PUISI UNTUK CINDERELLA
Chapter 16
Paman Kyeong duduk lesu di meja makan. Ia menghela yang mengundang Tuan Kang untuk bertanya, "Ada apa Tuan?"
"Dimana Minho? Aku tidak melihatnya. Ia sudah seperti ibunya saja yang suka menghilang."
"Tuan muda kembali ke hotel,"
"Hotel?" mata Paman Kyeong menyipit dengan nada nakal. "Apa dia membawa.. 'pengaman'?"
"Maaf, untuk informasi lebih detailnya saya tidak tahu Tuan. Tuan muda hanya minta seorang dokter untuk menjahit luka—"
Garpu Paman Kyeong menghentak piring, Tuan Kang menjeda kalimatnya dan menemukan wajah kaget Paman Kyeong seolah ia adalah salah satu pasien tua yang tak terima kenyataan bahwa ia memiliki penyakit stroke tingkat akhir.
"D..dokter..? Apa si bodoh itu berniat aborsi di hotel..?"
Tuan Kang nyaris menyerah dengan otak drama Paman Kyeong. "Bukan, Tuan. Tuan muda sepertinya memiliki teman yang mendapatkan luka terbuka."
"TEMAN?!" Paman Kyeong lebih kaget. "SI BODOH ITU MEMILIKI TEMAN?!" 32 tahun ia merawat Minho tak sedetikpun Minho memberikan jabatan 'teman' pada siapapun termasuk Key. Key hanya pengikut abadi Minho, bukan teman.
Tuan Kang berpikir; sesuatu ada yang salah, entah itu Minho yang hidup 32 tahun tidak memiliki teman atau Paman Kyeong yang over-reacted akan segala hal menyangkut Minho.
"Kemana si bodoh itu?" kini Paman Kyeong bertanya-tanya lagi. "Apa kau memiliki info penting tentangnya? Tuan Kang, kau harus memberitahuku segala hal tentang Minho mulai dari sekarang. Aku takut ia berteman dengan orang yang salah."
"Tuan Choi Minho adalah pria dewasa berusia 32 tahun, ia pasti bisa memilih teman yang benar untuk dirinya sendiri." Tuan Kang mencoba sabar.
"Ia masih 32 tahun," tekan Paman Kyeong. "Katakan padaku apa saja yang kau ketahui,"
Tuan Kang menyerah, ingin rasanya mengajukan surat pengunduran diri. Jika saja ia bukan seorang pelayan setia yang telah berjanji akan selamanya menyurus Shim Kyeong. Bahkan mereka sudah seperti pasangan gay di hari tua.
Baiklah, ia akan menceritakan segalanya yang ia tahu tentang the Choi Minho.
"Kemarin malam tuan muda meminta saya untuk memanggilkan dokter ke hotel tempat ia menginap. Sekitar dua jam berikutnya, ia menelpon kembali mengatakan untuk menemukan beberapa informasi."
"Informasi?"
"Ya, tuan muda ingin saya menemukan pemilik rumah di sebuah tempat. Rumah yang berusia cukup lama dan sepertinya cukup tua. Tak berapa lama ini, rumah itu sudah berpindah tangan ke perusahaan kredit menengah bawah yang terpusat di Mia-dong. Dan tuan muda menyuruh saya untuk memberikan arahan lokasi perusahaan tersebut."
Paman Kyeong mencium hal tak layak. "Perusahaan kredit?"
Tuan Kang mengangguk. "Saya juga melakukan pencarian pemilik rumah dan rumah tersebut berdiri sudah cukup lama. Pemiliknya adalah keluarga Yoon Taesung. Terdiri dari mertua, Kim Haejin dan istri Kang Sulmi. Yoon Taesung dan Kang Sulmi memiliki dua anak yaitu Yoon Jeonghan dan Yoon Chaeni. Yoon Jeonghan beke—" perkataan Tuan Kang terhenti ketika ia merasakan genggaman tangan Paman Kyeong di lengannya. Tuan Kang siap panik jika keluar busa dari mulut sang majikan namun sayangnya tidak. Yang ada, wajah Paman Kyeong berseri-seri.
"Yoon Chaeni? Apa itu nama wanita?"
"Ya?" Tuan Kang tak tahu harus menanggapi apa. Apa tiba-tiba Shim Kyeong kehilangan otaknya hingga tidak bisa membedakan nama wanita dan pria?
Paman Kyeong tertawa sembari memukul-mukul tepian meja. "Seorang Choi Minho akan membuat drama klasik kehidupan! Ia jatuh cinta pada seorang wanita miskin! Haha."
Tuan Kang tak tahu apakah ia harus ikut tertawa atau tidak. Baginya tidak ada yang lucu dengan kisah drama klasik dimana si kaya jatuh cinta dengan si miskin. Bagaimana pun juga, itu romantis..
"Choi Minho jatuh cinta! Hahaha!"
Oh, ternyata itu yang lucu.
Tuan Kang ikut tertawa.
