Untuk beberapa detik Chanyeol dan Baekhyun masih saling menatap dengan tatapan berbeda. Chanyeol yang menatapnya dingin, sedangkan Baekhyun dengan tatapan meremehkan.

"Bagaimana bisa kau masuk kesini? Carilah kamar lain."

"Hanya tersisa satu kamar disini. Dan aku di minta untuk menempati kamar ini. Wae? Kau takut aku mempermalukanmu lagi?"

Brakk!

Chanyeol membanting pintu ketika dirinya keluar dari kamar. Namja tinggi ini melangkah menuju kamar Sehun dan Kai.

"Eoh? Ada apa?" Kejut Kai mendapati Chanyeol masuk begitu saja ke kamarnya.

"Aku pindah ke kamar kalian." Jawab Chanyeol seenaknya.

"Mwo? Itu tidak bisa! Tempat tidur hanya ada dua." Timpal Sehun.

"Kalau begitu kita tukar kamar. Kau pindah ke kamarku."

Kai dan Sehun saling melirik tak mengerti dengan sikap temannya ini.

"Ada apa dengan kamarmu?" Tanya Kai merasa penasaran.

"Dia ada disini!"

"Dia? Nugu? Hantu?" Tebak Sehun.

"Lebih dari hantu! Sudahlah, kita tukar kamar. Sana pergi ke kamarku." Chanyeol berbaring di atas tempat tidur Sehun.

Ketika Sehun melirik ke arah Kai, namja tan itu hanya menggelengkan kepala dan mengangkat bahunya acuh tak acuh.

"Gurae, akan ku lihat siapa hantu itu." Sehun keluar dari kamarnya, lalu melangkah menuju kamar Chanyeol.

Entah kenapa pikiran namja ini benar-benar tertuju pada hantu. Dengan ragu ia membuka pintu kamar Chanyeol. Kepalanya terus memperhatikan seisi ruangan yang kosong.

"Apakah benar ada hantu?"

Puk!

Deg!

Sehun mematung saat merasakan bahunya di tepuk oleh seseorang dari balik punggungnya. Dengan perlahan ia membalikan arah untuk menoleh.

"Ah kkamjagi!" Sehun tersentak terkejut saat mendapati seseorang sudah berada di belakangnya.

Keduanya saling menatap bingung.

"Kenapa seorang gadis bisa masuk kesini?" Pikir Sehun yang dapat di dengar oleh Baekhyun.

"Yak! Aku namja! Kenapa kalian menganggapku seorang gadis?!"

"Mwo? Jjinja?"

"Kau siapa? Kemana Hulk itu?"

"Hulk? Ah maksudmu Park Chanyeol?" Sehun menahan tawanya saat temannya telah di nistakan orang lain.

"Park Chanyeol?"

"Ya, itu namanya. Kalian belum berkenalan?"

"Dia lari begitu saja saat aku mengenalkan namaku."

"Ye?"

"Namaku Byun Baekhyun."

"Mwo-ya? Kau namja yang telah mengalahkan Chanyeol bukan?"

"Ya! Sepertinya dia muak dengan keberadaanku. Ckck badan saja yang besar, tapi dia harus kalah dariku yang lebih kecil darinya."

Sehun masih tak percaya jika Chanyeol harus di pertemukan lagi dengan musuh balapan liarnya.

'Pantas saja dia tidak minta tukar kamar.' Batin Sehun mulai mengerti dengan sikap Chanyeol.

"Namaku Oh Sehun! Maafkan aku yang menyangka jika dirimu seorang gadis. Karena..."

"Ya, aku tau. Aku sering di pandang seperti itu." Baekhyun memotong pembicaraan Sehun.

"Sepertinya Chanyeol masih belum menerima kekalahannya darimu. Dia memintaku untuk tukar kamar." Jelas Sehun.

"Jadi, kau yang akan menjadi roomate ku?"

"Ya, jika Chanyeol tidak berubah pikiran."

"Terserah kalian saja. Aku disini hanya ingin melatih diriku untuk mendalami sebagai pembalap."

Sehun merasa namja mungil ini tidak begitu buruk untuk berteman. Ya, bahkan mereka berdua sudah mengobrol cukup banyak.

"Kalau boleh jujur, melihat visualmu itu kurang cocok untuk dunia balap." Ucap Sehun dengan hati-hati.

"Kau mau meremehkanku?" Baekhyun menatap tajam Sehun yang mulai gugup.

"A-ani! Hanya saja pembalap selalu terlihat menyeramkan untuk di lihat dari penampilannya. Sedangkan kau..." Sehun menggantungkan pembicaraannya.

"Kenapa denganku?"

"Ah sudahlah. Aku tidak mau mati di kamar ini." Sehun mengalihkan pembicaraannya. Ia masih tidak berani untuk melanjutkan kalimatnya.

"Kau sudah lama disini?"

"Ya cukup lama. Wae?"

"Bisakah kau memberitahuku tata letak setiap tempat pelatihan disini?"

"Itu tidak masalah. Tapi tunggu, aku harus mengambil beberapa barangku untuk pindah kesini." Sehun keluar dari kamar Chanyeol, lalu kembali ke kamarnya.

Klek~

Kai langsung menoleh pada Sehun yang telah kembali.

"Apa yang kau dapatkan disana?" Kai terlihat antusias.

"Seseorang yang mungil dan cantik." Ya, sebenarnya Sehun ingin mengatakan itu pada Baekhyun. Namun ia tidak mau bermasalah dengan namja mungil itu.

"Mwo? Seorang gadis? Apa dia sexy?" Tanya Kai mulai terlihat tatapan nakalnya.

"Dia namja! Byun Baekhyun."

"Mwo-ya?" Mulut Kai menganga ketika mendapati jawaban dari Sehun.

"Yeol, kau yakin ingin tukar kamar denganku? Karena sepertinya dia cukup friendly." Tanya Sehun memastikan.

"Tetap saja aku muak melihatnya." Balas Chanyeol.

"Baiklah. Jika kau menyesal, kita bisa tukar kamar lagi." Sehun membawa beberapa barangnya dan kembali ke Baekhyun.

"Jjakaman. Bisakah aku ikut? Aku hanya ingin tau bagaimana orang bernama Byun Baekhyun itu yang mengalahkan seorang Park Chanyeol." Sindir Kai segera menyusul Sehun.

Pada akhirnya Sehun dan Kai menemani Baekhyun mengelilingi tempat pelatihan.

"Dimana tempat pelatihanmu sebelumnya?" Tanya Sehun.

"Ini adalah pertama kali aku masuk tempat pelatihan pembalap." Jawab Baekhyun dengan santai.

"Mwo? Bagaimana bisa kau terlihat ahli dalam balap motor?" Kejut Kai.

"Appa yang mengajariku. Dia adalah mantan pelatihan pembalap."

Mendengar jawaban Baekhyun, Sehun dan Kai cukup takjub dan mengerti kenapa namja mungil ini sangat ahli berbalap.

"Jadi kau bercita-cita menjadi seorang pembalap karena ayahmu?" Tanya Sehun.

"Ya seperti itulah."

"Sepertinya Yunho seonsaengnim harus membuat pertandingan antara Byun Baekhyun dan Park Chanyeol." Pikir Kai.

"Jangan sekarang. Kau harus kasihan dengan teman kita yang masih terpuruk dalam kesedihan." Balas Sehun menahan tawanya bersama Kai.

"Kalian menemaniku, apakah dia tidak marah pada kalian? Sepertinya dia akan beranggapan jika aku mengambil dua temannya ini." Tanya Baekhyun.

"Bayi besar itu marah hanya dalam hitungan detik. Merengek seperti bayi tak di kasih susu." Jawab Kai.

Tanpa sepengetahuan mereka, Chanyeol memperhatikan mereka semua dari kejauhan.

Entah bagaimana bisa kedua temannya langsung akrab dengan musuh tandingnya itu.

Ketika Sehun, Kai, dan Baekhyun kembali ke asrama, mereka mendapati Chanyeol berdiri di kamarnya.

Namja tinggi itu bersandar di depan pintu dengan melipat kedua tangannya.

"Kita tidak jadi tukar kamar, Sehun-ah." Ucap Chanyeol namun pandangannya masih tertuju pada Baekhyun.

"Ye?"

"Barang-barangmu sudah di kamarmu. Jadi roomate mu tetap Kai."

Sehun dan Kai saling melirik dengan wajah bingung. Ya, terkadang sikap Chanyeol sangat labil.

"Kau yakin?" Tanya Sehun memastikan.

"Ya bagaimanapun aku sudah memilih kamar itu."

Sebelum Sehun pergi, ia mendekati Chanyeol dan berbisik sesuatu.

"Kau sudah menyesal menolak namja mungil sepertinya?" Sehun berbisik menahan tawanya.

Baru saja Chanyeol akan menendang bokong Sehun, namja itu sudah berlari menjauhi dan di ikuti Kai.

'Akan ku buat kau tidak nyaman disini. Dan dengan begitu kau pergi dari tempat ini.' Batin Chanyeol menatap Baekhyun yang juga menatapnya.

TBC~