Selesai pelatihan, ChanBaek, dan KaiHun segera kembali ke asrama. Kyungsoo pun sudah pulang beberapa jam lalu.
Chanyeol berjalan lebih dulu dari yang lainnya. Sedangkan Baekhyun, Sehun, dan Kai berjalan berdampingan.
"Lihatlah kuping caplang itu. Tidakkah kau gemas untuk menariknya Baek?" Kai mengarah pada telinga lebar milik Chanyeol dari belakang.
"Dia seperti Mamot. Bertelinga lebar dan besar."
Langkah ketiganya terhenti ketika Chanyeol yang berada di depan mereka berhenti bergitu saja. Namja tinggi ini berbalik arah dan menatap tajam Baekhyun.
"Kau mengejekku?"
"Kai yang memulainya." Baekhyun menunjuk ke arah Kai yang mulai panik.
"M-mwo? Aku tidak bilang jika dia seperti Mamot." Kai membela diri.
"Terimalah kenyataan itu Yeol." Sambung Sehun terkekeh.
Chanyeol kembali melangkah dengan sedikit lebih cepat.
"Ada apa dengannya?" Pikir Baekhyun.
"Biasa, anak gadis yang sedang PMS memang gitu." Balas Kai membuat Sehun menahan tawanya.
Mereka pun mencoba menyusul langkah Chanyeol hingga tiba di depan pintu kamar.
"Baek..." Sehun memanggil, membuat Baekhyun tak jadi untuk segera masuk kamar.
"Ya?"
"Mau balap motor denganku nanti malam?"
"Eoh?"
"Akan ku tunggu di lapangan pelatihan." Sehun pergi begitu saja menyusul langkah Kai yang sudah meninggalkannya.
Baekhyun terdiam sejenak memperhatikan Sehun yang menuju kamar, lalu kembali masuk ke kamarnya.
Dugh!
Tak sengaja Baekhyun menabrak punggung Chanyeol yang masih berada di balik pintu.
"Eoh? Ku kira kau sudah masuk ke dalam." Baekhyun mengusap keningnya.
Tanpa membalas ucapan Baekhyun, Chanyeol melangkah masuk ke dalam ruangan mengikuti garis batas areanya. Begitu pun dengan Baekhyun.
"Sepertinya kau tidak bisa membanggakan dirimu karena aku sudah mengalahkanmu." Celoteh Chanyeol berbaring di tempat tidurnya.
"Ckck itu karena mesin motor mati. Kau berbangga diri mengalahkanku karena itu? Miris sekali." Balas Baekhyun dengan sedikit sindiran.
"Sebagai pembalap yang benar, kau harus memeriksa mesin motormu sebelum bertanding. Dan ya, itu karena kebodohanmu!"
"Yak! Kau mengatakan aku bodoh?!" Baekhyun merasa tak terima.
Chanyeol beranjak dari tidurnya, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Ya, ia mengabaikan namja mungil itu.
Merasa masih banyak waktu untuk kembali ke lapangan pelatihan, Baekhyun tidur sejenak untuk beristirahat mengembalikan energinya.
Beberapa menit kemudian Chanyeol keluar dari kamar mandi, lalu mendapati Baekhyun yang tertidur.
Chanyeol melangkah menuju lemari es untuk mengambil soju yang sudah menjadi persediannya. Merasa bosan, namja ini mulai bermain games di ponselnya dengan satu botol soju sebagai temannya.
Sesekali ia melirik ke arah Baekhyun yang masih tertidur nyenyak. Bahkan ini sudah menjelang malam, dan namja itu tidur dalam keadaan belum mandi.
"Oh astaga!" Baekhyun tersentak beranjak dari tidurnya, membuat Chanyeol ikut terkejut.
Uhuukk~
Ya, Chanyeol tersendak karena Baekhyun terbangun dengan cara mengejutkannya.
"Yak! Ada apa denganmu?" Kesal Chanyeol.
Baekhyun melihat jam yang menunjukan pukul setengah 7 malam. Tanpa memperdulikan Chanyeol, ia melangkah menuju kamar mandi.
"Ckck mengabaikanku?"
Chanyeol beranjak dari tempat tidurnya, lalu melangkah menuju pintu. Namja ini mengunci pintu tanpa sepengetahuan Baekhyun.
Selesai mengunci pintu, ia kembali berbaring di tempat tidurnya.
Ya, Chanyeol mendengar pembicaraan Sehun dan Baekhyun dari balik pintu. Namja ini ingin mengerjai Baekhyun untuk tidak bisa keluar dari kamar.
Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Chanyeol segera memejamkan matanya dan berpura-pura tidur.
Setelah terlihat sudah rapih, Baekhyun melangkahkan kaki menuju pintu.
"Eoh? Terkunci? Apakah Chanyeol menguncinya?" Baekhyun kembali melangkah menuju kamar tidur.
"Chanyeol-ah, berikan kuncinya padaku!" Baekhyun mencoba membangunkan Chanyeol yang tertidur. Namun namja tinggi itu tak juga merespon.
Perlahan, Baekhyun mendekati Chanyeol. Secara diam-diam, ia melewati garis batas tersebut.
Dengan penuh hati-hati, tangannya mencoba untuk mengambil kunci di sisi leher Chanyeol.
Dapat Chanyeol cium aroma parfum segar yang di gunakan Baekhyun. Bahkan nafas hangat namja mungil ini menerpa wajah Chanyeol.
Deg!
Baekhyun mematung saat Chanyeol menahan lengannya dan menatapnya tajam dengan jarak yang sangat dekat.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Chanyeol sedikit menekankan kalimatnya.
"Mengambil kunci pintu."
"Ckck kau melakukannya seperti pencuri. Dan kau sadar? Kau melewati garis batasnya."
"Baiklah, berikan padaku kuncinya. Aku akan menjauh lagi darimu." Baekhyun mencoba melepaskan tangannya, namun Chanyeol masih menahannya.
"Kau sudah memasuki area berbahaya Byun Baekhyun." Chanyeol menyeringai dan menatapnya dengan penuh arti.
"Yak! Cepatlah, Sehun pasti sudah menungguku." Timpal Baekhyun mencoba untuk melepaskan diri.
Semakin Baekhyun berusaha melepaskan diri, Chanyeol semakin menahannya kuat.
"Kau tidak bisa pergi dari sini."
Dapat Baekhyun cium aroma alkohol dari nafas Chanyeol.
"Aisshh kau mabuk eoh? Lepaskan aku Park Chanyeol!"
Bugh!
Chanyeol membanting tubuh Baekhyun di atas tempat tidurnya, lalu menindih tubuh mungil itu.
"Sadarlah! Bagaimana bisa kau mabuk seperti ini?" Baekhyun mulai panik ketika Chanyeol menatapnya dengan tatapan lapar.
"Aku tidak mabuk! Dan aku sengaja menguncimu."
"Kenapammptt--" Bibir Baekhyun terbungkam saat Chanyeol meraup bibir tipis itu.
Baekhyun mencoba untuk menjauhkan tubuh Chanyeol, namun dengan kuat tangan kekar itu menahan lengannya.
"Eummpptt..." Namja mungil ini berusaha memberontak, sayangnya tenaga Chanyeol jauh lebih kuat darinya.
Tubuh besar itu benar-benar mengunci tubuh mungil di bawahnya yang tak bisa bergerak sedikit pun.
Chanyeol menciumnya dengan tergesa-gesa dan tak memberi jeda untuk bernafas sejenak.
Baekhyun merasa bibirnya mulai terasa perih saat Chanyeol mengigit gemas bibir tipis miliknya.
Menit kemudian, namja mungil itu pasrah dengan perlakuan Chanyeol. Ia hanya terdiam pada Chanyeol yang terus melumat bibirnya dengan agresif.
Entah setan apa, Baekhyun seperti terbuai dan mencoba untuk membalas ciuman tersebut. Dan ya, di sela ciumannya terlihat smirk di sudut bibir Chanyeol.
"Eummpphh~" Baekhyun terlihat mulai menikmati ciuman Chanyeol walau ciuman itu sedikit kasar.
Knock...knock...
Suara ketukan pintu menghentikan ciuman mereka. Untuk beberapa detik, keduanya terdiam saling menatap. Hingga akhirnya Baekhyun mendorong kuat tubuh Chanyeol.
"Baek, kau di dalam?"
Terdengar suara Sehun di luar sana.
"Kau gila Park Chanyeol!" Baekhyun mengapus kasar saliva yang tertinggal di bibirnya, lalu mengambil kunci itu dari Chanyeol.
"Ckck tapi kau menikmatinya Byun Baekhyun!" Chanyeol menyeringai memperhatikan namja mungil itu yang keluar kamar.
TBC~
