Baekhyun telah kembali pulang setelah dirinya berhasil lulus ujian kedua.
Namja mungil ini melangkah menuju kamarnya.
Klek~
Baru saja ia memasuki kamar, tiba-tiba Kyungsoo mendekatinya dengan tatapan tajam.
"W-wae?" Baekhyun dengan berhati-hati.
"Yak! Kenapa kau menjadikan nomorku sebagai taruhan?!"
Baekhyun mencerna arah pembicaraan adiknya ini. Dan ya, ia paham dengan yang di maksud Kyungsoo.
"Dia terus memaksaku."
"Kenapa kau berikan padanya?"
"Apakah dia menggangu mu terus?"
"Lihatlah sendiri!" Kyungsoo memberi ponselnya.
Dan dapat Baekhyun lihat beberapa pesan pada layar persegi itu.
'Malam Kyungie, kau ingat aku? Namja sexy yang menemanimu saat senang ataupun susah.'
'Aku Kim Kai, pembalap yang sexy di Seoul.'
'Kenapa kau tidak membalas hmm? Ah, kau pasti gugup bukan? Santailah, aku tidak akan mengigitmu.'
'Mari liburan bersama di musim dingin, aku akan datang ke rumahmu.'
Baekhyun hanya menahan tawanya membaca pesan dari Kai yang menjijikan ini.
"Kau tidak membalasnya Kyung?"
"Tidak! Biarkan saja."
"Kalau begitu keluarlah, dia sudah menunggu di luar."
"Mwo?" Kyungsoo terkejut dengan ucapan Baekhyun yang santai itu.
"Ya, sepertinya dia benar-benar ingin berlibur musim dingin denganmu."
Kyungsoo langsung keluar dari kamar, untuk memastikan jika Baekhyun tidak berbohong.
Dan ya, dapat ia lihat Kai sudah berada di ruang tamu. Kyungsoo pun kembali ke kamar.
"Yak! Bagaimana bisa dia berada disini?"
"Kami lulus ujian secara bersama, dan dia mau mengantarkanku pulang."
"Kenapa kau mau diantar olehnya?"
"Wae? Bagiku itu tidak masalah. Sekarang keluarlah, dan temui dia." Baekhyun mendorong tubuh Kyungsoo keluar dari kamar.
Klek~
Baekhyun menutup pintu kamar begitu saja.
"Yak! Buka pintunya!" Kyungsoo memukul pintu kamar yang terkunci.
Baru saja ia berbalik, tubuhnya mematung saat mendapati Kai sudah berada di belakangnya.
"S-sejak kapan kau disini?" Tanya Kyungsoo sedikit mengangkat kepalanya untuk menatapnya.
"Sejak kau berisik sekali. Ada apa dengan kalian?" Balas Kai.
"Bukan urusanmu!" Kyungsoo menabrak bahu Kai, lalu melangkah menuju dapur.
Dan ya, Kai terus mengikuti namja kecil itu.
"Kenapa kau tidak membalas pesanku?" Tanya Kai memperhatikan Kyungsoo sedang membuat minuman.
"Apakah harus?"
"Tentu saja! Bagaimana jika kau berada di posisiku? Kau pasti akan sedih jika pesanmu tidak dapat balasan."
"Tapi sayangnya aku tidak pernah berada di posisi itu."
Kai terdiam sejenak menerima sikap dingin Kyungsoo padanya.
"Omo...kau membuatkan minum untukku?" Seru Kai saat Kyungsoo memberikan satu gelas minuman padanya.
"Minumlah, dan segera pulang!"
"Aisshh...jahat sekali kau mengusirku." Kai mengerucutkan bibirnya.
"Kau sudah mengantarkan Baekhyun, dan minuman ini untuk balas budi kebaikanmu. Jadi, apakah kau ada urusan lain?"
"Urusan aku adalah dirimu Kyungie..."
"Jangan panggil aku seperti itu!"
"Wae? Bukankah itu terdengar menggemaskan?"
Kyungsoo mengambil gelas yang berada di genggaman Kai, lalu meletakannya begitu saja sebelum namja tan itu meminumnya.
"Aku sedang sibuk. Silahkan pulang." Kyungsoo mulai mendorong tubuh Kai untuk keluar dari rumahnya.
"T-tunggu! Aku harus menghabiskan minuman itu." Kai menahan dorongannya, dan mencoba mengambil minumannya kembali.
Dengan beberapa tegukan, minuman itu berhasil ia habiskan.
"Ahhh nikmat sekali buatanmu Kyung."
"Sudah habis bukan? Mau keluar sendiri atau ingin ku tendang?" Ancam Kyungsoo.
"Ok, aku pulang. Sampai bertemu hari yang akan datang Kyungie..." Kai mengacak puncak rambut Kyungsoo. Dan beruntung ia langsung berlari keluar, sebelum namja kecil itu menendang bokongnya.
Chanyeol terlihat sudah rapih dengan jaket kulitnya, namja ini melangkah dengan hati-hati untuk keluar dari rumah.
Ya, ia tidak mau jika kakaknya melihatnya pergi keluar pada malam hari. Dan tentu saja sang kakak tau jika itu artinya Chanyeol akan kembali balapan liar di luar sana.
Chanyeol berusaha untuk tidak membuat suara apapun, namum sayangnya saat pintu berhasil terbuka, Yoora berhasil melihatnya.
"Mau pergi secara sembunyi hmm?" Yoora melipat tangan di dadanya.
"Aku sedang menikmati masa liburan. Apakah aku tidak boleh pergi?"
"Nikmati masa liburan tanpa balapan liar, aku tidak akan melarangnya."
"A-ani, aku tidak balapan."
"Kalau begitu aku ikut."
"Mwo? Kenapa nuna mau ikut?"
"Apakah masalah?"
"Tentu saja! Untuk apa nuna ikut ke arena--" Seketika Chanyeol terbungkam menyadari dengan ucapannya.
"Mwo? Arena? Arena apa? Arena balap?"
Brakk!
Dengan cepat, Chanyeol berlari keluar dan membanting pintu.
"Yak Park Chanyeol! Dasar anak nakal! Awas saja kau!" Pekik Yoora sangat kesal dengan prilaku adiknya itu.
Chanyeol langsung melajukan motor menuju tempat arena balap liar. Ya, walau bagaimana pun balap liar adalah hiburan untuknya.
Tiba di tempat, ia melihat Sehun dan Kai sudah berada di arena. Namun kedua matanya teralih pada namja mungil yang asik mengobrol dengan kedua temannya itu.
"Lihatlah boss kita sudah datang..." Seru Kai menepuk bahu Chanyeol.
"Kenapa bocah ini ada disini?" Chanyeol melirik Baekhyun.
"Yak! Seenaknya kau!" Protes Baekhyun.
"Tenanglah Yeol, dia hanya menjadi penonton." Jelas Sehun.
"Penonton?"
"Aku hanya bosan menang dalam pertandingan." Dengan bangganya Baekhyun menjawab.
"Ckck bahkan terakhir kali kau kalah denganku." Balas Chanyeol.
Pertandingan pun segera di mulai. Untuk kali ini Baekhyun benar-benar hanya menjadi seorang penonton, karena dirinya datang ke arena bersama Sehun.
Brummm~
Beberapa motor melaju cepat saat pertandingan di mulai. Kai dan Sehun ikut serta dalam pertandingan ini.
Baekhyun terus memperhatikan mereka yang melaju cepat sepanjang arena balap.
Cittt~
Brakkk!
Seketika semuanya terkejut mendapati pemandangan yang cukup mengerikan.
Sebuah motor tergelincir dan jatuh begitu saja.
"C-Chanyeol?" Baekhyun membulatkan matanya saat mengetahui jika motor yang terjatuh itu milik Park Chanyeol.
Dengan segera namja mungil ini berlari menghampiri Chanyeol. Sehun dan Kai pun langsung mendekati Chanyeol yang terbaring di jalan.
"Yeol!" Kai dan Sehun turun dari motor, lalu mendekati Chanyeol.
Helm yang di kenakan Chanyeol terlihat rusak, dan motornya pun rusak cukup parah pada bagian depan.
Baekhyun membuka helm itu, dan mendapati wajah Chanyeol yang terdapat luka.
"Argh kakiku!" Erang Chanyeol merasakan kakinya yang sakit.
Sehun dan Kai membantu Chanyeol beranjak berdiri dengan merangkulnya.
"Baek, kau bisa membawa motorku ke rumah Chanyeol? Aku akan menggunakan motor Kai untuk mengiringi kalian." Ujar Sehun.
Dan ya, Baekhyun pun menaiki motor milik Sehun. Chanyeol di bantu kedua temannya untuk naik ke atas motor yang akan di kendarai Baekhyun.
"Berpegangan pada Baekhyun jika kau tidak ingin jatuh terguling." Ujar Kai melingkarkan tangan Chanyeol di pinggang Baekhyun.
"Pelan-pelan saja Baek, kami akan di belakangmu." Sehun dan Kai mulai menaiki motor.
Baekhyun melajukan motor dengan perlahan dan hati-hati. Sebenarnya ia sedikit takut jika tiba-tiba Chanyeol pingsan. Karena namja itu terus bersandar pada bahunya.
"Yeol, kau masih sadar?" Tanya Baekhyun melirik ke arah spion untuk melihat keadaan Chanyeol.
"Mmm..." Gumam Chanyeol sebagai balasannya.
Baekhyun cukup lega setelah mendapat balasan dari Chanyeol. Namja mungil ini merasakan tangan Chanyeol yang semakin erat di pinggangnya. Ia merasa seperti Chanyeol sedang mendekapnya.
TBC~
