Karenamu, terkadang aku merasa bodoh.

Atau mungkin, diriku memang telah dibodohi olehmu.

Tanpa diundang, kau datang padaku.

Membuatku berharap, jika hari-hariku akan lebih berwarna dari biasa.

Setelahnya, kau menghilang seolah tak pernah mencampuri hidupku.

Aku bersyukur kau tak sempat mengambil hatiku, walau aku pernah menjadikanmu sebagai satu dari sekian banyak sumber kesenanganku.

Terkadang, di mataku kau terlihat seperti sampah.

Dan aku sangat yakin mataku tak bermasalah.

Kau tak bisa membodohiku lebih dari ini.

Aku berdoa kepada Tuhan, agar melindungiku dari orang sepertimu.