"Hmm... Meet Strangers?"
"Meet Strangers ya?"
Baekhyun membuka aplikasi tersebut dan mengutak atiknya. Terlihat opsi pilihan yang ditawarkan oleh aplikasi tersebut untuk memilih partner komunikasinya.
"Hmmm pilih partner komunikasi? Haruskah pria? Atau wanita? Haruskah aku melampiaskan kekesalanku pada wanita lain? Ahh tidak... Aku akan jadi pria brengsek kalau seperti itu... Kalau begitu pria saja... Dan tentu pilihan selanjutnya adalah teman."
Baekhyun memilih partner komunikasi pria sebagai teman. Setelah menunggu loading dari aplikasi yang mencari partner secara random, akhirnya akun Baekhyun masuk ke room chatting bersama orang tidak dikenal dan pastinya adalah seorang pria. Pria tidak dikenal itupun memulai chatting duluan.
Xxxx189: "hei..."
Baconee04: "ahh... Hallo.."
Xxxx189: "apa-apaan sapaan itu, kau gay ya?!"
Baconee04 is typing...
Xxxx189 left the room.
"Hahh!"
Baekhyun terdiam kesal membaca pesan yang dikirim oleh pria itu. Dia ternganga karena tidak menyangka bahwa 1 kata hallo bisa membuatnya dianggap sebagai gay.
"Apaan sih pria itu... tidak jelas..."
Baekhyunpun ikut keluar dari room dan memulai pencarian partner lagi. Dia kembali memilih partner pria sebagai teman.
Baconee04: "Hai..."
pcy61: "Hai juga..."
Baconee04: "Untung sekali kali ini tidak bertemu orang aneh..."
pcy61: "Ada apa? Bisakah kau intro?"
Baconee04: "Tadi aku bertemu pria yang meneriakkiku seorang gay di room sebelumnya..."
Baconee04: "Intro itu apa?"
pcy61: "Ahh... begitu... intro itu perkenalan diri..., tidak usah menyebut namamu, cukup umur dan asal kotamu saja karena ini hanya random chat hahaha..."
Baconee04: "Ohh begitu..."
Baconee04: "Aku 18 tahun, dari Seoul"
Baconee04: "Bagaimana denganmu?"
pcy61 is typing...
pcy61 left the room.
"Apa lagi ini? Meninggalkan room setelah aku memberi tahu identitasku? dasar menyebalkan."
Baekhyun semakin kesal, karena setelah memberitahu lokasi dan umurnya kepada pria tidak dikenal. Pria itu meninggalkan room chat begitu saja. Baekhyun merasa dikhianati.
"Apakah aplikasi ini berisi dari orang-orang aneh..."
Baekhyun mencoba mencari partner pria lagi untuk dijadikan teman. Dia bertekad harus mendapatkan 1 teman baru berhenti menggunakan aplikasi ini. Diapun kembali mengirim pesan kepada orang asing.
badboy1897: "Hai..."
Baconee04: "hai..."
badboy1897: "Intro"
Baconee04: "18 tahun, Seoul. Kau?"
badboy1897: "15 tahun, Busan."
Baconee04: "Boleh aku bilang sesuatu?"
badboy1897: "Ya?"
Baconee04: "Jujur, usernamemu sangat lucu... hahaha..."
badboy1897 left the room.
"Hahaha... baru begitu saja dia kesal... aplikasi ini lucu juga untuk menertawai orang."
.
.
.
Sementara itu Chanyeol yang berada dirumahnya sedang mencoba menyalakan handphonenya kembali. Ya, baterai handphonenya habis. Itulah sebabnya chattingngannya dengan Baconee04 tiba-tiba terputus tadi.
"Chanyeol POV"
Kenapa tiba-tiba mati sih handphone bodoh ini. Padahal tadi aku sudah bertemu seorang pria yang seumuran denganku... walaupun hanya akan berstatus teman sih. Tapi kan kalau dia tertarik padaku aku bisa menariknya. Arghhh... hape sialan. Kau harus menyala sekarang... aku harus mencari partner baru lagi kan... Semoga pria itu masih aktif dan mencari partner dan kebetulan aku berpasangan dengannya lagi.
.
.
.
"Meet Strangers"
Baekhyun kembali mencari partner pria dengan status teman. Dia mulai terhibur dengan aplikasi ini. Masalah yang baru saja dihadapinya 3 jam yang lalu terasa sudah ia lupakan dan sudah tidak dia pedulikan lagi. Yang dia pedulikan sekarang adalah cara dia bisa mendapatkan partner teman pria yang bisa dia jadikan benar-benar teman.
pcy61 enter the room
Baconee04 enter the room
pcy61 is typing...
Baconee04: "Hai..."
pcy61: "Ohh… Hai Baconee04, aku pria yang tadi tidak sengaja keluar dari room karena handphoneku bermasalah."
Baconee04: "Ahh pria yang menyuruhku intro kemudian setelah aku memberi intro kau meninggalkan room begitu saja..."
pcy61: "Maaf... baterai handphoneku habis tadi, tapi sekarang tidak masalah... aku juga 18 tahun, Seoul."
Baconee04: "Wahhh Seoul juga... boleh aku tahu didaerah mana? Siapa tahu kita berdekatan?"
pcy61: "Gangnam..."
Baconee04: "Gangnam juga?! Aku juga disana... Dunia ini sedikit sempit ya..."
pcy61: "Hahaha... ngomong-ngomong kenapa usernamemu Baconee04? Bukankah itu nama makanan yang ditambah huruf ee dibelakangnya? Kau suka Bacon?"
Baconee04: "Hahaha... aku suka bacon tapi aku lebih menyukai beef... tapi Bacon di usernameku bukan makanan ."
pcy61: "Hahaha... maaf... mau bertukar nomor telepon? Bila koneksiku terputus atau handphoneku mati lagi, aku mungkin tidak akan pernah bisa berchatting denganmu lagi."
...
Baekhyun tidak membalas pesan itu. Dia ragu haruskah dia memberikan nomornya kepada pria tidak dikenal ini atau tidak. Dia bahkan tidak mengetahui namanya. Clue satu-satunya adalah pcy yang menurut Baekhyun adalah inisial namanya dan 61 kemungkinan adalah angka kesukaan pria itu. Dia ingin sekali berteman dengan pria ini. Menurut Baekhyun pria ini cukup ramah.
pcy61: "Bagaimana? Kenapa hanya dibaca?"
Baconee04: "Ahh... maaf... kalau begitu, ayo bertukar nomor telepon."
pcy61: "Nomorku 02xxx***xxxxx."
Baconee04: "Tunggu sebentar, aku akan mencoba menghubungimu."
Baekhyun menekan nomor yang diberikan oleh username pcy61 itu. Dia mengklik tombol bergambar telepon dan nada sambungpun mulai terdengar. Tak lama, nada sambung tersebut berubah menjadi kata sapaan dari orang diseberang sana. Suara Baritone milik penelpon dapat terdengar jelas ditelinga Baekhyun.
"Haloo..."
"Kau pcy61-nim?"
"Ya... Kau Baconee04-sshi?"
"ne..."
"Oke, aku akan menyimpan nomormu."
Sambungan teleponpun diputus oleh pria yang diduga username pcy61. Baekhyun menyimpan nomor penelpon tersebut. Ketika jarinya mengklik tombol untuk menambah kontak, gerakan jempolnya terhenti ketika dia harus mengisi nama dari kontak baru itu.
Baconee04: "Aku harus menyimpan nomormu dengan nama apa?"
pcy61: "simpan saja pcy, dan aku akan menyimpanmu dengan Baconee."
Baconee04: "Ahh... baiklah pcy-nim."
pcy61: "Bagaimana kalau kita lanjutkan di aplikasi chatiing xxx? Kau bisa menambahkanku sebagai teman menggunakan nomor handphoneku... chatting disini tidak nyaman."
Baconee04: "Oke, aku akan coba mengirim pesan ke profile mu di aplikasi xxx."
Baconee04 left the room.
pcy61 left the room.
Mereka bertukar nomor telepon, dan sekarang mereka akan saling berkomunikasi menggunakan aplikasi chatting xxx. Jujur Baekhyun tidak akan menyangka kalau dia akan berkenalan dengan orang asing sampai memberikan nomor handphonenya. Baekhyun tidak memikirkan hingga sejauh itu. Dia pikir, dia hanya akan berkenalan, bercerita keluh kesahnya, lalu pergi meninggalkan orang itu. Tidak sampai berlanjut di kehidupan nyata seperti ini.
Ting...
Notifikasi pesan di handphone Chanyeol masuk. Chanyeol sedikit cukup senang? Karena mendapatkan teman pria lain. Walaupun dia tidak tahu pria yang dia ajak berkenalan ini single atau tidak, gay atau straight. Yang pasti, Chanyeol sangat bosan sekarang. Temannya Kai sedang voicecall dengan pacarnya. Bagaimana dengan Sehun? Handphonenya tidak aktif, dan selalu tidak pernah aktif. Kadang Chanyeol meragukan Sehun itu sebenarnya memiliki handphone atau tidak.
Chanyeol melihat nama pengirim, terpampang nama pengirim yang sesuai dengan kontak yang sudah disimpannya tadi. Ya, Baconee. Pengirim yang disimpannya dengan nama Baconee dan tidak memiliki profile picture di profile akunnya mengiriminya pesan yang bertuliskan 4 huruf.
Baconee: Test
pcy-nim: Ya, Baconee.
Baconee: ini benar pcy-nim kan?
pcy-nim: Jelas, aku sudah menyebut usernamemu barusan.
Baconee: Ahh iya... hahaha...
pcy-nim: Kau tidak tidur? Tidak sekolah besok? Berencana membolos?
Baconee: Tidak, hahaha... aku sudah bolos hari ini...
pcy-nim: Kau bolos hari ini? Aku juga bolos hari ini...
Baconee: Wahh... kita sama-sama bukan pelajar baik... hahaha...
pcy-nim: Tidurlah kalau kau tidak mau terlambat besok...
"Baekhyun POV"
Apa-apaan sih pria aneh ini. Kenapa dia menyuruhku tidur terus. Padahal kepala dan hatiku ini sedang tidak ingin tidur. Aku terlalu banyak pikiran. Memang apa pedulinya aku tidur atau tidak. Apakah ini yang dinamakan kehabisan topik? Makanya dia selalu menyuruh untuk mengakhiri pembicaraan ini. Ahh... aku ingin memulai topik dengan cerita pahitku hari ini... tapi akankah jadi tidak sopan kalau menceritakan hal pribadi kepada orang asing yang bahkan aku tidak tahu namanya. Ahh aku pusing...!
.
.
.
Baekhyun mengacak-acak rambutnya. Dia masih belum membalas chat dari Chanyeol. Dia benar-benar butuh teman untuk bersandar sekarang. Dia kecewa sudah dikhianati Yeri, bahkan dia tidak sadar kalau Yeri mungkin sudah melakukan hal itu berkali-kali tanpa diketahuinya.
Baconee: pcy-nim...
pcy-nim: Ya? bisakah kau memanggilku pcy saja? Kita seumuran bro...
Baconee: Tidak, aku lebih nyaman memanggilmu pcy-nim.
Baekhyun mengernyitkan dahinya. Dia bergumam, kenapa pria ini suka sekali sih mengatur-aturnya. Dari menyuruhnya tidur hingga memutuskan nama apa yang harus digunakan oleh Baekhyun untuk memanggil pria itu. Baekhyun lebih nyaman memanggilnya pcy-nim. Baekhyun memang tidak suka berlaku tidak sopan dan sok akrab dengan orang tidak dikenal. Baekhyun juga sulit akrab dengan orang yang baru ditemuinya.
pcy-nim: Ahh, baiklah, terserahmu saja...
Baconee: boleh aku bertanya?
pcy-nim: Ya?
Baconee: Apa alasanmu menggunakan aplikasi tadi?
pcy-nim: Maksudmu? Meet Strangers?
Baconee: Ya.
pcy-nim: Tidak ada alasan khusus... Sepupuku menginstalkannya untukku dan aku hanya menggunakannya karena aku sedang bosan.
Well, tidak mungkin kan Chanyeol mengatakan yang sebenarnya... 'Aku ini seorang gay yang sedang mencari pasangan karena dilingkunganku sangat sulit menemukan gay yang membuatku tertarik. Jadi aku menggunakan aplikasi ini untuk berkenalan dengan pria gay lain.' Hell, itu tidak mungkin. Chanyeol masih tahu batas. Negara ini belum meresmikan hubungan sesama jenis, dan orang-orang biasanya memandang hubungan sesama jenis itu sangat menjijikkan. Padahal menurut Chanyeol, tertarik, menyukai, dan mencintai itu tidak memandang umur dan jenis kelamin, serta apapun bentukmu.
Baconee: Ahh... boleh aku bercerita?
pcy-nim: Ya, tentu.
"Chanyeol POV"
Sepertinya pria ini sadar kalau aku sudah kehabisan topik untuk dibicarakan dan dia mau memulai topik baru. Tapi karena jawabanku selalu jawaban yang tidak bisa dibalas, dia pasti akan mulai bercerita tentang kehidupan pribadinya. Dari sini aku sudah tahu alasan dia menggunakan aplikasi 'Meet Strangers'. Sudah pasti dia butuh teman, karena dia pasti sangat tenggelam dalam kesendiriannya sekarang. Haruskah aku jadi teman curhatnya?
.
.
.
Walaupun Chanyeol tidak menyukai sekolah dan belajar, dia sangat pintar. Apalagi dalam urusan musik. Bisa dibilang dia genius. Otaknya mungkin sangat jarang digunakan, makanya ketika dibutuhkan, otak itu bekerja dengan sangat maksimal seperti robot tanpa baterai yang baterainya kembali diisi.
Baconee: Alasanku menggunakan aplikasi tadi karena aku butuh teman. Jujur aku tidak memiliki teman, temanku hanya 2...
Well, menurut Chanyeol, pria yang memberikan namanya sendiri Baconee ini benar-benar sangat jujur. Siapa yang mau memberi tahu kepada orang asing kalau dia tidak memiliki teman. Orang biasanya pasti akan memamerkan betapa banyaknya teman yang mereka miliki. Chanyeol sekarang benar-benar prihatin dengan orang yang sedang berkirim pesan dengannya ini.
pcy-nim: Aku dengan senang hati akan menjadi temanmu.
Baconee: hmm... jujur aku sedang kecewa sekarang.
pcy-nim: Ada apa? Kau bisa bercerita padaku.
Baconee: Aku ingin bertanya padamu, apa yang akan kau lakukan bila kau dikhianati seseorang? Tapi, setiap hari kau berada dekat dengannya. Kau sudah memutuskan untuk tidak bertemu satu sama lain secara sepihak karena terlanjur kecewa, tapi kau tetap terpaksa bertemu dengannya karena ketidak sengajaan.
pcy-nim: Jadi intinya, kau dikhianati dan kau memutus kontak secara sepihak tapi karena kau satu sekolah dengannya, kau terpaksa akan bertatap muka dengannya?
Baconee: Hah? Yah... bisa dibilang begitu sih...
pcy-nim: perempuan?
Baconee: Bukan!
pcy-nim: pria?
Baconee: Ya, tentu saja perempuan bodoh... tidak mungkin aku berpacaran dengan seorang pria.
Baekhyun tidak mengerti dengan jalan pikiran pria yang sedang bicara dengannya ini. Tentu saja yang dimaksud Baekhyun itu perempuan. Baekhyun kan masih straight. Tidak mungkin dia akan membawa perasaannya bila yang mengkhianatinya itu adalah seorang pria. Karena dia juga tidak begitu peduli. Dia sudah terlalu terlanjur sayang kepada Yeri. Tapi perilaku Yeri tadi benar-benar tidak bisa dimaafkan dan membuat Baekhyun sangat ingin membuang yeri dari pikiran dan hatinya.
.
.
.
Chanyeol terkejut membaca balasan dari pria yang diberi nama Baconee itu. Dia terbangun dari posisi tiduran santainya menjadi duduk. Dia cukup kesal membaca balasan yang diselipi kata bodoh pada kalimatnya. Chanyeol kan juga tidak terlalu mengerti dengan kehidupan orang straight. Karena dia sudah berubah menjadi gay, pikirannya berbeda jalan dengan orang straight.
pcy-nim: Kau baru saja bilang bodoh?
Jujur, Baekhyun sangat tidak sadar kalau dia menyelipi kata bodoh diantara kalimat yang dia kirim. Baekhyun mengutuk dirinya sendiri sekarang. Dia sudah berlaku tidak sopan terhadap orang dikenal. Padahal ibunya selalu mengajarkannya untuk berlaku sopan dan ramah serta tersenyum kepada semua orang, bahkan kepada orang yang belum dikenalnya.
Baconee: Maaf... aku tidak sengaja.
"Chanyeol POV"
Hahahah... kenapa pria ini lucu sekali. Padahal aku hanya bercanda untuk pura-pura marah. Jujur, pria ini terlalu polos untuk dikatakan berumur 18 tahun. Pantas saja dia dikhianati oleh mantan pacarnya hahaha... atau masih pacarnya? Lupakan, aku tidak peduli. Pria ini lucu, aku suka itu. Aku jadi penasaran dengan rupanya. Apakah rupanya selucu perilakunya atau rupanya tinggi kekar bertolak belakang dengan sikapnya? Hahaha... kalau bertolak belakang, jujur aku bisa tertawa hingga mati melihat pria bertubuh kekar bersikap polos dan lucu seperti ini.
.
.
.
pcy-nim: Tidak apa-apa... kata-kata kasar kadang membuatmu menjadi lebih akrab, hahaha... santai saja.
Baconee: Jadi bagaimana menurutmu?
Chanyeol bingung harus membalas apa. Dia berpikir sebentar, apa maksud pertanyaan username Baconee itu. 1 menit, 2 menit, 5 menit berlalu. Dia masih memikirkan maksud pertanyaan Baconee. Apa yang dia minta dari Chanyeol? Pendapat tentang apa? Chanyeol sama sekali tidak mengerti.
Baconee: Hei, kenapa di read saja? Apa pertanyaanku sesulit itu? Atau kau tidak pernah berpacaran sebelumnya makanya kau tidak mengerti.
Chanyeol menepuk keningnya sendiri. Dia baru ingat kalau username Baconee itu menanyakan tentang saran yang harus dia lakukan bila bertemu dengan pacar yang telah mengkhianatinya itu. Chanyeol merasa benar-benar bodoh dan tenggelam oleh kepolosan dan kelucuan tingkah pengguna yang diberi nama Baconee olehnya.
Membaca balasan Baekhyun yang berkata kalau Chanyeol belum pernah berpacaran, jujur Chanyeol cukup sakit hati. Chanyeol memang belum pernah berpacaran dan tidak tahu rasanya berpacaran, tapi dia sangat tahu rasanya dikhianati. Dia bahkan di khianati oleh wanita yang bahkan belum menjadi miliknya. Betapa sakitnya Chanyeol mengingat hal itu.
pcy-nim: temui saja dia, bilang hubunganmu sudah berakhir dan jangan pernah bertemu lagi, kita cukup menjadi teman, tapi jangan harap kau bisa bersikap akrab denganmu.
Baconee: Kan aku bilang aku tidak mau bertemu dengannya.
pcy-nim: Temui dia untuk terakhir kalinya, kalau kau tidak mau bicara 4 mata, kau akan terlihat pengecut.
Ya, itulah yang Chanyeol lakukan saat dia dikhianati oleh Hyewon, teman masa kecil perempuannya yang dia sukai sejak lama. Chanyeol sangat mencintai Hyewon tapi Hyewon tidak menyadari perasaan Chanyeol dan malah menyuruh Chanyeol mendekatkan Hyewon dengan seorang pria yang notabenenya adalah temannya sendiri.
Chanyeol dan Hyewon sudah dekat sejak lahir, karena kedua orang tua mereka bersahabat. Chanyeol sering sekali mengunjungi rumah Hyewon dan mengajaknya bermain. Tapi, ketika dia mengajak Hyewon, Hyewon akan meminta Chanyeol untuk mengajak Dongjoo, teman Chanyeol disekolah. Hyewon bisa mengenal Dongjoo karena Chanyeol sering mengajak Dongjoo bermain bersama juga dengan Hyewon. Hyewon tidak pernah sekelas di sekolah dasar dengan Dongjoo, maka dari itu bila dia ingin bertemu Dongjoo, satu-satunya cara adalah melalui Chanyeol.
Chanyeol dengan polos dan bodohnya menuruti permintaan Hyewon. Dia tidak pernah sadar dan tidak pernah tahu, kalau yang dia lakukan itu sangat membantu Hyewon untuk menyalurkan perasaannya kepada Dongjoo. Sampai suatu saat, Hyewon meminta Chanyeol untuk mendekatkannya dengan Dongjoo.
*Flashback 6 tahun lalu*
"Chanyeol..."
Wanita kecil berambut panjang itu memanggil pria yang sedang bermain gitar didepannya. Chanyeol dan Hyewon sedang berada ditaman dekat daerah rumah mereka. Mereka biasanya bermain disana hingga sore ketika akhir pekan. Pria bermata bulat yang sedang bermain gitar itu menghentikan permainannya dan menatap Hyewon.
"Hmm?"
"Bisakah kau kesini sebentar?"
"Ohh."
Chanyeol berdiri dan berjalan sambil membawa gitarnya berjalan menuju Hyewon yang sedang duduk di ayunan. Jujur dia melihat Hyewon dengan rambut yang terkena hembusan angin dan bermain ayunan merupakan fantasinya. Itu seperti mimpi, Hyewon bagaikan gadis di film princess yang dia tonton saat masih taman kanak-kanak dan dia pangeran yang akan segera menjemput purtinya. Tapi fantasi itu hancur seketika karena permintaan Hyewon yang tidak masuk akal.
"Bisakah kau menedekatkanku dengan Dongjoo?"
"Hah? Maksudmu?"
"Aku menyukainya."
Bagaikan tersambar petir mendengar pernyataan Hyewon barusan. Chanyeol yang sudah memendam rasa sejak lama terhadap Hyewon merasa sakit. Dia sakit hati mendengar pernyataan Hyewon. Padahal dia sudah bertekad untuk menyatakan perasaannya pada Hyeown setelah lulus sekolah dasar nanti. Walaupun masih agak lama, tapi dia bersabar agar Hyewon tidak terganggu saat ujian nanti. Tapi kesabarannya tidak terbalaskan dan terbuang sia-sia. Dia tidak menyangka bahwa Hyewon menyukai temannya sendiri. Hayalannya akan masa sekolah menengah pertamanya yang seharusnya dia berpacaran dengan Hyewon terasa hancur dan runtuh begitu saja seperti bangunan yang menjulang tinggi yang telah memakan waktu lama untuk dibangun, runtuh karena gempa bumi.
"Kau yakin?"
"Ya, tolong dekatkan aku dengannya Chanyeol."
"Huhh..."
Chanyeol hanya bisa menghela napasnya. Dia tahu, dia tidak bisa memaksakan perasaannya. Mau tidak mau, akhirnya dia membantu Hyewon supaya bisa dekat dengan Dongjoo. Dia dengan sukarela memberikan nomor handphone Dongjoo pada Hyewon.
"Aku akan memberikan nomornya padamu nanti. Aku pulang dulu ya."
"Tidak mau pulang bersama? Kau biasanya selalu mengantarku. Kau tidak mau mengantarku hari ini?"
Pertanyaan Hyewon barusan berhasil membuat Chanyeol geram. Chanyeol semakin kesal. Dia sudah tidak ingin lagi berada dekat-dekat dengan Hyewon, dia merasakan yang rasanya hanya dianggap sebagai teman dan diberi secercah harapan oleh Hyewon dan harapan itu hanyalah sebagai kebaikan dari seorang teman.
"Aku ada urusan mendadak, kau pulang sendiri saja bisa kan?"
Chanyeol memaksakan diri untuk tersenyum didepan Hyewon agar perasaan sakitnya tidak terlihat dan dia juga sama sekali tidak mau menunjukkan rasa sakitnya di depan Hyewon, dia tidak mau dikasihani olehnya. Itu membuatnya semakin terlihat buruk.
"Baiklah kalau begitu, jangan lupa nomor telepon Dongjoo, kirim padaku ya.."
Chanyeol kesal dan langsung berlari kerumahnya tanpa menghiraukan pernyataan terakhir Hyewon. Dia lelah dengan kenyataan ini. Sampainya dirumah, dia mengeluarkan handphonenya kemudian mengirim kontak Dongjoo kepada Hyewon. Bodoh sekali kau Chanyeol, masih mengirimnya.
Hyewon: terima kasih Chanyeol, kau memang sahabat terbaik.
Chanyeol: ya.
Jawaban Chanyeol yang sangat singkat itu sudah menjelaskan semuanya. Itu sudah memiliki arti kalau dia tidak mau membahas hal itu lebih panjang dan semakin lebih panjang. Dia ingin mengakhirinya sampai disana saja. Diapun mencari kontak Dongjoo dan mengiriminya pesan.
Chanyeol: aku mengirimi kontakmu ke Hyewon, dia memintanya, dia menyukaimu.
Dongjoo: Hyewon? Kenapa kau mengirimnya? Aku tahu kau menyukainya Chanyeol, tapi jangan relakan dia kepadaku, aku sudah memiliki wanita yang kusuka.
Bagaikan tersambar petir, sekarang Chanyeol merasa sangat bersalah. Dia memberikan harapan kepada Hyewon seperti Chanyeol yang diberi harapan oleh Hyewon. Chanyeol menyesal memberi kontak Dongjoo tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Dia sempat berpikir, apakah ini yang namanya karma? Dia menjauhkan pikiran itu.
Chanyeol: tidak bisakah kau berpacaran dengannya? Sebentar saja? Kalau tidak cocok baru menjauh darinya.
Dongjoo: kenapa tidak kau saja? Kau kan menyukainya?
Chanyeol terdiam dan tidak bisa membalas pesan terakhir dari Dongjoo. Dia masih memikirkan kata-kata agar bisa mengelak dari kenyataan ini. Dia berpikir untuk mengukir kata-kata yang tidak bisa dibalas lagi. Akhirnya dia mendapatkan jalan terakhir untuk mengelak.
Chanyeol: aku tidak menyukainya, aku gay.
Cukup lama, pesan Chanyeol tidak dibalas oleh Dongjoo. Dia pasti cukup shock membaca pesan Chanyeol itu. Pasalnya, seorang straight biasanya menganggap hubungan sesama jenis itu menjijikkan. Tapi apa boleh buat, Chanyeol sangat ingin menghindar dari masalah ini. Dia lelah dengan Hyewon, tidak, dia mulai lelah dengan yang namanya wanita.
Dongjoo: kau gay?
Chanyeol: ya, jadi aku mohon turuti kata Hyewon, kasihan dia.
Dongjoo: hmm... Jangan bohong Chanyeol, aku tahu kau menyukainya, bila kau gay, buat apa kau bersusah payah membuat hati Hyewon senang.
Skak mat, Dongjoo sangat pintar membaca situasi. Chanyeol terlalu panik hingga mencari alasan yang sangat tidak masuk akal untuk dicerna oleh orang normal. Alasan Chanyeol sangat klasik menurut Dongjoo. Dongjoo sadar kalau Chanyeol sedang menghindari masalah ini.
Chanyeol: maaf Dongjoo, aku memohon padamu... Tolonglah..
Dongjoo: baiklah, aku akan mencoba berhubungan dengannya selama 1 minggu, bila tidak cocok, aku akan berhenti menghubunginya, dan yang utamanya, kau harus berkata jujur kepada Hyewon besok.
Chanyeol terkejut membaca balasan dari Dongjoo. Darimana Chanyeol bisa mendapatkan keberanian dan kepercayaan diri untuk menyatakan semuanya kepada Hyewon. Dia takut Hyewon tersakiti dan dia juga sudah tidak ingin tersakiti oleh Hyewon.
Chanyeol: aku tidak bisa.
Dongjoo: ayolah Chanyeol, jadilah dewasa, kalau kau melakukannya, aku akan melakukan permintaanmu.
Chanyeol: baiklah.
Chanyeol dengan berat hati menuruti permintaan Dongjoo. Dia bertekad akan mencoba menyatakan semuanya kepada Hyewon sesuai permintaan Dongjoo. Dia harus menjadi lebih dewasa sekarang. Chanyeol mencari kontak Hyewon dan membuat janji temu dengannya.
Chanyeol: Hyewon, besok temui aku didepan rumahmu jam 3 sore, ada yang ingin aku bicarakan.
Hyewon: oke.
.
.
Chanyeol sudah berdiri didepan rumah Hyewon. Dia belum berani untuk memberitahu Hyewon bahwa dia sudah sampai di depan rumahnya. Hatinya masih berat untuk mengucapkan yang sesungguhnya. Dia terdiam menggenggam dan menatap Handphonenya. Dia bimbang, haruskah dia menekan enter untuk mengirim pesan kepada Hyewon bahwa dia telah didepan rumahnya, ataukah dia harus membatalkan pertemuannya hari ini.
Setelah berpikir panjang sekitar 10 menit. Chanyeol akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan kepada Hyewon bahwa dia sudah berada di depan rumahnya. Dia sudah menyiapkan hati dan pikirannya. Dia akan mencoba menahan rasa sakitnya.
Chanyeol: Hyewon, aku sudah didepan rumahmu, keluarlah.
Tanpa berlama-lama, Hyewon yang membaca pesan dari Chanyeol langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke pintu rumahnya untuk menemui Chanyeol sesuai janji. Dia dapat melihat Chanyeol berdiri membelakangi pagar rumahnya.
"Chanyeol!"
Hyewon mengejutkan Chanyeol dari belakang. Tapi, sama sekali tidak ada jawaban dari Chanyeol. Dengan wajah datar, Chanyeol membalikkan tubuhnya dan menatap Hyewon dalam-dalam. Dia menarik napas dan membuangnya pelan.
"Ada apa Chan?"
Hyewon dengan polosnya bertanya seperti itu kepada Chanyeol, tanpa tahu apa yang sebenarnya Chanyeol ingin katakan sekarang, yaitu mengakhiri hubungan cinta yang bertepuk sebelah tangan, ahh tidak. Mengakhiri hubungan cinta yang bertepuk sebelah tangan dan hubungan pertemanannya. Chanyeol merasa tidak sanggup melihat wajah Hyewon lagi.
"Aku ingin bicara jujur padamu Hyewon."
"Kenapa?"
"Jujur, aku menyukaimu. Tapi aku sadar bahwa rasa sukaku ini hanya bertepuk sebelah tangan, dan mendengar pernyataanmu kemarin saat kau bilang kau menyukai Dongjoo benar-benar membuatku sakit. Jadi aku harap, kau bisa menerima fakta bahwa aku tidak akan pernah menemuimu lagi."
"..."
Hyewon hanya bisa terdiam mendengarkan penjelasan Chanyeol yang panjang lebar. Dia masih mencerna maksud dari pernyataan Chanyeol barusan. Sementara Chanyeol masih setia menunggu jawaban dari Hyewon.
"Jadi kau tidak mau menjadi temanku lagi?"
"Ya, aku sudah bilang pada Dongjoo untuk menghubungimu secepatnya. Aku akan pindah dari Seoul besok dan kau tidak perlu tahu aku akan pindah kemana."
Ya, Chanyeol sudah berencana pindah dari Seoul sejak lama, dikarenakan ibunya membuka bisnis di luar Seoul bersama saudaranya. Dan ayahnya? Ayahnya bahkan seorang direktur perusahaan yang bisa mengontrol semuanya dari rumah tanpa harus berangkat ke kantor bila tidak ada yang penting.
"..."
Hyewon hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Chanyeol. Antara tidak tahu harus menjawab apa, terkejut, dan tidak bisa menerima kenyataan. Hyewon menundukkan kepalanya agar wajah sedihnya tidak terlihat oleh Chanyeol. Tapi Chanyeol sangatlah peka, dia memajukan tubuhnya. Dia melihat air mata menetes ke pipi Hyewon. Dia memajukan jari jempol tangan kanannya dan mengusap wajah Hyewon.
"Jangan menangis Hyewon. Aku yakin Dongjoo bisa menghiburmu, dan dia adalah orang yang tepat."
"Selamat tinggal."
"Meet Strangers"
.
.
.
Note: kasih pendapat kalian ya tentang ff ini. Aku merasa masih kurang greget. Momen Chanbaeknya masih dikit banget.
