Tepat hari ini mereka semua akan melakukan ujian di lapangan pelatihan.

Terlihat masing-masing dari mereka dengan raut wajah berbeda.

"Kalian tidak boleh tinggalkan aku liburan, jika aku gagal ujian hari ini." Ucap Kai pada Sehun dan Chanyeol.

"Berdoalah agar kita berlibur bersama." Balas Chanyeol menepuk bahu Kai, lalu mulai mengambil alih motor latihannya.

Setelah mendapat arahan dari Yunho, mereka semua mulai memasuki lapangan untuk segera melakukan penilaian.

"Lakukan 10 putaran dalam durasi setengah jam. Dan selama itu aku terus memperhatikan teknik melaju kalian semua."

"Mwo? Apakah kami bisa lakukan itu?" Pikir Sehun.

"Kalian harus pintar bermain gas. Siapa yang berhasil, bisa segera pulang untuk liburan musim dingin. Minimal telat 10 menit, untuk bisa lolos dari ujian ini."

"Bagaimana jika tidak lolos?" Tanya Kai.

"Itu artinya liburan tertunda hingga ujian kalian berhasil."

Mereka semua langsung mengambil barisan.

Brummm~

Semua motor melaju cepat ketika mendapat perintah Yunho yang sudah mengatur waktu.

Dapat di lihat paling depan masih di pimpin oleh Chanyeol, di susul Baekhyun. Dan ya, seperti biasa Sehun dan Kai selalu berada di belakangnya.

Yunho terus memperhatikan semua motor itu yang sudah melaju pada putaran kelima.

Saat memasuki putaran ketujuh, entah kenapa Baekhyun mulai melambat. Bahkan Sehun dan Kai menyusulnya.

Bahkan saat putaran terakhir, Chanyeol, dan Sehun sudah menyusul Baekhyun yang masih pada putaran ke 9.

Sekilas Chanyeol melirik Baekhyun yang juga membalas lirikannya.

Brummm~

Yunho menghentikan waktunya ketika sudah memasuki setengah jam.

"Chanyeol dan Sehun, kalian berhasil dalam ujian ini. Selamat menikmati liburan musim dingin!" Seru Yunho saat keduanya menghampiri.

"Mwo? Bagaimana dengan aku?" Kai tiba-tiba ikut menghampiri dengan tangannya yang memegangi pinggangnya.

"Kau telat. Dan kau harus mengikuti ujian berikutnya." Balas Yunho.

"Kalian meninggalkanku sendiri!" Rengek Kai pada kedua temannya ini.

"Maafkan aku, sepertinya tempat tidurku sudah merindukanku." Chanyeol menepuk bahu Kai.

"Dan Vivi pun sudah merindukanku." Sambung Sehun.

Tak lama kemudian, Baekhyun menghampiri dengan wajahnya yang menahan rasa sakit.

"Baek, kau gagal ujian kali ini." Ucap Yunho yang hanya di balas anggukan.

"Gwaenchanayo?" Tanya Sehun pada Baekhyun.

"Tanganku hanya sedikit kram. Sepertinya aku kurang melakukan pemanasan." Jawab Baekhyun.

"Pergilah ke ruang kesehatan. Jika besok keadaanmu kurang baik, ujian akan ku tunda." Jelas Yunho.

"Tenanglah Baek, kau tidak sendiri. Aku pun tidak lulus." Kai merangkul Baekhyun yang hanya tersenyum kaku.

"Gurae, istirahatlah. Aku harus pergi sekarang." Yunho pergi meninggalkan murid latihnya ini.

"Ahhh...aku gagal liburan cepat dengan adikmu Baek." Gerutu Kai masih merangkul Baekhyun.

Sehun melepaskan rangkulan tersebut, membuat Kai dan Chanyeol hanya diam memperhatikan tindakan namja putih itu.

"Ayo ke ruang kesehatan." Sehun menarik Baekhyun untuk mengikuti langkahnya.

Klek~

Baekhyun membuka pintu kamar setelah ia kembali dari ruang kesehatan.

Dapat ia lihat Chanyeol yang bersandar pada tempat tidurnya.

"Eoh? Ku pikir kau sudah pergi." Baekhyun berjalan mendekati tempat tidur.

"Apa yang kau dan Sehun lakukan di ruang kesehatan?"

"Tentu saja mengobati tanganku yang sedikit kram. Dan Sehun memijat tanganku."

"Benarkah hanya itu?"

"Wae? Kenapa kau terlihat seperti mengintrogasi?"

"Ckck apakah kau namja murahan?"

"Mwo? Yak! Kenapa kau menghinaku seperti itu?!" Baekhyun mulai tak terima dengan ucapan Chanyeol.

"Karena itu yang ku lihat darimu. Berapa orang yang kau layani?"

"Yak Park Chanyeol!" Gertak Baekhyun menatap tajam Chanyeol.

"Haruskah dengan temanku juga?"

"M-mwo?" Baekhyun belum bisa mencerna arah pembicaraan Chanyeol yang seenaknya itu.

Tiba-tiba Chanyeol beranjak dari tempat tidurnya, lalu mendekati Baekhyun yang mematung.

Namja tinggi itu membungkukkan tubuhnya untuk bertatapan lekat dengan wajah mungil Baekhyun.

Baekhyun menahan nafasnya saat Chanyeol menyentuh dan mengusap pelan bibirnya.

"Ku pikir hanya jejakku yang akan menepati ini, entah kenapa ada rasa kecewa ketika temanku sendiri yang ikut membuat jejak disini."

Namja mungil ini menepis tangan Chanyeol dari bibirnya.

"Yak! Aku benar-benar tidak mengerti dengan ucapanmu Park Chanyeol!

Flashback On#

Sehun terus menuntun Baekhyun hingga tiba di ruang kesehatan.

"Duduklah, aku akan memijat tanganmu." Ujar Sehun.

Dan ya, Baekhyun menuruti perintah namja itu.

Tangan mungil itu mulai di pijat oleh Sehun dengan hati-hati.

"Kau bisa melakukannya eoh?"

"Yunho seonsaengnim pernah melakukan ini padaku."

"Kau berhasil lulus ujian bukan?"

"Ya, dan Kai terus merengek agar aku tidak meninggalkan dia."

"Apakah aku harus satu kamar dengannya?"

"Andwae!" Dengan cepat Sehun membalas.

"Wae?"

"Lebih aman jika kau sendiri. Biarkan dia meratapi kesedihannya."

"Baiklah."

"Atau haruskah aku menemanimu?" Sehun menghentikan pergerakan pijatnya.

"Ye?"

"Kau bisa memintaku untuk menemanimu."

"Ah...ani! Aku tidak ingin mengganggu liburanmu."

Sehun hanya terkekeh melihat wajah lugu Baekhyun. Hingga keduanya saling menatap diam.

Entah kenapa Sehun merasa dirinya seperti di tarik oleh magnet hingga perlahan mendekati wajah Baekhyun.

Hanya beberapa senti saja, mungkin Sehun akan berhasil mendaratkan bibirnya pada bibir tipis Baekhyun. Namun Baekhyun lebih dulu menghentikan tindakan Sehun.

"Ah sepertinya tanganku sudah membaik. Omo...kau pintar memijat eoh?" Seru Baekhyun membuat Sehun kembali menjauhkan diri.

Sebenarnya tak sengaja Baekhyun melirik ke arah jendela, dan mendapati sosok Chanyeol yang berlalu begitu saja.

Flashback Off#

"Apakah yang kau melihatku dan Sehun di ruang kesehatan?" Tebak Baekhyun.

"Y-ya, hanya tidak sengaja lewat."

Baekhyun terlihat menahan tawa gelinya saat mengetahui fakta ini.

"Yak Park Chanyeol, jika kau tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, kau tidak bisa menuduhku begitu saja!"

"Kau mengira kami berciuman?" Lanjut Baekhyun tiba-tiba tertawa lepas di hadapan Chanyeol.

"Yak kenapa kau tertawa?!"

"Karena kebodohanmu!" Baekhyun masih terus tertawa.

"Diamlah Byun Baekhyun!"

Semakin Chanyeol menggertak, Baekhyun semakin tertawa lepas.

"Eummpphh~"

Dan ya, tawa itu terbungkam oleh ciuman Chanyeol pada bibir tipis Baekhyun.

Namja yang lebih besar itu terus melumat belahan bibir Baekhyun yang sejak awal sudah membuatnya candu.

Bugh!

Tubuh mungil itu terdorong dan terbaring di atas tempat tidurnya, tanpa terlepas dari tautan Chanyeol yang mengunci dirinya di bawah tubuh besar itu.

Tangan Chanyeol mulai menyelusup di balik baju Baekhyun. Jemarinya menjamah perut datar itu dan terhenti ketika mendapati nipple milik namja mungil itu.

"Umpphh~" Tubuh Baekhyun sedikit menggelinjang saat merasakan sensasi dari Chanyeol yang memilin dan menekan nipple miliknya.

Ciuman itu beralih ke area leher Baekhyun. Ya, Chanyeol selalu menikmati setiap dirinya menciptakan jejak kemerahan disana.

"Nghhh Yeol mphh~" Lenguh Baekhyun merasakan geli dan perih secara bersamaan saat Chanyeol mengigit, menjilat, dan menyesap area sensitifnya.

Menit berikutnya Chanyeol menghentikan permainannya pada namja mungil ini.

Baekhyun mengatur nafasnya yang sedikit terengah. Entah kenapa ada rasa kecewa saat Chanyeol mengakhirinya.

"Selamat liburan musim dingin sayang." Chanyeol berbisik tepat di telinga Baekhyun.

Namja tinggi itu kembali pada tempatnya, dan segera merapihkan semua barangnya untuk pulang ke rumah.

TBC~