tak menyadari bahwa sejak awal pertarungan aku telah berada di belakangmu. Dasar petarung amatiran!"
Satu hal yang terlewat oleh Magdaran, nyatanya Cao Cao mengaktifkan balance breaker sacred gear-nya secara sempurna, Perfect Balance Break Second Shift of Polar Night Longinus Chakra Valdine. Dalam mode ini, ia memiliki bola kedelapan yakni Chaaya Ratana yang mampu membuat tiruan dirinya sendiri sebaik aslinya dan bola kesembilan Parivarta Ratana dengan kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi bentuk apapun dan menekan sinyal kehidupan sehingga keberandaannya tak akan terasa.
Tadi, Cao Cao merubah dirinya menjadi nyamuk yang terbang pelan di balik punggung Magdaran. Ia pun merubah diri ke wujud aslinya dengan memanfaatkan momen kritis lalu menusuk lawannya tanpa bisa mengelak.
Magdaran kalah telak dari Cao Cao. Namun ada sedikit keanehan.
Bukannya menyesali ataupun murka atas kekalahannya dan kematian yang sebentar lagi akan menjemputnya, Magdaran justru menyunggingkan senyum kecil di bibirnya. Ia seperti tahanan yang baru saja lepas dari penjara penderitaan, ia seakan terbebas dari segala hal yang membuatnya muak dengan dunia ini.
"Kenapa kau, hm?" Cao Cao sedikit penasaran.
"Tidak. Kurasa aku harus berterima kasih padamu, Cao Cao."
"Baiklah, kuterima ungkapan terima kasih darimu." sahut Cao Cao bersamaan dengan tubuh Magdaran yang berubah menjadi serpihan cahaya dan lenyap tersapu angin.
Sungguh, Magdaran yang malang.
Tapi ia mungkin bahagia di alam sana. Pada detik-detik terakhir hidupnya, ia merasakan dirinya yang begitu bebas, hingga sakitnya luka parah akibat tombak suci tak lagi ia rasakan.
Sepajang hayatnya, Magdaran tidak pernah menjadi dirinya sendiri dan melakukan sesuatu atas kehendaknya sendiri. Ia benci semua orang, kakaknya dan seluruh keluarganya apalagi ayahnya, bahkan dirinya sendiripun sangat dia benci.
Magdaran lahir dari istri kedua Lord Bael. Sairaorg yang merupakan anak pertama tidak diberkahi dengan bakat Power of Destruction sehingga kursi putra mahkota dialihkan kepada Magdaran. Sebagai pewaris tahta keluarga, Magdaran dituntut akan banyak hal. Belajar politik, berlatih dan bertarung dengan Power of Destruction, apapapun ia lakukan demi menyenangkan ayah dan ibunya.
Akibatnya, dia terpaksa merelakan impiannya sendiri menjadi ahli botani yang sangat menyukai tanaman dan bunga. Bunga favoritnya adalah bunga ungu yang tumbuh mekar di seluruh penjuru Kota Bael. Ia bahkan memiliki rumah kaca yang sangat besar berisi berbagai macam tanaman langka. Akan tetapi itu semua dibakar oleh ayahnya sendiri karena dianggap sama sekali tidak penting bagi pewaris tahta.
Magdaran tidak bereaksi apapun saat harta berharganya dibakar, ia sama sekali tidak menunjukkan raut muka sedih. Tapi hatinya semakin membenci semua orang, terutama kakaknya yang tidak mewarisi Power of Destruction dan tidak mampu mengambil alih kursi ahli waris darinya. Inginnya seperti itu namun dia tidak bisa membenci sepenuhnya sang kakak. Sairaorg lah satu-satunya orang yang mendukungnya sebagai ahli botani dan memperlakukan dirinya sebagai sebuah keluarga sungguhan. Karena inilah, ia juga membenci dirinya sendiri karena sampai hati membenci kakaknya yang teramat baik.
Diantara semua iblis dari keluarga Bael yang punya kebanggaan dan kesombongan setinggi langit, Magdaran adalah permata diantara tumpukan batu, satu-satunya yang memiliki sifat rendah hati. Keberadaaanya di medan perang inipun hanya karena terpaksa tanpa ada niat.
Sebuah takdir yang bisa dikatakan tidak adil untuk iblis baik hati seperti dirinya.
Ah, lupakan semua itu. Cerita hidup Magdaran sudah selesai sampai di sini.
Cao Cao memutar-mutar tombaknya lalu menahannya di bahu, "Beres. Sekarang aku hanya perlu menunggu, bagaimana keluarga yang penuh kesombongan itu bereaksi setelah tahu putra mahkota mereka tewas di medan perang. Hahahaaaa."
Jadi untuk alasan inilah, Cao Cao turun bertarung di babak kedua ini. Sairaorg telah menunjukkan diri pada babak pertama melawan Rock Lee, jadi dia memprediksi bahwa selanjutnya adalah Magdaran. Sejak awal, iblis ini telah diincar oleh Cao Cao sebagai target terminasi.
Keluarga Great King Bael adalah keluarga paling terpandang, kematian putra mahkota tentu akan menggoyangkan eksistensi keluarga itu dan ujung-ujungnya pasukan aliansi akan terkena dampaknya. Ia juga ingin melihat, apa yang akan dilakukan Zekram dan Sairaorg sebagai keluarga terdekat jika mengetahui hal ini.
Sungguh, permaian yang menarik.
Masih di tengah hutan yang sama, di titik C.
Seorang malaikat kelas tinggi bersayap sepuluh nampak tenang, tak ada tanda-tanda ia mendapat tekanan dari orang yang menjadi lawan bertarungnya. Wajar, karena bagi dia lawannya ini sangat lemah.
"Hei manusia, menyerahlah. Kita akhiri saja ini."
Beaammmm
Dhuuaarrrr!
Meski malaikat itu meminta musuhnya untuk menyerah, nyatanya ia tetap menyerang. Serangan cahaya bak senjata laser sukses melubangi tubuh targetnya. Tidak berhenti sampai disana, puluhan batang pohon di belakangnya juga ikut berlubang sebesar pipa paralon bahkan menciptakan garis lurus berupa parit di tanah sampai jarak yang cukup jauh.
Si malaikat belum menunjukkan senyum kemenangan. Ini sudah kesekian kali dia melubangi tubuh musuhnya namun tak juga mati.
Si musuh dari kubu Konoha, seorang shinobi yang mengenakan mantel bulu berkerah hingga menutupi hampir seluruh wajahnya dan mengenakan kacamata hitam, Shino Aburame, nampak tak bisa melalukan perlawanan apapun. Memang dia selamat, tapi dengan pengorbanan banyak sekali serangganya.
Lubang menganga bekas serangan si malaikat di tubuh Shino kembali menutup setelah ribuan serangga-serangga menempatinya.
Si malaikat coba membujuk lagi, ras ini memang terkenal lembut. "Ayolah, kau tidak bisa terus seperti itu. Aku tidak tahu apa-apa tentang teknik milikmu. Tapi... tapi meski kau memiliki jutaan atau milyaran serangga tetap saja angka itu ada batasnya. Aku yakin bisa melenyapkan semua seranggamu. Saat semua seranggamu habis, ketika itulah kau mati. Aku benar kan?"
"Ya." Shino menanggapi singkat.
Meskipun sepemikiran, tapi keduanya tak ada tanda-tanda akan sepakat.
Si malaikat mengangkat tangannya ke atas, dia membuat bola cahaya yang cukup besar.
"Apa itu akan jadi serangan terakhirmu?" tanya Shino.
"Mungkin. Jika kau tak bisa bertahan lagi."
"Oh."
"..."
"Maaf kalau aku lancang pada malaikat terhormat seperti dirimu. Bolehkah aku tahu namamu?"
"Tentu saja boleh. Memang sudah sewajarnya seseorang mengetahui nama orang yang dia temui di akhir hayatnya. Namaku Raguel, salah satu dari sepuluh seraphim surga."
"Terima kasih atas informasinya."
"Apa maksud perkataanmu eh?"
"A-..."
"Tidak perlu! Toh sebentar lagi kau akan mati."
Beeaammm...
Sebuah garis cahaya terbentuk seperti laser dari bola cahaya, menuju lurus ke kepala Shino.
Shino pun kehilangan kepalanya. Tapi seperti sudah diperkirakan, itu tidak akan membunuhnya. Sisa badan Shino berubah menjadi serangga hitam dan berpencar. Serangga-serangga itu terbang ke arah lain, berkumpul lalu membentuk tubuh Shino yang utuh tanpa kurang apapun.
Beeaamm...
Sekali lagi, perut Shino yang berlubang.
Belum sempat bicara, dia sudah terkena serangan.
Berkali-kali Raguel menyerang dan berkali-kali pula Shino merelakan puluhan ribu serangganya mati.
Menit demi menit berlalu, Raguel tidak nampak kelelahan. Baginya serangan tadi hanyalah serangan kecil yang tidak banyak menghabiskan tenaga. Ia tidak perlu membuat serangan kuat kalau hanya untuk membunuh satu manusia. Namun Shino sudah kehilangan banyak sekali serangganya.
Malaikat adalah adalah ras supranatural yang diberkahi dengan segala sifat baik. Itu katanya, namun untuk Raguel ada sedikit pengecualian. Kelihatannya dia sudah hampir habis kesabaran.
"Ini penghabisan. Dengan ini kupastikan serangga-seranggamu tidak akan tersisa satupun lagi."
Tubuh Raguel mulai bersinar, bercahaya semakin terang. Itu buruk, cahaya yang keluar dari tubuhnya tidak hanya menyilaukan, tapi intensitasnya yang sangat tinggi akan membuat materi dan benda-benda disekitarnya lenyap seperti abu sampai pada radius tertentu.
"Jangkauan seranganku ini bisa mencapai jarak 3 kilometer. Kau dan semua seranggamu tidak akan bisa kabur."
Kalau sejauh itu, Shino tak mungkin memiliki kesempatan hidup.
Tapi...
"Ouucchh!"
Raguel mengaduh.
Sinar di tubuhnya meredup kembali hingga ia kembali ke kondisi normal.
"Tunggu sebentar." ucapnya.
Shino bisa saja kabur memanfaatkan waktu yang diberikan Raguel, namun nyatanya dia diam saja.
Raguel mengorek-ngorek lubang telinganya dengan jari kelingking. mungkin gatal. Cukup lama hingga akhirnya dia berhasil mengeluarkan sesuatu. "Apa ini?" tanyanya heran.
Sesuatu yang ia keluarkan bukan benda mati, tapi makhluk hidup yang sudah mati. Seekor serangga, lima kali lebih besar dari serangga-serangga yang Shino gunakan untuk menyerang.
Mengerti akan keheranan Raguel, Shino sukarela menjawab. "Itu salah satu seranggaku."
"Eh. Ahahahaaaa." Raguel tertawa gelak. "Kau tidak bisa mengalahkanku dengan seekor serangga ini, biarpun kau memasukkannya ke lubang telingaku."
"Harusnya kau lebih teliti lagi dengan serangga yang ditanganmu itu."
"Kenapa heh?"
"Lihat! Badannya jauh lebih besar dari serangga lainnya kan?"
"Lalu?"
"Coba tebak, dari jenis apa serangga itu. Maksudku serangga hidup berkoloni dan setiap individu menanggung tugas masing-masing sesuai tipenya."
"Hmmm..." Raguel tampak berpikir, "Kalau serangganya sebesar ini, apa mungkin dia Ratu?"
"Betul sekali. Dalam setiap koloni serangga, pasti ada Ratu. Jumlahnya satu setiap koloni. Ratu akan menetaskan satu telur calon Ratu selanjutnya, tapi jika ada telur calon Ratu yang menetas lagi, maka larvanya akan diasingkan untuk membentuk koloni baru."
"Kita ini mengobrol tidak sedang untuk pelajaran anak SD kan?"
"Kau belum mengerti juga ya?" tebak Shino.
"Apaa?"
"Ratu dalam koloni serangga tugasnya adalah melahirkan serangga-serangga baru. Coba pikir, apa yang serangga ratu itu lakukan di dalam lubang telingamu?"
"..."
Raguel sontak menganga, ia megerti kemana arah perkataan Shino. Yang pasti, itu sangatlah buruk.
"Benar." ucap Shino seolah mendengar apa jawaban Raguel. "Ratu serangga itu bertelur di dalam lubang telingamu. Jumlah telurnya ada lebih dari sepuluh ribu. Dalam waktu lima belas menit, semua telur itu akan menetas menjadi larva. Lalu larvanya akan bergerak ke otak, berenang di sana tempat makanan tersedia yaitu otakmu sendiri agar bisa tumbuh besar menjadi individu baru. Setelah itu..." Shino tampak sengaja menggantung ucapannya sembari menyunggingkan senyum dibalik mantel berkerah tinggi yang menutupi wajahnya.
Sungguh, ini adalah cara yang sangat keji untuk membunuh.
"Kapan?"
"Kapan aku melakukannya? Yaa, sejak pertama kita bertemu di sini. Pertarungan singkat dan dilanjutkan dengan obrolan kita, kurasa sudah menghabiskan waktu hampir lima belas menit. Sebentar lagi telur-telur itu akan menetas."
"Sialll!"
Raguel mulai menampakkan raut ketakutan.
Benar-benar kengerian yang sangat dalam, hingga membuat sayapnya mulai kotor oleh noda hitam. Takut adalah sifat buruk yang hanya akan mencemari kesucian seorang malaikat. Lingkaran holy diatas kepalanya pun mulai berkedip terang-padam. Bahkan kini hampir seluruh sayapnya sudah menghitam, bukti kalau sebentar lagi dia akan 'Jatuh".
Di tengah rasa frustasi, Raguel masih melihat sedikit harapan yang mempertahankan dia tidak 'Jatuh' sepenuhnya. Kedua tangannya bercahaya terang, lalu dia dekatkan ke kepala. Ia berniat mengalirkan sihir cahaya kedalam kepalanya untuk merusak telur-telur calon serangga.
Shino menginterupsi, "Telur maupun larva seranggaku yang berbiak di dalam kepalamu tidak akan mati hanya dengan cara itu. Mereka adalah serangga mutan yang kebal sihir."
"Apa?"
Sampai saat ini, Shino hanya memiliki serangga mutan yang kebal sihir dalam jumlah sedikit. Ia dan keluarganya masih melakukan penelitian semenjak Konoha tiba di dunia penuh makhluk supranatural. Serangga-serangga mutan diperoleh dengan cara percobaan mutasi buatan. Serangga biasa dibiarkan terpapar esensi energi sihir sebagai material mutagennya dalam waktu lama hingga struktur DNA-nya akan bermutasi. DNA baru ini diwariskan pada keturunan berikutnya, dan akan menjadi cetakan untuk sintesis keratin kulit serangga yang kebal terhadap paparan energi sihir. Untung saja dia membawa salah satunya saat ini.
"Yeah. Calon-calon serangga itu tidak akan mati, kecuali kau merebus otak di dalam kepalamu."
Raguel jatuh terlutut. Habis sudah harapannya.
Shino menggendikkan bahu, "Aku sudah tidak memiliki urusan apapun lagi disini. Jadi... aku pergi."
Berubah menjadi ribuan serangga dan terbang ke arah utara, keberadaan Shino pun lenyap dari sana. Meninggalkan Raguel seorang diri.
Shino tidak perlu melihat akhir hidup Raguel karena ia sudah memastikan kemenangannya. Dari segi kekuatan, Shino memang lemah dan sejatinya shinobi seperti Shino bukanlah tipe petarung murni. Sulit untuk mendapatkan Power Up sebagaimana teman-temannya yang lain. Tapi kalau kekuatannya sudah tidak bisa ditingkatkan, maka ia harus melakukan inovasi agar ia tidak tertinggal, agar ia terus sejajar dengan teman-temannya yang lain.
Yep, inovasi pada trik membunuh. Itulah yang Shino tunjukkan barusan. Buktinya, ia mampu membunuh seorang petinggi malaikat tanpa perlu membuat dirinya lebih kuat.
Yang Shino perlukan hanyalah...
Inovasi.
Bukan kekuatan.
Seperti yang sudah jelas terjadi sepanjang peradaban, manusia semakin maju dan mampu menguasai bumi bukan karena manusia tumbuh lebih kuat daripada makhluk hidup lainnya. Ada banyak hewan buas, kuat, dan ganas, tapi manusia mampu berada dipuncak piramida karena selalu berinovasi menemukan pengetahuan-pengetahuan baru dengan otaknya.
Jadi, Shino hanya melakukan apa yang selalu manusia lakukan.
Berpindah kesebuah titik yang tenang di sudut lain hutan, serangga-serangga hitam berkumpul dan membentuk tubuh Shino kembali. Dia menyandarkan punggungnya di batang pohon.
Sepuluh menit ditemani kesunyian dan kesendirian, tiba-tiba ada entitas mengerikan yang mendekat.
Shino tak perlu waspada, karena itu adalah temannya sendiri.
"Kau dapat apa, Kiba?"
"Seperti yang kau lihat. Hahahaaa." Kiba tertawa pongah.
Shino dapat melihat ada tiga tubuh tak bernyawa yang berlumuran darah. Bukan Kiba yang membawanya, tapi piaraan yang sedang ditunggangi Kiba lah yang mencengkramnya di mulut.
Akamaru. Yang kini dalam wujud cukup mengerikan.
Sangat berbeda dengan Akamaru yang biasa. Anjing ninja itu nampak lima kali lebih besar dari ukuran biasanya. Ternyata dia terus tumbuh dan sekarang nampak seperti monster. Bukan hanya itu saja, hewan itu tidaklah telanjang dengan bulu-bulu putih tapi kini dia memakai pakaian tempur berbahan baja di hampir seluruh bagian tubuhnya. Cakar-cakarnya jauh lebih panjang dan tajam dari semula karena berlapis logam. Kepalanya pun terbungkus oleh logam keras yang memberikan taring tajam tambahan pada rahangnya, hanya menyisakan lubang pada bagian mata. Pakaian tempur itu juga dilengkapi dengan banyak senjata berat untuk berbagai macam serangan.
Kalau dibandingkan dengan anjing supranatural legendaris, apalagi dengan Serigala Fenrir, tentu Akamaru tidak ada apa-apanya. Tapi berkat pertumbuhan tubuhnya yang sekarang dan ditunjang dengan Heavy Weapon Suit, Kiba dan Akamaru mampu menciptakan serangan yang lebih powerfull dan berdamage besar dengan teknik-teknik ninja yang ia miliki.
Akamaru menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, tiga tubuh yang tadi dia gigit dimulut kini terlempar entah kemana.
"Aku telah mengalahkan hampir sepuluh iblis dan malaikat kelas tinggi, hebat kan?"
"Hm."
Kiba sedikit kesal karena hanya ditanggapi Shino seadanya. "Kau sendiri bagaimana?" tanyanya dengan tatapan remeh.
"Aku dapat satu."
"Kheh" Kiba mendengus senang sembari menyapu hidungnya dengan jempol.
"Tapi..."
"Tapi apa?" Kiba jadi penasaran.
"Satu yang kudapat itu adalah malaikat bersayap sepuluh berpangkat Seraphim dari Surga."
"He? Yang benar?"
"Apa aku pernah berbohong?"
"Gh, kau hanya beruntung Shino mendapatkan lawan seperti itu. Aku juga bisa melakukannya tahu." Kiba mengumpat kesal tak terima.
Setelahnya, sepasang sahabat karib itu beranjak pergi ke kamp. Tugas mereka sudah selesai. Kapten Cao Cao memberikan perintah pada mereka untuk menghabisi petinggi pasukan musuh yang turun sebagai target terminasi utama pada pertempuran babak kedua.
Daripada mengurangi personel pasukan musuh, akan lebih efektif jika meruntuhkan pilar-pilar kekuatannya bukan?
Magdaran Bael dan Raguel, Death!
.
Titik B peperangan antara Konoha dan Sekutu melawan Pasukan Aliansi Tiga Fraksi berada di kawasan lembah yang diapit oleh dua buah gunung yang berselimut hutan cemara yang mengalir sungai besar di tengahnya. Bentrokan kedua kubu di titik ini belum di mulai, tampaknya letusan pertama serangan di titik ini akan menjadi yang paling akhir terdengar.
Dua kubu yang berseteru terpaut jarak 500 meter, dengan barisan rapat dan senjata terhunus siap maju kapanpun seruan menyerbu diteriakkan oleh pemimpin masing-masing.
Baraqiel, Wakil Gubernur II Fraksi Malaikat Jatuh berdiri paling depan. Raut mukanya menunjukkan ketidaksukaan akan sesuatu.
"Aku tidak mengerti, apa jangan-jangan kau meremehkan kami huh?"
"Hm?" sebelah alis sang pemimpin kubu sebelah terangkat sedikit.
"Baru saja kau membagi dua pasukanmu dan memberangkatkannya ke sisi lain 'kan? Memang pasukan Aliansi yang bergerak di bibir pantai dipimpin oleh orang-orang tangguh, tapi kami yang di sini tidak kalah kuatnya."
Baraqiel jelas menyadari bahwa setengah jumlah pasukan musuhnya telah bergerak menuju titik A.
Sepasang Dewa angin dan petir dari Takamagahara yaitu Raijin dan Fuujin, bersama nama-nama penting lain seperti Chouji Akemichi dan Yamato telah meninggalkan titik ini sejak beberapa menit lalu.
"Memang kenapa? Cukup aku saja karena aku ini seorang Dewa. Kau tahu apa artinya peringkat Dewa itu kan?"
"..."
Baraqiel terdiam. Seorang Dewa Langit Quetzalcoatl tentu bukan entitas biasa. Dia adalah salah satu dewa utama dari Mitologi yang dipercayai suku Maya dan Aztec di benua Amerika. Meski hanya mitologi kecil dan minor, tapi ketika suatu entitas menyandang gelar dewa di pundaknya, berarti dia diberkahi kekuatan yang tidak bisa di pandang sebelah mata.
"Akan kutunjukkan, kalau gelar dewa yang kusandang bukan bohong belaka."
Slaappp...
Quetzalcoalt menyingkap jubah panjang yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Kini terlihatlah wujudnya yang sebenarnya.
Oh shit!
Tubuh luar biasa montok. Sangat seksi karena dia hanya mengenakan celana pendek yang lebih mirip kancut berbahan kain jeans sebagai bawahan. Atasannya hanya tanktop hitam ketat yang memperlihatkan pusarnya. Dan... dan itu... Dada berukuran bombastis yang sama sekali tidak muat di dalam tanktop, diragukan pula apakah dia memakai bra atau tidak. Wajah ayu dengan tatapan mata sayu yang sangat menggoda dan membangkitkan gairah, dibingkai oleh rambut pirang panjang bergelombang dengan gradasi warna hijau turqouis pada ujungnya. Dia seperti pengidap heterochromia yang mana iris mata kiri dan kanan berbeda warna.
Dia bukan dewa, lebih tepatnya seorang Dewi.
Baraqiel tidak bisa menahan aliran darah kebejatan yang menetes dari hidungnya. Untuk kali ini saja, dia membuang rasa malunya jauh-jauh.
Ternyata, tidak semua cerita mitologi mengatakan fakta yang sebenarnya. Buktinya ya ini, menurut apa yang dipercaya oleh Suku Maya dan Aztec, Quetzalcoalt adalah seorang dewa. Tapi lihat sekarang! Entah memang dia bergender perempuan atau hanya perempuan jadi-jadian.
"Terkejut?"
"..."
"Hm, agar lebih mudah kalian bisa memanggil nama kecilku, Lucoa."
Nama Lucoa memang lebih enteng dilafalkan ketimbang Quetzalcoalt.
"Tch. Seperti apapun kau, kami tidak akan takut."
Di belakang Baraqiel, ada banyak nama-nama hebat dari Aliansi Tiga Fraksi. Salah satu Four Great Seraph, Uriel bersama Brave Saint yang merupakan Ace-nya yakni Nero Raimondi. MacGregor Mather, peerage Sirzech Lucifer yang mengkonsumsi dua bidak Bishop, lalu Ruval Phenex yang termasuk dalam top 10 Rating Game. Dengan nama-nama itu, Baraqiel tidak perlu mengkhawatirkan kekalahan.
"Katakan itu lagi setelah kau menyaksi ini. Haaauuffttt"
Baraqiel dan para petinggi tentara aliansi sontak bersiaga setelah melihat Dewi Lucoa menarik nafas yang sangat dalam dan tidak wajar. Perutnya mengecil tapi dadanya yang sudah besar menggembung jadi sangat besar.
Sesaat kemudian...
[RRROOOOOOOOOOOOOOOOOOAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR!]
Suara auman yang diteriakkan Lucoa membawa gelombang kejut yang menyapu daratan. Suara yang saking nyaringnya sehingga tidak lagi dapat terdengar. Pohon-pohon tercabut dan berterbangan, bongkahan tanah terangkat lalu pecah menjadi debu, hutan tersapu bersih dan sungai mengering sehingga hanya menyisakan tanah lapang sejauh mata memandang. Makhluk hidup pun banyak yang mati.
Frekuensi getaran udara yang melewati barisan pasukan aliansi saking tingginya mampu merontokkan pakaian tempur mereka bahkan membuat kulit terkelupas dan berdarah. Darah segar mengalir lebih banyak lagi melalui telinga, hidung, dan mata hingga akhirnya satu persatu jatuh tumbang meregang nyawa.
Suara pembunuh yang sangat menyakitkan terus menerus menggema tanpa henti hingga lebih dari dua menit.
Setelah Lucoa selesai, setengah prajurit Aliansi Tiga Fraksi kelas bawah yang tak mampu menahan auman Lucoa tak lagi menyimpan nyawa di dalam raga, setengahnya lagi sekitar 15 ribu yang sanggup bertahan cukup banyak mendapat luka-luka. Hanya para pimpinan kubu Aliansi dan prajurit-prajurit terbaik saja yang tak banyak terkena pengaruh.
Jurus auman naga atau Dragon Roar yang digaungkan Dewa Langit Quetzalcoalt sungguh luar biasa.
Memang tak dapat dipungkiri, itulah arti dibalik gelar 'Dewa'.
Sekarang yang tersisa adalah setengah pasukan persekutuan versus setengah pasukan Aliansi, sudah adil bukan?
Baraqiel tak bisa berkata apa-apa, setengah pasukannya lenyap dalam sekejap mata.
Tapi...
Tak ada waktu untuk meratapi itu.
"SERAAAAAAANGGGGGGG!"
"AYO SERBUUUU!"
"Oooooorrrrryaaaaaaaaaa!"
Suara tabuhan genderang perang pun benar-benar bergemuruh.
Di tengah berkecamuknya perang, nampak ada tiga orang terlupakan yang kini sudah sibuk bertarung tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Sriegfried, Jeanne, dan Heracles, anggota Hero Faction yang nyatanya masih hidup meksi kalah telak dari pertarungan melawan anggota Tim Vali. Ketiganya diselamatkan oleh Kiba dan Shino tepat pada saat momen-momen terakhir dari serangan maut Arthur, Lefay dan Kuroka, serta Bikou pada pertarungan masing-masing di dimensi ruang buatan replika Kota Venesia.
Mereka bertiga diselamatkan dan dibawa ke Konoha. Menetap disana tanpa melakukan apa-apa sampai akhirnya pemimpin mereka, Cao Cao datang kembali. Semenjak itulah, Hero Faction bangkit kembali dan bergabung dalam Persekutuan Penentang Imperium of Bible. Hingga sekarang, mereka bertiga terjun di medan perang.
. . .
Tidak seperti di titik-titik peperangan lainnya lainnya, situasi di sini benar-benar kacau.
Memang, pepeperangan yang sudah berlangsung sejak satu jam lalu kelihatan sebagaimana mestinya.
Seras Victoria, sang super-vampire yang didaulah menjadi Kapten Divisi Ketiga, tengah mengamuk membabi buta. Sudah tak terhitung berapa jumlah pasukan Aliansi Tiga Fraksi yang tewas di tangannya. Raja Tengu pun juga tak tinggal diam, ia mendapatkan amanah besar dari pimpinannya, Yasaka-himesama sang Ratu Youkai Kyoto untuk membawakan kemenangan sebagai oleh-oleh.
Temari, kunouchi terbaik ini tak ketinggalan memporak-porandakan formasi pasukan musuh. Dengan kipas besi raksasa atau Tessen, dia sanggup menciptakan tornado hingga para malaikat dan iblis yang terbang diudara tak bisa berbuat banyak. Serangan Temari, membuat keunggulan pasukan aliansi pada pertempuran udara menjadi tak berguna.
Dengan begini pasukan Persekutuan Penentang Imperium of Bible tampak tak perlu lagi berusaha banyak, musuh mereka sudah mendapatkan gempuran hebat dari tiga petinggi mereka. Itu masih belum ditambah dengan aksi nekat Dewi Kesialan Kofuku yang maju ke jantung wilayah musuh. Anehnya, meski dia mendapat serangan membabi buta dari pasukan Aliansi tapi ia tak terluka, bahkan baju yang dikenakannya saja tidak kusut, masih seperti habis disetrika. Yang ada, musuh-musuhnya lah yang jatuh berguguran akibat nasib sial terkena serangan nyasar.
Tak beselang lama, amukan Seras Victoria terhenti, dia kini dihadang oleh dua orang Brave Saint, Mirana Shatarova dan Deethelm Waldsemuller yang masing-masing merupakan Ace dari Four Great Seraph Gabriel dan Raphael. Raja Tenguu pun sekarang tengah bertarung sengit melawan petinggi dari Grigori yaitu malaikat jatuh yang bernama Armaros. Tersisa lah Temari, mengambil alih kursi kepemimpinan untuk menggerakkan seluruh pasukan di titik ini.
Jadi dimana kacaunya?
Di sini.
"Belial, hentikan tindakanmu!"
Seorang iblis wanita bersurai pink dengan sepasang tanduk imut berteriak membentak. Tindakan Diehauser Belial tak selayaknya dilakukan oleh orang yang ditunjuk sebagai pemimpin.
Untuk resimen di titik D ini, pasukan Aliansi berada dibawah kepemimpinan Diehauser Belial. Si laki-laki berambut abu-abu ini adalah sang juara bertahan Rating Game selama beberapa dekade. Demonic power miliknya sebagai iblis dikatakan mampu menyamai Satan Class Devil yang hanya diisi oleh para Maou.
Lalu yang membentak tadi adalah wakil pertama, Roygun Belphegor, peringkat kedua Rating Game. Sementara seorang lagi, pria berambut blonde yang menempati posisi ketiga Rating Game tampak diam memperhatikan sebagai wakil kedua. Top 3 Rating game ini lah yang menggawangi pasukan Aliansi di titik ini.
"Aaaahhh, berisik!" sahut Diehauser tak peduli.
Iblis ini terus saja menembakkan demonic power ke mana-mana hingga mengguncang seluruh area tanah bebatuan lapang yang ada di dekat danau, bahkan air di danau juga berombak besar karena dampaknya.
"Heiii!"
Roygun menarik bahu Diuhauser sehingga laki-laki itu berbalik menghadapnya, dan terpaksa berhenti melancarkan serangan membabi buta.
Bukan tanpa alasan Roygun jadi marah. Itu karena perbuatan Diehauser sendiri yang menyerang asal-asalan. Sang Jawara Rating game ini menyerang tanpa mempedulikan apapun, tidak hanya membunuh pasukan musuh tapi juga melukai bahkan menewaskan pasukan sendiri, pun jumlahnya cukup banyak. Roygun Belphegor adalah iblis yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap rasnya sendiri, karena itulah ia terjun ke medan perang dengan tekad sungguh-sungguh.
Tskk.
Diehauser menepis tangan Roygun dari bahunya.
"Kenapa eh?"
"Kau yang kenapa!"
"Ya, sesukaku lah. Hahaaaa"
Sekali lagi Roygun memperingatkan, "Sebaiknya kau hentikan tindakanmu atau..."
"Atau apa?"
"Kau akan kutangkap!"
"Hm, memangnya kau bisa eh? beberapa dekade sudah lewat dan kau masih belum bisa merebut posisiku di tempat teratas. Dan lagi, apa alasanmu?"
"Kau pengkhianat."
"Ah, katakan lagi."
"Kau pengkhianat."
"Aku tidak dengar."
"Diehauser Belial, kau divonis bersalah karena telah berkhianat."
"Hoooi Nona, jangan bercanda!"
Roygun menunjukkan muka serius, menatap Diehauser dengan tajam. "Dua jam lalu, aku mendapatkan perintah dari markas untuk menggantikan posisimu sebagai pemimpin pasukan, sekalian menangkapmu atas tuduhan perkhianatan. Penyelidikan terhadap kasus pencurian Pulau Langit Agreas telah selesai dan kau terbukti bekerjasama dengan Rizevim Livan Lucifer."
Bahu Diehauser nampak turun seraya ia menghela nafas panjang, kemudia terkekeh pelan. "Sudah ketahuan ya. Umm apa boleh buat kalau begitu."
"..."
"Nah Nona, silakan tangkap aku"
"..." Roygun masih belum bergerak secentipun.
"Itupun..." Diehauser menggantung ucapannya.
Si iblis wanita memicing.
"Itu pun kalau kau bisa memang melawanku. Ghahahahahahaaaa."
Roygun Belphegor seketika sudah siaga tempur, Bedeze Abaddon pun ada dipihaknya. Sedangkan, secara perlahan aura kekuatan iblis yang sangat besar mulai meledak-ledak dari tubuh Diehauser. Mungkin akan sangat sulit menangkap Diehauser, tapi kalau peringkat kedua dan ketiga bekerjasama untuk mengalahkan sang jawara peringkat satu, bukan lagi hal mustahil kan?
Kubu Aliansi Tiga Fraksi di titik D terpecah. Di tengah-tengah perang ada saja kejadian tak terduga. Arah peperangan memang sama sekali ta bisa diprediksi. Keuntungan bagi Konoha dan sekutunya.
.
To be Continued...
.
Note : Lalalalalaaaa~~~, update hari jum'at nih. Jum'at berkah. Pertama dulu, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi saudaraku muslim dan muslimah yang melaksanakan. Meski lebih awal, aku juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H kepada kalian semua yang merayakannya nanti, mohon maaf lahir dan batin.
Ah iyaa. Update lama? Hihiii. Maaf. Sebulan lalu sebelum mulai puasa, aku sempat berpikir akan update FF seminggu sekali. Eeeeehh kenyataannya libur puasa ga seperti tahun kemarin yang full satu bulan, tapi cuma di awal dan di akhir doang. Tengah-tengahnya sibuk ngerjain ini itu. Tepat kek kata salah satu reviewer, efek jadi wali kelas. Ditambah lagi dengan penerimaan peserta didik baru dan akreditasi sekolah. Jadi ya sudah lah.
Tapi hei, kok ada yang tahu ada peraturan baru dari Dinas Pendidikan. Ahahaa, ente guru juga nih pastinya. :v.
Kemudian, untuk chapter selanjutnya, kemungkinan baru bisa pertengahan Juli nanti, itupun kalau bisa yah. Aku mau pergi liburan dulu, seminggu lebih. Hahahaaa.
Lalu aku mau buat pengumuman penting nih. Penting banget untuk diketahui. Aku udah dapat gambaran gimana kerjaanku setelah libur hari raya nanti, bakal nambah sampai dua kali lipat mungkin. Karenanya aku mau memangkas FF To The End of The World ini.
Jika dengan kerangka yang ada sekarang, aku positif meyakini akan tembus angka 100 chapter dengan word 8-11 k/chapter sampai tamat nanti. Tapi setelah kupikir lagi, itu tidak memungkinkan untuk situasi sekarang. Memang kalian mau kalau FF ini update sebulan sekali eh?
Aku berencana memangkas jalan cerita FF ini dari sekarang hingga ending. Alur cerita memang tetap seperti semula namun agar lebih cepat aku tidak akan mengembangkannya menjadi cerita yang sangat detail, mungkin akan banyak bagian yang aku singkat, akan banyak scene-scene pendek serta adegan fight yang langsung ke intinya tanpa banyak basa-basi dan strategi. Contohnya yaa seperti chapter 78 ini. Satu chapter ini saja sudah cukup untuk setengah perang pada hari pertama. Jadi chapter besok perangnya selesai dan memasuki pertempuran malam hari. Kemudian selanjutnya menceritakan banyak kejadian lain di tempat yang lain yang masih berkaitan erat misi Naruto dan Hinata, lalu perang diselesaikan dihari kedua. Semua konflik juga akan kusatukan dihari itu hingga akhirnya kiamat.
Ehh, upps. aku ngebocorin endingnya nih. Hihihiii.
Harapanku sih, FF ini bisa kutamatkan sekitar belasan chapter lagi. Semoga ga lama-lama amat, ga sampai ke tahun 2018. Dan setelahnya, aku pensiun. Wkakakakaka.
Sudah itu saja pengumumannya. Untuk chapter 78 ini, kurasa tidak ada yang perlu kujelaskan. Semua titik sudah dengan pertempurannya masing-masing. Aku paling banyak menyinggung tentang shinobi konoha saja. Tenten mendapatkan tambahan mainan, Hoverboard. Kalau susah ngebayanginnnya, ingat aja skateboard terbang milik Boboiboy Topan. Shino masih sama seperti sebelumnya, hanya saja aku bikin dia sedikit lebih sadis. Lalu Kiba dan Temari, chapter nanti saja lah ditunjukkan secara jelas, yang pasti dua chara ini juga mendapatkan Power Up seperti yang lainnya. Kemudian bagian akhir, tentang pengkhianatan Diehauser Belial, itu udah kelihatan juga sejak chapter 68 klo ga salah. Jadi jangan kaget.
Ulasan Review:
NaruHina kapan muncul di medan perang? Itu diatas aku udah kasih clue, hari kedua mungkin. Tapi sebelum ke medan perang, mereka punya urusan penting dulu yang akan kuceritakan di chapter depannya lagi.
Kalau Sasuke, chapter depan deh aku munculkan.
Tentang Tim Vali, kondisi Sona, NaruHina dan Tim DxD kalau mereka bertemu, aku ga mau bilang apa-apa dulu.
Cinta lokasi... Cinta lokasi apaan? Buat siapa pula? Ada-ada aja nih.
Kepalamu kedoktrin sendirinya? Umm, itu urusanmu. wkakakaka. Aku mah santai aja.
Tentang Sakra, chapter depan keknya bakal muncul lagi deh.
Shinobi Legendaris dibangkitin lagi? Kagak ah, yang ini ada udah cukup. Itu lihat aja di atas, bagian awal ini saja kubu Konoha dan sekutu udah menang banyak.
Yang kaget si Gaara bawa-bawa Osiris dari Mesir, ufufufuuu. Syukur deh. Kejutanku berhasil. Mwaahhahahaaa.
Ada alasan kenapa aku membuat kemunculan Osiris dalam wujud monster/naga. Jika aku membuatnya sebagai dewa yang memiliki intelegensia atau akal, maka aku perlu menambahkan cerita tentang keberadaannya hingga akhirnya kenapa bisa bekerjasama dengan konoha lalu cerita lainnya lagi tentang aksi-akshinya dan blablablabla... Tapi jika Osiris hanya sebagai Naga yang dibangkitkan lagi, cukup dengan cerita singkat 'Gaara menemukan roh Naga Langit Osiris di dalam Piramida di Gurun Sahara, kemudian dibangkitkan dengan Holy Grail dan bisa dikendalikan sesuka hati.' Simpel kan?
Seandainya tiga monster dewa Yugi-Oh digabungin?... Hmmm.
Exodia kagak ada, sembarangan nih. Itu bukan dari Mitologi Mesir tapi dari kitab-kitab Yahudi. Walau Yahudi dikatakan berawal dari Mesir juga sih. Lalu Uria, Hammon, dan Raviel juga ga ikut. Cukup Osiris dan teman-teman saja.
Kecewa Arya Kamandanu aku bikin kalah? Ya legowo aja, masih syukur dia ga aku bikin mati. Artinya nanti bisa saja dia muncul lagi.
Ada yang nanya apa sih yang terjadi dengan Ophis, dan kok bisa ada Ophis rusak. Tunggu saja kelanjutan ceritanya.
Ada musuh dalam selimut di kalangan Aliansi Tiga Fraksi? Emm, adain ga yaaah. Hahahaaa.
Sariden dari tanah Jawa? Apaan tuh, aku belum pernah denger eh. :v
Ohhh, opini untuk mematahkan kemampun True Tenseigan Hinata ada lagi nih. Aku ga mau bilang apa-apa dulu, tapi nanti juga kejawab dan jawabannya simpel, berkaitan dengan prinsip tiga kemampuan True Tenseigan itu sendiri. Kelebihannya adalah kelemahannya. Hahaaaa.
Ouuh, reviewer yang alay. Kesiaaaan dech lu. :v
Dan itu, mana ada aku nanya sama murid-murid untuk bikin cerita beginian. Ngaco ah! Urusan FF dan urusan sekolah aku pisah dan ga ada sangkut pautnya sedikitpun selain masalah membagi waktu.
Eh iya gan ane guru farmasi. Kenapa emang?
Pertanyaan lainnya terjawab seiring cerita, sebagian lainnya kubalas lewat PM.
Yang mendo'akan aku selalu sehat, Arigatou Gozaimashe. Semoga kalian juga senantiasa sehat wal afiat.
Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.
.
.
.
