Baru saja Chanyeol keluar dari kamar untuk segera menuju lapangan pelatihan, tiba-tiba Kai menghampirinya bersama Sehun.

"Yeol..." Kai memblokir jalan Chanyeol.

"Wae?"

"Hari ini kau akan tanding dengan namja mungil itu bukan?"

"Lalu kenapa?"

Kai meraih tangan Chanyeol lalu menatapnya penuh harap. Sedangkan Sehun tau pikiran Kai ke arah mana.

"Kini harapan dan nasibku ada di tanganmu bro..."

"Yak! Menjijkan! Lepaskan!" Chanyeol menepis tangannya untuk terlepas dari genggaman Kai. Namun temannya itu belum mau melepaskan.

"Berjanjilah akan menang darinya Yeol."

Chanyeol benar-benar jengah melihat tingkah temannya yang satu ini.

"Kau selalu berpihak padanya saat kami tanding. Dan sekarang kau berpihak padaku? Ckck dasar ular!"

"Ani! Aku tetap mendukungmu sebagai seorang teman sejati. Aku akan mendoakan Park Chanyeol menang untuk kali ini."

Kai mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya, lalu ia mengikat sesuatu di kepalanya.

"Fighting uri Chanyeolie~"

Chanyeol dan Sehun hanya menggelengkan kepala merasa jengah melihat Kai mulai gila.

"Terserah padamu saja!" Chanyeol berlalu meninggalkan Kai dan Sehun yang masih terdiam.

"Go...go...Park Chanyeol~" Kai menyusul Chanyeol yang melangkah cepat.

Dan baru saja Sehun ikut menyusul, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara pintu kamar Chanyeol terbuka.

"Eoh? Sehun-ah."

Ya, Baekhyun keluar dari balik pintu itu dengan wajah lugunya.

"Mau berlatih atau bertanding?" Tanya Sehun.

"Sepertinya keduanya. Wae?"

"Ani! Kai sudah memohon pada Chanyeol untuk memenangkan pertandingannya denganmu." Sehun menahan tawanya.

"Ckck pasti karena ingin mendapat nomor telpon Kyungsoo."

"Ayo ke lapangan!" Seru Sehun mulai melangkah bersama Baekhyun.

Tiba di tempat pelatihan, Sehun dan Baekhyun melihat Kai terus menganggu Chanyeol yang bersiap-siap.

"Hidupku sekarang ada di tanganmu Park Chanyeol. Kau harus menang!" Kai memijat bahu dan tangan Chanyeol yang terlihat menahan kesabarannya.

"Kau yakin dia akan menang?" Baekhyun mendekat dan bertanya pada Kai.

"Tentu saja! Dia akan menang kali ini. Aku sudah berdoa 7 hari 7 malam untuk teman sejatiku ini." Balas Kai menepuk bahu Chanyeol.

"Kau tidak ikut ke lapangan?" Tanya Sehun.

"Aku akan menjadi penonton setia."

"Jadi bagaimana denganku?" Pikir Sehun.

Tiba-tiba Kai menarik lengan Sehun dan sedikit menggandengnya.

"Temani aku! Jangan menjadi pengacau mereka."

Chanyeol langsung masuk ke lapangan meninggalkan mereka semua.

Setelah Baekhyun sudah siap, namja mungil ini mulai menyusul Chanyeol masuk ke dalam lapangan.

Kai menyalakan audio tempat pelatihan untuk memutar sebuah musik sebagai penghantar pertandingan yang membuatnya tegang.

"Fighting Park Chanyeol!" Pekik Kai saat ChanBaek memulai pertandingannya.

"Beruntung tidak ada Yunho seonsaengnim. Jika tidak, kita akan habis olehnya." Ucap Sehun.

"Seonsaengnim sedang sibuk di luar. Ya, mungkin."

Walau hanya 2 orang yang bertanding, entah kenapa suasana sangat meriah di tambah musik penghantar yang Kai putar.

Brummmm~

Suara motor keduanya masih terdengar jelas sepanjang putaran jalan lapangan.

Untuk beberapa putaran, Baekhyun masih unggul di depan Chanyeol. Namun saat mendekati garis finish, keduanya terlihat seimbang.

Brummm~

Chanyeol menarik gas, berlaju menuju garis finish.

"Eoh? Siapa yang menang?" Kai dan Sehun mulai terlihat bingung.

Ya, keduanya berhasil menuju garis finish dengan waktu bersamaan.

"Mereka seri?" Pikir Sehun.

Kai dan Sehun pun mendekati ChanBaek.

"Bagaimana kalian bisa seri? Yak Park Chanyeol, seharusnya kau lebih cepat lagi." Protes Kai.

"Benarkah seri?" Baekhyun masih tak percaya.

"Ya, itu yang kami lihat." Jawab Sehun.

"Ayo lakukan satu putaran lagi! Ini akan menentukan pemenangnya." Pinta Kai.

"Ckck kenapa kau yang antusias?" Timpal Chanyeol.

"Baiklah, satu putaran lagi! Jangan terlalu berharap dengannya, Kai. Chanyeol belum pasti menang." Baekhyun terlihat mengejek.

"Kau meremehkanku? Dengar Kai, kau akan mendapat nomor Kyungsoo hari ini!"

Mendengar balasan Chanyeol, senyuman Kai semakin terangkat lebar.

"Ok! Tunjukan padaku Park Chanyeol." Balas Kai mengusap motor hitam Chanyeol.

Baekhyun dan Chanyeol pun kembali melakukan satu putaran untuk menentukan siapa pemenangnya.

Brummm~

Sehun dan Kai memperhatikan kedua motor itu yang berlaju cepat.

"Eoh? Sepertinya Chanyeol sudah bisa menebak teknik balap Baekhyun." Pikir Sehun melihat Chanyeol menghadang Baekhyun yang akan menyusulnya.

"Nde, kau benar! Sepertinya terlalu sering bertanding dengan namja mungil itu, Chanyeol sudah hafal dengan cara pergerakan Baekhyun." Sambung Kai.

Sepanjang jalan, Baekhyun dan Chanyeol saling menyusul satu sama lain.

"Omo...Sehun-ah, kenapa ini membuatku berdebar!" Kai meremas lengan Sehun yang hanya pasrah dengan kegilaan temannya ini.

Chanyeol dan Baekhyun kembali melaju menuju garis finish.

Brummm~

"Yes! Wooohooo Park Chanyeol!!" Seru Kai melompat senang.

Dengan segera Kai dan Sehun berlari menghampiri keduanya.

Ya, pertandingan kali ini Chanyeol berhasil mengalahkan Baekhyun. Walau hampiri saja namja mungil itu mengejar Chanyeol.

Chanyeol membuka helmnya dan menyeringai di hadapan Baekhyun.

"Aku sudah tau teknik permainanmu Byun Baekhyun." Ucap Chanyeol.

Tiba-tiba Kai memberikan ponselnya ke arah Baekhyun.

"Tepati perjanjiannya." Kai dengan cengir kudanya.

Mau tak mau Baekhyun mengambil ponsel itu, lalu mengetik nomor Kyungsoo.

"Kau telah menyelamatkan nasibku Yeol!" Kai menepuk-nepuk bahu Chanyeol dengan gemas.

"Ini sudah!" Baekhyun mengembalikan ponsel Kai.

"Kalian yang bertanding, kenapa Kai untung eoh?" Pikir Sehun.

"Tidak perlu sirik seperti itu!" Balas Kai.

Chup~

Dengan menjijikannya, Kai mengecup pipi Chanyeol sebelum ia berlari pergi.

"Yak! Kamjong!! Sialan! Menjijikan!" Gertak Chanyeol menghapus kasar bekas ciuman itu di pipinya.

"Gomawo Yeol~" Kai terus berlari menjauh sebelum Chanyeol menabraknya.

Kali ini Baekhyun yang terus berpikir tentang hukuman dari Chanyeol untuknya, ketika dirinya sudah kembali ke asrama.

"Mau kemana kau?" Tanya Chanyeol menghentikan langkah Baekhyun yang ingin ke kamar mandi.

"Aku ingin mandi."

"Jalankan hukuman terlebih dulu." Chanyeol beranjak dari tempat tidurnya, lalu mendekati namja mungil itu.

"Apa yang kau inginkan?"

Mendengar pertanyaan itu membuat Chanyeol tertawa. Namun terlihat berbeda dari ketawa pada umumnya.

"Omo...pertanyaanmu memancingku Baek."

"Ye?" Baekhyun harus sedikit mengangkat wajahnya untuk menatap Chanyeol yang semakin dekat padanya.

Chanyeol kembali duduk di tepi tempat tidurnya. Baekhyun masih berdiri terdiam memperhatikan namja tinggi itu.

"Kemarilah." Pinta Chanyeol dengan seringainya.

Baekhyun melangkah dengan ragu. Entah kenapa ia melihat aura Chanyeol mulai menyeramkan.

Namja mungil ini sudah berdiri di hadapan Chanyeol. Tangan Baekhyun di tarik hingga ia terduduk di lantai.

Chanyeol membungkuk dan membisikan sesuatu tepat di telinga Baekhyun.

"M-mwo? Hukuman macam apa itu?"

"Pemenang bebas meminta apapun bukan?"

"Tidak adakah permintaan lain?"

"Entahlah aku menginginkan itu."

"Seharusnya aku tidak satu kamar dengan manusia mesum ini!"

"Bukankah itu wajar? Mesum itu manusiawi untuk seorang pria. Ayo lakukan!"

Pandangan Baekhyun beralih pada sesuatu yang tepat di hadapannya. Itu terlihat menonjol dari balik celana Chanyeol.

Perlahan tangan Baekhyun meraih pengait dan resleting celana Chanyeol untuk ia buka.

Namja mungil ini mulai berdebar ketika ia berhasil membukanya.

"Arrrghhh..." Chanyeol mengerang ketika tangan Baekhyun berhasil meraih miliknya.

"Keluarkan dia mpphh..."

Dan ya, Baekhyun mengeluarkan milik Chanyeol dari balik underware itu.

Untuk beberapa detik, namja mungil ini tertegun melihat kepemilikan itu yang berukuran lebih besar darinya. Perlahan Baekhyun mulai meremas dan memijatnya.

"Arrghh yeshh aahh seperti ituhh..." Chanyeol mulai terlihat menikmati blow job dari namja mungil ini.

Entah bagaimana bisa Baekhyun melakukan service itu dengan baik. Bahkan ia mencoba untuk mengulumnya.

"Eumpphh~" Baekhyun hampir saja tersendak saat Chanyeol menusukan miliknya di dalam mulut kecil itu.

"Ouhhh arrghh ini nikmat Baek."

Pada menit berikutnya Baekhyun merasakan milik Chanyeol mengeras dan berkedut di dalam mulutnya.

Cum~

Tak butuh lama, cairan Chanyeol berhasil menyembur di dalam mulut Baekhyun yang spontan menelannya.

Uhuukkk~

Baekhyun melepaskan itu, dan terbatuk karena sedikit tersendak saat cairan Chanyeol benar-benar tak tertampung olehnya.

"Pelayanan yang sangat baik namja manis." Chanyeol mengusap puncak rambut Baekhyun.

Dan dapat di lihat sisa cairan itu pada sudut bibir Baekhyun yang basah.

Chanyeol mengangkat tubuh mungil itu untuk duduk di atas pangkuannya.

Untuk beberapa detik, keduanya saling menatap dalam diam.

"Wae--mmpptthh~"

Bibir tipis itu di raup begitu saja oleh Chanyeol yang menyapu dengan cukup agresif.

Baekhyun mencoba untuk menjauhkan diri, namun tangannya di tahan kuat oleh Chanyeol.

Namja mungil ini pun pasrah menerima ciuman Chanyeol yang sebenarnya membuatnya cukup memabukan.

TBC~