[[[[[[ REMAKE! ]]]]]]

Haaaiii ! yang udh nunggu ! chapter baru niih .. jangan bingung ya ntar klo ngebaca! Udh ngomong panjang lebarnya ntar di bawah aja, bales review dulu!

rerenis18 : "Udah .. kamu punya request ide?"

Ranindri : "Ya bakal ketemu doong .. tp kayaknya bakal diundur lagi, biar readers tambah gemees .. hehehe"

talithauchiha : "Amiin .. tapi agak diundur dikit yah? Hehe .."

sitilafifah989 : "Huehehehehe .. emang gitu niatnya, anak sm ibunya pisah. Klo Tsunade mah tanya aja sm orangnya .. eh, maksudnya tunggu aja deh!"

Ibnu99 : "Iya, sebenernya yang nutupin cm Gaara sm Tsuna, klo Chiyo sih cuma bumbu2 cerita aja. Baru nyadar aku klo malak kebalik! Wkwk .. gomen, gomen .. moga kamu juga puas!"

Evy Bestari Putri : "Gaara dan Tsuna ada alasannya, tp yang paling 'kena' kayaknya si Gaara tuh, ntar di chap 7 bakal dijelasin"

AryaniCentric : "Wouups, iya emang si Tsuna udh tau, dan makanya Tsuna berniat .. ehem mendekatkan Saku ke Uchiha, kan? #tunggu di chap 7"

Nano : "Heehh? kok malah pilih baca ending? Gubrak, trus rview dari kamu gimana?"

indrichan77 : "Yaah .. kok yg ketabrak malah Saku siih .. ayo deh, dibaca ntar kamu tau jawabannya di bawah ini! #promosi"

TheLimitedEdition : "Hueheuehe .. udah di update kok, baca and review yah!"

Happy Reading!

.


.

"Eh?"

.

.

Itu Mama! Mama ada di depan supermarket, aku akan bertemu Mama!

Sarada melepaskan gandengan kedua pamannya, langkah kecilnya berlari menerobos lalu lalang kendaraan. Nafasnya memburu, tapi bocah cilik itu tak peduli. Yang dipedulikannya sekarang hanyalah seorang wanita merah muda di depan supermarket.

"MAMA!"

Ckkiit ..

BRAK

"SARADA-CHAAN !"

Detik berikutnya, tubuh kecilnya terbanting ke aspal.

"OH MY GOD!"

.

.

are character belong to Masashi Kishimoto

special dedicated to SasuSaku shippers

UchiHanara Hime-chan present

.

Because, We Have You

"Ya tuhaaan .. Sarada-chan! Bagaimana ini?" Itachi berseru-seru sendiri, menjambak-jambak rambutnya. Dia dan Obito berusaha menerobos kerumunan.

"Hei, heei! Itachi no baka! kau cepat panggil taksi dan bawa ke rumah sakit," Obito berseru tak kalah paniknya.

Dengan segala grusak-grusuk keduanya, Sarada dilarikan ke rumah sakit. Tubuh gadis cilik Uchiha itu terlihat ringkih, pelipsnya mengeluarkan darah, beberapa sudah mengering. Kondisinya menyedihkan, tapi ..

sebuah senyuman tipis terukir di wajahnya.

"Lalu .. apa yang akan kita katakan pada Sasuke?" ucap Obito. Dia tau betul jika sampai Sasuke tau hal ini, bisa dipastikan wajah—yang katanya—tampan miliknya hancur. Bwuh!

"Hah, itu urusanmu sendiri. Aku tak mau tau, lebih baik cepat kau hubungi Sasuke, dan yang lainnya .." kata Itachi seenaknya.

"Ooh .. sepertinya ini akan panjang urusannya .."

.


.

"BAKA! DASAR KALIAN INI MEMANG DUO KERIPUT YANG PALING SOLID! POKOKNYA BAKA! AAARRGH .. BAGAIMANA BISA?!"

Suara CEO Uchiha Corp itu menggelegar, membuat sekretarisnya menggigil ketakutan. Takut menjadi sasaran amarahnya sehabis ini.

"Seharusnya kalian memakai mobil, agar tidak terjadi seperti ini .. lalu bagaimana kalau Sarada kenapa-napa? Jangan main-main jika itu berurusan dengan Sarada. Seharusnya Sarada tidak perlu pergi dengan keriput-keriput macam kalian ini, bagaimana jika nanti Sarada jadi ikutan keriput? .."

Doeng.

Karin, sekretaris itu menatapnya tak berkedip. Inikah sifat atasannya jika menyangkut putri kecilnya? Dia beruntung bisa menyaksikan adegan live sang atasan dalam mode panik luar biasa.

"BATALKAN SELURUH JANJI SETELAH INI!" Sasuke menatap nyalang Karin, setelah menyadari apa yang membuat wanita berkacamata itu bengong. Dan itu sukses membuat Karin mundur benar kan? Sungguh kasihan nasibmu Karin ..

Sementara itu Sasuke mematikan telepon, meremas rambutnya frustasi.

Sarada kecelakaan.

Mendengar dua kata itu sudah membuatnya di luar kendali. Siapa yang berani mencelakai putrinya, maka dia juga akan celaka di tangannya. Dan dia tak mau kejadian yang sama berulang dalam hidupnya lagi.

Maka langsung saja, mobil mewahnya melesat menuju Konoha International , dengan langkah dramatis bin ajaib dia menuju ke depan kamar rawat Sarada.

"K-kalian .." hawa menusuk menyelimuti Sasuke ketika sudah berhadapan dengan dua 'tersangka'.

"Sarada anak yang pintar, dia tidak mungkin langsung menerobos lalu lintas seenaknya kecuali kalian yang sengaja mencelakakannya"

Deg

Hei! Apa-apan ini?! Tuduhanmu benar-benar menyakitkan Sasuke!

"Dasar, jangan seenaknya kau bilang begitu, bocah!" seru Itachi. Berusaha merileks-kan suasana, tapi yang ada malah bertambahnya hawa menusuk dari Sasuke.

Seenaknya saja si keriput ini memanggilku bocah!

"Kalian diam, dan .. jangan berisik" kali ini sang nyonya Uchiha senior angkat bicara. Wajahnya sama lesunya seperti yang lain.

Sasuke berkali-kali mengusap wajahnya, berdoa agar tak terjadi apa-apa pada bidadari kecilnya. Demi apapun! Wajah terlihat aneh karena tetap berusaha menampilan 'wajah datar' yang padahal dirinya sedang panik.

Dasar gengsi Uchiha!

"Summinasen,"

Sebuah suara sontak membuat Uchiha disana berdiri.

"Sarada baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya pendarahan ringan di kepala dan pelipis akibat tergores aspal, dan hanya memerlukan rawat inap untuk pemulihan. Selebihnya baik-baik saja,"

Mendengar pernyataan itu semuanya bernapas lega.

"Dan sudah bisa dijenguk, silahkan,"

Segera saja para Uchiha itu memasuki kamar inap Sarada. Dan disana, terlihat seorang gadis cilik dengan perban dikepalanya tengah membaca buku, dengan santainya.

"Ah! Papa! Aku rindu!" seru Sarada disertai senyum tanpa-dosanya, seolah-olah tak mengetahui jika dia sumber kecemasan hari ini.

"Syukurlah .. kau tak apa sayang, dan sepertinya kau tak perlu membaca buku yang terlalu berat seperti itu," ucap Mikoto tersenyum, matanya melirik kedip-kedip ke arah buku yang sedang dibaca sang cucu. Sebuah novel berjudul 'Sasuke Shinden : Book of Sunrise'

Cukup berat bukan bagi bocah berumur lima tahun sepertinya?

"Aku tak apa-apa nek, nama tokohnya seperti nama Papa, tapi bedanya ini tentang dunia shinobi Nek, aku penasaran .. siapa sebenarnya si Fuushin? dan kenapa kok Sasuke nggak kembali ke desanya ya?"

" .. yang tokoh utamanya punya susano'o, hebat, Nek! Lalu, lalu punya mata yang bisa berubah jadi merah, bentuknya .."

"Emm .."

Ya ampun .. anak ini .. dan dari mana pula dia dapat buku yang katanya tentang dunia .. shino .. apa tadi? Ah, malah mirip seperti teman High School Sasuke dulu ..—yang namanya Aburame Shino.

"Err .. ano .."

"—.. dan malahan, aku senaaaang .. banget," kata Sarada dengan mata berbinar-binar.

Sasuke mendengus, apa ada yang salah dengan Sarada? Senang apanya coba? karena kecelakaan seperti ini? Oh, mungkin dia jadi begitu akibat terbentur aspal tadi.

"Err .. benarkah? Coba ceritakan pada paman tampanmu ini .. em .. Sara-chan!" ucap Obito masih sempat-sempatnya, detik berikutnya dia menutup mulutnya sendiri setelah menerima deathglare dari Sasuke.

Sehabis membuat anaknya kecelakaan, masih sempat-sempatnya merayu. Setidaknya itulah yang ada di pikiran Sasuke.

"Tadi aku bertemu Mama,"

"Eeehh?"

Para Uchiha disana langsung kaget dengan pose yang sangat tidak Uchiha.

"He-eh, be-benarkah? Baguslah kalau begitu .. setidaknya, kecelakaan ini membawa hikmah .." kata-kata Itachi yang keluar duluan.

Dan langsung mendapat deathglare dari semuanya. Hikmah apanya coba?

"Nani?"

Sarada mengangguk dengan pose imutnya, tapi itu tak berlangsung lama ..—

" .. itu tidak mungkin karena ..—"

"Ibumu sedang pergi,"

—setelah mendengar ucapan sang ayah.

.

.


.

.

Menurutnya, bekerja di Suna ataupun di Konoha sama-sama tidak ada bedanya, hanya suasana baru yang tidak begitu berbeda. Bahkan Ino sempat mengeluh jika lebih baik di Suna. Dengan alasan konyol tentunya.

Dan juga, entah hanya perasaannya atau apa, para perawat dan bahkan dokter disini bahkan juga terlihat .. err .. canggung dengannya, memikirkan itu Sakura jadi heran.

Mungkin hanya mereka belum terbiasa dengan adanya dirinya disini, dan lama-lama pasti juga akan terbiasa dengannya karena menurutnya dia adalah orang yang ramah dan mudah bergaul.

Astaga! rasa-rasanya kali ini Sakura terlalu percaya diri ya?

"S-sakura-chan .." suara lembut tapi terdengar tegas itu membuyarkan lamunannya pe-de nya.

"Ah, Tenten-chan? Ada apa?" Sakura sigap berbalik menatap gadis cina yang beberapa waktu lalu menjadi akrab dengannya, itu juga menguatkan anggapan ke-pe-de-an Sakura terhadap dirinya sendiri .. dasar ..

"A-ah, tidak, hanya saja aku sudah tidak sibuk, bagaimana jika kita mengobrol .. mungkin?" ucapnya halus. Sakura menepuk jidatnya yang lebar itu, Tenten ini masih saja formal terhadapnya. Dan sebelum itu ..

"Halo! Foreheaaaaaad! Tenten-chaaan .." suara nyaring luar biasa yang sudah sangat khas bagi keduanya terdengar. Ino menghampiri mereka dengan wajah semangatnya.

Setelah ber-cipika-cipiki mereka memilih mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol. Oh, jangan lupakan agar jam break ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum tugas seabrek yang menunggu.

"Haah .. tadinya aku capek bangeet .. asal kalian tau, aku pikir Konoha nggak menarik. Tapi .. kayaknya aku udah jodoh sama Konoha," ucap Ino, sambil tangannya menompang dagu dengan mata yang entah kenapa bisa jadi bentuk love.

" .. Oh My .. aku mimpi apa sih semalam? Kalian tau? .. —"

"Nggak tuh," jawaban kompak nan solid itu sukses membuat Ino memberengut, tapi setelah itu kembali menatap berbinar kedua rekannya itu.

"Baiklah .. baiklah .. aku tadi ..—aww! Aku tadi bertemu .. orang ganteng lho .."

Mendengar itu Sakura dan Tenten dengan jelasnya memutar mata bosan, lagi-lagi ini topiknya. Orang ganteng, mall, diskon, shopping, setidaknya hanya berputar-putar tentang topik itu jika sudah bersama Ino.

"Hei, hei .. jangan pasang wajah begitu dong .." Ino merajuk. "Katanya sih, orang itu tadi .. namanya siapa yah? Ano .. emm .. Uchi .. Uchiwa Itaki kayaknya,"

"Heh?"

"Ah, entahlah pig, yang jelas aku banyak kerjaan sehabis ini. Aku juga harus menemui Temari-san, dan .. ohya, Tenten-chan, kau bilang kau sudah agak longgar hari ini, apa aku bisa minta tolong untuk menggantikanku memeriksa pasien Sara ..—ah pokonya itu! aku sudah bilang Chiyo-sama kok," kata Sakura.

Dan kalimat itu dijawab anggukan manis dari yang dimintai tolong.

"Hei, Tenten-chan! Forehead .. nanti temani aku belanja, ada untungnya juga di Konoha, disini pusat perbelanjaannya bagus-bagus!"

Lagi-lagi si pink dan si cokelat memutar mata bosan.

.

.

Ah, Sakura .. sayang sekali, kau sudah melewatkan kesempatan luar biasa ini.

.

.


.

.

Sarada tersenyum lagi, sambil membaca buku. Kali ini judulnya Shikamaru Hiden : A Could Drifting in Silent Darkness. Yah, novel yang tadi sudah selesai dibacanya dua jam lalu, dengan ngototnya bilang pada Nenek Mikoto kalau dia baik-baik saja dan tidak apa-apa jika hanya untuk membaca buku.

Senyum itu tak lepas dari wajah Sarada, yang biasanya kebanyakan datar tapi imut disaat yang bersamaan. Entah apa pasalnya mungkin kalian sudah tau, eh?

"Sarada,"

Panggilan itu melunturkan senyumnya seketika, setelah melihat siapa si pemanggil yang tak lain dan tak bukan adalah sang ayah, Sasuke.

"Hn,"

Gantian Sasuke yang memberengut, bukan karena kosakata khas andalannya di copy-paste tanpa seizin dari dirinya. Melainkan respon yang menurutnya 'kurang ajar' untuk seorang seperti Sarada yang biasanya sopan imut-imut.

Baiklah, Sasuke cukup tau diri untuk mengakui jika masalah itu memang berasal dari dirinya sendiri.

Bermula saat Sasuke dengan jujurnya berkata jika 'tidak mungkin Sarada bertemu Mama', dia jujur disaat yang salah. Dan hasilnya dia harus rela menerima sikap cuek Sarada.

"Hei, kau tadi bilang ingin dango, bukan?" ucap Sasuke, sedangkan yang dipanggil hanya menatap sebentar, lalu kembali ke buku.

"Besok hari ulang tahunmu, kau ingin apa? Hm?" Sasuke kembali mencoba bersabar. Gengsinya hilang begitu saja di depan putri kecilnya.

"Aku ingin Mama, bukan lainnya Papa. Kalau Mama datang, Sara janji deh, nggak bakal marah lagi sama Papa,"

"He?"

.

.

Permintaan Sarada kali ini cukup sulit ya Sasuke? Tapi berdo'alah saja agar itu terkabul

.

.

To Be Continued


Autho's Note [Baca ya!]:

FANFIC DI-REMAKE! MOHON MAAF ATAS KETIDAK JELASAN FIC INI!

Gimana nih fic nya? Kok tambah ancur yah? Dengan alur yang lumanyan melenceng dari ide semula. Yah, asal kalian tau, ngebuat fic mengharukan tanpa menambah bumbu-bumbu sinetron itu susaah .. apa lagi mempertahankan gaya bahasa.

Ngomong-ngomong .. maaf ya readers, gaya bahasa ada yg baku and non-baku ya? hiks, aku bingung banget .. mau pilih yang mana. Mau yang baku ntar salah tangkep, mau yang non-baku susah, trus gimana doong .. ada yang punya saran?

Dan satu lagi, maafkan saya atas keterlambatan updatenya, karena aku sekarang ngebuat kayak kebijakan gitu .. jadi, setiap chapter dari "Because, We Have You" harus dapet minimal 10 review sebelum chap selanjutnya update.

Cuma 10 kok, jadi aku emang sengaja nunggu smpe 50 review, tp jangan ragu review ya! klo udh melebihi batas! hehehe ..

Aku mau curhat dong .. jujur aja, aku malah bingung ntar klo SasuSaku udh ketemu trus ngapain ya adegannya? =,="a Eh, sobat .. (sok akrab) tolong kasih request ya? pleasee .. bgt, aku lagi buntu ide nih, punya PR pula. Request bisa di kirim ke PM. Aku butuuh ..!

Read, Review and Request ide yah! Thanks!

.

Sign,

HanaraHime

22 April 2017

20.18 pm