Pintu kamar terbuka, dan Kyungsoo pun mendapati Baekhyun yang kembali pulang.
"Ada apa dengan wajahmu hyung?" Tanya Kyungsoo memperhatikan wajah kakaknya itu.
"Ye? Memang ada apa dengan wajahku?" Baekhyun menepuk-nepuk pelan kedua pipinya.
"Apakah kau begitu kedinginan hingga wajahmu memerah seperti itu?"
"Mwo?"
"Dan sepertinya kau pulang dengan mobil berbeda. Ku pikir itu bukan mobil Sehun. Kau pulang dengan siapa?"
Entah kenapa semua pertanyaan Kyungsoo membuat Baekhyun gugup.
"Dengan Chanyeol."
"Namja tinggi angkuh itu? Kenapa bisa dengannya?"
"Dia tak sengaja main ke rumah Sehun, lalu dia mengantarku pulang."
Kyungsoo hanya mengangguk tanda mengerti. Lalu kembali berbaring di atas tempat tidurnya.
Baekhyun pun ikut membaringkan diri di tempat tidurnya. Namja mungil ini menatap langit-langit dengan pikirannya masih terbayang ucapan Chanyeol.
"Kyung..." Baekhyun mencoba memanggil Kyungsoo, berharap adiknya itu masih meresponnya.
"Hmmm?"
"Kalimat 'milikku', menurutmu apa yang bisa menjadikan itu?"
"Milikku, itu artinya objek itu sudah kita miliki."
"Aisshh ya aku tau untuk pengertian itu! Maksudku, kenapa dia bisa mengatakan jika itu adalah miliknya?" Gerutu Baekhyun.
"Ya karena...mmmm..." Kyungsoo sedikit berpikir.
"Jika itu barang, berarti barang itu sudah ia beli. Dan dia berhak mengatakan jika barang itu miliknya." Lanjut Kyungsoo.
"Lalu bagaimana jika objek itu manusia?"
"Ye?"
"Maksudku, bagaimana jika orang itu menganggap seseorang adalah miliknya."
"Ya karena orang itu adalah pasangannya. Jadi bisa saja dia mengatakan itu."
"Jika bukan kekasihnya? Apakah dia bisa mengatakan kalau orang itu miliknya?"
Kyungsoo mulai jengah mendengar semua pertanyaan Baekhyun.
"Tidak! Bagaimana bisa dia dengan seenaknya mengatakan hal itu jika tidak terjadi hubungan apapun."
"Kenapa kau bertanya tentang ini eoh?" Kyungsoo mulai mencurigai kakaknya itu.
"A-ani! Sudahlah tidur lagi sana." Baekhyun menari selimutnya menutupi wajahnya.
Keesokan harinya, Baekhyun cukup terkejut dengan ke datangan Sehun yang sudah berada di depan rumahnya.
"Eoh ada apa?" Tanya Baekhyun.
"Yunho seonsaengnim memberi kabar untuk kita."
"Kabar? Kenapa aku tidak mendapat kabar apapun?"
"Dia tidak mempunyai nomormu Baek. Maka dari itu aku menjemput untuk pergi ke tempat pelatihan."
"Mwo? Apakah ada hal penting?"
"Entahlah. Ayo segera kesana!"
Keduanya segera masuk ke dalam mobil yang di kemudi Sehun.
Tiba di tempat, keduanya melangkah menuju ruangan Yunho. Dan di dalam ruangan sudah terdapat Chanyeol juga Kai.
Terlihat tatapan dingin dan tak suka dari kedua mata Chanyeol yang tertuju pada Sehun dan Baekhyun.
"Maaf kami terlambat." Ucap Baekhyun pada Yunho.
"Gwaenchana. Dan maaf aku telah menganggu liburan kalian."
"Ada apa seonsaengnim meminta kami kesini?" Tanya Kai.
"Ada hal penting yang harus ku beritahu kalian."
Mereka semua mulai terlihat serius dan penasaran.
"Awal musim semi nanti, kita akan mengikuti arena balap di Tiongkok. Pembalap baru dari beberapa negara pun akan menghadirinya."
Mendengar penjelasan itu membuat mereka semua terlihat gugup dan berdebar.
"Jadi, apakah kalian siap untuk mengikuti arena balap itu?"
"Apakah itu artinya liburan kami akan menjadi masa pelatihan serius?" Tanya Chanyeol.
"Tentu saja, kalian harus berlatih dari sekarang."
"Aku siap! Ini adalah hal yang ku tunggu!" Seru Baekhyun.
"Kalau begitu kalian siapkan barang-barang kalian, dan kembalilah ke asrama besok."
"Nde!"
Mereka semua pun keluar dari ruangan Yunho.
"Sepertinya kau sangat antusias Baek." Pikir Sehun.
"Ini adalah impian yang ku tunggu. Aku ingin merasakan balap di arena yang sesungguhnya."
"Pertandingan kali ini sangat berat Baek, kau harus berlatih keras jika ingin menang." Ujar Kai.
"Ayo semangat untuk kita semua!" Seru Baekhyun dengan senyuman lebarnya.
Merasa gemas, Sehun mengacak puncak rambut namja mungil itu. Dan ya, tentu aja sepasang mata terus memperhatikannya.
Tiba-tiba Chanyeol berlalu dari ketiga namja ini. Bahkan dengan sengaja ia menabrak bahu Sehun.
Terlihat smirk di sudut bibir Sehun yang memperhatikan Chanyeol pergi begitu saja.
Flashback On#
Ketika Chanyeol baru saja tiba di rumahnya, ia mendapati Sehun yang bersandar pada mobilnya yang terparkir di depan gerbang.
Chanyeol pun keluar dari mobil, lalu menghampiri Sehun. Entah ada apa temannya ini datang, bahkan baru beberapa jam lalu mereka bertemu.
"Ada apa kau kesini?" Chanyeol terdengar dingin. Sepertinya namja ini masih sedikit kesal.
"Apakah kau berkencan dengan Baekhyun?" Tanpa basa basi, Sehun mulai bertanya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Karena aku harus mendapat jawaban dari semua ucapanmu di rumahku tadi."
"Apakah karena rasa penasaranmu itu, kau datang kesini?"
"Park Chanyeol, kau tidak bisa bersikap seenaknya pada seseorang."
"Kau sudah tau dengan sikapku bukan?"
"Ya, tapi tidak untuk ini Yeol. Bisa kau jelaskan kenapa kau bersikap seperti itu pada Baekhyun?"
"Kenapa? Kau tidak terima dengan itu? Kau menyukainya?"
Mendengar pertanyaan itu membuat Sehun menyeringai dan menatap Chanyeol cukup menantang.
"Kau tidak berhak melarangnya dekat dengan siapapun Yeol. Karena kau bukan kekasihnya."
Telinga Chanyeol terasa panas saat menerima ucapan itu dari Sehun.
"Pergilah. Aku tidak mau berdebat dengan seorang teman." Chanyeol kembali melangkah ke mobil.
"Apakah kau menyukai Byun Baekhyun?" Tanya Sehun membuat langkah Chanyeol terhenti.
Flashback Off#
*TBC~
