Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto]
Rate: M (Mature)
Genre: Romance, Drama, Friendship, and Familiy
Warning: Typo, gaje, AU, OOC, OC, Bahasa Tidak Baku, Xtream Harem, and 18+.
(A/n: Bagi yang merasa belum berumur 18 tahun dan tidak tahan dengan adega dewasa, diharapakan untuk segera kembali)
.
.
Menjadi seorang kakak bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika dia perempuan. Maka dia harus dapat bertanggung jawab untuk mengawasi serta memberikan contoh yang baik untuk adik-adik nya, namun bagaimana kalau sang Kakak ternyata malah mengabaikan adik-adik nya.
Maka hal itu akan sangat berdampak besar terhadap hubungan nya dengan adik-adik nya, dan hal tersebut juga dirasakan oleh Namikaze Karin. Dia yang merupakan seorang kakak sudah gagal dalam menjaga adik-adik nya, terutama adik laki-laki nya.
Naruto yang menjadi adik dari Karin sudah terkena imbasnya, Karin yang terlalu sibuk dengan teman-teman nya melupakan kewajiban nya sehingga membuat diri nya menelantarkan Naruto. Meskipun dia sama sekali tidak berniat untuk menelantarkan adiknya, namun dia terpaksa harus melakukan nya.
Perasaannya terhadap adik nya membuat Karin tersiksa, perasaan suka yang seharus tidak boleh dimiliki oleh seorang kakak kepada adik nya, ternyata malah dimiliki oleh Karin. Dan demi menghilangkan perasaan itu dia pun terpaksa harus mejauhkan diri nya dari adik nya.
Namun dia tidak menyangka kalau akibat dari perbuatannya itu akan seburuk itu, adik nya yang dulu yang selalu bermanja-manja dengan dia sekarang berubah menjadi benci, bahkan adik nya itu sampai terjebak dalam hubungan yang seharus tidak boleh dia ikut campur.
Menjadi selingkuhan dari seorang istri orang merupakan sebuah tindakan yang tidak baik, dan tenyata adik nya merupakan selingkuhan dari tetangga mereka. Dan Karin tidak dapat menghentikan nya, dia merasa sudah gagal.
Tapi disaat bersamaan muncul perasaan cemburu saat melihat adik nya menjadi milik dari tetangganya, sehingga Karin merencanakan sebuah rencana yang akan membuat diri nya dapat merebut adik nya dari tetangga nya.
Setelah menunggu waktu yang tepat, akhirnya Karin dapat menjalan rencana nya itu. Dengan mengenakan Lingerie serta berpura-pura mabuk, Karin pun berhasil menjebak Naruto ke dalam rencana nya.
Setelah memberikan sedikit rangsangan kepada Naruto serta membangkitkan nafsu nya, Karin pun berhasil mengajak Naruto untuk melakukan sex dan sekarang dia hanya tinggal menunggu waktu saja.
Setelah selesai melakukan sedikit foreplay dan membuat diri nya menjadi lemas, sekarang giliran Naruto yang akan segera mendominasi permainan. Karin yang saat itu berada dalam posis tertelungkup, membuat Naruto dapat melihat seluruh bagian tubuh belakang nya.
Karin yang menyadari itu sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, namun dibalik itu dia juga merasa senang karena rencana nya sudah berhasil. Sementara itu Naruto yang benar-benar sudah di kuasai oleh nafsu tanpa pikir panjang langsung mendekatkan penis nya ke bibir vagina Karin.
Setelah menemukan posisi yang pas, dengan perlahan Naruto memasukan penis miliknya kedalam vagina Karin. Dan Karin pun dapat merasakan bagaimana benda berujung tumpul namun panjang itu mulai masuk kedalam diri nya.
Ada perasaan takut saat penis Naruto masuk kedalam diri nya, namun dia tidak dapat melawan atau pun memberonta. Tubuh nya saat ini benar-benar sudah sangat lemah, bahkan untuk berbicara saja rasanya sangat susah.
"Arg!" erang Karin saat merasakan selaput dara nya berbenturan dengan penis Naruto.
Naruto yang merasakan sebuah penghalang di dalam vagina Karin mengetahui bahwa itu adalah selaput dara milik Karin. Menyadari hal itu tentu saja Naruto terkejut, dia tidak menyangka bahwa ternyata Karin masih perawan.
"Ka-karin, kau... kau ma-masih peranawan!" ucap Naruto yang terlihat sangat terkejut dengan kenyataan itu.
Mengetahui kenyataan itu, Naruto pun kembali menarik keluar penis nya dari dalam vagina Karin. Karin yang merasakan bahwa penis Naruto sudah keluar dari vagina nya merasa senang sekaligus kecewa. Senang karena diri nya masih bisa untuk mempertahankan kehormatan nya, namun disaat bersamaan dia juga merasa kecewa karena diri nya tidak dapat bersatu dengan adik nya.
Karin pun juga memaklumi dengan keterkejutan Naruto, karena selama ini Naruto beranggapan bahwa diri nya sudah tidak perawan karena diri nya pernah berpacaran dengan Suigetsu. Meskipun mantan pacar nya itu selalu meminta diri nya untuk melakukan 'itu' namun dia selalu menghindarinya.
Dia masih ingin mempertahankan kehormatannya sampai diri nya menikah, terlebih lagi alasan diri nya berpacaran demgan Suigetsu karena diri nya ingin melupakan perasaan nya terhadap adik kandung nya sendiri.
"Te-tentu saja baka! A-aku bukanlah pe-perempuan murahan yang mengijinkan orang lain untuk menyentuh tu-tubuh ku. Ja-jadi berbanggalah bahwa hanya kau satu-satu nya pria yang su-sudah melihat tubuhku!" ucap Karin dengan susah payah.
Naruto pun terdiam setelah mengetahui semua nya, dan entah kenapa Naruto merasa senang saat diri nya tidak jadi menyetubuhi saudara nya itu. Jika saja dia terus melanjutkan tindakan bejatnya mungkin saja dia sudah sangat menyesal.
Sementara itu Karin yang merasakan tubuhnya sudah tidak lemas lagu langsung membalikkan badannya sehingga dia dapat melihat adiknya itu. Dan terlihatlah ekspresi wajah adiknya yang tertutupi oleh bayangan serta poni nya.
Melihat itu Karin pun berusaha untuk menggerakan tubuhnya, dia ingin sekali memeluk adik nya itu. Karin pun merasa bahwa apa yang terjadi pada adiknya itu adalah salah nya, jika saja dia tidak dibutakan oleh rasa cemburu nya mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.
Dan usaha yang dilakukan oleh Karin pun tidaklah sia-sia, sekarang dia berhasil duduk. Dan setelah berhasil duduk Karin pun merangkak ke arah adiknya dan sesampai nya di depan Naruto, Karin pun langsung membawa satu-satu nya adik lak-laki nya itu kedalam pelukannya.
Naruto yang merasakan bahwa diri nya sedang di peluk, membuka mata nya dan hal yang pertama dia lihat adalah wajah dari Nee-chan nya yang berada tepat di depan nya.
"Gomen nee... jika saja aku dapat mengendalikan emosi ku, mungkin ini tidak akan terjadi. Aku benar-benar menyesal," ucap Karin sambil memeluk Naruto. "Aku tau kalau kau dan Kurenai-san melakukan itu disebabkan oleh hasutan dia, tapi tetap saja aku tidak suka. Orang yang selama ini aku sukai, tiba-tiba saja melakukannya dengan orang asing... seharusnya saat itu aku menghentikan nya. Namun aku takut, aku takut kalau kau akan semakin membenci ku."
Naruto yang mendengar penuturan dari Karin pun terkejut, dia benar-benar tidak percaya bahwa sejak awal Karin sudah tau. Ditambah lagi Naruto yang mendengar pernyataan suka dari Nee-chan nya juga di buat terkejut.
"Ne..."
"Kau tau? Hari ini aku sengaja untuk tidak pergi ke kampus agar aku dan kau bisa melakukan ini, tapi karena kau yang terlalu lama di kamar, aku pun menjadi kesal sehingga aku memaksa mu!" ucap Karin.
"Go-gomenasai! Seharus nya aku tidak bersikap kasar pada mu... a-aku hanya kesal karena Nee-chan mengacuhkan ku dan lebih memilih bersama dengan Suigetsu," ucap Naruto.
Karin pun tersenyum saat mendengar perkataan Naruto, meskipun adiknya tidak salah tapi dia malah meminta maaf. Rasa nya Karin ingin tertawa, terlebih lagi akhirnya dia dapat mendengar panggilan 'Nee-chan' dari adiknya.
"Lain kali jangan diulangi lagi!" ucap Karin sambil mengelus kepala adik nya.
"H-hai," balas Naruto.
"Tapi Naruto..."
Naruto yang mendengar bahwa Nee-chan nya memanggil nya langsung menatap wajah cantik dari Nee-chan nya itu.
"Tapi kau mau melakukan itu dengan ku! Ma-maksud ku melakukan sex dengan ku?" ucap Karin.
Naruto pun terkejut saat mendengar perkataan Karin, padahal permasalahan mereka sudah selesai tapi kepada Karin tetap ingin melakukan sex dengan dia.
"Tapi kita ini saudara, dan seharusnya sebagai saudara kita tidak boleh melakukan itu," ucap Naruto.
"Aku tau itu! Tapi aku tetap ingin melakukan itu dengan mu, terlebih lagi apa yang sudah kita lakukan ini sudah terlalu jauh. Jadi lebih baik dilanjutkan saja, terlebih lagi kau belum menjawab pernyataan cinta ku! Tidak baik loh kalau menggantungi seorang perempuan itu."
Mendengar perkataan Karin, Naruto pun menjadi bingung. Meskipun apa yang dikatakan oleh Karin benar, namun tetap saja itu salah. Terlebih lagi mencintai suadara sendiri, itu sudah semakin salah.
"Sudahlah! Kau tidak usah memikirkannya, sekarang kau rileks saja dan biarkan aku yang berkerja," ucap Karin sambil merebahkan tubuh Naruto.
Naruto yang diperlakukan seperti itu oleh Nee-chan nya hanya dapat menurut, dia berharap agar tidak akan timbul masalah dari perbuatan mereka. Setelah merebahkan tubuh Naruto, Karin pun segera duduk di kaki Naruto dan sekarang dia akan berfokus ke penis Naruto agar dapat kembali berdiri.
Dan terlihat lah penis Naruto yang masih setengah tertidur, melihat itu Karin pun segera memberikan handjob kepada penis Naruto. Setelah penis tersebut berdiri, barulah Karin memberikan blowjob kepada penis Naruto.
Dengan cekatan Karin menghisap serta menjilati setiap bagian dari penis Naruto. Dari atas turun kebawah hal itu terus dilakukan oleh Karin terus menerus. Dan Naruto yang mendapatkan pelayanan itu terus saja mendesah.
Setelah penis Naruto terbangun sepenuh nya, Karin pun menghentikan blowjob nya dan mengeluarkan pensi tersebut dari mulut nya.
"Kau siap Naruto?" tanya Karin sambil memposisikan penis Naruto tepat di depan bibir vagina nya.
"Ti-tidak!" ucap Naruto dengan gugup.
Karin pun tertawa kecil saat melihat respon dari Naruto, meskipun ini bukanlah pengalaman pertama Naruto, namun dia tetap saja merasa gugup.
"Aku mulai!" ucap Karin.
Setelah memberi tanda, Karin pun menurunkan pinggulnya dengan perlahan-lahan sambil memastikan bahwa penis Naruto masuk ke tempat yang benar. Saat ujung penis Naruto masuk ke dalam vagina nya, Karin merasakan sensasi seperti tersengat listrik.
Namun Karin tidak mempedulikan sensasi itu, dia dengan tenang terus menurunkan pinggul nya supaya penis Naruto dapat masuk sepenuh nya kedalam diri nya. Selama penis Naruto masuk, Karin terus menahan rasa sakit yang dia rasakan saat benda panjang nan besar itu masuk kedalam diri nya.
Saat setengah dari penis Naruto terbenam di dalam vagina Karin, Naruto merasakan sebuah penghalang pada vagina Karin. Dia tahu bahwa itu merupakan selaput dara milik Karin, bahkan dari ekspresi Karin Naruto mengetahui bahwa itu adalah selaput dara Karin.
"Kau tidak perlu memaksakan diri mu Nee-chan, kau masih memiliki masa depan yang harus dicapai dan aku tidak ingin kalau masa depan mu hancur hanya karena ini!" ucap Naruto sambil memegang pinggul Karin.
"Ti-tidak... aku sudah menunggu nya sejak lama. Dan kau tidak usah memikirkan masa depan ku Naru, sekarang kau hanya perlu menikmati ini!" ucap Karin sambil menahan rasa sakit pada vagina nya.
Karun pun mulai merilekskan tubuh nya serta mengatur pernafasan nya, dan setelah diri nya merasa sedikit tenang. Karin pun menghentakkan pinggul nya, sehingga membuat penis Naruto masuk kedalam vagina nya tanpa hambatan sedikit pun.
"ARRGG!" erang Karin saat selaput dara nya robek.
Naruto yang melihat Karin yang sangat kesakitan itu langsung memeluk dan mencium Karin agar diri nya tidak terlalu marasa sakit. Karin pun membalas pelukan serta ciuman Naruto, air mata mengucur dari kedua mata nya saat merasakan rasa sakit yang begitu hebat pada vagina nya.
Karin tidak pernah menyangka kalau rasa sakit yang ditimbulkan dari robek nya selaput dara nya akan sesakit ini. Namun dia juga merasa senang, karena sekarang Naruto sudah menjadi miliknya seutuhnya.
Naruto dan Karin pun hanya diam dalam posis itu, ciuman mereka pun berakhir saat Karin yang tiba-tiba saja mendorong nya.
"Apakah masih sakit?" tanya Naruto.
"Sedikit, mungkin sebentar lagi rasa sakit akan hilang." balas Karin.
Naruto pun hanya diam setelah dia mendengar balasan dari Karin, meskipun begitu Naruto tetap saja tidak dapat menahan diri nya saat miliknya sudah sepenuhnya masuk kedalam Karin, namun dia tetap berusaha untuk menahan diri.
"Nee-chan... apa boleh?" tanya Naruto saat kedua tangan nya berada pada tali penyangga Lingerie Karin.
Karin pun sedikit tersenyum saat melihat tindakan Naruto, padahal mereka berdua sudah bersatu namun tetap saja adik nya itu masih berusaha untuk mempertahankan sikap baik nya itu.
"Tentu!" balas Karin.
Naruto yahg sudah mendapat ijin dari Karin, mulai mempeloroti Lingerie milik Karin. Dan setelah berhasil, Naruto pun dapat melihat sebuah maha karya yang begitu luar biasa. Tubuh yang rampin dan terawat serta kulit putih seputih susu yang terlihat begitu indah, ditambah lagi kedua bukit kembar milik Karin yang terekspos dengan bebas membuat siapa saja berdecak kagum.
Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, itulah pendeskripsian yang dapat Naruto lakukan. Ukurannya masih sebatas normal, namun hal itulah yang membuat dada Karin menjadi menarik. Setelah puas memandangi kedua bukit itu, Naruto pun mulai menghisap dada sebelah kanan Karin.
"Aaahh~" desah Karin saat merasakan hisapan Naruto.
Sementara dada sebelah kiri dimainkan oleh tangan Naruto, mendapat serangan di kedua dada nya membuat Karin merasa ke-enak. Bahkan rasa sakit yang sebelum nya dia rasakan sekarang sudah hilang
Dengan perlahan Karin pun menggerakan pinggul nya naik dan turun dengan konstan sedangkan Naruto terus menghisap serta meremas kedua dada Karin, meskipun dada Karin sama sekali tidak mengekuarkan susu namun Naruto tetap saja menghisap nya dan berharap agar apa yang dia tunggu-tunggu keluar.
Mendapat sensasi yang begitu hebat membuat Karin semakin mempercepat gerakannya, bahkan sampai-sampai Karin hampir mencapai klimaks nya.
"Aah~ Aahh~ Na-naru... ke-keluar... aku keluar!" ucap Karin.
Vagina Karin pun kembali mengeluarkan jus nya, Naruto yang mengetahui itu menghentikan hisapan nya. Tubuh Karin pun kembali menjadi lemas, padahal mereka baru saja bermain beberama menit. Tapi Karin sudah kembali lemas, dan tentu saja Naruto merasa kecewa.
Namun Naruto yang benar-benar sudah di kuasai oleh nafsu, tanpa pikir panjang langsung merebahkan Karin dan kembali menggerakan pinggul nya.
"Na-naruto... berhenti! Aahh~ v-vagina ku ma-masih sensitif.. Aah~" ucap Karin.
Naruto sama sekali tidak memperdulikan nya, dia terus menggerakan pinggul nya serta meremas dan menjilati kedua payudara Karin. Setelah puas bermain dengan payudara Karin, Naruto pun mulai bermain di leher ini.
"Aah~ Na-naruto!" desah Karin saat merasakan lidah Naruto yang bermain di leher nya.
Karin yang dalam kondisi lemas itu sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa, sekarang dia hanya dapat pasrah terhadap apa yang akan dilakukan oleh Naruto. Sementara itu, terlihatlah leher Karin yang sudah mengkilat karena sudah dijilati oleh Naruto.
"Na-naruto... Naruto! He-hentikan... Aahh~...hentikan!" ucap Karin.
Namun seakan tuli Naruto sama sema sekali tidak memperdulikan Karin, dia dengan semangat terus menggerakan pinggulnya. Bahkan saat dia merasakan vagina Karin yang kembali berkedut dia sama sekali tidak memperlambat gerakan nya.
"Naruto... aku keluuuaarr!" teriak Karin saat mencapai klimaks. "Arrgg!" dan disusul dengan suara erangan kesakitan.
Disaat dirinya kembali orgasme tiba-tiba saja Naruto menggigit lehernya sehingga meninggalkan jejak atau biasannya itu sebuah kiss mark, dan Karin pun harus merasakan perasaan nikmat sekaligus sakit disaat bersamaan.
"Berhenti... Hah~ ku mohon Na-naruto," ucap Karin sambil memohon.
Namun Naruto sama sekali tidak memperdulikan nya, dia benar-benar sudah dikuasai oleh nafsu nya. Dan setelah meninggalkan banyak kissmark pada leher Karin, Naruto pun kembali bermain di dada Karin serta memberikan beberapa kiss mark disana.
Karin pun hanya dapat mengerang kesakitan, dia tidak menyangka kalau adik nya akan bermain seberutal itu. Bahkan rasanya Karin ingin menangis saat merasakan rasa sakit pada sekujur tubuh nya, dan tiba-tiba saja Karin merasakan bahwa penis Naruto yang mulai membesar di dalam vagina nya.
"Nee-chan... a-aku!" ucap Naruto yang tertahan.
Karin pun mengerti dengan maksud Naruto, namun dia tidak dapat berbuat apa-apa sekarang tubuh nya sudah merasakan rasa sakit akibat perbuatan Naruto.
"Nee-chan!" erang Naruto saat diri nya sudah mencapai batas nya.
Croot! Croot!
Dalam satu hentakan Naruto pun mengeluarkan semua sperma nya kedalam vagina Karin, dan Karin yang merasakan cairan panas yang mengalir didalam vagina nya hanya dapat berteriak. Tenaga nya benar-benar sudah habis.
Sperma Naruto terus keluar di dalam vagina Karin, bahkan sprema nya sampai masuk kedalam rahim Karin. Namun dikarenakan tenaga nya yang sudah habis Naruto pun roboh di atas tubuh Karin dengan nafas yang tersengal-sengal.
Karin pun dapat melihat keadaan Naruto yang sangat kelelahan, dengan sisa-sisa tenaga nya Karin pun menggerakan tangan nya ke kepala Naruto dan mengelus surai pirang milik adik nya itu.
"Go- ... hah~ gomen Nee-chan," ucap Naruto dengan perasaan bersalah karena sudah berbuat kasar kepada Nee-chan nya.
Karin pun hanya tersenyum kecil saat mendengar permintaan maaf dari adik nya, Karin memaklumi kelakuan adik nya itu. Dia masih labil dan masih belum bisa mengontrol nafsu nya jadi wajar jika dia bertindak brutal, tapi dia juga senang karena mulai sekarang dia dan adik nya adalah sepasang kekasih.
"Tidak apa-apa, lain kali Nee-chan akan mengajarkan cara mengontrol nafsu mu," balas Karin sambil terus mengelus kepala adik nya.
"Arigato!" balas Naruto sambil memejamkan kedua mata nya.
Keadaan pun sudah kembali membaik setelah Naruto meminta maaf, namun tiba-tiba saja Naruto dan Karin dikejutkan dengan suara langkah kaki yang sedang mendekat kearah mereka.
"Karin-nee Tadai... ma!"
.
.
.
.
Bersambung
Konnichiwa minna-san, gimana menurut kalian... apakah sudah puas dengan chapter kali ini. Saya nggak akan berlama-lama, sebelum nya saya berterima kasih kepada kalian semua sudah mai review... dan juga kepada para reader sekalian yang sudah mem PM serta memberikan nomor nya... secepatnya kami akan proses... mungkin itu aja..
See you next time...
Silahkan di tunggu beberapa bulan lagi untuk chapter berikutnya... wkwkwkw
Next update : Utopia
