Disclaimer : Sudah pasti bukan milik saya.

Genre : Romance, Drama and Family

Rate : M (mature)

Warning : Alternate Universe, Incest, MILF, NTR, OOC, Typo, Lemon, Lime, Harem and Alpha!Naru, Crossover.

( Fanfiction ini hanya untuk pembaca 18 tahun keatas, dan bagi yang masih belum berumur cukup silahkan baca fanfic milik saya yang lainnya )

( Didalam fanfiction ini akan terdapat beberapa karakter dari anime lain yang akan muncul, jadi harap dimaklumi jika para reader sekalian tersinggung )

Read and Review

.

Konoha Academy, 06.30 PM

Disebuah ruangan yang dipenuhi oleh alat olahraga, terlihatlah sepasang kekasih yang saat ini tengah terbaring di sebuah matras. Sepasang kekasih yang baru saja melakukan sesuatu yang seharus nya belum boleh lakukan.

Bersetubuh! Sebuah hubungan yang Cuma bisa dilakukan oleh pasangan suami istri. Namun sepertinya, semua pantangan tersebut sama sekali tidak berlaku bagi mereka. Karena menurut mereka, dengan melakukan persetubuhan maka itu akan membuktikan bahwa mereka itu saling mencintai.

Namikaze Naruto dan Yamanaka Ino, merupakan dua orang remaja yang baru saja beranjak menjadi dewasa. Dan kedua remaja itu jugalah yang baru saja melakukan hubungan intim tersebut. Dan tidak diketahui apa yang menjadi penyebab yang memvuat mereka melakukan hubungan tersebut.

Naruto yang saat itu tertidur, tiba-tiba saja terbangun setelah merasakan haqa dingin yang menusuk kulitnya. Dengan perlahan kelopak matanya terbuka, dan terlihatlah sepasang permata blue-saphire milik Naruto. Dan sepasangan mata itu mulai melihat kesemua penjuru gudang olahraga.

Dan pandangan Naruto seketika terhentika ketika melihat sebuah jam dinding yang menunjukan pukul 06:30 menit. Yang artinya mereka berdua sudah berada di gedung olahraga selama 3 jam, dan selama itu pula lah mereka melakukan itu.

Melihat kesamping kanan nya, dan terlihatah sosok Ino tanpa mengenakan apapun tengah terlelap dengan nyaman. Berdiri, dan mengecek keadaan diluar sana, dan terlihat kalau saat ini hari sudah mulai gelap.

Setelah puas melihat keadaan diluar sana, Naruto pun memperhatikan keadaan dari tempat nya saat ini. Semuanya terlihat bersih dan rapi, tak ada satu pun debu yang tertinggal di gudang olahraga.

Kecuali matras yang dia gunakan sebagai tempat memadu cinta dengan Ino, terlihat keadaan di sekitar matras benar-benar berantakan. Bahkan bercak-bercak darah dari bekas darah keperawanaan Ino masih terlihat disana.

Tring! Tring!

Suara nada dering dari ponsel Ino membuyarkan lamunan Naruto, mendekat ke ponse Ino. Dan Naruto dapat melihat bahwa saat ini Tou-san Ino tengah menelpon Ino, dan Naruto tahu penyebab kenapa tou-san Ino menelpon.

"Ino! Ino! hei bangun Ino." panggil Naruto dengan lemah lembut.

"Hmmm! 5 menit lagi Naru" balas Ino.

"Hei, Tou-san mu menelpon. Cepat angkat telpon nya." ucap Naruto yang masih berusaha membangunkan Ino.

"Hm...Iya!" balas Ino dengan lemas.

Ino pun akhirnya terbangun, meskipun tidak sepenuhnya namun tetap saja Ino sudah bangun. Mengambil ponselnya dan mendekatkan ponsel tersebut ke telinga nya.

"Moshi-moshi Otou-san?" ucap Ino dengan lemas.

"..."

"Iya, sebentar lagi aku pulang" balas Ino.

"..."

"Tidak! Aku tidak sedang bersama dengan laki-laki asing kok. Saat ini aku sedang bersama dengan Naruto."

"..."

"Baiklah!" ucap Ino

Dan setelah itu Ino pun menyerahkan ponselnya kepada Naruto, dan Naruto yang mengatahui maksudnya langsung menerima ponsel tersebut.

"Moshi-moshi Oji-san,"

Setelah Naruto menerima ponsel Ino, Naruto pun harus menjelaskan alasan kenapa dirinya dan Ino masih belum pulang. Serta dalam cerita itu Naruto juga menembahkan sedikit bumbu kebohongan, yang pada akhirnya Naruto berhasil mengelabui Ayah nya Ino.

"Baik kami akan segera keluar!" ucap Naruto yang mengakhiri pembicaraannya dengan ayah Ino.

Setelah mengakhiri pembicaraannya, Naruto pun menyerahkan ponsel yang dia pegang ke Ino. Dan Naruto di buat sweatdrop ketika melihat Ino yang kembali tidur dalam keadaan duduk dan kondisi nya masih sama seperti sebelumnya.

Naruto yang melihat tubuh Ino yang mengitu menggoda, kembali terangsang. Dan tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di pikiran Naruto, dengan perlahan-lahan Naruto mendekat ke arah Ino dan dengan hati-hati dia merebahkan tubuh Ino kearah depan dan memposisikan pantat Ino sedikit lebih tinggi dari tubuh nya.

Ino yang sepertinya terlalu lelah sama sekali tidak menyadari bahwa posisinya sudah berubah, sedangkan Naruto yang melihat posisi Ino yang tengah membelakangginya langsung mendekatkan wajahnya ke vagina Ino.

Dan setelah itu Naruto menjilati vagina serta klitoris Ino, dengan lihai lidah Naruto menjilati seluruh bagian vagina Ino. Bahkan jari-jari nya pun juga ikut bermain di vagina Ilno.

"Ummngg!" erang Ino yang masih tertidur.

Naruto yang mendengar suara erangan Ino, semakin mempercepat jilatannya pada vagina Ino, dan semakin lama vagina Ino semakin basah.

Melihat vagina Ino yang sudah sangat basah, Naruto pun memasukkan lidahnya kedalam vagina Ino dan menjilat serta menghisap setiap cairan yang dikeluarkan oleh vagina Ino.

"Aaaahhh! "desah Ino ketika lidah Naruto menyentuh daerah G-spot nya.

Naruto pun terus menjilat serta menghisap vagina Ino tanpa henti, dan tiba-tiba saja Naruto merasakan vagina Ino berkedut. Dan tak lama setelah itu, vagina Ino menyemburkan cairan yang begitu. Bahkan saking banyak nya cairan tersebut sampai-sampai mengenai wajah Naruto.

"Mmmnngggg!" erang Ino ketika mencapai orgasme.

Naruto pun tersenyum ketika dia berhasil membuat Ino orgasme, dan senyum tersebut sekitaka menghilang ketika melihat Ino yang masih tidur. Meskipun nafas Ino tidak beraturan, namun dia masih bisa tertidur dengan lelap.

Namun Naruto sama sekali belum kehabisan akal untuk membuat Ino terbangun, kali ini dia sangat yakin bahwa Ino akan segera bangun. Mengsejajarkan penis nya di vagina Ino, Naruto pun menggerakan penisnya di bagian luar vagina Ino.

"Na-naru.." panggil Ino dengan lemas.

Naruto pun tersenyum ketika dia mendengar suara Ino.

"Ada apa Ino?" tanya Naruto yang masih menggerakan penisnya di bibir vagina Ino.

Suara Ino pun kembali menghilang setelah Ino memanggil dia, Naruto yang kesal yang melihat Ino yang belum bangun-bangun juga. Langsung mengehentakkan pinggulnya sekuat tenaga ke vagina Ino.

Blessshhh!

Penis Naruto pun masuk dan membentur rahim Ino dengan begitu keras, Ino yang merasakan rahim nya yang dibentur dengan keras langsung terbelalak kaget.

"Aaakhh! A-apa yang kau lakukan Baka?" teriak Ino.

"Menurut mu apa? Hhmm, " ucap Naruto yang mulai menggerakkan pinggulnya.

"Ba-baka! Cepat hentikan!" perintah Ino.

"Tidak akan." ucap Naruto yang semakin mempercepat gerakan pinggulnya.

"Na-naru... he-hentikan.. Aahhh! Ki-kita bisa ketahuan jika pen.. Nngggmmm! ji-jika penjaga sekolah melihat kita... Mmmmnggg! " ucap Ino di sela desahannya.

"Biarkan saja.. Ahh! I-ino ini begitu nikmat!" ucap Naruto yang semakin mempercepat gerakannya.

Ino pun tersenyum ketika dia mendengar suara desahan Naruto, meskipun saat ini dia sangat takut jika kegiatannya diketahui oleh penjaga sekolah, namun dia juga senang ketika Naruto sangat menikmati tubuh nya.

Dengan penuh semangat Naruto menggerakan pinggulnya dengan begitu cepat sehingga membuat Ino terus mendesah. Bahkan vagina Ino pun semakin banyak mengeluarkan cairan pelumas nya, sehingga membuat Naruto dapat menggerakan penisnya dengan leluasa.

Namun tiba-tiba saja Ino merasakan bahwa sesuatu akan segera keluar, dan tak lama setelah itu Ino pun mencapai klimaks nya yang ke tiga.

"Hyaaaa!" teriak Ino dengan begitu keras.

Naruto yang melihat Ino yang sudah mencapai orgasme, menghentikan gerakannya dan membiarkan Ino menikmati orgasme nya.

Sheeeerrrr!

Dan taklama setelah Ino mencapai orgasme nya, Ino pun kembali mengalami orgasme disertai dengan keluar nya air seni Ino. Naruto yang melihat kejadian tersebut, dibuat terkagum-kagum dengan kejadian tersebut.

"Mmngg! Ja-jangan lihat." ucap Ino sambil menurupi wajahnya.

Air seni yang dikeluarkan Ino terus mengalir dengan begitu deras, bahkan sampai-sampai air seni Ino membanjiri matras yang mereka pergunakan.

"Aaahhhh!" desah Ino setelah air seni nya berhenti keluar.

Setelah multiorgasme diserta dengan kencing yang dialami oleh Ino sudah berhenti, seketika tubuh Ino menjadi lemas dan ambuk ke genangan air seni yang dikeluarkan oleh dirinya sendiri.

Greeebbb!

Dan sepertinya dewi keberuntungan masih berpihak kepada Ino, sebelum sepenuhnya Ino jatuh ke genangan air seni nya. Naruto terlebih dahulu menagkap nya dan mendekap tubuh Ino.

"Kau tidak apa-apa Ino?" tanya Naruto dengan khawatir.

"Hmm! Aku tidak apa-apa Naru, tubuh ku hanya sedikit lemas saja. Istirahat sebentar pasti akan membuatku kembali pulih." ucap Ino yang berada di pelukan Naruto.

"Begitu?" ucap Naruto sambil tersenyum. Dan setelah itu Naruto pun berdiri dan mengendong tubuh polos Ino ke sebuah lemari kecil yang terletak tidak jauh dari mereka.

Dan pada saat Naruto mengendong Ino, penyatuan mereka terputus sehingga membuat Ino sedikit mengerang. Ketika Naruto sudah sampai di tempat dia tuju, Naruto pun mendudukan Ino di lemari kecil tersebut.

"Kau istirahatlah terlebih dahulu, aku akan pergi membersihkan diri dulu!" ucap Naruto yang pergi meninggal kan Ino.

Namun ketika Naruto akan meninggalkannya, Ino tiba-tiba saja menahan Naruto. Dan Naruto yang ditahan oleh Ino dibuat bingung.

"Ada apa Ino? Apa ada yang sakit?" tanya Naruto.

Ino pun hanya menggelengkan kepala nya ketika ditanya oleh Naruto, sedangkan Naruto yang melihat reaksi Ino kembali dibuat bingun.

"Lalu ada apa?"

"A-apa kau tidak ingin melanjutkan yang tadi?" tanya Ino dengan wajah bersemu merah.

" Tidak! Kau lebih baik istirahat saja!" ucap Naruto sambil tersenyum.

"A-apa aku sudah tidak menarik lagi?" tanya Ino yang sudah mulai berperasangka buruk.

"Bu-bukan begitu, kau pasti sangat lelah. Jadi lebih baik, kalau kita tidak usah melanjutkannya!" ucap Naruto.

"Aku sudah tidak apa-apa kok! Jadi sebaiknya kita lanjutkan saja. A-aku tidak ingin kalau hanya diri ku seorang yang merasa puas." ucap Ino sambil menatap Naruto "Aku mohon, aku tidak ingin menjadi kekasih yang tidak berguna"

Naruto yang melihat tatapan Ino yang sangat memohon kepada diri nya, menjadi tidak tega.

"Hah! Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika kau kembali merasa lelah" ucap Naruto sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ino.

"Tidak akan." ucap Ino sambil menutup mata nya.

Cup!

Dan setelah itu kedua bibir mereka saling bertemu, dan tak lama setelah itu Naruto pun mengangkat tubuh Ino dan mengambil langkah mundur. Ino yang merasakan tubuhnya terangkat, mengalungkan kedua lenganya ke leher Naruto serta mengapit kedua kaki nya ke punggung Naruto.

Beruntung di belakang Naruto ada sebuah kursi, sehingga Naruto bisa menggunakan kursi tersebut sebagai tempat duduk nya.

Pada saat Naruto ingin duduk, Naruto menurunkan tubuh Ino secara perlahan-lahan, Ino yang merasakan bahwa tubuhnya turun secara perlahan lahan menjauhkan tangan kanannya dari leher Naruto.

Menggerakan tangannya menuju ke bagian bawah Naruto dan setelah tanganya bersentuhan dengan paha Naruto. Ino pun menggerakan tanganya ke setiap penjuru untuk mencari penis Naruto, dan ketika tanganya berhasil mengenggam penis Naruto. Ino pun memposisikan penis tersebut tepat di depan bibir vaginanya, Naruto yang merasakan bahwa penisnya sudah berada di depan bibir vagina Ino langsung mengentakkan tubuh Ino sedikit keras.

Bleeess!

Mata Ino kembali terbelalak kaget ketika merasakan penis Naruto yang masuk secara tiba-tiba kedalam vagina nya.

"Uuunnnnggkk!" erang Ino ketika mearasakan penis Naruto membentur pintu rahim Ino.

Setelah proses penetrasi berhasil dilakukan, ciuaman mereka berdua pun berakhir dikarenakan pasokan udara dalam paru-paru mereka sudah menipis.

Kedua insan tersebut berusaha mengatur nafas mereka, dan setelah nafas mereka kembali seperti semula. Ino pun mulai menggerakkan pinggulnya dan dibatu oleh Naruto.

"Mmmnnggg! Na-naru a-apakah nikmat?" tanya Ino .

"Tentu saja, hanya kau satu-satu nya wanita yang dapat membuat ku nikmat Ino." ucap Naruto sambil merayu Ino.

"Aahhh! Be-benarkah? Nnnggmmm! Lalu bagaimana jika kau sudah mendapatkan kekasih baru. Apakah aku akan tetap jadi satu-satu nya wanita yang dapat membuatmu nikmat?" tanya Ino yang mengerakkan pinggul nya denga konstan.

Naruto yang sudah tidak sabaran itu, membaringkan Ino di lantai dan setelah itu Naruto pun mulai menggerakan pinggulnya dengan cepat.

"Apakah akau akan cemburu jika aku memiliki kekasih lagi?" tanya Naruto.

" Aaaahhhh!..Nnggmm! Na-naru lebih cepat " ucap Ino.

Naruto pun semakin mempercepat gerakan pinggulnya, dan lagi-lagi Naruto merasakan bahwa vagina Ino kembali mengapit penis nya. Mengeahui bahwa Ino akan segera orgasme lagi, Naruto pun memperlambat gerakkannya.

"Ke-kenapa?" tanya Ino.

"Kita akan keluar sama-sama Ino" ucap Naruto.

Setelah merasakan vagina Ino yang kembali melonggar Naruto pun menambah kecepatannya dan tidak lupa meghisap serta meminum air asi yang dikeluarkan oleh payudara Ino.

Tring! Tring!

Disaat Naruto yang tengah menikmati permainannya bersama Ino, tiba-tiba saja ponsel Ino berdering. Namun sayag nya Naruto tidak mendengar suara tersebut, dan itu semua dikarenakan Naruto tengah menikmati vagina Ino yang dimana sebentar lagi dia akan segera keluar.

"Na-naru...a-aku sudah ti-tidak dapat menahannya lagi." ucap Ino.

Naruto pun semakin mempercepat gerakannya, namun tidak dengan Ino yang sudah mencapai batas nya.

"Hyaaaa!" teriak Ino ketika mengalami orgasme.

Naruto pun dapat merasakan bahwa saat ini penisnya tengah di mandikan oleh cairan orgasme Ino. Namun tak berselang setelah Ino orgasme, Naruto juga mengalami orgasme yang begitu hebat.

"I-Ino...ak-aku" ucap Naruto tebata-bata.

Ino sama sekali tidak bereaksi, saat ini dia benar-benar sangat kelelahan. Bahkan dia sudah pasrah dengan semua perlakuan Naruto.

Crooot! Crooot!

Naruto pun akhirnya berhasil keluar dan tepat pada saat Naruto keluar, Naruto mengentakan pinggulnya sehingga membuat Naruto mengeluarkan sperma nya di dalam rahim Ino.

"Uuummmmmnngggggg!" erang Ino ketika merasakan rahim nya terisi oleh cairan panas milik Naruto.

Setelah berhasil mencapai klimaks yang begitu hebat, Naruto dan Ino pun berusaha mengatur kembali nafas mereka.

...

Skiptime

Setelah kegiatan yang mengahabis kan banyak tenaga tersebut selesai, Naruto dan Ino pun langsng membersihkan diri dan pergi meninggalkan gedung olahraga.

"A-apa yang harus aku katakan ke tou-san Naru?" tanya Ino dengan panik.

"Jangan khawatir, aku akan berusaha membuat oji-san untu tidak curiga," uca Naruto sambil memandang Ino.

Dan Naruto yang tinggi yang melebihi Ino dapat melihat beberapa kissmark yang terlihat dengan jelas di leher Naruto.

"Pakailah jaket ku ini Ino." ucap Naruto sambil menyerahan jaketnya ke Ino.

"Eehh! Untuk apa ?"

"Dilehermu terdapat banyak kissmark, jika Oji-san melihat nya kita bisa dalam bahaya. Maka dari itu kau harus menutupi nya!" jelas Naruto ke Ino.

Ino yang mendengar ucapan Naruto pun langsung memakai jaket milik Naruto, dan setelah Ino mengenaka jaket milik nya mereka berdua pun akhirnya sampai didepan gerbang sekolah. Dan di depan gerbang terlihat sebuah mobil terpakir di depan gerbang.

"Ha-halo Oji-san" sapa Naruto.

"Hm...masuklah" ucap Inoichi dengan datar.

Ino pun langsung masuk kedalam mobil, namun tidak dengan Naruto yang masih berdiri di luar.

"Kau juga Naruto, aku akan mengantar mu pulang!"

Naruto yang mendengar perkataan ayah Ino yang terkesan datar tersebut langsung masuk kedalam mobil. Dan setelah itu, mobil milik ayah Ino langsung melesat menjauh dari kawasan Konoha Academy.

"Jadi apa yang membuat kalian berdua begitu lama berada di Academy?" tanya Inoichi.

"Ka-kami dihukum oleh Albedo-sensei untuk membersihkan sekolah. Dan aku dan Ino mendapatkan tugas untuk membersihkan aula, jadi karena itu kami berdua keluar sedikit terlambat. " ucap Naruto.

"Sedikit? Ini sudah lebih 5 jam semenjak sekolah dibubarkan. Dan juga kenapa kau tidak mengabari Kaa-chan mu Ino. Dia sangat menghkhawatirkan mu" teriak Inoichi ke Ino.

"Go-gomen tou-san, ak-aku benar-benar lupa mengabari Kaa-chan." ucap Ino.

"Dan kenapa kau juga tidak menghubungi oji-san Naruto. Bukankah sebelumnya sudah Oji-san katakan untuk menghubungi Oji-san jika terjadi sesuatu di sekolah." teriak Inoichi ke Naruto.

A-aku benar-benar lupa Oji-san, lain kali aku pasti akan menghubungi Oji-san " ucap Naruto dengan menyesal.

"Hah! Baiklah, untuk kali ini kalian akan aku maaf kan. Tapi tidak dengan esok nya. kalian mengerti "

" Ha'i Otou-san/Oji-san " jawab Ino dan Naruto secara bersamaan.

" Baguslah "

Setelah itu terjadi keheningan diantara mereka, namun Naruto dan Ino sangatlah senang. Dikarenakan Inoichi tidak merasa curiga kenapa Ino mengenakan jaket. Padahal suhu malam ini terasa sangat panas.

Setelah terlarut-larut dalam keheningan, akhirnya mobil milik Inoichi sampai di rumah Naruto.

"Kita sudah sampai Naruto" ucap Inoichi yang membuyarkan lamunan Naruto.

"h! Ki-kita sudah sampai ya. )" setelah itu Naruto pun turun dari mobil Inoichi. " Arigato Oji-san " ucap Naruto sambil tersenyum kearah Inoichi.

"Sama-sama."

Setelah itu mobil Inoichi kembali melesat meninggalkan Naruto seorang diri, setelah mobil Inoichi menghilang sepenuhnya dari pandangan Naruto. Seketika senyum Naruto menghilang, digantian dengan ekspresi datar nya.

Naruto pun langsung masuk ke halam rumahnya setelah pintu gerbang rumahnya di buka oleh penjaga rumah nya. Melangkah dan terus melangkah menuju ke rumahnya yang jaraknya sedikit jauh dari gerbang masuk.

Setelah menempuh perjalan dari gerbang masuk menuju rumah nya atau bisa disebut sebagai Mansion. Akhirnya Naruto sampai di depan pintu masuk rumah nya, dan tanpa menunggu lagi Naruto pun masuk kedalam rumah nya tanpa mengucapkan salam sedikit pun.

Naruto pov.

Sepi! Hening! dan gelap! Itulah kesan ku terhadap rumah ku sendiri. Sebuah rumah atau yang bisa dibilang Mansion ini hanya dihuni oleh tiga orang. Aku dan kedua Nee-chan ku, hanya kami bertiga yang berada di rumah ini.

Tou-san dan Kaa-chan sudah jarang pulang kerumah, bahkan dalam satu tahun pun mereka berdua sama sekali tidak ada yang pulang. Sementara kedua Nee-chan ku? Aku sama sekali tidak mengetahui dimana mereka seka]rang.

Semenjak aku berumur 8 tahun, aku sudah ditinggal oleh kedua orang tua ku. Dan pada saat aku berumur 12 tahun, aku sudah kehilangan kasih sayang dari kedua Nee-chan ku. Dan inilah alasan ku lebih memilih tinggal di rumah Kurenai-nee dibandingkan disini.

Tap! Tap!

Tiba-tiba saja aku mendengar suara langkah kaki dari arah dapur, dan ketika aku melihat siapa yang berada didapur aku dapat melihat bahwa Nee-can ku yang paling tua, Karin-nee tengah duduk sambil membaca sebuah majalah.

Meskipun begitu, aku dapat melihat bahwa dia sama sekali tidak fokus membaca majalah nya. Melainkan saat ini dia tengah menangis, aku tidak tahu penyebab nya. Dan aku sama sekali tidak berniat untuk mencampuri urusannya.

Ku langkahkan kaki ku menuju kamar ku yang ada di lantai dua, namun ketika aku akan menaiki tangga. Tiba-tiba saja seseorang memeluk ku dari belakang, terlebih lagi aku mendengar suara isak tangisan daro irang yang memelukku.

"Hiks!...hiks! Na-naru...hiks!"

Aku tahu suara siapa itu, namun sama seperti sebelumnya. Aku sama sekali tidak memperdulikannya, ku genggam tangan yang tengah memeluk ku dan dengan paksa kutarik tangan tersebut supaya melepaskan pelukannya.

" Ke-kenapa?...hiks!...hiks! " tanya nya.

"Huh! Seharusnya kau sadar apa yang menyebabkan ku seperti ini Karin-nee. Koreksi diri mu sendiri, dan setelah itu kau pasti akan mengetahui nya" ucap ku yang langsung meninggalkan diri nya.

Naruto Pov End

...

Normal Pov

Keheningan pun terjadi setelah Naruto meninggalkan Karin seorang diri, tidak ada yang bersuara bahkan suara jangkrik yang biasanya bernyanyi setiap malam sama sekali tidak terdengar.

Sementara itu, terlihatlah Karin yang saat ini tengah menangis dikarenakan dia menyesali semua perbuatannya kepada Naruto. Semenjak Karin mengenal yang nama nya pacaran, Karin sudah tidak pernah memperhatikan adiknya.

Padahal sebelumnya dia sangat lah menyayangi serta memanjakan satu-satunya adiknya itu. Tidak pernah sekali pun dia menolak permintaan adiknya, namun setelah dia berpacaran dengan Suigetsu dia mulai melupakan adiknya.

Dan setelah hubungan Karin dan Suigetsu berakhir, Karin pun akhirnya sadar bahwa dia sudah melupakan sosok yang sangat dia sayangi. Dan sekarang dia hanya dapat menyesali semua perbuatannya.

CGomen kaa-chan, seharusnya kau mendengarkan perkataan mu saat itu. Ji-jika saja aku mendengarkan nya, ,umgkin Naruto tidak akan pernah membenci ku ' pikir Karin.

"Karin-nee "

Tiba-tiba saja seseorang dari arah belakang Karin memanggilnya, dan ketika Karin berbalik dia dapat melihat seorang gadis bersuarai merah dan bermanik violet yang sama sepertinya.

Jika ada orang lain yang melihat sosok gadis itu, pasti dia kan berpikir bahwa mereka berdua kembar. Terlebih lagi saat ini Karin sama sekali tidak mengenakan kacamatanya.

"Sa-sara " ucap Karin dengan lirih sambil memeluk Sara.

Sara yang dipeluk secara tiba-tiba oleh kembaranya sekaligus kakaknya hanya terdiam. Terlebih laki saat ini Karin tengah menangis, dan hal tersebut benar-benar membuat Sara khawatir.

" Ada apa Karin-nee, apa Suigetsu mengganggu mu lagi ? " tanya Sara sambil mengelus punggung Karin.

" Hmm! " balas Karin sambil menggelengkan kepalanya, dan lagi-lagi Sara dibuat bingung dengan kelakuan kakaknya. Jika bukan Suigetsu, maka apa yang dapat membuat kakaknya menangis.

" Lalu apa yang membuat Nee-chan menangis ? " tanya Sara.

" Na-naruto " ucap Karin.

Sara yang mendengar Karin menyebutkan nama adik laki-laki mereka, akhirnya mengerti apa yang menyebabkan Karin menangis.

Pagi tadi Karin sudah menjelaskan tentang penyesalan yang telah dia perbuatan terhadap Naruto, sosok yang sangat berarti bagi Karin dan Sara. Namun dikarenakan kesibukan yang mereka alami mereka berdua sampai-sampai melupakan tanggung jawab mereka terhadap Naruto.

Karin yang terlalu sibuk dengan kehidupan asmara nya dan Sara yang terlalu sibuk dengan urusan sekolahnya, membuat kehidupan Naruto menjadi tidak terurus. Bahkan ketika Sara mendengar bahwa adiknya mulai tinggal dirumah tetangga, membuat Sara merasa sangat bersalah.

Dan malam ini Sara ingin meminta maaf kepada adiknya itu, namun sepertinya hal tersebut tidak lah berhasil. Meskipun dia belum mencoba, namun dengan melihat kondisi Karin yang sudah sedari tadi menunggu Naruto, Sara mengerti bahwa rencana Karin untuk minta maaf kepada Naruto sepertinya gagal.

" A-apa yang harus kita lakukan sekarang Sara...hiks!...hiks! a-aku sangat ingin meminta maaf kepada Naruto. Ta-tapi...tapi Naru d-dia..Huueeeee!" ucap Karin dan akhirnya menangis dengan kencang.

Sara yang melihat kakaknya yang menagis hanya dapat prihatin, dia mengerti perasaan kakaknya itu. Andai saja dia mempunyai keberanian untuk meminta maaf, sudah pasti di akan pergi ke kamar Naruto dan meminta maaf kepadanya.

Namun sayangnya Sara tidak lah memiliki keberanian untuk bertemu dengan adiknya, hanya membayangkan kata-kata kasar yang akan dikeluarkan oleh Naruto, sudah membuat Sara takut.

" OOOOIIIII DIAMLAH, SESEORANG SEDANG BERUSAHA UNTUK TIDUR DISINI " teriak Naruto.

Karin dan Sara yang mendegar suara teriakan Naruto sedikit terkejut, dan seketika Karin berhenti menangis dikarenakan tidak ingin membuat Naruto semakin marah.

" Sebaiknya kita istirahat dulu Nee-chan. Jika Naruto mendengar suara kita lagi, bisa-bisa dia marah besar. Dan sebaiknya besok pagi saja kita minta maaf kepada Naruto, aku akan memikirkan bagaimana cara nya " ucapa Sara.

" Baiklah, aku juga akan memikirkannya. Dan mudah-mudahan saja Naru mau memaafkan kita " ucap Karin.

" Kau benar Nee-chan " ucap Sara yang mulai berdiri.

" Sara " panggil Karin.

" Ada apa Nee-chan ? "

" Ma-malam ini aku tidur dikamar mu ya?. Mungkin kita bisa memikirkan cara nya bersama-sama "

" Tidak masalah, malahan aku senang jika Nee-chan mau tidur dikamarku. Mungkin kita juga bisa memikirkan jalan keluar dari masalah ini "

" Tentu "

Dan setelah itu, Karin dan Sara pun pergi menuju kamar Sara yang juga berada di lantai dua. Sama seperti Naruto. Kamar milik Karin, Sara dan juga Naruto berada di lantai dua, sedangkan kamar orang tua mereka berada di lantai satu berserta dua kamar tamu.

Bersambung!

Ohayouu minna-san, ketemu lagi dengan author yang gaje ini. Gima menurut kalian chapter kali inisudah hot kah atau masih belum. Jika belum silahkan kalian berdiri di terik panasnya matahari, itu akan membuat kalian semakin hot.

Hehehehe! Malah ngelantur kenama-mana. Jika kalian sudah membacachapter kali ini, tentunya kalian sudah tahu siapa yang akan menjadi bagian dari Harem Naruto berikutnya. Dan untuk beberapa chapter berikutnya akan author munculkan bebera kejutan yang tidak akan kalian sangka-sangka.

Mungkin itu aja, and Arigato yang sudah mau menunggu kelanjutan dari fic ini, meskipun ini cupa refresing author ketika tidak menemukan ide untuk kedua fanfic author yang lainnya.

See You Next Time