Chanyeol membawa Baekhyun pindah pada bar lain. Namun kali ini keduanya menempati sofa di depan bar.

Seorang bartender datang membawa dua minuman untuk kedua namja ini.

Dengan santai mereka meneguk minuman itu dan menikmati musik yang di mainkan DJ.

"Eoh? Minuman ini terasa sedikit aneh." Pikir Baekhyun saat menyesap minuman tersebut.

"Ku pikir hanya pemikiranku saja yang seperti itu." Sambung Chanyeol mulai memperhatikan minuman yang hanya sisa sedikit di gelas itu.

"Mungkin ini minuman baru." Baekhyun mulai tak perduli dan meneguk kembali.

Pada menit berikutnya kedua namja ini terlihat mulai gelisah bahkan keringat dingin.

"Yeol, apa kau merasa udara disini panas?" Tanya Baekhyun terlihat duduk dengan gelisah.

"Y-ya entah kenapa udara disini panas." Begitu pun dengan Chanyeol.

Perlahan mereka semakin mendekatkan jarak duduk bahkan tak ada space diantara mereka berdua.

Keduanya saling menatap diam entah apa yang ada di pikiran masing-masing, terlihat wajah mereka memerah.

"A-apakah minuman ini..." Tebak Baekhyun melirik ke arah gelas yang sudah kosong.

"Shit! Mereka memberikan sesuatu di dalam minumannya." Umpat Chanyeol.

Entah kenapa keduanya merasa berdebar dengan kondisi seperti ini.

"Y-Yeol..."

"Baek..."

Seperti satu tujuan, mereka mengarah pada sesuatu yang mengembung di balik celana mereka.

"Persetan dengan minumannya!" Tiba-tiba Chanyeol menarik Baekhyun dan melangkah dengan cepat menuju suatu ruangan.

Keduanya sudah berada di kamar dengan pencahayaan samar-samar.

Chanyeol memperhatikan wajah Baekhyun yang berkeringat dan memerah. Bahkan namja mungil itu terus mengigit bibir bawahnya menahan sesuatu.

"Ini akan menyiksa jika di tahan. Kau mau..."

"Mmpphh Yeolhh..."

Ucapan Chanyeol tergantung saat Baekhyun memotongnya dengan sebuah lenguhan berat, bahkan membuka celananya begitu saja.

Chanyeol meneguk salivanya ketika mendapati pemandangan yang menurutnya sangat indah.

Merasa tak tahan, namja tinggi itu mendekati Baekhyun yang terlihat sensual malam ini.

"Eummphhh~"

Ya, Chanyeol meraup bibir tipis itu dengan agresif. Tangannya mulai meraih milik Baekhyun, lalu meremasnya gemas.

Ingin sekali Baekhyun mengerang saat merasakan miliknya berkendut karena mendapat pelayanan dari Chanyeol, namun ia hanya bisa melenguh di sela ciuman panasnya.

Tak mau kalah, Baekhyun mulai berani membuka celana Chanyeol dan meraih banana besar itu untuk ia mainkan.

"Eummpphh~"

Keduanya mulai merasakan sensasi yang luarbiasa dengan permainan masing-masing.

Chanyeol meraih tangan Baekhyun lalu membawanya untuk menggantung pada leher jenjangnya. Ciuman mereka pun terlepas.

"Aahhh~Yeolhhh~" Baekhyun meremas surai Chanyeol saat namja itu menggesekan dua banana di bawah sana.

Tubuh mungil itu di dorong hingga membentur dinding kamar, dan tubuh yang lebih besar menguncinya tanpa memberi ruang.

"Lebarkan kakimu Baek." Bisik Chanyeol membuat Baekhyun menurutinya.

Jleb~

"Arrghhh nghhh~"

Sakit dan nikmat di waktu bersamaan saat Baekhyun merasakan milik Chanyeol menusuknya di bawah sana.

"Aaahhh~aaahhh~" Tubuh Baekhyun tergesek dinding ketika Chanyeol terus menusuk-nusuk miliknya di dalam.

"Mpphhh kau nikmat Baek. Aku bersumpah nghhh..." Chanyeol menekan pinggulnya dan menghentakan miliknya untuk semakin masuk ke dalam sana.

"Yahh disana Yeolhhh mmpphh~" Baekhyun semakin mendapat kenikmatan ketika Chanyeol menemukan titiknya.

Tanpa menghentikan pergerakan, Chanyeol mencoba untuk membuka bajunya dan baju Baekhyun. Ya, kini semua pakaian mereka berserakan dimana-mana.

"Chanhh Yeolhh aahh~" Perasaan Baekhyun semakin terbang saat Chanyeol menciumi area dadanya, bahkan mulai menyesap kuat nipple yang terlihat tegang itu.

"Ngghh~asshhh..." Kepala Baekhyun memutar dengan pergerakan sensual ketika Chanyeol menciptakan jejak di leher mulusnya.

Cum~

"Hhhh..." Satu tembakan berhasil Chanyeol sembur di dalam sana.

Keduanya saling mengatur nafas yang terengah.

"Kau memang gila jika melakukan ini Yeol." Timpal Baekhyun masih mengatur nafasnya.

"Tapi kau menikmatinya bukan?" Chanyeol menyeringai.

"Ok, lepaskan dia sekarang." Pinta Baekhyun menyadari jika milik Chanyeol masih bersarang di bawah sana.

"Tidak sekarang Baek."

"Mwo?"

Tiba-tiba Chanyeol mengangkat tubuh mungil itu, lalu membawanya dan membaringkannya di atas tempat tidur.

"Kau membuatku candu dan selalu menginginkan lebih." Bisik Chanyeol menindih tubuh mungil itu.

"Tapi--nghhh~aahhh~" Baru saja Baekhyun protes, ia kembali mendesah karena Chanyeol mulai menggerakan miliknya di dalam sana.

"Aku menyukai suaramu yang indah itu." Chanyeol memutar pinggulnya dengan gerakan perlahan.

"Faster Yeolhh nghhh~"

"Nikmati pergerakanku Baek." Chanyeol menatap lekat wajah cantik itu, sesekali mengecup pelipisnya.

"Demi apapun aaahhh ini kegilaan yang nikmat mphhh~" Chanyeol menahan tawanya mendengar ucapan Baekhyun.

"Jangan berikan ini pada siapapun selain diriku." Chanyeol berbisik dan mengusap lembut surai Baekhyun.

"Nghhh~aaahhh~aaahh~"

Kaki Baekhyun terangkat dan melingkar erat pada pinggang Chanyeol. Ini cukup mempermudah pergerakan namja besar itu.

Entah sudah berapa kali keduanya mencapai klimaks, namun permainan belum berhenti begitu saja.

Drrrtt~

Ponsel Baekhyun bergetar tanda panggilan masuk, ia pun beralih pada ponselnya. Dengan susah payah, ia mengambil ponselnya di ujung tempat tidur.

"Kyungsoo?"

Chanyeol merampas ponsel itu dari tangan Baekhyun, lalu meletakannya kembali di atas meja.

"Biarkan saja. Aku tidak mau siapapun merusak suasana."

Baekhyun hanya terdiam menatap Chanyeol yang tidak pernah lelah mencumbunya.

"Dia pasti mencariku. Mau sampai kapan kita seperti ini eoh?"

"Bagaimana jika sampai pagi?"

"Mwo?! Arrrghhh aaaahhh Yeolhhh~"

Chanyeol mulai mempercepat pergerakannya yang random. Bahkan tubuh Baekhyun ikut tersentak.

Namja mungil itu tidak bisa berbuat apa-apa karena bagaimana pun tenaga Chanyeol jauh lebih kuat darinya. Dan ya, ia hanya bisa melenguh juga mendesah menikmati permainan gila Park Chanyeol.

TBC~