Park Chanyeol, namja ini terus menggerutu kesal sepanjang jalan bahkan sudah berada di rumah sekali pun.
Baru saja pemuda ini masuk, ia mendapati seorang wanita cantik yang bertolak pinggang dan menatapnya penuh selidik.
"Kau lihat ini jam berapa?"
"Jam 2 dini hari."
Mendengar jawaban itu membuat wanita cantik itu merasa jengah.
"Oh ya Tuhan, kenapa adikku sangat pintar." Ya, wanita cantik dan tinggi itu tak lain adalah kakak dari Park Chanyeol. Park Yoora.
Yoora menekan keningnya yang merasa mulai pusing dengan sikap adiknya ini.
"Dari mana saja kau? Kau pasti bertanding liar lagi bukan?"
"Nuna bertanya, nuna menjawab. Aku tidak perlu lagi menjawab bukan?"
"Yak Park Chanyeol! Harus berapa kali nuna katakan eoh? Jangan lagi balapan liar di luar sana!"
"Ayolah nuna, itu adalah hobiku dan memang duniaku."
"Heol. Bisa naik darah aku menghadapi adik sepertimu."
"Tidurlah, dan tidak perlu nuna menungguku pulang."
"Ckck adik macam apa kau ini eoh? Aku tetap harus mengawasi adik nakalku ini."
"Jaljayo~" Chanyeol malas mendengar celotehan kakaknya lagi, ia pun melangkah menuju kamar.
"Akan ku laporkan kau ke guru pelatihmu! Atau kalau perlu ku pinta dia untuk mengurungmu di asrama!"
Mendengar ancaman itu, Chanyeol langsung berbalik arah ke kakaknya yang merasa sudah menang.
"Andwae! Jangan lakukan itu, jebal..." Chanyeol tetaplah hanya seorang adik yang takut dengan sang kakak.
"Ya, akan ku pikirkan untuk itu. Karena sepertinya itu bagus untukmu. Agar kau lebih fokus dengan arena balap yang sesungguhnya nanti." Yoora berlalu bergitu saja masuk ke dalam kamarnya.
Byun Baekhyun, namja mungil ini terlihat santai memasuki rumahnya. Sepertinya mood-nya sedang baik.
Klek~
Ia membuka pintu kamar dan mendapati sosok namja yang tak kalah mungil darinya.
"Kau balapan liar lagi?"
"Eoh? Ku pikir kau sudah tidur Kyung."
"Aku tidak akan tidur sebelum kau pulang."
"Omo...adik yang manis."
"Cih, aku tidak ingin kau mengetuk pintu dan menganggu tidurku."
Kyungsoo, adalah adik dari Baekhyun yang hanya berbeda jarak 1 tahun lebih muda.
"Kau tau Kyung, aku berhasil mengalahkan lawan tandingku lagi. Dan sepertinya dia orang yang sama." Baekhyun terlihat antusias untuk menceritakannya, namun Kyungsoo sudah bersiap untuk tidur.
"Ini bukan waktunya untuk bercerita. Kau harus tidur, bukankah besok kau akan masuk ke tempat pelatihan barumu? Jadi cepat tidur!" Kyungsoo menarik selimutnya dan tidur begitu saja meninggalkan Baekhyun yang mengumpat kesal karena sikap adiknya ini.
Sepanjang jalan menelusuri koridor, Chanyeol terus memikirkan ancaman sang kakak padanya saat malam tadi.
"Yo Park Chanyeol!" Sapa Kai datang bersama Sehun dan merangkul namja tinggi itu yang masih terlihat tak bersemangat.
"Kau masih kesal karena kekalahanmu?" Tebak Sehun.
"Aku mendapat ancaman dari nuna."
"Ancaman?"
"Ya, dia akan memasukanku di asrama ini jika aku terus balapan liar."
Mendapat penjelasan itu, Kai dan Sehun tertawa lepas membuat Chanyeol jengah dengan kedua temannya ini.
"Diamlah! Atau ku patahkan tulang ekor kalian." Gertak Chanyeol membuat keduanya langsung terbungkam.
Mereka pun melanjutkan langkah mereka menuju tempat pelatihan.
"Selamat pagi Yunho seonsaengnim..." Sapa mereka bertiga saat berada di ruang pelatihan.
"Kalian sudah datang? Dan ah Park Chanyeol..."
Mendengar namanya di sebut, entah kenapa Chanyeol merasa tidak enak.
"Kakakmu memintaku untuk lebih memperhatikanmu. Dan dia memintaku untuk memasukanmu ke asrama disini."
Ingin rasanya Chanyeol mencekik seseorang, namun itu tidak mungkin.
"Apakah harus masuk asrama? Aku bisa berlatih tanpa tinggal di asrama bukan?"
"Kalian bertiga terlalu menghabiskan waktu di luar sana. Dan kalian balapan liar bukan? Kalian adalah calon dari pembalap yang sesungguhnya. Tinggalkan dunia liar itu dan fokuslah pada masa depan kalian."
"Kami pun akan tinggal di asrama?" Tanya Kai memastikan.
"Ya. Kalian bertiga!"
Ketiga namja tinggi ini hanya bisa pasrah dengan pengajuan dari guru pelatih mereka. Ya, mau tak mau mereka harus menerima nasib mereka yang harus terkurung tempat ini.
"Kamar sisa dua. Silahkan ambil kamar kalian." Yunho menyerahkan kunci kamar asrama.
"Aku sendiri!" Dengan cepat Chanyeol mengambil kunci itu dan pergi begitu saja menuju asrama.
"Kita berdua memang akan hidup semati." Pikir Kai menatap Sehun.
"Cih, musnahkan pikiranmu itu Kamjong!" Sehun menjauhkan wajah Kai dari wajahnya.
Ketika sedang asik bersantai di kamar asrama, Chanyeol harus terganggu oleh suara ketukan pintu di luar sana.
Klek~
Untuk beberapa detik Chanyeol terdiam memperhatikan tamu yang datang.
"Omo...apakah asrama ini boleh masuk seorang gadis?" Pikir Chanyeol.
"Gadis?"
"Kau cari siapa manis?" Chanyeol mulai menatap nakal.
"Yak! Singkirkan mata besarmu itu! Aku seorang namja! Kau tidak melihat ketampananku ini?"
"Mwo?" Seketika Chanyeol tertawa lepas mendengar ucapan tersebut.
"Aigoo...kau pasti menyamar untuk menggoda para namja disini bukan? Dan kau tepat sekali memilih kamar yang terdapat namja tampan sepertiku."
Bugh!
Namja mungil itu masuk begitu saja menabrak bahu Chanyeol.
"Aisshh tidak sopan sekali gadis manis ini."
Deg!
Chanyeol cukup terkejut saat namja mungil itu melangkah cepat dan berhadapan kembali padanya. Dapat ia lihat wajah cantik dan mata sipitnya itu.
"Akan ku tendang bokongmu jika kau masih menganggapku seorang gadis!"
Tunggu.
Sepertinya Chanyeol mulai mengingat pemilik mata sipit itu.
'Ah tidak mungkin dia! Banyak orang yang bermata sipit di dunia ini.' Chanyeol dalam hatinya.
Selama namja mungil itu merapihkan barang-barang, Chanyeol terus memperhatikannya.
"Siapa namamu?" Chanyeol memberanikan diri untuk berkenalan.
"Kau yakin ingin berkenalan denganku?" Namja mungil itu menyeringai menoleh pada Chanyeol.
"Wae? Kau akan menjadi roomate ku, wajar bukan jika kita berkenalan?"
Namja mungil itu kembali mendekati Chanyeol, lalu mengulurkan tangannya. Chanyeol pun menjabat tangan mungil itu. Bahkan ia tak percaya jika orang di hadapannya ini adalah seorang namja. Lihatlah, ukuran tangan mereka yang jauh berbeda.
"Byun Baekhyun imnida."
Deg!
Untuk kedua kalinya Chanyeol terkejut dengan kenyataan ini.
"K-kau?"
"Ya, aku yang selalu mengalahkanmu di balapan liar itu." Baekhyun melepaskan tangannya dari jabatan mereka.
Chanyeol masih tak percaya dengan kenyataan yang ia dapati hari ini. Ya, sepertinya ia akan menjadi roomate dari musuh tandingnya.
TBC~
sebenernya accu banyak ff di wattpad, dan Allegro ini udah ending bahkan mau di bukukan wkwk
selfpublish
accu jarang posting di disini soalnya menurut accu enakan di wattpad :')
yg punya wattpad bisa cek akun accu, Bee_Dobi
