Baekhyun menuju lapangan pelatihan motor. Dan ya, ia mendapati Chanyeol bersama Sehun sedang mengenakan jaket balap mereka.
"Eoh? Kau sudah hadir? Silahkan pilih motor untuk pelatihanmu." Ujar Yunho kembali pada anak muridnya ini.
"Nde!" Pandangan Baekhyun beralih pada beberapa motor tersebut.
Namja mungil ini mendekati satu motor yang membuatnya tertarik.
"Jangan sentuh itu!" Timpal Chanyeol membuat Baekhyun gagal menyentuh motor itu.
"Wae?"
"Itu motor yang selalu ku pakai untuk pelatihan. Pilihlah motor yang lain." Jelas Chanyeol mendekati motornya tersebut.
"Gurae, aku pilih ini." Baekhyun mencoba memilih motor lainnya.
"Sebenarnya itu pun motor yang sering ku pakai untuk pelatihan, namun kau bisa menggunakannya jika kau mau." Sambung Sehun.
"Ckck kau memilih motor yang sudah di miliki orang lain. Pilihlah yang lain!" Lanjut Chanyeol.
"Aisshh...apakah harus aku membawa motorku kesini?!" Kesal Baekhyun.
Di luar sana terlihat seorang namja bertubuh kecil seperti Baekhyun, yang sedang mencari seseorang.
Ya, Kyungsoo datang ke tempat pelatihan Baekhyun sang kakak. Namun ia terlihat bingung dengan tempat ini.
Puk!
Seseorang menepuk bahu Kyungsoo, hingga namja ini tersentak terkejut.
"Nugu-ya? Kau mencari seseorang?" Tanya Kai yang tak sengaja mendapati Kyungsoo.
"Kau mengenal Byun Baekhyun? Aku datang kesini karena dia yang memintaku."
Kai memperhatikan namja di hadapannya ini dari bawah hingga atas. Kedua mata bulat itu terlihat sangat lucu menatapnya.
"Kau siapa Baekhyun?"
"Adiknya."
'Omo...pantas saja dia terlihat sama-sama mungil seperti kakaknya.' Batin Kai menahan tawanya.
"Ayo ikut aku, akan ku tunjukan keberadaan Baekhyun." Tanpa seizin, Kai menarik lengan Kyungsoo untuk mengikuti langkahnya.
Dan tepat saat berada di lapangan pelatihan, terlihat Baekhyun bersama dua namja tinggi lainnya.
"Lihatlah, hyung mu itu sedang di perebutkan dua namja tiang itu." Kai menunjuk arah pandangan pada 3 objek di sebrangnya.
Kyungsoo terdiam sejenak memperhatikan Baekhyun yang terlihat kesal.
"Byun Baekhyun! Ada tamu untukmu..." Seru Kai membuat ketiga namja itu menoleh secara bersamaan.
Kai kembali menarik Kyungsoo untuk mendekati mereka semua.
"Eoh, Kyung? Ku pikir kau tidak mau datang kesini."
"Tidak ada salahnya aku mengetahui tempat pelatihanmu. Ini barang-barangmu." Kyungsoo memberi sebuah tas yang terlihat cukup berat.
"Gomawo uri Kyungie~" Baekhyun mencubit gemas pipi Kyungsoo yang mulai terlihat jengah.
"Yak! Lepaskan tanganmu." Kyungsoo menepis tangan Baekhyun yang terkekeh.
"Omo...adik kakak yang terlihat manis." Goda Kai membuat Chanyeol dan Sehun merespon dengan ekspresi berbeda.
"Gurae, aku pergi sekarang." Baru saja Kyungsoo akan meninggalkan tempat, Baekhyun menahannya.
"Jjakaman. Kau bisa disini untuk beberapa menit Kyung. Lihat hyung mu ini yang akan mengalahkan orang itu." Baekhyun menunjuk ke arah Chanyeol, membuat Kyungsoo menoleh pada namja yang bermata besar itu.
"Cih, percaya diri sekali!" Umpat Chanyeol.
"Ya kita lihat saja! Bukankah kau sudah kalah denganku 2 kali?" Balas Baekhyun menyeringai.
"Ayo taruhan! Yang kalah akan mentraktir kami." Usul Kai.
"Kalau begitu aku tidak akan ikutan. Baek, kau bisa menggunakan motor itu." Sehun melepaskan jaket dan helm.
"Kenapa kalian taruhan? Bukankah kalian sedang berlatih?" Dengan lugunya Kyungsoo bertanya.
"Diamlah adik manis, kita tonton saja mereka berdua." Balas Kai menahan tawanya.
Dan ya, Chanyeol maupun Baekhyun menerima tantangan dari Kai. Keduanya mulai bersiap untuk masuk lapangan balap.
Sedangkan Kai, Sehun, dan Kyungsoo berdiri memperhatikan mereka yang bertanding.
Pwitt~
Dengan jemarinya, Kai bersiul nyaring sebagai aba-aba pertandingan di mulai.
Chanyeol dan Baekhyun segera melintas cepat dengan motor mereka. Park Chanyeol dengan motor berwarna hitam, jaket hitam, semuanya serba hitam. Sementara Byun Baekhyun dengan motor berwarna putih, dengan semua yang ia kenakan serba putih.
"Ayo Baek kalahkan si tiang itu!" Pekik Kai dengan kekehannya entah di dengar atau tidak oleh mereka yang sibuk bertanding.
"Kau adik dari Baekhyun? Siapa namamu?" Tanya Sehun beralih pada Kyungsoo.
"Kyungsoo! Dan jangan bertanya aku bisa balap motor atau tidak. Karena aku tidak suka keributan seperti itu." Jelas Kyungsoo.
Mereka kembali beralih pada Baekhyun dan Chanyeol yang sudah berputar lapangan 2 kali.
Hanya beberapa meter lagi untuk tiba di garis finish, tiba-tiba motor yang di kendarai Baekhyun terhenti begitu saja.
Dan ya, pada akhirnya pertandingan di menangkan Chanyeol.
Mereka semua mendekati Baekhyun yang terlihat bingung.
"Ada apa?" Tanya Sehun.
"Mesinnya mati begitu saja."
"Ckck alasan! Kau kalah, dan kau harus mentraktir kami." Timpal Chanyeol.
"Aisshh ini bukan alasan. Jika saja ini tidak mati, aku akan menang Park Chanyeol!"
"Taruhan tetap taruhan!"
Baekhyun terlihat menahan kesabarannya menghadapi Chanyeol.
"Kyung, aku pinjam uangmu."
"Mwo?"
"Kau bisa ambil tabunganku di rumah. Jangan biarkan Hulk ini terus sama berceloteh."
"Aiisshh seharusnya aku pergi saja dari sini sejak tadi." Gerutu Kyungsoo.
"Sepertinya motor itu harus di perbaiki." Ucap Kai.
"Berikan padaku. Akan ku bawa ke bengkel disini." Sehun mengambil alih motor putih itu.
Chanyeol mulai memperhatikan temannya itu yang terlihat perhatian dengan Baekhyun.
"Kai, tolong temani Kyungie membeli makanan. Karena tidak mungkin kita pergi bersama dari sini bukan?" Pinta Baekhyun.
"Ya, jika kita tidak mau Yunho seonsaengnim murka." Balas Kai.
"Belilah apapun yang enak dan mengenyangkan." Usul Baekhyun.
"Gurae, ayo Kyungie kita pergi." Seru Kai menarik Kyungsoo yang merasa geli di panggil seperti itu.
Selama menunggu Kai dan Kyungsoo mencari makan, Baekhyun dan Chanyeol mengikuti Sehun menuju bengkel tempat pelatih ini. Ya, fasilitas disini memang sangat lengkap.
"Kau bisa memperbaikinya?" Tanya Baekhyun pada Sehun yang mulai memeriksa motor tersebut.
"Jika tidak begitu berat kerusakannya, aku bisa memperbaikinya."
Baekhyun hanya menganggu tanda mengerti. Namja mungil ini pun memperhatikan Sehun yang memberpaiki mesin.
Sementara Chanyeol hanya duduk bersantai dan sesekali melirik dua namja di hadapannya.
Tak lama kemudian, Kai dan Kyungsoo kembali dengan beberapa kantung makanan.
"Makanan datang~" Seru Kai menghampiri ketiganya.
Chanyeol langsung beralih pada Kyungsoo yang membawa makanan itu.
"Berikan padaku, aku sudah lapar."
"Yak! Sabarlah, kita semua pun lapar." Timpal Kyungsoo sepertinya mulai merasakan kejengkelan Baekhyun pada namja tinggi ini.
"Aku yang sudah memenangkannya. Berikan sekarang!"
Kyungsoo memejamkan kedua matanya untuk menahan kesabaran.
Bugh!
"Makanlah sepuasmu!" Kyungsoo memberi kantung makanan itu di hadapan Chanyeol dengan sedikit meninju dada namja itu.
Baekhyun dan Sehun mulai mendekati mereka, saat selesai memperbaiki motor tersebut.
"Cucilah tanganmu Hun!" Ujar Baekhyun pada Sehun.
"Berikan satu suapan itu. Perutku sudah demo." Pinta Sehun.
Mau tak mau Baekhyun mengambil satu tempura itu, lalu menyuapkannya pada Sehun.
Uhhuukk~
Tiba-tiba Chanyeol tersendak begitu saja. Ya, sepertinya ia tersendak karena melihat pemandangan di hadapannya ini.
"Itulah akibatnya orang serakah seperti mu!" Sindir Kyungsoo.
TBC~
