Baekhyun membuka pintu kamar dan mendapati Sehun yang berdiri di depan pintu.
"Kau tertidur? Aku menunggumu di lapangan, tapi kau belum juga datang." Tanya Sehun memperhatikan Baekhyun yang sedikit berantakan.
"Ah ya aku tertidur tadi. Dan aku baru saja selesai mandi." Baekhyun merapihkan rambutnya. Ia merutuki Chanyeol yang membuat tampilannya berantakan.
"Gurae, ayo kita ke lapangan pelatihan."
Sehun berjalan lebih dulu saat Baekhyun menutup pintu kamarnya sebelum pergi.
"Kalian tinggal di asrama sudah lama?" Tanya Baekhyun mencoba menyeimbangi langkah Sehun.
"Aku dan Kai terkena dampak dari Chanyeol."
"Ye?"
"Yoora nuna, kakak Chanyeol memasukan adiknya itu ke asrama. Ini hukuman untuk Chanyeol yang sering balapan liar di luar."
"Lalu apa hubungannya denganmu dan Kai?"
"Yunho seonsaengnim juga menyalahkan kami. Pada akhirnya kami pun di masukan ke asrama ini."
Baekhyun hanya mengangguk tanda mengerti dengan penjelasan Sehun.
Tiba di lapangan, Sehun dan Baekhyun menyiapkan diri untuk berlatih bersama.
"Kau mau pakai motor yang mana?" Tanya Sehun selesai memakai jaket kulitnya.
"Tidak ada Chanyeol disini, aku benar-benar ingin menaiki motor itu." Baekhyun menunjuk motor hitam yang sebelumnya di akui Chanyeol jika itu motor miliknya.
"Pakailah, selagi dia tidak ada." Sehun menahan tawanya.
Dan ya, Baekhyun antusias menaiki motor hitam itu. Keduanya segera memasuki lapangan untuk memulai putaran pertama.
Brummm~
Secara bersama, keduanya menarik gas melajukan motor sepanjang putaran lapangan ini. Terkadang Sehun akan mendahului Baekhyun, namun Baekhyun kembali mengejarnya.
Putaran pertama berhasil mereka lalui. Dan ketahuilah, dua orang memperhatikan latihan balap mereka.
Ya, Park Chanyeol dan Kai yang entah sejak kapan berada di lapangan pelatihan.
"Eoh? Dia memakai motor kesayanganmu bro..." Kai menggoda Chanyeol dengan kekehannya.
"Ckck lancang sekali dia!"
"Aigooo...sebenarnya kita semua bebas memilih motor pelatihan bukan?" Bela Kai.
"Kenapa kau membelanya?"
"A-ani! Bukan maksudku membelanya. Tapi itu benar bukan? Aku pun bisa memakai motor itu. Sayangnya, aku malas berdebat denganmu."
Pandangan Chanyeol kembali fokus pada dua motor yang melaju cepat itu.
"Kenapa mereka terlihat bersahabat eoh?" Pikir Kai.
Tiba-tiba hujan turun cukup deras. Sehun dan Baekhyun menghentikan latihan balap mereka, lalu kembali ke ruangan.
"Aissh basah semua! Kalau begitu aku tidak mandi tadi." Gerutu Baekhyun.
Sehun hanya menahan tawanya memperhatikan namja mungil itu yang terus menggerutu.
Keduanya melangkah memasuki ruangan dengan tubuh mereka yang basah.
"Eoh? Kalian disini?" Sehun cukup terkejut mendapati Chanyeol dan Kai.
"Beruntung aku tidak jadi ikut ke lapangan itu. Aku pasti akan basah seperti kalian." Pikir Kai.
"Kenapa kau menggunakan motor itu?" Chanyeol bertanya pada Baekhyun yang mulai gugup.
"Wae? Apakah masalah? Bukankah aku bebas memilih? Yunho seonsaengnim pun tak melarangku!"
"Sudahlah, sebaiknya kita kembali ke asrama. Ini cukup dingin. Jangan lupa mandi dengan air hangat Baek." Ujar Sehun melangkah lebih dulu menuju asrama.
Baekhyun dan Chanyeol kembali ke kamar mereka. Dan tepat saat Baekhyun kembali menutup pintu, tiba-tiba listrik padam.
Semua lampu ruangan mati, dan pandangan mereka sangat gelap.
"Eoh? Mati lampu?" Baekhyun berjalan perlahan, tangannya terus menggapai sesuatu di udara.
Grep!
Tangan Baekhyun tak sengaja menyentuh dada bidang Chanyeol yang ternyata berada di hadapannya.
Namja tinggi itu menyalakan lampu layar pada ponselnya. Dan ya, ia mendapati Baekhyun yang berdiri di hadapannya dalam keadaan masih basah.
Untuk beberapa detik keduanya saling menatap dalam diam. Sekilas Baekhyun teringat perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba menciumnya.
Dengan segera ia menjauhkan diri untuk menjaga jarak dari namja tinggi itu. Namun, baru saja melangkah mundur, tubuh mungil Baekhyun terjungkal kebelakang.
Tangannya tak sengaja menarik tangan Chanyeol hingga keduanya terjatuh bersama.
Bugh!
Baekhyun menahan nafasnya untuk beberapa detik saat tubuhnya tertindih, dan ia merasa benda kenyal mendarat di bibirnya.
Dua pasang mata itu kembali bertemu dengan sangat dekat. Walau samar-samar, Baekhyun dapat melihat mata besar milik Chanyeol yang berada di atasnya.
Tak hanya kedua bibir itu yang menempel dengan tak sengaja, dapat Baekhyun rasakan sesuatu di bawah sana yang juga saling menindih.
Baekhyun mencoba untuk bergerak agar terlepas dari namja yang masih menindihnya ini.
Damn!
Semakin Baekhyun bergerak, ia semakin merasakan pergesekan di bawah sana.
Chanyeol sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah mungil itu.
"Kau sengaja melakukannya?" Tanya Chanyeol berbisik dengan sedikit penekanan.
"M-mwo? Ani! Aku tak sengaja menarikmu." Baekhyun mulai terlihat gugup.
"Kau tau bukan? Akan sangat fatal jika kau memancing di bawah sana."
Baekhyun merasa merinding dengan semua bisikan Chanyeol dan tatapan dingin itu.
Kali ini Chanyeol yang menggerakan tubuhnya dengan sengaja, hingga kembali membuat pergesekan di bawah sana.
Dapat Baekhyun rasakan sesuatu menyembul dari balik celana mereka. Ya, milik Chanyeol terasa sudah mengeras. Baekhyun menggigit bibir bawahnya menahan lenguhannya yang mungkin akan keluar begitu saja.
"Kau merasakan mereka yang sudah mengeras bukan?" Chanyeol menyeringai menatap Baekhyun yang mengigit bibir bawahnya. Dan entah kenapa ia merasa itu sangat sexy.
"Kau merasa sempit hmm?" Lanjut Chanyeol terus menggoda Baekhyun.
"Mmphh menyingkirlah!" Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol yang berhasil menjauhkannya.
"Kau yakin akan mendiaminya? Itu akan terasa menyiksa bukan?"
"Aku akan mandi! Dan ya, aku bisa melakukan sendiri." Baekhyun beranjak lalu menuju kamar mandi yang benar-benar gelap.
Ia tak perduli dengan penglihatannya yang seadanya.
Semua pakaiannya yang basah itu sudah ia lepaskan begitu saja, lalu berdiri di bawah shower dengan air hangat yang terus menghujaninya.
Grep!
Tubuh Baekhyun mematung saat seseorang mendekapnya dari belakang.
"Itu tidak akan membuatmu puas bermain sendiri."
"--aku pun akan meminta pertanggung jawaban atas ketidak sengajaanmu Byun Baekhyun."
"Ngghhh~" Satu lenguhan berhasil Baekhyun keluarkan saat tengkuknya terus mendapat ciuman dari Chanyeol.
Ya, diam-diam Chanyeol masuk ke dalam kamar mandi dengan dirinya yang sudah naked.
Tangan Chanyeol terus menjamah kulit mulus Baekhyun, dan terhenti saat mendapati milik namja mungil itu yang sudah mengeras.
"Arrgghh..." Baekhyun mengerang ketika miliknya mulai di remas gemas oleh Chanyeol.
Kedua tangan Baekhyun menyanggah pada dinding dan merasakan sensasi yang di berikan Chanyeol padanya.
"Ngghhh~"
Baekhyun merasakan milik Chanyeol yang terus bergesek pada belahan bokongnya.
"Lebarkan kakimu Baek." Bisik Chanyeol dengan suara beratnya.
Dan entah kenapa Baekhyun menuruti permintaan itu. Namja mungil ini berdiri dengan kedua kakinya terbuka lebar.
"Arrrghhhh!"
Milik Chanyeol masuk begitu saja ke dalam bawah sana membuat Baekhyun mengerang cukup kuat.
Nafas Baekhyun mengatur nafasnya saat Chanyeol masih terdiam.
"Ku pastikan kau akan menikmatinya Baek." Bisik Chanyeol mengecup daun telinga Baekhyun.
Perlahan milik Chanyeol mulai bergerak di dalam sana, ketika namja itu menggerakan pinggulnya.
"Hhhh~ngghhh~"
"Argh kau sempit Baek mmphh~"
Chanyeol semakin memperdalam miliknya yang menghentakan pergerakan.
"Aaahhh~aaahhh~" Tubuh Baekhyun ikut tersentak mengikuti pergerakan Chanyeol.
Tangan Chanyeol masih tak lepas dari milik Baekhyun. Ia terus melakukan blow job pada namja mungil ini. Sedangkan, bibirnya terus menelusuri bahu dan tengkuk Baekhyun. Dan ya, beberapa tanda manis tercipta disana.
"Ngghhh Yeolhhh..."
Tak lama kemudian Chanyeol merasa tangannya basah dan sedikit lengket. Ya, dapat ia pastikan jika Baekhyun sudah mengeluarkannya lebih dulu.
Selesai dengan blow job, tangan Chanyeol kembali meraih sesuatu milik Baekhyun lainnya.
"Yeolhhh mpphh aahh~" Baekhyun benar-benar di buat mendesah nikmat dengan permainan Chanyeol.
Jemari Chanyeol mendapati dua nipple Baekhyun yang terasa tegang. Dengan gemas, ia menekan dan memilinnya.
"Asshhh aahh Park Chanhh nghh Yeolhh~"
"Fuck you ouhh kau nikmat Baek arrghh..."
Chanyeol semakin mempercepat pergerakannya saat merasa sudah mendapati titik klimaksnya.
"Aaahhh nghhh aaahh~" Perasaan Baekhyun di buat kacau oleh Chanyeol yang terus mencumbunya.
Cum~
"Hhhhh..." Chanyeol melenguh nikmat saat cairannya berhasil menembak di dalam sana.
Untuk beberap detik namja tinggi itu membiarkan miliknya di dalam sana. Keduanya terlihat mengatur nafas yang terengah.
"Assshhh..." Baekhyun merintih menahan perih saat Chanyeol mengeluarkan miliknya.
Namja mungil itu mencoba menghadap pada Chanyeol. Baru saja Baekhyun ingin angkat bicara, Chanyeol lebih dulu menyanggahnya.
"Kau tidak bisa protes. Karena kau yang membuatnya terbangun." Ucap Chanyeol.
"Sudah dua kali kau melakukan tindakan gila Park Chanyeol!"
"Itu semua karenamu."
"Mwo? Kenapa aku?"
"Salahkan kau yang selalu menggodaku secara diam-diam."
"Keluarlah! Aku harus melanjutkan mandi."
"Gurae, mandilah yang bersih sayang..." Bisik Chanyeol tepat di telinga Baekhyun, dan berhasil membuat Baekhyun merasa panas mendengarnya.
TBC~
