Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto]

Rate: M (Mature)

Genre: Romance, Drama, Friendship, and Familiy

Warning: Typo, gaje, AU, OOC, OC, Bahasa Tidak Baku, Xtream Harem, and 18+.

(A/n: Bagi yang merasa belum berumur 18 tahun dan tidak tahan dengan adega dewasa, diharapakan untuk segera kembali)


07:00 A.M

Pagi itu cuaca terlihat begitu mendung, awan-awan gelap muncul dan menyelimuti kota Tokyo. Hawa yang dikeluarkan pun begitu dingin sehingga membuat sebagian orang menjadi malas, bahkan mereka lebih memilih untuk berlama-lama di kamar bersama bantal empuk dan selimut hangat nya.

Namun sebagian lagi ada yang mengabaikan udara dingin itu, mereka tau udara dingin sama sekali tidak sehat bagi mereka. Namun dikarenakan kewajiban, mereka harus rela berpisah dengan selimut hangat mereka.

Dan begitu pula dengan pemikiran sang tokoh utama kita, Namikaze Naruto. Seorang murid tahun ajarak ke-2 yang berhasil menduduki peringkat pertama sebagai murid terpintar dan terpopuler di Konoha Academy.

Saat ini Naruto baru saja selesai membersihkan diri dan sedang bersiap-siap untuk segera berangkat ke Academy. Semenjak dia menginjakkan kaki di rumah nya, Naruto sudah merasa tidak nyaman dan rasa nya dia ingin segera keluar dari rumah itu.

Namun dikarenakan hari sudah malam terpaksa dia harus mengurungkan niat nya, jika dia keluar dia tidak tau dimana dia harus tidur. Meskipun dia bisa pergi ke rumah Kurenai namun rasa nya itu tidak mungkin, Asuma selaku suami nya Kurenai sudah pulang dan bisa jadi masalah besar kalau diri nya harus menginap di malam kepulangan Asuma.

Jika dia ingin menginap di rumah teman nya, mungkin bisa saja dia mendapatkan tumpangan. Namun rasa nya dia tidak ingin menginap di rumah teman-teman nya itu. Karena rata-rata teman laki-laki nya masih tinggal bersama orang tua nya.

Dan jika dia menginap di rumah teman perempuan nya, bisa timbul masalah yang lebih besar. Dan dengan terpaksa dia harus tidur di rumah nya sendiri bersama dengan kedua saudaranya yang entah kenapa bisa berada di rumah.

Tok! Tok!

"Naru! Ayo turun, sarapan pagi nya sudah siap."

Naruto yang mendengar panggilan saudara nya itu hanya diam, meskipun saat ini dia merasa sangat lapar namun ego nya dan kemarahan nya menguasainya dan menghasut diri nya untuk mengacuhkan nya saja.

Meskipun suadara nya sudah memanggil beberapa kali, namun Naruto tetap tidak membalas panggilan itu. Hingga akhirnya suara ketukan pintu kamarnya berhenti, namun tidak dengan suara saudara nya yang masih saja memanggil nya.

"Jika kau lapar kau bisa memakan sarapan pagi mu," kata saudara Naruto. "Aku meletakkan sarapan mu di depan pintu. Makanlah! Semenjak kau pulang kau sama sekali belum makan, jika kau perlu sesuatu panggil saja aku atau Karin-nee, kami pasti akan segara datang."

Setelah mengatakan itu, Naruto yang barada di dalam kamar mendengar suara langkah kaki yang mulai menjauh dari kamar nya. Dan setelah suara langkah tersebut menghilang sepenuh nya, barulah Naruto dapat bernafas lega.

'Sial, jika begini aku tidak bisa pergi keluar!' batin Naruto. 'Hah! Mau gimana lagi, sepertinya untuk hari ini aku harus bolos.'

Setelah itu Naruto pun melepaskan seragam sekolah nya dan mengganti nya dengan pakaian santai, kaos oblong berwarna orange dan celana pendek sebatas lutut berwarna hitam. Mekipun terlihat sederhana tapi tetap saja jika para kaum perempuan melihat penampilan Naruto sudah pasti akan segera jatuh hati kenapa diri nya.

...

Yamanaka's Residence

Ino Badroom.

Di sebuah kamar yang bernuansakan warna ungu terlihatlah Yamanaka Ino yang saat ini masih terbaring di atas ranjang nya, udara yang begitu dingin membuat dia malas untuk bergerak ditambah lagi dengan rasa nyeri pada vagina nya.

Membuat diri nya semakin malas untuk bergerak, bahkan kaa-chan nya yang sedari tadi mengetuk kamar nya sama sekali tidak ia pedulikan. Bukannya dia ingin menjadi anak durhaka, namun rasa nyeri dan sakit pada vagina nya membuat diri nya mengalami kesulitan untuk bergerak.

Tok! Tok! Tok!

"Ino ayo bangun! Ini sudah pukul tujuh lewat, mau sampai kapan kau tidur. Jika kau tidak bangun nanti kau terlambat ke sekolah nak!" ucap kaa-chan Ino.

"Hari ini aku bolos saja Kaa-chan!" balas Ino.

"Eh! Memang nya ada apa, apa kau ada masalah di sekolah? Ino buka pintu nya, jika kau ada masalah ceritakan lah kepada Kaa-chan."

"Aku sama sekali tidak ada masalah Kaa-chan,"

"Ino ... buka pintu nya, kalau kau perlu teman untuk berbicara maka Kaa-chan bisa menjadi teman mu,"

"Buka saja pintunya Kaa-chan, pintunya sama sekali tidak ku kunci."

Mendengar perkataan putrinya, dia pun membuka pintu kamar putri semata wayangnya itu. Dan terlihatlah putri nya yang saat itu bersembunyi di balik selimut nya.

"Ino!" panggil Kaa-chan nya yang sedang duduk di pinggir ranjang Ino.

Namun Ino sama sekelai tidak menyahutnya, beruntung Kaa-chan itu seorang penyabar. Jadi Kaa-chan nya itu tidak akan cepat marah saat melihat tingkah laku putri nya yang sangat mirip dengan anak TK.

"A-apa tou-san sudah pergi?" tanya Ino.

"Tou-san sudah berangkat ke toko beberapa menit yang lalu, jika kamu punya masalah ceritakan saja kepada Kaa-chan, dan kamu tidak perlu takut kalau tou-san mu marah. Kaa-chan janji tidak akan menceritakannya kepada tou-san,"

Mendengar ucapan Kaa-chan nya itu, Ino pun keluar dari selimut dan duduk sambil bersandar ke pundak Kaa-chan nya.

"Kaa-chan janji tidak akan menceritakannya kepada tou-san?" tanya Ino.

"Iya, Kaa-chan janji tidak akan menceritakan nya."

Melihat Kaa-chan nya yang sudah berjanji, akhirnya Ino menceritakan alasannya yang ingin bolos. Berawal dari rasa sakit pada vagina nya dan berakhir dengan pengakuan Ino yang sudah tidak perawan lagi semenjak kemarin malam setelah dia melakukan 'itu' dengan kekasihnya.

Ino sama sekali tidak menyebutkan nama Naruto di dalam ceritanya, dia tidak ingin kalau Naruto sampai harus terkena imbas nya. Sementara itu Kaa-chan nya yang mengetahui fakta bahwa putri nya yang sudah tidak perawan terlihat sangat terkejut dan merasa sangat kecewa.

Anak yang sudah susah payah dia didik dan besarkan, akhirnya melakukan 'itu' yang seharusnya hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh melakukan nya. Namun putri nya sudah melakukan nya sebelum umur nya genap menjadi 24 tahun, dia merasa sudah gagal menjadi orang tua yang baik.

Ino yang melihat ekspresi kekecewaan di wajah Kaa-chan nya merasa sangat bersalah, namun Ino tetap harus menceritakan semua nya kepada Kaa-chan. Ino pun kembali menceritakan penyebab awal kenapa dia bisa berakhir berhubungan badan dengan kekasih nya. Dan setelah selesai menceritakan semua masalah nya, Ino pun langsung memeluk Kaa-chan nya dan menangis sambil meminta maaf kepada Kaa-chan nya itu.

"Go-gomen Kaa-chan! Hiks... a-aku sudah membuat Kaa-chan kecewa," tangis Ino di pelukaan Kaa-chan nya.

Melihat putri semata wayangnya itu menangis membuat diri nya menjadi iba, dia tau kalau putri nya itu salah. Namun dia juga tau kalau putri nya itu masih labil dan mudah terbawa akan pergaulan yang ada di lingkungan nya, dia tidak marah! Dia tidak bisa marah kepada putri nya itu, namun mulai sekarang dia akan berusaha untuk menjaga putri nya itu agar bisa menjaga diri nya lebih baik lagi.

"Sssttt! Tenang lah Ino, Kaa-chan tidak marah kepada mu jadi berhenti lah menangis," ucap Kaa-chan nya.

"Be-benarkah?"

"Tentu!" balas Kaa-chan nya sambil tersenyum.

Melihat senyuman Kaa-chan nya itu, membuat Ino berhenti menangis. Dia benar-benar merasa senang karena memilik Kaa-chan yang begitu pengertian kepada dirinya.

"Jadi, siapa nama pria yang beruntung itu yang berhasil mendapatkan hati dan tubuh putri Kaa-chan yang cerewet ini?" tanya Kaa-chan Ino.

Bluush!

Seketika wajah Ino menjadi merah setelah mendengar perkataan Kaa-chan, dia tidak menyangka kalau Kaa-chan nya akan menanyakan tentang kekasih nya. Meskipun jika Ino katakan siapa kekasih nya itu maka dalam sekejab Kaa-chan nya pasti akan mengetahui nya.

"Ayo katakan saja! Kaa-chan hanya ingin tau saja, siapa tau Kaa-chan mengenalnya?"

"Se-sebenar nya Kaa-chan sudah kenal dengan dia kok, malahan Kaa-chan dulu sering mengajaknya untuk menginap disini," ucap Ino dengan gugup.

Mendengar perkataan putri nya, dia pun berusaha untuk mengingat nama-nama dari kenalan Ino. Namun tetap saja dia tidak dapat mengingatnya, karena pada dasar nya tidak pernah satu pun teman-teman laki-laki Ino yang pernah dia tawarkan untuk menginap di rumah nya. Kecuali satu orang, dia adalah anak dari sahabat nya sekaligus sahabat masa kecil putri nya.

"Naruto kah?" tebak Kaa-chan nya.

"Hm!" balas Ino dengan wajah yang sangat merah.

"Waah! Benarkah itu, Kaa-chan tidak percaya kalau Naruto bisa jadi kekasih mu. Padahal kau itu cerewet loh!" ucap Kaa-chan Ino yang terlihat tidak percaya dengan perkataan putri nya itu.

"Mooouu ... jangan bicara seperti itu Kaa-chan!" ucap Ino yang tidak suka dengan perkataan Kaa-chan nya.

"Heheh .. gomen, tapi Kaa-chan senang kalau benar Naruto yang menjadi kekasih mu,"

Ino yang menderita perkataan Kaa-chan nya langsung saja senang ketika mengetahui kalau Kaa-chan nya menyetujui hubungan nya dengan Naruto.

...

Namikaze Residence,

Naruto Badroom, 10:00 A.M

Suntuk dan Bosan, itulah yang dirasakan oleh Naruto saat ini. Tiga jam lebih dia terus berada di kamar nya dan tidak pergi kemana-mana, bahkan terlalu lama berada di kamar membuat Naruto menjadi lapar dan dengan terpaksa dia harus memakan sarapan buatan Nee-chan nya.

Bahkan selama tiga jam itu Naruto hanya chatting bersama Kaa-chan yang saat ini sedang berada di Kyoto. Dan Naruto mengetahui maksud dari Kaa-chan nya yang tiba-tiba meng-chat diri nya, Kaa-chan nya hanya ingin menutupi alasan nya yang tidak bisa untuk pulang.

Naruto sudah sangat hapal dengan kebiasaan Kaa-chan nya itu, dia hanya akan menghubungi diri nya jika dia tidak bisa pulang dan akan kembali membuat janji bahwa dia akan menyempatkan diri untuk pulang, namun kenyataannya dia hanya akan pulang selama satu hari dan itu pun tidak lah lama.

Merasa bosan dengan kegiatannya itu, Naruto pun memutuskan untuk mengakhiri chat-an dia bersama Kaa-chan nya. Dia sudah mulai merasa bosan semenjak Kaa-chan nya menghubungi dirinya, bahkan untuk menerima balasan chat dari Kaa-chan nya, Naruto harus menunggu lima belas menit dulu.

'Sepertinya hujan sudah reda, lebih baik aku segera keluar dari rumah.' batin Naruto saat melihat kondisi cuaca yang sudah mulai membaik.

Melihat keadaan cuaca itu, Naruto pun segera keluar dari kamar nya berjalan secepat mungkin menuju pintu keluar. Dia ingin secepat nya keluar dari rumah nya itu dan dia berharap agar kedua kakak nya tidak menyadari kepergiannya.

Namun keinginan Naruto yang ingin segera keluar dari rumah seketika sirna setelah melihat pintu depan rumah nya yang sudah di kunci, dan sial nya kunci pintu sama sekali tidak berada di sana.

"Kau mau pergi kemana Naruto?"

Naruto yang mendengar suara Nee-chan dari belakang nya di buat terkejut, padahal sebelum nya dia sudah melihat bahwa kedua Nee-chan sudah tidak berada di ruang keluarga. Tapi entah mengapa tiba-tiba saja Nee-chan nya muncul.

"Ku tanya sekali lagi... kau mau pergi kemana Naruto?" tanya Nee-chan nya.

"Itu bukan urusan mu! Katakan dimana kau sembunyikan kunci nya?" ucap Naruto yang sedang membelakangi Nee-chan nya.

"Bukankah tidak sopan kalau berbicara sambil membelakangi orang yang kau ajak berbicara?"

Naruto pun mulai kesal karena Nee-chan nya selalu mengalihkan topik, padahal yang perlu dia lakukan hanyalah memberikan kunci nya saja, tapi Nee-chan nya itu malah mempersulit keadaan. Dan dengan perasaan kesal Naruto pun berbalik agar dia bisa menatap Nee-chan nya.

Namun perasaan kesal Naruto seketika digantikan rasa terkejut. Siapa sangka pada saat dia berbalik, Naruto akan melihat penampilan dari Nee-chan tertua nya yang terbilang sangat terbuka, yang dimana Nee-chan nya itu mengenakan Lingerie dress berwarna hitam yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuh nya.

Terlebih lagi Lingerie nya itu transparan sehingga Naruto dapat melihat semua bagian tubuh nya yang sama sekali tidak ditutupi oleh sehelai benang pun, kecuali bagian bawahnya yang tertutupi oleh G-string.

"A-apa apaan pakaian mu itu Karin!" ucap Naruto kepada kakak nya.

"Memangnya ada yang salah? Bukankah normal jika aku mengenakan pakaian seperti ini," ucap Karin kepada adik laki-laki nya.

"No-normal apa nya baka! Seharusnya kau tau diri dengan pakaian mu."

"Ini normal kok," ucap nya sambil tersenyum kepada Naruto.

"Lupakan itu, katakan dimana kunci rumah kau simpan?" ucap Naruto yang segera memalingkan pandangannya dari tubuh Nee-chan nya.

Karin yang melihat gelagat Naruto dibuat tersenyum, dia tidak menyangka kalau reaksi Naruto saat penampilannya itu sangatlah lucu, dengan perlahan-lahan Karin mendekati Naruto dan pada saat sudah sampai di belakang Naruto dengan cepat Karin merebahkan tubuhnya ke punggung adik nya serta memeluknya dengan erat.

Naruto yang dipeluk dengan tiba-tiba tentu saja terkejut, bahkan Naruto dapat merasakan dada Karin yang berhimpitan dengan punggung nya.

"Ka-karin bisa kah kau melepaskan pelukan mu itu," ucap Naruto yang berharap agar Nee-chan nya mau melepaskan pelukan nya.

Namun Karin sama sekali tidak merespon perkataan Naruto, dan tentu saja Naruto kembali dibuat kesal karena dia kembali di acuhkan oleh Karin. Disaat Naruto kesal itu, tiba-tiba saja Naruto merasakan hembusan nafas di pundak kiri nya dan pada saat Naruto melihat ke pundak kiri nya, Naruto melihat bahwa Nee-chan nya tengah tertidur di pundak nya.

"Hah! Ternyata dia tertidur," ucap Naruto.

Melihat wajah tidur nya Karin, entah kenapa rasa kesal Naruto menghilang seketika. Dan sekarang dia malah merasa iba terhadap Nee-chan nya. Iba karena dia kembali teringat kejadian semalam yang dimana Nee-chan nya itu menangis sambil meminta maaf kepada nya.

"Hm!"

Naruto yang sempat termenung itu langsung tersadar, dan Naruto baru menyadari bahwa Nee-chan nya tertidur dalam keadaan berdiri. Tidak tega melihat Nee-chan nya, Naruto pun memutuskan untuk memindahkan Nee-chan nya. Namun Naruto juga bingung, dia tidak tau cara memindahkan Nee-chan nya itu.

Disaat kebingungan itu, tiba-tiba sebuah ide terlintas di pikiran nya. Dengan perlahan-lahan Naruto membungkukkan tubuh nya sambil menahan tubuh Nee-chan nya agar tidak jatuh, dan setelah berhasil membungkuk. Naruto pun memindahkan tangan nya ke arah belakang atau lebih tepat nya ke arah bokong Nee-chan nya.

Senang dan takut bercampur saat Naruto berhasil memegang bokong Karin dan setelah berhasil memegang nya, dengan perlahan Naruto mengangkat tubuh Karin agar bisa sejajar dengan punggung nya. Setelah berhasil baru lah Naruto mengangkat Karin menuju ruang keluarga, dengan keadaan tubuh yang sedang membungkuk Naruto berusaha membawa Karin dengan hati-hati.

Sesampainya Naruto di ruang keluarga, Naruto pun membawa Karin menuju Sofa-bed yang saat itu sedang dalam keadaan menjadi tempat tidur. Dengan perlahan Naruto merebahkan Karin di Sofa-Bed itu, namun butuh usaha yang ekstra untuk merebahkan Karin.

Naruto harus berusaha untuk melepaskan pelukan Karin yang begitu erat memeluk nya, dan setelah berhasil terlepas dari pelukan Karin, Naruto pun segera meninggalkan Karin. Namun baru saja Naruto berdiri, tiba-tiba saja kedua kaki Karin menahan langkah Naruto dengan memeluk pinggang Naruto dengan kedua kaki nya.

Brug!

Dan dalam satu tarikan, Naruto langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh tepat di atas Karin. Pada saat terjatuh itu, Karin pun segera melepaskan pelukan nya dan segera duduk di atas tubuh Naruto.

"Nee... kau mau kemana Naruto?" ucap Karin sambil mendekatkan wajah nya ke arah Naruto.

Wajah Naruto seketika menjadi merah saat wajah nya dan wajah Karin saling berhadapan, namun pada saat Karin berbicara Naruto samar-samar mencium aroma buah-buahan dari nafas Karin. Dan tentu saja Naruto tahu penyebab dari bau tersebut.

"Karin menyingkir dari ku, kau sedang mabuk... lepaskan aku Karin!" ucap Naruto yang berusaha untuk melepaskan diri dari Karin.

"Aku tidak mabuk," ucap Karin yang masih berada di atas Naruto.

Cup!

Pada saat Karin berada di atas Naruto, tiba-tiba Karin mencium kedua pipi Naruto. Dan tentu saja Naruto terkejut atas perbuatan yang dilakukan Karin, terlebih lagi ciuman di kedua pipi nya itu membuat Naruto teringat dengan masa lalu nya saat masih dekat dengan Karin.

"A-apa yang kau lakukan?" ucap Naruto dengan gugup.

"Mencium mu! Apa salah... bukannya dulu kau sering meminta ku untuk mencium pipi mu," ucap Karin sambil mengelus kedua pipi Naruto serta tersenyum manis kepada Naruto.

"H-hei... a-aku ini bukan anak kecil lagi, terlebih lagi itu sudah lam-mmm!"

Tiba-tiba saja Karin kembali mencium nya, namun bukan pipi lagi yang dia incar nelainkan melainkan bibir Naruto. Dan Naruto yang dicium tiba-tiba itu tentu saja terkejut, terlebih lagi ucapannya harus terhenti dikarenakan oleh Karin.

Karin yang telah berhasil mencium adiknya merasa tidak puas, dan pada saat kedua bibir itu menyatu Karin pun berusaha agar Naruto memberikan dia akses menuju mulut nya, dan tentu saja Naruto menyadari tindakan Karin itu.

Dengan sekuat tenaga Naruto berusaha untuk menutup mulut nya dengan rapat-rapat, dan seperti nya hal itu berhasil. Karin yang mulai kesal dengan Naruto akhirnya terpaksa menggigit bibir bawah Naruto agar segera membukakan mulut nya. Mendapatkanrasa sakit pada bibir nya, segara tidak sengaja Naruto membuka mulut nya.

Dan setelah terbuka, lidak Karin pun seketika melesat kedalam mulut Naruto. Menyadari hal itu Naruto pun berusaha untuk mendorong lidah Karin agar segera keluar, namun Karin melakukan perlawanan sehingga membuat Naruto kewalahan menghadapi nya.

Semakin lama, lidah Karin semakin liar bahkan lidah Karin berhasil menaklukan lidah Naruto sehingga membuat Karin berhasil mendominasi permainan. Ditambah lagi kedua tangan Karin yang sudah melencarkan serangan kearah selangkangan Naruto.

Dan hal tersebut benar-benar membuat Naruto kehilangan akal sehat nya sehingga yang ada di pikiran Naruto saat ini hanyalah nafsu birahi. Karin yang menyadari bahwa Naruto sudah dikuasai oleh nafsu nya menuntun tangan Naruto menuju bokong nya.

Dikarenakan sudah dikuasi oleh nafsu nya sendiri, tanpa pikir panjang Naruto pun meremas kedua bokong Karin, tidak hanya itu saja... Naruto juga memainkan belahan vagina Karin yang masih tertutupi oleh CD nya.

"Aah~" desah Karin saat merasakan sentuhan Naruto.

Dan pada saat itu juga ciuman kedua insan tersebut berakhir, kedua insan tersebut telah mencapai batas nya. Nafas yang terus tertahan selama berciuman membuat mereka tidak dapat mempertahan ciullman tersebut lebih lama, dan sekarang mereka harus mengambil nafas sebanyak mungkin agar mereka dapat kembali melanjutkan ciuman mereka.

"Hah! Hah! Ka-kau ben... hah! Benar-benar luar biasa Naru," ucap Karin dengam nafas yang tersengal-sengal.

Keadaan Naruto tidak beda jauh dengan Karin, namun dikarenakan Naruto yang sudah sedikit berpengalaman dalam berciuman maka Naruto dapat mengatur pernafasannya. Setelah mendapatkan udara yang cukup, Karin pun kembali mendekatkan bibir ya ke bibir Naruto.

Namun Naruto menghentikan tindakan Karin saat jarak antara bibir mereka hanya tersisa 3cm lagi, dan tentu saja Karin kecewa. Namun tidak dengan Naruto, saat ini dia bersyukur karena pikirannya sudah kembali normal sehingga dia dapat menghentikan tindakan dari Nee-chan nya.

Jika saja terlambat mungkin saja dia akan kembali di kuasai nafsu, dan pada akhirnya dia akan menyesal karena tidak dapat mengontrol nafsu nya.

"Naru..." panggil Karin dengan suara sexy nya.

"Tidak! Kita tidak seharusnya melakukan ini Karin, ini salah... terlebih lagi kita ini saudara," ucap Naruto sambil menjelaskan kepada Karin.

"Salah! Apa menurutmu ini salah?"

"Ya!"

"Kalau begitu, apa menurutmu menghamili istri orang itu salah. Apa menjadi selingkuhan istri orang lain salah?" tanya Karin.

Naruto yang mendengar perkataan Karin seketika terdiam, entah mengapa perkataan Karin seperti menyindir dia atau mungkin Karin mengetahui hubungan nya dengan Kurenai.

"Te-tentu saja itu salah!" ucap Naruto.

Seketika Karin menatap Naruto dengan tajam, dan pada saat itu juga Naruto mulai merasa takut dan khawatir. Takut kalau Karin mengetahui kebenaran nya dan khawatir tentang apa yang akan terjadi kedepan nya.

"Lalu apa yang kalau lakukan ke Kurenai-san itu tidak salah! Apa menjadi selingkuhan Kurenai-san tidaklah salah? Atau menghamili Kurenai yang notabene nya ada istri orang lain tidaklah salah?" ucap Karin dengan suara yang keras.

Naruto yang sudah mendengar perkataan Karin pun hanya dapat diam, sekarang dia tidak dapat mengelak. Bahkan jika dia mengatakan bahwa apa yang terjadi terhadapnya itu merupakan sebuah kecelakaan sudah pasti Karin tidak akan percaya.

"Jawab Naruto! Apa yang kau lakukan itu tidak salah, kalau tidak maka biarkan aku juga melakukan apa yang dilakukan oleh Kurenai kepada mu."

"Ka-karin... kau mabuk?" ucap Naruto.

"Tidak! Aku sama sekali tidak mabuk, aku sadar... aku sepenuh nya sadar."

Naruto pun kembali terdiam, sekarang dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Jika dia melawan, mungkin Nee-chan nya akan berbuat nekat dan jika dia pasrah maka dia akan selalu dihantui oleh bayang-bayang penyesalan.

"Ka-kar..."

"Diam! Sekarang kau hanya perlu diam, jangan melawan atau pun kabur. Jika kau kabur maka akan aku sebarkan rahasia mu ini, lagi pula jika kau tidak melawan aku jamin kau akan mendapat keuntungan," ucap Karin.

Mendengar ancaman Karin, Naruto sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa. Dan sekarang dia hanya dapat pasrah terhadap apa yang akan di lakukan oleh Karin kepada diri nya. Sementara itu, Karin yang melihat adik kesayangan yang sudah pasrah tentunya saja merasa senang.

Dan sekarang dia hanya perlu menjalankan semua rencana nya tanpa perlu takut, meskipun sebenar nya dia tidak ingin mengatakan rahasia Naruto, namun dia terpaksa harus melakukan nya agar adik nya itu tidak melawan.

Karin pun kembali mendekatkan bibir nya ke bibir Naruto dan tentu saja kali ini tidak ada perlawanan, sehingga Karin dapat bertindak sesuka hati nya. Bahkan pada saat Karin ingin kembali melumat bibir Naruto, dengan mudah nya Karin dapat melakukannya.

Karin pun kembali mendominasi permainan, lidah nya yang berada di mulut Naruto kembali mengajak lidah Natuto untuk kembali bermain. Dan begitu pula dengan kedua tangannya nya yang terus memijat serta memanjakan penis Naruto yang masih tertutupi oleh celana nya.

Sementara Naruto hanya dapat pasrah pada saat Karin menjamah tubuh nya, bahkan pada saat Karin memijat penis nya Naruto hanya dapat mendesah dalam diam. Rasa nya dia juga ingin bermain dengan Karin, namun akal serta pikiran nya masih berusaha agar tidak melakukan berbuatan bejat itu.

Namun disaat-saat Naruto masih berusaha mempertahankan akal sehat nya, tiba-tiba saja Naruto merasakan bahwa diri nya akan segera orgasme.

'Hentikan! Kumohon hentikan!' batin Naruto sambil berusaha menahan orgasme nya.

Karin yang sudah terbuai dengan ciuman nya dengan Naruto sama sekali tidak memperhatikan ekspresi Naruto, dia benar-benar sudah dibuat jatuh cinta dengan rasa serta sensai saat diri nya berciuman dengan adik nya.

Croot! Croot!

"Mmmmhhh!"

Pinggul Naruto pun terangkat saat dirinya sudah orgasme dan Karin pun menghentikan ciuman nya saat merasakan pinggul Naruto yang sedikit terangkat.

"Hah!... hah!.. hah!"

Nafas Naruto pun tersengal-sengal saat orgasme nya sudah berhenti, dia benar-benar tidak percaya bahwa dirinya dapat keluar hanya dikarekan pijatan Karin. Sementara itu, Karin terlihat kebingungan saat melihat ekpresi wajah Naruto yang sangat kelelahan bahkan nafas nya sampai tersengal-sengal.

Padahal mereka hanya berciuman kurang dari 3 menit, namun nafas Naruto susah tersengal-sengal. Padahal dia belum puas dengan ciuman nya, namun melihat ekspresi kelelawan di wajah adik nya Karin menjadi tidak tega.

Karin pun memutuskan untuk memberi waktu kepada Naruto untuk beristirahat, dan Karin pun memutuskan untuk duduk dan entah kebetulan atau apa, Karin sepertinya duduk tepat di penis Naruto. Dan pada saat itu juga Karin merasakan hawa panas namun sedikit lembab di bagian yang dia duduki.

"Ada apa dengan celana mu Naru?" tanya Karin.

Dia benar-benar penasaran, padahal beberapa menit yang lalu celana Naruto masih terlihat normal-normal saja tapi kenapa sekarang malah menjadi lembab. Karin yang penasaran pun mempeloroti celana Naruto dan bahkan dia sama sekali tidak merasa malu pada saat mempeloroti celana adik nya.

Dan terlihatlah sebuah tonjolan pada CD Naruto serta pada bagian luar CD nya itu terlihat sebuah bercak seperti bekas terkena air. Melihat tonjolan yang diyakini Karin sebagai penis Naruto, tanpa pikir panjang dia langsung membuka CD Naruto.

Pada saat membuka CD Naruto, Karin dikejutkan dengan benda yang berada di selangkangan Naruto yang tiba-tiba saja berdiri. Terlebih lagi benda tersebut juga membentur wajah nya, dan hal tersebut semakin membuat Karin terkejut.

"Ka-karin!" panggil Naruto.

Namun Karin sama sekali tidak merespon, dia masih fokus kepada benda besar yang berdiri dengan tegak itu yang saat ini berada tepat di depan wajah nya dan terlihat juga beberapa cairan putih kental yang melekat di benda itu.

"Apakah kau baru saja keluar Naruto?" tanya Karin sambil menyentuh penis Naruto.

"Y-ya!" ucap Naruto dengan gugup.

Mendengar itu tentu saja Karin senang, adik kesayangan nya itu keluar karena diri nya dan tentu saja itu sebuah kebanggaan bagi nya. Namun Karin mulai penasaran dengan rasa dari cairan yang di keluarkan oleh Naruto itu, meskipun dia tahu bahwa cairan itu merupakan sperma Naruto tapi tetap saja dia merasa penasaran.

Dari sebagian film porno yang pernah dia lihat, sang wanita yang melakukan blowjob kepada sang pria selalu menelan cairan yang dikeluarkan oleh pria itu, bahkan kebanyakan film yang dia lihat itu sang wanita lebih senang saat meminum cairan yang di keluarkan pria itu.

Merasana penasaran, Karin pun menjilati sedikit penis Naruto untuk merasakan bagaimana rasanya dari sperma itu. Dan pada saat merasakan nya, Karin merasakan bahwa cairan tersebut terasa sedikit asin namun juga gurih.

(A/n : Seriously gw cari pendeskripsian itu dari youtube! Ada perasan giman gitu waktu cari nya... wkwkwk)

"Ka-karin... a-apa yang kau lakukan!" ucap Naruto saat melihat Karin yang menjilati penis nya.

Meskipun sebelumnya dia sudah pernah melihat Ino mau pun Kurenai yang menjilati penis nya, namum pada saat Karin yang menjilati nya Naruto merasakan perasaan yang sedikit berbeda dari kedua wanita yang sudah pernah menghisap penis nya.

(Seseorang pleas! Bunuh gw... udah nggak sanggup musti bikin kayak beginian)

Dan setelah merasakan rasa dari sperma entah mengapa Karin ingin kembali merasakan nya lagi, padahal rasa dari sperma itu sama sekali tidak enak, namun sesuatu di dalam diri nya mengatakan agar dia kembali merasakan nya.

Dan pada akhirnya Karin pun menjilati penis Naruto, inci demi inci dari penis Naruto terus di jilati oleh Karin, dari ujung atas ke ujung bawah penis Naruto juga ikut dia jilati sehingga semua sperma yang melekat di penis Naruto hilang.

Namun Karin masih merasa kurang, dia masih menginginkan nya lagi... dia ingin kembali merasakan sperma Naruto. Dan pada saat itu juga sebuah kilasan tentang adegan yang menurut Karin berguna untuk mendapatkan sperma terlintas di benak nya.

Blowjob! Menurut Karin cara tersebut cukup efektif untuk membuat Naruto kembali mengeluarkan sperma nya. Meskipun dia belum pernah melakukan blowjob namun dia sudah mengetahui cara nya.

"Naruto! Aku ingin kau mengeluarkan yang lebih banyak lagi utuk ku," ucap Karin.

"E-eeh! A-apa maksud mu Ka... Ugh!"

Perkataan Naruto pun seketika terhenti saat Karin dengan tiba-tiba nya saja memasukan penis nya kedalam mulut nya. Bahkan sensasi yang diberikan Karin saat memasukan penis nya itu samgatlah berbeda.

Karin yang sudah memasukan penis Naruto kedalam mulut nya dengan perlahan mulai menggerakan kepalanya.

"Ugh! Ka-karin... hentikan," ucap Naruto.

Namun Karin sama sekali tidak mendengarkannya nya, dia terus menggerakan kepala nya menjilati ujung penis Naruto. Dia sangat hati-hati saat memasukan penis adik nya itu, dia tidak ingin kalau gigi nya sampai mengenai penis adik nya, terlebih lagi ukuran nya yang cukup besar membuat Karin kesulitan untuk memasukan nya.

"Ah~ Ka-karin... cu-cukup Ah~ Ji-jika diteruskan bisa-bisa aku kehilangan kendali!... Ah~" ucap Naruto sambil mempertahankan akal sehat nya.

Namun rasa nya sangatlah sulit, selain sensasi yang didapatkan nya dari blowjob Karin. Naruto juga harus dapat bertahan dari vagina Karin yang masih tertutupi CD yang berada tepat di depan wajah nya. Karin pun sama sekali tidak mendengarkan perkataan adik nya itu, dia benar-benar sudah di kuasai oleh nafsu nya.

Disaat melakukan Blowjob, tiba-tiba saja Karin merasakan rasa panas pada vagina nya dan dikarenakan tidak dapat menahan nya Karin pun menggunakan tangan kanan nya untuk mengelus serta menusuk vagina nya itu.

Naruto yang melihat kelakuan Karin tepat di depan wajay nya tentu saja terkejut benar-benar tidak menyangka kalau Nee-chan nya akan semesum itu. Namun selain terkejur Naruto juga sedikit tergiur untuk mencicipi vagina dari Karin.

"Ah~ Na-naruto tolong! Tolong jilati vagina ku... Ah~" desah Karin sambil terus mengaduk-aduk vagina nya yang sudah semakin basah.

Naruto yang mendengar permintaan dari Karin benar-benar di buat bingung, apakah dia benar-benar harus melakukan nya? Akal sehat serta nafsu nya saling bertarung demi diri nya dan apakah hubungan nya dengan Nee-chan nya tidak akan berubah jika dia menuruti keinginan Karin.

Namun sayang nya akal sehat Naruto kelah dari nafsu nya, sehingga Naruto menuruti keinginan Karin. Kedua tangan nya yang bergerak bebas langsung melucuti CD Karin, dan terlihatlah vagina Karin yang sudah sangat basah.

Melihat pemandangan yang menggiuran itu, Naruto pun mendekatkan wajah nya ke vagina Karin dan dia pun langsung melahap vagina Karin yang sudah sangat basah.

"Ah~" desah Karin saat merasakan lidah Naruto masuk kedalam vagina nya.

Dengan ganas nya Naruto menjilati seluruh bagian dari vagina Karin, dan Karin yang merasakan jilatan yang begitu nikmat pada vagina nya terus mendesah. Bahkan Karin sama sekali tidak dapat fokus terhadap handjob nya.

Karin yang mendapatkan kenikmatan yang tiada tara itu semakin dibuat mabuk, bahkan suara desahan yang dikeluarkan oleh Karin sudah sangat keras. Dan tentu saja suara desagan Karin terdengar sampai keluar rumah.

"Ah~ Na-naruto... a-aku sudah mencapai batas ku.. ah~" ucap Karin saat merasakan ada sesuatu yang akan segera keluar dari vagina nya. "Ooh~ he-hentikan Naruto! Hentikan... he-hentikan, a-ku sud-"

"KEELUUAAARRR!"

Crass!

Karin pun telah mencapai batas nya dan vagina nya pun mengeluarkan semua jus yang sudah tertahan didalam vagina nya. Dan cairan jus tersebut seketika membasahi seluruh wajah Naruto, meskipun begitu Naruto juga meminum sebagian jus yang dikeluarkan oleh Karin.

"Hah~ hah~ a-aku lelah," ucap Karin dengan nafas terengah-engah.

Setelah orgasme nya berhenti, tubuh Karin pun menjadi lemas dan dalam sekejap mata Karin pun terkapar di atas tubuh Naruto. Melihat keadaan Karin yang sudah sangat kelelahan, Naruto pun memanfaatkan momentum tersebut untuk menyingkirkan tubuh Karin dari atas nya... dan ternyata berhasil.

Naruto berhasil menurunkan tubuh Karin dengan posisi menelungkup, sehingga pada posisi itu diri nya dapat melihat seluruh bagian belakang tubuh Karin, dan bagian yang paling menarik perhatian Naruto adalah bokong sexy nya Karin.

.

.

.

Bersambung

Mueheheheh gimana menurut kalian dengan ending yang menggantung ini, kesal atau senang? Tapi jangan khawatir, chapter selanjutnya bakalan update setelah apa yang saya targetkan tercapai... dan bagi yang berminat untuk bergabung dalam grup fanfiction, silahkan Pm saya atau tulis nomor kalian di review...

See you next time!