Pagi ini Kyungsoo mengajak Baekhyun untuk jogging bersama. Sebenarnya Baekhyun sangat malas olahraga yang satu itu, tapi adiknya ini terus saja memaksanya.
"Kau harus sering jogging hyung, itu tidak akan membuatmu cepat cidera saat balapan."
Sepanjang jalan Kyungsoo terus berceloteh membuat Baekhyun malas mendengarnya.
"Ah kita istirahat sebentar." Pinta Baekhyun menghentikan larinya dan duduk di rumput taman.
"Kau haus?" Tanya Kyungsoo.
"Omo...adik pengertian."
"Belilah untukku juga hyung."
Seketika senyuman Baekhyun pudar saat mendengar lanjutan Kyungsoo.
"Kau adalah adikku, kenapa kau yang memerintahkanku?"
"Tidak ada salahnya jika seoranh adik di manja bukan?"
"Ckck kau tak pantas di manja Kyung!" Akhirnya Baekhyun beranjak dari tempat lalu pergi mencari minum.
Dengan santai Kyungsoo menunggu di taman ini, ia merentangkan kedua kakinya dan sesekali merenggangkan ototnya.
"Pagi yang cerah bukan?"
Kyungsoo langsung menoleh pada seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingnya.
Ya, Kai. Namja tan itu datang dengan penampilan yang sedang jogging.
"Kau mengikutiku?" Tanya Kyungsoo menyelidik.
"Hanya tidak sengaja mengikuti." Dengan santai Kai menjawab.
"Kenapa kau terus saja datang eoh?"
"Karena itu sudah takdirku untuk datang padamu."
Sesungguhnya jika Kyungsoo bisa mencekik namja di hadapannya ini, ia akan mencekiknya sekarang juga. Namun tempat tidak memungkinkan untuk itu.
"Aisshh kenapa lama sekali membeli airnya." Gerutu Kyungsoo.
"Kau haus? Ayo kita cari minum bersama." Dengan seenaknya Kai menarik Kyungsoo untuk ikut melangkah bersamanya.
"Yak lepaskan! Bagaimana jika Baekhyun mencariku?"
"Kau bukan lagi anak kecil. Dan ku pastikan dia sedang bersama orang lain."
"Mwo?"
Saat Baekhyun terus mencari air minum, tak sengaja ia melihat Chanyeol.
Tunggu.
Sepertinya ada yang berbeda dengan namja tinggi itu.
"Sejak kapan dia bersepeda?" Pikir Baekhyun memperhatikan Chanyeol yang mengayuh sepeda tersebut.
Semakin dekat jarak mereka, Chanyeol sadar jika Baekhyun sudah melihatnya lebih dulu.
Dengan sengaja Baekhyun memblokir jalan namja itu yang segera menghentikan sepedanya.
"Ckck aku tau sepeda tidak akan membunuhmu jika tertabrak." Timpal Chanyeol.
"Omo...sejak kapan kau menjadi anak sepeda? Kemana motormu eoh?" Tanya Baekhyun terdengar mengejek.
"Nuna menyitanya sejak kecelakaan lalu."
Mendengar jawaban itu, seketika Baekhyun tertawa lepas. Dan ini sangat membuat Chanyeol jengkel.
"Minggirlah!"
Bukan minggir, Baekhyun melangkah ke belakang Chanyeol. Namja mungil itu menaiki sepeda Chanyeol, berdiri di belakangnya.
"Sepertinya menyenangkan berkeliling dengan sepeda. Beri aku tumpangan." Kedua tangan Baekhyun berpegang pada bahu lebar Chanyeol.
Tak mau ambil pusing, Chanyeol hanya bisa pasrah dengan namja mungil yang seenaknya menumpang.
Sepertinya Baekhyun melupakan sesuatu. Ya, ia melupakan Kyungsoo yang menunggu air minum darinya.
Ketika berkeliling sepanjang taman, tak sengaja Chanyeol melewati Kyungsoo dan Kai yang berjalan santai.
"Eoh? Bukankah itu Baekhyun?" Pikir Kyungsoo melihat punggung Baekhyun yang menjauh.
"Sudah ku katakan jika dia sedang bersama orang lain. Sepertinya itu Chanyeol." Sambung Kai.
"Yak! Baekhyun! Kau mau kemana?!" Pekik Kyungsoo mulai kesal.
Merasa terpanggil, Baekhyun menoleh dan baru sadar jika seharusnya ia membeli minum untuk Kyungsoo. Namun melihat adiknya itu bersama Kai, ia tidak yakin Kyungsoo akan di belikan minum.
"Mianhae..." Baekhyun melambaikan tangannya pada Kyungsoo yang terlihat jengah.
Sejak kejadian tadi pagi, Kyungsoo masih merajuk pada Baekhyun.
"Kau masih marah eoh? Bukankah Kai sudah menemanimu?" Baekhyun berusaha membujuk adiknya ini.
"..." Kyungsoo masih tak mau membalas Baekhyun.
"Ok, sebagai gantinya aku akan membawamu ke tempat yang banyak minumannya." Seru Baekhyun membuat Kyungsoo meliriknya.
Merasa gemas, Baekhyun segera menarik Kyungsoo setelah mengambil 2 jaket untuk dirinya dan adiknya ini.
"Naik mobil saja." Kyungsoo tak begitu suka jika harus pergi dengan sebuah motor. Terutama jika Baekhyun yang mengendarainya.
"Motor akan mempersingkat waktu Kyung. Sudahlah cepat naik!" Baekhyun sudah memakai helm dan menaiki motornya.
Mau tak mau Kyungsoo naik ke motor itu dan berpegangan pada pinggang Baekhyun.
"Jangan lebih dari 60km/jam!" Ujar Kyungsoo.
"Ya adikku sayang!" Balas Baekhyun menahan kesabaran.
Dan ya, Baekhyun tak berani melajukan motornya dengan cepat. Karena jika ia menarik gas sedikit cepat, Kyungsoo akan mencubit pinggangnya.
Tiba di tempat, Kyungsoo turun dari motor dan memperhatikan tempat yang di kunjungi.
"Kenapa kau membawaku ke club malam ini?" Protes Kyungsoo.
"Ayolah Kyung, kau harus sedikit berani untuk menjadi seorang namja. Bukankah kau juga kuat minum?" Baekhyun melangkah memasuki club itu di ikuti oleh adiknya ini.
Baru saja keduanya mendekati bar, tak sengaja mereka mendapati Chanyeol, dan Kai yang sudah berada di tempat.
"Eoh? Kalian?" Kejut Baekhyun.
"Omo! Kyungie, kau datang kesini juga? Itu tidak baik." Kai mulai mendekati Kyungsoo.
"Apakah kau ingin minum?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun.
"Ya, ini sebagai ganti rugiku pada Kyungsoo."
"Tapi aku tidak memintanya kesini!" Bela Kyungsoo.
"Namja kecil sepertimu tidak boleh minum Kyung." Ujar Kai membuat Kyungsoo terlihat tidak terima dengan ucapannya.
"Yak! Kau meragukanku eoh? Akan ku buktikan!" Dengan segera Kyungsoo memesan minuman pada bartender.
"Dimana Sehun?" Tanya Baekhyun.
"Kenapa kau mencarinya?" Balas Chanyeol acuh tak acuh.
"Ya--sepertinya aku belum melihatnya bersama kalian."
Beberapa minuman sudah tersedia untuk mereka berempat. Dengan santai mereka meneguknya, namun tidak untuk Kyungsoo. Namja ini meneguk cepat dan kembali menuangkan minumannya lagi.
"Yak Kyungie, kau jangan banyak minum! Bagaimana jika kau mabuk eoh?" Timpal Baekhyun.
"Aku tidak akan mabuk. Agar manusia hitam ini tau jika aku kuat dalam minum!" Balas Kyungsoo menatap tajam Kai.
"Biarkan dia." Tiba-tiba Chanyeol menarik lengan Baekhyun menjauh dari Kyungsoo dan Kai.
Keduanya tak perduli dengan mereka yang pergi. Kai masih memperhatikan Kyungsoo yang terus minum.
"Hentikan Kyung! Kau tidak bisa terus minum seperti ini." Kai menahan lengan Kyungsoo yang akan meneguk minumannya lagi.
"Wae? Kau akan tau jika akuemphhtt..."
Merasa gemas dengan Kyungsoo, Kai langsung membungkam bibir itu yang basah karena alkohol.
Dengan hati-hati Kai mencoba untuk melumat bibir Kyungsoo yang terasa manis.
"Eumpphh~" Entah karena efek alkohol atau tidak, Kyungsoo mulai menikmati ciuman yang diberikan Kai padanya.
Bahkan Kyungsoo membalas ciuman Kai dengan keberaniannya sendiri.
Jika tempat seperti ini, tidak ada yang perduli dengan ini semua. Mereka sibuk dengan diri masing-masing. Dan sudah tak heran lagi jika banyak hal panas yang terjadi pada sebuah club malam.
TBC~
