Suasana gedung pernikahan terlihat sangat ramai dengan berbagai tamu undangan. Wajah-wajah kebahagiaan mewarnai atmosfir gedung ini.

Terdapat berbagai sajian makanan dan minuman di beberapa tempat. Tak lupa hiasan mewah penuh menjadikan tempat semakin bercahaya.

Sepasang pengantin melangkah menuju sepanjang red carpet. Terlihat senyum kebahagiaan diantara keduanya.

"Kau mau seperti itu Kyung?" Goda Kai yang datang ke acara pernikahan ini bersama Kyungsoo.

"Jangan berpikir terlalu jauh." Balas Kyungsoo tanpa menoleh pada kekasihnya itu. Ya, karena bagaimana pun dia tidak mau menampakan wajah malunya di hadapan Kai.

"Ah apakah kami terlambat datang?" Tiba-tiba Sehun datang menghampiri KaiSoo bersama Luhan.

"Baru saja selesai pengucapan janji suci. Kenapa kau lama sekali eoh?" Tanya Kai.

"Aku menjemput--"

"Omo! Kenapa kau bisa dengan keponakan Yunho seonsaengnim ini?" Kai baru menyadari.

"Annyeong haseyo~" Sapa Luhan.

"Apakah itu masalah?" Sehun dengan santai.

"Temanku sudah dewasa ternyata." Kai menepuk bahu Sehun menahan tawanya.

"Jangan berisik!" Timpal Kyungsoo membuat keduanya terbungkam.

Sepasang pengantin itu mulai melakukan sesi pemotretan. Beberapa keluarga, teman, maupun kerabat mulai ikut berfoto.

"Woahh lihatlah teman kita itu terlihat gagah." Puji Kai mengarah pada Chanyeol dengan tuxedo yang di kenakan.

"Bahkan ia terlihat seperti pengantinnya bukan? Nyatanya dia hanya mendampingi Yoora nuna yang menikah." Sehun menahan tawanya.

"Dimana Baekhyun?" Sehun baru menyadari jika sosok Baekhyun belum terlihat.

"Aku disini..."

Mereka pun menoleh pada sumber suara, dan mendapati Baekhyun yang datang.

"Kau baru datang?" Tanya Sehun.

"Ani. Aku ke toilet sebentar. Eoh? Luhan?" Baekhyun beralih pada Luhan yang tersenyum padanya.

"Apakah setelah ini anak keluarga Park akan menikah semua?" Pikir Kai melirik Baekhyun.

Selesai sesi pemotretan, Chanyeol mencoba menghampiri temannya, namun ia harus tertahan oleh tamu orang tuanya. Bahkan hanya beberapa langkah lagi untuk menghampiri para temannya.

"Kau adik Yoora?"

"Ya, Park Chanyeol imnida." Dengan sopan Chanyeol berucap.

"Omo...keluarga Park memiliki anak yang cantik dan tampan."

Chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman malu di hadapan para ahjuma ini.

"Apakah kau sudah memiliki kekasih?"

"Ya, kapan kau akan menyusul Yoora?"

Mendapatkan pertanyaan itu, pandangan Chanyeol beralih pada Baekhyun yang berdiri tak jauh darinya.

"Mungkin tak lama lagi." Jawab Chanyeol dengan tatapannya tak lepas dari Baekhyun yang juga memperhatikannya.

"Beruntung sekali dia yang akan menikah denganmu."

Baekhyun dan yang lainnya terus memperhatikan Chanyeol terus melayani sapaan dari tamu undangan. Bahkan tak jarang diantara mereka meminta foto. Ya, karena menang balapan lalu, banyak orang yang mengenal Chanyeol.

"Apakah sekarang dia menjadi seorang idola?" Sindir Kai.

"Lihatlah Baek, Chanyeol menggendong anak kecil itu. Sepertinya dia memang sudah cocok menjadi seorang ayah." Goda Sehun pada Baekhyun yang hanya tersenyum melihat Chanyeol menggendong seorang gadis kecil.

Entah kenapa ada perasaan hangat saat mendapati pemandangan tersebut. Bahkan sekilas Baekhyun membayangkan bagaimana jika nanti Chanyeol akan menggendong anak mereka.

"Kapan itu akan lahir?" Tanya Luhan mengarah pada perut Baekhyun semakin membentuk.

Ya, Luhan tau karena Sehun telah menceritakan semuanya kisah ChanBaek yang menurutnya unik.

"Beberapa bulan lagi." Jawab Baekhyun terkekeh.

"Menikahlah sebelum perutmu membesar hyung." Ujar Kyungsoo.

"Kau tidak perlu khawatirkan itu."

Seketika pandangan mereka beralih pada Chanyeol yang menghampiri mereka semua.

"Omo...sepertinya kau sudah siap eoh?" Goda Kai.

Baekhyun dan Chanyeol saling melirik satu sama lain. Entah keduanya memikirkan apa saat mendapati pertanyaan itu.

"Sepertinya teman kita ini sudah dewasa Kai-ya." Sindir Sehun.

"Ya, tidak ada lagi sikap labilnya." Kai dan Sehun memang suka jika menggoda Chanyeol.

"Kau membawa keponakan Yunho seonsaengnim, apakah kau mempunyai niat tertentu?" Sekarang Chanyeol yang menyindir Sehun, saat ia menyadari jika Luhan terus berada di samping Sehun.

"Samcheon memintaku untuk mewakilinya datang kesini. Dan aku akan tinggal di Seoul." Jelas Luhan.

"Mwo? Kau akan disini? Woahh..." Kai terlihat terkejut.

"Seperti yang kalian tau, jika pelatih kalian itu sangatlah sibuk. Dan aku akan menjadi asistennya di tempat pelatihan." Lanjut Luhan.

"Apakah ini artinya Sehun akan menang banyak?" Pikir Chanyeol.

"Ye?"

"Aku tak masalah jika Luhan bersama Sehun." Sambung Baekhyun membuat mereka semua beralih memandangnya.

"W-wae? Kenapa kalian memandangku seperti itu?" Baekhyun tertegun dengan pandangan mereka semua.

Ketika di kamar...

Terlihat pantulan siluet di dinding kamar yang cukup gelap. Terdengar suara decitan tempat tidur dan decakan manis yang mengisi atmosfir kamar ini.

"Eummmpphh~"

Chanyeol terus menyapu belahan bibir Baekhyun yang sudah berada di bawahnya. Tanpa menindih perut Baekhyun, Chanyeol mencumbu tubuh mungil itu dengan hati-hati.

Sepertinya keduanya saling merindukan satu sama lain, hingga tak memikirkan keadaan Baekhyun yang hamil.

Namun kali ini Chanyeol memakai pengaman untuk berjaga-jaga karena bagaimana pun ia sadar dengan keadaan Baekhyun.

"Ngghhh Yeolhhh~" Baekhyun dapat mendesah bebas saat ciuman itu terlepas.

"Aku benar-benar merindukanmu Baek." Bisik Chanyeol dengan gerakannya yang pelan dan menuntun.

"Aku pun merindukanmu Yeol." Baekhyun menggantungkan kedua tangannya di leher jenjang itu.

"Menikahlah denganku Baek."

Jantung Baekhyun seakan ingin meledak saat ini juga ketika mendengar kalimat itu. Namja mungil ini menganggukan kepalanya dan tersenyum manis.

"Kau harus menikahi diriku yang sudah kau hamili ini!"

"Apakah aku harus menghamili dirimu baru bisa menikah denganmu?" Goda Chanyeol menyeringai.

"Jangan menggodaku Park Chanyeol!"

Dengan gemas, Chanyeol mengecup seluruh wajah Baekhyun yang hanya tersenyum geli.

"Asshhh aaahhh~" Tubuh Baekhyun mulai menggelinjang ketika Chanyeol menciumi area lehernya, dan kedua tangannya yang memilin nipple itu.

Chanyeol menjatuhkan tubuh besarnya di samping Baekhyun. Tanpa melepaskan yang di bawah sana, ia sedikit menurunkan posisi tidurnya. Tangannya mendekap punggung Baekhyun dan sesekali mengusapnya lembut.

"Ummphh~" Ya, Chanyeol menyesap nipple itu dan terlihat seperti bayi yang haus.

"Aaahhh Yeolhh nngghh~" Baekhyun menekan kepala Chanyeol, membiarkan wajah namja itu tenggelam disana.

Satu kaki Baekhyun melingkar di pinggang Chanyeol, lalu ia mencoba untuk mengikuti pergerakan namja ini.

"Mpphhh~" Chanyeol merasakan nikmat lebih ketika Baekhyun ikut bergerak.

Entah sampai kapan mereka akan terus melakukan aktifitas bercinta ini. Karena melihat keduanya masih saling menikmati dan belum ada yang rela tautan mereka terlepas begitu saja.

*ALLEGRO*

Apakah ada yg minat pesan buku Allegro?

di buku nanti ada kelanjutan dari nasib mereka semua

jika berminat, silahkan chat di akun line,

id : bee_dobi

atau ig : indah_z14

untuk kejelasannya nanti di kasih tau

makasih sudah membaca cerita ini~