Salju pertama di musim dingin telah turun menghujani seluruh kota Seoul.
"Kyungie, salju sudah turun!" Baekhyun berseru memandangi salju dari balik kamar.
"Lalu?" Balas Kyungsoo acuh tak acuh. Laki-laki ini masih asik dengan buku yang ia baca.
"Kau tidak ingin keluar menikmati salju?" Usul Baekhyun menoleh pada adiknya itu.
"Kenapa kau terlihat seperti tidak pernah merasakan salju? Bahkan setiap tahun kau melihat dan merasakan salju."
Baekhyun benar-benar menahan kesabarannya menghadapi adiknya yang selalu berbanding terbalik dengannya.
"Ayolah Kyung, aku selalu menyukai salju pertama." Baekhyun mulai mendekati Kyungsoo dan merampas buku itu.
"Mau kemana?" Kyungsoo akhirnya menyerah.
"Gurae, untuk kali ini aku akan menuruti pendapatmu. Apa yang kau inginkan?" Tanya Baekhyun membuat Kyungsoo mulai berpikir untuk memanfaatkan kesempatan ini.
Baekhyun terus menunggu usulan Kyungsoo yang masih berpikir dengan wajahnya yang lugu.
"Aisshh...kenapa lama sekali eoh? Kau membuatku gemas Kyung!"
"Barbeqeu?" Usul Kyungsoo.
"Mwo?"
"Sudah lama kita tidak makan di luar bukan? Kau sibuk dengan motormu."
"Aigooo...ku anggap kau merindukanku. Gurae, kkaja..."
Mereka pun segera menuju tempat makan. Namun kali ini, Baekhyun mengemudi mobil. Ya, karena cuaca sangat dingin, mengendarai motor akan semakin membuatnya beku.
Tiba di tempat, kedua saudara kandung ini melihat pengunjung restoran makanan yang cukup ramai.
"Apakah masih ada tempat?" Tanya Kyungsoo.
"Hanya tersisa satu." Jawab pelayan tersebut.
"Gurae, berikan itu pada kami." Sambung Baekhyun.
"Untuk lima orang?"
"Ye? Kami hanya--" Baru saja Kyungsoo angkat bicara, tiba-tiba seseorang yang melanjutkannya.
"Ya, untuk lima orang!"
Seketika keduanya menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya mereka mendapati Kai, Sehun, dan Chanyeol sudah berada di belakang mereka entah sejak kapan.
"Sejak kapan kalian disini?" Tanya Baekhyun.
"Sejak kalian memesan tempat." Jawab Sehun dengan santai.
"Itu tersisa satu, kami pun lapar. Tidak ada salahnya makan bersama bukan?" Pinta Kai sesekali melirik Kyungsoo.
"B-baiklah kalian bisa bergabung dengan kami." Balas Baekhyun sekilas melirik ke arah Chanyeol yang menatapnya datar.
Mereka pun segera menempati tempat makan. Ketiga namja tinggi itu duduk berhadapan dengan Baekhyun dan Kyungsoo.
Peralatan memanggang telah tersedia, dan daging pun telah di bawakan oleh pelayan restoran.
Kyungsoo langsung mengambil alih untuk matangkan irisan daging tersebut.
"Bagaimana bisa kita selalu bertemu eoh?" Pikir Baekhyun.
"Ini adalah tempat rekomen dari Chanyeol. Apakah kalian janjian secara diam-diam?" Goda Kai melirik Chanyeol dan Baekhyun secara bergantian.
"Mwo? Ani! Tempat ini sudah menjadi favoritku untuk makan barbeqeu." Sanggah Chanyeol.
"Yak Kai-ya, sebaikanya kau bantu Kyungsoo." Timpal Sehun membuat Kai sadar diri.
"Omo! Mianhae Kyungie..." Kai langsung beralih pada Kyungsoo dan membantunya membalikan irisan daging itu.
"Kenapa lama sekali eoh? Aku sudah lapar Kyung..." Baekhyun mulai memakan sedikit demi sedikit salada di hadapannya.
"Ckck tidak sabar sekali! Berikan mangkukmu hyung."
Dengan semangat Baekhyun memberikan mangkuknya pada Kyungsoo yang meletakan beberapa iris di dalamnya.
"Gomawo uri Kyungie~"
"Bagaimana dengan calon suamimu ini Kyung? Kau harus melayani suamimu dengan baik."
"Sekali lagi bicara seperti itu, akan ku lempar panggangan ini di wajahmu." Ancam Kyungsoo namun tetap memberi mangkuk yang sudah terisi barbeque itu pada Kai.
"Kalian berdua tunggu yang selanjutnya akan matang." Ujar Kyungsoo pada Chanyeol dan Sehun.
"Aisshh curang sekali!" Gerutu Chanyeol.
Sehun beralih pada Baekhyun yang asik menikmati makanannga itu.
"Apakah enak?" Tanya Sehun membuat Baekhyun menoleh.
"Sangat enak! Kau mau mencoba terlebih dulu?"
"Berikan aku satu suapan."
Baekhyun pun menyuapkan Sehun dengan barbeque yang terbungkus salada.
Sepasang mata pun memperhatikan keduanya yang memang duduk berhadapan.
"Ini untukmu Chanyeol-sshi!" Chanyeol pun beralih pada Kyungsoo yang memberikan mangkuk berisi barbeqeu itu.
Setelah semuanya sudah mendapat bagian, mereka pun segera menikmati makanan bersama.
Uhuukkk~
Tiba-tiba Baekhyun tersendak di sela makannya. Dapat di lihat Sehun memberikan botol minumannya yang bahkan telah ia minum sebelumnya.
Entah kenapa ada yang berbeda dari pandangan Chanyeol ke arah Baekhyun dan Sehun.
"Makan pelan-pelan!" Ujar Kyungsoo.
"Ah...aku kenyang!" Baekhyun mulai bersandar pada dinding.
Setelah selesai makan, mereka semua beranjak dari tempat. Saat Baekhyun ke kasir, Sehun dan Chanyeol mengikuti. Sedangkan Kyungsoo dan Kai sudah menunggu di luar.
"Biarkan aku yang bayar!" Ucap Sehun.
"Mwo?" Kejut Baekhyun.
Namun ketika pelayan kasir menjumlahkan pembayarannya, tiba-tiba Chanyeol mengeluarkan dompet dan memberi uang pada sang kasir. Setelah itu, ia pergi begitu saja membuat Baekhyun dan Sehun terdiam sejenak.
"Ini kembaliannya." Pelayan kasir itu memberikan kembalian uang Chanyeol pada Baekhyun.
Sehun dan Baekhyun pun segera keluar restoran.
"Yeol, ini kembalianmu." Baekhyun memberi kembalian uang itu pada Chanyeol yang terlihat mulai bersikap dingin.
"Ambillah. Anggap saja sebagai tumpangan tempat. Ayo kita pulang." Chanyeol masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Kai dan Sehun.
"Ada apa dengannya?" Pikir Kai.
"Sudah tidak heran jika sikapnya seperti itu." Balas Sehun.
"Gurae, kami pun akan pulang." Seru Baekhyun.
"Omo...kita harus berpisah lagi Kyung." Kai mengerucutkan bibirnya.
"Sayangnya aku bahagia untuk itu." Balas Kyungsoo acuh tak acuh.
"Hati-hati mengemudinya." Ujar Sehun.
"Nde! Annyeong~" Baekhyun dan Kyungsoo segera masuk ke dalam mobil.
Begitu pun dengan Sehun dan Kai yang segera masuk ke dalam mobil Chanyeol.
Sepanjang jalan, Baekhyun masih memikirkan sikap Chanyeol yang terkadang berubah. Bahkan terakhir kali sikapnya masih biasa saja padanya. Namun sekarang namja itu mulai bersikap dingin lagi.
'Ckck sikapnya sangat sulit ku tebak. Terkadang dia bersikap biasa saja, bahkan pada waktu tertentu ia menunjukan sikap manisnya. Tapi kenapa sekarang dingin lagi?'
'Apakah aku melakukan ke salahan?' Baekhyun terus membatin.
"Jangan melamun hyung!" Timpal Kyungsoo menyadari kakaknya seperti memikirkan sesuatu.
"Kyung, jika aku melakukan sikap menjengkelkan, apakah kau akan kesal?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja! Semua orang pun akan kesal jika siapapun bersikap menjengkelkan."
'Kapan aku bersikap menjengkelkan? Bahkan aku hanya terus makan.'
*TBC~
