Disclaimer : Sudah pasti bukan milik saya.

Genre : Romance, Drama and Family

Rate : M (mature)

Warning : Alternate Universe, Incest, MILF, NTR, OOC, Typo, Lemon, Lime, Harem and Alpha!Naru, Crossover.

( Hanya untuk diatas 18 tahun keatas, dan bagi yang masih belum berumur cukup silahkan baca fanfic milik saya yang lainnya )

( Didalam fanfiction ini akan terdapat beberapa karakter dari anime lain yang akan muncul, jadi harap dimaklumi jika para reader sekalian tersinggung )

Konoha Academy, 03.00 PM.

Hari ini merupakan hari yang paling sial bagi para murid kelas XI.B, karena hari ini mereka semua mendapatkan hukuman dari seorang sensei yang paling ditakuti seantero sekolah. Bahkan sang Koucho pun takut dengan dia.

Saat ini di kelas XI.B terlihat seorang pria berambut kuning yang acak acakan serta seorang gadis dengan model rambut bob yang saat ini sedang berdiri di depan kelas. Dan kedua orang tersebut adalah Namikaze Naruto dan Sona Sitri.

Mereka berdua merupakan ketua dan wakil ketua dari XI.B, dan saat ini seluruh murid XI.B akan mendiskusikan tentang pembagian tempat yang akan mereka bersihan. Dan semua itu terlihat pada papan tulis yang sudah penuh akan tulisan nama dari para murid.

" Seperti yang kalian lihat, ini adalah nama serta tempat yang harus kalian bersihkan. Kita punya waktu sekitar 2 jam lagi sebelum gerbang Academy ditutup. Jadi, usahakan sebisa mungkin kalian bekerja sama, jika ada yang tidak jelas silahkan tanya ? " ucap Naruto dengan tegas nya.

Semuanya hanya diam dan tidak ada satu pun yang ingin bertanya, dan Naruto yang melihat bahwa tidak ingin bertanya langsung bernafas lega.

" Karena waktu yang kita miliki semakin berkurang dan kelihatannya cuaca tidak lah bersahabat, maka dari itu kita mulai saja pekerjaan ini. Dan ingat, jangan ada yang kabur maupun bersembunyi, 1 jam dari sekarang kalian akan dicek "

" Baiklah kami mengerti " ucap murid berambut merah bata a.k.a Gaara.

Satu persatu para murid mulai keluar dan pergi menuju ke tempat yang sudah ditentukan, dan begitu pula dengan Naruto yang pergi menuju tempat dimana dia akan melaksanakan hukumannya.

" Naruto-kun "

Tiba tiba saja seseorang memanggil nama nya, dan ketika Naruto berbalik untuk melihat siapa yang memamnggilnya. Terlihatlah seorang seorang murid perempuan sekaligus teman nya dalam menyelesaikan hukumannya.

Seorang gadis berambut pirang yang diikat ponytail serta sebagian pony memutupi mata nya, memiliki sepasang mata berwarna biru laut serta mengenakan seragam khas Konoha Academy.

Gadis tersebut adalah Yamanaka Ino, satu dari sekian banyak fansgirl milik Naruto. Sekaligus sahabat sepermainan ketika dia masih berusia 5 tahun

" Ada apa ? " tanya Naruto ketika Ino sudah berada di depannya.

" Ki-kita satu kelompok bukan ?" tanya Ino.

" Ya, lalu ada apa ? "

" Umm..be-begini.." ucap Ino dengan gugup.

Naruto yang melihat tingkah Ino yang gugup itu mulai merasa kesal, bahkan sebuah pertigaan muncul dikening Naruto.

" Bicara yang jelas Ino, kita sudah kenal cukup lama. Dan kau masih sering tergagap-gagap ketika berbicara dengan ku ? " ucap Naruto sambil menahan emosinya.

" Go-gomen!"

" Hah...jadi ada apa ? " tanya Naruto.

" Umm..se-sepertinya aku akan sedikit terlambat datang ke Aula "

" Memang-nya ada apa? Apa ada masalah ? "

" Ti-tidak ada, hanya saja perutku tiba tiba saja sakit "

" Baiklah, tapi jangan lama lama. Tugas kita masih banyak " ucap Naruto.

" Ha'i Naru "

Setelah itu Ino pun berlari menuju ke Wc perempuan. Sementara itu Naruto yang mendengar panggilan Ino kepada dirinya tiba tiba saja berubah dibuat sweatdrop. Meskipun dia dan Ino sudah berteman sejak kecil, namun tetap saja dia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Ino.

" Hah...terserah kau saja Ino " ucap Naruto.

Naruto pun membalikan badannya dan kembali melanjutkan perjalannya menuju Aula sekolah sekaligus gedung olahraga yang berada di bagian paling belakang Academy.

.

Sesampainya Naruto di gedung olahraga, terlihatlah bahwa keadaan dari gedung olahraga tersebut sekaligus aula terlihat begitu berantakan. Kursi-kursi yang seharusnya disimpan di gudang terlihat berserakan dimana mana.

Bahkan sampah dari puntung rokok yang seharusnya tidak ada terlihat bertebaran dimana mana. Bisa dibilang aula ini hampir mirip dengan tempat biasa para berandalan berkumpul.

" Hah...aku menyesal karena telah memilih tempat ini, seharusnya aku memilih membersihkan ruangan para guru saja " batin Naruto.

Ctaaarr! Cheeess!

Suara guntur dan hujan turun mulai terdengar, sepertinya Naruto terjebak di aula dan mau tidak mau dia harus memulai membersihkan aula itu sendirian, setidaknya sampai Ino datang dia akan tetap sendirian di aula yang keadaanya cukup mengerikan.

Satu persatu kursi yang berserakan mulai diangkat Naruto dan dibawa ke dalam gudang yang menyatu dengan aula. Setelah mengangkat semua kursi yang berada di aula, Naruto pun mulai mebersihkan lantai aula yang penuh akan debu dan sampah.

Kriieeet!

Disaat Naruto sedang membersihkan sampah yang berserakan di lantai, tiba tiba saja pintu masuk aula terbuka. Dan terlihatlah bahwa yang membuka pintu tersebuat adalah seorang perempuan yang rambutnya menutupi seluruh wajhanya serta mengenakan pakaian yang basah.

" Ka...kau siapa ? " tanya Naruto dengan takut.

" Na..naruto-kun " panggil perempuan itu.

Ctaaarr!

Dengan efek petir yang menyambar tiba tiba serta wajahnya yang terkena cahaya petir itu membuat penampilannya berubah menjadi mengerikan. Bahkan saat ini kaki Naruto sudah bergetar dengan hebatnya.

" GHAAAAAA!...SADAKO! " teriak Naruto.

Ctaaaar!

Ketika petir kembali menyambar tubuh Naruto langsung lemas dan akhirnya kesadaran Naruto pun menghilang. Sedangkan sang pelaku yang dianggap sebagai sadako tersebut langsung berlari menuju kearah Naruto ketika melihat Naruto yang pingsan.

SkipTime 30 minute later.

Aula yang tadinya begitu kotor sekarang sudah bersih dan mengkilap, dan itu semua berkat Naruto dan Ino...? Yap berkat Ino yang datang pada saat hujan badai tersebut. Dan dialah juga lah yang di anggap oleh Naruto sebagai Sadako.

Dan saat ini disudut aula terlihat Naruto yang masih pingsan, serta Ino yang sedang duduk sambil mengelus-elus rambut Naruto yang saat ini sedang tidur di pangkuannya. Dan jika para fansgirl Naruto melihat apa yang dilakukan oleh Ino, sudah pasti mereka akan berteriak.

" Kau benar-benar imut jika sedang tidur Naru " ucap Ino kepada Naruto yang saat itu masih pingsan.

Wuuush!

Udara dingin mulai masuk kedalam aula tempat mereka berada, dan Ino yang saat itu pekainnya basah kuyub harus bertahan dari udara dingin yang menyerangnya. Dan sepertinya udara dingin tersebut juga menyerang Naruto, sehingga membuatnya tersadar dari pingsannya.

Dan hal pertama yang dia lihat ialah Ino yang sedang memeluk dirinya sendiri bahkan se-sekali Ino juga menggosokan satu sama lain tanganya untuk menghangatkan dirinya.

" Apa kau kedinginan Ino ? " tanya Naruto.

" Eh "

Ino pun terkejut ketika mendengar suara Naruto, dan ketika melihat ke arah Naruto yang berada pada pangkuannya. Terlihatlah sepasang mata berwarna blue-saphire yang tengah menatapnya dengan penuh perhatian.

" Apa kau kedingianan Ino ? " tanya Naruto lagi.

" I-iya, sedikit " ucap Ino.

" Begitu "

Setelah itu Naruto pun duduk dan melepaskan blazer miliknya, dan menyelimuti tubuh Ino dengan mengenakan blazer nya tersebut. Ino yang mendapat perlakuan tersebut dari Naruto seketika wajahnya bersemu merah.

" A-arigato "

" Hm, dan bisahkah kau tidak tergagap-gagap seperti itu ketika berbicara dengan ku " ucap Naruto.

Ino yang mendengar perkataan Naruto sama sekali tidak menanggapi nya, dan terjadilah keheningan di antra mereka berdua. Dan yang terdengar hanyalah suara hujan yang berjatuhan yang mengenai genteng serta suara guntur yang terdengar sesekali.

" Hah...aku akan melanjutkan membersihkan ruang ganti pria. Kau beristirahatlah dan juga berhati hatilah dengan Sadako " ucap Naruto.

Setelah itu Naruto pun pergi menuju kamar ganti pria, dan tidak lama setelah Naruto pergi. Suara tawa tertahan Ino pun terdengar, dan suasana yang kaku sedikit demi sedikit mulai kembali seperti semula.

" Ha'i " balas Ino sambil memeluk blazer milik Naruto.

SkipTime 10 Minute Later.

Tidak butuh waktu lama untuk membersihkan ruang ganti pria, selain ruang ganti tersebut kecil, sampah sampah yang berada di sana tidaklah banyak. Sehingga membuat Naruto bisa membersihakannya dengan cepat.

Meskipun begitu, tetap saja diantara sampah sampah tersebut Naruto menemukan sebuah benda yang cukup mengejutkan baginya. Kondom, benda itulah yang Naruto temukan diantara sampah sampah tersebut. Bukannya satu ataupun dua kondom yang Naruto temukan.

Melainkan 12 kondom yang sudah dipenuhi oleh sperma sang pengguna, dan sepertinya Aula sekolahnya ini sepernya sering digunakan sebagai tempat para pasangan kekasih untuk memadu cinta mereka.

Tik!

Tiba tiba saja listrik padam sehingga membuat keadaan di ruangan tersebut sangatlah gelap, dan dikarea Naruto itu merupakan seorang penakut terhadap makhluk makhluk mistis. Berbagai bayangan mengenai para hantu mulai bermunculan di pikirannya.

" Kyaaaa "

Suara teriakan Ino yang kencang tersebut langsung membuat Naruto terkejut, dan satu hal yang terbayang oleh Naruto. Para hantu yang ada di aula keliar dan tiba tiba saja menyerang Ino.

" Naruto "

Ino pun kembali berteriak dan kali ini teriakan Ino terdengar seperti orang yang ketakutan, dan tiba tiba saja sebuah kilasan ingatan ketika Ino ketakutan muncul di kepalanya. Dengan perasaan berkecamuk antara takut dan khawatir, Naruto memaksakan dirinya untuk pergi ke tempat Ino.

" Ino kau dimana ? " teriak Naruto.

" Diruang ganti " balas Ino.

Dan setelah itu Naruto pun pergi menuju ke ruang ganti, dengan mengandalkan insting serta indra perabanya. Dengan hati-hati Naruto melangkah kan kaki nya ke ruang ganti perempuan, meskipun sudah berhati-hati Naruto tetap saja sering tersandung ketika dia menginjak sesuatu.

Tuk!

Dan untuk yang kesekian kalinya, Naruto harus terjatuh dikarenakan kakinya kembali membentur sesuatu.

" Sialnya aku " batin Naruto.

Bruugh!

Sebuah firasat buruk mulai terasa ketika Naruto terjatuh di atas benda yang bisa dibilang empuk dan hangat. Tanganya pun mulai meraba benda yang saat ini sedang di tindih tersebut.

" Ummnnggg... "

Suara lenguhan pun terdengar ketika tangan Naruto menyentuh benda kenyak yang saat ini berada tepat di wajahnya.

" Na...naru kau kah itu ? "

Naruto yang mendengar suara yang cukup familiar tersebut, langsung menjauhkan tanganya dari benda yang saat ini sedang dia raba.

" Naru jika itu kau, komohon bersuara lah " ucap Ino yang mulai ketakutan.

Namun Naruto sama sekali tidak bersuara, saat ini Naruto merasa sangat bersalah. Karena tanpa seizin Ino, dia sudah meraba dada milik Ino yang seharusnya dada tersebut tidak boleh dia pegang.

Meskipun dia sudah sering memegang dada milik Kurenai, namun tetap saja dia merasa tidak enak dengan Ino yang merupakan sahabat dia semanjak kecil. Naruto yang terlarut dalam perasaan rasa bersalahnya, tiba tiba saja dia buat terkejut ketika merasakan sebuah tangan yang mengenggam tangan nya.

" Naru jika itu kau, aku sama sekali tidak masalah. Malahan aku merasa senang, jika seseorang yang aku sukai menyentuh tubuh ku. Jadi kumohon jawablah " ucap Ino.

Tring!

Listrik yang semualanya padam sekalarang sudah hidup kembali, dan terlihatlah bahwa saat ini kedua tangan Naruto sedang digenggam oleh Ino.

" I-ino aku minta maaf, a-aku tidak sengaja meme...megang dada mu " ucap Naruto dengan gugup.

Ino yang mendengar perkataan Naruto langsung tersenyum, da secara perlahan lahan Ino mulai menuntun tangan Naruto menuju dada nya.

" Tidak apa Naru, kau boleh menyentuhnya selama yang kau inginkan. " ucap Ino dengan wajah yang sudah memerah.

" Ta-tapi Ino ki..."

" Apa karena kita sahabat semenjak kecil, kau tidak ingin menyentuh ku. ? "

Perkataan Naruto pun harus terhentika ketika dengan tiba-tiba nya Ino menanyai alasan Naruto yang tidak mau menyentuh nya.

" Jika memang begitu, maka berhentilah menjadi sahabat ku. Aku ingin kita memiliki hubungan yang lebih spesial, hubungan yang lebih dari sekedar sahabat "

Naruto yang mendengar perkataan Ino dibuat terkejut, dan tiba tiba saja dada Naruto terasa sakit ketika melihat Ino yang menangis.

" Apa kau yakin dengan pilihan mu Ino ? " tanya Naruto.

" Ya...hiks, a-aku yakin dengan pilihan ku. " ucap Ino.

Seketika perasaan ragu pun menghilang ketika Naruto mendengar jawaban Ino, dan begitu pula dengan Ino yang merasa senang ketika melihat Naruto yang tersenyum.

Naruto pun mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Ino, dan Ino yang melihat apa yang dilakuakan oleh Naruto mengerti. Ino langsung menutup kedua kelopak matanya dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Naruto.

Cup!

Sebuah sensasi yang cukup berbeda dirasakan oleh Naruto ketika bibirnya dan bibir Ino bertemu, perasaan senang sekaligus terangsang dirasan oleh Naruto. Dan perasaan tersebut sama sekali tidak Naruto rasakan ketika dia dan Kurena bercuiman, hanya perasaan nafsu saja yang Naruto rasakan ketika berciuman dengan Kurenai.

Dan begitu pula dengan Ino yang merasakan perasaan yang begitu senang ketika dia dan Naruto berciuman, rasanya jantunya akan meledak ketika dia dan Naruto berciuman. Terlebih lagi dengan mulut Naruto yang terasa manis dengan aroma mind yang dikeluarkan oleh mulut Naruto.

Ciuman yang awalnya hanya seling menyatukan mulut tersebut, mulai berubah ketika tiba-tiba saja Naruto menggigit ujung bibir Ino. Dan Ino yang mengetahui maksud dari Naruto, hanya dapat pasrah dan membiarkan lidah milik Naruto bergerak dengan liarnya di dalam mulut nya.

Selama ciuman panas berlangsung, tangan Naruto pun juga ikut melaksanakan tugasnya. Tangan kirinya dia gunakan untuk memegang kepala Ino, supaya Ino tidak melepaskan ciumannya. Sedangkan tangan kanan miliknya, dia gunakan untuk meraba dan meremas dada milik Ino yang masih terbungkus oleh bra dan seragam sekolah nya.

Ciuman panas tersebut langsung berakhir ketika Ino yang memberontak dalam dekapan Naruto. Dan terlihatlah wajah Ino yang sudah memerah serta dada Ino yang kembang kempis dikarenakan kekurangan oksigen.

Sedangkan Naruto terlihat baik-baik saja, bahkan Naruto masih dapat menghirup nafas dengan santai nya.

" Bagaimana Ino? Apa masih ingin lanjut ? " tanya Naruto yang tanganya kembali meremas dada Ino.

" Tung...Uunngmmm..tunggu dulu Naru. Bi-bi...Aaahhh...biarkan aku be-bernafas dulu...Aaahh " ucap Ino di iringi dengan desahanya.

Naruto pun langsung menghentika kegiatanya untuk merangsang Ino, dan membiarkan Ino untuk mengambil nafas sebanyak yang dia mungkin. Setelah menunggu sekitar 3 menit, barulah Ino dapat bernafas dengan normal lagi.

Melihat Ino yang sudah bernafas dengan norma, Naruto pun memeluk Ino dan mendekatkan wajahnya ke wajahnya Ino. Namun sebelum bibir Naruto dan Ino menyatu, Ino sudah terlebih dahulu menutup bibir nya dengan kedua tangan nya.

" Ada apa Ino ? " tanya Naruto yang bingung dengan kelakuan Ino.

" A-apa kau sudah pernah berciuman sebelum nya ? " tanya Ino yang curiga ketika melihat Naruto yang sudah begitu ahli dalam berciuman.

" Tentu saja belum Ino " ucap Naruto.

Naruto pun harus menjawab pertanya Ino dengan sebuah kebohongan, bisa gawat jika dia menjawab 'sudah pernah'. Terlebih lagi jika Ino bertanya kepada nya, dengan siapa dia sudah berciuman,tidak mungkin dia harus menjawab dengan tetangga nya bukan.

" Lalu dari mana kau belajar cara bercuiman seperti itu sebelumnya ? "

" Tentu saja aku belajar seorang diri Ino, tidak mungkin bukan jika aku belajar dari orang lain. Apa kau tidak mempercayai ku ? " tanya Naruto yang mulai kesal.

" Bu-bukan begitu, a-aku hanya me..."

" Sudahlah, kau tidak perlu melanjutkanya. Seharusnya aku tahu bahwa sahabat tetaplah sahabat, dan hubungan tersebut tidak akanlah berubah. Dan meskipun kita sudah menjadi pasangan kekasih, tatap saja hubungan ini tidak akan bertahan lama " ucap Naruto dengan kesal.

Setalah itu, Naruto pun melepaskan pelukanya dari Ino dan pergi meninggalkan Ino yang terdiam setelah mendengar perkataan yang begitu menyakitkan baginya.

Greeb!

Sebelum Narto melewati pintu masuk, Ino sudah terlebih dahulu mengejar dan memeluk Naruto dengan erat.

" Menjauh dari ku Ino, aku harus segera menyelesaikan perkerjaan ku " ucap Naruto.

" Gomen...gomen Naru, aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah. A-aku hanya merasa kalau kau sudah memiliki kekasih "

Naruto pun melepaskan pekukan Ino darinya, dan setelah itu Naruto berbalik dan menatap mata Ino.

" Baiklah, aku akan memaafkan mu. Tapi... "

" Ta-tapi ? " tanya Ino.

" Tapi kau akan ku hukum karena sudah membuat ku kesal " ucap Naruto sambil menyeringai.

Setelah itu Naruto memegang daku Ino dan menyatukan bibir nya dengan bibir Ino.

" Unnggmmm... " erang Ino.

Ino yang dicium secra memdadak oleh Naruto hanya dapat pasrah, bahkan tangan Naruto sudah bermain di sekitar daerah sensitifnya. Lidahnya dan lidah milik Naruto saling bertarung untuk mendominasi, sedangkan tangan miliknya hanya dapat meremas dan menyalurkan semua yang diarasakan kepada rambut milik Naruto.

Bahkan saat ini Ino sudah tidak menapaki lantai lagi, melainkan saat ini dia sedang digendong oleh Naruto. Serta menjadiak tembok yang berada di belakangnya sebagai penyangga supaya tubuhnya tidak terjatuh.

" Unnggmmm... " erang Ino yang mulai memberontak.

Ciuman mereka pun berakhir dikarenakan Ino yang sudah mulai kehabisan nafas, Naruto yang melihat wajah Ino yang sudah sangat memerah tersebut, Naruto langsung mencium dan memberikan kiss mark pada leher Ino.

" Uuummm...Na-naru...he-hentikan uunngggg "

Naruto sama sekali tidak mengindahkan perkataan Ino, bahkan tanganya yang sedari tadi meremas dada Ino dari luar mulai membuka satu persatu kancing seragam yang dikenakan oleh Ino.

Dan terlihatlah penampilan Ino yang sudah sangat berantakan, bahkan kancing seragam sekolahnya sudah hampir terbuka seluruhnya, yang tersisa hanya kancing di bagian bawah dada Ino.

" Kau memiliki dada yang indah Ino " ucap Naruto.

" Ja-jangan mengoda ku Naru " ucap Ino yang tersipu malu ketika mendengar pujian Naruto.

Naruto yang melihat Ino yang tersipu malu akan ucapnnya kembali mencium Ino, namun ciuma kali ini bisa dibilang sangatlah tenang. Tidak ada silat lidah atau apapun yang ada hanyalah saling menyatukan bibir mereka.

Ino yang mendapat ciuman yang cukup berbeda tersebut mulai terhanyut dan tidak menyadari bahwa saat ini dia sedang dibawa oleh Naruto kesuatu tempat.

" Muuahh! Hah...hah...hah... "

Ino pun melepaskan pungutanya dari Naruto untuk mengatur nafasnya yang mulai habis, dan ketika Ino melepaskan pungutanya itu, Ino baru menyadari bahwa saat ino dia sudah tidak berada di ruang ganti perempuan.

Melainkan saat ini mereka berdua berada di gudang penyimpanan peralatan olahraga, dan juga Ino merasakan bahwa saat ini dia sudah berbaring diatas matras yang berada digudang olahraga.

Serta posisi Naruto yang berada di atas nya yang sedang menyeringai ketika melihat dada nya yang sudah tidak ditutupi oleh seragamnya, dan yang menutupi kedua dada nya saat ini hanyalah sebuah bra berwarna putih yang sudah sedikit basah pada bagian puting nya.

" Hukuman mu akan segera dimulai, dan bersiaplah untuk menjerit dan mendesah dengan keras Ino" ucap Naruto yang mulai membuka pengait bra miliknya yang berada di depan.

Traak!

Ketika bra tersebut berhasil dibuka oleh Naruto, terlihatlah sepasang bukit kembar yang begitu indah di depanya. Bahkan puting nya pun juga sudah mengeras akibat rangsangan yang diberikan oleh Naruto.

" Tu-tungu dulu Naru...a-aku belum siap untuk ini. I-ini terlalu cepat untuk ku " ucap Ino ketika melihat tagan Naruto yang bergerak ke arah rok milik nya.

" Sayangnya kau sudah tidak bisa kembali lagi I-N-O C-H-A-N " ucap Naruto dengan mengeja nama Ino.

Breeeaat!

Naruto pun akhirnya berhasil melucuti rok yang dia kenakan, dan terlihatlah sebuah celana dalam berwarna putih yang sudah sangat basah.

" Na-naru...hentikan, ini memalukan " ucap Ino sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanganya.

" Kau benar-benar memiliki tubuh yang sangat indah Ino " ucap Naruto yang mulai menarik Cd milik Ino.

Dan ketika Naruto menarik Cd milik Ino terlihatlah sedikit cairan bening yang melekat pada Cd milik Ino. Setelah berhasil menanggalkan Cd Ino, terlihatlah vagina milik Ino yang begitu mulus tanpa ditumbuhi oleh rambut sedikit pun.

Naruto yang melihat tubuh Ino yang sudah tidak mengenakan apapun, dibuat mematung ketika melihat tubuh Ino yang begitu berisi dan mulus tersebut. Terlebih lagi tubuh tersebut masih suci.

" Aku mulai Ino-chan " ucap Naruto.

Setelah itu, Naruto mulai menghisap dada kanan Ino dan meremas dan memelintir puting payudara Ino. Namun baru beberapa detik saja Naruto menghisap dada milik Ino, tiba tiba saja Naruto menghentikan kegiatannya dan menatap kearah ini berharap bisa mendapat penjelasan.

" Ino apa yang terjadi ? " tanya Naruto.

" A-aku..tidak tahu, tiba tiba saja sudah seperti ini "

" Kapan ? '

" Ta-tadi siang, da-dan aku tidak tahu penyebab nya. Tiba tiba saja dada ku mengeluarkan air susu " ucap Ino.

" Begitu ya, baiklah kurasa aku tidak perlu membeli susu lagi. Karena mulai hari ini dada mu ini menjadi milik ku Ino "

Hap!

Naruto kembali mengisap dada Ino yang rupanya sudah berisi, sementara tangan kanannya dia gunukan untuk meremas dada Kiri Ino, sehingga membuat dada kiri Ino mengeluarkan air susu nya.

Sedangka tangan kanannya dia gunakan untuk merangsang vagina Ino yang saat itu sudah sangat basah. Mendapat tiga serangan di tempat yang berbeda, membuat Ino mengeluarkan desahan yang cukup keras.

" Aaaahhh...Naru, Nnnggmm... "

Tangan Naruto yang awalnya Cuma merangsang bagian luar vagina Ino, mulai berpindah kedalam. Dengan memasukkan kedua jari nya dan menggerakan kedua jari nya tersebut dengan tempo cepat, membuat vagina Ino semakin basah.

" A-aku..keluarrrr...Naruuuu " teriak Ino ketika klimaks.

Naruto yang melihat pemandangan yang begitu mengugah nafsu tersebut, memasukan jari yang ketiga kedalam vagina Ino.

" Uuuuggghhh " erang Ino ketika merasakan vaginanya dimasuki oleh jari Naruto.

" Bagaimana Ino, apa kau menikmati nya ? " tanya Naruto sambil menggerakan jarinya di dalam vagina Ino.

" Na-naru...he-hentikan...hah..., A-aku butuh ist-...hah...istirahat " ucap Ino dengan tersengal-sengal.

" Maksud mu ini ? " tanya Naruto yang masih menggerakan jari jarinya.

" Uuuuggghhh " erang Ino ketika jari-jari Naruto menyentuh daerah G-spot nya.

" Lihat wajah mu Ino, kau benar benar menimati nya bukan ? " ucap Naruto sambil menyeringai ketika melihat ekspresi wajah Ino yang sangat menikmati perlakuan dari nya.

Ino yang mendengar perkataan Naruto sama sekali tidak membantahnya, karena sebenarnya Ino sangat menikmati semua perlakuan dari Naruto. Semua itu terbukti dengan vagina nya yang sudah sangat basah.

Bahkan baru saja dia kembali mengalami orgasme lagi, dan itu semua disebabkan oleh Naruto. Sosok sahabat atau sekarang sudah menjadi kekasihnya. Senyum merekah terbentuk di wajah cantik Ino.

" Hei..apa ada yang aneh ? " tanya Naruto ketika melihat Ino yang tersenyum.

" Tidak ada " balas Ino.

" Lalu kenapa kau tersenyum?, kau masih sehat bukan ? "

" Tentu saja aku masih sehat, kau pikir aku sudah gila "

" Lalu katakan kepada ku, apa yang membuat mu tersenyum ? " tanya Naruto sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ino.

" Apa kau penasaran, Naru ? "

" Tentu saja, sekarang cepat katakan kepada ku "

" Baiklah aku akan mengatakannya, namun sebelum itu cium aku " balas Ino sambil mengedipkan sebelah matanya.

Naruto yang mendengar ucapan Ino hanya mengedikkan bahu nya dan setelah itu Naruto kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Ino.

Cup!

Sebuah ciuman singkat terjadi antara Naruto dan Ino, bahkan saking singkatnya Ino sampai-sampai tidak dapat merasakan manisnya bibir Naruto. Berbeda dengan sebelumnya, yang dimana Ino dapat dengan leluasa merasakan bagaimana manisnya bibir Naruto.

" Sekarang mulai lah bercerita " ucap Naruto setelah mengakhiri ciuman mereka.

" Mooouuu...kenapa Cuma sebentar "

" Itu karena kau membuat ku penasaran, sekarang katakan apa yang mem...mmnnppp " ucapan Naruto langsung terhenti, ketika tiba-tiba saja Ino kencium Naruto.

Ciuman yang begitu panas, bahkan Ino menggalungkan kedua tangannya di leher Naruto dan menahan kepala Naruto supaya tidak bisa melepaskannnya. Dan begitu pula dengan kedua kaki jenjang Ino yang dikalungkan di pinggang Naruto. Sehingga Ino dapat merasakan penis Naruto yang sudah sangat keras, dibalik celananya.

Bruugh!

Keadaan pun mulai berbalik, dengan memanfaatkan kondisi Naruto yang sudah sanga terbuai dengan ciumannya. Ino langsung menggulingkan tubuhnya, sehingga membuat posisi Naruto berubah menjadi di bawah sedangkan Ino diatas nya.

" Muaaahhh! "

Ciuman mereka berdua pun berakhir dengan nafas Ino yang kembali tersengal-sengan. Sedangkan Naruto yang saat ino berada di bawah, dapat melihat kedua bukit kembar milik Ino yang bergerak naik dan turun.

" Kau mulai agresif ya...Ino ? " ucap Naruto yang melihat wajah Ino yang sudah sangat memerah.

" Apa kau punya masalah dengan itu..Naru ! " ucap Ino yang nafasnya sudah mulai kembali normal.

" Tentu saja tidak " ucap Naruto sambil tersenyum.

Ino yang mendengar perkataan Naruto, langsung tersenyum. Namun senyum tersebut seketika menghilang ketika Ino melihat Naruto yang masih mengenakan seragam sekolah, berbeda dengan dirinya yang sudah tidak mengenakan apapun.

" Kenapa kau masih mengenakan pakainan mu Naru " ucap Ino dengan nada protes nya.

" Memangnya ada yang salah ? " tanya Naruto sambil tersenyum.

" Tentu saja salah! Kau sudah melucuti semua pakaian ku, bahkan pakaian dalam ku juga sudah kau lucuti. Sedangkan diri mu masih mengenakan pakaian yang masih lengkap, kau benar-benar curang Naru " ucap Ino sambil mengembungkan pipinya.

Naruto yang melihat ekspresi wajah Ino yang begitu menggemaskan tersebut, tidak dapat mengungkiri bahwa ekspresi tersebut sangatlah imut untuk Ino.

" Lalu kau ingin aku melakukan apa ? " tanya Naruto.

" Lepaskan semua pakaianmu, dan aku anggap kita impas. Bagaimana ? " tanya Ino sambil menatap wajah Naruto.

" Kurasa Tidak " tolak Naruto.

" Eeeehhh...kenapa tidak, kau sudah melucuti semua pakaianku bahkan kau sudah melihat bagian-bagian penting dari tubuh ku. Dan kau sama sekali belum menanggalkan pakaian mu, itu kan curang " ucap Ino dengan terkejutnya ketika Naruto menolak keinginannya.

" Itu karena aku yang melucuti semua pakaian mu, dan jika kau ingin membuka semua pakaian ku. Kenapa tidak kau saja yang melakukannya Ino " ucap Naruto.

Wajah Ino pun seketika berubah menjadi merah ketika mendengar perkataan Naruto, terlebih lagi Ino sama sekali tidak menyangka Naruto akan menyuruh dirinya untuk membuka pakaian milik Naruto.

" Apa kau takut Ino ? " tanya Naruto sambil mengelus paha mulus Ino.

" Si-siap yang takut "

" Kalau begitu ayo lakukan " ucap Naruto yang tangannya sudah berpindah ke vaginan Ino.

" A-aku...Uuuuggghhh...mengerti " ucap Ino disela erangannya.

Naruto yang mendengar suara erangan Ino yang begitu menggairahkan tersebut, semakin cepat menggerakan jarinya di bibir vagina Ino. Sementara itu, Ino yang saat ini sedang berusaha membuka kancing pakaian Naruto, mengalami sedikit kesulitan ketika jari-jari Naruto menekan titik sensitiv pada vaginanya.

Satu per satu kancing pakaian Naruto berhasil Ino lepas, dan setelah berhasil melepaskan seluruh kancing pakaian Naruto terlihatlah dada bidang serta perut sispex milik Naruto. Ino yang melihat bentuk tubuh yang begitu menakjubkan tersebut, benar-benar dibuat terkagum-kagum

" Ada apa Ino ? " tanya Naruto yang melihat ino yang terdiam setelah membuka pakaiannya.

" Ti-tidak ada apa apa ? " ucap Ino dengan wajah nya yang sudah sangat memerah.

Setelah puas melihat tubuh bagian atas Naruto yang begitu mempesona, Ino pun menggeser tubuhnya sedikit kebelakang supaya bisa membuka celana Naruto. Dan ketika tangan Ino sudah berada tepat di ikat pinggang Naruto, terlihat bahwa saat ini kedua tangan Ino bergetar dengan hebatnya.

Meskipun merasa gugup, namun Ino tetap berusaha untuk membuka celana Naruto. Setelah berhasil membuka ikat pinggang, tangan Ino mulai berpindah ke kancing celana Naruto. Dan dengan perasaan yang berkecamuak, Ino berhasil membuka kancing celana Naruto.

Yang tersisa saat ini hanyalah resleting calana Naruto, Ino yang saat ini masih berada di atas tubuh Naruto dapat melihat seluruh bagian tubuh Naruto. Bahkan dibalik celana yang sedang Naruto kenakan itu, Ino dapat melihat celana dalam Naruto..

Mungkin jika ada orang yang melihat posisi mereka saat ini, mungkin orang tersebut berpikir bahwa Ino akan memperkosa Naruto. Ino yang memikir kan itu semua langsung membuka resleting dan menarik celana Naruto tanpa pikir panjang.

Ctaaaarrr!

Bak tersambar petir, Ino yang melihat pemandangan yang begitu menakjubkan tersebut sama sekali tidak dapat berkedip. Saat ini di depanya terlihat sebuah seonggok daging yang bersembunyi di dalam celana dalam Naruto.

Meskipun tak terlihat, namun tonjolan pada celana dalam tersebut sudah sangat membuktikan bahwa ukuran dari benda yang bersembunyi tersebut tidaklah main-main. Bahkan hanya dengan melihat benda perkasa Naruto yang masih bersembunyi sudah membuat hidung Ino sudah mengeluarkan darah.

Naruto yang melihat ekspresi Ino yang terlihat mengagumi benda kepemilikannya tersebut, tidak dapat menyembunyikan senyum kemenangannya. Dan sebentar lagi, dia akan kembali merasaka sensasi bagaimana enakya bersetubuh dengan seorang gadis yang masih perawan.

" Tunggu apa lagi Ino ? " ucap Naruto yang membuyarkan lamunan Ino.

Ino yang sudah sangat terangsang itu, tanpa pikir panjang langsung menarik celana dalam Naruto. Dan dalam waktu yang singkat, sebuah benda panjang dan besar berdiri dengan tegaknya. Sebuah benda yang memiliki ukuran 16 cm dengan diameter 7 cm, berdiri layaknya sebuah ting bendera.

Ino yang melihat benda pusaka milik Naruto, seketika mematung. Pikirannya menjadi kosong ketika melihat penis Naruto. Sementara itu, Naruto yang juga sudah sangat terangsang tersebut langsung mendorong tubuh Ino sehingga posisi mereka kembali berubah.

" Kau terlalu banyak melamun Ino " ucap Naruto yang berada diatas tubuh Ino.

Ino sama sekali tidak membalas ucapan Naruto, saat ini pikiran Ino sedang tidak berada pada tempatnya. Setelah melihat penis Naruto yang berdiri dengan tegak membuat Ino membayangkan hal-hal aneh.

Naruto yang melihat Ino yang masih melamun itu, langsung meletakkan penisnya diantara kedua dada Ino. Dan setelah itu Naruto menggerakkan menggerakan pinggulnya diantara payudara Ino yang sedang mengapit penis perkasanya.

Ino pun kembali tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara erangan Naruto, dan betapa terkejutnya Ino letika melihat kepala penis Naruto yang keluar-masuk diantara payudaranya.

" I-ino..Nggggmmmm...H-hisap...Aaahhhhh " ucap aruto disela desahanya.

Ino pun mengeluarkan lidahnya dan mulai menjilati penis Naruto dengan perlahan, meskipun tak sehebat Kurenai, namun tetap saja Naruto menikmati jilatan Ino. Dan seiring berjalannya waktu, jilatan Ino pada penis Naruto mulai membaik.

Bahkan jilatanya yang sebelumnya berada diluar sekarang sudah berubah menjadi sebuah blowjob. Dan Naruto yang mendapat perlakuan tersebut, tidak dapat menahan suara desahanya. Ditambah lagi dengan tangan Ino yang mengelus buah zakar nya, membuat Naruto semakin gila menggerakan pinggulnya.

" INO " teriak Naruto yang semakin cepat menggerakan pinggulnya.

" Mmmm...Nnngggg...Hhhhhmmmm "

Hanya kata-kata itulah yang dapat Ino keluarkan disaat penis Naruto berada dalam mulutnya. Bahkan penis Naruto sudah masuk hingga kedalam kerongkongan Ino, dan itu benar-benat membuat Ino sulit bernafas. Dan tiba-tiba saja Ino merasakan sebuah kedutan pada penis Naruto dan tidak lama setelah itu.

" I-Ino...a-aku...Nnngggmmmm...Ke-keluaaaaaaaarrrrrrrr " teriak Naruto sambil menghentakkan penisnya kedalam mulut Ino dengan keras.

Crooot! Crooot! Crooot!

Dan seiring dengan terikan Naruto, Ino merasakan sebuah cairan yang panas masuk kedalam mulut dan kerongkongannya. Ino yang terkejut ketika merasakan sebuah cairan masuk kedalam mulutnya berusaha untuk mengeluarkan penis Naruto dari dalam mulutnya.

Namun sayang-nya Naruto sudah terlebih dahulu memegang kepala Ino, meskipun Ino sudah berusaha untuk memberontak. Namun tetap saja tidak berhasil, wajah Ino pun sudah sangat memerah ketika penis Naruto masih mengeluarkan cairanya. Bahkan disela sela bibirnya keluar cairan putih yang begitu kental.

Ploup!

" Hosh...hosh...hosh... "

Akhirnya Ino dapat kembali bernafas setelah penis Naruto sudah keluar dari mulutnya, dan ketika penis Naruto keluar dari mulut Ino, ternyata penis Naruto masih belum berhenti mengeluarkan cairan putih nya. Sehingga membuat cairan putih tersebut mengenai wajah serta rambut Ino.

" Hosh...hosh...i-tu..hosh..be..benar-benar hebat ...hosh!" ucap Naruto dengan nafas yang tidak beraturan.

Sementara itu, Ino yang sudah dapat kembali bernafas dengan normal. Langsung menatap Naruto dengan tajam, tidak dapat dipercaya bahwa baru saja dia menelan sperma dari Naruto dan itu pun dilakukan oleh Naruto secara paksa.

Dan setelah semua itu, Naruto hanya mengatakan bahwa apa yang dia lakaukan itu hebat. Jika saja Naruto bukan kekasih nya saat ini, sudah pasti akan mematahkan benda pusaka milik Naruto dengan menggunakan jurus Judo nya.

Naruto yang masih berusaha menormalkan nafasnya, dapat melihat bahwa saat ini Ino tengah menatapnya dengan tatapan siap membunuh. Dan entah mengapa melihat tatapan itu membuat bulu kuduk Naruto berdiri.

" N-A-R-U-T-O "

Tiba tiba saja suara Ino berubah menjadi berat, dan terlebih lagi Ino menyebutkan Namanya dengan menggunakan suara yang berat itu. Dan itu semua benar benar membuat perasan Naruto menjadi tidak enak.

Brugk!

Ino langsung menerjang kerah nya sehingga membuat dia menjadi tumbang, serta menjadikan posisi Ino menjadi diatasnya sambil memegang kedua bahu Naruto.

" I-ino...go-gomen ta-tadi aku se-sedikit kelepasan " ucap Naruto dengan takut.

" Sedikit kelepasan..hummm! " tanya Ino.

Naruto yang masih mendengar suara Ino yang mengerikan tersebut, langsung menutup kedua matanya dan berharap bahwa Ino tidak akan memukulinya.

Cup!

Sebuah kecupan singkat di pipi diberikan oleh Ino kepada Naruto, dan Naruto yang merasakan kecupan singkat tersebut membuka kedua matanya secara perlahan lahan. Dan terlihatlah wajah Ino yang saat ini tengah tersenyum kearahnya.

" Kau sepertinya harus diberi hukuman Naruto-kun " ucap Ino dengan nada sensual nya.

" Uuugghh! " erang Naruto ketika penisnya tiba tiba saja digenggap oleh Ino.

" Kali ini biar aku yang melakukannya " ucap Ino sambil menempelkan penis Naruto di bibir vaginannya.

Penis Naruto pun kembali berdiri dengan gagah nya sambil mengacungkan ujung dari penis nya tersebut ke vagina Ino yang sudah sangat basah. Ino yang merasakan penis Naruto yang kembali berdiri tidak dapat menyembunikan ke senangan nya.

Ino pun langsung memposisikan penis Naruto tepat di depan bibir vaginanya, dan setelah memastikan bahwa penis Naruto sudah berada pada posisinya. Ino pun mulai memasukkan penis Naruto secara perlahan lahan kedalam vaginanya.

" Nnnnggghhhh "

Ino yang merasakan penis Naruto semakin lama semakin masuk kedalm vaginanya, tidak dapat menahan rasa sakit ketika penis tersebut masuk. Terlebih lagi ketika kepala dari penis Naruto menyetuh selaput daranya.

Ino menghentika gerakan nya dan mulai mengoyangkan pingulnya kekanan dan ke-kiri gunanya untuk menyesuaikan dinding vaginanya dengan ukuran penis Naruto yang sebentar lagi akan menembus selaput daranya.

Sementara itu, Naruto yang merasakan penisnya terasa seperti dipijat di dalam vagina Ino. Hanya dapat mendesah dengan nikmatnya, bahkan payudara Ino juga mengeluarkan air susu yang tersus menerus memandikan tubuh Naruto.

Naruto yang sudah sangat terangsang tersebut, langsung menghentakkan penis nya kedalam vagina Ino, sehingga membuat selaput dara Ino robek. Ino yang saat itu belum siap sama sekali, harus merasakan rasa sakit yang teramat sakit ketika penis Naruto menerobos masuk kedalam vagina nya secara tiba-tiba.

"N-naru..sa-sakit " ucap Ino yang langsung tumbang kearah Naruto.

Naruto yang melihat raut wajah Ino yang menahan rasa sakit ketika selaput dara nya robek, langsung membelai dan mengelus surai pirang milik Ino dan tidak lupa pula Naruto juga mengelus dan meremas bokong Ino supaya membuat libido Ino naik kembali.

Ino yang mendapat perlakuan yang begitu lembut dari sang kekasih mulai tenang, bahkan rasa sakit pada vagina nya pun mulai berangsur-angsur menghilang. Tidak ingin kesempatan emas tersebut hilang, Naruto langsung mencium Ino sambil mengelus-elus rambut pirang Ino.

Ino yang dicium oleh Naruto mulai terbuai, bahkan saking terbuainya Ino. Sampai-samapi Ino tidak meyadari bahwa posisinya sudah kembali seperti semual. Yang dimana posisi Ino kembali berada di bawah Naruto.

Naruto yang melihat Ino yang masih belum sadar disela ciuman mereka, mulai menggerakan pinggulnya secara perlahan-lahan. Ino yang merasakan penis Naruto yang sudah bergerak, mulai membuka mata nya.

Dan terlihatlah sepasang mata berwarna biru langit yang tengah menatapnya sambil menggerakan pinggulnya secara perlahan lahan. Naruto yang melihat Ino yang sudah membuka matanya, langsung melepaskan pungutan mereka.

" Uuummnngg...Na-naru...mmmnnngg " panggil Ino.

" Ya! Ada apa Ino ? " balas Naruto yang masih menggerakan pinggulnya dengan lambat.

Ino pun hanya menggelengkan kepalanya, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh Ino membuat Naruto bingung. Namun kebingungan tersebut seketika menghilang ketika melihat Ino yang tengah tersenyum kearah nya.

" Aku sudah tiadak apa-apa! Kau bisa menggerakannya sesuka hati mu Naru " ucap Ino sambil mengelus pipi Naruto.

" Apa Kau yakin ? "

" Hmm..Dan kurasa kau harus cepat " ucap Ino.

" Kenapa ? "

" Itu karena, hujanya sudah mulai reda. Dan juga aku tidak ingin ada orang yang melihat apa yang sedang kita lakukan ini "

" Begitu! Baiklah. Bersiap-siaplah Ino " ucap Naruto.

Dan setelah itu, Naruto pun mulai menggerakan pinggulnya dengan tempo yang sedikit cepat. Ino yang merasakan penis Naruto yang bergerak keluar masuk dari vaginanya tidak menahan suara desahannya.

" Aaahhh...mmnnggg...Na-naru...m-motto...motto...Aaahhhh ! " desah Ino.

Semakin lama gerakan pinggul Naruto semakin cepat, bahakan saking cepatnya membuat dada Ino bergerak tidak karuan.

Naruto yang melihat dada Ino yang bergerak tidak karuan tersebut, langsung memegangnya dan setelah itu meremasnya.

" Aaaahhh motto ...Aaaahh..Aaaahh...mmmnnnggg...Na-naru...Naru " desah Ino sambil menyebut nama Naruto.

Naruto yang mendengar suara desahan Ino yang semakin keras, membuat nafsunya semkin besar. Tidak puas hanya meremas kedua dada Ino, Naruto pun juga menghisap dada Ino. Sehingga membuat dada Ino kembali mengeluarkan air susunya.

"Mmmmnnggg...nnnngggg "

Tidak hanya menghisap dada Ino saja, Naruto juga meminum air susu yang dikeluarkan oleh payudara Ino. Mendapat rangsangan ditempat paling sensitif ditubuhnya, membuat Ino semakin bergairah. Ditambah lagi dengan tangan kanan Naruto yang saat ini tengah bermain di klitoris nya.

Disaat Ino tengah menikmati rangsangan yang diberikan oleh Naruto, tiba-tiba saja Ino merasakan sesuatu yang akan segera keluar dari vagina nya.

" Na-naru..aku hampir sa-sampai...Aaahhh!" desah Ino ketika merasakan akan segera orgasme.

" Keluar kan Ino, keluarkan semua nya " ucap Naruto yang semakin mempercepat gerakannnya.

" Kkyyyaaaahh..."

Tubuh Ino pun menegang dan diringi dengan menyempitnya dinding dinding vagina Ino. Naruto yang merasakan dinding vagina Ino yang mulai menyempit, langsung memperlambat gerakannya.

Dan taklama setelah itu, vagina Ino langsung menyemburkan cairan putih bening yang melumuri penis Naruto.

Naruto yang merasakan bahwa penisnya saat ini tengah disirami oleh cairan yang begitu banyak, menghentikan seluruh kegiatannya. Dan membiarkan Ino untuk menikmati orgasme nya.

" Hosh!...hosh!...hosh! "

Ino yang baru saja mengalami orgasme, mulai mengatur nafas nya. Disaat Ino tengah mengatur nafasnya, Ino dibuat terkejut ketika merasakn penis Naruto yang ditarik keluar dari vaginanya secara tiba-tiba.

" Eeemmngg " erang Ino ketika penis Naruto ditarik keluar.

" Kenapa dikeluarkan Naru? Apa aku tidak cukup memuaskan untuk mu " tanya Ino dengan penuh tanda tanya.

Naruto pun mencium bibir Ino dengan lembut setelah mendengar perkataan dari Ino, yang menurutnya perkataan tersebut benar-benar bodoh. Ino yang mendapat ciuman dari Naruto sama sekali tidak bereaksi, saat ini dia hanya akan menunggu jawaban dari Naruto.

Dan setelah Naruto menjawab pertanyaan nya, barulah dia akan menerima semua perlakuan dari Naruto. Ciuman dari Naruto tidaklah bertahan lama, itu semua disebabkan oleh Ino yang sama sekali tidak bereaksi dengan tindakannya.

" Kau jangan pernah berkata seperti itu Ino " ucap Naruto.

" Lalu kenapa kau menarik milik mu keluar ? " tanya Ino.

" Aku melakukannya karena aku ingin kau menikmatinya Ino, bukankah hal seperti itu sering dilakukan oleh sepasang kekasih bukan ? "

" A-aku tahu itu, ta-tapi aku ingin kau memperlakukan sesuai dengan keinginan mu. Bukan dikarenakan rasa kasihan mu. Jadi kumohon, kau tidak usah mengkhawatirkan ku " ucap Ino.

" Kau yakin dengan ucapan mu itu ? "

" Ya "

Naruto yang mendengar jawaban dari Ino pun langsung mencium Ino dan tidak lupa pula Naruto juga meremas kedua payudara Ino. Ciuman kali ini pun berlangsung cukup lama, dengan Naruto yang lebih banyak mendominasi.

Adegan saling silat lidah pun terjadi antara lidah Naruto dan lidah Ino, dan ketika pasokan udara yang berada di paru-paru mereka mulai menipis. Ciuman tersebut lansung berakhir dengan terbentunya jebatan saliva yang saling terhubung.

" Hosh!...Hosh!...Hosh! "

Ino pun berusaha menghirup udara sebanyak mungkin, namun Ino mendapat sedikit masalah ketika berusaha menghirup nafas. Naruto yang datang secara tiba tiba langsung menjilat lehernya serta memberi beberapa kissmark pada lehernya sebagai tanda kepemilikan.

" Mmmmm..Naru...Aaahhhh !"

Naruto yang mendengar suara desahan Ino semakin bersemangat, bahkan saking semangatnya jari-jari Naruto sama sekali tidak berhenti meremas dan menarik puting Ino. Setelah puas bermain di leher dan dada Ino, Naruto pun mulai merubah posisinya.

" Ino berdiri " ucap Naruto.

Ino pun menuruti perkataan Naruto, dan ketika Ino sudah berdiri tangan Naruto pun mulai bermain disekitar daerah vagina nya.

" Sekarang bertumpulah kepada dinding yang ada di depan mu Ino " ucap Naruto.

Dan lagi-lagi Ino menuruti perkataan Naruto, setelah Ino menuruti keinginan Naruto. terlihatlah bahwa posisinya saat ini tengah membelakangi Naruto. Dan Naruto yang berada tepat di belakang Ini dapat melihat vagina Ino yang sudah sangat basah.

Naruto pun mulai mendekati Ino sambil menempelkan kepala penisnya di depan bibir vagina Ino, dan Ino yang merasakan penis Naruto yang sudah berada dibibir vaginanya mulai mengatur nafasnya.

" Lakukan Naru " ucap Ino yang sudah mengetahui maksud dari Naruto,

Bleeessh!

Tanpa menunggu lama, Naruto langsung mendorong pinggulnya. Sehingga membat penis nya masuk kedalam vagina Ino. Ketika penis Naruto yang sudah masuk kedalam vagina Ino, Naruto merasakan sensasi yang sangat berbeda ketika dia memasukkan penisnya kedalam vagina Kurenai.

' Mungkin itu karena Ino yang masih belum pernah melakukannnya dengan orang lain ' batin Naruto.

Sementara itu, ketika penis Naruto masuk tepat kedalam vaginanya. Ino dapat merasakan sensasi panas sekaligus sesak. Dan sensasi tersebut seketika menghilang ketika penis Naruto yang mulai bergerak, dan digantikan dengan sensasi yang tidak akan pernah Ino lupakan.

" Na-naru...Aaaahhhh! " desah Ino ketika penis Naruto menyentuh rahim nya.

Dengan menggunakan gaya ala Doggy Style membuat sensasi yang sebelumnya pernah Ino rasakan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Sehingga membuat Ino mendesah keenakan setiap kali penis Naruto menyentuh bibir rahim nya.

Semakin lama gerakan Naruto semakin bertembah cepat, bahkan saking cepatnya membuat suara benturan antara paha Ino dan selangkangan Naruto terdengar sangat jelas.

" Na-naru...Aaaahhh...mo-motto...Nnnngggmmm... motto motto MOTTOOOOO." Desah Ino.

30 menit pun terlah berlalu semenjak mereka berdua memulai permainnanya, dan selama 30 menit itu juga Ino sudah mengalami orgasme berulang kali. Namun selama 30 menit tersebut, Naruto sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda akan segera orgasme.

Bruuugh!

Bosan dengan gaya Doggy Style, Naruto pun mengganti posisi/gaya permainan mereka menjadi Woman on Top. Keadaan posisi Naruto yang berbaring dimatras serta Ino yang bergerak di atas nya. Posisi yang mengharuskan sang wanita yang berada di atas, membuat Ino harus menggerakn pinngulnya supaya membuat sang kekasih mencapai klimaks.

" Aaaaahhhh...Mmmmnnnngggggmmm...Na-...Naru... a-aku sudah tidak tahan lagi " ucap Ino yang sepertinya akan segera orgasme lagi.

" Bertahanlah Ino...Nnnnngggmmm...A-aku juga hanpir sampai " ucap Naruto.

Ino yang mendengar Naruto yang akan segera klimaks, langsung mempercepat gerakan pinggulnya. Sedangkan dengan Naruto, dia kembali menghisap dan meminum air susu yang dihasilkan oleh Ino.

Tubuh yang sudah penuh akan tanda kissmark serta sudah mencapai pada batas nya terus berusaha untuk membuat sang kekasih untuk segera keluar. Peluh yang sudah membasahi kedua insan tersebut sama sekali tidak menjadi hambatan bagi mereka.

" A-aku sudah tidak tahan lagi Naru...Kyyyaaaahhh!"

Ino yang sudah berusaha menahan orgasmenya akhirnya mencapai batas nya sehingga membuat dinding vagina nya merapat, dan Naruto yang merasakan penisnya dipijat-pijat oleh vagina Ino akhirnya keluar.

" KELUUUAAAARRRR! " teriak Naruto diiringi dengan keluarnya sperma Naruto di dalam vagina Ino.

Croot! Croot! Crooot!

" Kyyaaahhhh! "

Ino pun kembali mengalami orgasme setelah merasakan rahim nya terisis oleh sperma Naruto. tidak dapat menampung semua sperma yang masuk kedalam rahim nya, membuat sebagian dari sperma Naruto meluber keluar dari vagina Ino.

.

.

.

Bersambung!

Note Author : pastikan untuk membaca nya hingga akhir

Hallo minna-san ketemu lagi dengan saya, sang author ganteng bin mesum ini. Apakah ada yang kangen dengan saya? atau ada yang sudah melupakan author. Heheheheh!

Mungkin untuk kesempatan kali ini author ingin meyampaikan permintaan maaf author yang sebesar-besarnya kepada para reader-san yang sudah menunggu kelanjutan dari fanfiction saya ini.

Sebenarnya cerita ini sudah lama selesai nya, namun dikarenakan pada saat itu file My Life berada di Hp yang sudah rusak, akhirnya author harus membuat kembali My Life. Dan untuk sementara ini author harus menggunakan laptop author untuk mengetik fic ini, dan kalian tau sendiri mengetik dengan menggunaka laptop itu tidaklah mudah.

Terlebih lagi, author juga kurang ahli mengetik dengan menggunakan laptop (Naruto : "Thor kok malah jadi curhat" ) (Author: "Hehehe! Iya juga ...gomen ")

Oke mungkin itu aja, dan bisa dibilang jumlah word nya sudah hampir menyentuh angka 7k+. Mungkin yang membuat cerita ini panjang adalah drama nya, dan mohon maaf jika author telat update nya.

Mungkin itu saja yang ingin authr sampaikan, dan jika sempat author akan segera mempublis lanjutannya sebelum Ramadan. (A/N: menurut kalian apa cerita ini harus dilanjutkan dengan cerita dan alur yang saling berhubungan atau cerita dengan alur yang berbeda )