Baekhyun terlihat sudah rapih dengan penampilannya. Pandangan Kyungsoo pun beralih pada kakaknya itu.
"Mau kemana? Bahkan di luar sana sangat dingin hyung."
"Aku pun tak tau." Baekhyun terlihat memakai 3 lapis baju beserta mantel.
"Mwo? Jawaban macam apa itu."
"Karena Sehun yang memintaku menemaninya ke suatu tempat."
"Namja tinggi yang kulitnya berbanding terbalik dengan Kai bukan?"
"Kasihan sekali nasib Kai harus ter-bully oleh adikku ini." Baekhyun menahan tawanya.
"Dia pantas mendapatkan itu."
Tinnn~
Terdengar suara klakson mobil dari luar sana. Kyungsoo pun melihat dari balik jendela kamar.
"Sepertinya dia sudah datang. Kalau begitu aku pergi." Baekhyun segera keluar dari kamar.
Selama di kamar, Kyungsoo memperhatikan Sehun yang menunggu Baekhyun keluar.
"Apakah Baek hyung sedang di perebutkan 2 orang sekaligus?" Entah kenapa Kyungsoo berpikir seperti itu.
Baekhyun segera masuk ke dalam mobil saat dirinya sudah menghampiri Sehun.
"Baru saja keluar aku sudah membeku. Ah, beruntung mobilmu hangat." Celoteh Baekhyun menggosokan telapak tangannya.
"Maafkan aku memintamu keluar pada saat udara dingin seperti ini." Sehun melajukan mobilnya cukup santai.
"Gwaenchana! Lagi pula ini memang musim dingin. Kita mau kemana?"
"Pet shop! Aku ingin membeli perlengkapan Vivi."
"Vivi?"
"Ya, dia anjing kecil milikku."
"Omo...kau mempunyai hewan peliharaan?"
"Nde! Kau mau melihat Vivi?"
"Apakah bisa?"
"Tentu saja! Karena hari ini aku akan menjemputnya yang berada di rumah sakit hewan."
"Mwo? Dia sakit?"
"Sepertinya dia tidak terawat sejak aku di asrama."
"Aigooo...dia pasti merindukanmu, maka dari itu dia sakit."
"Ye?"
"Ya, ada yang mengatakan jika terlalu merindukan seseorang, dia akan sakit." Kekeh Baekhyun membuat Sehun ikut terkekeh.
Tiba di rumah sakit hewan, Sehun dan Baekhyun mendapati Vivi yang di bawa seorang perawat tersebut.
"Annyeong Vivi-ya...!" Baekhyun mengusap kepala anak anjing putih itu yang sudah berada di gendongan Sehun.
"Bisa kau pegang selama aku mengemudi?" Pinta Sehun.
"Gurae, berikan Vivi padaku." Baekhyun mulai menggendong anak anjing putih itu.
Dengan segera mereka menuju Pet shop. Dan selama perjalanan, Sehun sesekali melirik Baekhyun yang terlihat gemas dengan Vivi.
"Ah kenapa kau lembut sekali eoh? Ini membuatku geli!"
Dapat Chanyeol dengar suara Baekhyun dengan tawanya dari dalam rumah Sehun.
"Ah...hentikan ini benar-benar geli!"
Setelah selesai dengan semuanya, Sehun membawa Baekhyun ikut ke rumahnya.
'Bukankah itu suara Baekhyun? Kenapa dia disini? Dan apa yang mereka lakukan?' Batin Chanyeol yang masih berdiri di depan pintu rumah Sehun.
"Kau menikmati Baek?" Kali ini terdengar suara Sehun.
Merasa geram, Chanyeol tak lagi menekan bel melainkan mengetuk pintu dengan keras.
Tak lama kemudian Sehun pun membukakan pintu untuk temannya ini.
"Yeol?" Sehun cukup terkejut dengan kehadiran Chanyeol.
Namja tinggi ini langsung masuk begitu saja tanpa permisi dengan pemilik rumah.
Langkahnya terhenti saat melihat Baekhyun bermain dengan Vivi.
"Eoh? Chanyeol?" Baekhyun menyadari kedatangan Chanyeol yang berdiri tak jauh darinya.
"Ada apa Yeol?" Tanya Sehun kembali mendekati.
Chanyeol terus memperhatikan Baekhyun dan Sehun secara bergantian.
"Kenapa dia disini?" Tanya Chanyeol pada Sehun.
"Aku memintanya untuk menemaniku menjemput Vivi dan kami ke Pet shop. Itu saja."
"Apa kau sudah selesai disini?" Kali ini Chanyeol beralih pada Baekhyun.
"Ye?"
"Pulanglah!"
"Mwo? Kenapa kau mengusirku? Bahkan Sehun saja tidak mengusirku."
Tiba-tiba Chanyeol melangkah mendekati Baekhyun. Ia menarik Baekhyun hingga Vivi terlepas dari namja mungil itu.
"Yak! Ada apa denganmu eoh?" Gertak Baekhyun saat Chanyeol terus menariknya melangkah untuk keluar.
"Tunggu Yeol." Sehun menahan Chanyeol yang berhasil terhenti.
"Dia sudah selesai menemanimu bukan? Kau tidak perlu mengantarnya."
Sehun dan Baekhyun benar-benar bingung dengan sikap Chanyeol ini.
Baru saja Chanyeol melangkah kembali, namun ia berhenti sejenak dan menoleh pada Sehun yang masih terdiam.
"Bisakah kau tidak terlalu dekat dengannya?"
"Ye?"
"Kau temanku bukan? Jadi jangan membuatku membencimu karena ini."
Chanyeol melajukan mobilnya dengan cepat, dan ini cukup membuat Baekhyun takut. Karena ini menyangkut nyawanya juga.
"Yak Park Chanyeol! Pelankan mobilmu."
Namja itu masih tak mendengarkan dan terus melajukan mobilnya.
"Pelankan mobilnya, atau aku turun dari sini!"
Cittt~
Mobil berhenti seketika. Dan ini cukup membuat Baekhyun terkejut.
"Aisshh kau mau mati? Kalau begitu jangan mengajakku!"
"Turunlah."
"Mwo?"
Chanyeol menoleh pada Baekhyun yang masih terlihat bingung.
"Kau mau turun karena tidak ingin ku ajak mati bukan? Jadi, turunlah."
"Ada apa denganmu eoh?"
"Apa perdulimu?"
"Kau yakin berani bunuh diri? Kalau begitu ayo lakukan di hadapanku. Lajukan mobilmu!" Baekhyun mulai menantang.
Untuk beberapa detik Chanyeol terdiam menatap Baekhyun.
Hingga akhirnya namja itu benar-benar melajukan kembali mobilnya dengan cepat.
Terlihat Baekhyun menutup matanya rapat-rapat dan genggaman tangannya yang kuat pada seatbelt itu.
Pada menit berikutnya, Baekhyun tak merasakan mobil yang melaju. Ia pun membuka matanya dan mendapati dirinya sudah berada di depan rumahnya.
Namja mungil ini pun menoleh pada Chanyeol yang masih terlihat dingin.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Park Chanyeol. Tapi aku tak perduli untuk itu. Karena aku merasa tidak melakukan kesalahan." Baekhyun membuka seatbelt.
"Jika aku salah, aku akan meminta maaf. Gomawo sudah mengantarku."
Baru saja Baekhyun ingin membuka pintu mobil, tiba-tiba Chanyeol menariknya, lalu mencium bibir tipis itu.
Baekhyun benar-benar terkejut saat Chanyeol meraup bibirnya begitu saja.
Tubuhnya tak bisa bergerak dan tak bisa menghindar karena Chanyeol menahan tangannya cukup kuat.
Untuk beberapa menit Baekhyun hanya bisa pasrah dengan perlakuan Chanyeol padanya.
Hingga akhirnya namja itu melepaskan tautannya yang secara sepihak. Keduanya saling menatap dan mengatur nafas yang terengah.
"Aku tidak suka kau dekat dengannya. Jangan membuatku membenci Sehun karena dirimu." Chanyeol mulai angkat bicara.
"Apa maksudmu?"
"Kau milikku!"
Deg!
Seketika jantung Baekhyun seperti berhenti detik ini juga. Entah kenapa satu kalimat itu membuat perasaannya berdebar.
*TBC~
