"Baekhyun?"
Baekhyun gelagapan. Dia tidak tahu kalau disana akan ada Chanyeol yang dia tidak sukai karena Chanyeol membuatnya bukan menjadi pria tertampan lagi disekolah. Baekhyun juga bingung kenapa Chanyeol bisa mengetahui namanya. Padahal selama ini Baekhyun yakin, Chanyeol yang sombong sok tampan dan sok populer itu tidak mengenal orang lain selain teman se gengnya yaitu Sehun dan Kai yang notabenenya Kai itu adalah pacar Kyungsoo sahabatnya dan Sehun sedang melakukan pendekatan dengan Luhan yang merupakan teman sebangku Baekhyun saat berada di tingkat 1.
"Kau tahu namaku?"
Mendengar pertanyaan Baekhyun, Chanyeol bingung tidak mengerti maksud Baekhyun.
"Hah? Tentu saja aku tahu..."
Baekhyun semakin terkejut mendengar jawaban Chanyeol yang dia kira selama ini adalah pria dingin yang sombong dan tidak tahu sopan santun. Entah teori dan mindset dari mana, sejak dia pertama kali melihat Chanyeol dia langsung beranggapan seperti itu. Padahal dia sama sekali tidak mengenal Chanyeol.
"Tapi bagaimana bisa...?"
"Siapa yang tidak mengenalmu Baekhyun? Kau pria paling tampan yang ada disekolah, memiliki suara emas, pacarmu adalah wanita tercantik disekolah ini. Kau digosipkan sebagai pasangan paling sempurna dengan pacarmu itu. Bagaimana aku bisa tidak tahu..."
"Chanyeol POV"
Aku terkejut saat melihat seorang namja tampan... Ahh tidak, namja cantik? Itu memasuki ruang band. Aku langsung terbangun dan membalas sapaannya.
Ya, Baekhyun. Dia adalah namja yang kuanggap paling tampan dan sekaligus cantik disekolah ini. Aku juga tahu kalau sebenarnya dia adalah anak pemilik sekolah ini. Tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu. Jujur, untuk diriku yang seorang gay ini melihat Baekhyun membuatku tegang.
Kenapa aku bisa gay? Jujur dulu aku seorang straight. Aku sempat menyukai seorang perempuan saat sekolah dasar. Tapi perempuan itu menyukai pria lain dan dia memintaku untuk membantunya agar bisa dekat dengan pria yang dia sukai dan aku dengan bodohnya menurutinya.
Saat sekolah menengah pertama, aku mengenal Sehun dan Kai. Karena merekalah aku menjadi gay. Mereka dari awal memang sudah gay. Sehun dan Kai menarikku ke dunia mereka dan membuatku menjadi seperti sekarang. Itulah sebabnya semua orang melihatku dengan kesan dingin dan sombong terhadap wanita. Padahal jujur, aku tidak ingin dingin terhadap wanita, tapi hatikulah yang terlah berbelok dan membuatku tidak tertarik terhadap wanita.
.
.
.
"Baekhyun Pov"
Dia bilang aku pria tertampan? Apa dia tidak salah? Aku tidak tahu dia bodoh atau idiot. Tapi pria tertampan di sekolah ini kan adalah KAU! Apakah dia tidak menyadarinya. Apa dia tidak pernah berkaca? Atau dia terlalu sepercaya diri itu akhirnya dia merendahkan dirinya?
Lupakan... Dia juga tidak menyebut aku ini anak pemilik sekolah? Bukankah semua orang disekolah ini sudah tahu kalau aku ini anak pemilik sekolah ini. Kenapa dia tidak menyebutnya? Apa karena kesombongannya dia tidak update berita disekolah ini? Ahh sudahlah lupakan, aku tidak peduli.
Dan juga, apa yang dia lakukan disini? Apa dia juga bolos kelas? Kalau dia bolos juga, aku juga tidak mau bolos bersamanya dan berada di satu ruangan yang sama saat bolos. Aku tidak suka padanya. Aku tidak mau seruangan dengan orang dingin sepertinya.
.
.
.
"Author POV"
Melihat reaksi Baekhyun yang diam saja, Chanyeol tidak suka suasana yang terlalu sepi dan hening begini. Apalagi lampu remang-remang dan ruang kedap suara. Jujur itu membuat suasana sangat canggung. Untuk memecah suasana, akhirnya Chanyeol memulai pembicaraan lagi.
"Kau bolos kelas?"
Baekhyun sedikit terkejut dengan pertanyaan Chanyeol. Dia menoleh kearah Chanyeol dan menatapnya tajam.
"Yaa, kau juga bolos? Kalau kau ingin memakai ruangan ini pakai saja, aku bisa menggunakan ruangan lain." Baekhyun membalikkan badannya kemudian memegang gagang pintu untuk menutupnya membiarkan Chanyeol tetap berada di dalam sana
"Kenapa kau harus menggunakan ruangan lain? Kenapa tidak disini saja?"
Baekhyun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Chanyeol kemudian mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan Chanyeol. Apa barusan Chanyeol mengajaknya berada di ruang band? Berdua? Baekhyun tidak mau berada di ruang yang sama dengan Chanyeol. Suasana benar-benar canggung. Dan lagi pula dia sedang ingin sendiri.
"Tidak, aku sedang ingin sendiri, aku ke perpustakaan saja."
Chanyeol bingung melihat Baekhyun yang bereaksi sangat dingin. Dia berpikir apakah perkataannya salah. Akhirnya Chanyeol bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju Baekhyun.
"Aku saja yang keluar, kau bisa memakai ruangan ini."
Chanyeol bicara seperti itu dengan tersenyum tepat didepan wajah Baekhyun, kemudian dia mengusap kepala Baekhyun dan mengacak-acak rambutnya layaknya bicara pada anak kecil. Chanyeolpun kemudian membuka pintu dan keluar dari studio band. Baekhyun yang tidak suka diperlakukan seperti itu merapikan rambutnya dengan wajah kesal.
"Memangnya aku anak kecil apa... kenapa dia memperlakukanku seperti anak kecil."
Baekhyun menghempaskan tubuhnya disofa. Dia bermain handphone sebentar, membuka galeri dan menggeser satu persatu koleksi fotonya saat berjalan-jalan bersama Yeri. Hingga akhirnya matanya memberat dan dia tertidur hingga bel pulang sekolah berbunyi.
.
.
.
"Meet Strangers"
Baekhyun terbangun dari tidur yang lumayan panjangnya. jam menunjukkan pukul 5 sore. Dia tidak sadar kalau dia tidur selama itu. Mungkin efek karena banyak pikiran. Dia membuka mata dan benda pertama yang dia sentuh adalah handphonenya. Terlihat di home handphonenya banyak sekali notifikasi panggilan masuk dan pesan dari Yeri. Baekhyun mengutuk dirinya sendiri karena tidak memasang alarm.
Hari ini white day. Tentu sudah tradisi untuk saatnya pria memberikan wanita balasan coklat saat valentine day. Baekhyunpun segera menuju ke kelas mengambil tasnya dan berlari keluar sekolah menuju toko coklat langganannya.
Dia berjalan pelan karena ramainya jalanan dipenuhi oleh orang yang berpasangan saling bercengkrama. Dia cukup iri sebenarnya, karena kejadian tadi pagi, Baekhyun dan Yeri tidak bisa berduaan hari ini. Mau tidak mau Baekhyun harus memberi coklat white day dan juga sebagai permintaan maafnya karena terlambat.
tepat jarak sekitar 20 meter lagi Baekhyun sampai di toko coklat langganannya. Tapi 1 hal yang menganggu dan membuatnya terkejut. Dia melihat Yeri di toko coklat yang akan dia masuki bersama pria yang tadi pagi tidak sengaja bertemu di bus. Ya, Kim Taeyong. Saat ini pemandangan yang dilihat Baekhyun adalah pemandangan yang membuat hatinya runtuh dan benar-benar hancur berkeping-keping.
"Baekhyun POV"
Bagaimana bisa? Yeri dan pria menyebalkan itu? Mereka saling bersuap coklat. Apakah Yeri sudah melupakan statusku sebagai pacarnya? Apa hanya karena kejadian tadi pagi dia sengaja membuatku kesal? Apa yang harus kulakukan? Melabraknya sekarang atau aku ikuti permainannya perlahan-lahan? Hmm... kurasa aku harus mengakhirinya hari ini...
.
.
.
Baekhyun akhirnya mengikuti Yeri dan Taeyong. Awalnya dia hanya mengikuti mereka asal. Tapi akhirnya dia menyadari bahwa tujuan mereka selanjutnya setelah dari toko coklat adalah rumah Yeri. Ya, Baekhyun hapal betul arah jalan ini. Ini adalah jalan yang mengarah kerumah Yeri. Dia masih menjaga jarak dari Yeri dan menunggu waktu yang tepat untuk membongkar hubungan mereka.
Akhirnya merekapun sampai didepan rumah Yeri. Baekhyun yang sedang bersembunyi dibalik tembok tetangga Yeri mencoba mendengarkan perbincangan mereka.
"Baekhyun sunbae masih tidak mengangkat teleponmu?"
"Sudahlah, lupakan pria menyebalkan itu. Aku benci padanya."
"Baekhyun POV"
What?! Dia benci padaku? Aku menyebalkan? Hanya karena tadi pagi aku terlambat 1 menit? Dan atau aku berlaku dingin karena pria bernama Taeyong ini? Ini sungguh tidak masuk akal... Aku mulai muak padamu Yeri... selama ini aku sudah mencoba menahan emosiku, tapi kali ini cukup, aku tidak bisa, kau sudah keterlaluan.
.
.
.
"Author POV"
"Kau masih dalam hubungan dengannya kan?"
"Kenapa? Kau mau memulai hubungan denganku?"
Baekhyun cukup terkejut dengan kefrontalan Yeri yang mengajak Taeyong memulai hubungan. Apakah Yeri tidak ingat kalau Baekhyun masih berstatus sebagai pacarnya?
"Kau masih berhubungan dengan Baekhyun sunbae.."
"Kalau kau mau memulai hubungan denganku, aku bisa mengakhiri hubunganku dengannya sekarang."
Yeri mengeluarkan handphonenya dan mengetik sesuatu disana. Ya, Yeri dengan jelas menunjukkan kepada Taeyong apa yang dia ketik. Dia mengetik pesan untuk meminta putus kepada Baekhyun dan setelah itu ia akan segera menelponnya.
"Kalau kau mau memulai hubungan denganku aku akan mengirim pesan ini."
.
.
.
Suasana hening sebentar. Taeyong tidak bisa menjawab pernyataan Yeri itu. Akhirnya Baekhyun yang bersembunyi dibalik tembok tetangga tidak sanggup lagi menonton pengkhianatan Yeri. Diapun memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan mencoba bersikap dewasa.
"Hai Yeri..."
Yeri terkejut mengengok kearah kiri. Baekhyun berdiri dengan tegapnya dan dengan tatapan tajam kepada Yeri. Baekhyun yang menyapa Yeri dengan nada ramah dan wajah dingin itu terlihat 10x lebih menyeramkan daripada Baekhyun yang sedang ngambek.
"Oppa..."
Yeri gelagapan melihat Baekhyun yang berjalan mendekat kearahnya. Baekhyun seperti memancarkan aura yang sangat gelap. Yeripun melangkah mundur karena takut akan Baekhyun.
"Sebelum kau mengirim pesan itu, aku duluan yang akan mengakhiri hubunganku denganmu karena aku sudah muak dengan sikapmu."
Baekhyunpun berjalan menjauhi Yeri kesal dan tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan didepannya karena Baekhyun berjalan tidak melihat kedepan, tapi kepalanya menunduk kebawah karena tidak ingin terlihat sedih di depan Yeri.
"Baekhyun?"
Orang yang ditabrak itu menyapanya. Lantas Baekhyun semakin menundukkan kepalanya untuk meminta maaf. Tapi tunggu... Baekhyun serasa kenal dengan suara itu. Suara baritone dari seorang pria yang tadi pagi juga memanggilnya dengan nada yang sama. Lantas Baekhyun segera mengangkat kepalanya dan terkejut melihat siapa yang ditabraknya. Ya, Chanyeol. Dia menatap Baekhyun datar.
"C-Cha-Chanyeol?"
Baekhyun gelagapan. Dia tidak menyangka kalau pria yang ditabraknya adalah pria yang secara tidak langsung diusir olehnya tadi pagi di studio band. Dia semakin malu untuk mengangkat kepalanya.
"Ada apa ini? Suasananya aneh?"
"Chanyeol sunbae?"
Jujur, Yeri cukup terkejut bertemu Chanyeol disaat seperti ini. Yeri juga sempat memendam rasa kepada Chanyeol beberapa bulan lalu. Siapa yang tidak jatuh hati kepada pria tertampan disekolah? Sayangnya, saat itu Baekhyun sedang baik-baiknya dengan dia. Yeri juga masih menyayangi Baekhyun dan dia tidak tega memutuskan hubungan tanpa masalah hanya karena pria itu lebih tampan dari pacarnya. Dia tidak mau dianggap wanita murahan yang melirik pria hanya sebatas wajah.
"Kau Yeri kan? dan kau siapa?" Chanyeol menatap Yeri kemudian mengadahkan dagunya kearah Taeyong
"Namaku Taeyong... Chanyeol Sunbae-nim."
Chanyeol akhirnya menyadari situasi ini. Dia tahu bila ada pasangan dan ada 1 pria lain muncul, pasti ada sesuatu yang tidak beres, karena dia pernah mengalami hal ini. Akhirnya dengan kepekaannya dia menarik lengan Baekhyun dan memaksa Baekhyun untuk ikut dengannya.
"Baek, kau bilang wanita di kencan buta kemarin cocok denganmu? Aku sudah memintanya untuk menghubungimu, tapi sepertinya handphonenya rusak. Sekarang aku dalam perjalanan untuk bertemu dengannya. Kau mau ikut tidak?"
"Hah?!"
Baekhyun nampak bingung dengan pernyataan Chanyeol. Dia nampak berpikir panjang untuk mencerna perkataan Chanyeol. Otaknya serasa berjalan 10x lebih lambat dari biasanya.
"Ahh... mungkin kau sudah lupa... wanita yang minggu kemarin kau temui di XM Cafe loh..."
"Ohhh... iya... pantas saja sulit untuk menghubunginya, ternyata handphonenya rusak... ahahahah..."
Baekhyun tertawa canggung mengikuti alur permainan Chanyeol. Dan dengan terpaksa akhirnya dia mengikuti Chanyeol pergi menjauhi Yeri. 1 hal yang pasti, Baekhyun dan Yeri mulai sekarang sudah tidak memiliki hubungan apa-apa.
Di tengah jalan, Baekhyun berhenti dan melepaskan genggaman tangan Chanyeol. Chanyeolpun ikut berhenti dan menatap namja yang lebih pendek darinya itu sebentar.
"Kenapa?" Chanyeol bingung melihat Baekhyun yang berhenti melangkah dibelakangnya.
"Kita mau kemana?"
"XM Cafe."
"Kenapa aku harus ikut juga?"
"Aku sudah membantumu kabur dari sana, kau tidak mau berterima kasih?"
Pertanyaan Chanyeol itu membuat Baekhyun semakin kesal. Mau tidak mau akhirnya dia mengikuti Chanyeol menuju ke XM Cafe itu dari belakang.
"Baekhyun POV"
Benar-benar menyebalkan... siapa yang memintanya untuk membantuku kabur dari sana! Tanpa bantuanmu aku bisa kabur sendiri tahu! Apa-apaan sih pria ini, lagi pula kenapa aku harus berterima kasih juga? Bukankah dia yang harus berterima kasih padaku karena aku sudah menemani ke cafe yang ingin dikunjunginya? Seharusnya sekarang aku sedang bersantai dirumah bermain video games!
.
.
.
"Kenapa?"
Chanyeol melihat kebelakang. Dia melihat Baekhyun melamun berjalan sambil menendang batu-batu ditanah. Akhirnya Chanyeol berhenti berjalan karena pertanyaannya tidak dijawab oleh Baekhyun. Baekhyun yang tidak menyadari Chanyeol berhenti akhirnya menabrak punggung Chanyeol.
"Yak! Kenapa berhenti!"
Baekhyun langsung mengangkat kepalanya, dia melihat Chanyeol memutar tubuhnya dan menatapnya tajam.
"Kau tidak menjawab pertanyaanku, kenapa kau melamun?"
"Memangnya apa pedulimu? Tidak ada hubungannya denganmu aku melamun atau tidak."
"Hhhuhhh..."
Chanyeol hanya bisa menghela panjang mendengar jawaban Baekhyun. setelah berjalan cukup jauh, mereka sampai di XM cafe. Lampu remang-remang dan design tembok batu-bata warna coklat membuat pembeli nyaman berlama-lama disana menyeruput kopinya.
"Ohh... Chanyeol"
Sapa seorang barista yang diduga sebagai pemilik cafe itu.
"Minseok hyung? Tumben sekali melayani pembeli..."
Baekhyun hanya bisa terlihat bingung melihat Chanyeol yang sudah akrab dengan barista itu. Diapun akhirnya memutuskan untuk mengikuti Chanyeol dan duduk disebelahnya.
"Aku Latte ya... Baek, kau mau kopi apa?"
"Aku tidak suka kopi."
Baekhyun menjawab Chanyeol ketus. Baekhyun memang tidak menyukai kopi, lebih tepatnya Baekhyun menyukai yang manis-manis. Chanyeol hanya bisa mengernyitkan dahinya melihat jawaban ketus Baekhyun dan memutuskan untuk memesankan Baekhyun minuman yang tidak mengandung kopi.
"Hmm... Kalau begitu, latte 1 dan lemon tea 1 ya Minseok hyung.."
"Siap.."
Baekhyun mendengar Chanyeol yang memesan lemon tea langsung menengok tajam kearah Chanyeol. Chanyeol yang menyadari dari tadi ditatap tajam oleh Baekhyun akhirnya menolehkan kepalanya dan membalas tatapan tajam Baekhyun.
"Aku bilang aku tidak mau."
"Memangnya siapa yang bilang aku memesan untukmu?"
Baekhyun yang mendengar jawaban Chanyeol menunduk malu, wajahnya memerah. Memang benar sih Chanyeol memesan lemon tea, tapi kan itu belum tentu diberikan kepadanya. Tapi kenapa Baekhyun bisa sepercaya diri itu dan seyakin itu kalau Chanyeol memesan lemon tea untuknya. Kau bodoh sekali Baekhyun.
"Memangnya aku bilang aku tidak mau?"
Chanyeol menatap Baekhyun semakin bingung dan keheranan dengan tingkahnya. Pasalnya, jelas-jelas tadi Baekhyun bilang tidak mau, dan sekarang dia bilang kalau dia tidak bilang bahwa dia tidak mau. Maumu sebenarnya apa Byun Baekhyun.
"Hmm... yasudah, lemon teanya untukmu saja."
Baekhyun yang menundukkan kepalanya langsung mengangkat kepalanya kembali dan menunggu lemon tea yang dipesankan Chanyeol datang. Minseok selaku barista dan pemilik cafe, serta sepupu Chanyeol. Meletakkan segelas lemon tea didepan Baekhyun dan secangkir kopi didepan Chanyeol. Dibatasi oleh meja, Minseok duduk didepan Baekhyun dan Chanyeol, mencoba untuk mengobrol dan mencairkan suasana yang canggung itu.
"Jadi, namamu siapa?"
Minseok bertanya kepada Baekhyun dan mencoba mengajaknya bersalaman. Dengan wajah ramahnya, Baekhyun ikut tersenyum menatap Minseok dan membalas jabatan tangan Minseok.
"Namaku? Byun Baekhyun. Kenapa?"
"Okey, kau pasti seumuran Chanyeol karena masih memakai seragam sekolah, kau bisa memanggilku Minseok hyung, aku sepupu Chanyeol. Dan kuanggap kau dekat dengan Chanyeol karena Chanyeol tidak biasanya membawa orang lain selain Sehun dan Kai kesini.
"Ne..."
Baekhyun menjawab Minseok canggung karena tidak tahu harus bertingkah seperti apa. Baekhyun sendiri mengakui bahwa dia sama sekali tidak mengenal Chanyeol. Dia bahkan baru pertama kali berbicara dengan Chanyeol tadi pagi dan sekarang mereka sudah pergi ke cafe bersama? Untuk mengobrol dan nongkrong? Ini gila...
"Jadi, ada apa Chanyeol?" Minseok menopang dagunya dengan kedua tangannya menatap kedua pria yang sedang duduk didepannya.
"Tidak ada apa-apa... aku hanya bosan dan iseng membawa anak ini kesini."
"Kau bilang anak ini?! Memangnya aku anak kecil?! Aku ini satu tingkat denganmu bocah!"
Baekhyun kesal dipanggil anak kecil. Dia tidak suka. Walaupun Baekhyun sendiri dirinya pendek, tapi tidak sepantasnya Chanyeol yang sama sekali tidak dekat dengannya menyebut dirinya anak kecil.
"Sudahlah aku ingin pulang saja!"
Baekhyunpun berjalan keluar cafe, meninggalkan segelas lemon teanya yang masih tersisa setengah. Diapun akhirnya pulang kerumah dengan taksi, karena dia sudah terlalu lelah untuk berjalan kaki dan dia takut akan memarahi sembarang orang untuk melampiaskan kekesalannya.
Chanyeol dan Minseok hanya bisa menatap Baekhyun bingung. Akhirnya mereka menatap satu sama lain. Chanyeol mengernyitkan dahinya dan mengangkat kedua pundaknya tanda tidak peduli. Minseok yang sudah biasa melihat tingkah Chanyeol yang seperti itu hanya bisa menghela napas panjang.
"Jadi, siapa dia?"
"Baekhyun? Aku baru pertama kali bicara padanya tadi pagi."
"Kau tertarik padanya? Dia lumayan..."
Wajah Chanyeol memerah mendengar pertanyaan Minseok. Sepupunya yang satu ini memang peka sekali akan perasaan Chanyeol. Ya, Minseok sudah tahu kalau Chanyeol yang straight telah berubah menjadi seorang gay. Dan dia juga tahu kisah asal mulanya Chanyeol bisa berbelok seperti sekarang.
"Sudah hyung, belum tertarik dengan pria pemarah itu dan dia itu straight."
"Begitu ya... hmm... Chanyeoll... aku diberitahu aplikasi cari jodoh oleh Jongdae kau bisa mendownloadnya di handphonemu, apakah kau tertarik?
"Jodoh? Perempuan?"
"Tidak, dia memiliki opsi untuk gay dan lesbian juga..."
"Hah?"
"Sini, berikan handphonemu."
Minseok langsung mengambil handphone Chanyeol yang dia letakkan diatas meja. Dia langsung mendownload aplikasi chatting disana dan membuat akun baru.
"Kau mau namamu siapa?"
"Harus nama?"
"Tidak, bisa angka atau inisial."
"Kalau begitu, pcy61"
"Oke."
Minseok langsung membuat akun untuk Chanyeol dengan username pcy61 sesuai keinginan Chanyeol. Diapun membuka opsi chattingan yang diberikan.
Di aplikasi Chatting itu, pengguna bisa memilih partner yang beragam. Dia bisa memilih perempuan, laki-laki, atau keduanya. Biasanya pengguna akan ditanyakan terlebih dahulu opsi untuk pasangan atau hanya sebagai teman. Kemudian pengguna bisa memulai chatting dengan partner yang dipilih random oleh robot chatting tersebut.
"ini... kau coba.."
Minseok menyodorkan handphone Chanyeol supaya Chanyeol bisa mencoba aplikasi chatting yang sudah didownload oleh Minseok. Tetapi, Chanyeol hanya mengambil handphonenya dan mematikan layar handphonenya.
"Sudahlah hyung... aku lelah, aku pulang saja..."
Chanyeolpun menyeruput kopinya hingga habis kemudian mengambil jas seragamnya dan keluar dari cafe. Dia berjalan keluar menuju ke rumahnya untuk segera pulang.
.
.
.
Sementara itu, Baekhyun sudah sampai dirumah. Dia segera mandi dan tiduran dikasur setelah tubuhnya bersih. Jujur saja, dia mengakui badannya mengeluarkan bau tidak enak karena tidak mandi tadi pagi. Diapun mengeluarkan handphonenya dan mencoba mengirim Kyungsoo pesan. Karena, jujur sekali, Baekhyun sangat bosan sekarang.
Baekhyun: "Kyungsoo..."
Kyungsoo: "Apa?"
Kyungsoo menjawab pesan Baekhyun dengan singkat dan cepat. Kenapa? Kyungsoo memang sedang memegang handphonenya, untuk membalas pesan dari Kai, bukan Baekhyun. Tapi dia tidak sengaja membaca pesan Baekhyun. Daripada Baekhyun kesal karena merasa diabaikan, lebih baik dia dengan cepat merespon Baekhyun dan mengakhiri pembicaraan.
Baekhyun: "Aku bosan... aku ingin bercerita.. aku butuh teman... mau voice call?"
Kyungsoo: "Voice call?!"
Kyungsoo terkejut karena ini pertama kalinya Baekhyun mengajaknya voice call. Dia yakin pasti sesuatu benar-benar terjadi pada Baekhyun. Tapi dia setiap malam sudah ada janjian jadwal voice call dengan Kai dan itu tidak bisa dibatalkan karena Baekhyun tidak bilang lebih dulu. Jadi mau tidak mau, Kyungsoo menolak ajakkan Baekhyun.
Kyungsoo: "Tidak bisa, aku ada voice call dengan Kai nanti... kalau kau mau bercerita besok saja disekolah."
Baekhyun: "Kau menyebalkan."
Kyungsoo sudah tahu Baekhyun pasti akan menjawab begitu. Jujur Kyungsoo sekarang sangat merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi, satu satunya cara adalah mendengar cerita Baekhyun besok.
Kyungsoo: "Kalau kau kesepian dan butuh teman untuk bercerita, aku akan memberimu teman."
Baekhyun: "Maksudmu?"
Kyungsoo: "h***. download
Baekhyun: "Kau menyuruhku mendownload aplikasi chatting?!"
Dari pesan yang dikirim Baekhyun. Kyungsoo tahu Baekhyun pasti benar-benar kesal sekarang. Tapi jujur, menggunakan aplikasi chatting itu benar-benar sangat menyenangkan. Kau bisa merasa sangat akrab bahkan dengan orang yang baru kau kenal 5 menit yang lalu. Kyungsoo yang mengerti Baekhyun butuh hiburan, mengirim link download aplikasi itu. Lagipula, dia juga bisa bertemu orang yang lucu disana.
Kyungsoo: "Download saja... kadang kalau aku merasa kesepian, aku memakai aplikasi itu dan berkirim pesan dengan orang random disana, hahaha..."
Baekhyun: "Sana voice call saja dengan Kai, aku tidak mau membaca pesan darimu lagi!"
Baekhyun benar-benar kesal sekarang. Pasalnya, satu-satunya sahabat sejak kecil dan teman sekolahnya mengabaikannya demi pacar gaynya itu. Baekhyun merasa tidak adil. Kai dan Kyungsoo baru saja bersama selama 1 tahun lebih, sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo sudah berteman selama 10 tahun. Dia tidak menyangka kalau pertemanannya hanya seharga aplikasi chatting tidak berguna ini.
Walaupun Baekhyun menggerutu dan mengutuk aplikasi tidak berguna itu. Pada akhirnya dia mendownload aplikasi itu. Mungkin karena dia penasaran atau dia memang kesepian. Intinya sekarang dia sedang membuat akun untuk aplikasi chatting tersebut.
"Hmm... username? bbh04 saja... atau bacon? Mana yang lebih bagus..."
Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk menggunakan username baconee04 karena username bacon dan bacon04 sudah digunakan oleh orang lain. Diapun melihat isi dari aplikasi chatting itu.
"Ahh apaan sih ini..."
Baekhyun kesal. Dia melempar handphonenya sembarang. Diapun akhirnya mengambil guling dan memakai selimut, mencoba untuk tidur. Tapi, setelah bergerak kekanan dan kekiri, dia tetap tidak bisa tidur. Dan akhirnya diapun bangun mengambil handphonenya lagi.
.
.
.
Sementara itu Chanyeol yang baru selesai mandi, langsung menuju keranjangnya dan tidur telentang. Dia menambil handphone yang diletakkan disamping ranjangnya dan membuka handphonenya. Dia sungguh terganggu dengan notifikasi "Start Chatting" dari aplikasi yang didownload oleh Minseok tadi di cafe. Chanyeol menekan dan menahan aplikasi tersebut untuk menguninstallnya. Tapi jari jempolnya terhenti.
"Haruskah kucoba..."
Baekhyun yang juga mendapat notifikasi "Start Chatting" dari aplikasi yang sama mulai gerah. Dia segera menekan tombol uninstall, tapi aplikasi tersebut tidak terhapus dan malah muncul notifikasi dari handphonenya. Handphonenya error.
"Kenapa sih... Sepertinya aku harus membeli handphone baru."
Pada akhirnya, dengan terpaksa Baekhyun dan Chanyeol sama-sama membuka aplikasi tersebut.
"Hmm... Meet Strangers?"
"Meet Strangers ya?"
.
.
.
"Meet Strangers"
Note: Akhirnya Chapt 2 ini up gaes... Akhirnya momen Chanbaeknya mulai... hehehe... maaf ya kalo kurang greget... terus rada gak jelas gitu... terus sorry juga kalo banyak typo :( Aku selalu mengetik tengah malem... paling pewe soalnya hehehe...
Komen ya gaes kalo ada saran ato kritik... aku terima dengan senang hati :)
Ohh iya, aku juga mau nanya? enaknya up tiap hari apa ya menurut kalian readers? Ato berapa hari sekali gitu?
