Wajah Baekhyun terlihat gugup dan bahagia selama di dalam pesawat bersama Yoora juga Kyungsoo.
Ya, mereka pergi menuju Tiongkok untuk menyaksikan arena balap yang akan menampilkan Chanyeol, Sehun, dan Kai ikut serta dalam balapan tersebut.
Setelah tiba di Tiongkok, mereka langsung menuju tempat arena sebelum pertandingan benar-benar mulai.
Baekhyun terus memperhatikan beberapa pembalap dari negara lain yang bersiap-siap.
Senyum manis Baekhyun semakin berkembang ketika mendapati sosok namja tinggi dengan seragam pembalap berwarna putih dan terdapat angka 61 yang tak lain adalah nomor balapnya.
"Park Chanyeol!" Yoora berseru memanggil adiknya itu.
Ketiganya melangkah menghampiri Chanyeol yang menoleh. Dan ya, Sehun juga Kai pun ikut terkejut mendapati kehadiran Baekhyun, Kyungsoo dan Yoora.
"Omo...inilah seragam yang ingin ku lihat dari adikku yang nakal ini!" Puji Yoora memperhatikan adiknya yang terlihat tampan dengan seragam balap tersebut.
"Kyungie! Omo! Kau datang! Woaahhh..." Kai terlihat heboh melihat Kyungsoo ikut datang. Baru saja dia ingin memeluk namja kecil itu, namun jari telunjuk Kyungsoo menahan keningnya.
"Jangan macam-macam!" Ancam Kyungsoo membuat Kai mengerucutkan bibirnya.
"Aku tau kau akan datang." Ucap Chanyeol beralih pada Baekhyun yang masih terus terdiam.
"Yoora nuna yang antusias untuk menonton, bukan diriku!" Sanggah Baekhyun namun terlihat wajahnya yang memerah.
"Aku tidak perduli itu. Yang penting kau hadir." Balas Chanyeol.
"Apakah hanya aku yang sendiri disini?" Sindir Sehun membuat Yoora menahan tawanya.
"Permisi..."
Seketika yang mereka semua beralih pada seseorang yang menghampiri mereka.
"Maaf menggangu. Aku Xi Luhan. Keponakan dari pelatih kalian." Seorang namja berwajah cantik dan manis itu berbicara bahasa Korea dengan sedikit kaku.
"Eoh? Kau keponakan Yunho?" Kejut Yoora tak percaya jika Yunho memiliki keponakan di Tiongkok.
"Nde! Maka dari itu aku sedikit bisa bahasa kalian." Kekehnya.
"Omo...sepertinya Byun Baekhyun mempunyai saingan." Pikir Kai.
"Apa maksudmu?" Tanya Baekhyun.
"Pretty boy!" Kai menahan tawanya.
"Kyung, kau lebih dekat dengannya. Wakilkan aku." Pinta Baekhyun membuat Kyungsoo mengerti arah pembicaraannya.
"Argh!" Kai memegang kepalanya setelah Kyungsoo berhasil menjitak kepala itu.
"Sudah terlaksana." Balas Kyungsoo.
"Adik pintar."
"Ada apa kau menghampiri kami?" Tanya Sehun pada Luhan.
"Pelatih kalian meminta kalian segera mendatanginya di ruang arena."
"Ah baiklah." Balas Sehun.
"Kyung, berkencanlah denganku jika aku masuk 10 besar. Ok, doakan aku!" Kai mengacak puncak rambut Kyungsoo, lalu melangkah mengikuti Sehun dan Luhan.
"Doamu tidak akan terkabul!" Pekik Kyungsoo.
Chanyeol masih menatap Baekhyun sejenak. Senyuman namja mungil itu masih tak pudar dari bibirnya.
"Fokuslah dengan pandanganmu. Mungkin memang sulit menjadi juara, tapi setidaknya kau sudah mencobanya." Ucap Baekhyun.
Tiba-tiba Chanyeol bersimpuh tepat berhadapan dengan perut Baekhyun yang mematung.
"Kau yang di dalam sana. Doakan aku agar menjadi juara dan mendapatkan piala. Dengan begitu kau akan bangga pada diriku." Chanyeol mengusap perut Baekhyun dan berucap pelan, namun masih dapat Baekhyun dengar.
Mendengar ucapan Chanyeol seperti itu, ada perasaan hangat yang Baekhyun rasakan saat ini.
Namja tinggi itu kembali berdiri dan memandang wajah cantik di hadapannya.
"Doakan aku Baek."
Chup~
Sebuah kecupan manis berhasil mendarat di kening Baekhyun. Hingga Chanyeol mulai pergi meninggalkan mereka semua.
Terlihat beberapa motor balap sudah berbaris di arena. Chanyeol dengan nomor balap 61, Sehun 94, dan Kai 88.
Suasana mulai ramai dan penonton terus berseru menyemangati mereka yang akan bertanding.
Entah kenapa Baekhyun ikut merasakan ketegangan dan berdebar menyaksikan langsung pertandingan ini.
Brummm~
Semua motor itu langsung berlaju cepat ketika pertandingan sudah di mulai.
Pandangan Baekhyun tak lepas dari seragam dengan angka 61. Ya, karena Chanyeol di balik seragam dan helm itu.
Pada beberapa putaran yang di lewati, Chanyeol sudah berada dalam urutan 8. Dirinya masih berusaha untuk terus menyusul lawan tandingnya.
"Ayo Park Chanyeol! Kau harus membanggakan kakakmu ini!" Seru Yoora masih terlihat antusias.
Baekhyun hanya bisa terdiam dan terus berdoa untuk kemenangan Chanyeol. Sekilas ia membayangkan dirinya ikut serta dalam pertandingan ini.
'Pasti menyenangkan berada di pertandingan itu.'
'Entahlah semuanya hanya angan semata untukku.'
Merasa sadar dengan lamunan Baekhyun, Kyungsoo mendekap tangan kakaknya itu yang langsung menolehnya.
"Aku tau apa yang ada di pikiranmu hyung. Tapi lihatlah, Chanyeol sudah berada di urutan ke-3. Sepertinya dia akan mewakili dirimu." Ucap Kyungsoo hanya di balas senyuman dari kakaknya itu.
Beberapa menit kemudian kembali terlihat perubahan urutan. Chanyeol sudah berada di urutan ke-2, Sehun pada urutan ke-6, dan Kai masuk pada urutan ke-8.
"Mwo? D-dia berhasil masuk 10 besar. Bagaimana bisa?" Kyungsoo terkejut melihat Kai sudah masuk 10 besar.
"Samcheon mengatakan jika namja bernama Park Chanyeol itu pasti akan menang." Luhan mulai angkat bicara membuat mereka menoleh.
"Ye?"
"Selama karantina Chanyeol berlatih sangat keras. Dan aku pun melihatnya. Dia terlihat tidak pernah lelah. Setiap hari ada kemajuan padanya." Lanjut Luhan.
Bruummm~
"61 is the winner!!"
Seketika suasana arena langsung heboh ketika mengetahui pemenang dari pertandingan itu.
"Omo! PARK CHANYEOL..." Yoora langsung berseru bahagia melihat adiknya telah melewati garis finish.
"Lihat bukan?" Luhan tersenyum puas.
Baekhyun tak bisa berkata-kata, ia tak tau harus seperti apa. Dan seketika tangis harunya mengalir begitu saja di kedua pipinya.
"Chanyeol urutan pertama, Sehun kelima, dan Kai tetap kedelapan." Ucap Kyungsoo melihat urutan tersebut dari layar besar arena.
"Ayo kita hampiri mereka." Seru Luhan mengajak ketiganya untuk turun dari kursi penonton.
Mereka semua menghampiri Yunho yang terus tersenyum bangga melihat Chanyeol berdiri di barisan pemenang.
Sebuah medali menggantung di leher Chanyeol, dan sebuah piala emas berhasil di genggam erat oleh namja tinggi itu.
Terlihat senyum kebahagiaan dari Chanyeol yang mengangkat tropi tersebut. Sekilas ia menatap Baekhyun di sebrangnya. Keduanya hanya saling melempar senyuman.
Selesai sesi foto dan berjabat tangan, Chanyeol, Sehun, dan Kai langsung berlari menghampiri mereka semua.
Yunho memeluk Chanyeol dan menepuk bahu itu dengan bangga.
"Kau membuatku sangat bangga Park Chanyeol! Dan kalian bertiga membuatku berhasil menjadi seorang pelatih!" Puji Yunho pada mereka bertiga.
"Chanyeolie~" Yoora langsung memeluk adiknya itu.
"Biarpun nakal, aku masih bisa berprestasi bukan?" Sindir Chanyeol membuat Yoora melepaskan pelukannya.
"Kau akan selalu menjadi adikku yang nakal!" Balas Yoora.
"Kyung, kau lihat bukan? Doamu terkabul. Jadi mulai sekarang kita resmi berkencan! Kakakmu pun sudah merestui kita." Kai mendekati Kyungsoo dan berbisik.
"Mwo? Kenapa dia tidak mengatakannya padaku?! Dan aku tidak pernah mendoakanmu Kai." Protes Kyungsoo.
"Aku tidak perduli. Yang terpenting sekarang kau sudah menjadi kekasihku!" Kekeh Kai.
"Oh ya Tuhan, bagaimana bisa aku harus memiliki kekasih sepertinya." Gerutu Kyungsoo tanpa di sadari, ia menerima Kai sebagai kekasihnya.
Pandangan Sehun beralih pada Luhan, lalu mendekati namja cantik itu.
"Jadi, apakah kau mau menemaniku disini? Karena ya, kau bisa lihat mereka mengabaikan temannya ini." Ucap Sehun dengan santai membuat Luhan menahan tawanya.
Chanyeol menarik tangan Baekhyun untuk mendekat padanya. Dapat ia lihat mata sipit itu sembab.
"Kau menangis?"
"Ya, aku hanya terharu. Akhirnya kau benar-benar membuat kami semua bangga padamu."
"Aku bukan pemenang yang sesungguhnya."
"Ye?"
Tiba-tiba Chanyeol memberi tropi itu pada genggaman Baekhyun.
"Kau adalah pemenangnya. Tropi ini milikmu."
"Ani! Kau yang berjuang keras, tentu saja kau pemenangnya. Bagaimana bisa aku pemenangnya? Bahkan aku tidak ikut--"
"Kau ikut serta melalui diriku. Aku mewakili dirimu Baek. Aku berlatih keras karena aku ingin menang untukmu."
Dapat di lihat liquid bening terbendung pada mata Baekhyun yang menatap Chanyeol.
"Yeol--"
Jemari Chanyeol menyeka air mata yang akan terjun di pipi Baekhyun.
"Aku mencintaimu Byun Baekhyun."
Untuk kesekian kali perasaan Baekhyun terus di buat tinggi oleh namja tinggi di hadapannya ini.
"Apa kau mendengarku? Aku Park Chanyeol mencintai Byun Baekhyun!"
"Ok, aku tidak dengar..."
"Ya, kami tidak dengar!"
Seketika mereka semua menutup telinga dan membelakangi ChanBaek.
"Ini adalah alasanku untuk menjadikanmu milikku. Apakah alasanku masih kurang?"
Baekhyun masih membisu mencerna semua ucapan manis dari Chanyeol.
"Ini lebih dari cukup Yeol."
"Maafkan aku baru bisa mengatakannya."
"Aku pun mencintaimu Park Chanyeol. Maaf jika aku baru bisa mengatakannya. Kita seimbang bukan?"
Sudut bibir Chanyeol terangkat membentuk senyuman. Mendapat kalimat itu dari Baekhyun, membuatnya sangat bahagia. Bahkan lebih bahagia dari kemenangannya ini.
"Bogoshipeoyo. Jjinja!" Chanyeol menarik tubuh mungil itu untuk masuk dalam pelukannya.
Hari ini adalah hari paling bahagia yang Chanyeol dapati. Ia berhasil memenangkan pertandingan, dapat mengatakan perasaan yang sebenarnya, dan mendapat balasan cintanya dari Byun Baekhyun.
_The End_
