Hari ini Baekhyun mengunjungi asrama, ia pun telah mendapat izin dari Yoora. Ya, dirinya akan menginap disini karena ia mendapat kabar jika besok Chanyeol dan yang lainnya akan di berangkatkan ke Tiongkok untuk menjalankan masa karantina.

Waktu memang berlalu begitu cepat. Bahkan perut Baekhyun sudah sedikit membentuk.

Namun ketika tiba di asrama, tidak ada Chanyeol di dalam kamar. Merasa tau dimana keberadaan Chanyeol, Baekhyun segera menuju tempat pelatihan.

Terdapat Sehun dan Kai yang baru saja keluar dari lapangan.

"Eoh? Baek?" Keduanya cukup terkejut ketika mendapati namja mungil itu hadir.

"Kalian sedang berlatih?" Tanya Baekhyun.

"Ya, dan sekarang kami mengambil istirahat." Jawab Kai.

"Chanyeol masih di lapangan. Kau tau? Dia sangat berlatih keras. Anak itu seperti tak pernah lelah untuk terus berada di lapangan." Jelas Sehun.

"Sehun benar Baek. Sepertinya Chanyeol mempunyai tekad untuk menjadi juara arena balap." Sambung Kai.

"Ada apa kau kesini? Tidakkah kau membawa Kyungsoo juga?" Tanya Kai terkekeh.

"Kyungsoo sedang sibuk. Dan aku kesini membawa makan untuk kalian semua. Makanan itu ada di asrama."

"Ah aku mengerti. Kau kesini karena besok kami akan berangkat ke Tiongkok bukan?" Tebak Sehun hanya di balasan kekehan dari Baekhyun.

"Kau mau aku menghentikan latihan Chanyeol?" Tanya Kai.

"Andwae. Biarkan dia, aku tidak mau mengganggunya."

Mau tak mau, mereka pun menunggu Chanyeol selesai latihan.

"Baek, bisakah kau hubungi Kyungsoo?" Pinta Kai.

"Untuk apa?"

"Jebal..."

Sehun mulai jengah dengan Kai yang kembali menjengkelkan.

Baekhyun pun menuruti permintaan Kai untuk menghubungi Kyungsoo.

"Kyung, ada yang ingin bicara denganmu." Baekhyun segera memberi ponselnya pada Kai ketika Kyungsoo menerima panggilan tersebut.

"Yeoboseyo uri Kyungie~"

"Ckck ada apa kau menghubungiku?"

"Wae? Kau tidak merindukanku hmm? Bahkan besok aku akan ke Tiongkok."

"Lalu apa urusannya denganku?"

"Aigooo...bersikaplah lembut sedikit Kyung."

"Tidak untuk kalian! Kecuali Sehun."

"Mwo? Kenapa hanya Sehun pengecualian?"

"Karena dia lebih pendiam diantara kalian."

"Aisshhh aku cemburu kalau begitu!"

"Terserah padamu!"

"Tidak bisakah kau mengantarku ke bandara bersama Baekhyun?"

"Untuk apa?"

"Ayolah Kyung, aku butuh semangat darimu agar aku berhasil bertanding."

"Kenapa aku?"

"Karena kau vitamin untukku."

Tut~

Seketika panggilan di putuskan oleh Kyungsoo.

"Yak Kyungie..." Kai masih berusaha memanggil Kyungsoo di sebrang sana, namun panggilan lebih dulu terputus.

Baekhyun dan Sehun hanya tertawa melihat wajah menyedihkan Kai.

Tak lama kemudian, Chanyeol keluar dari lapangan dan menghentikan latihannya.

"Yeol?" Panggil Kai membuat Sehun dan Baekhyun menoleh namja tinggi itu.

"Kau datang?" Chanyeol menghampiri Baekhyun yang bersama kedua temannya.

"Akhirnya kau selesai latihan. Perutku sudah lapar." Gerutu Kai.

"Apa hubungannya denganku?"

"Baekhyun membawakan makanan untuk kita. Dan kami harus menunggumu selesai latihan." Jelas Sehun membuat Chanyeol melirik Baekhyun.

"Ayo kembali ke asrama." Ujar Baekhyun.

"Ppali~" Kai merangkul Chanyeol untuk segera ikut ke asrama.

Tiba di asrama, Sehun dan Kai masuk ke kamar Chanyeol. Dan ya, terdapat beberapa makanan yang di beli Baekhyun.

Dengan segera, mereka semua menyantap makanan tersebut.

"Kai-ya, kau harus masuk 10 besar. Dan aku akan merestuimu dengan Kyungsoo."

Mendengar kalimat itu membuat Kai tersendak dan tersenyum lebar.

"Jjinjayo? Kalau begitu akan ku pastikan aku masuk 10 besar!" Kai terlihat bersemangat.

"Lalu apa untukku? Aku pun harus di beri semangat." Protes Sehun.

"Ah sayangnya aku hanya mempunyai satu adik. Atau..." Baekhyun menggantungkan ucapannya membuat mereka bertiga masih menunggu kelanjutannya.

"Kau tunggu anak ini terlahir. Akan ku jodohkan nanti." Seketika Baekhyun tertawa lepas di hadapan mereka bertiga.

Dan ya, Kai pun ikut tertawa dengan menepuk bahu Sehun karena merasa gemas.

"Sabar bro..." Goda Kai terdengar menjengkelkan.

"Tidak! Aku tidak mau anak itu di jodohkan oleh temanku ini." Protes Chanyeol.

"Yak, memangnya aku mau menjadi pedopil eoh?" Sehun membela diri.

Sementara Chanyeol dan Sehun berdebat, Baekhyun maupun Kai hanya asik tertawa.

Selesai makan, Sehun dan Kai kembali ke kamar mereka, meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

"Kau tidak pulang?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun yang berbaring di tempat tidurnya.

"Kau mengusirku eoh?"

"Ini sudah malam--"

"Waktunya tidur..." Baekhyun menyambungkan ucapan Chanyeol yang terpotong.

"Kau menginap disini?"

"Ya, aku sudah minta izin pada nuna."

Chanyeol tak lagi membalas ucapan Baekhyun. Dirinya hanya duduk di tempat tidur, dan terus memperhatikan Baekhyun yang terbaring menatap langit-langit.

"Besok aku akan pergi dan mulai menjalankan masa karantina."

"Ya, aku sudah tau itu." Baekhyun masih belum menoleh.

"Apakah kau bisa ikut?"

Mendengar pertanyaan itu, Baekhyun pun menoleh pada Chanyeol yang terlihat serius.

Namja mungil itu beranjak dari tidurnya, lalu duduk manis menatap Chanyeol di sebrangnya.

"Itu tidak mungkin. Karena aku tidak mau menggangumu."

"Kemarilah..." Chanyeol meminta Baekhyun untuk menghampirinya.

Saat Baekhyun sudah di hadapannya, tiba-tiba Chanyeol mengangkat tubuh mungil itu untuk duduk di pangkuannya. Refleks, tangan Baekhyun melingkari leher jenjang itu.

Keduanya saling menatap diam. Dan dapat Baekhyun rasakan tangan Chanyeol mengusap perutnya yang sudah sedikit membentuk itu.

"Jaga dia selama aku pergi." Chanyeol memandang perut yang ia usap perlahan itu.

"Dan juga jaga dirimu." Lanjutnya kembali memandang wajah cantik Baekhyun.

"Ketahuilah Yeol, sebenarnya ada yang ingin ku katakan. Tapi..."

Chanyeol terdiam menunggu kelanjutannya.

"Aku akan mengatakannya jika kau berhasil mendapatkan juara dan piala itu."

"Apakah kau akan datang ke arena balap nanti?" Tanya Chanyeol.

"Apakah kau mengharapkan aku datang?"

"Ya. Kemenanganku ada pada kehadiranmu Baek."

"Jangan bergantung pada kehadiranku! Bagaimana jika aku tidak bisa datang eoh? Kau tidak akan memenangkannya? Ckck alasan tak masuk akal."

"Kau harus datang!"

"Aigooo ya, akan ku usahakan."

Terlihat sebuah senyuman pada bibir Chanyeol. Namja ini perlahan membaringkan tubuh mungil Baekhyun di tempat tidurnya.

Dan ya, Chanyeol pun ikut berbaring di samping Baekhyun dengan mendekapnya cukup erat.

Keesokan harinya, Baekhyun membantu Chanyeol merapihkan beberapa barang perlengkapannya.

"Apakah barangmu sudah siap semua?" Tanya Baekhyun.

"Ya, ku rasa cukup."

Baekhyun mendekati Chanyeol yang sudah terlihat rapih dan siap untuk berangkat ke bandara.

Namja mungil ini mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya.

"Tundukan kepalamu." Pinta Baekhyun membuat Chanyeol menurutinya.

Dan ya, sebuah kalung dengan sebuah cincin yang terikat di dalamnya berhasil menghantung di leher jenjang milik Chanyeol.

"Itu adalah kalung keberuntunganku. Semoga itu menjadi keberunganmu juga." Jelas Baekhyun.

Sejenak Chanyeol meraih kalung tersebut dan menatapnya.

"Jika aku tidak berhasil, setidaknya aku telah mencoba menjadi yang terbaik." Ucap Chanyeol.

"Ya, lakukan semampu mu Park Chanyeol."

Grep!

Chanyeol menarik pinggang Baekhyun, lalu mengunci pandangan mata sipit itu.

"Akan ku lakukan dengan kerja kerasku." Bisik Chanyeol yang terus menghapus jarak wajah mereka.

Chup~

Ya, kedua bibir itu berhasil di pertemukan kembali. Tak tinggal diam, keduanya saling melumat menyalurkan perasaan mereka yang tak bisa di ucapkan dengan kata-kata.

"Eumphh~"

Ciuman itu semakin dalam dan menjadi tergesa-gesa. Sepertinya Chanyeol masih tak rela untuk melepaskannya begitu saja.

Resleting mantel Baekhyun di buka begitu saja hingga menampakan leher mulus itu.

"Ngghhh~"

Dan ya, ciuman Chanyeol beralih pada leher Baekhyun yang mulai melenguh nikmat.

Namja tinggi ini kembali menciptakan jejaknya di area sana.

"Asshh Yeolhh..."

Knock~knock~

Aktifitas Chanyeol terhenti saat mereka mendengar ketukan pintu.

Baekhyun hanya terkekeh melihat wajah Chanyeol yang kecewa.

"Sudah cukup tuan Park. Sekarang persiapkan dirimu." Baekhyun merapihkan rambut Chanyeol dan menghapus saliva yang tertinggal di sudut bibir Chanyeol.

"Aku menunggumu disana."

Satu kecupan manis berhasil mendarat pada kening Baekhyun sebelum Chanyeol benar-benar meninggalkan tempat.

*TBC~